Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Hakekat Matematika Kesatu




Oleh: Marsigit

Matematika bermonolog imaginer:
Awalnya aku hanyalah gelaja. Sebetulnya gejalaku ada di mana-mana. Tetapi jelas tidaknya gejalaku tergantung dari tempat tinggalku.Gejalaku sangat jelas ketika aku berada di pegunungan, di lautan dan di hutan rimba. Tetapi sayangnya pada tempat-tempat itu tiadalah orang menyaksikanku, sehingga gejalaku tidak dapat bicara. Pada saat itulah aku menyadari bahwa aku perlu bekerjasama dengan manusia agar gejalaku dapat bicara. Itulah mengapa pidato pertamaku aku sampaikan pada orang-orang di tepian sungai nil. Mula-mula pidatoku aku sampaikan dengan bahasa yang sangat sederhana. Aku hanya menggunakan dua kata saja pada waktu itu yaitu naik dan turun. Ketika aku naik, maka mereka berlarian menyelamatkan diri. Ketika aku turun maka mereka berdatangan berduyun-duyun. Mereka tidak menyadari bahwa aku telah mengangkat mereka menjadi murid-muridku. Sesungguh-sungguhnya itulah pekerjaan rumah (PR) pertama yang dikerjakan manusia atas gurunya aku. Ketika aku naik, maka aku sembunyikan batas-batas mereka. Ketika aku turun maka batas batas itu sebagian aku munculkan sebagian lagi aku masih sembunyikan. Di situlah aku melihat anarkisme pertama dari manusia-manusia. Mereka saling berebut. Mereka saling berdusta. Mereka saling bertengkar. Bahkan mereka saling membunuh dalam rangka memperebutkan batas-batas yang aku sembunyikan.


Mereka tak sengaja menemukan persembunyianku:
Itulah sebenar-benar manusia. Mereka ternyata mempunyai daya ingat. Ingatan mereka ternyata dapat menemukan batas-batas yang aku sembunyikan. Padahal sebetul-betulnya batas adalah diriku sendiri. Tetapi mereka belum menyadari tentang diriku. Namun beberapa dari mereka telah sepakat menggunakan ingatan bersama tentang batas-batas yang aku sembunyikan. Itulah pertama-tama mereka menamaiku sebagai garis. Aku disebutnya sebagai garis batas. Kemudian aku disebut pula sebagai garis batas wilayah. Ternyata itulah kehebatan manusia. Mereka tidak hanya menemukan aku yang satu, tetapi aku yang lain juga mulai mereka temukan. Mereka menemukan aku sebanyak empat, kemudian mereka sepakat untuk menamaiku sebagai segi empat. Aku sengaja berpenampilan rupa ragam, ternyata mereka juga menemukanku sebanyak empat dimana aku duduk bersejajar dua-dua, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi panjang. Masih aku sembunyikan lagi sebagian diriku. Ternyata mereka juga menemukan diriku yang empat duduk sejajar-sejajar sama panjang, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi. Hebat benar manusia-manusia itu. Sampai disini aku bertanya apakah aku mulai dipertemukan dengan manusia. Kemudian mereka sebenarnya siapa. Dan aku sebenarnya siapa juga?

Orang tua berambut putih datang:
Wahai matematika, saatnya sudah engkau turun dari singgasanamu. Tidaklah selalu engkau harus dalam posisi seperti itu. Walaupun engkau ratu sekalipun, tetapi ada kalanya engkau harus mengabdikan diri kepada manusia sebagai pelayan. Maka pergilah dan bantulah manusia-manusia itu untuk membangun peradabannya.

Matematika:
Wahai orang tua berabut putih. Aku sanggup melaksanakan perintahmu tetapi dengan syarat. Sedangkan syarat-syaratku itu adalah: pertama aku harus bersama-sama bisa menjadi ratu sekaligus pelayan; kedua, aku harus selalu mengikutimu; ketiga, aku netral dan tidak memihak siapapun; keempat, aku harus tetap abstrak tetapi bisa berujud kongkrit jika aku mau; kelima, aku harus tetap bersifat abadi dan keabadianku mendahului manusia dan mengakhiri manusia; keenam, aku tidak memerlukan pujian dan sanjungan serta tidak memerlukan predikat apapun.

Kerumunan orang-orang:
Wahai makhluk aneh. Siapakah dirimu dan dimanakah engkau tinggal? Kenapa selama ini engkau sembunyikan batas-batasku? Bersediakah engkau membantuku untuk membangun peradabanku?

Matematika:
Ketahuilah, namaku adalah matematika. Sebagian dari engkau telah mengenalku tetapi sebagian banyak yang belum mengenalku. Sebagian dari diriku juga telah engkau kenal. Garis-garis batas itulah contohku. Tidak hanya itu contoh-contoh ku masih banyak lagi. Yang akan ku sebut berikut itu semua adalah diriku. Persegi adalah aku. Persegi panjang adalah aku. Garis lurus adalah aku. Keliling sawah-sawahmu adalah adalah aku. Luas sawah-sawahmu adalah aku. Namun dari sedikit yang aku sebut, belumlah seberapa dari banyaknya diriku yang lain. Semakin engkau benyak mengetahuiku, semakin banyak pula yang belum engkau ketahui. Itulah sebanar-benar PR ku buatmu. Maka sebenar-benar aku adalah PR buatmu.
Maka namaku pun bermacam-macam. Geometri adalah aku. Aritmetika adalah aku. Aljabar adalah aku. Kalkulus adalah aku. Bilangan adalah aku. Pengukuran aadalah aku. Rumus-rumus adalah aku. Pola-pola adalah aku. Pemecahan masalah adalah aku. Penyelidikan adalah aku. Rasa ingin tahu adalah aku. Bahkan komunikasimu adalah aku. Jikalau engkau telah menemukanku lebih banyak lagi maka aku bersedia membantumu untuk membangun peradabanmu. Lebih dari itu, jika engkau mampu menggunakan akal pikiranku untuk menemukanku, maka akupun rela menjadi pelayanmu. Itulah sebenar-benar diriku, adalah alat buat kehidupanmu. Maka perkenalan pertamamu terhadap diriku adalah mengenalku sebagai peralatan bagimu. Dan itu baik-baik saja. Sesuatu yang baik bolehlah engkau ejar-ajarkan kepada cucu-cucu maupun keturunanmu.

Kerumunan orang-orang:
Wahai matematika bagaimanakah caranya aku bisa menumpaiku.

Matematika:
Ada syarat-syarat engkau bisa menemuiku. Jika syarat-syarat itu terpenuhi, maka engkau tidak hanya bisa menemuiku, tetapi engkau bisa memilikiku. Tidak hanya itu jika engkau betul-betul telah memilikkiku maka engkau dapat menjelma menjadi engkau, dan engkau bisa menjelma menjadi aku. Maka sebenar-benar aku adalah engkau pula pada akhirnya.

Kerumunan orang-orang:
Lalu, apakah syaratnya agar aku bisa menemuimu?

Matematika:
Pertama-tama, engkau harus mempunyai niat dan usaha untuk menemuiku. Niatmu harus tulus disertai rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa sudah saatnya lah engkau akan bertemu denganku. Kedua, engkau harus menyesuaikan sikap, perkataan dan perbuatanmu. Sikap, perkataan dan perbuatanmu itu harus berakhir pada pikiran kritismu. Karena, hakekat diriku tidak lain-tidak bukan adalah pikiran kritismu itu. Ketiga, engkau harus selalu mencari diriku yang lain, kapanpun dan dimanapun. Keempat, engkau harus selalu menjalin silaturahim dengan semua diriku. Sebenar-benar silaturahimmu kepadaku adalah usahamu menggunakan diriku untuk keperluanmu. Semain banyak engkau menggunakanku, maka semakin pula engkau mengenal diriku. Dan yang kelima adalah selalu beritahukan tentang diriku kepada orang lain, serta gunakan pula diriku ketika engkau ingin membantu orang lain.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih atas penjelasannmu. Bolehkah aku bertanya? Aku mempunyai sawah berbentuk persegi panjang. Panjangnya 5 sedangkan lebarnya 4. Berapakah luas sawahku itu?

Matematika:
Gunakan luas satuan. Kemudian tutupilah sawahmu itu dengan bangun-bangun satuan, maka engkau temukan bahwa banyaknya luas satuan adalah 4 kali 5 sama dengan 20. Jadi luas sawahmu adalah 20.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih, sekarang aku sudah mempercayaiku. Maka bersiaplah wahai matematika engkau menjadi pelayanku. Maka selalu siaplah engkau aku panggil setiap saat dan akan aku gunakan untuk bermacam-macam keperluan.

25 comments:

  1. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Hakekat matematika adalah sisi ontologi matematika, yakni apa matematika sebenarnya. Ketika mempelajari ilmu apapun itu, akan lebih baik jika diawali dari sisi ontologi, epistemologi, metafisik, dan aksiologi ilmu tersebut. Satu ilmu memiliki tak terhingga unsur penyusun. Oleh sebab itu, jika kita memahami ilmu hanya dari ontologinya saja, itu sudah cukup membuat kita menyadari bahwa ada banyak hal yang belum diketahui dari ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pada artikel ini juga ada kritik terhadap matematikawan murni atau matematikawan murni yang selalu menerapkan matematika universitas kepada anak-anak. Padahal matematika dipelajari oleh siapapun. Tidak semua orang suka atau mahir dalam matematika. Karena itu, berjaga-jaga kepada orang yang ingin belajar matematika di lembah. Gunakan pendekatan hubungan dan intuisi dalam matematika.

    ReplyDelete
  3. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Matematika seringkali menjadi momok bagi anak-anak. Sebenarnya matematika itu akan menjadi sesuatu yang sangat membantu, ketika dia diletakkan pada konteks yang bermakna. Ketika matematika itu muncul sebagai pengalaman yang langsung dapat digunakan. Mengukur luas, dan langsung pada tempatnya.

    ReplyDelete
  4. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Hidup kita tidak akan lepas dari matematika. Matematika begitu besar sehingga matematika dianggap sebagai ratu dari semua ilmu sains. Matematika juga sangat dekat dengan kehidupan kita, dalam setiap aspek kehidupan selalu ada matematika.
    Namun sering kali masalahnya adalah bagaimana mengenalkan dan matematika kepada siswa agar bisa sukses. Belajar matematika tidak hanya di kelas. Kapan pun dan di mana pun kita, kita bisa menggunakan pemikiran kritis kita untuk belajar matematika. Belajar matematika berarti juga harus berlaku dalam kehidupan kita. Tidak hanya itu. Belajar Matematika juga membutuhkan landasan, niat dan ketulusan yang diperlukan agar pengetahuan semakin bermanfaat.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebenar-benar matematika adalah ilmu. Karena itulah kita harus bersikap kritis dalam mempelajarinya. Matematika adalah ilmu. Karena itulah matematika harus dimanfaatkan dalam kehidupan sehari- hari karena sebenar-benar ilmu adalah yang bermanfaat. Matematika itu adalah ilmu. Oleh karena itulah kita harus mengajarkan matematika kepada orang lain serta menggunakan matematika untuk membantu orang lain. Itulah sebenar-benar matematika.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Matematika berasal dari gejala-gejala yang kadang tidak kita sadari. Matematika sangat berguna sekali bagi kehidupan manusia. Hampir semua kegiatan manusia berhubungan dengan matematika. Karena pentingnya matematika bagi kehidupan kita marilah kita cintai matematika dengan terus mempelajarinya, dan kemudian mengamalkan ilmunya

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika itu ada dimana-mana, aplikasinya dapat dilihat dalam kehidupan di sekitar tempat tinggal. Semakin mudah matematika, semkain banyak orang berlomba mempelajarinya. Ketika matematika makin sulit, makin banyak pula orang meninggalkannya. Matematika dianggap menyenagkan dikulitnya, sedangkan isinya dianggap begitu sulit. Matemtika harus dipelajari dengan niat yang ikhlas untuk belajar agar matematika dapat dirasakan keindahan dan manfaatnya.

    ReplyDelete
  8. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk belajar matematika yang nyaman dan menyenangkan maka harus disesuaikan dengan konteks-konteks kehidupan. Pembelajaran kontekstual yang bersifat real akan memudahkan dalam belajar matematika. Bahwa matematika itu ada dimana-mana dan kapan saja, baik sebelum kita lahir maupun sesudah kita mati. Sehingga pembelajaran kontekstual cocok sebagai pembelajaran matematika sekolah. Selain belajar matematika secara kontekstual, siswa juga perlu mempunyai niat belajar yang tulus dan ke depan akan menggunakan matematika untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  9. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Dalam mempelajari atau menguasai matematika atau ilmu apapun, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membenarkan niat kita. niat kita harus ikhlas dan penuh dengan syukur. Niat yang benar ini kemudian harus dilanjutkan dengan sikap, perkataan dan perbuatan yang benar. Yaitu sikap, perkataan dan perbuatan yang dilandasi dengan daya kritis. Sehingga kita tidak hanya sekedar tau kemudian lupa, namun dengan daya kritis tersebut kita menjadi bertanya-tanya dan kemudian sampai pada titik paham.

    ReplyDelete
  10. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Matematika adalah ilmu pengetahuan yang sebenarnya telah merasuk dalan diri setiap manusia karena setiap orang dalam menjalani hidupnya tidak mungkin tidak menggunakan konsep matematika. Hidup kita tidak akan lepas dari matematika. Tidak mengherankan jika matematika dianggap sebagai ratu dari semua ilmu sains. Namun demikian, sampai detik ini pun masih banyak orang yang tidak menyukai matematika bahkan ada juga yang membenci. Stigma masyarakat ini sepertinya sulit dihilangkan. Hal ini menjadi PR kita besar bagi seluruh stacholder pendidikan matematika untuk membuat matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  11. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Hidup kita tidak akan terlepas dari matematika. Matematika begitu penting sehingga matematika dianggap sebagai ratu dari semua ilmu. Matematika juga sangat dekat dengan kehidupan kita, di setiap aspek kehidupan selalu ada matematika. Namun, seringkali masalahnya adalah bagaimana memperkenalkan matematika kepada siswa agar berhasil. Belajar matematika tidak hanya di dalam kelas. Kapanpun dan dimanapun kita, kita dapat menggunakan pemikiran kritis kita untuk belajar matematika. Belajar matematika berarti juga harus diterapkan dalam kehidupan kita. Tidak hanya itu, pembelajaran matematika juga perlu dasar yang diperlukan, niat dan ketulusan sehingga pengetahuan yang diperoleh menjadi berguna.

    ReplyDelete
  12. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan komentar saya di atas, Banyak sekali orang yang membenci matematika, sekalipun itu sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, saya justru menyukai matematika sejak duduk di bangku sekolah dasar. Mulai dari situ, saya bercita-cita untuk menjadi guru matematika yang menyenangkan dan membuat siswa mencintai matematika. Yang menjadi persoalan sebenarnya bagaimana cara mengajarkan matematika agar siswa bisa memaknai dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat ke kehidupan nyata. Belajar matematika tidak selalu harus di kelas, bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dalam belajar matematika diperlukan niat dan keikhlasan hati agar ilmu yang diberikan dan diperoleh bermanfaat bagi semuanya

    ReplyDelete
  13. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Matematika mempelajari tentang keteraturan, tentang struktur yang terorganisasikan, konsep-konsep matematika tersusun secara hirarkis, berstruktur dan sistematika, mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep paling kompleks.
    Dalam matematika objek dasar yang dipelajari adalah abtrak, sehingg disebut objek mental, objek itu merupakan objek pikiran.

    ReplyDelete
  14. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematika dikenal sebagai ilmu deduktif, karena setiap metode yang digunakan dalam mencari kebenaran adalah dengan menggunakan metode deduktif, sedangkan dalam ilmu alam menggunakan metode induktif atau eksprimen. Namun dalam matematika mencari kebenaran itu bisa dimulai dengan cara deduktif, tapi seterusnya yang benar untuk semua keadaan hars bisa dibuktikan secara deduktif, karena dalam matematika sifat, teori/dalil belum dapat diterima kebenarannya sebelum dapat dibuktikan secara deduktif.

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Hakekat matematika berarti memaknai matematika. Penting kiranya memahami matematika sebagai suatu ilmu. Dari matematika inilah muncul berbagai disiplin ilmu lain akibat turunan dari ilmu matemaika. Hakekat matematika sangatlah luas dan dalam. Setiap sendi kehidupan tidak dapt terlepas dari matematika dan pengaruh matematika.

    ReplyDelete
  16. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Matematika saking banyaknya ilmu lain yang diturunkan darinya, sering juga disebut pelayan ilmu. Contoh ilmu berdagang, untung rugi, ilmu warisan,perhitungan warisan, idan berbagai ilmu lainnya. Sangat terlihat hakekat matematika yang berdimensi ekstensif sampai pada urusan ibadah dan hubungannya dengan Pencipta.

    ReplyDelete
  17. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Matematika merupakan salah satu satu mata pelajaran yang menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta didik. Entah dari segi materi, pengajar, atau faktor lingkungan. Pintar-pintarnya seorang pendidik dalam mengolah dan menghandle kelas. Menciptakan pembelajaran yang mudah diterima oleh para peserta didik merupakan tugas dari pendidik. Karena belajar matematika harus memiliki pikiran yang kritis dengan suasana hati yang ikhlas dalam menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengajarkan kita bahwa matematika tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. setiap hari manusia menggunakan matematika enntah secara sadar atau tidak sadar. dengan matematika kita juga. tidak dpungkiri bahwa matematika merupakan ilmu penting dalam kehidupan manusia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Matematika adalah ilmu yang berguna untuk kehidupan kita sehari-hari karena matematika dekat dengan penggunaannya dalam pembelanjaan, menghirtung suatu obyek dan sebagainya, dimana kita selalu menggunakan perhitungan kita sehari-hari. Namun berbeda dengan matematika yang ada di sekolah, siswa masih banyak yang memiliki stigma negatif terhadap matematika, dan menganggapnya sulit untuk dipelajari padahal sesungguhnya matematika mudah dipelajari ketika siswa sering menggunakan matematika itu sebagai suatu ilmu yang bermanfaat untuk kehidupannya, serta ikhlas hati dan ikhlas pikir dalam mengerjakannya.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Matematika dapat juga disebut sebagai ratunya ilmu pengetahuan. Segala macam kegiatan manusia bisa disangkut pautkan kepada matematika. Mulai dari masalah yang sederhana hingga permasalahan yang bersifat komplex tentunya membutuhkan sumbangsih matematika untuk dapat memecahkannya.

    ReplyDelete
  21. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menambahkan komen saya di atas, bahkan ketika sebelum masuk sekolah pun ibu kita sudah mulai mengajari kita matematika, mulai dari mengahafal angka-angka hingga perkalian sudah diajarkan semenjak kita belum memasuki bangku sekolah. Banyak orang yang tidak menyukai matematika tetapi seberapa pun mereka membenci matematika, tentunya mereka pasti tetap akan bertemu dengan pelajaran matematika. Karena suka tidak maupun tidak suka kita akan bertemu dengan matematika. Maka sebagai bekal hidup kita tetap harus mempelajari matematika agat tidak mudah dibodoh-bodohi orang.

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pentingnya matematika dalam kehidupan kita menjadikan matematika ilmu yang crusial juga dalam menajalani kehidupan di dunia ini. Oleh karena matematika yang penting ini, maka seorang guru perlu memberikan penjelasan yang baik dan mudah dimengerti oleh siswa berdasarkan dunia mereka. Karena dengan memperhatikan dunia mereka maka hal ini akan membantu memberikan pembelarajan matematika yang berarti bagi mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Setelah membaca elegi diatas saya tahu bahwa matematika itu luas dan lebih dari satu. Matematika terdiri dari beberapa bagian yaitu Geometri, Aritmetika, Aljabar, Kalkulus, Ilmu Bilangan, Ilmu Ukur, dan beberapa rumus-rumus serta pola-pola yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Matematika sering membuat penasaran sehingga memerlukan penyelidikan dalam menemukan pemecahannya. Jadi meskipun terdiri dari banyak bagian tetapi matematika itu hanya satu. Jika kita banyak menggunakan matematika, maka kita akan semakin paham dan mengerti, dan jika kita dapat mengkomunikasikan dengan orang lain maka kita akan semakin lebih memahami lagi mengenai pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  24. Muhammad sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    perguruan tinggi non keguruan mengahsilkan sarjana matematikawan murni yang penempatan profesinya bukan sebagai pendidik melainkan sebagai akuntan, ilmuan, dan lain sebagainya, karena jika diposisikan sebagai pendidik atau petinggi pendidikan cendrung akan memberikan pemahaman matematika yang bersifat definisi-definisi ilmiah yang mungkin belum cocok jika dijadikan sebagai konsep matematika anak-anak.

    ReplyDelete
  25. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Matematika seharusnya menjadi ilmu yang tidak hanya digunakan dalam kelas saja tetapi juga ilmu yang digunakan untuk memecahkan masalah dam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana telah diuraikan di postingan sebelumnya bahwa salah satu tujuan matematika adalah untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan mengaplikasikan pemahaman konsep serta aturan matematika.

    ReplyDelete