Jan 10, 2013

Elegi Menyimak Refleksi Spiritual (Islam) Sdri Siti Nurchoiriyah



Siti Nurchoiriyah (09301244051)
S1 Pendidikan Matematika Swadaya Angkatan 2009, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
http://www.blogger.com/profile/12418300442334549836


Manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai ‘kebahagiaan’ dengan bahasa perasaannya masing-masing. Pada masa sekarang ini manusia mencoba meraihnya dengan membuat ungkapan-ungkapan batin lewat visualisasi fisik yang banyak menguras waktu, harta, tenaga dan pikiran. Kesemuanya itu rela ia korbankan untuk melampiaskan perasaan batinnya, meski terkadang pengungkapannya itu kurang masuk akal sehat.

Kebahagiaan dalam format berfikir mereka adalah suatu bentuk idealisme yang bisa membuat perasaannya bergolak dan orang lain yang memperhatikannya ikut hanyut dalam gerak rasa yang dimainkannya.

Dan memang kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya.

Allah, yang kalau manusia mengetahui adalah sumber gagasan abstrak yang bisa menjadi eksak dalam pandangan orang-orang pilihan-Nya. Allah menyapa manusia ketika ia ingin mencapai gagasan abstrak kebahagiaannya itu dengan kata ‘Aku dekat’ (bahkan lebih dekat daripada urat leher).

Selanjutnya Allah menciptakan sebuah nama yang kemudian diiringi dengan nama-nama lain-Nya yang indah (hal ini yang Dia ajarkan pertama kali kepada Adam As.) sebagai jembatan penghubung antara Pencipta (Khaliq) dan yang dicipta (makhluk).

Pemahaman kita tentang Tuhan (makrifat) kepada-Nya sesungguhnya menggambarkan cakrawala pandang kita tentang Tuhan. Agama dan setiap golongan dalam suatu umat memiliki kacamata berbeda dalam memandang gagasan tentang Tuhan yang sebenarnya. Inilah Aqidah (tujuan) hidup, dan sumber kebahagiaan yang banyak orang cari sekarang ini.

Makrifat (pengenalan) akan Tuhan itu diawali dengan menyebut Nama-Nya, yakni Dzikir kepada Sang Pencipta. Dengan dzikir (ingat) inilah muncul istilah jauh dekatnya manusia kepada Tuhan yang menciptakannya.

Dzikir merupakan penghubung antara manusia dengan sumber kehidupan. Sesosok makhluk merupakan gambaran sebuah komponen elektronik, yang apabila tidak berhubungan dengan sumber energi listrik, maka ia tidak akan hidup. 


Dan juga apabila ia hanya berhubungan dengan hanya satu sumber ia juga tidak akan berjalan, karena harus memiliki dua kutub, positif dan negatif (ada takdir baik dan buruk). 

Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.

44 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Allah itu ada dengan semua ciptaannya termsuk kita sebagai manusia. Manusia diciptakan oleh Allah untuk mengingatNya. Jika manusia selalu mengingat Allah, maka Allah akan mengingat manusia tersebut. Maka, ada peribahas aku jauh, Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat. Itulah sebenar-benarnya hubungan manusia dengan Sang Penciptanya.

    ReplyDelete
  2. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT,manusia diberikan anugerah yang paling istimewa yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain, yaitu pikiran. Dengan pikiran ini kita mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, meningkatkan, mengaktualisasikan diri kita. Dalam hal yang abstrak pun dengan pikiran kita bisa mencapainya, contohnya kebahagiaan. Kebahagiaan sifatnya relatif. Setiap orang tentunya mempunyai standar kebahagiaan tersendiri. Ada orang yang bahagia ketika hartanya berlimpah, ada yang bahagia ketika jabatan yang dia punya, namun kebahagiaan yang hakiki tentunya adalah selalu dekat dengan Allah SWT dan selalu bersyukur dengan apa yang dilimpahkan kepada kita. Seperti halnya pepatah yang mengatakan "Semakin banyak kita bersyukur, semakin banyak kebahagiaan yang kita dapatkan".
    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Sesungguhnya manusia memiliki fitrah untuk “menyembah” terhadap sesuatu yang menurutnya itu lebih segala-galanya darinya. Dalam kehidupannya, manusia ingin agar segala aktivitasnya itu adalah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Keterikatan dengan hukum syara’ (aturan) dan merasakan hubungan dengan Allah itulah nikmatnya sebuah keimanan. Sedah selayaknyalah kita, untuk taat dan patuh terhadap segala perintah-Nya baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dsb. dan menjauhi segala larangan-Nya. Serta, berjuang bersama-sama untuk menegakkan hukum-hukum Allah di bumi ini.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Manusia merupakan ciptaan-nya yang memiliki akal pikiran nafsu yang memberikanya keleluasaan untuk berapresiasi. Namun kadang apresiasi yang dilakukan melampaui batas-batas kewajaran. Tindakan seringkali berlebihan hanya untuk memberikan kepuasan. Koridor aturan Sang Pencipta pun kadang sedikit diburamkan agar dapat mendapat perijinan dari dalam hati sendiri untuk melakukan sesuka hati, Namun sesungguhnya perlu diingat bahwa segala sesuatu akan tunduk pada penciptanya, segala sesuatu dikelola oleh penciptanya. Kebahagiaan akan dirasakan oleh seorang manusia jika dia menyadari bahwa segala yang diterima bersumber dari Allah swt. Kebahagian yang abstrak itu bisa dirasakan ketika kita berserah diri kepadaNya, mensyukuri atas segala yang limpahkan, dan menyadari bahwa tiada daya dan upaya selain karena-Nya.

    ReplyDelete
  5. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Kebahagiaan merupakan sebuah persepsi dari apa yang manusia rasakan pada dirinya masing-masing. Akan tetapi kebahagiaan sejati merupakan kebahagiaan ketika ia mengetahui tentang Tuhannya. Tuhan yang menciptakan dia dan memberikan hidup serta segala yang telah ia rasakan selama berada di dunia, sehingga kebahagiaan di dunia bukanlah menjadi suatu hal yang terus ia kejar melainkan dalam nilai-nilai spiritualnya ia dapat mencapai itu semua.

    ReplyDelete
  6. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Dalam kehidupan manusia di dunia, tiada dapat dipungkiri bahwa manusiawi jika manusia berusaha mencarikebahagiaan sebagai tujuan hidupnya. Kebahagiaan dibagi menjadi kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, keduanya mengarah kepada kepuasan batin. Kebahagiaan dunia sifatnya adalah sementara, hanya saat manusia hidup di dunia. Sedangkan kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan akhirat, dalam kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan akhirat adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga mencari ilmu mengenai ilmu agama. Ilmu yang bermanfaat tak akan pernah terputus meskipun manusia telah mati. Kebahagiaan akhirat selain akan menimbulkan kedamaian, juga menghasilkan kebahagiaan sejati kelak di akhirat. Amin.

    ReplyDelete
  7. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Tuhan menciptakan daya pikir manusia yang beraneka ragam, oleh karena itu setiap manusia juga akan menggapai suatu kebahagiaan dengan tujuan , cara mereka sendiri, yang berbeda-beda pula setiap orang. Untuk menggapai kebahagian itu, tentunya kita dekat dengan Allah. Dari artikel di atas dapat diketahui bahwa hubungan antara manusia dan Allah adalah hubungan tertinggi dari manusia. Manusia berkomunikasi dengan Tuhan melalui dzikir. Di saat berdzikir inilah manusia mencurahkan segala keluh kesah, rasa syukur dan lain sebagainya. Manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai ‘kebahagiaan’ dengan bahasa perasaannya masing-masing.

    ReplyDelete
  8. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas menyadarkan kita bahwa sesungguhnya dimanapun kita berada, hendaknya selalu mengingat Tuhan, Allah SWT. Mengingatnya dengan berzikir akan membuat kita terasa dekat dan berusaha untuk mengenal-Nya. Semoga setiap waktu kita dapat kita manfaatkan untuk mengingat Allah, manakalah nikmat dan rejekinya tak perrnah putus untuk hamba-hamb-Nya. Nikmat sehat, bernafas, melihat, berjalan, mendengar, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  9. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kita bisa menjadi yang hidup tapi mati, atau hidup lebih hidup. Kebahagiaan memang merupakan bentuk yang abstrak. Sehingga untuk meraih kebahagian yang hakiki yaitu dengan ‘kesadaran’. Dengan kesadaran akan diri sendiri yang merupakan apa yang menjadi tujuan hidup, sesungguhnya banyak hal yang harus dilakukan. Dan itu tidak bisa dilakukan hanya sejam dua jam. Tapi selama semasa hidup kita. Menyebut namanya berkali-kali di setiap setelah solat yaitu dzikir, akan menjadi awal kita menghubungkan kepada Allah SWT. Orang yang tidak melakukan usaha-usahanya untuk dekat kepada Sang Pencipta, sebenarnya hatinya semakin lama semakin mati. Telinganya mati beserta anggota tubuhnya saat mendengarkan adzan tapi tak siap-siap untuk shalat.

    ReplyDelete
  10. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Sebenar-benar mencari kebahagian baik dunia atau di akhirat adalah dengan mengenali pencipta dan agamaNya. Maka cara yang awal yang bisa dilakukan untuk mengenaliNya adalah dengan berdzikir.

    ReplyDelete
  11. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Kebahagiaan manusia relatif dari visualisasi pikirannya. Hal itu memang dapat dilihat dari tindakannya yang diikuti sisi emosionalnya. Ada yang bahagia jika diukur dari harta benda, atau jabatannya. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa bahagia itu sederhana ketika kita bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Alhamdulillah ala kulli hal. Karena ketika kita selalu bersyukur kepadaNYA, maka Allah akan menambah nikmatnya.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Mengutip refleksi spiritual islam dari Ibu Nur choiriyah.

    "Selanjutnya Allah menciptakan sebuah nama yang kemudian diiringi dengan nama-nama lain-Nya yang indah (hal ini yang Dia ajarkan pertama kali kepada Adam As.) sebagai jembatan penghubung antara Pencipta (Khaliq) dan yang dicipta (makhluk)."

    Untuk itulah berdzikir, ketika kita memuji nama nama Allah dengan khusyuk dan ikhlas, disitulah kita berkomunikasi denganNYA. Bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan.

    ReplyDelete
  13. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Berdzikir merupakan salah satu jembatan kita untuk menggapai kebahagiaan dengan mencharging diri kita agar selalu senantiasa berada di jalanNYA. Manusia pun kadang kala seperti handphone kalau dalam kondisi penuh maka dapat digunakan sesuai dengan fungsi seperti ketika dia diciptakan, begitu juga manusia kadang kadar keamanannya naik turun sehingga cara untuk menjaga stabilitas iman dengan selalu recharging tubuh kita dengan Berdzikir.

    ReplyDelete
  14. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kebahagiaan yang hakiki tiada lain tiada bukan adalah terselipnya sifat Wujud akan kehadiran Allah SWT dalam setiap langkah kita, yang selalu diiringi dengan lantunan dzikir mengingat Allah SWT disetiap helai nafas yang kita hembuskan sehingga dalam kondisi apapun perasaan kita selalu menginterpretasikan kenyamanan, ketentaraman, kesejukan, keikhlasan teramat dahsyat dalam menjalani kehidupan meskipun dalam kondisi sakit fisik namun sakit itu akan dirasakan sebagai bagian dari anugrah-Nya karena sakit yang sedemikian itu adalah sakit bersama Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Sesungguhnya Allah SWT sangatlah dekat dnegan kita, bahkan lebih dekat dengan urat nadi kita. Allah akan selalu bersama kita dimanapun kita berada. Dengan dzikir, ini akan semakin menghilangkan jarak antara kita dengan pencipta kita, karena dengan dzikir kita akan selalu mengingat Allah SWT.
    Saya menyukai kalimat terakhir dari Siti Nurchoiriyah dalam elegi tersebut bahwa Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati. Salah satu cara agar kita selalu mengingat Allah yaitu dengan berdzikir baik secara lisan maupun dalam hati kita.

    ReplyDelete
  16. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Sesungguhnya Allah SWT sangatlah dekat dnegan kita, bahkan lebih dekat dengan urat nadi kita. Allah akan selalu bersama kita dimanapun kita berada. Dengan dzikir, ini akan semakin menghilangkan jarak antara kita dengan pencipta kita, karena dengan dzikir kita akan selalu mengingat Allah SWT.
    Saya menyukai kalimat terakhir dari Siti Nurchoiriyah dalam elegi tersebut bahwa Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati. Salah satu cara agar kita selalu mengingat Allah yaitu dengan berdzikir baik secara lisan maupun dalam hati kita.

    ReplyDelete
  17. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Spiritualitas dapat berupa sesuatu yang abstrak tetapi sekaligus ia juga tampak begitu nyata. abstrak karena ia merupakan nilai yang diyakini oleh hati dan perasaan. nyata ketika nilai-nilai itu mewujud dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari. spiritualitas merupakan puncak tertinggi dari kegiatan keagamaan (apapun bentuk agamanya).

    ReplyDelete
  18. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Spiritualitas merupakan puncak tertinggi dalam pencapaian kehidupan keagamaan yang dijalani oleh seseorang. spiritualitas merupakan pengejawantahan dari sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Tuhan yang mewujud dalam perilaku para penyembah Tuhan. spiritualitas membuktikan bahwa Tuhan memang mampu untuk menunjuk wakilnya di muka bumi.

    ReplyDelete
  19. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Saat ini ada pergeseran ruang dan waktu dalam makna spiritualitas. dahulu, seseorang yang dianggap telah mencapai puncak spiritual berada di tempat2 suci dan tempat2 ibadah. namun saat ini, kita pun dapat menemukan orang-orang yang mencapai spiritualitas di korporasi-korporasi dan di balik meja-meja direksi.

    ReplyDelete
  20. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    siapa mereka yang berada di balik meja direksi yang telah meraih tingkat spiritualitas itu? ialah mereka yang mendedikasikan hidup mereka untuk kemaslahatan umat manusia, yaitu mereka yang bekerja bukan lagi untuk membesarkan perut, rumah, dan rekening mereka, yaitu mereka yang bergerak justru karena telah digerakkan oleh kekuatan spiritual itu sendiri, tak peduli apapun agama yang ia anut, sebut saja Matsushhita, Stave Jobs, Honda, chaerul tandjung. mereka bekerja dan membesarkan perusahaan mereka untuk menebar energi positif kepada orang-orang yang berada di sekitar mereka. warent buffet telah menyedekahkan 90 persen kekayaannya untuk amal, inilah hakikat spiritualitas itu.

    ReplyDelete
  21. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Bagi orng-orang yang telah mencapai puncak spiritualitas, dzikir bukan lagi hanya sekedar mebaca kalimat-kalimat pujian kepada Tuhan, ibadah bukan lagi sekedar melaksanakan perintah shalat atau riutal-ritual keagamaan lainnya. Bagi mereka, ibadah itu sudah manunggal dengan segala tindakan yang mereka lakukan, bahkan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan mereka pun telah bernilai sebagai ibadah.

    ReplyDelete
  22. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari elegi diatas dijelaskan pentingnya mendudukkan diri sebagai hamba dihadapan Allah SWT. Ma’rifat adalah keadaan dimana seorang hamba berusaha mengenal tuhannya. Setelah mengenal tuhan memahami aqidah yang benar sesuai ajaran Allah SWT adalah jalan selanjutnya. Memahami aqidah yang lurus akan membuka mata dari pengaburan, disamar-samarkan, atau penyimpangan akan ajaran yang lurus dari Allah SWT. Berdzikir mengingat Allah SWT merupakan bukti mengenal Allah SWT dan memahami atau berada pada awidah yang lurus. Maka pada akhirnya itulah puncak kebahagiaan kita berada di didunia fana ini.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Allah menciptakan manusia supaya kita beribadah kepada Nya. Maka sebenar- benar tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah, untuk senantiasa mengingat Nya. Kita bekerja, kita makan, kita belajar, dan semua kegiatan lainnya yang kita lakukan seharusnya karena Allah SWT. Karena sebenar- benar kegiatan yang kita lakukan untuk kebaikan, dilakukan karena Allah SWT maka akan bernilai ibadah. Oleh karena itulah sebenar- benar orang hidup adalah yang mengingat Allah SWT, dan sebenar- benar orang mati adalah yang lupa kepada Allah SWT, ia hidup tubuhnya tapi mati imannya.

    ReplyDelete
  24. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai kebahagiaan dengan bahasa perasaannya masing-masing. Pada masa sekarang ini manusia mencoba meraihnya dengan membuat ungkapan-ungkapan batin lewat visualisasi fisik yang banyak menguras waktu, harta, tenaga dan pikiran. Kesemuanya itu rela ia korbankan untuk melampiaskan perasaan batinnya, meski terkadang pengungkapannya itu kurang masuk akal sehat.

    ReplyDelete
  25. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pemahaman kita tentang Tuhan (makrifat) kepada-Nya sesungguhnya menggambarkan cakrawala pandang kita tentang Tuhan. Agama dan setiap golongan dalam suatu umat memiliki kacamata berbeda dalam memandang gagasan tentang Tuhan yang sebenarnya. Inilah Aqidah (tujuan) hidup, dan sumber kebahagiaan yang banyak orang cari sekarang ini.Dzikir merupakan penghubung antara manusia dengan sumber kehidupan. Sesosok makhluk merupakan gambaran sebuah komponen elektronik, yang apabila tidak berhubungan dengan sumber energi listrik, maka ia tidak akan hidup. Dan juga apabila ia hanya berhubungan dengan hanya satu sumber ia juga tidak akan berjalan, karena harus memiliki dua kutub, positif dan negatif

    ReplyDelete
  26. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Sejak lahir manusia telah diberikan anugerah berupa hati nurani (God Spot) yang membisikkan benang-benang kebenaran kedalam alam pikir. God spot bisa tumbuh dan berkembang dengan penguatan religi, bisa terancam redup oleh noda-noda dosa yang menutupinya. Manusia bisa menguatkan nuraninya dengan senantiasa berdzikir (do'a) dan memberdayakan pikirnya secara berimbang untuk selalu mendapat hidayah dari Sang Maha pemberi hidayah.

    ReplyDelete
  27. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Manusia dengan kapasitas berfikir yang telah Allah karuniakan, senantiasa berusaha menggapai ‘kebahagiaan’ dengan bahasa perasaannya masing-masing. Kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya. Allah adalah sumber gagasan abstrak yang bisa menjadi eksak dalam pandangan orang-orang pilihan-Nya. Maka kita perlu memahami tentang Tuhan (makrifat) terlebih dahulu. Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  28. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Tujuan hidup kita di dunia ini adalah untuk mencari bekal di akhirat nanti. Janganlah kita hanya mencari kebahagiaan di dunia saja, tetapi yang paling utama adalah mencari kebahagiaan di akhirat kelak. Kebahagiaan itu adalah selalu bersykur kepada nikmat Allah S.W.T. , selalu ingat Allah S.W.T. ketika melakukan segala sesuatu di dunia ini. Jika kita selalu ingat Allah S.W.T. salah satunya dengan dzikir dan doa maka Allah S.W.T. akan melancarkan segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016
    Secara kodrati yang ingin dicapai manusia dalam kehidupan ini adalah kebahagiaan. Kebahagiaan mempunyai arti yang sangat luas mencakup kebahagiaan lahir dan batin,dunia dan akhirat.Kebahagiaan bagi kehidupan setiap orang di dunia ini relatif tidak sama,bila ditinjau dari kebutuhan masing-masing individu. Kebahagiaan cenderung menyesuaikan dengan kebutuhan seseorang. Kebahagiaan bagi orang miskin tidak akan sama dengan kebahagiaan bagi orang kaya. Namun kebahagiaan rohani bagi setiap orang relatif dan cenderung sama yaitu kebahagiaan akhirat dimana secara spiritual adalah ingin mencapai kebahagiaan kehidupan surgawi...

    ReplyDelete
  31. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Manusia dalam mencari kebahagiaan selalu berpikir terlalu jauh, padahal kebahagiaan itu ada dan sangat dekat yaitu ada pada setiap hati yang bersyukur. Maka biasakan kita untuk mensyukuri nikmat-Nya, agar senantiasa kita dapat merasakan kebahagiaan. Kita sebagai hamba-Nya tak bisa lepas dari kerisauan berbagai macam hal. Maka tugas kita adalah berdoa. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du:28). Dan tidak lupa ula kita harus berikhtiar agar dijauhkan dari sifat berenti yang dibawa oleh syaitan.

    ReplyDelete
  32. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Sebenar-benar tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan. Kebahagiaan terikat akan ruang dan waktu. Maksudnya yaitu kebahagiaan yang sempurna tidak akan dicapai oleh manusia di dunia, karena kebahagiaan manusia di dunia tergantung pada ruang dan waktu serta bersifat relatif. Untuk dapat menggapai tujuan hidup yaitu kebahagiaan yang sejati atau kebahagiaan dunia dan akhirat maka kita harus menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika kita melaksanakan dua hal itu maka secara otomatis kepuasan batin atau yang disebut dengan kebahagiaan akan mengikuti langkah hidup kita.

    ReplyDelete
  33. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Apakah manusia dapat hidup sendirian? tentu saja tidak. Manusia pasti membutuhkan pertolongan dan bantuan. Dengan sesama manusia pasti manusia saling membutuhkan. Selain itu, setiap manusia pasti membutuhkan bantuan dan pertolongan dari Allah. Karena tanpa adanya nikmat dan pertolongan yang diberikan oleh Allah, manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa. karena manusia adalah makhluk ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  34. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    Unaware as it happens, we can allow our busy lives to crowd out our devotion to God. We enjoy our families, our homes, our food, our salvation—all of God’s blessings to us. But before we know it, we replace a devotion to the Lord with a devotion to His blessings. And in a sad, twisted irony, those blessings become our focus instead of the God who gave them.

    ReplyDelete
  35. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia karena manusia diberikan akal sehat agar dapat berpikir dan membedakan mana yang baik dan buruk. Karena itu dalam kehidupan di dunia ini, manusia harus mampu menggunakan akal sehatnya secara benar dengan tidak silau akan kegermelapan dan kenikmatan dunia karena kebahagiaan yang berasal dari dunia hanya bersifat semu belaka. Sebab kebahagiaan yang sebenar-benarnya adalah hanya berasal dari Tuhan YME karena hanya di dalam Dialah ada keselamatan di dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  36. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Manusia adalah mahluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, dengan kesempurnaan yang dimiliki bertujuan agar umat manusia selalu ingat pada Allah SWT. Dengan kita dekat kepada Allah SWT maka kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan dari Allah, begitu pula sebaliknya. Intinya kita harus senantiasa bersyukur dengan apa yang sudah diberikan kepada kita.

    ReplyDelete
  37. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Dari artikel diatas saya belajar bahwa kebahagiaan sesungguhnya relatif. Setiap orang mempunyai standar sendiri dalam menilai arti kebahagiaan. Namun kebahagiaan hakiki tetap saja ada si surgaNya maka berlombalah kita untuk menjadi manusia bahagia itu dengan bekerja, belajar sebaik mungkin dengan Allah.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  38. umbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kebahagiaan adalah milik mereka para pemilik hati yang dipenuhi dengan kesyukuran. Maka biasakan kita untuk mensyukuri nikmatNya, agar senantiasa kita dapat merasakan kebahagiaan. Kita sebagai manusia tak bisa lepas dari kerisauan berbagai macam hal. Maka tugas kita adalah berikhtiar dan berdoa. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du:28). Maka hendak lah kita mengingat Allah dengan berdzikir agar memperoleh ketentraman. Allah menyeru kita untuk berdzikir, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.”(Al-Ahzab: 41). Dzikir adalah obat hati, pembersih hati, dan menghidupkan hati. Semoga Allah menetapkan hati kita untuk terus berada dalam kesyukuran kepadaNya..

    ReplyDelete
  39. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pemahaman kita tentang Tuhan (makrifat) kepada-Nya sesungguhnya menggambarkan cakrawala pandang kita tentang Tuhan. Agama dan setiap golongan dalam suatu umat memiliki kacamata berbeda dalam memandang gagasan tentang Tuhan yang sebenarnya. Inilah Aqidah (tujuan) hidup, dan sumber kebahagiaan yang banyak orang cari sekarang ini.

    ReplyDelete
  40. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Makrifat (pengenalan) akan Tuhan itu diawali dengan menyebut Nama-Nya, yakni Dzikir kepada Sang Pencipta. Dengan dzikir (ingat) inilah muncul istilah jauh dekatnya manusia kepada Tuhan yang menciptakannya.

    ReplyDelete
  41. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Dengan senantiasa mengingat Allah dan memautkan hati kita pada Allah, maka kebahagiaan dengan sendirinya akan hadir. Sejatinya kebahagiaan yang seharusnya kita cari bukanlah kebahagiaan semu yang ada di dunia. Kebahagiaan yang lebih hakiki ialah kebahagiaan kita di kehidupan akhirat kita kelak. Setiap urusan kita hendaknya diperuntukkan untuk beribadah kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Apabila kita percaya bahwa janji Allah itu pasti, kita tidak akan pernah merasa kekurangan satu apapun, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, karena nikmat Allah sungguh luar biasa. Semakin kita mengenal Allah, semakin besar kecintaan kita kepada-Nya.

    ReplyDelete
  42. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Mengutip kalimat dalam elegi di atas, “Dan memang kebahagiaan itu merupakan bentuk yang abstrak, sesuatu yang tinggi, dan sebagai pusat tujuan. Gagasan abstraklah yang membawa manusia melahirkan instrumen rasa batinnya”.
    Ya, kebahagiaan adalah sesuatu yang abstrak dan sulit dijelaskan, karena yang merasakannya adalah hati bukan pikiran. Namun, bukankah kebahagiaan juga merupakan sesuatu yang kita pikir membahagiakan?

    ReplyDelete
  43. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Elegi refleksi spiritual yang dipaparkan oleh saudari Siti Nurchoiriyah ini begitu menggugah. Pemaparannya menggunakan kalimat sederhana namun syarat makna. Terlebih pada kalimat terakhir yang memaparkan, “Orang yang ingat kepada Allah berarti ia hidup, dan yang melupakannya berarti sesungguhnya ia mati”.
    Allah yang menciptakan kita, dan hanya kepada-Nya lah tempat kita kembali.

    ReplyDelete
  44. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Subhanallah.. artikel yang sangat menggugah hati, akhirnya saya teringat kembali bahwa orang yang hidup itu adalah orang yang selalu mengingat Allah SWT, dan yang melupakan Allah berarti dia sesungguhnya dia mati. Dalam hal ini kita diajarkan bahwa sesibuk apapun kita janganlah kita me;upakan Allah SWT, karena walaupun hidup seribu tahun kalau tak sembahyang apa gunanya. Selain itu beribadah kepada Allah SWT merupakan wujud syukur kita kepada Allah SWT, maka nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id