Feb 26, 2011

Elegi Menggapai fungsi f(x) = 1




Oleh Marsigit

Fungsi:
Wahai variabel x, operator sama dengan, dan bilangan satu. Engkau semua saya panggil kemari karena saya ingin mengadakan pertunjukkan perihal fungsi x sama dengan satu. Oleh karena itu saya ingin mengetahui persiapanmu semua. Engkau juga saya silahkan untuk mengenalkan dirimu masing-masing serta tugas-tugasmu. Silahkan.

Variabel x:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah variabel. Khususnya namaku adalah variabel x. Fungsiku adalah sebagai rumah semua bilangan. Penghuniku bisa bilangan kontinu, bilangan diskret, bilangan pecah, bilangan realPost Options, bilangan rasional, bilangan kompleks, dst. Maka aku siap menjalankan semua perintah-perintahmu.

Operator sama dengan:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah operator sama dengan. Lambangku adalah “=”. Fungsiku adalah mengidentikan semua yang ada di sebelah kiriku dan di sebelah kananku. Aku juga mengidentikan sebelum dan sesudahku. Tiadalah dapat terbebas dari hukumku, jika telah aku pasang lambangku. Maka aku siap menjalankan semua perintah-perintahmu.

Bilangan satu:
Wahai fungsi f, perkenankanlah diriku untuk mengenalkan terlebih dulu. Namaku adalah bilangan satu. Aku mempunyai beberapa sifat sekaligus. Bilangan satu itu adalah bilangan ganjil. Aku juga bilangan pertama dari membilang. Aku adalah bilangan rasional. Aku juga bilangan bulat. Aku juga bilangan positif.

Fungsi:
Wahai varfiabel x, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau adalah rumah dari semua bilangan. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat. Engkau tidak lagi hanya berfungsi sebagai rumah bilangan, tetapi engkau akan aku beri tugas sebagai rumah dari segala hal. Segala hal yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiranmu dan dalam hatimu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.
Wahai operator sama dengan, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau berfungsi menyamakan apapun yang ada di sebelah kirimu dan di sebelah kananmu. Engkau juga berfungsi menyamakan sebelum dan sesudahmu. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat.
Tugasmu adalah menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.
Wahai bilangan satu, aku telah memahami semua keteranganmu. Engkau adalah bilangan satu dengan semua sifat-sifatmu. Tetapi sekarang engkau akan mendapat tugas yang lebih berat. Engkau akan aku beri tugas sebagai penunjuk bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan.

Variabel x, operator sama dengan dan bilangan satu bersama-sama berkata:
Wahai fungsi f, terimakasih atas tugas-tugas baruku itu. Tetapi sesungguhnya aku belum begitu jelas apakah tugasku secara lebih khusus?

Fungsi:
Wahai variabel x, telah aku tetapkan bahwa engkau adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Itulah seberat-berat tugasmu yang harus engkau laksanakan. Maka kewajibanmu adalah selalu bertanya kepada operator sama dengan tentang penunjukkan dari semua dirimu.
Wahai operator sama dengan, telah aku tetapkan bahwa tugasmu adalah menyadarkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga. Maka sadarkanlah semuanya itu.
Wahai bilangan satu, engkau adalah penunjuk bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu meliputi hati dan pikiranmu. Padahal pikiranmu dan hatimu itu berkenaan dengan dunia dan akhirat juga.

Variabel x, operator sama dengan dan bilangan satu bersama-sama berkata:
Wahai fungsi f, terimakasih atas tugas-tugas baruku itu. Tetapi sesungguhnya aku belum begitu jelas apakah tugasku secara lebih khusus?

Fungsi:
Wahai semuanya kita adalah fungsi x sama dengan satu. Jika ditulis dalam bentuk lambang maka kita adalah f(x) =1, dimana x adalah semua yang ada dan yang mungkin ada; “=” adalah kesadaranmu semua tentang yang satu; “1” adalah penunjukkan bahwa tiadalah sesuatu itu terlepas dari kehendak Nya. Maka cukup jelaslah kiranya, bahwa tiadalah di dunia dan akhirat itu terlepas dari kehendak Nya.

5 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017


    Menurut saya pada postingan bapak kali ini, F(x)=1 merupakan salah satu bentuk refleksi kita kepada Tuhan. Segala ikhtiar kita itu untuk mendapatkan ridho dari Allah. Disebutkan fungsi f sebagai fungsi yang menghubungkan x terhadap “1”. X itu dapat bermacam-macam, termasuk perbuatan kita juga bermacam-macam, kemudian dihubungkan oleh fungsi f menuju “1”, artinya semua perbuatan kita ditujukan kepada 1 hal, yaitu Tuhan. Jadi semua perbuatan kita hanya ditujukan untuk memperoleh ridho dari Allah. Sehingga dalam hidup kita seharusnya selalu memohon petunjuk dari Allah dan menyadari bahwa apa yang kita jalani tidak akan terjadi jika Allah tidak meridhoi

    ReplyDelete
  2. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai fungsi f(x)=1 bila diartikan menjadi semua yang ada dan mungkin ada adalah kesadaran kita semua tentang satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa, bahwa tiadalah dunia dan akhirat itu terlepas dari kehendak-Nya. Adanya dunia dan akhirat itu karena adanya sang pencipta yaitu Allah SWT, dan adanya manusia dan makhluk hidup lainnya juga karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas menyadarkan kita bahwa segala yang kita kerjakan semata-mata untuk mencapai ridho Allah yaitu 1 (yang diibaratkan dengan fungsi f(x) = 1). Untuk mencapai ridho Allah tersebut maka semua perbuatan dan segala hal yang ada dan mungkin ada di dunia ini harus disadarkan dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Karena segala usaha dan upaya yang kita lakukan tidak lepas dari ridho Allah. Tidak akan berhasil jika tidak ada ridho dari-Nya, tidak akan mendapat rezeki jika tidak ada ridho dari-Nya, tidak akan dilancarkan segala urusan tanpa ada ridho dari-Nya. “Karena tiadalah sesuatu itu terlepas dari kehendak-Nya”. Maka sudah sepatutnya kita harus berserah diri kepada pemilik segala sesuatu, yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Fungsi f(x)=1 menjelaskan bahwa tidak ada sesuatupun yang ada di dunia maupun di akhirat terlepas dari kehendak Allah SWT.Artinya kita haruslah menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia dan di akhirat merupakan kehendak Allah SWT. Umur, kekayaan, kesehatan, segalanya merupakan kehendak Nya, oleh karena itu hendaklah kita berserah diri kepada Nya, hendaklah kita menyingkirkan segala kesombongan yang kita miliki karena hakekatnya apa yang kita miliki hanyalah titipan dan apabila Allah SWT berkehendak maka semua itu sangatlah mudah hilang dari kita. Dan segala titipan yang diberikan kepada kita di dunia ini, hendaknya kita menggunakannya untuk melakukan kebaikan, untuk menebar kebermanfaatan karena segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Fungsi merupakan salah satu materi yang ada dalam amtematika dan dipelajari siswa pada jenjang SMP dilanjutkan SMA. Berdasarkan Elegi Menggapai Fungsi f(x) = 1. Seperti analogi dalam elegi yang bapak tulis di atas, fungsi f(x) = 1 dapat diartikan dengan makna lain, dimana kita merupakan fungsi x sama dengan satu. Secara matematika dapat ditulis f(x) = 1. X dianalogikan dengan apa yang ada dan mungkin ada, = artinya sebagai penghubung yaitu kesadaran kita, dan 1 merupakan segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendakNya. Oleh karena itu, dapa saya ambil pelajaran bahwa melakukan segala kegiatan hendaknya tidak terlepas dari niat hanya untuk Allah Ta’ala. Dengan kata lain, hanya Allah tuhan yang Esa, tunggal, dan satu yang wajib kita imani.

    ReplyDelete