Mar 8, 2011

Elegi MengungkapTempurung Pendidikan




Oleh Marsigit

Tempurung Pendidikan Archaic:
Wahai para siswa, selama engkau belum mau bicara maka tongkatku ini tidak akan saya ambil dari kepalamu. Selama engkau belum benar menggambarnya, maka engkau tidak terbebas dari pukulanku. Camkan itu. Sebagai uji coba maka terimalah pukulanku untuk mengetahui seberapa efektif pukulanku bisa mendidikmu.

Tempurung Pendidikan Tribal:
Wahai muridku, untuk setiap pengetahuan yang engkau dapat dari diriku, maka tebusannya adalah pilih, boleh satu pukulanku, boleh satu tendanganku atau kalau nggak mau pilih maka tunggu siksaanku. Untuk setiap kelalaianmu maka terimalah sepuluh hukumanmu.

Tempurung Pendidikan Anarkhis:

Wahai muridku, untuk setiap satu kebaikan yang engkau raih dariku, maka tebusannya adalah kuasaku. Jika engkau bisa mengukur-ukur kekusaanku maka ambillah satu kebaikkan dariku. Jika engkau tidak mau dengan kesepakatan ini, maka nantikanlah siksaanku. Sungguh aku lebih kuasa menyiksamu dari pada membiarkanmu.

Tempurung Pendidikan Kanibal:
Wahai muridku, untuk setiap derajat kekuasaanmu yang engkau raih dariku maka tebusannya adalah persembahanmu, terserah engkau akan mempersembahkan apa dari diriku. Tetapi jika terpaksa engkau tidak dapat melakukan persembahan sedikitpun kepada diriku, maka tebusannya adalah dirimu sendiri. Sebagi uji coba terimalah gigitanku ini, sekaligus supaya engkau mengerti betapa pedih gigitanku itu.

Tempurung Pendidikan Pedalaman:
Heemm apapun yang terjadi aku tidak mungkin tidak meluluskan walaupun satu saja dari muridku. Jelas di depan mataku, di sebalik semak-semak, orang tua siswa selalu siap membawa pedang dan siap menghunjamkannya kepada diriku manakala mendengar putranya tidak akan lulus. Heem ingat semua muridku silahkan engkau menghendaki apa dariku, pasti saya kabulkan.

Tempurung Pendidikan Laskar:
Heem ingat semua muridku, slogan pendidikanku adalah laskar tanpa batas. Paradigmanya adalah menghancurkan musuh. Berlatihlah sampai berdarah-darah. Lebih baik berdara-darah dalam latihan dari pada berdarah-darah dala pertempuran. Sebesar-besar pengorbananku adalah untuk diriku. Siapkan jiwa ragamu. Jika terpaksa engkau telah gugur di sini maka itu bersifat off the record dan hanya untuk konsumsi kalangan sendiri. Ingat motoku, jadikanlah dirimu mesin-mesin pembunuh musuhmu.

Tempurung Pendidikan Terpencil:
Hemm tak ada pilihan lain, aku tidak tahu mengapa saya tahu-tahu telah bergaul dengan murid-muridku yang jumlahnya sedikit, kadang datang, kadang silih berganti. Sudah cukup bagus bagi diriku mengajar empat hari dalam satu minggu, karena jika hujan maka aku terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu aku libur.

Tempurung Pendidikan Prematur:

Wahai para murid-murid baru, aku dipercaya sebagai sub cabang pendidikan buat dirimu. Walaupun aku tidak mempunyai sertifikat untuk mendidikmu, walaupun aku hanya berbeda satu tahun lebih tua darimu, tetapi akau telah memaksa untuk mendapatkan mandat bisa mendidikmu. Aku tak peduli apakan namanya plonco atau ospek. Pimpinanku memberikan mandat kepadaku itu dikarenakan dia terpaksa dan juga karena dia tidak mengerti. Maka untuk setiap kebaikan yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah keburukanmu. Untuk setiap ilmu yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah penderitaanmu. Semau tebusanmu itu telah menjadikan seakan libidoku telah berhasil menguasaimu semua. Itulah jati diriku yang selama ini aku dambakan. Sebagai perkenalan maka terimalah pukulanku ini. Itulah uji coba kekuatan libidoku.

Tempurung Pendidikan Lokal:

Hemm sayangnya saya hanya bisa mendengar informasi saja. Dari koran bungkus roti, aku kok pernah mendengar ada guru dikirim TOT, apa itu TOT? Aka juga pernah membaca Lesson Study tetapi hanya judulnya saja. Apa itu Lesson Study. Dunia kok semakin rumit, mbok sudah nggak usah repot-repot. Akupun tak akan pernah datang jika diuandang MGMP, karena hanya membahas rencana-rencana yang pada akhirnya mungkin ujung-ujungnya iuran. Tetapi ada satu berita dikoran di mana saya sangat ngiler, konon apa iya guru akan digaji dua kali lipat? Untuk yang terakhir ini, wah apapun akan saya lakukan jika saya bisa mendapatkan kesempatan.

Tempurung Pendidikan Ilalang:
Wahai muridku, ketahuilah bahwa aku menjadi gurumu itu karena takdir saja. Aku sebenarnya tidak suka menjadi gurumu, dan tidak suka mempunyai murid dirimu. Aku juga tidak mampu mendidikmu dan juda tidak mampu menghidupimu. Jangankan menghidupimu, untuk hidupku sendiri saja aku kesulitan. Maka jika engkau mampu bertahan, bertahanlah di situ. Jika tidak maka pergilah. Berikan khabar pada diriku jika engkau sudah mampu memberikan sesuatu kepada diriku.

Tempurung Pendidikan Munafik:
Hai murid-muridku. Dikarenakan tugas sajalah aku terpaksa menjadi gurumu. Tetapi aku ingin sampaikan ambilah kebaikan dari keburukanku. Ambilah kecerdasan dari kebodohanku. Ambilah kelebihan dari kekuranganku. Ambilah teladan dari bukan teladanku. Pahami dan laksanakan pikiranku, walaupun aku juga sulit melaksanakannya. Jangan lakukan keburukan walaupunaku sulit mencegah diriku melakukannya. Segala yang baik datangnya dari diriku, dan segala yang buruk datangnya dari dirimu.

Tempurung Pendidikan Jalanan:
Ikut aku. Duduk dan berdiri disini. Kamu harus bisa tampil supaya dikasihani banyak orang. Jangan bicara capai. Tunggu kode-kodeku dari seberang jalan. Setiap putaran lampu merah, bawalah kesini uangnya. Awas jika tidak menurut perintahku, akan aku pukul engkau.

Tempurung Pendidikan Feudal:
Ning nong ning gung...wahai punggawa buwatlah wargaku agar selalu mengerti tentang Rajanya, siapa dia, bagaimana sifatnya, bagaimana perasaannya, bagaimana pikirannya, bagaimana harapannya, bagaimana tuntutannya, bagaimana peraturannya, bagaimana sedekahnya, bagaimana ...dst. Maka didiklah wargaku itu untuk mengerti sopan santun. Sadarkan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari atas. Ilmu, rejeki, kebenaran, etika, estetika, aturan, tata cara, adat istiadat, ...itu semua datangnya dari atas. Sadarkan dulu tentang kewajiban-kewajiban sebagai warga. Kalau usul harus pakai aturan..misal pepe di alun-alun. Berpikir juga dari atas ke bawah, maka ajarkan pada mereka untuk selalu memikirkan yang ada dibawahnya, dan jangan sekali-kali memikirkan yang ada di atasnya, karena yang demikian akan melanggar kodrat. Buatlah banyak-banyak mitos tetapi jangan disebut sebagai mitos, sebutlah mereka itu warisan nenek moyang yang adiluhung yang datangnya dari atas pula. Maka didiklah mereka agar jangan terbiasa memikirkan mitos, karena sebenar-benar mitos itu adalah metodeku. Maka sadarkan pula bahwa metode itupun datang nya dari atas. Jika terpaksa aku harus menjelaskan mengapa segala sesuatu itu datangnya dari atas, itu karena aku adalah wakil dari yang Maha Kuasa.


Tempurung Pendidikan Tradisional:

Wahai muridku, duduklah yang manis, tangane sideku, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh ngantuk, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum saya suruh. Tidak boleh bernapas..ooh nanti dulu..kalau yang ini boleh nggak ya..ooh silahkan anak-anak..silahkan bernapas sedalam-dalamnya. Duduknya yang tegap, pandanglah selalu wajah saya, dengarkan baik-baik petunjukku. Tidak boleh usul, karena usul itu tidak sopan.

Tempurung Pendidikan Sentral:
Ahh tak beres itu otda. Kalau mereka minta ciri khas, ya ini solusinya ktsp. Mereka tahu apa tentang ktsp. Bikin saja sampulnya tingkat satuan pendidikan, wah ternyata sangat manjur. Mereka ternyata cukup puas dan terbuai dengan sanjunganku itu. Hah hah dasar daerah, maunya juga sok kuasa di daerah, kalau dituruti ya minta semuanya. Ktsp..ktsp..inilah sebenar-benar payungku untuk melenggangkan kuasa pendidikan pusatku terhadap pendidikanmu daerah. Untung pulpennya sang juragan sudah berhasil aku belokkan untuk syahkan ini permen-permen. Permen-permen itulah monumen keberhasilan pendidikan sentralku. Oh permen-permen hanya jika bumi ini terbalik sajalah orang bisa merubah atau mencabutmu. Akan aku buat semua aspek pendidikan bisa dipermenkan. Kalau perlu siswa ijin kencing kekamar mandi juga perlu dijamin dengan permen. Pas dengan pikiran juraganku, bahwa keberhasilan pendidikan di negeri ini dapat diukur dari banyaknya permen.

Tempurung Pendidikan Proyek:

Berapa yang diundang? Oh kurang banyak, kalau sedikit nanti sulit masuk berita. Saya usul jumlah pesertanya 400. Jangan bicara efektif dan kualitas. Nara sumber? Ambil saja dari daerah-daerah terdekat. Pilih hotel yang kompromis. Pilih nara sumber yang kompromis. Ah guru daerah sudah terbiasa dengan porsi yang kecil. Buat pembukaan yang meriah. Undang wartawan. Bukankah berita di koran itu sudah sebagaian dari laporan. Walaupun satu putaran saja, tapi namakan saja tot. Bukankah dengan tot itu akan memberi harapan bagi peserta? Perkara putaran kedua, ketiga ..ah masa bodoh.

Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow:
Jangan berlaku bodoh partnerku. Pertama, kembangkan penelitian, teori, dan beri contoh penerapan biar para tradisional, para tribal dan para arhaic terdecak kagum melihat sepak terjang kita. Kedua, kondisikan hidup dengan standar kapital/powernow. Ketiga, ciptakan slogan dan jargon. Keempat, selidiki, cermati seberapa efektif slogan dan jargon yang kita buat berdampak bagi mereka. Ingat sasaran kita adalah sumber daya dan sumber alamnya. Kelima, ajak kerjasama dengan porsi terbatas dan syarat-syarat ketat, walaupun sebetulnya aku tahu bahwa aku dan mereka tidak setara untuk bekerja sama, tetapi sementara biarlah mereke mengenal istilah itu. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita. Kedelapan,kalau mereka sudah tergantung dengan kita, ciptakan mesin penyedot untuk menyedot sumber alam dan sumber dayanya. Hias mesin penyedotku dengan tradisi dan budayanya,sehingga mereka cukup puas dan bangga menjadikan mesin penyedotku itu sebagai monumen kebanggaan mereka. Bagi mereka yang sudah mulai curiga, libatkan secukupnya kalau perlu diberi kompensasi. Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita. Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita. Begitulah cara menguasai duniake tiga.

25 comments:

  1. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Dunia pendidikan merupakan inti dari kemajuan suatu negara. Akan tetapi penerapan metode pembelajaran di Indonesia masih banyak keragaman, semoga penĸidikan dinegara kita dapat lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pentingnya belajar dan memiliki ilmu yang tinggi harus dituntut setelah membaca elegi di atas. Secara tidak sadar kita sudah menjadi tempurung tempurung pendidikan. Powernow pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyedot sumber alam dan sumber daya kita. Kita bisa apa?. Lakukan yang terbaik dan stop jadi tempurung pendidikan. Berdoalah kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menjalaninya.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan di Indonesia selalu menuju kepada kesempurnaan sesuai dengan jaman yang penuh dengan teknologi, kurikulum silih berganti diubah dengan tujuan agar pendidikan yang terjadi semakin berkualitas. Tetapi upaya tersebut tidak dibarengi dengan kemampuan SDM diberbagai wilayah di Indonesia. Banyak guru yang mengajarkan siswanya dengan cara orang dewasa yang meminta kepada anak-anak, hal ini yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak maju kearah depan. Model dan pendekatan yang digunakan pun kurang bervariasi dan berinovasi sehingga banyak siswa yang merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung, dimana guru tidak mengembangkan perangkat pembelajarannya.

    ReplyDelete
  4. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Pendidikan adalah suatu proses aktif. Adanya interaksi, interaksi aktif antara siswa dan gurunya. Pendidikan dari waktu ke waktu memang mengalami perkembangan, banyak macamnya, sifat dan bentuknya. Dari jaman terdahulu yang pendidikan lebih kepada kekerasan, lalu guru sebagai senter, lambat laun menjadi siswa menjadi senternya. Maka memang seharusnya pendidikan harus aktif berkembang selayaknya manusia. Tetapi selayaknya pendidikan yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia, tanpa adanya embel-embel politik, ekonomi, proyek, atau kekuasaan. Pendidikan seharusnya murni semurni air di pegunungan yang jernih. Agar pendidikan tetap murni, maka kita sebagai pelaku pendidikan hendaknya terus aktif mengembangkan dan memfasilitasi siwa agar berkembang dengan baik.

    ReplyDelete
  5. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu tempurung pendidikan yang dibahas pada elegi ini adalah tempurung pendidikan local dimana seorang guru kurang berwawasan luas terkait dengan pembelajaran. Banyak guru di desa-desa yang mengajar apa adanya, tidak mengembangkan kemampuannya dengan baik karena semua yang mereka dapatkan hanya sebatas informasi dan tidak ada praktik yang sesuai. Mereka tidak berpikiran luas dan juga kritis, padahal seorang guru hendaknya mengembangkan kompetensi yang dimiki dan juga dapat mengembangkan informasi dan ide-ide baru dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi MengungkapTempurung Pendidikan” dapat disimpulkan bahwa antara guru pengajar satu dengan guru pengajar yang lain mempunyai cara mengajar, teknik mengajar, metode mengajar, serta pendekatan yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Semuanya itu mempunyai kelebihan maupun kekurangannya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pendidikan diselenggarakan tidak hanya untuk membekali siswa dengan berbagai ilmu pengetahuan, namun pendidikan juga harus berorientasi agar siswa dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses pembelajaran yang dilakukan. Mutu dari proses pembelajaran perlu ditingkatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Konsep pendidikan bahkan telah tergoreskan sejak Allah menciptakan alam semesta. Dalam al-Quran, Allah SWT merupakan pendidik dan guru terbaik bagi seluruh makhluk-Nya. Dialah yang mengatur dan mengelola alam semesta ini. Karena menempati posisi sebagai pendidik terbaik, Allah tentu akan memberikan yang terbaik bagi anak didik-Nya (makhluk-Nya). Semoga apa yang kita usahakan kepada peserta didik kita merupakan sebuah usaha maksimal dan diiringi dengan keihlasan, sehingga dapat membuat perubahan yang positif bagi peserta didik. Aamiin

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Membaca postingan ini, entah kenapa saya malah jadi memikirkan keadaan pendidikan di Indonesia yang belum merata. Eitts janganlah berpikir yang itu dulu. Maksut dari belum merata bukan tidak mulu-mulu tentang fisik atau materi saja. Bahkan secara persepsi, tujuan, dan motivasi pendidikan di dunia (termasuk di Indonesia) belum menunjukkan satu hal yang merata. Merata maksut saya di sini adalah seharusnya persepsi, tujuan, motivasi pendidikan adalah hal yang fisioner dan positif. Misalkan di Indonesia, maka tujuannya pun harus tentang bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi realitanya, persepsi tentang pendidikan saat ini beda-beda. Misal saja guru, ada yang mendidik hanya karena tugas, ada yang mendidik karena takut dan intervensi, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  9. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Tak dapat dipungkiri, pendidikan yang dikomersialkan hanya dimanfaatkan oelh pihak-pihak tertentu. setiap orang berhak untuk mengenyam pendidikan. Bahkan seharusnya setiap orang berhak sekolah dengan gratis dari sekolah dasar sampai sekolah menengah.
    Tidak hanya sampai disitu, banyak orang yang ingin menjadi guru dan kepala sekolah PNS karena tergiur gajinya. Padahal guru itu panutan dan mengajarnya harus ikhlas agar ilmunya sampai pada siswa. Bukan malah lihat gaji yang tinggi. Oleh sebab itu, banyak guru yang mengajar tidak sepenuh hati yang akibatnya penidikan di Indonesia semakin ‘bobrok’.

    ReplyDelete
  10. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Guru merupakan kunci sukses atau tidaknya pendidikan siswa-siswanya. Guru harus mampu merancang stimulus agar lahirnya respon yang baik dalam proses belajar. Guru juga harus menyadari bahwa pendidikan tidak dapat di bangun dengan keterpaksaan. Selain itu guru juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan persaingan. Oleh karena itu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru harus terus mengembangkan kemampuannya agar mampu membimbing siswa bertahan dalam badai persaingan dan perubahan.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Kondisi yang di gambarkan dalam elegi di atas terjadi di dunia pendidikan kita. Para pendidik banyak yang bersembunyi dibalik tujuan pendidikan yang digaungkan untuk mencerdaskan bangsa, tetapi di dalam proses praktik pembelajarannya justru berlawanan dengan itu. Praktik pembelajaran di negara kita masih seperti archaic, tribal, anarkis, kanibal, pedalaman, lascar, terpencil, premature, local, ilalang, munafik, jalanan, feudal, tradisional, sentral, dan proyek seperti yang diungkapkan dalam elegi ini. Sementara kita masih merasa nyaman dengan pendidikan yang seperti itu, power now telah menciptakan segala macam rencana untuk memanfaatkan keadaan kita yang sedang tidak tersadar. Power now memiliki cara-cara yang halus untuk menggeser jati diri bangsa kita.

    ReplyDelete
  12. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, elegi mengungkap tempurung pendidikan ini menggambarkan kepada kita bahwa proses pendidikan di beberapa sekolah belum memiliki pengetahuan yang luas atau dengan kata lain cara pandangnya masih sempit. Sehingga, beberapa sekolah masih menerapkan aktivitas-aktivitas yang sebenarnya bukan ruang dan waktunya lagi untuk diterapkan. Contohnya seperti yang disebutkan pada postingan di atas yakni di bagian tempurung pendidikan tradisional dimana masih meminta murid-murid untuk duduk yang manis ketika belajar, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum disuruh guru, duduk yang tegap, selalu memandang wajah guru, dan tidak boleh memberi usul. Larangan-larangan yang diberlakukan untuk murid seperti di atas sudah tidak tepat jika diterapkan untuk saat sekarang. Misalnya duduk yang manis ketika belajar, untuk kondisi yang sekarang, murid seharusnya diminta aktif dalam belajar seperti pindah tempat duduk untuk berdiskusi bersama kelompoknya atau melakukan percobaan untuk mengkonstruk pengetahuan. Oleh karena itu, para pemangku kebijakan pendidikan hendaknya terus memberikan penerangan kepada sekolah-sekolah yang sekrang masih dalam tempurung pendidikan.

    ReplyDelete
  13. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya tertarik dengan tempurung pendidikan kapital atau powernow. Inilah yang membuat Negara-negara maju semakin maju dan negara terbelakang menjadi semakin terbelakang. Langkah pertama yang mereka (Powernow) lakukan adalah berupa penelitian. Langkah ini kemudian diikuti beberapa langkah krusial lainnya seperti membuat jargon dan mengajak kerjasama. Kemudian membuat negara terbelakang tadi menjadi tergantung pada negara maju. Hingga akhirnya negara maju dapat menyedot sumber daya alam dan sumber daya manusia negara terbelakang. Jangan sampai negara Indonesia menjadi objek “jajahan” Powernow seperti US, China, dan negara-negara Eropa yang saat ini sedang berkuasa.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pendidikan dilakukan oleh seluruh warga di dunia. Pengembangan pendidikan dapat dillaukan dengan berbagai cara yaitu mengembangkan penelitian, teori dan memberi contoh, mengkondisikan hidup dengan standar, menciptakanlogan dan jargon, menyelidika dan mencermati berbagai efektif, mengajak kerjasama, membuktikan hasil kerjasama, membuat tergantung, dan menciptakan. Setelah terjadi proses menciptakan jangan lupa untuk untuk menyebarkan hasil ciptaanya agar pengetahuan itu dapat lebh bermanfaat dan digunakan untuk orang lain.

    ReplyDelete
  15. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    PEP S2 B

    Kebanyakan orang menilai pendidikan hanya berpusat pada guru. Guru yang menentukan jalannya pembelajaran. Guru yang berhak menghukum jika siswa berbuat salah. Guru yang mendoktrin anak dengan segala pemikirannya yang mungkin saja subjektif. Guru yang menganggap derajat dirinya berada di atas siswa. Sadarkah kita kalau hakekat pendidikan berpusat pada siswa? Guru seharusnya menyadari bahwa tugasnya adalah membuat siswa menyadari proses belajar tak hanya ia dapat dari guru, tetapi bahkan dari kehidupannya sehari-hari. Gurulah yang kadang masih berada dalam tempurung pendidikan itu sendiri dan enggan melihat ke dunia luar.

    ReplyDelete
  16. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Pondasi pendidikan di negara kita dirasa masih belum kuat. Setiap kali ganti menteri,terjadi perubahan peraturan dan kurikulumnya berubah pula. Padahal kurikulum yang sebelumnya belum beres, sudah langsung diganti tanpa persiapan yang dirasa matang. Hal ini membuat sebagian guru dan siswa menjadi bingung. Terlebih lagi di negara kita dengan kondisi geografis yang sangat luas dan berbentuk pulau-pulau, kesenjangan pendidikan di kota dan daerah-daerah terpencil tak terhindarkan. Diperlukan adanya perbaikan pendidikan yang signifikan agar negara kita terhindar dari skema powernow yang dapat menjerumuskan negara kita.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Implementasi pendidikan di setiap daerah berbeda-beda. Seiring perkembangan zaman implementasi pendidikan juga berbeda-beda. Dengan saya membaca postingan Bapak, saya belajar bahwa pada setiap masing-masing dari pendidikan yang beragam selalu terdapat tempurung yang membatasi perkembangan pendidikan suatu bangsa. Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana sebuah bangsa dapat terbebas dari tempurung tersebut agar dapat bergerak untuk melakukan inovasi guna menggapai majunya pendidikan. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia hendaknya harus selalu berusaha untuk terus menerus belajar dan berpikir kritis agar dapat memberikan kontribusi untuk pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak postingannya. Pada postingan ini,elegi mengungkap tempurung pendidikan memberitahu kepada saya bahwa ternyata di Indonesia khususnya pada pendidikan , begitu banyak tempurung pendidikan. Salah satunya tempurung pendidikan terpencil. Pada daerah terpecil ini jumlah siswa pada sekolahannya hanya sedikit, itupun kadang datang, kadang silih berganti. Dalam satu minggu terkadang paling banyak mengajar empat hari, dan jika hujan maka terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu diliburkan. Inilah menjadi masalah dan kendala dalam pendidikan di daerah terpencil ini. Semoga tempurung pendidikan terpencil ini segera diatasi, segera dibuat sesuatu yang membuat semangat untuk siswa siswanya dalam belajar. Terimakasih

    ReplyDelete
  19. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Mengungkap Tempurung Pendidikan. Setelah membaca elegi ini saya belajar bahwasanya sebagai seorang pendidik haruslah terbuka dengan dan menyesuaikan dengan perubahan zaman, janganlah terperangkap dalam zona nyaman yang dapat merugikan siswa. Contohnya, seorang pendidik yang sudah terbiasa dengan metode pembelajaran ekspositori janganlah seterusnya menggunakan metode tersebut. Dalam perjalananya guru juga harus mengembangkan metode pembelajarannya, karena tidak semua materi cocok dengan metode ekspositori. Selain itu pengetahuan yang didapat siswa akan lebih bermakna jika siswa sendiri yang menemukan ataupun mengalaminya, sehingga guru dapat menggunakan invosi metode pembelajaran seperti metode inkuiri. Selain itu sebagai seorang pendidik harusnlah ikhlas hati dan ikhlas pikir, janganlah mengharapkan imbalan lebih dari apa yang telah kita bagikan pada siswa. Dengan begitu, seorang pendidik akan mendapat kenikmatan dunia dan akhirat. Terimakasih.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca elegi ini memberikan pandangan kepada saya bahwa tempurung pendidikan yang begitu unik dan memiliki kelebihan serta kelemahan pada setiap sistemnya. Saya yang sedang berada dalam tempurung pendidikan itu sendiri bertanya-tanya dalam hati, saat ini saya telah berada dalam tempurung pendidikan yang seperti apa? Namun, menurut saya dimanapun ruang lingkup tempurung pendidikan yang saya jalani semoga dapat menemukan makna dari ilmu itu sendiri. Elegi yang membuat saya ingin mendiskusikan isu ini dengan mendalam. Semoga saya mendapati kesempatan ini dengan bertanya kepada Bapak. Terimakasih sekali Prof. Ulasan yang begitu menarik.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pendidikan kapital/powernow identik pada pendidikan yang berlangsung sekarang. Guru diusahakan dapat meberikan pengabdiannya yang maksimal dengan tidak mengabaikan aturan-aturan dari pembuat kebijakan. Maksudnya dalam mengajar dan mendidik siswa, guru diminta inovatif dan kreatif mengembangkan metode, model pembelajaran untuk menarik minat siswa dalam belajar. Sejalan dengan itu, fenomena powernow sedikit banyaknya telah mempengaruhi kondisi pendidikan Indonesia saat ini seperti merujuk kepada pemodelan pendidikan asing.

    ReplyDelete
  22. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi mengungkap tempurung pendidikan ini menggambarkan bagaimana pendidikan di Indonesia ini dilaksanakan. Guru-guru memiliki pandangan yang berbeda terhadap pendidikan yang dilaksakannya. Misalnya pada tempurung pendidikan munafik, yaitu dimana seornga guru yang tepaksa menjadi guru, padahal guru itu akan lebih baik jika berasal dari keinginan diri yang paling dalam sehingga akan memunculkan praktek mengajar yang tanpa paksaan.

    ReplyDelete
  23. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari banyak jenis tempurung yang dijelaskan dalam elegi ini, menurut saya yang paling mengerikan adalah tempurungnya pendidikan capital/ powernow. Karena dalam tempurung tersebut dapat ditangkap bahwa ingin merongrong sumber daya dari negeri yang ditumpanginya. Mereka ingin menyedot segala sumber, baik daya maupun alam dengan berperilaku sebagai partner. Hal ini seperti musuh dalam selimut, yang hanya terlihat baik didalam namun ingin menjatuhkan dari dalam. Sehingga kita perlu waspada.

    ReplyDelete
  24. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih Prof. Marsigit atas berbagai perspektif dari para tempurung pendidikan. Alangkah indahnya menjadi seorang pemegang kekuasaan pendidikan di di hatinya terbalut rasa ikhlas dan ketulusan hati dalam menjalani tugas dan kewajiban masing-masing. Alangkah luar biasanya ketika semuanya sadar bahwa pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap insan, sehingga jika semua mampu mengenyam bangku sekolah dan menuntut ilmu dengan baik, akan banyak manfaat dan efek nya bagi dia di dunia maupun di akhirat. Itulah hal yang tersulit, ikhlas. menjadi pemegang kekuasaan pendidikan seperti guru, kepala sekolah, atau menteri pendidikan sekalipun, ditantang dan dituntut untuk peduli terhadap semua anak yang membutuhkan pendidikan. Tidak hanya mementingkan nafsu dan mengejar formal semata, namun pengabdiannya dalam membelajarkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab yang besar dan membutuhkan ketulusan hati dalam menjalaninya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  25. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setiap tempurung pendidikan dalam elegi diatas menyajikan berbagai sudut pandang dalam proses pembelajaran. Dari semuanya tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Guru sebagai fasilitator bagi siswa dalam belajar memegang peranan yang sangat penting dalam membangun pengetahuan dan karakter siswa oleh karenanya guru perlu memahami berbagai tempurung pendidikan diatas agar dapat memadukan komponen atau strategi yang manakah yang cocok untuk siswanya. Guru bukanlah segala sumber pengetahuan,Namun guru adalah petunjuk bagi siswa untuk memperoleh berbagai pengetahuan dan memandang siswa sebagai partner pendidikan akan menghasilkan pembelajaran yang efektif (Trianto:2012). Terima Kasih

    ReplyDelete