Feb 25, 2011

Elegi Mencocokan Teori dan Praktek

Oleh Marsigit

Teori Berjalan Kaki:

Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin berjalan kaki jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin jalankaki saja. Biar sehat gitu dheh.


Praktik Berjalan Kaki:

Waduh..orang naik sepeda kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah berjalan di pinggir. Uwes..orang naik sepeda, naik motor dan naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau jalan kaki kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga berjalan kaki, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan berjalan kaki. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja malah kelihatannya curiga sama saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Ternyata teoriku berjalan kaki tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik sepeda saja.

Teori Naik Sepeda:
Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin naik sepeda jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik sepeda saja. Biar sehat gitu dheh.

Praktik Naik Sepeda:
Waduh..orang naik motor dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik sepeda di pinggir. Uwes..orang naik motor dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik sepeda kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga naik sepeda, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik sepeda. Ternyata teoriku naik sepeda tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor saja. Walaupun motor pitung, nggak apalah.

Teori Naik Motor Pitung:

Saya ingin hidup sederhana, maka saya ingin hidup murah meriah dengan motor pitungku ini. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik motor pitungku ini. Biar hidup tampak prasaja gitu dheh.

Praktek Naik Motor Pitung:
Waduh..orang naik motor baru dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor pitungku ini di pinggir. Uwes..orang naik motor baru, dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor baru dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor pitung kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor naik motor pitung yang sering mogok, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik motor pitung. Ternyata teoriku naik motor pitung tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor baru saja. Walaupun saya harus kredit, tetapi kan penampilanku wah, motor baruu..uu.

Teori Naik Motor Baru:

Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar motor baruu..uu.

Praktek Naik Motor Baru:
Waduh..orang naik mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor baru ini di pinggir. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol, walaupun motorku baru. Wah..asap mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi, walaupun motor baru. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik motor. Jika naik mobil, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu dan air hujan, ya karena hanya naik motor. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal motorku sudah baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak motor. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan motor baru. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil. Wah tetapi harga mobil itu kan mahal. Tetapi mobil lawas kan murah. Ternyata teoriku naik motor baru sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil saja, walaupun mobil lawas. Walaupun saya harus kredit dan hanya bisa mendapatkan mobil lawas, tetapi kan penampilanku wah, naik mobii..ill.

Teori Naik Mobil Lawas:
Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil, walaupun lawas ya gak apa-apa, tetapi kan tetap mobil.

Praktek Naik Mobil Lawas:
Waduh..orang naik mobil baru kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik mobil lawas ini pinggir. Uwes..orang naik mobil baru kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobilku ini. Mentang-mentang mobil baru bisa kencang jalannya. Wah malu juga aku ke Pasar membawa mobil lawasku ini, sebab aku dikira penjual sayur-mayur, ...asem tenan. Aku juga sering geram dengan mobil baru, mentang-mentang mobil baru..dengan lincahnya menyalip, main lampu jarak jauh, main klakson keras-keras. Aku juga lama-lama agak kewalahan merawat mobil lawasku ini, disamping bensinnya boros..onderdilnya mahal pula. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik naik mobil lawas. Jika naik mobil baru, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu, ya karena hanya naik mobil lawas. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil, walaupun mobil lawas. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil, bahkan banyak mobil baru. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lawasku. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil baru. Wah tetapi harga mobil baru itu kan mahal. Tetapi mobil baru kan nyaman dan bergensi. Ternyata teoriku naik mobil lawas sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil baru saja, walaupun saya harus mencicil Bank seumur hidup, menjual tanah, ...pokoknya habis-habisan. Walaupun saya harus mentelantarkan anak dan isteri, tetapi kan penampilanku wah, naik mobil baruu..uu.

Teori Naik Mobil Baru:
Inilah saatnya yang kutunggu-tunggu. Ini pula puncak karirku. Ini pula puncak pencapaianku. Dunia seakan telah berada digenggaman tanganku. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil baru..penampilanku pasti akan luar biasa. Dengan mobil baruku ini, sempurna pula rasa jantanku. Semua orang akan mengagumiku. Jangankan orang-orang..akar dan rumputpun pasti akan menaruh hormat denganku. Oh mobil baru ..mobil baru.

Praktek Naik Mobil Baru:
Waduh..orang berjalan kaki kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak mobil baruku, padahal aku sudah naik mobil baruku ini di tengah. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobil baruku ini. Mereka tidak pada menyadari bahwa mobil baruku ini sangat mahal dan segala-galanya bagi diriku. Wah sayang juga aku ke Pasar membawa mobil baruku ini, sebab tidak sepadan kalau hanya sekedar beli sayuran kok naik mobil baru. Lagi pula prkirnya sangat rumit. Aku juga sering geram dengan mobil lawas, mentang-mentang mobil lawas..dengan lincahnya menyalip, tidak takut nyrempet. Aku sangat mengkhawatirkan keamanan mobil baruku. Aku bahkan lebih khawatir dengan keamanan mobil baruku dibanding anak dan isteriku. Maaf saya masih terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor pakai mobil baru, maka saya harus pelan-pelan. Tetapi ada satu hal yang saya tidak begitu suka. Cicilannya sangat tinggi. Saya heran kenapa hanya mobil seperti ini kok harganya sangat mahal sehingga, walaupun mobilku baru tetapi saya praktis tidak bisa pergi kemana-mana karena tak kuat beli bensin. Aku juga masih heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil baru, bahkan banyak mobil mewah. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lbaruku. Tukang parkir kok ya masih biasa-biasa saja, tak juga bertanya tentang mobil baruku. Apanya yang salah dengan mobilku ini. Apakah teoriku naik mobil baru juga tidak cocok? Wah itu tukang parkir..walaupun hanya naik sepeda motor..kok temannya banyak sekali...setiap orang menegurnya. Hai tukang parkir..apa yang membuatmu banyak teman dan tampak bahagia dari hari ke hari?

Tukang Parkir:
Oalah mas..mas. Kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Teman yang banyak juga tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Itu semua tergantung keiklhasan kita masing-masing.

66 comments:

  1. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Didalam kehidupan nyata praktek lebih dominan dibandingkan dengan teori namun bukan berati teori tidak ada gunanya. Teori dan praktek seharusnya menjadi bagian yang saling beriringan dan sejalan. Namun pada prakteknya kadang hasil praktel tidak sesuai dengan teorinya hal ini disebabkan karena adanya suatu hambatan yang membuat praktek berbeda dengan teori. Dalam bidang pendidikan contohnya penerapan Student Center dalam pembelajaran hasilnya hanya ada beberapa siswa yang berperan aktif dipembelajaran hal ini disebabkan karena kemampuan siswa yang berbeda-beda, Siswa dengan kemampuan tinggi akan membuat praktel student center susai dengan teorinya namun bagi siswa dengan kemampuan rendah akan mengalami kesultan jika tanpa ada bantuan dari guru.

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Teori dan praktek merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, harus seimbang dan keduanya mempunyai peran penting. Sebenarnya pembelajaran adalah Teori dan Praktek. Teori itu lebih mudah daripada praktek. Banyak orang yang dapat berteori panjang lebar namun prakteknya nol.  Kebanyakan orang yang berteori itu hanyalah orang pandai berbicara saja, terkadang mereka tak mampu untuk melakukannya.
    Teori itu kita peroleh di dalam kelas, melalui sumber-sumber belajar yang profesional. Setelah kita memperoleh teori yang diperlukan adalah mempraktekkannya atau implementasinya, sehingga praktek yang kita lakukan tidak asal-asalan/semaunya melainkan memiliki landasan teori yang kuat. Teori tanpa praktek sia-sia, praktek tanpa teori dapat menyesatkan.

    ReplyDelete
  3. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kadang apa yang kita pikirkan belum tentu dengan apa yang dikerjakan. Sering kita sebut bahwa apa yang kita pikirkan atau teori adalah idealita. Sedangkan yang kita kerjakan atau paktek adalah realita. Sehingga jelas bahwa idealita dan relaita itu dua hal yang berbeda.

    ReplyDelete
  4. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia memiliki sifat yang tidak cepat puas. Namun kadang sifat tersebut dirasakan pada hal yang kurang tepat. Seperti yang terjadi pada elegi di atas. Dalam mencapai kebahagiaan manusia selalu ingin merasa lebih dari yang lain. Ia akan melakukan apa yang ia bisa agar dapat menggapai kebahagiaan yang tertinggi. Sehingga ia tidak memikirkan apa yang ada di sekililing mereka. Selain itu apa yang dia lakukan sebatas untuk pamer kepada yang lain, tidak ikhlas. Maka itu yang menyebabkan manusia tidak bahagia.

    ReplyDelete
  5. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam menuntut ilmu, kita sebaiknya memiliki rasa tidak cepat puas. Namun ketika sudah memiliki ilmu yang banyak kita jangan sombong atas apa yang telah kita miliki. Selain itu dalam menuntut ilmu sebaiknya dilandasi dengan rasa ikhlas agar apa yang kita lakukan berakhir dengan bahagia dan manfaat.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang telah dimiliki. seakan akan tidak bersyukur dengan apa yang telah dimiliki. mereka terus ingin lebih dan lebih. jikalau itu hal dalam menuntut ilmu maka tidaklah apa, tetapi jika itu hal duniawi dan hanya menjadi kesenangan sesaat semoga lekas dikurangi sifat yang merasa kurang dan kurang tersebut.

    ReplyDelete
  7. Teori adalah bahasa langit sedang praktek adalah bahasa bumi. Teori ada pada ide sedang praktek merupakan pengalaman. Dalam matematika garis lurus adalah garis yang tipis kemudian memanjang tidak terputus, prakteknya garis yang ada dalam lembaran buku terbatas pada akhirnya garis terbatas pada lembaran buku. Bila pun di buat di bumi karena bumi lengkung maka akan sulit untuk membuatnya lurus. Menggunakan sinar seoerti laser maka sinar terjadi pembiasan dan mengalami kelengkunangan. Teori tidak dapat secara utuh dipraktekan tetapi praktek sedapat mungkin mendekati teori. Dari praktek-praktek akan diperoleh suatu teori. Dan jika praktek tersebut berlaku untuk seterusnya dapat menjadi hukum

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Terkadang antara teori dan praktek tidak selalu berjalan beriringan. Dalam teori segala sesuatu tampaknya selalu berjalan lurus, namun dalam prakteknya banyak sekali rintangan dan hambatan yang kita jumpai. Oleh karena itu sedapat mungkin kita berusaha untuk dapat memaknai dan memahami apabila dalam prakteknya kita menjumpai berbagai macam rintangan. Selain itu, kita juga tidak boleh iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, karena setiap orang mempunyai bagian-bagiannya masing-masing. Karena apa yang tampak dari luar dapat berbeda dengan apa yang ada di dalamnya. Sebagai seorang manusia sudah sepantasnya untuk selalu bersyukur kepada Allah swt dengan segala sesuatu yang diberikan kepada kita. Karena Allah swt memberikan segala sesuatu kepada kita pasti ada tujuan dan manfaatnya

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. berteori itu memang mudah, terkadang seseorang dapat berteori dengan panjang dan lebar dengan sangat detail. Tapi melakukan apa yang telah di tulis dalam teori itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dalam mewujudkan teori dalam bentuk praktek. Terkadang dalam prakteknya tidak semua teori dapat direlaisasikan. Hendaknya selalu bijaksana dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  10. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Manusia tidak pernah puas dengan harta. Itulah sifat manusia kecuali orang yang telah Allah beri taufik untuk menyikapi harta dengan benar. Sebagaimana dengan hadist Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)

    ReplyDelete
  11. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia hidup tak pernah akan puas dalam urusan dunia, bagai dua serigala yang kelaparan dihadapkan seokor kambing. Jika kebahagiaan diukur dari material semata sampai perut dipenuhi tanah pun kebahagiaan taka akan pernah di dapat. Tepatlah pesan Rasulullah tentang kebahagiaan itu letaknya di hati, sejalan dengan itu mengutip Imam Syafii bahwa kita dapat seperti para raja dengan mewujudkan rasa qonaah.

    ReplyDelete
  12. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat kaitan antara teori dan praktek. Kadang kita selalu lupa akan teori. Seringnya kita melakukan sesuatu secara bebas tanpa mengetaui bagaimana teorinya. Hal tersebut maka dapat menimbulkan masalah. Salah satunya ialah masalah dalam dunia pendidikan. Karena biasanya antara teori ini akan berbeda dengan lapangan. Maka diperlukan untuk sangat memahami teori terlebih dahulu. Bila teori sudah matang maka coba untuk menerapkan teori tersebut dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Tulisan yang penuh dengan pesan tersirat. Dari tulisan di atas, saya merasa bahwa memang benar sifat manusia ialah tidak pernah puas dengan apa yang mereka punya. Manusia terkadang hanya memandang rumput orang lain yang hijau padahal tidak sadar bahwa rumput sendiri lebih hijau. Oleh karena itu, dalam hidup ini hendaknya kita selalu bersyukur. Bersyukur atas apa yang kita punya, dengan bersyukur hidup kita akan menjadi tenang dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas, menyadarkan kita bahwa melaksanakan praktek sesuai teori yang ada itu tidak mudah. Banyak faktor yang membuat teori tersebut hanya menjadi sebatas teori. Manusia yang selalu merasa kurang atas apa yang sudah ia punya. Karena sungguh manusia selalu berada dalam ketidakpuasan atas apa yang sudah ia miliki. Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al-Qur’an seraya menyindir kita: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS: Ar-Rahman). Maka sudah sepatutnya kita agar selalu bersyukur atas apa yang telah Ia berikan, dan ikhlas dalam menjalankannya.

    ReplyDelete
  15. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ukuran kebahagiaan seseorang tidak bisa dilihat dari sebanyak apa harta mereka, sebesar apa rumah mereka, sebanyak apa mobil mereka. Saat kita mendapatkan nikmat dalam berbagai hal, baik itu nikmat sehat dan lainnya, tentu kita harus mensyukurinya, dan jangan sampai kita mengingkarinya. Berbagai hal yang didapat dari Allah SWT patut disyukuri, sehingga kita dilimpahi rahmat oleh Allah. Allah berfirman dala Q.S. Al-Baqarah : 152 yang artinya “Karenanya, ingatlah kamu sekalian kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah mengingkari nikmat-Ku.”. Dari elegi di atas, dapat saya ambil pelajaran bahwa bersyukur atas nikmat Allah dan menerima segala bentuk pemberianNya merupakan sebaik-baik ikhlas dalam menerima. Dengan begitu, bahagialah ia ketika mampu menerima segala nikmat dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Kita seringkali terlalu asyik melihat ke atas hingga lupa melihat ke bawah. Lupa mensyukuri apa yang telah kita miliki dan malah merasa iri melihat orang lain memiliki apa yang tidak kita miliki. Karena seringkali teori kebahagiaan yang kita miliki itu tidak selaras dengan praktek kebahagian yang sesungguhnya. Berfikir bahwa tepri bahagia adalah dengan memiliki harta, jabatan dan sebagainya akan bahagia, padahal prakteknya bahagia adalah bersyukur. Padahal sebenar- benar kebahagiaan bukanlah memiliki apapun yang kita inginkan, tetapi mensyukuri apapun yang kita miliki. Dengan menyuskuri apa yang kita miliki hidup kita akan menjadi lebih tenang dan bahagia. Dengan mensyukuri apa yang kita miliki kita dapat terhindar dari rasa iri dan dengki. Dengan mensyukuri apa yang kita miliki kita dapat lebih mudah menolong dan membantu saudara-saudara kita yang kekurangan.

    ReplyDelete
  17. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Teori dan praktek selalu diharapkan selaras sesuai dengan yang diharapkan, tetapi secara realistis banyak sekali teori dan praktek yang tidak sejalan dengan yang diharapkan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena dalam prakteknya kita tidak mendasarinya dengan rasa ikhlas dan bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, padahal dengan keikhlasan dan rasa bersyukur segala sesuatu yang ada akan menjadi berkah dan nikmat. Keikhlasan memang tidak dapat kita ukur dan kita ketahui apakah diri kita sudah ikhlas atau belum, namun kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin untuk ikhlas dan bersyukur serta memasrahkan semuanya semata untuk mendapatkan Ridho-Nya. Wallahua’lam bisowaf.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Betapa manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas. Betapa manusia adalah makhluk yang mudah sekali terjebak kesombongan. Pada elegi ini saya disuguhi realita kehidupan (di mana saya menjadi salah satu tokohnya, saya: manusia). Manusia tidak pernah merasa puas (bahkan sudah saya sebut dua kali dalam komentar ini). Ya gimana lagi, saking jengkelnya saya sama manusia. Apa sulitnya bersyukur? Selalu saja melihat ke atas. Bukannya "ndangak" lama-lama juga bikin sakit leher? Ah dasar manusia, mau dimulai kapan belajar bersyukurnya. Dasar manusia. Ya Allah tuntun hambamu ini ke jalan yang Kau ridhoi

    ReplyDelete
  19. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Teori dan praktek adalah dua hal yang harus selaras. Namun penyelarasan kedua hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, akan selalu ada tantangan dan hambatan. Tantangan dan hambatan adalah penguji untuk melihat seberapa besar komitmen kita untuk mencocokkan teori dan praktek tersebut. Apabila kita gagal dengan mengatasi ujian tersebut maka kita akan terbuai dengan kemewahan dunia dan tenggelam dalam ketidaksyukuran. Orang demikian akan menghalal segala cara agar terlihat sempurna. Dan itulah manusia, makhluk yang tida pernah puas. Maka sebenar-benarnya jalan mencapai kebahagian hidup adalah dengan menyelaraskan/mencocokkan teori dan praktek serta selalu bersyukur atas segala nikmat yang diterima.

    ReplyDelete
  20. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan ‘Elegi mencocokan Teori dan Praktek’ bahwasanya terkadang teori dan praktik itu berbeda. Dalam manjalani kehidupan sampai saat ini, kenyataannya praktik relatif lebih sulit daripada teori. Dalam praktik terkadang kita menemui hal-hal tak terduga yang tidak dapat kita kontrol seperti dalam teorinya.
    Akan tetapi jika kita melakukan dengan ikhlas, perbedaan antara teori dan praktik tidaklah begitu berarti.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  21. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Dalam kenyataan, tidak semua teori dan praktek dapat selaras seperti yang telah digambarkan dalam elegi mencocokkan teori dan praktek di atas. Meskipun memiliki teori yang bagus, seringkali dalam prakteknya orang-orang merasa selalu ingin lebih lebih dan lebih lagi. Mereka tidak menghargai apa yang dimiliki saat ini, menunjukkan sikap mereka yang tidak pernah puas. Mereka menganggap kebahagiaan dapat diraih dengan materi saja. Tapi sesungguhnya, kebahagian dapat diraih saat kita ikhlas. Ikhlas untuk menerima diri apa adanya. Ikhlas dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Kebahagian seseorang bukanlah ditentukan oleh kekayaan dan kemegahan yang dimiliki. Segala motor, mobil, pesawat, atau harta lainnya tidak akan bermakna apabila sebagai seorang manusia kita tidak memiliki rasa syukur. Diri kita sendirilah yang membuat semua kemewahan dunia itu dianggap sebagai penyempurna kehidupan, padahal dengan memiliki teman yang dapat membawa kita ke jalan lurus dunia akhirat adalah salah satu kebahagiaan yang dapat mengalahkan segala hal yang dianggap sebagai kemewahan. Segala bentuk fasilitas yang kita miliki di dunia ini apabila kita selalu ikhlas dalam menjalankan kehidupan disertai rasa syukur maka hidup ini akan disertai ketenangan dan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan.Tidak akan ada yang namanya rasa curiga, was-was, dan gelisah karena melihat kesuksesan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Dalam elegi ini ditunjukkan bahwa teori manusia untuk menggapai kebahagiaan, penghargaan, dan kepuasaan dengan cara terus mengejar materi tidaklah cocok dengan prakteknya. Materi dan kemewahan yang diraih hanya akan terus menimbulkan ketidakpuasan. Bahkan semakin banyak materi yang dimiliki justru semakin banyak kekhawatiran yang dirasakan. Kebahagiaan yang sesungguhnya bukanlah buah dari kemewahan, melainkan buah keihkhlasan dan rasa syukur. Maka untuk bisa lebih banyak bersyukur, manusia harus lebih banyak melihat ke bawah, melihat orang-orang yang tidak lebih beruntung dari pada kita.

    ReplyDelete
  24. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya teori itu akan menjadi manfaat ketika dikaitkan dengan praktek sehingga akan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, jika praktik saja, tanpa teori juga akan percuma. Maka praktik itu juga harus berdasarkan teori yang ada, sehingga kelak hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Selain itu, praktik yang dilandasi teori kadang akan terasa sulit jika tidak dilandasi dengan hati yang ikhlas, karena kadang teori mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Oleh karena itu sebaiknya hati kita ikhlas agar hasilnya menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  25. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi mencocokan teori dan praktik, dari elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwa manusia itu selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah dimiliki. Sehingga selalu saja ada yang kurang dari nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Inilah salah satu kekurangan manusia yaitu bersyukur. Padahal dengan bersyukur menjadikan nikmat yang kita dapat itu “cukup” untuk kita. Selain itu Allah telah menjanjikan tambahan nikmat yang melimpah bagi hambanya yang bersyukur, seperti dalam surat Ibrahim : 7 yaitu : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”. TerimaKasih.

    ReplyDelete
  26. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia memang kerap berpikir terlalu keras tentang pendapat orang lain mengenai dirinya. Bahkan beberapa orang seringkali menjadikan pendapat orang lain sebagai patokan kebahagiaan hidupnya. Kebahagiaan memang tidak berasal dari orang lain, tetapi berasal dari rasa syukur atas apa yang telah dimiliki. Ketika kebahagiaan pribadi dijadikan dasar teori yang kita anut, maka kita tak kan mudah terlalu terbawa dengan pendapat orang lain. Teori yang telah dipikirkan sebelumnya akan terasa cocok dengan praktek jika pendapat orang lain tidak dijadikan penopang utama teori yang kita anut. Pondasi teori yang kita anut harus berdasar pada kepercayaan diri dan juga berangkat dari rasa syukur atas apa yang ia miliki, sehingga pada prakteknya kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh pendapat orang lain karena kita tahu bahwa kepercayaan kita akan teori tersebut sudah cukup membuat kita berbahagia.

    ReplyDelete
  27. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi mencocokkan teori dan praktek. Pada elegi ini memberi pelajaran kepada kita bahwasanya teori memang mudah diucapkan, tapi belum tentu ketika praktek kita dapat menjalannkannya. Maka dari itu, contohnya janganlah kita mengkritik, menghina karya orang lain, karena belum tentu kita bisa membuat karya sebagus karya orang yang kita hina. Selain itu pelajaran hidup yang dapat kita pelajari yaitu, janganlah kita memiliki rasa yang tidak pernah puas. Ketika di beri A mau B, di beri B mau C, dst. Dalam hidup kita harus ikhlas apa yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup ini. Selalu bersyukur apapun keadaan kita. Karena ketika kita tidak pernah mensyukuri apapun, maka selalu akan ada rasa ketidak puasan yang akan menghampiri kita. Jadi, selalu bersyukur dari hal terkecilpun.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia diciptakan dengan dibekali nafsu dan pikiran. Hal ini yang menyebabkan manusia memiliki pikiran tentang bagaimana ‘seandainya, idealnya, seharusnya’. Pemikiran-pemikiran tersebut mengacu pada hal ideal menurut level pemikiran mereka masing-masing dan umumnya mengarah pada kondisi yang menurutnya mampu membahagiakan. Namun, dari elegi ini kita dapat belajar, bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidaklah ditentukan oleh apa yang kita miliki, seberapa banyak yang kita miliki, seberapa mewah yang kita miliki sebagaimana pikiran-pikiran ideal yang seringkali dibuat oleh manusia. Namun kebahagiaan itu sumbernya dari diri dan hati kita sendiri. Apapun yang kita miliki ketika hati kita ikhlas menerimanya dan selalu memanjatkan syukur atas apa yang kita miliki tersebut, maka kebahagiaan sejati akan datang dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  29. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    tidak semua teori itu mudah di praktekkan. Ketika masih sebatas teori, semuanya terasa manis, terasa indah, akan tetapi lain halnya ketika di praktekkan karena akan banyak tantangan disana. Elegi mencocokkan teori dan praktek tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang secara teori mengharapkan kebahagiaan dengan mengejar materi, namun pada kenyataannya kebahagiaan itu tidak dapat diperoleh, karena kebahagiaan itu bukanlah dari materi/harta yang kita miliki namun dari keikhlasan hati kita sendiri.

    ReplyDelete
  30. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pelajaran yang dapat diambil dari bacaan Elegi Mencocokan Teori dan Praktik yaitu teori belum tentu sama dengan praktek dan pupuk rasa syukur dengan apa yang ada pada saat ini. Manusia memang makhluk yang diciptakan untuk berpikir sehingga bisa melakukan inovasi yang terbaru. Manusia juga dibekali pikiran untuk bisa memiliki rasa syukur, karena rasa syukur bukan berhenti untuk berinovasi namun lebih ke melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita tanpa memaksakan ketidak mampuan sehingga membuat diri sendiri kesusahan. Semoga kita menjadi manusia yang pandai bersyukur dalam segala hal, maka tenanglah kehidupan kita.

    ReplyDelete
  31. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi ini menggambarkan bahwa manusia menjadi diperbudak oleh suatu hal. Entah itu barang, sistem, uang dan lain-lain. Jika manusia mau melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan, tak peduli dengan cara yang benar atau salah maka manusia tersebut sudah diperbudak. Namun diperbudak juga tidak ada salahnya, misal siswa sekolah harus datang tepat waktu tidak boleh terlambat, siswa tersebut diperbudak oleh sistem, namun sistem tersebut untuk membentuk siswa agar disiplin yang bermanfaat dikemudian hari. Memperbudak atau diperbudak itu bisa salah dan juga bisa benar, tergantung konteksnya berdasarkan ruang dan waktu

    ReplyDelete
  32. Elegi ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari – hari. Banyak orang – orang yang mengira bahwa kebahagiaan datang dari limpahan materi yang kita miliki dan segala kecukupan kebutuhan yang kita inginkan. Namun, pada kenyataannya keadaan seperti itu justru merupakan keadaan sebaliknya. Bukan kebahagiaan yang kita peroleh tetapi ketidakpuasan dan sikap ketidakbahagiaan yang mengikutinya.

    Mungkin dalam teori dikatakan bahwa jika kita dapat mencukupi semua kebutuhan hidup kita, makan kita dapat dengan mudah meraih apa yang kita inginkan dan mewujudkan kebahagiaan, tetapi pada praktiknya berbanding terbalik dengan teori. Hendaknya kita melakukan segala kegiatan dalam hidup ini dilandaskan dengan rasa ikhlas hati, ketulusan, dan penuh syukur, karena kebahagiaan datang dari ketulusan, keikhlasan, dan rasa syukur.

    ReplyDelete
  33. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Teori memang terkadang hanya ada di pemikiran, namun kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari kita tidak serta merta menggunakan teori itu. Dalam praktek pun, teori tidak serta merta bisa memantapkan apa yang ada kita kerjakan. Sebagai mana manusia kita tidak bisa menyalahkan teori ataupun praktek yang terlaksana. Karena tugas kita sebagai manusia adalah berusaha yang terbaik, tapi yang berkewenangan terhadap apa yang terjadi bukan menjadi urusan manusia lagi.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan yang sangat menarik. Menurut saya, penting sekali diri kita melihat pada kebahagiaan-kebahagiaan yang kecil sekalipun. Ini juga dapat dijadikan bahan renungan pada diri saya sendiri. Betapa nikmat yang ada dalam diri juga terkadang terlupakan. Allah memberikan nafas tanpa berbayar, senyum saat merasa bahagia dan lain sebagainya. Rasanya jika kebahagiaan berfokus pada materi tidak akan ada habis-habisnya. Bersyukur mendapat kesempatan membaca elegi ini. Setidaknya dapat mengembalikan dan membuat saya sudah sepatutnya mensyukuri nikmat yang Allah berikan selama ini baik itu nikmat yang besar maupun yang kecil. Terima kasih Prof atas ilmu yang sangat bermanfaat ini.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari elegi di atas tentang teori dan praktek, sebenarnya sangat sering terjadi di sekitar kita, bahkan mungkin saja pada diri kita sendiri. untuk itu sebelum kita menyampaikan teori tentang sesuatu, ada baiknya kita niatkan agar kita juga bisa menjalankan prakteknya sesuai dengan teori. dan memang benar yang di cari di dunia ini bukan hanya materi semata yang bisa membuat kita bahagia, tetapi keikhlasan.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Percakapan antara teori dan praktik memberikan gambran kontradiksi antara keduanya. Hal ini yang sering terjadi dilapangan bahwa isi dari teori-teori itu bersifat formal dan sistematis. Namun, ketika proses praktik dari sebuah teori pastinya sang subyek mengalami kendala yang terkadang tidak di duga pula berbagai nafsu yang kadang membuat iri seperti waktu praktik pejalan kaki mengaomentari orang yang naik motor, hal itu merupakan bentuk ketidak ikhlasan dan bentuk stengah hati dari sang subyek. Oleh karena itu, dalam melaksanakan teori ataupun perintah , sang subyek seharusnya menerima dan melaksanakan hal tersebut dengan hati yang lapang agar teori dan praktik dapat sesuai. Terima Kasih

    ReplyDelete
  37. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Komparasi antara teori dan praktik itu seperti perbandingan antara niat dan yang terjadi. Kita memiliki niat untuk bersepeda karena dalam teorinya bersepeda itu sama saja berolahraga dan dapat menyehatkan jantung kita, sistem pernafasan kita, dan pikiran kita. Tetapi pada praktiknya, yang terjadi terkadang kontradiksi, bersepeda justru membuat kita minder dengan yang mengendarai motor atau mobil. Hal ini tentu malah tidak menyehatkan pikiran kita. Bersepeda justru melelahkan karena lama untuk sampai ke tujuan. Apalagi bila hujan turun, orang yang bersepeda harus mencari tempat teduh dan menunggunya sampai reda. Jika tidak, malah bisa terkena penyakit flu atau masuk angin. Teori adalah hal yang biasanya benar berdasar pandangan umum. Padahal faktanya (atau praktinya), teori yang bersifat umum tersebut berada dalam ruang dan waktu. Sehingga suatu teori bisa sesuai atau tidak sesuai, pantas atau tidak pantas, layak atau tidak layak, dalam ruang dan waktu yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  38. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dari elegi mencocokkan teori dan praktik ini yang saya pahami adalah seseorang yang tidak mau bersyukur atas apa yang dimiliki sehingga terus menerus mencari yang lain dan tidak cocok pula baginya. Sampai ternyata ia tidak tahu apa yang cocok. Menurut saya hal tersebut karena seseorang kurang bersyukur dan tidak bisa menerima dengan ikhlas akan apa yang terjadi. Sehingga agar teori dan praktik dapat cocok maka perlu keikhlasan dalam mencocokkannya.

    ReplyDelete
  39. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan yang menarik diatas. Elegi diatas sungguh apa yang sebenarnya terjadi dalam kehisupan. Seperti ibarat "Rumput tetangga lebih hijau", apa yang kita awalnya ingin kita lakukan dengan niat dan tujuan, namun praktiknya selalu saja tidak sesuai ekspektasi dan penuh keluhan. Ketika melihat yang lain lebih indah, lebih mudah, lebih praktis, lebih instan, lebih bagus, lebih terpandang, maka hati tetap tergoyah ingin seperti dia. Jadi, tidak selalu praktik mencerminkan teori, tidak selalu perbuatan mencerminkan niat. Maka disinilah keikhlasan kita diuji, berusaha menggapai cita-cita dengancara-cara yang baik dan berkah, membutuhkan praktik yang sejalan dan seimbang agar teori awal yang diciptakan dalam pikiran dapat terwujud dan tercapai dengan baik pula. Sehingga cock maupun tidak cocok antara teori dan praktik tergantung kepribadian dan aplikasi kita masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  40. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Praktik dan teori adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain dan saling mendukung. Teori mendasari sebuah praktek, dan dari praktek seringkali dapat ditemukan hal-hal yang dapat menyempurnakan teori. Idealnya, ketika sebuah teori mengatakan X maka prakteknya harus sesuai dengan apa yang dikatakan teori, yakni X. Namun dalam kenyataannya, seringkali praktek tidak sesuai dengan teorinya. Hal ini bisa saja diakibatkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah ketidak mampuan pelaku, ketidakmungkinan kondisi atau situasi, atau bahkan ketidak mauan pelaku. Sebagai contoh, si fulan tau bahwa teorinya orang yang banyak bersyukur akan dilipat gandakan nikmatnya, namun dalam prakteknya ia masih banyak mengeluh dan berburuk sangka kepada Tuhan atas apa yang diterimanya.Itulah contoh kecil dari tidak sesuainya teori dengan praktek.

    ReplyDelete
  41. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Teori dan praktek itu tidak selalu sesuai, hal ini dikarenakan ketidak tahuan manusia yang menciptakan teori tersebut. Maka sebenar-benarnya manusia yang bijak itu tidak hanya pintar teori, tetapi juga telah berpengalaman dalam mempraktikkan.

    Kebahagiaan bukanlah dari apa yang kita punya dan kita pamerkan, tapi kebahagiaan yang sebenarnya adalah berasal dari keikhlasan. Apabila kita hanya memikirkan harapan untuk pamer, maka sesungguhnya kita telah keliru, dan hidup kita hanya akan semakin semrawut. Semoga kita selalu diberi kebijakan dan keikhlasan hati. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  42. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. teori adalah suatu preposisi yang pada awalnya merupakan hasil praktik untuk mencari hakikat terhadap suatu fenomena. teori adalah negasi atas teori-teori sebelumnya. dan itu akan terus terjadi sebagai manifestasi dari prinsip dialektika. jadi, mengatkan bahwa teori tidak lebih penting ketimbang praktik adalah keliru. karena pada dasarnya, kehadiran teori adalah untuk diterapkan (dipraktikkan). teori tanpa praktik adalah sia-sia, dan praktik tanpa teori adalah aksi yang serampangan. keharmonisan (kecocokan) teori dan praktik hanya dapat diketahui melalui pengetahuan terhadap teori maupun praktik itu sendiri.

    ReplyDelete
  43. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Kebahagiaan bukan ditentukan oleh banyaknya harta atau kawan. Manusia tidak akan pernah puas dengan dunia. Jika sudah punya satu, maka ia ingin dua. Jika sudah punya dua, maka ia akan berusaha untuk mendapat tiga dan seterusnya. Bersyukur atas segala hal yang diperoleh dalam hidup merupakan kunci kebahagiaan. Teorinya seperti itu, namun praktek bersyukur yang harus diikhtiarkan terus menerus.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Teori-teori yang muncul merupakan kesimpulan dari beberapa fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Namun kadang ketika mempraktekkan teori akan muncul ketidak cocokan antara praktik dan teori. itu dikarenakan dalam proses mempraktekkan terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan lingkup ruang dan waktu teori tersebut. Oleh karena itu perlu dirumuskan teori yang baru agar sesuai dengan praktek-praktek yang ada dalam ruang waktu tertentu.

    ReplyDelete
  45. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seringkali kita menyadari akan sesuatu yang baik. Kemudian hari ini kita berjanji akan melakukan A untuk mencapai tujuan yang baik itu. Seiring waktu berjalan, godaan-godaan syaitan itu muncul dan menggoyahkan keteguhan hati kita dengan segala bujuk rayunya yang melenakan. Biasanya terlihat menyenangkan (nafsu). Saat kita telah termakan bujukan syaitan, maka pikiran kita menjadi membenarkan alasan-alasan yang ‘meyakinkan’ yang diciptakan oleh syaitan itu. Akhirnya apa yang kita niatkan dengan apa yang kita kerjakan menjadi timpang, bahkan menyimpang. Hanya keteguhan iman dan taqwalah yang dapat menjaga niat baik kita. Hanya keikhlasanlah yang mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Orang yang memiliki banyak harta, memiliki segudang prestasi, memiliki jabatan-jabatan tinggi belum tentu hatinya bahagia. Namun, orang yang hidup sederhana konsisten dalam kesyukuran, dan ikhlas dalam mengerjakan kebaikan, pasti hidupnya bahagia.

    ReplyDelete
  46. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini sering kali kita melihat ketimpangan apa yang ada dalam teori dan praktek. Dua hal yang ada dan sangat sunatullah. Sejatinya teori itu yang ada dalam pikiran, yang abstrak, yang sepertinya ideal dan baik. Namun pada kenyataannya prakteknya ini merupakan bagian yang ada diluar pikiran, melalui pengalaman, yang kadang kebenarannya tidak bisa ditebak, mungkin kadang sesuai dengan teori, melenceng sedikit, atau melenceng jauh. Maka semestinya kita perlu menyeimbangkan antara teori dan prakteknya dalam segala hal.

    ReplyDelete
  47. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Menambahkan refleksi saya di atas. Salah satu contoh yang sangat memerlukan keseimbangan antara teori dan praktek yaitu dalam dunia pendidikan. Dalam belajar mengajar, misalkan seorang guru yang telah belajar banyak hal terkait karakter sisiwa, model pembelajaran, metode pembelajaran, evaluasi dan juga dalam pembuatan RPP. Tentunya dalam pelaksanaannya juga diupayakan dengan apa yang telah ada dalam teori dan rencana agar tujuan tercapai. Begitu halnya didunia kesehatan apa yang ada dalam teori pengobatan pasien tentunya dalam prakteknya harus sesuai, jika tidak maka akan muncul yang dinamakan mal praktek. Maka sama halnya, dalam pendidikan juga sebenarnya ada mal praktek hanya saja dampaknya tak terlihat secara lahir.

    ReplyDelete
  48. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. berdasarkan elegi diatasa saya merefleksi bahwa teori itu gampang dikatakan, tapi jika dipraktekkan akan banyak kendala yang terjadi. Sejatinya teori dan praktek berjalan beriringan, tapi pada kenyataannya sering kali teori dan praktek tidak sejalan. Kadang seseorang terlalu banyak berteori dan melaksanakan sedikit praktek dari teori yang dikemukakanya.

    ReplyDelete
  49. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Idealnya saat teori maka prakteknya mestinya sesuai dengan teori tersebut. Namun, pada kenyataannya antara teori dan praktek ada perbedaan. Dari elegy ini saya memaknai bahwa apapun teori yang kita pegang pasti akan banyak rintangan saat mempraktekkannya, dan apapun yang kita lakukan / praktekkan selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan tidak mengganggu hak-hak orang lain.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sudah menjadi sifat manusia untuk tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Kadang itu bisa menjadi hal baik seperti menjadi penyemangat namun lebih seringnya sifat kurang puas itu memberikan efek negatif kepada manusia misalnya menjadikan manusia iri hati dan menghalalkan segala cara serta menjadikan manusia lupa untuk bersyukur. Seperti yang diceritakan pada elegi di atas, manusia tidak puas dengan apa yang dimilikinya, hartanya, dan menganggap hartalah yang dapat membuat dirinya bahagia. Padahal bahagia itu datangnya dari hati, bukan dari harta.

    ReplyDelete
  51. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Teori dan praktik memiliki keterkaitan. Meskipun kadang-kadang mereka tidak sejalan. Apa-apa yang sudah dipelajari secara teori pada akhirya akan berbeda hasilnya ketika praktik sudah dilakuka. Oleh karenanya kemampuan manusia yang terbatas untuk mengontrol harus dibarengi dengan belajar tiada henti agar nantinya kita tidak merasa kecewa apabila ilmu yang didapatkan tidak sesuai dengan tindakan. Senantiasa bersyukuratas apa yang telah Allah berikan.

    ReplyDelete
  52. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Banyak teori orang yang menyatakan bahwa kita akan bahagia jika memiliki rumah mewah, mobil mewah, kekayaan yang banyak dan lain sebagainya. Namun bagi mereka yang telah memiliki itu semua, ternyata tidak mudah membuktikan kalau mereka bahagia. Bahkan jika mereka tidak dapat mensyukuri apa yang telah mereka miliki, kebahagiaan itu pasti enggan menghampirinya. Dengan demikian, bahagia menurut saya adalah ketika kita mampu bersyukur atas apa yang sudah kita miliki sekecil apapun yang kita miliki tersebut.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  53. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi ini mengajarkan pada kita bahwa kebahagiaan, persahabatn, persaudaraan tidaklah ditentukan dari kekayaan kita, misalnya apa kendaraan kita, sepeda, motor, mobil bekas, mobil baru atau apapun itu. Kebahagiaan, persaudaraan, persahabatan adalah masalah hati. Begitu juga masalah kebahagiaan, ia adalah wilayah hati. Agar bahagia kita wajib bersyukur, bukan sebaliknya, harus berbahagia dulu baru bersyukur. Sebagaimana dalam elegi ini, pejalan kaki yang tidak bersyukur, ia ingin menjadi pesepeda. Tapi itu tidak bertahan lama, karena kemudian ia ingin memiliki motor. Tapi itu juga tidak berlangsung lama, karena kemudian ia ingin memiliki mobil. Setelah memiliki mobil pun ia juga tidak merasakan kebahagiaan hakiki, karena kemudian ia akan merasakan beban cicilan, macet, kesehatan dsb. Sehingga ia kemudian merasa lebih baik menjadi pejalan kaki lagi. Begitu terus seterusnya.

    ReplyDelete
  54. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Apapun fasilitas yang kita miliki, selama membuat kegiatan kita menjadi terbantu maka dilarang banyak mengeluh. Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan ikhlas dalam menggunakannya dalam berbagai kegiatan positif maka akan berkah. Pepatah jawa mengatakan hidup itu wang sinawang. Orang yang dibawah melihat keatas, yang diatas melihat kebawah. Orang yang tidak punya melihat orang yang punya, begitu juga sebaliknya.

    ReplyDelete
  55. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegy ini saya memaknai bahwa apapun teori yang kita pegang pasti akan banyak rintangan saat mempraktekkannya, dan apapun yang kita lakukan / praktekkan selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan tidak mengganggu hak-hak orang lain, serta dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan kebahagian buat kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  56. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Teori dapat diibaratkan seperti tulang kerangka dan praktek diibaratkan sebagai perangkat tubuh lainnya seperti otot, otak, kulit, syaraf, dan seterusnya. Kerangka atau teori sangat dibutuhkan sebagai landasan kekuatan. Tanpa kerangka yang kuat, sekuat apapun tubuh, tidak akan ada staminanya. sebaliknya, kerangka saja tanpa perangkat lainnya hanya akan diam saja tidak bisa bergerak. Demikian juga tanpa kemampuan mempraktekkannya maka teori tinggallah teori saja.

    ReplyDelete
  57. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sering sekali antara teori dan praktik itu menghasilkan hal yang berbeda. Hal ini dikarenakan teori itu lebsifat logis sdengan praktik itu bersifat realis. Namun, antara keduanya dapat saling mempengaruhi satu sama lain jika memang teori yang diberikan dicoba untuk dipraktikkan sesuai dengan keadaan yang ada, jika dari praktik menghasilkan suatu yang berbeda, maka teori yang ada dapat diperbaharui menjadi teori yang lebih baik. Teori akan semakin berguna jika selalu diperbaharui dengan keadaan praktik di dunia nyata.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Teori berada di ranah pikiran dan praktek berada di ranah kenyataan. Jika pikiran thesis maka antitesinya adalah praktek. Maka apa yang terjadi pikiran akan berbeda dengan yang terjadi di kenyataan, seperti yang telah di tayangkan dalam elegi ini. Teori naik baru dan praktek naik mobil baru sangat berbeda.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  60. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Berdasarkan elegi ini terlihat bahwa segala kesempurnaan terjadi hanya di teori saja, namun tidak dalam prakteknya. Hal ini disebabkan di kenyataan segala objek yang ada dan mungkin ada terikta oleh ruang dan waktu, maka teori pun tidak akan seindah yang dipikirkan ketika di kenyataan. Oleh karena itu di dalam kehidupan pun kita tidak boleh hanya percaya akan teori saja namun harus kita buktikan juga di dalam prakteknya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  61. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    setelah membaca elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa teori dan praktek kadang memiliki perbedaan. hal-hal yang disebutkan dalam teori kadang tidak muncul pada prakteknya dilapangan. Karena terlalu banyaknya kemungkinan yang tidak dapat kita perhitungkan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  62. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Teori dapat memudahkan kita untuk memahami apa yang akan dipraktekkan, namun bila kita tidak jeli dalam memahami teori kita bisa terjerumus. Karena yang terpenting ialah pemahamaan tentang apa, bagaimana, dan kapan kita menggunakan teori yang tepat.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. berteori itu memang mudah, terkadang seseorang dapat berteori dengan panjang dan lebar dengan sangat detail. Tapi melakukan apa yang telah di tulis dalam teori itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dalam mewujudkan teori dalam bentuk praktek. Terkadang dalam prakteknya tidak semua teori dapat direlaisasikan. Hendaknya selalu bijaksana dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  64. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi mencocokkan teori dengan paktek dapat diambil kesimpulan bahwa yang namnaya teori ibarat niat kita, awalnya niat kita itu baik, akan tetapi dalam kenyataannya atau realitanya karena tidak dilandasi keikhlasan akhirnya tidak sesuai dengan apa yang menjadi teori atau niatan kita. Dalam elegi tersebut juga mnjelaskan mengenai nikmat keikhlasan yang diungkapkan oleh tukang parkir. Orang yang tidak pernah merasa cukup dan tidak dilandai dengan keikhlasan tidak akan merasa bahagia, dia akan selalu merasa kekurangan. Walopun dalam teorinya bagus, akan tetapi prakteknya nihil sama saja hasilnya tidak akan baik.

    ReplyDelete
  65. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Benar adanya jika kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh materi seperti mobil baru, mobil lawas, mobil mewah, uang berlimpah. Karena sesungguhnya letak kebahagiaan bergantung pada keikhlasan kita masing-masing.

    ReplyDelete