Feb 25, 2011

Elegi Mencocokan Teori dan Praktek

Oleh Marsigit

Teori Berjalan Kaki:

Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin berjalan kaki jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin jalankaki saja. Biar sehat gitu dheh.


Praktik Berjalan Kaki:

Waduh..orang naik sepeda kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah berjalan di pinggir. Uwes..orang naik sepeda, naik motor dan naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau jalan kaki kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga berjalan kaki, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan berjalan kaki. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja malah kelihatannya curiga sama saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Ternyata teoriku berjalan kaki tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik sepeda saja.

Teori Naik Sepeda:
Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin naik sepeda jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik sepeda saja. Biar sehat gitu dheh.

Praktik Naik Sepeda:
Waduh..orang naik motor dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik sepeda di pinggir. Uwes..orang naik motor dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik sepeda kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga naik sepeda, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik sepeda. Ternyata teoriku naik sepeda tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor saja. Walaupun motor pitung, nggak apalah.

Teori Naik Motor Pitung:

Saya ingin hidup sederhana, maka saya ingin hidup murah meriah dengan motor pitungku ini. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik motor pitungku ini. Biar hidup tampak prasaja gitu dheh.

Praktek Naik Motor Pitung:
Waduh..orang naik motor baru dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor pitungku ini di pinggir. Uwes..orang naik motor baru, dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor baru dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor pitung kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor naik motor pitung yang sering mogok, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik motor pitung. Ternyata teoriku naik motor pitung tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor baru saja. Walaupun saya harus kredit, tetapi kan penampilanku wah, motor baruu..uu.

Teori Naik Motor Baru:

Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar motor baruu..uu.

Praktek Naik Motor Baru:
Waduh..orang naik mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor baru ini di pinggir. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol, walaupun motorku baru. Wah..asap mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi, walaupun motor baru. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik motor. Jika naik mobil, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu dan air hujan, ya karena hanya naik motor. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal motorku sudah baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak motor. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan motor baru. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil. Wah tetapi harga mobil itu kan mahal. Tetapi mobil lawas kan murah. Ternyata teoriku naik motor baru sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil saja, walaupun mobil lawas. Walaupun saya harus kredit dan hanya bisa mendapatkan mobil lawas, tetapi kan penampilanku wah, naik mobii..ill.

Teori Naik Mobil Lawas:
Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil, walaupun lawas ya gak apa-apa, tetapi kan tetap mobil.

Praktek Naik Mobil Lawas:
Waduh..orang naik mobil baru kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik mobil lawas ini pinggir. Uwes..orang naik mobil baru kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobilku ini. Mentang-mentang mobil baru bisa kencang jalannya. Wah malu juga aku ke Pasar membawa mobil lawasku ini, sebab aku dikira penjual sayur-mayur, ...asem tenan. Aku juga sering geram dengan mobil baru, mentang-mentang mobil baru..dengan lincahnya menyalip, main lampu jarak jauh, main klakson keras-keras. Aku juga lama-lama agak kewalahan merawat mobil lawasku ini, disamping bensinnya boros..onderdilnya mahal pula. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik naik mobil lawas. Jika naik mobil baru, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu, ya karena hanya naik mobil lawas. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil, walaupun mobil lawas. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil, bahkan banyak mobil baru. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lawasku. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil baru. Wah tetapi harga mobil baru itu kan mahal. Tetapi mobil baru kan nyaman dan bergensi. Ternyata teoriku naik mobil lawas sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil baru saja, walaupun saya harus mencicil Bank seumur hidup, menjual tanah, ...pokoknya habis-habisan. Walaupun saya harus mentelantarkan anak dan isteri, tetapi kan penampilanku wah, naik mobil baruu..uu.

Teori Naik Mobil Baru:
Inilah saatnya yang kutunggu-tunggu. Ini pula puncak karirku. Ini pula puncak pencapaianku. Dunia seakan telah berada digenggaman tanganku. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil baru..penampilanku pasti akan luar biasa. Dengan mobil baruku ini, sempurna pula rasa jantanku. Semua orang akan mengagumiku. Jangankan orang-orang..akar dan rumputpun pasti akan menaruh hormat denganku. Oh mobil baru ..mobil baru.

Praktek Naik Mobil Baru:
Waduh..orang berjalan kaki kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak mobil baruku, padahal aku sudah naik mobil baruku ini di tengah. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobil baruku ini. Mereka tidak pada menyadari bahwa mobil baruku ini sangat mahal dan segala-galanya bagi diriku. Wah sayang juga aku ke Pasar membawa mobil baruku ini, sebab tidak sepadan kalau hanya sekedar beli sayuran kok naik mobil baru. Lagi pula prkirnya sangat rumit. Aku juga sering geram dengan mobil lawas, mentang-mentang mobil lawas..dengan lincahnya menyalip, tidak takut nyrempet. Aku sangat mengkhawatirkan keamanan mobil baruku. Aku bahkan lebih khawatir dengan keamanan mobil baruku dibanding anak dan isteriku. Maaf saya masih terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor pakai mobil baru, maka saya harus pelan-pelan. Tetapi ada satu hal yang saya tidak begitu suka. Cicilannya sangat tinggi. Saya heran kenapa hanya mobil seperti ini kok harganya sangat mahal sehingga, walaupun mobilku baru tetapi saya praktis tidak bisa pergi kemana-mana karena tak kuat beli bensin. Aku juga masih heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil baru, bahkan banyak mobil mewah. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lbaruku. Tukang parkir kok ya masih biasa-biasa saja, tak juga bertanya tentang mobil baruku. Apanya yang salah dengan mobilku ini. Apakah teoriku naik mobil baru juga tidak cocok? Wah itu tukang parkir..walaupun hanya naik sepeda motor..kok temannya banyak sekali...setiap orang menegurnya. Hai tukang parkir..apa yang membuatmu banyak teman dan tampak bahagia dari hari ke hari?

Tukang Parkir:
Oalah mas..mas. Kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Teman yang banyak juga tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Itu semua tergantung keiklhasan kita masing-masing.

8 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Teori dan praktek terkadang memang tidak sesuai. Apabila pada teori, semuanya seperti sudah sempurna, namun pada prakteknya tak jarang teori tersebut tidak berlaku, terdapat banyak halangan, rintangan, dan masalah dalam menerapkan teori tersebut. Oleh karena itu, saya pikir mengapa teori memerlukan praktek ?. Karena dari prakteklah, teori tersebut akan direvisi dan direvisi untuk menggapai sempurna. Begitu juga dalam pembelajaran, sebenar-benar pembelajaran adalah teori dan praktek. Ingatlah bahwa teori tanpa praktek sia-sia, praktek tanpa teori menyesatkan.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam menjalani kehiudpan harus ada namanya teori dan praktif jangan hanya Cuma teori atau praktik saja, karena keduanya sangat penting, jika kita hanya mengetahui teori saja maka saat kita dihadapkan sitauasi yang nyata yang membuthkan praktik maka kita akan kesulitan dalam menjalani itu akan sebaliknya juga kalau kita hanya menggunakan praktik tanpa adanya teori juga kita akan mengalami kesulitan. Sebagai contoh kita ingin naik motoh maka kita harus mengetahui teori motor itu bagaiaman, apa yang harus dilakukan pertama kali akan tetapi praktik juga harus dibuthkan karena harus memiliki pengalaman.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Teori dan praktek haruslah seimbang karena keduanya mempunyai peran penting. Sebenarnya pembelajaran adalah Teori dan Praktek. Teori kita peroleh di dalam kelas, melalui buku-buku, sumber-sumber yang profesional, dll. Setelah kita peroleh teori yang diperlukan adalah mempraktekkannya, sehingga praktek yang kita lakukan tidak asal-asalan melainkan memiliki landasan teori yang kuat. Teori tanpa praktek sia-sia, praktek tanpa teori dapat menyesatkan.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Teori dan praktek, merupakan dua hal yang terkait satu sama lain. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena sebelum kita praktek pasti kita terlebih dahulu telah menciptakan teori-teori. Dalam elegi ini, digambarkan bahwa ternyata praktek terkadang tidak seideal dengan teori yang telah dicetuskan sebelumnya, hal ini dikarenakan, asumsi-asumsi dari teori hanya berada dalam pikiran kita, yang mana pikiran kita terbatas dalam menganalisis sesuatu. Pikiran kita hanya dapat memprediksi secara parsial saja mengenai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dalam praktek yang dilakukan. Maka dari itu, tidak sedikit teori-teori yang dicetuskan oleh manusia tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

    ReplyDelete
  5. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hikmah yang dapat kita ambil dalam elegi ini adalah bahwa apa yang kita ucapkan dan apa yang kita janjikan hanyalah teori-teori belaka apabila tidak dibarengi dengan prakteknya. Hal ini sering terjadi kala seorang calon pemimpin yang membuat pencitraan diri terhadap rakyat agar memilihnya. Calon pemimpin yang seperti itu adalah seseorang yang hanya melontarkan janji-janji saja karena ketika dia terpilih sebagai seorang pemimpin ternyata apa yang ia janjikan tidak sesuai dengan apa yang ia praktekan. Janji-janji itu hanyalah sebuah teori-teori belaka, dan teori-teori tersebut pada akhirnya tidak berguna dan bermanfaat bagi rakyatnya. Dalam islam juga ada sebutan bagi orang-orang seperti ini. Islam memasukan orang-orang seperti calon pemimpin tersebut ke dalam golongan orang-orang munafik, yaitu apabila dia berkata dia berdusta, apabila dia berjanji dia mengingkari dan apabila dia dipercaya dia berkhianat. Hukuman bagi orang-orang munafik tentunya adalah neraka jahanam. Naudzubilah. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang munafik dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Teori adalah landasan pemikiran untuk melakukan suatu perbuatan, sementara praktek adalah perbuatan nyata untuk mendapat pengalaman. Semestinya antara teori dan praktek ada kecocokan di antara keduanya. Namun, antara teorinya dan praktek di lapangan tidak senantiasa cocok, karena bisa juga mendapatkan hasil yang berbeda.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Misalkan teori tentang manusia atau masyarakat. Masyarakat dan manusia berubah, jadi teorinya juga akan berubah sehingga antara teori dan praktek bisa mendapatkan hasil yang berbeda. Untuk itu, teori akan senantiasa diuji terus-menerus, karena praktek di lapangan secara langsung. Oleh karena itu, pada prinsipnya, teori adalah hasil praktek, sedangkan praktek adalah perbuatan melakukan teori.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi ini saya memperoleh pemahaman bahwa apapun teori yang kita dapat dan kita pegang pasti akan banyak rintangan saat mempraktekkannya. Dan tidak perlu khawatir dengan rintangan tersebut karena kita lakukan atau kita praktekkan selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan tidak mengganggu hak-hak orang lain, serta tentunya dilakukan dengan ikhlas maka akan mendatangkan kebahagiaan. Apalagi jika praktek tersebut dapat sangat berguna bagi orang lain, maka niscaya kita pasti mendapatkan berlipat-lipat kebahagiaan.

    ReplyDelete