Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Diri




Oleh Marsigit

Monolog diriku:
Setelah membaca banyak elegi, aku menjadi tidak yakin terhadap diriku sendiri, siapakah diriku itu sebenarnya?

Orang tua berambut putih datang:
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, terserah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, terserah..dst.

Diriku:
Jadi kalau begitu....

Orang tua berambut putih:
Inilah kesaksianku, bahwa sebenar-benar dirimu itu bersifat terbuka, selagi engkau belum menunjuk dirimu. Engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai apapun, atau sama sekali engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai bukan apapun. Namun begitu engkau telah menunjuk dirimu, maka tertutuplah dirimu itu.

Diriku:
Kalau begitu siapakah diriku itu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau belum juga jelas, maka akan aku jelaskan. Sebenar-benar dirimu adalah satu, atau dua, atau banyak, atau semuanya dari berikut ini:
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ruangmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah waktumu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengakuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah aktivitasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tujuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pergaulanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah mimpimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bahasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kinerjamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah persepsimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah doamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhtiarmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kejujuranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah komitmenmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah rencanamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah faktamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah potensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah motivasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengalamanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ketrampilanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sikapmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pengetahuanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kesalahanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relativemu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah absolutmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah dimensimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah pertanyaanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah ikhlasmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keraguanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kepastianmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah daya kritismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bacanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kemerdekaanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bisnismu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah kuasamu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah penterjemahanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah khusyukmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah obyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah subyekmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah sifatmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah relasimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah bukumu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah keputusanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah tanggungjawabmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah wadahmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah isimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah harmonimu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah putaranmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah lintasanmu.
Sebenar-benar dirimu itu, adalah amal perbuatanmu
Sebenar-benar dirimu itu, adalah..dst.

54 comments:

  1. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sebenar-benarnya diriku adalah bersifat terbuka, diriku adalah hidupku, diriku adalah masaku, diriku adalah impianku, diriku adalah tujuanku, dan seterusnya, diriku bisa diumpamakan dalam berbagai definisi, dan itu terserah diriku. Ketika diriku telah menunjuk satu dari berbagai definisi yang aku sebutkan tentang diriku, maka tertutuplah diriku pada satu definisi itu, dan itulah diriku yang sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  2. Artikel Bapak Prof. Marsigit diatas menjadi bahan renungan diri saya dan untuk mencari kesejatian diri sendiri. Apa yang kita lakukan adalah diri kita, kendalinya pada kita sendiri karena ini adalah hidup kita yang dilalui dalam perjalanan kita sendiri.
    Menurut saya ini bukan berarti Paham Individualisme atau egosentrisme, tetapi lebih pada pencarian diri, seperti dalam kisah Bima Suci.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  3. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Elegi Menggapai Diri membuka pikiran kita bahwa sebenarnya kita memiliki banyak potensi kebaikan. Jika kita mampu memanfaatkan potensi itu dengan baik, maka kita dapat memperoleh yang kita impikan. Namun fitrahnya, kita juga memiliki banyak kekurangan. Dengan mengetahui banyaknya potensi kebaikan dan kelebihan yang kita miliki, semoga kita mampu menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Setiap diri adalah dirinya sendiri. Diriku menjadi ada karena aku memikirkan diri sendiri. Orang lain menganggap diri ada karena mereka tahu keberadaan yang sebenarnya. Orang lain yang tak mengenal menganggap aku mungkin ada dan menjadi ada jika berkenalan dengannya.

    ReplyDelete
  5. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Terkadang kita sulit memahami dirikita sendiri. Kita bingung sebenarnya siapa kita apa potensi , apa mau kita dll. Sejatinya diri kita mempunyai banyak kemampuan dan potensi. Potensi dan kemampuan dapat kita kembangkan dengan semaksimal mungkin sehingga diri kita menjadi seorang pribadi yang berkualitas. Jangan pernah menutup diri kita untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki.

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari elegi menggapai diri dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dirimu adalah pikiranmu dan pikiranmu adalah duniamu. Karena kita dilahirkan seperti kertas putih tanpa noda. Sebelumnya, kita belajar mitos sebelum mengenal hakikat diri. Maka setelah tahu akan hakikat kehidupan, manusia sendirilah yang menuliskan seperti apa dirinya, bagaimana dirinya, rencana dirinya dan lain-lain. Teruslah belajar dan berikhtiar agar tidak terjebak dalam mitos pendahulumu dan ubahlah mitos tentang dirimu menjadi logosmu.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dalam pertemuan mata kuliah filsafat ilmu yang pertama, Bapak Prof.Dr.Marsigit, MA pernah mengatakan bahwa: “Philoshophy is you”.
    Maka, memahami filsafat berarti kita harus memahami diri kita sendiri. Sebenar-benar diri kita adalah diri kita sendiri yang mengetahuinya.

    ReplyDelete
  8. Fokus pada diri sendiri,jangan bergantung pada siapapun dan mencoba untuk memahami kebutuhan mu sendiri . seseorang harus kuat dan mandiri.pikirkan apa yang anda lakukan atau dengan siapa anda ketika merasa paling bahagia . ini akan membantu anda untuk mengidentifikasi hal hal yang ingin anda lakukan dalam hidup yang membuat anda bahagia dan juga orang orang tertentu dalam hidup anda . setelah itu ,melakuykan hal sdama dalam hidup dan membawa hal yang penting bagi mu dan selalu dekatkanlah dengan dirimu sendiri.

    M. Saufi Rahman
    16701261024
    S3 PEP (A) 2016

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    elegi di atas menggambarkan bahwa diri kita memiliki bermiliar sifat, sehingga bisa dikatakan filsafat adalah diri kita sendiri.maka jika kita ingin menggapai dunia maka kita harus memahami diri kita, karena semua yang ada di dunia ini ada dipikiran kita.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    elegi di atas menggambarkan bahwa diri kita memiliki bermiliar sifat, sehingga bisa dikatakan filsafat adalah diri kita sendiri.maka jika kita ingin menggapai dunia maka kita harus memahami diri kita, karena semua yang ada di dunia ini ada dipikiran kita.selamanya kita tidak bisa menjadi seperti pak marsigit, karena ketika kita ingin jadi seperti dia maka kita telah termakan oleh mitos dan kita akan menjadi patung-patung filsafat.

    ReplyDelete
  11. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dari elegi diatas bisa dilihat diri kita merupakan banyak hal dan banyak sifat yang sudah dijelaskan juga oleh bapak marsigit tidak bisa diitung banyaknya karena tidak terbatas jadi diri kita sebenarnya tidak bisa sepenuhnya didefinisikan. wajar jika kita belum bisa mmahami diri kita sendiri, yang terpenting adalah berusaha dan tidak berhenti memahami.

    ReplyDelete
  12. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Elegi tersebut menggambarkan bahwa manusia terlahir dalam keadaan suci. Seiring waktu berjalan manusia harus memilih mau dibawa kemana dirinya. Diri sendiri adalah sebagai kendali bagaimana sebenarmya diri itu.

    ReplyDelete
  13. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Diriku adalah aku. Maka tidak ada yang dapat menjelaskan bagaimana menjadi aku selain aku dan Penciptaku. Orang lain tidak tahu sepenuhnya tentang diriku. Begitu juga aku tidak tahu sepenuhnya bagaimana dia.

    ReplyDelete
  14. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi menggapai diri yang disampaikan Prof. Marsigit membuka pikiran tentang siapa sebenarnya diri ini. Memang tidaklah mudah untuk mengenal diri sendiri. Kita mudah menilai orang lain, tapi apakah kita pernah bercermin dan menilai siapakah diri kita, bagaimana kita, apakah sudah termasuk golongan yang baik? Berbagai cara yang diajarkan guru-guru kita, mulai dari mengenali potensi, mengasah bakat, karater dll, semua itu adalah alat bantu bagi kita untuk memudahkan kita mengenal diri sendiri. Menjadi diri sendiri dengan proses mengenal diri adalah menumbuhkan pengendalian diri,karena dalam pengembangan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya. Janganlah kita menjadi orang lain, jadilah diri sendiri, karena setiap diri telah dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda. Setiap orang itu unik dan berbeda, tidak ada yang sama.

    ReplyDelete
  15. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Sebenar-benar diri kita adalah bersifat terbuka, kita bisa menjadi apa saja termasuk menjadi bukan siap-siapa selagi kita belum menentukan dan mereduksi sifat-sifat yang melekat pada diri kita karena sifat yang kita miliki ada banyak sekali hingga kita tidak bisa menyebutkan semuanya.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika

    diri kita ini berbeda, tergantung wadahnya, tergantung isiny, tergantung tempat tinggalnya, tergantung makaannya, tergantung tempat lahirnya, tergantung pendidikannya, tergantung orang tuanya, tergantung ruang dan waktunya. apapun yang kita lakukan, diamanpun kita berada,itulah diri kita. diri kita dibangun sesuai dengan apa yang telah kita lalui. ini lah kekbebesan mausi menentukan takdir hidupnya, secara bentuk, diri kita sudah ditentukan, tetapi secara pikiran dan hati manusi bebas menentukan untuk membuatnya.

    ReplyDelete
  17. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Keberhasilan seseorang salah satunya ditentukan dari bagimana ia membawa diri, di lingkungan mana ia bergaul. Namun bukan juga memilih-milih teman. Bergaul dengan siapapun sah-sah saja, tapi sudah sepatutnya kita mencari teman yang senantiasa mengarahkan kita pada kebaikan. Seseorang yang bergaul dengan penjual parfum maka akan terkena wangi parfum. Sebaliknya, bergaul dengan penjual ikan, maka bau ikan akan senantiasa ada di sekitar kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Penilaian orang lain terhadap kita, tergantung bagaimana cara kita menempatkan diri di dalam ruang dan waktu. Kita pun harus menjaga perbuatan terlebih ucapan. Karena kedua hal itu yang menentukan bagaimana penilaian seseorang terhadap kita. Karena jika tidak bisa mengucapkan hal-hal yang baik, sebaiknya kita diam.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  19. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menggapai diri kita kita perlu mengetahui arah mana yang perlu kita kembangkan karena potensi diri dalam setiap manusia sangatlah banyak jumlahnya hingga tiada batas. Keanekaraman potensi dalam diri kita menjadikan pula manusia mempunyai keanekaragaman sifat, pola pikir dan tingkah laku. dan ketika terjadi keanekaragaman itu maka potensi dalam diri setiap individu dapat menjadikannya saling mengisis antara satu dan lainnya.

    ReplyDelete
  20. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dalam artikel lain, saya menemukan bahwa “orang tua berambut putih” adalah ilmu pengetahuan. Maka jika dalam elegi ini “orang tua berambut putih” mengatakan :Inilah kesaksianku, bahwa sebenar-benar dirimu itu bersifat terbuka, selagi engkau belum menunjuk dirimu. Engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai apapun, atau sama sekali engkau bisa mendefinisikan dirimu sebagai bukan apapun. Namun begitu engkau telah menunjuk dirimu, maka tertutuplah dirimu itu”.

    Maka, untuk menggapai diri sebenar-benarnya adalah dengan mencoba bersifat terbuka. Terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan perkembangan dunia, yang tentunya agama menjadi batas-batasnya. Allahu’alam

    ReplyDelete
  21. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Ketika dikatakan bahwa sebenar-benar dirimu itu terserah ini dan itu, artinya segala ini itu tersebut adalah segala sesuatu yang bisa kita lakukan. Tinggal memilih apa yang akan dilakukan tersebut, dengan keterbukaan. Karena dibalik kelebihan dan kekurangan pasti ada potensi yang dimiliki

    ReplyDelete
  22. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita bisa mendefinisikan diri kita sebagai apapun. Artinya kita bisa memilih apa yang akan menjadi definisi dari diri kita. Kita bisa memilih apa yang akan kita lakukan. Karena jika kita terbuka maka ada banyak kemungkinan yang terbentang di depan mata

    ReplyDelete
  23. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita juga bisa mendefinisikan sebagai bukan apapun. Artinya jika kita memilih untuk tertutup, maka tertutup pula kemungkinan-kemungkinan yang ada. Karena kita telah mendefinisikan kita sebagai sesuatu yang mutlak. Oleh karena itu kita harus terbuka karena sebenar-benar diriku adalah satu, dua, banyak, atau banyak lagi.

    ReplyDelete
  24. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dirimu adalah apa yang ada di dalam dirimu. Dirimu adalah refleksi apa yang kamu katakan dan lakukan tentang dirimu. Dirimu itu siapa hanya refleksi hati dirimu yang mampu menjawab. Dirimu bukan siapa-siapa, hanya dirimu juga yang mampu menjawabnya. Dirimu yang menentukan kamu akan membawa dirimu ke mana. Orang lain tidak mampu menjelaskan dirimu sebagus dirimu.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    I am really impressed with this elegy. Wonderful elegy. In my opinion, my self is my self. My self is all about my self. My mind, my heaart, my freedom, my responsibility, etc are my self. My self is everything that related to my self. My self is opened. My self can become what my self want. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  26. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Manusia itu individu, individu itu merdeka, dalam hal pemikiran, tetapi bergantung pada norma yang berlaku ditempat dia berada. Karena merdeka dalam pikiran, maka setiap orang boleh berpendapat sesuai dengan keinginannya. Jika kita menuntut individu untuk sama dengan oranglain, maka itu melanggar kodrat dia sebagai individu itu sendiri, oleh karena biarkan setiap individu itu berkembang menjadi apa yang dia inginkan. Tetapi arahkanlah dia untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  27. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kehidupan adalah cerminan dari diri kita sendiri. Apa yang kita pikirkan, rencanakan, persepsikan, pandangan, kerjakan, evaluasi, doa, tujuan, ikhtiar, kejujuran, kesopanan, kerendah hatian, motivasi, minat, intelegensi, kepercayaan, usaha, dan seterusnya adalah bagian dari kehidupan dari kita. Ketika kita melakukan sesuatu yang baik atau positif maka itulah diri kita yang baik. Maka apabila kita melakukan sesuatu yang tidak baik atau negative maka itulah diri kita. Kesombongan, ketidakjujuran, keserakahan, kemunafikan, keputus asaan, kezoliman, kemalasan dan seterusnya yang merupakan bagian dari kenegatifan.

    ReplyDelete
  28. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Sebenar-benar diri kita adalah sehgala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada yang berkaitan dengan diri kita. Setiap orang dalam hidup adalah berada dalam proses untuk memahami dirinya sendiri. terkadang beberapa orang kesulitan untuk memahami dirinya sendiri, tetapi haruslah tetap untuk berusaha memahaminya, karena pemahaman tentang diri akan membawa kita untuk menentukan pilihan akan menjadi orang seperti apa kita nanti.

    ReplyDelete
  29. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Diriku adalah terserah sifatku, terserah relasiku, terserah bukuku, terserah keputusanku, terserah tanggungjawabku, terserah wadahku, terserah isiku, terserah harmoniku, .... sangat terbuka bisa apa saja semua terserah .... terserah..... terserah...... artinya diri kita bisa apa saja tergantung bagaimana kita mengenali pada diri sendiri. Yang mampu menentukan diriku adalah pikiran kita pada diriku sendiri.

    ReplyDelete
  30. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Mengerti siapa diriku bisa satu, dua, tiga, ..... tak hingga banyaknya, Sebenar-benar diriku itu, adalah ruangku, waktuku, pengakuanku, aktivitasku, tujuanku, pergaulanku, mimpiku, bahasaku, pertanyaanku, kinerjamu, ... sehingga diriku bisa banyak tergantung bagaimana kita mampu mengerti akan diri ku sendiri. Semakin banyak yang mampu dipikirkan tentang diri sendiri maka sebanyak itu mampu mengenali diriku sendiri.

    ReplyDelete
  31. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Untuk mengenal diriku sendiri selain dengan berpikir dan berpikir harus tetap diiringi dengan ikhlas, tawakal, dan doa, agar mengenal diriku sendiri tidak salah jalan dan salah langkah. Karena salah jalan dan salah langkah maka akan membuat diriku salah mengenal diriku sendiri.

    ReplyDelete
  32. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Tak banyak yang tahu terhadap diri kita sendiri yang sebenarnya. Tapi terkadang diri sendiri sok tahu menahu dengan orang lain. Ya memang orang lain yang bisa menilai diri sendiri. Tapi perlu kiranya bercermin diri sebenarnya bagaimana diri sendiri.

    ReplyDelete
  33. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Sebenar-benarnya diriku adalah pikiranku. Diri kita sendiri yang memiliki berbagai macam yang tak terhitung sifatnya. Tapi diri sendiri bisa menjadi tak kan ada atau bukan apa- apa jika tertutup. Orang lain pun tak akan mengetahui diri kita sendiri jika kita tak menampakkan diri kita. Selagi diri sendiri masih

    ReplyDelete
  34. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Sebenar-benarnya diriku adalah pikiranku. Diri sendiri yang memiliki berbagai macam yang tak terhitung sifatnya. Tapi diri sendiri bisa menjadi tak kan ada atau bukan apa- apa jika tertutup. Orang lain pun tak akan mengetahui diri kita sendiri jika kita tak menampakkan diri kita. Selagi diri sendiri masih bisa melakukan segala sesuatu dengan baik maka itulah diri kita yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  35. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Sebenar-benarnya diri kita adalah apa yang ada dipikiran kita. Diri kita adalah kita juga yang memilikinya. Orang lain bisa mengetahui diri kita apabila kita menunjukkannya. Akan tetapi orang lain tidak bisa memahami diri kita, yang benar-benar mengerti dan paham akan diri beserta hati dan pikiran adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  36. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Selamat Pagi Pak Marsigit..
    Setelah membaca elegi di atas, saya menyimpulkan bahwa diri kita adalah segala hal tentang kita, ruang kita, pengakuan kita, aktivitas kita, tujuan kita, sifat kita, amal perbuatan kita dan seterusnya. Jadi, sebenar-benar diri kita adalah bersifat terbuka, artinya kita dapat mendefinisikan diri kita sebagai apapun, atau sama sekali bukan apapun. Namun, jika kita telah menunjukkan diri kita, maka tertutuplah diri kita. Tetap semangat untuk menjadi diri kita masing-masing, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Terimakasih Pak.

    ReplyDelete
  37. Diri kita adalah tak terbatas sampai kita mendefinisikan diri kita, karena saat kita mendefinisikan diri kita itu berarti kita telah terbatas oleh definisi kita itu sendiri. Maka jadilah diri yang tak terbatas. Bebas dan merdekakan pikiran kita untuk menjadi apa saja yang kita inginkan tanpa batas. Kita adalah seperti apa yang kita pikirkan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  38. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebenar-benarnya diriku adalah apapun yang ada pada diriku. Namun diriku itu bersifat terbuka, selagi aku belum menunjuk diriku. aku bisa mendefinikan aku sebagai apapun atau bisa juga aku sebagai bukan apapun. Namun aku telah menunjuk diriku, maka tertutuplah diriku itu.

    ReplyDelete
  39. Dengan membaca sebenar-benarnya menggapai diri
    maka sebenarnya manusia memiliki tuntutannya sendiri-sendiri
    1.menempatkan dirinya untuk menanyakan jiwa dan dirinya.
    2.mengingatkan akan pentingnya waktu dan umur.
    3.harus memperhatikan bahwa kelak ia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan umurnya.

    maka sebenar-benar dirimu adalah dirimu sendiri.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  40. Di antara perasaan yang bisa sangat berpengaruh pada sikap dan perbuatan manusia adalah perasaan reflektif diri sendiri. Kalau percaya bahwa tiap manusia wajib bertanggungjawab terhadap setiap perbuatan-perbuatan yang sifatnya kecil atau pun besar, fisik atau pun non-fisik, maka terhadap setiap dari hal itu harus diberi sanksi atau balasan, dengan alasan perbuatan jelek harus diazab dan dengan alasan perbuatan dan amal baik, maka ia harus diberi balasan pahala. Perasaan atau perhatian pikiran ini, betul-betul bisa menjadi salah satu penentu perbuatan dan amal manusia.

    maka sebenar-benar dirimu adalah amalmu yang sedang kamu persiapkan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  41. Mengkaji kondisi diri sendiri harus dilakukan secara objektif tanpa disertai sikap yang berlebih-lebihan, manusia harus melihat dirinya sendiri dalam tiap dimensi.
    Kalau seseorang lebih banyak mengevaluasi dan menilai seluruh perbuatannya itu lebih rendah dari apa yang diharapkan, maka sikap antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi yang ada sangatlah jauh. Seseorang akan merasa bahwa ia tidak akan sukses. Dengan ini, ia akan terjatuh dan akan terkalahkan dan puncaknya intropeksi diri tidak bisa berjalan dengan sukses.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  42. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Semua sifat yang ada pada diri seseorang adalah tergantung pada sifat mana yang akan ia pilih dan ia jadikan sifat didalam dirinya. Perjalanan hidup seseorang memiliki dinamika dan problematika. Dimaika dan problematika juga adalah sesuatu yang dipilih sebagimana menjadikan sesuatu pelajaran atau munculnya perasaan pada diri seseorang tersebut. Sehingga bahagia, sedih, kecewa, cukup adalah sesuatu yang dipilih diri sendir, bukan orang lain ataupun keadaan. Saat seseorang terjatuh, motivasi untuk bangkit yang paling kuat adalah dari dalam dirinya sendiri. Sehingga, perlu seseoarang mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  43. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Kita bisa mendefinisikan diri sebagai apapun, atau juga bisa mendefinisikan diri sebagai bukan apapun. Semua tergantung kita, dan hati kita. Karena pada hakekatnya diri kita tergantung dan terikat pada ruang dan waktu .

    ReplyDelete
  44. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sebenar-benarnya menggapai diri adalah bagaimana kita mengetahui diri kita sendiri, bagaimana ruang kita, waktu kita, aktivitas kita, pikiran kita dan seterusnya. Tetapi kita tidak bisa menjelaskan semua yang ada pada diri kita melainkan kita hanya bisa berusaha menjelaskan yang ada pada diri kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  45. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Untuk mengenal diri sendiri, kita perlu melakukan perenungan dan introspeksi diri, apa yang sudah kita lakukan selama ini, apa yang sudah kita raih, apa yang masih menjadi impian kita dll. Potensi, pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki dapat kita jadikan modal kita untuk menjadi sebenar-benar diri sendiri.

    ReplyDelete
  46. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi Menggapai Diri serasa menyadarkan kita bahwa kita sebagai manusia memiliki kebebasan dalam menentukan siapa diri kita. Allah SWT telah memberikan kepada kita akal pikiran yang dapat menuntun kita baik kepada kebaikan maupun keburukan. Sehingga sebagai makhluk yang berakal budi sudah selayaknya tetap harus mengingat tujuan akhir kita. Potensi yang ada dalam diri kita harus dapat kita kendalikan, sehingga tetap berada pada jalur yang benar.

    ReplyDelete
  47. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi menggapai diri. Tidaklah mudah untuk mengetahui siapa diri kita. Bagaimana diri kita. Apa yang telah kita lakukan. Benarkah atau salahkah dengan apa yang telah kita perbuat. Namun tak sebaliknya, sangat mudah bagi diri kita untuk menilai orang lain. Kita mudah menyimpulkan bahwa orang itu salah. Kita mudah menilai apa yang dilakukan oleh orang itu tidak benar. Padahal kita tidak tahu apa yang dilakukan itu sudah benar. Menggapai diri, jadikan diri kita seorang yang berguna. Diri kita itu tak terbatas. Jadi apa saja yang akan kita lakukan itu semuanya bisa menjadikan diri kita. Apakah yang kita lakukan itu benar atau salah, itulah diri kita. Kitalah yang melakukan. Jadi, jika diri kita ingin di hormati oleh orang lain, hormatilah orang lain. Jangan melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang lain.

    ReplyDelete
  48. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Elegi menggapai diri mengajarkan kita bahwa yang membentuk diri kita adalah berdasarkan sifat-sifat kita dan takdir Allah. Jika kita belum mendefinisikan diri kita maka kita masih bersifat terbuka. Sebaliknya jika kita telah mendefinisikan diri kita maka kita telah bersifat tertutup. Dan yang perlu diingat bahwa yang menentukan sifat kita adalah bukan hanya pengakuan dari diri kita melainkan cerminan dari tingkah laku kita.

    ReplyDelete
  49. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Diri kita tergantung pada kita yang mau mendefinisikannya. Disinilah diri kit bersifat terbuka. Pada ruang dan wktu yang berbeda maka diri kita bisa berubah. Semua tergantung kepada kita. Jangan sampai kita membatasi diri kita, dan mengatakan bahwa,"aku ya seperti ini." Padahal sebenarnya kita bisa berubah. Orang lain bisa mengerti diri kita melalui bahasa kita, pertanyaan kita, sikap kita, aktivitas kita, dan segala sesuatu yang kita lakukan maupun ucapkan.

    ReplyDelete
  50. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Menilai diri sendiri bukanlah perbuatan yang mudah. Memahami diri sendiri terkadang membuat bingung sendiri. Berbeda dengan menilai orang lain. Segala yang dilakukan orang lain dapat kita nilai menjadi positif dan negatif dengan mudah. Walaupun demikian, refeleksi diri tetap perlu dilakukan.

    ReplyDelete
  51. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam pribadi masing-masing orang pasti mempunyai sifat yang bermacam-macam. Setiap orang pasti mempunyai potensi dan bakat yang berbeda. akan tetapi potensi itu perlu kita munculkan supaya lingkungan sekitar kita menjadi tahu dan akan memberikan masukan demi perkembangan potensi agar menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  52. Siapa dan akan menjadi apa diri kita, kitalah yang menentukan. Dirimu adalah apa yang kamu pikirkan. Kitalah yang paling mengenal diri kita sendiri beserta sifat-sifat kepribadian kita secara lahir. Apakah akan menjadi A ataukah B. Akan melakukan ini atau itu, semuanya tergantung pada keputusan kita. Akan menjadi baik ataukah buruk, kitalah yang menentukan pilihan. Sebagaimana yang dikatakan Orang tua berambut putih bahwa sebenar-benar dirimu itu bersifat terbuka, selagi engkau belum menunjuk dirimu.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  53. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Aku adalah diriku. Sebenar-benarnya aku sendiri belum sanggup memahami keseluruhan siapa diriku . Aku bisa diartikan bermacam-macam dilihat dari ruang dan waktu yang berbeda.Sesungguhnya aku relatif terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  54. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    diri kita adalah apa yang kita usahakan selama hidup kita. Semua yang kita lakukan dari bangun tidu sampai tidur lagi, dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga menua, perlakuan selama itu yang akan menentukan diri kita siapa. Ingin seperti apa diri kita tergantung yang kita niatkan dalam hidup.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id