Jan 22, 2013

Elegi Pemberontakan Para Berhenti




Elegi Pemberontakan Para Berhenti
Oleh Marsigit

Elegi ini sengaja dibiarkan terbuka. Pembaca dipersilahkan untuk membuat Comment, Tesis, Analisis, atau Sintesis, perihal apa saja baik secara Formalnya maupun Substansinya jika Elegi ini diteruskan. Siapa saja yang terlibat, apa yang dibicarakan, kemudian referensi yang mungkin digunakan. Apa hubunannya dengan Elegi-elegi terdahulu. Apa juga kemungkinan kelanjutan dari Elegi ini. Selamat memikirkannya. Semoga kita semua memperoleh kecerdasan Pikir dan Hati. Amin


49 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan matematika B 2016

    Karena saya menjadi pembuka komentar dalam elegi ini maka sepemahaman saya mengenai Elegi pemberontakan para berhenti. Maksud dari elegi ini adalah, kehidupan itu merupakan sebuah proses dari kita lahir hingga mati. Nah, saat mati itulah semuanya telah berhenti. Matinya pikiran atau hati adalah berhentinya akal budi dan hati nurani untuk bekerja dalam diri manusia, karena berhenti dapat diartikan sebagai mengakhiri suatu proses, kegiatan, atau aktivitas. Berhenti berpikir juga adalah bisa dalam berhenti berfikir negative sehingga tidak akan menjadi mitos, karena alasan dari berhenti bberpikir negative adalah karena dapat menjadi dosa, dengan demikian berhenti berpikir negative telah menjadi logos

    ReplyDelete
  2. 16709251041
    PPs PMat B 2016

    Kelanjutan dari elegi diatas adalah para mitos ingin mati saja dengan ketidakadilan yang semakin meraja lela. Kemudian orangtua berambut putih mengatakan bahwa mereka itu bodoh, karena dengan mereka mati pun tidak akan mengubah keadaan, karena gantian anak cucunya yang akan menrima ketidakadilan itu, dan orangtua berambut putih pun kelak juga akan digantikan dengan generasi selanjutnya. Begitupun selanjutnya akan terus seperti itu. Jadi percuma saja jika dia ingin mati, karena mati itu hanya raganya saja, tetapi pemikirannya akan terus berlanjut.

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari elegi terbuka ini, menurut pemahaman saya dari berbagai sumber pemberontakan dalam pengertian umum, adalah penolakan terhadap otoritas. Pemberontakan dapat timbul dalam berbagai bentuk, mulai dari pembangkangan sipil (civil disobedience) hingga kekerasan terorganisir yang berupaya meruntuhkan otoritas yang ada. Istilah ini sering pula digunakan untuk merujuk pada perlawanan bersenjata terhadap pemerintah yang berkuasa, tapi dapat pula merujuk pada gerakan perlawanan tanpa kekerasan. Sepemahaman saya elegi ini adalah sebuah pemberontakan yang pada awalnya berhenti kemudian mencoba tidak berhenti, dengan kata lain ada rasa ingin untuk memberontak kepada diri untuk tidak berhenti (tidak berhenti melakukan sesuatu yang bermanfaat).

    ReplyDelete
  4. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    berhenti adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang manusia menjadi mati. Mati akan keberadaanya dalam ruang dan waktu yang ada, karena segala yang ada di dunia ini mengalami suatu pergerakkan, baik itu gerak yang statis maupun gerak yang dinamis. dalam menggapai ilmu pengetahuan yang ada sekalipun sebagai manusia kita hendaknya terus bergerak agar dapat terus dan terus mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita, karena pergerakkan potensi dalam diri manusia ini tidak terikat oleh ruang dan waktu yang ada. sehingga berhenti dalam diri manusia adalah sebuah mitos yang dapat menjerumuskan kita kedalam kesombongan yang mengakibatkan kita lupa akan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Menurut saya, elegi pemberontakan para berhenti menceritakan sebuah keadaan yang melakukan sebuah pengingkaran dari adanya sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang aman dan sejahtera. Berhenti dalam konteks ini adalah berhenti dalam segala bentuk kezaliman yang akan merugikan banyak orang. Adapun kezaliman disini adalah penerapan aturan atau sistem yang berasal dari manusia, yaitu sistem kapitalis-sekuler yang menjadi akar permasalahan dari persoalan multidimensi yang dialami oleh sebuah negeri. Hal itu bisa dilakukan dengan memberikan edukasi dan membuat opini umum di masyarakat bahwa sistem sekarang merupakan sistem destruktif yang dapat menghancurkan nilai moral dan spiritual dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa solusinya tidak lain adalah penerapan aturan Allah dalam segala lini kehidupan. Dari penerapan aturan Allah inilah, manusia akan memperoleh kehidupan yang aman, adil, dan sejahtera.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  6. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Berhenti bisa karena telah usai, namun bisa juga tidak melakukan lagi meski belum usai. Ketika pikiran berhenti atau tidak melakukan lagi pekerjaannya, sama halnya manusia itu telah mati atau gila. Adakalanya dalam mencari ilmu kita perlu berhenti. Kita perlu berhenti, sejenak saja, untuk memikirkan kembali apa yang sudah kita pikir, lakukan, dan peroleh. Sehingga menurut saya, berhenti pun memberontak karena sebenarnya ia ingin melakukan tindakan. Disadari atau tidak, manusia menggunakan separuh otak mereka di alam bawah sadar, seperti untuk melihat, bernafas, mendenyutkan jantung. Bahkan ketika tidur otak pun tetap bekerja, saat tidur otak melakukan refleksi membentuk pola, menyusun pikir dari apa yang telah didapatkan saat sadar. Jika manusia tidak menghentikan pikirannya dengan tidur, maka otak bisa menjadi gila. Jadi, berhenti di sini adalah memberi kesempatan untuk berinteraksi baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

    ReplyDelete
  7. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Berhenti berarti tidak melakukan apa-apa. Dalam hubungannya dengan belajar, maka janganlah kita berhenti untuk belajar. Istilah belajar itu tidak ada. Yang ada adalah terus dan terus belajar. Sampai kapan pun kita harus tetap belajar. Belajar sepanjang hidup. Berhenti belajar sama saja dengan berhenti berpikir. Kadang kita perlu untuk berhenti ketika sudah mencapai titik jenuh. Pemberontakan pun terjadi. Pemberontakan untuk mengistirahatkan pikiran sejenak. Berhenti memberontak disini bukan berarti berhenti secara total, tetapi berhenti untuk merefeksi apa yang telah dilakukan untuk memperbaikinya sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Matinya pikiran atau hati adalah berhentinya akal budi dan hati nurani untuk bekerja dalam diri manusia. Ketika awal belajar filsafat saya mengartikan filsafat sebagai sebuah proses karena untuk memahami apa itu filsafat membutuhkan sebuah proses belajar tersendiri. Dalam berfilsafat juga tidak hanya ada proses belajar, tetapi juga proses untuk beribadah. Seseorang yang selalu mengisi pikirannya dengan ilmu-ilmu yang baik dan tidak membiarkan pirikan itu kosong. Pikiran kosong mengindikasikan seseorang itu kurang motivasi untuk lebih maju dan sukses. Sebaliknya pikiran yang selalu diisi sedikit demi sedikit membuat kempuannya semakin bertambah. Jadi, aspan ilmu untuk pikiran sangat penting dan wajib hukumnya demi kelangsungan hidup yang baik. ada saat dimana pikiran, hati dan jiwa kita membutuhkan pemberhentian untuk merefleksikan yang sudah terjadi. Karena itu berhetilah disaat anda sudah merasa lelah dan lanjutkanlah kembali jika anda merasa masih ada yang perlu dicapai lagi.

    ReplyDelete
  9. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Para berhenti adalah sebenar-benar hidup yang kita jalani dan para berhenti juga merupakan sikap yang sudah dikaruniakan Allah SWT sebagai para pemberontak dalam menjalani hidup yang sebenar-benarnya. Ada saat dimana harus ada salah satu atau sebagian unsur-unsur dari manusia itu berhenti sejenak untuk memberikan waktu kepada unsur yang lainnya untuk melaksankan perannya,merefleksikan hal-hal yang telah,sedang/ akan kita kerjakan agar nantinya tercipta harmonisasi hidup. Sebagai contoh bayangkan apabila ketika manusia akan hendak tidur tapi ketika mata dipaksa untuk tidak berhenti melihat dan pikiran tidak mau berhenti berfikir dalam keadaan sadar maka tentu manusia itu tidak akan bisa tidur padahal tidur juga adalah bagian dari sebenar-benarnya hidup. Namun meskipun demikian ketika manusia tertidur bukan berarti unsur-unsur dari manusia itu berhenti secara keseluruhan ada unsur-unsur lain yang menjalankan tugasnya.

    ReplyDelete
  10. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Untuk memperjelas, maka akan lebih baik diawali dari kata berhenti. Definisi “berhenti” adalah tidak meneruskan lagi, berakhir, selesai. Jika dalam filsafat maka berhenti dapat diartikan sebagai matinya ilmu, karena seseorang telah memutuskan untuk tidak meneruskan belajarnya. Di dalam berkehidupan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, sedangkan dalam menghadapi apa yang akan terjadi dalam hidup ini kita perlu pengetahuan dan supaya tidak memberikan pengaruh buruk terhadap orang lain. Jadi, sebaiknya tidak merasa cepat puas dengan pengetahuan yang telah diperoleh. Teruslah menumbuhkan rasa ingin tahu untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak mungkin sebagai bekal menjalani kehidupan hari ini dan masa depan.

    ReplyDelete
  11. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Setiap hal di dunia ini yang belum tergolong “ada” bagi kita adalah sesuatu yang “mungkin ada”. Namun, ketika kita memutuskan berhenti, maka yang “mungkin ada” tadi berubah menjadi “tidak ada”, bisa sementara atau mungkin selamanya.
    Hidup ini menuntut ikhtiar dari kita. Dan ikhtiar artinya terus berusaha. Jangan pernah berhenti menjadi lebih baik, teruslah berusaha. Semoga Allah meridhai setiap langkah hidup kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Setelah saya pahami berdasarkan ilmu yang saya peroleh dari elegi-elegi yang terdahulu, maka yang saya ingat bahwa berhenti adalah mitos. Bukan berhenti yang sebagai mitos, tetapi berhentilah yang menyebabkan mitos. Karena mitos itu adalah sifat yang diperoleh jika kita menelan suatu ilmu baru yang kita peroleh dengan mentah-mentah. Langkah kita terhenti pada menerima, padahal sebenarnya-benarnya kita memahami suatu ilmu adalah jika kita menemukan hakekatnya dan kita memperoleh logosnya, bukan sekedar mitos

    ReplyDelete
  13. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari Elegi ini saya mendapati bahwa berhenti merupakan tanda kita mati. Apabila kita berhenti berpikir bahwa itu lah tandanya kita sebenar-benarnya mati. Sebenar-benar orang yang hidup adalah orang yang berpikir. Manusia banyak sekali di muka bumi ini, tapi jangan sampai kita menjadi para berhenti, masuk ke dalam kategori orang-orang yang tidak berpikir. Berhenti berpikir membuat kita terjebak di dalam kebodohan ruang dan waktu.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas menceritakan tentang berhenti, namun tidak benar-benar berhenti. Berhenti dalam artian sejenak, seperti dalam hal mempelajari sesuatu. Kita tidak boleh berhenti untuk belajar, namun kita boleh berhenti sejenak untuk mengistirahatkan pikiran agar tidak stress. Kita butuh merefresh kan otak sejenak.

    ReplyDelete
  15. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Berhenti secara material berarti tidak meneruskan suatu aktifitas yang berkaitan dengan materi fisik sekitar kita, berhenti secara formal berarti tidak meneruskan pola-pola etik yang berlaku antara subyek dan obyeknya atau materialnya, berhenti secara normative berarti tidak lagi meneruskan nuansa estetik dari formalnya, berhenti secara spiritual berarti tidak lagi menyandarkan segala sesuatu kepada penciptanya. Pemberontakan para berhenti berarti keadaan dimana individu mencapai titik jenuh yang menyebabkan keputus asaan dalam suatu kegiatan atau berhenti dari aktifitas mengada sebagai ciri dari eksistensi ada dan sebagai pengada dalam eksistensi kehidupan ini.

    ReplyDelete
  16. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY 2016

    Menilik judul dari postingan ini yaitu "Elegi Pemberontakan Para Berhenti" saya menghubungkan dengan elegi "Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu". Dalam elegi seorang hamba menggapai ruang dan waktu, dijelaskan bahwa seorang hamba berusaha untuk menghancurkan pemangsa ruang dan waktu dengan keikhlasan dan keteguhan hati untuk melawan pemangsa ruang dan waktu. Dalam hal ini para berhenti, yang saya artikan subjek yang terbelenggu mitos, berupaya menggapai kembali logos melalui upaya mengalahkan ego sendiri dan membangun keikhlasan untuk terus bergerak. Sehingga melalui pemberontakan ini, mitos atau pemangsa ruang dan waktu, dapat membawa subjek ke dalam dimensi ruang dan waktu yang tepat menuju logos.

    ReplyDelete
  17. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Yang berontak hanyalah yang memiliki kesempatan di dunia. Yang berkesempatan di dunia itu berada dalam dimensi ruang dan waktu. Yang berkesempatan itu bersifat yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan para berhenti adalah mereka yang mati, yang sudah habis kesempatannya di dunia. Mereka para berenti tidak lagi berdimensi ruang dan waktu. Maka sebenar-benarnya pemberontakan para berhenti tidaklah ada.

    ReplyDelete
  18. 16701251016
    PEP B S2

    Berhenti belum tentu mati. Karena berhenti mungkin saja sebuah refleksi dari seluruh struktur siang yang ada. Maka malam adalah berhenti, berhenti melakukan aktivitas dan sejenak berhenti. Dijadikan malam adalah untuk istirahat, dan tidur dalam malam adalah simulasi berhenti yang sebemarnya, simulasi mati ibaratnya.
    Kriteria hidup, seluruh yang ada dan mungkin ada adalah hidup maka batu pun dikatakan hidup sesuai dengan tarafnya, sesuai dengan kehidupan batu sebagai struktur hidup yang kecil. Maka orang yang berhenti memikirkan sesuatu, berhenti melakukan sesuatu, dan berhenti dari seluruh aktivitas hidup dapat dikatakan sebagai bayu, karena sedikit sekali pola hidup yang dapat terlihat.

    ReplyDelete
  19. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Dunia ini terus berputar tanpa henti. Tiada jeda. Siang dan malam silih berganti. Dan apabila kita berhenti memperbaiki diri, berhenti menambah wawasan dan pengetahuan, berhenti belajar maka, jadilah kita orang-orang yang termakan ruang dan waktu.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  20. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran (Q.S Al-Ashr:1-3). Demikian Firman Allah SWT yang menerangkan bahwa manusia yang tidak dapat menggunakan masanya dengan sebaik-baiknya termasuk golongan yang merugi. Olehnya itu, hendaklah kita terus bekerja untuk dunia, seakan-akan kita akan hidup selamanya, juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya, seakan-akan kita akan mati esok hari.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  21. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Berdasarkan pengetahuan saya ketika mendapatkan perkuliahan filsafat pendidikan, berhenti itu mitos. Mitos maksudnya berhenti dari logosnya. Ketika kita sudah merasa cukup ilmu dan cukup pengalaman kemudian tidak menggali justifikasi ilmu pengetahuan yang bersifat berubah terus menerus itulah yang dinamakan berhenti. Padahal, manusia adalah long life learner demi ilmu pengetahuan yang bersifat dinamis.

    ReplyDelete
  22. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    But, it doesn't mean that MITOS is not important. Karena mitos juga dibutuhkan dalam perkembangan atau Milestone bayi atau toddler yang baru belajar tentang dunia ini. Tidak mungkin ketika dia harus minum ASI, dia harus mengerti apa itu ASI, mengapa harus minum ASI dan apa saja komponen ASI?. Yang dia tahu ASI dibutuhkan untuk mengatasi rasa haus dan rasa lapar dan juga untuk perkembangan tubuh dan otaknya.

    ReplyDelete
  23. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    MITOS juga dibutuhkan dalam pembelajaran, saya ambil contoh disini adalah pembelajaran matematika di tingkat dasar atau SD dimana anak-anak belajar melalui sensorimotornya dan bersifat kontekstual. Dalam membuktikan bangun segiempat tanpa harus melalui definisi bangun datar yang memiliki 4 sisi. Dia bisa menunjukkan melalui visual gambar ataupun dengan menyentuhnya. Sehingga wajar saja MITOS memberontak dan tidak terima bahwa dia dianggap tidak penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  24. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pemberontakan para berhenti. Para berhenti yang merasa bahwa segala sesuatu itu pasti dimulai sehingga pasti pula berhenti. Para berhenti yang memberontak mengapa harus ada keberlanjutan jika pasti berhenti. Para berhenti yang tidak menyadari bahwa setelah berhenti pasti akan ada mulai lagi, tidak akan berhenti selamanya. Setelah pagi pasti akan ada pagi lagi, tidak akan malam selamanya. Itulah sebenar- benar berkelanjutan. Jika kita sudah berhenti belajar di sekolah formal maka sebenarnya kita sedang mulai belajar di masyarakat. Jika kita berhenti makan maka kita sedang mulai berhenti makan. Maka bisa jadi adanya berhenti karena manusia tidak dapat mendeskripsikan waktu antara berhenti dan mulai. Karena sebenar- benar waktu itu begitu smooth, tetapi waktu yang dipahami manusia terdapat lompatan yaitu pergantian dari detik satu ke detik selanjutnya.

    ReplyDelete
  25. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi seorang hamba menggapai ruang dan waktu, dijelaskan bahwa seorang hamba berusaha untuk menghancurkan pemangsa ruang dan waktu dengan keikhlasan dan keteguhan hati untuk melawan pemangsa ruang dan waktu. Dalam hal ini para berhenti, yang saya artikan subjek yang terbelenggu mitos, berupaya menggapai kembali logos melalui upaya mengalahkan ego sendiri dan membangun keikhlasan untuk terus bergerak.

    ReplyDelete
  26. elegi pemberontakan para berhenti, saya kaitkan dengan elegi belalang logos dan belalang mitos. Mereka bertengkar dan berpedar seperti tidak saling kenal. Elegi merupakan sebuah kebutuhan bukan kewajiban untuk dilanjutkan atau dihentikan. Jika elegi pemberontakan para berhenti memaksa pembacanya untuk berhenti, sebenar-benarnya pemberhentian adalah cara yang tepat untuk segera melanjutkan kembali. Pada elegi ini, kami dituntut untuk melanjutkan elegi. Elegi yang tercipatkan merupakan bentuk manifestasi dari kehidupan yang kaitannya dalam menggapai langit ketujuh

    Memet Sudaryanto
    PEP S3 kelas A
    16701261005

    ReplyDelete
  27. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pemberontakan para berhenti berarti keadaan dimana individu mencapai titik jenuh yang menyebabkan keputus asaan dalam suatu kegiatan atau berhenti dari aktifitas mengada sebagai ciri dari eksistensi ada dan sebagai pengada dalam eksistensi kehidupan ini.Sedangkan para berhenti adalah mereka yang mati, yang sudah habis kesempatannya di dunia. Mereka para berenti tidak lagi berdimensi ruang dan waktu. Maka sebenar-benarnya pemberontakan para berhenti tidaklah ada.

    ReplyDelete
  28. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Berhenti secara filsafat artinya ketika manusia sudah dikatakan tidak melakukan olahpikir. Karena dasar dari filsafat itu adalah olah pikir. Semua orang pasti pernah mengalami “berhenti”, berhenti berpikir, berhenti bertindak. Terkadang manusia ada pada fase berhenti ketika merasakan capek. Hal ini terkadang juga perlu. Karena otak bisa saja mengalami keletihan. Akan tetapi ketika berhenti tidak apa-apa, otak pada bawah sadar tetap bekerja.

    ReplyDelete
  29. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berhenti dapat diartikan mengakhiri suatu proses, kegiatan, atau aktivitas yang meliputi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dari judul elegi yang bertemakan pemberontakan maka saya berasumsi bahwa para berhenti memiliki keinginan untuk melawan hakekatnya sendiri, yaitu berhenti. Para berhenti ingin tidak berhenti dan terus berlanjut. Padahal sejatinya tiada satupun yg memiliki sifat absolut di dunia ini, karena sifat absolut hanyalah milik Allah SWT. Maka para berhenti sebenar-benarnya adalah tidak akan pernah benar-benar berhenti.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  30. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    I cannot stress how important the concept of being a free thinker is. The entire process hinges on this. Once you truly begin thinking for yourself and for your world, everything starts falling into place.

    ReplyDelete
  31. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Hubungan elegi pemberontakan para berhenti dengan elegi-elegi sebelumnya yaitu berhenti itu berarti akhir, tetapi jika kita percaya bahwa ada akhir maka akan menjadi mitos. Berhenti itu ketika kita berhenti berpikir, misalnya saat tidur. Sebenar-benarnya berhenti adalah jika terjadi kematian, mati di dunia pun belum berhenti, masih ada perjalanan menuju akhirat. Oleh karena itu jika kita masih di dunia janganlah berhenti untuk beribadah, mencari ilmu, dan melakukan segala sesuatu yang baik.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pada hakekatnya tidak ada yang berhenti di dunia ini, karena berhenti disuatu ruang dan waktu merupakan awal dari dimulainya hal lain pula, maka itu saling berkelanjutan sehingga tidak akan berhenti, sehingga para berhenti akan memberontak jika mereka dikatakan berhenti dan berakhir tidak ada lagi. mati bukan berhenti melain ada hal lain setelah itu, hanya dimensi ruang dan waktu yang berbeda namun tetap saja itu tidak dikatakan berhenti. maka pada dasarnya tidak ada kata berhenti, yang ada adalah kata berubah.

    ReplyDelete
  33. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Dalam elegi diatas dapat diattikan kata berhenti sebagai berakhir, selesai, beristirahat, berjeda. Sesungguhnya sesuatu yang diawali dengan “mulai” maka akan mengalami berhenti, berakhir, atau berjeda. Ketika hidup kita berhenti, maka itu adalah mati. Berhenti dari kehidupan di dunia, atau berjeda usai kehidupan di dunia menuju kehidupan akhirat. Namun dalam belajar filsafat yang ada bukanlah benar-benar berhenti, yang berhenti hanyalah perkuliahannya saja. Kita akan selamanay belajar filsafat selama kita hidup dan selama kita berpikir.

    ReplyDelete
  34. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya dalam ruang dan waktu di dunia ini tidaklah ada kata berhenti, bahkan saat kita berhenti tidak melakukan apa-apa, maka sesungguhnya kita telah termakan ruang dan waktu. Pemberhentian di dunia fana ini tidak akan pernah ada, karena di kenyataan ini tidak akan pernah ada AKU =AKU, karena aku yang tadi, bukanlah aku yang satu menit yang lalu. Sehingga berhentilah mengatakan berhenti di dunia ini, karena pada hakekatnya waktu selalu berjalan menuju suatu titik jenuh dimana dalam penghujung kejenuhan itu akan ditiupkan sangkakala dari malaikat izrofil. Maka dari itu mulai dari sekarang, mari kita menghargai waktu, “Wal Ashri” demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian jika tidak dapat memanfaatkan waktu yang telah diberikan Allah SWT dengan baik dan seefektif mungkin.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  35. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Tidak ada kata berhenti jika kita ingin terus hidup dan menjadi seseorang yang bermanfaat. Teruslah berkarya dan berinspirasi agar menjadi seseorang yang bermanfaat. Dalam filsafat manusia yang hidup yaitu saat mereka tidak berhenti berpikir. Proses berpikir berpikir tersebut yang menyebabkan seseorang itu ada.

    ReplyDelete
  36. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Berhenti jika diartikan menurut makna katanya adalah tidak bergerak atau tidak meneruskan lagi. Didalam kehidupan kita akan selalu bertemu dengan berhenti, misalnya berhenti berpikir, berhenti bergerak, berhenti mencintai, berhenti belajar,berhenti berjalan, dst. Sehingga sebenar-benarnya hidup adalah berhenti. Berhenti dapat berarti secara positif maupun negative tergantung dari sisi mana kita memandang. Misalnya dalam berfilsafat kita mengembarakan pikiran secara bebas dan membiarkan bergerak kemanapun ia mau, yang akhirnya pada suatu waktu membawa pikiran kita mendekati ke pulau sesat karena apa yang kita pelajari bertentangan dengan apa yang kita yakini sehingga pada saat seperti ini maka kita perlu untuk berhenti berfilsafat karena jika tidak maka hati kita akan goyah dan akan menjadi sesat.

    ReplyDelete

  37. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Berhenti bisa saja sementara maupun selamanya. Namun dalam ikhtiar kita sebagai manusia, berhenti hanya ada ketika kematian datang. Selebihnya kita harus terus berproses, belajar dan berusaha sebaik mungkin agar hidup kita berproses dengan baik dan berakhir pula dengan baik.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  38. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Manusia ditarik-tarik dan 'diperebutkan' antara alam dunia dan alam akhirat. Manusia lebih condong ke dunia namun akhirat selalu tampak di pelupuk mata. Inilah mitos. Juga anomali. Manusia tidak ingin berhenti dari dunia namun secara batin, dia juga rindu bertemu Tuhannya.
    Ada yang mengatakan hidup manusia berhenti ketika mati. Itu mitos. Setelah mati adalah awal dari segalanya kehidupan baru. Yang benar-benar berhenti di dunia ini sesungguhnya kebanyakan adalah mitos. Waktu juga tidak akan berhenti terlalu lama.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  39. Elegi pemberontakan para berhenti saya kira akan seperti elegi pemberontakan stigma atau elegi pemberontakan para mitos dimana para berhenti melakukan protes dan perlawanan kepada begawat dan orang tua berambut putih. Para berhenti merasa tidak terima dan merasa kalah karena harus diganti oleh perubahan yang terus menerus. Tetapi akhirnya mereka menyadari tiadalah kesempurnaan dalam hidup ini kecuali milik Allah SWT.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  40. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B S2 2016

    Berhenti diartikan sebagai tidak bergerak. Berhenti yang masih bisa dilanjutkan ialah istirahat sedangkan berhenti yang tidak dilanjutkan lagi artinya selesai atau berakhir. Manusia tidak boleh berhenti atau mengakhiri untuk berjuang mengarungi kehidupan. Jika ia berhenti berusaha maka ia bisa saja mati, sedangkan orang yang berhenti istirahat bisa mengumpulan tenaga untuk melanjutkan hidup.

    ReplyDelete
  41. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Banyak sekali manfaat yang saya dapat dari pertama kali membaca elegi-elegi pada blog ini. Membangun serta beberapa bisa mengubah pola pikir saya yang sebenarnya itu benar tapi saya tidak menyadarinya. Berhenti merupakan hal yang tidak tepat jika kita masih ada didunia ini. Dan tidak tepat pula jika kita sudah meninggalkan dunia ini. Karena apa yang dipikirkan pikiran akan terus berjalan, maka tidak ada kata berhenti untuk menggapai suatu pola pikir yang baik. Memahami elegi memang sulit jika tidak ikhlas dalam hati, karena setelah membacanya akan seperti angin lalu tanpa melihat hubungan antara elegi-elegi tersebut. Proses membangun diri ini yang penting saat kita melihat hubungannya sangat erat. Dunia dan akhirat yang ada didalamnya, membuat kita sadar bahwa kita sedang melihat diri kita sendiri seperti apa.

    ReplyDelete
  42. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Berhenti dapat diartikan dengan tidak melakukan apapun. Pemberontakan para berhenti, menurut saya adalah seseorang yang tadinya sempat menyerah atau berhenti akan tetapi kemudian melakukan perlawanan atau memotivasi dirinya sendiri untuk terus bergerak, melanjutkan aktivitas sehingga tujuan atau target dapat tercapai. Kita hanya dapat berusaha melakukan yang terbaik memanfaatkan waktu yang telah Tuhan berikan. Akan tetapi apabila Tuhan telah berkehendak agar kita berhenti, maka kita tidak dapat melakukan apapun. karena Allah SWT sang pemilik ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  43. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Di dalam elegi-elegi yang lain, berhenti selalu dijudge sebagai keadaan yang tidak baik. Dapat dikatakan bahwa berhenti ialah mitos. Misalnya jika kita merasa sudah memahami suatu ilmu atau menggapai sesuatu kemudian berhenti berusaha, maka kita telah terjebak mitos. Namun, jika kita memperluas lagi pemikiran dan pembicaraan kita, berhenti tidak selalu merupakan keadaan negatif. Misalnya, ketika kita berdoa, untuk dapat berdoa secara kusyu kita harus berhenti berpikir dan berhenti melakukan aktivitas lain yang tidak terkait dengan berdoa. Selain itu, kita juga harus berhenti ketika pikiran-pikiran kita telah melampaui batas. Maka hakekat, etik dan estetika berhenti pun relatif terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  44. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidian matematika c 2013

    open ended, kosong, berhneti, mitos, untuk mneghidari kemitosan hiduip maka manusia tidak boleh berhenti, baik berhenti bergerak ataupun berhneti berfikir, mitos artinya tidak ada, tidak ada artinya mati. dengan demikian uatu yang berhenti adalah suatu yang bisa dujakan hal yang ditakui dan bisa menajdi motivasiu bagi kita untuk tidak berhentu, untuk selalu maju terus, dan sealu menajdi lebih baik dihari-hari yang akan datang.

    ReplyDelete
  45. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Manusia tidak akan pernah menemui titik ujungnya berfikir. Mencoba menelaah dari atas apa yang telah terjadi, sedang terjadi bahkan yang akan terjadi dihadapan manusia itu. Termasuk pemikiran ini atas elegi dan ilmu filsafasat, yang secara tak sadar pun akan dilanjutkan dibawa jauh dikemudian hari untuk berpikir lebih luas. Karena pada dasarnya filsafat adalah proses berpikir, filsafat adalah diri kita sendiri, dengan demikian kita selalu berfilsafat melalui olah pikir kita sendiri. Yang sesungguhnya pemikian tersebut tidak absilute pada konsep tertentu yang dijadikan sebuah logos padahal sesungguhnya itu adalah sebuah mitos yang perlu di tilik lebih dalam lagi.

    ReplyDelete
  46. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Dalam Elegi Pemberontakan Para Berhenti saya berpendapat bahwa berhenti artinya mati. Berhenti yang dimaksud bisa berarti berhenti dalam berpikir. Tidak membuat pengetahuan dan hanya berdiam diri tanpa berusaha/iktiar. Salah satu cara membantu untuk tidak mati adalah terus berpikir. Salah satu cara agar kita terus berpikir adalah dengan berdzikir terus menerus. Dengan berdzikir mencegah kita menjadi mati dalam raga yang hidup

    ReplyDelete
  47. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Kehidupan ini diawali dan diakhiri. Kehidupan ini akan terus berputar tanpa berhenti. Ketika manusia masih bisa berpikir menggunakan akal pikirnya untuk berpikir, dunia ini tidak akan berhenti. Inti dari kehidupan ini adalah pikiran manusia. Ketika manusia belum mati, maka belum dikatakan berhenti. Saat kita matipun suatu saat akan dibangkitkan oleh Allah. Jadi, kehidupan ini akan terus berjalan tanpa berhenti.

    ReplyDelete
  48. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Elegi pemberontakan para berhenti ini menggambarkan suatu proses dimana seseorang sudah berhenti berfikir. Sesuai dengan filsafat yang artinya adalah olah pikir, seseorang yang sudah tidak berpikir berarti seseorang itu sudah tidak hidup. Berpikir artinya adalah kehidupan. Berpikir tidak hanya sebatas menggunakan fikiran, kita juga dapat berpikir menggunakan hati. Berpikir menggunakan hati jauh lebih mengena. Berfikir juga tidak hanya sebatas materi, segala yang ada di sekitar kita, segala yang akan terjadi pada masa lalu ataupun yang akan datang juga terjadi karena fikiran dan hati kita yang terus berfikir. Jangan pernah berhenti untuk berfikir, Seberat apapun yang kita pikirkan pasti akan ada jalan keluar.

    ReplyDelete
  49. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Berhenti dalam suatu ilmu maka ia akan menjadi sebuah mitos, saat kita tak bergerak dan beranggapan suatu hal sudah pada titik terahir dan tak bisa berkemabang, maka saat itulah mitos menghampiri. jika dia berhenti dalam kehidupan maka itu adalah kematian karena pada saat kematian itulah segala sesuatunya akan berhenti menurut dimensi yang mati. jika dia berhenti dalam pikiran maka ia akan berada pada zona nyaman, dimana pikirannya akan senantiasa dan tak mau mengembangkan diri untuk melakukan rutinitas.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id