Feb 25, 2011

Elegi Memperbudak atau Diperbudak Bentuk?




Oleh Marsigit

Siswa Pemakai Sepatu:
Aku tidak suka warna dan model sepatu ini, tetapi mengapa saya harus memakainya? Oh iya lupa aku. Bukankah ini kewajibanku untuk selalu memakainya. Adalah Guru yang mewajibkan diriku untuk selalu memakai sepatu ini.

Rumput:
Wahai Siswa Pemakai Sepatu...berarti engkau itu telah diperbudak oleh warna dan model sepatu itu. Artinya, engkau telah diperbudak oleh bentuk Sepatu.

Guru :
Hai Rumput.....jangan asal bicara kau! Memakai sepatu dengan warna dan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua anggotaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua anggotaku sudah tampak seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan hal-hal yang bersifat seragam. Mengapa? Karena seragam itu lebih mudah dibuatnya, seragam itu lebih murah dibelinya, seragam itu lebih sederhana melayaninya, dan seragam itu lebih mudah mengaturnya.

Rumput:
Wahai Guru...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk Sepatu.

Cemani:
Wah kapan ya aku bisa mengganti HP ku. HP ku itu sudah canggih dan lengkap, tetapi umurnya sudah tiga tahun. Aku agak merasa malu karena tampilannya tertinggal. Jika aku mempunyai uang, maka aku akan beli HP baru yang tampilannya lebih keren.

Rumput:
Wahai Cemani...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk HP.

Penjual HP:
Hai Rumput..jangan asal bicara kau. Mengenalkan produk-produk HP baru itu adalah misiku. Hanya dengan cara demikianlah aku memperoleh keuntunganku.

Rumput:
Wahai Penjual HP... kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk HP.

Guru:
Ahh..kenapa mesti RPP harus seperti ini modelnya? Sebetulnya aku tidak merasa cocok dengan model seperti ini? Tetapi kenapa aku harus membuat RPP seperti ini?

Rumput:
Wahai Guru... kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk RPP.

Guru Kepala:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa membuat RPP dengan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua anggotaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua anggotaku sudah membuat RPP secara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan RPP yang bersifat seragam. Mengapa? Karena RPP yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, RPP yang seragam itu lebih murah diproduksinya, RPP yang seragam itu lebih sederhana melayaninya, RPP yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan RPP yang seragam itu lebih mudah melaporkannya.

Rumput:
Wahai Guru Kepala...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk RPP.

Siswa:
Ahh..kenapa mesti soalnya harus seperti ini modelnya? Sebetulnya aku tidak merasa cocok dengan model soal seperti ini? Tetapi kenapa aku harus mengerjakan soal seperti ini? Wah..kalau tidak mau mengerjakan ..ya saya tidak lulus.

Rumput:
Wahai Siswa...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk Soal.

Guru Pembuat Soal:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa Soal dengan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua siswaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua siswaku sudah mengerjakan Soal secara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan Soal yang bersifat seragam. Mengapa? Karena Soal yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, Soal yang seragam itu lebih murah dibuatnya, Soal yang seragam itu lebih sederhana digunakannya, Soal yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan Soal yang seragam itu lebih mudah mengoreksinya.

Rumput:
Wahai Guru Pembuat Soal...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk Soal.

Cantraka:
Kenapa teorinya harus begitu? Kenapa seakan tidak ada Teori alternatif yang lain. Tetapi saya merasa belum cukup pengetahuanku untuk menanyakan perihal teori-teori yang lain.

Rumput:
Wahai Cantraka...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh satu bentuk Teori.

Bagawat:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa Teori yang ini itu adalah teoriku yang aku berikan kepada semua cantraka, agar tercipta keseragaman. Jika semua siswaku sudah mempunyai Teorisecara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan Teori yang bersifat seragam. Mengapa? Karena Teori yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, Teori yang seragam itu lebih murah dibuatnya, Teori yang seragam itu lebih sederhana digunakannya, Teori yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan Teori yang seragam itu lebih menjamin legitimasiku.

Rumput:
Wahai Bagawat...kalau begitu engkau telah memperbudak suatu bentuk Teori tertentu.

Akar Rumput:
Wahai Rumput...aku merasa heran kepadamu. Kenapa engkau selalu bisa saja mengambil kesimpulan atas perbincangan orang-orang itu. Tetapi anehnya kesimpulanmu itu selalu salah satu dari kalau tidak “memperbudak bentuk” ya “diperbudak bentuk”? Bolehkah saya mengetahui apa maksud kesimpulan-kesimpulanmu itu?

Rumput:
Wahai Akar Rumput...aku sedang menyaksikan masyarakat sedang mengalami ketegangan antara kehidupan dan bentuk. Dikarenakan ketegangan itulah aku juga sedang menyaksikan bahwa hampir semua orang yang aku saksikan itu ternyata telah gagal menangkap masa depannya, artinya aku juga masih sedang menyaksikan bahwa krisis multi dimensi itu ternyata masih prevalen dan imanen dalam masyarakat dan bangsa kita.

Akar Rumput:
Apakah ciri-ciri dan sebab pokok dari krisis multidimensi yang melanda bangsa ini?

Rumput:
Ciri-ciri pokok dari krisis mutidimensi adalah Ketidakberdayaan Bentuk. Itulah dampak dari perang yang digelorakan oleh sang Powernow. Ketahuilah bahwa usaha sang Powernow untuk menguasai dunia dengan cara menaklukan negara-negara Dunia Timur dan Dunia Selatan, telah menebarkan konflik tak terkendali. Konflik tak terkendali artinya konflik yang tidak diketahui bagaimana cara mengembangkan managemen mengatasinya.

Akar Rumput:
Contohnya..konflik-konflik apa saja?

Rumput:
Konflik antara wadah dan isinya. Konflik antara bentuk dan substansinya. Konflik antara subyek dan obyeknya. Konflik antar subyek. Konflik antar obyek. Konflik internal subyek. Konflik internal obyek. Konflik antara kebutuhandan perjuangan. Konflik antara baik dan buruk. Konflik antara para baik. Terlebih-lebih konflik antara para buruk. Itulah bahwa bangsa kita sedang dilanda skeptisisme masal.

Akar Rumput:
Apa yang disebut skeptisisme masal?

Rumput:
Skeptisisme masal adalah sikap jenuh, sikap bosan, tidak percaya, tidak semangat, putus asa, frustasi, ingkar janji, berbohong, serba instant, tidak sabar, mudah emosi, tidak toleran, tidak asih, tidak asuh, tidak berkomitmen, tidak berdisiplin, hidup dalam kepalsuan, tidak ada tauladan, kacaunya pedoman, hilangnya jati diri, bersifat tamak, keinginan melebihi kemampuan, hidup parsial, kekerabatan menjadi kebisnisan, artis seni menjadi artis bisnis, tidak mengerti jangka panjang, hanya untuk sekarang dan jangka pendek, memperbudak bentuk, dan diperbudak bentuk.

Akar Rumput:
Apa hubungan antara skeptisisme masal dengan bentuk?

Rumput:
Dikarenakan skeptisisme masal maka semua bentuk menjadi kehilangan makna. Bentuk telah diperbudak, dan bentuk telah digunakan untuk memperbudak. Bentuk telah dimanipulasi. Bentuk-bentuk asli telah dianggap tidak memadai, kemudian digantikanlah dengan bentuk-bentuk baru. Bentuk-bentuk baru yang tidak memadai segera diganti dengan bentuk-bentuk baru lagi, sehingga praktis tidak berbentuk.

Akar Rumput:
Wah aku bingung mengikuti penjelasanmu. Bagaimana contoh konkritnya?

Rumput:
Gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan, bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms. Kerjasama berubah menjadi kolusi. Ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa. Tenaga kerja manusia diganti dengan tenaga robot. Kebenaran diganti dengan kesepakatan. Kasus besar dialihkan dengan kasus besar lainnya. Pertunjukan wayang semalam suntuk diganti dengan pertunjukan wayang dua jam. Yang penting bisa berkumpul diganti yang penting bisa makan. Mengusir penjajah diganti dengan menjajah bangsa sendiri. Peraturan diganti dengan pendekatan. Haram diubah menjadi halal. Asli diganti asli tetapi palsu. Pendingin es diganti borax atau formalin. Tuntunan diubah menjadi tontonan. Lokal diganti import. Ekspor barang diganti ekspor manusia. Tarian sakral diubah untuk tarian ngamen. Benar diganti dengan yang salah. Salah dibenarkan. Ranah hukum diganti ranah politik. Jelas diganti dengan yang kabur. Dst...

Akar Rumput:
Apa dampaknya?

Rumput:
Dampaknya jelas..hidup dalam ambivalensi dan dalam kepalsuan. Ambivalensi itu adalah disharmoni. Disharmoni itu kacau, tidak tenteram, hitam, sedih, panas, gersang, gerah, unsur-unsurnya syaitan, unsur-unsurnya neraka. Kepalsuan itu artinya hidup seakan-akan atau seperti. Seakan-akan punya. Seakan-akan pandai. Seakan-akan bisa. Seakan-akan ikhlas. Seakan-akan sanggup. Seakan-akan bekerjasama. Seakan-akan resmi. Seakan-akan syah. Seakan-akan ada. Seakan-akan hebat. Seakan-akan benar. Seakan-akan murah. Seakan-akan membantu. Seakan-akan penting. Seakan-akan wakil rakyat. Seakan-akan koalisi. Seakan-akan gratis. Seakan-akan pemimpin. Seakan-akan jujur. Seakan-akan adil. Seakan-akan...dst. Itulah sebenar-benar krisis multidimensi bangsaku itu.

Akar Rumput:
Mengapa masyarakat dan bangsaku bisa seperti itu

Rumput:
Itulah buah karya sang Powernow yang ingin menguasai dunia. Bukankah dia telah sesumbar, bahwa sebelum saatnya menggunakan okol, yaitu senjata pamungkasnya, maka dia akan menggunakan akalnya terlebih dulu untuk menguasai raja-raja dunia timur dan dunia selatan.

41 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Akibat perkembangan IPTEK yang semakin pesat setiap harinya, manusia mengalami krisis multi dimensi yang ditandai dengan ketidakberdayaan bentuk. Saya hanya akan mengambil contoh pada masyarakat Indonesia. Indonesia seperti sudah kehilangan jati diri dan mengikiskan nilai-nilai budaya pada masyarakatnya akibat modernisasi. Seperti gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan, bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms, ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa, dsb. Selain itu, sebagian besar masyarakat Indonesia yang menyukai semua yang serba instan dan konsumtif. Benar-benar Indonesia telah mengalami krisis multidimensi (ketidakberdayaan bentuk).

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kita mau diperbudak oleh bangsa lain secara terus menerus atau tidak, itu tergantung kepada kita sendiri. Baik secara sadar maupun tidak sang power now telah melebarkan pengaruhnya dalam kehidupan kita. Untuk itu secara bijak marilah bersama-sama kita melepaskan diri dari diperbudak bentuk, bergantilah kita menjadi yang mengendalikan semua dengan baik sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  3. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perkembangan zaman merupakan salah satu faktor dimana kita mudah diperbudak oleh bentuk. Mulai dari teknologi, budaya, dan kebiasaan. Semua itu berubah seketika akibat perkembangan zaman. Perkembangan zaman itu tidak salah, tetapi bagaiamana kita sebagai manusia menyikapinya dengan bijak terutama dalam perubahan bentuk. Dengan kita bersikap bijak terhadap perubahan bentuk , bentuk tidak akan memperbudak kita.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Di zaman saat ini, dimana sudah banyak kapitalisme merajalela dan mengancam usaha-usaha kecil menjadikan orientasi yang ada saat ini hanya bersifat materialisme. Apa-apa diukur dengan materi, tujuan hidup hanya untuk mendapatkan materi, sehingga segala macam cara dilakukan untuk memenuhi tujuan tersebut. setiap orang pastinya ingin selalu mendapatkan keuntungan dan kemudahan, tetapi terkadang mereka lupa akan nilai-nilai kebenaran dan menghalalkan segala macam cara untuk memperoleh keuntungan dan kemudahan bagi dirinya semata. Hal ini juga tidak luput dalam dunia pendidikan, dimana guru sering sekali mendoktrin siswa agar sesuai dengan apa yang guru inginkan, padahal setiap siswa merupakan seorang pribadi yang unik, yang mana mereka memiliki karakter dan cara berpikir mereka sendiri, oleh karena itu, sangat penting sekali bagi guru untuk lebih mengenal siswanya dan memfasilitasi mereka untuk belajar sesuai dengan keunikan mereka masing-masing dan tidak memaksakan apalagi membatasi siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman saat ini membuat kehidupan manusia selalu dipermudah. Dengan adanya kemudahan, tak jarang membuat manusia terlena akan dunia dengan berbagai macam bentuk kemewahan, kenyamanan, dan segala kesenangan di dalamnya. Kemudian, mengejar dunia hanya sebatas kesenangan sehingga kesenangan duniawi pun menjadi prioritas. Lalu, menghalalkan berbagai cara hanya untuk memenuhi keinginan duniawinya. Ini seakan-akan hal-hal duniawi memperbudak manusia dengan segala tipu dayanya agar manusia merasa senang yang pada hakikinya kesenangan tersebut hanyalah sementara.

    ReplyDelete
  6. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Entah sejak kapan atau dimulai dari mana krisis multidimensi tersebut muncul. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi jelas mempengaruhi kehidupan manusia sampai saat ini. Jika kita hanya menerima dan mengikuti arus dari perkembangan zaman, ya kita hanya akan seperti air pada daun talas. Oleh sebab itu, kita perlu pertahanan diri dan filter yang kokoh untuk dapat memilih manakah yang cocok untuk budaya dan jati diri kita. Kita perlu menajamkan intuisi, akal dan hati nurani agar tidak kehilangan arah untuk membedakan yang benar dan salah, tidak hidup dalam kepalsuan dan tidak diperbudak atau memperbudak bentuk.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu krisis multidimensi di bangsa Indonesia ini adalah disharmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
    Dimana dalam hidup itu kacau, tidak tenteram, hitam, sedih, panas, gersang, gerah, unsur-unsurnya syaitan, unsur-unsurnya neraka.
    Hal ini karena terjadinya disharmoni antara warga yang ada.

    ReplyDelete
  8. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi tersebut menceritakan tentang “memperbudak dan diperbudak” oleh keadaan. Dalam dunia pendidikan dapat dicontohkan guru yang diperbudak dengan RPP yang ada. Tak jarang, guru hanya mengadopsi RPP yang sudah dibuat/mencopy tanpa menganalisis sesuai dengan kebutuhan siswanya. Bahkan RPP dan perangkat pembelajaran lain seringkali hanya sebagai syarat administratif. Dalam hal ini, saya sangat berharap semoga dunia pendidikan Indonesia lebih meningkat kualitasnya, jangan diperbudak oleh keadaan/kebiasaan yang ada.

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal menarik yang saya ambil dari elegi di atas adalah hidup dalam ambivalensi dan dalam kepalsuan. Ambivalensi itu adalah disharmoni. Tak jarang kita temukan, kehidupan penuh dengan kepalsuan. Orang-orang memakai topeng untuk menutupi keadaan sebenarnya agar dianggap lebih baik oleh orang lain. Dal hal ini, kepalsuan artinya hidup seakan-akan atau seperti. Misalnya seseorang seakan-akan punya, pandai, bisa, ikhlas, sanggup, hebat, wakil rakyat, koalisi, jujur, adil dan hal baik lain yang menjadi topeng dirinya. Hal tersebut sungguh akan merusak bangsa.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Dalam kehidupan sehari-hari tentu terdapat aturan dalam segala hal. Aturan tersebut merupakan hal yang wajar, karena tanpa aturan akan terjadi kekacauan. Namun sekarang aturan mulai menjadi tidak wajar, dan seolah memperbudak orang-oarng yang diatur dan membuat aturan. Aturan harus dibuat dengan bijak dan dilaksanakan dengan bijak. Perbuhan terjadi sesuai perkembangan jaman, aturan barupun juga bermunculan sesuai dengan perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D
    Dalam dunia ini tidak ada sesuatu yang tetap. Manusia itu relative, sama yang ada pun sama relative. Oleh karena itu, jika seseorang diperbudak oleh bentuk, maka sesungguhnya dia gagal menemukan dirinya di masa depan. Hendaklah seseorang terus belajar dan terus rendah hati agar tidak memperbudak atau diperbudak bentuk.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu krisis multidimensi di bangsa Indonesia ini kepalsuan.Yang mana kepalsuan itu artinya hidup seakan-akan atau seperti.
    Seakan-akan atau seperti menandakan bahwasannya manusia sejatinya tidak sampai untuk meraihnya akan tetapi dipaksakan oleh dirinya sendiri untuk meraihnya.
    Sehingga sejatinya manusia harusnya menyadari akan keterbatasan kemampuan dirinya yang terbatas.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Tanpa bisa disangkal setiap harinya manusia selalu diperbudak bentuk, seperti yang telah diceritakan di atas. Kadang kita tahu bahwa kita diperbudak, namun tetap saja sulit untuk mengeluarkan diri darinya. Diperbudak bentuk bisa terlihat ketika seseorang hanya melihat sesuatu tanpa peduli dengan isinya atau esensinya. Seperti RPP, banyak yang asal membuat RPP. Yang penting RPP, tanpa mengetahui esensi dari pembuatan RPP serta gunanya RPP.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Faktor ekonomi membuat seseorang terpaksa mau dijadikan budak. Dalam zaman modern ini, perbudakan masih dilakukan oleh orang-orang jahat yang tidak memilikirasa kemanusiaan. Salah satu makna perbudakan adalah hilangnya kebebasan menentukan pilihan sendiri. Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. Sebagian besar perbudakan terjadi karena adanya kesenjangan social di lingkungan masyarakat.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Dalam kehidpuan ini ada yang seharusnya berbentuk, ada pula yang harus dibentuk yang hakekatnya adalah penguasaan dan dikuasai yang semuanya ini terbatas pada ruang dan waktu. Contohnya dalam menyelesaikan soal bentuk dan caranya harus itu, yang seharusnya bolehlah bentuknya itu tetapi caranya disesuaikan situasi dan kondisi dengan aturan yang jelas tanpa memihak, sehingga anak dapat mengembangkan potensinya. semuanya pastilah terbatas oleh ruang dan waktu dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka dengan demikian tidak terjadi konflik merasa memperbudak dan diperbudak, maka disinilah fungsi ikhlas. Pada dewasa ini yang dikenal dengan Zaman Powernow manusia sudah diperbudak oleh kehidupan yang semakin modern.


    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup ini jangan hanya di perbudak dan memperbudak oelh yang lain. Sekarang kita diperbudak oleh rasa gengsi yang mana dengan rasa gengsii itu kita menjadi manusia. Sebenarnya hidup itu jangan mudah diperbudak orang lain dan jangan juga kita memperbudak orang lain.

    ReplyDelete
  17. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Semua kita mendambakan hidup yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Manusia seakan tidak pernah puas untuk mencari kehidupan itu, namun kadang kita lupa bahwa apa yang kita cari tidak akan pernah membuat kita merasa puas apabila tidak dibarengi dengan hati yang ikhlas dan selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Sehingga kita tidak akan diperbudak oleh kehidupna tersebut. Zaman Powernow sudah memperbudak manusia untuk mengikutinya. Hidup hanya dipenuhi oleh kapalsuan dan semuanya seakan-akan saja. Jika kita tidak mau diperbudak maka kita harus pintar-pintar memilih dan memilih apa yang hendak kita perbuat.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    memperbudak atau diperbudak. bagi saya tidak ada baiknya dari keduanya. sebagai manusia kita harus memiiki ilmu pengetahuan yang banyak agar tidak melakukankeduanya namun lebih mengayomi atau merangkul lebih halusnya.

    ReplyDelete
  19. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Beratus – ratus tahun sudah kita diperbudak oleh negara lain. Setelah mencapai kemerdekaan [un negara ini masih diperbudak walaupun secara kasat mata tak terlihat. Sudah waktunya kita memberontak untuk kemajuan bangsa ini. Dengan mempersiapkan kemampuan dan sarana yang memadai tibalah saatnya bangsa ini mandiri dan mengusir segala perbudakan yang ada.

    ReplyDelete
  20. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari komentar ini saya mempunyai saran bahwa mengatasi permasalahan yang terjadi konflik merasa memperbudak dan diperbudak munculkanlah fungsi ikhlas. Zaman Powernow sudah memperbudak manusia untuk mengikutinya. Hidup hanya dipenuhi oleh kapalsuan dan semuanya seakan-akan saja. Sehingga ikhlas di sini sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini. Selagi kita ikhlas pasti Allah akan membantu kita dalam menghadapi semua sesuatu.

    ReplyDelete
  21. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Membicarakan tentang Memperbudak dan diperbudak, dalam jaman ini sangan dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. Manusia sekarang telah diperbudak oleh gadget-gadget canggih, yang setiap bulannya terus berkembang. Sehingga meraka diperbudak oleh bentuk-bentuk gadeget yang terus berubah. Harusnya, mereka ikhlas dan memperbudak gedgetnya dengan bijak. Karena awalau bentuknya beda mungkin fungsinya tetap sama. Hanya berbeda bentuk saja.

    ReplyDelete
  22. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pendidikan juga seperti itu, siswa telah dimanjakan oleh bentuk-bentuk soal yang seperti itu saja. Sehingga siswa diperbudak oleh satu jens soal saja. Maka sebagai pendidik yang baik seharunya menciptakan soal-soal yang terbuka jawabannya untuk memberikan variasi yang luas bagi pikiran siswa-siwanya.

    ReplyDelete
  23. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Krisis multidimensi ditandai dengan adanya ketidak berdayaan bentuk. Hal ini merupakan dampak dari globalisasi. Skeptisisme merupakan sikap yang timbul dari globalisasi antara lain sikap ingin semua serba instan, hilangnya jati diri dan berpikir jangka pendek. Hal ini berakibat hidup dalam ambivalensi dan dalam kepalsuan contoh yang sangat jelas terlihat saat ini adalah manusia sudah mulai diperbudak dengan gadget(smartphone) segala sesuatu dapat diperoleh hanya melalui gadged sehingga mambuat pengguna gadget menjadi malas, ingin serba instan dan juga hidup dalam kepalsuan.

    ReplyDelete
  24. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Diperbudak atau memperbudak adalah dua keadaan yang berbeda. Kita mau diperbudak atau tidak, itu tergantung kepada kita sendiri. Di Indonesia secara sadar maupun tidak sang power now telah melebarkan pengaruhnya dalam kehidupan kita. Elegi diatas mengajarkan kita sebagai manusia tidak boleh diperbudak oleh bentuk. memang tampilan luar terlihat menarik tetapi kita juga harus melihat kedalam, jangan hanya melihat dari satu sisi saja. Untuk itu secara bijak marilah bersama-sama kita melepaskan diri dari diperbudak bentuk, bergantilah kita menjadi yang mengendalikan semua dengan baik sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  25. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menceritakan apa yang sedang terjadi di negeri indonesia ini, di mana semua yang ada digantikan dengan hal lain yang jelas berbeda dengan apa yang dimaksud. Salah satu contohnya adalah ranah hukum diganti dengan ranah politik. Ini terlihat jelas sekali bahwa hukum di neheri ini sedang dipermainkan oleh politik yang ada.

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia pendidikan, dengan pembelajaran secara konvensional seakan siswa diperbudak oleh bentuk metode pembelajaran. Sehingga terkesan bahwa siswa kurang bisa leluasa menggapai pengetahuannya. Sehingga dengan metode baru seperti sekarang siswa bisa lebih mengeksplorasi ilmu nya dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semuanya.

    ReplyDelete
  27. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Memang di beberapa sekolah sewaktu saya sekolah dahulu terdapat peraturan yang mengharuskan siswa memakai sepatu berwarna hitam. bahkan warna selain hitam sedikitpun teman teman saya pada ketakutan dan mereka menutupi warna putih yang hanya sedikit tersebut dengan menggunakan spidol. mereka sangat takut dengan guru. padahal menurut saya beragam itu menarik seperti manusia yang memang beragam dan memiliki karakternya masing masing dan tidak harus dibuat menjadi memiliki karakter yang sama.

    ReplyDelete
  28. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan elegi tersebut, keadaan masyarakat dan bangsa saat ini sedang mengalami krisis multidimensi. Yaitu hidup dalam ambivalensi dan kepalsuan. Ambivalensi adalah disharmoni yang berarti kacau, tidak tentram, dan unsur-unsur syaitan. Sedangkan, kepalsuan berarti hidup seakan-akan atau seperti, yaitu seakan-akan benar, seakan-akan pandai, seakan-akan semangat, seakan-akan bekerjasama, seakan-akan bahagia dll. Maka hidup manusia itu hanyalah dalam kesemuan.

    ReplyDelete
  29. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Di kehidupan berbangsa dan bernegara, secara tidak sadar banyak masyarakat yang telah diperbudak ruang dan waktu. Artinya kebanyakan masyarakat sering kali merasa tidak puas, merasa jenuh dengan apa yang dimilikinya sehingga di dalam dirinya selalu muncul rasa untuk memiliki dan menggonta-ganti apa yang telah dimilikinya. Seperti halnya dengan apa yang kita inginkan. Misalnya kita menginginkan handphone baru karena kita ingin mengikuti tren yang sedang berkembang, padahal sebenarnya kita sudah mempunyai handphone yang tidak kalah canggih dengan handphone yang kita inginkan. Hal ini berarti kita telah diperbudak oleh bentuk handphone. Hal ini terkadang membuat kita lupa dengan apa yang diberikan Allah SWT kepada kita, karena sesungguhnya Allah SWT memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan sesuatu yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  30. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa jangan terlalu terpaku pada sesuatu. Tidak selamanya yang tertulis benar itu benar, dan tidak selamanya yang tertulis salah itu salah. Terkadang apa yang terlihat dari luar itu bisa saja menipu. Perlu dipahami apa hakekat dari yang ada itu,

    ReplyDelete
  31. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam kehidupannya nyata sehari-hari kita selalu dihadapkan dengan berbagai situasi dan kondisi yang tidak terlepas dari perubahan itu sendiri, dan setiap perubahan menawarkan bentuknya sendiri untuk menjadi pilihan, dengan demikian setiap pribadi pun tidak terlepas dari dua pilihan, apakah menjadi subjek perubahan bentuk sehingga dapat menguasai bentuk ataupun menjadi objek dari perubahan bentuk itu sendiri sehingga mejadi objek bentuk. Dalam hal memperbudak bentuk menurut saya menyikapinya adalah bagaimana setiap peribadi dapat menguasai perubahan dan menciptakan bentuk yang positif sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. Sedangkan untuk situasi dimana kita menjadi akibat dari perubahan sehingga hanya dapat menjadi objek diperbudak bentuk maka kita wajib menyaring dengan benar sehingga kita bijak dalam bersikap dalam menghadapinya.

    ReplyDelete
  32. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seiring pekembangan zaman, kita sebagai manusia tanpa disadari telah diperbudak oleh bentuk salah satunya adalah teknologi. Manusai di era zaman sekarang ini tidak dapat lepas dari yang namanya teknologi. suatu ketika ada sesorang akan ditemapt plosok, ketika dihadapkan memilih ada air atau ada wifi, irang tersebut pasti akan memilih yang terpenting adalah wifinya bukan airnya lagi.

    ReplyDelete
  33. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menyikapi bagaimana cara kita agar tidak diperbudak oleh bentuk adalah dengan bersikap bijak dengan apa yang dihadapan kita, slalu berpikiran luas dari berbagai sudut pandang. Jadikan bentuk itu sebagai peran pendukung bukan peran utama dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua orang ingin mengikuti perkembangan zaman. Orang selalu saja belum puas dalam memenuhi kebutuhannya seperti mengikuti gaya hidup mewah. Terkadang hidup dalam disharmoni dan kepalsuan. Oleh karena itu, perbanyak doa dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga menjadi orang yang akan selalu bersyukur atas nikmat-Nya.

    ReplyDelete
  35. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pendidikan, guru telah diperbudak oleh RPP. Saya rasa, RPP memang idealnya seperti itulah, yang sering dibuat guru. Namun, sebenarnya pengaturan bentuk RPP memiliki tujuan baik, agar guru dalam melaksanakan pembelajaran menjadi 'ideal'. Selebihnya, fokus guru ialah pembelajaran yang nyata di kelas.

    ReplyDelete
  36. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Arti perbudakan dari zaman ke zaman memang berubah. Dahulu kala, perbudakan identic dengan manusi memperbudak manusia lain. Namun sekarang, secara sadar ataupun tidak sadar, sebetulnya kita telah diperbudak oleh teknologi. Kita seakan-akan tidak bisa hidup tanpa teknologi yang baru.

    ReplyDelete
  37. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam kelas, guru pun mampu memperbudak siswanya dengan metode tradisional. Guru merasa bahwa jika mengajarnya tidak dengan cara menjelaskan di kelas (berpusat pada guru) maka namanya bukan mengajar. Hal ini tentu akan menjadikan siswa sulit untuk mengembangkan pengetahuannya secara mandiri.

    ReplyDelete
  38. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Perkembangan teknologi pada zaman ini sangat mempengaruhi perubahan hidup bermasyarakat, dikarenakan kemudahan mendapatkan informasi, kemewahan serta pengetahuan. Sehingga membuat manusia di zaman ini mudah diperbudak oleh duniawi yang semu. Membuat manusia kehilangan rasa sosial, rasa perduli, rasa saling menghargai dan menghormati. Maka kita harus pandai mawas diri serta keluar dari bentuk dan situasibyang memperbudak ini.

    ReplyDelete
  39. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Semakin lama, baik secara sadar maupun tidak, kita sudah diperbudak dan memperbudak bentuk. Dari bangun tidur sampai tidur lagi dipenuhi dengan yang namanya “perbudakan”. Krisis multidimensi sudah mendarah daging bagi bangsa ini termasuk diri pribadi. Jadi bagaimanakah agar kita tidak semakin terperosok ke dalam jurang disharmoni ini?. Berdoa yang dapat saya lakukan saat ini

    ReplyDelete
  40. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Sebuah kritikan yang mendidik. Seorang terkadang hanya fokus pada penampilan semata, tak mau mencari hakikat pada barang dan kegiatannya. Dalam dataran praktik seorang semakin hari semakin tertarik dengan yang instan. Tak bisa membeli HP mahal membeli HP yang punya tampilan sama yang penting murah meski kualitas tak bermutu. Tuntutan gaya dan kemudahan membuat badan terasa berat untuk berjuang dan mengandalkan potensi kritis untu7k mencapai pengetahuan hakikat. Masalahnya hanya satu, terbawa arus Power Now.

    ReplyDelete
  41. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Belajar filosofi akan menguntungkan bagi para guru matematika dan sain ketika karena akan mengembangkan visi mengenai pendidikan matematika dan sain beserta seluruh aspeknya. Diibaratkan guru matematika dan sain tanpa filosofi akan buta. Inilah mengapa penting bagi guru untuk tidak melupakan filosofi dari pelajaran yang diajarkannya. Sehingga nantinya, para guru matematika dan sain akan mengerti apakah perbuatan mereka dalam membelajarkan sesuatu kepada siswa telah sesuai dengan filosofinya atau belum.

    ReplyDelete