Mar 8, 2011

Elegi Sang Bagawat Menggoda Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wk..wk..wk...hai semua prajurit lebah...sudahkah engkau melaksanakan tugasmu menjaga sarang lebah dan mencari makanan untuk telur-telurku?. Laporkanlah segala persoalan yang ada.

Prajurit Lebah:
Ampun paduka yang mulia sang Raja Lebah...tiadalah suatu kekurangan apapun yang ada pada sarang kita itu. Hanya sedikit persoalan kecil yang ingin saya laporkan.

Raja Lebah:
Apa masalahnya?

Prajurit Lebah:
Untuk segala jenis musuh...besar, kecil, tua, muda, sedikit, banyak, ...aku tidak merasa takut...sampai matipun aku pertaruhkan jiwaku untuk kebesaran sarang kita ini. Tetapi kali ini kami menghadapi fenomena yang agak aneh?

Raja Lebah:
Lho...fenomena apa?

Prajurit Lebah:
Kami menangkap ada getaran atau frekuensi yang tidak diketahui asalnya...tetapi sebetulnya cukup mengganggu bagi telur-telurmu. Jika dibiarkan maka telur-telurmu terancam bisa tidak menetas atau kalau menetas maka akan mengalami perubahan genetika. Jika telur-telur kita yang menetas nanti mengalami perubahan gen maka bisa membahayakan kerajaan kita...karena keturunan kita itu akan mempunyai sifat dan tabiat yang berbeda. Pelan tetapi pasti maka keturunan kita itu justru akan menjadi musuh kita sendiri.

Raja Lebah:
Wheh...lha.. dhalah.....aku perintahkan kepada engkau semua untuk mencari dimana dan siapa sumbernya. Tangkap dan bawalah ke sini. Jika perlu kita jadikan dia sebagai makanan telur-telurku.

Prajurit Lebah:
Sudah dicari kemana-mana tetapi tidak ditemukan.

Raja Lebah:
Kalau begitu ...strategi saya adalah ...pertebal dan perkuat benteng pertahanan kita. Semua tembok pelidung dibuat rangkap. Setiap lobang dipasang senjata penangkal.

Bagawat:
Sherrr...sherrrr....sherrr.....

Cantraka:
Wahai Bagawat...sedang melakukan kegiatan apakah dirimu itu? Sejak tadi kelihatannya engkau mempunyai kegiatan yang bertujuan. Tetapi engkau itu kelihatan seperti meniup-niup udara? Untuk apakah? Bolehkah saya mengetahui?

Bagawat:
O...oo...Cantraka...engkau harus mengetahuainya. Kenapa? Jika aku capai maka engkau akan bisa menggantikanku. Demikian juga agar semua Cantraka murid-muridku mempunyai ketrampilan meniup udara seperti diriku ini...sehingga pada saatnya nanti bisa menggantika diriku.

Cantraka:
Tetapi tolong jelaskan wahai Bagawat....bagaimana cara meniup, apa yang engkau tiup, dan apa meksud tiupanmu itu?

Bagawat:
Oo..ooo tentu akan saya jelaskan. Dengarkanlah baik-baik. Sederhana saja teorinya. Saya sebetulnya sedang melakukan experimen kecil tetapi dengan tujuan besar.

Cantraka:
Apa yang engkau maksud melakukan experimen kecil tetapi dengan tujuan besar?

Bagawat:
Lihatlah di sana itu...! Di sana ada sebuah Kerajaan Lebah lengkap dengan Raja, Punggawa dan Prajuritnya. Disamping kebaikan-kebaikannya ...tetapi saya melihat terdapat keburukan-keburukan. Keburukan dari sifat Kerajaan Lebah itu antara lain: bersifat tertutup, bersifat angkuh, anti pembaharuan, menganggap seolah-olah hanya mereka sendiri yang ada, anti perubahan, mematenkan eksploitasi, bersifat dominan, bersifat arogan, mengandalkan kekuasaan, komunikasi searah, tidak menghargai tamu, tidak menghargai ide yang lain, mencuri kebaikan orang lain, bersifat penjilat, menekan bawahan, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan, menutup telinga dari bisikan baik, bersifat eksklusif, protektif...dst.

Cantraka:
Lho...apa pedulinya?

Bagawat:
Kalau tidak ada kritik dari luar...maka mereka akan cenderung lebih bersifat hegemoni dan monopoli sampai sifat kanibalisme terhadap kerajaan-kerajaan lebah yang lain. Hal demikian tentu akan mengganggu keseimbangan ekosistem, psikosistem, culturalsistem, sociosistem, dan geostrategicsistem.

Cantraka:
Lantas...apa yang akan engkau lakukan?

Bagawat:
Itulah aku sedang meniup udara ini. Maksudku adalah dengan tiupan udaraku ini akan tercipta gelombang frekuensi lemah hingga sampai pada penghuni lebah itu. Selanjutnya akan tercipta suasana beranya. Nah suasana bertanya itulah yang saya harapkan akan membuka diri mereka terhadap dunia lainnya. Sherrr...sherrrr....sherrr.....

Prajurit Lebah1:
Apa pedulinya tiaupan angin sepoi-sepoi kaya gini. Bagiku cuek saja...gak usah dipikirin.

Prajurit Lebah2:
Kalau cuma sekali sih gak apa-apa. Karena kejadiannya berkali-kali saya jadi merasa terganggu.

Prajurit Lebah3:
Lagi pula tiupan ini itu kan tak sebanding dengan tiupan angin kencang seperti biasanya? Tetapi karena polanya sama dan dengan durasi yang tetap pula...maka telah mempengaruhi intuisiku. Ketahuilah bahwa sebuah intuisi itu dapat dipengaruhi oleh fenomena berfrekuensi tetap dan kontinu.

Raja Lebah:
Benar apa kata Prajurit Lebah3...sebetulnya akan aku abaikan saja fenomena ini...tetapi ibarat suarat tetesan air di atas batu...suara khas dan frekuensi rutin talah menyebabkan ....intuisiku menjadi tertarik keluar. Hemmm....bagaimana cara mengatasinya?

Bagawat:
Sherrr...sherrrr....sherrr.....

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...lapor. Ada seekor anak lebah setengah dewasa terjatuh di sampingmu itu. Ini dia aku tangkap...silahkan terimalah...dia masih hidup walaupun badannya kelihatannya lemas sekali.

Bagawat:
Ooo...ooo syukurlah...ini mungkin jalan yang diberikan bagi keberhasilan programku ini. Wahai si Anak Lebah...istirahatlah dulu, tenangkanlah pikiranmu, pelankan nafasmu, ....minumlah air putih ini...

Anak Lebah:
Lho ...engkau siapa? Ada orang ...kok tidak seperti biasanya. Biasanya orang-orang itu selalu mengejarku dan berusaha membunuhku. Tetapi engkau itu lain. Engkau malah menolongku. Terimakasih wahai orang tua atas pertolonganmu. Siapakah namamu dan dia...?

Bagawat:
Kenalkanlah...namaku Bagawat sedangkan dia itu si Cantraka. Wahai si Anak Lebah...terserahlah apa yang engkau pikirkan, apa yang akan engkau lakukan, apa yang engkau kerjakan, apa yang engkau rencanakan. Aku dengan Cantraka ini tak sengaja bisa menolongmu. Jika engkau ingin pulang dan minta saya antar...maka akan saya antar. Namun jika engkau ingin beristirahat di sini ya bolehlah. Aku akan mencarikan madu kesukaanmu dan tempat yang aman bagimu.

Anak Lebah:
Wahai sang Bagawat...pertemuanku dengan kamu kali ini telah merubah persepsiku. Persepsiku terdahulu adalah bahwa semua unsur-unsur di luar diriku itu bersifat konfrontatif dengan duniaku. Itu sebabnya maka kami bersifat protektif.

Bagawat:
Apakah ada maksud dibalik pernyataanmu itu yang ingin engkau sampaikan kepadaku?

Anak Lebah:
Sungguh darimu aku telah belajar nilai-nilai kehidupan. Aku telah menangkap nilai kehidupan yang humanis, alami, spiritual, demokratis, berbudaya, konstruktif...dst.

Bagawat:
Kongkritnya seperti apa?

Anak Lebah:
Setelah badanku sehat...aku akan pulang dan akan berjuang untuk menyampaikan temuanku. Aku bahkan ingin melakukan sosialisasi perihal temuanku. Lebih dari itu aku juga ingin menyampaikan proposal kepada Rajaku. Proposal itu ada intinya adalah bagaimana mengembangkan Kerajaan Lebah yang tidak bersifat tertutup, tidak bersifat angkuh, tidak anti pembaharuan, tidak menganggap seolah-olah hanya mereka sendiri yang ada, tidak anti perubahan, tidak mematenkan eksploitasi, tidak bersifat dominan, tidak bersifat arogan, tidak mengandalkan kekuasaan, tidak hanya komunikasi searah, tetapi menghargai tamu, tetapi menghargai ide yang lain, jangan mencuri kebaikan orang lain, jangan bersifat penjilat, jangan menekan bawahan, jangan bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan, jangan menutup telinga dari bisikan baik, jangan bersifat eksklusif, dan jangan protektif, mendengar suara rakyat, memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, .....dst.

26 comments:

  1. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menyadarkan saya bahwa alasan mengapa selama ini seseorang/kelompok/masyarakat/negara bersikap tertutup terhadap perubahan dan pembaharuan, penguasa pada kelompok tersebut mematikan peran dan keaktifan yang dikuasainya adalah prasangka buruk mereka terhadap hal di luar dunia mereka. Mereka berpikir bahwa unsur-unsur di luar diri mereka bersifat konfrontatif dengan dunia mereka. Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]. Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk. Hal ini akan menjadi pelajaran bagi saya jika menjadi pendidik matematika nantinya, karena pendidikan membutuhkan inovator pendidikan yang hal ini tidak akan bisa tercapai jika pendidik mengganggap dirinya ekslusif dan tidak mau menerima masukan dari dunia luar.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Intuisi itu dapat dipengaruhi oleh fenomena berfrekuensi tetap dan kontinu. Itu artinya intuisi dapat diperoleh melalui latihan atau aktivitas secara konsisten. Seperti orang yang terbiasa menaiki motor berkopling ketika suatu kali menaiki motor matic maka pada saat berbelok atau berhenti, secara refleks orang tersebut akan melakukan gerakan menambah atau mengurangi kopling. Hal tersebut dikarenakan intuisi orang tersebut telah terbentuk.

    ReplyDelete
  3. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Hmm... saya masih belum habis pikir tentang analogi sarang lebah ini... Apakah untuk membantu memahami tentang keterbukaan terhadap kebaikan di luar, atau apa maknanya? Saya belum bisa membayangkan apa yang terjadi jika lebah berubah pola hidupnya. Bukankah lebah pada hakekatnya bersifat demikian agar alam ini seimbang? Atau jika ada perubahan genetis berikutnya alam akan teru mencari keseimbangannya yang baru, demikiankah yang dimaksud dengan dinamis, semua tidak ada yang tetap kecuali tetap absolut yaitu Tuhan sendiri?

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sebagai seorang pendidik, saya mengasumsikan lebah itu sebagai siswa, jika kita sebagai guru mampu memberikan pelajaran tentang nilai-nilai kehidupan dengan baik, maka satu murid yang kita ajarkan kemudian mengajarkan nilai-nilai kehidupan tersebut kepada yang lain dan seterusnya maka akan tercipta suatu kehidupan yang humanis, alami, spiritual, demokratis, berbudaya,dan konstruktif.

    ReplyDelete
  5. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dalam kehidupan ini tidak ada yang sempurna, maka tidak pantaslah seseorang berada di dunia ini dengan berlaku sombong untuk membanggakan apa yang dimilikinya. Kita tidak akan bisa hidup tanpa ada interaksi dengan dunia luar. Hidup manusia ditakdirkan untuk membantu orang lain. Untuk itu, kita harus peka terhadap apa yang terjadi, tidak melihat hal-hal hanya dari apa yang tampak ada di dalamnya, tapi juga harus melihat ke dunia luar dengan apa yang terjadi disekitar kita. ini mensyaraktan berpikir intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  6. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dlam dunia pendidikan, elegi diatas berkaitan. Sebagai contoh adalah sering bergantinya kurikulum di indonesia, itu karena Indonesia sedang membuka diri dan sering meniru negara-negara lain dalam hal kurikulum untuk diterapkan di dalam negeri. Artinya Indonesia tidak menutup kemungkinan terhadap pengaruh pendidikan dari luar. Hal ini tentu baik asalkan yang ditiru juga baik. Maka dari itu harus bisa mencari teladan dalam pendidikan dari negara yang baik pendidikannya. Pendidikan yang baik tentunya menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran, fokus pada proses, menanamkan karakter, dan menjadikan belajar itu nyaman dan ramah bagi siswa.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Kita diciptakan sebagai makhluk sosial yang seharusnya saling bersosialisasi agar tercipta keseimbangan. Apabila suatu kelompok bersikap tertutup, angkuh, anti pembaharuan, arogan, eksploitasi akan berdampak buruk tidak hanya pada kelompok tersebut tetapi juga pada kelompok lain. Karena itulah agar tercapai keseimbangan kelompok tersebut harus berubah. Kelompok lain harus membantu upaya perubahan tersebut. Meskipun upaya merubahnya tidaklah mudah tetapi kita harus yakin bahwa dengan dilakukan pelan-pelan, terus menerus, dan dengan memperlihatkan kebaikan akan membuahkan hasil.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setelah membaca elegi di atas bahwa menjadi seorang pemimpin tidak bersifat tertutup, tidak bersifat angkuh, tidak anti pembaharuan, tidak menganggap seolah-olah hanya dia sendiri yang ada, tidak anti perubahan, tidak mematenkan eksploitasi, tidak bersifat dominan, tidak bersifat arogan, tidak mengandalkan kekuasaan, tidak hanya komunikasi searah, tetapi menghargai tamu, tetapi menghargai ide yang lain, jangan mencuri kebaikan orang lain, jangan bersifat penjilat, jangan menekan bawahan, jangan menutup telinga dari bisikan baik, jangan bersifat eksklusif, dan jangan protektif, mendengar suara rakyat, memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, dll. Belajar nilai-nilai kehidupan itu penting.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Manusia kadang sulit sekali melihat kekurangan yang ada pada diri sendiri, tetapi lebih mudah mencari kesalahan orang lain. Seperti pepatah yang mengatakan “ Gajah dipelupuk mata tak tampak, sedangkan kuman diseberang mata tampak” Agar tidak selalu merasa benar, selalu terjemah dan menterjemahkan pengalaman kehidupan. Manusia akan menemukan kekurangan – kekurangan dirinya apabila ia sudah mengetahui indicator baik dan buruk

    ReplyDelete
  10. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. perkembangan jaman memberikan pengaruh pada perkembangan siswa. Perkembangan tersebut bisa jadi baik ataupun buruk. Perlu diambil tindakan atas perubahan yang ada, entah itu baik maupun buruk. Guru harus bersifat terbuka terhadap perubahan, karena perubahan dapat menambah inovasi dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat memfasilitasi siswa menjadi lebih mandiri, bersosialisai, berpikiran terbuka, dan berani mengemukakan pendapat.

    ReplyDelete
  11. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Adalah sangat penting membuat diri kita maupun bangsa ini menjadi "Tidak bersifat tertutup, tidak bersifat angkuh, tidak anti pembaharuan, tidak menganggap seolah-olah hanya mereka sendiri yang ada, tidak anti perubahan, tidak mematenkan eksploitasi, tidak bersifat dominan, tidak bersifat arogan, tidak mengandalkan kekuasaan, tidak hanya komunikasi searah, tetapi menghargai tamu, tetapi menghargai ide yang lain, jangan mencuri kebaikan orang lain, jangan bersifat penjilat, jangan menekan bawahan, jangan bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan, jangan menutup telinga dari bisikan baik, jangan bersifat eksklusif, dan jangan protektif, mendengar suara rakyat, memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, .....dst."

    ReplyDelete
  12. Karena ketika kita bersifat tertutup, anti pembaharuan dan tidak menerima saran dan masukan yang membangun dari pihak lain, maka kita tidak akan mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika kita bersifat angkuh dan eksklusif maka kita akan merasa cukup dan tidak membutuhkan perbaikan, sehingga kita tidak dapat mengembangkan diri. Pun juga ketika kita tidak berusaha menekan sifat-sifat negatif dalam internal diri kita, kita tidak akan menjadi orang yang lebih baik dan maju.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Andai setiap pemimpin di dunia ini memiliki nurani untuk membangun negara atau kerajaan seperti Kerajaan Lebah yang ingin dikembangkan oleh anak lebah. Mereka ikhlas bekerja dan juga berpikir untuk menciptakan negara atau kerajaan yang demokratis, terbuka, tidak arogan, saling menghargai. Tidak menutup diri dengan adanya perubahan yang terus berkembang. Dengan demikian, dunia ini pasti akan damai. Namun demikian itu hanya ada di dalam pikiran seperti yang sering Prof. katakan di kelas saat perkuliahan. Yang ada di dunia adalah yang berlawanan dengannya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  14. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sebuah system selalu memiliki mekanisme pertahanan seperti system yang hidup dalam kerajaan lebah seperti itu. System pertahanan ini berfungsi untuk mengamankan dan menyaring segala hal dari luar yang tidak sesuai atau berbeda dengan system yang ada di dalam. Sehingga ia dikatakan bersifat tertutup. Hal ini bisa jadi juga terjadi dalam system kehidupan kita, atau secara mikro juga terjadi pada diri kita msaing-masing. dimana diwujudkan pada sulitnya kita menerima saran, nasehat atau kritikan yang dialamatkan pada kita. kita hanya mau mendengar atau menerima apa yang ingin kita dengar, bukan apa yang kita butuh.

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Elegi di atas menggambarkan proses pembelajaran yang ada saat ini. Banyak guru yang masih tertutup dengan dunia luar. Mereka tidak mau untuk menerima hal-hal baru atau inovasi dari luar. Hal ini dikarenakan oleh persepsi yang mereka miliki bahwa sesuatu yang baru itu belum tentu bagus untuk mereka. Selain itu mereka sudah merasa nyaman dengan pembelajaran yang mereka laksanakan.
    Kebanyakan pembelajaran saat ini masih bersifat tradisional. Guru masih mendominasi pembelajaran sehingga komunikasi hanya berjalan satu arah yang menyebabkan menurunnya intuisi siswa. Untuk mengubah cara mengajar ini diperlukan usaha. Usaha ini haruslah bersifat continue agar hasilnya bisa maksimal. Jika tidak dilakukan secara continue maka tidak akan ada gunanya

    ReplyDelete
  16. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dunia berjalan dengan system, ada yag bertugas sebagai pengatur, da nada yang diatur. Pengatur sebagai objek dan yang diatur sebagai objek. Antara subjek dan objek harus saling berinteraksi agar tercipta system yang stabil. Subjek harus mampu menerima kritik dantidak otoriter sedangkan objek mampu menerima aturan dan melaksanakan dengan baik. Artinya system semestinya bersifat terbuka.

    ReplyDelete
  17. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Orang yang berkuasa dalam suatu system struktur, sudah seharusnya melihat kepentingan-kepentingan diluar dirinya, bukan hanya mementingkan ego pribadi dalam mengatur struktur. Artinya apapun kebijakan yang keluar sebagai manifestasi kepentingan-kepentingan yang ada dalam masyarakt.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi ini menceritakan bahwa seorang atasan tidak ingin ada cacat terhadap apa yang telah menjadi kebijakannya. Semua yang ia lakukan dia menganggap selalu benar. Hal apa saja yang menghambat perlu disingkirkan. Pemimpin yang seperti ini tidak patut dicontoh. Terlebih dalam dunia pendidikan. Adanya perubahan kebijakan yang sering dlakukan, sebaiknya selalu dipertimbangkan dan melihat kondisi siswa Indonesia jangan hanya terobsesi mengikuti perkembangan negara lain jika memang kondisi Indonesia seperti ini, ya inilah kita inilah Indonesia dengan beragam kharajteristiknya.

    ReplyDelete
  19. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tidak semua yang diluar diri kita itu bersifat kontradiktif dan sesuai dengan pikrian kita. Allah telah menyuruh kita untuk selalu memiliki berbaik sangka dengan segala sesuatu hal. Tidak semua orang itu buruk (oknum), pasti masih ada satu atau dua orang atau bahkan lebih yang memiliki sifat yang positive. Seperti halnya kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, tidak semua orang itu sejalan. Tetapi ketidak sejalanan ini memiliki alasan yang masuk akal. Maka dari itu, sebagai pemerintahlah yang harusnya terbuka dalam memampung aspirasi masyarakat. Bukan malah menjudge bahwa masyarakat itu sifatnya kontradiktif dan tidak mau sejalna dengan pemerintah.

    ReplyDelete
  20. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa manusia membutuhkan orang lain untuk berkembang. dengan adannya hal itu wajar bila maanusia lainnya mengkkritik manusia lain, hal ini dilakukan agar dia dapat berkembang dan sama-sama berkembang.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  21. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Pemahaman saya dalam membaca elegi diatas adalah ketika kita merasa apa yang kita miliki adalah yang terbaik, kita akan menolak pandangan atau pemikiran dari pihak lain yang sekiranya dianggap tidak penting. Kita akan sibuk dengan pemikiran kita, dan tertutup terhadap pemikiran yang lain, hal seperti inilah yang membuat kita tidak berkembang karena keterbatasan ilmu yang kita miliki dan tidak kita ambah dengan ilmu yang lain.

    ReplyDelete
  22. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut saya cerita dalam artikel di atas dapat dianalogikan sebagai katak di dalam tempurung yang tidak mengetahui suasana dunia luar. Tetapi lebah lebih ekstrem lagi. Selain menutup diri, mereka juga berpikir bahwa hal yang berada diluar itu adalah musuhnya semua.

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    kita hidup di dunia ini tidaklah sendiri. Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang mampu berdiri sendiri. Antara satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Hidup adalah pergerakan dan bagaimana kita mampu untuk berkembang. Supaya mampu berkembang ke arah yang positif, kita membutuhkan berbagai saran, nasehat dari orang lain untuk kemajuan dan perbaikan kualitas hidup kita. Janganlah berburuk sangka terhadap orang yang memberikan kritikan dan saran karena sebaik-baiknya kita adalah yang mampu menerima setiap kritikan dengan ikhlas dan digunakan sebagai alat untuk introspeksi diri.

    ReplyDelete
  24. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hidup memang tidak bisa seenaknya sendiri dan menganggap dimiliki oleh diri sendiri. Karena pada dasarnya dalam kehidupan terdapat struktur kehidupan memang dibutuhkan agar adanya keselarasan dalam kehidupan. Namun dalam sebuah struktur juga harus saling mengerti dan memberi satu sama lain. jangan adanya sifat egois dalam diri masing-masing. Hal ini akan menjadikan keromantisan antara individu dalam struktur itu terjalin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  25. Dari elegi diatas, kita bisa belajar dari sang Begawat dan anak lebah. Ketika kita memiliki sifat tertutup pada dunia luar akan muncul sikap egois, angkuh dan anti pembaharuan. Untuk itulah, penting juga untuk kita melihat lingkungan sekitar kita agar kita menjadi lebih fleksibel dengan perubahan. Kemampuan kita dalam berkomunikasi pun juga turut mendukung diri kita untuk dapat melakukan pembaharuan. Banyak pesan-pesan yang dapat kita ambil dari elegi di atas, beberapa yang saya sampaikan hanya bagian kecil saja dari semua pesan tersirat dalam elegi di atas.

    ReplyDelete
  26. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Benar bahwa suatu bangsa harusnya tidak menutup diri. Suatu bangsa harusnya menjalin kerja sama dengan bangsa lain dalam usaha memajukan bangsanya. Namun dengan membuka diri ke dunia internasional harus diiringi dengan adanya filter spiritual serta budaya agar kearifan lokal serta sifat asli ketimuran bangsa kita tidak hilang.

    ReplyDelete