Mar 7, 2011

Elegi Menonton Pakar Pendidikan Bingung




Oleh Marsigit

Pakar Pendidikan Bingung Utama:

Waha..haha..bingung aku. Aku tak mengerti apa yang sedang terjadi dalam pendidikan di negeri ini. Bingungnya lagi aku tidak bisa menjawab mengapa diriku itu disebut pakar pendidikan.

Moderator:
Hai..Pakar Pendidikan Bingung Utama...saatnya anda dipersilahkan untuk bicara. Para peserta seminar nasional pendidikan sudah beberapa saat menunggumu berbicara.

Pakar Pendidikan Bingung Utama:
Wuha..oh ..ternyata aku harus bicara ta? Lalu apa topiknya atau temanya? Maaf aku terlena sesaat karena aku tadi ternyata tergoda memikirkan persoalan yang lain. Maaf..maaf.

Moderator:
Bukannya bapak sudah diberi undangan? Baiklah, temanya tentang Perbandingan Metode Pengajaran di Sekolah dan di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Bagaimana menurut pendapat bapak?

Pakar Pendidikan Bingung Utama:
Maaf..sebetulnya aku tidak paham betul seluk-beluk apalagi hakekat Metode Pembelajaran (Oh maaf..yang tadi mestinya hanya saya ucapkan dalam hati saja). Tetapi karena saya diangap pakar dan diundang sebagai narasumber, maka saya harus tampil meyakinkan. Saya harus tampil meyakinkan walaupun ada keraguan di dalam diriku karena kekurang pahamanku ((Oh maaf..mengapa saya ucapkan lagi..yang tadi mestinya hanya saya ucapkan dalam hati saja).

Moderator:
Silahkan bapak nara sumber sekarang waktu dan tempat saya haturkan untuk bapak, untuk segera bicara.

Pakar Pendidikan Bingung Utama:
Lha..menurut saya gampang saja. Lihat saja gejalanya. Anak itu lebih suka nggarap soal, dari belajar. Anak lebih suka belajar di bimbel karena bimbel menyediakan trik-trik. Buat apa susah-susah belajar ala sekolah yang bertele-tele. Malah metode di sekolah itu merupakan pemborosan. Mengapa? Karena di sekolah para siswa mempelajari hal yang didak keluar dalam UN. Gitu saja. Jadi menurut saya, sekolah itu dibubarkan saja. Atau paling tidak sekolah harus merombak metode menjadi seperti metode di bimbel? Kalau nggak mau mengadaptasi metode bimbel ya bubarkan saja Departemen Pendidikan Nasional, dan ganti dengan Departemen Bimbingan Belajar Nasional. Begitu beres.

Pakar Pendidikan Bingung Madya:
Waha..hihi..hihi...inilah yang aku mau. Aku tak terlalu pedulilah dengan benar dan salah. Yang penting aku mendapat berita besar. Bukannya berita besar itu biasanya benar. Toh yang bicara ini adalah Pakar Pendidikan Bingung Utama. Walaupun bingung kan pakar utama. Setidaknya juga mengobati kebingungan saya. Masabodoh dengan orang ideal yang sok ngerti hakekat pendidikan. Wahai para sobatku...aku punya berta besar buatmu. Yakinlah bahwa berita itu tentu benar, karena berasal dari Pakar Pendidikan Bingung Utama.

Guru Bingung Dewasa:
Wahai Pakar Pendidikan Bingung Utama dan Pakar Pendidikan Bingung Madya..setelah mendengarkan uraianmu, yang tadinya saya tidak bingung malah saya sekarang menjadi bingung. Mengapa engkau menyebarkan kebingungan-kebingungan pendidikan kepada diriku?


Pakar Pendidikan Bingung Utama dan Pakar Pendidikan Bingung Madya:
Engkau bingung karena belum mengambil sikap. Agar engkau tidak bingung maka engkau harus ikhlas mengakui kesalahanmu sebagai guru di sekolah yang selama ini mempraktekan metode pembelajaran tidak efektif, tidak efisien, boros, tak keluar di UN, ...dst. Maka segera bertobatlah dan mengakui kesalahanmu.

Tentor Bimbel Berbesar Hati:
Waha..bagus..bagus..begitulah mauku. Terimakasih aku ucapkan kepada panitia seminar. Lain lagi kalau mengundang pakar pendidikan ambil pakar yang bingung-bingung saja. Lebih baik aku membayar berapapun pakar pendidikkan bingung dari pada bekerjasama dengan Guru Muda Sadar. Wahai Pakar Pendidikan Bingung Utama dan Pakar Pendidikan Bingung Madya, jangan tanggung-tanggung, umumkan saja sekarang juga di masmedia tentang hasil-hasil seminar yang gemilang ini.

Pakar Pendidikan Bingung Madya:
Baiklah...wahai sobat-sobatku...aku membawa khabar gembira, yaitu hasil-hasil pemikiran Pakar Pendidikan Bingung Utama yang menyatakan BAHWA METODE PEMBELAJARAN DI SEKOLAH TERTINGGAL DIBANDING DENGAN TRIK BELAJAR DI LBB. Bacalah pengumumanku itu karena sudah aku muat diberbagai mas media termasuk internet, milinglis, dsb. Wahai semua guru dan sekolah-sekolah renungkanlah dalam-dalam TEMUAN AGUNG ini.

Guru Sadar Pembina:
Protes...wahai Pakar Pendidikan Bingung Utama dan Pakar Pendidikan Bingung Madya..jangan asal bicara kamu itu. Aku memang tak begitu paham tentang hakekat metode pembelajaran itu. Tetapi aku tidak terima jika sekolah-sekolah disalahkan dan dibandingkan hanya sekali hanya dengan sebuah lembaga bimbingan belajar. Naif itu.

Pakar Pendidikan Bingung Utama dan Pakar Pendidikan Bingung Madya:

Hai..Guru Sadar Pembina..jangan sok berani engkau. Ketahuilah apa implikasi dari temuanku itu? Implikasinya adalah jika semua Pejabat Pendidikan Pusat sudah percaya omonganku, maka sekolahmu akan saya bubarkan. Ketahuilah tidak hanya itu, departemenmu yaitu Departemen Pendidikan Nasional juga harus diubah menjadi Departemen Bimbingan Belajar Nasional.

Guru Sadar Pembina, Guru Sadar Madya, dan Guru Sadar Muda:

Ohohoh..UN...UN? Demikianlah akibat-akibat yang ditimbulkan oleh karena perilaku dirimu. Para Pakar Pendidikan telah engkau buwat bingung dan telah engkau butakan mata dan engkau tulikan telinganya. Mereka telah berbuat sesuai dengan kepentingan diri sendirinya masing-masing. Ya Tuhan berilah pahala dan terimalah di sisimu UJian Nasional jika dia itu benar dan bermanfaat secara hakiki. Tetapi kutuklah dia dan masukkanlah ke neraka jika dia memang telah berlaku dholim di negeri ini. Dengarkanlah doa-doa orang lemah ini ya Tuhan. Amiin.

Yogyakarta, 2 Januari 2010

25 comments:

  1. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari elegi menonton pakar pendidikan bingung ini saya dapat menceritakan bahwa sistem pendidikan saat ini sedang mengagung-agungkan UN yang harus menjadi tujuan utama baik disekolah maupun di lembaga bimbinga belajar. Jika berpatokan pada hal ini, sekolah yang sifatnya tidak hanya mengejar target agar siswa paham akan materi juga membentuk karakter siswa tidak bisa seperti bimbel yang menerapkan metode trik cepat untuk mengerjakan soal-soal. Karena memang pda dasarnya adalah kedua lembaga tersebut saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Sehingga seharunsya mereka saling bersinergi untuk memajukan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Di setiap negara, pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting perlu diperhatikan. Dengan pendidikan akan menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter. Generasi itulah yang kelak akan menggantikan para pemimpin saat ini. Sehingga tentu saja dalam perkembangannya yang diinginkan adalah pendidikan yang terbaik. Pada elegi ini menggambarkan bahwa sekarang ini banyak sekolah yang hanya memperhatikan nilai akhir pada ujian nasional saja tanpa memperhatikan metode pembelajaran yang sesuai. Contohnya saja pada pembelajaran matematika, untuk memenuhi target nilai ujian nasional tidak sedikit guru yang menggunakan model hafalan, trik atau cara cepat, tanpa mengajarkan konsep suatu materi. Padahal pembelajaran matematika yang baik adalah pembelajaran yang mengajarkan konsep dengan benar sehingga nantinya siswa dapat membangun dan mengembangkan pengetahuannya sendiri, tidak hanya sekedar hafalan atau cara cepat saja.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Sangat disayangkan apabila sekolah hanya menjadi UN oriented. Padahal di sekolah siswa seharusnya tidak hanya belajar menyelesaikan soal-soal UN saja. Di sekolah siswa juga perlu dibekali dengan akhlak, karakter, softskill dan budi pekerti yang kelak dibutuhkan dalam kehidupannya di masa yang akan datang. Karena apabila siswa hanya dibekali cara cepat menyelesaikan soal UN, maka keterampilan yang lain yang sebenarnya diperlukan malah terabaikan.

    ReplyDelete
  4. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Sangat disayangkan apabila sekolah hanya menjadi UN oriented. Padahal di sekolah siswa seharusnya tidak hanya belajar menyelesaikan soal-soal UN saja. Di sekolah siswa juga perlu dibekali dengan akhlak, karakter, softskill dan budi pekerti yang kelak dibutuhkan dalam kehidupannya di masa yang akan datang. Karena apabila siswa hanya dibekali cara cepat menyelesaikan soal UN, maka keterampilan yang lain yang sebenarnya diperlukan malah terabaikan.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Memang sedih rasanya melihat fakta di lapangan bahwa anak-anak lebih senang belajar di lembaga bimbingan belajar yang hanya mengajarkan trik-trik atau cara cepat mengerjakan soal dibandingkan dengan belajar di sekolah. Saat dulu saya masih menjadi siswa, jujur saya juga senang ketika diajari trik-trik cepat menyelesaikan soal. Namun, setelah kini menempuh kuliah, ternyata pemahaman konseplah yang sangat penting. Dengan memahami konsep ilmu secara benar, maka kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan persoalan. Cara-cara cepat yang diajarkan di lembaga bimbingan belajar tanpa menjelaskan konsep awalnya dapat menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Ia menjadi robot penghafal rumus saja. Selain itu hal tersebut juga bisa berdampak buruk bagi perkembangan kepribadiannya. Siswa menjadi senang dengan hal-hal yang cepat saji, instan. Sehingga dikhawatirkan ia tumbuh menjadi pribadi yang mudah menyerah, daya juang rendah, sehingga memungkinkan terjadinya suka berbuat curang, menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Memang, ada yang berubah dengan fenomena pendidikan yang terjadi setelah di adakannya UN. Siswa – siswa mau tidak mau menjadikan UN sebagai tujuan dari belajar. Yang penting lulus. Lainnya dikesampingkan. Siswa sekarang lebih menyukai hal – hal yang bersifat instan. Oleh karena itu hal ini menjadi tantangan sendiri bagi guru ketika ingin menerapkan pembelajaran di kelas. Siswa cenderung tidak sabaran apabila dilakukan metode pembelajaran penemuan terbimbing

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Adanya UN memberikan banyak dampak, salah satunya banyaknya Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Rumitnya materi yang diajarkan di sekolah sedangkan siswa hanya dituntut menyelesaikan soal pilihan ganda menjadikan mereka lebih menyukai trik cepat yang diajarkan di LBB. Sedangkan sebenarnya metode yang diajarkan di lembaga sekolah dan LBB sama pentingnya tergantung ruang dan waktu. Menurut saya alangkah lebih baik jika siswa memahami materi dasar, konsep dasarnya terlebih dahulu yang diajarkan di lembaga sekolah untuk kemudian tahu trik cepat menyelesaikan suatu soal dengan dasar- dasarnya. Maka menjadi tugas guru agar konsep dan materi dasar matematika tidaklah menjadi sesuatu yang tidak menarik.

    ReplyDelete
  8. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidikan merupakan hal penting untuk memajukan suatu negara. Dikarenakan pentingnya pendidikan, maka banyak sekali orang yang berniat mendalami maslah pendidikan. Orang berlomba-lomba menjadi pakar pendidikan. dengan benyaknya pakar pendidikan tidak semua satu pemikiran dan tidak semua benar-benar memahami masalah pendidikan. hendaknya selalu berhati-hati jika mengutip pemikiran pakar pendidikan maupun meminta pendapat pakar pendidikan.

    ReplyDelete
  9. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi ini menggambarkan betapa ketika orang yang bukan ahlinya berbicara maka yang keluar adalah hal-hal yang justru dapat merusak. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad bahwa “jika suatu urusan tidak diserahkan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya”. Kalimat ini begitu seram. Bayangkan saja, jika pendidikan kita saat ini dikendalikan oleh orang-orang yang tidak paham, yang bukan ahli, maka kita tidak bisa membayangkan apa jadinya generasi muda kita sekarang. Dan lebih lanjut, bagaimana dengan nasib negara ini ke depan, dimana kaum muda adalah cerminan masa depan negara.

    ReplyDelete
  10. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Tujuan ujian nasional adalah untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Namun, ujian nasional memiliki dampak yang besar bagi keadaan pendidikan di Indonesia. Pembelajaran di sekolah juga orientasinya hanyalah ujian nasional. Dengan adanya ujian nasional, lembaga bimbingan belajar menjadi tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat. Ironisnya, banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke sana. Ini merupakan suatu gejala orang tua kurang mempercayai sekolah dalam mempersiapkan siswa-siswanya untuk menghadapi ujian nasional. Di lembaga bimbingan belajar, biasanya siswa diberikan trik-trik dalam mengerjakan soal. Lembaga bimbingan belajar lebih mementingkan keberhasilan siswa dalam ujian nasional daripada siswa memahami ilmu yang dipelajarinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai seorang yang pernah menjadi siswa, saya merasakan bagaimana trik-trik jitu bimbingan belajar mampu mengatasi soal-soal dengan singkat dan terlihat mudah, namun yang terasa saat itu adalah lebih pada menghafal rumus dan bukan mempelajari dari mana rumus itu didapat. Jika seperti itu, maka dampaknya rumus-rumus itu tidak bertahan lama dalam ingatan siswa dan hanya berupa angka-angka saja tanpa makna.

      Delete
  11. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Alhamdulillah sekarang UN sudah tidak menjadi penentu kelulusan siswa SMA, sehingga UN sudah tidak menjadi momok bagi siswa, guru, sekolah, dsb. Meski UN sudah tidak menjadi faktor utama kelulusan, siswa tidak boleh santai, karena untuk masuk PTN siswa harus berlatih keras karena level soal-soalnya berkali lipat dibanding UN.

    ReplyDelete
  12. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Memang, jika kita membandingkan pembelajaran yang ada di sekolah formal dengan bimbingan-bimbingan belajar anak lebih semangat belajar di bimbingan belajar. Metode pembelajarannya lebih asik dan lebih mudah untuk dipahami. Cara pengerjaan juga lebih singkat, atau sering kita sebut sebagai cara praktis. Itu karena bimbel hanya berorientasi pada UN, belajar soal. Sedangkan si sekolah adalah belajar konsep materi dari awal. Siswa yang tidak memiliki prior knowledge yang cukup untuk belajar materi tersebut akan mengalami kesulitan untuk memahami materi yang akan dipelajari.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya yang sebelumnya, siswa yang belajar di bimbel sebagian besar telah memperoleh prior knowledge di sekolah. Sehingga ia merasakan kalau belajar di bimbel lebih mudah. Padahal pengetahuan konsep yang sebenarnya lebih besar didapatkan di sekolah. Kita sebagai calon pedidik, baik kelak pendidik di sekolah formal maupun di bimbingan-bimbingan belajar, sebaiknya tidak memberikan materi dengan cara yang instan. Berikan konsep atau apersepsi yang dapat membuat materi yang kita sampaikan bermakna pada siswa.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pakar pendidikan sering kali bingung. Bagaimana tidak? Mereka selalu berusaha memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Namun selalu saja tidak ada yang sempurna pasti ada kendala dan hambatan. Meskipun sudah dirancang sedemikian rupa sehingga namun masih saja terdapat kekurangan yang selalu ingin diperbaiki. Hal ini tidak jauh dari sifat manusia yang tidak pernah memiliki rasa puas. Contoh sistem pendidikan di Indonesia yang selalu mencari hot topik adalah UN. Sistem yang selalu berganti membuat banyak orang pusing tidak hanya pakar pendidikan namun juga sekolah, guru dan siswa.

    ReplyDelete
  15. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setelah saya membaca elegi ini, saya mencoba untuk memahami bahwa Ujian Nasional adalah masalah standar bagi semua orang. Jika kita melihat masalah Ujian Nasional sekarang ini, hal ini terlihat kurang berfaedah. Banyak uang yang dikeluarkan dan tidak ada manfaatnya. Ujian nasioanal semakin terlihat sebagai sekedar formalitas dan ajang politisasi pendidkan. Semoga ke depan nya kualitas pendidikan di indonesia bisa lebih meningkat lagi

    ReplyDelete
  16. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap orang harus mengetahui secara pasti kapasitasnya masing-masing. Jangan karena demi nama baik, malah mengorbankan kepentingan orang banyak karena ucapan yang tidak dengan keyakinan dan tidak berlandaskan. Mudah-mudahan para pengambil kebijakan pendidikan di negeri kita merupakan pakar yang memang mengerti tentang dunia pendidikan, bukan pakar bingung semata karena setiap kebijakan yang para petinggi ambil akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan dan kemajuan bangsa.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Walaupun memang banyak seklai pakar pendidikan yang egois hanya memikirkan diri mereka sendiri, pakar pendidikan yang tidak egois juga banya. Jika kita hanya fokus pada mereka yang melakukan kesalahan di dunia pendidikan, maka seakan-akan dunia pendidikan itu jelek. Namun, jika kita juga fokus pada perkembangan positif yang diberikan oleh para pakar pendidikan yang sangat memberikan kontribusi semaksimal mungkin, maka harapan akan mendapatkan pendidikan yang baik itu muncul sehingga pemikiran untuk selalu berkembang ke hal yang positif itu ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sekarang ini pendidikan yang diberikan hanya berdasar pada kecepatan menyelesaikan permasalahan tanpa mendalami akar permasalahan yang dihadapi. kita diajak untuk menyelesaikan masalah secara instan tanpa mengetahui benar akar permasalahan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    kita diajak untuk menyelesaikan masalah secara instan tanpa mengetahui benar akar permasalahan.hal ini dapat menjadi bumerang bila kita tidak mengetahui secara mendalam apa yang dihadapi. bisa saja kita keliru dalam menyelesaikan permasalahan akibat dengan penyelesaian instan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    UN, UN, dan UN adalah akan terus menimbulkan kontroversial. UN diharapkan oleh pemerintah sebagi alat evaluasi yang berstandar nasional, namun UN pun dalam praktek tidak bisa menjadi alat evaluasi yang sesungguhnya karena terlalu banyak tuntutan yang berada didalamnya menimbulkan berbagai praktek curang pun dilakukan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdasarkan pengalaman saya sebagai siswa, ketika UN akan tiba maka semua orang akan sibuk mulai dari siswa, orang tua, guru bahkan sekolahnya. siswa sibuk mencari bocoran soal, orang tua sibuk menyuruh anaknya untuk berikhtiar seperti apapun asalkan lulus UN, sekolah dan guru sibuk mengerjakan bocoran UN karena hasil UN akan mempengaruhi mutu sekolahnya. Sejauh yang saya ketahui UN hanya bisa menimbulkan kesulitan,namun mengapa prakteknya tetap dilaksanakan setiap tahun, bahkan ada isu yang mnegatakan bahwa tahun ini UN akan ada isian singkat.

      Delete
  21. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini dapat kita ketahui bahwa sekaliber pakar pendidikan pun terkadang masih mementingkan ego pribadi, atau ego kelompoknya, tanpa melihat kepentingan yang lebih umum, dalam hal ini siswa. Harus benar-benar berpikir keras untuk memberikan solusi terkait kebutuhan dan kewajiban pendidikan yang ideal, sesuai fitrahnya manusia

    ReplyDelete
  22. Setiap kebijakan yang berlaku, pasti tentunya ada pro dan kontra, dalam hal ini kebijakan pendidikan. Para pakar harus mempertimbangkan pro dan kontra tersebut sehingga didapat kebijakan yang mengedepankan kepentingan umum. COntohnya UN, yang selama ini menimbulkan pro dan kontra, namun telah banyak terbukti itu sebagai momok dan menimbulkan berbagai inovasi pembelajaran tak berdaya dibuatnya.

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Tujuan siswa belajar matematik adalah untuk memahami konsep, fakta dan aturan matematika untuk kemudian digunakan dalam mengerjakan soal. jadi urutan yang benar adalah siswa memahami konsepnya dulu baru kemudian ia dapat mengerjakan soal. bukan sebaliknya, siswa diberikan trik mengerjakan soal dengan cepat tanpa mengetahui konsepnya sehingga jika menemukan soal yang sedikit saja berbeda dengn yang biasa dilatihkan, siswa akan merasa bingung.

    ReplyDelete