Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Hakekat




Oleh: Marsigit

Subyek penanya:
Wahai hakekat, siapakah sebenarnya dirimu itu? Dimana tempat tinggalmu? Bagaimana aku mengenalmu? Seperti apa ciri-cirimu?

Hakekat:
Aku adalah paling dalam dan paling luas. Tempat tinggalku tidak menentu. Aku terkadang di dalam dirimu, tetapi terkadang di luar dirimu.

Subyek penanya:
Jika engkau paling dalam dan paling luas, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih dalam dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.
Jikalau engkau menemukan masih ada yang lebih luas dari diriku, maka diriku itu bukan diriku.

Subyek penanya:
Jika engkau di dalam diriku, bagaimana aku bisa mengenalmu?

Hakekat:
Aku yang berada dalam dirimu itu sesungguhnya bermacam-macam. Aku bisa satu dan aku bisa banyak. Aku bisa diam dan aku bisa bergerak. Aku bisa bergerak keluar dan aku bisa bergerak ke dalam. Aku bisa permulaan dan aku bisa bukan permulaan. Aku bisa akhiran dan aku bisa bukan akhiran. Aku bisa dalam pikiranmu tetapi aku juga bisa di dalam hatimu. Aku bisa relatif, tetapi aku juga bisa absolut. Aku bisa yang benar dan aku bisa yang salah. Aku bisa yang baik dan aku bisa yang buruk. Aku bisa mandiri dan aku bisa tidak mandiri. Aku bisa tersembunyi, tetapi aku juga bisa tidak tersembunyi. Aku bisa sebab, tetapi aku juga bisa bukan sebab. Au bisa konsisten, aku juga bisa tidak konsisten.

Sunyek penanya:
Jika engkau berada di dalam diriku, bagaimana aku bisa menemui dan berkomunikasi denganmu?

Hakekat:
Untuk menemuiku yang berada dalam dirimu, maka tengoklah pada dirimu. Menengok pada dirimu adalah bercerminlah untuk mengetahui siapa dirimu. Untuk mengetahui siapa dirimu maka bertanyalah kepada orang tua beramut putih.

Subyek penanya:
Wahai orang tua berambut putih, bagaimanakah aku bisa menemui dan berkomunikasi dengan hakekat –hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Banyaklah membaca. Bacaanmu adalah semua yang berada di dalam maupun yang berada di luar kesadaranmu. Maka sesungguh-sungguhnya membaca adalah kesadaran. Jadi sebenar-benar aku ingin mengatakan bahwa cara bagi anda untuk menemui dan berkomunikasi dengan hakekat yang berada di dalam dirimu adalah kesadaran itu sendiri.

Subyek penanya:
Jika kesadaran adalah alatku maka bagaimana kesadaran itu mampu menemui dan berkomunikasi dengan hakekat - hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa kesadaran pastilah tentang kesadaran sesuatu.

Subyek penanya:
Saya belum jelas apa yang dimaksud dengan kesadaran sesuatu.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar kesaksianku, bahwa kesadaran sesuatu, dapat ditaruh di depan hakekat apapun.

Subyek penanya:
Aku belum jelas. Misal aku ingin mengetahui hakekat satu, hakekat banyak, hakekat diam, hakekat bergerak, hakekat bergerak keluar, hakekat bergerak ke dalam, hakekat permulaan, hakekat bukan permulaan, hakekat akhiran, hakekat bukan akhiran, hakekat dalam pikiranmu, hakekat di dalam hatimu, hakekat relatif, hakekat absolut, hakekat benar, hakekat salah, hakekat baik, hakekat buruk, mandiri, hakekat tidak mandiri, hakekat tersembunyi, hakekat tidak tersembunyi, hakekat sebab, hakekat bukan sebab, hakekat konsisten, dan hakekat tidak konsisten.
Kemudian bagaimana caranya?

Orang tua berambut putih:
Tinggal letakkanlah kesadaranmu tentang di depan mereka semua?

Subyek penanya:
Jadi untuk mengetahui hakekat satu, maka aku harus punya kesadaran tentang satu begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat banyak, maka aku harus punya kesadaran tentang banyak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat diam, maka aku harus punya kesadaran tentang diam begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak keluar, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak keluar begitu?
Jadi untuk mengetahui hakekat bergerak ke dalam, maka aku harus punya kesadaran tentang bergerak ke dalam begitu?
..
dst..dst..?

Orang tua berambut putih:
Tepat sekali. Seterusnya silahkan berkomunikasi dengan hakekat-hakekat tersebut

Subyek penanya:
Wahai hakekat satu. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat satu:
Sejak lahir ibumu sudah menunjukkan satu tulunjuk jarinnya kepadamu. Setelah besar, engkau mengatahui bahwa ibumu hanyalah satu. Setelah remaja, engkau mempelajari bahwa Tuhan mu hanya ada satu. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat satu?

Subyek penanya:
Wahai hakekat banyak. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat banyak:
Sejak lahir engkau telah mengetahui banyak orang di sekitarmu. Setelah besar, engkau mempunyai banyak teman-teman. Setelah remaja dan dewasa engkau mempunyai banyak masalah. Demikian seterusnya. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat banyak?

Subyek penanya:
Wahai hakekat diam. Bagaimana bisa aku mempunyai kesadaran tentang dirimu itu?

Hakekat diam:
Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau belum menyadari tentang hakekat diam?

Subyek penanya:
Wah..banyak sekali ternyata hakekat-hakekat itu yang harus aku sadari. Wahai orang tua berambut putih, jadi kalau begitu secara umum bagaimanakah aku bisa menyadari semua hakekat-hakekat itu?

Orang tua berambut putih:
Inilah sebenar-benar kesaksianku. Itulah sebenar-benar ilmumu. Jikalau engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu.

46 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hakekat merupakan hal terdalam dan terluas dari sesuatu. Untuk memahami hakekat tentang sesuatu, diperlukan suatu kesadaran tentang hakekat itu sendiri. Hakekat bisa dipahami dan di mengerti tergantung pola pikir dan sudut pandang kita. Diperlukan kemauan untuk belajar, memahami, mengkaji dan menilai sesuatu.Yang memahami tentang hakikat adalah diri kita sendiri tergantung dari sudut pandang apa kita melihatnya.

    ReplyDelete
  2. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Hakekat merupakan hal yang benar-benar terjadi atau benar-benar ada.Jadi untuk mempelajari hakekat hidup,kita harus melihat dan menilai suatu hal yang benar-benar ada dalam diri kita sendiri.Kita harus mempunyai kesadaran untuk mengetahui hal-hal yang kita peroleh dan benar-benar terjadi dalam diri kita.

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Hakekat itu sangat luas, tidak ada batasannya. Jika ingin menggapai hakekat, letakkan kesadaran kita di depan hakekat itu.Tetapi kita ingin mengetahui hakekat sesuatu kita harus sadar apakah sesuatu itu. Misalnya hakekat banyak yang secara sadar dapat kita lihat bahwa banyak orang di sekitar kita saat kita lahir, dan selanjutnya kita mengalami banyak masalah yang dihadapi. Ini merupakan contoh dari seseorang yang sedang mencari hakekat banyak.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Menggapai hakekat sama halnya memahami makna yang paling dalam dari sesuatu. Namun, yang harus kita sadari hakekat itu bisa satu dan bisa banyak bisa bergerak keluar dan bisa bergerak ke dalam, bisa permulaan dan bisa bukan permulaan, bisa akhiran dan bisa bukan akhiran, bisa dalam pikiranmu tetapi juga bisa di dalam hatimu, bisa relatif, tetapi juga bisa absolut, bisa yang benar dan bisa yang salah, bisa yang baik dan bisa yang buruk, bisa mandiri dan bisa tidak mandiri, bisa tersembunyi, tetapi juga bisa tidak tersembunyi, bisa sebab, tetapi juga bisa bukan sebab dan bisa konsisten, juga bisa tidak konsisten. Dan sebenr-benarnya hakika ada dalam diri kita masing-masing.

    ReplyDelete
  5. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Memahami hakekat adalah bagaimana memahami secara lebih intensif dan ekstensif tentang pengertian mengenai segala sesuatu, untuk menggapai atau memahami hakekat yang paling diperlukan adalah kesadaran diri bahwa segala sesuatu itu benar-benar ada dan bukan hanya sebatas dipikiran saja. Karena itu perlunya kesadaran untuk menterjemahkan dan diterjemahkan mengenai hakekat itu yang disesuaikan dengan ruang dan waktu agar dapat memahami hakekat secara sebenar-benarnya

    ReplyDelete
  6. Harsiti Indrawati
    13301241021

    Pelru berpikir ke dalam untuk memahami hakikat. Bukan hanya melebarkan sayap, tapi lebih kepada menggali lubang yang sama sehingga smakin dalam. Dibutuhkan beribu pertanyaan serta pemikiran yang jernih dalam hal menggapai haikat

    ReplyDelete
  7. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hakekat berada pada posisi yang paling dalam dan paling luas. Untuk memahami hakekat perlu kesadaran agar dapat menerjemahkan dan diterjemahkan. Hakekat ini letaknya dimana saja tergantung dari sudut adang kita dalam memahaminya sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Hakekat bisa dipahami dan di mengerti tergantung pola pikir dan sudut pandang kita. Diperlukan kemauan untuk belajar, memahami, mengkaji dan menilai sesuatu.Yang memahami tentang hakikat adalah diri kita sendiri tergantung dari sudut pandang apa kita melihatnya. Hakekat merupakan hal yang benar-benar terjadi atau benar-benar ada.Jadi untuk mempelajari hakekat hidup,kita harus melihat dan menilai suatu hal yang benar-benar ada dalam diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sebenar-benar hakikat adalah hakikat Tuhan. Memahami hakekat adalah bagaimana memahami secara lebih intensif dan ekstensif tentang pengertian mengenai segala sesuatu, untuk menggapai atau memahami hakekat yang paling diperlukan adalah kesadaran diri bahwa segala sesuatu itu benar-benar ada dan bukan hanya sebatas dipikiran saja.

    ReplyDelete
  10. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Jika masih ada yang lebih dalam dan lebih luas yang belum kita temukan, maka kita belum menemukan hakikat itu sendiri. Dan hakikat diriku juga seperti itu, sehingga diperlukan kesadaran tentang diriku di depan itu semua. Merefleksi lagi apa yang ada dalam diriku..

    ReplyDelete
  11. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kesadaran menjadi yang paling depan. Kesadaran pun bermacam-macam. Karena hakikat adalah yang paling dalam dan luas. Hakikat bisa ada di mana saja tergantung kita melihatnya. Ia bisa di dalam pikiran maupun di dalam hati. Dan diperlukan kesadaran terlebih dahulu tentang di dalam pikiran maupun di dalam hati.

    ReplyDelete
  12. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hakekat itu luas dan dalam, dan untuk memahaminya perlu kesadaran. Ternyata banyak sekali hakekat-hakekat itu yang harus disadari. Jika engkau ingin menggapai hakekat, maka letakkan segenap kesadaranmu di depan mereka. Agar engkau dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu itu dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Jika kita ingin mengetahui hakekat dari sesuatu maka hendaknya kita memiliki kesadaran akan sesuatu tersebut. Karena kesadaran akan sesuatu merupakan syarat untuk memahami hakekat secara menyeluruh. salah satu cara untuk peka dan sadar akan sesuatu adalah dengan belajar, dengan banyak membaca, dengan ilmu.

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Aku yang berada dalam dirimu itu sesungguhnya bermacam-macam. Aku bisa satu dan aku bisa banyak. Aku bisa diam dan aku bisa bergerak. Aku bisa bergerak keluar dan aku bisa bergerak ke dalam. Aku bisa permulaan dan aku bisa bukan permulaan. Aku bisa akhiran dan aku bisa bukan akhiran. Aku bisa dalam pikiranmu tetapi aku juga bisa di dalam hatimu. Aku bisa relatif, tetapi aku juga bisa absolut. Aku bisa yang benar dan aku bisa yang salah. Aku bisa yang baik dan aku bisa yang buruk. Aku bisa mandiri dan aku bisa tidak mandiri. Aku bisa tersembunyi, tetapi aku juga bisa tidak tersembunyi. Aku bisa sebab, tetapi aku juga bisa bukan sebab. Au bisa konsisten, aku juga bisa tidak konsisten.
    kutipan diatas sangat sejalan dengan apa yang telah dikatakan bapak marsigit bahwa dunia sebenar-benar dunia adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk mengetahui hakitakatnya, kita harus merefleskiskan sesautu yang ada dalm pikiran ke dalam dunia nyata, menerjemahkan apa yang di dalam pikiran dan diterjemahkan ke dalam bentuk yang ada di dunianyata atau analognya di dunianyata, sehingga kita bisa mendekati hakikatnya tentang sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  16. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hakekat merupakan sesuatu yang paling dalam dan paling luas. Berdasarkan elegi diatas, ketika kita hendak memahami hakekat maka yang perlukan adalah kesadaran. Dengan kesadaran kita bercermin, melihat sisi terdalam kita, kemudian pahami. Introspeksi diri juga penting dalam kita berusaha memahami keberadaan hakekat.

    ReplyDelete
  17. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hakekat merupakan sesuatu yang paling dalam dan paling luas. Berdasarkan elegi diatas, ketika kita hendak memahami hakekat maka yang perlukan adalah kesadaran. Dengan kesadaran kita bercermin, melihat sisi terdalam kita, kemudian pahami. Introspeksi diri juga penting dalam kita berusaha memahami keberadaan hakekat.

    ReplyDelete
  18. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Hakikat adalah kebenaran atau yang benar-benar ada. Hakekat juga merupakan makna sesungguhnya yang terdapat pada satu hal. Oleh karena itu, untuk menggapai hakekat, kita harus mengenali lebih dalam, menelusuri seluk beluk hal tersebut, dengan demikian makna dalam hal itu bisa didapat.

    ReplyDelete
  19. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Lagi-lagi, membaca adalah satu-satunya kunci mengetahui segala hal, termasuk cara mengetahui hakekat. Hakekat adalah sesuatu yang paling luas dan paling dalam, dan untuk mengetahuinya tidak mudah. Cara mengetahui hakekat adaah dengan membaca, tidak cukup sekedar membaca, tetapi membaca dengan penuh kesadaran. Untuk mendapatkan kesadaran secara penuh juga tidak mudah, membaca harus dengan keikhlasan, membaca tidak boleh disertai dengan kesombongan.

    ReplyDelete

  20. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Untuk mengetahui hakikat diri kita, berarti kita perlu membaca diri kita dengan penuh kesadaran. Menengok apa yang ada dalam diri maupun di luar diri kita, membaca sesuatu yang berhubungan dengan diri kita, kemudian memikirkannya. Apa yang kita pikirkan, kita lakukan, kita ucapkan, itulah mencerminkan hakikat kita.

    ReplyDelete
  21. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    HAKEKAT adalah sangat luas untuk bisa memikirkannya harus pada ruang dan waktu yang tepat, dengan meletakkan keasadarn didepannya maka baru kita menyadari apa makna hakekat itu sendiri.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Memahami hakekat kunci utamanya adalah baca dan baca selama tidak baca maka sulit untuk menerjemahkan dengan penuh keasadaran, memaknai mengetahui secara mendalam sehingga lebih memahami apa haketatnya. Dalam menemukan hakekat itu berkembang sesuai ruang dan waktunya. Hakekat satu (satu pada anak TK) akan berbeda hakekat satu pada anak SMP, beda lagi hakekat satu pada anak PT, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  23. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sejak lahir engkau telah mengetahui bahwa gunung-gunung itu dalam keadaan diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Kutipan ini untuk memahami apa hakekat diam maka kita harus memikirkan dengan penuh kesadaran pada ruang dan waktu hakekat diam pada gunung dan berbeda lagi dengan hakekat diam pada jantung kita. maka untuk memahaminya harus penuh dengan kesadaran.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum, wr. wb.

    elegi menggapai hakekat benar-benar membuai jiwa tuk mengembara menembus ruang dan waktu menemui berbagai mitos dan mencari logos-logos tuk hakekat itu sendiri.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  25. Assalamualaikum wr. wb.

    Aliran filsafat modern berfikir tentang hakikat manusia merupakan kewajiban eksistensi atau perwujudan sesungguhnya dari manusia. Jadi intinya hakikat manusia itu yaitu apa yang menguasai manusia secara menyeluruh. Disini manusia dipandang tidak dari sudut serba zat atau serba ruh atau dualisme dari dua aliran itu, tetapi memandangnya dari segi eksistensi manusia itu sendiri didunia ini. Filsafat berpandangan bahwa hakikat manusia ialah manusia itu merupakan berkaitan antara badan dan ruh. Islam secara tegas mengatakan bahwa badan dan ruh adalah substansi alam, sedangkan alam adalah makhluk dan keduanya diciptakan oleh Allah, dijelaskan bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan manusia menurut hukum alam material. Pendirian islam bahwa manusia terdiri dari substansi yaitu materi dari bumi dan ruh yang berasal dari Allah SWT, maka hakikat pada manusia adalah ruh sedang jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja. Tanpa kedua substansi tersebut tidak dapat dikatakan manusia.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  26. Assalamualaikum, wr.wb.

    Drijarkara (1986) menyatakan kedudukan manusia yang paling menarik ialah bahwa manusia itu menyelidiki kedudukannya sendiri dalam lingkungan yang diselidiki pula. Suatu kenyataan terkadang yang diperoleh, ternyata hasil penyelidikan mengenai lingkungannya itu lebih memuaskan dari pada penyelidikan tentang manusia itu sendiri. Pemikiran tentang hakikat manusia sejak jaman dahulu sampai jaman modern ini belum berakhir dan tak akan pernah berakhir karena dalam pandangan yang lebih jauh, antara badan dan ruh menyatu dalam pribadi manusia yang disebut “aku”. Manusia yang pada dasarnya hewan memiliki banyak sifat yang serupa dengan makhluk lain. Meski demikian ada seperangkat perbedaan antara manusia dengan makhluk lain yang tidak disamai, yang menganugrahi keunggulan pada diri manusia. Kenyataan seperti ini terkadang membuat manusia mempunyai versi yang berbeda dalam fikirannya. Sesuatu saat manusia akan berfikir bahwa mereka merupakan salah satu anggota margasatwa ( Animal kingdom). Disaat lain dia juga akan merasa warga dunia idea dan nilai. Pandangan seperti itulah yang pada akhirnya akan memperlihatkan keberadaan manusia secara utuh, bahwa mereka adalah pencari kebenaran.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP kelas A

    ReplyDelete
  27. Miftahir Rizqa
    PEP Kelas A
    16701261027
    menggapai hakekat perlu berkomunikasi dulu dengan hakekat-hakekat tersebut. kemudian menyadari adanya hakekat tersebut. bagaimana kita bisa menggapainya maka terjemah-menterjemahkan dalam ruang dan waktu

    ReplyDelete
  28. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Hakekat diperoleh seiring berjalannya waktu. Awalnya kita mengenal hakekat secara tidak sadar lewat kejadian-kejadian di sekitar kita. Kemudian kita mempelajari tentang hakekat itu dan mulai bisa mengaitkannya dengan hal-hal yang ada di sekitar kita. Demikian seterusnya. Sampai kita tidak sadar bahwa kita telah memahami tentang sebuah hakekat.Selain itu hakikat juga bergantung pada ruang dan waktu. Hakikat bisa berubah tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  29. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Pada dasarnya hakekat ialah suatu kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya. jika ingin mengetahui sesuatu itu maka perbanyaklah membaca ilmu pengetahuan, agar menambah wawasan dan lebih memahami tentang arti suatu hakekat itu. kesadaran akan membimbing kita memahami dan mengetahui hakekat itu sendiri. Membaca tidak cukup, maka mencari dan bertanya dibutuhkan juga dalam memahami dan mengetahui hakekat.

    ReplyDelete
  30. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    hakekat adalah kalimat atau ungkapan yang menunjukan makna yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran, akan tetapi ada beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah sering digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi semacam konvensi, hakikat seperti disebut sebagai hakikat secara adat kebiasaan.

    ReplyDelete
  31. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Untuk menggapai hakikat kita sebagai seorang manusia, kita harus dalam keadaan sadar dan siap untuk berpikir dan memahami hakikat tersebut. Ketika kita dalam kondisi sadar kita akan bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat dan kondisi dimana sesuatu itu seharusnya ditempatkan. Tanpa kesadaran kita tidak akan bisa memahami hakikat bahkan kita tidak bisa menyadari tentang keberadaan kita di lingkungan kita. Sebagai seorang guru, kita juga harus memahami hakikat kita untuk bisa memahami siswa dan materi yang akan disampaiakan, untuk itu kita harus sadar dan menyadari bahwa kita adalah seorang guru. Sehingga kita bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih dini dan lebih matang.

    ReplyDelete
  32. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Semua yang ada, yang kita lihat, semua perilaku kita adalah bayangan daripada hati dan pikiran kita. Kita tidak mampu memikirkan yang tidak bisa dipikirkan atau yang tidak ada, yang mungkin ada saja tidak bisa dipikirkan apalagi yang tidak ada. Semua yang ada, kenyataan ini adalah bayangan dari pikiran kita, ketika kita tidur tidak dapat melihat bayangan kita lagi. Semua yang ada didunia adalah bayang-bayang dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  33. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Kata hakikat (Haqiqat) merupakan kata benda yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke-punyaan), kebenaran, atau yang benar-benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu. Hakikat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran, Akan tetapi ada beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah sering digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi semacam konvensi, hakikat seperti disebut sebagai hakikat secara adat kebiasaan.

    ReplyDelete
  34. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pada dasarnya hakekat merupakan bagian dari segala sesuatu yang bersifat mendalam dan mendasar dalam kebenarannya.Hakekat berasal dari kata kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke¬punyaan), kebenaran, atau yang benar-¬benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.
    Setiap kebenaran harus diserap oleh kebenaran itu sendiri serta kepastian dari pengetahuan tersebut, dari suatu hakikat kebeneran merupakan suatu obyek yang terus dikaji oleh manusia terutama para ahli filsuf, karena hakikat kebenaran ini manusia akan mengalami pertentangan batin yakni konflik pikologis.
    Beberapa cara ditempuh untuk memperoleh kebenaran, antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman atau empiris.

    ReplyDelete
  35. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Dari elegi menggapai hakekat, dapat diambil suatu pelajaran bahwa jika kita ingin menggapai hakekat kita perlu melakukan refleksi diri dengan penuh kesadaran yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Kita perlu belajar dengan banyak membaca, sebenar-benarnya membaca adalah kesadaran, dan semua yang ada dan mungkin ada adalah sumber bacaan yang bisa digunakan untuk merefleksi diri.

    ReplyDelete
  36. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Sejak lahir engkau mengetahui bahwa gunung-gunung itu diam. Setelah besar dan dewasa engkau mengetahui bahwa jantungmu suatu saat nanti dalam keadaan diam. Apakah engkau sudah mengetahui hakekat diam ? dari jawaban si hakekat diam, yang dapat saya simpulkan bahwa hakekat itu selalu ada dan sifatnya tidak berubah-ubah. Hakekat adalah berupa apa yang membuat sesuatu terwujud.

    ReplyDelete
  37. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi ini, hal yang bisa saya tangkap adalah bahwa untuk menggapai sebenar-benarnya hakekat kita perlu mencurahkan segala daya dan upaya. Harus selalu dalam keadaan sadar dan selalu membuka pikiran yang seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  38. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Untuk mengetahui hakekat sesuatu, kita harus banyak membaca. Dengan membaca, kesadaran itu akan kita rasakan dan pada akhirnya kita dapat menemukan hakekat sesuatu yang kita cari. Kita menemukan hakekat sesuatu dari apa saja yang kita sadari. Hakekatnya satu itu ibu dan Aĺlah. Hakekatnya diam itu gunung.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  39. Berdasarka elegi menggapai hakekat, ada satu poin penting yang dapat saya ambil, yaitu Agar dapat menyadari tentang hakekat-hakekat itu, maka terjemahkan dan diterjemahkanlah mereka dan dirimu. Hal ini berarti kita perlu untuk mengenal. Sebagai ilustrasi, kewajiban pertama bagi setiap muslim adalah terlebih dahulu mengenal kepada yang disembahnya, barulah ia berbuat ibadah. Upaya untuk memperoleh pengenalan dapat dilakukan dengan melihat ke dalam diri (introspeksi diri)
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  40. hakikat merupakan intisari atau kenyataan yang sebenarnya dari sebuah benda atau situasi. Mengapai hakekat adalah menggapai kesadaran. Untuk menemukan apa itu hakikat, kita harus banyak – banyak belajar. Dikatakan di atas, untuk mengetahui hakekat mengenai sesuatu, maka kita harus mempunyai kesadaran tentang sesuatu tersebut.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  41. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hakekat merupakan intisari atau dasar;kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya).Untuk menggapai hakekat ada pada diri kita sendiri dan lingkungan. Sehingga kita harus merefleksikan diri dan lingkungan untuk mengetahui hakekat dari sesuatu

    ReplyDelete
  42. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pedidikan Matematika A 2013

    Menurut pemahaman saya tentang elegi ini, Hakekat itu adalah sebuah kesadaran akan diri kita sendiri. Maksudnya jika kita sadar apa yang kita lakukan pasti kita bisa introspeksi diri sendiri, apa yang telah kita lakukan, apa yang kita dapatkan dari melakukan hal itu, apakah itu menyakiti orang lain atau tidak, dll.

    ReplyDelete
  43. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pedidikan Matematika A 2013

    Menggapai hakekat itu sangat penting dalam hidup, karena dengan ini kita bisa berkaca sehingga jika hal ini sekiranya tidak baik maka kita bisa mengurangi atau meninggalkannya. Dengan menggapai hakekat kita juga menyadari kesalahan apa yang telah kita lakukan, dengan demikian maka kita bisa berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

    ReplyDelete
  44. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Segala sesuatu di dunia memiliki hakekat. Hakekat bersifat intensif dan ekstensif. Untuk menyebutkan dan menjelaskan hakekat, kita harus bisa merefleksikan diri kita, bisa memahami diri kita karena hakekat ada di dalam diri kita. Maka memiliki kesadaran terlebih dahulu sangat penting, kesadaran kita untuk berusaha membaca, mempelajari atau memahami lagi tentang hakekat. Maka itulah sebenar-benarnya menggapai hakekat, meletakkan kesadaran untuk dapat mengetahuinya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  45. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Hakikat itu berada pada paling dalam dan paling luas. Maka jika kita ingin mencari hakekat sesuatu maka pikirkanlah sesuatu tersebut paling dalam dan paling luas. Untuk menemui dan berkomunikasi dengan hakekat maka kita harus banyak membaca. Dengan banyak membaca maka akan timbullah kesadaran. Lalu letakkanlah kesadaran kita di depan hakikat. Maka terjemahkan dan diterjemahkanlah hakekat itu dan kita itu dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  46. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Hakikat adalah apa yang kita kenal di sekeliling kita, kesadaran akan dunia sekitar dapat membuat kita mengerti akan hakikat yang sebenarnya. untuk mengetahui hakekat satu, maka harus punya kesadaran tentang satu, banyak , diam ,bergerak, bergerak keluar ,bergerak ke dalam ,dll. ketika semua hal tersebut kita dapat maka itulah sebenar-benarnya menggapai hakikat hidup yang sebenarnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id