Mar 8, 2011

Elegi Pertunjukkan Matematika





Oleh: Marsigit

Matematika 1:
Amvoim kolian koi kordia ahdisong boldiah kolian koi ahdisong corcuran sombadadu nol. Aku ingin mengetahui siapa sebenar-benar diriku itu? Wahai matematika 2 dapatkah engkau membantuku mencari siapa diriku itu?

Matematika 2:
Amvoim kolian koi kordia ahdisong boldiah kolian koi ahdisong corcuran sombadadu nol. Itu semua ndabigu dengan ali. Maka kadapiti koi kordia ahdisong boldiah ndabigu oleh amvoim dikolian koi ahdisong corcuran ndabigu amvoim sombadadu nola. Mkoi didapat amvoim kordia ahdisong boldiah ndabigu amvoim kolian koi ahdisong kordia dari boldiah ndabigu dua kolian amvoim darkuring dengan kordia dari boldiah ndabigu dua kolian amvoim ahdisong corcuran ndabigu amvoim sombadadu nol. Maka dikapati koi kordia di tambleho boldiah ndabigu amvoim kolian koi ahdisong kordia dari boldiah ndabigu dua amvoim ali sombadadu kordia dari boldiah ndabigu dua kolian amvoim darkuring corcuran ndabigu ampaho. Maka ndakatipi koi kordia ahdisong boldiah ndabigu amvoim dikolian koi ahdisong kordia dari boldiah dibamvoim dua kolian amvoim sombadadu boldiah kordia ndabigu ampaho kolian amvoim kordia darkuring ampaho kolian amvoim dikolian lagi corcuran ndabigu ampaho kolian kordia dari amvoim. Wahai matematika 1, dapatkah engkau meneruskan kalimatku ini?

Matematika 1:
Saya akan mencobanya. Koi ahdisong boldiah ndabigu dua kolian amvoim sombadadu plus manusa avran tangkap dua dari boldiah kordia darkuring ampaho kolian amvoim dikolian corcuran ndabigu ampaho dikolian amvoim kordia. Maka koi gnaya tamperma maupun koi yang kedau adalah nugata boldiah ndabigu dua kolian amvoim ahdisong atau darkuring avran dari boldiah kordia darkuring ampaho kolian amvoim kolian corcuran ndabigu dua kolian amvoim. Wahai matematika 2, sampai di sini dapatkah engkau menunjukkan kepadaku siapakah sebenarnya diriku itu?

Matematika 2:
Dirimu tidak lain tidak bukan adalah halasuta dari nugata boldiah ahdisong dengan avran kordia dari boldiah kordia darkuring ampaho kolian amvoim dikolian corcuran ndabigu dua kolian amvoim, atau nugata boldiah darkuring kordia dari boldiah darkuring ampaho kolian amvoim kolian corcuran ndabigu duakolian amvoim.

Penonton1:
Luar biasa!. Wahai penonton 2, apakah engkau mengerti pembicaraan dua matematikawan tersebut.

Penonton 2:
Luar biasa!. Wahai penonton 1, aku sama sekali tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Penonton 1:
Bukankah engkau selama ini merasa sebagai matematikawan hebat tiada tandingannya?

Penonton 2:
Janganlah menyindir begitu. Ternyata aku sekarang sadar bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai. Tetapi yang jelas aku pahami dari pembicaraan dua matematikawan tersebut adalah, matematikawan 1 kelihatannya sudah menemukan dirinya sendiri. Itu yang sungguh sulit aku bisa megerti bagaimana dia bisa mengerti dirinya dengan penjelasan seperti itu?

Penonton 1:
Mungkin kita perlu menunggu, siapa tahu pada elegi selanjutnya ada jawaban dari orang tua berambut putih.

Penonton 2:
Baik. Mari kita tunggu elegi berikutnya.

75 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    tidak ada manusia yang sempurna, dan sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna tidak pantas kiranya kita membanggakan diri. salah satunya jika pandai dalam matematika. karena hanya manusia sombong orang yang mengagnggap dirinya paling pandai, dan sebaik-baiknya manusia adalah ia yang terus menerus merasa kurang dalam ilmu pengetahuan dan langkah selanjutnya ia belajar belajar dan belajar. karena seiring berjalannya waktu, kehidupan ini berjalan dan tekhnologi pengetahuan pun ikut berkembang.

    ReplyDelete
  2. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ilmu pengetahuan itu ada batasannya, karena pemikiran manusia terbatas. Kita tidak dapat memaknai percakapan orang-orang dengan ilmu yang lebih tinggi dari kita bila kita tidak mencari tahu dan mempelajarinya. Seperti halnya anak SD dan SMP yang dipaksa untuk mempelajari matematika formal, padahal pada usianya mereka harus dikenalkan dengan matematika informal terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia tidak akan sempurna, pasti ada kekurangannya. Begitu pula manusia yang berdimensi tingg. Mungkin ilmu mereka telah menggapai seluruh logos. Namun belum tentu dia dapat menjelaskan keberadaan logos-logosnya dengan mudah dipahami oleh manusia yang berdimensi lebih rendah. Jadi, sebagai manusia seyogyanya harus ikhlas dan nbergantng dengan Tuhan sang pemberi rahmat.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam matematika, bagi setiap orang memiliki arti yang berbeda – beda. Ada yang mampu memahami dengan baik dan ada yang tidak. Begitu juga dalam hidup ini, ada hal yang dianggap sebagai kelebihan dan kekurangan. Yang dimengerti orang lain belum tentu yang lainnya mengerti, maka komunikasi yang baik sangat diperlukan agar dapat saling memahami dan mengerti satu sama lain. Teori yang matematikawan munculkan, belum tentu juga matematikawan yang lainnya mengerti atau menyetujui, maka dalam hidup itu ada hal yang kadang kita bisa mengerti, dan ada hal yang kadang kita tidak mengerti.

    ReplyDelete
  5. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat ditakuti oleh sebagian besar siswa. Hal ini karena matematika selalu berkembang dan dapat disampaiakan dengan cara yang beragam. Dalam hal ini, kemampuan guru sangat penting dalam menanamkan konsep matematika yang sederhana dan bermakna kepada siswa.

    ReplyDelete
  6. Manusia di bumi sedang menatap langit. jika manusia tidak mempunyai ilmu untuk menuju ke langit maka apa yang ada dilangit hanya tontonan atau pemandangan semata. Pun demikian seperti matematika. pengetahuan matematika kadang sangat tinggi sampa ke langit sehingga manusia yang masih di bumi akan menjadi penonton dari matematika. Manusia di bumi harus banyak belajar agar bisa memahaminya. Matematika yang telah terbang tinggi harus mempunyai bahasa-bahasa sederhana yang dapat dipahami oleh manusia di bumi. Matematika harus mempunyai mafaat bagi manusia di bumi. Matematika yang telah terbang tinggi ke langit harus kembali ke bumi untuk mengajak manusia dapat terbang tinggi bersamanya.
    Matematika murni memang mempunyai kehebatan karena tingginya ilmu matematika itu sendiri. Tetapi ketika diajarkan disekolah maka matematika itu harus berubah wujud menjadi kongkrit dan dapat dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Banyak orang mengatakan bahwa belajar matematika itu membosankan, sulit, dan membingunkan. Jika kita pergi lebih ke dalam matematika, semakin dekat kita kepada kesombongan. Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa matematika adalah kesombongan itu sendiri? Tetapi jika kita kembali ke prinsip bahwa pembelajaran juga harus disertai dengan doa maka dalam belajar matematika juga harus disertai dengan spiritualitas. Tujuan dari itu semua adalah bahwa kita mempelajari ilmu tidak membawa kita melupakan diri kita sendiri atau arogansi melainkan pengetahuan akan membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Dan perlu diingat juga bahwa pengetahuan yang ada dalam diri kita pada hakekatnya adalah hanya sebagai pinjaman, titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh sang pencipta ilmu pengetahuan yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika di mata siswa dianggap pelajaran yang menakutkan. Pandangan mereka hanya pada diajarkan rumus lalu diberi soal dan diselesaikan. Maka sebagai calon pendidik maupun pendidik, ini menjadi tugas utama untuk membentuk pemikiran siswa untuk berubah dari sebelumnya terhadap matematika.

    ReplyDelete
  9. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membahas soal matematika, tak luput dari pandangan orang tentang matematika. Matematika masih dianggap pelajaran yang sulit dan mematikan bagi sebagian besar siswa, bahkan matematika juga dianggap sebagai mata pelajaran bergengsi bagi beberapa orang. Orang yang salah mengartikan dalam belaar matematika, justru akan menimbulkan sifat yang tidak baik. Parahnya, semakin mendalami ilmu khususnya matematika, justru akan menjadikan kesombongan terhadap apa yang sudah dicapainya jika tida dibarengi dengan sikap spiritual. Sehingga, ilmu adalah kesombongan itu sendiri. Tujuan dari itu semua adalah agar ilmu yang kita pelajari tidak membawa kita pada lupa diri tetapi justru akan mendatangkan kerbermanfaatan bagi orang lain.

    ReplyDelete
  10. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Matematika tidak hanya seputar hitungan beserta rumusnya, akan tetapi dalam matematika didalamnya terdapat unsur bahasa,logika,analisis, dan unsur yang lainya. Apalagi matematika sendiri terus berkembang, banyak pendapat didalamnya. Maka dari itu kita harus terus pelajari perkembangan ilmu matematika tersebut.

    ReplyDelete
  11. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam matematika, kita sering menemukan hal-hal yang aneh dan abstrak. Seketika kita akan tidak tahu apa makna tersebut. Dengan ketekunan dan kesabaran, kita bisa memahami hal-hal abstrak tersebut, walaupun tidak harus saat ini, mungkin butuh waktu.

    ReplyDelete
  12. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebanyak-banyaknya kita mencari ilmu, setinggi-tingginya gelar kita, di atas langit masih ada langit, pasti ada orang yang lebih tinggi dari kita. Kita tidak boleh merendahkan orang lain. Tidak boleh sombong atas apa yang dimiliki. Semua ini adalah fatamorgana dunia.

    ReplyDelete
  13. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang ada sekarang ini, matematika masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak sekolah. Banyak yang stress karena tidak bisa memahami matematika di sekolah. Guru harus mencari cara agar anak bisa menyukai matematika. Pembelajaran inovatif harus sering dikembangkan agar pembelajaran matematika mudah dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  14. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Guru matematika seharusnya mengetahui dimensi peserta didiknya masing-masing. Sehingga dengan begitu, sang guru dapat mejelaskan ilmu matematika dengan baik. Jika tidak mengenal dimensi peserta didik, maka yang akan terjadi adalah seperti penonton 1 dan penonton 2 pada elegi di atas. Apabila mengajarkan matematika kepada anak SD, maka gunakanlah bahasa dan metode sesuai dengan gaya belajar dan intuisi anak tersebut, bukan menggunakan bahasa-bahasa tingkat universitas

    ReplyDelete
  15. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Matematika termasuk hal yang sulit, yang tidak semua orang dapat memahaminya dengan mudah. Daya tangkap orang-orang saling berbeda dalam mempelajari dan memahami matematika ini. Kadang kita merasa diri kita atau orang disekitar kita amat sangat pandai matematika, namun ternyata di luar sana masih terdapat orang yang melibihi kepandaian ini.

    ReplyDelete
  16. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kita tahu bahwa di atas langit masih ada langit. Diantara yang bodoh, mungkin kitalah yang paling pintar. Namun, diantara yang pintar, justru kita sendirilah yang mungkin paling bodoh.

    ReplyDelete
  17. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Karakter dan sifat manusia itu berbeda-beda. Sehingga menciptakan perilaku yang berbeda-beda pula. Ada seorang matematikawan yang kelihatannya memang sudah ahli dan pandai menemukan jati dirinya. Tetapi apa matematikawan itu memang sudah yakin menemukan jati dirinya dengan penjelasan – penjelasannya itu. Jika matematikawan itu sudah merasa ahli dan pandai menemukan jati dirinya, tetapi terkadang dipikiran dan dipandangan orang lain terlihat masih kurang mantap. Karena pada dasarnya karakter dan sifat setiap orang itu berbeda, semua bebas berpendapat.

    ReplyDelete
  18. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Padi semakin berisi semakin merunduk. Maka semakin berilmu seseorang ia pun tidak akan sombong. Karena sebenar-benar ilmu seharusnya menyadarkan kita bahwa masih banyak yang belum kita pelajari. Masih banyak yang lebih berilmu dari kita. Sebagaimana penonton 2 yang mengaku sebagai matematikawan hebat tiada tandingnya ternyata tidak memahami percakapan dari matematika 1 dan matematika 2. Karena itulah kita tidak boleh sombong dengan ilmu yang kita miliki karena ternyata masih banyak orang- orang lebih berilmu diatas kita. Karena itulah dalam mencari ilmu diperlukan kerendahan hati karena semakin banyak ilmu yang dimiliki semakin kita merasa belum memiliki.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sebagai manusia hendaklah memiliki kerendahan hati, apalagi manusia yang berilmu maka jangalah menyombongkan ilmunya. Ketika seseorang merasa lebih unggul dari orang lain dalam hal ini adalah kepandaian, maka akan timbulah kesombongan dalam dirinya. Padahal masih banyak orang yang lebih tinggi ilmunya atau lebih pandai dari dirinya, karena diatas langit masih ada langit. Kita seharusnya selalu berkaca dari tanaman padi, yaitu semakin berisi semakin menunduk.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)
    Di atas langit masih ada langit. Ya, kalimat tersebut bisa mencerminkan kehidupan kita dimana tidak ada sesuatu yang lebih besar dari sesuatu itu sendiri. Tidak ada yang Maha segalanya kecuali Allah SWT. Apa baiknya kita hidup dalam kesombongan? kesombongan hanya akan menjerumuskan kita kepada hal-hal yang sifatnya tidak baik. Tidak ada pula hal yang patut kita sombongkan, karena kita hanyalah secuil bagian dari kehidupan yang amat besar ini. Jika kita memiliki dan mendapat banyak ilmu setiap harinya maka harusnya kita semakin berendah diri. Mengapa? Karena semua yang kita dapat didunia semata-mata hanyalah titipan Allah SWT. Jadi, alangkah Lebih baik jika kita membagi ilmu kita kepada orang lain, daripada menyombongkannya.

    ReplyDelete
  21. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    ‘Elegi pertunjukkan matematika’ sangat menarik, pelajaran yang didapat dari elegi di atas bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai. Ingatlah di atas langit masih ada langit, tak sepantasnya kita menyombongkan diri dengan ilmu atau pengetahuan yang telah kita miliki. Kita belum mengetahui di luar sana masih ada orang yang memiliki kemampuan lebih dari kita.
    Haruslah kita menjadi seperti padi, semakin berisi semakin merunduk yaitu semakin tinggi ilmu kita, sikapnya juga rendah hati. Selain itu menemukan jati diri tidaklah mudah.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  22. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terlepas dari si Matematika 1 dan si matematika 2. Saya tertarik pada penggalan postingan di atas:
    "Janganlah menyindir begitu. Ternyata aku sekarang sadar bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai. Tetapi yang jelas aku pahami dari pembicaraan dua matematikawan tersebut adalah, matematikawan 1 kelihatannya sudah menemukan dirinya sendiri"

    Semakin saya belajar, semakin saya menggerakkan pikiran dan kemauan untuk membaca, semakin saya membuka bacaan, berbanding terbalik, bukan semakin pintar ku rasa, malah semakin bingung, semakin menemui banyak hal yang sama sekali tidak ku tahu. Oh selama ini ku terjebak pada kesombongan.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Melalui elegi ini tampak bahwa sepandai dan seahli apapun seseorang, masih banyak ilmu-ilmu yang lebih tinggi yang belum bisa diraih dan ada juga ilmu yang memang tidak bisa kita raih. Misalnya meskipun kita telah belajar ilmu matematika selama belasan tahun, ilmu yang kita miliki belumlah seberapa, masih terdapat banyak yang belum kita ketahui. Bahkan apa yang kita rasa sudah kita pahami belum tentu benar-benar kita pahami. Maka, tidaklah pantas bagi kita untuk berlaku sombong dan merasa sudah mengusai suatu ilmu.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Ilmu dan pengetahuan itu tak terbatas jumlahnya, meliputi hal yang ada dan mungkin ada. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang mampu menguasai semua ilmu dan pengetahuan yang ada dan mungkin ada. Kemampuan manusia terbatas, ia hanya bisa menguasai beberapa ilmu saja. Sehingga, seorang manusia membutuhkan orang lain untuk saling bertukar fikiran mengenai ilmu yang dikuasai oleh masing-masing. Oleh karena itu, sebanyak apapun ilmu dan pengetahuan yang sudah dikuasai, janganlah sekali-sekali berlaku sombong dan angkuh. Karena sungguh, sehabat apapun kita, masih banyak di atas kita yang lebih hebat. Dan sesungguhnya, hanya Tuhan YME lah yang mengetahui dan menguasai semua ilmu dan pengetahuan yang ada dan mungkin ada. Maka, sembahlah dan beribadahlah kepada-Nya.

    ReplyDelete
  25. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Mencari ilmu membutuhkan pikiran dan hati yang jernih. Tidak boleh ada rasa pamer, sombong, angkuh karena semua sifat itu akan membuat seseorang mudah puas dan merasa pintar. Sebaiknya kita selalu tawadlu’ (rendah hati) dalam mencari ilmu dan disertai dengan niat yang tulus, usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang khusyuk
    Selain itu, ilmu adalah nur (cahaya). Termasuk ilmu matematika. Dalam mempelajari matematika tidak boleh terburu-buru. Perlu proses panjang untuk mepelajari suatu ilmu. Sehingga seseorang mendapatkan lmu yang utuh dan bermanfaat bagi banyak orang, termasuk dirinya sendiri. Ingatlah bahwa ilmu itu sangat luas. Ilmu matematika juga sangat luas.

    ReplyDelete
  26. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Berdasarkan elegi di atas, menyiratkan bahwa kita tidak boleh merasa sombong dan paling mengetahui banyak hal. Sesungguhnya merasa pandai itu adalah suatu godaan syetan yang membuat kita untuk berhenti belajar atau berhenti berfikir. Belajar itu harus dilakukan sepanjang hayat. Perasaan selalu merasa tidak tahu, akan mendorong kita untuk menggali ilmu pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  27. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Yang paling mengetahui diri kita adalah kita sendiri. Bagaimana kemampuan diri kita juga hanya kita yang paling memahami. Namun hal yang mendasar pada diri manusia adalah segala kemampuannya bersifat terbatas. Banyak hal yang tidak dapat kita ketahui ataupun belum dapat kita ketahui. Oleh karena itu jangan pernah berpikir diri kita adalah orang yang hebat tiada tandingnya karena di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  28. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi ini menggambarkan bahwa yang mengetahui diri kita adalah diri kita sendiri. Orang lain memang bisa menilai kita dari covernya, tapi bukan berarti mereka mengetahui kita sebenarnya. Yang dapat saya ambil dari elegi ini, mengajar kita untuk tidak gampang menilai orang lain, bahkan apalagi sampai kita menilai rendah orang lain. Dan janganlah kita merasa orang yang paling pintar, paling hebat, paling segalanya. Karena sesungguhnya di atas langit masih ada langit. Jika kita merasa orang yang paling pintar, sesungguhnya masih banyak orang yang lebih pintar. Jika kita merasa orang yang paling hebat, sesungguhnya masih banyak orang yang lebih hebat. Jika kita merasa orang yang paling segalanya, sesungguhnya masih banyak orang yang lebih dari segalanya. Jadilah orang yang seperti pepatah padi, semakin berisi semakin merunduk. Apapun yang ada pada diri kita wajib kita syukuri, namun bukan berarti kita lalu menjadi sombong, selalulah rendah hati.

    ReplyDelete
  29. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Setiap manusia dianugerahi kemampuan untuk berpikir. Berpikir dapat kita gunakan untuk mempelajari sesuatu, diantaranya matematika. Matematika merupakan bidang ilmu yang dianggap sulit bagi sebagian besar orang. Ketika ilmuwan matematika menjelaskan atau mendapatkan temuan baru dalam matematika, tidak semua orang dapat mengerti dan dapat mengaplikasikannya. Inilah yang terkadang membuat para ilmuwan berbesar kepala dan menjadi sombong. Padahal setinggi-tingginya ilmu yang dimiliki, pasti masih ada yang lebih tinggi lagi. Dalam menggapai ilmu, kita harus selalu mengiringinya dengan nilai-nilai spiritual sehingga kita tidak sombong dan terus meminta doa kepada Allah SWT Yang Maha Mengetahui.

    ReplyDelete
  30. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Pada elegi ini menyadarkan kita bahwa kita tidak boleh merasa sudah tahu dan sudah mampu akan suatu hal karena diluar sesuatu yang telah diketahui maka ada tak terhingga banyaknya yang belum diketahui. Belajar bukan menjadikan kita semakin merasa tahu tetapi ternyata belajar menjadikan kita semakin merasa dan menyadari bahwa banyak hal yang ternyata belum diketahui dan harus terus menerus dicari sehingga dalam belajar tidaklah ada kata berhenti.

    ReplyDelete
  31. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi pertunjukan matematika di atas, sebenar-benar matematika memiliki definisi yang berbeda-beda menurut sudut pandang orang yang berbeda-beda pula. Matematika menurut diriku belum tentu sama dengan matematika dirimu, dan belum pasti juga sama dengan dirinya. Karena matematika sebagai ilmu yang berkembang dan tidak bisa dipatok menjadi sebuah definisi saja.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Ternyata aku sekarang sadar bahwa sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai"
    Terkadang pengetahuan yang kita miliki membuat kita menjadi sombong. Berpikir kita yang paling pintar, kita yang paling pandai, kita yang paling mengerti, kita yang paling tinggi.. semua terjebang pada kata paling, paling, paling, paling..
    Padahal paling-paling kita hanya sebutir dibanding pengetahuan yang lain.
    Kesombongan itulah yang akan menutup pengetahuan dan membuat kita berhenti belajar. Maka, jauhkan diri dari kata paling sambil terus minta bimbingan Tuhan untuk terus belajar agar tak jatuh dalam kesombongan.

    ReplyDelete
  33. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi di atas mengajarkan saya beberapa hal, dimana ketika pertama membaca saya merasa aneh, saya tidak paham dengan kata-katanya. Hikmahnya yaitu yang memahami sesuatu hal persis seperti yang ingin dikatakan adalah sang pembuat itu sendiri. hikmah selanjutnya yaitu ketika kita tidak paham, maka sejatinya diri kita belum paham artinya masih banyak orang yang berada di atas kita. Sehingga digunakanlah istilah diatas langit ada langit. Artinya jangan sombong atas suatu hal, jangan mudah puas akan suatu hal.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan yang menyadarkan saya bahwa ketidaktahuan saya semakin banyak terlihat melalui bacaan ini. Saat pertama kali membaca awal ulasan, dalam hati bergumam bahasa apa ini. Saya benar-benar tidak tahu apa yang diucapkan. Namun, saya sangat bersyukur diingatkan untuk menghargai kemampuan orang lain yang lebih pandai dari saya. Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan.

    ReplyDelete
  35. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ilmu tersiratnya di atas. Saya menyadari potensi manusia bermacam-macam dan ada batasnya. merasa sudah mengetahui dan memahami, namun ada yang lebih pandai dari nya. Saya sangat sadar bahwa ilmu saya masih jauh dengan yang lain. Inilah yang harus dibangun oleh setiap orang, ketika rasa rendah hati, haus akan ilmu dan penasaran itu ada, maka manusia tidaklah pantas untuk sombong. Karena di atas langit masih ada langit, sebesar dan sebanyak apapun ilmu yang kita miliki masih ada orang lain yang lebih tau dan lebih banyak ilmunya dari kita. Alhamdulillah, mari kita instropeksi diri, semoga masih ada elegi berikutnya yang akan ada lebih banyak hikmah disebaliknya. amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Elegi Pertunjukan Matematika memberikan pemahaman kepada kita bahwa berbagai ilmu perlu dipahami dengan hati dan niat yang kuat utuk belajar. Hingga saat ini matematika masih di anggap sebagai pelajaran yan sulit untuk dipelajari, namun, persepsi tersebut akan runtuh jika kita memandang lebih dekat apa itu matematika. Selain hal terbut, elegi di atas pula memberikan nasihat agar kita tidak merada puas dalam mencari ilmu dan selalu ingat bahwa kita tidak boleh sombong dengan ilmu yang dimiliki karena di atas langit masih ada langit. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  37. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya teringat dengan perkataan Pak Marsigit diperkuliahan bahwa ilmu yang dimiliki oleh diri kita adalah bagaikan sebutir pasir dari bermilyar-milyar pasir di pantai. Oleh karena itu tidak boleh sombong dengan ilmu yang dimiliki, karena masih banyak orang lain yang memiliki ilmu yang lebih banyak dari kita. Sehingga saya wajib untuk membaca dan membaca untuk mencari ilmu. Selanjutnya ha yang tidak boleh dilupakan adalah apabila memiliki ilmu, jangan lupa untuk membagikan ilmu yang telah dimiliki kepada orang lain agar ilmu kita semakin banyak dan bermanfaat.

    ReplyDelete
  38. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Saya ingin berkomentar mengenai pandangan saya mengenai matematika dan matematikawan. Matematika, terutama matematika murni, sering disebut sebagai ilmu yang (sangat) abstrak. Memang benar, tetapi jangan lupa bahwa se-abstrak-abstraknya matematika, matematika juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali jika disebutkan satu persatu. Hanya mungkin, salah satu tantangan para matematikawan adalah bagaimana menyampaikan apa yang mereka temukan kepada orang lain karena tidak semua orang paham apa yang mereka sampaikan, tidak semua orang tau apa kegunaan/ manfaat dari teori yang mereka temukan. Sebagai matematikawan, sebaiknya tidak hanya mempelajari dan memahami teori/ penemuan dari penelitian yang telah dilakukan, akan tetapi juga menyampaikannya dalam bahasa yang mudah dipahami oleh orang lain. Bukahkah definisi dari penelitian adalah learning and sharing process? sehingga, tidak hanya memaham-kan diri sendiri tetapi juga berbagi pengetahuan kepada orang lain (sehingga orang lain menjadi tahu dan 'paham'). Orang lain (yang bukan matematikawan) pun tidak sebaiknya hanya mencari-cari kelemahan matematika sebagai ilmu yang hanya dipahami oleh sebagian orang (matematikawan) saja, karena walaupun sulit dipahami, belum tentu mereka bisa melalui proses pencarian ilmu tersebut.

    Selain itu, terlepas dari siapapun kita, sebaiknya kita sadar bahwa apa yang kita temukan, apa yang menurut kita benar, belum tentu benar. Sesuatu tersebut juga belum tentu dapat dipahami oleh orang lain, belum tentu benar menurut orang lain sehingga sebisa mungkin sebaiknya kita tidak merasa cepat puas hanya dengan memahami sesuatu itu sendiri, terkadang diperlukan sebuah konfirmasi dan tanggapan orang lain terhadap hal yang kita pahami tersebut. Kita harus mengingat bahwa sehebat-hebatnya kita, hampir tidak akan terjadi bila tidak ada orang (yang lebih) hebat sebelumnya.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sungguh saya pun tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh dua matematikawan tersebut. Karna memang saya belum pandai. Untuk mengakui bahwa diri ini tidak lebih pandai dari orang lain, ternyata tidak segampang yang dibayangkan jika orang tersebut memiliki sifat sombong dan keras kepala. Orang yang sombong akan mengaku dirinya tidak lebih pandai dari orang lain jika dia menemui dan melihat langsung ada orang yang memang lebih pandai dari dirinya. Dari kasus ini didapat pesan bahwa, ilmu yang sudah kita pelajari itu belum seberapa, masih banyak ilmu-ilmu lain yang belum kita pelajari, maka janganlah cepat puas dengan secuil ilmu yang baru dipelajari. Masih banyak ilmu-ilmu yang belum sempat kita pelajari karena kesombongan yang ada dalam hati.

    ReplyDelete
  40. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Diatas langit masih ada langit, sepintar pintarnya manusia, masih ada manusia yang lebih pintar lagi. Sehebat-hebat nya manusia hayalah diibaratkan sebutir pasir dilautan. Maka dari itu sudah seharusnya kita sebagai manusia selalu rendah hati. Matematika yang kita ketahui saat ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan seluruh matematika yang mungkin ada, bahkan yang sudah ada. Maka dari itu kita harus terus mempelajari matematika semampu kita.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  41. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Diatas langit masih ada langit, sepintar pintarnya manusia, masih ada manusia yang lebih pintar lagi. Sehebat-hebat nya manusia hayalah diibaratkan sebutir pasir dilautan. Maka dari itu sudah seharusnya kita sebagai manusia selalu rendah hati. Matematika yang kita ketahui saat ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan seluruh matematika yang mungkin ada, bahkan yang sudah ada. Maka dari itu kita harus terus mempelajari matematika semampu kita.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  42. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Melihat dari judulnya yang terdapat kata 'matematika' saya sudah berpikir bahwa saya pasti memahami elegi ini karena latar belakang saya adalah pendidikan matematika. Tetapi saya salah, saya tidak memahami maksud yang ingin disampaikan. Dan tepat sekali seperti yang dikatakan penonton 1 di akhir cerita, saya menunggu jawaban dari orang tua berambut putih.

    ReplyDelete
  43. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Meski tidak paham secara keseluruhan, namun apa yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah janganlah kita sombong atas ilmu yang kita miliki. Pasalnya, setinggi apapun ilmu kita ternyata ada yang lebih tinggi dan masih ada hal-hal yang nyatanya tidak bisa kita pahami seluruhnya. Untuk mencapai suatu ilmu kita harus bersabar dan istiqomah dalam mempelajarinya, ikhlas dan tidak sombong. Pada dasarnya semakin kita mendalami suatu ilmu kita akan merasa semakin tidak mengetahui apa-apa. Hal ini terjadi karena dengan belajar kita menyadari luasnya ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  44. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas kita dapat memahami bahwa tidak ada seorangpun yang paling pandai di dunia ini kecuali sang Pencipta. Akan tetapi adanya hal ini bukan menjadikan kita hanya untuk menjadi penikmat saja sesuatu yang telah ada. Alangkah lebih baiknya jika kita bisa maju tampil ke depan menciptakan sesuatu hasil karya yang baru yang sesuai dengan keinginan dan ketrampilan kita.

    ReplyDelete
  45. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Matematika memiliki berbagai macam definisi sesuai dengan pemahaman yang dipercayai. Pada perguruan tinggi yang diyakini adalah bahwa matematika itu sifatnya konsisten dan abstrak, namun itu semua tidak mudah diterima bagi anak usia sekolah dasar untuk memahaminya, maka muncul pemahaman dari Aristoteles bahwa matematika itu dari pengalaman, namun pengalaman yang terbuka akan menghilangkan kekonsistenannya, oleh karena itu muncullah kontradiksi pada diri matematika.

    ReplyDelete
  46. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Jujur, saya bingung dengan bahasa yang ada dalam elegi ini. Jika dikatakan saya tidak mengerti kalimat apa yang tertuliskan pada elegi ini.Yang dapat saya tangkap dari elegi itu adalah, tidaklah berhak kita berlaku sombong. Ilmu yang kita miliki saat ini masih sangat sedikit, tidak lebih dari sebutir debu atau pasir. Seperti pepatah, diatas langit masih ada langit, maka diatas yang pintar atau ahli, masih ada yang pintar atau ahli lainnya.

    ReplyDelete
  47. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Setiap yang ada padti ingin mengenal siapa dirinya sendiri. walaupun saya juga belum begitu memahami elegi ini tapi menarik membaca matematika 1 yang memahami apa maksud perkataan matematika 2. Saya dengan segala keterbatasan belum mampu memahami percakapan matematika 1 dan matematika 2, semoga di elegi selanjutnya dapat memperjelas maksud dari elegi ini.

    ReplyDelete
  48. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sebenar-benarnya tidak ada seorangpun yang dapat menguasai matematika, menggapai matematika. Manusia hanya berusaha memahami sebagian matematika yang begitu luasnya. Semakin seseorang memahami suatu konsep matematika, maka seharusnya orang itu semakin sadar bahwa kemampuan matematikanya sangatlah terbatas. Oleh karena itu, kita tidak boleh sombong dengan apapun yang kita miliki, termasuk kemampuan matematika kita.

    ReplyDelete
  49. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Bahasa matematika terkadang memang sulit dipahami, terlebih bagi orang awam yang tak sering berkutat dengannya. Pada tingkatan sekolah dasar pun cara penyampaian matematika berbeda agar mudah dipahami oleh siswa. Guru menggunakan hal-hal yang dekat dengan siswa, hal-hal yang berada dalam dunia mereka. Kita tidak dapat menerapkan matematika formal pada sekolah dasar. Sehingga menurut saya memahamkan matematika adalah bagaimana kita memilih cara penyampaian dan pendekatan yang tepat sesuai dengan tingkat pembelajarnya.

    ReplyDelete
  50. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Mttematika S2 (Kelas B)

    Pada elegi diatas ada pesan bahwa sebagai manusia jangan merasa paling pintar, karena pasti ada yang lebih pintar. Jangan sampai menyombongkan segala kelebihan, karena pasti ada yang lebih baik dari kita, entah di belahan bumi mana. Tidak perluterobsesi menjadi yang paling, tapi fokuslah pada apa yang sudah kita miliki atau kita peroleh untuk memberi manfaat pada orang banyak.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Diatas langit masih ada langit. Semerasa cerdas apapun kita, masih banyak orang yang lebih cerdas dari kita. bahkan bila dibandingkan dengan ilmu yang ada di dunia ini, kecerdasan kita tidak ada setetesnya saja. buktinya kita atau saya pribadi tidak mampu memahami percakapan yang dilakukan oleh matematika 1 dan matematika 2. maka janganlah kita berlaku sombong.

    ReplyDelete
  52. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Diatas langit masih ada langit. Ya begitulah kira-kira untuk menggambarkan kehebatan seseorang. Sepandai-pandai seseorang pasti akan ada yang lebih pandai. Hingga pada akhirnya Allah lah Sang Juara Sejati yang absolut tak dapat tertandingi. Kembali lagi pesan yang dapat kita ambil dari elegi ini, ketika kita memperoleh apapun yang telah kita capai sebaiknya kita tetap rendah hati dan tetap tidak sombong karena Allah juga tidak menyukai orang-orang yang bersikap sombong apalagi angkuh dengan apa yang telah dimilikinya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  53. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Di dalam pembelajaran harus disertai dengan doa, maka dalam belajar matematika juga harus disertai dengan spiritualitas. Tujuan dari itu semua adalah bahwa kita mempelajari ilmu tidak membawa kita melupakan diri kita sendiri atau arogansi melainkan pengetahuan akan membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Peribahasa "sebagai pandai-pandai tupai melompat pasti jatuh juga" memiliki arti yang sama dengan apa yang tersirat dalam elegi ini. Setinggi ilmu yang kita miliki masih ada yang lebih tinggi, jadi jangan sombong karena kita berada di langit masih akan ada langit.
    Yang dapat saya maknai dari elegi di atas adalah, memberikan penjelasan dengan kata-kata yang mudah dimengerti akan membuat orang lain dapat memahami dengan mudah. Kita tidak boleh merasa sombong dengan ilmu yang telah kita miliki. Setinggi-tinggi ilmu yang kita miliki, pasti akan ada orang lain yang memiliki ilmu lebih dari ilmu kita

    ReplyDelete
  54. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dari elegi ini saya belajar bahwasannya kita tidak boleh sombong meskipun memiliki ilmu yang tinggi. Karna pada dasarnya masih ada orang yang lebh pandai daripada kita. Seperti pepatah “Diatas Langit Masih Ada Langit”.

    ReplyDelete
  55. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa seseorang yang dikatakan ahli belum tentu mengerti semua ilmu yang ada didunia ini. jadi apabila kita disebut ahli kita jangan sombong karena kita tidak sempurna.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  56. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dapat dikatakan bahwa ilmu itu mempunyai dimensi yang mampu menembus ruang dan waktu, tak terbatas. Keluasan ilmu seseorang tentu sangat terbatas karena manusia mempunyai keterbtasan ruang dan waktu. Walaupun begitu, ilmu seseorang akan sangat dihargai oelh orang lainnya, sehingga terkadang manusia timbul rasa sombong dlam diri. Manusia lupa bahwa diluar dirinya masih ada yang lebih ilmunya, seluas-luasnya danau, masih luas lautan. Sehingga jangan sampai kita sebagai mahasiswa , merasa tinggi daripada yang bukan mahasiswa.

    ReplyDelete

  57. Setiap diri dibekali dengan kemampuan pikiran, hati, dan tindakan. Seseorang yang pintar akan menguasai, memahammi, dan mengeti dirinya sendiri. Artinya dia harus selesai dulu dengan dirinya sendiri, dengan begitu ia dapat berpikir luas dan fleksibel dalam melihat bebrbagai persoalan diluar dirinya. Orang yang mengerti dirinya sendiri akan mudah juga dalam mengerti orang lain, baik pikirannya maupun tindakannya.

    ReplyDelete
  58. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kehidupan ini menyediakan banyak sekali ilmu untuk dipelajari. Termasuk ilmu matematika.
    Bagi manusia yang sadar, tidak akan ada hal yang dapat disombongkan oleh manusia. Walaupun sudah belajar banyak, masih sangat banyak hal yang perlu dipelajari, maka tidak perlu sombong karena ilmu yang telah dimiliki. Bahkan, banyak sekali hal yang pikiran manusia tidak akan dapat menjangkaunya, karena hal-hal itu adalah Kuasa-Nya. Sungguh kita tidak pantas untuk menyombongkan diri.

    ReplyDelete
  59. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ilmu sangatlah luas dan dengan segala keterbatasan yang ada, hanya sebagian saja yang mampu kita pahami. Oleh karena itu, jangan pernah sombong dengan ilmu yang dimiliki karena di atas orang yang pandai, masih ada orang yang pandai lainnya. Dengan melihat ke atas, kita akan menyadari ilmu yang kita miliki masih sangat sedikit, dan masih banyak orang yang lebih berilmu daripada kita.

    ReplyDelete
  60. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Kita harus menyadari bahwa diatas langit masihlah ada langit. Karena itulah kita tidak bolh sombong atas ilmu yang kita miliki karena sejatinya itu hanya sebagian kecil dari ilmu yang ada di dunia ini. Justru seharusnya semakin berilmu seseorang, semakin ia menyadari bahwa ilmu yang dimilikinya masihlah kurang sehingga ia akan memiliki semangat untuk senantiasa menuntut ilmu. Karena itulah hakekat hidup manusia, yaitu untuk terus belajar dan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam usaha yang digunakan untuk memperoleh inovasi pendidikan, maka seharunya para anggota di dalam lingkungan dunia pendidikan melakukan sebuah penelitian. Pada dasarnya penelitian inilah yang menjadi salah satu sumber terjadinya inovasi dalam pendidikan di dunia ini..
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Jujur saja, saya belum mengerti apa yang dibicarakan oleh matematika 1 dan matematika 2. Tapi satu hal yang bisa saya ambil hikmahnya seperti yang dikatakan oleh penonton 2 bahwa sepandai-pandai orang pasti ada yang lebih pandai darinya. Sama seperti peribahasa, diatas langit masih ada langit. Jika boleh saya simpulkan, dari elegi di atas yang tengah dibicarakan oleh matematika 1 dan matematika 2 adalah tentang hakikat diri.

    ReplyDelete
  63. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sama seperti para penonton saya juga belum memahami percakapan dari kedua matematikan dlam postingan diatas, dan berharap dalam elegi berikutnya menemukan jawaban atas kebingungan ini. pesan yang bisa saya ambil dari elegi ini adalah ilmu itu dipahami dari bahasa penyampaianya, ilmu pengetahuan akan dipahami dengan baik jika bahasa yang digunakan menyampaikannya infoormatif dan mudah dimengerti.

    ReplyDelete
  64. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mencari ilmu itu tidak akan ada habisnya dan batasnya. Jangan sombong dengan ilmu yang kita punya. Kita merasa ilmu yang dipunya adalah yang paling tinggi, tetapi pasti masih ada yang lebih tinggi lagi. Ilmu yang hakiki datangnya hanya dari Allah. alangkah baiknya untuk berjalan seiringan, saling mendorong, saling membantu, dan saling mengevaluasi sesama makhluk untuk dapat terus mengembangkan ilmunya

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk yang terbatas dan tidak sempurna. Walaupun kita sudah merasa telah memiliki ilmu yang lebih banyak daripada yang lain, namun di luar sana masih ada orang yang memiliki ilmu yang lebih banyak dari kita, dan begitu seterusnya. Hal ini karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan YME. Tiada manusia di dunia ini yang memiliki kesempurnaan, maka manusia tidak boleh lah menjadi sombong akan ilmu yang terbatas tersebut.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  66. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pndidikan Matematika A 2015

    Menanggapi kalimat “Ternyata aku sadar bahwa sepandai-pandainya orang masih ada yang lebih pandai”. Dari kalimat tersebut kita belajar bahwa sepandai apapun kita, kita harus rendah hati, karena di atas kepandaian kita masih ada kepandaian yang lebih tinggi dibandingkan kita. Bahkan dengan yang kelasnya masih di bawah kita, kita tidak boleh terlena, karena yang membedakan hanya kita lebih dulu mengetahui ilmunya dari pada mereka. Dan belum tentu juga kita lebih bisa dari mereka.

    ReplyDelete
  67. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi diatas, saya belajar seberapapun pandai kita, pasti masih ada yang lebih pandai. Hal ini sangat dapat kita lihat dalam dunia matematika. Karena dalam matematika, ketika kita mengerjakan soal-soal dan kita ada yang tidak bisa, jelas pasti yang membuat soal bisa menyelesaikannya. Pun ketika kita bisa semua berarti ada yang lebih pandai dari kita yaitu yang membuat soal, karena membuat soal lebih sulit dibanding mengerjakan soal tersebut.

    ReplyDelete
  68. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki, saya belum bisa memahami bahasa yang digunakan oleh matematikawan dalam elegi tersebut. Yang dapat saya tangkap pada elegi tersebut yaitu bahwa janganlah merasa menjadi manusia terhebat, janganlah merasa sombong atas apa yang telah diketahui dan dimiliki karena sejatinya manusia hidup untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  69. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Matematika, pelajaran yang tidak asing lagi ditelinga anak. Pelajaran yang paling menelisik hati mereka, pelajaran yang menakutkan. Matematika yang kita tahu selama ini hanya berkisaran pada perhitungan, padahall matematika dapat berupa unsur logika, bahasa dan lain sebagainya. Dalam elegi diatas jelas kita menganggap hal yang diperbincangkan aneh, sehingga kita tidak mengetahui maknanya. Mungkin hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya, tetapi yang perlu kita garis bawahi bahwa diatas langit masih ada langit, maka janganlah kita menyombongkan diri atas apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  70. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pada elegi tersebut, matematika 1 dan matematika 2 sedang melakukan pertunjukan tetapi penonton-penonton tidak mengerti apa yang mereka sampaikan karena bahasa yang mereka ucapkan memang tidak dapat dimengerti. Padahal dalam suatu pertunjukan seharusnya terjadi komunikasi, baik komunikasi satu arah maupun dua arah (ketika penonton dilibatkan dalam pertunjukan). Jika demikian, bukankah pertujukan matematika 1 dan matematika 2 menjadi sebuah mitos saja? Toh tidak ada penonton yang mengerti apa yang mereka sampaikan. Dari sudut pandang saya ketika seseorang melakukan komunikasi, hal yang terpenting adalah bagaimana cara kita agar lawan bicara kita mengerti apa yang kita sampaikan. Bahasa yang digunakan tidak perlu bahasa yang sama. Bahasa yang digunakan dapat berupa bahsa verbal, bahasa tertulis, maupun bahasa tubuh. Semuanya boleh saja digunakan asalkan pesan yang ingin disampaikan benar-benar diterima oleh orang yang diajak berkomunikasi.

    ReplyDelete
  71. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pada mulanya saya kebingungan membaca elegi di atas tapi setelah saya baca sampai akhir saya baru memahami maksud dibalik elegi tersebut. Saya sependapat dengan komentar Saudari Monica bahwa elegi di atas merupakan contoh miskomunikasi dimana penonton tidak dapat memahami apa yang sedang dibahas oleh tokoh peraganya. Sama seperti dikehidupan nyata, kita haruslah menyesuaikan dengan keadaan siswa yang ada agar tetap terjalin komunikasi antarkedua belah pihak. Selain itu, dalam berkomunikasi janganlah kita menyombangkan diri kita jika kita memiliki gelar tinggi dimana kita dinilai memiliki pengetahuan yang luas, janganlah kita menjadi sombong dan lupa daratan. Sebenarnya kita sedang diuji. Ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Bahwa masih ada yang lebih kompeten dan memiliki pengetahuan yang luar biasa banyak dibandingkan kita.

    ReplyDelete
  72. Fany Isti Bigo
    PPs UNY PM A 2018
    18709251020

    Diatas langit masih ada langit. Siapakah kita sehingga kita dengan sombong menganggap bahwa pengetahuan yang kita punyai adalah alasan untuk menyombongkan diri. Seseorang yang berpendidikan tinggi berarti adalah orang yang menyadari bahwa ia tidak cukup ilmu sehingga seharusnya dengan ilmu itu kita sudah selesai dengan diri kita tentang kesombongan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  73. ATIN ARGIANTI
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari postingan Bapak tentang elegi petunjuk matematika, saya teringat dengan elegi menggapai sastra. Percakapan matematika 1 dan matematika 2 menggunakan sastra yang belum saya mengerti maksudnya karena dalam elegi sastra memberikan tujuan memberikan sastra. Selain itu, percakapan matematika 1 dan matematika 2 yang mendiskudikan tentang siapa dirinya, hanya Allah SWT yang tahu, matematika 1 dan matematika 2 tidak dapat mengetahui siapa dirinya sendiri. Sedangkan percakapan penonton 1 dan penonton 2 yang menyaksikan percakapan antar matematika juga tidak mengerti, padahal ada seorang matematikawan. Jadi, saya dapat belajar bahwa orang pandai atau sepintar apapun, manusia tidak mempunyai kesempurnaan, manusia hanya dapat bersyukur dan bedoa dengan apa yang mereka mliki sekarang.

    ReplyDelete
  74. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi, Prof.
    Bahasa matematika sering kali sulit dipahami. Tetapi para penikmatnya bisa melihat apa yang terjadi dengan matematika. Hal itu menunjukan bahwa kita pun masih perlu banyak belajar untuk memahami bahasa matematika. Supaya bisa menemukan sebenarnya siapa itu matematika. Mungkin saat ini kebanyakan orang melihat matematika seperti penonton 1 dan penonton 2. Hanya mengerti sebatas matematika 1 telah mengetahui siapa dirinya, tetapi belum tahu apa yang diperbincangkan oleh matematika 1 dan matematika 2.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  75. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan elegi pertunjukan matematika diatas, :D saya tidak paham dengan bahasa yang digunakan dalam percakapan matematika 1 dengan matematika 2. Namun dari perkataan penonton 2 "sepandai-pandai orang masih ada yang lebih pandai". Nah dari situ saya memperoleh pesan bahwa kita sebagai orang yang berilmu janganlah sombong akan ilmu yang kita miliki, karena ilmu yang kita miliki ini semua hanya titipan dari Allah Subhanahuwata'ala dan sepandai-pandai manusia tetap saja mempunyai kekurangan.

    ReplyDelete