Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

49 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Malas adalah penyakit manusia yang susah dimusnaka karena males munculnya di dalam diri seseorang jika orang itu tidak mau merubah sikap malasnya maka dia akan selalu malas. Kita sebagai pendidik dan sebagai peneliti harus bersikap yang rajin jangan malas. Karena kita harus KEPO. Dengan KEPO kita nanti akan selalu ingin tahu dan ingin tahu apa yang isu-isu sekarang ini terjadi. Tentaunya KEPO nya ke arah positif.

    terima kasih

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Tugas utama guru yaitu mengajar, maka bukan hal aneh jika mereka tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian. Padahal kita tahu bahwa dalam mengajar kita harus mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik.
    Kita harus bisa berinovasi dalam mengajar, namun untuk menerapkannya perlu adanya penelitian terlebih dahulu. Untuk itu perlu kesadaran para guru betapa pentingnya melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Umumnya para pendidik malas untuk meneliti dikarenakan alasan tidak mempunyai waktu dan takut tidak tercapai sesuai kurikulum materi yang disampaikan kepada siswa. Meneliti tidaklah harus menyita waktu pembelajaran dikelas meneliti dapat dilakukan sambil melakukan pembelajaran seperti halnya penelitian tindakan kelas (PTK) yang dapat dilakukan pendidik sambil melakukan pembelajaran atau dengan kegiatan lesson study. Sangat banyak manfaat pendidik melakukan penelitian slah satunya untuk melakukan inovasi pembelajaran yang menarik sehingga dapat membentuk minta belajar siswa. Namun kenyataannya sebagian besar pendidik mau meneliti jika penelitian merupakan salah satu persyaratan kenaikan pangkat sehingga tujuan penelitian yang dilakukan tidak lagi refleksi pemmbelajaran. Semoga penelitian yang dilakukan oleh pendidik semata-mata bertujuan sebagai refleksi dan pembenahan pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Penelitian pada kenyataannya jarang sekali dilakukan oleh pendidik. Padahal hasil penelitian akan sangat bermanfaat bagi perbaikan dan perkembangan sistem pendidikan yang ada. Banyak pendidik yang mengungkapkan bahwa mereka malas untuk melakukan penelitian karena mereka bingung untuk melaksanakannya. Bagi orang yang baru memulai penelitian hal ini wajar saja, karena mereka memang belum terbiasa dengan kegiatan penelitian, tetapi manusia memiliki pikiran dan akal sehingga mereka dapat menggali lebih dalam mengenai kegiatan penelitian. Ketidaktahuan dan kebingungan pendidik ini menimbulkan rasa malas untuk meneliti, karena mereka menganggap bahwa meneliti itu kegiatan yang sulit dilakukan, mereka tidak memiliki semangat untuk meneliti dan menghasilkan penelitian yang dapat bermanfaat baginya maupun bagi pendidik-pendidik yang lain. Oleh karena itu, faktor ketidaktahuan dan kebingungan pendidik mengenai penelitian inilah yang harus secepatnya dihilangkan, agar nantinya peneliti terhindar dari sifat malas untuk meneliti.

    ReplyDelete
  5. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Saya rasa Elegi ini tidak hanya dimaksudkan untuk para pendidik saja. Namun hakikat penelitian yang sesungguhnya juga perlu dipahami oleh civitas akademika, seperti mahasiswa. Kerap kali kita melakukan penelitian, namun menjadi sebuah kesalahan jika penelitian hanya dilakukan secara instant belaka.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Kesempatan meneliti memang lebih terbuka luas bagi para pendidik, karena mereka lah yang berhadapan langsung dengan situasi dan keadaan siswa sehari-hari , sehingg pendidik lebih peka terhadap masalah-masalah yang menjadi kendala siswa dalam belajar terutama. Dan lagi, guru dapat melakukan PTK yang notabene bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menjadi bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya yang lebih baik. Tentu saja saya sependapat dengan Prof. Marsigit bahwa untuk meneliti, terlebih dahulu dimulai dengan rasa ingin tahu, mengetahui manfaat meneliti, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, menemukan faktor-faktor pendukung, mmengambangkan inovasi pembelajaran, dan didukung oleh keterampilan sosial.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menjadi pengingat saya kelak menjadi seorang pendidik janganlah malas akan meneliti. Karena hasil dari meneliti adalah ilmu. Penelitian saat ini dilakukan hanya sebatas tugas akhir dari perkuliahan. Seorang pendidik yang baik dia yang mau berkembang maju, seorang pendidik bisa melakukan penelitian sederahana misalnya saja penelitian tindakan kelas.

    ReplyDelete
  8. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidik malas meneliti disebabkan banyak hal diantaranya kurangnya rasa keingintahuan, bingung cara meneliti seperti apa, belum mengetahui manfaat dari meneliti, sulit meluangkan waktu meneliti karena ada tuntutan mengajar dan lainnya yang banyak menyita waktu. Hal tersebut seharusnya perlu menjadi perhatian khusus mengingat banyak manfaat yang sebenarnya bisa diperoleh dari meneliti jika mengetahui hakikat dari meneliti itu sendiri. Karena dengan meneliti adalah sebagai upaya guru dalam melakukan perbaikan pada proses pembelajaran di kelas dan juga menunjang kompetensi pedagogiknya.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebagai pendidik seringkali diberikan tugas tambahan untuk meneliti. Kegitana ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi.
    Banyak sekali ilmu yang diperoleh dari meneliti. Mulai dari teori yang ada hingga teori yang diperoleh dari penelitian.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Malas memang penyakit yang sangat sering sekali ada pada diri manusia, khususnya saya. Malas datang tidak pandang waktu, tempat, dimana saja, kapan saja malas selalu muncul. Malas juga menyerang para pendidik. Sebagai seorang pendidik seharusnya mereka tidak malas untuk meneliti. Karena sebenarnya banyak sekali masalah-masalah dalam pembelajaran yang perlu untuk diteliti.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Penelitian berguna untuk pendidik yang sedang mendidik penerus bangsa di zaman globalisasi aeperti sekarang ini. Jelas berbeda pendidikan pada tahun 2016 dan pendidikan pada tahun 1990an. Perbedaan positif ini berawal dari penemuan – penemuan mutahir hasil dari penelitian. Sehingga dapat dierapkan hingga saat ini. Tidak menutup kemungkinan penelitian yang dilakukan oleh guru sekarang akan dapat berguna untuk pendidik dalam proses pembelajaran di kelas di masa yang akan. Untuk contoh kecilnya saja penelitian di tahun ditemukan berbagai masalah dan cara mengatasinya, sehingga diharapkan untuk tahun ke depannya permasalahan tersebut tidak terulang kembali dan begitu seterusnya.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu tugas guru adalah menjadi fasilitator bagi siswa-siwanya. Dalam rangka menjadi fasilitator yang baik guru juga perlu mengadakan penelitian di sekolahnya. Seperti yang ditulis Pak Marsigit "Hasil penelitian tidak harus berupa laporan". Guru dapat melakukan penelitian sederhana yang hasilnya nanti sebagai aset guru untuk perbaikan dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Penelitian merupakan wujud untuk menerjemahkan (hermenetika) apa yang terjadi pada pembelajaran. Hal ini diakrenakan penelitian mempertemukan antara teori-teori pembelajaran sebagai langit dengan subjek pembelajaran dan keadaannya sebagai bumi. Dengan penelitian setidaknya guru dapat menentukan obat yang tepat bagi permasalahan pembelajaran yang teriadi dalam kelasnya. Selain itu guru juga dapat menentukan strategi pembelajaran yang terbaik bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Penelitian oleh pendidikan adalah salah satu saran bagi pendidik untuk meningkatkan kualitasnya dalam pembelajaran. Namun tentu saja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Elegi di atas berisi hal - hal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik untuk melakukan aktivitas penelitian sesungguhnya. Karean melakukana sesuatu tanpa mengetahui hakekatnya sesungguhnya sama saja menjebakkan diri pada mitos

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika

    Sebagai seorang pendidik memang penting untuk melakukan sebuah penelitian karena memberikan manfaat yang banyak bagi guru dan murid. Dengan melakukan penelitian seorang guru bisa memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh siswa sehingga guru bisa melakukan inovasi-inovasi agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Namun disisi lain tugas seorang guru itu banyak mulai dari membuat perangkat pembelajaran hingga mengajar dan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga guru sudah malas untuk melakukan penelitian. Disini dibutuhkan kesadaran dan semangat yang tinggi dari para guru betapa pentingnya melakukan suatu penelitian serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  16. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Meneliti merupakan kegiatan yang bertahap atau melalui proses. Dari persiapan, hingga pelakssanaan hingga evaluasi.
    Sehingga banyak kali ilmu yang diperoleh untuk dapat meningkatkan kompetensi.

    ReplyDelete
  17. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidik terkadang sulit jika diminta untuk melakukan penelitian. Berbagai macam alasan dilontarkan untuk menjadi alasan tidak melakukan penelitian. Pelatiahn agar guru mau meneliti juga telah banyak dilakukan. Guru terlalu lama berteori tentang penelitian, terlalu banyak berpikir bagaimana, terlalu banyak berpikir kalau, sehingga pada akhirnya malah tidak jadi meneliti. Jiwa meneliti lebih baik ditanamkan sejak guru masih belajar sebagai mahasiswa, sehingga kelak akan menjadi kebiasaan dan rasa malas itu hilang.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Masih banyak guru yang malas membaca. Padahal dari membaca itulah akan terbuka wawasan yang luas dari para guru. Kesibukan-kesibukan mengajar membuat guru merasa kurang sekali waktu untuk membaca. Ini nyata, dan terjadi di sekolah kita. Bukan hanya di sekolah, di rumah pun banyak guru yang malas membaca. Guru harus dapat melawan kebiasaan malas membaca. Ingatlah dengan membaca kita dapat membuka jendela dunia. Sudah bisa dipastikan bila guru malas membaca, maka akan malas pula untuk menulis. Menulis dan membaca seperti kepingan uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Guru yang terbiasa membaca, maka ia akan terbiasa menulis. Dari membaca itulah guru mampu membuat kesimpulan dari apa yang dibacanya, kemudian kesimpulan itu ia tuliskan kembali dalam gaya bahasanya sendiri. Itulah salah satu alasan guru malas meneliti.

    ReplyDelete
  19. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pendidik malas meneliti memang banyak alasan yang akan dikemukakan. Dianataranya adalah terlalu banyaknya waktu yang dipakai untuk PBM, sehingga menyebabkan kurangnya waktu untuk melakukan penelitian. Disamping kurangnya waktu banyaknya beban yang harus diemban oleh guru diantaranya adalah dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Walaupun pada hakikatnya penelitian itu sangat penting, namun dikarenakan banyaknya beban yang diemban oleh guru menyebabkan pendidik malas untu meneliti.

    ReplyDelete
  20. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Sebenar-benar meneliti adalah karena rasa ingin tahu. Dalam hal mencari kebenaran dari apa yang dipikirkan. Pendidik adalah bagian tidak terpisahkan dalam kerangka menciptakan kecerdasan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan tri dharma perguruan tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian masyarakat.
    Namun kerap kita temui pendidik yang malas untuk meneliti dikarenakan oleh pendidik malas membaca, menulis, kurang sensitif terhadap waktu, terjebak dalam rutinitas kerja sehingga menjadi lupa bahwa meneliti adalah bagian dari pengembangan diri. Semoga kita semua tidak malas dalam melakukan tugas kita yang satu ini karena dengan meneliti kita bisa menemukan sesuatu yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    pendidik malas meneliti mungkin dikarenakan faktor internal maupun eksternal, jika itu dalam diri guru tersebut maka guru ini perlu dibina kedepannya karena menjadi pendidik harus memberikan contoh terbaik yaitu salah satunya melawan rasa malas. Pendidik sudah dibekali PKB, disini guru harus mengembangkan kompetensisnya dan meneliti seperti tuntuan atau kewajibannya dalam menyusun PTK. namun, ada juga guru yang malas meneliti karena sarana-prasaran yang kurang mendukung, ini yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak tertentu untuk dibenahi kedepnnya

    ReplyDelete
  22. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Selama ini para guru mungkin tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian, mereka lebih memikirkan untuk mengajar dan mengajar. Padahal guru memerlukan evaluasi dalam mengajar. Pasti terdapat satu kelemahan. Kelemahan tersebut setidaknya dievaluasi untuk dicari penyebab serta solusi yang pas. Oleh karena itu sangat penting penelitian bagi pendidik. Semoga kesadaran guru dalam meneliti akan lebih meningkat ke depannya.

    ReplyDelete
  23. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagian besar guru di Indonesia malas untuk menelit. Mereka berkilah bahwa pekerjaan mereka sebagai pendidik sudah memberatkannya, sehingga tidak ada waktu untuk meneliti. Itulah alas an yang sering muncul, jika guru ditanya kenapa malas meneliti. Dilihat dengan keperluannya juga gauru meneliti untuk kenaikan pangkat atau jabatan, namun hasil kenaikan jabatan dan modal yang dikeluarkan untuk meneliti tidak sebanding ujar mereka. Seyogyanya, sebagai pendidik itu dapat mengatasi permasalahan dikelas, masalah tersebut juga dapat dijadikan bahan penelitan yaitu penelitian tindakan kelas. Yang waktunya dapat berbarengan dengan tugas mereka sebagai pendidik.

    ReplyDelete
  24. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Memahami hakekat meneliti penting untuk dapat mengetahui tujuan meneliti. Sebagai pendidik perlu mempunyai kemampuan dalam mengajar, menguasai materi, menggunakan media dan metode yang tepat dalam mengajar agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Inovasi dalam pembelajaran diperlukan agar siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Guru harus mampu kreatif dan memotivasi siswa dalam pembelajaran. Maka hal yang dipunyai pendidik untuk dapat meneliti adalah semangat. Dengan semangat maka akan memunculkan motivasi untuk melakukan banyak hal termasuk meneliti.

    ReplyDelete
  25. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Meneliti sesungguhnya harus dari keinginan hati. meneliti seharusnya mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan atau menemukan pengetahuan baru. tetapi mungkin ada yang meneliti karena ingin mendapat kenaikan pangkat, tetapi hal tersebut juga tidak salah. tetapi sejatinya meneliti juga bertujuan untuk memperbaiki apa yang dikira masih perlu untuk diperbaiki.

    ReplyDelete
  26. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Rasa malas tak jarang menghampiri setiap orang. Malas merupakan hal yang lumrah dimiliki setiap manusia. Bahkan para ilmuwan atau pendidik pun juga pasti pernah merasa malas. Namun apabila malas ini diteruskan maka akan berakibat yang tidak baik untuk kita karena tentu akan menggangu kinerja. Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Dan melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis. Sesungguhnya segala sesuatu yang kita kerjakan dari hati tanpa rasa malas akan memberikan hasil yang lebih baik dan memuaskan.

    ReplyDelete
  27. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siswa merupakan subjek terdekat dengan guru. Guru mampu menggunakan siswa sebagai subjek penelitian dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa. Penelitian ini sering disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mampu menyelesaikan permasalahan-permaslahan yang dihadapi siswa.

    ReplyDelete
  28. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Meneliti dalam dunia pendidikan pada dasarnya bukan hanya tugas dosen, atau pun tugas mahasiswa dalam rangka menyelesaikan tugas akhir. Tetapi menjadi tugas juga bagi guru untuk melakukan penelitian. Penelitian ini berguna bagi guru untuk sebagai bahan evaluasi dalam proses pembelajaran atau pun untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang di alami oleh siswa selama proses pembelajaran. Namun pertanyaannya adalah mengapa sebagian besar guru malas untuk melakukan penelitian? Banyak faktor yang mendasari sehingga guru terkesan malas dalam melakukan penelitian antara lain karena ada sebagian pendidik yang kurang mengetahui manfaat dari meneliti itu, namanya juga pendidik, mungkin mereka beranggapan bahwa tugas mereka hanya sebagai pendidik saja, buat apa kita melakukan atau meneliti. Mending fokus saja dengan tugas kita yaitu mendidik siswa. Sebagai pendidik juga hendaknya melakukan penelitian untuk mendapatkan terobosan baru dalam dunia pendidik khususnya dalam dunia pendidikan. Faktor lain yang menyebabkan malasnya seorang pendidik untuk meneliti yaitu, mereka kurang tahu atas dasar apa mereka meneliti, untuk apa mereka meneliti, apa yang harus saya lakukan dalam meneliti. mungkin masih banyak lagi faktor lain yang menyebabkan pendidik bisa malas dalam melakukan penelitian.


    ReplyDelete
  29. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, kemungkinan besar para pendidik malas untuk meneliti adalah pendidik tersebut belum seutuhnya menjiwai apa yang mereka kerjakan. Ketika mereka sudah menjiwai apa yang sedang mereka jalani, maka kata "malas" itu tidak akan muncul. Karena sejatinya pendidik harus terus menggali ilmu dengan salah satu caranya yaitu melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  30. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mencakup semua kalangan untuk perlu dibaca. Bukan saja untuk pendidik, bahkan calon pendidik sekalipun. Menjadi tamparan bagi saya pula sebagai calon pendidik yang katanya adalah seorang mahasiswa sebagai agen perubahan, tetapi tidak banyak yang bisa dilakukan padahal pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana bermunculan. Alasan-alasan klasih inilah yang sering menhambat seorang untuk meneliti.

    ReplyDelete
  31. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penelitian merupakan karakter seorang yang terdidik. Sudah menjadi hal wajar, bahkan ilmuan sekalipun untuk melakukan penelitian. Akan tetapi, menjadi sebuah masalah ketika rasa malas mulai menghampiri. Penelitian tidak ditujukan bagi sembarang orang dan dapat dilakukan dengan sebarang orang apalagi bagi seorang pemalas. Perlu diperhatikan beberapa hal dalam melakukan kegiatan penelitian diantaranya dengan hakekat penelitian, manfaat penelitian, pengalaman penelitian, faktor penunjang, inovasi pembelajaran, kemampuan pendidik, keterampilan sosial peneliti, dan keterampilan sosio-emosional yang dimiliki peneliti. Penelitian akan menjadi sesuatu yang mudah dan menyenangkan ketika dimulai dari hati dan tentunya tetap menjunjung aspek spiritual.

    ReplyDelete
  32. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tidak dipungkiri lagi jika pada saat ini sudah semakin sedikit pendidik yang melakukan penelitian. Padahal penelitian adalah salah satu jembatan bagi para pendidik untuk meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Namun, yang terjadi adalah masih banyak yang melakukan penelitian hanya sekadar melaksanakan kewajiban, bukan dengan sadar bahwa yang mereka lakukan adalah penelitian.

    ReplyDelete
  33. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi di atas, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik sebelum melakukan penelitian antara lain memiliki keinginan meneliti, memiliki rasa ingin tau, memahami manfaat penelitian, keinginan memeroleh pengalaman, mempunyai faktor pendukung, memahami inovasi pembelajaran dan kemampuan sosial.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang dijelaskan dalam elegi di atas bahwa kebanyakan dari kita, jika ingin memulai sesuatu pasti bingung bagaimana cara memulainya. Jika ingin memulainya maka mulailah dari sekarang. Selain itu, menjalani hidup seperti sekarang ini penuh godaan dengan kata praktis dan instan, perkembangan teknologi yang semakin membuat beberapa orang malas. Oleh karena itu, sebagai pendidik, kita harus selalu mengembangkan rasa ingin tahu, memperbanyak pengalaman belajar, menemukan faktor-faktor pendukung, dan pentingnya inovasi pembelajaran agar terhindar dengan rasa malas.

    ReplyDelete
  35. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tugas seorang guru didalam kelas yaitu berperan sebagi fasilitator bagi peserta didik. Untuk menjadi fasilitator yang baik maka perlu adanya penelitian yang dilakukan dikelas yang diajarnya. Hal ini bertujuan agar dapat meningkatkan kualitas guru dalam membantu siswa mendapatkan konsep-konsep dan juga mampu menginovasi pembelajaran. Sehingga siswa tidak bosan didalam kelas. Namun sebelum melakukan penelitian haruslah ada keingina untuk meneliti agar hasil penelitiannya bermanfaat.

    ReplyDelete
  36. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidik tidak seharusnya memiliki sifat malas untuk melakukan penelitian. Karena penelitian yang dilakukan pendidik dapat membawa manfaat bagi banyak orang. Untuk melakukan penelitialn, seorang pendidik perlu mempunyai rasa ingin tahu, menyadari akan manfaat yang akan ia bawa, mengetahui faktor-faktor pendukungnya, mempelajari beberapa inovasi pembelajaran dan mmpu mengembangkan keterampilan sosial. Penelitian yang dilakukan oleh pendidik dapat meningkatkan profesionalismenya

    ReplyDelete
  37. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru perlu memiliki prinsip to teach is to research. Karena sebaik-baik pengalaman adalah hasil kegiatan penelitian. Penelitian dapat meningkatkan kompetensi guru sebagai pendidik. Dalam kegiatan penelitiannya, yang paling utama dilakukan adalah miliki rasa ingin tahu. Selanjutnya, guru perlu memahami manfaat penelitian bagi pekerjaannya. Lalu guru perlu memiliki rasa ingin memperoleh pengalaman. Hal selanjutnya adalah, guru perlu menemukan faktor pendukung untuk penelitian. Salah satu nya adalah inovasi pembelajaran. Guru juga perlu mengetahui kompetensi mana yang perlu dikembangkan

    ReplyDelete
  38. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Inti dari inovasi pembelajaran yang perlu dikembangkan ada beberapa macam, yaitu kemampuan merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Merencanakan pembelajaran berarti merencanakan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber ajar, dan merencanakan penilaian. Sedangkan melaksanakan pembelajaran, guru perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai penggunaan media, alat peraga, alat bantu pembelajaran, dan mengadakan evaluasi pembelajaran

    ReplyDelete
  39. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah guru memiliki pemahaman tentang inovasi pembelajaran, guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sosial. Beberapa keterampilan sosial yang perlu dikembangkan antara lain sikap sosial dan berpikir positif. Contoh dari keterampilan sosial adalah percaya diri dan mandiri. Guru juga perlu mengembangkan sosio-emosional. Guru juga perlu memiliki sifat keterbukaan. Guru juga harus fleksibel, memiliki motivasi, semangat, memahami hakikat melayani siswa, memiliki keterampilan mengembangkan konsep, dan memahami bahwa pembelajaran adalah laobratorium pengembangan diri. Guru perlu mengindari cara instan dan sifat malas

    ReplyDelete
  40. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Baiklah, agar kita semangat untuk melakukan penelitian kita harus tahu hakikat dari meneliti itu apa, manfaatnya apa, butuhnya kita terhadap penelitian, faktor penunjang, inovasi yang dihasilkan, kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, keterampilan sosial yang perlu ditingkatkan, kesadaran untuk melayani peserta didik, mengembangkan konsep dan profesionalisme. Dan sikap yang harus dihindari peneliti dalam melakukan penelitian adalah sikap malas dan ingin serba instan.

    ReplyDelete
  41. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sesungguhnya meneliti dapat memunculkan apa yang belum diketahui menjadi mengetahui. apa yang belum ada dan belum pernah ditliti menjadi ada karena penelitian. apalagi seorang guru yang harusnya membuat penelitian tindakan kelas (PTK) yang diharapkan dapat mencar solusi yang ada dari permasalahan dikelas.

    ReplyDelete
  42. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tugas guru selain mengajar ialah meneliti. Hal ini ditujukan agar bidang pendidikan juga terus maju disertai dengan inovasi-inovasinya. Sehingga, generasi penerus pun semakin kreatif. Namun, kegiatan ini nampaknya tidak semudah yang diucapkan. Karena guru harus memiliki niat yang tulis, dantekad yang bulat. Guru juga sebaiknya mampu menjaga pikirannnya agar terus positif, yakin pada kemampaunnya, terbuka, fleksibel, semangat, dan ikhlas melayani. Tentu saja juga tidak malas.
    Namun, sekali lagi hal itu memang berat. Maka, kita sebagai calon pendidik mulai harus terbiasa dengan sifat-sifat tersebut, agar nantiya bisa bermanfaat ketika di kelas yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  43. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakekatnya selain menjadi fasilitator, guru juga berperan sebagai peneliti. Karena dalam hal mengevaluasi pembelajaran dikelas. Guru dituntut dapat meneliti berbagai objek penelitian kelas sehingga dapat melakukan evaluasi dengan tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan dikelas. Tak pantaslah guru mengeluhkan kerena tugasnya yang berat untuk mneliti karena meneliti adalah salah satu tugas guru dikelas. Tinggal niatnya saja guru dapat menuliskan evaluasinya sehingga dapat menjadi tulisan para peneliti.

    ReplyDelete
  44. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi diatas yang berjudul mengapa pendidik malas meneliti, menjadi suatu tamparan kepada para pendidik. karena hal yang seharusnya dimiliki oleh pendidik itu adalah bukan hanya kepintaran atau kecerdasan saja, tetapi juga kemauan untuk terus belajar. Salah satunya bisa dilakukan dengan cara melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  45. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Menurut cerita dari salah satu dosen Fakultas MIPA UNY yang sempat mengampu mata kuliah saya, guru-guru sekolah malas meneliti karena guru-guru menganggap pekerjaan sebagai guru sudah memberatkan mereka, seperti membuat RPP setiap pembelajaran.Namun selalu ada saja guru-guru yang tidak malas meneliti, jika memang guru itu suka meneliti, terutama penelitian tindakan kelas. Selalu ada saja masalah yang terjadi di kelas, selalu ada saja hal untuk diteliti. Jika memang guru perduli dengan siswa, guru tidak akan malas untuk meneliti.

    ReplyDelete
  46. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Ada saja guru yang malas untuk melakukan penelitian. Padalah berdasarkan post blog ini, banyak hal yang masih kurang dari guru, masih banyak yang harus diteliti guru, masih banyak yang mendukung penelitian guru, masih banyak yang memerlukan penelitian dari guru, masih banyak yang diremehkan guru dianggap tidak perlu penelitian. Guru perlu meneliti apapun alasannya.

    ReplyDelete
  47. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi ini membuka pemikiran saya bahwasanya ketika menjadi seorang pendidik nanti jangan lah malas untuk meneliti. Karena manfaat dari penelitian itu banyak, salah satunya ilmu yang menopang sistem pembelajaran pendidik kepada para siswanya.

    ReplyDelete
  48. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Baiklah, agar kita semangat untuk melakukan penelitian kita harus tahu hakikat dari meneliti itu apa, manfaatnya apa, butuhnya kita terhadap penelitian, faktor penunjang, inovasi yang dihasilkan, kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, keterampilan sosial yang perlu ditingkatkan, kesadaran untuk melayani peserta didik, mengembangkan konsep dan profesionalisme. Dan sikap yang harus dihindari peneliti dalam melakukan penelitian adalah sikap malas dan ingin serba instan

    ReplyDelete
  49. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat melakukan penelitian banyak hal atau faktor penunjang yang harus diperhatikan. Mulai dari tujuan penelitian, pengalaman, inovasi, fleksibel, motivasi, semangat dan lain sebagainya. Objek penelitian sebenarnya dekat dengan peneliti, misalnya guru. Guru mampu melakukan penelitian berdasarkan identifikasi masalah yang ia lakukan di dalam kelas. Dengan mengidentifikasi masalah maka guru dapat melakukan penelitian di dalam kelas. Guru mencatat semua kejadian entah baik atau buruk di dalam jurnalnya.

    ReplyDelete