Mar 8, 2011

Elegi MengungkapTempurung Pendidikan




Oleh Marsigit

Tempurung Pendidikan Archaic:
Wahai para siswa, selama engkau belum mau bicara maka tongkatku ini tidak akan saya ambil dari kepalamu. Selama engkau belum benar menggambarnya, maka engkau tidak terbebas dari pukulanku. Camkan itu. Sebagai uji coba maka terimalah pukulanku untuk mengetahui seberapa efektif pukulanku bisa mendidikmu.

Tempurung Pendidikan Tribal:
Wahai muridku, untuk setiap pengetahuan yang engkau dapat dari diriku, maka tebusannya adalah pilih, boleh satu pukulanku, boleh satu tendanganku atau kalau nggak mau pilih maka tunggu siksaanku. Untuk setiap kelalaianmu maka terimalah sepuluh hukumanmu.

Tempurung Pendidikan Anarkhis:

Wahai muridku, untuk setiap satu kebaikan yang engkau raih dariku, maka tebusannya adalah kuasaku. Jika engkau bisa mengukur-ukur kekusaanku maka ambillah satu kebaikkan dariku. Jika engkau tidak mau dengan kesepakatan ini, maka nantikanlah siksaanku. Sungguh aku lebih kuasa menyiksamu dari pada membiarkanmu.

Tempurung Pendidikan Kanibal:
Wahai muridku, untuk setiap derajat kekuasaanmu yang engkau raih dariku maka tebusannya adalah persembahanmu, terserah engkau akan mempersembahkan apa dari diriku. Tetapi jika terpaksa engkau tidak dapat melakukan persembahan sedikitpun kepada diriku, maka tebusannya adalah dirimu sendiri. Sebagi uji coba terimalah gigitanku ini, sekaligus supaya engkau mengerti betapa pedih gigitanku itu.

Tempurung Pendidikan Pedalaman:
Heemm apapun yang terjadi aku tidak mungkin tidak meluluskan walaupun satu saja dari muridku. Jelas di depan mataku, di sebalik semak-semak, orang tua siswa selalu siap membawa pedang dan siap menghunjamkannya kepada diriku manakala mendengar putranya tidak akan lulus. Heem ingat semua muridku silahkan engkau menghendaki apa dariku, pasti saya kabulkan.

Tempurung Pendidikan Laskar:
Heem ingat semua muridku, slogan pendidikanku adalah laskar tanpa batas. Paradigmanya adalah menghancurkan musuh. Berlatihlah sampai berdarah-darah. Lebih baik berdara-darah dalam latihan dari pada berdarah-darah dala pertempuran. Sebesar-besar pengorbananku adalah untuk diriku. Siapkan jiwa ragamu. Jika terpaksa engkau telah gugur di sini maka itu bersifat off the record dan hanya untuk konsumsi kalangan sendiri. Ingat motoku, jadikanlah dirimu mesin-mesin pembunuh musuhmu.

Tempurung Pendidikan Terpencil:
Hemm tak ada pilihan lain, aku tidak tahu mengapa saya tahu-tahu telah bergaul dengan murid-muridku yang jumlahnya sedikit, kadang datang, kadang silih berganti. Sudah cukup bagus bagi diriku mengajar empat hari dalam satu minggu, karena jika hujan maka aku terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu aku libur.

Tempurung Pendidikan Prematur:

Wahai para murid-murid baru, aku dipercaya sebagai sub cabang pendidikan buat dirimu. Walaupun aku tidak mempunyai sertifikat untuk mendidikmu, walaupun aku hanya berbeda satu tahun lebih tua darimu, tetapi akau telah memaksa untuk mendapatkan mandat bisa mendidikmu. Aku tak peduli apakan namanya plonco atau ospek. Pimpinanku memberikan mandat kepadaku itu dikarenakan dia terpaksa dan juga karena dia tidak mengerti. Maka untuk setiap kebaikan yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah keburukanmu. Untuk setiap ilmu yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah penderitaanmu. Semau tebusanmu itu telah menjadikan seakan libidoku telah berhasil menguasaimu semua. Itulah jati diriku yang selama ini aku dambakan. Sebagai perkenalan maka terimalah pukulanku ini. Itulah uji coba kekuatan libidoku.

Tempurung Pendidikan Lokal:

Hemm sayangnya saya hanya bisa mendengar informasi saja. Dari koran bungkus roti, aku kok pernah mendengar ada guru dikirim TOT, apa itu TOT? Aka juga pernah membaca Lesson Study tetapi hanya judulnya saja. Apa itu Lesson Study. Dunia kok semakin rumit, mbok sudah nggak usah repot-repot. Akupun tak akan pernah datang jika diuandang MGMP, karena hanya membahas rencana-rencana yang pada akhirnya mungkin ujung-ujungnya iuran. Tetapi ada satu berita dikoran di mana saya sangat ngiler, konon apa iya guru akan digaji dua kali lipat? Untuk yang terakhir ini, wah apapun akan saya lakukan jika saya bisa mendapatkan kesempatan.

Tempurung Pendidikan Ilalang:
Wahai muridku, ketahuilah bahwa aku menjadi gurumu itu karena takdir saja. Aku sebenarnya tidak suka menjadi gurumu, dan tidak suka mempunyai murid dirimu. Aku juga tidak mampu mendidikmu dan juda tidak mampu menghidupimu. Jangankan menghidupimu, untuk hidupku sendiri saja aku kesulitan. Maka jika engkau mampu bertahan, bertahanlah di situ. Jika tidak maka pergilah. Berikan khabar pada diriku jika engkau sudah mampu memberikan sesuatu kepada diriku.

Tempurung Pendidikan Munafik:
Hai murid-muridku. Dikarenakan tugas sajalah aku terpaksa menjadi gurumu. Tetapi aku ingin sampaikan ambilah kebaikan dari keburukanku. Ambilah kecerdasan dari kebodohanku. Ambilah kelebihan dari kekuranganku. Ambilah teladan dari bukan teladanku. Pahami dan laksanakan pikiranku, walaupun aku juga sulit melaksanakannya. Jangan lakukan keburukan walaupunaku sulit mencegah diriku melakukannya. Segala yang baik datangnya dari diriku, dan segala yang buruk datangnya dari dirimu.

Tempurung Pendidikan Jalanan:
Ikut aku. Duduk dan berdiri disini. Kamu harus bisa tampil supaya dikasihani banyak orang. Jangan bicara capai. Tunggu kode-kodeku dari seberang jalan. Setiap putaran lampu merah, bawalah kesini uangnya. Awas jika tidak menurut perintahku, akan aku pukul engkau.

Tempurung Pendidikan Feudal:
Ning nong ning gung...wahai punggawa buwatlah wargaku agar selalu mengerti tentang Rajanya, siapa dia, bagaimana sifatnya, bagaimana perasaannya, bagaimana pikirannya, bagaimana harapannya, bagaimana tuntutannya, bagaimana peraturannya, bagaimana sedekahnya, bagaimana ...dst. Maka didiklah wargaku itu untuk mengerti sopan santun. Sadarkan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari atas. Ilmu, rejeki, kebenaran, etika, estetika, aturan, tata cara, adat istiadat, ...itu semua datangnya dari atas. Sadarkan dulu tentang kewajiban-kewajiban sebagai warga. Kalau usul harus pakai aturan..misal pepe di alun-alun. Berpikir juga dari atas ke bawah, maka ajarkan pada mereka untuk selalu memikirkan yang ada dibawahnya, dan jangan sekali-kali memikirkan yang ada di atasnya, karena yang demikian akan melanggar kodrat. Buatlah banyak-banyak mitos tetapi jangan disebut sebagai mitos, sebutlah mereka itu warisan nenek moyang yang adiluhung yang datangnya dari atas pula. Maka didiklah mereka agar jangan terbiasa memikirkan mitos, karena sebenar-benar mitos itu adalah metodeku. Maka sadarkan pula bahwa metode itupun datang nya dari atas. Jika terpaksa aku harus menjelaskan mengapa segala sesuatu itu datangnya dari atas, itu karena aku adalah wakil dari yang Maha Kuasa.


Tempurung Pendidikan Tradisional:

Wahai muridku, duduklah yang manis, tangane sideku, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh ngantuk, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum saya suruh. Tidak boleh bernapas..ooh nanti dulu..kalau yang ini boleh nggak ya..ooh silahkan anak-anak..silahkan bernapas sedalam-dalamnya. Duduknya yang tegap, pandanglah selalu wajah saya, dengarkan baik-baik petunjukku. Tidak boleh usul, karena usul itu tidak sopan.

Tempurung Pendidikan Sentral:
Ahh tak beres itu otda. Kalau mereka minta ciri khas, ya ini solusinya ktsp. Mereka tahu apa tentang ktsp. Bikin saja sampulnya tingkat satuan pendidikan, wah ternyata sangat manjur. Mereka ternyata cukup puas dan terbuai dengan sanjunganku itu. Hah hah dasar daerah, maunya juga sok kuasa di daerah, kalau dituruti ya minta semuanya. Ktsp..ktsp..inilah sebenar-benar payungku untuk melenggangkan kuasa pendidikan pusatku terhadap pendidikanmu daerah. Untung pulpennya sang juragan sudah berhasil aku belokkan untuk syahkan ini permen-permen. Permen-permen itulah monumen keberhasilan pendidikan sentralku. Oh permen-permen hanya jika bumi ini terbalik sajalah orang bisa merubah atau mencabutmu. Akan aku buat semua aspek pendidikan bisa dipermenkan. Kalau perlu siswa ijin kencing kekamar mandi juga perlu dijamin dengan permen. Pas dengan pikiran juraganku, bahwa keberhasilan pendidikan di negeri ini dapat diukur dari banyaknya permen.

Tempurung Pendidikan Proyek:

Berapa yang diundang? Oh kurang banyak, kalau sedikit nanti sulit masuk berita. Saya usul jumlah pesertanya 400. Jangan bicara efektif dan kualitas. Nara sumber? Ambil saja dari daerah-daerah terdekat. Pilih hotel yang kompromis. Pilih nara sumber yang kompromis. Ah guru daerah sudah terbiasa dengan porsi yang kecil. Buat pembukaan yang meriah. Undang wartawan. Bukankah berita di koran itu sudah sebagaian dari laporan. Walaupun satu putaran saja, tapi namakan saja tot. Bukankah dengan tot itu akan memberi harapan bagi peserta? Perkara putaran kedua, ketiga ..ah masa bodoh.

Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow:
Jangan berlaku bodoh partnerku. Pertama, kembangkan penelitian, teori, dan beri contoh penerapan biar para tradisional, para tribal dan para arhaic terdecak kagum melihat sepak terjang kita. Kedua, kondisikan hidup dengan standar kapital/powernow. Ketiga, ciptakan slogan dan jargon. Keempat, selidiki, cermati seberapa efektif slogan dan jargon yang kita buat berdampak bagi mereka. Ingat sasaran kita adalah sumber daya dan sumber alamnya. Kelima, ajak kerjasama dengan porsi terbatas dan syarat-syarat ketat, walaupun sebetulnya aku tahu bahwa aku dan mereka tidak setara untuk bekerja sama, tetapi sementara biarlah mereke mengenal istilah itu. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita. Kedelapan,kalau mereka sudah tergantung dengan kita, ciptakan mesin penyedot untuk menyedot sumber alam dan sumber dayanya. Hias mesin penyedotku dengan tradisi dan budayanya,sehingga mereka cukup puas dan bangga menjadikan mesin penyedotku itu sebagai monumen kebanggaan mereka. Bagi mereka yang sudah mulai curiga, libatkan secukupnya kalau perlu diberi kompensasi. Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita. Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita. Begitulah cara menguasai duniake tiga.

28 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini,maksudnya adalah tentang metode dan model pembelajaran yang berkembang di dunia. Di indonesia sendiri model dan metode yang berkembang sebagian besar masih menggunakan metode pembelajaran tradisional. Metode pembelajaran tradisional seperti menggunakan metode ceramah. Pembelajaran dengan metode seperti itu adalah dengan memberikan materi, bukan menemukan materi. Guru yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Seharusnya siswalah yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka. Maka metode ceramah dirasa kurang efektif. Sedangkan untuk negara-negara maju lainnya metode pembelajaran yang berkembang adalah metode pembelajaran konstruktivis, dimana siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, dimana siswa menemukan konsep. Oleh karena itu agar siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, guru dituntut untuk lebih berinovasi dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  2. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menceritakan tentang karakteristik guru pada masing-masing peradaban. Seperti pada judulnya yakni tempurung, maka tempurung pendidikan ini menjelaskan pendidikan pada scope yang tertera. Misalnya, tempurung pendidikan tribal maka karakteristik yang dikemukakan adalah karakteristik pendidikan (dalam hal ini guru) dari scope masyarakat tribal. Akan tetapi ironisnya, karekteristik guru yang dikemukakan pada elegi ini untuk semua tingkatan peradaban manusia menganggap siswa adalah objek dan bukan sebagai subjek dalam pembelajaran dan semua tujuan dilihat dari perspektif gurunya bukan untuk siswanya. Sebagai calon pendidik di bidang matematika, saya akan berdoa agar tidak menjadi guru dengan karakteristik seperti pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  3. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    dari elegi diatas dapat dipahami bahwa pendidikan di indonesia tidak akan maju apabila pendidikan dijalankan secara monoton dan tanpa inovasi. dalam hal ini pendidikan di indonesia harus dikembangkan juga dengan mencontoh pendidikan dari luar negeri contohnya dari finlandia inggris dan lain sebagainya. dengan hal ini pendidikan kita juga dapat bersaing dengan pendidikan luar negeri sehingga bangsa kita menjadi lebih maju.

    ReplyDelete
  4. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya pendidikan di Indonesia masih terkungkung dalam tempurung. Berbagai macam tempurung yang mengungkung antara lain tempurung archaic, tempurung tribal, tempurung anarkis, sampai tempurung powernow juga. Lalu... bagaimana kita bisa lepas dari tempurung pendidikan ini...? Indonesia perlu kembali pada tujuan pendidikan nasionalnya pada awal.
    Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.(http://www.langkahkebebasan.tk/p/edukasi.html)
    Yah, ini PR besar bagi bangsa, yang ternyata seringkali lupa pada tujuan awal yang diungkapkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia. Para guru Indonesia, saya juga, harus membaca kembali Ki Hajar Dewantara, agar proses pendidikan sungguh untuk memanusiakan manusia, bukan untuk pemerintah atau untuk kepentingan kapitalis sang powernow.

    ReplyDelete
  5. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya pendidikan di Indonesia masih terkungkung dalam tempurung. Berbagai macam tempurung yang mengungkung antara lain tempurung archaic, tempurung tribal, tempurung anarkis, sampai tempurung powernow juga. Lalu... bagaimana kita bisa lepas dari tempurung pendidikan ini...? Indonesia perlu kembali pada tujuan pendidikan nasionalnya pada awal.
    Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.(http://www.langkahkebebasan.tk/p/edukasi.html)
    Yah, ini PR besar bagi bangsa, yang ternyata seringkali lupa pada tujuan awal yang diungkapkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia. Para guru Indonesia, saya juga, harus membaca kembali Ki Hajar Dewantara, agar proses pendidikan sungguh untuk memanusiakan manusia, bukan untuk pemerintah atau untuk kepentingan kapitalis sang powernow.

    ReplyDelete
  6. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Elegi mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Dari berbagai tempurung pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran masih bersifat tradisional. Ada yang hanya karena tuntutan profesi, berlaku diktator, sombong, semena-mena, dan lain sebagainya.
    Keberhasilan pencapaian tujuan harus terdapat adanya korelasi antarkomponen pendidikan. Namun, melihat realita yang ada sekarang belum diberdayakan pembelajaran inovatif. Mayoritas masih berpusat pada guru sebagai subjek pembelajaran. Melihat kondisi pendidikan yang masih perlu direnovasi ini menjadi PR kita sebagai agent of change untuk bergerak dan berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  7. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik membaca elegi diatas. Mencoba mengomentari tempurung pendidikan ilalang. Hal yang penting untuk menjadi guru adalah guru itu memang suka mengajar dan mengajar dengan ikhlas. Jika dua hal itu terpenuhi maka akan menjadi guru yang dikangeni siswa. Karena salah satu yang mbuat siswa senang belajar adalah gurunya. Sering siswa suka belajar karena gurunya inspiratif, suka memberikan motivasi, bisa memberi teladan. Guru seperti ini tidak bisa dicapai oleh guru yang tidak suka mengajar dan guru yang tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili K
    17702251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pendidikan harus terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Tetapi yang harus kita perhatikan yang berubah seharusnya bukan semata-mata kulitnya. Selama ini sistem pendidikan kita berubah, tetapi yang berubah hanyalah aturan-aturannya, kurikulumnya, materinya, tetapi tidak dengan proses pembelajarannya. Sering kita dengar bahwa bagaimanapun kurikulumnya pembelajarannya tetaplah teacher-centered. Inilah yang seharusnya kita ubah. Pembelajaran saat ini harusnya berpusat pada siswa (student centered). Maka yang harus diubah adalah pola pikir pelaku-pelaku pendidikan di Indonsia, bukan hanya sistemnya.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Elegi ini membawa saya pada suasana pendidikan dari masa ke masa. Pendidikan selalu berkembang dari masa ke masa. Di setiap masa ada metode atau model pembelajaran yang khas. Metode pembelajaran yang diterapkan juga berubah sesuai dengan kondisi peserta didik. Metode pembelajaran harus disesuaikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan tepat sasaran. Semoga bangsa Indonesia dapat memajukan pendidikannya melalui inovasi-inovasi metode pembelajarannya.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Antara pengajar satu dengan pengajar yang lain mempunyai cara mengajar, teknik mengajar, metode mengajar, serta pendekatan yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terlepas dari itu, guru diharapkan terus berinovasi dalam mengembangkan kualitasnya serta senantiasa mengikuti perkembangan iptek.

    ReplyDelete
  11. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ada berbagai macam gaya dalam mendidik. Semua gaya itu tentu memiliki jargon masing – masing. Namun menurut saya, pendidikan yang baik adalah yang memanusiakan manusia. Manusia pada hakekakatnya belajar dengan tujuan membangun kecakapan hidup. Oleh karena itu setting pembelajaran di kelas sebaiknya di dirancang untuk aktivitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidikan dapat diartikan berbeda bergantung pada siapa yang mendidik, dimana mendidinya, siapa yang dididik, apa materi yang disampaikan. Terdapat berbagai macam gaya belajar mengajar sesuai dengan paham, budaya, lingkungan dan filsafat yang dianut. Tentu semuanya bertujuan baik untuk membantu siswa mandiri di masa depan. Namun perlu diperhatiakn pula apa dan bagaimana keinginan siswa dalan kegiatan belajar mengajar.

    ReplyDelete
  13. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Elegi di atas menceritakan tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pendidikan kita. Tempurung bisa dianalogikan sebagai hal-hal yang menghambat kita untuk berkembang, dan tempurung-tempurung itu harus dihilangkan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita, mewujudkan pendidikan yang sebenar-benar mendidik, menjaga hak-hak siswa, dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan diri sesuai potensinya. Hal itu tidak bisa didapat dengan instan dan dengan usaha beberapa pihak saja, untuk memperbaikinya semua pihak harus terlibat di dalamnya, pemerintah, pendidik, sekolah, siswa, keluarga, hingga masyarakat.

    ReplyDelete
  14. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tempurung pendidikan merupakan ruang lingkup kecil yang di titik-titik terluarnya berdiri tembok-tembok kokoh yang memungkinkan dia terkena ;engaruh dari luar. Ia hidup berdaarkan aturan yang ada di dalam tempurung itu, dan enggan bersosialisasi dengan dunia di luar tempurung

    ReplyDelete
  15. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Membaca apa yang dikatakan Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow pada bagian akhir, tiba-tiba saya teringat kepada Prof. Marsigit, M.A.. maaf sebelumnya, bukan karena ingin meningi-ninggikan Prof., tapi kalau boleh jujur saya adalah salah satu mahasiswa Bapak yang mengagumi Bapak karena tauladan-tauladan yang Bapak berikan. Tidak hanya menyuruh tetapi juga menjadi contoh yang baik. Salah satu yang saya garis bawahi dari elegi di atas adalah langkah keenam dan ketujuh. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Pendidikan menjadi ujung tombak suatu Negara. Negara bisa maju jika pendidikannya pun maju. Apa yang akan terjadi jika tidak ada perbaikan yang signifikan pada sistem pendidikan bangsa ini? Pendidikan dari masa ke masa selalu mengalami perubahan dan berkembang ke arah yang lebih baik. Semoga perubahan pendidikan yang kita harapkan dan impikan dapat segera terwujud.
    Pendidikan negara kita memang membingungkan. sedikit sedikit ganti kurikulum, setiap ganti menteri selalu ada saja yang ikut berubah. Pendidikan di daerah terasa berbeda dengan pendidikan di kota, sehingga terjadi kesenjangan yang banyak. Dari kualitas guru hingga sarana dan prasarana. Pemerintah harus segera mengatasi permasalahan ini. Semoga pendidikan di Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  17. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini didapat pelajaran bahwa dalam pendidikan pun tidak terlepas dari mafia pendidikan. Orang-orang yang berkuasa tidak akan mau bekerjasama dengan orang-orang yang kritis dalam pikirannya, karena akan mudah diketahui motif mafia mereka. Jika orang-orang kritis ini sampai masuk kedalam tubuh mereka, maka akan menjadi penghalang mereka dalam menguasai dunia melalui motif pendidikannya.

    ReplyDelete
  18. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dalam elegi tersebut, juga diberi gambaran bagaimana mafia pendidikan merekrut orang-orangnya. Yaitu dicari yang pas-pasan, tidak bodoh banget, tapi juga tidak pinter banget, patuh, hormat, dan bahkan takut dengan mereka. Dengan berisi orang-orang yang mudah disetir, maka hambatan dalam melanggengkan supreme atas pendidikan terus berlanjut.

    ReplyDelete
  19. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap orang pada dasarnya dapat memberikan ilmu ketika kita mampu melihat dan mengambil himahnya. Saya sangat tertarik dengan saran “Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita.”. hal ini benar sekali pak. Bekerjasama dengan orang yang kritis biasanya susah mendapatkan titik temu, ia menganggap semua hal kurang tepat selalu ia mencoba mengkritisi terus dan terus. Terimakasih atas saran-saran lainnya Prof.

    ReplyDelete
  20. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pendidikan di Indonesia masih terjebak di dalam tempurung tempurung. Indonesia harus segera berbenah diri untuk memperbaiki sistem pendidikan dengan cara menampung aspirasi dari berbagai ahli pendidikan. Karena, arus globalisasi yang deras akan lebih menjadi faktor dalam mempengaruhi kebijakan pendidikan di setiap tahunnya. Indonesia harus segera terlepas dari mitos mitos yang menghantui. Boleh menengok negara lain sebagai contoh pengembangan pendidikan, tetapi tidak melupakan dasar negara dan budaya yang ada di Indonesia sendiri.

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan di indonesia tidak akan maju apabila pendidikan dijalankan sejara monoton. dalam hal ini pendidikan di indonesia harus dikembangkan juga dengan mencontoh pendidikan dari luar negeri contohnya dari finlandia inggris dan lain sebagainya. dengan hal ini pendidikan kita juga dapat bersaing dengan pendidikan luar negeri sehingga bangsa kita menjadi lebih maju.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagaimana digambarkan melalui elegi diatas, bahwa pendidikan Indonesia masih terperangkap dalam tempurung hal ini relevan dengan bagaimana kita mengkotak-kotakkan pendidikan yang menimbulkan keterbatasan keterbatasan dalam perkembangannya. Dengan pengkotakan itu juga menjadikan pendidikan di Indonesia kurang berkembang terkait tidak optimalnya sintesis antar metode, antar pemikiran dan akan menjadikan pendidikan di Indonesia tidak mengalami perkembangan.

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pendidikan itu sangat luas, tidak terbatas hanya pendidikan di dalam sekolah saja. Motif mendidik itu sendiri sangat beragam dan tidak terbatas hanya mendidik dalam arti di lingkungan sekolah. Caranya pun berbeda-beda, tergantung ruang, waktu dan tujuan dari si pendidik tersebut.

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menambahkan komen saya di atas, emakin berkembangnya zaman sudah seharusnya dunia pendidikan lebih diperhatikan karena majunya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Menjadi pendidik bukan hanya tentang memberikan informas tetapi juga tentang bagaimana melahirkan anak didik yang mampu berpikir kritis dan mempunyai tingkat spiritual yang kuat. Oleh karena itu dibutuhkan para pendidik yang mau bekerja dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  25. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kritis nya seorang manusia akan memberikan dampak yang membuat para petinggi di dunia ini khawatir. Karena pada dasarnya kritisnya seseorang akan membuka segala hal yang selama ini ditutupi oleh petinggih yang ada di dunia ini. Jika orang yang ada di dunia ini mulai kritis akan apa yang terjadi khusunya dalam dunia pendidikan, maka motif menguasai dunia pendidikan agar dikuasai oleh sebagian golongan akan hancur dan memberikan dampak yang buruh bagi mereka yang berkepentingan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. Setelah membaca elegi di atas, saya memperoleh satu pemahaman baru bahwa ada banyak tipe pendidikan. Tipe yang telah diuraikan diatas semuanya menunjukkan bahwa tipe pendidikan masih tradisional dan otoriter. Apabila pendidikan dibiarkan terus tidak demokratis dan inovatif, maka akan sulit bagi kita untuk mengungkapkan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pendidikan yang masih tradisional dan otoriter harus segera dialihkan kepada pendidikan yang inovatif dan demokratis.

    ReplyDelete
  27. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Tempurung pendidikan mungkin maksudnya di sini adalah metode atau pendekatan pembelajaran. Di Indonesia sendiri yang masih marak berlaku adalah metode tradisional di mana guru merupakan pusat pembelajaran, guru yang berperan aktif dalam kelas seperti yang diilustrasikan pada artikel di atas.

    ReplyDelete
  28. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan dari zaman dulu hingga sekarang terus mengalami perkembangan. Pada setiap pendidikan memiliki karakteristik guru dan pembelajarannya masing-masing, yang berbeda satu sama lain. Saat ini pendidikan Indonesia masih tertuju pada pendidikan tradisional, karena pembelajaran saat ini masih berupa transfer of knowledge. Siswa hanya menerima pengetahuan, perintah yang diberikan oleh guru. Pembelajaran dan pengetahuan siswa berpusat pada gurunya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete