Mar 8, 2011

Elegi MengungkapTempurung Pendidikan




Oleh Marsigit

Tempurung Pendidikan Archaic:
Wahai para siswa, selama engkau belum mau bicara maka tongkatku ini tidak akan saya ambil dari kepalamu. Selama engkau belum benar menggambarnya, maka engkau tidak terbebas dari pukulanku. Camkan itu. Sebagai uji coba maka terimalah pukulanku untuk mengetahui seberapa efektif pukulanku bisa mendidikmu.

Tempurung Pendidikan Tribal:
Wahai muridku, untuk setiap pengetahuan yang engkau dapat dari diriku, maka tebusannya adalah pilih, boleh satu pukulanku, boleh satu tendanganku atau kalau nggak mau pilih maka tunggu siksaanku. Untuk setiap kelalaianmu maka terimalah sepuluh hukumanmu.

Tempurung Pendidikan Anarkhis:

Wahai muridku, untuk setiap satu kebaikan yang engkau raih dariku, maka tebusannya adalah kuasaku. Jika engkau bisa mengukur-ukur kekusaanku maka ambillah satu kebaikkan dariku. Jika engkau tidak mau dengan kesepakatan ini, maka nantikanlah siksaanku. Sungguh aku lebih kuasa menyiksamu dari pada membiarkanmu.

Tempurung Pendidikan Kanibal:
Wahai muridku, untuk setiap derajat kekuasaanmu yang engkau raih dariku maka tebusannya adalah persembahanmu, terserah engkau akan mempersembahkan apa dari diriku. Tetapi jika terpaksa engkau tidak dapat melakukan persembahan sedikitpun kepada diriku, maka tebusannya adalah dirimu sendiri. Sebagi uji coba terimalah gigitanku ini, sekaligus supaya engkau mengerti betapa pedih gigitanku itu.

Tempurung Pendidikan Pedalaman:
Heemm apapun yang terjadi aku tidak mungkin tidak meluluskan walaupun satu saja dari muridku. Jelas di depan mataku, di sebalik semak-semak, orang tua siswa selalu siap membawa pedang dan siap menghunjamkannya kepada diriku manakala mendengar putranya tidak akan lulus. Heem ingat semua muridku silahkan engkau menghendaki apa dariku, pasti saya kabulkan.

Tempurung Pendidikan Laskar:
Heem ingat semua muridku, slogan pendidikanku adalah laskar tanpa batas. Paradigmanya adalah menghancurkan musuh. Berlatihlah sampai berdarah-darah. Lebih baik berdara-darah dalam latihan dari pada berdarah-darah dala pertempuran. Sebesar-besar pengorbananku adalah untuk diriku. Siapkan jiwa ragamu. Jika terpaksa engkau telah gugur di sini maka itu bersifat off the record dan hanya untuk konsumsi kalangan sendiri. Ingat motoku, jadikanlah dirimu mesin-mesin pembunuh musuhmu.

Tempurung Pendidikan Terpencil:
Hemm tak ada pilihan lain, aku tidak tahu mengapa saya tahu-tahu telah bergaul dengan murid-muridku yang jumlahnya sedikit, kadang datang, kadang silih berganti. Sudah cukup bagus bagi diriku mengajar empat hari dalam satu minggu, karena jika hujan maka aku terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu aku libur.

Tempurung Pendidikan Prematur:

Wahai para murid-murid baru, aku dipercaya sebagai sub cabang pendidikan buat dirimu. Walaupun aku tidak mempunyai sertifikat untuk mendidikmu, walaupun aku hanya berbeda satu tahun lebih tua darimu, tetapi akau telah memaksa untuk mendapatkan mandat bisa mendidikmu. Aku tak peduli apakan namanya plonco atau ospek. Pimpinanku memberikan mandat kepadaku itu dikarenakan dia terpaksa dan juga karena dia tidak mengerti. Maka untuk setiap kebaikan yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah keburukanmu. Untuk setiap ilmu yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah penderitaanmu. Semau tebusanmu itu telah menjadikan seakan libidoku telah berhasil menguasaimu semua. Itulah jati diriku yang selama ini aku dambakan. Sebagai perkenalan maka terimalah pukulanku ini. Itulah uji coba kekuatan libidoku.

Tempurung Pendidikan Lokal:

Hemm sayangnya saya hanya bisa mendengar informasi saja. Dari koran bungkus roti, aku kok pernah mendengar ada guru dikirim TOT, apa itu TOT? Aka juga pernah membaca Lesson Study tetapi hanya judulnya saja. Apa itu Lesson Study. Dunia kok semakin rumit, mbok sudah nggak usah repot-repot. Akupun tak akan pernah datang jika diuandang MGMP, karena hanya membahas rencana-rencana yang pada akhirnya mungkin ujung-ujungnya iuran. Tetapi ada satu berita dikoran di mana saya sangat ngiler, konon apa iya guru akan digaji dua kali lipat? Untuk yang terakhir ini, wah apapun akan saya lakukan jika saya bisa mendapatkan kesempatan.

Tempurung Pendidikan Ilalang:
Wahai muridku, ketahuilah bahwa aku menjadi gurumu itu karena takdir saja. Aku sebenarnya tidak suka menjadi gurumu, dan tidak suka mempunyai murid dirimu. Aku juga tidak mampu mendidikmu dan juda tidak mampu menghidupimu. Jangankan menghidupimu, untuk hidupku sendiri saja aku kesulitan. Maka jika engkau mampu bertahan, bertahanlah di situ. Jika tidak maka pergilah. Berikan khabar pada diriku jika engkau sudah mampu memberikan sesuatu kepada diriku.

Tempurung Pendidikan Munafik:
Hai murid-muridku. Dikarenakan tugas sajalah aku terpaksa menjadi gurumu. Tetapi aku ingin sampaikan ambilah kebaikan dari keburukanku. Ambilah kecerdasan dari kebodohanku. Ambilah kelebihan dari kekuranganku. Ambilah teladan dari bukan teladanku. Pahami dan laksanakan pikiranku, walaupun aku juga sulit melaksanakannya. Jangan lakukan keburukan walaupunaku sulit mencegah diriku melakukannya. Segala yang baik datangnya dari diriku, dan segala yang buruk datangnya dari dirimu.

Tempurung Pendidikan Jalanan:
Ikut aku. Duduk dan berdiri disini. Kamu harus bisa tampil supaya dikasihani banyak orang. Jangan bicara capai. Tunggu kode-kodeku dari seberang jalan. Setiap putaran lampu merah, bawalah kesini uangnya. Awas jika tidak menurut perintahku, akan aku pukul engkau.

Tempurung Pendidikan Feudal:
Ning nong ning gung...wahai punggawa buwatlah wargaku agar selalu mengerti tentang Rajanya, siapa dia, bagaimana sifatnya, bagaimana perasaannya, bagaimana pikirannya, bagaimana harapannya, bagaimana tuntutannya, bagaimana peraturannya, bagaimana sedekahnya, bagaimana ...dst. Maka didiklah wargaku itu untuk mengerti sopan santun. Sadarkan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari atas. Ilmu, rejeki, kebenaran, etika, estetika, aturan, tata cara, adat istiadat, ...itu semua datangnya dari atas. Sadarkan dulu tentang kewajiban-kewajiban sebagai warga. Kalau usul harus pakai aturan..misal pepe di alun-alun. Berpikir juga dari atas ke bawah, maka ajarkan pada mereka untuk selalu memikirkan yang ada dibawahnya, dan jangan sekali-kali memikirkan yang ada di atasnya, karena yang demikian akan melanggar kodrat. Buatlah banyak-banyak mitos tetapi jangan disebut sebagai mitos, sebutlah mereka itu warisan nenek moyang yang adiluhung yang datangnya dari atas pula. Maka didiklah mereka agar jangan terbiasa memikirkan mitos, karena sebenar-benar mitos itu adalah metodeku. Maka sadarkan pula bahwa metode itupun datang nya dari atas. Jika terpaksa aku harus menjelaskan mengapa segala sesuatu itu datangnya dari atas, itu karena aku adalah wakil dari yang Maha Kuasa.


Tempurung Pendidikan Tradisional:

Wahai muridku, duduklah yang manis, tangane sideku, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh ngantuk, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum saya suruh. Tidak boleh bernapas..ooh nanti dulu..kalau yang ini boleh nggak ya..ooh silahkan anak-anak..silahkan bernapas sedalam-dalamnya. Duduknya yang tegap, pandanglah selalu wajah saya, dengarkan baik-baik petunjukku. Tidak boleh usul, karena usul itu tidak sopan.

Tempurung Pendidikan Sentral:
Ahh tak beres itu otda. Kalau mereka minta ciri khas, ya ini solusinya ktsp. Mereka tahu apa tentang ktsp. Bikin saja sampulnya tingkat satuan pendidikan, wah ternyata sangat manjur. Mereka ternyata cukup puas dan terbuai dengan sanjunganku itu. Hah hah dasar daerah, maunya juga sok kuasa di daerah, kalau dituruti ya minta semuanya. Ktsp..ktsp..inilah sebenar-benar payungku untuk melenggangkan kuasa pendidikan pusatku terhadap pendidikanmu daerah. Untung pulpennya sang juragan sudah berhasil aku belokkan untuk syahkan ini permen-permen. Permen-permen itulah monumen keberhasilan pendidikan sentralku. Oh permen-permen hanya jika bumi ini terbalik sajalah orang bisa merubah atau mencabutmu. Akan aku buat semua aspek pendidikan bisa dipermenkan. Kalau perlu siswa ijin kencing kekamar mandi juga perlu dijamin dengan permen. Pas dengan pikiran juraganku, bahwa keberhasilan pendidikan di negeri ini dapat diukur dari banyaknya permen.

Tempurung Pendidikan Proyek:

Berapa yang diundang? Oh kurang banyak, kalau sedikit nanti sulit masuk berita. Saya usul jumlah pesertanya 400. Jangan bicara efektif dan kualitas. Nara sumber? Ambil saja dari daerah-daerah terdekat. Pilih hotel yang kompromis. Pilih nara sumber yang kompromis. Ah guru daerah sudah terbiasa dengan porsi yang kecil. Buat pembukaan yang meriah. Undang wartawan. Bukankah berita di koran itu sudah sebagaian dari laporan. Walaupun satu putaran saja, tapi namakan saja tot. Bukankah dengan tot itu akan memberi harapan bagi peserta? Perkara putaran kedua, ketiga ..ah masa bodoh.

Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow:
Jangan berlaku bodoh partnerku. Pertama, kembangkan penelitian, teori, dan beri contoh penerapan biar para tradisional, para tribal dan para arhaic terdecak kagum melihat sepak terjang kita. Kedua, kondisikan hidup dengan standar kapital/powernow. Ketiga, ciptakan slogan dan jargon. Keempat, selidiki, cermati seberapa efektif slogan dan jargon yang kita buat berdampak bagi mereka. Ingat sasaran kita adalah sumber daya dan sumber alamnya. Kelima, ajak kerjasama dengan porsi terbatas dan syarat-syarat ketat, walaupun sebetulnya aku tahu bahwa aku dan mereka tidak setara untuk bekerja sama, tetapi sementara biarlah mereke mengenal istilah itu. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita. Kedelapan,kalau mereka sudah tergantung dengan kita, ciptakan mesin penyedot untuk menyedot sumber alam dan sumber dayanya. Hias mesin penyedotku dengan tradisi dan budayanya,sehingga mereka cukup puas dan bangga menjadikan mesin penyedotku itu sebagai monumen kebanggaan mereka. Bagi mereka yang sudah mulai curiga, libatkan secukupnya kalau perlu diberi kompensasi. Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita. Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita. Begitulah cara menguasai duniake tiga.

21 comments:

  1. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Saya menyimpulkan elegi ini bahwa tempurung pendidikan adalah dijadikan suatu landasan seorang individu agar membangun dunia pendidikan yang lebih baik. Pendidikan yang baik adalah bagaimana kita bisa membangun karakter bangsa ini karena pendidikan dijadikan sebagai suatu tolak ukur dimana bangsa tersebut dikatakan maju.

    ReplyDelete
  2. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari elegi ini telah dijelaskan berbagai tempurung-tempurung pendidikan yang hanya indah diluar saja tetapi sebenarnya tidak menjalankan hakikat pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah proses mengembangkan diri. Dari pendidikan itu diharapkan manusia semakin pintar, selalu mengembangkan pikirannya, dan selalu menggunakan hati yang jernih. Dengan begitu apa yang mereka pikirkan akan dirasakan dengan hati yang jernih dan apa yang dirasakan akan dipikirkan dengan pikiran yang kritis.

    ReplyDelete
  3. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Pendidikan di negara kita memang belum merdeka. Pendidikan seolah hanya alat bagi penguasa untuk semakin menguatkan kekuasaanya. Pendidikan juga seolah bukan jalan bagi siswa-siswa untuk mengembangkan diri mereka masing-masing, tetapi pendidikan justru menjadi awal penderitaan siswa. Siswa tidak punya kesempatan dan kebebasan untuk aktualisasi diri. Siswa justru menjadi korban. Bisa jadi korban dari system pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah, bisa jadi korban dari ketidak mampuan guru dalam menjadi sebenar-benarnya guru.

    ReplyDelete
  4. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Elegi ini menggambarkan tentang situasi dan kondisi Pendidikan apabila dikuasai dengan ego dan kekuasaan dari pihak-pihak tertentu. Adapun beberapa kondisi yang juga disoroti dalam elegi ini adalah ketika tenaga pendidik tidak mau belajar, mengikuti berbagai pelatihan dan merasa sudah cukup dengan apa yang dipunya dan diberikan. Sebenar-benarnya pembelajaran, pembelajaran adalah proses belajar antar siswa dan guru itu sendiri.MEnurut saya,Tidak ada istilah guru yang sempurna melainkan guru yang mau dan selalu belajar untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Elegi di atas mendefinisikan berbagai jenis metode pembelajaran. Intinya, pendidikan di Indonesia masih cukup tradisional, dan itu tidak bisa dihilangkan hanya karena sudah diwariskan turun-temurun sejak jaman dahulu. Contoh-contoh konkrit yang dapat dilihat dalam metode tradisional, seperti siswa hanya diminta duduk diam dan mendengarkan seluruh penjelasan dari guru, mereka hanya pasif dan guru menganggap siswa hanya sebagai kaleng kosong untuk diisi. Untuk itu, kita sebagai calon guru harus mampu menciptakan metode pembelajaran yang inovatif. Tentu saja memilih profesi sebagai guru harus tulus dari hati untuk mendidik tanpa embel-embel apa pun.

    ReplyDelete
  6. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pendidikan merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan suatu bangsa. Masa depan suatu bangsa berada di tangan para penerusnya, yaitu para generasi mudanya. Dan generasi muda yang berpendidikan diharapkan akan lebih bisa memiliki masa depan yang cerah dalam membangun bangsanya. Adanya perubahan-perubahan kebijakan di dunia pendidikan di negara kita sebenar-benarnya bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Namun dalam mewujudkan pendidikan yang unggul tentulah dibutuhkan peranan berbagai pihak yang terkait dan ini memerlukan waktu yang tidaklah sedikit.

    ReplyDelete
  7. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 PM A 2018

    Tokoh-tokoh dalam pendidikan khususnya tokoh yang berkuasa selalu menggunakan kebijakan sebagai tempurung atau tempat persebunyian. Tempurung ini yang dijadikan kedok untuk melakukan sesuatu hal. Tanpa disadari yang telah dilakukan itu memberikan efek yang tidak baik bagi murid-muridnya. Tempurung ini juga yang membuat guru semakin berkuasa dalam bertindak.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  8. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Berdasarkan elegi ini terdapat beberapa bentuk tempurung pendidikan yang diterapakan didunia. Sebagaimana kita tahu bahwa pendidikan adalah faktor utama penentu keberhasilan suatu negara karena dengan pendidikan akan lahir SDM yang berkualitas. Namun pada kenyataannya pendidikan di negara kita masih menerapkan tempurung pembelajaran tradisional dimana pembelajaran yang berpusat pada guru, siswa diibaratkan seperti wadah kosong karena hanya menerima ilmu saja dan ini mengakibatkan siswa menjadi tidak kreatif, kritis, dan bermental tidak maju. Selain itu pendidikan di negara ini juga masih diwarnai dengan kepentingan-kepentingan politik. Sehingga agar pendidikan dinegara ini bisa maju, maka semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi, tidak hanya guru dan siswa saja.

    ReplyDelete
  9. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kondisi yang di gambarkan dalam elegi di atas terjadi di dunia pendidikan kita. Para pendidik banyak yang bersembunyi dibalik tujuan pendidikan yang digaungkan untuk mencerdaskan bangsa, tetapi di dalam proses praktik pembelajarannya justru berlawanan dengan itu. Praktik pembelajaran di negara kita masih seperti archaic, tribal, anarkis, kanibal, pedalaman, lascar, terpencil, premature, local, ilalang, munafik, jalanan, feudal, tradisional, sentral, dan proyek seperti yang diungkapkan dalam elegi ini. Sementara kita masih merasa nyaman dengan pendidikan yang seperti itu, power now telah menciptakan segala macam rencana untuk memanfaatkan keadaan kita yang sedang tidak tersadar. Power now memiliki cara-cara yang halus untuk menggeser jati diri bangsa kita.

    ReplyDelete
  10. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006

    Pendidikan kita masih cacat dimana cacatnya hampir pada seluruh aspek. Siswa maupun guru sama-sama tidak mendapatkan keadilan karena menjadi korban dari keganasan kebijakan yang diberlakukan segelintir orang yang mempunyai wewenang namun kebijakan yang dijalankannya hanya diberlakukan semata-mata demi kepentingan pribadi. Akhirnya siswa yang selalu menjadi korban pelampiasan dari ketidakberdayaan guru menghadapi tekanan kebijakan dari para pemangku kebijakan yang tak bertanggung jawab. Semoga mutu pendidikan bangsa kedepan semakin baik Amin.

    ReplyDelete
  11. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pendidikan merupakan suatu unsur yang penting dalam kehiduapan. Berdasarkan elegi tersebut bahwa setiap proses pada pendidikan tergantung dari siapa yang menjadi pendidiknya. Dari berbagai tempurung pendidikan tersebut memberikan kita sebuah arti bahwa proses pembelajaran bersifat berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Namun sebagian besar proses pembelajaran yang ada dalam pendidikan kita masih berpusat pada guru. Padahal berhasil atau tidaknya suatu pendidikan adalah tergantung hubungan antara kompoen pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai calon pendidik sudah seharusnya terus berusaha untuk memperbaiki proses pendidikan yang ada untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Sistem pendidikan dapat dikaitkan dengan berbagai perspektif kehidupan. Setiap pendidikan di sekolah dari berbagai daerah yang ada di Indonesia memang menerapkan satuan kurikulum yang sama namun pada penerapannya ada yang menggunakan metode yang berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Seperti pada metode belajar yang diterapkan sekolah yang ada di daerah perkotaan tentu berbeda dengan sekolah yang berada di daerah pedesaan. Karena dari secara umum kemampuan kognitifnya berbeda dan tingkat kebutuhannya juga berbeda. Tentu pengabdian guru yang dipedesaan membutuhkan tenaga ekstra yang lebih dalam mencapai tujuan kita bersama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Elegi di atas seperti menjelaskan beberapa tempurung pendidikan yang digunakan saat ini. Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam keberlangsungan kehidupan suatu bangsa. Tempurung ini seakan-akan hanya menjadi alibi bagi pendidikan yang pada kenyataannya tidak sesuai harapan. Seperti di Indonesia sebagian besar masih menerapkan pendidikan tradisional dimana pembelajaran berpusat pada guru. Siswa hanya menerima apa yang dikatakan oleh guru.

    ReplyDelete
  14. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Tempurung adalah pelindung sekaligus penutup bagi apapun yang ada didalamnya. Apapun yang ada didalamnya kita tidak mengetahuimya dengan persis. Apakah baik, segar, nikmat atau tidak baik, tidak segar atau bahkan busuk sekalipun. Tempurung pendidikan yang telah dijelaskan dalam elegi tersebut adalah tempurung yang berlaku sebagai pelindung, sebagai tameng atas segala kemunafikan-kemunafikan yang telah dilakukan para pelaku pendidikan. Namun, tak bisa dipungkiri memang terkadang yang terjadi dilapangan memang seperti itulah adanya. Para guru melakukan berbagai macam cara memanipulasi sana sini agar siswanya dapat lulus UN. Hal tersebut terjadi mungkin saja akibat dari naluri seorang guru yang tidak tega melihat siswanya gagal, sedangkan disatu sisi siswanya tidak mampu memenuhi tuntutan standar yang diberlakukan. Jika seperti itu yang terjadi, siapakah yang patut disalahkan dan siapakah yang bertanggung jawab atas semua itu, apakah guru? Siswa? Ataukah para pemangku kebijakan pendidikan?

    ReplyDelete
  15. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Terdapat berbagai macam tempurung melalui berbagai macam sudut pandang yang ada di atas. Melalui pernyataa-pernyataan tersebut dapat kita ambil makna bahwa tempurung sendiri artinya adalah lapisan luar yang berfungsi untukk melindungi bagian dalam dari tempurung tersebut. Sehingga sesungguhnya tempurung dalam pendidikan tersebut berusaha menutupi apa yang sebenarnya tejadi dalam pendidikan khususnya di Indonesia. Salah satunya adalah tempurung tradisional dimana menggambarkan pendidikan yang otoriter dimana siswa harus taat kepada guru hingga tidak boleh bertanya kepada guru dan harus tenang dan memperhatikan saat pelajaran
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  16. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Mendidik bukan berarti menakut-nakuti, mendidik adalah mengayomi. Jangan gunakan kekuasaanmu untuk menguasai murid, tapi gunakanlah kekuasaanmu untuk membangun murid. Jangan pernah memberikan hukuman yang berlebihan kepada murid ketika dia belum bisa mencapai apa yang kamu targetkan karena hal itu akan berpengaruh negatif pada sisi psikologisnya. Biarkan murid tumbuh sesuai kemampuanya. Jadilah guru yang mengerti murid, bukan guru yang hanya ingin dimengerti oleh murid. Terima kasih
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  17. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Sebagai guru, jangan pernah menyerah ketika kau mengajar dalam kondisi apapun. Jadikan itu sebagai motivasimu. Jangan pernah kau jadikan muridmu sebagai kelinci percobaanmu, namun jadikanlah muridmu sebagai temanmu, temanmu untuk menemukan ilmumu. Janganlah menjadi guru yang hanya mengejar gaji semata. Ingat, menjadi guru itu amanah, maka jadilah guru yang professional, yang mengajar dengan ikhlas demi mencerdaskan murid-muridmu. Apa yang telah Allah pilihkan pada kita itu adalah yang terbaik untuk kita. Jalani dan lakukanlah dengan sepenuh hati. Terima kasih
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  18. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Jadilah guru yang apa adanya, yang tidak hanya menginginkan label baik pada muridmu. Guru itu teladan. Ingat, guru, digugu lan ditiru. Guru bukan mandor, murid bukan pesuruh. Guru itu memfasilitasi siswa, bukan mendominasi. Janganlah engkau mendidik anak-anakmu dengan kekerasan, didiklah anak-anakmu dengan pendekatan dan kelembutan karena semakin keras engkau mendidik malah anak akan semakin menyeleweng dan membangkang. Jangan terlalu mengekang anak karena itu akan berdampak pada mentalnya. Anak yang terkekang akan berdampak pada psikologis yang tertekan dan menyebabkan anak tidak berkembang dan suatu saat bisa saja melakukan pemberontakan di luar dugaan kita. Ingatlah bahwa aturan itu dibuat untuk menertibkan, bukan sebagai tameng pertahanan. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Potret pelaksanaan pendidikan yang senyatanya terjadi di lingkungan kita. Mungkin yang berwenang punya alasan tersendiri dalam menyelenggarakan pendidikan. Bisa saja dipengaruhi tradisi mendidik zaman dulu, kondisi geografis, kondisi ekonomi, factor ketersediaan sumber daya manusia, ideology yang dianut, sistem pemerintahan, dan lainnya. Hal-hal tersebut cukup berpengaruh terhadap pilihan tempurung apa yang menjadi tempat pendidikan bernaung.

    ReplyDelete
  20. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Tempurung dapat diartikan sebagai tempat. Tempurung pendidikan berarti tempat atau wadah dalam pendidikan. Artinya setiap pendidikan mempunyai wadah dalam perkembangannya. Proses perkembangan pendidikan ini memerlukan partisipasi semua pelaku pendidikan sehingga pendidikan dapat dibentuk dan dilahirkan dengan lebih baik. Terima kasih.

    ReplyDelete
  21. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Tempurung merupakan suatu wadah yang terdapat tantangan, hambatan serta permasalahan yang harus dihadapi oleh para guru. Sehingga diperlukan pemikiran yang kritis untuk dapat menyelesaikan hal-hal tersebut dan ini merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam memajukan dunia pendidikan bangsa ini. guru juga harus dinamis untuk memanfaatkan semua sumber belajar yang ada untuk selalau meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan. hidup selalu bergerak secara bebas untuk menambah dan meningkatkan kemampuan yang ada.

    ReplyDelete