Feb 25, 2011

Elegi Memperbudak atau Diperbudak Bentuk?




Oleh Marsigit

Siswa Pemakai Sepatu:
Aku tidak suka warna dan model sepatu ini, tetapi mengapa saya harus memakainya? Oh iya lupa aku. Bukankah ini kewajibanku untuk selalu memakainya. Adalah Guru yang mewajibkan diriku untuk selalu memakai sepatu ini.

Rumput:
Wahai Siswa Pemakai Sepatu...berarti engkau itu telah diperbudak oleh warna dan model sepatu itu. Artinya, engkau telah diperbudak oleh bentuk Sepatu.

Guru :
Hai Rumput.....jangan asal bicara kau! Memakai sepatu dengan warna dan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua anggotaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua anggotaku sudah tampak seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan hal-hal yang bersifat seragam. Mengapa? Karena seragam itu lebih mudah dibuatnya, seragam itu lebih murah dibelinya, seragam itu lebih sederhana melayaninya, dan seragam itu lebih mudah mengaturnya.

Rumput:
Wahai Guru...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk Sepatu.

Cemani:
Wah kapan ya aku bisa mengganti HP ku. HP ku itu sudah canggih dan lengkap, tetapi umurnya sudah tiga tahun. Aku agak merasa malu karena tampilannya tertinggal. Jika aku mempunyai uang, maka aku akan beli HP baru yang tampilannya lebih keren.

Rumput:
Wahai Cemani...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk HP.

Penjual HP:
Hai Rumput..jangan asal bicara kau. Mengenalkan produk-produk HP baru itu adalah misiku. Hanya dengan cara demikianlah aku memperoleh keuntunganku.

Rumput:
Wahai Penjual HP... kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk HP.

Guru:
Ahh..kenapa mesti RPP harus seperti ini modelnya? Sebetulnya aku tidak merasa cocok dengan model seperti ini? Tetapi kenapa aku harus membuat RPP seperti ini?

Rumput:
Wahai Guru... kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk RPP.

Guru Kepala:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa membuat RPP dengan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua anggotaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua anggotaku sudah membuat RPP secara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan RPP yang bersifat seragam. Mengapa? Karena RPP yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, RPP yang seragam itu lebih murah diproduksinya, RPP yang seragam itu lebih sederhana melayaninya, RPP yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan RPP yang seragam itu lebih mudah melaporkannya.

Rumput:
Wahai Guru Kepala...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk RPP.

Siswa:
Ahh..kenapa mesti soalnya harus seperti ini modelnya? Sebetulnya aku tidak merasa cocok dengan model soal seperti ini? Tetapi kenapa aku harus mengerjakan soal seperti ini? Wah..kalau tidak mau mengerjakan ..ya saya tidak lulus.

Rumput:
Wahai Siswa...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk Soal.

Guru Pembuat Soal:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa Soal dengan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua siswaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua siswaku sudah mengerjakan Soal secara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan Soal yang bersifat seragam. Mengapa? Karena Soal yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, Soal yang seragam itu lebih murah dibuatnya, Soal yang seragam itu lebih sederhana digunakannya, Soal yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan Soal yang seragam itu lebih mudah mengoreksinya.

Rumput:
Wahai Guru Pembuat Soal...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk Soal.

Cantraka:
Kenapa teorinya harus begitu? Kenapa seakan tidak ada Teori alternatif yang lain. Tetapi saya merasa belum cukup pengetahuanku untuk menanyakan perihal teori-teori yang lain.

Rumput:
Wahai Cantraka...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh satu bentuk Teori.

Bagawat:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa Teori yang ini itu adalah teoriku yang aku berikan kepada semua cantraka, agar tercipta keseragaman. Jika semua siswaku sudah mempunyai Teorisecara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan Teori yang bersifat seragam. Mengapa? Karena Teori yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, Teori yang seragam itu lebih murah dibuatnya, Teori yang seragam itu lebih sederhana digunakannya, Teori yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan Teori yang seragam itu lebih menjamin legitimasiku.

Rumput:
Wahai Bagawat...kalau begitu engkau telah memperbudak suatu bentuk Teori tertentu.

Akar Rumput:
Wahai Rumput...aku merasa heran kepadamu. Kenapa engkau selalu bisa saja mengambil kesimpulan atas perbincangan orang-orang itu. Tetapi anehnya kesimpulanmu itu selalu salah satu dari kalau tidak “memperbudak bentuk” ya “diperbudak bentuk”? Bolehkah saya mengetahui apa maksud kesimpulan-kesimpulanmu itu?

Rumput:
Wahai Akar Rumput...aku sedang menyaksikan masyarakat sedang mengalami ketegangan antara kehidupan dan bentuk. Dikarenakan ketegangan itulah aku juga sedang menyaksikan bahwa hampir semua orang yang aku saksikan itu ternyata telah gagal menangkap masa depannya, artinya aku juga masih sedang menyaksikan bahwa krisis multi dimensi itu ternyata masih prevalen dan imanen dalam masyarakat dan bangsa kita.

Akar Rumput:
Apakah ciri-ciri dan sebab pokok dari krisis multidimensi yang melanda bangsa ini?

Rumput:
Ciri-ciri pokok dari krisis mutidimensi adalah Ketidakberdayaan Bentuk. Itulah dampak dari perang yang digelorakan oleh sang Powernow. Ketahuilah bahwa usaha sang Powernow untuk menguasai dunia dengan cara menaklukan negara-negara Dunia Timur dan Dunia Selatan, telah menebarkan konflik tak terkendali. Konflik tak terkendali artinya konflik yang tidak diketahui bagaimana cara mengembangkan managemen mengatasinya.

Akar Rumput:
Contohnya..konflik-konflik apa saja?

Rumput:
Konflik antara wadah dan isinya. Konflik antara bentuk dan substansinya. Konflik antara subyek dan obyeknya. Konflik antar subyek. Konflik antar obyek. Konflik internal subyek. Konflik internal obyek. Konflik antara kebutuhandan perjuangan. Konflik antara baik dan buruk. Konflik antara para baik. Terlebih-lebih konflik antara para buruk. Itulah bahwa bangsa kita sedang dilanda skeptisisme masal.

Akar Rumput:
Apa yang disebut skeptisisme masal?

Rumput:
Skeptisisme masal adalah sikap jenuh, sikap bosan, tidak percaya, tidak semangat, putus asa, frustasi, ingkar janji, berbohong, serba instant, tidak sabar, mudah emosi, tidak toleran, tidak asih, tidak asuh, tidak berkomitmen, tidak berdisiplin, hidup dalam kepalsuan, tidak ada tauladan, kacaunya pedoman, hilangnya jati diri, bersifat tamak, keinginan melebihi kemampuan, hidup parsial, kekerabatan menjadi kebisnisan, artis seni menjadi artis bisnis, tidak mengerti jangka panjang, hanya untuk sekarang dan jangka pendek, memperbudak bentuk, dan diperbudak bentuk.

Akar Rumput:
Apa hubungan antara skeptisisme masal dengan bentuk?

Rumput:
Dikarenakan skeptisisme masal maka semua bentuk menjadi kehilangan makna. Bentuk telah diperbudak, dan bentuk telah digunakan untuk memperbudak. Bentuk telah dimanipulasi. Bentuk-bentuk asli telah dianggap tidak memadai, kemudian digantikanlah dengan bentuk-bentuk baru. Bentuk-bentuk baru yang tidak memadai segera diganti dengan bentuk-bentuk baru lagi, sehingga praktis tidak berbentuk.

Akar Rumput:
Wah aku bingung mengikuti penjelasanmu. Bagaimana contoh konkritnya?

Rumput:
Gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan, bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms. Kerjasama berubah menjadi kolusi. Ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa. Tenaga kerja manusia diganti dengan tenaga robot. Kebenaran diganti dengan kesepakatan. Kasus besar dialihkan dengan kasus besar lainnya. Pertunjukan wayang semalam suntuk diganti dengan pertunjukan wayang dua jam. Yang penting bisa berkumpul diganti yang penting bisa makan. Mengusir penjajah diganti dengan menjajah bangsa sendiri. Peraturan diganti dengan pendekatan. Haram diubah menjadi halal. Asli diganti asli tetapi palsu. Pendingin es diganti borax atau formalin. Tuntunan diubah menjadi tontonan. Lokal diganti import. Ekspor barang diganti ekspor manusia. Tarian sakral diubah untuk tarian ngamen. Benar diganti dengan yang salah. Salah dibenarkan. Ranah hukum diganti ranah politik. Jelas diganti dengan yang kabur. Dst...

Akar Rumput:
Apa dampaknya?

Rumput:
Dampaknya jelas..hidup dalam ambivalensi dan dalam kepalsuan. Ambivalensi itu adalah disharmoni. Disharmoni itu kacau, tidak tenteram, hitam, sedih, panas, gersang, gerah, unsur-unsurnya syaitan, unsur-unsurnya neraka. Kepalsuan itu artinya hidup seakan-akan atau seperti. Seakan-akan punya. Seakan-akan pandai. Seakan-akan bisa. Seakan-akan ikhlas. Seakan-akan sanggup. Seakan-akan bekerjasama. Seakan-akan resmi. Seakan-akan syah. Seakan-akan ada. Seakan-akan hebat. Seakan-akan benar. Seakan-akan murah. Seakan-akan membantu. Seakan-akan penting. Seakan-akan wakil rakyat. Seakan-akan koalisi. Seakan-akan gratis. Seakan-akan pemimpin. Seakan-akan jujur. Seakan-akan adil. Seakan-akan...dst. Itulah sebenar-benar krisis multidimensi bangsaku itu.

Akar Rumput:
Mengapa masyarakat dan bangsaku bisa seperti itu

Rumput:
Itulah buah karya sang Powernow yang ingin menguasai dunia. Bukankah dia telah sesumbar, bahwa sebelum saatnya menggunakan okol, yaitu senjata pamungkasnya, maka dia akan menggunakan akalnya terlebih dulu untuk menguasai raja-raja dunia timur dan dunia selatan.

21 comments:

  1. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sistem perbudakan tak terasa masih ada disekitar kita. Orang yang diperbudak alat, alat yang diperbudak oleh manusia. Semua nya sling terkait satu denga lainnya. Halini menimbulkan banyak disharmoni yang terjadi di masyarkat Indonesia, dimana dalam kehidupan mereka seakan akan gratis namun berbayar, seakan akan bebas namun dikekang, seakan akan jujur namun korupsi dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  2. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Dengan adanya kuasa maka akan memunculkan perbudakan. Perbudakan bisa terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Orang yang memiliki kuasa sadar atau tidak sadar akan memperbudak orang-orang yang dikuasainya. Orang yang dikuasai sadar atau tidak sadar akan diperbudak oleh penguasa. Apabila perbudakan dilakukan dengan berlebihan akan muncul kekacauan sehingga menyebabkan ketidakharomsisan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  3. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Adanya perbudakan artinya adanya yang memperbudak dan yang diperbudak. Sadar maupun tidak sadar, diperbudak oleh suatu bentuk kita lakukan setiap waktu. Seperti halnya Indonesia, masih banyak poduk luar negeri yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. mau atau tidak mau, suka ataupun tidak suka, pada kenyataannya masyarakat Indonesia secara tidak sadar masih diperbudak oleh hal tersebut. Adanya ketergantungan kepada negara powernow dan masih rendahnya cintai poduk tanah air mengakibatkan hal demikian masih berjalan sampai sekarang. Oleh karena itu untuk mengurangi perbudakan tersebut mulailah dari diri sendiri dan berpikir kritis terhadap tersebut, serta alangkah lebih berdampak besar jika turut mengajak orang lain untuk menghentikan perbudakan.

    ReplyDelete
  4. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini kita bisa memahami bahwa pada umumnya kita diperbudak dengan oleh bentuk yang itu itu saja, kalau istilah sekarang sering disebut sesuatu yang mainstrim. Maka seharusnya perlu inovasi, mulai dari yang buruk kebaik, mulai dari biasa ke yang luar biasa dan lebih bermanfaat. Dalam pendidikan utamanya keseragaman mungkin menilainya lebih mudah, namun seperti yang kita ketahui bahwa siswa itu hakikatnya beragam dan unik. Dalam pendidikan misalnya, seorang anak merasa diperbudak dengan bentuk seragam yang itu itu saja. Kemudian ada juga guru yang dalam membuat RPP hanya dengan model yang itu itu saja. Maka yang perlu diperhatikan yaitu mengadakan inovasi. Kemudian guru juga perlu membuat inovasi dalam membentuk soal, agar soal ini benar benar dapat berhubungan langsung dengan siswa. Kemudian teori kita haruslah mempelajari banyak teori. Dan dalam bidang lain pun tentunya inovasi adalah hal yang mutlak.

    ReplyDelete
  5. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Dalam kehidupan sehari-hari tentu terdapat aturan dalam segala hal. Aturan tersebut merupakan hal yang wajar, karena tanpa aturan akan terjadi kekacauan. Namun sekarang aturan mulai menjadi tidak wajar, dan seolah memperbudak orang-oarng yang diatur dan membuat aturan. Aturan harus dibuat dengan bijak dan dilaksanakan dengan bijak. Perbuhan terjadi sesuai perkembangan jaman, aturan barupun juga bermunculan sesuai dengan perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  6. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ketika seseorang memiliki sebuah benda tetapi ketika ia melihat sebuah benda yang sama tapi dengan bentuk yang berbeda dan ingin menggantinya ia secara tidak sadar telah terjebak oleh diperbudaknya suatu bentuk. Tetapi jika ia memiliki sikap berpikir kritis dan konsisten maka untuk terjebak dalam diperbudak atau memperbudak sesuatu sepertinya akan terasa sulit karena ia akan berpikir dan teguh terhadap sesuatu hal yang telah menjadi pendiriannya.

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tanpa bisa disangkal setiap harinya manusia selalu diperbudak bentuk, seperti yang telah diceritakan di atas. Kadang kita tahu bahwa kita diperbudak, namun tetap saja sulit untuk mengeluarkan diri darinya. Diperbudak bentuk bisa terlihat ketika seseorang hanya melihat sesuatu tanpa peduli dengan isinya atau esensinya. Seperti RPP, banyak yang asal membuat RPP. Yang penting RPP, tanpa mengetahui esensi dari pembuatan RPP serta gunanya RPP.

    ReplyDelete
  8. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Kekuasaan yang dimiliki para penguasa saat ini telah mengakibatkan manusia diperbudak oleh hedonisme, liberalisme, kapitalisme, dan masih banyak lagi. Manusia tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk, semuanya terlihat sama saja. Budaya konsumtif yang merajalela membuat manusia lupa akan kewajiban yang lain. Oleh karenanya, sebagai seseorang yang memiliki kepercayaan, alangkah baiknya memperkuat spiritualitas agar senantiasa dekat dengan sang Pencipta sehingga terhindar dari paham-paham tersebut yang dapat menjerumuskan manusia dalam krisis multidimensi.

    ReplyDelete
  9. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Karya sang Powernow saat ini sangat mempengaruhi perkembangan dunia. Mereka memiliki ambisi-ambisi yang ideal menurutnya. Akan tetapi untuk mencapai tujuan yang ideal tersebut, mereka tidak melakukan survey dulu pada keadaan sebenarnya yang ingin ia ubah. Sehingga banyak cara yang kurang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Bukan tujuan super ideal yang tercapai justru semakin besarlah kesenjangan yang terjadi antara tujuan dan kenyataan.
    Sehingga seolah-olah bagus tapi ternyata menusuk dan menyulitkan.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  10. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Kita hidup di era powernow yang kita tidak bisa lepas darinya. Akibatnya, budaya hidup kita yang merupakan budaya dunia timur, perlahan demi perlahan mulai digerus, dikikis, dan coba diganti dengan budaya dunia barat tanpa kita sadari. Contoh mudahnya budaya silaturahim yang dulu sangat sering dilakukan, mulai diganti dengan sms, chatting dan sebagainya. Dalihnya, yang penting komunikasi bisa berjalan terus, tidak putus kontak. Beginilah lama kelamaan budaya yang kita anut selama ini yaitu budaya timur sebentar lagi akan segera hilang dan digantikan dengan gaya hidup barat.

    ReplyDelete
  11. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Krisis multidimensi yang melanda negara ini dikarenakan oleh karakter yang lemah, hati dan keyakinan yang mulai lemah. Sehingga dengan mudahnya kita dapat diberdayakan, bahkan diperbudak oleh bentuk, hanya karena bentuk, terkadang kita lupa dengan hakekat dari bentuk itu sendiri. Dampak luas yang terjadi pergeseran-pergeseran makna dari bentuk tersebut. Diperbudak bentuk akan cenderung melakukan segala sesuatu untuk bentuk tersebut bahkan dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Semoga kita bukanlah salah satu pelaku dalam krisis multidimensi tersebut

    ReplyDelete
  12. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Keseragaman itu memiliki dua makna tergantung konteksnya. Keseragaman dalam hal seragam sekolah saya pikir itu keseragaman yang bermakna baik karena dengan adanya seragam maka akan muncul rasa persatuan. Seragam dapat menghilangkan perbedaan kasta yang ada di lingkungan sekolah. Jika tidak ada seragam maka siswa yang kaya akan memakai baju yang mahal-mahal sedangkan siswa yang miskin memakai baju yang murah. Namun, keseragaman bisa berarti kurang baik jika dalam konteks pembelajaran misalnya keseragaman dalam bentuk RPP, keseragaman dalam bentuk soal dan sebagainya

    ReplyDelete
  13. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menyoroti bentuk perbudakan dalam bentuk teknologi memang benar adanya. Sebenarnya dari pihak produsen memang sengaja sering-sering mengeluarkan tipe hp terbaru, supaya pembeli cepat bosan dan berganti baru. Bagi konsumen yang mementingkan mode tentu akan termakan oleh perubahan-perubahan perangkat elektronik, berbeda jika konsumen membeli sesuatu sesuai kebutuhannya maka akan terhindar dari yang namanya "perbudakan" itu.

    ReplyDelete
  14. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saat ini bangsa kita sedang diliputi masalah multidimensional. Entah secara langsung atau tidak langsung, ini adalah efek usaha superpower untuk mendominasi dunia, yaitu cara menaklukkan negara-negara Dunia Timur dan Dunia Selatan dengan konflik yang menyebar tak terkendali, menyebabkan rasa skeptisisme massa, seperti sikap bosan, tidak toleran, serbaguna seketika, emosi mudah, dll. Karena skeptisisme massal maka semua bentuk dengan cepat kehilangan maknanya, contoh konkretnya silaturrahim diganti dengan pesan shot service, kerja sama berubah menjadi kolusi, tenaga kerja manusia diganti dengan robot, dan sebagainya. sebagainya Sehingga kehidupan kita sekarang menyebabkan ketidakharmonisan.

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kehidupan sudah berada dalam kekacauan. Krisis terjadi di semua aspek kehidupan. Manusia sudah semakin kacau, bingung, bosan dan putus asa dengan apa yang terjadi. Tanpa kita sadari, kehidupan kita sudah diperbudak oleh bentuk atau mungkin saja tanpa kita sadari kitalah yang memperbudak bentuk. Sedangkan semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini hanyalah milik Allah semata.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ketidakharmonian dalam masyarakat di dunia ini merupakan suatu krisis yang memang harus dicarikan solusinya. Jika tidak, maka kehiudapn yang ada di dunia ini tidak akan menggapai sebuah keseimbangan karena ketidakharmonian ini memberikan dampak negatif terhadap keseimbangan di dunia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  17. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Fenomena memperbeudak atau diburdak muncul karean adanya ambisi dari objek memiliki dimensi yang lebih tinggi. Pemerintah dapat dikatakan memperbudak rakyatnya ketika kebijakan-kebijakan yang dibuat hanyalah karena berdasarkan kepentingannya. Begitu pula dalam pendidikan, Pendidikdan telah menjadi budak dari orang-orang yang berkuasa/berkepentingan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  18. Fenomena ini secara sadar/tidak disadari pun terjadi dalam praktek pbm mtk di sekolah, yaitu ketika siswa dipaksakan untuk belajar dengan metode yang tidak sesuai dengan potensinya/dunianya. Hal ini berarti guru secara tidak sadar telah memperbudak siswanya, memaksa siswa untuk melakukan hal yang tidak dinginkannya. Padahal jika itu yang dilakukan oleh guru maka siswa akan mengalami kesulitan belajar dan tidak akan ada ilmu yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  19. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengajarkan kalau kita sebagai manusia tidak boleh diperbudak oleh bentuk. memang tampilan luar terlihat menarik tetapi kita juga harus melihat kedalam, jangan hanya melihat dari satu sisi saja.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  20. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Sesuai jaman sekarang, banyak manusia yang diperbudak oleh bentuk. Mungkin memang jaman dulu orang memperbudak bentuk untuk meringankan kinerja dari orang tersebut. Tetapi semakin tuntutan jaman, semakin banyak orang diperbudak oleh alat. Contohnya saja layakany sebuah smartphone yang sebenarnya kita akan memperbudak alat tersebut jika digunakan dengan baik dan bijak, tetapi banyak orang yang tidak menggunakan dengan bijak, sehingga manusia yang diperbudak oleh smartphone. Maka gunakan alat (bentuk) tersebut sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa jangan terlalu terpaku pada sesuatu. Tidak selamanya yang tertulis benar itu benar, dan tidak selamanya yang tertulis salah itu salah. Terkadang apa yang terlihat dari luar itu bisa saja menipu. Perlu dipahami apa hakekat dari yang ada itu,

    ReplyDelete