Feb 25, 2011

Elegi Pertandingan Tinju antara Kualitatif melawan Kuantitatif




Oleh Marsigit

Monolog Kuantitatif:
Besar harapanku. Kecil rintanganku. Panjang perjalananku. Pendek jangkauanku. Tepat sasaranku. Separuh peluangku. Penuh perolehanku. Kosong negatifku. Sepuluh nilaiku. Dua ratus persen kenaikan gajiku. Semua itu ada dalam daftar. Aku dapat menggambarnya. Aku dapat menghitungnya. Ini dia grafiknya. Dalam seminggu, sepuluh kegiatanku. Dalam sebulan, lima belas pekerjaanku. Ditambah waku, dikurangi daya, hasilnya tetap. Benarlah jawabanku dan salahlah jawabanmu. Kalkulasiku tepat dan kalkulasimu tidak tepat. Perkiraanku benar perkiraanmu salah. Jika engkau wakilnya, aku tidak butuh mereka. Satu untuk semuanya. Terpaksa aku tentukan, engkau itu lima atau delapan. Jika engkau lima, maka semuanya adalah lima, jika engkau delapan maka semuanya adalah delapan. Ambil sembarang bilangan, kalikan tujuh dan tambahlah tujuh kemudian bagilah dengan tujuh, hasilnya kurangi dengan satu, berapakah bilangan itu? Sembilan puluh persen ingatanku masih baik, yang lima persen sering lupa. Banyak tidurku tidak boleh lebih dari kerjaku. Pikiran ku acak terhadap mereka. Segerombolan orang-orang itu tidak mengetahui diriku. Aku hanya melihat dia cacah kepalanya. Luas pikirannya tidak lebih dari satu meter persegi. Dalam hatinya tidak lebih dari sepuluh senti meter. Cintaku kepadamu masih sembilan puluh lima persen. Keyakinanku tiga perempat. Lambang adalah mutiaraku, rumus adalah primadonaku, prinsip adalah semangatku.


Monolog Kualitatif:
Kugapai harapanku. Kulalui rintanganku. Kutempuh perjalananku. Kurasa jangkauanku. Baiklah sasaranku. Berharap peluangku. Halal perolehanku. Haram negatifku. Memuaskan nilaiku. Bermanfaat kenaikan gajiku. Apalah artinya daftar. A[pa perlu aku menggambarnya. Aku dapat merasakannya. Ini dia refleksiku. Dalam seminggu, ibadahku. Dalam sebulan, tanggungjawabku. Kesadaranku dan lingkunganku, menentukan keberadaanku. Etika jawabanku dan jawabanmu. Perasaanku dan perasaanmu. Apakah pantas aku memilih. Apakah pantas aku memberitahu. Aku tidak berani menentukan engkau lima atau delapan. Aku lebih suka bercerita dan berkomunikasi tentang dan dengan engkau. Janganlah berlaku sombong dan arogan. Lebih baik tidur dari pada berbuat dosa. Hatiku membatasi pikiranku. Sungguh malang nasibnya, hanya bernasib terwakili. Itulah pertimbanganku. Semoga hatiku berdzikir. Tak terukurlah cintaku itu. Au hanya bisa berharap dan berdoa. Apalah artinya lambang, aku lebih suka maknanya. Apalah artinya rumus, aku lebih suka hakekatnya. Apalah artinya prinsip, aku lebih suka realitanya.

Wasit:
Wahai kuantitatif, terdengar hebat pula ucapanmu itu. Ucapanmu penuh dengan kuantitatif dan angka-angka. Tidaklah mudah memahami ucapanmu. Kelihatannya, engkau memang kuantitatif minded. Wahai kualitatif, terdengar indah ucapanmu itu. Ucapanmu penuh dengan kualitatif dan makna. Tidaklah mudah memahami ucapanmu. Kelihatannya, engkau memang kualitatif minded. Namun aku melihat ada kelemahan di masing-masing dirimu itu. Kelemahanmu adalah engkau berdua ternyata mempunyai pamrih dan maksud tertentu dalam monologmu. Sebenar-benar dirimu adalah menyindir satu dengan yang lain. Lebih dari itu engkau berdua tampak sekali bersaing memperebutkan sesuatu. Padahal ketahuilah bahwa aku adalah seorang wasit tinju. Pekerjaanku adalah mengadu dan mempertemukan orang-orang yang saling siap bertarung. Maka kalau boleh aku ingin bertanya. Daripada saling menyindir, maukah engkau berdua aku adu, dalam pertandingan tinju antara kualitatif melawan kuantitatif.

Kuantitatif dan Kualitatif secara bersama menjawab:
Aku bersedia.

Wasit:
Tetapi ketahuilah bahwa pertandingan tinju itu hanyalah pertanyaanku-pertanyaanku yang perlu engkau jawab silih bergantian. Apakah setuju?

Kuantitatif dan Kualitatif secara bersama menjawab:
Setuju

Wasit:
Baiklah aku mulai dengan pertenyaanku.
Bagaimanakah engkau bisa mendefinisikan dirimu masing-masing?

Kuantitatif:
Aku adalah kuantitatif. Kuantitatif adalah diriku. Lima adalah contohnya. Maka lambang adalah diriku.
Obyektif adalah tujuanku. Konsisten adalah jiwaku. Tempat tinggalku di pikiran orang-orang.

Kualitatif:
Aku sulit mendefinisikan diriku, karena aku bersifat kualitatif. Aku juga sulit mengambil contoh buatku, karena contohnya sangat banyak dan kontekstual. Aku juga sulit mendefinisikan tujuanku karena itu semata-mata tergantung dari subyeknya. Tetapi yang paling merisaukanku adalah aku tidak tahu di mana jiwaku? Tempat tinggalku di hati setiap insan.

Wasit:
Jika engkau menjadi guru, bagaimanakah engkau mengetahui kompetensi siswa-siswamu?

Kuantitatif:
Aku buat soal obyektif. Aku hitung benarnya. Aku tak peduli keadaan mereka. Maka jika skornya tinggi maka nilainya tinggi juga. Titik. Begitu saja kok repot.

Kuantitaif:
Aku buat catatan-catatan portfolio. Aku membuat tugas. Aku sarankan mereka menggunakan komputer. Aku perkenankan mereka promosi diri. Kadang-kadang aku perlu mengobservasi dan wawancara dengannya. Menilai seseorang memang repot. Tidaklah mudah memberi predikat kepada seseorang. Bukanlah kalau kita memberi predikat tidak benar, ityu adalah dosa?

Wasit:
Bagaimana engkau menganggap dan bergaul dengan siswa-siswamu.

Kuantitatif:
Aku sebenarnya enggan menjawab pertanyaanmu itu. Pertenyaanmu itu terlalu naif bagiku. Apa perlunya saja. Pekerjaanku sangat banyak. Jadi aku batasi pergaulanku dengan siswaku. Kalau perlu aku menghindar bisa bertemu dengannya. Bagiku murid-muridku adalah banyaknya mereka sebanyak aku membilang.

Kualitatif:
Pertanyaanmu sangat baik. Itulah pertanyaan yang selalu aku tunggu. Aku memandang setiap siswa adalah dunia. Jadi setiap siswa adalah segenap isi dan misterinya. Maka tidaklah mudah bergaul dengannya. Aku harus mengembangkan metode dan teknologi agar aku mampu melayani belajar mereka. Mereka semua adalah berbeda-beda. Masing-masing perlu perhatian khusus. Bagiku murid-muridku masing-masing adalah benih-benih yang dalam pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan bantuan, pupuk, dan memberisihakan hama-hama.

Wasit:
Coba terangkan bagaimana anda satu dengan yang lain saling membutuhkan?

Kuantitatif:
Sebenar-benar diriku tidaklah memerlukan kualitatif. Bagiku kualitatif adalah tidak pasti dan itu menjadi keadaan buruk bagiku.

Kualitatif:
Sebenar-benar diriku adalah tidak sepenuhnya kualitatif. Aku masih membutuhkan kuantitatif dalam kegiatanku. Maka aku sangat perlu menjalin hubungan yang baik dengan kuantitatif.

Wasit:
Terangkan apakah cita-cita hidupmu masing-masing?

Kuantitatif:
Aku hanyalah berhenti di sini. Tiadalah cita-cita ada dalam hidupku.

Kualitatif:
Aku tidak tahu kapan aku mulai, dan au tidak tahu kapan aku berakhir. Cita-citaku adalah untuk semaksimal mungkin demi kemslahatan manusia semuanya. Aku berharap bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua.

Wasit:
Terangkan bagaimana anda masing-masing dapat membantu siswa belajar?

Kuantitatif:
Dengan metode numerik dan logika aku pastikan siswa-siswa melakukannya. Kepastian adalah jiwaku. Perhitungan-perhitungan adalah panglimaku.

Kualitatif:
Doa, motivasi, semangat adalah modal untuk belajar. Sikap dan perbuatan perlu disesuaikan agar murid mampu memperoleh kompetensinya. Dengan pengetahuan yang diperoleh, kemudian berilah kesempatan kepada murid-murid untuk mengembangkan keterampilan dan pengalamannya.

Wasit:
Bagaimana engkau beribadah?

Kuantitatif:
Aku lafalkan seribu kali doa. Beres.

Kualitatif:
Aku berlatih berdoa. Aku sadar tidak mudah untuk berdoa. Dari satu milyar doaku belumlah ada jaminan bahwa satu diantaranya dapat diterima. Tetapi ikhtiar adalah kewajibanku. Maka aku akan selalu mencoba untuk berdoa, karena aku yakin Tuhan YME akan mendengar setiap doa ku.

Wasit:
Prit..prit. Cukup. Dari catatan, observasi dan rekaman data serta kualitas jawaban. Aku memutuskan bahwa kualitatif telah memenangkan pertandingan, tetapi dengan catatan sebegai berikut: pertama, engkau tak boleh lagi saling mengejek apa lagi saling bertanding; kedua, engkau sebenarnya saling membutuhkan; ketiga, jika engkau mampu saling bekerja sama maka perolehanmu akan lebih besar dari yang sudah engkau peroleh selama ini; keempat, tetapi ingatlah bahwa pada setiap perjalananmu, maka kualitatiflah komandannya; kelima, dalam keadaan tertentu maka kuantitatif mampu bekerja sangat efektif dengan hasil yang besar jika didukung oleh kualitatif; dan terakhir, hidup rukunlah selalu selama hayatmu dalam saling harmoni. Amien.

21 comments:

  1. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. salah-satu polemik dalam dunia akademik adalah pertentangan antara paradigma positivis (kuantitatif) dan paradigma nonpositivis (kualitatif). saya rasa, pertentangan di antara keduanya berasal dari persepktif manusia manusia yang berbeda-beda. sehingga, menurut saya, untuk mendaimakan keduanya, maka kita harus mempelajari keduanya, karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    ReplyDelete
  2. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasar elegi kuantitatif melawan kualitatif ini merupakan pemaparan tentang karakteristik masing masing metode. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Diakhir elegi dituliskan bahwa kedua saling membutuhkan. Sehingga jika kedua metode tersebut digabungkan maka akan memperoleh hasil yang lebih dibandingkan saat menggunakaan satu metode.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057a
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Kuantitatif dan kualitatif memang dua hal yang berbeda. keduanya unggul di bidangnya masing-masing. Namun keduanya memiliki kekurangan juga. Apabila keduanya bisa diharmonikan akan saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada sehingga hasil yang diperoleh bisa maksimal. Seperti halnya sepasang suami dan istri. keduanya berbeda dan memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka agar bisa hidup dengan harmonis harus bisa saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  4. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Adanya elegi di atas membuktikan bahwa setiap yang ada di dunia akan ada kontradiktif. Termasuk metodologi penelitian yang saling adu tinju antara kualitatif dengan kuantitatif. Adanya perbedaan tersebut disebabkan adanya perbedaan paradigma yang dianut oleh pemercayanya. Ada suatu kondisi akan lebih baik digunakan dengan kualitatif da nada kondisi lain akan lebih baik jika menggunakan kuantitatif. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahannya. Padahal akan lebih baik jika keduanya bisa berdamai dan saling mendukung untuk saling melengkapi akan menghasilkan hasil yang lebih optimal.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Kuantitatif dan kualitatif, keduanya sama-sama kita butuhkan dalam mencapai suatu keberhasilan. Namun, sebaiknya kualitatif kita jadikan dasar untuk mencapai keberhasilan itu. Dengan didasarkan pada kualitatif, maka secara otomatis kita akan dapatkan kuantitatif. Dalam keaadaan tertentu kuantitatif akan bekerja sangat efektif dengan hasil yang besar jika didukung oleh kualitatif. Misalnya dalam studi, hasil kuantitatif berupa nilai yang bagus-bagus saja tidak ada artinya jika nilai-nilai itu hanya sekedar nilai tanpa makna, apalagi jika didapat dengan perbuatan curang, seperti mencontek. Kita perlu punya kualitas diri agar mampu bersaing di era kompetitif ini. Kualitas diri yang dimaksud yaitu seperti nilai-nilai kejujuran, kesabaran, kritis dan mampu menangkap peluang, tidak mudah putus asa, dan ikhlas. Nilai-nilai kualitatif itulah sebaiknya yang kita jadikan modal menjalani hidup. Jika kita punya nilai kualitatif yang baik, maka kita tidak akan mudah putus asa jika ternyata kuantitatif kita kecil. Tetapi, orang yang hanya mengejar kuantitatif saja, tanpa memikirkan nilai kualitatif maka ia akan mudah jatuh dalam kegagalan.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kualitatif dan kuantitatif segala sesuatu harus ditargetkan. Kualitatif dan kuantitatif hendaknya dapat kita selaraskan. Dengan keselarasan antara kualitatif dan kuantitatif akan memjadikan dunia ini seimbang. Kualitatif berasal dari kata kualitas yang berhubungan dengan tingkat atau derajat akan sesusatu. sedangkan kuantitatif berasal dari kata kuantitas yang artinya jumlah atau banyaknya sesuatu. Penggabungan keduanya biasa dinamakan MIx metods. Memang tidak mudah untuk menyelaraskan keduanya. Namun mari kita berusaha untuk menyelaraskan keduanya agar kita dapat menjalani kehidupan ini dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  7. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sebetulnya antara kualitiatif dan kuantitatif memiliki manfaat dan kelebihan masing-masing. Pada penelitian kualitatif tidak bisa di peroleh atau diukur menggunakan prosedur-prosedur statistik. Penelitian kualitatif sering digunakan sebagai penelitian tentang kehidupan suatu masyarakat. Sedangkan penelitian kuantitatif dilakukan dengan mengumpulkan data dan hasil analisis untuk mendapatkan informasi yang harus disimpulkan. Paradigma yang digunakan pada penelitian kuantitatif adalah paradigma yang berasal dari pandangan positivism.

    ReplyDelete
  8. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. menurut saya penelitian baik kualitatif amupun kuantitatif itu sama-sama baik. Dengan penelitian kuantitaif dapat diperoleh data yang akurat dalam bentuk angka-angka yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kualitatif akan lebih diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai hal yang diteliti. Dengan menggabungkan keduanya juga akan diperoleh data yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  9. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kuantitatif mampu menjelaskan yang rumit menjadi ringkas, yang luas menjadi sempit, yang tidak jelas menjadi terdefinisi, bersifat numerik, pasti dan konsisten. Sedangkan, kuantitatif cenderung reduksionis terhadap yang ada dan yang mungkin ada. Sangat mudah luput dari yang detail dan yang tidak tampak dari mata. Sehingga aspek kualitatif pun menjadi pelengkap yang mampu membangun dunia menjadi utuh.

    ReplyDelete
  10. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Kualitatif yang berarti mengutamakan kualitas atau mutu, kuantitatif berarti bahwa mengutamakan jumlahdengan mengesampingkan mutu. Keduanya mampu memberikan makna yang lebih baik apabila dapat saling melengkapi, tidak setengah-setengah atau sepotong. Seperti halnya dalam sebuah penelitian, apabila dapat memadukan dua metode ini akan mampu menghasilkan penelitian yang baik.

    ReplyDelete
  11. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan elegi ini, saya menjadi lebih paham bahwa penelitian kualitatif ternyata lebih memiliki keunggulan daripada penelitian kuantitatif. Meskipuan demikian, kedua penelitian tersebut saling melengkapi satu sama lain. Namun demikian, saya juga setuju jika kualitatif lebih memimpin, karena dalam penelitian kualitatif, hasil penelitian yang dihasilkan tidak hanya membahas bagaimana hasilnya, tetapi juga membahas lebih dalam tentang pertanyaan mengapa hasil penelitian tersebut seperti demikian.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Kuantitatif unggul dalam kepastian-kepastian yang biasa dinyatakan dalam bentuk angka. Kemudian ia bisa melakukan generalisasi. Berbeda dengan kualitatif, kualitatif tidak bisa membuat kepastian, karena ia tergantung dari refleksi penulis atau penelitinya. Ia tidak bisa melakukan generalisasi, tapi sebagai gantinya bahasan dalam kualitatif bisa digali sangat mendalam dan mampu melihat apa yang sesungguhnya terjadi, apa penyebabnya dan seterusnya

    ReplyDelete
  13. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Tujuan dari kedua jenis penelitian itu berbeda. Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial. Metodologi penelitian yang dipakai adalah multi metodologi, sehingga sebenarnya tidak ada metodologi yang khusus. Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan denganfenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep.

    ReplyDelete
  14. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Aspek kuantitatif adalah dua hal yang sama - sama dibutuhkan dalam kehidupan, kuantitatif itu diibaratkan akal dan pikiran, sedangkan kualitatif adalah hati. Dalam kasus-kasus tertentu ada hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kuantitatif tetapi akan lebih bermakna jika dapat diungkapkan dengan kualitatif, data dalam bentuk angka terkadang kurang bermakna tetapi saat diungkapkan dengan kualitatif menjadi lebih bermakna. Kualitatif terkadang juga membutuhkan kuantitatif untuk mengungkapkan apa yang diinginkan. Maka dari itu keduanya memiliki ruang dan waktu nya masing-masing

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kuantitatif dan kualitatif mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tiap metode memiliki karakteristiknya tersendiri dan ada bidang tertentu yang lebih cocok menggunakan kualitatif dan ada juga yang lebih cocok dengan menggunakan kualitatif. Perpaduan keduanya akan sangat baik karena akan mampu saling melengkap dan mampu mendapatkan hasil yang terbaik.

    ReplyDelete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    menurut pendapat saya, akan sangat baik jika kualitatif dan kuantitatif berjalan berdampingan. Kualitatif dan kuantitatif sebenarnya saling melengkapi.Ketika kedua hall tersebut saling mendukung maka jika diukur nilainya akan lebih tinggi dibanding jika hanya mengandalkan atau menggunakan salah satunya.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kualitatif merupakan salah satu penelitian yang fokus pada mengetahui secara mendalam dari sebuah subjek agar dapat mengerti karakteristik dari sebuah subjek secara mendalam. Walaupun memang kualitatif itu dalam mengenarilasikannya tidak bisa digunakan secara utuh. Karena generalisasi pada penelitian kualitatif hanya dapat dipakai untuk karakter siswa yang sama dengan subjek yang diteliti.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sedangkan berbeda dengan kualitatif, kuantitatif lebih condong memberikan solusi dari suatu masalah dengan cara mencari kesimpulan yang bersifat umum agar dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Generalisasi dari penelitain kualitatif akan valid jika memang diperhatikan validitas ketika penelitian tersebut telah dilaksanakan. Sehingga kegunaan penelitian kuantitatif akan nampak jika kevalisdan dari hasil penelitian tersebut dapat digunakan oleh orang lain.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kuantitatif dan kualitatif adalah dua hal yang berbeda. Jika kuantitatif mengenai perhitungan maka kualitatif mengenai kontektual. Walaupun mereka kedua hal yang berebda namun kuaitatif dalam kegiatannya masih memerlukan kuantitatif, misalnya dalam penelitian kualitatif, kuantitatif pun masih diperlukan, karena hasil perhitungan kuantitatif yang akan dideskripsakan di dalamnya. begitu pula dalam penelitian kuantitatif.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui elegi ini kita diberikan gambaran bahwa kedua hal yang berbeda pun ternyat masih memiliki hubungan, oleh karena itu di dalam hidup kita tidak boleh membenci orang lain, kita harus bekerja sama demi kehidupan yang lebih baik dan tentram.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kualitatif dan kuantitatif adalah dua hal yang saling berhubungan. keduanya saling membantu dan saling melengkapi. dalam hal ini kualitatif menjadi tumpuan sedang kuantitatif menjadi podasinya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete