Feb 26, 2011

Elegi Menggapai fungsi f(x) = 1




Oleh Marsigit

Fungsi:
Wahai variabel x, operator sama dengan, dan bilangan satu. Engkau semua saya panggil kemari karena saya ingin mengadakan pertunjukkan perihal fungsi x sama dengan satu. Oleh karena itu saya ingin mengetahui persiapanmu semua. Engkau juga saya silahkan untuk mengenalkan dirimu masing-masing serta tugas-tugasmu. Silahkan.

Variabel x:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah variabel. Khususnya namaku adalah variabel x. Fungsiku adalah sebagai rumah semua bilangan. Penghuniku bisa bilangan kontinu, bilangan diskret, bilangan pecah, bilangan realPost Options, bilangan rasional, bilangan kompleks, dst. Maka aku siap menjalankan semua perintah-perintahmu.

Operator sama dengan:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah operator sama dengan. Lambangku adalah “=”. Fungsiku adalah mengidentikan semua yang ada di sebelah kiriku dan di sebelah kananku. Aku juga mengidentikan sebelum dan sesudahku. Tiadalah dapat terbebas dari hukumku, jika telah aku pasang lambangku. Maka aku siap menjalankan semua perintah-perintahmu.

Bilangan satu:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah bilangan satu. Aku mempunyai beberapa sifat sekaligus. Bilangan satu itu adalah bilangan ganjil. Aku juga bilangan pertama dari membilang. Aku adalah bilangan rasional. Aku juga bilangan bulat. Aku juga bilangan positif.

Fungsi:
Wahai varfiabel x, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau adalah rumah dari semua bilangan. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat. Engkau tidak lagi hanya berfungsi sebagai rumah bilangan, tetapi engkau akan aku beri tugas sebagai rumah dari segala hal. Segala hal yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiranmu dan dalam hatimu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.
Wahai operator sama dengan, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau berfungsi menyamakan apapun yang ada di sebelah kirimu dan di sebelah kananmu. Engkau juga berfungsi menyamakan sebelum dan sesudahmu. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat.
Tugasmu adalah menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.
Wahai bilangan satu, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau adalah bilangan satu dengan semua sifat-sifatmu. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat. Engkau akan aku beri tugas sebagai penunjuk bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.

Variabel x, operator sama dengan dan bilangan satu bersama-sama berkata:
Wahai fungsi f, terimakasih atas tugas-tugas baruku itu. Tetapi sesungguhnya aku belum begitu jelas apakah tugasku secara lebih khusus?

Fungsi:
Wahai variabel x, telah aku tetapkan bahwa engkau adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan. Maka kewajibanmu adalah selalu bertanya kepada operator sama dengan tentang penunjukkan dari semua dirimu.
Wahai operator sama dengan, telah aku tetapkan bahwa tugasmu adalah menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Maka sadarkanlah semuanya itu.
Wahai bilangan satu, engkau adalah penunjuk bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga.

Variabel x, operator sama dengan dan bilangan satu bersama-sama berkata:
Wahai fungsi f, terimakasih atas tugas-tugas baruku itu. Tetapi sesungguhnya aku belum begitu jelas apakah tugasku secara lebih khusus?

Fungsi:
Wahai semuanya kita adalah fungsi x sama dengan satu. Jika ditulis dalam bentuk lambang maka kita adalah f(x) =1, dimana x adalah semua yang ada dan yang mungkin ada; “=” adalah kesadaranmu semua tentang yang satu; “1” adalah penunjukkan bahwa tiadalah sesuatu itu terlepas dari kehendak Nya. Maka cukup jelaslah kiranya, bahwa tiadalah di dunia dan akhirat itu terlepas dari kehendak Nya.

30 comments:

  1. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas sangat menarik untuk dibaca dan dipelajari. Adalah bahwa f(x)=1, dimana x merupakan variabel bebas dan angka 1 merepresentasikan Allah SWT. Variabel bebas disini dapat diartikan sebagai peranan manusia di suatu kehidupan. Apapun peran seseorang, haruslah didasari untuk ibadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada diketahui oleh Allah Yang Maha Mengetahui. Dan semua yang ada dan yang mungkin ada telah diatur sesuai dengan kehendakNya. Itulah yang dinamakan dengan takdir. Kita sebagai variabel x harus sadar bahwa apa saja yang kita alami baik kemarin, hari ini, mupun yang akan datang telah diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

    ReplyDelete
  3. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kita ialah fungsi x sama dengan satu atau bila ditulis dalam bentuk simbol adalah f(x) = 1. Variabel x menyatakan semua yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan simbol = ialah kesadaran kita tentang satu. Dan 1 menandakan bahwa segala sesuatunya tidak terlepas dari kehendak Allah. Allah telah mengatur segala sesuatunya dengan rapi dan rinci dan tak akan ada satu hal pun yang terlepas dari kontrolNya.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kita sebagai hambanya seharusnya sadar akan kebesaran-Nya dan berusaha untuk selalu taat dan tunduk sengan segala perintah-Nya. Kita harus senantiasa berbuat baik, berbuat hal yang dibolehkan oleh Allah, dan tentunya kita harus menjauhi larangan Allah. Mendekatkan diri kepada Allah sebagai salah satu jalan dalam meningkatkan keimanan kita.

    ReplyDelete
  5. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017


    Menurut saya pada postingan bapak kali ini, F(x)=1 merupakan salah satu bentuk refleksi kita kepada Tuhan. Segala ikhtiar kita itu untuk mendapatkan ridho dari Allah. Disebutkan fungsi f sebagai fungsi yang menghubungkan x terhadap “1”. X itu dapat bermacam-macam, termasuk perbuatan kita juga bermacam-macam, kemudian dihubungkan oleh fungsi f menuju “1”, artinya semua perbuatan kita ditujukan kepada 1 hal, yaitu Tuhan. Jadi semua perbuatan kita hanya ditujukan untuk memperoleh ridho dari Allah. Sehingga dalam hidup kita seharusnya selalu memohon petunjuk dari Allah dan menyadari bahwa apa yang kita jalani tidak akan terjadi jika Allah tidak meridhoi

    ReplyDelete
  6. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai fungsi f(x)=1 bila diartikan menjadi semua yang ada dan mungkin ada adalah kesadaran kita semua tentang satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa, bahwa tiadalah dunia dan akhirat itu terlepas dari kehendak-Nya. Adanya dunia dan akhirat itu karena adanya sang pencipta yaitu Allah SWT, dan adanya manusia dan makhluk hidup lainnya juga karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas menyadarkan kita bahwa segala yang kita kerjakan semata-mata untuk mencapai ridho Allah yaitu 1 (yang diibaratkan dengan fungsi f(x) = 1). Untuk mencapai ridho Allah tersebut maka semua perbuatan dan segala hal yang ada dan mungkin ada di dunia ini harus disadarkan dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Karena segala usaha dan upaya yang kita lakukan tidak lepas dari ridho Allah. Tidak akan berhasil jika tidak ada ridho dari-Nya, tidak akan mendapat rezeki jika tidak ada ridho dari-Nya, tidak akan dilancarkan segala urusan tanpa ada ridho dari-Nya. “Karena tiadalah sesuatu itu terlepas dari kehendak-Nya”. Maka sudah sepatutnya kita harus berserah diri kepada pemilik segala sesuatu, yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Fungsi f(x)=1 menjelaskan bahwa tidak ada sesuatupun yang ada di dunia maupun di akhirat terlepas dari kehendak Allah SWT.Artinya kita haruslah menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia dan di akhirat merupakan kehendak Allah SWT. Umur, kekayaan, kesehatan, segalanya merupakan kehendak Nya, oleh karena itu hendaklah kita berserah diri kepada Nya, hendaklah kita menyingkirkan segala kesombongan yang kita miliki karena hakekatnya apa yang kita miliki hanyalah titipan dan apabila Allah SWT berkehendak maka semua itu sangatlah mudah hilang dari kita. Dan segala titipan yang diberikan kepada kita di dunia ini, hendaknya kita menggunakannya untuk melakukan kebaikan, untuk menebar kebermanfaatan karena segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Fungsi merupakan salah satu materi yang ada dalam amtematika dan dipelajari siswa pada jenjang SMP dilanjutkan SMA. Berdasarkan Elegi Menggapai Fungsi f(x) = 1. Seperti analogi dalam elegi yang bapak tulis di atas, fungsi f(x) = 1 dapat diartikan dengan makna lain, dimana kita merupakan fungsi x sama dengan satu. Secara matematika dapat ditulis f(x) = 1. X dianalogikan dengan apa yang ada dan mungkin ada, = artinya sebagai penghubung yaitu kesadaran kita, dan 1 merupakan segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendakNya. Oleh karena itu, dapa saya ambil pelajaran bahwa melakukan segala kegiatan hendaknya tidak terlepas dari niat hanya untuk Allah Ta’ala. Dengan kata lain, hanya Allah tuhan yang Esa, tunggal, dan satu yang wajib kita imani.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini mempunyai peranan dan tugas masing-masing. Peranan satu dengan yang lain saling mempengaruhi dan menjadi satu kesatuan yang utuh. Untuk melakukan sebuah peranan tersebut, manusia harus menggunakan pedoman untuk hidup, pedoman itu yaitu agama. Dengan agama sesorang akan tentram dalam hidupnya karena mereka akan ingat kepana sang pencipta Allah SWT.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini mempunyai peranan dan tugas masing-masing. Peranan satu dengan yang lain saling mempengaruhi dan menjadi satu kesatuan yang utuh. Untuk melakukan sebuah peranan tersebut, manusia harus menggunakan pedoman untuk hidup, pedoman itu yaitu agama. Dengan agama sesorang akan tentram dalam hidupnya karena mereka akan ingat kepana sang pencipta Allah SWT.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Awalnya, saya kira akan belajar matematika seperti tempo dulu. Tapi tunggu, semakin kubaca, makin kubaca, bingung sumpah. Masuk lagi, baca lagi, mulai agak melotot, kubaca lagi. Akhirnya, setelah kupikir masak-masak, apakah ini membicarakan hubunganku dengan Tuhan? Tidak tidak, ternyata hubungan segala hal di langit dan di bumi dengan Tuhan. Oleh karena itu, elegi ini menyadarkan saya betapa segala hal harus diserahkan pada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi menggapai fungsi f(x) = 1 adalah elegi pengingat kepada Tuhan Yang Masa Esa. Elegi ini memberikan makna bahwa segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia harus menyadari bahwa segala sesuatu yang ada dan tidak ada, yang terjadi dan tidak terjadi, yang terlihat dan tidak terlihat adalah berada dalam kehendak dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Dan kita harus menyadari bahwa segala hal yang ada dan yang mungkin ada, baik dalam pikiran maupun hati akan diminta pertangggungjawabannya. Oleh karena itu segala apapun, dimanapun, dan kapanpun hendaklah selalu memohon petunjuk dari Nya.

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Yang ada dan yang mungkin ada itu banyak sekali macamnya karena mencakup segala sesuatu dalam semesta yang ada dan mungkin ada. Bila dianalogikan dengan fungsi di atas, segala hal yang ada dan mungkin ada sama dengan satu yaitu semua adalah ciptaan Tuhan. Dalam kehidupan, semua perbuatan manusia harus selalu berorientasi untuk menggapai Ridhlo dari Allah SWT. Kita harus terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT serta menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Fungsi f(x)=1 dimana setiap domain yang dimasukkan akan menghasilkan range 1. Ternyata memiliki makna yang luar biasa ketika kita mencoba melihat dari sudut pandang lain. setiap manusia di dunia ini siapapun dia dimanapun ia berada, berapapun pangkatnya, suatu saat nanti merupakan sebuah kepastian ia akan kembali menghadap sang Khaliq, Allah SWT yang mengatur seluruh alam. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadap Allah SWT dengan banyak beribadah dan berbuat kebaikan.

    ReplyDelete
  16. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)


    Refleksi dari elegi ini bahwa semua yang ada dan mungkin ada meliputi hati dan pikiran yang berkaitan dengan dunia dan akhirat. Maksudnya adalah dengan fungsi f(x)=1 memiliki arti bahwa x adalah semua yang ada dan mungkin ada, kemudian sama dengan adalah kesadaran tentang satu, sedangkan satu sebgaai penunjuk bahwa tiada sesuatu terlepas pada kehendaknya. Maksudnya segala sesuatu yang ada dan mungkin ada tersebut telah ditakdirkan seperti jodoh, rejeki, maut, dan segala yang terjadi di dunia ini. Oleh karena itu sebagai manusia hendaknya kita selalu ikhlas dan bersyukur atas kehendak yang telah ditakdirkan oleh Tuhan, sehingga sebagai manusia tidak akan merasa putus asa bahkan menjadi manusia yang kufur.

    ReplyDelete
  17. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan elegi menggapai fungsi f(x) = 1 ini menurut saya menganalogikan tentang kehidupan kita di dunia ini. Semua yang ada dan mungkin ada, yang ada di dalam pikiran maupun yang ada di hati, yang dalam hal ini dimisalkan dengan variabel x, semuanya akan kembali kepada yang maha satu dan yang maha segala-galanya yakni Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna (manusia) hendaknya menjalani semua aktivitas di kehidupan ini diniatkan karena Allah SWT dan hanya untuk Allah SWT, karena pada akhirnya kita akan kembali kepada-Nya.

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Dalam elegi ini Prof menjelaskan makna yang terkandung dalam salah satu objek matematika ke dalam kehidupan spiritual. Dalam elegy ini, fungsi f(x)=1 dianalogikan sebagai kesadaran tentang ke-Esa-an Allah SWT. x dimaknai sebagai segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, sedangkan = bertugas untuk menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada tersebut, dan 1 sebagai penunjukkan atas ke-Esa-an Tuhan. Dengan fungsi x, elegi ini mengungkapkan bahwa segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada ialah atas kehendak Allah SWT. Segala daya, upaya, kekuatan, potensi, kemampuan, dan takdir yang kita miliki merupakan atas kehendak-Nya. Segala sesuatunya itu pasti akan kembali kepada-Nya dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya.

    ReplyDelete
  19. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Elegi Menggapai Fungsi f(x)=1 mengingatkan kepada pembacanya bahwa segala sesuatu baik yang sadar ataupun tidak berasal dan akan kembali pada yang Maha Esa (satu). Maka sebaik-baiknya apa yang dilakukan dan dipikirkan diniatkan hanya karena Allah SWT, hanya untuk mendapat ridhoNya.

    ReplyDelete
  20. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Menggapai fungsi f(x)=1, elegi ini merupakan salah satu bentuk refleksi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Bahwasanya dari elegi ini “x” didibaratkan sebagai semua kejadian dan tingkah laku manusia di dunia ini, kemudian “x” dihubungkan oleh operator “=” yang berarti kesadaran menuju ke yang “1”, dan bilangan 1 yang berarti kehendak Tuhan. Sehingga fungsi f(x)=1 dapat diartikan sebagai refleksi kehidupan kita bahwa kita harus menyadari bahwasanya segala yang ada di dunia ini terjadi atas kehendak Allah swt. Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan ini sudah seharusnya kita selalu meminta petunjuk dan ridho Allah swt. Terimakasih.

    ReplyDelete
  21. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Menurut saya, elegi menggapai fungsi f(x)=1 , maksudnya apapun yang kita lakukan yang ada dan yang mungkin ada, semata-mata hanyalah untuk yang maha Esa Allah SWT. Hendaknya kita berada dijalannya, melakukan sesuatu sesuai perintahnya, dan atas ridhoNya.

    ReplyDelete
  22. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Hidup ini dari dan hanya untuk Allah. Allah sebagai Sang Pencipta telah menciptakan kehidupan di alam semsta. Kita seharusnya bersyukur atas segala nikmat dan kuasa Allah karena telah diberikan kehidupan yang baik.
    Kita seharusnya senantiasa beribadah kepada Allah sebagai wujud syukur kita atas kehendak-Nya. Hati dan pikiran kita seharusnya selalu ikhlas atas segala kehendak-Nya sebab Allah menciptakan sesuatu dengan alasan. Kita harus husnudlan dan pasrah atas semua kehendak Allah

    ReplyDelete
  23. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    f(x)=1 ternyata dalam filsafat dapat bermakna luas. Salah satunya jika dibawa ke ranah atau dimensi spiritual seperti artikel di atas. Ternyata keimanan kita dapat meningkat berkat f(x)=1. Kesadaran akan KE-ESA-AN TUHAN menjadi lebih baik berkat f(x)=1. Padahal dalam matematika murni, f(x)=1, tak lebih dari sekadar fungsi x yang dipetakan ke 1. Begitulah filsafat dengan segala objeknya yang ada dan yang mungkin ada. Begitulah filsafat dapat menginterpretasi apa disebalik f(x)=1.

    ReplyDelete
  24. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sebuah refleksi mendalam yang menyinggung segala hal yang ada di dunia ini. Hanya kehendak Tuhan yang dapat menentukan apa yang ada dan mungkin ada di dunia ini. Apalah kita manusia untuk memahaminya.

    ReplyDelete
  25. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan di atas membuat saya semakin yakin bahwa dalam tindakan seseorang dapat mencapai dua arah, yaitu hal-hal yang mengarah pada dunia dan akhirat. Ini juga dapat terlihat pada hubungan dengan sesama dan hubungan dengan Tuhan. Kedua-duanya adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan.

    ReplyDelete
  26. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari elegi tentang f(x)=1 di atas, sebelum saya mulai membaca saya mengira akan mendapati tulisan yang berbau matematika saja. tetapi ternyata tidak sepert itu. ternyata fungsi f(x)=1 dapat melambangkan kehidupan di dunia ini. fungsi tersebut merupakan fungsi yang konstan. 1 yang merupakan nilai konstan dari fungsi tersebut melambangkan bahwa kekuasaan Allah adalah konstan dan tidak terpengaruh oleh apapun.

    ReplyDelete
  27. 77. Elegi Menggapai f(x)=1
    Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima Kasih banyak bapak, sungguh kami tidak mengira bahwa elegi ini akan membawa kami kepada Sang Wahid, Sang Pencipta yakni Tuhan yang Maha Esa. Sebuah bahasa analogi yang apik, membawa fungsi f(x)=1 kepada konsep keatauhitan. Dari elegi diatas kami berusa memahami bahwa x merupakan subyek fungsi yakni manusia, sedangkan fungsi f(x) mengibaratkan perjalanan manusia menuju hasil yanga kan di peroleh. Siapapun manusia, bagaimanapun bentuknya ketika dia melakukan perjalanan f (x) =1 maka hasilnya akan tetap 1 yakni Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, konsep ketauhitan ini harus menjadikan dasar manusia dalam berkehidupan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  28. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas elegi yang disampaikan. Elegi yang indah menganalogikan fungsi dalam kehidupan kita sehari-harinya. Seperti yang kita ketahui bersama fungsi adalah dunianya sendiri ada banyak sekali definisi yang menyebutkan sifat fungsi itu. namun disini saya mengartikan fungsi adalah komandan dari apa yang ada di setelahnya. Variabel x disebutkan adalah memuat semua bilangan jika dalam filsafat maka ia memuat apa yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian sama dengan adalah mengidentikkan yang sebelum dan sesudah. Dan yang terakhir yaitu 1 yaitu berkaitan dengan Kehendak Tuhan. Sehingga yang dapat kita simpulkan dengan segala aturan yang ada maka Aturan dan kehendakNyalah yang utama.

    ReplyDelete
  29. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam elegi menggapai fungsi f(x) = 1 tidak hanya belajar tentang matematika tetapi dapat juga dimaknai secara luas. Setelah saya membaca ternyata fungsi f(x) = 1 dapat dimaknai bahwa yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini harus selalu menyadari bahwa kekuasaan tertinggi adalah tunggal yaitu Kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas elegi di atas. Dalam elegi ini kita belajar dapat belajar dari fungsi f(x)=1 bahwa fungsi merupakan ketua/komandan dari apa yang ada di setelahnya. Variabel x memuat semua apa yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian sama dengan adalah mengidentikkan yang sebelum dan sesudah. Dan yang terakhir yaitu 1 yaitu berkaitan dengan Konsep ketauhidan yakni Kehendak Tuhan. Sehingga jika kita simpulkan dengan segala aturan yang ada maka Aturan dan kehendak Tuhanlah yang tungga, pertama, dan wajib diutamakan. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete