Mar 8, 2011

Elegi MengungkapTempurung Pendidikan




Oleh Marsigit

Tempurung Pendidikan Archaic:
Wahai para siswa, selama engkau belum mau bicara maka tongkatku ini tidak akan saya ambil dari kepalamu. Selama engkau belum benar menggambarnya, maka engkau tidak terbebas dari pukulanku. Camkan itu. Sebagai uji coba maka terimalah pukulanku untuk mengetahui seberapa efektif pukulanku bisa mendidikmu.

Tempurung Pendidikan Tribal:
Wahai muridku, untuk setiap pengetahuan yang engkau dapat dari diriku, maka tebusannya adalah pilih, boleh satu pukulanku, boleh satu tendanganku atau kalau nggak mau pilih maka tunggu siksaanku. Untuk setiap kelalaianmu maka terimalah sepuluh hukumanmu.

Tempurung Pendidikan Anarkhis:

Wahai muridku, untuk setiap satu kebaikan yang engkau raih dariku, maka tebusannya adalah kuasaku. Jika engkau bisa mengukur-ukur kekusaanku maka ambillah satu kebaikkan dariku. Jika engkau tidak mau dengan kesepakatan ini, maka nantikanlah siksaanku. Sungguh aku lebih kuasa menyiksamu dari pada membiarkanmu.

Tempurung Pendidikan Kanibal:
Wahai muridku, untuk setiap derajat kekuasaanmu yang engkau raih dariku maka tebusannya adalah persembahanmu, terserah engkau akan mempersembahkan apa dari diriku. Tetapi jika terpaksa engkau tidak dapat melakukan persembahan sedikitpun kepada diriku, maka tebusannya adalah dirimu sendiri. Sebagi uji coba terimalah gigitanku ini, sekaligus supaya engkau mengerti betapa pedih gigitanku itu.

Tempurung Pendidikan Pedalaman:
Heemm apapun yang terjadi aku tidak mungkin tidak meluluskan walaupun satu saja dari muridku. Jelas di depan mataku, di sebalik semak-semak, orang tua siswa selalu siap membawa pedang dan siap menghunjamkannya kepada diriku manakala mendengar putranya tidak akan lulus. Heem ingat semua muridku silahkan engkau menghendaki apa dariku, pasti saya kabulkan.

Tempurung Pendidikan Laskar:
Heem ingat semua muridku, slogan pendidikanku adalah laskar tanpa batas. Paradigmanya adalah menghancurkan musuh. Berlatihlah sampai berdarah-darah. Lebih baik berdara-darah dalam latihan dari pada berdarah-darah dala pertempuran. Sebesar-besar pengorbananku adalah untuk diriku. Siapkan jiwa ragamu. Jika terpaksa engkau telah gugur di sini maka itu bersifat off the record dan hanya untuk konsumsi kalangan sendiri. Ingat motoku, jadikanlah dirimu mesin-mesin pembunuh musuhmu.

Tempurung Pendidikan Terpencil:
Hemm tak ada pilihan lain, aku tidak tahu mengapa saya tahu-tahu telah bergaul dengan murid-muridku yang jumlahnya sedikit, kadang datang, kadang silih berganti. Sudah cukup bagus bagi diriku mengajar empat hari dalam satu minggu, karena jika hujan maka aku terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu aku libur.

Tempurung Pendidikan Prematur:

Wahai para murid-murid baru, aku dipercaya sebagai sub cabang pendidikan buat dirimu. Walaupun aku tidak mempunyai sertifikat untuk mendidikmu, walaupun aku hanya berbeda satu tahun lebih tua darimu, tetapi akau telah memaksa untuk mendapatkan mandat bisa mendidikmu. Aku tak peduli apakan namanya plonco atau ospek. Pimpinanku memberikan mandat kepadaku itu dikarenakan dia terpaksa dan juga karena dia tidak mengerti. Maka untuk setiap kebaikan yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah keburukanmu. Untuk setiap ilmu yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah penderitaanmu. Semau tebusanmu itu telah menjadikan seakan libidoku telah berhasil menguasaimu semua. Itulah jati diriku yang selama ini aku dambakan. Sebagai perkenalan maka terimalah pukulanku ini. Itulah uji coba kekuatan libidoku.

Tempurung Pendidikan Lokal:

Hemm sayangnya saya hanya bisa mendengar informasi saja. Dari koran bungkus roti, aku kok pernah mendengar ada guru dikirim TOT, apa itu TOT? Aka juga pernah membaca Lesson Study tetapi hanya judulnya saja. Apa itu Lesson Study. Dunia kok semakin rumit, mbok sudah nggak usah repot-repot. Akupun tak akan pernah datang jika diuandang MGMP, karena hanya membahas rencana-rencana yang pada akhirnya mungkin ujung-ujungnya iuran. Tetapi ada satu berita dikoran di mana saya sangat ngiler, konon apa iya guru akan digaji dua kali lipat? Untuk yang terakhir ini, wah apapun akan saya lakukan jika saya bisa mendapatkan kesempatan.

Tempurung Pendidikan Ilalang:
Wahai muridku, ketahuilah bahwa aku menjadi gurumu itu karena takdir saja. Aku sebenarnya tidak suka menjadi gurumu, dan tidak suka mempunyai murid dirimu. Aku juga tidak mampu mendidikmu dan juda tidak mampu menghidupimu. Jangankan menghidupimu, untuk hidupku sendiri saja aku kesulitan. Maka jika engkau mampu bertahan, bertahanlah di situ. Jika tidak maka pergilah. Berikan khabar pada diriku jika engkau sudah mampu memberikan sesuatu kepada diriku.

Tempurung Pendidikan Munafik:
Hai murid-muridku. Dikarenakan tugas sajalah aku terpaksa menjadi gurumu. Tetapi aku ingin sampaikan ambilah kebaikan dari keburukanku. Ambilah kecerdasan dari kebodohanku. Ambilah kelebihan dari kekuranganku. Ambilah teladan dari bukan teladanku. Pahami dan laksanakan pikiranku, walaupun aku juga sulit melaksanakannya. Jangan lakukan keburukan walaupunaku sulit mencegah diriku melakukannya. Segala yang baik datangnya dari diriku, dan segala yang buruk datangnya dari dirimu.

Tempurung Pendidikan Jalanan:
Ikut aku. Duduk dan berdiri disini. Kamu harus bisa tampil supaya dikasihani banyak orang. Jangan bicara capai. Tunggu kode-kodeku dari seberang jalan. Setiap putaran lampu merah, bawalah kesini uangnya. Awas jika tidak menurut perintahku, akan aku pukul engkau.

Tempurung Pendidikan Feudal:
Ning nong ning gung...wahai punggawa buwatlah wargaku agar selalu mengerti tentang Rajanya, siapa dia, bagaimana sifatnya, bagaimana perasaannya, bagaimana pikirannya, bagaimana harapannya, bagaimana tuntutannya, bagaimana peraturannya, bagaimana sedekahnya, bagaimana ...dst. Maka didiklah wargaku itu untuk mengerti sopan santun. Sadarkan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari atas. Ilmu, rejeki, kebenaran, etika, estetika, aturan, tata cara, adat istiadat, ...itu semua datangnya dari atas. Sadarkan dulu tentang kewajiban-kewajiban sebagai warga. Kalau usul harus pakai aturan..misal pepe di alun-alun. Berpikir juga dari atas ke bawah, maka ajarkan pada mereka untuk selalu memikirkan yang ada dibawahnya, dan jangan sekali-kali memikirkan yang ada di atasnya, karena yang demikian akan melanggar kodrat. Buatlah banyak-banyak mitos tetapi jangan disebut sebagai mitos, sebutlah mereka itu warisan nenek moyang yang adiluhung yang datangnya dari atas pula. Maka didiklah mereka agar jangan terbiasa memikirkan mitos, karena sebenar-benar mitos itu adalah metodeku. Maka sadarkan pula bahwa metode itupun datang nya dari atas. Jika terpaksa aku harus menjelaskan mengapa segala sesuatu itu datangnya dari atas, itu karena aku adalah wakil dari yang Maha Kuasa.


Tempurung Pendidikan Tradisional:

Wahai muridku, duduklah yang manis, tangane sideku, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh ngantuk, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum saya suruh. Tidak boleh bernapas..ooh nanti dulu..kalau yang ini boleh nggak ya..ooh silahkan anak-anak..silahkan bernapas sedalam-dalamnya. Duduknya yang tegap, pandanglah selalu wajah saya, dengarkan baik-baik petunjukku. Tidak boleh usul, karena usul itu tidak sopan.

Tempurung Pendidikan Sentral:
Ahh tak beres itu otda. Kalau mereka minta ciri khas, ya ini solusinya ktsp. Mereka tahu apa tentang ktsp. Bikin saja sampulnya tingkat satuan pendidikan, wah ternyata sangat manjur. Mereka ternyata cukup puas dan terbuai dengan sanjunganku itu. Hah hah dasar daerah, maunya juga sok kuasa di daerah, kalau dituruti ya minta semuanya. Ktsp..ktsp..inilah sebenar-benar payungku untuk melenggangkan kuasa pendidikan pusatku terhadap pendidikanmu daerah. Untung pulpennya sang juragan sudah berhasil aku belokkan untuk syahkan ini permen-permen. Permen-permen itulah monumen keberhasilan pendidikan sentralku. Oh permen-permen hanya jika bumi ini terbalik sajalah orang bisa merubah atau mencabutmu. Akan aku buat semua aspek pendidikan bisa dipermenkan. Kalau perlu siswa ijin kencing kekamar mandi juga perlu dijamin dengan permen. Pas dengan pikiran juraganku, bahwa keberhasilan pendidikan di negeri ini dapat diukur dari banyaknya permen.

Tempurung Pendidikan Proyek:

Berapa yang diundang? Oh kurang banyak, kalau sedikit nanti sulit masuk berita. Saya usul jumlah pesertanya 400. Jangan bicara efektif dan kualitas. Nara sumber? Ambil saja dari daerah-daerah terdekat. Pilih hotel yang kompromis. Pilih nara sumber yang kompromis. Ah guru daerah sudah terbiasa dengan porsi yang kecil. Buat pembukaan yang meriah. Undang wartawan. Bukankah berita di koran itu sudah sebagaian dari laporan. Walaupun satu putaran saja, tapi namakan saja tot. Bukankah dengan tot itu akan memberi harapan bagi peserta? Perkara putaran kedua, ketiga ..ah masa bodoh.

Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow:
Jangan berlaku bodoh partnerku. Pertama, kembangkan penelitian, teori, dan beri contoh penerapan biar para tradisional, para tribal dan para arhaic terdecak kagum melihat sepak terjang kita. Kedua, kondisikan hidup dengan standar kapital/powernow. Ketiga, ciptakan slogan dan jargon. Keempat, selidiki, cermati seberapa efektif slogan dan jargon yang kita buat berdampak bagi mereka. Ingat sasaran kita adalah sumber daya dan sumber alamnya. Kelima, ajak kerjasama dengan porsi terbatas dan syarat-syarat ketat, walaupun sebetulnya aku tahu bahwa aku dan mereka tidak setara untuk bekerja sama, tetapi sementara biarlah mereke mengenal istilah itu. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita. Kedelapan,kalau mereka sudah tergantung dengan kita, ciptakan mesin penyedot untuk menyedot sumber alam dan sumber dayanya. Hias mesin penyedotku dengan tradisi dan budayanya,sehingga mereka cukup puas dan bangga menjadikan mesin penyedotku itu sebagai monumen kebanggaan mereka. Bagi mereka yang sudah mulai curiga, libatkan secukupnya kalau perlu diberi kompensasi. Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita. Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita. Begitulah cara menguasai duniake tiga.

71 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam tempurung tradisional, pendidikan lebih banyak berpusat pada guru dan siswa mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru. Hal ini akan membuat siswa sulit mengembangkan kemampuannya karena siswa terbatas oleh perintah yang diberikan oleh guru. Sudah selayaknya mulai berbenah dalam bidang pendidikan agar pendidikan dapat lebih maju dan siswa dapat dengan sungguh – sungguh mengalami belajar dalam dirinya. Dengan adanya metode mengajar yang bervariasi diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan supaya siswa tidak bosan dalam mengikuti pelajaran.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan tempurung pendidikan terpencil. menurut saya memang tidak mudah mengajar di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. tetapi sekarang sudah ada SM3T yang mungkin dapat sedikit membantu mengajar di daerah 3T tersebut. selain membantu mengajar manfaat SM3T menurut saya juga dapat membuat calon pendidik menjadi pendidik yang sesungguhnya, yang dapat mengajar di segala kondisi yang ada.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    1430124018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari artikel diatas, pembelajaran matematika di Indonesia masih mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada guru. Hal ini membuat siswa kurang kreatif dan kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya. Guru hendaknya menciptakan sebuah pembelajaran yang mampu membawa siswa untuk aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Dari berbagai tempurung pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran masih bersifat tradisional. Ada yang hanya karena tuntutan profesi, berlaku diktator, sombong, semena-mena, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberhasilan pencapaian tujuan harus terdapat adanya korelasi antarkomponen pendidikan. Namun, melihat realita yang ada sekarang belum diberdayakan pembelajaran inovatif. Mayoritas masih berpusat pada guru sebagai subjek pembelajaran. Melihat kondisi pendidikan yang masih perlu direnovasi ini menjadi PR kita sebagai agent of change untuk bergerak dan berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  6. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti judulnya “termpurung pendidikan”, seolah pendidikan ini tertutup dan hanya itu – itu saja menurut suatu warisan. Dari elegi di atas dijelaskna tentang pendidikan yang terjadi di dunia ini. Menurut saya itu semua benar sekali dengan kondisi pendidikan saat ini. Sehingga sebaiknya ada perbaikan yang benar – benar menuju ke arah pendidikan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Hingga saat ini masih banyak guru yang menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada guru atau masih bersifat tradisional. Padahal jika dilihat, model pembelajaran yang berpusat pada guru dengan sentuhan kekerasan sudah tidak relevan lagi dengan siswa-siswa zaman sekarang. Sekarang bukan masanya lagi memberikan pelajaran kepada siswa dengan kekerasan dan kekangan. Karena jika diperlakukan dengan kekerasan, siswa justru brutal atau akan menempuh jalur pintas dengan melaporkan guru yang melakukan kekerasan ke pihak berwajib. Metode pendidikan yang sesuai dengan era saat sekarang ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan menghilangkan unsur kekerasan, justru memberikan perhatian penuh kepada siswa, namun kita tetap menjadi pendidik dan pembimbing bagi mereka.

    ReplyDelete
  8. Di atas langit masih ada langit. Dalam pendidikan masih ada lingkaran-lingkaran yang berlapis-lapis. Mula-mula dari lingkaran primitif, kemudian menuju tradisional. Tradisinal belum puas kemudian modern, belum puas lagi kemudian ke pendidikan yang lain. Masih dimungkinkan untuk membentuk sistem pendidikan yang mengambil kebaikan dari tiap sistem yang ada. Atau malah menciptakan sistem yang baru yang sesuai dengan karakter bangsa. Itupun akan menciptakan tempurung yang baru.

    ReplyDelete
  9. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi MengungkapTempurung Pendidikan” dapat disimpulkan bahwa antara guru pengajar satu dengan guru pengajar yang lain mempunyai cara mengajar, teknik mengajar, metode mengajar, serta pendekatan yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Dan masing-masing mempunyai kelebihan maupun kekurangannya sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menggambarkan potret pendidikan di Indonesia. Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia seringkali yang menjadi korabn adalah siswa. Misalnya saja pad akurikulum saat ini dilakukan perubahan, bukan hal yang mudah bagi siswa untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru.

    ReplyDelete
  11. Nita Lathifah Islamiyah
    1431244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas menggambarkan kondisi pendidkan saat ini di Indonesia. Maka sejatinya, perlu perbaikan atau evaluasi terhadap kondisi pendidikan saat ini. Tidak hanya petinggi-petinggi yang bisa merubah, dalm aspek aspek kecil dibawahnya juga dapat mempengaruhi, yang penting ada keinginan dan usaha.

    ReplyDelete
  12. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Dunia pendidikan merupakan inti dari kemajuan suatu negara. Akan tetapi penerapan metode pembelajaran di Indonesia masih banyak keragaman, semoga penĸidikan dinegara kita dapat lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  13. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pentingnya belajar dan memiliki ilmu yang tinggi harus dituntut setelah membaca elegi di atas. Secara tidak sadar kita sudah menjadi tempurung tempurung pendidikan. Powernow pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyedot sumber alam dan sumber daya kita. Kita bisa apa?. Lakukan yang terbaik dan stop jadi tempurung pendidikan. Berdoalah kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menjalaninya.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan di Indonesia selalu menuju kepada kesempurnaan sesuai dengan jaman yang penuh dengan teknologi, kurikulum silih berganti diubah dengan tujuan agar pendidikan yang terjadi semakin berkualitas. Tetapi upaya tersebut tidak dibarengi dengan kemampuan SDM diberbagai wilayah di Indonesia. Banyak guru yang mengajarkan siswanya dengan cara orang dewasa yang meminta kepada anak-anak, hal ini yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak maju kearah depan. Model dan pendekatan yang digunakan pun kurang bervariasi dan berinovasi sehingga banyak siswa yang merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung, dimana guru tidak mengembangkan perangkat pembelajarannya.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Pendidikan adalah suatu proses aktif. Adanya interaksi, interaksi aktif antara siswa dan gurunya. Pendidikan dari waktu ke waktu memang mengalami perkembangan, banyak macamnya, sifat dan bentuknya. Dari jaman terdahulu yang pendidikan lebih kepada kekerasan, lalu guru sebagai senter, lambat laun menjadi siswa menjadi senternya. Maka memang seharusnya pendidikan harus aktif berkembang selayaknya manusia. Tetapi selayaknya pendidikan yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia, tanpa adanya embel-embel politik, ekonomi, proyek, atau kekuasaan. Pendidikan seharusnya murni semurni air di pegunungan yang jernih. Agar pendidikan tetap murni, maka kita sebagai pelaku pendidikan hendaknya terus aktif mengembangkan dan memfasilitasi siwa agar berkembang dengan baik.

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu tempurung pendidikan yang dibahas pada elegi ini adalah tempurung pendidikan local dimana seorang guru kurang berwawasan luas terkait dengan pembelajaran. Banyak guru di desa-desa yang mengajar apa adanya, tidak mengembangkan kemampuannya dengan baik karena semua yang mereka dapatkan hanya sebatas informasi dan tidak ada praktik yang sesuai. Mereka tidak berpikiran luas dan juga kritis, padahal seorang guru hendaknya mengembangkan kompetensi yang dimiki dan juga dapat mengembangkan informasi dan ide-ide baru dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi MengungkapTempurung Pendidikan” dapat disimpulkan bahwa antara guru pengajar satu dengan guru pengajar yang lain mempunyai cara mengajar, teknik mengajar, metode mengajar, serta pendekatan yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Semuanya itu mempunyai kelebihan maupun kekurangannya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pendidikan diselenggarakan tidak hanya untuk membekali siswa dengan berbagai ilmu pengetahuan, namun pendidikan juga harus berorientasi agar siswa dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses pembelajaran yang dilakukan. Mutu dari proses pembelajaran perlu ditingkatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Konsep pendidikan bahkan telah tergoreskan sejak Allah menciptakan alam semesta. Dalam al-Quran, Allah SWT merupakan pendidik dan guru terbaik bagi seluruh makhluk-Nya. Dialah yang mengatur dan mengelola alam semesta ini. Karena menempati posisi sebagai pendidik terbaik, Allah tentu akan memberikan yang terbaik bagi anak didik-Nya (makhluk-Nya). Semoga apa yang kita usahakan kepada peserta didik kita merupakan sebuah usaha maksimal dan diiringi dengan keihlasan, sehingga dapat membuat perubahan yang positif bagi peserta didik. Aamiin

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Membaca postingan ini, entah kenapa saya malah jadi memikirkan keadaan pendidikan di Indonesia yang belum merata. Eitts janganlah berpikir yang itu dulu. Maksut dari belum merata bukan tidak mulu-mulu tentang fisik atau materi saja. Bahkan secara persepsi, tujuan, dan motivasi pendidikan di dunia (termasuk di Indonesia) belum menunjukkan satu hal yang merata. Merata maksut saya di sini adalah seharusnya persepsi, tujuan, motivasi pendidikan adalah hal yang fisioner dan positif. Misalkan di Indonesia, maka tujuannya pun harus tentang bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi realitanya, persepsi tentang pendidikan saat ini beda-beda. Misal saja guru, ada yang mendidik hanya karena tugas, ada yang mendidik karena takut dan intervensi, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  20. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Tak dapat dipungkiri, pendidikan yang dikomersialkan hanya dimanfaatkan oelh pihak-pihak tertentu. setiap orang berhak untuk mengenyam pendidikan. Bahkan seharusnya setiap orang berhak sekolah dengan gratis dari sekolah dasar sampai sekolah menengah.
    Tidak hanya sampai disitu, banyak orang yang ingin menjadi guru dan kepala sekolah PNS karena tergiur gajinya. Padahal guru itu panutan dan mengajarnya harus ikhlas agar ilmunya sampai pada siswa. Bukan malah lihat gaji yang tinggi. Oleh sebab itu, banyak guru yang mengajar tidak sepenuh hati yang akibatnya penidikan di Indonesia semakin ‘bobrok’.

    ReplyDelete
  21. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Guru merupakan kunci sukses atau tidaknya pendidikan siswa-siswanya. Guru harus mampu merancang stimulus agar lahirnya respon yang baik dalam proses belajar. Guru juga harus menyadari bahwa pendidikan tidak dapat di bangun dengan keterpaksaan. Selain itu guru juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan persaingan. Oleh karena itu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru harus terus mengembangkan kemampuannya agar mampu membimbing siswa bertahan dalam badai persaingan dan perubahan.

    ReplyDelete
  22. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Kondisi yang di gambarkan dalam elegi di atas terjadi di dunia pendidikan kita. Para pendidik banyak yang bersembunyi dibalik tujuan pendidikan yang digaungkan untuk mencerdaskan bangsa, tetapi di dalam proses praktik pembelajarannya justru berlawanan dengan itu. Praktik pembelajaran di negara kita masih seperti archaic, tribal, anarkis, kanibal, pedalaman, lascar, terpencil, premature, local, ilalang, munafik, jalanan, feudal, tradisional, sentral, dan proyek seperti yang diungkapkan dalam elegi ini. Sementara kita masih merasa nyaman dengan pendidikan yang seperti itu, power now telah menciptakan segala macam rencana untuk memanfaatkan keadaan kita yang sedang tidak tersadar. Power now memiliki cara-cara yang halus untuk menggeser jati diri bangsa kita.

    ReplyDelete
  23. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, elegi mengungkap tempurung pendidikan ini menggambarkan kepada kita bahwa proses pendidikan di beberapa sekolah belum memiliki pengetahuan yang luas atau dengan kata lain cara pandangnya masih sempit. Sehingga, beberapa sekolah masih menerapkan aktivitas-aktivitas yang sebenarnya bukan ruang dan waktunya lagi untuk diterapkan. Contohnya seperti yang disebutkan pada postingan di atas yakni di bagian tempurung pendidikan tradisional dimana masih meminta murid-murid untuk duduk yang manis ketika belajar, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum disuruh guru, duduk yang tegap, selalu memandang wajah guru, dan tidak boleh memberi usul. Larangan-larangan yang diberlakukan untuk murid seperti di atas sudah tidak tepat jika diterapkan untuk saat sekarang. Misalnya duduk yang manis ketika belajar, untuk kondisi yang sekarang, murid seharusnya diminta aktif dalam belajar seperti pindah tempat duduk untuk berdiskusi bersama kelompoknya atau melakukan percobaan untuk mengkonstruk pengetahuan. Oleh karena itu, para pemangku kebijakan pendidikan hendaknya terus memberikan penerangan kepada sekolah-sekolah yang sekrang masih dalam tempurung pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya tertarik dengan tempurung pendidikan kapital atau powernow. Inilah yang membuat Negara-negara maju semakin maju dan negara terbelakang menjadi semakin terbelakang. Langkah pertama yang mereka (Powernow) lakukan adalah berupa penelitian. Langkah ini kemudian diikuti beberapa langkah krusial lainnya seperti membuat jargon dan mengajak kerjasama. Kemudian membuat negara terbelakang tadi menjadi tergantung pada negara maju. Hingga akhirnya negara maju dapat menyedot sumber daya alam dan sumber daya manusia negara terbelakang. Jangan sampai negara Indonesia menjadi objek “jajahan” Powernow seperti US, China, dan negara-negara Eropa yang saat ini sedang berkuasa.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pendidikan dilakukan oleh seluruh warga di dunia. Pengembangan pendidikan dapat dillaukan dengan berbagai cara yaitu mengembangkan penelitian, teori dan memberi contoh, mengkondisikan hidup dengan standar, menciptakanlogan dan jargon, menyelidika dan mencermati berbagai efektif, mengajak kerjasama, membuktikan hasil kerjasama, membuat tergantung, dan menciptakan. Setelah terjadi proses menciptakan jangan lupa untuk untuk menyebarkan hasil ciptaanya agar pengetahuan itu dapat lebh bermanfaat dan digunakan untuk orang lain.

    ReplyDelete
  26. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    PEP S2 B

    Kebanyakan orang menilai pendidikan hanya berpusat pada guru. Guru yang menentukan jalannya pembelajaran. Guru yang berhak menghukum jika siswa berbuat salah. Guru yang mendoktrin anak dengan segala pemikirannya yang mungkin saja subjektif. Guru yang menganggap derajat dirinya berada di atas siswa. Sadarkah kita kalau hakekat pendidikan berpusat pada siswa? Guru seharusnya menyadari bahwa tugasnya adalah membuat siswa menyadari proses belajar tak hanya ia dapat dari guru, tetapi bahkan dari kehidupannya sehari-hari. Gurulah yang kadang masih berada dalam tempurung pendidikan itu sendiri dan enggan melihat ke dunia luar.

    ReplyDelete
  27. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Pondasi pendidikan di negara kita dirasa masih belum kuat. Setiap kali ganti menteri,terjadi perubahan peraturan dan kurikulumnya berubah pula. Padahal kurikulum yang sebelumnya belum beres, sudah langsung diganti tanpa persiapan yang dirasa matang. Hal ini membuat sebagian guru dan siswa menjadi bingung. Terlebih lagi di negara kita dengan kondisi geografis yang sangat luas dan berbentuk pulau-pulau, kesenjangan pendidikan di kota dan daerah-daerah terpencil tak terhindarkan. Diperlukan adanya perbaikan pendidikan yang signifikan agar negara kita terhindar dari skema powernow yang dapat menjerumuskan negara kita.

    ReplyDelete
  28. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Implementasi pendidikan di setiap daerah berbeda-beda. Seiring perkembangan zaman implementasi pendidikan juga berbeda-beda. Dengan saya membaca postingan Bapak, saya belajar bahwa pada setiap masing-masing dari pendidikan yang beragam selalu terdapat tempurung yang membatasi perkembangan pendidikan suatu bangsa. Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana sebuah bangsa dapat terbebas dari tempurung tersebut agar dapat bergerak untuk melakukan inovasi guna menggapai majunya pendidikan. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia hendaknya harus selalu berusaha untuk terus menerus belajar dan berpikir kritis agar dapat memberikan kontribusi untuk pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak postingannya. Pada postingan ini,elegi mengungkap tempurung pendidikan memberitahu kepada saya bahwa ternyata di Indonesia khususnya pada pendidikan , begitu banyak tempurung pendidikan. Salah satunya tempurung pendidikan terpencil. Pada daerah terpecil ini jumlah siswa pada sekolahannya hanya sedikit, itupun kadang datang, kadang silih berganti. Dalam satu minggu terkadang paling banyak mengajar empat hari, dan jika hujan maka terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu diliburkan. Inilah menjadi masalah dan kendala dalam pendidikan di daerah terpencil ini. Semoga tempurung pendidikan terpencil ini segera diatasi, segera dibuat sesuatu yang membuat semangat untuk siswa siswanya dalam belajar. Terimakasih

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Mengungkap Tempurung Pendidikan. Setelah membaca elegi ini saya belajar bahwasanya sebagai seorang pendidik haruslah terbuka dengan dan menyesuaikan dengan perubahan zaman, janganlah terperangkap dalam zona nyaman yang dapat merugikan siswa. Contohnya, seorang pendidik yang sudah terbiasa dengan metode pembelajaran ekspositori janganlah seterusnya menggunakan metode tersebut. Dalam perjalananya guru juga harus mengembangkan metode pembelajarannya, karena tidak semua materi cocok dengan metode ekspositori. Selain itu pengetahuan yang didapat siswa akan lebih bermakna jika siswa sendiri yang menemukan ataupun mengalaminya, sehingga guru dapat menggunakan invosi metode pembelajaran seperti metode inkuiri. Selain itu sebagai seorang pendidik harusnlah ikhlas hati dan ikhlas pikir, janganlah mengharapkan imbalan lebih dari apa yang telah kita bagikan pada siswa. Dengan begitu, seorang pendidik akan mendapat kenikmatan dunia dan akhirat. Terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca elegi ini memberikan pandangan kepada saya bahwa tempurung pendidikan yang begitu unik dan memiliki kelebihan serta kelemahan pada setiap sistemnya. Saya yang sedang berada dalam tempurung pendidikan itu sendiri bertanya-tanya dalam hati, saat ini saya telah berada dalam tempurung pendidikan yang seperti apa? Namun, menurut saya dimanapun ruang lingkup tempurung pendidikan yang saya jalani semoga dapat menemukan makna dari ilmu itu sendiri. Elegi yang membuat saya ingin mendiskusikan isu ini dengan mendalam. Semoga saya mendapati kesempatan ini dengan bertanya kepada Bapak. Terimakasih sekali Prof. Ulasan yang begitu menarik.

    ReplyDelete
  32. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pendidikan kapital/powernow identik pada pendidikan yang berlangsung sekarang. Guru diusahakan dapat meberikan pengabdiannya yang maksimal dengan tidak mengabaikan aturan-aturan dari pembuat kebijakan. Maksudnya dalam mengajar dan mendidik siswa, guru diminta inovatif dan kreatif mengembangkan metode, model pembelajaran untuk menarik minat siswa dalam belajar. Sejalan dengan itu, fenomena powernow sedikit banyaknya telah mempengaruhi kondisi pendidikan Indonesia saat ini seperti merujuk kepada pemodelan pendidikan asing.

    ReplyDelete
  33. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi mengungkap tempurung pendidikan ini menggambarkan bagaimana pendidikan di Indonesia ini dilaksanakan. Guru-guru memiliki pandangan yang berbeda terhadap pendidikan yang dilaksakannya. Misalnya pada tempurung pendidikan munafik, yaitu dimana seornga guru yang tepaksa menjadi guru, padahal guru itu akan lebih baik jika berasal dari keinginan diri yang paling dalam sehingga akan memunculkan praktek mengajar yang tanpa paksaan.

    ReplyDelete
  34. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari banyak jenis tempurung yang dijelaskan dalam elegi ini, menurut saya yang paling mengerikan adalah tempurungnya pendidikan capital/ powernow. Karena dalam tempurung tersebut dapat ditangkap bahwa ingin merongrong sumber daya dari negeri yang ditumpanginya. Mereka ingin menyedot segala sumber, baik daya maupun alam dengan berperilaku sebagai partner. Hal ini seperti musuh dalam selimut, yang hanya terlihat baik didalam namun ingin menjatuhkan dari dalam. Sehingga kita perlu waspada.

    ReplyDelete
  35. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih Prof. Marsigit atas berbagai perspektif dari para tempurung pendidikan. Alangkah indahnya menjadi seorang pemegang kekuasaan pendidikan di di hatinya terbalut rasa ikhlas dan ketulusan hati dalam menjalani tugas dan kewajiban masing-masing. Alangkah luar biasanya ketika semuanya sadar bahwa pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap insan, sehingga jika semua mampu mengenyam bangku sekolah dan menuntut ilmu dengan baik, akan banyak manfaat dan efek nya bagi dia di dunia maupun di akhirat. Itulah hal yang tersulit, ikhlas. menjadi pemegang kekuasaan pendidikan seperti guru, kepala sekolah, atau menteri pendidikan sekalipun, ditantang dan dituntut untuk peduli terhadap semua anak yang membutuhkan pendidikan. Tidak hanya mementingkan nafsu dan mengejar formal semata, namun pengabdiannya dalam membelajarkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab yang besar dan membutuhkan ketulusan hati dalam menjalaninya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setiap tempurung pendidikan dalam elegi diatas menyajikan berbagai sudut pandang dalam proses pembelajaran. Dari semuanya tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Guru sebagai fasilitator bagi siswa dalam belajar memegang peranan yang sangat penting dalam membangun pengetahuan dan karakter siswa oleh karenanya guru perlu memahami berbagai tempurung pendidikan diatas agar dapat memadukan komponen atau strategi yang manakah yang cocok untuk siswanya. Guru bukanlah segala sumber pengetahuan,Namun guru adalah petunjuk bagi siswa untuk memperoleh berbagai pengetahuan dan memandang siswa sebagai partner pendidikan akan menghasilkan pembelajaran yang efektif (Trianto:2012). Terima Kasih

    ReplyDelete
  37. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari elegi tersebut, dapat saya ketahui bahwa pendidikan itu dipenuhi dengan ketidak beresan. Selagi pendidikan itu masing memiliki tempurung, pendidikan yang sebenarnya tidak akan terjadi, yang terjadi hanyalah chaos, kekacauan. Maka dari itu kita harus terbebas dari tempurung-tempurung itu, tapi tanpa kita sadari bahwa kita sudah di dlam tempurung dan tidak tahu bagimana luar tempurung maupun cara keluar. Kita hanya meraba, berangan, membayangkan pendidikan tanpa tempurung. Semoga kita diberi keikhlasan oleh Allah SWT. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Tempurung bagai terdapat tantangan, hambatan serta permasalahan yang harus dihadapi oleh para guru. Sehingga diperlukan pemikiran yang kritis untuk dapat menyelesaikan hal-hal tersebut dan ini merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam memajukan dunia pendidikan bangsa ini. guru juga harus dinamis untuk memanfaatkan semua sumber belajar yang ada untuk selalau meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan. hidup selalu bergerak secara bebas untuk menambah dan meningkatkan kemampuan yang ada.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tak ada habis-habisnya membahas pendidikan, kali ini elegi mengungkap tempurung pendidikan. Dari jaman ke jaman rasanya pendidikan di Indonesia masih saja penuh dengan tekanan, baik tekanan kepada siswanya, tekanan kepada pendidiknya, maupun tekanan kepada sekolah. Karena berbagai macam tekanan-tekanan itulah, pendidikan di indonesia masih juga belum maju seperti yang diharapkan masyarakat Indonesia, baik masyarakat yang berada di desa, maupun masyarakat yang berada di perkotaan. Padahal pendidikan adalah ujung tombaknya negara, jika pendidikan di suatu negara maju, maka negara itu pun akan maju. Meskipun begitu, pendidikan di Indonesia selalu berusaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan supaya pendidikan di Indonesia lebih baik lagi kualitas dan kuantitasnya.

    ReplyDelete
  40. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami tempurung merupakan suatu objek atau benda yang berfungsi untuk menutupi objek lain yang ada di dalamnya, dan objek yang ada di dalamnya biasanya tidak diketahui dan mengetahui objek yang ada di luar tempurung. Dalam elegi ini kami memahami bahwa tempurung adalah hal yang tampak dari luar, namun tidak terlihat sedikitpun apa yang ada didalamnya, tidak bisa ditebak. Tempurung ini seperti halnya dengan sistem pendidikan di Indonesia, yang kami rasakan bahwa pendidikan dikemas dalam tempurung yang sangat cantik, akan tetapi sulit diketahui apa yang terjadi didalamnya. Berdasarkan data NUPTK pada tahun 2015, Indonesia memiliki lebih dari 3 juta guru, sehingga bisa ada lebih dari 3 juta pemahaman dan persepsi mengenai sistem pendidikan, dan hal yang sulit untuk menyamakan persepsi mengenai hal ini.

    ReplyDelete
  41. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini,maksudnya adalah tentang metode dan model pembelajaran yang berkembang di dunia. Di indonesia sendiri model dan metode yang berkembang sebagian besar masih menggunakan metode pembelajaran tradisional. Metode pembelajaran tradisional seperti menggunakan metode ceramah. Pembelajaran dengan metode seperti itu adalah dengan memberikan materi, bukan menemukan materi. Guru yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Seharusnya siswalah yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka. Maka metode ceramah dirasa kurang efektif. Sedangkan untuk negara-negara maju lainnya metode pembelajaran yang berkembang adalah metode pembelajaran konstruktivis, dimana siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, dimana siswa menemukan konsep. Oleh karena itu agar siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, guru dituntut untuk lebih berinovasi dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  42. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menceritakan tentang karakteristik guru pada masing-masing peradaban. Seperti pada judulnya yakni tempurung, maka tempurung pendidikan ini menjelaskan pendidikan pada scope yang tertera. Misalnya, tempurung pendidikan tribal maka karakteristik yang dikemukakan adalah karakteristik pendidikan (dalam hal ini guru) dari scope masyarakat tribal. Akan tetapi ironisnya, karekteristik guru yang dikemukakan pada elegi ini untuk semua tingkatan peradaban manusia menganggap siswa adalah objek dan bukan sebagai subjek dalam pembelajaran dan semua tujuan dilihat dari perspektif gurunya bukan untuk siswanya. Sebagai calon pendidik di bidang matematika, saya akan berdoa agar tidak menjadi guru dengan karakteristik seperti pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  43. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    dari elegi diatas dapat dipahami bahwa pendidikan di indonesia tidak akan maju apabila pendidikan dijalankan secara monoton dan tanpa inovasi. dalam hal ini pendidikan di indonesia harus dikembangkan juga dengan mencontoh pendidikan dari luar negeri contohnya dari finlandia inggris dan lain sebagainya. dengan hal ini pendidikan kita juga dapat bersaing dengan pendidikan luar negeri sehingga bangsa kita menjadi lebih maju.

    ReplyDelete
  44. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya pendidikan di Indonesia masih terkungkung dalam tempurung. Berbagai macam tempurung yang mengungkung antara lain tempurung archaic, tempurung tribal, tempurung anarkis, sampai tempurung powernow juga. Lalu... bagaimana kita bisa lepas dari tempurung pendidikan ini...? Indonesia perlu kembali pada tujuan pendidikan nasionalnya pada awal.
    Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.(http://www.langkahkebebasan.tk/p/edukasi.html)
    Yah, ini PR besar bagi bangsa, yang ternyata seringkali lupa pada tujuan awal yang diungkapkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia. Para guru Indonesia, saya juga, harus membaca kembali Ki Hajar Dewantara, agar proses pendidikan sungguh untuk memanusiakan manusia, bukan untuk pemerintah atau untuk kepentingan kapitalis sang powernow.

    ReplyDelete
  45. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya pendidikan di Indonesia masih terkungkung dalam tempurung. Berbagai macam tempurung yang mengungkung antara lain tempurung archaic, tempurung tribal, tempurung anarkis, sampai tempurung powernow juga. Lalu... bagaimana kita bisa lepas dari tempurung pendidikan ini...? Indonesia perlu kembali pada tujuan pendidikan nasionalnya pada awal.
    Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.(http://www.langkahkebebasan.tk/p/edukasi.html)
    Yah, ini PR besar bagi bangsa, yang ternyata seringkali lupa pada tujuan awal yang diungkapkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia. Para guru Indonesia, saya juga, harus membaca kembali Ki Hajar Dewantara, agar proses pendidikan sungguh untuk memanusiakan manusia, bukan untuk pemerintah atau untuk kepentingan kapitalis sang powernow.

    ReplyDelete
  46. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Elegi mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Dari berbagai tempurung pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran masih bersifat tradisional. Ada yang hanya karena tuntutan profesi, berlaku diktator, sombong, semena-mena, dan lain sebagainya.
    Keberhasilan pencapaian tujuan harus terdapat adanya korelasi antarkomponen pendidikan. Namun, melihat realita yang ada sekarang belum diberdayakan pembelajaran inovatif. Mayoritas masih berpusat pada guru sebagai subjek pembelajaran. Melihat kondisi pendidikan yang masih perlu direnovasi ini menjadi PR kita sebagai agent of change untuk bergerak dan berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik membaca elegi diatas. Mencoba mengomentari tempurung pendidikan ilalang. Hal yang penting untuk menjadi guru adalah guru itu memang suka mengajar dan mengajar dengan ikhlas. Jika dua hal itu terpenuhi maka akan menjadi guru yang dikangeni siswa. Karena salah satu yang mbuat siswa senang belajar adalah gurunya. Sering siswa suka belajar karena gurunya inspiratif, suka memberikan motivasi, bisa memberi teladan. Guru seperti ini tidak bisa dicapai oleh guru yang tidak suka mengajar dan guru yang tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili K
    17702251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pendidikan harus terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Tetapi yang harus kita perhatikan yang berubah seharusnya bukan semata-mata kulitnya. Selama ini sistem pendidikan kita berubah, tetapi yang berubah hanyalah aturan-aturannya, kurikulumnya, materinya, tetapi tidak dengan proses pembelajarannya. Sering kita dengar bahwa bagaimanapun kurikulumnya pembelajarannya tetaplah teacher-centered. Inilah yang seharusnya kita ubah. Pembelajaran saat ini harusnya berpusat pada siswa (student centered). Maka yang harus diubah adalah pola pikir pelaku-pelaku pendidikan di Indonsia, bukan hanya sistemnya.

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Elegi ini membawa saya pada suasana pendidikan dari masa ke masa. Pendidikan selalu berkembang dari masa ke masa. Di setiap masa ada metode atau model pembelajaran yang khas. Metode pembelajaran yang diterapkan juga berubah sesuai dengan kondisi peserta didik. Metode pembelajaran harus disesuaikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan tepat sasaran. Semoga bangsa Indonesia dapat memajukan pendidikannya melalui inovasi-inovasi metode pembelajarannya.

    ReplyDelete
  50. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Antara pengajar satu dengan pengajar yang lain mempunyai cara mengajar, teknik mengajar, metode mengajar, serta pendekatan yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terlepas dari itu, guru diharapkan terus berinovasi dalam mengembangkan kualitasnya serta senantiasa mengikuti perkembangan iptek.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ada berbagai macam gaya dalam mendidik. Semua gaya itu tentu memiliki jargon masing – masing. Namun menurut saya, pendidikan yang baik adalah yang memanusiakan manusia. Manusia pada hakekakatnya belajar dengan tujuan membangun kecakapan hidup. Oleh karena itu setting pembelajaran di kelas sebaiknya di dirancang untuk aktivitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya

    ReplyDelete
  52. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidikan dapat diartikan berbeda bergantung pada siapa yang mendidik, dimana mendidinya, siapa yang dididik, apa materi yang disampaikan. Terdapat berbagai macam gaya belajar mengajar sesuai dengan paham, budaya, lingkungan dan filsafat yang dianut. Tentu semuanya bertujuan baik untuk membantu siswa mandiri di masa depan. Namun perlu diperhatiakn pula apa dan bagaimana keinginan siswa dalan kegiatan belajar mengajar.

    ReplyDelete
  53. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Elegi di atas menceritakan tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pendidikan kita. Tempurung bisa dianalogikan sebagai hal-hal yang menghambat kita untuk berkembang, dan tempurung-tempurung itu harus dihilangkan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita, mewujudkan pendidikan yang sebenar-benar mendidik, menjaga hak-hak siswa, dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan diri sesuai potensinya. Hal itu tidak bisa didapat dengan instan dan dengan usaha beberapa pihak saja, untuk memperbaikinya semua pihak harus terlibat di dalamnya, pemerintah, pendidik, sekolah, siswa, keluarga, hingga masyarakat.

    ReplyDelete
  54. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tempurung pendidikan merupakan ruang lingkup kecil yang di titik-titik terluarnya berdiri tembok-tembok kokoh yang memungkinkan dia terkena ;engaruh dari luar. Ia hidup berdaarkan aturan yang ada di dalam tempurung itu, dan enggan bersosialisasi dengan dunia di luar tempurung

    ReplyDelete
  55. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Membaca apa yang dikatakan Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow pada bagian akhir, tiba-tiba saya teringat kepada Prof. Marsigit, M.A.. maaf sebelumnya, bukan karena ingin meningi-ninggikan Prof., tapi kalau boleh jujur saya adalah salah satu mahasiswa Bapak yang mengagumi Bapak karena tauladan-tauladan yang Bapak berikan. Tidak hanya menyuruh tetapi juga menjadi contoh yang baik. Salah satu yang saya garis bawahi dari elegi di atas adalah langkah keenam dan ketujuh. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  56. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Pendidikan menjadi ujung tombak suatu Negara. Negara bisa maju jika pendidikannya pun maju. Apa yang akan terjadi jika tidak ada perbaikan yang signifikan pada sistem pendidikan bangsa ini? Pendidikan dari masa ke masa selalu mengalami perubahan dan berkembang ke arah yang lebih baik. Semoga perubahan pendidikan yang kita harapkan dan impikan dapat segera terwujud.
    Pendidikan negara kita memang membingungkan. sedikit sedikit ganti kurikulum, setiap ganti menteri selalu ada saja yang ikut berubah. Pendidikan di daerah terasa berbeda dengan pendidikan di kota, sehingga terjadi kesenjangan yang banyak. Dari kualitas guru hingga sarana dan prasarana. Pemerintah harus segera mengatasi permasalahan ini. Semoga pendidikan di Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  57. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini didapat pelajaran bahwa dalam pendidikan pun tidak terlepas dari mafia pendidikan. Orang-orang yang berkuasa tidak akan mau bekerjasama dengan orang-orang yang kritis dalam pikirannya, karena akan mudah diketahui motif mafia mereka. Jika orang-orang kritis ini sampai masuk kedalam tubuh mereka, maka akan menjadi penghalang mereka dalam menguasai dunia melalui motif pendidikannya.

    ReplyDelete
  58. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dalam elegi tersebut, juga diberi gambaran bagaimana mafia pendidikan merekrut orang-orangnya. Yaitu dicari yang pas-pasan, tidak bodoh banget, tapi juga tidak pinter banget, patuh, hormat, dan bahkan takut dengan mereka. Dengan berisi orang-orang yang mudah disetir, maka hambatan dalam melanggengkan supreme atas pendidikan terus berlanjut.

    ReplyDelete
  59. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap orang pada dasarnya dapat memberikan ilmu ketika kita mampu melihat dan mengambil himahnya. Saya sangat tertarik dengan saran “Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita.”. hal ini benar sekali pak. Bekerjasama dengan orang yang kritis biasanya susah mendapatkan titik temu, ia menganggap semua hal kurang tepat selalu ia mencoba mengkritisi terus dan terus. Terimakasih atas saran-saran lainnya Prof.

    ReplyDelete
  60. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pendidikan di Indonesia masih terjebak di dalam tempurung tempurung. Indonesia harus segera berbenah diri untuk memperbaiki sistem pendidikan dengan cara menampung aspirasi dari berbagai ahli pendidikan. Karena, arus globalisasi yang deras akan lebih menjadi faktor dalam mempengaruhi kebijakan pendidikan di setiap tahunnya. Indonesia harus segera terlepas dari mitos mitos yang menghantui. Boleh menengok negara lain sebagai contoh pengembangan pendidikan, tetapi tidak melupakan dasar negara dan budaya yang ada di Indonesia sendiri.

    ReplyDelete
  61. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan di indonesia tidak akan maju apabila pendidikan dijalankan sejara monoton. dalam hal ini pendidikan di indonesia harus dikembangkan juga dengan mencontoh pendidikan dari luar negeri contohnya dari finlandia inggris dan lain sebagainya. dengan hal ini pendidikan kita juga dapat bersaing dengan pendidikan luar negeri sehingga bangsa kita menjadi lebih maju.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  62. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagaimana digambarkan melalui elegi diatas, bahwa pendidikan Indonesia masih terperangkap dalam tempurung hal ini relevan dengan bagaimana kita mengkotak-kotakkan pendidikan yang menimbulkan keterbatasan keterbatasan dalam perkembangannya. Dengan pengkotakan itu juga menjadikan pendidikan di Indonesia kurang berkembang terkait tidak optimalnya sintesis antar metode, antar pemikiran dan akan menjadikan pendidikan di Indonesia tidak mengalami perkembangan.

    ReplyDelete
  63. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pendidikan itu sangat luas, tidak terbatas hanya pendidikan di dalam sekolah saja. Motif mendidik itu sendiri sangat beragam dan tidak terbatas hanya mendidik dalam arti di lingkungan sekolah. Caranya pun berbeda-beda, tergantung ruang, waktu dan tujuan dari si pendidik tersebut.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menambahkan komen saya di atas, emakin berkembangnya zaman sudah seharusnya dunia pendidikan lebih diperhatikan karena majunya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Menjadi pendidik bukan hanya tentang memberikan informas tetapi juga tentang bagaimana melahirkan anak didik yang mampu berpikir kritis dan mempunyai tingkat spiritual yang kuat. Oleh karena itu dibutuhkan para pendidik yang mau bekerja dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  65. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kritis nya seorang manusia akan memberikan dampak yang membuat para petinggi di dunia ini khawatir. Karena pada dasarnya kritisnya seseorang akan membuka segala hal yang selama ini ditutupi oleh petinggih yang ada di dunia ini. Jika orang yang ada di dunia ini mulai kritis akan apa yang terjadi khusunya dalam dunia pendidikan, maka motif menguasai dunia pendidikan agar dikuasai oleh sebagian golongan akan hancur dan memberikan dampak yang buruh bagi mereka yang berkepentingan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  66. Setelah membaca elegi di atas, saya memperoleh satu pemahaman baru bahwa ada banyak tipe pendidikan. Tipe yang telah diuraikan diatas semuanya menunjukkan bahwa tipe pendidikan masih tradisional dan otoriter. Apabila pendidikan dibiarkan terus tidak demokratis dan inovatif, maka akan sulit bagi kita untuk mengungkapkan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pendidikan yang masih tradisional dan otoriter harus segera dialihkan kepada pendidikan yang inovatif dan demokratis.

    ReplyDelete
  67. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Tempurung pendidikan mungkin maksudnya di sini adalah metode atau pendekatan pembelajaran. Di Indonesia sendiri yang masih marak berlaku adalah metode tradisional di mana guru merupakan pusat pembelajaran, guru yang berperan aktif dalam kelas seperti yang diilustrasikan pada artikel di atas.

    ReplyDelete
  68. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan dari zaman dulu hingga sekarang terus mengalami perkembangan. Pada setiap pendidikan memiliki karakteristik guru dan pembelajarannya masing-masing, yang berbeda satu sama lain. Saat ini pendidikan Indonesia masih tertuju pada pendidikan tradisional, karena pembelajaran saat ini masih berupa transfer of knowledge. Siswa hanya menerima pengetahuan, perintah yang diberikan oleh guru. Pembelajaran dan pengetahuan siswa berpusat pada gurunya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  69. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tempurung pendidikan, artinya pendidikan yang tidak bisa melihat dunia luar karena dibatasi oleh tempurung. Jadi makna yang lebih mendalam ialah pendidikan yang dibatasi. Yang dimaksud batas ini bukan hanya membatasi mata lahir saja. Namun, yang lebih bahaya ialah mata hati dan pikiran yang dibatasi sehingga tidak bisa melihat kebenaran. Salah satu cara untuk melihat kebenaran ialah dengan menyingkap tabir tersebut, bukan berarti meniadakannya. Dari elegi tersebut, menjelaskan bahwa tempurung pendidikan itu merupakan pendidikan dalam scope yang tertera. Pendidikan masih terkungkung dalam suatu batas, sehingga pendidikan di Indonesia perlu kembali kepada tujuan awal pendidikannya agar tidak terkungkung dan mampu bangkit serta berkembang, dapat dengan meneladani pendidikan di negara lain, atau membuat inovasi dan paradigma baru.

    ReplyDelete
  70. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel berjudul Elegi Mengungkap Tempurung Pendidikan yang telah Bapak share kepada kami. Yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah apa itu tempurung pendidikan? seperti apa tempurung pendidikan? dan bagaimana sih mengungkap tempurung pendidikan itu? Tempurung pendidikan adalah sistem pendidikan, metode yang digunakan dalam pendidikan, pendekatan yang dilakukan di dalam pendidikan dan sebagainya. Pada elegi ini,maksudnya adalah tentang metode dan model pembelajaran yang berkembang di dunia. Di indonesia sendiri model dan metode yang berkembang sebagian besar masih menggunakan metode pembelajaran tradisional. Metode pembelajaran tradisional seperti menggunakan metode ceramah. Pembelajaran dengan metode seperti itu adalah dengan memberikan materi, bukan menemukan materi. Guru yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Seharusnya siswalah yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka. Maka metode ceramah dirasa kurang efektif. Sedangkan untuk negara-negara maju lainnya metode pembelajaran yang berkembang adalah metode pembelajaran konstruktivis, dimana siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, dimana siswa menemukan konsep. Oleh karena itu agar siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, guru dituntut untuk lebih berinovasi dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  71. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Elegi di atas mengupas pendidikan yang berlaku pada zaman atau bagiannya masing-masing. Mulai dari zaman menggunakan pukulan untuk mendidik, hingga pendidikan yang masih marak dan laku keras saat ini, yaitu pendidikan proyek dan pendidikan kapital. Pada tempurung pendidikan jalanan ternyata juga masih laku di bangsa ini. Hampir disetiap jalanan, tempat makan, ataupun toko dijumpai anak-anak yang dididik menggunakan pendidikan jalanan ini. Mereka harus melakukan hal yang seharusnya tak mereka lakukan demi mendapat recehan dari lampu merah. Padahal yang seharusnya mereka lakukan yaitu mengenyam pendidikan yang sesuai dengan usianya.

    ReplyDelete