Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Pendidikan Bukan Laskar




Oleh Marsigit, Yogyakarta

Pendidikan bukanlah laskar melainkan kebutuhan. Tetapi jangan salah paham. Pendidikan bukanlah kebutuhan para juragan, tetapi kebutuhan para subyek didik. Yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana juragan dan godfather laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik? Tentu tidaklah semudah yang dipikirkan.

Ontologi laskar pendidikan dan jelmaan-jelmaannya

Kita mempunyai referensi banyak perihal terminologi “laskar”, ada laskar Pajang, laskar Pajajaran, laskar Mataram, dan laskar-laskar yang lain. Apapun tentang laskar, maka ada makna-makna pokoknya di sana.

Makna pokok dalam terminilogi “laskar” kemudian menjadi karakteristik ontologi laskar pendidikan.

Karakteristik ontologi laskar pendidikan kemudian dapat dideskripsikan sebagai berikut: terdapat pengerahan secara besar-besaran, diarahkan ke suatu tujuan tertentu, ada pengendali laskar, tujuan laskar bersifat tunggal, terdapat pergerakan masive secara linear ke depan, sangat fokus kepada hal-hal yang di depan, mengeksploitasi segenap sumber daya, arah komunikasi bersifat tunggal kedepan, kompetisi ketat, yang kalah yang tertinggal, yang kalah menjadi pecundang, yang menang yang berjaya, melindas dan melibas apa saja yang dilewati, sangat patuh (patuh buta) terhadap komando, tidak mampu melihat dan tidak perlu melihat persimpangan jalan, keberhasilan adalah keseluruhan, tidak perlu tanya jawab ketika sudah berangkat, bersifat kompetitif dari pada kooperatif, tidak kompromi terhadap laskar yang lain, lebih baik menggunakan cara dari pada mengerti cara, mementingkan hasil, paradigma menghancurkan musuh, tidak sempat melakukan refleksi, meninggalkan residu-residu laskar, memerlukan keseragaman gerak dan langkah, mempunyai pembagian tugas yang ketat, mempunyai kontrol yang kuat, tidak ada skema untuk kembali, ukuran bersifat lebih kuantitatif, seleksi sangat ketat, bersifat eksklusif, paradigma mengontrol dan menguasai dunia, bersifat real dan kongkret, bersifat mekanistis, terstruktur kuat, didominasi komunikasi kekuasaan,selaras dengan filsafat diterminism, selaras dengan filsafat vitalism, merupakan paradigma salah benar, anti fallibism, makna di luar pikiran, selaras dengan paradigma behaviorism, selaras dengan psikologi stimulus response, bercirikan external evaluation, bersifat monoculture, bersifat rigid, bersifat absolut, selaras dengan filsafat realism, didukung empiricism, merupakan tulang punggung utilitarian dan pragmatism, selaras dengan jargon investasi, menghasilkan hedonism, bersifat materialism, kebenaran diukur dari manfaat, kebenaran diukur dari kekuasaan, didukung metode trial and error, didukung metode logico empirical hypotetiko dan logico deductico hypotetico, lebih bersifat kuantitatif dari pada kualitatif, jati diri atau identitas diri tertutup oleh jati kelompok, anti relativism, bersifat arogan terhadap alam karena merasa bisa memanipulasikannya, laskar utilitarian, laskar pragmatism, laskar hedonism, laskar teknologi, laskar naturalis, masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu, neo empiricism, neo pragmatism, dikendalikan oleh para juragan dan pemodal, selaras dengan filsafat dan psichologi reductionism dan penyederhanaan, selaras dengan jargon karakter bangsa atau nation building, bersifat eksternal, wadah atau lambang terlebih dulu baru kemudian isinya jika memang terjangkau, social capital dan economy menjadi ukuran yang paling tinggi, kontrol ekonomi dari atas dan fakta ekonomi dari bawah, selaras dengan filsafat strukturalism, bermasyarakat struktur kekuasaan-struktur ekonomi–struktur eksploitasi, struktur masyarakat kedudukan-kepemilikan-kekuasaan-pemilik modal-pekerja dan buruh, berhukum sebab-akibat, selaras dengan feudalism dan masyarakat burgois, kerusakan tidak bisa diperbaharui, anti filsafat, berhadap-hadapan dengan humaniora, yang benar yang nyata dan yang terukur, spiritual merupakan tahapan primitif sedangkan teknologi merupakan tahapan maju, temuan baru adalah segala-galanya dibanding dengan akibatnya, pengetahuannya bersifat a posteriori, ilmunya bersifat naturewissenschaften, bersifat anti geisteswissenschaften, berlogika sistem input-proses-output, terinspirasi oleh Machiavelianism, bersumber pada filsafat positivism dari Auguste Comte dan St.-Simon, bersinergi dengan John Adam Smith, bersinergi dengan Karl Mark, dipengaruhi oleh Will to Power nya Nietze, disindir oleh Will dan Ideas nya Schopenhauer, didukung oleh William James, Ranke, Croce, Max Weber, and Meinecke, diprotes oleh Nihilismenya Paul Nietze dan Satre, diprotes oleh spiritualism, diprotes oleh idealism, diprotes oleh socio-constructivist, didukung oleh jargon atasan, diprotes oleh jargon bawahan, berorientasi hasil dan standard, ditentang oleh proses dan portfolio, bersinergi dengan penyeragaman, tidak berselera akan keanekaragaman, ontologi laskar pendidikan diberangkatkan dari negara-negara Industri, sasaran ontologi laskar pendidikan adalah negara-negara berkembang sampai ke ujung dunia beserta sumber dayanya, ontologi laskar pendidikan telah berangkat sejak jaman modern, di jaman sekarang ontologi laskar pendidikan semakin berjaya dan dominan.

Kesimpulan

Tidaklah mungkin juragan dan godfather ontologi laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik. Mereka lebih enjoy bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajib subyek didik. Jika tampaknya ikhlas maka itu hanyalah sementara dan tidaklah konsisten, demi menjaga situasi kondusif untuk lajunya ontologi laskar pendidikan.

69 comments:

  1. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pendidikan bukanlah lascar tetapi kebutuhan. Pendidikan bukanlah kebutuhan para juragan, tetapi kebutuhan para subjek didik. Dari elegi ini tertulis bahwa para juragan dan godfather lascar pendidikan tidak ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subjek didik. Hasilnya? Pendidikan dijadikan tempat meraup keuntungan. Ajang unjuk gigi, siapa yang paling hebat tanpa memperhatikan peserta didik, yang penting mereka ada. bagaimana dengan kita?

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari elegi terlihat bahwa pendidikan merupakan kebutuhan, salah satu upaya yang wajid ditempuh guna kehidupan yang lebih baik nantinya. Bagi seseorang pendidikan merupakan kebutuhan, namun mungkin tidak bagi orang lain. Mengapa pendidikan itu kebutuhan? Karena tanpa pendidikan tidak ada masa depan yang lebih baik. Sekali lagi, ini hanya masalah perspektif. Jika seseorang dapat menanamkan dalam dirinya bahwa dia butuh dan perlu pendidikan, maka kondisi pendidikan dapat lebih maju lagi karena dia akan ikhlas mengikuti setiap proses yang ada dan hasil yang dicapai pun menjadi lebih maksimal

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini menggambarkan suasana pendidikan di sekitar kita. Meskipun pendidikan merupakan kebutuhan, terkadang subjek didik tidak menyadari hal ini dan yang terjadi bukan mereka yang mencari tapi malah pendidik yang mencari mereka untuk mendidik mereka. Ada pula keadaan dimana seharusnya berorientasi pada peserta didik, yang terjadi malah pendidikan berorientasi pada pendidik. Dengan demikian, baik pendidik maupun peserta didik perlu merefleksikan diri dan mengerti bahwa pedidikan itu merupakan kebutuhan.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan merupakan suatu kebutuhan. Dalam mengembangkan pendidikan diperlukan usaha dari guru, siswa, dan semua yang terlibat dalam bidang pendidikan. Kerjasama diperlukan agar dapat mewujudkan kemajuan dalam bidang pendidikan. Sudah menjadi kewajiban guru untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. Oleh karena itu perlu guru yang profesional untuk mendidik siswa dan perlu banyak pelatihan – pelatihan agar dapat mewujudkan guru – guru yang profesional.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan merupakan kebutuhan dari anak didik kita. bukan semata mata karena kebutuhan orang orang yang memiliki kekuasaan. orang orang yang memiliki kekuasaan dapat membuat pertauran A b C tetapi apakah mereka memahami apa yang peserta didik butuhkan. sungguh tidak ada yang paling penting di dalam dunia pendidikan kecuali kebutuhan peserta didik.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pendidikan adalah kebutuhan, bukan seperti yang selama ini seseorang menganggap bahwa pendidikan itu suatu kewajiban. Sebab ilmu itu merupakan pedoman atau petunjuk hidup kita, tanpa ilmu kita bukanlah apa-apa dan siapa. Mari kita merubah maind-set kita masing-masing agar kita tahu makna belajar yang sesungghnya.

    ReplyDelete
  7. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan peserta didik. Disini peran guru hanya sebagai fasilitator untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik. Guru diharapkan mamou menciptakan suasana pembelajaran yang memancing siswa untuk aktif bertanya, berkreasi, dan berkomunikasi dengan baik.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita butuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Pendidikan merupakan dasar pondasi untuk meningkatkan SDM yang berkualitas. Pendidikan memberikan makna bahwa siswa adalah subjek belajar. Oleh karena itu pendidikan memiliki kedudukan yang vital dalam kehidupan.
    Jika setiap individu sudah menanamkan dalam dirinya perlu dan butuh pendidikan, maka kondisi pendidikan yang ada bisa lebih maju lagi.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sesungguhnya tujuan utama pendidikan adalah agar kita memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir batin di dunia dan di akirat. Sehingga begitu pentingnya pendidikan tersebut untuk hidup kita, bahkan Allah pun mewajibkan kita mencari ilmu, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Rasulullah juga bersabda, “carilah ilmu sekalipun ke negeri Cina”. Jadi jelas nampak mencari ilmu adalah hal yang amat penting sekalipun harus menempuh jalan yang jauh. Namun untuk apa kita mencari ilmu jika tak disertai keikhlasan? Apa yang ingin kita raih jika tanpa adanya keikhlasan? Sungguh takkan memberikan manfaat apapun untuk hidup kita, kecuali kebahagiaan sesaat, bukan kebahagiaan lahir batin di dunia hingga akhirat. Kita berusaha agar selalu mendatangkan ikhlas di dalam hati, tak lupa berdoa kepada-Nya agar pendidikan yang kita jalani bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain, sehingga mampu mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

    ReplyDelete
  10. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Pendidikan adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia, pendidikan memberi pandangan yang sangat luas juga dapat membentuk karakter, menentukan masa depan, menentukan visi misi, serta menentukan tujuan hidup bagi para peserta didik. Namun mindset kebanyakan orang bahwa pendidikan itu adalah kewajiban dan dirasa memberatkan terutama bagi para calon peserta didik. Pemikiran inilah yang harus dirubah menjadi pendidikan itu adalah kebutuhan yang sangat penting. Supaya para calon peserta didik berlomba-lomba mendapat materi serta menggali ilmu. Dalam hal ini guru lah yang berperan penting merubah sudut pandang bahwa pendidikan itu adalah kebutuhan.

    ReplyDelete
  11. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Lebih mementingkan hasil dari pada proses. Lebih memprioritaskan kuantitas daripada kualitas. Ingin serba instan tanpa harus berlelah-lelah. Mulailah dari yang kecil dari hal yang dapat kita jangkau. Lakukan pada diri kita sendiri dahulu, apakah kita sudah menjadikan pendidikan itu sebagai kebutuhan atau kewajiban?. Jika kita telah bisa memanage diri kita maka meskipun tidak mudah tapi kita harus tetap optimis bahwa kita bisa meluruskan pemahaman bahwa pendidikan itu adalah kebutuhan bukan kewajiban.

    ReplyDelete
  12. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika itu tidak bersifat tunggal agar tetap konsisten. Matematika itu diperuntukkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika di perguruan tinggi menggunakan platonism dan jika di sekolah menggunakan aristotelian. Dari elegi di atas dinyatakan bahwa tidaklah mungkin UJIAN NASIONAL dapat dihapus TANPA RIDLO dan KEIKHLASAN dari “mereka”. Nah, yang jadi pertanyaannya adalah mengapa “mereka” tidak ridho?, bukankah ini merupakan bidangnya aristotelian?

    ReplyDelete
  13. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pendidikan saat ini sudah bukan pada masa dimana siswa diarahkan sesuai dengan panduan guru lagi akan tetapi sudah diarahkan pada siswa membangun pengetahuannya sendiri. Yang dimaksudkan adalah siswa sebagai sumber belajar atas dirinya sendiri. Mereka mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri dan guru tetap berperan sebagai fasilitator dan pengawas dalam kegiatan yang dilakukan oleh siswanya.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan merupakan kebutuhan setiap individu bukan hanya kebutuhan guru tetapi kebutuhan murid juga. Yang namanya kebutuhan pasti akan dicapai bagaimanapun caranya. Akan tetapi pada zaman yang serba maju ini banyak siswa yang merasa bahwa pendidikan bukanlah kebutuhan, banyak yang berpikiran bahwa pendidikan bisa dibeli. Ini potret pendidikan kita yang suram, jika kita melihat banyak murid-murid didaerah terpencil harus rela berjalan berpuluh-puluh meter untuk bersekolah, karena mereka menganggap sekolah adalah kebutuhan mereka yang akan berdampak pada kehidupan yang akan datang.

    ReplyDelete
  15. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pendidikan merupakan kebutuhan kita semua. Dengan pendidikan maka kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Akan tetapi banyak orang yang mengartikan kebutuhan pendidikan dengan kebutuhan untuk hidup. Yang dimaksud disini adalah banyak orang yang berlomba-lomba bersekolah namun dengan tujuan untuk memperoleh gaji tinggi, pangkat yang tinggi dan juga derajat yang tinggi, padahal apabila kita ikhlas dalam mencari ilmu pengetahuan itu sendiri maka gaji yang tinggi, pangkat yang tinggi, dan derjat yang tinggi akan mengikuti seiring berjalannya waktu, karena tujuan kita bersekolah adalah untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam hidup di dunia dan di akhirat.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Alur yang indah. Melihat ironi pendidikan di indonesia lewat rangkaian kata-kata dalam kalimat yang tak panjang-panjang amat. Beberapa kata, diakhiri koma atau titik menjadi kalimat yang sedang. Membuatku tak tersengal-sengal ketika membaca ironi kehidupan yang sedalam ini.

    Saya menyadari betul memang keadaannya mirip dengan apa yang dituliskan dalam postingan ini. Pendidikan tidak dimaknai pendidikan secara utuhnya.
    "......kebenaran diukur dari manfaat, kebenaran diukur dari kekuasaan, didukung metode trial and error, didukung metode logico empirical hypotetiko dan logico deductico hypotetico, lebih bersifat kuantitatif dari pada kualitatif, jati diri atau identitas diri tertutup oleh jati kelompok, anti relativism, bersifat arogan terhadap alam karena merasa bisa memanipulasikannya, laskar utilitarian, laskar pragmatism, laskar hedonism, laskar teknologi, laskar naturalis, masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu, neo empiricism, neo pragmatism, dikendalikan oleh para juragan dan pemodal, selaras dengan filsafat dan psichologi reductionism dan penyederhanaan,......."

    Laskar pendidikan, terdengar penuh semangat, tapi menghambat tercapainya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca elegi di atas, bahwa pendidikan itu penting dan menjadi kebutuhan dan kewajiban setiap individu di Negara ini. Dengan pendidikan kita dapat memajukan bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan kita bisa menguasai dunia.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan atau kewajiban? menurut hemat saya, dalam kaitan ini tampaknya pihak eksekutif dan atau legislatif memandang bahwa pendidikan merupakan kewajiban. Sebagai kewajiban, mereka dapat menyebutkan bahwa amanat mencerdaskan kehidupan bangsa dan amanat UUD 45 sudah dilaksanakan dalam bentuk Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Saat ini kita harus melakukan perubahan cepat untuk menggeser pola pikir terhadap pendidikan dari sebagai kewajiban menjadi kebutuhan. Apabila pendidikan dipandang sebagai kebutuhan, maka semua elemen bangsa baik perorangan ataupun pejabat akan berusaha seoptimal mungkin mencari strategi agar setiap anak bangsa mendapatkan pendidikan yang baik demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  19. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pendidikan sudah menjadi kebutuhan setiap manusia. Karena memang pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan, karena itu pendidkan sangat penting bagi manusia. Sebenarnya pengetahuan tidak hanya didapatkan dari sekolah saja, tetapi dari semua lingkup kehidupan. Jadi, pengetahuan itu merupakan suatu kebutuhan karena memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sebaiknya membuat pemikiran siswa tentang belajar bahwa belajar itu bukan lagi kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan, sehingga nantinya proses pembelajaran akan menjadi lebih maksimal.

    ReplyDelete
  20. Jika banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan, saya lebih sepakat bahwa pendidikan adalah suatu kewajiban. Bagaimana tidak? Sebuah hadist mengatakan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi muslim/ah. Terlalu 'keras' mungkin, namun jika ditelisik lebih dalam, jika pendidikan adalah suatu kewajiban maka seseorang mau tidak mau harus mengenyam pendidikan.

    ReplyDelete
  21. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pendidikan adalah sesuatu yang mutlak bagi seseorang sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan. Pendidikan juga merupakan suatu proses yang kontinue mulai dari lahir hingga akhir hayat. Sebenar-benar pendidikan adalah yang diperoleh bukan hanya di bangku sekolah namun juga dari lingkungan dan alam. Terlepas pendidikan adalah kebutuhan atau kewajiban, lingkungan terutama orang tua dan guru harus menciptakan jalan untuk membangun presepsi anak bahwa pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Jika seorang anak telah memahami peran pendidikan dalam kehidupan baik dunia maupun akhirat maka ia akan menjalani pendidikan sebagai kebutuhan dan kewajiban dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  22. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi yang sangat luar biasa, kalimat-kalimat yang sangat menginspirasi.
    Pendidikan bukanlah laskar melainkan kebutuhan. Tetapi jangan salah paham. Pendidikan bukanlah kebutuhan para juragan, tetapi kebutuhan para subyek didik. Nah, yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana juragan dan godfather laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik?

    ReplyDelete
  23. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Apakah juragan dan godfather laskar pendidikan menerima pendidikan sebagai kebutuhan subyek didik? Hal itu tentu tidaklah semudah yang dipikirkan. Tidaklah mungkin juragan dan godfather ontologi laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik. Mereka lebih enjoy bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajiban subyek didik. Jika tampaknya ikhlas maka itu hanyalah sementara dan tidaklah konsisten, demi menjaga situasi kondusif untuk lajunya ontologi laskar pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Memang seharusnya pendidikan merupakan kebutuhan subyek didik, bukan justru menjadi sebuah proyek yang memiliki satu tujuan tertentu. Karena pendidikan merupakan kebutuhan siswa, pendidikan semestinya dapat dibangun tanpa ada keterpaksaan dari siswa dan dalam suasana yang menyenangkan. Pendidikan harus bisa memenuhi kebutuhan siswa untuk belajar dengan melibatkan siswa secara aktif di dalam pembelajaran. Namun, yang sekarang ini terjadi dalam praktek pendidikan di Indonesia ialah pendidikan laskar. Pendidikan bukan merupakan kebutuhan siswa tetapi merupakan kewajiban siswa. Pendidikan justru menjadi alat untuk menguntungkan kepentingan penguasa. Keadaan ini akan sulit untuk diubah karena hal ini telah menjadi proyek dari negara-negara industri yang membuat kita tidak menyadarinya.

    ReplyDelete
  25. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Jika memang benar yang dimaksud dengan pendidikan ialah laskar seperti berikut ini "...diarahkan ke suatu tujuan tertentu, ada pengendali laskar, tujuan laskar bersifat tunggal, terdapat pergerakan masive secara linear ke depan, sangat fokus kepada hal-hal yang di depan, mengeksploitasi segenap sumber daya, arah komunikasi bersifat tunggal kedepan, kompetisi ketat, yang kalah yang tertinggal, yang kalah menjadi pecundang, yang menang yang berjaya, melindas dan melibas apa saja yang dilewati, sangat patuh (patuh buta) terhadap komando, tidak mampu melihat dan tidak perlu melihat persimpangan jalan, keberhasilan adalah keseluruhan, tidak perlu tanya jawab ketika sudah berangkat, bersifat kompetitif dari pada kooperatif, tidak kompromi terhadap laskar yang lain, lebih baik menggunakan cara dari pada mengerti cara, mementingkan hasil, ..." maka sungguh saya tidak setuju bahwa pendidikan adalah laskar. Jika pendidikan adalah laskar, maka pendidikan setiap anak akan dikendalikan oleh oknum-oknum tertentu, keberhasilan anak hanya akan dipandang secara keseluruhan, lebih mementingkan kompetitif daripada kooperatif, dan yang kalah akan dianggap sebagai pecundang. Jika seperti itu, maka bagaimana seorang anak akan berkembang dengan pendidikannya. Saya lebih setuju bahwa pendidikan adalah kebutuhan. Jika pendidikan dipandang sebagai sebuah kebutuhan, maka seorang anak tidak akan merasa terbebani, dia akan merasa rugi jika tidak belajar dengan sungguh-sungguh, dan ia akan merasa bahwa pendidikan adalah hal yang penting, sehingga akan berusaha dengan sebaik-baiknya dalam menempuh pendidikan.

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Pendidikan merupakan kebutuhan subjeknya. Oleh karena itu pendidikan memilikki karakteristik ontologi yaitu terdapat pengarahan, pengendali, tujuan yang bersifat tunggal, pergerakan masive, fokus, mengekplotasi sumber daya, komunikasi bersifat tunggal, dsb. Selama ini godfather menganggap bahw pendidikan adalah kewajiban subjek didik, yang memiliki keharusan mutlak dalam mempelajarinya, padahal selain hakikatnya subjek harus memiliki pola pikir bahwa pendidikan merupakan kebutuhan suatu subjek sehingga subjek akan merasa ikhlas dalam menjalankan proses belajar. Saat siswa merasa ikhlas dalam memperoleh pendidikan maka siswa akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk mengoptimalkan pendidikannya dan siswa juga akan memiliki keinginan kuat dalam mengembangkan pendiidkannya.

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Pikiran saya menjadi lebih terbuka dengan adanya postingan ini dan menjadi tahu bahwa pendidikan yang ada saat ini merupakan wujud dari laskar pendidikan. Terdengar indah istilahnya, "laskar pendidikan" namun memiliki makna yang sungguh berbalikan dengan istilahnya sendiri. Semulanya, saat saya melihat topiknya sudah memiliki persepsi yang positif akan laskar pendidikan, yang mana dapat membangun semangat yang menggebu-gebu, kemandirian dan menumbuhkan kesadaran akan proses belajar itu sendiri. Justru yang saya temui adalah makna yang sebaliknya, yaitu pemaksaan, kaku, mono cultural, dan sebagainya. Dalam benak saya terpikirkan bagaimana mengembalikan proses pendidikan yang dapat sesuai dengan kebutuhan dan menyadarkan pendidikan itu sebagai kewajiban dari si subyek itu sendiri. Apapun metode yang sudah ada pastinya ada pro dan kontra saat diterapkan. Begitu dengan laskar pendidikan itu sendiri pasti memiliki sisi yang positif juga saat dijalankan.

    ReplyDelete
  28. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Saya rasa hampir setiap orang tua ingin agar anaknya memiliki pendidikan yang tinggi. Untuk itulah, mereka berjuang agar anaknya dapat bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak. Karena mereka yakin dengan pendidikan yang baik akan dapat mengubah nasibnya, terlebih lagi bagi mereka yang keadaan keluarganya kurang mampu atau tidak mampu. Sebagai pendidik, diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pendidikan para peserta didik. Para pendidik juga diharapkan dapat menjadi fasilitator yang baik dan dengan ikhlas dan tulus menjalankan tugas-tugasnya.

    ReplyDelete
  29. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dengan membaca saya belajar tentang laskar, apa itu laskar. Banyak sekali penjelasan tentang laskar. Semua penjelasan tersebut menurut saya menunjukkan bahwa laskar terkesan hanya mengutamakan kepentingan penguasa dan cenderung ketat dan keras. Sedangkan pendidikan harus memperhatikan kebutuhan subyek-subyeknya. Mengembangkan kurikulum berdasarkan karakteristik dan latar belakang subyeknya, memberikan layanan dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan. Serta meperhatikan segala proses untuk mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  30. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi Menggapai Pendidikan Bukan Laskar. Pada postingan ini menceritakan bahwa pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan seseorang. Pendidikan itu berarti kita menuntut ilmu, dan menuntut ilmu itu tidak ada putusnya. Sepanjang hidup kita harus selalu menuntut ilmu. Pendidikan itu adalah kebutuhan bukan kewajiban. Tapi godfather selama ini berfikiran bahwa pendidikan itu kewajiban subyek didik.
    Dalam menjalani pendidikan subjek didik harus mempunyai mindset bahwa pendidikan itu adalah kebutuhan, agar subjek didik ikhlas dalam menjalani pendidikannya itu.

    ReplyDelete
  31. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Untuk menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan memang bukan perkara mudah. Karena nyatanya masih banyak para peserta didik beranggapan bahwa pendidikan sebagai kewajiban. Tugas utama guru sebagai pendidik tidak terlepas dari bagaimana mewujudkan hal tersebut. Karena jika ada rasa membutuhkan akan pendidikan oleh peserta didik, maka akan ikhlas dalam menuntut ilmu dan memahami materi pelajaran. Namun jika pendidikan masih dirasakan sebagai kewajiban maka siswa akan merasa terbebani dan keterpaksaan dalam menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Laskar berarti pasukan, kurang lebihnya suatu pasukan memiliki gerak yang sama, seragam yang sama, persenjataan yang sama. Hal tersebut tak dapat diberlakukan dalam pendidikan. Setiap anak di dunia ini dilahirkan berbeda. Semua memiliki keunikan masing-masing. Dengan tiap keunikan tersebut, tentu tiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Adalah suatu kesalahan ketika kita menyamaratakan setiap anak dengan memberinya pembelajaran yang kadang tak sesuai dengan kebutuhannya demi menjadikannya seorang laskar. Saya akan behenti di pertanyaan ini: Jika esensi pendidikan adalah menjawab kebutuhan belajar tiap siswa, apakah menjadikannya laskar dapat menjawab kebutuhannya?

    ReplyDelete
  33. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas yang saya pahami berkaitang dengan pendidikan adalah bukan laskar. Sayapun mencari di wikipedi apa yang dimaksud dengan laskar secara singkat, laskar yaitu pasukan atau lebih kepada obyek dari pendidikan. Sehingga ketika pendidikana dikatakan sebagai sebuah laskar maka ia cenderung menekan para peserta didik. Padahal seharusnya subjek pendidikan adalah peserta didik itu, kesadaran muncul dari mereka. Merasa membutuhkan pendidikan harusnya muncul dari para peserta didik bukan dari petinggi pendidikan.

    ReplyDelete
  34. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof.Marsigit atas pemberian pencerahan di atas. Mungkin memang seperti permainan bahasa dan kata-kata, namun yang dapat saya tangkap bahwa pendidikan bukanlah suatu laskar yang memandang itu merupakan hal penting dan wajib dikenyam oleh seluruh siswa. Bukan hanya sekedar bak laskar yang penuh aturan untuk diikuti dan di tatati di dalamnya, namun lebih tepatnya pendidikan harus ada dan selalu bersama dalam setiap langkah kita beraktivitas, baik secara formal, nonformla, ataupun informal. Padahal, dahulu saja Rasulullah saja menyuruh kita pertama kali untuk "membaca", artinya belajar bukanlah suatu kewajiban namun suatu kebutuhan. kebutuhan itu akan terasa jika kita sudah ikhlas dan tulus dalam menjalaninya, maka ilmu yang didapatkan para siswa akan terasa sekali manfaatnya. Wallahu 'alam bishowab, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa selalu haus akan ilmu dan ikhlas dalam mempelajari segala yang ada dan yang mungkin ada. Amin

    ReplyDelete
  35. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Pendidikan merupakan proses mencari pengetahuan ataupun cara seseorang subyek untuk mengembangkan potensi diri dan tanpa batasan ruang dan waktu. Melihat pendidikan sebagai lascar seperti melihat kekuasaaan pemerintahan yang berifat otoriter yakni proses berjalan satu arah (perboden) dan hal ini menurut kami dapat merugikan salah satu pihak karena dalam pendidikan sebagai lascar salah satu komponennya adalah disominasi komunikasi kekuasaan meskipuin komponen-komponen lainnya tidak menuntut kemungkinan dapat memiliki hal yang positif. Di sisi lain memadang pendidikan sebagai kebutuhan hal yang lumrah namun esensinya merupakan hal yang penting karena pendidikan salah satu cara membangun karakter seseorang. Selain kebutuhan pendidikan merupakan kewajiban, hal ini sesuai hadits Nabi SAW “ menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan”. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  36. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pendidikan memang bukanlah sebuah laskar. Kalau pendidikan dipandang sebagai sebuah laskar, para siswa akan terbebani oleh kewajiban-kewajiban dan menjadi terpaksa. Sehingga para siswa bersekolah mulai dari TK, SD, SMP, sampai SMA dengan terpaksa bukan atas dasar kebutuhan. Seperti yang diungkapkan dalam uraian di atas, pendidikan sebagai laskar dianggap lebih kompetitif dibandingkan kooperatif bahkan pendidikan sebagai laskar juga melindas dan melibas apa saja yang dilewati. Jika seperti itu maka siswa hanya mengejar rangking dalam kelasnya. Ia berusaha mendapatkan rangking sebagus-bagusnya dengan mengabaikan proses untuk mendapatkannya, yang penting mendapat rangking terbaik atau juara kelas. Misal ketika mengerjakan Ujian Nasional, demi mendapatkan nilai setinggi-tingginya, siswa mencari bocoran soal, mencontek, dan melakukan kecurangan-kecurangan semacamnya. Selain itu pendidikan sebagai laskar bersifat sangat patuh (patuh buta) terhadap komando. Jika seperti itu, maka siswa harus sepatuh-patuhnya pada perintah guru, harus mengerjakan PR, mengerjakan tugas, menuruti segala yang diperintahkan, bahkan jika tidak menuruti akan dihukum atau diberi point. Tentu ini menjadikan guru bersifat otoriter. Bisa saja nanti guru bersifat semena-mena kepada para siswanya, seperti memberikan tugas (PR) berlebihan, melakukan kekerasan pada siswa, dan sebagainya. Jadi, pendidikan itu sesungguhnya merupakan kebutuhan, bukanlah laskar. Belajar itu kebutuhan. Jika sudah mengganggapnya sebagai kebutuhan, siswa tentu merasa senang ketika pergi ke sekolah, siswa tentu merasa gembira ketika mengikuti proses pembelajaran di kelas, serta siswa merasa senang ketika mengerjakan PR atau tugas yang diberikan oleh gurunya.

    ReplyDelete
  37. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Elegi diatas seakan-akan menggambarkan kondisi pendidikan yang telah saya jalani selama ini. Pendidikan seakan-akan medan pertempuran, dan saya sebagai objeknya solah-olah laskar yang berjuang diantara hidup dan mati. Saya merasakan sangat tersiksa dengan pembelajaran yang telah saya alami. Saya masih belum paham apakah pendidikan yang seharusnya seperti itu atau berubah. Saya butuh pencerahan.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pendidikan itu sangat penting. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita butuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik.Namun kenyataannya makin banyak lulusan PT menganggur seakan kontras dengan apa yang dijelaskan oleh sebuah universitas. Dunia kerja tidak sesuai dengan dunia pendidikan. pendidikan yang diharpakn mengubah kehidupan manusia jika dapat menggunakan pada potensi yang tepat, sehingga pendidikan harus berjalan dengan praktik yang ada. dan akhirnya pada lulusan yang berpendidikan tinggi diharapkan dapat membuat lapangan pekerjaan.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pendidikan merupakan pondasi untuk membuat diri manusia menjadi berkualitas, sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, pendidikan adalah kebutuhan dari setiap manusia (subyek didik) menjadi manusia yang berkualitas. Jika pendidikan adalah laskar, maka jika diibaratkan, subyek didik hanyalah sebuah bangunan yang dibangun oleh para pelaku atas perintah atasannya. Sedangkan subyek didik bukanlah barang yang terus menerus disetir untuk mengikuti kemauan dari sang empunya kekuasaan atas dirinya. Subyek didik adalah manusia yang memiliki hati dan pikiran yang mmebutuhkan pendidikan untuk membangun masa depan hidupnya. Ketika subyek didik merasakan bahwa pendidikan adalah benar-benar kebutuhan akan dirinya, bukan suatu kewajiban yang ditekankan dari manapun, maka subyek didika akan mengikuti proses pendidikan dengan ikhlas dan hasil yang dicapai pun akan lebih baik dan maksimal.

    ReplyDelete
  40. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya pribadi merasa ingin memberontak jika memang sebagian besar pengajar mengangga bahwa pendidikan itu adalah kewajiban-kewajiban para subyek didik. Wah... bisa bubar pendidikan di negara ini. Anak didik adalah subyek, mereka ini sedang membangun pengetahuannya. Mereka adalah subyek yang hendak menentukan arahnya di masa depannya. Guru hanyalah fasilitator saja, yang memberi mereka jalan, memberi arah agar tak salah jalan. Namun penentunya adalah mereka sendiri.
    Wahai guru dan calon guru, sadarilah, engkau hanyalah bidan yang membantu anak melahirkan pengetahuannya (Mangunwijaya).

    ReplyDelete
  41. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami pada kehidupan di zaman modern seperti saat ini, produk pendidikan sering kali hanya diukur dari perubahan eksternal yaitu hanya pada kemajuan fisik dan material yang dapat meningkatkan pemuasan kebutuhan manusia. Yang menjadi masalah sebenarnya pada hal ini adalah bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan, padahal kebutuhan manusia sering bersifat tidak terbatas, bersifat subyektif yang sering justru dapat menghancurkan harkat kemanusiaan yang paling dalam yaitu kehidupan spiritualnya, sehingga kebutuhan spiritualnya terkadang tidak dipenuhi karena memang tidak ada keinginan untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Produk pendidikan berubah menjadi hanya menghasilkan manusia yang cerdas dan terampil untuk melakukan pekerjaannya, tetapi tidak memiliki kepedulian dan perasaan terhadap sesama manusia. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan menjadi alat untuk mendapatkan dan mengggunakan kekuasaan dan kesombongan untuk memperdayai orang lain, kecerdikannya digunakan untuk menipu dan menindas orang lain, produk pendidikan berubah menghasilkan manusia yang serakah dan egois. Seperti yang disebutkan oleh Thomas Hobbes bahwa manusia itu adalah serigala bagi sesamanya yaitu “Homo homini lupus”.

    ReplyDelete
  42. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Selama ini hampir semua orang menganggap bahwa pendidikan itu merupakan suatu kewajiban. Seperti program pendidikan yang ada di Indonesia yakni Wajib Belajar 9 Tahun. Dari kata tersebut sudah jelas kita ketahui bahwa anggapan kita selama ini bahwa pendidikan itu merupakan kewajiban bukanlah suatu kebutuhan. Pendidikan semestinya dapat dibangun tanpa ada keterpaksaan, dalam suasana yang menyenangkan melibatkan siswa. Saya sependapat dengan yang bapak sampaikan dibagian kesimpulan semua akan terwujud jika penentu kebijakan dalam pendidikan itu mengerti bahwa pendidikan adalah subyek didik. Semoga kelak ada yang dapat menyatukan semua pihak sehingga pendidikan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  43. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Pendidikan merupakan media atau alat yang digunakan untuk meningkatkan semua aspek kebaikan yang berhubungan dengan subyek didik. Pendidik, pemimpin dan pemangku kebijakan di bidang pendidikan seyogyanya adalah pekerja yang bekerja demi kepentingan subyek didik. Akan tetapi, keadaan yang ada sekarang semua hal berhubungan dengan pendidikan seolah beralih tujuan yang mulanya untuk memenuhi kebutuhan subyek didik menjadi memenuhi kebutuhan para laskar pendidikan dalam hal ini ialah juragan dan godfather laskar pendidikan. Cara yang dapat dilakukan agar pendidikan yang baik tercapai adalah mengubah perspektif atau cara pandang para pendidik, pemangku kebijakan, dan pemimpin di bidang pendidikan menjadi berorientasi pada subyek didik bukan berorientasi pada kepentingan individu atau golongan.

    ReplyDelete
  44. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Proses pembelajaran perlu menjadi perhatian khusus dalam pembelajaran. Didalam proses pembelajaran itu siswa sbagai subyek pembelajaran perlu difasilitasi dalam belajar, guru bisa mendampingi siswa dan menjaga supaya proses pembelajaran terarah. Dengan fokus dalam proses, maka akan memudahkan dalam memasukkan nilai-nilai karakter kepada siswa, pembelajaran jadi ramah, bisa belajar bermakna, belajar sesuai konteks sehari-hari maupun lingkungan sekitar siswa. Proses yang baik tentu menghasilkan hasil yang baik baik secara akademik maupun karakter siswa.

    ReplyDelete
  45. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pendidikan bukanlah sebuah laskar, kata laskar biasanya digunakan dalam militer pada jaman perang seperti yang disebutkan diatas. Pendidikan semestinya dapat dibangun tanpa ada keterpaksaan, dalam suasana yang menyenangkan melibatkan siswa. Saya rasa setiap guru ingin siswa-siswanya terlibat dalam setiap pembelajaran dikelas tetapi mereka dibayang-bayangi oleh banyak hal diantaranya materi yang banyak, ujian nasional dll.
    Selayaknya pendidikan memang untuk melayani subyek dalam hal ini adalah siswa, bukan untuk sebuah proyek untuk mencapai tujuan tertentu. Saya sependapat dengan yang bapak sampaikan dibagian kesimpulan semua akan terwujud jika penentu kebijakan dalam pendidikan itu mengerti bahwa pendidikan adalah subyek didik. Semoga kelak ada yang dapat menyatukan semua pihak sehingga pendidikan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pendidikan kita saat ini lebih banyak dipandang sebagai ambisi orang dewasa. Padahal seharusnya pendidikan seharusnya merupakan kebutuhan siswa. Jika pendidikan dipandang sebagai suatu kebutuhan, maka siswa akan merasa menikmati proses pembelajaran di kelas. Tetapi sayangnya tidaklah mungkin para juragan dan godfather ontologi laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan siswa. Hal ini lah yang harus dirubah dari sistem pendidikan di negeri ini. Bagaimana pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi kebutuhan bagi siswa bukan menjadi kewajiban yang membebani mereka. Dengan begitu siswa tidak perlu dipaksa untuk sekolah, tetapi mereka akan menikmati setiap prose pembelajaran.

    ReplyDelete
  47. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidikan itu merupakan kebutuhan subyek didik. Ilmu itu adalah kebutuhan bukan kewajiban. Karena ilmu itu adalah kebutuhan, maka semestinya siswa belajar sesuai kebutuhannya. Selain itu, belajar itu tidak bisa dipaksa, melainkan harus berbekal dari kesadaran individu masing-masing. Sehingga tugas seorang guru adalah memfasilitasi siswa sehingga ia dapat menyadari dan memenuhi kebutuhannya akan ilmu, serta memfasilitasi siswa agar senang belajar. Hanya memfasilitasi saja tidak mewajib-wajibkan atau memaksa secara otoriter.

    ReplyDelete
  48. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Penampakan pada dasarnya adalah hakekat. Untuk menemukan suatu hakekat butuh pemikiran yang tidaklah mudah. Saya sangat tertarik dengan pernyataan bahwa ilmu kita yang tertinggi adalah pengakuan bahwa kita tidak dapat menemukan hakekat, dan ilmu kita yang paling rendah adalah kita merasa mudah untuk menemukan hakekat.

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Saya setuju bahwa pendidikan merupakan kebutuhan dari siswa. Jika siswa sudah menyadari bahwa belajar adalah suatu kebutuhan, maka ia akan belajar dengan senang hati. Namun sayang, kebijakan – kebijakan dalam pendidikan belum sepenuhnya berada di pihak siswa. Siswa kerap kali menjadi orang yang tidak tahu apa – apa dan menurut saja terhadap kebijakan yang ada dalam pendidikan. Materi ditentukan oleh pusat. UN dan standar kelulusan ditentukan oleh pusat. Tentu saja mau tidak mau siswa harus memenuhi target tersebut.

    ReplyDelete
  50. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidikan merupakan hak seluruh anak-anak indonesia bahkan dunia. Setiap negara pasti menjamin hal ini dalam undang-undang mereka. Pendidikan bukan merupakan kewajiban peserta didik. Siswa harus mendapatkan haknya terhadap pendidikan yang layak dimanapun mereka berada. Selruh warga negara harus menyadari hak para siswa untuk belajar dan mendapat pendidikan, dan fasilitas pendidikan yang layak. Hak-hak mereka untuk belajar, berpendapat, bersosialisasi juga perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  51. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Saya setuju bahwa pendidikan adalah kebutuhan bukan kewajiban. Ketika setiap dari kita memandang pendidikan sebagai kebutuhan, maka kita akan lebih ikhlas dalam menjalani setiap kegiatannya. Namun ketika kita menganggapnya sebagai sebuah kewajiban, ada sedikit unsur paksaan yang membuat kita tidak sepenuh hati menjalaninya. Jika setiap siswa memandang bahwa pendidikan adalah sebuah kebutuhan, maka tidak akan ada kasus anak bolos sekolah, dan berbagai penyimpangan pelajar, karena mereka sadar mereka sekolah karena mereka membutuhkan pendidikan, mereka membutuhkan ilmu.

    ReplyDelete
  52. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Pendidikan memang kebutuhan bagi semua orang. Dalam tataran pendidikan formal, pendidikan haruslah menjadi kebutuhan bagi subjek pendidikan secara khusus. Dimana melalui pendidikan ini, subjek pendidikan belajar untuk mengembangkan dirinya, kompetensi, agar menjadi pribadi yang lebih bermakna sesuai dengan karakter maupun keunikannya sendiri. Namun pemahaman ini memiliki gap dengan pemahaman yang dimiliki oleh para pemangku kebijakan. Dimana mereka menuntut adanya penyeragaman, seperti penyeragaman kompetensi, yang pada akhirnya menghilangkan keunikan setiap subjek belajar

    ReplyDelete
  53. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Saat ini seringkali pendidikan bukan lagi dipandang sebagai kebutuhan para subjek belajar. Pandangan bahwa subjek sama saja objek, maka akan menyebabkan ketidaksempurnaan perkembangan. Untuk itu para pendidik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para subjek belajar. Dengan pandangan demikian, maka siswa akan lebih dihargai sebagai subjek belajar, lebih termotivasi dalam belajar.

    ReplyDelete
  54. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Subjek belajar sebagai yang melakkan aktivitas pembelajaran, dipandang hanya bertuas melakukan kewajiban kewajiban yang telah dibebankanna dan wajib melaksanakannya. Guru akibatnya menjadi lebih focus pada kewajiban subjek belajar, tanpa memberikan hak nya sebagai subjek belajar.

    ReplyDelete
  55. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pendidikan dengan tujuan untuk mencari ilmu haruslah disadari oleh kesadaran diri sendiri yang memang kebutuhan yang meminta bukan hanya sebagai sebuah kewajiban saja. Karena menuntut ilmu harus didasari oleh rasa ikhlas agar dapat memperoleh hasil yang memang benar-benar sesuai dengan harapan. Mengubah pandangan masyarakat dan kebijakna pemerintah mengenai wajib untuk sekolah lah yang menjadi tuags kita sebagai calon pendidik selanjutnya. Mewujudkan proses dan suasana belajar yang menyenangkan, ramah dengan anak anak akan dapat merubah stigma masyarakat itu sendiri. Dari sanalah, siswa akan menyadari bahwa mencari ilmu merupakan sebuah kebutuhan yang memang harus dijalankan dengan ikhlas tanpa rasa sombong yang berlebih.

    ReplyDelete
  56. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengajarkan bahwa pendidikan sangat penting bagi kita semua. dari pendidikan kita mendapat ilmu dan dari ilmu kita bisa menciptakan suatu penemuan. pendidikan berguna bagi kesejahteraan suatu bangsa dan berguna baagai kemajuan bangsa kedepannya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  57. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Selama inipendidikan menjadi tolok ukur keberhasilan seseorang, orang yang menempuh pendidikan berkualitas baik dan mendapat hasil yang baik merupakan suatu keberhasilan. Sehingga orang berlomba-lomba dalam menempuh pendidikan hanya agar mendapat predikat orang yang berhasil, sehingga pendidikan bersifat wajib baginya. Padahal pendidikan adalah kebutuhan manusia yang menginginkan dirinya berilmu, pendidikan merupakan sarana seseorang dapat bertahan hidup maka sebenarnya pendidikan adalah kebutuhsn.

    ReplyDelete
  58. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Masih banyak ditemui kenyataan bahwa pendidikan, pendidikan disekolah khususnya, merupakan pendidikan yang memaksa bahkan mengarah pada penyiksaan. Padahal seharusnya pendidikan itu menyenangkan dan tidak membuat peserta didik tertekan.

    ReplyDelete
  59. Dan para pendidik juga sebaiknya tidak hanya melihat profesi pendidik sebagai mata pencaharian semata. Pendidik seharusnya benar-benar menjalankan profesinya dengan optimal untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Pendidik harus bisa melakukan pekerjaannya secara ikhlas, baik ikhlas hati maupun ikhlas pikir

    ReplyDelete
  60. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dengan mengatakan bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajiban subyek didik, juragan dan godfather ontology laskar pendidikan memaksa subyek didik untuk mengenyam pendidikan sesuai dengan apa yang mereka inginkan, bukan berdasarkan apa yang subyek didik butuhkan. Para juragan dan godfather seringkali mengambil berbagai macam keuntungan untuk dirinya sendiri atas nama pendidikan. Haruslah ditanamkan pemikiran kepada subyek didik bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan, supaya subyek didik bisa menikmati pendidikan tanpa adanya paksaan.

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Antara pendidikan dan laskar emmang memilki perbedaan. Hal ini dikarenakan pada pendidikan itu lebih pada mendidik manusia untuk menjadi insan yang lebih baik dengan sebelumnya dengan acuan dari kurikulum yang dijalankan dan juga dengan landasan yang diacu untuk mealakukan pendidikan terhadap peserta didik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Pendidikan merupakan hak bagi setiap individu. Saya setuju dengan statement pada awal elegi bahwa pendidikan bukan laskar tetapi kebutuhan. Karena itu seharusnya pendidikan yang berlangsung bukan mengedepankan ego beberapa kelompok tapi untuk kemaslahatan banyak orang. Semoga di Indonesia, kita semakin bijak dalam menyikapi problematika pendidikan.

    ReplyDelete
  63. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Makna pokok laskar menjadi karakteristik laskar pendidikan. Laskar dicirikan dengan terdapat pengarahan terhadap tujuan tertentu, ada pengendali serta tujuan yang bersifat tunggal, dll. Namun pendidikan haruslah mengedepankan kebutuhan subjek didik, dalam hal ini siswa.

    ReplyDelete
  64. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan laskar bukanlah pendidikan yang sesuai untuk pendidikan dengan demokrasi, Pendidikan bagi negara demokrasi seharusnya merupakan pendidikan dengan asas kebutuhah, yaitu kebutuhan siswa. Pendidikan laskar merupakan pendidikan bagi negara kapitalis, yang semuanya di dasarkan pada perintah penguasa, demi kepentingan penguasa. Ketika penguasanya mengalami kegagalan maka pendidikan pun akan mengalami kegagalan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Subjek dari pendidikan adalah siswa, bahkan saat ini pun bahwa pendidikan berorientasi pada siswa, maka seharunya pendidikan pun dimulai oleh kebutuhan siswa, bukanlah dengan kebutuhan/kepentingan para juragan & godfather. Siswa memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda-beda, maka pendidikan yang dibuat pun harus mampu menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan untuk membangun kehidupannya sesuai dengan potensi dan karakteristiknya masing-masing.

    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  66. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendidikan seharusnya dibangun tanpa ada keterpaksaan, dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan melibatkan peserta didik. Selayaknya pendidikan memang untuk memenuhi kebutuhan subjek didik bukan sebuah proyek untuk tujuan tertentu. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan dalam pendidikan belum sepenuhnya berada di pihak peserta didik. Peserta didik kerap menjadi orang yang tidak tahu apa-apa dan menurut saja dengan kebijakan yang ada dalam pendidikan. Dari hal-hal demikian, kita paham bahwa pendidikan adalah kebutuhan peserta didik, maka dari itu sebagai seorang pendidik/ fasilitator harus mampu menyadarkan dan memenuhi kebutuhan akan ilmu untuk subjek didiknya serta memfasilitasi agar mereka senang dalam belajar.

    ReplyDelete
  67. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel berjudul Menggapai Pendidikan Bukan Lakar yang telah Bapak share kepada kami. Pendidikan laskar bukanlah pendidikan yang sesuai untuk pendidikan dengan demokrasi, Pendidikan bagi negara demokrasi seharusnya merupakan pendidikan dengan asas kebutuhah, yaitu kebutuhan siswa. Pendidikan laskar merupakan pendidikan bagi negara kapitalis, yang semuanya di dasarkan pada perintah penguasa, demi kepentingan penguasa. Ketika penguasanya mengalami kegagalan maka pendidikan pun akan mengalami kegagalan. Pendidikan merupakan hak seluruh anak-anak indonesia bahkan dunia. Setiap negara pasti menjamin hal ini dalam undang-undang mereka. Pendidikan bukan merupakan kewajiban peserta didik. Siswa harus mendapatkan haknya terhadap pendidikan yang layak dimanapun mereka berada. Selruh warga negara harus menyadari hak para siswa untuk belajar dan mendapat pendidikan, dan fasilitas pendidikan yang layak. Hak-hak mereka untuk belajar, berpendapat, bersosialisasi juga perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  68. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Pendidikan seharusnya menjadi kebutuhan bagi subjek didik, bukan menjadi kewajiban bagi mereka. Sehingga pendidikan berpusat pada peserta didik, seperti yang sering digalak-galakkan. Namun yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara menimbulkan rasa butuh akan pendidikan pada subjek didik?

    ReplyDelete