Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Sombong





Elegi ini merupakan sintesis yang lain dari 3 (tesis) terdahulu.


Elegi Pemberontakan Para Sombong


Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Sombong aku sedang melihat Kontradiksi dalam dirimu.


Sombong:
Kontradiksi apa?


Cantraka:
Tidak biasanya ke Sombong an berlaku diam saja menghadapi begitu banyaknya Hujatan.

Sombong:
Hanya belum saja. Aku sedang memikirkan Strategi untuk melawan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih.


Cantraka:
Bagaimana Strateginya?

Sombong:
Perlu engkau ketahui, bahwa diriku itu berdimensi Ekstensif dan Intensif.

Cantraka:
Maksudnya?

Sombong:
Dimensi Intensif adalah Kadar ke Sombonan ku, mulai dari ke Sombong an Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Dimensi Ekstensif adalah bahwa aku mempunyai banyak anggota.

Cantraka:
Bisakah aku mengetahui siapa saja anggotamu itu?

Sombong:
Angotaku bisa Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.  Kenapa engkau mengusik diriku. Anggota diriku yang mana yang engkau anggap Kontradiksi?

Cantraka:
Mungkin engkau perlu menyimak referensi berikut, yaitu sebuah Comment dari Sdr Dessy KristiantoJanuary 22, 2013 at 6:28 AM, sbb: Pada Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos sebelumnya dijelaskan bahwa mitos berarti sombong dan sombong berarti syaitan. Setelah saya pikir-pikir mitos juga tidak selamanya buruk seperti yang kita sangka sebelumnya. Apabila kita balikkan mitos tersebut kepada syaitan kembali maka mitos akan menjadi baik dan berguna. Kenapa demikian? Contohnya: Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedangt mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus. Maka sombong disini menjadi bermanfaat. Bukan syaitan malah justru meniolak syaitan. Bila kita artikan bahwa elegi ini untuk menerang kan bahwa mitos itu juga bermanfaat dan bisa jadi bukan syaitan itu semua tergantung penggunaannya dimana dan dalam situasi apa. Bila kita sombong didalam kelas dengan tidak mau menerima pengetahuan dari luar, maka sombong kita menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Semoga kita bisa menempatkan sombong kita, amin!

Sombong:
Maaf saya belum begitu dapat melihat point yang mana yang engkau maksud?

Cantraka:
Itu yang saya cetak Tebal, perhatikanlah kalimatnya.

Sombong:
Wuoh…. Ternyata….ternyata aku bisa bermanfaat ta? Lho kalau begitu kenapa selama ini aku selalu menjadi yang tertuduh. Tidak adil. Ini betul-betul tidak adil. Mana Bagawat? Mana Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Saya di sini. Ada apa “Sombong”?

Sombong:
Aku tidak terima, selama ini aku dijadikan bulan-bulannan. Bagawat telah berlaku tidak adil dan parsial terhadap diriku. Bagawat juga telah bersikap determinist terhadap diriku.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho memangnya kenapa?

Sombong:
Pada setiap kesempatan Ruang dan Waktu, Bagawat selalu mendengung-dengungkan bahwa saya 100% jelek; bahwa Sombong adalah Syaitan, bahwa Sombong adalah Neraka..dst..dst. Bukankah engkau telah mendengar sendiri dan dapat membaca bahwa Sombongpun bisa bermanfaat. Sombongpun bisa dipelihara.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat, kemana saja engkau selama ini. Ada kisruh di sini yang disebabkan oleh ulahmu, malah engkau pergi tak karuan ke mana.

Bagawat:
Maaf Orang Tua Berambut Putih. Saya agak terlambat.

Orang Tua Berambut Putih:
Kenapa terlambat.

Bagawat:
Setelah terjadi Pemberontaan di mana-mana saya terpaksa tidak bisa tinggal diam. Saya telah melakukan Perjalanan panjang menjelajahi negeri-negeri Barat dan Timur dan juga Dunia Islam.


Orang Tua Berambut Putih:
Apa yang engkau dapatkan dari perjalananmu itu?

Bagawat:
Saya memperoleh referensi yang lumayan banyak perihal deskripsi tentang “Sombong” dan para anggotanya. Saking banyaknya referensi, saya tidak dapat menyebutkan satu persatu.

Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bisa kalau hanya sekedar menyebutkan tempat atau lokasi atau aksesnya saja.

Bagawat:
Baiklah. Betul apa yang disampaikan oleh “Sombong” bahwa dia mempunyai anggota-anggota misalnya:
Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst.

Orang Tua Berambut Putih:
Lantas..di mana mereka berada?

Bagawat:
Mereka antara lain dapat di akses pada lokasi-lokasi sebagai berikut:

Confidence:

Defiant:

Arrogance:

Pride:

Orang Tua Berambut Putih:
Baiklah Bagawat, Sombong dan engkau Cantraka, semoga dengan adanya ontran-ontran ini kita mampu menggapai Logos.  Apa yang sedang terjadi pada lokasi-lokasi tersebut di atas adalah Pertengkaran Para Orang Berambut Putih. Maka bacalah sekali lagi Pertengkaran Para Orang Tua Berambut Putih. Hanya melalui pertengkaran-pertengkaran tersebutlah maka sebenar-benar engkau semua mampu menggapai Logosmu masing-masing. Amin

44 comments:

  1. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dari elegi di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam keburukan ada kebaikan. Begitu juga dengan kesombongan, dalam kesombongan ada pula hal baik yang dapat kita ambil, meskipun sombong adalah salah satu sifat tercela, namun jika kita bisa menempatkan kesombongan itu pada situasi yang tepat, maka akan ada kebaikan dalam kesombongan tersebut. Sebagaimana yang disebutkan pada elegi di atas. Maka dari itu hendaknya kita bisa mengendalikan sifat sombong yang ada pada diri kita sesuai porsinya agar sombong itu tidak menjadi sebuah keburukan

    ReplyDelete
  2. Kesombongan sangat halus. Kebanyakan kita sangat pandai melihat kesombongan pada diri orang lain namun tidak mampu melihat kesombongan diri sendiri.
    Tanpa sadar kita terjebak didalam kesombongan karena ilmu bahkan ibadah. Sekarang banyak yang tak sadar menunjukkan betapa sering seseorang beramal ibadah, tanpa sadar telah melakukan riya'.
    Seperti Sang Imam Ghazali katakan bahwa, "setiap malam aku selalu merenung apa yang telah aku lakukan sehari tadi"
    Ada unsur korektif dalam kalimat Imam Ghazali dan sentilan kepada tiap individu untuk menyadari apa saja yang telah dilakukan, terutama kesalahannya, bukan selalu mengingat kebaikan yang telah dilakukan.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  3. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Kesombongan bukan hal yang baik. Sombong itu mempunyai sifat bisa menempati formal, material, normatif. tetapi pada tahap spiritual sombong tidak bisa untuk dilakukan. Namun ada sombong yang bermanfaat untuk manusia, seperti menolak ajakan teman untuk melakukan perbuatan maksiat.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Sifat sombong dapat menjadi positif maupun negatif. Selama ini kebanyakan orang menganggap sombong itu suatu bentuk yang negatif. Namun ada saatnya kita perlu sombong untuk sesuatu yang bernilai positif. Seperti halnya ketika kita diajak untuk bermaksiat, maka kita sombong untuk menolk gidaan syaiton. Namun kesombongan tetap harus dikontrol, karena bila kita sombong ke arah negatif maka kita dapat percaya diri yang berlebihan dan membuat kita merasa jumawa atau paling hebat.

    ReplyDelete
  5. Fauzul Muna Afani
    13301241010
    Pend. Matematika A 2013
    Assalamu’alaikum
    Dari artikel ini saya mendapatkan point bahwa sombong dapat bernilai baik atau buruk, semua tergantung dengan tempat dan waktu penggunaanya. Seperti halnya ketika dalam situasi yang dijelaskna diatas hal yang dianggap buruk dapat menjadi baik apabila ditempatkan sesuai tempatnya. Ilmu yang dianggap baik juga dapat mempunyai arti buruk apabila tidak digunakan di waktu dan tempat yang tepat
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum”

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari uraian elegi pemberontakan para sombong ada satu pesan yang menarik. Keburukan bukanlah keburukan yang benar-benar buruk. Bukan berarti kita boleh melakukan keburukan. Karena sesungguhnya keburukan bisa menjadi kebaikan sesuai dengan ruang dan waktunya. Sama halnya logika dalam matematika dimana bilangan negative dikali bilangan negative sama dengan bilangan positif,artinya apabila sifat buruk digunakan dalam melawan keburukan maka hasilnya adalah kebaikan. Seperti yang dicontohkan pada elegi diatas, bersifat sombong ketika diajak minum-minuman keras menghasilkan kebaikan bahwa kita menjauhi salah satu larangan Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sombong memiliki dua dimensi, ekstensif dan intensif.
    Dimensi ekstensif adalah kadar kesombongan yang dimiliki seseorang. Sedangkan dimensi intensif bahwa kesombongan itu diikuti oleh beberapa sikap yakni; rasa percaya diri (Confident) yang berlebihan, pembangkangan (defiant), takabur (dalam Islam), dan perasaan bangga diri (pride) yang berlebihan, dst.
    Ksemobongan sangat tipis jaraknya menuju kesesatan diri sendiri. Namun dapat pula menuju ke perbaikan diri. Misalnya seperti yang dicontohkan dalam elegi di atas bahwa sombong di ruang dan waktu yang tepat juga bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. Sombong adalah sifat syaitan, tapi sombong bisa bermanfaat dan sombong bisa di pelihara, itu semua tergantung penggunaannya dimana dan dalam situasi apa. Jika kita bisa menempatkan kesombongan itu pada situasi yang tepat, maka akan ada kebaikan dalam kesombongan tersebut.

    M. Saufi Rahman
    PEP S3 Kelas A
    167011261024

    ReplyDelete
  9. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari elegi diatas, sekali lagi saya menyadari pentingnya ketrampilan menembus ruang dan waktu dan bagaimana berpikir kritis. Menembus ruang dan waktu, dari elegi di atas adalah kita tahu kapan kita dapat menggunakan kesombongan kita. Karena ternyata sombong itu sendiri menjadi sesuatu yang santun. Dan berpikir kritis adalah bagaiman pemberi pendapat mampu melihat dan menunjukkan bahwa sombong itu tidak selalu salah bahkan dia bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat. Saya harus banyak belajar tentang berpikir kritis dan untuk selalu berpikir positif.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kesombongan bukan hal yang baik. Sombong itu mempunyai sifat bisa menempati formal, material, normatif. Kesemobongan sangat tipis jaraknya menuju kesesatan diri sendiri. Tanpa sadar kita terjebak didalam kesombongan karena ilmu bahkan ibadah. Sekarang banyak yang tak sadar menunjukkan betapa sering seseorang beramal ibadah, tanpa sadar telah melakukan riya

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. 16701251016
    PEP B S2
    secara umum, yang banyak orang ketahui tentang sikap sombong adalah sebuah tindakan negatif, yang dimata masyarakat adalah perlu dijauhi, atau tidak perlu dilakukan.
    Namun dalam beberapa aspek ini bisa sombong menjadi nilai plus kita terhadap konteks kehidupan tertentu. Mosalnya kawan kita sedang berjudi dan dia mengajak, maka kita perlu sombong untuk menolak, karena judi adalah tindakan yang lebih buruj, dari oada bersikap sombong. Sebuah strata sikap menurut saya, jika ada satu sikap buruk, maka ada sikap buruk lain yg lebih tinggi, maka sikap buruk yg pertama tadi mungkin bisa menjadi tesis-antitesis nya dari kedua sikap yang bermunculan.
    Semoga kita mampu menempatkan segala sikap sesuai peruntukan ruang dan waktunya

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    banyak link yang diberikan bapak marsigit diatas adalah mrupakan bacaan-bacaan bagi kita yang berisi ucapan-ucapan "orangtua berambut putih" yang mungkin dimaksudkan sumber-sumber yang bia dipercaya untuk megarahkan logos kita ke arah yang benar agar tidak trsesat.

    ReplyDelete
  15. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Segala sesuatu memang tergantung ruang dan waktu. Karena apa yang kita anggap buruk, ternyata dapat pula membawa kebaikan jika kita terapkan pada ruang dan waktu yang tepat. Semoga kita dapat berfikir kritis sehingga mampu bertindak sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    percaya (baik) vs arogan (buru), baik vs buruk, selama saya amati, kebaikan dan keburukan itu beda tipis sekali, itulah yang menjadi senjata terakhir setan untuk menggoda manusi yaitu dengan mengajak manusi untuk melakukan keburukan yang berselimutkan kebaikan, kelihatannya baik padahal tidak.jadi untuk terhindar itu semua yaitu kembali lagi ke dasar amal kita, yaitu dengan basmallah dan niat yang baik, "sesungguh segala amal itu tergantng pada niat"

    ReplyDelete
  17. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Bagaimanapun keadaan kita, seberapa kaya, seberapa pintar dari orang lain, tidak sepantasnya kita menyombongkan diri karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurut saya, pada kasus pemabuk dan yang diajak mabuk dalam tulisan Prof. Marsigit, bukanlah sifat sombong apabila menolak ajakan mabuk, namun itu merupakan sifat berpegang teguh pada ajaran agama, menjauhi hal-hal yang dilarang dan berdampak negatif terhadap kehidupan kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Dalam menafsirkan tulisan Prof. Marsigit di atas, kita perlu mengetahui seperti apa makna dari kata sombong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sombong berarti menghargai diri sendiri secara berlebihan, meninggikan diri. Sebagai orang yang berilmu sudah seharusnya kita menghindari sikap sombong. Layaknya padi, semakin berisi semakin merunduk. Namun, walaupun dituntut selalu rendah hati, kita juga sudah seyogyanya teguh terhadap pendirian, teguh terhadap hal-hal yang benar dan sesuai aturan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  19. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Kesombongan terjadi karena terdapat syaitan dalam diri kita akan tetapi kesombongan juga dapat bermanfaat apabila kita menghadapi perilaku-perilaku syaitan yang menghasut kita ke arah syaitan sehingga di sini syaitan menolak syaitan. Akan tetapi dari elegi ini terlihat bahwa kesombongan itu dapat meliputi siapa saja, dimana saja, dan kapan saja maka untuk menghindari kesombongan yang terjadi dalam diri kita maka menurut saya kita perlu meningkatkan keikhlasan dalam diri kita bukan saja ikhlas dalam menerima melainkan ikhlas dalam menolak.

    ReplyDelete
  20. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apakah menolak sesuatu berarti sombong? Mungkin bisa jadi menolak adalah memilih untuk tidak melakukan tetapi dengan tidak sombong. Tapi apapun itu, jika itu kesombongan, maka memang lebih baik menempatkannya dengan benar, sesuai ruang dan waktunya

    ReplyDelete
  21. Dalam pembentukkan karakter, ada dimensi intensif dan dimensi ekstensif. Kekuatan masing-masing dimensi bisa menembus batasnya. Sungguh pun manusia belajar menganai batas, sebenarnya batas itu tidak ada. Jika manusia mempelajari batas, maka sebenarnya manusia membuat batasnya sendiri. Manusia dalam berbagai perspektif belum tentu mampu menjadikan kekuatanya dalam sebuah dimensi yang utuh.
    Pertengkaran ini mengajarkan mengenai kesetaraan dan kemampuan berdelegasi dengan diri sendiri. Belum tentu pembangunan dimensi tersebut membutuhkan konstruk dari pelbagai aspek sifat manusia. kesombongan yang kontradiktif akan bertengkar dengan dirinya sendiri dan bertengkar dengan teman sepermainannya.

    Sombong akan membangun pola, namun melalui arah aspek lainnya. Manusia berdimensi, dan belum tentu dimensi itu milik manusia saja.
    Kasih dalam perspektif kesombongan adalah kehalusan dalam menyampaikan makna kesombongan, dan kesombongan sebagai perspektif adalah kehalusan. Halusinasi tiap elegi adalah kesombongan, namun kesombongan tersebut membentuk makna memaksimalkan maknawi sebuah program.

    Memet Sudaryanto
    PEP S3 Kelas A
    167011261005

    ReplyDelete
  22. Too much ego will kill your talent,
    People just too much killing time to see something absurd and cant describe. Somehow they told to the world, how worth they spent to take a while and to breath more! Lets think about it, when a crowded event just people spent with an arrogant.
    But once again, it is a white arrogant, when people thinks just worth to do, worth to say, and worth to spray!
    Let celebrate our new life perception!!

    Thank you Sir. Igit
    sorry fo my poor english
    Memet Sudaryanto
    PEP S3 Kelas A
    167011261005

    ReplyDelete
  23. Arrogance is used by the weak, while kindness is used by the strong.

    Just for an information, to remind me!
    thank you Mr. Igit

    Memet Sudaryanto
    PEP S3 Kelas A
    167011261005

    ReplyDelete
  24. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Well, this is really interesting elegy. I always like the elegy that I read here. In my opinion, I think that become arrogant is not always wrong. Sometimes, we also have to be arrogant according to space and time (situation and condition). If we are become arrogant in the exactly situation and condition, then we will be lucky person. So, like mathematics, become arrogant also have function. Arrogant is useful and not wrong according to situation and condition. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  25. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kesombongan identic dengan hal yang negative. Merendahkan, menghina, merusak, menghancurkan diri sendiri maupun orang lain. Kesombongan dapat menghancurkan kesombongan yang lain, agar orang lain tidak menjadi sombong. Karena diatas langit tetap ada langit, diantara orang pintar tetap ada orang yang pintar maupun cerdas. Tapi apakah pantas manusia memiliki sifat sombong. Maka Kesombongan dari manusia akan kalah dengan kerendahan hati dari manusianya sendiri. Karena kesombongan adalah milik Allah raja dari segala raja, pencipta alam semesta dan kuasa Allah tidak ada batasnya.

    ReplyDelete
  26. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, bahwa kesombongan tidak selalu menjadi sesuatu hal yang buruk. Sebuah kesombongan akan dapat mendatangkan kebaikan bagi kita jika kita mampu menempatkan kesombongan tersebut dengan baik. Kesombongan untuk menolak sebuah keburukan merupakan salah satu kebaikan dari sombong. Oleh karena itu, hendaknya kita harus mampu menempatkan diri kita, kita mampu mengatur sikap kita, kapan kita harus sombong dan kapan kita harus tawadlu’.

    ReplyDelete
  27. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Kesombongan identik dengan sifat yang sangat buruk yang harus dihindari. Tetapi dizaman sekarang justru kesombongan menjadi orang sangat dikena di antero dunia. Dibilang tidak menyadari itu salha karena dengan sengaja memang berlaku sombong di depan publik. Untuk apa? untuk menutupi kekurangannya. Karena dengan berlaku sombong maka publik akan melihat performance saja yang begitu membagakan. Hal ini sangat kelihatan pada hiruk pikuknya PILKADA yang adu kebolehan kesombongan. Lalu apakah ini calon pemimpin kita? dengan kesombongannya??? begitu.. begitu.... begitulah....

    ReplyDelete
  28. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Tidak bisa dipungkir apa yang disampaikan saudara Dessy Kristianto adalah benar, adakalanya berlaku sombong pada saat-saat tertentu, sehingga kita harus mampu menempatkan posisi kita pada ruang dan waktu yang tepat. Berlaku sombong yang tepat juga harus dalam kuasa iman dan taqwa. Harus benar-benar selektif dan mampu berpikir dengan cepat.

    ReplyDelete
  29. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Bagaimanpun juga yang namanya sombong adalah sifat yang buruk, Sombong yang ada dalam hati tidak akan bisa dipahami oleh orang lain, Sombong dalam hati kalau kita segera menyadari maka tidak akan merugikan diri sendiri maupun orang lain, hal ini tentu diri sendiri segera menyadari karena adanya kekuatan iman dan taqwa yang sudah ada dalam diri kita.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Selama ini sifat sombong diketahui sebagai salah satu sifat yang buruk, jelek, dan negatif. Banyak fenomena kesombongan yang terjadi di sekitar kita bahkan mungkin kitalah salah satu pelakunya. Tetapi berdasarkan elegi di atas, kesombongan tidak seleamanya jelek dan negatif, adakalanya kesombongan bisa menjadi suatu yang baik apabila digunakan untuk menjaga atau melindungi diri dari hal-hal buruk yang akan menimpa kita.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KASYIFATUN AENI

      Mohon maaf pak, saya kurang setuju dengan pendapat Sdr Dessy Kristianto tentang kesombongan yang digunakan untuk menolak ajakan bermabuk-mabukan. Dalam hal ini, menurut saya apa yang dilakukan adalah penolakan, alangkah bijaknya jika penolakan yang dilakukan tidak disertai kesombongan. Karena bisa jadi, jika bukan karena rakhmat dari Tuhan, kitalah yang berada di posisi mereka. Akan tetapi, kita memang harus dapat bersikap tegas dalam menolak ajakan ke dalam maksiatan, dengan tidak ada maksud untuk membanggakan diri.
      Berbuat baiklah, teruslah berbuat baik, karena kita sendiri pun tidak tau amalan baik mana yang akan mengantar kita ke syurga.
      Terimakasih Pak..

      Delete
  32. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Tidak ada yang perlu disombongkan dari apa yang kita miliki, karena sejatinya ilmu manusia ibarat setetes air dilautan bila di bandingkan dengan kuasa Tuhan. Maka dari itu kita tidak boleh merasa lebih pintar dan menganggap yang disekitar kita lebih bodoh sehingga kita terperdaya oleh kesombongan kita. Siapapun bisa menjadi seburuk-buruk manusia. Sehingga jangan melupakan untuk terus meminta perlindungan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  33. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sifat sombong merupakan suatu penyakit hati yang mana pengidapnya merasa bangga dan memandang tinggi atas pencapaian diri sendiri sehingga tidak memperdulikan yang disekitarnya. Kadang mudah bagi kita untuk menilai kesombongan orang lain tapi sulit sekali untuk mengakui kesombongan diri sendiri yang justru akan menjadi sifat yang mencelakai kita.

    ReplyDelete
  34. Kesombongan mempunyai dua dimensi yaitu dimensi intensif yang berupa kadar kesombongan dan dimensi ekstensif yang merupakan anggota dari kesombongan itu seperti percaya diri dan bangga yang berlebihan. Sombong merupakan salah satu sifat manusia yang cenderung negatif karena kita merasa diri kita lebih dari orang lain sehingga kita memanadang rendah oarng lain. Maka pandai-pandailah menempatkan diri serta peliharalah hati dan pikiran kita agar tidak sombong karena sejatinya yang pantas untuk sombong hanyalah Allah SWT.

    Triwid Syafrotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Segala sesuatu yang berlebihan dipandang akan menimbulkan efek yang tidak baik. Seperti kepercayaan diri yang berlebihan akan mengakibatkan sifiat sombong, yang dimana kebanyakan dari kita melihat bahwa kesombongan pun bagian dari sesuatu yang berlebih yang dapat menimbulkan sisi negatif. Tetapi kembali lagi, baik dan buruknya tergantung dari mana sisi kita melihat, dan bagaiaman kita mengartikannya. Buruk bagi penilai belum tentu buruk bagi pelaku. Maka dengan demikian, kesombonganbuka lah selalu absolut atau mutlak menjadi sisi yang negatif bagi seseorang. Kita perlu dengan pandai menyikapi dan melakukan kesombongan itu.

    ReplyDelete
  36. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. Semoga kita bisa menempatkan sombong kita, dan jauh lebih baik lagi kita menjauhi sifat sombong.

    ReplyDelete
  37. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Sombong artinya perasaan tinggi diri oleh si pelaku terhadap satu atau lebih mengenai dirinya dalam aspek-aspek kehidupan. Di dalam hal ini kita perlu menyadari hakikat bahawa tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang mengatakan bahawa dia berhak untuk berlaku sombong. Ini kerana, kesombongan atau kebanggaan itu menunjukkan kebesaran atau kehebatan diri seseorang. Sedangkan kebesaran atau kehebatan adalah kriteria mutlak yang menjadi milik Allah, dan tidak ada seorangpun yang pantas memilikinya.

    ReplyDelete
  38. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Seperti mitos, menjadi sombong juga ada manfaatnya sesuai ruang dan waktu yang tepat. misalnya sombong ketika menolak melakukan hal-hal yang buruk berkaitan dengan ajaran syaitan. Sombong disitu bermanfaat dan menghasilkan hal yang baik.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  39. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Masih menjadi sesuatu yang aneh di dalam pikiran ketika kita harus menyatakan bahwa sombong memiliki sisi positif juga. Ternyata sombong tidak selalu berarti negatif jika dilihat dari sudut lain. Sombong yang baik adalah kesombongan manusia pada syaitan yang mencoba untuk menjerumuskannya pada lubang kenistaan dan kemungkaran. Manusia menyombongkan diri dengan melawan syaitan bahwa manusia mempunyai Tuhan Yang Maha Segala, yang tidak satupun dapat melawannya termasuk syaitan. Wallahua’lam...

    ReplyDelete
  40. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    sombong adalah salah satu sifat tercela, apalagi sombong dalam menimba ilmu ketika kita sombong akan pengetahuan yang lain, berpikir kita benar, mengacuh pendapat atau ilmu orang lain maka kesombongan itu berubah menjadi syaitan. Bila sombong ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. walaupun dikatakan bahwa sombong memiliki sisi positif saya lebih ingin mengatakan bahwa tidak ada sombong yang positif, jika positif tidaklah lg dikatakan sombong tapi percaya diri. semoga kita bisa menempatkan kesombongan kita dengan baik.

    ReplyDelete
  41. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain. (Bahjatun Nadzirin, I/664, Syaikh Salim al Hilali, cet. Daar Ibnu Jauzi). Adapun contoh menolak ketika diajak maksiat menurut saya itu bukanlah sikap sombong, melainkan itu adalah sikap kebijaksanaan. Apakah benar pendapat saya itu?

    ReplyDelete
  42. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kesombongan merupakan salah satu sifat yang harus dihindari. Namun, seperti objek olah pikir yang lainnya, sombong juga relatif terhadap ruang dan waktu. Sombong yang identik dengan buruk dan tidak benar, pada situasi dan ruang tertentu justru menjadi sesuatu yang baik dan benar. Maka dapat dikatakan bahwa sombong pun bermanfaat. Di saat kita melakukan kesombongan untuk menghindari hal-hal buruk, atau disaat kita melakukan kesombongan untuk berbuat baik, maka kesombongan menjadi bermanfaat. Semoga kita dapat menempatkan kesombongan tepat pada ruang dan waktunya sehingga kesombongan yang kita lakukan hanya yang mendatangkan manfaat, bukan kesombongan yang dilarang oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  43. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Setelah membaca elegi ini saya baru tersadar bahwa sombong itu tidak 100% buruk. Dia memiliki beberapa anggota misalnya Rasa Percaya Diri (Confident) yang berlebihan, Pembangkangan (Defiant), Takabur (dalam Islam), dan Perasaan Bangga Diri (Pride) yang berlebihan, dst. Tergantung ruang dan waktu untuk menentukan apakah kesombongan kita baik atau buruk. Namun berhati-hatilah, karena kesombongan itu sangaaat halus. Terkadang rasa bangga diri begitu mudah menghinggapi seseorang, maka perbanyaklah beristighfar dan mengingat Tuhan YME.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id