Sep 20, 2013

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat




Berikut saya tampilkan sebuah jargon pengakuan Meina Berlianti, seorang subyek belajar filsafat. Semoga contoh ini akan membuka wacana kita mengungkap jargon.


Perjalananku Mempelajari Filsafat:
(Oleh Meina Berlianti)

Awalnya aku tak menyangka aku akan belajar filsafat di bangku kuliah. Padahal jurusan yang aku ambil sama sekali tak berhubungan dengan dunia filsafat. Tapi ternyata perkiraanku salah. Ternyata di matematika aku menemukan sebuah filsafat, dan di filsafat aku menemukan matematika. Bukan hanya matematika yang ada di dunia filsafat, masih banyak lagi ilmu l;ain yang ada didalamnya.

Tak aku pungkiri, butuh penyesuaian diri yang cukup lama dalam belajar filsafat. Kata-katanya yang cukup membingungkan, kalimatnya yang memusingkan dan bahasanya yang sulit aku pahami membutuhkan waktu yang lebih untuk mempelajarinya. Tapi akhirnya aku sadar filsafat bukanlah hal yang memusingkan pikiranku jika aku mampu menanamkannya dalam diriku karena sebenarnya filsafat itu adalah diriku, filsafat ada pada diriku.

Di tengah perjalananku dalam mempelajari filsafat aku mendapatkan sebuah kekuatan magic yang mendorongku untuk belajar filsafat. Aku masih ingat dengan kata-kata seorang ahli filsafat di kampusku, siapa lagi kalau bukan Dr. Marsigit, dosen matematika yang ahli berfilsafat. Hampir di setiap perkuliahan Beliau selalu berpesan pada kami bahwa filsafat adalah sebuah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Kata-kata itulah yang membuatku menjadi bersemangat dan yakin aku pasti bisa. Yah kini aku mulai sadar apa itu filsafat……

Sejauh aku belajar filsafat aku menjadi tahu buah dari filsafat itu. Karena filsafatlah aku mencoba berfikir kritis kan sesuatu. Berkat filsafatlah aku melatih diriku untuk menuangkan isi otakku dalam sebuah tulisan-tulisan. Berkat filsafatlah aku belajar memahami dan mengerti pikiran orang lain. Berkat filsafatlah aku mencoba menghargai dan menghargai pendapat orang lain. Berkat filsafatlah aku belajar membuat sebuah elegy. Berkat filsafatlah aku mulai tahu siapa diriku sebenarnya, ternyata selama ini aku terlalu sering termakan oleh mitos yang membuatku seperti mayat hidup. Berkat filsafatlah aku sadar betul betapa berharganya hidup ini.

Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku.

Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupanku pasti ada sebuah filsafat hidup. Walaupun tinggal beberapa minggu lagi aku belajar filsafat di kampusku tetapi aku masih bisa menemukan DIA di setiap sisi kehidupanku. Setiap saat aku masih bisa berfilsafat.

41 comments:

  1. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Benar sekali yang diungkapkan penulis dan perkataan Bapak Prof. Marsigit MA. Saya yang juga sebagai subyek belajar filsaat merasakan hal yang sama. Belajar filsafat bukan hanya sekedar mengetahui tokoh dan sejarah filsafat serta pengetahuan lainnya tentang filsafat. Tetapi tujuan pembelajaran filsafat sebenarnya lebih menekankan kepada implementasi bagaimana kita mampu mengolah pola pikiran diri kita sendiri. Bagaimana cara kita membangun pemikiran sebagai dasar dalam menjalani kehidupan selama kita hidup yang mana posisi kita bukan hanya makhluk ciptaanNya tetapi juga makhluk sosial.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Saya setuju dengan pernyataan Meina Berlianti, karena memang sulit mempelajari filsafat, dengan bahasa yang terlalu tinggi menurut saya, sehingga semakin sulit untuk memahami maksud yang ingin disampaikan, menafsirkan kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan itu butuh waktu dalam proses menuju paham. Setelah membaca jargon ini, menginspirasi saya untuk terus belajar dan belajar karena berfilsafat bukan hanya pada saat kita belajar tentang filsafat itu, tetapi sepanjang hidup kita.

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Hidup adalah berfilsafat, sedangkan filsafat adalah cara berpikir dan hidup senantiasa berpikir. Berpikir akan selalu berkembang karena ilmu terus bertambah. Selama kita masih hidup dan berpikir, kita berarti masih berfilsafat. Dan secara substansi jika dinilai tidak ada orang yang lulus belajar filsafat. Sehingga sebagai manusia hendaknya selalu berpikir dan berfilsafat sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Kalimat penutup dalam elegi di atas sungguh menarik perhatian saya, “Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus aku tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku. Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupanku pasti ada sebuah filsafat hidup. Walaupun tinggal beberapa minggu lagi aku belajar filsafat di kampusku tetapi aku masih bisa menemukan DIA di setiap sisi kehidupanku. Setiap saat aku masih bisa berfilsafat”.
    Benar sekali. Bahwasanya pun di awal saya merasa bahwa belajar filsafat itu sulit. Ekspektasi awal saya tentang mata kuliah filsafat ilmu yang pernah saya dapatkan saat Strata-1 (S1) adalah bahasa yang digunakan banyak yang belum saya mengerti sehingga seolah tertanam dalam mindset saya bahwa filsafat itu sulit. Namun, setelah lima pekan perkuliahan, ekspektasi ini tidak sepenuhnya benar. Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan ketika mempelajari filsafat. Karena menurut saya memahami filsafat sama dengan menjaga ilmu yang kita punya.

    ReplyDelete
  5. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    " Sejauh aku belajar filsafat aku menjadi tahu buah dari filsafat itu. Karena filsafatlah aku mencoba berfikir kritis kan sesuatu. Berkat filsafatlah aku melatih diriku untuk menuangkan isi otakku dalam sebuah tulisan-tulisan. Berkat filsafatlah aku belajar memahami dan mengerti pikiran orang lain. Berkat filsafatlah aku mencoba menghargai dan menghargai pendapat orang lain. Berkat filsafatlah aku belajar membuat sebuah elegy. Berkat filsafatlah aku mulai tahu siapa diriku sebenarnya, ternyata selama ini aku terlalu sering termakan oleh mitos yang membuatku seperti mayat hidup. Berkat filsafatlah aku sadar betul betapa berharganya hidup ini. "

    yang dikatakan diatas benar-benar terjadi pada diri saya,sekarang setalah belajar filsafat saya lebih memandang sesuatu dengan luas sebelum menilai sesuatu itu baik atau buruk.

    ReplyDelete
  6. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016
    Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    dengan adanya pemahaman tentang filsafat pikiran ini menjadi lebih terbuka,saya mulai mampu memahami hal yang ada di dalam pikir dan ada diluar pikir.membedakan mana yang bersifat analitik apriori dan sintetikaposteriori. bisa mengetahui fisuf dengan jenis aliran yang di anutnya.

    ReplyDelete
  7. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Sebelum kita belajar filsafat, maka hal yang harus diperhatikan adalah menentukan kepemimpinan berpikir kita. Sebagai seorang muslim, tentunya kita menjadikan akidah islam sebagai kepemimpinan berpikir. Hal ini perlu untuk direnungkan, karena belajar filsafat dalam hal ini berolah pikir, harus ada batasan-batasan tertentu yang tidak boleh dilanggar. Agar nanti kita tidak berpikir terlalu jauh sehingga akan menyalahi kodrat kita. Olah pikir ini adalah awal dari tingkah laku kita. Tingkah laku kita nanti akan dipertanggungjawabkan. Sehingga, memang sebelum belajar filsafat, harus ada standar yang diambil. Tujuannya pun harus jelas dan memang benar sesuai aturan. Yaitu belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  8. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    hal ini terjadi juga pada saya, awalnya saya bingung apa hubungan matematika dengan filsafat. tetapi di pertemuan kedua perkuliahan bapak marsigit dengan tegas sudah menanamkan dipikiran saya bahwa segala hal berhubungan dalam filsafat. saya juga merasakan manfaat dari berfilsafat dalam pendidikan. dan ternyata filsafat memang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  9. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    ya, ini pun terjadi pada saya, awalanya sulit memahami apa sih "maksud/tujuan" belajar filsafat, dengan bahasa dan cerita yang menurut saya terlalu umum, dan akhirnya saya tahu kenapa bahasa dan tulisannya terlalu umum, ini akan memancing kita/saya sebagai pembaca untuk menentukan sendiri apa maksud dari bacaan tersebut, sehingga becaan ini benar-benar bebas, agaiaman kita bisa bijak memaknai bacaan, ini artinya bacaan fislsafat yang bersifat umum juga bukan bacaan yang mitos, karena bacaan ini akan terus di fikirkan oleh pembacanya agar bisa menjadi buah hasil olah pikir yang bermanfaat sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  10. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Saya yang juga sebagai subyek belajar filsafat merasakan hal yang sama dengan Meina Berlianti, bahwa filsafat itu adalah diri kita sendiri. Filsafat dapat membuat saya berpikir kritis, mencoba memandang sesuatu dari sisi lain yang berbeda dari biasanya. Filsafat juga dapat sebagai pengingat untuk tidak berlaku sombong, dan masih banyak ilmu yang harus saya pelajari. Filsafat mengajarkan saya untuk tidak termakan oleh mitos, atau hidup tetapi seperti patung.

    ReplyDelete
  11. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Meina berlianti mungkin satu dari sekian banyak pelajar filsafat yang buta dan berusaha menggapai filsafat. Saya pun sama dengannya, awalnya mengalami kesulitan yang sangat terkait segala proses pembelajaran filsafat ini. Namun lambat lain, saya mulai meraba, mendengar, mencium dan sedikit merasakan bagaimana proses belajar ini berjalan. Belajar filsafat berarti belajar tentang segala yang ada dan mungkin ada. Segala objek itu membutuhkan pemikiran mendalam dan kritis. Merefleksikan segala tentang kehidupan juga salah satu bentuk belajar filsafat . Sehingga berakhirnya perkuliahan filsafat ini tidak membuat seseorang berhenti belajar filsafat, karena dalam keseharian kita secara tidak langsung terus berfilsafat. Sekali lagi belajar filsafat adalah belajar tentang kehidupan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  12. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Belajar filsafat merupakan suatu hal yang sangat unik, membutuhkan pemikiran mendalam dan bersifat kritis. Membaca kehidupan yang berada di dalam ruang dan waktu ini juga merupakan berfilsafat. Ketika kita mulai pandai dalam meng-elegi kan kehidupan kita, niscaya kita tidak akan lagi menjadi sebuah patung fisafat karena kita akan terus bergerak dan berkembang keluar dari zona-zona diam kita. Filsafat mampu menjawab permasalahan akan uniknya kehidupan yang kita jalani di dalam ruang dan waktu ini.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  13. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Belajar filsafat merupakan suatu pengelaman yang sangat unik. Filsafat sangat perlu dipelajari karena filsafat mengajarkan kita membahas secara tuntas segala macam permasalahan sesuai dengan epistimologi, ontologi dan aksiologinya, sehingga saya yakin dan percaya bahwa belajar filsafat sangat penting untuk dipelajari karena manfaat belajar filsafat yang sangatlah luas.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  14. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    tidak dapat kita pungkiri dalam suatu pembelajaran kita membutuhkan filsafat dan sebenarnya filsafat telah hadir di setiap bidang ilmu tanpa kita saadari. Filsafat yang berarti olah pikir setiap individu telah menjadikan kita untuk terus mengembangkan potensi ilmu yang kita miliki dan terus mencari ilmu yang kita ingin gapai karena seandainya kita telah berhenti untuk mencari dan menggapainya maka sebagai manusia kita benar-benar dikatakan mati. ini sungguh menjadi sebuah ironis ketika kita berhenti menggapai ilmu karena dunia itu terus berkembang dan terus melakukan modernisasi dalam pengimplementasian nilai-nilai yang ada, dan ketika kita berhenti maka kita akan tertinggal ataupun menjadi orang primitif yang tidak sadar dengan kemajuan ilmu sampai dengan saat ini.

    ReplyDelete
  15. Benar perkataan Prof, Saya sebagai orang yang baru belajar filsafat merasakan hal yang sama. Belajar filsafat bukan hanya sekedar mengetahui tokoh dan sejarah filsafat serta pengetahuan lainnya tentang filsafat. Tetapi tujuan pembelajaran filsafat sebenarnya lebih menekankan kepada implementasi bagaimana kita mampu mengolah pola pikiran diri kita sendiri. Bagaimana cara kita membangun pemikiran sebagai dasar dan pondasi dalam menjalani kehidupan selama kita hidup yang mana posisi kita bukan hanya makhluk ciptaan-Nya tetapi juga makhluk sosial. Memang cukup sulit mempelajari makna isi dari filsafat, untuk dapat memahami atau menafsirkan kata demi kata sehingga perlu waktu yang lama untuk dapat memahaminya, tetapi kalau kita sudah bisa melakukan telaah filsafat, kita akan semakin mandiri dan hidup kita akan semakin bermakna.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  16. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Belajar filsafat membuat saya menyadari siapa diri saya, apalah arti saya, dan apalah maksud saya hidup. Bahwa ada jargon, dunia, kecil, besar, tujuan, elegi, dan batas-batas sesuatu dalam ruang dan waktu. Juga mengajari kesopanan, budi pekerti terhadap orang, kedewasaan, dan sangat menyadari bahwa saya ini belum dewasa. Sekarang saya masih sebuah titik kecil yang sekarang ingin menjadi sebuah titik besar. Walaupun mungkin perlu waktu seumur hidup dan sepertinya tidak mungkin. Setidaknya saya bisa belajar, dan bisa menghargai arti sebuah kedewasaan berpikir, menghargai apa juga yang saya miliki. Juga menyadari dan semakin menyadari adalah Dia di atas segalanya. Adalah Dia yang menjaga dan menjadi poros. Jadi saya tidak perlu khawatir, asal berada di jalan Dia.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  17. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Awalnya saya juga begitu, kok bisa ada mata kuliah filsafat sedangkan yang saya tempuh adalah pendidikan matematika. Tetapi seiring berjalannya waktu ternyata tidak hanya pendidikan matematika yang ada dalam filsafat, masih banyak lagi. Intensif dan ekstensif, dalam dan luas.

    ReplyDelete
  18. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Meskipun sebagai mahasiswa pendidikan matematika, dengan filsafat kita telah belajar bahwa sebenar-benar hidup adalah santun terhadap ruang dan waktu. Artinya kita harus bisa menyesuaikan kondisi. Kita juga menjadi belajar memahami orang lain meskipun tidak ada yang benar-benar bisa memahami, tapi yang kita lakukan adalah berusaha memahami. Seperti saat kita membaca elegi-elegi ini.

    ReplyDelete
  19. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Filsafat yang merupakan pola pikir, cangkupannya luas meliputi sumber, macam, pembenaran, logika, tatacara, etika dan estetika, metodologi dan lainnya. Ada aturan yang ditekankan untuk orang memulai belajar filsafat, karena filsafat adalah menyelami pemikiran para filsuf yang kita bisa saja mengikuti alirannya karena merasa satu pemikiran, maka aturan menetapkan hati kesatu dalam spiritual itu penting, sehingga jika pemikiran menjadi kacau karena proses belajar filsafat, hati tidak akan ikut kacau. Beda dengan belajar matematika yang menemukan yang kacau itu sehingga mendapatkan suatu hasil. Tetapi matematika dan filsafat saling berhubungan, karena hal yang sudah disebutkan tadi, sumbernya, pembenarannya, dna lainnya.

    ReplyDelete
  20. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Benar sekali apa yang dituliskan oleh saudara Meina Berlianti mengenai pengalamannya belajar filsafat. Dari belajar filsafat bersama Prof. Marsigit juga saya melihat sisi lain dari filsafat. Filsafat tidak hanya menghafalkan tokoh, tidak hanya menghafal teori, tidak hanya menghafal aliran. Inti dari belajar filsafat adalah olah pikir. Filsafat menuntuk seseorang berfikir kritis, menembus ruang dan waktu. Setiap apapun yang ada dan yang mungkin ada bisa difikirkan. Yang membuat saya tidak takut berfilsafat adalah karena Prof. Marsigit selalu menunjukkan bahwa muara filsafat adalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  21. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Dalam berfilsafat adalah mengembarakan pikiran sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Berusaha untuk memaknai kehidupan dan alam semesta, memikirkan yang ada dan mungkin ada. Maka belajar filsafat adalah Membangun pengetahuan dengan memikirkan dan bertanya, manajemen waktu, mencari kebijaksanaan, keikhlasan, kebaikan, menghilangkan kesombongan, sabar, istiqomah, bersungguh-sungguh, menterjemah dan terjemahkan, memaknai hidup, amanah, usaha, kerja keras, pantang menyerah, menjadi pengada dan mengada memaknai bahwa kehidupan adalah milik Allah maka kita akan kembali kepada Allah juga.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Yang di sampaikan sobatku Meina Berlianti adalah benar dan sangat benar. Awalnya berat untuk mempelajari filsafat karena pada saat kuliah dulu memang hanya mempelajar sejarah filsafat dn tokoh-tokoh serta pemikirannya, dan sungguh sulit memahaminya. Tetapi jujur bertemu Prof. Dr. Marsigit, MA sangat sangat berbeda. Kami berlatih untuk mampu berpikir dan berpikir dan menuangkan hasil olah pikir dalam bentuk tulisan. Ternyata berfilsafat adalah berpikir tentang diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Mempelajari sangat indah dan nyaman seperti sekarang ini belajar filsafat bisa dimana saja dan kapan saja dan mau bagian apa yang dipelajari. Padahal sekarang ini sangat jauh dari Yogyakarta tetapi masih bisa mempelajari filsafat. Dengan membaca elegi-elegi ini mulai mampu mempelajari diri sendiri dan orang lain, harus bagaimanakah saya, dalam bersikap, bertutur kata kepada orang lain baik kepada atasan maupun kepada bawahan.

    ReplyDelete
  24. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Dengan mempelajari flsafat ala Prof. Dr. Marsigit, MA, kami-kami mendapat pencerahan bagaimana belajar filsafat yang sebenarnya. Tentu kami sangat merindukan Prof kalau kuliah ini selesai. Perkuliahan yang penuh dengan kedamaian, keakraban, keakademikan, dan ke .. ke... yang lain tentu kami sebagai mahasiswa akan rindu dan cinta kepada Prof. Semoga apa yang disampaikan Prof sangat berguna bagi kami dan kami mampu melaksanakan sebagai yang di cita-citakan. Dan prof selalu diberi kesehatan, umur panjang, kesuksesan sehingga selalu bisa bertemu dengan kami kapan saja, dimana saja dan dalam kegiatan apa saja. Aamiin yaarobil'alamaiin....

    ReplyDelete
  25. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Suatu kondisi yang sama seperti yang dialami saudari Meina Berlianti, saya pun mengalami kebingungan dalam belajar filsafat. Mata kuliah ini baru saya dapatkan ketika kuliah di S3 ini. Namun berbeda ending dengan mbak Meina, saya belum sepenuhnya berhasil untuk memahami dan mengerti pikiran orang, terbukti dari quis yang dilaksanakan diawal perkuliahan oleh Prof. Marsigit saya masih belum bisa menjawab dengan benar. Mungkin ketika membaca postingan Prof Marsigit sudah mencapai 600 saya baru mahir membaca memahami dan mengerti pikiran orang….Semoga

    ReplyDelete
  26. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Setujuh dengan pernyataan saudari Meina, bahwa belajar filsafat butuh waktu cukup lama, butuh wahtu untuk dapat memahami kata-kata dan kalimat yang membingungkan sekaligus memusingkan. Semangat saudari Meina dan kesuksesannya dalam belajar filsafat menggugah saya untuk juga harus bisa. Pada mata kuliah inilah saya mengenal yang namanya elegi. Postingan Prof. Marsigit tentang berbagai elegi dan dan lainnya membantu saya memahami filsafat dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  27. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Filsafat merupakan ilmu yang membutuhkan penalaran dan olah pikir yang tinggi. Tidak semua orang yang belajar filsafat dapat memahami filsafat. Tetapi orang yang belajar filsafat tidak pernah salah berfilsafat menurut filsafat, seperti yang disampaikan oleh Prof. Marsigit bahwa filsafat itu adalah olah pikir, setiap orang yang berfilsafat tak pernah salah karena filsafat adalah olah bahasa dan olah pikir dari seseorang. Dan juga dari mempelajari filsafat kkta dapat berpikir lebih kritis, dapat mengerti mengenai hakekat dari sesuatu, dapat meningkatkan niali spiritual kita, dan juga dapat menemukan jati diri kita, dan masih banyak manfaat dari mempelajari filsafat. Tetapi satu hal yang perlu diingat dalam mempelajari filsafat adalah kita tidak boleh sombong dengan pengetahuan kita sehingga kita tidak akan terjebak oleh jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  28. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Orang yang sedang belajar filsafat bagaikan orang yang sedang menapakkan kaki di bumi dan sedang menatap kearah langit diatas, orang itu berusaha untuk mengetahui hakikat dirinya sendiri dalam peradaban dunia yang begitu luas dan menyeluruh. Karena pada dasarnya karakteristik orang berpikir filsafat ialah sifat yang menyeluruh. Filsafat tidak hanya dikenal dari segi ilmu itu sendiri tetapi dikaitkan dengan pengetahuan lainnya. Jika kita sudah memahami satu ilmu, maka kita jangan lantas meremehkan ilmu yang lainnya karena pada dasarnya semua ilmu dan aspeknya itu saling berkaitan.

    ReplyDelete
  29. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Belajar filsafat itu memang tidak gampang, oleh karenanya harus matang dalam berpikir dan bertindak. Bicara soal filsafat dengan cara yang umum akan menimbulkan kesalahpahaman. Ada orang yang terbiasa dengan logika umum, namun ada pula yang memang paham dengan logika yang khusus.

    ReplyDelete
  30. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ketika saya mengenal filsafat, saya memang dibuat pusing tujuh keliling, terutama dengan istilah-istilah. Tapi untungnya dosen yang dihadirkan adalah orang yang paham betul dunia filsafat, jadi bisa mengarahkan dengan penjelasan yang sederhana. Kebanyakan orang belajar filsafat salah dalam memahami karena terjebak oleh istilah. Ini dia pelaku yang bersembunyi di balik keresahan orang belajar filsafat.

    ReplyDelete
  31. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Banyak yang mengatakan belajar filsafat bisa menjerumuskan seseorang pada jalan yang salah. Bahwa setelah belajar filsafat pikiran lebih terbuka, bisa memahami satu sama lain di antara kehidupan kita ini. Perbedaan yang terjadi dalam filsafat itu bukan sebuah masalah, jadi tak hayal apabila orang-orang yang belajar filsafat dengan baik cenderung tidak gegabah dalam bertindak.

    ReplyDelete
  32. KASYIFATUN AENI
    PENDIDIKAN MATEMATIKA A 2013

    Selamat Pagi Prof...
    Artikel di atas menceritakan perjalanan mbak Meina Berlianti dalam mempelajari filsafat. Bagi saya, cerita tersebut cukup menginspirasi dan memberikan motivasi. Semoga apa yang dirasakan mbak Meina Berlianti bisa juga dirasakan oleh subyek belajar filsafat yang lain, termasuk saya. Belajar matematika, juga belajar filsafat.

    ReplyDelete
  33. Filsafat adalah refleksi terhadap diriku sendiri. Filsafat adalah ilmu olah pikir mengenai yang ada dan yang mungkin ada dalam hibup ini. Filsafat bisa diterapkan dalam semua hal di kehidupan kita dalam dimensi ruang dan waktu yang terbatas. Yang penting adalah kita selalu menjaga pikiran dan hati kita agar tetap kritis dan ihlas dalam berfilsfat dan menjalani hidup ini serta menjauhkan diri dari sifat sombong karena sejatinya kita hanya manusia lemah yang memiliki banyak keterbatasan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  34. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pada mulanya pemikiran ini sangatlah tidak luwes, kaku, idealis. Pada mulanya pemikiran ini memandang dunia mutlak seperti apa yang dilihat, realis. Pada mulanya pemikiran ini identik pada apa yang dikatakan oleh logos dan mitos. Setelah belajar filsafat, maka seharusnya seseorang berfikir tidak pada satu sudut pandang saja, namun melihat dari berbagai sudut pandang yang mungkin. Semua yang ada pada hidup berstruktur dan berhirarki, semua tidak pernah sama sesuai dengan konteks ruang dan waktunya , dimensinya. Maka dari sinilah belajar filsafat membuka pemikiran untuk lebih luwes, fleksibel namun tetap pada logos dan mitosnya dan utama dengan spiritualnya.

    ReplyDelete
  35. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya juga mengalami hal yang sama dengan Meina Berlianti. Awalnya butuh penyesuaian diri dalam belajar filsafat. Akhirnya aku sadar filsafat bukanlah hal yang memusingkan pikiranku jika aku mampu menanamkannya dalam diriku karena di setiap segi kehidupan kita pasti ada filsafat.

    ReplyDelete
  36. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Ternyata filsafat bukan hanya sekedar membaca elegi, fisafat bukanlah sekedar menghafal tokoh-tokoh,. Filsafat bukanlah sekedar mata kuliah yang harus di tempuh di bangku kuliah. Filsafat adalah sebuah pelajaran hidup karena filsafat mampu menjadi guru di dalam hidupku.

    ReplyDelete
  37. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Di setiap segi kehidupan pasti ada filsafat karena hidup adalah berfilsafat. Di dalam filsafat pasti ada kehidupan karena filsafat adalah hidup. Di setiap nafas dan kehidupan pasti ada sebuah filsafat hidup.

    ReplyDelete
  38. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Setelah saya belajar filsafat ternyata saya mengetahui bahwa olah pikir saya itu adalah fisafat saya sendiri. Kehidupan di dunia juga tidak terlepas dari filsafat. Filsafat juga mengajarkan bagaimana cara hidup berspritual dan menempatkan spritual pada kedudukan tertinggi.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  39. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat. Sudah lama saya mendengar kata-kata filsafat. Namun, baru sekarang ini lah saya sedikit mengerti tentang filsafat. Pasti banyak yang belum saya mengerti. Di bangku sma, s1, saya tidak mendapatkan pembelajaran yang namanya filsafat. Setelah saya mengenalinya, ternyata seru dan asyk untuk mempelajarinya. Apalagi kalau sedang belajar dengan Profesor. Pengennya ketawa terus jika belajar sama Bapak. Banyak sekali saya mendapatkan pelajaran baru dari Bapak. Dan seringkali saya mengucapkan kata “oh iya ya, benar juga ya”. Dan kata yang paling gokil dan tak masuk akal, namun benar, Hahaha , adalah ketika bapak menjelaskan apa yang ada di bumi dan apa yang ada di tempe. Dan ternyata kesimpulannya “ Bumi itu seperti Tempe”. Hehehe sontak kami sekelas tertawa mendengarnya. Benar juga ya yang di katakan oleh profesor. Filsafat.

    ReplyDelete
  40. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Tulisan ini mencerminkan keikhlasan penulis dalam belajar filsafat, yaitu ikhlas hati dan ikhlas pikir. Sebab belajar filsafat memang memerlukan proses, yaitu proses yang panjang. Jika tak ada keihlasan maka tak mungkin menemukan hikmah dalam belajar filsafat ini. Termasuk ketika membaca ini saya bisa merefleksikan dalam diri saya bahwa dari belajar filsafat saya dapat lebih menghargai pikiran orang lain, saya dapat memahami pikiran saya, dan yang terpenting saya bisa juga menemukan Dia di setiap tulisan filsafat dalam blog ini.

    ReplyDelete
  41. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Awalnya saya masih awam sekali dengan filsafat, karena dulu yang ada dalam pikiran saya filsafat itu seperti permainan logika tentang agama dan Tuhan, sehingga banyak orang yang tidak kuat imannya, memepelajari filsafat akan menyimpang dari ajaran agama. Ternyata setelah saya belajar filsafat, pikiran saya mulai terbuka, filsafat tidak hanya berhubungan dengan spiritual saja tetapi mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada. Mungkin untuk orang yang mengalami penyimpangan agama itu disebabkan oleh pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak ikhlas/ pengetahuan agamanya kurang.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id