Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

29 comments:

  1. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Dari elegi ini saya menyimpulkan bahwa sebenar-benarnya guru adalah harus selalu mengevaluasi dirinya. Penelitian tidak harus tentang penelitian yang sesungguhnya. Lebih seperti bagaimana gurh terus melakukan dan evaluasi diri tentang apa yang sudah ia kerjakan dan mencari kesalahannya agar menjadi lebih baik. Seperti inovasi misalnya, guru perlu membuat inovasi dalam belajar sesuai dengan kebutuhan siswa agar belajar menjadi menarik.

    ReplyDelete
  2. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari elegi ini telah dijelaskan bahwa pada hakikatnya peneltian yang dilakukan oleh seorang guru adalah untuk kepentingan dan bermanfaat bagi guru. Karena dari penelitian guru dapat meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman dan dimensi hidup. Dari penelitian pula guru dapat mengoreksi dan mengevaluasi dirinya sendiri dalam proses belajar mengajar di kelas. Akibatnya proses belajar mengajar akan menjadi lebih baik lagi. Namun, banyak guru pula yang malas melakukan penelitian karena berbagai faktor. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah karena guru tidak paham manfaat, dan apa, bagaimana, mengapa penelitian itu. Karena ketidaktahuannya membuat guru menjadi malas. Sehingga dampak yang besar adalah tidak majunya pendidikan di Indonesia. Karena evaluasi pendidikan di Indonesia hanya pada hasil bukan pada proses.

    ReplyDelete
  3. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Hakikatnya, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Jika seorang guru malas meneliti berarti guru tersebut merasa tidak memiliki masalah. Merasa tidak memiliki masalah mungkin berarti bukannya tidak pernah mengalami masalah sama sekali, mungkin saja guru tersebut memiliki masalah namun guru tersebut menganggap mampu menyelesaikan masalah tersebut tanpa harus melalui jalan penelitian. Pengalaman yang dialami guru dalam mengajar selama bertahun-tahun mungkin saja menghasilkan suatu pengetahuan baru yang didapat guru dengan cara melakukan berbagai macam cara dalam menyelesaikan masalahnya, bukankan hal tersebut juga merupakan sebuah penelitian? Terkadang tanpa disadari guru telah melakukan kegiatan penelitian, namun guru tersebut tidak menuliskannya dalam bentuk sebuah karya ilmiah, hal tersebut dikarenakan terkadang para guru enggan repot-repot melakukan berbagai macam presedur-prosedur penelitian yang dianggap terlalu rumit. Padahal tujuan dari penelitian adalah sebagai wujud sumbangsih kita sebagai seorang guru guna memajukan pendidikan di Indonesia, dan hal itulah yang seharusnya ditanamkan dibenak para guru agar lebih banyak lagi guru-guru yang melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  4. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Guru memang harus terus mengembangkan kompetensinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni dengan terus melakukan penelitian. Penelitian sangat penting dilakukan, karena hidup ini berkembang. Pembelajaran pun demikian. Guru tidak boleh puas dengan cara-cara lama, namun harus terus berupaya melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Jika setiap guru telah bertekad untuk melakukan penelitian, maka guru akan semakin kompeten, dan harapannya akan mampu menjadi sebenar-benar guru bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  5. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 PM A 2018

    Ada beberapa unsur yang harus diketahui sebelum melakukan penelitian, terutama penelitian pendidikan yang berhubungan dengan manusia. Berbeda dengan penelitian yang meneliti tentang alam. Dengan melakukan penelitian, temuan kita dapat berguna bagi orang lain. Sebagai guru, perlu melakukan penelitian yang dilakukan terhadap siswa-siswanya agar guru dapat menentukan tindakan yang tepat untuk membantu siswanya mencapai tujuan belajar. Selain itu, dengan menuliskan dan menerbitkan penelitiannya, dapat bermanfaat bagi guru sendiri apabila menemui fenomena yang sama di kemusian hari dan dapat bermanfaat bagi guru lain apabila mengalami fenomena yang sama dalam penelitian tersebut. Selain itu, penelitian pendidikan juga dapat bermanfaat bagi pemangku kebijakan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan diambil.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  6. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 PM A 2018

    Modal pertama yang harus dimililiki agar dapat melaksanakan penelitian yaitu rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu dan peka terhadap fenomena yang sedang terjadi. Apabila rasa ingin tahu muncul dalam diri guru, maka guru perlu melakukan penelitian pendidikan. Berangkat dari rasa ingin tahu, guru akan mencari tahu dan mempelajari hal-hal yang perlu dilakukan dalam penelitiannya. Namun, rasa ingin tahu tersebut hanya akan berhenti menjadi rasa ignin tahu saja apabila dalam diri guru melekat rasa malas. Malas merupakan penghalang utama dalam melaksanakan peneilitian.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  7. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Hakekat meneliti adalah rasa ingin tahu. Jadi sebenar-benar hakekat meneliti adalah rasa ingin tahu. Meningkatkan rasa ingin tahu dengan melakukan penelitian pendidikan. Sebenar-benar manfaat meneliti adalah untuk meningkatkan dimensi berpikir, dimensi pengalaman dan dimensi hidup. Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan.Dan melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis sehingga seorang pendidik harus dapat membuktikan kalau dirinya memang ada sebagai pendidik dan sekaligus bisa jadi mengada dan pengada.

    ReplyDelete
  8. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Seorang pendidik tidak boleh merasa malas untuk meneliti. Seorang pendidik seharusnya justru rajin melakukan penelitian. Dengan melakukan penelitian maka pendidik tersebut akan memperoleh beberapa manfaat, salah satunya yaitu dapat memperbarui pengetahuannya. Dan pengetahuannya yang baru tersebut dapat digunakan oleh pendidik ketika ia mengajar dan mendidik muridnya.

    ReplyDelete
  9. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bukannya malas meneliti, tetapi lebih ke arah kurang peka terhadap situasi yang sebenarnya dapat mendukung peningkatan kompetensi pendidik dalam hal keterampilan menulis dan mengamati. Bukannya malas tetapi lebih ke arah pendidik takut untuk memulai karena saking banyaknya pesaing yang lebih dulu mengambil start, itu artinya malah pendidik lainnya lebih peka terhadap situasi tersebut dan berupaya meraihnya agar mempunyai simpanan dan pengalaman dalam hal mendidik dengan gaya baru. Meneliti identik dengan mengamati, bisa jadi pendidik lebih merasa untuk tunggu di saat yang tepat melakukan penelitian karena belum ada masalah yang fantastis untuk dijadikan topik dalam meneliti.

    ReplyDelete
  10. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Setiap guru yang mengajar di kelas pada hakekatnya ia sedang melaksanakan penelitian. Mengapa? Karena setiap mengajar ia akan mengamati bagaimana siswanya sebagai cerminan dari cara mengajarnya. Tetapi tidak semua guru mampu meneliti dengan sebenar-benarnya karena tidak paham mengapa ia harus meneliti setiap mengajar, mengapa ia harus mengevaluasi hasil mengajarnya. Oleh karena itu, setiap guru seyogyanya selalu berusaha untuk meneliti kelasnya sebagai bahan evaluasi untuk meningkat kualitas dan profesionalitasnya sebagai seorang guru.

    ReplyDelete
  11. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006

    Menurut Wiliam James sebenar-benarnya guru adalah melakukan observasi terhadap tingkah laku seorang siswa didalam kelas. Hal tersebut masih tidak dipahami oleh guru bahwa sebenarnya ketika ia sedang mengajar maka ia juha sedang melakukakn penelitian terhadap siswanya dimana kelas adalah laboratoriumnya dan siswa adalah objek penelitiannya.

    ReplyDelete
  12. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan elegi tersebut bahwa ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik agar terhindar dari kemalesan dalam melakukan suatu penelitian. Seorang pendidik harus memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar, dengan rasa ingin tahu tersebut akan membawa seorang pendidik untuk selalu meningkatkan keilmuan yang dimilikinya. Kedua, seorang pendidik juga harus mengetahui manfaat yang diperoleh dari proses penelitian yang dilakukan, misalnya pendidik menjadi mengetahui bahwa cara pengajarannya menurut beberapa siswa masih kurang dimengerti, dari hal tersebut akan memberikan pendidik suatu manfaat yaitu memikirkan bagaimana pembelajaran yang baik agar siswa mudah dalam memahami materi yang dipelajari. Kemudian pendidik juga harus selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberikan kemudahan dan petunjuk ketika melaksanakan suatu kegiatan dengan tujuan untuk meningkatkan keilmuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  13. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Tujuan utama bagi pendidik dalam meneliti adalah menemukan inovasi dalam pembelajaran dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada di lapangan. Namun hal tersebut dirasa cukup berat bagi sebagian pendidik karena merasa tugas mengajar dan beban administrasi sekolah yang memakan banyak waktu sehingga mereka tidak sempat melakukan penelitian. Pendidik sebenarnya menyadari bahwa begitu besar manfaat penelitian bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Dengan melakukan penelitian, pendidik akan lebih peka terhadap siswa dan lebih memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan siswa. Oleh karena itu, guru harus mampu mengatur dan membagi waktunya untuk berbagai tugasnya seperti mengajar, administrasi, dan penelitian. Semua beban tugas harus dijalankan dengan rasa ikhlas dan tanggung jawab.

    ReplyDelete
  14. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Berdasarkan elegi ini, yang dapat saya pahami bahwa seorang peneliti memiliki kewajiban untuk mengelola kelas. Didalam kelas terdapat murid-murid yang berbeda baik sifat maupun kemampuan kognitifnya, ini yang memunculkan masalah dalam kelas. Masalah-masalah inilah yang seharusnya dapat dijadikan guru untuk dijadikan penelitian untuk memperbaiki kelas menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  15. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Kelas yang beragam memunculkan banyak persoalan namun menjadi kendala ketika guru belum memiliki sikap keilmuan dalam meneliti yang tinggi. Masalah yang beragam selalu diselesaikan dengan cara yang sama. Kekurang pengetahuan guru tentang dasar-dasar meneliti, kurang melakukan refleksi mengakibatkan kegiatan meneliti menjadi beban berat untuk guru. Ditambah lagi dengan persoalan eksternal yang dihadapi guru setiap hari menjadikan pekerjaan meneliti merupakan pekerjaan yang sulit dikerjakan.

    ReplyDelete
  16. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Penyebab kebanyakan orang kurang tertarik untuk meneliti, karena mereka tidak tahu apa, kapan, mengapa, dan bagaiamana yang mau diteliti. Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan konseptual, manfaat, dan pengalaman dalam melakukan penelitian. Padahal setiap aspek tersebut mempunyai esensi masing-masing yang akan meningkatkan kualitas diri dalam berbagai bidang. Sebenar-benar penelitian adalah keingintahuan yang belum terpecahkan.

    ReplyDelete
  17. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Banyak sekali esensi dalam melakukan penelitian khususnya dibidang pendidikan, seperti misalnya ketika kita ingin meneliti keefektifan suatu model pembelajaran pada materi tertentu, yang mana sebagai peneliti mencoba memecahkan permasalahan yang diperoleh dalam kelas dengan meneliti. Setelah melakukan penelitian, peneliti telah mendapatkan jawaban daripada masalah yang ingin diteliti maka dari itu peneliti akan memperoleh temuan-temuan jawaban atas masalah tersebut dan akan menjadi bahan refleksi untuk penerapan yang lebih baik kedepannya.

    ReplyDelete
  18. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Menjadi seorang tenaga pendidik pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang tidak hanya sekadar mengajarkan siswanya tetapi juga membantu mengambil peran dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan masalah pendidikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah melakukan penelitian. Karena guru adalah yang ada dalam pembelajaran, yang melihat dan merasakan secara langsung praktek lapangan, hambatan, tantangan dan kebutuhan siswa. Melakukan penelitian itu sendiri tidak hanya berguna untuk guru dalam proses belajar mengajarnya tetapi juga dapat menjadi sarana evaluasi yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam menyusun kebijakan.

    ReplyDelete
  19. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Seseorang atau guru yang merasa malah untuk meneliti biasanya karena kurangnya motivasi dalam dirinya untuk memajukan pendidikan yang ada. Tidak ada daya juang dan daya saing lagi sehingga hanya mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa saja tanpa menggunakan hati untuk melakukan pengajaran demi meningkatkan ilmunya juga. Hal tersebut masih sering dijumpai jika ada guru yang malas karena sudah merasa nyaman dengan statusnya sebagai guru dan ASN di Indonesia tanpa adanya hasil kerja nyata yang relevan
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  20. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Untuk melakukan penelitian, kita harus tahu terlebih dahulu apa tujuan kita untuk meneliti. Ibarat hidup, kalau kita tidak mempunyai tujuan hidup maka kita akan terombang ambing. Selain itu kita juga harus mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, mengetahui manfaat meneliti, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, menemukan faktor-faktor pendukung, mengetahui inovasi pembelajaran, mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial. Sehingga nantinya kita akan menghasilkan penelitian yang berkualitas. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Dari elegi di atas kita pahami bahwa seorang pendidik dalam meneliti tidak hanya sekedar meneliti. Penelitian yang dilakukannya dapat menjadi pengalaman, sebagai inovasi dalam pembelajaran, meningktakan keterampilan dan masih banyak hal lainnya. Dengan penelitian yang dilakukan oleh para pendidik tentunya diharapakan akan menghasilkan proses belajar mengajar yang lebih baik kedepannya. Melalui penelitian yang dilakukannya seorang pendidik dapat menemukan cara-cara baru yang lebih efektif, kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Selesai kuliah bukan berarti berakhirnya kesempatan meneliti. Jiwa meneliti juga pelru ditumbuhkan ketika sudah menjadi guru. Ketika akan meneliti pun, guru bisa mempertimbangkan atau memantapkan terlebih dahulu terkait dengan apa yang ingin diketahui sehingga melakukan penelitian, mengetahui manfaat meneliti, mencari factor pendukung, apa inovasi yang diciptakan, dan kemampuan apa yang akan ditingkatkan.

    ReplyDelete
  23. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Fakta menunjukkan bahwa tidak jarang seorang guru tidak mengalami kendala dalam pelaksanaan pembelajaran. Maka dari itu, ada baiknya juga guru melakukan penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Penelitian ini juga dapat meningkatkan profesionalitas guru.

    ReplyDelete
  24. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Sebelum meneliti kita harus tahu bahwa meneliti berawal dari rasa ingin tahu. Selanjutnya, sebelum meneliti, calon peneliti harus tau manfaat dari penelitian yang hendak dilakukan yang menimbulkan rasa keinginan untuk meneliti. Selain itu, perlu dipertimbangkan faktor-faktor pendukung penelitian. Terakhir, penelitian dalam bidang pendidikan bertujuan untuk menggapai inovasi pendidikan.

    ReplyDelete
  25. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Para pendidik dalam menunjang kompetensi dan keahliannya harus memiliki ketrampilan untuk meneliti. Dengan meneliti, ia sudah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan jangka pendeknya adalah dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di kelas. Oleh karena itu, pendidikan yang baik adalah ketika pendidikan berbasis penelitian.

    ReplyDelete
  26. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Banyaknya tuntutan kepada guru yang tidak hanya dalam hal pelajaran, inovasi mengajar, membangun karakter siswa, kreatifitas siswa, membuat guru dianggap tidak mampu melakukan penelitian. Bisa saja guru mengajar sambil melakukan penelitian selama tidak menganggu jam mengajar dan hal itu pastinya sudah bekerja sama dengan pihak sekolah. Beralih ke arah malasnya pendidik untuk meneliti, karena masih banyak hal di sekolah bahkan di kelas yang harus segera diselesaikan dan membutuhkan waktu tidak sebentar, sehingga pikiran semakin penat dan bisa jadi timbul pengaruh untuk tidak ikut-ikutan meneliti karena hanya akan menjadikan siswa sebagai percobaan.

    ReplyDelete
  27. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Mengapa pendidik malas meneliti?
    Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini dapat terjadi diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Pendidik belum mengetahui tujuan dan manfaat dari meneliti.
    2. Pendidik merasa mampu mengembangkan kualitas yang dimiliki dan kualitas pendidikan tanpa harus meneliti.
    3. Pendidik merasa terbebani dengan tugas yang dimiliki sehingga memiliki batasan waktu untuk meneliti.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  28. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Berdasarkan elegi di atas ini, pendidik malas meneliti karena tidak adanya rasa ingin tahu, kurangnya pemahaman tentang manfaat penelitian, kurangnya pengalaman, tidak adanya faktor penunjang, kurangnya pemahaman inovasi dan kemampuan pendidik. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pendidik tentang pentingnya penelitian. Dengan demikian, guru akan menjadi lebih peka dalam menemui segala permasalahan dalam pembelajaran, kemudian muncul keinginan untuk mencari solusi dan mengembangkannya. terimakasih

    ReplyDelete
  29. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Tidak adanya kesempatan waktu untuk meneliti menjadi satu faktor penting dari pendidik untuk lebih mementingkan mengajar daripada merangkapnya untuk meneliti juga. Karena menjadi peneliti harus fokus juga terhadap instrumne-instrumen penelitiannya dan masih harus berkeliling untuk mencari masalah yang pasti untuk bisa diteliti. Masih ada kemungkinan guru bisa meneliti bila di sekolah mewajibkan guru-gurunya melakukan penelitian, sehingga guru akan tertantang dan melakukannya.

    ReplyDelete