Feb 26, 2011

Elegi Ritual Ikhlas IV: Enggan Pulang dan Ingin Mati?




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi wahdah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa ‘azza jundahu wa ‘azama wahdah. Wash-sholatu was salamu ‘alaa rasulillaah Sayyidina wa habibina wa qurrotu a’yuna Muhammadin bin ‘abdillah wa alaa alihi wa ashhabihi wa dzawil nufusil muthmainnah. Amma ba’dah.


Bapak Ibu peserta Ritual Ikhlas IV yang berbahagia, acara puncak dari segala ritual ikhlas yang kita selenggarakan ini adalah bermunajat kehadirat Allah SWT. Semoga dengan keikhlasan hati kita masing-masing maka Allah SWT ridha dengan doa-doa kita seraya mengabulkannya. Amin.

Harapan kami dari Panitia adalah bahwa setelah kita insyaallah berhasil melakukan perbaikan perihal tata cara beribadat, menertibkan salat, menambah-tambah salat sunat, salat jamaah, memperbanyak dzikir, melatihkan keikhlasan, berlatih bagaimana bersyukur itu, memohon ampun segala dosa-dosa, membersihkan hati, maka kembalilah kita ke rumah masing-masing, ke pekerjaan kita masing-masing. Beterbaranlah kita semua di muka bumi ini untuk berubudiyah dan berjuang di jalan yang diridhai Allah SWT. Amin

Sembari menunggu Acara Penutupan, kita masih mempunyai waktu yang cukup untuk mengadakan dialog dan tanya jawab. Silahkan kalau masih ada hal-hal yang ditanyakan.

Peserta Ritual Ikhlas:
Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Yang saya hormati Santri Kepala. Tiadalah kami mampu membayangkan pikiran, ucapan, perbuatan ataupun segala harta benda yang kami miliki, mampu menukar segala kebaikan dirimu dan kebaikan diri para santri di sini yang telah dengan sabar dan ikhlas membimbing kami dalam memperbaiki tata cara ibadat kami serta usaha-usaha kami dalam meraih keridhaan kami. Kami betul-betul merasakan keadaan seperti berganti dunia, keadaan berganti seratus delapan puluh derajat, yaitu jika dibandingkan keadaan sekarang dan keadaan ketika saya baru awal mengikuti ritual ikhlas ini. Sungguh masa lampauku itu sangat aku tidak sukai, sangat aku sesali, dan saya terasa tidak mampu kembali untuk kembali mengalami masa lampauku itu. Aku ternyata telah merasakan nikmat di atas nikmat yang tidak ada tolok bandingannya, aku telah merasakan damai dan tenteram yang tidak ada tolok bandingannya, aku telah merasakan bagaimana dicintai Allah SWT, dan aku tidak mau hal-hal yang telah aku raih tersebut akan hilang begitu saja. Dunia masa lampauku, dunia yang ada di sana itu begitu buruknya sekarang aku merasakannya, maka aku betul-betul menyesali segala perbuatanku di waktu lampauku. Oleh karena itu setelah berbisik-bisik dengan sesama peserta, maka kami masih ingin mengajukan permohonan kepada Santri Kepala, yaitu bagaimana agar kami tetap tinggal di sini saja dan tidak usah pulang. Sampai akhir hayatku pula rasanya kami ikhlas tetap berada di sini dan tidak ingin pulang. Kami ingin mempertahankan dan bahkan kalau perlu kami ingi menambah-nambah ilmu lagi di sini agar hidupku lebih sempurna lagi. Bahkan sampai matipun rasanya saya ingin tetap disini. Bagiku hidup dan mati itu jaraknya sangat dekat. Wahai Santri Kepala, apakah engkau masih bersedia menjawab pertanyaan kami perihal mati? Apakah boleh kami memohon kematian agar kami segera bisa menghadap Illahi?

Santri Kepala:
Perihal kematian atau menunggu datangnya kematian? Maka kita mempunyai Ustad yang bisa kita dengarkan sebagai referensi. Untuk itu saya persilahkan Ustad Miftahus Salim, Ustad Jalaludin Rakhmat dan Ustad M Shaim, agar bisa menjelaskan perihal kematian kepada peserta Ritual Ikhlas. Silahkan.

Miftahus Salim:
Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Ya Allah, aku mohon petunjuk-Mu akan arah yang baik dan benar untuk setiap langkahku. Mudahkan jalanku, kuatkan imanku..ya Allah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku, bimbinglah aku agar mendapat hanya ilmu yang lurus dan benar sesuai dengan syariat-Mu dan ajaran rasul-Mu. Bimbinglah aku agar imuku menjadi ilmu yang bermanfaat, jauh dari riya’, mudahkanlah mulutku untuk membaca dan memahami Al-Quran. Jadikanlah aku umat-Mu yang pandai menyampaikan ayat-ayat-Mu dengan ikhlas, tidak riya’, mudahkan mulutku untuk berkomunikasi dengan lancar dan tawadhu, jadikan aku orang yang tawadhu, mudahkan hati dan pikiranku untuk menganalisa ilmu agama secara benar dan lurus.

Bapak ibu sekalian, Allah SWT berfirman: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan’ (Surat Al- Anbiya:35). Allah menciptakan kehidupan ini silih berganti antara kejadian satu dengan kejadian lain. Dulu hidup lalu dimatikan, yang mati lalu dihidupkan. Begitulah Allah menunjukkan kekuasaan-Nya. Dan akhirnya semua kembali kepada-Nya. “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. dan engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas) (QS Ali Imran:27). “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” (QS: Adz-Dzariyat:49)

Bagawat Rama:
Uztad, umur saya sudah banyak...tetapi belum juga aku dijemput kematianku. Apakah aku boleh membayang-bayangkan kematianku dalam pikiranku itu?

Miftahus Salim:
Setiap tubuh yang berjiwa pasti merasakan mati, bahwasanya pahalamu akan disempurnakan di hari kiamat. Barang siapa dihindarkandari neraka dan diangkat ke surga, sungguh menanglah dia (Ali-Imran:185). “Hingga ketika seseorang diantara mereka itu mati, ia berkata : Ya Tuhan kembalikan aku ke dunia. Mungkin aku bisa beramal kebaikan yang dulu aku tinggalkan, sekali-kali tidak, sungguh itu suatu kalimat, dia mengatakannya. Dibelakang mereka ada dinding sampai hari kebangkitan (QS. Al Mukminun: 101-109). Maka jawaban dari pertanyaan anda dapat saya berikan sebagai:”Seseorang tidak tahu pasti apa yang akn diperbuat besok pagi dan tiada pula mengetahui secara pasti di bumi/daerah mana ia akan mati” (QS.Lukman:34). Rasulullah SAW bersabda:”Sering-seringlah mengingat peristiwa yang akan melenyapkan segala bentuk kelezatan yakni mati (HR Turmudzi).

Dewi Umaya:
Ustad, bagaimana persisnya dan apa yang terjadi jika terompet kematian itu telah ditiup-Nya? Bagaimana dengan amal-amal kita? Bagaimana dengan dosa-dosa kita? Apakah Tuhan akan mengangkat pemenang-pemenang? Dan siapakah sang pemenang itu?

Miftahus Salim:
“Ketika terompet ditiup, maka tiadalah hubungan darah antara mereka dihari itu, dan tiada pula kesempatan saling bertanya diantara mereka. Maka barang siapa banyak amal perbuatan baiknya, mereka itulah yang menang. Danbarang siapa yang ringan amalnya, maka mereka itulah yang sangat merugikandirinya, kekal menjadi penghuni neraka. Api membakar muka mereka, sehingga muka mereka bermuram durja didalamnya. Apakah ayat-ayat Ku tiada dibacakan, lalu kamu berdusta kepadanya? Jawab mereka:”ya Tuhan, kami telah bertekuk lutut pada nafsu sial kami, sehingga kami termasuk masyarakat sesat. QS Al Mukminin:101-115). Ketika ajal mereka tiba, mereka tiada daya menangguhkannya ataupun menyegerakannya sesaatpun (QS Al-a’raf:34)

Cantraka Sakti:
Bagaimanakah sikap kita menghadapi kematian? Bersedihkan atau bergembirakah?

Miftahus Salim:
Jika kematian sudah ditentukan, maka tidak ada seorangpun yang dapat mencegahnya. Firman Allah SWT:”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya (QS Al-A’raf: 34). Selanjutnya saya minta rekan Ustad jalaludin Rakhmat untuk menjelaskan lebih lanjut perihal kematian ini.

Jalaludin Rakhmat:
Terimakasih. Matilah kamu sebelum mati. Allah mematikan kamu dari diri-dirimu dengan kematian keinginan yang berupa peniadaan (fana) dalam keesaan. Lalu Allah menghidupkankamu dengan kematian hakiki, yakni al-baqa sesudah al-fana dengan wujud al-haqqani yang dianugerahkan kepadanya. Kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan untuk penyaksian.

Muhammad Nurikhlas:
Mohon dijelaskan kembali apa yang dimaksud ‘mati sebelum mati’?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 260 Allah berfirman:”Dan Ingatlah ketika Ibrahim berkata,’Ya Tuhanku, perlihatkan kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’ Allah berfirman,’Belum yakinkah kamu? Ibrahim menjawab,’Aku telah meyakininya, tetapi agar hatiku tetap mantap dengan imanku’. Allah berfirman,’Kalau demikian ambillah empat ekor burung dan cincanglah semua olehmu. Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggilah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera’. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dewi Umaya:
Aku belum jelas perihal mati sebelum mati dan apa hubungannya dengan keempat burung itu?

Jalaludin Rakhmat:
Kita hanya akan bisa hidup kembali setelah mati, bila kita membunuh empat ekor unggas yang mencerminkan diri kita atau ego kita. Keempat ekor unggas itu adalah Bebek sebagai lambang kerakusan, Ayam Jantan sebagai lambang nafsu, Burung Merak sebagai lambang kesombongan, dan Burung Gagak sebagai lambang keinginan.

Bagawat Rama:
Bagaimana jika umurku yang sudah tua renta ini, sementara fisikku sudah tidak mampu melakukan banyak aktivitas, tetapi aku belum berhasil membunuh burung-burung egoku itu?

Jalaludin Rakhmat:
Itulah kematian ruju idhtirari, yaitu kembali kepada Allah secara terpaksa. Bagi orang-orang yang ikhlas, kematian adalah jembatan untuk menyeberang dari keburukan dan kesengsaraan ke surga yang luas, yaitu enikmatan abadi. Sedangkan bagi orang-orang yang belum ikhlas, kematian adalah perpindahan dari istana ke penjara dan azab. Membunuh burung-burung egois itulah sebagai lambang keikhlasan kita masing-masing. Bagi orang-orang yang belum ikhlas, dunia itu adalah surga, sedang kematian adalah neraka Jahim. Sebaliknya, bagi orang-orang yang sudah ikhlas, dunia adalah penjara, sedangkan kematian adalah jembatan menuju surga.

Bagawat Rama:
Bagi diriku yang sebetulnya juga ingin mati, apakah masih ada teladan yang dapat aku ambil?

M Shaim:
Begini Bagawat Rama, teladan yang paling baik adalah melihat apa yang diucapkan dan dikerjakan orang-orang mulia ketika menghembuskan nafas terakhirnya. Apa yang mereka wasiatkan? Dst. Menjelang detik-detik terakhir kehidupan dunianya, Rasulullah SAW berkali-kali mengucapkan:”Shalat, jagalah shalat dan para budak-budak kalian” (HR Ibnu Majah:2625). Setelah itu beliau pingsan, dan ketika sadar, beliau bersabda:”Aku berpesan kepada kalian, berbuat baiklah pada wanita”. Diriwayatkan oleh Aisyah ra, ia berkata:”Saya melihat Rasulullah ketika akan meninggal. Di samping beliau ada sebuah gelas yang berisi air. Beliau memasukkan tangan beliau ke dalam gelas itu kemudian membasuh wajah beliau dengan air itu, kemudian berdoa: “Ya Allah, tolonglah aku dalam sakaratul maut ini”. A’isyah ra menambahkan:”Ketika keadaan Rasulullah semakin kritis, beliau menarik tangan beliau dari tanganku kemudia berdoa:”Ya Allah, ampunilah aku danpertemukanlah aku dengan orang-orang yang mulia di sisi-Mu” (HR Ibnu Majah: IX/16)

Dewi Umaya:
Apakah masih ada teladan-teladan yang lainnya?

M Shaim:
Uqbah bin Abu ash-Shahba menuturkan, ketika Ali akan meninggal, berwasiat kepada anaknya Al-Hasan:”Ananda, hafalkan dariku empat hal dan empat hal lainnya”. Al-Hasan bertanya:”Apakah itu ayahnda?”. Ali menjawab:”Kekayaan yang paling kaya adalah kaya akal, kemiskinan terbesar adalah kebodohan, kesedihan yang paling mengerikan adalah sifat ujub, dan kemuliaan yang paling utama adalah akhlak yang baik”. Lalu apa empat hal yang lainnya?. Ali menjawab:”Jauhilah pertemanan dengan orang yang bodoh karena ia ingin memanfaatkanmu kemudian merusakmu. Jauhilah berkawan dengan orang yang suka bohong, kerana dia akan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat (memutar balikkan kebenaran), Jauhilah berkawan dengan orang bakhil karena dia akan melarangmu mendapatkan hal yang paling kamu butuhkan. Jauihilah berkawan dengan orang yang berbuat dosa, karena ia akan menjualmu dengan harga murah”.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai Ustad M Shaim, dikarenakan para peserta Ritual Ikhlas ini telah merasa nyaman di sini dan enggan pulang, malah ada sebagian diantara mereka malah lebih menginginkan kematiannya. Apakah masih ada lagi teladan, nasehat atau wasiat perihal urusan dunia-akhirat, dari orang-orang mulia ketika akan mati?

M Shaim:
Semua peserta Ritual Ikhlas yang saya hormati. Diriwayatkan oleh Sa’id bin al-Musayyab, ketika akan meninggal, Abu Ubaidah memanggil orang muslim yang mendatanginya dan berkata:”Saya berpesan kepada kalian, jika kalian mau menerimanya, niscaya kalian akan tetap dalam kebaikan. Pesan saya: Dirikanlah Shalat, berpuasalah di bulan Ramadhan, bersadaqahlah, tunaikanhaji, makmurkanlah bumi ini, saling bersilaturakhimlah, berikan nasehat kepada para pemimpin danjangan membingungkan mereka, serta janganlah sampai terpedaya oleh dunia. Walaupaun ada orang yang dapat hidup selama seratus tahun, namun pasti akan kembali kepada kematian yang kalian lihat ini. Allah telah menetapkan kematian bagi anak turun Adam, mereka semua akan mati. Orang yang paling cerdas di antara mereka ialah orang yang paling taat kepada Tuhanya danyang paling tahu tentang hari kembalinya. Wassalamu’alaikum wa rahmatullah. hai Mu’adz bin Jabal, sambunglah silaturakhim dengan orang-orang”

Santri Kepala:
Bapak, Ibu dan saudara semua peserta Ritual Ikhlas IV. Semoga semua Tausiah dari para Ustad kita dapat memberikan pencerahan dan bekal kita untuk mengarungi hidup ini dunia wal akhirah. Uraian dari Ustad M Shaim tentang teladan, pesan dan wasiat dari orang-orang mulia kiranya sangat bermanfaat bagi kita semua. Pesan Abu Ubaidah memberi kekuatan kita agar marilah setelah selesai kegiatan ritual ikhlas ini kita bertebaran di muka bumi untuk masih tetap berjuang di jalan Allah. Marilah kita bersama berdoa untuk memanjatkan puji syukur kita atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada Kita. Doa kita juga sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan kegiatan Ritual Ikhlas I sampai dengan IV. Allohuma ij’alana minadz dzaakiriena wadz dzaakirot. Allohumma nawwir qulubana bikulli hidayatika kama nawwarta binuri syamsika abadan abadan. Robbana taqobbal minna innaka Antas Samie’ul ‘Alaiem watub ‘alaina innaka Anta Tawwabur Rohiem. Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirien. Robbana atina fid dunya hasanatan wafil akhiroti hasanatan wa qina adzaban naar, wa adkhilna jannata ma’al abror Ya ‘Aziezu Ya ghoffar. Wa sholallohu ‘alaa Sayyidina Muhammadin an-nabiyyil umiyyi wa a’alaa alihi wa shohbihi wa azwajihi wa dzurriyyatihi wa ahli baitihi ajma’ien wasallam. Subhana Roobika Robbil ‘Izzati ‘amma yashifuun wa salamun ‘alal mursalien wal hamdulullahi Robbil ‘alamien. Demikian Bapak ibu semua, mudah-mudahan kita selalu dimudahkan urusan dunia dan akhiratnya. Amin. Wallohu muwafiq ilaa aqwamith thoriq.

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

32 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizam
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap yang bernyawa pasti mati itu sudah menjadi takdir kita , kita tidak bisa lari dari takdir kita bahwa kita akan mati, dan tidak ingin mati, sebaik-baiknya manusia adalah selalu yang ingat mati, apabila kita selalu ingta mati maka kita akan selalu mencari pahala buat bekal kita nanti di akhirat, karena kita hidup didunia ini adalh suatu perlombaan yang mana hadiahnya itu adalah surga yang sangat indah, dimana surga tidak bisa di gambarkan bagaiamana indahnya surga. Rasulullah SAW bersabda:”Sering-seringlah mengingat peristiwa yang akan melenyapkan segala bentuk kelezatan yakni mati (HR Turmudzi). Maka sering-seringlah ingat mati bair keimanan kita selalu meningkat

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kematian adalah takdir yang telah ditetapkan Allah untuk setiap makhluknya. Siap atau tidak, ia tetap datang menghampiri. Kita harus bersiap diri untuk menghadapinya. Karena sesungguhnya kita hidup untuk mati dan mati untuk hidup.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Kematian itu akan dirasakan oleh tiap – tiap yang bernyawa. Itu adalah pasti. Secanggih apapun usaha manusia tidak bisa memundurkan kematian. Tidak ada manusia yang abadi. Semua jiwa pasti akan mati dan kembali kepada Tuhannya. Bekal apa yang sudah kita persiapkan? Itulah pertanyaanya. Mengapa Tuhan merahasiakan kapan kita mati? Agar kita selalu siap dalam menjemputnya. Agar kita tidak menunda – nunda kewajiban dan perbuatan baik.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kematian pasti akan dialami oleh segala mahluk yang bernyawa tak terkecuali manusia. Meskipun manusia mengetahui bahwa mereka akan mengalami kematian, tetapi manusia tidak akan mengetahui bagaimana, dimana dan kapan mereka akan berjumpa dengan kematian. Karena sesungguhnya kematian merupakan salah satu takdir dari Allah yang tidak dapat diubah manusia. Manusia tidak dapat bersikeras untuk tetap hidup kekal di dunia ini tanpa mengalami kematian, dan manusia juga tidak dapat memutuskan untuk mati atas kehendaknya misal dengan bunuh diri. Manusia yang seperti itu tidaklah memiliki keikhlasan dan rasa syukur dalam hatinya atas kehidupan dan kematian yang Allah tetapkan untuknya. Manusia yang memiliki rasa ikhlas dalam menjalani kehidupannya tidak akan takut dan putus asa dalam menghadapi kematian. Sebaliknya, mereka akan senang bahwa mereka akan segera kembali menghadap Allah sang penciptanya serta tidak akan terjerumus lebih lama dalam jeratan bisikan dan godaan syaitan yang selalu mengajak kepada kebathilan dan kemungkaran selama di dunia.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kematian adalah suatu hal yang mutlak terjadi kepada setiap makhluk hidup di dunia ini. Siap atau tidak, kematian pasti akan menghampiri engkau. Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan terjadi pada diri kita, hanya Allah SWT lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu dalam hidup ini. Manusia adalah makhluk yang lalai, seringkali kenikmatan yang ada di dunia ini membuat mereka terlena, terlebih bagi orang-orang yang tidak mengetahui hakikat kehidupan. Bahwasanya kehidupan ini adalah dalam rangka mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kehidupan yang hakiki yaitu kehidupan setelah kematian. Oleh karena itu, tingkatkan kualitas ibadahmu, hindari perbuatan buruk, dan selalu tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tiada keabadian di dunia ini yang bisa dimiliki oleh makhluk melainkan Allah yang Maha Abadi. Begitupun dengan kehidupan manusia. Hidup di dunia ini hanyalah sementara, akan datang saatnya kita berpisah dengan dunia. Perpisahan itu terjadi saat kematian datang menjemput dimana nafas terakhir akan dihembuskan. Pada hakikatnya, manusia diciptakan dan dihidupkan oleh Sang Pencipta kemudian dimatikan dan kembali kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, jadikan dunia ini sebagai ladang bagi kita mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  7. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Kematian sebagai jembatan untuk kembali kepada Allah bagi orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas sudah lama merindukan Allah sebagai kekasihnya, maka kematian menjadi hal yang ditunggu tunggu, bukan ditakuti, dan sama sekali tidak takut, karena merasakan kematian sebagai anugerah. Berbeda dengan penggila dunia yang takut akan kematian dan takut kehilangan harta dunia.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setelah manusia berdoa memohon kepadaNya manusia diberikan kesempatan lagi untuk bertebaran di muka bumi untuk masih tetap berjuang di jalan Allah.
    Semua yang ada yang mungkin dikerjakan harus selalu di jalan Alloh. Jalan lurus penuh berkah yang merupakan jalan yang sudah seharusnya diallui manusia sebagai hambaNya.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Setiap orang pasti memiliki masa lalu, masa lalu tidak bisa dihapus, dan tidak mungkin meminta orang lain untuk benar-benar melupakan masa lalu. Masa lalu ada sebagai pelajaran hidup, entah itu masa lalu baik atau buruk. Kematian itu pasti datangnya, takdir kematian itu sudah jelas tertulis untuk setiap manusia. Tugas manusia berusaha sebaik mungkin menjadi lebih baik tiap harinya agar tak ada penyesalan dikemudian.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Setiap manusia di dunia ini pasti menemui kematian pada akhir kehidupannya di bumi. Pertanyaannya adalah: setelah mati, pergi kemanakah dia, sorga atau neraka? Puji Tuhan karena manusia tidak ditinggalkan meraba dalam gelap tapi diberikan perintah bagaimana cara hidup yang benar sehingga dapat pergi ke sorga akhirnya. Maka, beribadahlah dan jangan lupa membaca semua pesan dan perintah yang telah diberikan pada kita lewat kitab-kitab yang ditulis sesuai ajaran agama masing-masing.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tugas utama manusia di dunia ini adalah untuk bersyukur. Bersyukur atas apa yang ada, apa yang diperoleh, apa yang terjadi.
    Semua yang terjadi adalah anugrah dariNya. Anugrah yang yang memang wajib disyukuri. Misalkan ketika sakitpun kita harus mensyukurinya. Kita harus mengambil hikmah apa dari sakit itu. Maka kita akan memperoleh hidayah dan anugrahNya.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Sama dengan misteri kehidupan, masalah kematian juga merupakan misteri yang penuh dengan berbagai teka-teki yang membingungkan. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan kematian itu akan datang menjemputnya. Tidak ada seorang pun yang tahu pasti berapa panjang usianya di dunia ini. Bila kita melakukan riset singkat ke kuburan, dan mencatat usia mereka yang meninggal, pastilah kita akan menemukan berbagai jenis usia, mulai dari bayi, anak kecil, remaja, pemuda, dewasa, dan orang tua yang usianya mungkin mencapai 100 tahun sesungguhnya kita tidak bisa mengukur atau menebak berapa usia seseorang. Statistik dunia memberitahukan kita bahwa setiap dua setengah detik, ada seorang manusia yang meninggal dunia. Sekali lagi, semua fakta memberikan kita teka-teki tentang misteri kematian, sekaligus memberikan tanda peringatan agar kita bersiap-siap menghadapi kematian bila datang menjemput.

    ReplyDelete
  13. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Sesungguhnya Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, ada siang ada malam, ada laki-laki ada perempuan, ada kehidupan dan pasti ada kematian. Maka mati adalah sesuatu yang sudah pasti, untuk itu persiapkanlah bekal untuk menghadapinya. Adapun bekal yang paling baik untuk menghadapi kematian adalah takwa.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dengan mengingat akan kematian, membawa diri kita ke jalan yang lebih baik. karna dengan mengingat kematian, pikiran kita akan terus berbicara bahwa mati bisa datang kapan aja. pasrah dan terus berada di jalan yang benar sesuai dengan ketetapan Allah adalah salah satu kita untuk menjalaninya.

    ReplyDelete
  15. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kematian akan mendatangi siapapun, kapanpun dan dimanapun tanpa diduga-dug karena syarat mati tidak harus tua. Setiap orang telah memiliki janji kematiannya sendiri dengan Allah. Ini hanya perihal kesiapan dan tanggung jwab terhadap apa yang dilakukan semasa hidup di dunia. Karena bagi orang yang ikhlas, kematian akan menjadi jembatan untuk menyeberang dari keburukan dan kesengsaraan menuju kenikmatan abadi. Sedangkan bagi orang yang belum ikhlas, kematian adalah perpindahan dari istana ke penjara dan azab. Dan bagi orang yang belum ikhlas lagi, dunia adalah surganya, sedangkan kematian adalah nerakanya.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Walaupaun ada orang yang dapat hidup selama seratus tahun, namun pasti akan kembali kepada kematian yang kalian lihat ini. Allah telah menetapkan kematian bagi anak turun Adam, mereka semua akan mati. Orang yang paling cerdas di antara mereka ialah orang yang paling taat kepada Tuhanya danyang paling tahu tentang hari kembalinya.
    Kalimat di atas adalah ketetapan dari Yang Maha Kuasa. Tiada alasan untuk tak mempercayainya. Semua yang bernyawa pasti akan mati. Firaun sekalipun yang merasa dirinya adalah tuhan juga menjumpai kematiannya. Oleh karena itu teruslah berdoa dan berikhtiar agar tiba waktu kepulangan kita kepadaNya kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk siap.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kematian adalah suatu hal yang mutlak terjadi, takdir yang telah ditetapkan Allah kepada setiap manusia, siap atau tidak  ia tetap datang menghampiri saat waktunya tiba. Semua yang hidup saat ini pastinya kelak akan menghadapi yang namanya kematian. Bahwasanya kehidupan ini adalah dalam rangka mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kehidupan yang hakiki yaitu kehidupan setelah kematian. Kita harus bersiap diri untuk menghadapinya dengan sebaik mungkin. Mari kita terus persiapkan diri untuk menghadapi kematian, jauhilah hal – hal yang dilarang Allah.karena tidak ada siapapun yang mengetahui kapan datangnya, kecuali Allah.

    ReplyDelete
  18. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Tujuan akhir hidup adalah akhirat, dunia hanyalah terminal pemberhentian menuju akhirat. Namun sungguh rasa takut itu akan selalu ada ketika kita membayangkan atau membicarakan tentang kematian. Karena amal yang akan kita bawa untuk menghadap Allah SWT sangatlah kurang atau bahkan belum seberapa. Namun hal itu akan sangat berbeda dengan orang-orang yang telah beramal dan berbuat kebajikan dengan sepenuh hati dan keikhlasan hati, mereka berikhtiar seolah-seolah akan hidup selamanya dan beribadah seolah-olah akan mati hari esok. Semoga kita senantiasa memperbaiki amalan kita di dunia sebagai bekal di akhirat kelak dan termasuk orang-orang yang beramal shaleh. Amiiin...

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hidup dan mati kita di dunia ini telah ada yang mengatur, yaitu Tuhan YME. tugas kita sebagai manusia adalah menjalani hidup sesuai dengan jalan yang telah ditentukan. bersyukur dan bersyukur adalah jalan dan cara terbaik untuk menjalani hidup agar tidak merasa tertekan dalam hidup ini. karena kini banyak kasus bunuh diri yang marak di masyaakat, hal ini mungkin disebabkan karena masyarakat stres dikarenakan salah satunya kurang bersyukur.

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam melakukan perjalanan panjang tentunya kita membutuhkan bekal yang cukup agar kita sampai tanpa permasalahan di tempat tujuan, maka dunia inilah tempat manusia mengumpulkan bekal yang secukup-cukupnya yaitu bekal berupa amal-amalan sholeh. Untuk menuju kehidupan di akhirat maka kita akan melalui yang namanya kematian. Kematian merupakan jembatan antara dunia dan akhirat. Kematian pasti akan di alami oleh setiap manusia, sebagaimana dalam Al Qur an telah dijelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya kematian. Maka dari itu sebelum kita menghadapi yang namanya kematian, kita persiapkan bekal yang akan dibawa ke akhirat, dan sebaik-baik bekal yaitu amalan soleh.

    ReplyDelete
  21. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kematian adalah takdir yang sudah ditetapkan Allah. Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian dan hanya allah yang tau kapan datangnya kematian. Firman Allah dalam surat adz-Dzaariyaat ayat 56 "Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku" inilah yang harus kita lakukan didunia ini yaitu beribadah. Melakukan segala aktifitas semata-mata karena Allah SWT dan agar kita selalu ingat kepada Allah diamanapun kita berada. Hal ini kita lakukan didunia agar kelak diakhirat kita memanen hasil dari apa yang kita tanam didunia.

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kehidupan dan kematian adalah dua keadaan yang akan dialami semua orang tanpa terkecuali. Kematian bukan hanya terpaku pada konsteks dimana seseorang tidak bernyawa lagi tapi juga pada kondisi dimana sesorang tidak dapat mensyukuri kehidupan dengan cara menghargai kehidupan itu sendiri. Setiap orang memiliki kesempatan dan tanggung jawabnya yang sama untuk menjalani kehidupan sebaik-baiknya sebelum kematian yang sebenarnya tiba. Kehidupan dijalani dengan cara mengisi hari-hari yang berganti dengan berbagai tindakan yang baik dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  23. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesibukan dunia terkadang membuat seseorang lupa dalam mengingat mati. Padahal mati sendiri datang tanpa mengetuk pintu, dan setiap hari ia semakin dekat. Apa yang tertuis dalam postingan di atas menjadi pengingat kita semua akan kepastian datangynya kematian. Semoga bapak senantiasa mendapat berkah karena telah mengingatkan kami.
    Berjuang di jalan Allah adalah salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menabung bekal menghadapinya. Berjuang tak harus dengan fisik, melakukan ibadah dengan ikhlas pun juga disebut berjuang. Belajar pun juga berjuang, jika landasan,iat, dan tujuan kita semata-mata untuk-Nya. Perlu introspeksi diri, khususnya bagi saya pribadi, agar ikhlas dan siap ketika menghadapinya kelak. Amin.

    ReplyDelete
  24. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Kematian adalah jembatan menuju Allah SWT sebagai sang pencipta segala makhluknya. Dunia ini fana, semu dan hanya sementara. Tentunya kita semua berharap bahwasanya ketika kita menghadpNya dalam keadaan yang baik. Oleh karena itu jika kita selalu mengingat akan kematian maka kita akan senantiasa mengumpulkan bekal berupa anak yang sholeh,ilmu yang bermanfaat serta amal jariyah. Semoga kita semua senantiasa berada dalam kebaikan serta ridhoNya.

    ReplyDelete
  25. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kita sebagai makhluk yang bernyawa sudah seharusnya untuk berusaha semaksimal mungkin untuk berjuang menjalani hidup ini. Karena dimana, kapan, dan bagaimana kita mati, hanyalah Allah SWT yang mengetahuinya, maka kita tidak boleh lalai akan kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

    ReplyDelete
  26. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Mengingat mati sebenarnya suatu yang dituntut pada setiap orang. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia. Mati itu sebuah kepastian. Maka kita berdoa agar dimatikan dalam keadaan Khusnul Khatimah. Aamiin

    ReplyDelete
  27. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    kullu nafi zdaiqotul maut. setiap diri akan mencicipi kematian. sungguh matinya diri tidak ada yang tahu. itu haq rahasia Allah. yang hanya bisa kita lakukan adalah memperbanyak bekal sebelum mati menjemput kita.

    ReplyDelete
  28. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    sebaik baiknya bekal adalah amal baik. "beramalah untuk dunia seakan akan engkau hidup selamanya, dan beramalah untuk akhirat seakan engkau mati esok hari".

    ReplyDelete
  29. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    merinding saya ketika berbicara mengenai kematian. yang tidak ada orang tahu kapan terjadi. tak dapat dimundurkan, tidak dapat disegerakan.

    dan cukuplah bagi kamu kematian sebagai pengingat. mengingat segala perbuatan yang telah saya kerjakan. apakah mampu untuk mendapatkan rohmat Allah sehingga di izinkan untuk memasuki surga

    ReplyDelete
  30. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Berbicara kematian terkadang seorang memaksakan untuk tidak turut campur, niat hendak mengesampingkan fikir namun yang ada justru meniadakan fikir. Jika fikir dibarengi hati maka kebenaran dapat tampak dengan bimbingan Allah. Hal yang pasti mendatangi setiap manusia dan menjadi titik awal kehidupan masa depan justru menjadi pacuan dan perhatian. Bagi orang yang cerdas akan terus kokoh memegang prinsip berbekal sebelum masa hisab, dan menikmati setelah tak lagi ada masa berbekal.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kematian adalah takdir yang tidak dapat dihindarkan oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Allah telah menetapkan kepada setiap manusia kapan waktu kembali menghadap Yang Kuasa. Kita sebagai manusia hanya dapat menjalani hidup dan mengisi kehidupan yang sudah dianugerahkan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. Kita harus bersykur atas segala rahmat yang selalu Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam menjalani hidup ini sebaiknya kita selalu melakukan hal hanya karena Allah. Kita perlu memperbanyak tabungan amal untuk bekal dan senentiasalah mengingat kematian, agar segala langkah yang kita ambil selalu berhati-hati dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT.

    ReplyDelete