Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Sastra




Oleh Marsigit

Petunjuk:
Salah satu cara memahami Elegi Menggapai Sastra ini adalah janganlah dipaksakan untuk memahami jikalau dirasakan sulit, karena tujuan dari elegi ini memang bukan untuk memperoleh pemahaman pembaca tentang elegi ini, sampai saatnya dibuka misterinya oleh penulisnya. Salah satu tujuannya adalah agar memberikan referensi bahwa jika kita berkehendak maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata atau kalimat kita. Ternyata kita juga menjadi sadar bagaimana jadinya jika Tuhan YME berkehendak menyembunyikan misteri Nya. Maka tiadalah orang dapat mengetahui kecuali atas ijin Nya. Itulah pelajaran kita bahwa sehebat dan setinggi manusia maka dia tetaplah si tidak sempurna. Sedangkan manfaat dari elegi ini adalah bisa juga sebagai pembanding agar elegi-elegi yang lain itu menjadi mudah adanya. Bukankah kita juga telah menemukan bahwa tidaklah setiap pertanyaan itu memerlukan jawaban? Seperti itulah kira-kira elegi ini dibuat. Maka bacalah elegi-elegi yang lain.Amiin.



Astoras:
Oim wau lha toi dza noi ndir na na kun tak da min dhuta antha phada nya tha kah lauwa dhat mir bingalawaihdur ronthakamaluhawatakamini phidhitnitipanyatkaha nauna andhamkabi.

Tskimi:
Adaumpet pinuleng mighab wiskutha anasa pikena norananci noradal nirboda syamsomi pomirang lakuwa nderzo lampuhma sparatul trusna jwoi nderzzo idir. Makna rastra kang atiwi askara jra ngak lawa wang wung akohit rastra.

Gilire:
Ita hisa mrang mudida. Tan ngindate asra. Mbahta arsa rangku negume. Kabek ngeli nal aron lila. Hiwed karen inglelawer thibhan. Srawendah nepati ngista gnaka samha gusih. Osik yalmu ntawring capitu asara. Mengrah dadimu nyemlanging warima. Ywa nggalakatune nispeti.

Talfasif:
Ajasnite kahika musbangare ojre nat ngindate. Bhohone ngat beto nat ngandite. Kattira hatusu acra ngotawu mothade adas monane. Njabure njebik laa reben shala.

Himilah:
Olah kipri kacoka ngrip tamoda. Sisipen lunduha ngrim nakahan. Ndakoping lungkupa ngadat. Ngampotil nyusunya ngadat. Taptaping ngahalo ngadat. Pepunute ta kunklud ngadat. Njabunjare angroti jrinong mosista.

60 comments:

  1. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Menurut saya, banyak bahasa sastra dan budaya yang ada dan semuanya dapat kita pelajari, dan pahami jika kita berkehendak dan melakukannya dengan ikhlas. Masing-masing budaya yang ada pasti mempunyai bahasa sendiri terhadap budayanya. Manfaat jika kita memahami dan mempelajari budaya yang berbeda dengan kita, adalah jika kita berada didalamnya. Kita akan lebih mudah berkomunikasi sehingga nantinya tidak menimbulkan terjadi kesalahan atau kesalahpahaman.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Ketika saya membaca elegi ini, selalu ada pertanyaan di setiap kata. Sungguh ternyata mempelajari sastra itu tidak mudah. Tidak pantas ketika kita merasa cukup memiliki banyak ilmu, karena ternyata masih banyak hal kita tidak tahu dan bahkan kita tidak dapat memahaminya seperti elegi menggapai sastra ini.

    ReplyDelete
  3. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Berdasarkan katanya, ‘sastra’ yang merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Seperti sebuah puisi yang hanya berisi ‘titik’ merupakan sastra yang mengandung arti tersendiri bagi penulisnya. Maka sama halnya dengan sastra dalam filsafat pada elegi di atas yang memiliki keindahan tersendiri bagi penulisnya dan juga arti atau makna tertentu yang terkandung di dalamnya hanyalah diketahui oleh penulisannya.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Salah satu bentuk sastra adalah bahasa. Dan fungsi bahasa adalah untuk komunikasi dan interaksi. Namun, ada banyak sekali jenis bahasa di dunia ini. Dan kita hanya menguasai beberapa bahasa saja. Maka dalam hidup, kita memang tidak bisa memaksa semuanya untuk dipahami.
    Seperti halnya bahasa yang digunakan dalam elegi di atas, masih menjadi misteri bagi kita yang tidak mengerti sampai saatnya dibuka misterinya oleh penulisnya.
    Memahami ilmu bermula dari ketidaktahuan menjadi tahu. Setidaknya setelah membaca elegi ini, saya menyadari bahwa ada beberapa hal yang kita tidak tahu dan tidak perlu terlalu memaksakan untuk mengetahuinya.

    ReplyDelete
  5. PEP B S2
    Sehebat apapun manusia, pasti ada kekurangannya. Maka bersikap sombong adalah bumerang baginya, ia lupa bahwa kehebatan ilmunya adalah ijin yang kuasa, bagaimana mungkin dia mampu memahami berbagai macam dunia jika tanpa izinNya oleh karena itu berendah hati, dan senantiasa bersyujur, maka barang siapa yang senantiasa bersyukur akan ditambah nikmat yang ada pada diri manusia.

    ReplyDelete
  6. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Salah satu cara memahami Elegi Menggapai Sastra ini adalah janganlah dipaksakan untuk memahami jikalau dirasakan sulit, karena tujuan dari elegi ini memang bukan untuk memperoleh pemahaman pembaca tentang elegi ini, prof marsigit hanya berusaha untuk membuat sebuah refleksi agar bisa bermanfaat untuk seluruh pembaca.

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    fungsi bahasa adalah untuk komunikasi dan interaksi, Masing-masing budaya yang ada pasti mempunyai bahasa sendiri terhadap budayanya. Manfaat jika kita memahami dan mempelajari budaya yang berbeda dengan kita, adalah jika kita berada didalamnya.kita dapat memahami sebuah budaya dengan pemahaman bahasa yang baik.sehingga kita mampu mengerti apa maksud dari bahasa itu.

    ReplyDelete
  8. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sepertinya isi elegi ini memang akan tetap menjadi misteri selama penulis belum membukanya, karena sulit bagi saya untuk memahami. Tetapi sekali lagi saya menemukan ketidaksempurnaan dalam diri saya sebagai manusia yang tidak sempurna. Semoga ini menjadi bahan untuk bisa menjadikan semangat membaca elegi-elegi yang lain

    ReplyDelete
  9. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Sastra adalah suatu hasil karya manusia yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sastra identik dengan bahasa, dan dalam berfilsafat untuk mengungkapkan hasil pikiran kita kita pun menggunakan bahasa. Penggunaan bahasa yang baik akan menjadikan filsafat itu semakin mudah dipahami. Namun, jangan kita lupakan bahwa bahasa selamanya tidaklah mampu menyelami alam pikir kita. Apa yang kita pikirkan tidak mudah diterjemahkan dalam bahasa, karena memang bahasaku tidak mudah mengikuti pikranku.

    ReplyDelete
  10. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi menggapai sastra sulit untuk dipahami karena menggunakan bahasa yang hanya mampu diketahui oleh penulis sampai misteri dibuka olehnya. Elegi ini bertujuan memberikan referensi bahwa jika kita berkehendak maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata atau kalimat kita. Selain itu, kita juga menjadi sadar bagaimana jadinya jika Tuhan YME berkehendak menyembunyikan misteri Nya. Maka tiadalah orang dapat mengetahui kecuali atas ijin Nya. Itulah pelajaran kita bahwa sehebat dan setinggi manusia maka dia tetaplah tidak sempurna.

    ReplyDelete
  11. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebagai manusia kita memang tidak sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Sebagai makhluk yang tidak sempurna maka kita harus senantiasa belajar dan belajar. Mempelajari segala sesuatu dari sekitar kita. Membaca elegi-elegi dalam blog ini juga merupakan salah satu proses belajar.

    ReplyDelete
  12. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    sangat bijaknsana bapak membuat elegi ini, karena seperti yang bapak tuliskan pada petunjuk dalam posting diatas bahwa jika tuhan ingin menyembunyikan sesuatu dari kita maka sangat mudah dan situ berarti sangat banyak hal yang kita tidak ketahui maka kita tidak bisa menyombongkan pengetahuan kita yang hanya secuil itupun karena atas izin tuhan. yang kedua sebagai pembanding bagi yang selalu mengeluh dengan elegi-elegi yang terlalu sulit dipahami seperti yang selau saya lakukan. dibanding dengan elegi yang sedang saya komentari sekarang, elegi lain jauh lebih mudh dipahami. jadi dalam kehidupan kita juga tidak boleh mengeluh karena sesulit-sulit keadaan masih ada keadaan yang lbih sulit yang tidak kita ketahui dan alami. dan hal tersebut perlu disyukuri.

    ReplyDelete
  13. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Menurut saya bahasa yang digunakan dalam sastra memang sering kali susah untuk langsung dimengerti karena mengandung makna kiasan atau menggunakan bahasa/kata-kata yang hanya dimengerti oleh penulis. Elegi Menggapai Sastra tersebut juga menggunakan bahasa yang hanya diketahui oleh penulis saja, sehingga ketika saya mencoba menerka apa makna dibalik tulisan percakapan tersebut saya merasa bingung.

    ReplyDelete
  14. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas memberitahukan bahwa salah satu cara untuk memahami Elegi Menggapai Sastra ini adalah dengan tidak memaksakan diri untuk memahaminya. Prof Marsigit menyampaikan bahwa tujuan elegi ini memang bukan untuk memperoleh pemahaman dari pembaca. Elegi tersebut memberitahukan bahwa jika kita berkehendak kita pun juga dapat menutupi pikiran kita dalam kata-kata kita. Oleh karena itu, Tuhan YME pun juga dapat menyembunyikan misterinya kecuali atas izin-Nya. Itulah pelajaran bagi kita semua bahwa sehebat dan sepintar apapun manusia tetaplah makhluk ynag tidak sempurna.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Ketika saya membca petunjuk untuk membaca postinagn ini, saya pikir kesulitan memahami ny setara dengan postingan yang berjudul pursua arkitektonia, tetapi ternyata tidak sulit, karena saya tidak bisa memikirkannya. Saya tidak punya bayangan untuk memecahkan sastra di postingan di asat. Tapi ini bisa menjadi motivasi saya untuk tersu belajar sehingga bisa mengupas sastar tersebut.

    ReplyDelete
  16. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PENDIDIKAN MATEMATIKA A 2013

    Selamat Malam Prof...
    saya kira itu beberapa ada bahasa arabnya.. ternyata bukan.. entah.. luar biasa Allah itu, Maha Kaya.. kaya akan menciptakan banyak bahasa dalam duni sastra..

    Maturnuwun Pak.

    ReplyDelete
  17. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Dalam elegi ini mengharuskan kita untuk dapat menggunakan bahasa yang mudah dipamahi dan dimengerti (bahasa analog) untuk menjelaskan filsafat itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menggapai sastra maka gunakanlah sesuai dengan dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum wr. wb.

    Sastra merupakan hasil buah pikir manusia yang bersifat estetika. Sastra adalah mimetik kehidupan manusia dalam segala romantikanya, selain itu sebuah refleksi idealisme pengarang dalam memandang kehidupan. Sastra menjadi sebuah pembelajaran bagi penikmatnya.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 Kelas A

    ReplyDelete
  19. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    ketika saya membaca elegi, setiap apa yang di kemukakan saya tidak dapat memahaminya sehingga untuk mengomentarinya pun saya rasakan sulit karena ketidakmengertian saya. Maka untuk mengomentari elegi ini saya tidak dapat mengomentari dengan memahaminya. dan yang ada dalam elegi ini pula masih menjadi misteri bagiku

    ReplyDelete
  20. Retno Widyaningrum
    16701261004
    Belajar berfilsafat itu adalah belajar untuk bepikir ada dan yang mungkin ada. dari bahasa ini saja "ada" satu kata saja makna bisa bermacam-macam dan sangat luas, kalau tidak dibatasi dalam ruang dan waktu tentu tak terhingga maknanya. maka banyak yang mengatakn sulit memahami karena memang berfilsafat itu berpikir.

    ReplyDelete
  21. Retno Widyaningrum
    16701261004
    Belajar filsafat ada yang mengatan filsafat merupakan suatu pandangan rasional tentang segala-galanya (yunani). Kata "segala-galanya" ini mengartikan semuanya yang di fikirkan sepertinya tidak terbatas dan tidak dibatasi. Hal ini sangat berbahaya maka sebaiknya dalam berlajar filsafat di batasi ruang dan waktu dengan ikhlas, tawakal, dan doa.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    Dengan belajar filsafat untuk mencari misteri-mistei yang diciptakan Allah SWT untuk mendapatkan kebenaran secara rasio, namun hati kita tetap Allah Yang Maha Kuasa yang tidak ada habisnya kita mempelajari ciptaanNya. Maka sujud kepadaNya yang utama mohon ampun atas segala kesalahan.

    ReplyDelete
  23. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Ini adalah salah satu elegi yang paling unik yang ditulis oleh Prof. Marsigit. Mungkin tidak ada yang bisa menerjemahkan elegi ini kecuali penulisnya.

    ReplyDelete
  24. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Sesuatu yang sulit dihadirkan supaya kita bisa memahami hal lain yang bersifat mudah, dengan demikian kita bisa mensyukurinya atas kemudahan yang sudaha kita dapatkan. Begitu juga kehadiran elegi ini. Seperti yang disampaiakna oleh Prof. Marsigit, bahwa elegi ini dihadirkan untuk dijadikan pembanding atas elegi lain yang masih bisa dipahami oleh pembacanya. Terima kasih Prof, telah menghadirkan elegi ini.

    ReplyDelete
  25. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Ada satu hal lagi yang membuat saya tertarik dengan elegi ini. Prof.Marsigit menyebutkan bahwa petunjuk hanyalah akan diberikan kepada orang yang dipilih oleh Allah. Jika Allah berkehendak menyembunyikan misteriNya, maka tak ada seorangpun yang akan mengetahuinya. Begitu pula jika Allah berkehendak untuk menyingkap misterinya, maka tak ada seorangpun yang tidak mengetahuinya.

    ReplyDelete
  26. Artsas : rertibrA

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum wr. wb.

      Sastra itu ya sastra itu sendiri

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
    2. Assalamualaikum wr. wb.

      Sastra itu ya sastra itu sendiri

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
  27. Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara Osik yalmu ntawring capitu asara Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara, Osik yalmu ntawring capitu asara


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  28. literatura es licentia poetica

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  29. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Sebenarnya saya agak sedikit bingung dengan elegi yang telah Bapak tuliskan. Namun saya dapat menyimpulkan bahwa elegi itu tergantung oleh penulisnya. Itu merupakan hak bagi yang menulis elegi. Di sisi lain, Tuhan juga berhak untuk menyembunyikan pikiran seseorang melalui kata-kata. Intinya, pengetahuan kita sesungguhnya atas izin Allah.

    ReplyDelete
  30. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Sastra merupakan rangkaian bahasa yang mempunyai estetika dimana bahasa memang sesuatu yang universal, yang dapat menghubungkan manusia satu dengan manusia lainnya. dapat dikatakan bahwa kemampuan manusia untuk menciptakan bahasa sebagai sebuah sistem simbol atau lambang yang digunakan untuk alat berkomunikasi. Dan juga mengandung instruksi atau pedoman. Dari elegi ini, bahwa kita tidak mengenal bahasa yang digunakan. Inilah mengapa manusia penuh dengan ketidaksempurnaan karena ketidaktahuan serta keterbatasan manusia. Sehingga menjadi pelajaran bahwa ilmu yang kita peroleh masih sedikit dan diperlukannya usaha lagi untuk mencari ilmu.

    ReplyDelete
  31. Assalamualaikum wr. wb.

    sastra merupakan hasil olah pikir yang berusaha mengeksplor estetika dengan bahasa...oleh karena bahasa memiliki sifat arbitrer yang berarti semau gue...sastra bisa jadi hanya kita nikmati, bisa jadi kita pahami, bisa jadi kita panuti....jadi sastra adalah sastra itu sendiri.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A.

    ReplyDelete
  32. Assalamualaikum wr. wb.
    karya sastra memang mengekspresikan kehidupan, tetapi keliru kalau dianggap mengekspresikan selengkap-lengkapnya. Hal ini disebabkan fenomena kehidupan sosial yang terdapat dalam karya sastra tersebut kadang tidak disengaja dituliskan oleh pengarang, atau karena hakikat karya sastra itu sendiri yang tidak pernah langsung mengungkapkan fenomena sosial, tetapi secara tidak langsung, yang mungkin pengarangnya sendiri tidak tahu. Karya sastra dapat juga mencerminkan dan menyatakan segi-segi yang kadang-kadang kurang jelas dalam masyarakat.
    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  33. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi menggapai sastra, sebuah elegi yang unik untuk kita baca. Membaca, membaca, dan membaca. Proses menerjemahkan dari sebuah tulisan menuju suatu pemahaman.

    ReplyDelete
  34. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Membutuhkan keselarasan antara apa yang kita baca dengan apa yang ada di dalam pikiran kita. Akan menjadi suatu masalah ketika apa yang kita baca tidak kita miliki dalam pikiran kita. Dan itu merupakan sebuah tanda bagi kita untuk senantiasa merasa tidak sempurna dan merasa kecil kepada Tuhan yang Maha Besar dan Sempurna.

    ReplyDelete
  35. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sastra dekat dengan buku. "Buku adalah jendela dunia". Kunci untuk membukanya adalah membaca. Ungkapan ini secara jelas menggambarkan manfaat membaca, yakni membuka, memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang. Berbagai penelitian membuktikan bahwa lingkungan, terutama keluarga, merupakan faktor penting dalam proses pembentukan kebiasaan membaca.

    ReplyDelete

  36. Ada banyak manfaat membaca, di antaranya membantu pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca, seseorang mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup.

    Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    ReplyDelete
  37. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Setelah memahami karakteristik mengenai filsafat. Hubungan sastra dan filsafat laksana dua sisi mata uang; permukaan yang satu tidak dapat dipisahkan dari permukaan yang lainnya; bersifat komplementer, saling melengkapi. Masalahnya, karya sastra membicarakan dunia manusia. Demikian juga filsafat, betapapun penekanannya pada usaha unutuk mempertanyakan hakikat dan keberadaaan manusia, sumbernya tetap bermuara pada manusia sebagai objeknya. Jika demikian apakah apakah kemudian itu berarti karya sastra identik dengan filsafat? Tentu saja tidak. Mengapa tidak? Di mana pula letak persamaan dan perbedaannya? Justru dalam hal itulah hubungan sastra dengan filsafat lalu melahirkan masalah sendiri.

    ReplyDelete
  38. Budi Yanto
    1709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Misteri sulit dipahami, misteri hanya bisa diketahui oleh pembuat atau pencipta misteri itu sendiri. Misteri kehidupan dan penciptaan alam semesta oleh Allah hanya Allah yang mengetahuinya. Penciptaan manusia hanya Allah yang mengetahuinya bahkan malaikatpun hanya sedikit mengetahui hakikat penciptaan manusia. Dalam surat Al Baqarah ayat 30, “Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Wallahu a’lam bishowab.

    ReplyDelete
  39. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam petunjuk elegi di atas, bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Ada beberapa hal yang tidak dapat dijangkau dan dinalar oleh pikiran kita. Seerti hal nya sastra. Begitu banyak sastra di dunia ini, dan kita terbatas dan tidak mampu untuk mempelajari dan memahami semuanya. Maka janganlah kita telalu sombong dnegan mengerti tentang sastra, karena bisa jadi apa yang kita pahami berbeda dengan makna asli dari sastra tersebut.

    ReplyDelete
  40. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Berfilsafat itu kembali kepada sunatullahNya kuasa Tuhan, bahwa segala sesuatu itu adalah mengalir terkait, tidak ada pikiran kita yang terisolasi maka segala sesuatu di dunia ini saling terhubung apalagi kalau sudah masuk pada satu kelompok pengetahuan seperti Hadist. Yang namanya berfilsafat kalau kita mempunyai gejala-gejala yang tidak terhubung itu gejala yang tidak sehat. Filsafat kontempoter sekarang ini adalah filsafat bahasa.

    ReplyDelete
  41. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Semuanya adalah bahasa, karena bahasa itu hidupku, hidupku itu adalah bahasa, hidup kita sehat bisa dilihat dengan bahasanya, bahasa tidak hanya selalu yang diucapkan maka suatu misalnya tidak sehat dari sisi mengalirnya fenomena adalah overlaping dari sisi bahasa.

    ReplyDelete
  42. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Bahasa dan sastra yang ada itu banyak macamnya. Saat pertama kali kita membaca berbagai macam bahasa dan satra pasti kita tidak langsung bisa paham semuanya, karena manusia pasti memiliki kekurangan. Untuk bisa paham, kita harus pelan-pelan belajar. Jangan terlalu memaksakan untuk bisa paham semuanya sekaligus, karena segala sesuatu pasti ada prosesnya.

    ReplyDelete
  43. Sastra yang mempunyai makna sebagai bahasa yang dipakai dalam buku/kitab kesusastraan memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang tidak mudah untuk dipahami. Bahasa merupakan sarana komunikasi untuk kita agar bisa mengerti satu sama lain. Untuk itu, agar bisa memahami sastra tertentu kita memerlukan pemahaman yang lebih serta pendekatan dan cara-cara tertentu. Namun tidak semua sastra dapat kita pahami karena kita hanya manusia yang memiliki keterbatasan ruang dan waktu dalam memahami yang ada dan mungkin ada dalam hidup ini.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  44. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Ketika saya membaca elegi ini, selalu ada pertanyaan di setiap kata. Sungguh ternyata mempelajari sastra itu tidak mudah. Tidak pantas ketika kita merasa cukup memiliki banyak ilmu, karena ternyata masih banyak hal kita tidak tahu dan bahkan kita tidak dapat memahaminya seperti elegi menggapai sastra ini.

    ReplyDelete
  45. Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP

    Saya ingin berbagi sebuah karya.
    semoga bisa dinikmati sebagai sebuah karya bersama, simbol keindahan, simbol kebebasan berkata-kata.

    "Kepergian dalam waktu yang terlalu tiba-tiba!
    Ia memutuskan untuk menyisakan isak dan sedikit sendu di pojok kanan jantung yang masih dibiarkan kosong untuk sementara waktu. Beberapa arteria berperan mahir sebagai pembuluh nadi. Ia alirkan darah-darah kesepian-kegundahan-kecemasan untuk menderu serentak ke seluruh bagian tubuh. Sampai pada titik puncak hipotesisnya, ia akan mengalami arteriosklerosis! Simpelnya, arteriosklerosis adalah pemberontakan para pembuluh nadi. Ia potong para jalan-jalan raya dan menyumbatnya! Ia tebalkan dinding-dinding jalan nadi sampai jantung tak bisa berkutik-menyerah-dan menghilangkan rasa yang kemarin lusa sempat ada."

    coklat-lilin-gelap-romantis.blogspot.co.id/2016/09/flakon-dan-pohon-sepah-pun-menyimpan.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://coklat-lilin-gelap-romantis.blogspot.co.id/

      Cek yaa

      Delete
  46. Setinggi-tingginya manusia, tiada yang sempurna. Begitu sulit memahami elegi ini, dialog yang disampaikan tidak bisa dimengerti karena tidak mampu menerjemahkan bahasanya. Alih-alih memahami makna yang disampaikan. Mungkin inilah yang bapak maksudkan jika kita berkehendak maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata atau kalimat kita. Hal ini menjadikan bukti bawa manusia tiada yang sempurna. Karena masih banyak hal yang tidak diketahui.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  47. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Sastra itu memiliki makna dan tujuan maksud yang berbeda. Sastra diciptakan bisa saja memiliki arti dari segi mistik, religi, filsafat, ilmiah, dst. Kita sering mendengar satra tapi kita hanya mengetahui yang terbatas atau belum semuanya. Karena belajar tentang sastra tidaklah mudah, terutama untuk seseorang yang terbiasa dengan hal-hal yang bersifat eksak.

    ReplyDelete
  48. Setelah membaca Eligi ini saya berpikiran bahwa, Sastra adalah sebuah unggkapan perasaan sang penulis. Di setiap kata dan kalimat mengandung makna yang bisa dipahami namun ada juga kata-kata yang tidak bisa kita pahami. Sampai sang penulis menguak misteri dari kata tersebut. Dan bahkan sebuah “.” Pun bisa mempunya makna yang sangat besar bagi penulisnya. Saya sebagai pembaca tidak akan bisa memahami apa yang ia sembunyikan di sebuah sastra yang dibuat oleh nya. Sebelum ia sendiri yang menguak misteri yang terkandung didalamnya. Sebaliknya jika saya yang bersembunyi dibalik sebuah tulisan, orang lainpun mungkin tidak akan dapat memahaminya seperti perasan yang saya sembunyikan dibalik tulisan tersebut. Dan seperti pernyataan di elegi ini “tidaklah setiap pertanyaan itu memerlukan jawaban” Biarlah itu menjadi misteri yang disembunyikan penulisnya. Dan tidaklah semua pertanyaan bisa kita temukan jawabnya di diri kita sendiri.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  49. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Setiap sastra yang dibuat oleh seseorang, yang paham sepenuhnya tentang sastra itu adalah seseorang yang membuatnya atau pencipta sastra itu sendiri. Kita hanya bisa berusaha membaca dan mempelajari sastra itu. Seperti takdir manusia yang tidak ketahui. Hanya Allah S.W.T. yang mengetahui takdir setiap manusia karena Allah S.W.T. adalah pencipta semesta alam beserta isinya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  50. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dunia sastra sangatlah berbeda dengan yang lain cara kita mempelajarinya. Sastra bukanlah sebuah ilmu tapi untuk mempelajari sastra membutuhkan ilmu. Sastra merupakan cerminan masyarakat dalam kehidupannya. Sedangkan filsafat itu adalah sumber dari segala ilmu. Sehingga mau tidak mau, sastra harus mengenal filsafat. Sedangkan, menurut spiritualnya, Allah adalah pemilik dari segalanya, berarti disini Allah adalah pemilik ilmu. Sehingga, untuk memperoleh sastra dalam filsafat, semua kita kembalikan kepada yang maha memiliki ilmu. Manusia itu hanya makhluk dengan segala keterbatasannya. Dan, sesungguhnya filsafat dan sastra itu adalah hal yang sulit dipisahkan, karena keduanya saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  51. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dengan sastra, jika kita berkehendak maka kita dapat menyembunyikan pikiran kita dalam kata-kata atau kalimat kita. Saya tidak mengerti apa maksud dari elegi di atas, google translate juga tidak. Tapi dari elegi ini saya mengambil pelajaran bahwa manusia itu dikatakan sempurna jika manusia tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan di dalam dirinya. Jadi jika “manusia” tersebut bisa melakukan semuanya maka sebenarnya dia bukan manusia.

    ReplyDelete
  52. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Sastra dalam kamus bahasa Indonesia merupakan sebuah bahsa yang digunakan untuk menggetarkan jiwa. Sastra dapat pula berarti indah. Setiap hal tentu memiliki keindahan yang tingkatannya bergantung pada individu yang membaca atau mendengarnya. Berdasarkan elegi ini, menyadarkan kita bahwa kemampuan kita terbatas. Kita tidak dapat mencapai atau memahami seluruh yang ada. Maka tidak ada alasan untuk kita berhenti dalam mencari ilmu.

    ReplyDelete
  53. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Walaupun elegi ini sulit untuk dipahami tpi sebenarnya ia menyimpan banyak hikmah untuk direnungkan, antara lain :
    1. Manusia memiliki keterbatasan, sehingga kita takkan bisa mengert setiap misteri Tuhan.
    2. Kita dapat menyembunyikan pikiran kita dai orang lain. Akan sangat gawat jika setiap orang bisa memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, disinilah keterbatasan itu sangat berguna.
    3. mudah atau sulitnya sebuah elegi bisa dilihat dari pembanding elegi tersebut. Maka elegi ini membuat elegi yang lain menjadi mudah dipahami.

    ReplyDelete
  54. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya berusaha memahami namun tidak bisa-bisa. Dalam hal ini sastra seperti pengkodean. Dan cipher hills. yang saya tahu sepertinya, sekali lagi sepertinya, hidup itu mengalir seperti sastra. Saat kita menulisnya kita tidak bisa berhenti. Kita adalah sesuatu yang dapat menulis hidup kita sendiri dan juga ditulis oleh Tuhan. Kita jalani saja sebisanya, sebaik-baiknya. Untuk kembali kepada Tuhan nanti.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  55. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah saya membacanya, saya tidak mengerti arti atau makna dari tulisan tersebut. Menurut KBBI, sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Perlu pemahaman yang khusus dalam memahami suatu sastra.

    ReplyDelete
  56. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Ketika berbicara mengenai sastra mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah keindahan bahasa. Berbicara tentang sastra berarti kita mencoba untuk menggali nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam bahasa. Bahasa sastra merupakan bahasa yag sangat tersirat, sehingga tidak banyak orang yang salah dalam mengartikannya. Untuk itu, dalam memahami bahasa sastra diperlukan keuletan dan kerja keras serta usaha dan kesungguhan untuk mempelajarinya. Agar maksud yang disampaikan dalam bahasa sastra tersebut sampai kepada pembacanya dan tidak menimbulkan keambiguan dalam pemaknaannya.

    ReplyDelete
  57. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Banyak hal dalam berbagai tulisan Prof Marsigit yang tak jarang membuat dahi mengernyit. Tapi menjadi satu kenikmatan juga untuk terus membacanya. Sungguh ternyata mempelajari sastra itu tidak mudah. Tidak pantas ketika kita merasa cukup memiliki banyak ilmu, karena ternyata masih banyak hal kita tidak tahu dan bahkan kita tidak dapat memahaminya seperti elegi menggapai sastra ini.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id