Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

29 comments:

  1. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi ini membuka pemikiran saya bahwasanya ketika menjadi seorang pendidik nanti jangan lah malas untuk meneliti. Karena manfaat dari penelitian itu banyak, salah satunya ilmu yang menopang sistem pembelajaran pendidik kepada para siswanya.

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Baiklah, agar kita semangat untuk melakukan penelitian kita harus tahu hakikat dari meneliti itu apa, manfaatnya apa, butuhnya kita terhadap penelitian, faktor penunjang, inovasi yang dihasilkan, kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, keterampilan sosial yang perlu ditingkatkan, kesadaran untuk melayani peserta didik, mengembangkan konsep dan profesionalisme. Dan sikap yang harus dihindari peneliti dalam melakukan penelitian adalah sikap malas dan ingin serba instan

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat melakukan penelitian banyak hal atau faktor penunjang yang harus diperhatikan. Mulai dari tujuan penelitian, pengalaman, inovasi, fleksibel, motivasi, semangat dan lain sebagainya. Objek penelitian sebenarnya dekat dengan peneliti, misalnya guru. Guru mampu melakukan penelitian berdasarkan identifikasi masalah yang ia lakukan di dalam kelas. Dengan mengidentifikasi masalah maka guru dapat melakukan penelitian di dalam kelas. Guru mencatat semua kejadian entah baik atau buruk di dalam jurnalnya.

    ReplyDelete
  4. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kewajiban pendidik adalah membimbing siswa dalam belajar untuk dapat memperoleh pengetahuan. Namun dalam kenyataannya membimbing siswa belajar tersebut tidak semudah membalik telapak tangan, banyak faktor – faktor yang menghambat proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk kelancaran suatu proses pembelajaran, diperlukan penelitian untuk dapat menangani masalah-masalah tersebut. Penelitian sebenanya tidak harus dengan pendahuluan, kajian masalah, dan lain-lain, tetapi dimulai dari guru memikirkan bagaimana mengatasi masalah tersebut saja itu sudah masuk dalam penelitian. Hanya saja jika ingin menjadi formal dan diakui oleh banyak orang maka perlu diwujudkan dalam tulisan. Oleh karena itu, kedepannya dapat dibaca orang lain sehingga menjadi bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Malas menjadi salah satu alasan yang menghambat seseorang untuk berkembang. Meskipun kita menyadari manfaatnya, kita tahu bagaimana caranya, kita tahu mengapa kita melakukannya, kita tahu bahwa kita memiliki faktor- faktor pendukung untuk melakukannya tetapi jika ada malas untuk melakukannya maka kita akan mencari alasan untuk tidak melakukannya. Oleh karena itu kita harus menghilangkan rasa malas. Seorang guru cukup menghilangkan rasa malas untuk meneliti karena berbagai hal lainnya dapat dipelajari asalkan sudah memiliki semangat dan tidak ada rasa malas. Seorang pendidik harus memahami betuk manfaat melakukan penetian bagi dirinya dan siswa-siswanya agar memiliki semangat untuk melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya faktor yang paling dominan menyebabkan seorang pendidik sulit melakukan penelitian adalah poin yang terakhir yaitu rasa malas. Jika seorang pendidik mampu menghilangkan rasa malas dan merubahnya menjadi semangat kerja keras, maka penelitian akan mudah mengalir begitu saja, meski ia tidak memiliki pengalaman meneliti sebelumnya. Dengan kerja kerasnya, pendidik memunculkan ide-ide penelitian, membaca referensi-referensi yang mendukung, lalu segera mewujudkan instrumen penelitiannya, memutuskan metodenya, dan langsung memulai penelitian. Namun, pendidik/peneliti harus benar-benar memahami hakikat, tujuan, dan manfaat penelitian yang dilakukan, bukan semata untuk mengejar kelulusan, mengejar poin, dan lainnya. Kalau masih pragmatis seperti itu, akan mudah terjebak dalam godaan penelitian yang instan dan tidak bermutu.

    ReplyDelete
  7. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menceritakan bahwa melakukan penelitian maka pendidik perlu mengetahui manfaat dari penelitian itu. Manfaat penelitian sebenarnya adalah untuk meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman serta dimensi hidup seorang pendidik. Setelah mengetahui manfaat meneliti maka pendidik akan memperoleh pengalaman meneliti, hingga akhirnya pendidik benar-benar mengetahui pentingnya meneliti untuk inovasi pembelajaran dan juga pengembangan keterampilan social.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Seorang peneliti haruslah mampu memahami hakekat penelitian, manfaat penelitian, dan melakukan penelitian atas dasar rasa ingin tahu. Selain itu ia juga harus menemukan faktor pendukung dalam penelitian. Sebagai seorang pendidik yang ingin meneliti juga harus mampu berinovasi dalam pembelajaran dan mengelola emosi dalam dirinya. Dengan begitu, ia akan mampu melakukan penelitian dengan baik dan menghasilkan penelitian yang dapat bermanfaat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pendidik itu selain sebagai pengajar, pembimbing dan fasilitator juga sebagai peneliti. Kegiatan penelitian sangat urgensi untuk para pendidik. Hal ini dikarenakan meneliti pada hakikatnya adalah pekerjaan seorang pendidik, karena sesungguhnya mengajar itu adalah meneliti. Benar bukan? Kalau ada yang bilang pendidik tidak mau meneliti itu kurang tepat, dapat diartikan pula bahwa pendidik yang mengatakan seperti itu hanya sekedar mengajar siswa tanpa ada esensi. Mengajar sekaligus meneliti. Itulah penelitian mendasar yang harus dapat dilakukan oleh seorang pendidik. Bagaimana mungkin pendidik akan meningkatkan kualitas pembelajaran, jika guru tidak pernah meneliti apa yang menjadi kesulitan siswa. Bagaimana mungkin akan menjadi guru yang profesional jika guru tidak pernah melakukan evaluasi ataupun refleksi. Itulah alasan pentingnya meneliti untuk pendidik.

    ReplyDelete
  10. Berdasarkan pengalaman di lapangan, banyak sekali pendidik yang sebenarnya ingin melakukan penelitian tetapi tidak tahu apa yang akan diteliti, padahal kegiatan penelitian diawali dari rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu timbul karena ada suatu masalah, masalah itu timbul karna adanya suatu harapan. Nah, dari masalah dan harapan inilah timbul suatu pemikiran bagaimana cara menyelesaikannya. Cara menyelesaikan inilah yang harus diterapkan dalam suatu penelitian, apakah cara yang kita pikirkan sebagai alternatif penyelesaian masalah benar-benar bisa menyelesaikan masalah atau tidak. Jika seorang pendidik akan melakukan sebuah penelitian ia harus memiliki rasa ingin tahu, mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaannya, dan juga harus mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman. Selain itu sudah harus mengetahui tentang faktor-faktor pendukung dan mengetahui apa itu inovasi pembelajaran sehingga memiliki syarat cukup untuk benar-benar melakukan penelitian dengan semangat.

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Seperti elegi di atas “Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?”, kebanyakan dari kita jika ingin memulai sesuatu pasti bingung bagaimana cara memulainya. Jika ingin memulainya maka mulailah dari sekarang. Selain itu, menjalani hidup seperti sekarang ini penuh godaan dengan kata praktis dan instan, perkembangan teknologi yang semakin membuat beberapa orang malas.
    Oleh karena itu, sebagai pendidik kembangkanlah rasa ingin tahu, perbanyak penglaman belajar, sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan pentingnya inovasi pembelajaran agar terhindar dengan rasa malas.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pernah saya membaca artikel yang berisi betapa sulitnya mengajak guru untuk melakukan penelitian. Padahal sebagai seorang pendidik, penelitian itu penting untuk meningkatkan pemahaman guru tentang permasalahan apa yang dihadapinya di kelas dan melakukan upaya pemecahan, misal melalui PTK.
    Akan tetapi banyak kendala, kendala dari beberapa sektor, karena belum mencukupinya pemahaman dan kompetensi guru dalam melakukan penelitian dan kendala rasa malah dari diri si guru.
    Kompetensi meneliti yang belum cakap, bisa saja ini ditolong, dengan belajar. Tapi malas? ini faktor internal, hanya Tuhan dan si guru yang akan memecahkannya.

    ReplyDelete
  13. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Berdasarkan elegi di atas ini, pendidik malas meneliti karena tidak adanya rasa ingin tahu, kurangnya pemahaman tentang manfaat penelitian, kurangnya pengalaman, tidak adanya faktor penunjang, kurangnya pemahaman inovasi dan kemampuan pendidik. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pendidik tentang pentingnya penelitian. Dengan demikian, guru akan menjadi lebih peka dalam menemui segala permasalahan dalam pembelajaran, kemudian muncul keinginan untuk mencari solusi dan mengembangkannya.

    ReplyDelete
  14. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Penelitian adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebenaran atau membenarkan yang benar. Penelitian sangat perlu dilakukan dalam semua bidang kehidupan untuk menemukan suatu fakta baru atau untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Untuk seorang pendidik, penelitian juga sangat perlu dilakukan guna menemukan solusi-solusi untuk permasalahan yang ada. Pendidik berhubungan langsung dalam mencerdaskan penerus bangsa, sehingga suatu penemuan atau pembaharuan mutlak diperlukan untuk mempercapt laju perkembangan pendidikan. Jadi, hendaknya para penggerak dan pelaksana di bidang pendidikan menjauhi faktor-faktor yang menghambat keinginan untuk meneliti dan berputar haluan menjadi seorang pendidik yang gemar meneliti.

    ReplyDelete
  15. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Melaksanakan penelitian adalah bentuk usaha sadar pendidik dalam meningkatkan kompetensinya. Pendidik yang melaksanakan penelitian adalah pendidik yang memiliki rasa ingin tahu akan masalah dalam pembelajarannya. Mereka juga menyadari bahwa dengan melakukan penelitian mereka akan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dan menginstropeksi diri baik terkait metoda pembelajaran maupun kekurangan-kekurangan lain dalam pembelajaran. Di samping itu dengan penelitian seorang pendidik dapat merencanakan inovasi pembelajaran sebagai upaya perbaikan. Maka sebenar-benarnya pendidik adalah pendidik yang memahami hakekat penelitian tersebut. Semoga kita sebagai calon pendidik memahami hakekat penelitian sehingga kita terhindar dari rasa malas untuk meneliti.

    ReplyDelete
  16. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Saya sangat tertarik dengan elegi mengapa pendidik malas untuk meneliti. Elegi ini seperti mengungkapkan hal yang saat ini sedang terjadi. Banyak guru yang malas untuk melakukan penelitian mengenai proses pendidikan atau apapun yang berhubungan dengan pendidikan. Mungkin alasan mereka bermacam-macam seperti sibuk, malas menulis, tidak mengetahui cara/prosedur menelitu adan lain-lain. Padahal untuk menjadi guru yang profesional perlu untuk meneliti agar hasil karyanya dapat digunakan oleh banyak orang atau minimal sebagai bahan bacaan bagi siswa-siswanya.
    Penelitian memang sangat penting bagi guru untuk meningkatkan kualitas dri seorang guru tersebut dan sebagai bukti karya seorang guru. Hasil peneitian guru diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi orang lain. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh guru juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan dilakukannya penelitian, akan banyak perkembangan metode dan model pembelajaran di kelas sehingga dapat diterapkan oleh guru lain dan dapat menjadi bahan referensi serta evaluasi bagi pihak-pihak pendidikan.

    ReplyDelete
  17. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Bagi seorang pendidik, kegiatan meneliti yang sesungguhnya harus didasari beberapa keadaan. Yaitu harus memiliki pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika tidak maka pendidik akan terjebak ke dalam kepura-puraan konseptual. Karena sebenar-benar hakekat meneliti adalah rasa ingin tahu. Selain itu harus memiliki pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika tidak memilikinya aka akan terjebak kedalam kepura-puraan hakekat manfaat. Karena sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman serta dimensi hidup.
    Selain tiu juga perlu memiliki pengalaman meneliti. Jika tidak memiliki pengalaman maka ancamannya adalah terjebak ke dalam hakekat pengalaman palsu. Karena sebenar-benar pengalaman meneliti adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti tidak harus diakhiri dengan membuat laoran dapat dilakukan penelitian mandiri untuk kepentingan sendiri. Jika pengajar berkehnedak memperbaiki praktik pembelajaran berdasarkan pengalaman pendidik tersebut maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana.

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti. Elegi ini memamparkan mengenai peningkata kompetensi pendidik melalui penelitian. Setiap pendidik dapat melalukan penelitian untuk meningkatkan kompetensinya. Penelitian tidak selalu bersifat formal dan menghasilkan sebuah laporan. Namun penelitian dapat dilakukan secara non formal dan digunakan kepentingan pendidik, hal itu dapat dimulai dengan berfikir “bagaimana cara mengatsi masalah-masalah yang menghabat proses pembelajaran?” itu sudah menjadi awal sebuah penelitian. Biasanya para pendidik terjerat oleh rasa malas untuk melakukan penelitian karena mereka belum menyadari dan memiliki rasa ingin tahu, manfaat penelitian bagi mereka, faktor-faktor pendukung, inovasi pembelajaran dan ketrampilan sosial. Namun, ketika pendidik sudah menyadari hal tersebut rasa malas akan menjauh dari para pendidik sehingga pendidik mulai klas untuk melalukan penelitian yang dapat meningkatkan kompetensinya. Terimaksih.

    ReplyDelete
  19. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya pendidik, dan judul tulisan ini menggelitik saya untuk membaca. Saya membacanya perlahan-lahan dan meneliti diri, apakah saya termasuk di dalamnya.
    Tulisan ini menohok sekaligus menunjukkan dengan sangat halus, betapa musuh pendidik adalah mitos diri sendiri, perasaan sudah ingin meneliti, mempunyai rasa ingin tahu, mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaan, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti menemukan faktor-faktor pendukung, dan mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, merasa sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial dan semangat mau meneliti, namun masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?
    Tak sedikit pendidik yang belum mampu merasakan makna pelayanannya sebagai pendidik, yang adalah untuk pengembangan sumber daya manusia, si anak didik dan si guru sendiri.
    Rasa nyaman, ingin cari yang mudah sebagai kecenderungan manusia, seringkali lebih besar dari rasa ingin tahu itu sendiri.
    Sebab meneliti itu, jika bukan karena rasa ingin tahu, memang benarlah, hanya pura pura meneliti saja. Dan ini, memunculkan keinginan mencari cepat (instan), lalu karena tak bermakna, maka pendidik enggan melaksanakannya, malas meneliti.
    Trimakasih banyak untuk tulisan yang sangat menyentuh saya ini, semoga saya dapat pula menyadari semuanya itu sebagai pendidik. Mulai dari pemahaman tentang hakikat meneliti, hingga laboratorium pengembangan diri anak dan guru. Semoga pula sang malas beranjak dari pada, sebab lebih besarlah rasa ingin tahu dan hasrat untuk belajar serta mmengembangkan diri.

    ReplyDelete
  20. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Dari elegi ini saya mengetahui bagaimana selayaknya peneliti. Peneliti tidak cukup hanya telah mempunyai rasa ingin tahu, telah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaan, telah memiliki keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, telah menemukan faktor-faktor pendukung, dan telah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran. Karena ketika peneliti belum mengetahui apa, mengapa, bagaimana, dan untuk apa meneliti buat peneliti, maka penelitian pun tidak akan berjalan. Dan peneliti belum layak untuk meneliti.
    Selain itu, peneliti harus mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial, seperti dapat mengembangkan kompetensi, mempunyai kepercayaan diri dan kemandirian, memiliki kemampuan sosio-emosional yang baik, harus mempunyai keterbukaan, fleksibilitas, motivasi, semangat, keterampilan melayani, mampu megembangkan konsep bagi siswa-siswa, harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik, harus memahami diri yang hidup dan perlu dihidupkan. Dan hindari sesuatu yang instan, dan janganlah punya sifat malas. Kalau demikian, maka kita sudah pantas untuk menjadi peneliti.

    ReplyDelete
  21. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Pendidik memiliki tugas-tugas yang harus dikerjakannya, diantaranya adalah meneliti. Dalam meneliti, pendidik diantaranya perlu memiliki rasa ingin tahu, mengetahui manfaat meneliti, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, menemukan faktor-faktor pendukung, dan mengetahui inovasi pembelajaran. Seperti yang disampaikan dalam elegi di atas, rasa malas memang dalam kenyataannya merupakan hal penghambat utama bagi para pendidik untuk meneliti. Perlu ditumbuhkan rasa kesadaran kepada pendidik betapa pentingnya melakukan penelitian serta menerapkannya dalam kehidupan agar pendidikan mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Dalam mendidik, para pendidik perlu memiliki sikap tulus dan mencintai apa yang dilakukannya agar segala sesuatu yang dilakukannya timbul dari hati nurani dan membawa kebaikan bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  22. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Meneliti adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang pendidik. Banyak hal yang menyebabkan pendidik malas untuk meneliti diantaranya adalah tidak mengetahui tujuan dan manfaat meneliti, kurangnya semangat dan motivasi untuk meneliti, dan faktor-faktor lain yang menghambat penelitian. Setelah saya membaca, hal-hal yang diperlukan dalam penelitian meliputi tahu tentang tujuan dan manfaat yang diperoleh dari penelitian sehingga dapat memunculkan motivasi dan semangat, perlu adanya pengalaman, faktor penunjang penelitian, pengetahuan tentang inovasi, dan kemampuan sosial pendidik. Sedangkan hambatan atau tantangan pendidik dalam meneliti adalah keinginan instan dan malas yang harus selalu dilawan oleh pendidik.

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi di atas diketahui bahwa dalam meneliti didasari oleh rasa ingin tahu dan penelitian tersebut memiliki manfaat, baik bagi peneliti sendiri maupun pihak yang terkait. Namun semua itu tidak terlepas dari perlu mengetahui apa hakikat penelitian itu sendiri. Sebagai pendidik, guru juga memiliki kewajiban dalam meneliti, tidak hanya sebagai memenuhi kewajiban, tapi memberikan dampak positif berbagai pihak. Dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh guru, guru dirasa lebih mengetahui masalah yang ada di dalam kelas dan pada akhirnya dapat melakukan refleksi dalam proses pembelajaran, sehingga penelitian guna memperbaiki pendidikan Indonesia akan terwujud.

    ReplyDelete
  24. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Tugas dari seorang guru memang tidak mengisyaratkan bahwa memiki tugas untuk meneliti. Berbeda dengan dosen yang memang memiliki tugas untuk meneliti. Oleh karena itu guru berpikir bahwa bukanlah suatu kewajiban dalam membuat penelitian. Penielitian masih dianggap syarat sebaga kenaikan pangkat atau untuk memenuhi sertifikasi. Namun seyogyanya apabila guru serius dalam membuat penelitian maka guru dapat membantu siswa. Karena guru akan lebih berpikir variasi dalam menangani cara belajar siswa. Guru juga dapat megetahui model dan cara belaajr yang efektif untuk siswa dan selanjutnya guru dpaat memperbaiki metode yang sealama ini dilakukan kepada siswa.

    ReplyDelete
  25. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Meneliti adalah suatu bentuk profesionalitas seseorang, atau dalam hal ini adalah guru. Untuk jadi peneliti maka perlu mengetahui pentingnya meneliti yaitu berkaitang erat dengan rasa ingin tahu. Jadi ketika seseorang melakukan penelitian tetapi tidak dilandasi rasa ingin tahu, maka penelitiannya “pura-pura” dalam bahasa menurut Bapak. Kemudian, dalam meneliti penting juga mengetahui apa yang akan diteliti, mengapa melakukan penelitian tersebut, bagaimana melakukan penelitian tersebut dan untuk apa meneliti tersebut. Dimana langkah-langkah dan hakikat semua ini berhubungan dengan epistemologi, ontologi, aksiologi dan metodologi penelitian.
    Sehingga diharapkan setiap pendidik memiliki rasa ingin tahu terlebih dahulu sebagai bekal awal dalam meneliti. Karena meneliti adalah upaya juga untuk melihat seberapa metode yang digunakan, media yang digunakan itu baik atau tidak. Karena dalam meneliti kita juga dapat melakukan inovasi dalam pendidikan baik berupa metode atau media pendidikan.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan melalui postingan ini. Saya sangat suka dengan isi percakapan di atas. Pentingnya untuk sadar akan apa yang ingin dilakukan. Namun, tidak ada gunanya jika ide hanya dalam pikiran saja. Lantas jika diiringi dengan berdoa dan sadar akan ide tersebut juga belumlah cukup. Penting sekali ide yang ada dalam pikiran langsung dikerjakan. Banyak berpikir tanpa bertindak apapun hanya menghambat pengembangan diri.

    ReplyDelete
  27. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Pendidik malas meneliti? Saya menyadari betul hal ini. Mengurusi rancangan pembelajaran setiap hari saja sudah repot, buat apa melakukan penelitian. Adapun penelitian, hanya sekedar formalitas saja, menggunakan asas "yang penting ngumpul".
    Esensi meneliti adalah mencari pengalaman, mencari sesuatu yang baru, menemukan solusi masalah. Terkadang kita,para pendidik, terlalu terhanyut pada kewajiban utama kita yaitu mengajar. Dalam mengajar saja sudah banyak masalahnya pak, apalagi meneliti.. nah,tak ada terpikir dalam benak kita kalau masalah yang kita hadapi dalam mengajar dapat diselesaikan dengan penelitian jika benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati. Mari menjadi pendidik yang meneliti...

    ReplyDelete
  28. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah terimakasih prof. Marsigit atas elegi yang sangat bermanfaat ini. Ulasan di atas, membuat saya menginstropeksi diri apakah saya benar-benar ingin menjadi peneliti atau hanya terjebak dalam pura-pura ingin menjadi peneliti. Elegi di atas menjadikan saya bermuhasabah apakah saya siap menjadi seorang peneliti dan benar-benar berniat untuk melakukan penelitian. Padahal, saya sengaja memilih PEP ini agar saya bisa menjadi seorang peneliti, seperti dosen-dosen saya. Baik, hikmah yang dapat saya ambil dari postingan kali ini adalah, seorang peneliti haruslah tahu akan hakikat meneliti, manfaat, memiliki pengalaman, mengetahui faktor penunjang penelitiannya, inovasi apa yang akan dibuatnya, dan kompetensi apa yang harus dikuasai. Sehingga penting bagi seorang peneliti untuk bersikap terbuka, fleksibel, motivasi tinggi, semangat berkarya, dan tulus ikhlas dalam melakukan penelitian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal. Semoga saya bisa dan memang harus bisa seperti menjadi sebaik-baik peneliti. Aamin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  29. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kegiatan meneliti merupakan salah satu indicator bahwa seseorang berfikir kritis menanggapai fenomena dan keadaan yang ada di lingkungannya. Bagi pendidik meneliti merupakan hal yang tidak kalah penting dari mengajar. Meneliti tidak sekedar meneliti namun, meneliti diperlukan pemahaman tentang aspek-aspek yang telah disebutkan di atas seperti manfaat, inovasi dan lain sebagainya karena hasil penelitian nanti dapat menjadi rujuan atau acuan bagi yang lain.

    ReplyDelete