Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

78 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    pendidik malas meneliti mungkin dikarenakan faktor internal maupun eksternal, jika itu dalam diri guru tersebut maka guru ini perlu dibina kedepannya karena menjadi pendidik harus memberikan contoh terbaik yaitu salah satunya melawan rasa malas. Pendidik sudah dibekali PKB, disini guru harus mengembangkan kompetensisnya dan meneliti seperti tuntuan atau kewajibannya dalam menyusun PTK. namun, ada juga guru yang malas meneliti karena sarana-prasaran yang kurang mendukung, ini yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak tertentu untuk dibenahi kedepnnya

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Selama ini para guru mungkin tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian, mereka lebih memikirkan untuk mengajar dan mengajar. Padahal guru memerlukan evaluasi dalam mengajar. Pasti terdapat satu kelemahan. Kelemahan tersebut setidaknya dievaluasi untuk dicari penyebab serta solusi yang pas. Oleh karena itu sangat penting penelitian bagi pendidik. Semoga kesadaran guru dalam meneliti akan lebih meningkat ke depannya.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagian besar guru di Indonesia malas untuk menelit. Mereka berkilah bahwa pekerjaan mereka sebagai pendidik sudah memberatkannya, sehingga tidak ada waktu untuk meneliti. Itulah alas an yang sering muncul, jika guru ditanya kenapa malas meneliti. Dilihat dengan keperluannya juga gauru meneliti untuk kenaikan pangkat atau jabatan, namun hasil kenaikan jabatan dan modal yang dikeluarkan untuk meneliti tidak sebanding ujar mereka. Seyogyanya, sebagai pendidik itu dapat mengatasi permasalahan dikelas, masalah tersebut juga dapat dijadikan bahan penelitan yaitu penelitian tindakan kelas. Yang waktunya dapat berbarengan dengan tugas mereka sebagai pendidik.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Memahami hakekat meneliti penting untuk dapat mengetahui tujuan meneliti. Sebagai pendidik perlu mempunyai kemampuan dalam mengajar, menguasai materi, menggunakan media dan metode yang tepat dalam mengajar agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Inovasi dalam pembelajaran diperlukan agar siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Guru harus mampu kreatif dan memotivasi siswa dalam pembelajaran. Maka hal yang dipunyai pendidik untuk dapat meneliti adalah semangat. Dengan semangat maka akan memunculkan motivasi untuk melakukan banyak hal termasuk meneliti.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Meneliti sesungguhnya harus dari keinginan hati. meneliti seharusnya mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan atau menemukan pengetahuan baru. tetapi mungkin ada yang meneliti karena ingin mendapat kenaikan pangkat, tetapi hal tersebut juga tidak salah. tetapi sejatinya meneliti juga bertujuan untuk memperbaiki apa yang dikira masih perlu untuk diperbaiki.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Rasa malas tak jarang menghampiri setiap orang. Malas merupakan hal yang lumrah dimiliki setiap manusia. Bahkan para ilmuwan atau pendidik pun juga pasti pernah merasa malas. Namun apabila malas ini diteruskan maka akan berakibat yang tidak baik untuk kita karena tentu akan menggangu kinerja. Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Dan melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis. Sesungguhnya segala sesuatu yang kita kerjakan dari hati tanpa rasa malas akan memberikan hasil yang lebih baik dan memuaskan.

    ReplyDelete
  7. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siswa merupakan subjek terdekat dengan guru. Guru mampu menggunakan siswa sebagai subjek penelitian dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa. Penelitian ini sering disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mampu menyelesaikan permasalahan-permaslahan yang dihadapi siswa.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Meneliti dalam dunia pendidikan pada dasarnya bukan hanya tugas dosen, atau pun tugas mahasiswa dalam rangka menyelesaikan tugas akhir. Tetapi menjadi tugas juga bagi guru untuk melakukan penelitian. Penelitian ini berguna bagi guru untuk sebagai bahan evaluasi dalam proses pembelajaran atau pun untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang di alami oleh siswa selama proses pembelajaran. Namun pertanyaannya adalah mengapa sebagian besar guru malas untuk melakukan penelitian? Banyak faktor yang mendasari sehingga guru terkesan malas dalam melakukan penelitian antara lain karena ada sebagian pendidik yang kurang mengetahui manfaat dari meneliti itu, namanya juga pendidik, mungkin mereka beranggapan bahwa tugas mereka hanya sebagai pendidik saja, buat apa kita melakukan atau meneliti. Mending fokus saja dengan tugas kita yaitu mendidik siswa. Sebagai pendidik juga hendaknya melakukan penelitian untuk mendapatkan terobosan baru dalam dunia pendidik khususnya dalam dunia pendidikan. Faktor lain yang menyebabkan malasnya seorang pendidik untuk meneliti yaitu, mereka kurang tahu atas dasar apa mereka meneliti, untuk apa mereka meneliti, apa yang harus saya lakukan dalam meneliti. mungkin masih banyak lagi faktor lain yang menyebabkan pendidik bisa malas dalam melakukan penelitian.


    ReplyDelete
  9. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, kemungkinan besar para pendidik malas untuk meneliti adalah pendidik tersebut belum seutuhnya menjiwai apa yang mereka kerjakan. Ketika mereka sudah menjiwai apa yang sedang mereka jalani, maka kata "malas" itu tidak akan muncul. Karena sejatinya pendidik harus terus menggali ilmu dengan salah satu caranya yaitu melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  10. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mencakup semua kalangan untuk perlu dibaca. Bukan saja untuk pendidik, bahkan calon pendidik sekalipun. Menjadi tamparan bagi saya pula sebagai calon pendidik yang katanya adalah seorang mahasiswa sebagai agen perubahan, tetapi tidak banyak yang bisa dilakukan padahal pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana bermunculan. Alasan-alasan klasih inilah yang sering menhambat seorang untuk meneliti.

    ReplyDelete
  11. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penelitian merupakan karakter seorang yang terdidik. Sudah menjadi hal wajar, bahkan ilmuan sekalipun untuk melakukan penelitian. Akan tetapi, menjadi sebuah masalah ketika rasa malas mulai menghampiri. Penelitian tidak ditujukan bagi sembarang orang dan dapat dilakukan dengan sebarang orang apalagi bagi seorang pemalas. Perlu diperhatikan beberapa hal dalam melakukan kegiatan penelitian diantaranya dengan hakekat penelitian, manfaat penelitian, pengalaman penelitian, faktor penunjang, inovasi pembelajaran, kemampuan pendidik, keterampilan sosial peneliti, dan keterampilan sosio-emosional yang dimiliki peneliti. Penelitian akan menjadi sesuatu yang mudah dan menyenangkan ketika dimulai dari hati dan tentunya tetap menjunjung aspek spiritual.

    ReplyDelete
  12. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi ini membuka pemikiran saya bahwasanya ketika menjadi seorang pendidik nanti jangan lah malas untuk meneliti. Karena manfaat dari penelitian itu banyak, salah satunya ilmu yang menopang sistem pembelajaran pendidik kepada para siswanya.

    ReplyDelete
  13. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Baiklah, agar kita semangat untuk melakukan penelitian kita harus tahu hakikat dari meneliti itu apa, manfaatnya apa, butuhnya kita terhadap penelitian, faktor penunjang, inovasi yang dihasilkan, kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, keterampilan sosial yang perlu ditingkatkan, kesadaran untuk melayani peserta didik, mengembangkan konsep dan profesionalisme. Dan sikap yang harus dihindari peneliti dalam melakukan penelitian adalah sikap malas dan ingin serba instan

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat melakukan penelitian banyak hal atau faktor penunjang yang harus diperhatikan. Mulai dari tujuan penelitian, pengalaman, inovasi, fleksibel, motivasi, semangat dan lain sebagainya. Objek penelitian sebenarnya dekat dengan peneliti, misalnya guru. Guru mampu melakukan penelitian berdasarkan identifikasi masalah yang ia lakukan di dalam kelas. Dengan mengidentifikasi masalah maka guru dapat melakukan penelitian di dalam kelas. Guru mencatat semua kejadian entah baik atau buruk di dalam jurnalnya.

    ReplyDelete
  15. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kewajiban pendidik adalah membimbing siswa dalam belajar untuk dapat memperoleh pengetahuan. Namun dalam kenyataannya membimbing siswa belajar tersebut tidak semudah membalik telapak tangan, banyak faktor – faktor yang menghambat proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk kelancaran suatu proses pembelajaran, diperlukan penelitian untuk dapat menangani masalah-masalah tersebut. Penelitian sebenanya tidak harus dengan pendahuluan, kajian masalah, dan lain-lain, tetapi dimulai dari guru memikirkan bagaimana mengatasi masalah tersebut saja itu sudah masuk dalam penelitian. Hanya saja jika ingin menjadi formal dan diakui oleh banyak orang maka perlu diwujudkan dalam tulisan. Oleh karena itu, kedepannya dapat dibaca orang lain sehingga menjadi bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  16. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Malas menjadi salah satu alasan yang menghambat seseorang untuk berkembang. Meskipun kita menyadari manfaatnya, kita tahu bagaimana caranya, kita tahu mengapa kita melakukannya, kita tahu bahwa kita memiliki faktor- faktor pendukung untuk melakukannya tetapi jika ada malas untuk melakukannya maka kita akan mencari alasan untuk tidak melakukannya. Oleh karena itu kita harus menghilangkan rasa malas. Seorang guru cukup menghilangkan rasa malas untuk meneliti karena berbagai hal lainnya dapat dipelajari asalkan sudah memiliki semangat dan tidak ada rasa malas. Seorang pendidik harus memahami betuk manfaat melakukan penetian bagi dirinya dan siswa-siswanya agar memiliki semangat untuk melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  17. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya faktor yang paling dominan menyebabkan seorang pendidik sulit melakukan penelitian adalah poin yang terakhir yaitu rasa malas. Jika seorang pendidik mampu menghilangkan rasa malas dan merubahnya menjadi semangat kerja keras, maka penelitian akan mudah mengalir begitu saja, meski ia tidak memiliki pengalaman meneliti sebelumnya. Dengan kerja kerasnya, pendidik memunculkan ide-ide penelitian, membaca referensi-referensi yang mendukung, lalu segera mewujudkan instrumen penelitiannya, memutuskan metodenya, dan langsung memulai penelitian. Namun, pendidik/peneliti harus benar-benar memahami hakikat, tujuan, dan manfaat penelitian yang dilakukan, bukan semata untuk mengejar kelulusan, mengejar poin, dan lainnya. Kalau masih pragmatis seperti itu, akan mudah terjebak dalam godaan penelitian yang instan dan tidak bermutu.

    ReplyDelete
  18. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menceritakan bahwa melakukan penelitian maka pendidik perlu mengetahui manfaat dari penelitian itu. Manfaat penelitian sebenarnya adalah untuk meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman serta dimensi hidup seorang pendidik. Setelah mengetahui manfaat meneliti maka pendidik akan memperoleh pengalaman meneliti, hingga akhirnya pendidik benar-benar mengetahui pentingnya meneliti untuk inovasi pembelajaran dan juga pengembangan keterampilan social.

    ReplyDelete
  19. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Seorang peneliti haruslah mampu memahami hakekat penelitian, manfaat penelitian, dan melakukan penelitian atas dasar rasa ingin tahu. Selain itu ia juga harus menemukan faktor pendukung dalam penelitian. Sebagai seorang pendidik yang ingin meneliti juga harus mampu berinovasi dalam pembelajaran dan mengelola emosi dalam dirinya. Dengan begitu, ia akan mampu melakukan penelitian dengan baik dan menghasilkan penelitian yang dapat bermanfaat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  20. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pendidik itu selain sebagai pengajar, pembimbing dan fasilitator juga sebagai peneliti. Kegiatan penelitian sangat urgensi untuk para pendidik. Hal ini dikarenakan meneliti pada hakikatnya adalah pekerjaan seorang pendidik, karena sesungguhnya mengajar itu adalah meneliti. Benar bukan? Kalau ada yang bilang pendidik tidak mau meneliti itu kurang tepat, dapat diartikan pula bahwa pendidik yang mengatakan seperti itu hanya sekedar mengajar siswa tanpa ada esensi. Mengajar sekaligus meneliti. Itulah penelitian mendasar yang harus dapat dilakukan oleh seorang pendidik. Bagaimana mungkin pendidik akan meningkatkan kualitas pembelajaran, jika guru tidak pernah meneliti apa yang menjadi kesulitan siswa. Bagaimana mungkin akan menjadi guru yang profesional jika guru tidak pernah melakukan evaluasi ataupun refleksi. Itulah alasan pentingnya meneliti untuk pendidik.

    ReplyDelete
  21. Berdasarkan pengalaman di lapangan, banyak sekali pendidik yang sebenarnya ingin melakukan penelitian tetapi tidak tahu apa yang akan diteliti, padahal kegiatan penelitian diawali dari rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu timbul karena ada suatu masalah, masalah itu timbul karna adanya suatu harapan. Nah, dari masalah dan harapan inilah timbul suatu pemikiran bagaimana cara menyelesaikannya. Cara menyelesaikan inilah yang harus diterapkan dalam suatu penelitian, apakah cara yang kita pikirkan sebagai alternatif penyelesaian masalah benar-benar bisa menyelesaikan masalah atau tidak. Jika seorang pendidik akan melakukan sebuah penelitian ia harus memiliki rasa ingin tahu, mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaannya, dan juga harus mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman. Selain itu sudah harus mengetahui tentang faktor-faktor pendukung dan mengetahui apa itu inovasi pembelajaran sehingga memiliki syarat cukup untuk benar-benar melakukan penelitian dengan semangat.

    ReplyDelete
  22. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Seperti elegi di atas “Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?”, kebanyakan dari kita jika ingin memulai sesuatu pasti bingung bagaimana cara memulainya. Jika ingin memulainya maka mulailah dari sekarang. Selain itu, menjalani hidup seperti sekarang ini penuh godaan dengan kata praktis dan instan, perkembangan teknologi yang semakin membuat beberapa orang malas.
    Oleh karena itu, sebagai pendidik kembangkanlah rasa ingin tahu, perbanyak penglaman belajar, sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan pentingnya inovasi pembelajaran agar terhindar dengan rasa malas.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  23. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pernah saya membaca artikel yang berisi betapa sulitnya mengajak guru untuk melakukan penelitian. Padahal sebagai seorang pendidik, penelitian itu penting untuk meningkatkan pemahaman guru tentang permasalahan apa yang dihadapinya di kelas dan melakukan upaya pemecahan, misal melalui PTK.
    Akan tetapi banyak kendala, kendala dari beberapa sektor, karena belum mencukupinya pemahaman dan kompetensi guru dalam melakukan penelitian dan kendala rasa malah dari diri si guru.
    Kompetensi meneliti yang belum cakap, bisa saja ini ditolong, dengan belajar. Tapi malas? ini faktor internal, hanya Tuhan dan si guru yang akan memecahkannya.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Berdasarkan elegi di atas ini, pendidik malas meneliti karena tidak adanya rasa ingin tahu, kurangnya pemahaman tentang manfaat penelitian, kurangnya pengalaman, tidak adanya faktor penunjang, kurangnya pemahaman inovasi dan kemampuan pendidik. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pendidik tentang pentingnya penelitian. Dengan demikian, guru akan menjadi lebih peka dalam menemui segala permasalahan dalam pembelajaran, kemudian muncul keinginan untuk mencari solusi dan mengembangkannya.

    ReplyDelete
  25. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Penelitian adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebenaran atau membenarkan yang benar. Penelitian sangat perlu dilakukan dalam semua bidang kehidupan untuk menemukan suatu fakta baru atau untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Untuk seorang pendidik, penelitian juga sangat perlu dilakukan guna menemukan solusi-solusi untuk permasalahan yang ada. Pendidik berhubungan langsung dalam mencerdaskan penerus bangsa, sehingga suatu penemuan atau pembaharuan mutlak diperlukan untuk mempercapt laju perkembangan pendidikan. Jadi, hendaknya para penggerak dan pelaksana di bidang pendidikan menjauhi faktor-faktor yang menghambat keinginan untuk meneliti dan berputar haluan menjadi seorang pendidik yang gemar meneliti.

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Melaksanakan penelitian adalah bentuk usaha sadar pendidik dalam meningkatkan kompetensinya. Pendidik yang melaksanakan penelitian adalah pendidik yang memiliki rasa ingin tahu akan masalah dalam pembelajarannya. Mereka juga menyadari bahwa dengan melakukan penelitian mereka akan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dan menginstropeksi diri baik terkait metoda pembelajaran maupun kekurangan-kekurangan lain dalam pembelajaran. Di samping itu dengan penelitian seorang pendidik dapat merencanakan inovasi pembelajaran sebagai upaya perbaikan. Maka sebenar-benarnya pendidik adalah pendidik yang memahami hakekat penelitian tersebut. Semoga kita sebagai calon pendidik memahami hakekat penelitian sehingga kita terhindar dari rasa malas untuk meneliti.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Saya sangat tertarik dengan elegi mengapa pendidik malas untuk meneliti. Elegi ini seperti mengungkapkan hal yang saat ini sedang terjadi. Banyak guru yang malas untuk melakukan penelitian mengenai proses pendidikan atau apapun yang berhubungan dengan pendidikan. Mungkin alasan mereka bermacam-macam seperti sibuk, malas menulis, tidak mengetahui cara/prosedur menelitu adan lain-lain. Padahal untuk menjadi guru yang profesional perlu untuk meneliti agar hasil karyanya dapat digunakan oleh banyak orang atau minimal sebagai bahan bacaan bagi siswa-siswanya.
    Penelitian memang sangat penting bagi guru untuk meningkatkan kualitas dri seorang guru tersebut dan sebagai bukti karya seorang guru. Hasil peneitian guru diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi orang lain. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh guru juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan dilakukannya penelitian, akan banyak perkembangan metode dan model pembelajaran di kelas sehingga dapat diterapkan oleh guru lain dan dapat menjadi bahan referensi serta evaluasi bagi pihak-pihak pendidikan.

    ReplyDelete
  28. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Bagi seorang pendidik, kegiatan meneliti yang sesungguhnya harus didasari beberapa keadaan. Yaitu harus memiliki pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika tidak maka pendidik akan terjebak ke dalam kepura-puraan konseptual. Karena sebenar-benar hakekat meneliti adalah rasa ingin tahu. Selain itu harus memiliki pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika tidak memilikinya aka akan terjebak kedalam kepura-puraan hakekat manfaat. Karena sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman serta dimensi hidup.
    Selain tiu juga perlu memiliki pengalaman meneliti. Jika tidak memiliki pengalaman maka ancamannya adalah terjebak ke dalam hakekat pengalaman palsu. Karena sebenar-benar pengalaman meneliti adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti tidak harus diakhiri dengan membuat laoran dapat dilakukan penelitian mandiri untuk kepentingan sendiri. Jika pengajar berkehnedak memperbaiki praktik pembelajaran berdasarkan pengalaman pendidik tersebut maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana.

    ReplyDelete
  29. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti. Elegi ini memamparkan mengenai peningkata kompetensi pendidik melalui penelitian. Setiap pendidik dapat melalukan penelitian untuk meningkatkan kompetensinya. Penelitian tidak selalu bersifat formal dan menghasilkan sebuah laporan. Namun penelitian dapat dilakukan secara non formal dan digunakan kepentingan pendidik, hal itu dapat dimulai dengan berfikir “bagaimana cara mengatsi masalah-masalah yang menghabat proses pembelajaran?” itu sudah menjadi awal sebuah penelitian. Biasanya para pendidik terjerat oleh rasa malas untuk melakukan penelitian karena mereka belum menyadari dan memiliki rasa ingin tahu, manfaat penelitian bagi mereka, faktor-faktor pendukung, inovasi pembelajaran dan ketrampilan sosial. Namun, ketika pendidik sudah menyadari hal tersebut rasa malas akan menjauh dari para pendidik sehingga pendidik mulai klas untuk melalukan penelitian yang dapat meningkatkan kompetensinya. Terimaksih.

    ReplyDelete
  30. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya pendidik, dan judul tulisan ini menggelitik saya untuk membaca. Saya membacanya perlahan-lahan dan meneliti diri, apakah saya termasuk di dalamnya.
    Tulisan ini menohok sekaligus menunjukkan dengan sangat halus, betapa musuh pendidik adalah mitos diri sendiri, perasaan sudah ingin meneliti, mempunyai rasa ingin tahu, mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaan, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti menemukan faktor-faktor pendukung, dan mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, merasa sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial dan semangat mau meneliti, namun masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?
    Tak sedikit pendidik yang belum mampu merasakan makna pelayanannya sebagai pendidik, yang adalah untuk pengembangan sumber daya manusia, si anak didik dan si guru sendiri.
    Rasa nyaman, ingin cari yang mudah sebagai kecenderungan manusia, seringkali lebih besar dari rasa ingin tahu itu sendiri.
    Sebab meneliti itu, jika bukan karena rasa ingin tahu, memang benarlah, hanya pura pura meneliti saja. Dan ini, memunculkan keinginan mencari cepat (instan), lalu karena tak bermakna, maka pendidik enggan melaksanakannya, malas meneliti.
    Trimakasih banyak untuk tulisan yang sangat menyentuh saya ini, semoga saya dapat pula menyadari semuanya itu sebagai pendidik. Mulai dari pemahaman tentang hakikat meneliti, hingga laboratorium pengembangan diri anak dan guru. Semoga pula sang malas beranjak dari pada, sebab lebih besarlah rasa ingin tahu dan hasrat untuk belajar serta mmengembangkan diri.

    ReplyDelete
  31. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Dari elegi ini saya mengetahui bagaimana selayaknya peneliti. Peneliti tidak cukup hanya telah mempunyai rasa ingin tahu, telah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaan, telah memiliki keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, telah menemukan faktor-faktor pendukung, dan telah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran. Karena ketika peneliti belum mengetahui apa, mengapa, bagaimana, dan untuk apa meneliti buat peneliti, maka penelitian pun tidak akan berjalan. Dan peneliti belum layak untuk meneliti.
    Selain itu, peneliti harus mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial, seperti dapat mengembangkan kompetensi, mempunyai kepercayaan diri dan kemandirian, memiliki kemampuan sosio-emosional yang baik, harus mempunyai keterbukaan, fleksibilitas, motivasi, semangat, keterampilan melayani, mampu megembangkan konsep bagi siswa-siswa, harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik, harus memahami diri yang hidup dan perlu dihidupkan. Dan hindari sesuatu yang instan, dan janganlah punya sifat malas. Kalau demikian, maka kita sudah pantas untuk menjadi peneliti.

    ReplyDelete
  32. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Pendidik memiliki tugas-tugas yang harus dikerjakannya, diantaranya adalah meneliti. Dalam meneliti, pendidik diantaranya perlu memiliki rasa ingin tahu, mengetahui manfaat meneliti, mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, menemukan faktor-faktor pendukung, dan mengetahui inovasi pembelajaran. Seperti yang disampaikan dalam elegi di atas, rasa malas memang dalam kenyataannya merupakan hal penghambat utama bagi para pendidik untuk meneliti. Perlu ditumbuhkan rasa kesadaran kepada pendidik betapa pentingnya melakukan penelitian serta menerapkannya dalam kehidupan agar pendidikan mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Dalam mendidik, para pendidik perlu memiliki sikap tulus dan mencintai apa yang dilakukannya agar segala sesuatu yang dilakukannya timbul dari hati nurani dan membawa kebaikan bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  33. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Meneliti adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang pendidik. Banyak hal yang menyebabkan pendidik malas untuk meneliti diantaranya adalah tidak mengetahui tujuan dan manfaat meneliti, kurangnya semangat dan motivasi untuk meneliti, dan faktor-faktor lain yang menghambat penelitian. Setelah saya membaca, hal-hal yang diperlukan dalam penelitian meliputi tahu tentang tujuan dan manfaat yang diperoleh dari penelitian sehingga dapat memunculkan motivasi dan semangat, perlu adanya pengalaman, faktor penunjang penelitian, pengetahuan tentang inovasi, dan kemampuan sosial pendidik. Sedangkan hambatan atau tantangan pendidik dalam meneliti adalah keinginan instan dan malas yang harus selalu dilawan oleh pendidik.

    ReplyDelete
  34. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi di atas diketahui bahwa dalam meneliti didasari oleh rasa ingin tahu dan penelitian tersebut memiliki manfaat, baik bagi peneliti sendiri maupun pihak yang terkait. Namun semua itu tidak terlepas dari perlu mengetahui apa hakikat penelitian itu sendiri. Sebagai pendidik, guru juga memiliki kewajiban dalam meneliti, tidak hanya sebagai memenuhi kewajiban, tapi memberikan dampak positif berbagai pihak. Dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh guru, guru dirasa lebih mengetahui masalah yang ada di dalam kelas dan pada akhirnya dapat melakukan refleksi dalam proses pembelajaran, sehingga penelitian guna memperbaiki pendidikan Indonesia akan terwujud.

    ReplyDelete
  35. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Tugas dari seorang guru memang tidak mengisyaratkan bahwa memiki tugas untuk meneliti. Berbeda dengan dosen yang memang memiliki tugas untuk meneliti. Oleh karena itu guru berpikir bahwa bukanlah suatu kewajiban dalam membuat penelitian. Penielitian masih dianggap syarat sebaga kenaikan pangkat atau untuk memenuhi sertifikasi. Namun seyogyanya apabila guru serius dalam membuat penelitian maka guru dapat membantu siswa. Karena guru akan lebih berpikir variasi dalam menangani cara belajar siswa. Guru juga dapat megetahui model dan cara belaajr yang efektif untuk siswa dan selanjutnya guru dpaat memperbaiki metode yang sealama ini dilakukan kepada siswa.

    ReplyDelete
  36. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Meneliti adalah suatu bentuk profesionalitas seseorang, atau dalam hal ini adalah guru. Untuk jadi peneliti maka perlu mengetahui pentingnya meneliti yaitu berkaitang erat dengan rasa ingin tahu. Jadi ketika seseorang melakukan penelitian tetapi tidak dilandasi rasa ingin tahu, maka penelitiannya “pura-pura” dalam bahasa menurut Bapak. Kemudian, dalam meneliti penting juga mengetahui apa yang akan diteliti, mengapa melakukan penelitian tersebut, bagaimana melakukan penelitian tersebut dan untuk apa meneliti tersebut. Dimana langkah-langkah dan hakikat semua ini berhubungan dengan epistemologi, ontologi, aksiologi dan metodologi penelitian.
    Sehingga diharapkan setiap pendidik memiliki rasa ingin tahu terlebih dahulu sebagai bekal awal dalam meneliti. Karena meneliti adalah upaya juga untuk melihat seberapa metode yang digunakan, media yang digunakan itu baik atau tidak. Karena dalam meneliti kita juga dapat melakukan inovasi dalam pendidikan baik berupa metode atau media pendidikan.

    ReplyDelete
  37. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan melalui postingan ini. Saya sangat suka dengan isi percakapan di atas. Pentingnya untuk sadar akan apa yang ingin dilakukan. Namun, tidak ada gunanya jika ide hanya dalam pikiran saja. Lantas jika diiringi dengan berdoa dan sadar akan ide tersebut juga belumlah cukup. Penting sekali ide yang ada dalam pikiran langsung dikerjakan. Banyak berpikir tanpa bertindak apapun hanya menghambat pengembangan diri.

    ReplyDelete
  38. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Pendidik malas meneliti? Saya menyadari betul hal ini. Mengurusi rancangan pembelajaran setiap hari saja sudah repot, buat apa melakukan penelitian. Adapun penelitian, hanya sekedar formalitas saja, menggunakan asas "yang penting ngumpul".
    Esensi meneliti adalah mencari pengalaman, mencari sesuatu yang baru, menemukan solusi masalah. Terkadang kita,para pendidik, terlalu terhanyut pada kewajiban utama kita yaitu mengajar. Dalam mengajar saja sudah banyak masalahnya pak, apalagi meneliti.. nah,tak ada terpikir dalam benak kita kalau masalah yang kita hadapi dalam mengajar dapat diselesaikan dengan penelitian jika benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati. Mari menjadi pendidik yang meneliti...

    ReplyDelete
  39. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah terimakasih prof. Marsigit atas elegi yang sangat bermanfaat ini. Ulasan di atas, membuat saya menginstropeksi diri apakah saya benar-benar ingin menjadi peneliti atau hanya terjebak dalam pura-pura ingin menjadi peneliti. Elegi di atas menjadikan saya bermuhasabah apakah saya siap menjadi seorang peneliti dan benar-benar berniat untuk melakukan penelitian. Padahal, saya sengaja memilih PEP ini agar saya bisa menjadi seorang peneliti, seperti dosen-dosen saya. Baik, hikmah yang dapat saya ambil dari postingan kali ini adalah, seorang peneliti haruslah tahu akan hakikat meneliti, manfaat, memiliki pengalaman, mengetahui faktor penunjang penelitiannya, inovasi apa yang akan dibuatnya, dan kompetensi apa yang harus dikuasai. Sehingga penting bagi seorang peneliti untuk bersikap terbuka, fleksibel, motivasi tinggi, semangat berkarya, dan tulus ikhlas dalam melakukan penelitian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal. Semoga saya bisa dan memang harus bisa seperti menjadi sebaik-baik peneliti. Aamin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  40. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kegiatan meneliti merupakan salah satu indicator bahwa seseorang berfikir kritis menanggapai fenomena dan keadaan yang ada di lingkungannya. Bagi pendidik meneliti merupakan hal yang tidak kalah penting dari mengajar. Meneliti tidak sekedar meneliti namun, meneliti diperlukan pemahaman tentang aspek-aspek yang telah disebutkan di atas seperti manfaat, inovasi dan lain sebagainya karena hasil penelitian nanti dapat menjadi rujuan atau acuan bagi yang lain.

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setelah membaca elegi ini, saya mengetahui kenapa banyak para pendidikan yang hanya melaksanakan kewajibannya mengajar saja, sedangkan tugas lainnya yaitu meneliti jarang dilaksanakan. Dari sini diketahui bahwa untuk melakukan penelitian, seorang pendidik harus memahamai hakekat dari penelitiannya terlebih dahulu, dan juga harus memiliki beberapa kemampuan untuk melaksanakan penelitian yang akan dilakukannya. Penelitian yang dilakukan dengan sebenar-benarnya harus diketahui apa manfaat dari penelitian tersebut, dilakukannya penelitian itu atas dasar ingin menambah wawasan dan pengalaman dalam hal meneliti, beberapa faktor yang menunjang dilakukannya penelitian juga perlu diketahui oleh pendidik. Selain itu semua, pendidik juga harus memiliki inovasi pembelajaran, kemampuan dalam mendidik yang terus dikembangkan, kemampuan bersosial, dan mengatur kemampuan sosio emosionalnya. Itu semua perlu ada dalam diri pendidik untuk mengembangkan kompetensi diri sebagai pendidik yang profesional dan terus melakukan perkembangan dalam mendidik.

    ReplyDelete
  42. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Pendidik adalah orang yang sangat ideal dalam meneliti pendidikan, karena pendidik setiap saat berkecimpung di ranah pendidikan. Tidak ada yang mengetahui seluk beluk pendidikan kecuali pendidik itu sendiri. Pendidik masih sedikit yang melakukan penelitian, ini dikarenakan banyak hal. baik dari pendidik yang tidak tahu manfaat penelitian, tidak berpengalaman dalam meneliti, kurangnya faktor penunjang, tidak adanya inovasi, rsndahnya kemampuan pendidik, rendahnya kemampuan sosial, rendahnya kemampuan sosio-emosional, kurangnya keterbukaan, kurang fleksibel, kurangnya motivasi, kebiasaan mencari yang instant, dan rasa malas. Pendidik merupakan garis terdepan dalam memerangi kebodohan, peneilitian paendidikan merupalan upaya supaya pendidik lebi efisien dan efektif dalam kegiatannya.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  43. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. menurut saya, fenomena pendidik yang malas meneliti bisa dilihat dari motifnya. pertama, karena motif pragmatisme. sebagian pendidik menganggap bahwa penelitian adalah suatu hal yang tidak menguntungkan. sebagian pendidik masih terjebak dalam pola pikir yang instan dan cenderung melihat suatu kerja berdasarkan batas-batas ekonomi. kedua, karena ketidaktahuan. beberapa pendidik terjebak dalam ketidaktahuan. mereka enggan untuk meneliti karena tidak paham hakikat penelitian. jangan memahami sistematika penelitian, mereka dalam satu kasus tidak mampu menentukan masalah-masalah apa yang perlu untuk diteliti. namun, hal tersebut tidak terjadi kepada semua pendidik. karena adapula pendidik yang benar-benar menjadikan penelitian sebagai bagian dari kehidupan akademiknya.

    ReplyDelete
  44. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Menulis karya tulis ilmiah merupakan momok bagi sebagian guru di sekolah. Kurangnya budaya membaca menyebabkan guru kurang dapat menulis dengan baik. Padahal, menulis itu dimulai dari banyak membaca. Kalau sudah banyak membaca, tentunya guru akan tertarik untuk meneliti dari apa yang dibacanya. Tidak hanya itu, penelitian dimulai dari adanya masalah atau gejala yang ada di sekolah. Masalah tersebut dapat dipecahkan bila kita melakukan penelitian. Penelitian dapat dilakukan bila adanya upaya dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

    ReplyDelete
  45. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini mengajarkan saya beberapa alasan kenapa para pendidik malas meneliti. Saat saya mengajar di sekolah dalam waktu yang masih relatif singkat, saya memiliki beberapa teman sejawat. Saya dan teman sejawat merasakan apa yang dirasakan pendidik pada elegi ini. Melalui elegi ini saya menyadari bahwa hal pertama yang harus dimiliki seorang pendidik adalah tidak puas dengan keadaan dan seluruh aspek di dalam kelas yang dikelolah. Awalannya adalah pendidik merefleksikan pekerjaannya dan dirinya serta ingin melakukan perubahan untuk kebaikan. Saya menyadari bahwa diri sendiri tidaklah cukup untuk melakukan perubahan, melainkan dibutuhkan diskusi dengan teman sejawat, diskusi dengan para expert di bidang pendidikan khususnya. Semoga ke depan semua pendidik Indonesia gemar meneliti dan melakukan perubahan ke arah kebaikan. Amiin

    ReplyDelete
  46. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pesan yang disampaikan pada elegi di atas memang sesuai dengan kenyataan yang ada bahwa para guru itu malas untuk meneliti. Selama ini para guru mungkin tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian, mereka lebih memikirkan untuk mengajar dan mengajar. Padahal kita tahu bahwa dalam mengajar kita harus mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik yakni dengan melalui penelitian. Untuk itu perlu kesadaran para guru betapa pentingnya melakukan penelitian serta menerapkannya dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  47. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    meneliti adalah rasa ingin tahu. Jadi sebenar-benar hakikat meneliti adalah rasa ingin tahu. Meningkatkan rasa ingin tahu dengan melakukan penelitian pendidikan. Sebenar-benar manfaat meneliti adalah untuk meningkatkan dimensi berpikir, dimensi pengalaman dan dimensi hidup.
    Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Dan melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis sehingga seorang pendidik harus dapat membuktikan kalau dirinya memang ada sebagai pendidik dan sekaligus bisa jadi mengada dan pengada.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidik malas meneliti mungkin karena disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang hakekat penelitian, yaitu rasa ingin tahu. Mereka malas karena tidak mempunyai rasa ingin tahu/ tidak berpikir kritis. Selain itu, kemalasan tersebut juga mungkin disebabkan karena ketidaktahuan tentang manfaat penelitian itu sendiri. Padahal penelitian itu dapat meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman serta dimensi hidup. Kemalasan itu bisa juga disebabkan karena belum menemukan faktor-faktor pendukung dan kurangnya pengetahuan tentang inovasi pembelajaran. Lebih daripada itu semua, yang terpenting bagi seorang pendidik agar rasa ingin tahunya muncul, agar ia mampu meneliti, maka ia harus mempunyai keterampilan sosial. Keterampilan sosial ini sangat diperlukan siapa saja yang bergelut dalam bidang apa saja. Keterampilan sosial itu diantaranya adalah sikap yang baik, berpikiran positif, bersikap terbuka atau mau menerima pembaharuan, bersikap fleksibel, mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi, dsb.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendidik yang malas menelitii mungkin sebabnya adalah kurang pahamnya manfaat dari penelitian itu sendiri dan kurangnya minat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Budaya membaca dan budaya ilmiah dari lingkungannya juga berpengaruh terhadap keinginan untuk melakukan penelitian. Budaya merupakan sebuah cara berpikir, merasa dan mempercaya terhadap suatu proses perubahan perilaku yang berjalan cukup panjang. Oleh karena itu kebudayaan yang terbuka atas perubahan merupakan variabel input yang penting bagi sebuah proses pembangunan dalam era globalisasi, yang memberikan makna terhadap manusia sebagai individu maupun kelompok.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Malas memang penyakit yang sangat sering sekali ada pada diri manusia, khususnya saya. Malas datang tidak pandang waktu, tempat, dimana saja, kapan saja malas selalu muncul. Malas juga menyerang para pendidik. Sebagai seorang pendidik seharusnya mereka tidak malas untuk meneliti. Karena sebenarnya banyak sekali masalah-masalah dalam pembelajaran yang perlu untuk diteliti.

    ReplyDelete
  51. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Pendidik mempunyai rasa malas meneliti adalah dalam hal menulis dan berpikir untuk menulis laporan penelitian yang menurutnya memakan waktu yang lama. Terkadang aada rasa ingin tahu dari pendidik, tapi tidak tahu mau memulai darimana dan hala apa yang mesti dilakukan oleh seorang pendidik untuk meneliti, sehingga timbul rasa malas dan cenderung ingin mendapatkan laporan dengan cara yang cepat. Dengan elegi ini banyak hal yang bisa dijadikan untuk topik sebuah penelitian dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  52. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidik terkadang sulit jika diminta untuk melakukan penelitian. Berbagai macam alasan dilontarkan untuk menjadi alasan tidak melakukan penelitian. Pelatiahn agar guru mau meneliti juga telah banyak dilakukan. Guru terlalu lama berteori tentang penelitian, terlalu banyak berpikir bagaimana, terlalu banyak berpikir kalau, sehingga pada akhirnya malah tidak jadi meneliti. Jiwa meneliti lebih baik ditanamkan sejak guru masih belajar sebagai mahasiswa, sehingga kelak akan menjadi kebiasaan dan rasa malas itu hilang.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk pendidik supaya gemar meneliti, bisa berlatih saat mahasiswa seperti ikut PKM, peserta maupun pemakalah seminar, ikut komunitas peneliti dll. Jika sudah jadi guru maka komponen-komponen pada elegi diatas harus terpenuhi. Kemudian setelah itu baru action. Karena Jika sudah terbiasa meneliti sejak dini maka akan mudah meneliti dikemudian hari. Penelitian bagi guru, tentu akan meningkatkan keprofesionalannya dalam pembelajaran, sehingga diharapkan semua guru turut berpartisipisai secara aktif dalam berbagai penelitian.

    ReplyDelete
  54. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Menjadi pendidik adalah panggilan hati, bukan sekedar untuk mendapatkan pekerjaan dan menjamin masa tua nanti. Bila mendidik sudah menjadi panggilan hati, maka mendidik tidak lagi berhenti pada titik administrasi saja. mendidik juga bukan menjadi aktivitas yang dipandang biasa-biasa saja, dan dikerjakan ala kadarnya. Karena bila sudah menyangkut hati, maka selayaknya dia akan melakukan dan memberikan yang terbaik. Dalam hal ini adalah melakukan dan memberikan yang terbaik dalam pendidikan, atau untuk siswa siswinya. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan oleh pendidik sebagai bukti kesungguhannya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi anak didiknya adalah dengan melakukan penelitian. Jadi baginya penelitian bukanlah hanya menjadi pelengkap administrasi, atau sebagai upaya untuk mendapatkan tunjangan belaka.

    ReplyDelete
  55. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Penelitian adalah bagian hal penting dari seorang pendidik agar proses pembelajaran yang dilakukan dapat lebih efektif dan efisien. Namun sering kali pendidik malas melakukan hal tersebut. Banyak argumen mengapa mereka malas melakukannya. Hal itu dikarenakan kurangnya faktor-faktor pendorong yang harus dimiliki oleh pendidik untuk melakukan penelitian. Faktor utama menurut saya diantara beberapa yang disebutkan dalam elegi ini yaitu semangat dan motivasi. Itulah yang harus dipupuk dan dikembangkan agar para pendidik lebih rajin untuk melakukan penelitian demi efektifnya sebuah pembelajaran.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  56. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Penelitian yang dilakukan oleh guru memberikan banyak manfaat bagi guru maupun bagi siswa. Berangkat dari hal-hal yang sederhana maka kita dapat membuat suatu inovasi yang lebih baik dari yang pernah kita praktikkan. Akan tetapi, banyaknya jam mengajar dan bahan referensi menjadi suatu kendali bagi guru-guru yang berada di wilayah pedesaan, sehingga terkadang mereka menyadari adanya masalah tetapi hanya membiarkan saja masalah tersebut tanpa tahu penyelesaiannya. Menurut saya, dengan seringnya guru meneliti, baik secara tertulis maupun tidak tertulis membuat guru peka terhadap siswa dan lebih memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan siswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian, terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Penelitian juga dapat melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis sehingga seorang pendidik harus dapat membuktikan kalau dirinya memang ada sebagai pendidik dan sekaligus bisa jadi mengada dan pengada.

      Delete
  57. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  58. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai sebuah pembelajaran bagi guru, dan juga saran berbagi antar gru, maka sudah seyogyanya seorang guru untuk menjadi pengada. Melakukan riset di kelas kecilnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti workshop-workshop penelitian baik yang diadakan oleh dinas terkait maupun LPTK LPTK. Sehingga hal ini akan menjadikan eksistensi guru sebagai mengada dan pengada terealisasi.

    ReplyDelete

  59. Guru memang gelar yang berat bagi seseorang, tugasnya tidak hanya mendidik anak supaya memiliki bekal piker dan bekal hati yang cukup, tetapi juga menjadi seorang mengada dan pengada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membersamai anak, agar benar-benar tercipta generasi yang unggul, secara piker maupun secara hati.

    ReplyDelete
  60. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    sebagai seorang pendidik harusnya kita meneliti atau mencari informasi terkait kompetensi bukan hanya sekedar menyelesaikan masalah yang ada namun kita juga harus meneliti lebih dalam lagi suatu masalah. dengan demikian dapat tercipta pendidikan yang lebih baik untuk kedepannya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  61. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita tidak akan pernah kekurangan alasan untuk melakukan penelitian. Yang dibutuhkan untuk mulai melakukan penelitian adalah motivasi dan semangat untuk melakukannya. Ilmu akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pendidik pun dituntut untuk terus mengmbangkan dirinya supaya mampu mengikuti perkembangan zaman. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  62. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Salah satu tantangan bagi seorang pendidik adalah menghilangkan rasa malas untuk meneliti. Seorang pendidik harus menyadari bahwa meneliti merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukannya untuk mengembangkan kompetensinya sebagai seorang guru dan mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam pembelajaran. Maka yang perlu dilakukan oleh seorang guru adalah membangun niat adalam dirinya agar memiliki keinginan untuk meneliti. Seorang guru perlu untuk terus memupuk mootivasi dalam dirinya untur mengusir rasa malas.

    ReplyDelete
  63. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Menjadi seorang pendidik kita dituntut untuk memberikan inovasi dalam kegiatan belajar siswa. Oleh karenanya, untuk memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan siswanya, maka hendaknya seorang pendidik melakukan penelitian. Karena jika seorang pendidik malas untuk melakukan kegiatan tersebut, maka hal ini akan memberikan dampak yang buruk bagi perkembanagn pendidikan yang ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  64. Ini merupakan elegi yang luar biasa. Sebagai seorang pendidik ternyata ada banyak hal yang dapat kita teliti. Namun biasanya kita malas meneliti karena alasan merasa tidak ada waktu. Selain malas, kita sering merasa tidak percaya diri dengan tulisan kita sehingga kita tidak jadi menulis. Semoga dengan refleksi ini bisa melatih kita dalam menulis dan memupuk rasa percaya diri dengan tulisan kita.
    Terima kasih Pak atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami.

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb Paradigma pendidikan saat ini adalah riset, maka bukan hanya mahasiswa yang mau lulus saj yang menjadi researcher, namun guru pun seharusnya menjadi researcher. Guru yang sudah dekat dengan dunia praktek pendidikan akan lebih mengenal dunia pendidikan beserta maslah-masalahnya, maka guru pun akan memiliki lebih banyak ide mengenai apa yang akan diteliti.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  66. Assalamualaikum, wr.wb.
    Semua pengetahuan/ilmu akan terangkum dari riset, maka seorang guru agar bisa mampu mengajar dengan baik maka ia pun perlu melakukan riset. Melalui riset guru dapat mengtahui solusi-solusi terbaik dari permasalahan pembelajarannya, sehingga hasil risetnya dapat menjadi panduannya dalam merancang pembelajaran yang lebih baik.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Penelitian umumnya dilakukan oleh lembaga-lembaga research, sedangkan pendidik jarang sekali melakukan penelitian, kebanyakan para pendidik malas melakukan penelitian , kebanyakan dari para pendidik hanya melakukan penelitia secara ilmiah ketika menempuh perkuliahan yaitu untuk memenuhi tugas akhir, baik skripsi, tesis ataupun disertasi. padahal semestiya seorang pendidik harus terus melakukan penelitian, untuk mengembangkan tingkat keilmuannya.

    ReplyDelete
  68. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Banyak faktor yang digunakan sebagai pertimbangan untuk malasnya meneliti. Selain itu, ada saja oknum pendidik yang asal asalan dalam meneliti hanya untuk bertujuan untuk memenuhi tugas yang diembannya. Jauh dari itu, meneliti ada suatu hal yang perlu sebagai refleksi dan evaluasi diri sendiri dalam melakukan pembelajaran. Selain itu meneliti juga dapat meningkatkan kompetensi yang sudah dimiliki. Dengan hal inilah, guru tidak akan ada habisnya dalam memiliki inovasi dan kreasi dalam melakukan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  69. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Guru adalah orang yang langsung berhadapan dengan siswa, orang yang langsung dapat mengidentifikasi permasalahan serta solusi yang dapat ditawarkan di kelas. Tentunya seorang guru tidak seketika menjadi peneliti yang baik, tapi seiring dengan bertambahnya pengalaman serta bimbingan dari para ahli, guru juga dapat menjadi peneliti.

    ReplyDelete
  70. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Guru malas melakukan penelitian dikarenakan beberapa faktor. Yang pertama guru tidak dapat mengatur waktunya dengan baik. Banyak hal-hal atau tugas wajib yang harus diselesaikan dengan deadline tertentu. Selanjutnya adalah karena kurangnya pengetahuan guru akan metode penelitian pendidikan seperti sistematika penulisan, jenis-jenis metode, penulisan daftar pustaka, dan lain sebagainya. Selanjutnya adalah karena kurangnya minat atau kemauan para guru untuk melakukan penelitian. Sebenarnya di sela-sela mengajarnya, guru dapat sambil melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  71. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menjadi peneliti itu harus ada kemauan terlebih dahulu. Jelasnya kemauan yang didukung oleh aspek-aspek pendukung tentunya. Agar tidak menjadi pendidik yang malas meneliti, mulailah bangun kemauan dan semangat untuk meneliti, sering berdiskusi dengan rekan sejawat, mulailah meneliti dari kegiatan yang paling sederhana yaitu melakukan peneliian mandiri untuk kepentingan sendiri misalnya dengan memperbaiki praktek pembelajaran yang dilakukan oleh diri sendiri di dalam kelas, itu sudah bisa dikatakan melakukan penelitian sederhana.

    ReplyDelete
  72. Addin Delia Nur Azfi Muhajir
    15301241037
    Pendidikan Matematika I 2015

    Tren kemalasan meneliti oleh pendidik dan pelaksana pendidikan, menurut saya, dapat didasari oleh sistem pendidikan yang ada. Para pendidik, terutama pegawai negeri, telah menjamin kehidupan pendidik tanpa harus melakukan penelitian untuk ke depannya. Tidak ada motivasi bagi para pendidik untuk melakukan penelitian selain kenaikan pangkat dan sertifikasi. Selain itu, kurang adanya apresiasi terhadap hasil penelitian juga menjadi salah satu dari beberapa alasan kurangnya semangat meneliti pada tenaga kependidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  73. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Menurut saya, penting bagi seorang guru untuk melakukan penelitian. Karena guru dituntut untuk memberikan inovasi pendidikan, dan hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan penelitian. Selain itu, menurut saya sangat rugi jika guru malas melakukan penelitian karena dunia guru ini sangat dekat dengan penelitian dan akses untuk penelitian di sekolah pun sangat mudah. Salah satu penelitian yang bisa dilakukan guru yaitu PTK atau Penelitian Tindakan Kelas.

    ReplyDelete
  74. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Penelitian merupakan salah satu hal yang seharusnya dilakukan oleh pendidik. Hal ini dilakukan karena pendidik yang memiliki interaksi langsung dengan dunia pendidikan, baik dengan siswa, lingkungan pendidikan, antar pendidik, dan sebagainya. Elegi di atas dapat menjadi inspirasi dan referensi perihal penelitian yang hendak dilakukan oleh pendidik. Akan tetapi terkadang pendidik memiliki rasa malas dan kurang percaya diri sehingga mereka tidak melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  75. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tidak bisa dipungkiri bahwa kasus dalam elegi diatas banyak terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Mereka beranggapan bahwa sebagi guru saja sudah berat apalagi sebagi peneliti sekaligus serta tidak mempunyai kemampuan dalam penelitian. Padahal jika kita coba telisik lebih dalam, sebenarnya guru itu sudah menjadi peneliti. Misalnya dalam pembelajaran dikelas, mereka harus berusaha menciptakan kondisi pembelajaran sekreatif mungkin sehingga dapat membuat pembelajaran berbeda dari biasanya sehingga dapat memperoleh hasil yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Secara tidak sadar guru itu sudah meneliti, sehingga asumsi bahwa tidak bisa meneliti hanya sebuah argumen hati dan pikiran semata.

    ReplyDelete
  76. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Kemalasan pendidik untuk melakukan penelitian bisa jadi dikarenakan oleh ketidaktahuan pendidik tersebut mengenai penelitian itu sendiri. Untuk melakukan sebuah penelitian, dibutuhkan pengetahuan mengenai hakekat penelitian, manfaat penelitian, perlunya mengadakan penelitian, faktor-faktor yang menunjang penelitian, inovasi pembelajaran, kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, dsb. Jika sudah mengetahui kesemuanya itu tetapi seorang pendidik tetap tidak ingin melakukan penelitian, berarti pendidik itu pun tidak mau berkembang. Padahal sejatinya belajar adalah berkembang. Jika seorang pengajar tidak mau belajar, maka siapakah yang mau belajar darinya?

    ReplyDelete
  77. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi di atas menggambarkan kenyataan yang ada di dunia pendidikan Indonesia. Banyak pendidik yang tidak memiliki hasrat untuk meneliti karena banyak hal. Ketakutan merupakan salah satunya, banyak diantara para pendidik yang sudah takut sebelum memulai meneliti. Entah takut terhadap judul penelitiannya, cara mengambil datanya, atau hal-hal lain yang membuatnya enggan meneliti. Kemungkinan besar ketakutan ini juga bersumber dari ketidaktauan pendidik mengenai hakikat meneliti yang sebenarnya.

    ReplyDelete