Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Hakekat Matematika Kesatu




Oleh: Marsigit

Matematika bermonolog imaginer:
Awalnya aku hanyalah gelaja. Sebetulnya gejalaku ada di mana-mana. Tetapi jelas tidaknya gejalaku tergantung dari tempat tinggalku.Gejalaku sangat jelas ketika aku berada di pegunungan, di lautan dan di hutan rimba. Tetapi sayangnya pada tempat-tempat itu tiadalah orang menyaksikanku, sehingga gejalaku tidak dapat bicara. Pada saat itulah aku menyadari bahwa aku perlu bekerjasama dengan manusia agar gejalaku dapat bicara. Itulah mengapa pidato pertamaku aku sampaikan pada orang-orang di tepian sungai nil. Mula-mula pidatoku aku sampaikan dengan bahasa yang sangat sederhana. Aku hanya menggunakan dua kata saja pada waktu itu yaitu naik dan turun. Ketika aku naik, maka mereka berlarian menyelamatkan diri. Ketika aku turun maka mereka berdatangan berduyun-duyun. Mereka tidak menyadari bahwa aku telah mengangkat mereka menjadi murid-muridku. Sesungguh-sungguhnya itulah pekerjaan rumah (PR) pertama yang dikerjakan manusia atas gurunya aku. Ketika aku naik, maka aku sembunyikan batas-batas mereka. Ketika aku turun maka batas batas itu sebagian aku munculkan sebagian lagi aku masih sembunyikan. Di situlah aku melihat anarkisme pertama dari manusia-manusia. Mereka saling berebut. Mereka saling berdusta. Mereka saling bertengkar. Bahkan mereka saling membunuh dalam rangka memperebutkan batas-batas yang aku sembunyikan.


Mereka tak sengaja menemukan persembunyianku:
Itulah sebenar-benar manusia. Mereka ternyata mempunyai daya ingat. Ingatan mereka ternyata dapat menemukan batas-batas yang aku sembunyikan. Padahal sebetul-betulnya batas adalah diriku sendiri. Tetapi mereka belum menyadari tentang diriku. Namun beberapa dari mereka telah sepakat menggunakan ingatan bersama tentang batas-batas yang aku sembunyikan. Itulah pertama-tama mereka menamaiku sebagai garis. Aku disebutnya sebagai garis batas. Kemudian aku disebut pula sebagai garis batas wilayah. Ternyata itulah kehebatan manusia. Mereka tidak hanya menemukan aku yang satu, tetapi aku yang lain juga mulai mereka temukan. Mereka menemukan aku sebanyak empat, kemudian mereka sepakat untuk menamaiku sebagai segi empat. Aku sengaja berpenampilan rupa ragam, ternyata mereka juga menemukanku sebanyak empat dimana aku duduk bersejajar dua-dua, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi panjang. Masih aku sembunyikan lagi sebagian diriku. Ternyata mereka juga menemukan diriku yang empat duduk sejajar-sejajar sama panjang, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi. Hebat benar manusia-manusia itu. Sampai disini aku bertanya apakah aku mulai dipertemukan dengan manusia. Kemudian mereka sebenarnya siapa. Dan aku sebenarnya siapa juga?

Orang tua berambut putih datang:
Wahai matematika, saatnya sudah engkau turun dari singgasanamu. Tidaklah selalu engkau harus dalam posisi seperti itu. Walaupun engkau ratu sekalipun, tetapi ada kalanya engkau harus mengabdikan diri kepada manusia sebagai pelayan. Maka pergilah dan bantulah manusia-manusia itu untuk membangun peradabannya.

Matematika:
Wahai orang tua berabut putih. Aku sanggup melaksanakan perintahmu tetapi dengan syarat. Sedangkan syarat-syaratku itu adalah: pertama aku harus bersama-sama bisa menjadi ratu sekaligus pelayan; kedua, aku harus selalu mengikutimu; ketiga, aku netral dan tidak memihak siapapun; keempat, aku harus tetap abstrak tetapi bisa berujud kongkrit jika aku mau; kelima, aku harus tetap bersifat abadi dan keabadianku mendahului manusia dan mengakhiri manusia; keenam, aku tidak memerlukan pujian dan sanjungan serta tidak memerlukan predikat apapun.

Kerumunan orang-orang:
Wahai makhluk aneh. Siapakah dirimu dan dimanakah engkau tinggal? Kenapa selama ini engkau sembunyikan batas-batasku? Bersediakah engkau membantuku untuk membangun peradabanku?

Matematika:
Ketahuilah, namaku adalah matematika. Sebagian dari engkau telah mengenalku tetapi sebagian banyak yang belum mengenalku. Sebagian dari diriku juga telah engkau kenal. Garis-garis batas itulah contohku. Tidak hanya itu contoh-contoh ku masih banyak lagi. Yang akan ku sebut berikut itu semua adalah diriku. Persegi adalah aku. Persegi panjang adalah aku. Garis lurus adalah aku. Keliling sawah-sawahmu adalah adalah aku. Luas sawah-sawahmu adalah aku. Namun dari sedikit yang aku sebut, belumlah seberapa dari banyaknya diriku yang lain. Semakin engkau benyak mengetahuiku, semakin banyak pula yang belum engkau ketahui. Itulah sebanar-benar PR ku buatmu. Maka sebenar-benar aku adalah PR buatmu.
Maka namaku pun bermacam-macam. Geometri adalah aku. Aritmetika adalah aku. Aljabar adalah aku. Kalkulus adalah aku. Bilangan adalah aku. Pengukuran aadalah aku. Rumus-rumus adalah aku. Pola-pola adalah aku. Pemecahan masalah adalah aku. Penyelidikan adalah aku. Rasa ingin tahu adalah aku. Bahkan komunikasimu adalah aku. Jikalau engkau telah menemukanku lebih banyak lagi maka aku bersedia membantumu untuk membangun peradabanmu. Lebih dari itu, jika engkau mampu menggunakan akal pikiranku untuk menemukanku, maka akupun rela menjadi pelayanmu. Itulah sebenar-benar diriku, adalah alat buat kehidupanmu. Maka perkenalan pertamamu terhadap diriku adalah mengenalku sebagai peralatan bagimu. Dan itu baik-baik saja. Sesuatu yang baik bolehlah engkau ejar-ajarkan kepada cucu-cucu maupun keturunanmu.

Kerumunan orang-orang:
Wahai matematika bagaimanakah caranya aku bisa menumpaiku.

Matematika:
Ada syarat-syarat engkau bisa menemuiku. Jika syarat-syarat itu terpenuhi, maka engkau tidak hanya bisa menemuiku, tetapi engkau bisa memilikiku. Tidak hanya itu jika engkau betul-betul telah memilikkiku maka engkau dapat menjelma menjadi engkau, dan engkau bisa menjelma menjadi aku. Maka sebenar-benar aku adalah engkau pula pada akhirnya.

Kerumunan orang-orang:
Lalu, apakah syaratnya agar aku bisa menemuimu?

Matematika:
Pertama-tama, engkau harus mempunyai niat dan usaha untuk menemuiku. Niatmu harus tulus disertai rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa sudah saatnya lah engkau akan bertemu denganku. Kedua, engkau harus menyesuaikan sikap, perkataan dan perbuatanmu. Sikap, perkataan dan perbuatanmu itu harus berakhir pada pikiran kritismu. Karena, hakekat diriku tidak lain-tidak bukan adalah pikiran kritismu itu. Ketiga, engkau harus selalu mencari diriku yang lain, kapanpun dan dimanapun. Keempat, engkau harus selalu menjalin silaturahim dengan semua diriku. Sebenar-benar silaturahimmu kepadaku adalah usahamu menggunakan diriku untuk keperluanmu. Semain banyak engkau menggunakanku, maka semakin pula engkau mengenal diriku. Dan yang kelima adalah selalu beritahukan tentang diriku kepada orang lain, serta gunakan pula diriku ketika engkau ingin membantu orang lain.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih atas penjelasannmu. Bolehkah aku bertanya? Aku mempunyai sawah berbentuk persegi panjang. Panjangnya 5 sedangkan lebarnya 4. Berapakah luas sawahku itu?

Matematika:
Gunakan luas satuan. Kemudian tutupilah sawahmu itu dengan bangun-bangun satuan, maka engkau temukan bahwa banyaknya luas satuan adalah 4 kali 5 sama dengan 20. Jadi luas sawahmu adalah 20.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih, sekarang aku sudah mempercayaiku. Maka bersiaplah wahai matematika engkau menjadi pelayanku. Maka selalu siaplah engkau aku panggil setiap saat dan akan aku gunakan untuk bermacam-macam keperluan.

36 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi ini melihatkan bahwa matematika itu sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari, dan untuk memahami matematika, harus ada rasa tulus dan rasa syukur kepada Tuhan YME. Jika kita sudah behasil dalam mempelajari matematika, matematika pun bersedia membantu semua hal yang membutuhkan pertolongannya. Jika kita semua memiliki niat untuk mempelajari matematika,tidak ada kata susah dalam matematika.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Belajar matematika tidak hanya di kelas. Kapanpun dan dimanapun kita bisa menggunakan pikiran kritis kita untuk belajar matematika. Belajar matematika berarti juga harus mengaplikasikannya di kehidupan kita. Belajar matematikapun perlu landasan, yaitu niat dan ikhlas agar ilmu yang diperoleh semakin bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika memang dikenal sebagai ratu dan pelayan ilmu-ilmu yang lain. Matematika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kita karenanya matematika sejatinya dapat menjadi dasar bagi ilmu-ilmu yang lain. Keberadaan matematika yang sangat erat dengan kehidupan dapat dijadikan sebagai alat bagi manusia dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  4. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hal yang saya peroleh setelah membaca elegi diatas adalah ketika kita belajar matematika kita harus bersikap iklhas, tulus dan pantang menyerah. Matematika memang dapat disebut sebagai ratu dari ilmu ilmu lain karena banyak hal hal kecil di kehidupan sehari-hari kita sangat berkaitan erat dengan matematika. Sebagai contoh jual beli, sebelum kita mengenal angka apakah kita dapat melakukan jual beli ? tidakkan. Belajar matematika tidaklah harus disekolah, sebagai contoh : sebelum kita mengenal sekolah (Balita), para orang tua sudah mengajarkan kita matematika yaitu menghafal angka angka. Kita dapat belajar matematika ataupun ilmu lain dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menggambarkan bahwa matematika adalah ratu dari segala ilmu. Matematika itu ada dimana-mana. Jadi tidak heran jika kita selalu menemukan matematika ada disekitar kita. Ilmu matematika dalam penerapannya akan membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Akan sangat membantu jika dapat memperhatikan gejala-gejala yang ada disekitar kita dan memaknai matematika seutuhnya. Jadi janganlah takut dan bosan akan matematika.

    ReplyDelete
  6. 16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika merupakan ilmu yang sangat penting. Sangat penting diartikan karena matematika merupakan ilmu yang sangat bermanfaat.
    Kebermanfaatan matematika ini membuat matematika sebagai ratunya ilmu. Dimana hampir setiap ilmu yang ada tidak lepas dari matematika.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika bukan sebatas teori yang dipenuhi oleh rumus-rumus maupun simbol, karena selain itu matematika sebagai ilmu pengetahuan memiliki banyak manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, kemutakhiran teknologi pada berbagai macam produk adalah karena ada matematika di dalamnya. Oleh karena itu, matematika memiliki peranan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban manusia.

    ReplyDelete
  8. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini menjelaskan bahaw matematika bukan lah hanya sebagai ratu namun pelayan pula. Semakin dia tekun untuk mencarinya semakin mengenal lebih dekat dengan dia namun disisi lain mereka tahu bahwa banyak sekali yang merka tidak tahu pula. Namun dengan mengikuti petunjuk-petunjuk matematika dengan niat yang tulus dan rasa bersyukur kau akan memilikinya.

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Matematika merupakan ilmu yang tentunya mempunyai kegunaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan belajar matematika yaitu matematika dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat seperti persoalan perhitungan luas dan volume, pengumpulan data, pengolahan data, perhitungan dalam transaksi jual beli, menghitung kecepatan kendaraan, serta matematika dapat membentuk pola pikir matematis ( kritis, sistematis dan logis ), matematika sebagai pelayan ilmu yang lain, artinya matematika digunakan sebagai alat bantu dalam mempelajari ilmu yang lainnya.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dala,m elegi ini disebutkan bahwa “Matematika pelayan segala ilmu.” Hal ini benar halnya karena matematika mampu melayani segala ilmu.
    Matematika dapat digunakan untuk macam- macam keperluan yang ada. Sehingga dapat dilihat bahwa matematika sangat universal untuk mendukung ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi di atas menggambarkan bagaimana sejarah matematika namun dikemas dalam sebuah dialog menarik yang membawa pembacanya untuk dapat membayangkan dan menghayatinya. Matematika dengan beragam sifatnya telah mampu membangun memecahkan berbagai permasalahan manusia, namun dia tetap dianggap sebagai ratu ilmu dan kedudukan-kedudukannya yang lain.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika itu ada dimana-mana, aplikasinya dapat dilihat dalam kehidupan di sekitar tempat tinggal. Semakin mudah matematika, semkain banyak orang berlomba mempelajarinya. Ketika matematika makin sulit, makin banyak pula orang meninggalkannya. Matematika dianggap menyenagkan dikulitnya, sedangkan isinya dianggap begitu sulit. Matemtika harus dipelajari dengan niat yang ikhlas untuk belajar agar matematika dapat dirasakan keindahan dan manfaatnya.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Untuk dapat menggapai matematika, seseorang harus melakukan silaturahmi kepada matematika. Silaturahmi ini harus dijalankan dengan pikiran kritis dan hati yang ikhlas. Sebenar-benar silaturahmi adalah ketika manusia mampu menggunakan matematika untuk kemaslahatan bersama dan mampu mengembangkan matematika. Namun sejatinya manusia tidak dapat benar-benar menggapai matematika, tetapi hanya berusaha menggapainya

    ReplyDelete
  14. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Matematika memiliki peran yang penting dalam kehidupan ini. Ilmu ini dianggap sebagai ratu dan pelayan bagi ilmu lainnya. Namun, banyak sekali orang yang membenci matematika, sekalipun itu sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia. Bagaimana cara membelajarkan matematika agar siswa bisa memaknai dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat pada kehidupan nyata?. Belajar matematika tidak melulu harus di kelas, bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dalam belajar matematika diperlukan niat dan keikhlasan hati agar ilmu yang diberikan dan diperoleh bermanfaat bagi semuanya.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Segala ilmu itu berasal dari kehidupan sehari-hari, begitu juga dengan matematika berasal dari kehidupan sehari-hari. Untuk itu sudah semestinya matematika itu tidak lagi suatu pelajaran yang menakutkan bagi siswa karena matematika adalah kehidupan. Namun terkadang adanya oknum guru yang sangat disayangkan menjadikan matematika itu sulit. Sehingga motivasi siswa untuk mempelajarinya tidak ada dikarena minset yang diberikan oleh guru. Maka sudah seyogyanya kita sebagai guru menjadikan matematika bermakna dan ada dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Matematika sebagai ratu atau ibunya ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain dan pada perkembangannya tidak tergantung pada ilmu lain. Dengan kata lain, banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bergantung dari matematika. Contohnya, banyak teori-teori dan cabang-cabang dari fisika dan kimia yang ditemukan dan dikembangkan melalui konsep kalkulus.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Matematika itu terkait dengan kehidupan sehari-hari. Saat kita mengerti maknanya, semua hal dalam kehidupan dapat dijeaskan menggunakan matematika (keadaan dimana matematika menjelma menjadi diri kita). Itulah mengapa dalam matematika sekolah sekarang banyak ditemukan konteks sederhana dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak pun dapat mengerti matematika.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika merupakan suatu aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari – hari. Matematika mempelajari banyak hal, termasuk di dalamnya juga ada cabang matematika, misalnya aljabar, geometri, aritmetika, kalkulus. Di dalam matematika terdapat berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh, misalnya tentang pemecahan masalah, penyelidikan, rasa ingin tahu, dan komunikasi. Matematika mengajarkan untuk berpikir logis. Oleh karena itu penting memahami matematika dan memandang matematika sebagai ilmu yang harus dipelajari sehingga matematika juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari dan mempunyai manfaat.

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Matematika adalah ratu dan pelayan ilmu. senangnya jika matematika dapat menolong orang orang disekitar yang membutuhkan. maksudnya dengan matematika kita dapat membantu menghitungkan orang lain apa yang mereka perlu hitung. dan tentunya masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  20. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika merupakan aktivitas yang sudah mendarah daging dalam kegiatan sehari-hari. Matematika sekolah memuat berbagai cakupan yang pada dasarnya adalah problem di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika berbasis masalah dikehidupan sehari-hari dirasa akan lebih mudah diterima siswa.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Hakikat matematika berkenan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungannya yang diatur menurut urutan yang logis. Matematika itu sangat luas sehingga matematika dianggap sebagai ratu sari segala ilmu. Matematika juga sangat dekat dengan kehidupan kita, di setiap aspek kehidupan selalu ada matematika sehingga matematika tidak akan bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Belajar matematika tidak hanya di kelas, kapanpun dan dimanapun kita bisa menggunakan pikiran kita untuk belajar matematika. Belajar matematika berarti juga harus mengaplikasikannya di kehidupan kita. Tidak hanya itu, Belajar matematikapun perlu landasan yaitu niat, ikhlas dan usaha agar ilmu yang diperoleh semakin bermanfaat.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Matematika merupakan ilmu yang dapat dipelajari dan berguna untuk kehidupan manusia. Matematika memiliki peran yang penting dalam kehidupan ini. Ilmu ini dianggap sebagai ratu dan pelayan bagi ilmu lainnya. Namun seringkali masalahnya adalah bagaimana memperkenalkan matematika kepada siswa agar dapat dipahami oleh siswa. Belajar matematika tidak hanya di dalam kelas. Kapan pun dan di mana pun kita, karena salah satu tujuan dari pembelajaran matematika agar siswa dapat berpikir kritis dan terstruktur dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu. Pembelajaran Matematika juga perlu dasar yang diperlukan, niat dan ketulusan sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin berguna

    ReplyDelete
  23. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi di atas dijelaskan bahwa untuk memelajari matematika harus dimulai dengan niat ikhlas diserti rasa syukur kepada Tuhan YME. Kemudian harus menyesuaikan sikap, perkataan dan perbuatan, maksudnya menyesuaikan pengetahuan awal yang dipunyai. Setelah itu untuk memelajari matematika yang lain dibutuhkan kerterkaitan dengan pengetahuan awal yang telah dupelajari sehingga diibaratkan menjalin silaturahmi antar matematika. Agar lebih memahami matematika maka perlu digunakan berulang, dan terus menerus.

    ReplyDelete
  24. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari “Elegi Menggapai Hakekat Matematika Kesatu”, saya mendapatkan ilmu bahwa banyak kegiatan sehari-hari kita yang berhubungan dengan matematika. Matematika itu ada dimana-mana. Sebagai contoh, kegiatan jual beli di pasar, time schedule setiap harinya, perhitunga luas petak sawah, jarak antara dua kota dalam peta, dan lain-lain

    ReplyDelete
  25. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mempelajari matematika diperlukan niat dan usaha. Selain itu, sikap, perkataan dan perbuatan harus disesuaikan sehingga nantinya muncul pikiran kritis. Persoalan matematika pasti ada solusinya oleh karena itu kita tidak boleh menyerah untuk menemukannya. Untuk memudahkan menyelesaikan masalah, maka kita harus mengenali konsep terlebih dulu. Selanjutnya, ilmu tentang matematika ini akan bermanfaat jika kita mengajarkan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  26. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Yang seharusnya pertama kali berada di benak kita sebelum mendalami matematika adalah “Matematika itu mudah”. Matematika dijuluki sebagai ratu dari segala ilmu karena banyak hal yang berkaitan dengan matematika. Namun yang sering menjadi persoalan adalah bagaimana membelajarkan matematika kepada siswa agar siswa paham dengan apa yang sedang dipelajarinya. Belajar matematika dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Belajar matematika berarti juga harus mengaplikasikannya di kehidupan kita. Tidak hanya itu, belajar matematikapun perlu landasan, yaitu niat dan ikhlas agar ilmu yang diperoleh semakin bermanfaat.

    ReplyDelete
  27. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berbagai pertanyaan muncul, apakah gunanya mancari x dalam suatu sistem persamaan linier, apa gunanya mencari integral rangkap tiga, dan pertanyaan lain tentang matematika. Bukan begitu hakekat matematika untuk diplajari. MAtematika mengajarkan kita bagaimana bersikap untuk tidak mudah menyerah, kritis dalam menghadapi persoalan atau permasalahan yang ada. Selain itu, tanpa kita sadari, matematika mengajarkan kita untuk berpikir kreatif karena berbagai macam persolaan yang disuguhkan harus dapat ditemukan jawabannya, berdasarkan apa yang sudah ada dalam prior knowledge kita. Begitu penting matematika karena secara tidak lagsung telah mengajarkan berbagai hal untuk bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  28. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mempelajari matematika tidak hanya terfokus pada simbol-simbol, rumus-rumus ataupun bilangan-bilangan saja. Namun matematika pada dasarnya adalah ilmu dikehidupan sehari-hari. Matematika bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dikehidupan sehari-hari. Artinya, matematika adalah ilmu yang sangta dekat dengan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  29. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada kalimat yang menarik perhatian saya, yaitu bahwa "Matematika pelayan segala ilmu". Artinya matematika merupakan ilmu yang dipelajari oleh semua kalangan ahli untuk mempelajari ilmu pengetahuan lainnya.

    ReplyDelete
  30. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika adalah pelayan segala ilmu hal ini memang benar adanya karena hampir semua bidang ilmu membutuhkan matematika. Namun disisi lain matematika berkembang tanpa adanya hubungan dengan ilmu lain. Banyak hal di dalam kehidupan sehari-hari yang sangat berkaitan dengan matematika. Sebagai contoh jual beli, dalam jual beli konsep matematika sangat diterapkan karena sitiap pedagang maupun pembeli menghitung apa uang pengeluaran dan kembalian. Karena matematika banyak ditemukan dikehidupan sehari-hari maka belajar matematika tidaklah hanya bisa dilakukan dikelas namun diluar kelas juga bisa dilakukan.

    ReplyDelete
  31. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika ada di sekitar kita. Namun masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa matematika adalah hal yang abstrak, sulit dibayangkan, kumpulan rumus, dan hanya mengandalkan berhitung saja. Benar bahwa banyak yang mengenal tapi tidak banyak yang benar-benar mengenali matematika. Sesungguhnya matematika bukanlah sekedar hal-hal tersebut saja melainkan lebih dari itu, matematika adalah belajar pola pikir, pemecahan masalah, dan sebagai sumber dari segala sumber ilmu di dunia ini

    ReplyDelete
  32. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sepeti yang dipaparkan oleh Carl Friedrich Gauss yang mengatakan matematika sebagai ratu dan pelayan ilmu. Matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu, juga untuk melayani kebutuhan ilmu pengetahuan yang lainnya. Banyak permaslahan dalam kehidupan sehari-hari maupun studi ilmu yang lain dapat diselesaikan dengan matematika. Karena itu matematika sangat memegang peranan penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

    ReplyDelete
  33. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas memberikan pelajaran yang bermaknya. Salah satu hal yang saya garis bawahi ialah, ketika kita ingin mengenal matematika dengan lebih baik, maka salah satu jalannya yakni menggunakan matematka dalam aktivitas kita. Semakin terbiasa dengan matematika, semakin kita mengenal pula apa itu matematika. Semakin kita dekat, semakin memaknai pula bahwa matematika itu pelayan ilmu.

    ReplyDelete
  34. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Matematika adalah ratu ilmu, dan akan selalu kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kegiatan jual beli,hari,tanggal, waktu maka didalam semua itu terdapat angka-angka. Untuk mempelajari lebih dalam tentang matematika tentunya kita harus memiliki keikhlasan, ketulusan serta rasa syukur terhadap Tuham YME.

    ReplyDelete
  35. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Elegi di atas mengajarkan kita bahwa untuk mempelajari matematika harus dimulai dengan niat yang ikhlas; setiap sikap, perkataan dan perbuatanmu harus berakhir pada pikiran kritis; harus terus mengasah dan menambah wawasan tentang matematika; harus dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari kita; dan mengajarkannya kepada sesama agar orang lain juga dapat mengambil manfaat dari matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini menegaskan bahwa matematika mempunyai hubungan dengan ilmu yang lainnya. Matematika berisikan lambang-lambang atau notasi yang ditemukan sejak jaman filsuf, yang kemudian ditransformasikan pada matematika sekarang atau matematika sekolah. Matematika sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, guru harus memulai pembelajaran matematika menggunakan masalah yang berhubungan dengan kehidupan nyata bukan memulainya melalui konsep. Matematika mengajarkan banyak sifat mulai dari ikhlas, sabar, ingin tahu, dan lain sebagainya. Rasa ingin tahu inilah yang dibutuhkan pada semua mata pelajaran.

    ReplyDelete