Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

13 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Malas adalah penyakit manusia yang susah dimusnaka karena males munculnya di dalam diri seseorang jika orang itu tidak mau merubah sikap malasnya maka dia akan selalu malas. Kita sebagai pendidik dan sebagai peneliti harus bersikap yang rajin jangan malas. Karena kita harus KEPO. Dengan KEPO kita nanti akan selalu ingin tahu dan ingin tahu apa yang isu-isu sekarang ini terjadi. Tentaunya KEPO nya ke arah positif.

    terima kasih

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Tugas utama guru yaitu mengajar, maka bukan hal aneh jika mereka tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian. Padahal kita tahu bahwa dalam mengajar kita harus mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik.
    Kita harus bisa berinovasi dalam mengajar, namun untuk menerapkannya perlu adanya penelitian terlebih dahulu. Untuk itu perlu kesadaran para guru betapa pentingnya melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Umumnya para pendidik malas untuk meneliti dikarenakan alasan tidak mempunyai waktu dan takut tidak tercapai sesuai kurikulum materi yang disampaikan kepada siswa. Meneliti tidaklah harus menyita waktu pembelajaran dikelas meneliti dapat dilakukan sambil melakukan pembelajaran seperti halnya penelitian tindakan kelas (PTK) yang dapat dilakukan pendidik sambil melakukan pembelajaran atau dengan kegiatan lesson study. Sangat banyak manfaat pendidik melakukan penelitian slah satunya untuk melakukan inovasi pembelajaran yang menarik sehingga dapat membentuk minta belajar siswa. Namun kenyataannya sebagian besar pendidik mau meneliti jika penelitian merupakan salah satu persyaratan kenaikan pangkat sehingga tujuan penelitian yang dilakukan tidak lagi refleksi pemmbelajaran. Semoga penelitian yang dilakukan oleh pendidik semata-mata bertujuan sebagai refleksi dan pembenahan pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Penelitian pada kenyataannya jarang sekali dilakukan oleh pendidik. Padahal hasil penelitian akan sangat bermanfaat bagi perbaikan dan perkembangan sistem pendidikan yang ada. Banyak pendidik yang mengungkapkan bahwa mereka malas untuk melakukan penelitian karena mereka bingung untuk melaksanakannya. Bagi orang yang baru memulai penelitian hal ini wajar saja, karena mereka memang belum terbiasa dengan kegiatan penelitian, tetapi manusia memiliki pikiran dan akal sehingga mereka dapat menggali lebih dalam mengenai kegiatan penelitian. Ketidaktahuan dan kebingungan pendidik ini menimbulkan rasa malas untuk meneliti, karena mereka menganggap bahwa meneliti itu kegiatan yang sulit dilakukan, mereka tidak memiliki semangat untuk meneliti dan menghasilkan penelitian yang dapat bermanfaat baginya maupun bagi pendidik-pendidik yang lain. Oleh karena itu, faktor ketidaktahuan dan kebingungan pendidik mengenai penelitian inilah yang harus secepatnya dihilangkan, agar nantinya peneliti terhindar dari sifat malas untuk meneliti.

    ReplyDelete
  5. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Saya rasa Elegi ini tidak hanya dimaksudkan untuk para pendidik saja. Namun hakikat penelitian yang sesungguhnya juga perlu dipahami oleh civitas akademika, seperti mahasiswa. Kerap kali kita melakukan penelitian, namun menjadi sebuah kesalahan jika penelitian hanya dilakukan secara instant belaka.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Kesempatan meneliti memang lebih terbuka luas bagi para pendidik, karena mereka lah yang berhadapan langsung dengan situasi dan keadaan siswa sehari-hari , sehingg pendidik lebih peka terhadap masalah-masalah yang menjadi kendala siswa dalam belajar terutama. Dan lagi, guru dapat melakukan PTK yang notabene bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menjadi bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya yang lebih baik. Tentu saja saya sependapat dengan Prof. Marsigit bahwa untuk meneliti, terlebih dahulu dimulai dengan rasa ingin tahu, mengetahui manfaat meneliti, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, menemukan faktor-faktor pendukung, mmengambangkan inovasi pembelajaran, dan didukung oleh keterampilan sosial.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menjadi pengingat saya kelak menjadi seorang pendidik janganlah malas akan meneliti. Karena hasil dari meneliti adalah ilmu. Penelitian saat ini dilakukan hanya sebatas tugas akhir dari perkuliahan. Seorang pendidik yang baik dia yang mau berkembang maju, seorang pendidik bisa melakukan penelitian sederahana misalnya saja penelitian tindakan kelas.

    ReplyDelete
  8. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidik malas meneliti disebabkan banyak hal diantaranya kurangnya rasa keingintahuan, bingung cara meneliti seperti apa, belum mengetahui manfaat dari meneliti, sulit meluangkan waktu meneliti karena ada tuntutan mengajar dan lainnya yang banyak menyita waktu. Hal tersebut seharusnya perlu menjadi perhatian khusus mengingat banyak manfaat yang sebenarnya bisa diperoleh dari meneliti jika mengetahui hakikat dari meneliti itu sendiri. Karena dengan meneliti adalah sebagai upaya guru dalam melakukan perbaikan pada proses pembelajaran di kelas dan juga menunjang kompetensi pedagogiknya.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebagai pendidik seringkali diberikan tugas tambahan untuk meneliti. Kegitana ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi.
    Banyak sekali ilmu yang diperoleh dari meneliti. Mulai dari teori yang ada hingga teori yang diperoleh dari penelitian.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Malas memang penyakit yang sangat sering sekali ada pada diri manusia, khususnya saya. Malas datang tidak pandang waktu, tempat, dimana saja, kapan saja malas selalu muncul. Malas juga menyerang para pendidik. Sebagai seorang pendidik seharusnya mereka tidak malas untuk meneliti. Karena sebenarnya banyak sekali masalah-masalah dalam pembelajaran yang perlu untuk diteliti.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Penelitian berguna untuk pendidik yang sedang mendidik penerus bangsa di zaman globalisasi aeperti sekarang ini. Jelas berbeda pendidikan pada tahun 2016 dan pendidikan pada tahun 1990an. Perbedaan positif ini berawal dari penemuan – penemuan mutahir hasil dari penelitian. Sehingga dapat dierapkan hingga saat ini. Tidak menutup kemungkinan penelitian yang dilakukan oleh guru sekarang akan dapat berguna untuk pendidik dalam proses pembelajaran di kelas di masa yang akan. Untuk contoh kecilnya saja penelitian di tahun ditemukan berbagai masalah dan cara mengatasinya, sehingga diharapkan untuk tahun ke depannya permasalahan tersebut tidak terulang kembali dan begitu seterusnya.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu tugas guru adalah menjadi fasilitator bagi siswa-siwanya. Dalam rangka menjadi fasilitator yang baik guru juga perlu mengadakan penelitian di sekolahnya. Seperti yang ditulis Pak Marsigit "Hasil penelitian tidak harus berupa laporan". Guru dapat melakukan penelitian sederhana yang hasilnya nanti sebagai aset guru untuk perbaikan dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Penelitian merupakan wujud untuk menerjemahkan (hermenetika) apa yang terjadi pada pembelajaran. Hal ini diakrenakan penelitian mempertemukan antara teori-teori pembelajaran sebagai langit dengan subjek pembelajaran dan keadaannya sebagai bumi. Dengan penelitian setidaknya guru dapat menentukan obat yang tepat bagi permasalahan pembelajaran yang teriadi dalam kelasnya. Selain itu guru juga dapat menentukan strategi pembelajaran yang terbaik bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete