Mar 8, 2011

Elegi Memahami Sang Konveyor




Oleh Marsigit

Bagawat:

Aku sedang memikirkan bagaimana agar para Cantraka mampu memahami tentang Konveyor. Sungguh sangat berat perjuanganku. Tetapi aku juga sangat menaruh iba kepada mereka, mengapa? Jika mereka hanya berada pada dimensinya masing-masing sekarang ini, sulitlah mereka bisa memahami apa itu Konveyor. Untuk dapat memahami Konveyor diperlukan ruang dan waktu dinamis yang tidak hanya memerlukan nurani, cendekia dan mandiri, tetapi diperlukan ruang dan waktu dinamis berdimensi ultima yang merangkum semua pengetahuan dan jejaring universal dalam rentang waktu lampau, sekarang dan yang akan datang. Dalam waktu relatifku,aku belum menemukan kandidat-kandidat baru bagi sang jawara menjunjung langit ini.Padahal, seperti yang berkali-kali aku katakan, bahwa perlombaan Menjunjung Langit itu tiadalah ada kata akhir.Oh para mitos, engkau betul-betul musuhnya para logos.Bahkan Cantraka dan Rakata yang baru saja aku wisuda memenangkan perlombaan ini tidak kuasa menghadapimu.Mereka semua sudah tidak tampak lagi batang hidungnya,artinya mereka juga pada akhirnya mati jatuh tidak kuat mengangkat langit, disebabkan oleh karena ulah mitos-mitosnya. Padahal hanya melalui perlombaan berikutnya lah mereka akan mampu memahami apa itu Konveyor. Hemm..kepada lagi siapa aku berbicara sekarang ini?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai sang Bagawat..perkenankan aku datang menghampirimu. Seperti selalu aku janjikan, bahwa aku akan selalu hadir pada setiap pertanyaan, siapapun yang bertanya tentang apapun. Aku juga telah mengetahui segala apa yang engkau pikirkan dan engkau risaukan. Tidaklah sepantasnya engkau menuntut dan mengharapkan sesuatu itu melebihi kodratnya. Jika engkau paksakan semua itu pada para Cantraka, para Rakata dan para Cemani maka justru engkau sendirilah yang terjebak oleh mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benar ancaman bagi dirimu dan juga diriku, yaitu aku dan engkau akan terancam
kehancuran. Tetapi bahwa kehancuran diriku dan dirimu itu sebetulnya adalah proses membangun kembali. Itulah kontradiksi dirimu dan diriku, yang hanya bisa diketahui oleh diri kita saja, paling tidak untuk sementara.

Bagawat:
Wahai Orang Tua Berambut Putih..terimakasih anda telah bersedia menemuiku kembali. Menurutmu bagaimana solusinya perihal keadaan terakhir? Menurutku, semua Cantraka, Rakata dan Cemani sudah saatnya mengetahui perihal Konveyor. Dengan semakin kecilnya bumi ini, maka mengerti itu lebih baik dari pada tidak mengerti.

Orang Tua Berambut Putih:
Biarkan mereka memahami secara alami saja. Yang penting kita mencari dan mendengarkan langsung saja kesaksian para pelaku Konveyor. Mari kita dengarkan dan saksikan kehebatan dan kedahsyatan mereka.

Gunung Sepajang Masa:
Wahai bumi seberapakah kebutuhanmu akan air itu, maka jika engkau masih kekurangan air, aku akan selalu menumpahkan berjuta-juta galon air-air itu melalui letusan-letusanku. Inilah letusan-letusanku itu. Glarrrr...glerrr...glurrrr...byur....

Bumi:
Wahai Gunung Sepanjang Masa, terimakasih atas budi baikmu. Sebesar-besar dan sebanyak-banyak air yang engkau berikan kepadaku, tetapi tetap saja aku masih merasa kurang. Maka silahkan meletuslah sepanjang masa agar aku mempunyai semakin banyak air untuk mencukupi hidup semua penghuniku.

Meteor Sepanjang Masa:

Wahai bumi seberapakah kebutuhanmu akan air itu, maka jika engkau masih kekurangan air, aku akan selalu menumpahkan berjuta-juta galon air-air itu melalui benturan meteor-meteorku terhadap dirimu. Inilah benturan-benturanku itu. larrrr... glerrr ...glurrrr...byur....

Bumi:
Wahai Gunung Sepanjang Masa dan Meteor Sepanjang Masa, terimakasih atas budi baikmu. Sebesar-besar dan sebanyak-banyak air yang engkau berikan kepadaku, itulah kecukupan yang aku dambakan.Dikarenakan kemurahan hatimulah aku sudah mempunyai air yang melimpah, sehingga aku merasa mampu untuk mencukupi hidup semua penghuniku. Tetapi aneh, kenapa penghuniku masih saja tertidur.Kenapa mereka belum memanfaatkan air melimpah yang aku sediakan. Oh Matahari, tolonglah kenapa dengan air yang melimpah ini aku belum juga mampu menghidupi penghuni-penghuniku?

Matahari:
Wahai Bumi, selama engkau belum mampu Menjunjung Langit maka jangan harap engkau mampu menghidupi penghunimu. Namun sebuah pertanyaanmu itu adalah awal dari ilmumu. Maka sebuah pertanyaanmu itulah awal dari hidupmu. Pertanyaanmu itu sungguh telah menggoda hatiku. Maka aku sambut dengan suka cita pertanyaanmu itu. Dengan pertanyaanmu itulah maka marilah kita telah ciptakan ruang dan waktu interaktif diantara kita. Sediakanlah semua airmu itu, kemudian terimalah semua panasku itu. Aku betul-betul telah jatuh cinta kepada dirimu.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Hemm..luar biasa kejadiannya. Kita telah menyaksikan bagaimana Bumi dan Matahari itu sungguh berinteraksi. Bumi menyediakan airnya, sedangkan Matahari memberikan panasnya. Itulah sebenar-benar Konveyor, yaitu produk dari interaksi antara Bumi dan Matahari melalui ruang air lautan dan panas matahari sepanjang jamanmu. Oh Tuhan ampunilah segala lancang dalam pikiranku. Heemm..inilah penyebab dari sulitnya mengapa para Cantraka, Rakata dan Cemani sangat sulit memahaminya. Mari kita teruskan mendengarkan dialog-dialog mereka. Wahai Bumi dan Matahari, agar para muridku mampu memahami apa itu Konveyor, tolong agar Konveyor mampu menceritakan segala aktivitasnya.

Bumi dan Matahari:
Wahai Konveyor anakku...segeralah bekerja agar para penghuniku mampu menghidupi dirinya di atas atau di bawah permukaan Bumi ini atau di atas atau di dalam samudra. Apakah syarat-syaratmu agar mampu menghidupinya? Terangkan bagaimana aktivitasmu? Kemudian, sesuai dengan permintaan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih, maka ceritakan pula segala aktivitasmu, dan jawablah semua pertanyaan dari mereka.

Konveyor:
Wahai Bumi dan Matahari...sebagai dharmabhaktiku kepadamu maka akan aku persembahkan segala hidupku kepadamu. Tiadalah ada artinya diriku itu jika tanpa kuasamu. Aku memilih bertempat tinggal di dalam Samodra, tetapi ketahuilah bahwa dalam Samodra itu meliputi semua air baik yang ada di lautan maupun yang ada di darat maupun yang ada di udara.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Konveyor..bagaimana engkau bekerja dan bagaimana engkau berperan bagi kehidupan maklhuk hidup di bumi?

Konveyor:
Aku adalah segala air yang ada, maka sebanyak-banyak diriku itu bertempat tinggal di lautan. Pertama, aku tangkap sebagian panas dari sinar Matahari untuk memanaskan diriku. Kombinasi antara diriku sebagai air panas, beragam posisiku dan perputaran Matahari telah menyebabkan diriku mampu untuk bergerak ke seluruh penjuru dunia. Garakanku itu dipercepat dengan perbedaan suhu antara diriku yang berada di khatulistiwa dengan diriku yang berada di kutub. Gerakan diriku di seluruh penjuru dunia itulah yang menghantarkan plankton si pembawa oksigen itu mampu menghidupkan semua binatang laut baik yang besar maupun yang kecil.Itulah sebenar-benar diriku yaitu si panghasil oksigen bagi semua makhluk di muka bumi ini. Tanpa kegiatanku yang demikian maka tiadalah kehidupan itu dimuka bumi ini.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Konveyor...bukanah hal yang demikian itu biasa-biasa saja. Itu sudah menjadi kodrat dan takdirmu sesuai dengan hukum alam. Kenapa mesti engkau ungkapkan hal yang demikian itu kepadaku. Apakah ada peristiwa dimana engkau tidak beraktivitas?

Konveyor:

Wahai Bagawat dan Orang Tua Brambut Putih...ini adalah persoalan waktu. Hanya orang-orang yang mempunyai kemampuan memahami rentang waktu dan durasi waktu yang sangat lama, yang bisa memahami tentang diriku itu. Bukankah jika engka menggunakan segenap pengetahuanmu dan menggunakan segenap peralatanmu maka engkau bisa menemukan saat dimana aku menyatakan berhenti bekerja.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:

Kapan itu?

Konveyor:
Sebelum manusia menghuni Bumi ini, maka aku pernah menyatakan berhenti. Ketika aku tidak beraktivitas maka yang terjadi adalah tidak ada produksi oksigen di muka Bumi ini. Sebaliknya, telah berkembang semua bakteri di bawah permukaan laut penghasil Hidro Sulfat. Setelah melalui siklus perputaran panas dan hujan maka racun Hidro Sulfat itu telah memusnahkan semua tumbuh-tumbuhan dan binatang Dinosaurus yang ada di muka bumi ini. Itulah salah satu skenario Tuhan memelihara alam ini.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:

Apakah hal yang demikian bisa terjadi di waktu sekarang atau yang akan datang?

Konveyor:

Gejalanya ada.Kecenderungannyapun ada. Dengan semakin banyak manusia mengeksploitasi alam dan memproduksi Karbon Dioksida, maka dampak langsung adalah matinya Terumbu Karang. Jika Terumbu Karang mati, maka planton juga akan mati. Jika plankton mati, maka ikan kecil juga akan mati, jika ikan kecil mati maka ikan besar jiga mati. Artinya laut itu kemudian akan mati,tidak ada pergerakan dan tidak ada kehidupan. Maka lautpun tidak akan memproduksi oksigen.Padahal laut itu selama ini memproduksi oksigens sebesar lima puluh persen.Jika laut tidak lagi memproduksi oksigen maka ancaman nyata bagi kelangsungan hidup manusia sudah di depan mata. Maka lautpun seperti manusia, dia bisa hidup tetapi juga bisa mati.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:

Wahai Konveyor, aku merasa gembira bahwasanya engkau telah mampu menguraikan keadaan dirimu. Mudah-mudahan hal yang demikian itu akan memberikan pencerahan bagi semua murid-muridku, para Cantraka, Rakata dan Cemani. Tetapi ketahuilah hukumnya bahwa barang siapa berdialog dengan diriku maka serta merat dia akan menjelma menjadi muridku. Maka ketahuilah Konveyor, jika engkau tidak mau mengaku sebagai muridku maka mitosmu akan segera memangsamu. Jika engkau termangsa oleh mitosmu maka berakhirlah tugas dan fungsimu sebagai Konveyor. Tidak hanya itu maka namamu juga akan sekalian lenyap tertelan bumi dan matahari.

Konveyor:
Wahai Sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih, ampunilah diriku. Tugas apa lagi yang harus aku emban untuk menyempurnakan diriku sebagai muridmu.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Penjelasanmu itu baru separuh jalan. Jika engkau berhenti sampai di situ maka banyak diantara muridku akan tersesat. Aku mengetahui masih ada hal mendasar yang engkau sembunyikan. Lanjutkanlah.

Konveyor:
Ampun guruku, sebetul-betul Konveyor yang sudah aku jelaskan adalah Konveyor yang berada di luar diri manusia. Itulah makrokosmis. Walaupun dia yang sangat besar, sangat luas tetapi bagian-bagiannya masih bersifat kasat mata. Sedangkan yang aku masih sembunyikan adalah Konveyor yang berada dalam diri kita masing-masing. Itulah mikrokosmis. Dia itu sangat lembut dan tidak kasat mata. Jika aku telah tunjukkan Konveyor air laut yang hidup atau air laut yang mati, maka manusiapun seperti laut bisa hidup dalam kehidupan dan hidup dalam kematian. Sungguh Tuhan telah menciptakan isomorphisme di antara ciptaan-ciptaannya. Maka sebetul-betul Konveyor itu ada pada diri setiap ciptaan Tuhan. Itulah yang dapat engkau pikirkan.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bermaksud mengatakan bahwa Konveyor dalam diri manusia itu
adalah arwah atau ruh?

Konveyor:
Oh bukan samasekali. Jangan engkau berbicara sampai arwah atau ruh. Karena arwah atau ruh itu adalah hati dan keyakinanku, maka tiadalah pikiranku itu mampu memahaminya, kecuali hanya hatiku yang meyakininya.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Lantas apa itu Konveyor dalam diri manusia?

Konveyor:
Konveyor dalam diri manusia adalah isomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Letusan-letusan gunung adalah komitmen potensi untuk menggapai vitalitasnya, sedangkan tubrukan-tubrukan meteor adalah interaksi dengan potensi dan vitalitas di luar dirinya. Plankton-planton itu adalah sel-sel darahmu. Air itu adalah aliran darahmu. Oksigen adalah bebaikan-kebaikanmu. Racun Hidro Sulfat adalah keburukan-keburukanmu. Maka sebetul-betul Konveyor dalam dirimu adalah sistem isomorphis daya hidupmu yang dapat engkau pikirkan sebagai arkitektonik hidupmu. Sedangkan hatiku berkata bahwa Tuhan YME itu sebenar-benar berkuasa atas ciptaannya. Dia mampu melenyapkan kehidupan ini dengan berbagai cara. Demikian juga Dia mampu memelihara kehidupan ini dengan berbagai macam cara pula.Aku,Konveyor,seperti halnya dirimu adalah hanya salah satu unsur-unsur ciptaan Tuhan yang patuh terhadap hukum-hukumnya. Amiin.

24 comments:

  1. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Memahami diri sendiri itu sangatlah penting. Konveyor manusia itu adalah isomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Bahwa pada diri kita sendiri banyak potensi-potensi yang bisa di gali dan dikembangkan untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Jika dipelajari dan renungkan betapa hebatnya ciptaan Allah yang bernama manusia itu. Di dalam diri manusia terjadiisomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Kita dapat mengambil hikmah dari semua kejadian di muka bumi ini, sebagaimana dalam Al-Quran surat Ali Imran (190-191) yang berbunyi, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Konveyor dalam diri kita adalah potensi-potensi yang ada dalam diri kita yang kita sadari sehingga adanya pemahaman, gerak, dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi- potensi tersebut. Manusia sebagai ciptaan Allah SWT yang di beri potensi tentu seudah seharusnya mengembangkan potensi- potensi yang dimilikinya untuk membangun peradaban. Potensi- potensi yang kita miliki ini harus kita jadikan oksigen yang bermanfaat dan bukannya hidro sulfat yang mejadi racun. Kita harus ingat bahwa kita diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini, yang seharusnya memeberi manfaat bagi sesama manusia serta bagi makhluk-makhluk lain dimuka bumi ini. Maka semoga kita bisa menjadi hamba-hamba Allah SWT yang dapat menebar manfaat bagi kehidupan di sekitar kita. Amin.

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada awalnya elegi ini menceritakan bahwa konveyor itu adalah lautan, namun sebenarnya konveyor adalah system yang dapat mengintegrasikan, interaksi potensi dalam ruang waktu secara dinamis ke seluruh tubuh manusia hingga melebihi dirinya hingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitasnya-vitalitasnya. Konveyor dalam diri manusia adalah isomorphism, yaitu system isomorphis daya hidup manusia yang dapat dipikiran sebagai arkitektonik hidupnya, dan konveyor hanya salah satu unsur-unsur ciptaan Yuhan yang patuh terhadap hokum-hukumnya.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Dalam kehidupan kita mengenal rantai makanan. Dalam pembelajaran matematika kita mengenal jaring-jaring bangun ruang. Jika rantai makanan disatukan makan akan membentuk suatu siklus berkelanjutan dimana akan berpengaruh satu sama lain jika salah satu populasi berkurang. Seperti halnya dengan bangun ruang yang tidak akan bisa terbentuk sebagai suatu bangun ruang jika jaring-jaring nya tidak bersesuaian. Ulasan Elegi Memahami Sang Kovenyor yang Bapak ulas di atas, memberikan pelajaran bagi saya, bahwa apa yang ada di kehidupan ini saling terkait satu dengan yang lainnya. Isomorphisma potensi dalam diri manusia merupakan konveyor yang dinamis ke seluruh tubuh manusia sehingga terjadi adanya kesadaran pemahaman, gerak, dan interaksi manusia dengan sesamanya. Kemudian di dalam tubuh manusia tedapat sel-sel darah yang dianalogikan sebagai plankton-plankton. Aliran di dalam sel – sel darah dianalogikan sebagai air dengan oksigen adalah perilaku kita. Sesungguhnya Allah SWT lah yang Maha Mengetahui apa yang akan terjadi, bagaimana terjadi, dan mengapa terjadi. Sebagai umatNya, sudah seharusnya kita patuh terhadap perintahNya.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca ‘Elegi Memahami Sang konveyor’ bahwa tidaklah sepantasnya kita menuntut dan mengharapkan sesuatu itu melebihi kodratnya. Konveyor ini merupakan segala kebutuhan manusia yang diperlukan dalam menjalani kehidupan. Manusia yang mengolah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia, sehingga apa yang diperlukan manusia terpenuhi.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Konveyor dalam diri manusia adalah isomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Letusan-letusan gunung adalah komitmen potensi untuk menggapai vitalitasnya, sedangkan tubrukan-tubrukan meteor adalah interaksi dengan potensi dan vitalitas di luar dirinya. Plankton-planton itu adalah sel-sel darahmu. Air itu adalah aliran darahmu. Oksigen adalah bebaikan-kebaikanmu. Racun Hidro Sulfat adalah keburukan-keburukanmu. Maka sebetul-betul Konveyor dalam dirimu adalah sistem isomorphis daya hidupmu yang dapat engkau pikirkan sebagai arkitektonik hidupmu"

    Sejujurnya, sangat rumit saya mengikuti dan memahami elegi ini. Hingga pada akhirnya sampailah saya pada sususan kalimat yang saya nukilkan di atas. Tentu saya menjadi agak tahu (minimal saya pernah membaca) tentang apa itu konveyor dalam diri manusia. Bahkan di dalam diri manusia pun terdapat beberapa aspek yang menyeimbangkan. Ketika ada kebaikan, pasti ada keburukan yang mengiringi. "Tuhan YME itu sebenar-benar berkuasa atas ciptaannya"

    ReplyDelete
  8. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Konveyor dapat direfleksikan secara intensif dan ekstensif. Dalam diri manusia, konveyor merupakan sistem isomorfis dari interaksi dinamis antara potensi dan vitalitasnya dalam ruang dan waktu. Manusia seharusnya berkomitmen untuk berikhtiar dengan menggunakan potensinya. Dengan demikian terjadi interaksi antara potensi dan ikhtiarnya sehingga dapat senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan bagi sesama maupun seluruh alam, seperti halnya dengan lautan yang selalu memproduksi oksigen yang bermanfaat untuk seluruh alam.

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Konveyor ada di dalam diri setiap manusia. Konveyor dalam diri manusia adalah aliran potensi dalam ruang dan waktu yang terjadi di dalam dirinya. Potensi yang tidak mengalir dan berkembang hanya akan menjadi mitos saja. Oleh karena itu, sebagaimana Allah SWT telah menciptakan manusia beserta potensi-potensinya, hendaknya kita selalu mengalirkan dan mengasah potensi yang kita miliki sehingga dapat membawa kebermanfaatan dalam kehidupan di dunia ini.

    ReplyDelete
  10. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Saya baru mendengar istilah konveyor dari tulisan Bapak. Saya dapat menyimpulkan bahwa konveyor dalam diri manusia tidak lain adalah sistem isomorphis daya hidup manusia yang dapat dipikirkan sebagai arkitektonik hidup mereka. Air sebagai aliran darah, oksigen sebagai kebaikan, dan racun tubuh sebagai keburukan yang perlu untuk dikeluarkan.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengingatkan kita untuk memahami sesuatu sesuai kodratnya. Kita tidak pantas menuntut dan mengharapkan sesuatu itu melebihi kodratnya karena sesuatu yang dipaksakan hanya akan menimbulkan kerugian. Pada diri setiap ciptaan Tuhan terdapat konveyor. Konveyor berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Dalam diri manusia konveyor menghasilkan kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya. Dengan memahami konveyor membuat kita semakin bersyukur dan patuh kepada Tuhan yang mahakuasa.

    ReplyDelete
  12. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi memahami sang koveyor. Elegi ini menjelaskan bahwa konveyor dalam diri manusia adalah potensi-potensi yang ada pada manusia yang membuat adanyan kesadaran, pemahaman, gerak dan interasksi antar sesama. Konveyor hanyalah salah satu unsur ciptaan Allah swt. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita sebagai manusia memanfaatkan potensi-potensi yang kita miliki untuk kemaslahatan umat. Sehingga potensi yang kita miliki dapat menjadi oksigen bagi kelangsungan hidup, bukan menjadi racun hidrosulfat yang menghancurkan kehidupan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  13. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    ELegi memahami sang kovenyor. Kovenyor dalam diri manusia adalah sebagai potensi sesuai ruang dan waktu. Kovenyor membuat manusia sadar akan memanfaatkan potensi yang ada. Selain itu pada elegi ini mengajarkan kepada kita untuk tidak mengharapkan sesuatu yang tidak masuk akal, diluar kodratnya. Sebuah harapan akan terwujud sesuai dengan perjuangan, usaha dan doa yang telah kita laksanakan.

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Semua yang ada di dunia membentuk suatu siklus dan saling berhubungan. Seperti yang telah bapak analogikan dalam elegi memahami sang konveyor. Isomorphisma adalah hubungan satu-satu antara unsur operasi suatu sistem di satu pihak dengan unsur dan operasi sistem lainnya di pihak lain. Konveyor dalam diri manusia adalah isomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Potensi yang telah diberikan oleh Allah SWT harus kita pelihara dan dikembangkan agar tidak menjadi hal yang sia-sia.

    ReplyDelete
  15. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Konveyor merupakan interaksi antara unsur-unsur yang ada dan yang mungkin ada. Di dalamnya ada hubungan sebab akibat. Segala yang ada dan yang mungkin ada tersebut memiliki hubungan, jika tidak ada sifat atau sesuatu yang menghubungkannya maka pikiran adalah sebagai penghubungnya. Unsur-unsur yang ada tadi membutuhkan keseimbangan di dalamnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam diri manusia pun juga diperlukan keseimbangan dalam pikiran dan hatinya. Maka untuk menyeimbangkan hal tersebut dengan berpegang pada tali agama Allah merupakan hal yang patut dipegang teguh.

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B


    "Biarkan mereka memahami secara alami saja"
    Memahami alam memang sungguh sulit, alam yang sangat kaya, apalah manusia yang pemikirannya terbatas.
    "Hanya orang-orang yang mempunyai kemampuan memahami rentang waktu dan durasi waktu yang sangat lama, yang bisa memahami tentang diriku itu."
    Kejadian-kejadian di alam semuanya juga bersoal pada waktu. Bagaimana interaksi lingkungan alam yang terjadi adalah gambaran betapa Tuhan Yang Maha Esa telah mengatur segala sesuatunya dan menyediakannya pada waktu yang tepat. Manusia kadang kurang memahami ketersediaan ini dan tak memanfaatkannya dengan baik.
    "Apakah hal yang demikian bisa terjadi di waktu sekarang atau yang akan datang? Gejalanya ada.Kecenderungannyapun ada."
    Segala kegiatan yang kita lakukan berdampak pada alam. Namun sayangnya, banyak manusia yang tak menyadari hal ini. Terus menerus merusak alam akan membahayakan hidup manusia sendiri. Tuhan telah menyediakan yang terbaik untuk kita tinggal, tugas manusia hanya memeliharanya. Apakaha manusia berakal akan melalaikan tugas yang sebegitu sederhana?

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Memahami konveyor memang bukan hal yang mudah menurut saya. Konveyor ternyata ada di dalam diri manusia dan ada pula di luar diri manusia. Agar konveyor tetap hidup maka segala unsur-unsurnya haruslah tetap hidup dalam keseimbangan. Racun akan menghancurkan seluruh isi laut sampai pada laut itu dikatakan mati. Jika laut mati maka seluruh dunia ini pun akan terancam. Begitu pula konveyor dalam diri manusia. Racun yang menghancurkan adalah keburukan-keburukan. Sehingga agar konveyor dalam diri manusia tetap berjalan maka selalu berbuat kebaikan dan menghindari setiap keburukan, untuk menggapainya dengan berpikir kritis dan selalu berdoa memohon agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas yang dapat saya pahami pertama berkaitan dengan konvenyor, dinama untuk memahaminya kita haruslah berdinamis dengan ruang dan waktu. Menggunakan nurani dan pikiran. Konvenyor adalah proses isomorfis dalam segala hal ciptaan Tuhan. Berupa apa yang di luar diri manusia yaitu air, udara, tanah, cahaya, api dan lain sebagainya. Kemudian yang di dalam diri manusia. Jika dicontohkan dalam elegi adalah proses air maka masih ada banyak proses isomorfis yang terjadi karena meliputi segala yang diciptakan oleh Allah SWT. Sehingga hikmah yang indah yang bisa kita dapat yaitu bagaimana kita bisa mentadaburi segala hal ciptaan tuhan yang diluar diri kita dan bahkan diri kita sendiri dalam rangka melihat Keagungan Sang Pencipta. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan untuk mentadaburi apa yang telah diciptakan Allah sehingga menambah keimanan kita.

    ReplyDelete
  19. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof atas ilmu yang diberikan. Konveyor, kata yang terdengar asing oleh telinga ini. Ulasan yang menambah pengetahuan baru dalam diri saya meski saya juga tidak dapat memahami isi yang tersirat di dalamnya. Saya sedikit mencermati tentang konveyor, yakni setiap unsur yang ada baik itu subyek ataupun obyek yang saling berinteraksi. Konveyor pada hati manusia dapat menautkan interaksi antara diri dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Bagi saya, Memahami diri sendiri itu sangatlah penting namun memahamkan orang lain tidak mudah. Mungkin konveyor manusia itu adalah interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia yang berselaras dengan sekelilingnya dalam ruang dan waktu yang sesuai. Kita tidak dapat memaksakan siswa kita untuk harus mengetahui sesuatu hal. Mereka memiliki kemampuan dan keterbatasan masing-masing dalam belajar dan memahami suatu hal. Ketika siswa sudah mampu menghayati dan berinteraksi sepenuh hati dengan materi yang ia pelajari, maka ia akan mampu berpikir dan memahami sendiri apa, manfaat, dan bagaimana seluk beluk tentang ilmunya. Tentunya interaksi nya dengan Tuhan menjadi landasan untuk memperkuat hati dan pikirannya. Wallahu'alam bishowab

    ReplyDelete
  22. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Sungguh menarik istilah konveyor yang digunakan sebagai system mekanik potensi-potensi yang ada di dalam diri manusia yang saling berinteraksi agar kehidupan manusia berjalan seimbang pula untuk mengambangkan potensi yang dimiliki manusia dapat berkembang dan bermanfaat. Sesungguhnya manusia perlu menyadari bahwa semua yang ada dalam dirinya merupakan potensu yang perlu untuk di kembangkan. Tanpa kesadaran manusia ini maka konveyor ini tidak akan bergerak. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  23. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Konveyor ada di dalam diri manusia dan juga di luar diri manusia, maka konveyor itu tak terlihat dan juga terlihat. Conveyor yang berada di luar diri manusia adalah semua air yang menggabungkan dirinya dengan sinar matahari sehingga menghasilkan oksigen untuk seluruh kehidupan manusia yang ada di bumi ini. Sedangkan konveyor dasar ada pada ciptaan Tuhan. Dan konveyor yang berada di dalam diri manusia adalah isomorfisma aliran potensial dalam ruang dan waktu dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya. Maka, sudah sepantasnya kita menjaga dan menggunakan segala yang telah Tuhan berikan, bukan malah merusak dan menggunakan dengan tidak sewajarnya. Kehidupan adalah tempat manusia untuk berbuat kebikan, bukan berbuat untuk merusak sehingga merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

    ReplyDelete
  24. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Manusia sejak lahir sudah diciptakan memiliki potensinya masing-masing. Potensi tersbut dapat berupa konveyer. Namun terkadang manusia tidak tersadar potensi yang dia miliki. Oleh karena itu sebagai seorang guru dan sebagai orang yang lebih dewasa dari siswa adalah dengan menyadari potensi yang dimiliki oleh siswa masing-masing, agar dengan potensi tersebut siswa semakin mudah dalam belajar. Hal tersebut dapat didukung dengan model dan strategi pembelajaran yang beragam untuk melayani kebutuhan potensi siswa tersebut.

    ReplyDelete