Mar 8, 2011

Elegi Pertunjukkan Matematika





Oleh: Marsigit

Matematika 1:
Amvoim kolian koi kordia ahdisong boldiah kolian koi ahdisong corcuran sombadadu nol. Aku ingin mengetahui siapa sebenar-benar diriku itu? Wahai matematika 2 dapatkah engkau membantuku mencari siapa diriku itu?

Matematika 2:
Amvoim kolian koi kordia ahdisong boldiah kolian koi ahdisong corcuran sombadadu nol. Itu semua ndabigu dengan ali. Maka kadapiti koi kordia ahdisong boldiah ndabigu oleh amvoim dikolian koi ahdisong corcuran ndabigu amvoim sombadadu nola. Mkoi didapat amvoim kordia ahdisong boldiah ndabigu amvoim kolian koi ahdisong kordia dari boldiah ndabigu dua kolian amvoim darkuring dengan kordia dari boldiah ndabigu dua kolian amvoim ahdisong corcuran ndabigu amvoim sombadadu nol. Maka dikapati koi kordia di tambleho boldiah ndabigu amvoim kolian koi ahdisong kordia dari boldiah ndabigu dua amvoim ali sombadadu kordia dari boldiah ndabigu dua kolian amvoim darkuring corcuran ndabigu ampaho. Maka ndakatipi koi kordia ahdisong boldiah ndabigu amvoim dikolian koi ahdisong kordia dari boldiah dibamvoim dua kolian amvoim sombadadu boldiah kordia ndabigu ampaho kolian amvoim kordia darkuring ampaho kolian amvoim dikolian lagi corcuran ndabigu ampaho kolian kordia dari amvoim. Wahai matematika 1, dapatkah engkau meneruskan kalimatku ini?

Matematika 1:
Saya akan mencobanya. Koi ahdisong boldiah ndabigu dua kolian amvoim sombadadu plus manusa avran tangkap dua dari boldiah kordia darkuring ampaho kolian amvoim dikolian corcuran ndabigu ampaho dikolian amvoim kordia. Maka koi gnaya tamperma maupun koi yang kedau adalah nugata boldiah ndabigu dua kolian amvoim ahdisong atau darkuring avran dari boldiah kordia darkuring ampaho kolian amvoim kolian corcuran ndabigu dua kolian amvoim. Wahai matematika 2, sampai di sini dapatkah engkau menunjukkan kepadaku siapakah sebenarnya diriku itu?

Matematika 2:
Dirimu tidak lain tidak bukan adalah halasuta dari nugata boldiah ahdisong dengan avran kordia dari boldiah kordia darkuring ampaho kolian amvoim dikolian corcuran ndabigu dua kolian amvoim, atau nugata boldiah darkuring kordia dari boldiah darkuring ampaho kolian amvoim kolian corcuran ndabigu duakolian amvoim.

Penonton1:
Luar biasa!. Wahai penonton 2, apakah engkau mengerti pembicaraan dua matematikawan tersebut.

Penonton 2:
Luar biasa!. Wahai penonton 1, aku sama sekali tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Penonton 1:
Bukankah engkau selama ini merasa sebagai matematikawan hebat tiada tandingannya?

Penonton 2:
Janganlah menyindir begitu. Ternyata aku sekarang sadar bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai. Tetapi yang jelas aku pahami dari pembicaraan dua matematikawan tersebut adalah, matematikawan 1 kelihatannya sudah menemukan dirinya sendiri. Itu yang sungguh sulit aku bisa megerti bagaimana dia bisa mengerti dirinya dengan penjelasan seperti itu?

Penonton 1:
Mungkin kita perlu menunggu, siapa tahu pada elegi selanjutnya ada jawaban dari orang tua berambut putih.

Penonton 2:
Baik. Mari kita tunggu elegi berikutnya.

40 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Se ahli-ahli orang yang ebnar ahli pasti memiliki kekurangan dalam dirinya. Jika memang benar kita ahli di dalam bidang yang kita geluti intinya jangan sombong dengan keahlian itu karena Allah memiliki sifat KUN FAYA KUN. Semoga kita dijauhi dari sifat sombong itu. amiin

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Karakter masing-masing manusia berbeda, mulai dari sifat, cara berpikir, daya tangkap ilmu, dan masih banyak hal lainnya. Dalam postingan ini, bahasan tentang ilmu yang didapat dari 2 orang yang berbeda (matematikawan 1 dan 2). Dari yang saya pahami dari pembicaraan dua matematikawan tersebut adalah, matematikawan 1 kelihatannya sudah menemukan dirinya sendiri. Itu yang sungguh sulit aku bisa mengerti bagaimana dia bisa mengerti dirinya dengan penjelasan seperti itu? Mungkin kita perlu menunggu, siapa tahu pada elegi selanjutnya ada jawaban dari orang tua berambut putih. Dari penjabaran tersebut mulailah muncul keragu-raguan dan muncul pertanyaan, dan jawabannya berada pada elegi selanjutnya, tinggal kemauan kita saja untuk terus membaca dan membaca. Dapat saya katakan bahwa, inilah salah satu contoh mengapa ilmu itu adalah keraguan, dan mengapa ilmu itu adalah pertanyaan. Dari keraguan dan pertanyaan kita berusaha untuk mencari jawaban hingga memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Matematika masih dianggap pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa, bahkan matematika juga dianggap sebagai mata pelajaran bergengsi. Matematika mendapat julukan sebagai ratu dari segala ilmu. Maka semakin kita mendalami matematika, semakin dekat pula kita dengan kesombongan. Namun apabila kita kembali pada prinsip bahwa dalam belajar juga harus diiringi dengan doa maka dalam belajar matematika juga harus diiringi dengan spiritualitas. Tujuan dari itu semua adalah agar ilmu yang kita pelajari tidak membawa kita pada lupa diri atau kesombongan tetapi justru ilmu tersebut akan bermanfaat dan berguna bagi orang lain.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Janganlah kita mengaku bahwa kita sudah pandai dan mengerti sepenuhnya mengenai matematika. Matematika itu sendiri dapat berkembang dan tidak akan berhenti apabila kita terus memikirkannya. Oleh karena itu, kita tidak akan mampu mengerti seluruhnya mengenai matematika karena matematika bukan ilmu yang statis. Bagaimana kita mengetahui matematika secara keseluruhan apabila matematika tersebut terus mengalami perkembangan.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam dunia pendidikan terdapat banyak pendapat, opini, dan debat-debat yang muncul akibatnya adanya perbedaan. Disinilah tidak saling memahami menjadi lumrah hukumnya. Tidak menjadi masalah selama perbedaan tersebut tidak menimbulkan masalah yang baru lagi. Sama halnya kita dalam memahami pure mathematics dan school mathematics tentu berbeda persepsi. Selama keduanya tetap berada pada jalurnya masing-masing maka perbedaan itu tidak menjadi hal yang seharusnya diperdebatkan.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika itu tidak mudah dipahami, penuh dengan simbol-simbol sebagai bentuk bahasanya, yang mana bahasa mereka hanya akan bisa dipahami oleh matematika itu sendiri. Pengetahuan matematika tidak hanya sebatas apa yang kita tahu dan yang ada. Akan ada pertunjukkan yang digelarnya dimana kita sebenarnya belum tahu apa-apa tentang matematika.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Di dunia ini seringkli manusia akan dihargai karena kepandaiannya. Sehingga seringkali membuat manusia terlena.
    Dan berakibat selanjutnya membuat manusia melupakan bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai.
    Masih adalangit di atas langit. Sehingga sudah smestinya manusia tidak boleh menyombongkan diri dengan kepandaian yang dimiliki.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dari elegi di atas beberapa percakapan tidak dapat saya mengerti, dikarenakan bahasa yang begitu asing terdengar. Namun pada akhir elegi diberikan pernjelasan bahwa manusia tidak boleh tinggi hati dan merasa ia mengetahui segalanya. Hal tersebut sesuai dengan peribahasa yang berbunyi masih ada langit di atas langit, yang berarti masih ada orang yang paling pintar diantara orang yang terpintar. Dan tidak ada orang yang paling pintar yang melebihi Sang Maha Pencipta.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ilmu pengetahuan itu ada batasannya, seperti pepatah mengatakan diatas langit masih ada langit, mungkin kita tidak dapat memaknai percakapan orang-orang dengan ilmu yang lebih tinggi dari kita. Sperti halnya anak SD dan SMP yang di[aksa untuk mempelajari matematika formal

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika

    Elegi ini kembali mengingatkan kita agar tidak sombong dan cepat puas akan apa yang kita miliki. Saat kita puas dengan pengetahuan yang kita punya dan berhenti berpikir, pengetahuan itu bukan logos, tetapi berubah menjadi mitos. Diatas langit masih ada langit. Dan yang sempurna hanyalah Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, teruslah bersyukur, berdoa dan belajar.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika

    Saat seseorang ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain, terkadang bahasa yang digunakan tidak dimengerti oleh orang lain. Ada tingkatan-tingkatan dimana kita harus menyesuaikan bahasa yang kita pakai. Saat berbicara dengan anak-anak gunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka, demikian pula jika berbicara dengan orang dewasa, dengan teman sebaya, dan seterusnya. Dengan cara demikian, maksud dan niat kita dapat tersampaikan dengan baik.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia yang pandai adalah orang yang mengerti bagaimana dia bisa mengerti dirinya sendiri.
    Sebelum manusia berusaha mengerti individu yang lain sudah seyogyanya manusia harus mengerti dirinya sendiri.
    Bagaimana manusia akan mengerti orang lain ketika manusia belum bisa mengerti dirnya sendiri.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Setiap yang ada padti ingin mengenal siapa dirinya sendiri. walaupun saya juga belum begitu memahami elegi ini tapi menarik membaca matematika 1 yang memahami apa maksud perkataan matematika 2. Saya dengan segala keterbatasan belum mampu memahami percakapan matematika 1 dan matematika 2, semoga di elegi selanjutnya dapat memperjelas maksud dari elegi ini.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Sebenar-benarnya tidak ada seorangpun yang dapat menguasai matematika, menggapai matematika. Manusia hanya berusaha memahami sebagian matematika yang begitu luasnya. Semakin seseorang memahami suatu konsep matematika, maka seharusnya orang itu semakin sadar bahwa kemampuan matematikanya sangatlah terbatas. Oleh karena itu, kita tidak boleh sombong dengan apapun yang kita miliki, termasuk kemampuan matematika kita.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Setiap orang pasti punya perbedaan. Tidak selamanya kita sama. Karakter setiap orang pasti berbeda-beda. Tuhan Maha Pencipta dan Tuhan Maha Tahu. Dengan adanya perbedaan, kita bisa belajar dari mereka. Mana yang benar mana yang salah dan mana yang baik mana yang buruk. Yang paling penting, tetaplah jadi diri kamu sendiri. ” Be your Self “.

    ReplyDelete
  17. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap manusia pasti berbeda, baik dari cara pandang, sifat, dan keilmuanya. Dan orang yang beruntung itu adalah ketika dia terus berubah kearah yang lebih baik, karena ilmu itu tidak mempunyai batas. Maka dari itu jangan mudah puas dengan sesuatu yang sudah kita dapatkan, namun teruslah mencari. Karena boleh jadi sekarang itu ilmu itu benar, namun untuk tahun berikutnya bisa jadi ilmu itu sudah tidak bermanfaat lagi atau ada perubahan.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    tidak ada manusia yang sempurna, dan sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna tidak pantas kiranya kita membanggakan diri. salah satunya jika pandai dalam matematika. karena hanya manusia sombong orang yang mengagnggap dirinya paling pandai, dan sebaik-baiknya manusia adalah ia yang terus menerus merasa kurang dalam ilmu pengetahuan dan langkah selanjutnya ia belajar belajar dan belajar. karena seiring berjalannya waktu, kehidupan ini berjalan dan tekhnologi pengetahuan pun ikut berkembang.

    ReplyDelete
  19. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ilmu pengetahuan itu ada batasannya, karena pemikiran manusia terbatas. Kita tidak dapat memaknai percakapan orang-orang dengan ilmu yang lebih tinggi dari kita bila kita tidak mencari tahu dan mempelajarinya. Seperti halnya anak SD dan SMP yang dipaksa untuk mempelajari matematika formal, padahal pada usianya mereka harus dikenalkan dengan matematika informal terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  20. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia tidak akan sempurna, pasti ada kekurangannya. Begitu pula manusia yang berdimensi tingg. Mungkin ilmu mereka telah menggapai seluruh logos. Namun belum tentu dia dapat menjelaskan keberadaan logos-logosnya dengan mudah dipahami oleh manusia yang berdimensi lebih rendah. Jadi, sebagai manusia seyogyanya harus ikhlas dan nbergantng dengan Tuhan sang pemberi rahmat.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam matematika, bagi setiap orang memiliki arti yang berbeda – beda. Ada yang mampu memahami dengan baik dan ada yang tidak. Begitu juga dalam hidup ini, ada hal yang dianggap sebagai kelebihan dan kekurangan. Yang dimengerti orang lain belum tentu yang lainnya mengerti, maka komunikasi yang baik sangat diperlukan agar dapat saling memahami dan mengerti satu sama lain. Teori yang matematikawan munculkan, belum tentu juga matematikawan yang lainnya mengerti atau menyetujui, maka dalam hidup itu ada hal yang kadang kita bisa mengerti, dan ada hal yang kadang kita tidak mengerti.

    ReplyDelete
  22. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat ditakuti oleh sebagian besar siswa. Hal ini karena matematika selalu berkembang dan dapat disampaiakan dengan cara yang beragam. Dalam hal ini, kemampuan guru sangat penting dalam menanamkan konsep matematika yang sederhana dan bermakna kepada siswa.

    ReplyDelete
  23. Manusia di bumi sedang menatap langit. jika manusia tidak mempunyai ilmu untuk menuju ke langit maka apa yang ada dilangit hanya tontonan atau pemandangan semata. Pun demikian seperti matematika. pengetahuan matematika kadang sangat tinggi sampa ke langit sehingga manusia yang masih di bumi akan menjadi penonton dari matematika. Manusia di bumi harus banyak belajar agar bisa memahaminya. Matematika yang telah terbang tinggi harus mempunyai bahasa-bahasa sederhana yang dapat dipahami oleh manusia di bumi. Matematika harus mempunyai mafaat bagi manusia di bumi. Matematika yang telah terbang tinggi ke langit harus kembali ke bumi untuk mengajak manusia dapat terbang tinggi bersamanya.
    Matematika murni memang mempunyai kehebatan karena tingginya ilmu matematika itu sendiri. Tetapi ketika diajarkan disekolah maka matematika itu harus berubah wujud menjadi kongkrit dan dapat dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  24. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Banyak orang mengatakan bahwa belajar matematika itu membosankan, sulit, dan membingunkan. Jika kita pergi lebih ke dalam matematika, semakin dekat kita kepada kesombongan. Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa matematika adalah kesombongan itu sendiri? Tetapi jika kita kembali ke prinsip bahwa pembelajaran juga harus disertai dengan doa maka dalam belajar matematika juga harus disertai dengan spiritualitas. Tujuan dari itu semua adalah bahwa kita mempelajari ilmu tidak membawa kita melupakan diri kita sendiri atau arogansi melainkan pengetahuan akan membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Dan perlu diingat juga bahwa pengetahuan yang ada dalam diri kita pada hakekatnya adalah hanya sebagai pinjaman, titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh sang pencipta ilmu pengetahuan yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika di mata siswa dianggap pelajaran yang menakutkan. Pandangan mereka hanya pada diajarkan rumus lalu diberi soal dan diselesaikan. Maka sebagai calon pendidik maupun pendidik, ini menjadi tugas utama untuk membentuk pemikiran siswa untuk berubah dari sebelumnya terhadap matematika.

    ReplyDelete
  26. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membahas soal matematika, tak luput dari pandangan orang tentang matematika. Matematika masih dianggap pelajaran yang sulit dan mematikan bagi sebagian besar siswa, bahkan matematika juga dianggap sebagai mata pelajaran bergengsi bagi beberapa orang. Orang yang salah mengartikan dalam belaar matematika, justru akan menimbulkan sifat yang tidak baik. Parahnya, semakin mendalami ilmu khususnya matematika, justru akan menjadikan kesombongan terhadap apa yang sudah dicapainya jika tida dibarengi dengan sikap spiritual. Sehingga, ilmu adalah kesombongan itu sendiri. Tujuan dari itu semua adalah agar ilmu yang kita pelajari tidak membawa kita pada lupa diri tetapi justru akan mendatangkan kerbermanfaatan bagi orang lain.

    ReplyDelete
  27. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sama seperti yang dirasakan oleh tokoh penonton dalam elegi di atas, bahwa saya juga belum bisa memahami sepenuhnya apa yang dimaksudkan dalam elegi di atas. Sya hanya bisa menangkap maksud bahwa dengan ilmu banyak yang kita miliki, jangnalah kita berbuat sombong dan merasa paling hebat. Karena sesungguhnya masih banyak hal yang tidak diketahui melalui ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  28. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi pertunjukkan matematika ini sangat menarik. Pelajaran yang saya peroleh dari elegi di atas adalah bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai. Seperti peribahasa bahwa di atas langit masih ada langit. Oleh karena itu, tidak sepantasnya jika kita menyombongkan diri dengan ilmu atau pengetahuan yang telah kita miliki. Di luar sana masih ada orang yang memiliki kemampuan lebih dari kita. Kita harus hidup seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Artinya, semakin tinggi ilmu kita, maka kita harus semakin rendah hati pula. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari segala bentuk kesombongan itu. Aamiin.

    ReplyDelete
  29. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap manusia di dunia ini pastilah memiliki perbedaan baik dari sifat maupun cara berpikir. Begitu pula dalam matematika ada siswa yang senang akan matematika dan ada yang tidak senang. Disinilia tugas seorang guru matematika yaitu membuat siswa yang semula tidak senang akan matematika menjadi senang terhadap matematika. Pesan moral yang terkandung dalam elegi ini adalah jangan kita merasa puas dengan ilmu yang kita miliki saat ini karena sepandai-pandainya seseorng pasti akan ada yang lebih pandai.

    ReplyDelete
  30. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi diatas sungguh menggelitik. Matematika sebagai ilmu yang abstrak dan sulit dipahami membuat orang-orang yang berusaha memahami matematika perlu memiliki rasa rendah hati dan tidak menganggap paham saat memang belum paham. Rasa sombong akan telah pahamnya suatu matematika pun jangan dijadikan kebiasaan. Sifat itu semoga dijauhkan dari diri kita, dan Allah SWT mampu menjaga kita dari sifat-sifat buruk tersebut

    ReplyDelete
  31. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Guru matematika seharusnya mengetahui dimensi peserta didiknya masing-masing. Sehingga dengan begitu, sang guru dapat mejelaskan ilmu matematika dengan baik. Jika tidak mengenal dimensi peserta didik, maka yang akan terjadi adalah seperti penonton 1 dan penonton 2 pada elegi di atas. Apabila mengajarkan matematika kepada anak SD, maka gunakanlah bahasa dan metode sesuai dengan gaya belajar dan intuisi anak tersebut, bukan menggunakan bahasa-bahasa tingkat universitas.

    ReplyDelete
  32. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sering dalam belajar matematika kita menemukan hal hal yang membuat bingung dan tak tahu apa artinya. Mungkin inilah makna yang dapat saya tangkap dari elegi di atas. Sehingga, sepandai-pandai orang, tentu ada satu tingkat ilmu di atasya yang mungkin belum ia pahami. Kuncinya adalah menunggu orag tua berambut putih. Artinya, kita tak boleh lekas putus asa, kita perlu menunggu atau bahkan mencari jawaban dan kepastian dari kebingungan itu.

    ReplyDelete
  33. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan kalimat "sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai". sehingga menjadi manusia jangan merasa sombong sedikitpun. teruslah belajar dan belajar karena ilmu itu beragam dan tentunya kompleks.

    ReplyDelete
  34. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Matematika tidak hanya seputar hitungan beserta rumusnya, akan tetapi dalam matematika didalamnya terdapat unsur bahasa,logika,analisis, dan unsur yang lainya. Apalagi matematika sendiri terus berkembang, banyak pendapat didalamnya. Maka dari itu kita harus terus pelajari perkembangan ilmu matematika tersebut.

    ReplyDelete
  35. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam matematika, kita sering menemukan hal-hal yang aneh dan abstrak. Seketika kita akan tidak tahu apa makna tersebut. Dengan ketekunan dan kesabaran, kita bisa memahami hal-hal abstrak tersebut, walaupun tidak harus saat ini, mungkin butuh waktu.

    ReplyDelete
  36. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebanyak-banyaknya kita mencari ilmu, setinggi-tingginya gelar kita, di atas langit masih ada langit, pasti ada orang yang lebih tinggi dari kita. Kita tidak boleh merendahkan orang lain. Tidak boleh sombong atas apa yang dimiliki. Semua ini adalah fatamorgana dunia.

    ReplyDelete
  37. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang ada sekarang ini, matematika masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak sekolah. Banyak yang stress karena tidak bisa memahami matematika di sekolah. Guru harus mencari cara agar anak bisa menyukai matematika. Pembelajaran inovatif harus sering dikembangkan agar pembelajaran matematika mudah dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  38. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Guru matematika seharusnya mengetahui dimensi peserta didiknya masing-masing. Sehingga dengan begitu, sang guru dapat mejelaskan ilmu matematika dengan baik. Jika tidak mengenal dimensi peserta didik, maka yang akan terjadi adalah seperti penonton 1 dan penonton 2 pada elegi di atas. Apabila mengajarkan matematika kepada anak SD, maka gunakanlah bahasa dan metode sesuai dengan gaya belajar dan intuisi anak tersebut, bukan menggunakan bahasa-bahasa tingkat universitas

    ReplyDelete
  39. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Matematika termasuk hal yang sulit, yang tidak semua orang dapat memahaminya dengan mudah. Daya tangkap orang-orang saling berbeda dalam mempelajari dan memahami matematika ini. Kadang kita merasa diri kita atau orang disekitar kita amat sangat pandai matematika, namun ternyata di luar sana masih terdapat orang yang melibihi kepandaian ini.

    ReplyDelete
  40. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kita tahu bahwa di atas langit masih ada langit. Diantara yang bodoh, mungkin kitalah yang paling pintar. Namun, diantara yang pintar, justru kita sendirilah yang mungkin paling bodoh.

    ReplyDelete