Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Pendidikan Bukan Laskar




Oleh Marsigit, Yogyakarta

Pendidikan bukanlah laskar melainkan kebutuhan. Tetapi jangan salah paham. Pendidikan bukanlah kebutuhan para juragan, tetapi kebutuhan para subyek didik. Yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana juragan dan godfather laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik? Tentu tidaklah semudah yang dipikirkan.

Ontologi laskar pendidikan dan jelmaan-jelmaannya

Kita mempunyai referensi banyak perihal terminologi “laskar”, ada laskar Pajang, laskar Pajajaran, laskar Mataram, dan laskar-laskar yang lain. Apapun tentang laskar, maka ada makna-makna pokoknya di sana.

Makna pokok dalam terminilogi “laskar” kemudian menjadi karakteristik ontologi laskar pendidikan.

Karakteristik ontologi laskar pendidikan kemudian dapat dideskripsikan sebagai berikut: terdapat pengerahan secara besar-besaran, diarahkan ke suatu tujuan tertentu, ada pengendali laskar, tujuan laskar bersifat tunggal, terdapat pergerakan masive secara linear ke depan, sangat fokus kepada hal-hal yang di depan, mengeksploitasi segenap sumber daya, arah komunikasi bersifat tunggal kedepan, kompetisi ketat, yang kalah yang tertinggal, yang kalah menjadi pecundang, yang menang yang berjaya, melindas dan melibas apa saja yang dilewati, sangat patuh (patuh buta) terhadap komando, tidak mampu melihat dan tidak perlu melihat persimpangan jalan, keberhasilan adalah keseluruhan, tidak perlu tanya jawab ketika sudah berangkat, bersifat kompetitif dari pada kooperatif, tidak kompromi terhadap laskar yang lain, lebih baik menggunakan cara dari pada mengerti cara, mementingkan hasil, paradigma menghancurkan musuh, tidak sempat melakukan refleksi, meninggalkan residu-residu laskar, memerlukan keseragaman gerak dan langkah, mempunyai pembagian tugas yang ketat, mempunyai kontrol yang kuat, tidak ada skema untuk kembali, ukuran bersifat lebih kuantitatif, seleksi sangat ketat, bersifat eksklusif, paradigma mengontrol dan menguasai dunia, bersifat real dan kongkret, bersifat mekanistis, terstruktur kuat, didominasi komunikasi kekuasaan,selaras dengan filsafat diterminism, selaras dengan filsafat vitalism, merupakan paradigma salah benar, anti fallibism, makna di luar pikiran, selaras dengan paradigma behaviorism, selaras dengan psikologi stimulus response, bercirikan external evaluation, bersifat monoculture, bersifat rigid, bersifat absolut, selaras dengan filsafat realism, didukung empiricism, merupakan tulang punggung utilitarian dan pragmatism, selaras dengan jargon investasi, menghasilkan hedonism, bersifat materialism, kebenaran diukur dari manfaat, kebenaran diukur dari kekuasaan, didukung metode trial and error, didukung metode logico empirical hypotetiko dan logico deductico hypotetico, lebih bersifat kuantitatif dari pada kualitatif, jati diri atau identitas diri tertutup oleh jati kelompok, anti relativism, bersifat arogan terhadap alam karena merasa bisa memanipulasikannya, laskar utilitarian, laskar pragmatism, laskar hedonism, laskar teknologi, laskar naturalis, masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu, neo empiricism, neo pragmatism, dikendalikan oleh para juragan dan pemodal, selaras dengan filsafat dan psichologi reductionism dan penyederhanaan, selaras dengan jargon karakter bangsa atau nation building, bersifat eksternal, wadah atau lambang terlebih dulu baru kemudian isinya jika memang terjangkau, social capital dan economy menjadi ukuran yang paling tinggi, kontrol ekonomi dari atas dan fakta ekonomi dari bawah, selaras dengan filsafat strukturalism, bermasyarakat struktur kekuasaan-struktur ekonomi–struktur eksploitasi, struktur masyarakat kedudukan-kepemilikan-kekuasaan-pemilik modal-pekerja dan buruh, berhukum sebab-akibat, selaras dengan feudalism dan masyarakat burgois, kerusakan tidak bisa diperbaharui, anti filsafat, berhadap-hadapan dengan humaniora, yang benar yang nyata dan yang terukur, spiritual merupakan tahapan primitif sedangkan teknologi merupakan tahapan maju, temuan baru adalah segala-galanya dibanding dengan akibatnya, pengetahuannya bersifat a posteriori, ilmunya bersifat naturewissenschaften, bersifat anti geisteswissenschaften, berlogika sistem input-proses-output, terinspirasi oleh Machiavelianism, bersumber pada filsafat positivism dari Auguste Comte dan St.-Simon, bersinergi dengan John Adam Smith, bersinergi dengan Karl Mark, dipengaruhi oleh Will to Power nya Nietze, disindir oleh Will dan Ideas nya Schopenhauer, didukung oleh William James, Ranke, Croce, Max Weber, and Meinecke, diprotes oleh Nihilismenya Paul Nietze dan Satre, diprotes oleh spiritualism, diprotes oleh idealism, diprotes oleh socio-constructivist, didukung oleh jargon atasan, diprotes oleh jargon bawahan, berorientasi hasil dan standard, ditentang oleh proses dan portfolio, bersinergi dengan penyeragaman, tidak berselera akan keanekaragaman, ontologi laskar pendidikan diberangkatkan dari negara-negara Industri, sasaran ontologi laskar pendidikan adalah negara-negara berkembang sampai ke ujung dunia beserta sumber dayanya, ontologi laskar pendidikan telah berangkat sejak jaman modern, di jaman sekarang ontologi laskar pendidikan semakin berjaya dan dominan.

Kesimpulan

Tidaklah mungkin juragan dan godfather ontologi laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik. Mereka lebih enjoy bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajib subyek didik. Jika tampaknya ikhlas maka itu hanyalah sementara dan tidaklah konsisten, demi menjaga situasi kondusif untuk lajunya ontologi laskar pendidikan.

34 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita butuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ketika kita yang butuh akan pendidikan, maka kita akan mengikuti proses pendidikan yang ada secara ikhlas dan hasil yang dicapai pun akan lebih maksimal. Namun, kadang kita sering melihat bahwa justru sang pendidik yang berusaha mencari anak didik. Padahal sebenarnya anak didiklah yang harus berkewajiban untuk menuntut ilmu. Hal ini menandakan bahwa masih ada saja yang menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting untuk kehidupannya.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saya setuju bahwa pendidikan merupakan kebutuhan dari siswa. Jika siswa sudah menyadari bahwa belajar adalah suatu kebutuhan, maka ia akan belajar dengan senang hati. Namun sayang, kebijakan – kebijakan dalam pendidikan belum sepenuhnya berada di pihak siswa. Siswa kerap kali menjadi orang yang tidak tahu apa – apa dan menurut saja terhadap kebijakan yang ada dalam pendidikan. Materi ditentukan oleh pusat. UN dan standar kelulusan ditentukan oleh pusat. Tentu saja mau tidak mau siswa harus memenuhi target tersebut.
    Semoga pendidikan di Indonesia semakin membaik.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Laskar dalam pendidikan sama halnya dengan laskar yang ada pada terminologi lain seperti hanya yang sering digunakan dalam Laskar perang, laskar mataran. Laskar ini memiliki karakteristik yang sangat beragam, tetapi pada intinya laskar dalam pendidikan ini seolah-olah merupakan pemaksaan kehendak terhadap subkek didik agar memenuhi segala tuntutan-tuntutan yang dibebankan kepadanya yang mana terlihat dengan adanya kegiatan mengeksploitasi sumber daya bukan lagi melestarikan atau mengembangkan sumber daya, belajar menjadi suatu kewajiban dan keharusan bukan menjadikannya sebagai kebutuhan, berorientasi pada tujuan dengan menerapkan berbagai cara yang keras dan memaksa sehingga apapun yang terjadi tujuan itu harus tercapai bagaimanapun caranya, tidak adanya kooperatif tetapi hanya menciptakan tensi yang tinggi dalam kompetisi sehingga akan bersifat individual dan interaksi serta komunikasi tidak terjalin dengan baik. padahal sebagai manusia yang merupakan mahluk sosial interaksi dan komunikasi dengan yang lain akan sangat berguna dalam menjalani kehidupannya, bukan berarti bahwa kompetisi tidak diperlukan. Tetapi berkompetisilah dan ciptakan persaingan yang sehat dan dengan cara-cara yang sehat pula.

    ReplyDelete
  4. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Yang menjadi miris adalah ketika subyek didik dijadikan sebagai prajurit dalam laskar pendidikan untuk menjadi tujuan. Yang saya garisbawahi adalah bahwa laskar pendidikan dikatakan bersifat absolut. Bagaimana bisa kemampuan setiap subyek didik disamakan dan pemberian ilmu yang bersifat absolut. Padahal ilmu selalu berkembang sesuai ruang dan waktu serta perkembangan zaman. Masih banyak minus dalam implementasi pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  5. Terjadinya proses pendidikan masih akan selalu melekat dengan suatu sistem yang mengaturnya. Namun sering kali sistem yang mengatur malah mempersulit guru dan siswa dalam menjalankan proses pendidikan tersebut. Keterkaitan yang erat ini menurut saya menjadi batas gerak guru ataupun siswa untuk berkembang. Adanya keterkaitan pada kurikulum, alokasi waktu, kompetensi, keterbatasan media yang membuat guru ataupun siswa berlaku tidak semestinya untuk memenuhi kompetensi yang diahrapkan.

    ReplyDelete
  6. 16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam pendidikan di masa sekarang jarang yang menganggap pendidikan adalah kebutuhan subyek didik.
    Sehingga subyek didik diharapkan memiliki keinginan untuk memenuhinya. Pendidik mengajar dengan berlandaskan bahwa subyek didik yang membutuhkan bukan pendidik. Tetapi jika dikaji lebih lanjut hal ini juga berdampak positif agar siswa memiliki motivasi yang besar untuk belajar.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pandangan yang harus diluruskan adalah bahwa pendidikan itu bukan sekedar kewajiban tapi sejatinya adalah suatu kebutuhan. Dengan kata lain, pendidikan adalah kebutuhan bagi semua orang. Jika sudah menyadari pentingnya pendidikan, maka setiap orang akan menempatkan pendidikan sebagai prioritas tertinggi yang harus dipenuhi.

    ReplyDelete
  8. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidikan adalah kebutuhan subjek didik. Dengan begitu, subjek didik akan menjadikan belajar sebagai suatu kebutuhan dan mengganggap bahwa belajar itu penting. Sadar akan pentingnya belajar bagi siswa merupakan bekal untuk mengasah keterampilan diri dan mengembangkan potensi diri agar bisa diterapkan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  9. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan merupakan kebutuhan subjek didik. Namun karena pemikran mereka yang berpikir bahwa pendidikan itu yang harus mereka ikuti arusnya agar mereka sewaktu dewasa mendapatkan mereka inginkan. Hal itu pulka yang membuat para juragan dan godfather hanya memandang hanya sebatas kewajiban subjek didik. Namun sejalan dengan artikel pada elegi menggapai matematika yang tunggal, masih ada juragan atau godfather yang menganggap paendidikan sebagai kebutuhan para subjek didik.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    berdasarkan kesimpulan artikel elegi ini memang tidak mungkin bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik. tapi lebih kepada bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajib subyek didik. dimana mereka harus belajar untuk masa depannya sendiri. maka dari itu pendidikan lebih mengarah pada ke kewajiban dibandingkan kepada kebutuhan.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Hubungan antar pendidikan dan masyarakat lebih dibutuhkan dan lebih terasa fungsinya, karena adanya kecenderungan perubahan dalam pendidikan yang menekankan perkembangan pribadi dan sosial anak melalui pengalaman-pengalaman anak dibawah bimbingan guru, baik diluar maupun di dalam pendidikan. Ada tiga faktor yang menyebabkan pendidikan harus berhubungan dengan masyarakat, yaitu faktor perubahan sifat, tujuan dan metode mengajar di pendidikan, faktor masyarakat, yang menuntut adanya perubahan-perubahan dalam pendidikan di pendidikan dan perlunya bantuan masyarakat terhadap pendidikan, faktor perkembangan ide demokrasi bagi masyarakat terhadap pendidikan. Hubungan pendidikan dengan masyarakat lebih banyak menekankan pada pemenuhan akan kebutuhan masyarakat yang terkait dengan pendidikan.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Mayoritas pendidik lebih nyaman dengan menganggap bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajib subyek didik. Sehingga subyek didik wajib untuk melaksanakannya.
    Sehingga seringkali banyak cara digunakan untuk membuat subyek didik lebih fokus untuk melaksanakan kewajibannya. Yang menjadi masalah ketika pendidik tidak memperhatikan hak peserta didik.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi ini, yang terbayang adalah sistem pendidikan yang sedang berjalan pada negara kita saat ini. Pendidikan diberikan standar sehingga dengan tujuan yang sama untuk para subyek pembelajar. Padahal sesungguhnya pendidikan itu adalah proses memanusiakan manusia yang kebutuhan masing-masing individunya adalah berbeda, sehingga pendidikan itu adalah sesuai kebuthan subyeknya.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidikan merupakan hak seluruh anak-anak indonesia bahkan dunia. Setiap negara pasti menjamin hal ini dalam undang-undang mereka. Pendidikan bukan merupakan kewajiban peserta didik. Siswa harus mendapatkan haknya terhadap pendidikan yang layak dimanapun mereka berada. Selruh warga negara harus menyadari hak para siswa untuk belajar dan mendapat pendidikan, dan fasilitas pendidikan yang layak. Hak-hak mereka untuk belajar, berpendapat, bersosialisasi juga perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Tugas kitalah sebagai seorang guru untuk menjadi pendidikan itu suatu kebutuhan dalam diri siswa, karena selama ini pendidikan itu seolah-olah suatu paksaan. Sehingga dalam belajar banyak siswa yang terpaksa dan sesuatu yang terpaksa tidak akan menghasilkan kualitas yang baik. namun ketika pendidikan suatu kebutuhan bagi siswa maka saya yakin kualitasnya akan survive.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendidikan merupakan kebutuhan dari subyek didik. Seseorang yang haus akan ilmu yang diperolehnya melalui pendidikan adalah subyek didik. Hal iniah menjadi tugas terberat pendidik untuk membuat subyek didiknya tertarik dan slalu ingin belajar yang nantinya akan bermanfaat untuk dirinya dan orang – orang di sekelilingnya.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pendidikan bukanlah lascar tetapi kebutuhan. Pendidikan bukanlah kebutuhan para juragan, tetapi kebutuhan para subjek didik. Dari elegi ini tertulis bahwa para juragan dan godfather lascar pendidikan tidak ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subjek didik. Hasilnya? Pendidikan dijadikan tempat meraup keuntungan. Ajang unjuk gigi, siapa yang paling hebat tanpa memperhatikan peserta didik, yang penting mereka ada. bagaimana dengan kita?

    ReplyDelete
  18. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari elegi terlihat bahwa pendidikan merupakan kebutuhan, salah satu upaya yang wajid ditempuh guna kehidupan yang lebih baik nantinya. Bagi seseorang pendidikan merupakan kebutuhan, namun mungkin tidak bagi orang lain. Mengapa pendidikan itu kebutuhan? Karena tanpa pendidikan tidak ada masa depan yang lebih baik. Sekali lagi, ini hanya masalah perspektif. Jika seseorang dapat menanamkan dalam dirinya bahwa dia butuh dan perlu pendidikan, maka kondisi pendidikan dapat lebih maju lagi karena dia akan ikhlas mengikuti setiap proses yang ada dan hasil yang dicapai pun menjadi lebih maksimal

    ReplyDelete
  19. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini menggambarkan suasana pendidikan di sekitar kita. Meskipun pendidikan merupakan kebutuhan, terkadang subjek didik tidak menyadari hal ini dan yang terjadi bukan mereka yang mencari tapi malah pendidik yang mencari mereka untuk mendidik mereka. Ada pula keadaan dimana seharusnya berorientasi pada peserta didik, yang terjadi malah pendidikan berorientasi pada pendidik. Dengan demikian, baik pendidik maupun peserta didik perlu merefleksikan diri dan mengerti bahwa pedidikan itu merupakan kebutuhan.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan merupakan suatu kebutuhan. Dalam mengembangkan pendidikan diperlukan usaha dari guru, siswa, dan semua yang terlibat dalam bidang pendidikan. Kerjasama diperlukan agar dapat mewujudkan kemajuan dalam bidang pendidikan. Sudah menjadi kewajiban guru untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. Oleh karena itu perlu guru yang profesional untuk mendidik siswa dan perlu banyak pelatihan – pelatihan agar dapat mewujudkan guru – guru yang profesional.

    ReplyDelete
  21. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan merupakan kebutuhan dari anak didik kita. bukan semata mata karena kebutuhan orang orang yang memiliki kekuasaan. orang orang yang memiliki kekuasaan dapat membuat pertauran A b C tetapi apakah mereka memahami apa yang peserta didik butuhkan. sungguh tidak ada yang paling penting di dalam dunia pendidikan kecuali kebutuhan peserta didik.

    ReplyDelete
  22. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pendidikan adalah kebutuhan, bukan seperti yang selama ini seseorang menganggap bahwa pendidikan itu suatu kewajiban. Sebab ilmu itu merupakan pedoman atau petunjuk hidup kita, tanpa ilmu kita bukanlah apa-apa dan siapa. Mari kita merubah maind-set kita masing-masing agar kita tahu makna belajar yang sesungghnya.

    ReplyDelete
  23. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan peserta didik. Disini peran guru hanya sebagai fasilitator untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik. Guru diharapkan mamou menciptakan suasana pembelajaran yang memancing siswa untuk aktif bertanya, berkreasi, dan berkomunikasi dengan baik.

    ReplyDelete
  24. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita butuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Pendidikan merupakan dasar pondasi untuk meningkatkan SDM yang berkualitas. Pendidikan memberikan makna bahwa siswa adalah subjek belajar. Oleh karena itu pendidikan memiliki kedudukan yang vital dalam kehidupan.
    Jika setiap individu sudah menanamkan dalam dirinya perlu dan butuh pendidikan, maka kondisi pendidikan yang ada bisa lebih maju lagi.

    ReplyDelete
  25. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sesungguhnya tujuan utama pendidikan adalah agar kita memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir batin di dunia dan di akirat. Sehingga begitu pentingnya pendidikan tersebut untuk hidup kita, bahkan Allah pun mewajibkan kita mencari ilmu, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Rasulullah juga bersabda, “carilah ilmu sekalipun ke negeri Cina”. Jadi jelas nampak mencari ilmu adalah hal yang amat penting sekalipun harus menempuh jalan yang jauh. Namun untuk apa kita mencari ilmu jika tak disertai keikhlasan? Apa yang ingin kita raih jika tanpa adanya keikhlasan? Sungguh takkan memberikan manfaat apapun untuk hidup kita, kecuali kebahagiaan sesaat, bukan kebahagiaan lahir batin di dunia hingga akhirat. Kita berusaha agar selalu mendatangkan ikhlas di dalam hati, tak lupa berdoa kepada-Nya agar pendidikan yang kita jalani bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain, sehingga mampu mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

    ReplyDelete
  26. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi di atas, saya mendapatkan pelajaran bahwa pendidikan itu penting dan menjadi kebutuhan dan kewajiban setiap individu di negara ini. Dengan pendidikan kita dapat memajukan bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan dengan pendidikan kita bisa menguasai dunia.

    ReplyDelete
  27. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi diatas, terdapat pelajaran penting yang saya dapatkan. Salah satunya adalah pendidikan yang pada dasarnya adalah kebutuhan masing-masing individu. Semakin majunya perkembangan jaman di dunia ini, pendidikan juga sangat dibutuhkan untuk bersaing mempertahankan kehidupannya.

    ReplyDelete
  28. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan pada dasarnya merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Dengan adanya pendidikan yang terstruktur dengan baik maka dapat membuat suatu bangsa menjadi lebih maju dan juga individo di negara tersebut akan memiliki kualitas yang bagus. Jika menillik UUD 45 maka tujuan negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa untuk mencapai tujuan itu maka dibutuhkan adanya pendidikan. Bahkan saat ini di Indonesia menerapkan kewajiban untuk belajar.

    ReplyDelete
  29. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebenarnya, pendidikan adalah kebutuhan para siswa dan guru sebagai pelayan unuk memenuhi kebutuhan siswa tersebut. Akan tetapi, sebagian besar bahkan memang sudah tercantum mind set di lingkungn kita bahwa pendidikan adalah kewajiban bagi siswa. Pernah juga mendengar mengenai “wajib belajar 12 tahun”. Sangat mengindikasikan bahwa belajar adalah suatu kewajiban. Gurulah yang berperan besar dalam mengelola proses belajar tersebut di kelas, perlu ditanamkan keyakinan akan pentingnya suatu materi tersebut bagi kehidupan siswa kelak, sehingga para siswa merasa membutuhkan materi yang diajarkan oleh guru.

    ReplyDelete
  30. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Pendidikan adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia, pendidikan memberi pandangan yang sangat luas juga dapat membentuk karakter, menentukan masa depan, menentukan visi misi, serta menentukan tujuan hidup bagi para peserta didik. Namun mindset kebanyakan orang bahwa pendidikan itu adalah kewajiban dan dirasa memberatkan terutama bagi para calon peserta didik. Pemikiran inilah yang harus dirubah menjadi pendidikan itu adalah kebutuhan yang sangat penting. Supaya para calon peserta didik berlomba-lomba mendapat materi serta menggali ilmu. Dalam hal ini guru lah yang berperan penting merubah sudut pandang bahwa pendidikan itu adalah kebutuhan.

    ReplyDelete
  31. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Lebih mementingkan hasil dari pada proses. Lebih memprioritaskan kuantitas daripada kualitas. Ingin serba instan tanpa harus berlelah-lelah. Mulailah dari yang kecil dari hal yang dapat kita jangkau. Lakukan pada diri kita sendiri dahulu, apakah kita sudah menjadikan pendidikan itu sebagai kebutuhan atau kewajiban?. Jika kita telah bisa memanage diri kita maka meskipun tidak mudah tapi kita harus tetap optimis bahwa kita bisa meluruskan pemahaman bahwa pendidikan itu adalah kebutuhan bukan kewajiban.

    ReplyDelete
  32. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika itu tidak bersifat tunggal agar tetap konsisten. Matematika itu diperuntukkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika di perguruan tinggi menggunakan platonism dan jika di sekolah menggunakan aristotelian. Dari elegi di atas dinyatakan bahwa tidaklah mungkin UJIAN NASIONAL dapat dihapus TANPA RIDLO dan KEIKHLASAN dari “mereka”. Nah, yang jadi pertanyaannya adalah mengapa “mereka” tidak ridho?, bukankah ini merupakan bidangnya aristotelian?

    ReplyDelete
  33. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pendidikan saat ini sudah bukan pada masa dimana siswa diarahkan sesuai dengan panduan guru lagi akan tetapi sudah diarahkan pada siswa membangun pengetahuannya sendiri. Yang dimaksudkan adalah siswa sebagai sumber belajar atas dirinya sendiri. Mereka mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri dan guru tetap berperan sebagai fasilitator dan pengawas dalam kegiatan yang dilakukan oleh siswanya.

    ReplyDelete
  34. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan merupakan kebutuhan setiap individu bukan hanya kebutuhan guru tetapi kebutuhan murid juga. Yang namanya kebutuhan pasti akan dicapai bagaimanapun caranya. Akan tetapi pada zaman yang serba maju ini banyak siswa yang merasa bahwa pendidikan bukanlah kebutuhan, banyak yang berpikiran bahwa pendidikan bisa dibeli. Ini potret pendidikan kita yang suram, jika kita melihat banyak murid-murid didaerah terpencil harus rela berjalan berpuluh-puluh meter untuk bersekolah, karena mereka menganggap sekolah adalah kebutuhan mereka yang akan berdampak pada kehidupan yang akan datang.

    ReplyDelete