Mar 8, 2011

Elegi MengungkapTempurung Pendidikan




Oleh Marsigit

Tempurung Pendidikan Archaic:
Wahai para siswa, selama engkau belum mau bicara maka tongkatku ini tidak akan saya ambil dari kepalamu. Selama engkau belum benar menggambarnya, maka engkau tidak terbebas dari pukulanku. Camkan itu. Sebagai uji coba maka terimalah pukulanku untuk mengetahui seberapa efektif pukulanku bisa mendidikmu.

Tempurung Pendidikan Tribal:
Wahai muridku, untuk setiap pengetahuan yang engkau dapat dari diriku, maka tebusannya adalah pilih, boleh satu pukulanku, boleh satu tendanganku atau kalau nggak mau pilih maka tunggu siksaanku. Untuk setiap kelalaianmu maka terimalah sepuluh hukumanmu.

Tempurung Pendidikan Anarkhis:

Wahai muridku, untuk setiap satu kebaikan yang engkau raih dariku, maka tebusannya adalah kuasaku. Jika engkau bisa mengukur-ukur kekusaanku maka ambillah satu kebaikkan dariku. Jika engkau tidak mau dengan kesepakatan ini, maka nantikanlah siksaanku. Sungguh aku lebih kuasa menyiksamu dari pada membiarkanmu.

Tempurung Pendidikan Kanibal:
Wahai muridku, untuk setiap derajat kekuasaanmu yang engkau raih dariku maka tebusannya adalah persembahanmu, terserah engkau akan mempersembahkan apa dari diriku. Tetapi jika terpaksa engkau tidak dapat melakukan persembahan sedikitpun kepada diriku, maka tebusannya adalah dirimu sendiri. Sebagi uji coba terimalah gigitanku ini, sekaligus supaya engkau mengerti betapa pedih gigitanku itu.

Tempurung Pendidikan Pedalaman:
Heemm apapun yang terjadi aku tidak mungkin tidak meluluskan walaupun satu saja dari muridku. Jelas di depan mataku, di sebalik semak-semak, orang tua siswa selalu siap membawa pedang dan siap menghunjamkannya kepada diriku manakala mendengar putranya tidak akan lulus. Heem ingat semua muridku silahkan engkau menghendaki apa dariku, pasti saya kabulkan.

Tempurung Pendidikan Laskar:
Heem ingat semua muridku, slogan pendidikanku adalah laskar tanpa batas. Paradigmanya adalah menghancurkan musuh. Berlatihlah sampai berdarah-darah. Lebih baik berdara-darah dalam latihan dari pada berdarah-darah dala pertempuran. Sebesar-besar pengorbananku adalah untuk diriku. Siapkan jiwa ragamu. Jika terpaksa engkau telah gugur di sini maka itu bersifat off the record dan hanya untuk konsumsi kalangan sendiri. Ingat motoku, jadikanlah dirimu mesin-mesin pembunuh musuhmu.

Tempurung Pendidikan Terpencil:
Hemm tak ada pilihan lain, aku tidak tahu mengapa saya tahu-tahu telah bergaul dengan murid-muridku yang jumlahnya sedikit, kadang datang, kadang silih berganti. Sudah cukup bagus bagi diriku mengajar empat hari dalam satu minggu, karena jika hujan maka aku terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu aku libur.

Tempurung Pendidikan Prematur:

Wahai para murid-murid baru, aku dipercaya sebagai sub cabang pendidikan buat dirimu. Walaupun aku tidak mempunyai sertifikat untuk mendidikmu, walaupun aku hanya berbeda satu tahun lebih tua darimu, tetapi akau telah memaksa untuk mendapatkan mandat bisa mendidikmu. Aku tak peduli apakan namanya plonco atau ospek. Pimpinanku memberikan mandat kepadaku itu dikarenakan dia terpaksa dan juga karena dia tidak mengerti. Maka untuk setiap kebaikan yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah keburukanmu. Untuk setiap ilmu yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah penderitaanmu. Semau tebusanmu itu telah menjadikan seakan libidoku telah berhasil menguasaimu semua. Itulah jati diriku yang selama ini aku dambakan. Sebagai perkenalan maka terimalah pukulanku ini. Itulah uji coba kekuatan libidoku.

Tempurung Pendidikan Lokal:

Hemm sayangnya saya hanya bisa mendengar informasi saja. Dari koran bungkus roti, aku kok pernah mendengar ada guru dikirim TOT, apa itu TOT? Aka juga pernah membaca Lesson Study tetapi hanya judulnya saja. Apa itu Lesson Study. Dunia kok semakin rumit, mbok sudah nggak usah repot-repot. Akupun tak akan pernah datang jika diuandang MGMP, karena hanya membahas rencana-rencana yang pada akhirnya mungkin ujung-ujungnya iuran. Tetapi ada satu berita dikoran di mana saya sangat ngiler, konon apa iya guru akan digaji dua kali lipat? Untuk yang terakhir ini, wah apapun akan saya lakukan jika saya bisa mendapatkan kesempatan.

Tempurung Pendidikan Ilalang:
Wahai muridku, ketahuilah bahwa aku menjadi gurumu itu karena takdir saja. Aku sebenarnya tidak suka menjadi gurumu, dan tidak suka mempunyai murid dirimu. Aku juga tidak mampu mendidikmu dan juda tidak mampu menghidupimu. Jangankan menghidupimu, untuk hidupku sendiri saja aku kesulitan. Maka jika engkau mampu bertahan, bertahanlah di situ. Jika tidak maka pergilah. Berikan khabar pada diriku jika engkau sudah mampu memberikan sesuatu kepada diriku.

Tempurung Pendidikan Munafik:
Hai murid-muridku. Dikarenakan tugas sajalah aku terpaksa menjadi gurumu. Tetapi aku ingin sampaikan ambilah kebaikan dari keburukanku. Ambilah kecerdasan dari kebodohanku. Ambilah kelebihan dari kekuranganku. Ambilah teladan dari bukan teladanku. Pahami dan laksanakan pikiranku, walaupun aku juga sulit melaksanakannya. Jangan lakukan keburukan walaupunaku sulit mencegah diriku melakukannya. Segala yang baik datangnya dari diriku, dan segala yang buruk datangnya dari dirimu.

Tempurung Pendidikan Jalanan:
Ikut aku. Duduk dan berdiri disini. Kamu harus bisa tampil supaya dikasihani banyak orang. Jangan bicara capai. Tunggu kode-kodeku dari seberang jalan. Setiap putaran lampu merah, bawalah kesini uangnya. Awas jika tidak menurut perintahku, akan aku pukul engkau.

Tempurung Pendidikan Feudal:
Ning nong ning gung...wahai punggawa buwatlah wargaku agar selalu mengerti tentang Rajanya, siapa dia, bagaimana sifatnya, bagaimana perasaannya, bagaimana pikirannya, bagaimana harapannya, bagaimana tuntutannya, bagaimana peraturannya, bagaimana sedekahnya, bagaimana ...dst. Maka didiklah wargaku itu untuk mengerti sopan santun. Sadarkan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari atas. Ilmu, rejeki, kebenaran, etika, estetika, aturan, tata cara, adat istiadat, ...itu semua datangnya dari atas. Sadarkan dulu tentang kewajiban-kewajiban sebagai warga. Kalau usul harus pakai aturan..misal pepe di alun-alun. Berpikir juga dari atas ke bawah, maka ajarkan pada mereka untuk selalu memikirkan yang ada dibawahnya, dan jangan sekali-kali memikirkan yang ada di atasnya, karena yang demikian akan melanggar kodrat. Buatlah banyak-banyak mitos tetapi jangan disebut sebagai mitos, sebutlah mereka itu warisan nenek moyang yang adiluhung yang datangnya dari atas pula. Maka didiklah mereka agar jangan terbiasa memikirkan mitos, karena sebenar-benar mitos itu adalah metodeku. Maka sadarkan pula bahwa metode itupun datang nya dari atas. Jika terpaksa aku harus menjelaskan mengapa segala sesuatu itu datangnya dari atas, itu karena aku adalah wakil dari yang Maha Kuasa.


Tempurung Pendidikan Tradisional:

Wahai muridku, duduklah yang manis, tangane sideku, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh ngantuk, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum saya suruh. Tidak boleh bernapas..ooh nanti dulu..kalau yang ini boleh nggak ya..ooh silahkan anak-anak..silahkan bernapas sedalam-dalamnya. Duduknya yang tegap, pandanglah selalu wajah saya, dengarkan baik-baik petunjukku. Tidak boleh usul, karena usul itu tidak sopan.

Tempurung Pendidikan Sentral:
Ahh tak beres itu otda. Kalau mereka minta ciri khas, ya ini solusinya ktsp. Mereka tahu apa tentang ktsp. Bikin saja sampulnya tingkat satuan pendidikan, wah ternyata sangat manjur. Mereka ternyata cukup puas dan terbuai dengan sanjunganku itu. Hah hah dasar daerah, maunya juga sok kuasa di daerah, kalau dituruti ya minta semuanya. Ktsp..ktsp..inilah sebenar-benar payungku untuk melenggangkan kuasa pendidikan pusatku terhadap pendidikanmu daerah. Untung pulpennya sang juragan sudah berhasil aku belokkan untuk syahkan ini permen-permen. Permen-permen itulah monumen keberhasilan pendidikan sentralku. Oh permen-permen hanya jika bumi ini terbalik sajalah orang bisa merubah atau mencabutmu. Akan aku buat semua aspek pendidikan bisa dipermenkan. Kalau perlu siswa ijin kencing kekamar mandi juga perlu dijamin dengan permen. Pas dengan pikiran juraganku, bahwa keberhasilan pendidikan di negeri ini dapat diukur dari banyaknya permen.

Tempurung Pendidikan Proyek:

Berapa yang diundang? Oh kurang banyak, kalau sedikit nanti sulit masuk berita. Saya usul jumlah pesertanya 400. Jangan bicara efektif dan kualitas. Nara sumber? Ambil saja dari daerah-daerah terdekat. Pilih hotel yang kompromis. Pilih nara sumber yang kompromis. Ah guru daerah sudah terbiasa dengan porsi yang kecil. Buat pembukaan yang meriah. Undang wartawan. Bukankah berita di koran itu sudah sebagaian dari laporan. Walaupun satu putaran saja, tapi namakan saja tot. Bukankah dengan tot itu akan memberi harapan bagi peserta? Perkara putaran kedua, ketiga ..ah masa bodoh.

Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow:
Jangan berlaku bodoh partnerku. Pertama, kembangkan penelitian, teori, dan beri contoh penerapan biar para tradisional, para tribal dan para arhaic terdecak kagum melihat sepak terjang kita. Kedua, kondisikan hidup dengan standar kapital/powernow. Ketiga, ciptakan slogan dan jargon. Keempat, selidiki, cermati seberapa efektif slogan dan jargon yang kita buat berdampak bagi mereka. Ingat sasaran kita adalah sumber daya dan sumber alamnya. Kelima, ajak kerjasama dengan porsi terbatas dan syarat-syarat ketat, walaupun sebetulnya aku tahu bahwa aku dan mereka tidak setara untuk bekerja sama, tetapi sementara biarlah mereke mengenal istilah itu. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita. Kedelapan,kalau mereka sudah tergantung dengan kita, ciptakan mesin penyedot untuk menyedot sumber alam dan sumber dayanya. Hias mesin penyedotku dengan tradisi dan budayanya,sehingga mereka cukup puas dan bangga menjadikan mesin penyedotku itu sebagai monumen kebanggaan mereka. Bagi mereka yang sudah mulai curiga, libatkan secukupnya kalau perlu diberi kompensasi. Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita. Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita. Begitulah cara menguasai duniake tiga.

44 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan suatu negara. Tapi bagaimana pendidikan akan maju jika praktek-praktek pendidikan yang anarkhis, bahkan model pendidikan yang diterangkan tempurung pendidikan tribal dan arkhaic, masih diterapkan hingga saat ini. Meskipun pendidikan dari masa ke masa selalu berubah dan berkembang. Tugas kita adalah memastikan bahwa perkembangan pendidikan ini menuju ke arah yang lebih baik. Semoga perubahan pendidikan yang kita harapkan untuk bangsa ini dapat segera terwujud.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ada berbagai macam gaya dalam mendidik. Semua gaya itu tentu memiliki jargon masing – masing. Namun menurut saya, pendidikan yang baik adalah yang memanusiakan manusia. Manusia pada hakekakatnya belajar dengan tujuan membangun kecakapan hidup. Oleh karena itu setting pembelajaran di kelas sebaiknya di dirancang untuk aktivitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seiring dengan perubahan-perubahan paradigma yang terjadi dalam dunia pendidikan, maka banyak pula praktek-praktek pembelajaran yang terjadi yangmana seringkali menjadi sorotan publik. Seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini adalah hukuman yang dilakukan guru berupa kekerasan fisik terhadap siswa. Para orang tua yang merasa tidak terima dengan perlakuan guru tersebut banyak yang menuntut secara hukum. Tentu hal ini tidak hanya berdampak pada karirnya sebagai guru tetapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Pada akhirnya para orang tua akan mengalami krisis kepercayaan terhadap guru sehingga terkadang banyak diantara mereka yang berlebihan dalam menanggapi masalah tersebut. Banyaknya para orangtua yang berani memprotes dan menuntut perlakuan guru terhadap siswanya membuat guru juga menjadi enggan dan takut untuk mendidik siswa semaksimal mungkin. Hal inilah yang membuat guru cenderung membiarkan dan mengabaikan siswanya bahkan guru tidak segan untuk memberikan nilai yang tinggi kepada siswa yang sebenarnya masih belum menguasai kompetensi sesuai KKM agar terhindar dari kemarahan orangtua yang telah memiliki krisis kepercayaan tersebut. Banyaknya guru yang melakukan manipulasi nilai tidak hanya dikarenakan faktor orangtua siswa tetapi juga dari pihak sekolah yang menginginkan agar siswanya lulus 100% dan tidak ada yang tinggal kelas. Hal ini berkaitan dengan citra sekolah yang tentunya tidak ingin sekolahnya mendapatkan citra yang buruk sehingga minat orangtua untuk memasukan anaknya ke sekolah tersebut berkurang.

    ReplyDelete
  4. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seiringi berkembangnya zaman, dunia pendidikan mengalami perubahan. Zaman dahulu, guru bertindak keras terhadap siswa itu merupakan hal biasa, tetapi jika hal tersebut diterapkan pada zaman sekarang sudahlah tidak tepat. Dunia pendidikan saat ini justru harus dibentuk menjadi lembaga yang menyenangkan, mengasyikan dan mencerdaskan. Dengan kata lain menghilangkan kesan buruk dan menyeramkan sehingga anak-anak akan menjadi senang dan termotivasi setiap mengikuti pelajaran. Jika kita pandang strategi pembelajaran yang digunakan guru, di zaman sekarang guru seharusnya dapat menerapkan berbagi strategi, model dan metode pembelajaran yang ad, sehingga siswa tidak akan merasa bosan dalam mengikuti pelajaran.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidikan di negeri ini seharusnya bisa disamakan dengan negara maju lainnya, jika seluruh pihak yang terkait dalam pendidikan dapat memberikan konstribusi yang maksimal. Fenomena yang terjadi saat ini malah sebaliknya. Merubah mindset menjadi lebih inovatif, semoga penddikan di Indonesia biasa seperti di negara lain bahkan lebih maju dan lebih baik dari negara lain.


    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Para pemegang kekuasaan untuk menguasai dunia ketiga maka mereka akan menghindari bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif mereka.
    Karena jika merekabekerja sama dengan yang kritis dan mengetahui motif akan menghambat usaha mereka dan dikhawatirkan mereka tidak akan mampu menguasai dunia ketiga.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terdapat berbagai jenis tempurung pendidikan yaitu archaic, tribal, anarkhis, kanibal, pedalaman, laskar, terpencil, prematur, lokal, ilalang, munafik, jalanan, feudal, tradisional, sentral, proyek, kapital/powernow. Semua jenis tempurung pendidikan memilki tujuan masing-masing. Sebenar-benarnya tujuan dari pendidikan itu adalah membangun sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia serta memanusiakan manusia.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    elegi diatas mengungkapkan mengenai praktik pembelajaran di sekolah. Dari berbagai tempurung pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran masih bersifat tradisional. Salah satu penyebabnya adalah permasalahan dari sisi komponen pendidik dan pembuat kebijakan. Niat akan menyalurkan ilmu dan mencerdaskan kehidupan bangsa belum setulus sesuai dengan apa yang diharapkan. maka peran guru sangat dibutuhkan.

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Peserta didik sering menampakkan situasi yang berlawanan. Pendidik matematika ibarat tamu yang tak diundang, datang kadang tidak sepenuhnyadiperhatikan. Peserta didik tidak aktif atau belajar melakukan aktivitas-aktivitas dengan setengah hati. Peserta didik enggan bekerjasama, berkelompok, melaksanakan, dan berupaya dengan keras menyelesaikan soal atau tugas-tugas.
    Stigma negatif acapkali melekat pada pendidik matematika, materi-materi matematika, atau pengajaran matematika. Banyak upaya mengubah situasi itu, seperti dengan menerapkan strategi, pendekatan, model pembelajaran, atauorientasi pembelajaran yang mutakhir. Upaya itu masih terus berlangsung hingga saat ini. Kondisi demikian merupakan masalah yang harus diatasi dan akan selalu dihadapi pendidik terutama pendidik matematika. Masalah itu berkembang mengikuti masa dan dinamika perubahan yang terjadi. Untuk mengatasinya, langkah awal adalah mengidentifikasi berbagai masalah secara sistematis kemudian merumuskan berbagai upaya mengatasi masalah-masalah tersebut secara fleksibel.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita”
    Begitulah elegi yang digunakan para pemegang kekuasaan agar dapat menguasai dunia ketiga.
    Karena hambatan ynag muncul pasti sangatlah sangat minim ataubahkan tidak ada.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi dia atas adalah penggambaran tentang beberapa kondisi pendidikan di negara kita ini. Maih banyak yang telihat merugikan murid, baik secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran yang inovatif dan mampu menhidupkan siswa sehingga siswa tidak selalu hidup dalam tempurung.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidikan dapat diartikan berbeda bergantung pada siapa yang mendidik, dimana mendidinya, siapa yang dididik, apa materi yang disampaikan. Terdapat berbagai macam gaya belajar mengajar sesuai dengan paham, budaya, lingkungan dan filsafat yang dianut. Tentu semuanya bertujuan baik untuk membantu siswa mandiri di masa depan. Namun perlu diperhatiakn pula apa dan bagaimana keinginan siswa dalan kegiatan belajar mengajar.

    ReplyDelete
  13. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elgi ini saya memeproleh pemahaman bahwa ada banyak tipe karakteristik pendidikan. Karakteristik tersebut masih menunjukkan bahwa pendidikan bersifat tradisional. Seharusnya karakteristik ini sudah menjadi fosil jika pada masa sekarang ini. Intinya harus kita hindari. Karena pendidikan yang tradisional ini apabila dibiarkan terus seperti itu, maka akan sulit bagi kita untuk mengungkapkan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Sehingga solusi yang tepat adalah salah satunya dengan menjadikan inovasi baru yaitu berupa pendidikana yang inofatif. Sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman di era abad ke 21 ini.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pendidikan memang penting dalam suatu bangsa, bahkan pendidikan itu sendiri adalah ujung tombak untuk kemajuan suatu bangsa. Namun sehebat apapun pendidikan, setinggi apapun pendidikan akan hancur jika tidak dibarengi dengan moral. Pada saat ini kita sering membicarakan kenakalan remaja, namun kita tidak pernah mengkaji kenakalan orang tua, kenakalan guru, kenakalan para pejabat. Percuma pendidikan di Indonesia ini tinggi tapi para public pigur mempertontonkan kebodohan. Karena anak-anak ataupun siswa akan lebih mudah meniru apa yang mereka lihat ketimbang apa yang mereka dengar. Maka sebelum pendidikan itu dirancang untuk siswa maka alangkah baiknya moral dari para pejabat, guru, elit politik, dan public pigur lainnya yang mesti diperbaiki.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Siswa pada zaman modern ini sudah sangat kritis. Hal ini karena pengaruh lingkungan di sekitarnya yang membentuknya demikian. Oleh karena itu sudah sepatutnya jika siswa menuntut pembelajaran yang inovatif. Dengan pembelajaran yang inovatif di sekolah dapat menyeimbangkan pemikirannya yang kritis yang telah dibangun dari lingkungannya. Dengan pemikiran yang demikian akan mudah dalam mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Sesungguhnya pendidikan saangat menentukan perubahan paradigma pemikiran, tingkah laku, spritual dan ucapan. Pendidikan memberi pengetahuan yang baru seperti pengalaman dan masalah contohnya yaitu perubahan masyarakat Tribal menuju masyarakat tradisional. Karena pengalaman dan masalah dalam kehidupannya, mereka dapat beradaptasi dan memikirkan solusi untuk menyelesaikan permaslahannya. Begitu pula pendidikan pada masa sekarang, pendidikan sudah mampu membentuk masyarakat modern dari masyarakat archaic.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Menurut saya tempurung pendidikan merupakan sesuatu yang menyembunyikan maksud sebenarnya dari pendidikan. Terlihat dalam elegi bahwa maksud tersembunyi dari pendidikan power now adalah untuk menyedot sumber daya dan sumber daya alam yang ada. mereka menghindari orang yang berpikir kritis karena hanya akan menghalangi rencana mereka. Indonesia yang merupakan negara yang terkena imbas power now sekarang sudah bergantung dan disedot sumber daya dan sumber daya alamnya. Lalu, bagaimana nasib penerus-penerus bangsa. Merupakan tugas bagi kita generasi sekarang untuk berusaha membangun generasi mendatang yang berpikir kritis dan memiliki sikap spiritual yang baik sehingga di masa depan Indonesia ini menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  18. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki keberagaman pendidikan. Pemerataan pendidikan masih harus diperjuangkan karena masih banyak daerah-daerah yang ketinggalan informasi dan sarpras. Dari elegi ini terlihat bahwa pendidikan di Indonesia masih banyak yang terpusat pada guru dengan motivasi yang berbeda-beda. Usaha pemerataan pendidikan membutuhkan kerjasama dari semua pihak yang terlibat baik itu pemerintah maupun guru-guru yang ada. jika dilakukan dengan hati yang ikhlas maka pasti pemerataan pendidikan ini dapat terjadi.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi diatas, saya menangkap bahwa pendidikan masih berpusat pada guru, hal tersebut tak begitu baik jika terus menerus. Diperlukan penyadaran kepada siswa bahwa pendidkan adalah untuk mereka. Hal tersebut dapat membuat siswa termotivasi untuk aktif dan tidak lagi berpusat pada guru. Selain lagi buat siswa tertarik dengan pembelajaran. Semoga bermanfaat

    Terimakasih

    ReplyDelete
  20. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seiring perkembangan jaman, semakin beragam juga paradigm dalam pendidikan. Adapun sebagai pemegang kekuasaan jangannlah diperbudak oleh bentuk paradigm. Bolehlah mengambil satu paradigm namun janganlah tiap detik berubah paradigm lain. Lebih baik ambil satu, dengan setiap detiknya mengevaluasinya agar teru-terus menjadi lebih jernih. Seperti Batu yang diasah stiap goskannya akan memberikan nilain lebih yang nantinya akan secemerlang bagaikan berlian.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam tempurung tradisional, pendidikan lebih banyak berpusat pada guru dan siswa mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru. Hal ini akan membuat siswa sulit mengembangkan kemampuannya karena siswa terbatas oleh perintah yang diberikan oleh guru. Sudah selayaknya mulai berbenah dalam bidang pendidikan agar pendidikan dapat lebih maju dan siswa dapat dengan sungguh – sungguh mengalami belajar dalam dirinya. Dengan adanya metode mengajar yang bervariasi diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan supaya siswa tidak bosan dalam mengikuti pelajaran.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan tempurung pendidikan terpencil. menurut saya memang tidak mudah mengajar di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. tetapi sekarang sudah ada SM3T yang mungkin dapat sedikit membantu mengajar di daerah 3T tersebut. selain membantu mengajar manfaat SM3T menurut saya juga dapat membuat calon pendidik menjadi pendidik yang sesungguhnya, yang dapat mengajar di segala kondisi yang ada.

    ReplyDelete
  23. Ika Agustina Fitriani
    1430124018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari artikel diatas, pembelajaran matematika di Indonesia masih mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada guru. Hal ini membuat siswa kurang kreatif dan kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya. Guru hendaknya menciptakan sebuah pembelajaran yang mampu membawa siswa untuk aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Dari berbagai tempurung pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran masih bersifat tradisional. Ada yang hanya karena tuntutan profesi, berlaku diktator, sombong, semena-mena, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberhasilan pencapaian tujuan harus terdapat adanya korelasi antarkomponen pendidikan. Namun, melihat realita yang ada sekarang belum diberdayakan pembelajaran inovatif. Mayoritas masih berpusat pada guru sebagai subjek pembelajaran. Melihat kondisi pendidikan yang masih perlu direnovasi ini menjadi PR kita sebagai agent of change untuk bergerak dan berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti judulnya “termpurung pendidikan”, seolah pendidikan ini tertutup dan hanya itu – itu saja menurut suatu warisan. Dari elegi di atas dijelaskna tentang pendidikan yang terjadi di dunia ini. Menurut saya itu semua benar sekali dengan kondisi pendidikan saat ini. Sehingga sebaiknya ada perbaikan yang benar – benar menuju ke arah pendidikan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  27. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Hingga saat ini masih banyak guru yang menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada guru atau masih bersifat tradisional. Padahal jika dilihat, model pembelajaran yang berpusat pada guru dengan sentuhan kekerasan sudah tidak relevan lagi dengan siswa-siswa zaman sekarang. Sekarang bukan masanya lagi memberikan pelajaran kepada siswa dengan kekerasan dan kekangan. Karena jika diperlakukan dengan kekerasan, siswa justru brutal atau akan menempuh jalur pintas dengan melaporkan guru yang melakukan kekerasan ke pihak berwajib. Metode pendidikan yang sesuai dengan era saat sekarang ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan menghilangkan unsur kekerasan, justru memberikan perhatian penuh kepada siswa, namun kita tetap menjadi pendidik dan pembimbing bagi mereka.

    ReplyDelete
  28. Di atas langit masih ada langit. Dalam pendidikan masih ada lingkaran-lingkaran yang berlapis-lapis. Mula-mula dari lingkaran primitif, kemudian menuju tradisional. Tradisinal belum puas kemudian modern, belum puas lagi kemudian ke pendidikan yang lain. Masih dimungkinkan untuk membentuk sistem pendidikan yang mengambil kebaikan dari tiap sistem yang ada. Atau malah menciptakan sistem yang baru yang sesuai dengan karakter bangsa. Itupun akan menciptakan tempurung yang baru.

    ReplyDelete
  29. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi MengungkapTempurung Pendidikan” dapat disimpulkan bahwa antara guru pengajar satu dengan guru pengajar yang lain mempunyai cara mengajar, teknik mengajar, metode mengajar, serta pendekatan yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Dan masing-masing mempunyai kelebihan maupun kekurangannya sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  30. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menggambarkan potret pendidikan di Indonesia. Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia seringkali yang menjadi korabn adalah siswa. Misalnya saja pad akurikulum saat ini dilakukan perubahan, bukan hal yang mudah bagi siswa untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru.

    ReplyDelete
  31. Nita Lathifah Islamiyah
    1431244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas menggambarkan kondisi pendidkan saat ini di Indonesia. Maka sejatinya, perlu perbaikan atau evaluasi terhadap kondisi pendidikan saat ini. Tidak hanya petinggi-petinggi yang bisa merubah, dalm aspek aspek kecil dibawahnya juga dapat mempengaruhi, yang penting ada keinginan dan usaha.

    ReplyDelete
  32. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berbicara soal pendidikan, Artinya berbicara soal masa depan negara. Baik tidaknya suatu negara, maju mundurnya suatu negara, salah satunya dapat dilihat dari baik tidaknya pendidikan di negara tersebut. Sudah dapat dibayangkan bagaimana jadinya suatu negara jika masih terdapat praktek-praktek pendidikan yang anarkhis, bahkan model pendidikan yang diterangkan tempurung pendidikan tribal dan arkhaic, masih diterapkan hingga saat ini. Perlu adanya perbaikan baik dari sistem pendidikan, strategi pembelajaran di sekolah hingga pengembangan bahan ajar disekola agar nantinya dapat mengurangi prakter-praktek pendidikan yang mengerikan tersbeut.

    ReplyDelete
  33. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seiring perkembangan zaman, metode pembelajaran yang digunakanpun semakin beragam. Jika beberapa puluh tahun yang lalu pembelajaran yang dilakukan selalu menganggap siswa tidak memiliki bekal apapu dan guru mengetahui semuanya, maka pembelajaran di era sekarang sudah jauh berbeda. Pelaksanaan pembelajaran di era sekarang lebih menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan siswa dengan melibatkan aktivitas siswa. Hal ini akan membuat siswa memahami sendiri ilmu pengetahuan yang diperoleh sehingga akan selalu diingat oleh siswa.

    ReplyDelete
  34. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan bagi sebuah negara merupakan hal yang sangat vital karena dari bidang pendidikanlah karakter sebuah bangsa dapat dibentuk. Saat ini pendidikan di Indonesia masih bisa dibilang menggunakan metode tradisionl yaitu ceramah. Dengan melihat ke negara lain maka hal ini sangat berbadinding terbalik. Di luar negeri pembelajaran sudah mulai dengan student center yaitu dengan cara diskusi. Peserta didik sudah diperkenalkan dengan diskusi sejak sekolah dasar. Sedangkan di Indonesia yang ada hanya penyampaian ceramah dari guru ke siswa.

    ReplyDelete
  35. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terdapat beberapa jenis praktik pendidikan di sekolah yang dapat diterapkan oleh guru. Akan tetapi, dalam penerapannya pun Guru hanya mengikuti kurikulum yang sedang berlaku. Meskipun demikian, guru juga perlu kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran di kelas, dengan melibatkan peran aktif siswa dan memeuhi kebutuhan siswa. Pemerintah dapat mengadopsi sistem pendidikan di luar negeri yang sudah maju guna memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  36. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terdapat berbagai macam cara yang dapat digunakan dalam membelajarkan matematika. Namun, jika membaca postingan di atas, nampaknya cara-cara tersebut membuat banyak objek didik terkekang maupun terlantar sperti dalam ilustrasi tempurung pendidikan ilalang, ya meskipun ada pula beberapa objek didik yang mampu bertahan. Maka, dalam membelajarkan matematika sebaiknya menciptakan situasi yang mampu mendorong siswa mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  37. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada tipe/karakteristik pendidikan yang otoriter artinya pembelajaran tidak mengembangkan kemampuan siswa, namun siwa hanya dijejali materi. Apabila pendidikan dibiarkan terus seperti itu (tidak demokratis dan inovatif), maka akan sulit bagi kita untuk mengungkapkan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pendidikan yang masih tradisional dan otoriter harus segera dialihkan kepada pendidikan yang inovatif dan demokratis.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Mufti hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Dalam cara pengajaran mempunyai cirikhas masing-masing. Jika menggunakan pendidikan liberal " Ya kan masing-masing punya keyakinan, tak perlulah kamu memaksakan pendapat, kaya kamu yanmg paling benar saja". Terkadang dalam suatu ruang dan waktu tak bisa disamakan antar ruang dn waktu yang lain. pendidikan dalam militer tak dapat menggunakan cara lokal. begitu pula yang lain. Hanya saja suatu pendidikan cara pengajaran nya disesuaikan dengan apa yang hendak dicapai.

    ReplyDelete
  39. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  40. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pendidikan itu janganlah langsung menuju kedalam isinya namun terlebih dahulu membukanya kepada dunia luar. Sehingga dengan kesadaran dirinya diharapkan para elemen pendidikan dengan paradigm yang satu dapat memanfaatkan berbagai variasi untuk mendapakan dan memfasilitasi pendidikan yang baik.

    ReplyDelete
  41. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Paradigma pendidikan terus berkembang bersama dengan perkembangan jaman, semakin banyak ragamnya. Paradigma yang beragam itu ada baiknya hanya dipilih satu saja, dikembangkan secara fokus, evaluasi berulang kali hingga lebih murni. Jangan terlalu sering berpindah paradigma.

    ReplyDelete
  42. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Dunia pendidikan merupakan inti dari kemajuan suatu negara. Akan tetapi penerapan metode pembelajaran di Indonesia masih banyak keragaman, semoga penĸidikan dinegara kita dapat lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  43. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pentingnya belajar dan memiliki ilmu yang tinggi harus dituntut setelah membaca elegi di atas. Secara tidak sadar kita sudah menjadi tempurung tempurung pendidikan. Powernow pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyedot sumber alam dan sumber daya kita. Kita bisa apa?. Lakukan yang terbaik dan stop jadi tempurung pendidikan. Berdoalah kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menjalaninya.

    ReplyDelete
  44. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan di Indonesia selalu menuju kepada kesempurnaan sesuai dengan jaman yang penuh dengan teknologi, kurikulum silih berganti diubah dengan tujuan agar pendidikan yang terjadi semakin berkualitas. Tetapi upaya tersebut tidak dibarengi dengan kemampuan SDM diberbagai wilayah di Indonesia. Banyak guru yang mengajarkan siswanya dengan cara orang dewasa yang meminta kepada anak-anak, hal ini yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak maju kearah depan. Model dan pendekatan yang digunakan pun kurang bervariasi dan berinovasi sehingga banyak siswa yang merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung, dimana guru tidak mengembangkan perangkat pembelajarannya.

    ReplyDelete