Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

28 comments:

  1. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. menurut saya, fenomena pendidik yang malas meneliti bisa dilihat dari motifnya. pertama, karena motif pragmatisme. sebagian pendidik menganggap bahwa penelitian adalah suatu hal yang tidak menguntungkan. sebagian pendidik masih terjebak dalam pola pikir yang instan dan cenderung melihat suatu kerja berdasarkan batas-batas ekonomi. kedua, karena ketidaktahuan. beberapa pendidik terjebak dalam ketidaktahuan. mereka enggan untuk meneliti karena tidak paham hakikat penelitian. jangan memahami sistematika penelitian, mereka dalam satu kasus tidak mampu menentukan masalah-masalah apa yang perlu untuk diteliti. namun, hal tersebut tidak terjadi kepada semua pendidik. karena adapula pendidik yang benar-benar menjadikan penelitian sebagai bagian dari kehidupan akademiknya.

    ReplyDelete
  2. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Menulis karya tulis ilmiah merupakan momok bagi sebagian guru di sekolah. Kurangnya budaya membaca menyebabkan guru kurang dapat menulis dengan baik. Padahal, menulis itu dimulai dari banyak membaca. Kalau sudah banyak membaca, tentunya guru akan tertarik untuk meneliti dari apa yang dibacanya. Tidak hanya itu, penelitian dimulai dari adanya masalah atau gejala yang ada di sekolah. Masalah tersebut dapat dipecahkan bila kita melakukan penelitian. Penelitian dapat dilakukan bila adanya upaya dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

    ReplyDelete
  3. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini mengajarkan saya beberapa alasan kenapa para pendidik malas meneliti. Saat saya mengajar di sekolah dalam waktu yang masih relatif singkat, saya memiliki beberapa teman sejawat. Saya dan teman sejawat merasakan apa yang dirasakan pendidik pada elegi ini. Melalui elegi ini saya menyadari bahwa hal pertama yang harus dimiliki seorang pendidik adalah tidak puas dengan keadaan dan seluruh aspek di dalam kelas yang dikelolah. Awalannya adalah pendidik merefleksikan pekerjaannya dan dirinya serta ingin melakukan perubahan untuk kebaikan. Saya menyadari bahwa diri sendiri tidaklah cukup untuk melakukan perubahan, melainkan dibutuhkan diskusi dengan teman sejawat, diskusi dengan para expert di bidang pendidikan khususnya. Semoga ke depan semua pendidik Indonesia gemar meneliti dan melakukan perubahan ke arah kebaikan. Amiin

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pesan yang disampaikan pada elegi di atas memang sesuai dengan kenyataan yang ada bahwa para guru itu malas untuk meneliti. Selama ini para guru mungkin tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian, mereka lebih memikirkan untuk mengajar dan mengajar. Padahal kita tahu bahwa dalam mengajar kita harus mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik yakni dengan melalui penelitian. Untuk itu perlu kesadaran para guru betapa pentingnya melakukan penelitian serta menerapkannya dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  5. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    meneliti adalah rasa ingin tahu. Jadi sebenar-benar hakikat meneliti adalah rasa ingin tahu. Meningkatkan rasa ingin tahu dengan melakukan penelitian pendidikan. Sebenar-benar manfaat meneliti adalah untuk meningkatkan dimensi berpikir, dimensi pengalaman dan dimensi hidup.
    Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Dan melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis sehingga seorang pendidik harus dapat membuktikan kalau dirinya memang ada sebagai pendidik dan sekaligus bisa jadi mengada dan pengada.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidik malas meneliti mungkin karena disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang hakekat penelitian, yaitu rasa ingin tahu. Mereka malas karena tidak mempunyai rasa ingin tahu/ tidak berpikir kritis. Selain itu, kemalasan tersebut juga mungkin disebabkan karena ketidaktahuan tentang manfaat penelitian itu sendiri. Padahal penelitian itu dapat meningkatkan dimensi pikiran, dimensi keterampilan, dimensi pengalaman serta dimensi hidup. Kemalasan itu bisa juga disebabkan karena belum menemukan faktor-faktor pendukung dan kurangnya pengetahuan tentang inovasi pembelajaran. Lebih daripada itu semua, yang terpenting bagi seorang pendidik agar rasa ingin tahunya muncul, agar ia mampu meneliti, maka ia harus mempunyai keterampilan sosial. Keterampilan sosial ini sangat diperlukan siapa saja yang bergelut dalam bidang apa saja. Keterampilan sosial itu diantaranya adalah sikap yang baik, berpikiran positif, bersikap terbuka atau mau menerima pembaharuan, bersikap fleksibel, mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi, dsb.

    ReplyDelete
  7. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendidik yang malas menelitii mungkin sebabnya adalah kurang pahamnya manfaat dari penelitian itu sendiri dan kurangnya minat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Budaya membaca dan budaya ilmiah dari lingkungannya juga berpengaruh terhadap keinginan untuk melakukan penelitian. Budaya merupakan sebuah cara berpikir, merasa dan mempercaya terhadap suatu proses perubahan perilaku yang berjalan cukup panjang. Oleh karena itu kebudayaan yang terbuka atas perubahan merupakan variabel input yang penting bagi sebuah proses pembangunan dalam era globalisasi, yang memberikan makna terhadap manusia sebagai individu maupun kelompok.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Malas memang penyakit yang sangat sering sekali ada pada diri manusia, khususnya saya. Malas datang tidak pandang waktu, tempat, dimana saja, kapan saja malas selalu muncul. Malas juga menyerang para pendidik. Sebagai seorang pendidik seharusnya mereka tidak malas untuk meneliti. Karena sebenarnya banyak sekali masalah-masalah dalam pembelajaran yang perlu untuk diteliti.

    ReplyDelete
  9. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Pendidik mempunyai rasa malas meneliti adalah dalam hal menulis dan berpikir untuk menulis laporan penelitian yang menurutnya memakan waktu yang lama. Terkadang aada rasa ingin tahu dari pendidik, tapi tidak tahu mau memulai darimana dan hala apa yang mesti dilakukan oleh seorang pendidik untuk meneliti, sehingga timbul rasa malas dan cenderung ingin mendapatkan laporan dengan cara yang cepat. Dengan elegi ini banyak hal yang bisa dijadikan untuk topik sebuah penelitian dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  10. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidik terkadang sulit jika diminta untuk melakukan penelitian. Berbagai macam alasan dilontarkan untuk menjadi alasan tidak melakukan penelitian. Pelatiahn agar guru mau meneliti juga telah banyak dilakukan. Guru terlalu lama berteori tentang penelitian, terlalu banyak berpikir bagaimana, terlalu banyak berpikir kalau, sehingga pada akhirnya malah tidak jadi meneliti. Jiwa meneliti lebih baik ditanamkan sejak guru masih belajar sebagai mahasiswa, sehingga kelak akan menjadi kebiasaan dan rasa malas itu hilang.

    ReplyDelete
  11. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk pendidik supaya gemar meneliti, bisa berlatih saat mahasiswa seperti ikut PKM, peserta maupun pemakalah seminar, ikut komunitas peneliti dll. Jika sudah jadi guru maka komponen-komponen pada elegi diatas harus terpenuhi. Kemudian setelah itu baru action. Karena Jika sudah terbiasa meneliti sejak dini maka akan mudah meneliti dikemudian hari. Penelitian bagi guru, tentu akan meningkatkan keprofesionalannya dalam pembelajaran, sehingga diharapkan semua guru turut berpartisipisai secara aktif dalam berbagai penelitian.

    ReplyDelete
  12. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Menjadi pendidik adalah panggilan hati, bukan sekedar untuk mendapatkan pekerjaan dan menjamin masa tua nanti. Bila mendidik sudah menjadi panggilan hati, maka mendidik tidak lagi berhenti pada titik administrasi saja. mendidik juga bukan menjadi aktivitas yang dipandang biasa-biasa saja, dan dikerjakan ala kadarnya. Karena bila sudah menyangkut hati, maka selayaknya dia akan melakukan dan memberikan yang terbaik. Dalam hal ini adalah melakukan dan memberikan yang terbaik dalam pendidikan, atau untuk siswa siswinya. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan oleh pendidik sebagai bukti kesungguhannya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi anak didiknya adalah dengan melakukan penelitian. Jadi baginya penelitian bukanlah hanya menjadi pelengkap administrasi, atau sebagai upaya untuk mendapatkan tunjangan belaka.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Penelitian adalah bagian hal penting dari seorang pendidik agar proses pembelajaran yang dilakukan dapat lebih efektif dan efisien. Namun sering kali pendidik malas melakukan hal tersebut. Banyak argumen mengapa mereka malas melakukannya. Hal itu dikarenakan kurangnya faktor-faktor pendorong yang harus dimiliki oleh pendidik untuk melakukan penelitian. Faktor utama menurut saya diantara beberapa yang disebutkan dalam elegi ini yaitu semangat dan motivasi. Itulah yang harus dipupuk dan dikembangkan agar para pendidik lebih rajin untuk melakukan penelitian demi efektifnya sebuah pembelajaran.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  14. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Penelitian yang dilakukan oleh guru memberikan banyak manfaat bagi guru maupun bagi siswa. Berangkat dari hal-hal yang sederhana maka kita dapat membuat suatu inovasi yang lebih baik dari yang pernah kita praktikkan. Akan tetapi, banyaknya jam mengajar dan bahan referensi menjadi suatu kendali bagi guru-guru yang berada di wilayah pedesaan, sehingga terkadang mereka menyadari adanya masalah tetapi hanya membiarkan saja masalah tersebut tanpa tahu penyelesaiannya. Menurut saya, dengan seringnya guru meneliti, baik secara tertulis maupun tidak tertulis membuat guru peka terhadap siswa dan lebih memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan siswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian, terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Penelitian juga dapat melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis sehingga seorang pendidik harus dapat membuktikan kalau dirinya memang ada sebagai pendidik dan sekaligus bisa jadi mengada dan pengada.

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai sebuah pembelajaran bagi guru, dan juga saran berbagi antar gru, maka sudah seyogyanya seorang guru untuk menjadi pengada. Melakukan riset di kelas kecilnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti workshop-workshop penelitian baik yang diadakan oleh dinas terkait maupun LPTK LPTK. Sehingga hal ini akan menjadikan eksistensi guru sebagai mengada dan pengada terealisasi.

    ReplyDelete

  17. Guru memang gelar yang berat bagi seseorang, tugasnya tidak hanya mendidik anak supaya memiliki bekal piker dan bekal hati yang cukup, tetapi juga menjadi seorang mengada dan pengada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membersamai anak, agar benar-benar tercipta generasi yang unggul, secara piker maupun secara hati.

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    sebagai seorang pendidik harusnya kita meneliti atau mencari informasi terkait kompetensi bukan hanya sekedar menyelesaikan masalah yang ada namun kita juga harus meneliti lebih dalam lagi suatu masalah. dengan demikian dapat tercipta pendidikan yang lebih baik untuk kedepannya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita tidak akan pernah kekurangan alasan untuk melakukan penelitian. Yang dibutuhkan untuk mulai melakukan penelitian adalah motivasi dan semangat untuk melakukannya. Ilmu akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pendidik pun dituntut untuk terus mengmbangkan dirinya supaya mampu mengikuti perkembangan zaman. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  20. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Salah satu tantangan bagi seorang pendidik adalah menghilangkan rasa malas untuk meneliti. Seorang pendidik harus menyadari bahwa meneliti merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukannya untuk mengembangkan kompetensinya sebagai seorang guru dan mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam pembelajaran. Maka yang perlu dilakukan oleh seorang guru adalah membangun niat adalam dirinya agar memiliki keinginan untuk meneliti. Seorang guru perlu untuk terus memupuk mootivasi dalam dirinya untur mengusir rasa malas.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Menjadi seorang pendidik kita dituntut untuk memberikan inovasi dalam kegiatan belajar siswa. Oleh karenanya, untuk memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan siswanya, maka hendaknya seorang pendidik melakukan penelitian. Karena jika seorang pendidik malas untuk melakukan kegiatan tersebut, maka hal ini akan memberikan dampak yang buruk bagi perkembanagn pendidikan yang ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Ini merupakan elegi yang luar biasa. Sebagai seorang pendidik ternyata ada banyak hal yang dapat kita teliti. Namun biasanya kita malas meneliti karena alasan merasa tidak ada waktu. Selain malas, kita sering merasa tidak percaya diri dengan tulisan kita sehingga kita tidak jadi menulis. Semoga dengan refleksi ini bisa melatih kita dalam menulis dan memupuk rasa percaya diri dengan tulisan kita.
    Terima kasih Pak atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb Paradigma pendidikan saat ini adalah riset, maka bukan hanya mahasiswa yang mau lulus saj yang menjadi researcher, namun guru pun seharusnya menjadi researcher. Guru yang sudah dekat dengan dunia praktek pendidikan akan lebih mengenal dunia pendidikan beserta maslah-masalahnya, maka guru pun akan memiliki lebih banyak ide mengenai apa yang akan diteliti.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum, wr.wb.
    Semua pengetahuan/ilmu akan terangkum dari riset, maka seorang guru agar bisa mampu mengajar dengan baik maka ia pun perlu melakukan riset. Melalui riset guru dapat mengtahui solusi-solusi terbaik dari permasalahan pembelajarannya, sehingga hasil risetnya dapat menjadi panduannya dalam merancang pembelajaran yang lebih baik.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Penelitian umumnya dilakukan oleh lembaga-lembaga research, sedangkan pendidik jarang sekali melakukan penelitian, kebanyakan para pendidik malas melakukan penelitian , kebanyakan dari para pendidik hanya melakukan penelitia secara ilmiah ketika menempuh perkuliahan yaitu untuk memenuhi tugas akhir, baik skripsi, tesis ataupun disertasi. padahal semestiya seorang pendidik harus terus melakukan penelitian, untuk mengembangkan tingkat keilmuannya.

    ReplyDelete
  26. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Banyak faktor yang digunakan sebagai pertimbangan untuk malasnya meneliti. Selain itu, ada saja oknum pendidik yang asal asalan dalam meneliti hanya untuk bertujuan untuk memenuhi tugas yang diembannya. Jauh dari itu, meneliti ada suatu hal yang perlu sebagai refleksi dan evaluasi diri sendiri dalam melakukan pembelajaran. Selain itu meneliti juga dapat meningkatkan kompetensi yang sudah dimiliki. Dengan hal inilah, guru tidak akan ada habisnya dalam memiliki inovasi dan kreasi dalam melakukan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  27. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Guru adalah orang yang langsung berhadapan dengan siswa, orang yang langsung dapat mengidentifikasi permasalahan serta solusi yang dapat ditawarkan di kelas. Tentunya seorang guru tidak seketika menjadi peneliti yang baik, tapi seiring dengan bertambahnya pengalaman serta bimbingan dari para ahli, guru juga dapat menjadi peneliti.

    ReplyDelete