Mar 7, 2011

Elegi Mengeledhek Kaum Tribal Dengan Sebotol Sofdrink Kosong




Oleh Marsigit

Powernow:
Siapkan pesawat dan semua peralatan penginderaan jarak jauh, termasuk kamera, teleskop, komputer, handphone, dan kebutuhan akomodasi lainnya.

Neokapital:
Baik tuan. Kalau boleh tahu, tuan mau ke mana? Apa pula tujuannya?

Powernow:
Engkau sudah hebat tetapi kurang cerdas. Bukankah kita sudah menjadi penguasa dunia. Maka nikmatilah hidup ini. Kekuasanku meliputi unsur-unsurku dan unsur-unsurmu dan unsur-unsur mereka. Maka aku berhak menggali dari mereka semua kebutuhan dan keperluanku. Aku sekarang ingin bersenang-senang. Maka salah satu yang dapat menghibur diriku adalah bagaimana aku bisa menyaksikan perilaku para tribal, sesuai dengan norma-normaku.


Neokapital:

Apa tugasku tuan?

Powernow:
Tugasmu adalah merekam semua peristiwa atau kejadian yang ada. Tetapi janganlah engkau berlaku bodhoh. Sebetul-betulnya hiburan bagiku adalah jika dia itu mampu menghasilkan keuntungan bagiku. Maka kemaslah semuanya sehingga hasil dari kegiatan kita nanti akan laku jual. Ikutilah semua petunjukku dan jangan terlalu banyak bertanya. Marilah berangkat.

Neokapital:
Baik tuan. Kita terbang ke mana?


Powernow:

Arahkan pesawatnya di atas kehidupan para tribal. Semakin ditemukan para tribal semakin baik. Wah..pemandangannya sangat indah. Engkau pandai juga menerbangkan pesawat ini. Mana botol sofdrik ku? Naik pesawat di atas gurun dan rimba sambil minum Softdrink, betapa segarnya. Maka botol softdrink ku yang sudah kosong ini akan aku lempar ke bawah di dekat kerumunan para tribal itu. Aku lihat para tribal belum mengenal pakaian. Aku melihat para tribal mengira pesawatku ini sebagai para Dewa yang terbang di atasnya. Inilah sebenar-benar ilmuku yang telah menguasainya. Betul kata Francis Bacon "Knowledge is Power". Ini dia botol softdrink kosong ku, aku lemparkan kepada dirimu wahai para tribal. Ambillah. Mana kameranya akan aku abadikan perilaku para tribal itu.

Tribal Kepala:
Oh terimakasih Dewa..Engkau telah mengirimkan sebuah benda ajaib. Baru kali ini aku melihat benda seperti ini. Apa nama benda ini dan apa gunanaya. Jangan-jangan benda ini bisa menggigit. Wah halus dan mengkilap. Tetapi keras juga. Semua masyarakatku dan nenek moyangku belum pernah mendapatkan kiriman benda ajaib seperti ini. Ini berarti para Dewa mengasihaniku. Maka benda ini akan aku beri nama Bajaib. Wahai wargaku semua lihatlah aku mempunyai benda ajaib dan ku beri nama Bajaib. Kemarilah akan aku tunjukkan kepadamu.

Tribal Warga:
Aku takut. Jangan gunakan benda itu untuk membunuhku. Aku melihat dari jauh saja. Wah luar biasa pemimpinku. Dia telah mendapatkan wahyu dari para Dewa. Syukurlah.

Tribal Kepala:
Ini ternyata bajaib bisa digunakan untuk memukul batu. Prash..pecah batu ini. Dapat saya pakai untuk memukul buah yang keras. Prash..pecah pula. Jika aku tiup lubangnya maka dengarkanlah maka dia bisa bersuara. Itu adalah suara para Dewa. Siapa merasa haus? Maka Bajaib ini juga bisa aku pakai untuk menampung air. Jika dipukul benda ini juga bisa berbunyi seperti musik..thang thing thing thing. Indah bukan? Anda boleh melihat dan memegangnya. Jika mau, boleh juga menggunakannya.Kalau perlu dapat pula engkau jadikan sembahanmu yang baru. Hormatlah sebelum memegangnya. Maka aku telah melihat bahwa Bajaib ini adalah masa depanmu yang baru. Kalau perlu lupakan tradisi-tradisimu. Ubahlah hidupmu sesuai dengan sifat-sifat Bajaib ini. Itulah titahku, yaitu titah seorang pemimpin yang telah mendapatkan wahyu Bajaib. Maka dengar dan laksanakanlah.


Tribal Warga:

Aku pinjam. Aku ingin mematahkan kayu. Aku pinjam aku ingin memukul batu. Aku pinjam aku ingin mengisinya dengan air. Aku pinjam aku ingin sekedar melihatnya saja.


Tribal Kepala:

Hai..hai jangan berebut.

Tribal Warga:
Aku pinjam aku ingin mendengar suara para Dewa. Aku pinjam, aku ingin menggunakannya untuk bercermin. Aku pinjam, aku ingin memecah isi buah. Aku pinjam aku sekedar ingin mejeng saja.

Tribal Kepala:
Hai..hai jangan berebut. Gantian, karena Bajaib itu memang hanya satu.


Tribal Warga:

Lho nggak boleh. Aku pukul engkau. Aku rebut Bajaib itu. Prash..prok..grubyak. Terimalah pukulanku ini. Whuait..wadhuh..Biar hancur sekalian. Ayo mana si Bajaib itu? Aku sudah keranjingan..tidak akan ada yang bisa mencegahku memperoleh Bajaib.


Tribal Kepala:

Hai..hai jangan berkelahi.

Tribal Warga:
Tak peduli. Siapa takut. Hayo siapa berani. Aku harus memilikinya walaupun aku harus mati sekalipun.Aku merasa berwibawa setelah memiliki Bajaib. Ternyata Bajaib telah menjadi previlage dan idolaku. Tiadalah artinya hidup ini jika tidak bersama Bajaib. Maka serahkan Bajaib itu. Kalau perlu aku bersedia lakukan apa saja, menyuap, kong kalingkong, kolusi, nepotisme, atau apa sajalah. Setelah akau berurusan dengan Bajaib maka inilah yang lebih nyata dan langsung. Itulah sebenar-benar hidup, yaitu yang tampak dan kongkrit. Buat apa memikirkan yang khayal dan tak tampak. Bawalah ke sini bajaib itu.


Tribal Kepala:

Wah..wah..kejadian apa yang menempuh bangsaku ini. Oh para Dewa apa maksudmu engkau mengirim Bajaib itu kepadaku, sehingga menjadikan bangsaku mengalami malapetaka. Belum pernah bangsaku mengalami peristiwa seperti ini. Belum pernah wargaku mengabaikan perintah seperti ini. Belum pernah orang muda berani kepada orang tua seperti ini. Belum pernah para isteri senekat ini. Belum pernah para suami sebejat ini. Belum pernah para pejabat sekorup ini. Belum pernah hukum dipermainkan seperti ini. Belum pernah wargaku se individu ini. Belum pernah wargaku senekat ini menghalalkan segala cara. Belum pernah wargaku hidup dengan cara-cara instant seperti ini. Belum pernah masyarakatku separah ini. Dimana-mana terjadi tawuran. Bahkan para mahasiswa saja tawuran. Masjid dan tempat ibadah menjadi kurang bergaung lagi. Untuk mencari kebaikan, tidak segan memperolehnya dengan keburukan. Bahkan para ahli moral saja tidak malu-malu lagi melakukan korupsi. Kenapa Bajaib menyebabkan wargaku lebih mementingkan materi dunia dari pada akhirat dan berdoa. Materi telah menjadi segala-galanya bagi wargaku. Belum pernah nurani mereka sekacau ini. Oh apakah ini yang namanya dajal? Apakah ini yang namanya neraka dunia?


Tribal Warga:

Wahai yang mengaku Sang Pemimpin, janganlah engkau berlaku munafik. Gara-gara Bajaib itu aku juga melihat dirimu belum pernah se egois ini. Dirimu belum pernah sekejam itu. Dirimu belum pernah selicik ini. Dirimu belum pernah selalim ini. Dirimu belum pernah seingkar ini. Selama ini aku tertipu oleh halusnya kata-katamu. Engkau berlagak santun tetapi ternyata korup juga. Engkau juga telah selewengkan ajaran-ajaran nenek moyang kita untuk mengelabuhiku. Tetapi aku juga jadi mengerti dirimu yang sebenarnya, gara-gara si Bajaib itu. Aku juga belum pernah engkau betul-betul mendewa-dewakan benda Bajaib seperti ini. Jikalau perilakumu, mental dan pikiranmu saja tidak karuan jangan berharap engkau bisa membangun tribalmu. Janganlah pula munafik engkau menuduhku mempermainkan hukum. Sedangkan akupun melihat bahwa engkau itu lebih pandai memainkan hukum. Yang nyogok trilyunan rupiah masih bebas berkeliaran. Sedangkan yang ngambil sebuah semangka engkau hukum berat. Engkau ternyata tidak bisa menegakkan hukum, karena engkau sendiri terjerat hukum. Jangankan memikirkan pendidikan. Apalah yang engkau ketahui tentang membangun bangsa dan pendidikan itu? Maka berikanlah Bajaib itu kepadaku, karena akan aku gunakan pula untuk memukulmu. Kalau tidak boleh maka aku akan galang demo besar-besaran.

Tribal Kepala:
Whuss..lancang benar engkau itu. Sehebat-hebat engkau, engkau itu tetaplah wargaku. Artinya, aku ini penguasamu. Maka jika engkau semua tidak bisa aku kendalikan, maka aku akan gunakan kekuasaanku. Kalau perlu aku akan bikin perpu, permen, undang-uandang atau dekrit agar engkau semua bisa aku kendalikan. Wahai rakyatku hati-hati dan waspadalah, karena demo-demo yang akan mereka selenggarakan itu bermuatan politis, waspadalah.

Powernow:
Haha..hihi..hehe..hoho...hai..hai..hai.. Wahai Neokapital, lihatlah...persis seperti yang aku skenariokan. Puas..puas...puuuwaasss. Itulah yang aku kehendaki. Dasar tribal yang tetap harus tribal. Jangan biarkan dia menyadari keberadanku dan keberadanmu apalagi niatku dan niatmu. Apa haknya tribal itu hidup di sana? Apa haknya mereka mengaku menguasai tanah dan wilayah itu. Jangan biarkan dia mengetahui dan menyadari dirinya pula. Hai...Neokapital...di ajak ngomong malah diam saja.


Neokapital:

Aku tertegun dengan kecerdasanmu untuk menguasai dunia. Engkau perlakukan para tribal itu layaknya semut saja. Tetapi itu bagus. Bagus untuk kamu dan juga bagus untuk aku. Terimakasih tuan

Powernow:
Adalah tindakan bodhoh kenapa untuk menguasainya pakai kontak langsung dengan mereka. Kembangkan skenario, rencanakan program dan jangan pedulikan mereka. Taruh para tribal itu sebagai unsur-unsurmu dan unsur-unsurku. Gunakan mereka sebagai unsur-unsur penunjang. Kondisikan agar mereka terhibur dengan botol Softdrink kosong itu. Kondisikan agar sifat-sifat botol Softdrink itu menjadi budayanya. Jauhkan mereka dari spritualnya. Kondisikan mereka agar aku sang Powernow bisa menjadi dewanya. Kemuadian kuasai dan kalau perlu hancurkan bagai mereka yang mulai menyadarinya. Jangan biarkan mereka menyadari bahwa aku Powernow adalah jelmaan dari si Blackhole Diraja. Maka jika aku mau, aku bisa berupa apa saja, bahkan berujud botol Softdrink kosong sekalipun. Jadikan saja para tribal itu bagaikan anak ayam si penunggu lumbung padinya. Jika kita kurang kenyang dan kurang enak memakan padi-padi itu, maka si ayam itu bisa kita goreng sekaligus untuk menjadi lauknya. Begitu kan? Maka sebenar-benar warisan dunia adalah bagi orang-orang yang mampu menguasainya.Maka sesungguhnya kaum tribal itu adalah milik dan warisanku.

Huh..hah..heh..heh..heh.

27 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi diatas menggambarkan bahwa kehidupan itu seperti fenomena compte dimana spiritual dijauhkan dan agama dimarginalkan, hanya mementingkan rasional saja dan keduniaan dengan mengenyampingkan akhirat. Padahal sesuatu itu adalah sebuah alat dari powernow untuk mengkacaukan negeri kita. Itulah gunanya pendidikan yang memanusiakan manusia, betapa orang yang menguasai ilmu akan menguasai dunia karena dia tahu banyak hal dan tidak mudah dibodoh sebenarnya power now akan membuat suatu bangsa menjadi terpuruk apabila landasan kita masih belum siap menompang majunya power now.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Yang dimaksud dengan sebotol softdrink kosong yaitu globalisasi. Sisi positif dari globalisasi adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat kita rasakan seperti saat ini. Tetapi ada sisi negatif dari globalisasi yaitu dapat menyebabkan kerusakan moral. Banyak kekuasaan disalahgunakan untuk korupsi, hukum dipermainkan, manusia bukan makhluk sosial tetapi menjadi makhluk yang individualis, segala cara dihalalkan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tawuran di mana-mana, bahkan agama menjadi salah satu alat untuk mengadu domba masyarakat sehingga terjadi perpecahan.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ini, memberikan pemahaman pada manusia agar menjadi manusia yang berpendidikan dan berbudi luhur. Jangan sampai kita menjadi manusia yang bodoh sehingga kita dapat terpengaruh ditipu, dibodohi dan dijajah oleh bangsa lain. Penipuan dan penjajahan tidak selalu menggunakan pemaksaan dan kekerasan. Orang yang bodoh akan lebih mudah untuk dipengaruhi dan dibohongi oleh hal-hal sebenarnya tidaklah berharga sama sekali. Tetapi, karena kepintaran orang yang berpendidikan maka dia dapat membuat orang-orang bodoh percaya bahwa hal tersebut berharga dan patut untuk dipuja-puja. Seperti halnya arti sebotol softdrink kosong bagi kaum tribal. Allah SWT juga menyuruh manusia untuk menjadi orang yang berilmu dan Allah juga menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang-orang yang berilmu. Tetapi, akan sangat beruntunglah manusia apabila dia sekaligus dapat menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak yang mulia.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Knowledge is power. Pengetahuan aalah kekuatan yang ada pada diri setiap orang, ketika kita tidak memliki pengetahuan maka kita akan diperdaya oleh yang banyak tahu dari kita. Semakin berilmu maka orang itu semakin banyak pengetahuannya dan seharusnya akan lebih bijaksana bukan malah memanfaatkan kecerdasan yang dimiliki untuk memperdaya orang tidak berpengetahuan. Seharusnya ia bisa bersyukur atau membantu kaum lain yang kurang.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kaum tribal diibaratkan sebagai budaknya Power Now. Power Now memberikannya kekuasaan yang sebenarnya bukan kekuasaan yang sebenarnya agar mereka bisa mengendalikan mirip seperti negara boneka tapi lebih dari itu. Dengan kata lain, penjajahan yang dilakukan oleh Power Now bukan secara fisik melainkan secara halus. Akal, pikiran, akhlak diracuni melalui suntikan ide-ide kapitalis, hedonis, sekularis. Oleh karena itu, kita perlu membekali diri dengan ilmu yang dilandasi dengan iman dan takwa supaya tidak dibodohi dan tidak terjerumus dalam jebakan-jebakannya.


    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Para penguasa yang menyalahgunakan kekuasaannya, sering kita jumpai dalam kehidupan saat ini. Pesan tersirat yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah kita hendaknya setinggi-tingginya dalam berusaha untuk mencari ilmu. Karena dengn ilmu yang tinggi kita tidak akan mudah dibohongi atau dimanfaatkan oleh orang lain untuk suatu hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap pemimpin yang ada dan yang mungkin ada akan selalu mengusahakan yang terbaik dengan janji-janjinya.
    Tetapi tak jarang ketika mereka sudah mendapatkan singasananya, mereka sering kali berlaku munafik. Dengan mencoba melupakan apasaja janji-janji yang telah terpasang dan terucap dengan lantang.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dari elegi diatas saya merefleksi bahwa negara maupun seseorang yang masih berkemabang, lemah, memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kurang terkadang diperalat oleh para pemilik kekuasaan. Untuk itu agar manusia tidak mudah diperalat dan dibodohi, pendidikan perlu digalakkan agar manusia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi ini membuat saya membayangkan keadaan negeri kita sekarang ini. Betapa sesuatu hal baru yang muncul dianggap sebagai “kekinian” oleh warga kita. Padahal sesuatu itu adalah sebuah alat dari powernow untuk mengkacaukan negeri kita. Itulah gunanya pendidikan yang memanusiakan manusia, betapa orang yang menguasai ilmu akan menguasai dunia karena dia tahu banyak hal dan tidak mudah dibodohi.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Jika saya cari contoh konkritnya, lingkungan saya sedang gemar sekali membeli makanan fast food yang beberapa Negara menyebutnya sebagai junk food, namun justru mereka merasa bangga dan berwibawa ketika memakannya, padahal bagi orang tahu, makanan itu adalah makanan yang justru tidak baik bahkan mendapat julukan junk food.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Dari elegi ini terlihat pengaruh power now yang sudah merajalela. Ini juga mengingatkan kepada kita pentingnya meningkatkan kemampuan diri. Namun harus selalu diingat bahwa dalam perkembangan dunia sekarang, kemerosotan moral sangat besar. Jadi, meskipun kita berusaha meningkatkan kemampuan diri, hendaklah jangan pernah lupa akan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berserah padaNya.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Sebenar-benar warisan dunia adalah bagi orang-orang yang mampu menguasainya.” Elegi ini mengajarkan bahwasannya yang ada di dunia ini bersifat fana.
    Sehingga warisan di duni ini pun bersifat fana, hanya orang-orang yang mampu menguasai dunia yang memperoleh sebenar-benar warisan dunia. Bukan malah sebaliknya dunia yang menguasai orang-orang.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dengan adanya penilaian diri, maka seseorang akan mengetahui di mana letak kekurangan dan keunggulannya. Ketika mengetahui kesalahan kita, sewajarnya perlu dilakukan instropeksi diri dan pembelajaran agar kelak tidak terjadi kesalahan yang sama. Di sisi lain, kita juga harus belajar untuk meningkatkan dan mengembangkan keunggulan kita. Belajar bukan melulu soal sekolah, belajar bisa di mana saja. Misal belajar dari internet atau cerita karena dengan membaca dari berbagai sumber kita, akan mendapat pengetahuan tambahan. Mendengarkan pun juga termasuk belajar. Mendengarkan berbagai informasi dari seseorang akan menambah pengetahuan kita, juga dari mendengarkan orang maka kita akan mengetahui dan memahami karakter orang tersebut.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas saya dapat mengambil hikmah bahwa banyak masyarakat kita bodoh dikarena ketidaktahuan mereka. Maka dari itu tepat sekali dalam agama Islam perintah yang pertama sekali diturunkan adalah untuk “membaca”, bahkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad dikatakan “menuntu ilmu itu wajib hukum bagi muslimin dan muslimat” sehingga dengan membaca dan menuntu ilmu kita bisa mengetahui dan tidak lagi diperbodoh oleh orang-orang yang tidak mempunyai rasa prikemanusiaan.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendidikan merupakan usaha dalam memanusiakan manusia, baik itu meningkatkan ilmu pengetahuan, sikap dan karakter yang baik serta menjunjung tinggi moral. Semua ini untuk menantisipasi dalam menghadapi arus globalisasi. Dimana tiada Batasan antara satu negara dengan negara lain. Oleh karena itu fondasi utama utama menjadikan negara ini berlandaskan pada Pancasila adalah dengan pendidikan yang sebenar – benarnya. Karena godaan di luar sana sangat kuat untuk menjerumuskan kita pada manusia yang tak bermoral, bersifat dan karakter buruk serta tiada mengenal Tuhan dalam hidup. Naudzubillahiminzalik.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pemegang kekasaan seyogyanya memegang amanatnya. Janganlah menyalahgunakan kekuasaan. Begitu pula untuk para pemegang dimensi tinggi jangan hilang kendali atas pikiran dan hati. Ada kalanya Hati dan pikiran harus dipisahkan, ada pula waktu digunakan berbarengan. Sehingga manusai yang baik adalah manusaia yang menguasai pengetahuannya dengan benar dan menyebarkannya dengan benar pula.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kekuasaan telah membuat manusia lupa akan hakekat dirinya diciptakan. Kekuasaan mampu menggoda manusia untuk menjadi seorang yang serakah, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tidak peduli apakah caranya dapat merugikan olang lain atau tidak yang terpenting baginya adalah kekuasaan. Manusia seperti ini lupa akan adanya hak-hak orang lain yang menjadi batas dari hak-haknya, dia lupa bahwa segala sesuatu yang telah diperbuat akan di pertanggung jawabkan kelak. Hendaknya suatu kekuasaan diiringi dengan iman dan Takwa yang kokoh sehingga tidak akan menjadi penguasa yang dapat merusak dunia.

    ReplyDelete
  18. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kekuasaan telah membuat manusia lupa akan hakekat dirinya diciptakan. Kekuasaan mampu menggoda manusia untuk menjadi orang yang serakah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan itu. Tidak peduli dengan orang lain yang merasa digurikan atau tidak. Manusia seperti ini lupa akan adanya hak-hak orang lain yang menjadi batas dari hak-haknya, dia lupa bahwa segala sesuatu yang telah diperbuat akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan sang Pemilik Kekuasaan yang abadi, Allah SWT. Orang-orang yang seperti itu tentu karena kurangnya iman dalam hati dan ketidakikhlasannya, padahal Allah telah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, khalifah bagi dirinya sendiri, khalifar bagi orang sekitanya bahkan nusa, bangsa dan agama. Namun semua itu akan bernilai negatif apabila tidak dibekali dengan ilmu yang bermanfaat dan iman ynag kokoh.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Seperti pada elegi di atas digambarkan Sebotol softdrink yang dilemparkan power now menjadi ibarat suatu hal baru bagi negara-negara yang dibawa kekuasaannya yang membawa banyak manfaat sehingga dijadikan sebagai fokus. Misalnya saja teknologi yang mutakhir masuk ke negara-negara berkembang seperti misalnya Indonesia dan menjadikan teknologi itu seperti suatu hal yang sangat positif di segala bidang yang dapat membantu mempermudah segalanya, namun tanpa disadari bahwa ternyata hal tersebut merupakan cara si power now untuk menguasai Indonesia secara perlahan. Membuat seluruh masyarakat semakin sibuk dengan dan lama kelamaan akan jauh dari nilai-nilai spritual yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia kita harus menuntut ilmu agar tidak mudah dipengaruhi oleh negara-negara yang berkuasa agar sebagai bangsa Indonesia kita tidak kehilangan jati diri dan juga harus tetap menjaga nilai-nilai spritual kita agar selalu dekat dengan Allah SWT. Agar menjadi manusia yang berilmu dan berhati sehingga mampu memanfaatkan ilmu kita di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  20. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Secara tidak disadari powernow semakin menjadi-jadi tingkahnya di negeri ini. Segala aspek dalam kehidupan para tribal mungkin semuanya telah diracuni oleh powernow. Negeri ini yang katanya telah 71 tahun merdeka, apa iya?. Iya kalau dilihat secara kasat mata, namun jika dilihat lebih dalam lagi maka kita akan melihat bahwa kita semakin terpuruk dan powernow semakin tertawa lebar. “Jadi apa yang bisa saya lakukan?”, itulah pertanyaan yang harus kita jawab masing-masing.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Spiritualitas menjadi suatu hal yang mendasar bagi masing – masing kita, sebagai bangsa juga membutuhkan spiritualitas maka pada Pancasila sila pertama menyebutkan tentang spiritualitas. Namun sangat disayangkan ketika kekuasaan sebagai powernow sudah menjalar pada diri pejabat pemerintahan dan kemudian menggunakan kekuasaan itu untuk hal yang merugikan rakyat. Untuk mengatasinya tidak mudah karena butuh pengendalian diri dari dalam diri masing – masing. Maka tetap menjaga keimanan kepada Tuhan dapat menolong manusia terhindar dari hal – hal buruk.

    ReplyDelete
  22. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika

    Kekuasaan telah banyak membuat manusia menjadi lupa akan hakekat dirinya diciptakan. Kekuasaan bisa melahirkan keserakahan bagi sang penguasa tersebut jika tidak bisa mengendalikan dirinya. Banyak yang dirugikan jika kekuasaan itu ditangan orang yang salah. Untuk menghindari itu perlu adanya kekuatan iman didalam dir manusia yang kuat agar bisa meminimalisisr keserakahan menjadi penguasa.

    ReplyDelete
  23. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah bahwa menuntut ilmu merupakan salah satu usaha manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Akan tetapi, kita tetap harus memperhatikan spiritual kita. Kita tidak boleh terlalu asik dengan urusan dunia. Urusan dunia dan akhirat haruslah berjalan dengan seimbang.

    ReplyDelete
  24. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ilmu yang saya peroleh setlah membaca elegi di atas ialah, bahwasanya pengetahuan saja tak cukup dalam mengahdapi zaman ini. Perlu kekuatan spiritual untuk mengimbanginya. Sehingga nantinya kita tahu mana yang baik, mana yang buruk, mana yang salah, mana yang benar, mana yang harus dilakukan dan mana yang tak seharusnya dilakukan.
    Moral dan karakter juga perlu diasah agar mampu menjadi individu yang bermanfaat dan berkarakter.

    ReplyDelete
  25. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kehidupan, manusia wajib menuntut ilmu agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. Salah satunya adalah dengan banyak-banyak membaca. Namun, dalam menuntut ilmu tersebut, manusia sebaiknya memiliki kekuatan spiritual selama menuntut ilmu. Hal ini dilakukan agar ilmu-ilmu yang diperoleh tidak sia-sia dan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.

    ReplyDelete
  26. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Power now tidak menggunakan kontak secara langsung untuk menyebarkan berbagai hasil pemikirannya ke berbagai penjuru dunia. Hal tersebut disebarkan melalui suatu skenerio yang cerdik, yang telah direncanakan secara matang. Power now berusaha menjauhkan kita dari sisi spiritualitas.

    ReplyDelete
  27. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pemikiran ini tentu saja tidak sesuai dengan filsafat orang timur yang mengedepankan dimensi spiritual. Hanya melalui pemikiran filsafatlah, kita sadar bahwa diri kita sebenarnya telah dikuasai dan tidak dapat terlepas dari power now. Oleh karena itulah, kapanpun dan dimanapun kita harus selalu mengingat Tuhan kita agar tak terbelenggu dan terjerumus ke dalam sistem yang salah

    ReplyDelete