Feb 25, 2011

Elegi Mencocokan Teori dan Praktek

Oleh Marsigit

Teori Berjalan Kaki:

Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin berjalan kaki jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin jalankaki saja. Biar sehat gitu dheh.


Praktik Berjalan Kaki:

Waduh..orang naik sepeda kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah berjalan di pinggir. Uwes..orang naik sepeda, naik motor dan naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau jalan kaki kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga berjalan kaki, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan berjalan kaki. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja malah kelihatannya curiga sama saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Ternyata teoriku berjalan kaki tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik sepeda saja.

Teori Naik Sepeda:
Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin naik sepeda jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik sepeda saja. Biar sehat gitu dheh.

Praktik Naik Sepeda:
Waduh..orang naik motor dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik sepeda di pinggir. Uwes..orang naik motor dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik sepeda kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga naik sepeda, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik sepeda. Ternyata teoriku naik sepeda tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor saja. Walaupun motor pitung, nggak apalah.

Teori Naik Motor Pitung:

Saya ingin hidup sederhana, maka saya ingin hidup murah meriah dengan motor pitungku ini. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik motor pitungku ini. Biar hidup tampak prasaja gitu dheh.

Praktek Naik Motor Pitung:
Waduh..orang naik motor baru dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor pitungku ini di pinggir. Uwes..orang naik motor baru, dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor baru dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor pitung kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor naik motor pitung yang sering mogok, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik motor pitung. Ternyata teoriku naik motor pitung tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor baru saja. Walaupun saya harus kredit, tetapi kan penampilanku wah, motor baruu..uu.

Teori Naik Motor Baru:

Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar motor baruu..uu.

Praktek Naik Motor Baru:
Waduh..orang naik mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor baru ini di pinggir. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol, walaupun motorku baru. Wah..asap mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi, walaupun motor baru. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik motor. Jika naik mobil, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu dan air hujan, ya karena hanya naik motor. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal motorku sudah baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak motor. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan motor baru. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil. Wah tetapi harga mobil itu kan mahal. Tetapi mobil lawas kan murah. Ternyata teoriku naik motor baru sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil saja, walaupun mobil lawas. Walaupun saya harus kredit dan hanya bisa mendapatkan mobil lawas, tetapi kan penampilanku wah, naik mobii..ill.

Teori Naik Mobil Lawas:
Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil, walaupun lawas ya gak apa-apa, tetapi kan tetap mobil.

Praktek Naik Mobil Lawas:
Waduh..orang naik mobil baru kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik mobil lawas ini pinggir. Uwes..orang naik mobil baru kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobilku ini. Mentang-mentang mobil baru bisa kencang jalannya. Wah malu juga aku ke Pasar membawa mobil lawasku ini, sebab aku dikira penjual sayur-mayur, ...asem tenan. Aku juga sering geram dengan mobil baru, mentang-mentang mobil baru..dengan lincahnya menyalip, main lampu jarak jauh, main klakson keras-keras. Aku juga lama-lama agak kewalahan merawat mobil lawasku ini, disamping bensinnya boros..onderdilnya mahal pula. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik naik mobil lawas. Jika naik mobil baru, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu, ya karena hanya naik mobil lawas. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil, walaupun mobil lawas. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil, bahkan banyak mobil baru. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lawasku. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil baru. Wah tetapi harga mobil baru itu kan mahal. Tetapi mobil baru kan nyaman dan bergensi. Ternyata teoriku naik mobil lawas sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil baru saja, walaupun saya harus mencicil Bank seumur hidup, menjual tanah, ...pokoknya habis-habisan. Walaupun saya harus mentelantarkan anak dan isteri, tetapi kan penampilanku wah, naik mobil baruu..uu.

Teori Naik Mobil Baru:
Inilah saatnya yang kutunggu-tunggu. Ini pula puncak karirku. Ini pula puncak pencapaianku. Dunia seakan telah berada digenggaman tanganku. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil baru..penampilanku pasti akan luar biasa. Dengan mobil baruku ini, sempurna pula rasa jantanku. Semua orang akan mengagumiku. Jangankan orang-orang..akar dan rumputpun pasti akan menaruh hormat denganku. Oh mobil baru ..mobil baru.

Praktek Naik Mobil Baru:
Waduh..orang berjalan kaki kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak mobil baruku, padahal aku sudah naik mobil baruku ini di tengah. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobil baruku ini. Mereka tidak pada menyadari bahwa mobil baruku ini sangat mahal dan segala-galanya bagi diriku. Wah sayang juga aku ke Pasar membawa mobil baruku ini, sebab tidak sepadan kalau hanya sekedar beli sayuran kok naik mobil baru. Lagi pula prkirnya sangat rumit. Aku juga sering geram dengan mobil lawas, mentang-mentang mobil lawas..dengan lincahnya menyalip, tidak takut nyrempet. Aku sangat mengkhawatirkan keamanan mobil baruku. Aku bahkan lebih khawatir dengan keamanan mobil baruku dibanding anak dan isteriku. Maaf saya masih terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor pakai mobil baru, maka saya harus pelan-pelan. Tetapi ada satu hal yang saya tidak begitu suka. Cicilannya sangat tinggi. Saya heran kenapa hanya mobil seperti ini kok harganya sangat mahal sehingga, walaupun mobilku baru tetapi saya praktis tidak bisa pergi kemana-mana karena tak kuat beli bensin. Aku juga masih heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil baru, bahkan banyak mobil mewah. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lbaruku. Tukang parkir kok ya masih biasa-biasa saja, tak juga bertanya tentang mobil baruku. Apanya yang salah dengan mobilku ini. Apakah teoriku naik mobil baru juga tidak cocok? Wah itu tukang parkir..walaupun hanya naik sepeda motor..kok temannya banyak sekali...setiap orang menegurnya. Hai tukang parkir..apa yang membuatmu banyak teman dan tampak bahagia dari hari ke hari?

Tukang Parkir:
Oalah mas..mas. Kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Teman yang banyak juga tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Itu semua tergantung keiklhasan kita masing-masing.

22 comments:

  1. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. teori adalah suatu preposisi yang pada awalnya merupakan hasil praktik untuk mencari hakikat terhadap suatu fenomena. teori adalah negasi atas teori-teori sebelumnya. dan itu akan terus terjadi sebagai manifestasi dari prinsip dialektika. jadi, mengatkan bahwa teori tidak lebih penting ketimbang praktik adalah keliru. karena pada dasarnya, kehadiran teori adalah untuk diterapkan (dipraktikkan). teori tanpa praktik adalah sia-sia, dan praktik tanpa teori adalah aksi yang serampangan. keharmonisan (kecocokan) teori dan praktik hanya dapat diketahui melalui pengetahuan terhadap teori maupun praktik itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Kebahagiaan bukan ditentukan oleh banyaknya harta atau kawan. Manusia tidak akan pernah puas dengan dunia. Jika sudah punya satu, maka ia ingin dua. Jika sudah punya dua, maka ia akan berusaha untuk mendapat tiga dan seterusnya. Bersyukur atas segala hal yang diperoleh dalam hidup merupakan kunci kebahagiaan. Teorinya seperti itu, namun praktek bersyukur yang harus diikhtiarkan terus menerus.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Teori-teori yang muncul merupakan kesimpulan dari beberapa fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Namun kadang ketika mempraktekkan teori akan muncul ketidak cocokan antara praktik dan teori. itu dikarenakan dalam proses mempraktekkan terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan lingkup ruang dan waktu teori tersebut. Oleh karena itu perlu dirumuskan teori yang baru agar sesuai dengan praktek-praktek yang ada dalam ruang waktu tertentu.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seringkali kita menyadari akan sesuatu yang baik. Kemudian hari ini kita berjanji akan melakukan A untuk mencapai tujuan yang baik itu. Seiring waktu berjalan, godaan-godaan syaitan itu muncul dan menggoyahkan keteguhan hati kita dengan segala bujuk rayunya yang melenakan. Biasanya terlihat menyenangkan (nafsu). Saat kita telah termakan bujukan syaitan, maka pikiran kita menjadi membenarkan alasan-alasan yang ‘meyakinkan’ yang diciptakan oleh syaitan itu. Akhirnya apa yang kita niatkan dengan apa yang kita kerjakan menjadi timpang, bahkan menyimpang. Hanya keteguhan iman dan taqwalah yang dapat menjaga niat baik kita. Hanya keikhlasanlah yang mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Orang yang memiliki banyak harta, memiliki segudang prestasi, memiliki jabatan-jabatan tinggi belum tentu hatinya bahagia. Namun, orang yang hidup sederhana konsisten dalam kesyukuran, dan ikhlas dalam mengerjakan kebaikan, pasti hidupnya bahagia.

    ReplyDelete
  5. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini sering kali kita melihat ketimpangan apa yang ada dalam teori dan praktek. Dua hal yang ada dan sangat sunatullah. Sejatinya teori itu yang ada dalam pikiran, yang abstrak, yang sepertinya ideal dan baik. Namun pada kenyataannya prakteknya ini merupakan bagian yang ada diluar pikiran, melalui pengalaman, yang kadang kebenarannya tidak bisa ditebak, mungkin kadang sesuai dengan teori, melenceng sedikit, atau melenceng jauh. Maka semestinya kita perlu menyeimbangkan antara teori dan prakteknya dalam segala hal.

    ReplyDelete
  6. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Menambahkan refleksi saya di atas. Salah satu contoh yang sangat memerlukan keseimbangan antara teori dan praktek yaitu dalam dunia pendidikan. Dalam belajar mengajar, misalkan seorang guru yang telah belajar banyak hal terkait karakter sisiwa, model pembelajaran, metode pembelajaran, evaluasi dan juga dalam pembuatan RPP. Tentunya dalam pelaksanaannya juga diupayakan dengan apa yang telah ada dalam teori dan rencana agar tujuan tercapai. Begitu halnya didunia kesehatan apa yang ada dalam teori pengobatan pasien tentunya dalam prakteknya harus sesuai, jika tidak maka akan muncul yang dinamakan mal praktek. Maka sama halnya, dalam pendidikan juga sebenarnya ada mal praktek hanya saja dampaknya tak terlihat secara lahir.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. berdasarkan elegi diatasa saya merefleksi bahwa teori itu gampang dikatakan, tapi jika dipraktekkan akan banyak kendala yang terjadi. Sejatinya teori dan praktek berjalan beriringan, tapi pada kenyataannya sering kali teori dan praktek tidak sejalan. Kadang seseorang terlalu banyak berteori dan melaksanakan sedikit praktek dari teori yang dikemukakanya.

    ReplyDelete
  8. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Idealnya saat teori maka prakteknya mestinya sesuai dengan teori tersebut. Namun, pada kenyataannya antara teori dan praktek ada perbedaan. Dari elegy ini saya memaknai bahwa apapun teori yang kita pegang pasti akan banyak rintangan saat mempraktekkannya, dan apapun yang kita lakukan / praktekkan selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan tidak mengganggu hak-hak orang lain.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sudah menjadi sifat manusia untuk tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Kadang itu bisa menjadi hal baik seperti menjadi penyemangat namun lebih seringnya sifat kurang puas itu memberikan efek negatif kepada manusia misalnya menjadikan manusia iri hati dan menghalalkan segala cara serta menjadikan manusia lupa untuk bersyukur. Seperti yang diceritakan pada elegi di atas, manusia tidak puas dengan apa yang dimilikinya, hartanya, dan menganggap hartalah yang dapat membuat dirinya bahagia. Padahal bahagia itu datangnya dari hati, bukan dari harta.

    ReplyDelete
  10. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Teori dan praktik memiliki keterkaitan. Meskipun kadang-kadang mereka tidak sejalan. Apa-apa yang sudah dipelajari secara teori pada akhirya akan berbeda hasilnya ketika praktik sudah dilakuka. Oleh karenanya kemampuan manusia yang terbatas untuk mengontrol harus dibarengi dengan belajar tiada henti agar nantinya kita tidak merasa kecewa apabila ilmu yang didapatkan tidak sesuai dengan tindakan. Senantiasa bersyukuratas apa yang telah Allah berikan.

    ReplyDelete
  11. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Banyak teori orang yang menyatakan bahwa kita akan bahagia jika memiliki rumah mewah, mobil mewah, kekayaan yang banyak dan lain sebagainya. Namun bagi mereka yang telah memiliki itu semua, ternyata tidak mudah membuktikan kalau mereka bahagia. Bahkan jika mereka tidak dapat mensyukuri apa yang telah mereka miliki, kebahagiaan itu pasti enggan menghampirinya. Dengan demikian, bahagia menurut saya adalah ketika kita mampu bersyukur atas apa yang sudah kita miliki sekecil apapun yang kita miliki tersebut.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi ini mengajarkan pada kita bahwa kebahagiaan, persahabatn, persaudaraan tidaklah ditentukan dari kekayaan kita, misalnya apa kendaraan kita, sepeda, motor, mobil bekas, mobil baru atau apapun itu. Kebahagiaan, persaudaraan, persahabatan adalah masalah hati. Begitu juga masalah kebahagiaan, ia adalah wilayah hati. Agar bahagia kita wajib bersyukur, bukan sebaliknya, harus berbahagia dulu baru bersyukur. Sebagaimana dalam elegi ini, pejalan kaki yang tidak bersyukur, ia ingin menjadi pesepeda. Tapi itu tidak bertahan lama, karena kemudian ia ingin memiliki motor. Tapi itu juga tidak berlangsung lama, karena kemudian ia ingin memiliki mobil. Setelah memiliki mobil pun ia juga tidak merasakan kebahagiaan hakiki, karena kemudian ia akan merasakan beban cicilan, macet, kesehatan dsb. Sehingga ia kemudian merasa lebih baik menjadi pejalan kaki lagi. Begitu terus seterusnya.

    ReplyDelete
  13. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Apapun fasilitas yang kita miliki, selama membuat kegiatan kita menjadi terbantu maka dilarang banyak mengeluh. Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan ikhlas dalam menggunakannya dalam berbagai kegiatan positif maka akan berkah. Pepatah jawa mengatakan hidup itu wang sinawang. Orang yang dibawah melihat keatas, yang diatas melihat kebawah. Orang yang tidak punya melihat orang yang punya, begitu juga sebaliknya.

    ReplyDelete
  14. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegy ini saya memaknai bahwa apapun teori yang kita pegang pasti akan banyak rintangan saat mempraktekkannya, dan apapun yang kita lakukan / praktekkan selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan tidak mengganggu hak-hak orang lain, serta dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan kebahagian buat kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Teori dapat diibaratkan seperti tulang kerangka dan praktek diibaratkan sebagai perangkat tubuh lainnya seperti otot, otak, kulit, syaraf, dan seterusnya. Kerangka atau teori sangat dibutuhkan sebagai landasan kekuatan. Tanpa kerangka yang kuat, sekuat apapun tubuh, tidak akan ada staminanya. sebaliknya, kerangka saja tanpa perangkat lainnya hanya akan diam saja tidak bisa bergerak. Demikian juga tanpa kemampuan mempraktekkannya maka teori tinggallah teori saja.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sering sekali antara teori dan praktik itu menghasilkan hal yang berbeda. Hal ini dikarenakan teori itu lebsifat logis sdengan praktik itu bersifat realis. Namun, antara keduanya dapat saling mempengaruhi satu sama lain jika memang teori yang diberikan dicoba untuk dipraktikkan sesuai dengan keadaan yang ada, jika dari praktik menghasilkan suatu yang berbeda, maka teori yang ada dapat diperbaharui menjadi teori yang lebih baik. Teori akan semakin berguna jika selalu diperbaharui dengan keadaan praktik di dunia nyata.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Teori berada di ranah pikiran dan praktek berada di ranah kenyataan. Jika pikiran thesis maka antitesinya adalah praktek. Maka apa yang terjadi pikiran akan berbeda dengan yang terjadi di kenyataan, seperti yang telah di tayangkan dalam elegi ini. Teori naik baru dan praktek naik mobil baru sangat berbeda.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Berdasarkan elegi ini terlihat bahwa segala kesempurnaan terjadi hanya di teori saja, namun tidak dalam prakteknya. Hal ini disebabkan di kenyataan segala objek yang ada dan mungkin ada terikta oleh ruang dan waktu, maka teori pun tidak akan seindah yang dipikirkan ketika di kenyataan. Oleh karena itu di dalam kehidupan pun kita tidak boleh hanya percaya akan teori saja namun harus kita buktikan juga di dalam prakteknya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    setelah membaca elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa teori dan praktek kadang memiliki perbedaan. hal-hal yang disebutkan dalam teori kadang tidak muncul pada prakteknya dilapangan. Karena terlalu banyaknya kemungkinan yang tidak dapat kita perhitungkan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Teori dapat memudahkan kita untuk memahami apa yang akan dipraktekkan, namun bila kita tidak jeli dalam memahami teori kita bisa terjerumus. Karena yang terpenting ialah pemahamaan tentang apa, bagaimana, dan kapan kita menggunakan teori yang tepat.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. berteori itu memang mudah, terkadang seseorang dapat berteori dengan panjang dan lebar dengan sangat detail. Tapi melakukan apa yang telah di tulis dalam teori itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dalam mewujudkan teori dalam bentuk praktek. Terkadang dalam prakteknya tidak semua teori dapat direlaisasikan. Hendaknya selalu bijaksana dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete