Mar 7, 2011

Elegi Mengeledhek Kaum Tribal Dengan Sebotol Sofdrink Kosong




Oleh Marsigit

Powernow:
Siapkan pesawat dan semua peralatan penginderaan jarak jauh, termasuk kamera, teleskop, komputer, handphone, dan kebutuhan akomodasi lainnya.

Neokapital:
Baik tuan. Kalau boleh tahu, tuan mau ke mana? Apa pula tujuannya?

Powernow:
Engkau sudah hebat tetapi kurang cerdas. Bukankah kita sudah menjadi penguasa dunia. Maka nikmatilah hidup ini. Kekuasanku meliputi unsur-unsurku dan unsur-unsurmu dan unsur-unsur mereka. Maka aku berhak menggali dari mereka semua kebutuhan dan keperluanku. Aku sekarang ingin bersenang-senang. Maka salah satu yang dapat menghibur diriku adalah bagaimana aku bisa menyaksikan perilaku para tribal, sesuai dengan norma-normaku.


Neokapital:

Apa tugasku tuan?

Powernow:
Tugasmu adalah merekam semua peristiwa atau kejadian yang ada. Tetapi janganlah engkau berlaku bodhoh. Sebetul-betulnya hiburan bagiku adalah jika dia itu mampu menghasilkan keuntungan bagiku. Maka kemaslah semuanya sehingga hasil dari kegiatan kita nanti akan laku jual. Ikutilah semua petunjukku dan jangan terlalu banyak bertanya. Marilah berangkat.

Neokapital:
Baik tuan. Kita terbang ke mana?


Powernow:

Arahkan pesawatnya di atas kehidupan para tribal. Semakin ditemukan para tribal semakin baik. Wah..pemandangannya sangat indah. Engkau pandai juga menerbangkan pesawat ini. Mana botol sofdrik ku? Naik pesawat di atas gurun dan rimba sambil minum Softdrink, betapa segarnya. Maka botol softdrink ku yang sudah kosong ini akan aku lempar ke bawah di dekat kerumunan para tribal itu. Aku lihat para tribal belum mengenal pakaian. Aku melihat para tribal mengira pesawatku ini sebagai para Dewa yang terbang di atasnya. Inilah sebenar-benar ilmuku yang telah menguasainya. Betul kata Francis Bacon "Knowledge is Power". Ini dia botol softdrink kosong ku, aku lemparkan kepada dirimu wahai para tribal. Ambillah. Mana kameranya akan aku abadikan perilaku para tribal itu.

Tribal Kepala:
Oh terimakasih Dewa..Engkau telah mengirimkan sebuah benda ajaib. Baru kali ini aku melihat benda seperti ini. Apa nama benda ini dan apa gunanaya. Jangan-jangan benda ini bisa menggigit. Wah halus dan mengkilap. Tetapi keras juga. Semua masyarakatku dan nenek moyangku belum pernah mendapatkan kiriman benda ajaib seperti ini. Ini berarti para Dewa mengasihaniku. Maka benda ini akan aku beri nama Bajaib. Wahai wargaku semua lihatlah aku mempunyai benda ajaib dan ku beri nama Bajaib. Kemarilah akan aku tunjukkan kepadamu.

Tribal Warga:
Aku takut. Jangan gunakan benda itu untuk membunuhku. Aku melihat dari jauh saja. Wah luar biasa pemimpinku. Dia telah mendapatkan wahyu dari para Dewa. Syukurlah.

Tribal Kepala:
Ini ternyata bajaib bisa digunakan untuk memukul batu. Prash..pecah batu ini. Dapat saya pakai untuk memukul buah yang keras. Prash..pecah pula. Jika aku tiup lubangnya maka dengarkanlah maka dia bisa bersuara. Itu adalah suara para Dewa. Siapa merasa haus? Maka Bajaib ini juga bisa aku pakai untuk menampung air. Jika dipukul benda ini juga bisa berbunyi seperti musik..thang thing thing thing. Indah bukan? Anda boleh melihat dan memegangnya. Jika mau, boleh juga menggunakannya.Kalau perlu dapat pula engkau jadikan sembahanmu yang baru. Hormatlah sebelum memegangnya. Maka aku telah melihat bahwa Bajaib ini adalah masa depanmu yang baru. Kalau perlu lupakan tradisi-tradisimu. Ubahlah hidupmu sesuai dengan sifat-sifat Bajaib ini. Itulah titahku, yaitu titah seorang pemimpin yang telah mendapatkan wahyu Bajaib. Maka dengar dan laksanakanlah.


Tribal Warga:

Aku pinjam. Aku ingin mematahkan kayu. Aku pinjam aku ingin memukul batu. Aku pinjam aku ingin mengisinya dengan air. Aku pinjam aku ingin sekedar melihatnya saja.


Tribal Kepala:

Hai..hai jangan berebut.

Tribal Warga:
Aku pinjam aku ingin mendengar suara para Dewa. Aku pinjam, aku ingin menggunakannya untuk bercermin. Aku pinjam, aku ingin memecah isi buah. Aku pinjam aku sekedar ingin mejeng saja.

Tribal Kepala:
Hai..hai jangan berebut. Gantian, karena Bajaib itu memang hanya satu.


Tribal Warga:

Lho nggak boleh. Aku pukul engkau. Aku rebut Bajaib itu. Prash..prok..grubyak. Terimalah pukulanku ini. Whuait..wadhuh..Biar hancur sekalian. Ayo mana si Bajaib itu? Aku sudah keranjingan..tidak akan ada yang bisa mencegahku memperoleh Bajaib.


Tribal Kepala:

Hai..hai jangan berkelahi.

Tribal Warga:
Tak peduli. Siapa takut. Hayo siapa berani. Aku harus memilikinya walaupun aku harus mati sekalipun.Aku merasa berwibawa setelah memiliki Bajaib. Ternyata Bajaib telah menjadi previlage dan idolaku. Tiadalah artinya hidup ini jika tidak bersama Bajaib. Maka serahkan Bajaib itu. Kalau perlu aku bersedia lakukan apa saja, menyuap, kong kalingkong, kolusi, nepotisme, atau apa sajalah. Setelah akau berurusan dengan Bajaib maka inilah yang lebih nyata dan langsung. Itulah sebenar-benar hidup, yaitu yang tampak dan kongkrit. Buat apa memikirkan yang khayal dan tak tampak. Bawalah ke sini bajaib itu.


Tribal Kepala:

Wah..wah..kejadian apa yang menempuh bangsaku ini. Oh para Dewa apa maksudmu engkau mengirim Bajaib itu kepadaku, sehingga menjadikan bangsaku mengalami malapetaka. Belum pernah bangsaku mengalami peristiwa seperti ini. Belum pernah wargaku mengabaikan perintah seperti ini. Belum pernah orang muda berani kepada orang tua seperti ini. Belum pernah para isteri senekat ini. Belum pernah para suami sebejat ini. Belum pernah para pejabat sekorup ini. Belum pernah hukum dipermainkan seperti ini. Belum pernah wargaku se individu ini. Belum pernah wargaku senekat ini menghalalkan segala cara. Belum pernah wargaku hidup dengan cara-cara instant seperti ini. Belum pernah masyarakatku separah ini. Dimana-mana terjadi tawuran. Bahkan para mahasiswa saja tawuran. Masjid dan tempat ibadah menjadi kurang bergaung lagi. Untuk mencari kebaikan, tidak segan memperolehnya dengan keburukan. Bahkan para ahli moral saja tidak malu-malu lagi melakukan korupsi. Kenapa Bajaib menyebabkan wargaku lebih mementingkan materi dunia dari pada akhirat dan berdoa. Materi telah menjadi segala-galanya bagi wargaku. Belum pernah nurani mereka sekacau ini. Oh apakah ini yang namanya dajal? Apakah ini yang namanya neraka dunia?


Tribal Warga:

Wahai yang mengaku Sang Pemimpin, janganlah engkau berlaku munafik. Gara-gara Bajaib itu aku juga melihat dirimu belum pernah se egois ini. Dirimu belum pernah sekejam itu. Dirimu belum pernah selicik ini. Dirimu belum pernah selalim ini. Dirimu belum pernah seingkar ini. Selama ini aku tertipu oleh halusnya kata-katamu. Engkau berlagak santun tetapi ternyata korup juga. Engkau juga telah selewengkan ajaran-ajaran nenek moyang kita untuk mengelabuhiku. Tetapi aku juga jadi mengerti dirimu yang sebenarnya, gara-gara si Bajaib itu. Aku juga belum pernah engkau betul-betul mendewa-dewakan benda Bajaib seperti ini. Jikalau perilakumu, mental dan pikiranmu saja tidak karuan jangan berharap engkau bisa membangun tribalmu. Janganlah pula munafik engkau menuduhku mempermainkan hukum. Sedangkan akupun melihat bahwa engkau itu lebih pandai memainkan hukum. Yang nyogok trilyunan rupiah masih bebas berkeliaran. Sedangkan yang ngambil sebuah semangka engkau hukum berat. Engkau ternyata tidak bisa menegakkan hukum, karena engkau sendiri terjerat hukum. Jangankan memikirkan pendidikan. Apalah yang engkau ketahui tentang membangun bangsa dan pendidikan itu? Maka berikanlah Bajaib itu kepadaku, karena akan aku gunakan pula untuk memukulmu. Kalau tidak boleh maka aku akan galang demo besar-besaran.

Tribal Kepala:
Whuss..lancang benar engkau itu. Sehebat-hebat engkau, engkau itu tetaplah wargaku. Artinya, aku ini penguasamu. Maka jika engkau semua tidak bisa aku kendalikan, maka aku akan gunakan kekuasaanku. Kalau perlu aku akan bikin perpu, permen, undang-uandang atau dekrit agar engkau semua bisa aku kendalikan. Wahai rakyatku hati-hati dan waspadalah, karena demo-demo yang akan mereka selenggarakan itu bermuatan politis, waspadalah.

Powernow:
Haha..hihi..hehe..hoho...hai..hai..hai.. Wahai Neokapital, lihatlah...persis seperti yang aku skenariokan. Puas..puas...puuuwaasss. Itulah yang aku kehendaki. Dasar tribal yang tetap harus tribal. Jangan biarkan dia menyadari keberadanku dan keberadanmu apalagi niatku dan niatmu. Apa haknya tribal itu hidup di sana? Apa haknya mereka mengaku menguasai tanah dan wilayah itu. Jangan biarkan dia mengetahui dan menyadari dirinya pula. Hai...Neokapital...di ajak ngomong malah diam saja.


Neokapital:

Aku tertegun dengan kecerdasanmu untuk menguasai dunia. Engkau perlakukan para tribal itu layaknya semut saja. Tetapi itu bagus. Bagus untuk kamu dan juga bagus untuk aku. Terimakasih tuan

Powernow:
Adalah tindakan bodhoh kenapa untuk menguasainya pakai kontak langsung dengan mereka. Kembangkan skenario, rencanakan program dan jangan pedulikan mereka. Taruh para tribal itu sebagai unsur-unsurmu dan unsur-unsurku. Gunakan mereka sebagai unsur-unsur penunjang. Kondisikan agar mereka terhibur dengan botol Softdrink kosong itu. Kondisikan agar sifat-sifat botol Softdrink itu menjadi budayanya. Jauhkan mereka dari spritualnya. Kondisikan mereka agar aku sang Powernow bisa menjadi dewanya. Kemuadian kuasai dan kalau perlu hancurkan bagai mereka yang mulai menyadarinya. Jangan biarkan mereka menyadari bahwa aku Powernow adalah jelmaan dari si Blackhole Diraja. Maka jika aku mau, aku bisa berupa apa saja, bahkan berujud botol Softdrink kosong sekalipun. Jadikan saja para tribal itu bagaikan anak ayam si penunggu lumbung padinya. Jika kita kurang kenyang dan kurang enak memakan padi-padi itu, maka si ayam itu bisa kita goreng sekaligus untuk menjadi lauknya. Begitu kan? Maka sebenar-benar warisan dunia adalah bagi orang-orang yang mampu menguasainya.Maka sesungguhnya kaum tribal itu adalah milik dan warisanku.

Huh..hah..heh..heh..heh.

26 comments:

  1. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kehidupan, manusia wajib menuntut ilmu agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. Salah satunya adalah dengan banyak-banyak membaca. Namun, dalam menuntut ilmu tersebut, manusia sebaiknya memiliki kekuatan spiritual selama menuntut ilmu. Hal ini dilakukan agar ilmu-ilmu yang diperoleh tidak sia-sia dan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Power now tidak menggunakan kontak secara langsung untuk menyebarkan berbagai hasil pemikirannya ke berbagai penjuru dunia. Hal tersebut disebarkan melalui suatu skenerio yang cerdik, yang telah direncanakan secara matang. Power now berusaha menjauhkan kita dari sisi spiritualitas.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pemikiran ini tentu saja tidak sesuai dengan filsafat orang timur yang mengedepankan dimensi spiritual. Hanya melalui pemikiran filsafatlah, kita sadar bahwa diri kita sebenarnya telah dikuasai dan tidak dapat terlepas dari power now. Oleh karena itulah, kapanpun dan dimanapun kita harus selalu mengingat Tuhan kita agar tak terbelenggu dan terjerumus ke dalam sistem yang salah

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menceritakan tentang bagaimana manusia telah dibohongi dan dibodohi oleh power now. Power now mengadu domba para tribal atau dengan kata lain manusia-manusia dengan cara halus dan tidak diketahui sama sekali oleh mereka. Ada pelajaran yang dapat diambil dari elegi ini, agar kita tidak dipermainkan bangsa lain maka kita haruslah meningkatkan ilmu kita ke dimensi yang lebih tinggi. Sesungguhnya manusia yang berebut kekuasaan, korupsi, tawuran, mementingkan materi dunia dari pada akhirat adalah orang-orang yang tidak berilmu.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniwati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Botol softdrink kosong ibarat teknologi yang hadir di tengah kehidupan kita. Akibat kecanggihan teknologi saat ini masyarakat menjadi kurang peka terhadap sekitarnya. Bahkan satu keluarga terkadang jarang berkomunikasi secara langsung dan justru sibuk melihat smartphone masing- masing. Karena itulah ditengah gempuran teknologi kita harus memiliki tameng yang kuat agar tidak mudah digoyahkan. Tameng tersebut penting agar kita dapat memilah-milah hal-hal apa saja yang sekiranya baik dan hal-hal apa saja yang sekiranya buruk. Dan sebaik- baik tameng ialah iman dan taqwa. Dengan iman dan taqwa kita akan menyadari bahwa sebaik-baik teknologi adalah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Perkembangan teknologi yang sampai saat ini terjadi, tidak selamanya akan memberikan dampak positif. Nyatanya ada hal-hal yang tidak disadari dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam bidang-bidang tertentu. Dalam konteks kemajuan teknologi ada saja dampak negatif yang harus menjadi korban. Satu di antara korban tersebut adalah kemampuan diri manusia. Seperti pada elegi ini, sebuat botol softdrink yang disinyalir adalah sebuah Bajaib yang datang dari Dewa. Kemudian darinya itulah yang nanti dapat menjadi masalah bagi orang-orang yang ingin memilikinya (menguasainya). Seperti halnya teknologi. Apa yang kita dapatkan sebaiknya dicari tahu terlebih dahulu agar dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Pemanfaatan ini tentu tidak terlepas dari peran ilmu pengetahuan. Dan orang-orang berilmu itulah yang nantinya akan menguasai teknologi yang sebenarnya, bukan sebaliknya seperti kata Francis Bacon “knowledge is power” (dalam Elegi Mengeledhek Kaum Tribal dengan Sebotol Softdrink Kosong).

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Subhanallah..
    Sebuah cerita yang mungkin bisa berhubungan dengan realita yang ada saat ini. bagaimana hanya karena sebuah hal yang cukup sederhana banyak orang yang saling sikut, saling tendang, saling pukul, bahkan saling membunuh. Perang tak terhindarkan, bahkan perang pun sekarang sudah mulai modern, tidak hanya menggunakan pedang, tetapi juga bisa menggunakan Facebook, Twitter, Stasiun TV, dsb. Dan parahnya itu dilakukan oleh masyarakat yang intelektualnya tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana rakyat yang dipimpinnya? Pasti mereka akan kebingungan dan menjadi kacau..Kacau..Kacau..

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Pelajaran yang dapat saya ambil setelah membaca “Elegi Mengeledhek Kaum Tribal Dengan Sebotol Sofdrink Kosong” adalah tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya, sedalam-dalamnya, dan seluas-luasnya. Menuntut ilmu merupakan salah satu usaha manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini, namun spritiual janganlah ditinggalkan. Terlalu asik dengan urusan dunia itu juga tidak baik, imbangilah dengan urusan akhirat.
    Memang betul bahwa sebenar-benar warisan dunia adalah bagi orang-orang yang mampu menguasainya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar membawa saya pada alur yang dikehendaki elegi ini. Bicara tentang realita? mungkin saja. Atau ini hanya ketakutan semata? bisa jadi. Yang jelas, menurut saya, beginilah adanya, kita menyadari ketidaksadaran kita. Kita menikmati ketidakberdayaan kita, bukan?
    Sebenar-benarnya kita tiadalah konflik yang ketara dan prinsipal. Bisa jadi semua yang rusuh-rusuh ini adalah adu domba. Yang benar saja? dipikir kita domba? seenaknya memunculkan konflik bodoh di antara kita. Ah ini bukan lagi konflik bodoh. Lah wong kita aja dikasih konflik bodoh ndak bisa memecahkan. Duh Gusti, paringono pitedah

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Kaum tribal dapat diekstensifkan dan intensifkan, kaum tribal tidak hanya berarti kaum yang hidup didaerah terpencil, tetapi kaum tribal dapat diartikan sebagai diri kita jika kita tidak mampu berpikir kritis dan menggunakan pengetahuan dalam hidup. Apabila kita tidak mampu berpikir kritis akan dengan mudah terbuai oleh teknologi canggih. Tanpa kita sadari, hiburan yang bersifat duniawi membuat kita lupa dengan budaya kita, saling berselisih demi mencapai kepentingan pribadi hingga melupakan spiritualitas kita. Hal ini merupakan fenomena yang sedang terjadi dalam kehidupan sekarang ini. Kehidupan kontemporer dimana masyarakat dan pemimpin bangsa sama-sama mengalami multidimensi. Dengan demikian, ilmu pengetahuan, pikiran yang kritis, serta hati yang bersih menjadi hal yang penting dalam hidup ini, ketiganya akan menjaga kita dari tipu daya duniawi.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sebenar-benar pegangan adalah ilmu dan agama. Seseorang yang miskin ilmu kan mudah diperbudak oleh kehidupan. Mereka akan legah dengan persaingan dan tenggelam dalam buaian teknologi. Merek tidak menyadari bahwa sesungguhnya itu adalah malapetaka bagi dirinya. Dari sini kita memahami bahwa ilmu memberikan pengaruh besar untuk pemikiran kita maka agar tidak diperbudak oleh dunia hendaklah kita menuntut ilmu seluas-luasnya serta jadikanlah ilmu dan agama menjadi pegangan utama dalam menggapai kebahagian dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  12. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi ini menganalogikan kehidupan sekarang. Dahulu, untuk menguasai dan menghancurkan suatu negara, negara lain melakukannya dengan cara menjajah atau perang fisik. Namun sekarang, untuk menguasai dan menghancurkan sebuah negara, negara lain cukup melakukannya secara implisit. Artinya, penjajahan dan perang secara fisik tidak akan dilakukan lagi karena jika begitu negara yang akan dikuasai akan sadar dan akan menyerang balik, cara ini tidak akan berhasil lagi. Penjajahan dan perang secara fisik zaman sekarang digantikan dengan menyusupkan budaya-budaya asing, tontonan drama-drama luar negeri, produk-produk highclass, atau bahkan perang pemikiran. Cara ini terbukti berhasil karena kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang dijajah, dan ironisnya masyarakat terpengaruh dengan cara ini seperti kaum tribal pada elegi di atas. Oleh karena itu, tingkatkanlah ilmu, dan pekalah terhadap apa yang terjadi di sekitar agar kita tidak kembali dijajah oleh bangsa-bangsa luar tersebut.

    ReplyDelete
  13. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Saat pertama-tama membaca elegi ini, saya seketika teringat dengan sebuah film yang berjudul The Gods Must Be Crazy, namun semakin lama saya membacanya, ternyata elegi ini lebih dari sekedar itu. Meskipun kedua-duanya menggambarkan komedi, tetapi komedi disini dalam konteks yang berbeda. Keadaan yang tergambar dalam elegi ini merupakan komedi bagi para syaitan. Mereka memperdaya dan menertawakan manusia yang terjerat tipu dayanya. Mereka membuat manusia mencintai dan mengagung-agungkan kehidupan di dunia sehingga mereka lupa akan tugasnya beribadah kepada Allah SWT. Hendaknya kita terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT agar terhindar dari godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  14. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Elegi ini mencerminkan kehidupan saat ini. Orang yang terpandang adalah orang yang memiliki kekuasaan, harta, mengusai teknologi canggih. Namun ada hal yang perlu diperbaiki, yaitu moral mereka. Memiliki kekuasaan yang tinggi tetapi semena-mena, tak punya hati, dan suka menjajah kaum bawah. Oleh karena itu, kita perlu hati-hati dalam bertindak, apapun kekuasaan kita pasti akan dipertanggungjawabkan kelak.

    ReplyDelete
  15. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi ini, membuat saya membayangkan pada zaman penjajahan dahulu. Apakah dulunya ketika dijajah kita awalnya sering dibodoh-bodohi seperti ini?
    Ini menjadi motivasi kepada saya, untuk memperbaiki diri, menuntut ilmu setinggi mungkin, mengkualitaskan diri, agar tidak ada yang dapat membodoh-bodohi. Mari, sama sama kita menjadi orang yang berkualitas, dan profesional.

    ReplyDelete
  16. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Mengeledhek Tribal Dengan Sebotol Sofdrink Kosong. Elegi ini mengambarkan bahwa bangsa ini sebenarnya sedang dijajah secara halus oleh bangsa lain melalui sebotol softdrink kosong (teknologi). Kemajuan teknologi, tidak selamanya berdampak positif bagi kehidupan. Ada kalanya teknologi secara halus mengerogoti moral bangsa sehingga mudah untuk mengadu domba berbagai kalangan dan kelompok di Indonesia, yang pada dasarnya memang beragam. Hal itu membuat terjadinya perpecahan antar kelompok, sehingga lebih mudah bagi bangsa lain untuk menguasai Indonesia. Contohnya saja banyak berita hoax yang dengan cepat tersebar luas melalui media masa, sehingga membuat berbagai kalangan resah dan saling mencurigai satu sama lain. Oleh karena itu, kita sebagai orang yang berilmu harus selektif dan kritis dalam memanfaatkan teknologi. Terimakasih.

    ReplyDelete
  17. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Setiap manusia dibedakan dengan kemampuannya masing-masing, begitu juga ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Kitas ebagai manusia diwajibkan untuk mencari ilmu, agar setiap apa yang kta lakukan memiliki landasan ilmu. Namun, bukan berarti dengan ilmu kita bisa sewenang-wenang menggunakan ilmu tersebut, itulah salah satu tujuan kita beljar filsafat. walaupun kita menjadi manusia yang berilmu tapi tetap harus menghargai orang lain.

    ReplyDelete
  18. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Potret hidup yang menggelitik. Menyadarkan kita bahwa manusia sangat mudah dipermainkan oleh lingkungan sekitar. Keserakahan manusia membuatnya rela berebut, berargumen dan saling menjatuhkan hanya demi sesuatu yang sebenarnya fana. Mungkin elegi ini ingin menggambarkan bagaimana manusia jika tidak sepenuhnya berdoa dalam setiap waktu, kacau hatinya, dipermainkan oleh sekitarnya..

    ReplyDelete
  19. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Penjajahan bangsa saat ini tidak lagi dengan kontak langsung, merampas secara langsung harta benda suatu bangsa. namun penjajahan saat ini dengan memasukkan budaya yang merusak kepada suatu bangsa sampai akhirnya mereka lupa akan budaya bangsa sendiri, mereka menyingkirkan hati nurani. Luar biasa pengaruh power now saat ini. Secara halus dapat menghancurkan suatu bangsa, merusak segala aspek kehidupan dari suatu bangsa, mengusik kedamaian antar warga. Dalam cerita tersebut menggambarkan dengan hanya menjatuhkan botol softdrink saja sudah mampu membuat kekacuan suatu bangsa. hal tersebut membuktikan bahwa kekuatan power now untuk berkuasa atas seluruh bangsa adalah luar biasa. Sehingga agar tetap bertahan maka perlu lah mencari ilmu, berpikir kritis dan yang paling penting selalu tetap berpegang teguh pada spiritual masing-masing.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof, ulasan yang sedikit membuka mata ini. Bagaimana bisa seseorang yang berkuasa namun merasa senang saat pengikutnya menjadi lemah dan tak berdaya. Sungguh sangat miris melihat situasi yang seperti itu. Satu nilai penting yang dapat saya petik dari ulasan di atas, sebagai seseorang yang berilmu sudah semestinya membantu dan memberikan suatu perubahan pada orang-orang sekitarnya. Timbul berbagai tanya dalam benak ini, bagaimana saat kita sebagai pengikut diperlakukan seperti itu? Apa yang harus kita lakukan untuk membantu mereka yang tak berdaya?

    ReplyDelete
  21. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalam'alaikum wr.wb

    membaca elegi di atas membuat saya teringat tentang sebuah film yang berjudul "Gods must be crazy". pada waktu itu saya masih sekolah, sehingga saya tidak terlalu memahami makna dari film tersebut, dan saya hanya memahami kelucuannya saja. tetapi setelah saya membaca tulisan elegi ini memmbuat saya berfikir tentang makna dari film tersebut.

    ReplyDelete
  22. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Membaca elegi di atas sambil membayangkan tokoh-tokohnya adalah tokoh-tokoh kartun, sangat mengasyikkan dan yang lebih asyik dari elegi diatas berdasarkan percakapan powernow,neokapital dan tribal dapat diperoleh nasehat bahwa ketika seseorang ingin menguasai suatu hal, misalkan dunia maka dia bisa melakukan apa saja terlebih subyek yang ingin dikuasai nya itu memiliki IPTEK yang minim atau masih dalam tahap berkembangang, oleh karena nya, pentingnya IPTEK dalam kehidupan sekarang agar kita tidak mudah dibodoh-bodohi, terima kasih.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi yang Bapak sampaikan ada beberapa hikmah yang saya pahami dari elegi tersebut. Dimana elegi tersebut menceritakan analogi kehidupan kita saat ini. kita di perdaya oleh powernow bisa negara, sistem atau perorangan yang mana mereka menggunakan alat atau botol kososng softdrink sebagai pengecoh ini bisa berupa teknologi, media atau sistem yang melenakan kita akan nilai- nilai- akan sosial dan yang parah yaitu mekenakan akan ibadah. Naudzubillahimindzalik. Sehingga yang perlu kita sadari adalah hal ini, setelah menyadarinya maka kita bisa selalu berusaha agar tidak terkecoh juga. Semoga kita senantiasa selalu dalam bimbinganNya. Aamiin.

    ReplyDelete
  24. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih Prof. Marsigit atas ulasan di atas. Ketika membaca elegi ini sungguh seperti pengibaratan dan pencerminan tentang kehidupan yang ada saat ini. Dahulu, untuk menguasai dan menghancurkan suatu negara, negara lain melakukannya dengan cara menjajah atau perang fisik. Namun sekarang, untuk menguasai dan menghancurkan sebuah negara, negara lain cukup melakukannya secara implisit. Berbagai teknologi dan pemikiran di tawarkan dan dipromosikan dengan visi dan misi menjajah dan menguasai secara perlahan bahkan tidak sadar. Sehingga inilah yang perlu kita sadaro, agar kita tidak mudah terkecoh dengan perkembangan jaman saat ini dan kita harus terus berdoa dan memohon perlindungan dalam setiap langkah kita, supaya kita terhindar dan dijauhkan dari orang-orang berperangai buruk yang akan menguasai kita. Selama kita masih ingat Allah, insyaAllah kita akan tetap relevan dalam perkembangan jaman masa kini serta tetap berpegang teguh dengan keimanan dan keyakinan kita, amin, Wallahu alam bishowab.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya rasa tingkatan pendidikan di Indonesia telah meningkat, terbukti makin banyaknya masyarakat Indonesia yang sadar dengn pendidikan sehingga lulusan sarjana dapt ditemukan dimana-mana. Namun hal tersebut kadang tidak linear dengan kondisi sekarang, maksudnya masih banyak kegiatan tidak terpuji yang dilakukan oleh banyak orang. Seperti korupsi oleh pejabat, pembunuhan oleh ibu kandung pada anaknya, yang saya yakin semua kegiatan itu telah diajarkan dibangku sekolah bahwa kegiatan itu tercela. Hal ini dikarenakan masih kurang kuatnya spiritual dari pelaku kejahatan tersebut, oleh karena itu cara yang tepat adalah selalu mendekatkan diri kepada Tuhan untuk melindungi kita dalam perbuatan tercela.

    ReplyDelete
  26. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Powernow adalah penguasa dengan segala powernya atau kekuasaanya pada zaman sekarang. Powernow dapat berwujud kemajuan teknologi yang melenakan para pemakainya. Negara-negara maju membuat inovasi-inovasi teknologi, dimana negara-negara lainnya hanya sebagai pemakai. Kemajuan teknologi zaman sekarang ternyata telah menjauhkan manusia dengan dimensi spiritualitas. Kemajuan teknologi telah menjauhkan manusia dari Tuhannya. Seperti dalam menggunakan media sosial, seperti Whatssaap, facebook, instagram, dan semacamnya telah melenakan manusia sehingga mereka lupa akan ibadah, sholat, mengaji, dan sebagainya.

    ReplyDelete