Feb 25, 2011

Elegi Tarian Lenggang




Oleh Marsigit

Benar:

Wahai salah, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja melakukan kesalahan. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Salah:
Biar anjing menggonggong kafilah berlalu. Bukankah itu kata-kata mutiara yang sangat bagus. Peduli amat aku memperhatikan dirimu. Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Benar salah itu kan relatif.

Baik:

Wahai buruk, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja melakukan hal-hal yang buruk. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Buruk:
Peduli amat aku memperhatikan dirimu. Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Baik buruk itu kan relatif.

Mengerti:

Wahai tak mengerti, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali dijelaskan tetap saja tidak mau mengerti. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Tak Mengerti:

Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Mengerti atau tak mengerti itu kan urusanku.

Jujur:
Wahai koruptor, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja melakukan kesalahan. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Koruptor:
Biar anjing menggonggong kafilah berlalu. Bukankah itu kata-kata mutiara yang sangat bagus. Peduli amat aku memperhatikan dirimu. Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Mana buktinya aku seorang koruptor?

Peduli:
Wahai tak peduli, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja tak peduli. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Tak Peduli:
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan atau bacaan. Sehingga dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh nasehat-nasehatmu.

Ikhlas:
Wahai sombong, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diajak berdialog dengan ikhlas, tetap saja engkau beraku sombong. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Sombong:
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu berdialog secara ikhlas. Sehingga dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Memangnya aku tak mengerti semua celotehmu. DenganTarian Lenggangku aku bisa cukup hanya mengintip saja semua saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Gangsi rasanya menaggapi semua ucapan dan tulisanmu.

Moral:
Wahai para hati yang masih membeku. Kunjungilah orang-orang yang tak mau mengunjungimu. Bersilaturakhimlah kepada orang-orang yang tak mau bersilaturakhim kepadamu. Berbicaralah kepada orang-orang yang tak mau berbicara kepadamu. Maafkanlah orang-orang yang tak mau memaafkan dirimu.

Hati Beku:
Wahai moral, janganlah engkau hanya bisa menggurui diriku. Dengan Tarian Lenggangku maka aku bisa melihat bahwa dirimu juga tidak mampu melaksanakan semua ucapanmu itu.

Inovasi:
Wahai para tradisional, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali dikirim penataran tetap saja tidak mau melakukan inovasi. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Tradisional:
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu berdialog secara ikhlas. Sehingga dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Memangnya aku tak mengerti semua celotehmu. DenganTarian Lenggangku aku bisa cukup hanya mengintip saja semua saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Dengan Tarian Lenggang aku tidak melihat manfaat inovasi itu. Tidaklah ada hubungan antara pelatihan dengan inovasi bagi diriku. Itulah Tarian Lenggang ku.

32 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tarian lenggang adalah bentuk ketidakpedulian seseorang kepada orang lain, seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Demi kepentingannya, ia tak mempedulikan apakah yang dilakukannya salah, buruk, tak peduli dengan orang lain, sombong, bersifat tertutup terhadap inovasi, dsb. Yang terpenting dalam kehidupanya adalah dirinya dan kepentingannya. Tarian lenggang diumpamakan sebagai sistem atau benteng baginya sebagai tempat persembunyiannya, sehingga ia merasa nyaman dan tidak perlu mendengar kritik, saran dan nasehat orang lain. Sebenarnya semua nasehat, saran, kritik dari orang lain sangat berguna untuk membangun dan mengembangkan diri menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Benar, salah, baik, buruk, mengerti, tidak mengerti, jujur, koruptor, peduli, tidak peduli,ikhlas, sombong, moral, hati beku, inovasi, dan tradisional adalah sebuah tarian lenggang yang mana menggambarkan kontradiksi kehidupan, semua yang ada di dunia ini saling berpasangan. Baik pasti ada buruk yang selalu mendampingi begitupan yang lain.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Tarian lenggang disini menggambarkan ketidakpedulian dan kesombongan, dimana tidak mau menerima nasehat, sarat, dan kritikan orang lain. Bila nasihat atau saran itu baik, kenapa kita tidak mengikutinya? Tapi jika saran itu buruk, kita tidaklah boleh mengikutinya. Sebenarnya baik atau buruk itu relatif darimana kita memandangnya. Oleh karena itu, tak semua saran dapat kita ikuti, karena jika semua saran itu kita turuti maka kita bukanlah menjadi diri kita sendiri melainkan kita sedang menjadi orang-orang yang memberikan saran kepada diri kita.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia sejatinya merupakan mahluk sosial yang mana mereka tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dan berkomunikasi dengan mahluk lain. Manusia pasti akan membutuhkan orang lain dalam kehidupannya baik disadari maupun tidak disadari, baik diakui maupun tidak diakui. Manusia yang egois adalah manusia yang tidak mau mendengar maupun membuka diri, tidak mau menghiraukan orang lain hanya ingin mempertahankan pemikirannya sendiri. Hal ini lah yang kemudian dipaparkan melalui elegi tarian lenggang. Elegi ini mengilustrasikan bagaimana tarian lenggang dijadikan alasan untuk tidak mau mendengar, menerima, mengakui hubungan yang ada dengan yang lain. Mereka menggunakan istilah tarian lenggang dengan alasan bahwa mereka tidak ingin terpengaruh dengan pendapat, saran, ajakan, ataupun nasehat dari yang lain sehingga dia bisa dengan leluasa berbuat sesuai dengan yang diinginkan dan dikehendakinya

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Semua saran dan nasihat yang baik tak diindahkan, menutupi diri dari dunia luar, dan hanya peduli dengan dunianya sendiri. Semua gambaran tersebut dituangkan ke dalam suatu tarian yang disebut tarian lenggang.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Banyak pilihan dalam kehidupan ini. Ada banyak jalan lurus dan berliku. Apa yang dilakukan manusia dalam memilih jalan berasal dari sifat dan sikap manusia. Dengan ilmu manusia menggunakan akalnya dan hatinya dalam memilih jalan yang terbaik dari yang baik untuk kehidupannya.

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada kisah elegi ini menggambarkan dialog dimana dua perilaku yang saling bertolak belakang. Terdapat perilaku yang baik dan perilaku yang buruk, seperti sang benar dan sang salah. Saya setuju bahwa pada dialog elegi ini perilaku yang baik selalu menyadarkan perilaku buruk bahwa dia sedang berada di jalan yang salah. Namun terjadi tolak belakang kembali dimana perilaku buruk selalu tidak mau mendengarkan dan tidak peduli dengan semua nasihat yang diberikan. Sehingga dari kisah elegi ini dapat kita ambil pelajaran bahwa pada sebagai seorang manusia, pada dasarnya kita memiliki semua perilaku itu, tentunya kita harus pandai-pandai menanam dan memunculkan perilaku yang dapat kita aplikasikan ke kehidupan kita ini.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi tarian lenggang ini memahami tentang “ saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakan berdialog secara ikhlas.
    Yang mana dalam tarian lenggang tidak memperhatikan saran, saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakan berdialog secara ikhlas.
    Sehingga tarian lenggang membangun tarian tanpa terkontaminasi oleh saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanyang ada.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Tarian lenggang merupakan sikap seseorang untuk tidak mempedulikan hal yang lain selain yang dianggapnya benar. Saat seorang sudah kehilangan hati nurani, maka tarian lenggang ini muncul. Penting bagi setiap orang untuk mau memperhatikan orang lain, karena dari orang lain mereka bisa belajar banyak hal. Hal-hal yang kadang dianggap benar bisa saja salah oleh orang lain.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Sikap cuek dan tidak mempedulikan orang lain merupakan ciri sikap individu. Orang yang tidak ingin memperhatikan orang lain merupakan orang yang sudah merasa dirinya paling benar dan tidak bisa menerima teguran dari orang lain. Itulah mengapa dalam elegi ini ditekankan untuk selalu berserah dan memiliki sikap rendah hati kepada sesama agar terhindar dari tarian lenggang

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Sikap tidak peduli, mementingkan diri sendiri, menghindari nasihat diungkapkan dalam tari lenggang. Menusia itu punya pilihan, dan bergantung pada hati dan pikirannya apa pilihan hidup yang diambil. Tari lenggang mengungkapaka opsi yang dipilih dari hidup yaitu ketidakpedualian.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menceritakan tentang Tarian Lenggang yang mana hanya mengintip saja semua saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakan dari yang lain.
    Karena Tarian Lenggang tidak melihat manfaat inovasi yang ditawarkan maka tari lenggang memiliki khasnya sendiri.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Tarian Lenggang menggambarkan suatu kehidupan yang dilingkupi oleh perasaan sombong dan acuh tak acuh terhadap orang lain. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab munculnya perasaan sombong. Jabatan dan kedudukan sering menjadikan diri seseorang menjadi sombong. Dirinya merasa sebagai orang penting dan merendahkan diri orang lain. Kesombongan sering kali tidak tahu cara menghargai orang lain. Orang lain derajatnya lebih rendah. Jabatan dan wewenangnya sering disalahgunakan. Berlimpahnya harta sering membuat manusia tertutup hati nuraninya. Menganggap apa saja bisa dibeli dengan hartanya. Mereka terkadang tidak tahu cara memanjakan anak dengan baik. Bahkan untuk kehidupan sehari-harinya selalu di nilai berdasarkan harta. Di lingkungan pendidikan pun tidak luput dari sifat sombong. Merasa dirinya pintar. Dia merendahkan kawan-kawannya di sekolah. Memisahkan diri dari orang yang menurut dia tidak selevel. Ciri-ciri orang baik hati dan mudah dilihat tidak nampak dalam pribadi orang yang sombong.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam merubah sifat, banyak cara yang bisa dilakukan. Cara menjadi pribadi yang baik dan dewasa harus dilakukan. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang baik dalam hidup ini. Semua bisa dirubah. Apalagi jika sudah ada niat dalam hati. Sebelum kita merubah sifat sombong, terlebih dahulu sadari sifat itu dalam diri kita. Kita tidak bisa menghilangkan sifat sombong tanpa tahu tipe kesombongan yang sering kita lakukan. Kita harus mengakui kekurangan yang terdapat dalam diri kita. Jika kita menyadari banyak kelemahan yang kita miliki. Niscaya kita tidak memiliki apa-apa untuk disombongkan. Ciri-ciri teman yang baik dan tulus selalu mengingatkan kita bahwa kita sedang bersikap sombong terhadap orang lain. Jika kita tidak mengetahui kekurangan kita. Kita bisa berkonsultasi dengan sahabat kita atau anggota keluarga kita. Karena dengan pendapat orang terdekat kita bisa memiliki info yang akurat. Cara menghilangkan sifat egois dalam diri yang penuh kesombongan adalah dengan menyadari perbuatannya.

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Tarian lenggang adalah bentuk ketidakpedulian seseorang kepada orang lain yang dia pikirkan hanyalah bagaimana dirinya saja tak peduli apakah yang dilakukan adalah suatu hal yang salah, buruk, sombong, tidak mengerti. Yang terpenting dalam kehidupanya adalah dirinya dan kepentingannya. dia melenggang dengan tenangnya tanpa peduli akan larangan agamanya dan pantang takut kepada Tuhannya. Duniawi yang dia pikirkan tanpa peduli akhirat. Sistem atau sesuatu yang sengaja diciptakan atau dikondisikan agar si pembuat tarian lenggang dapat bersembunyi di belakangnya, sehingga dia merasa nyaman dan tidak perlu mendengar kritis, saran dan nasehat orang lain. Sebenarnya jika kita ingin berkembang maka perlu juga untuk mendengar dan memperhatikan semua nasehat, saran, kritik dari orang lain untuk membangun diri yang lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    indonesia kaya akan budaya, salah satunya tarian. dan setiap tarian memiliki pesan-pesan tersendiri dari setiap gerakannya. ada sisi baik dan bur, dari sisi kebaikan kita selalu dibukakan hatinya akan keburukan namun terasa sulit saat kita berada pada zona keburukan. dari sini pentingnya sebuah nasihat agar kita selalu di ingatkan dalam ha kebaikan

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiada terpikir oleh saya sifat manusia dapat diumpamakan seperti tarian lenggang ini, sunggu hebat karya Prof dalam membuat elegi ini. Di dalam elegi ini saya melihat terdapat sifat baik dan tidak baik. Dua sifata ini adalah kontradiktif. Sifat baik ini akan terus menyadarkan orang lain agar kembali ke jalan yang benar. Namun sifat tidak baik selalu konsisten dengan ketidak baikannya, yang demikian haruslah kita hindari.

    ReplyDelete
  19. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Tari lenggang ini menggambarkan tentang sebuah sistem yang sengaja diciptakan atau dikondisikan agar seseorang tersebut dapat bersembunyi di belakangnya, sehingga dia merasa nyaman dan tidak perlu mendengar kritikkan, saran dan nasehat orang lain. Padahal jika kita ingin maju maka kita perlu untuk mendengar dan memperhatikan semua nasehat, saran, kritikkan orang lain untuk membangun diri kita menjadi yang lebih baik lagi. Semua itu dapat kita lakukan dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki dan dibarengi dengan keikhlasan hati menerimanya.

    ReplyDelete
  20. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tarian Lenggang dalam artikel ini mempunya arti bahwa semua didunia ini mempunyai lawannya atau sifat kontradiksinya. Jika semua yang didunia ini dapat dilihat dengan sudut pandang relative maka sebenar-benarnya rob lah yang mempunyai pandangan absolut tentang apa yang manusia lakukan, sehingga janganlah biarkan dirimu terluka oleh sifatmu sekarang karena tak kepedulainmu atas hal-hal yang benar asbsolut oleh p[andangan sang rob.

    ReplyDelete
  21. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Segala hal didunia ini diciptakan ada pasangannya yang merupakan kebalikannya atau kontrakdiksinya. Didalam elegi ini dikisahkan tarian lenggang yang mana tidak perduli dengan saran yang disampaikan, dia tetap konsisten dengan pendiriannya untuk mempertahankan apa yang dia yakini agar tidak tercampur dengan sifat-sifat lain.

    ReplyDelete
  22. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel ini dapat dipelajari bahwa segala sesuatu didunia ini memiliki kontradiksinya, jika ada sifat baik maka ada pula sifat buruk. Sebagai makhluk yang beriman, tentunya kita akan selalu menjalankan kebaikan-kebaikan didunia dan menjauhi keburukan-keburukan yang ada.

    ReplyDelete
  23. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tarian lenggang yang dimaksud dalam elegi ini menurut saya adalah penyakit hati atau korongan yang membuat seseorang melalaikan apa yang baik. Sehingga yang buruk dianggap baik, dan yang baik dinggap tidak ada manfaatnya. Itulah yang sebaiknya selalu kita perhatikan, pandai – pandailah membedakan mana yang baik da buruk dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  24. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam kehidupan Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani dan orang lain yang mengimentari. jadi jangan terlalu memusingkan apa yang menjadi komentar orang. karena mendengarkan apa komentar kita akan membuat kita mungkin down dan menjadi salah fokus akan tujuan kita. memang banyak rintangan dan tantangan yang menghadang atau bahkan sedang dilalui. jadi hidup harus tetap semangat.

    ReplyDelete
  25. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sifat positif pada elegi di atas antara lain peduli, jujur, ikhlas, moral, inovasi, dan sebagainya. Sedangkan sifat negatif antara lain korupsi, hati beku, sombong, dan sebagainya. Tarian lenggang adalah bentuk ketidak pedulian seseorang kepada orang lain yang dia pikirkan hanyalah bagaimana dirinya saja dan tak peduli apakah yang dilakukan adalah suatu hal yang salah, buruk, sombong, tidak mengerti. Menurut orang yang bertarian lenggang bahwa apa yang dia lakukan itulah yang benar karena sesuai dengan karakternya sendiri. Jika manusia memelihara tarian lenggangnya di muka bumi ini maka yang akan datang adalah sebuah malapetaka untuk dirinya sendiri dan juga orang lain karena ia yang tidak mau berlaku benar, tidak mencoba untuk mengerti, dan tidak mempengaruhi keilmuannya akan terlintas oleh zaman dan akan merusak kehidupan orang lain untuk keuntungannya sendiri, dan tentunya manusia yang mempertahankan kesalahan, keburukan, ketidak mengertianya akan menjadi orang yang sangat menjengkelkan

    ReplyDelete
  26. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap kebudayaan menyiratkan suatu makna dan pelajaran hidup. Setiap pemikiran seseorang yang tercermin dari tutur kata maupun perbuatan tidaklah terlepas dari penilaian dari orang lain, demikian kita juga kadang menjadi penilai dari tutur kata dan perbuatan orang lain, situasi demikian mencerminkan bahwa kehidupan memang berjalan demikian karena adanya interaksi sosial, sehingga kita pun harus membuka diri akan hal-hal yang hanya dapat kita ketahui dari orang lain tentang kita yang dapat membantu membangun pribadi kita menjadi lebih baik, demikian pula kita hendaknya kita menilai orang lain kita mampu memberikan pengaruh yang baik dengan sikap yang bijak dan cara yang tepat untuk membantu kehidupannya.

    ReplyDelete
  27. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi Tarian Lenggang”, kita harus melakukan inovasi dan jangan cepat merasa puas, selain itu kita harus sadar diri terhadap peranan. Jika kita seorang pelajar, maka kewajiban kita ya belajar. Jangan hanya belajar jika ada yang menyuruh atau hanya saat akan ulangan. Kita harus bisa memenejemen dan membagi waktu dengan baik sehingga apa yang kita lakukan akan bermanfaat.

    ReplyDelete
  28. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya rasa setiap individu memiliki cikal bakal untuk menjadi salah, buruk, tak mengerti, koruptor, tak peduli, sombong, hati beku, tak berinovasi. Namun, itu semua dapat dirubah, jika mamu menerima kritik dan saran, entah dari benar, baik, mengerti, jujur, peduli, ikhlas, moral, dan inovasi. Meski susak mendengarkan nasihat-nasihatnya, namun kita perlu membuka telinga, hati dan pikiran, terus belajar dan membaca, karena ketika mampu melakukannya, kita bisa berubah ke arah yang lebih baik disertai lingkungan kita.

    ReplyDelete
  29. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita sebagai makhluk yang berperan sebagai manusia tentunya memiliki sifat-sifat yang seperti di atas. Tentunya kita menginginkan agar kita memiliki sifat-sifat yang baik. Namun terkadang kita lalai sehingga melakukan hal-hal buruk. Alangkah baiknya kita selalu mengingat Allah SWT agar terhindar dari sifat-sifat yang buruk.

    ReplyDelete
  30. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Tarian lenggang adalah ketidakperdulian di dalam hidup, tidak perduli terhadap nasihat, kritik dan saran dari orang lain. Tidak dapat menerima yang baik,jujur,benar dan lurus. Semua akibat kesombongan serta penyakit di dalam hati. Ada baik pasti ada buruk, ada jujur pasti ada bohong, ada benar pasti juga ada salah. Tetapi kita bisa memilih jalan yang terbaik sesuai norma yang berlaku, karena pada hakekatnya manusia diajarkan kebaikan sejak kecil.

    ReplyDelete
  31. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Tarian lenggang menggambarkan suatu kegiatan acuh tak acuh/”masa bodoh” terhadap keadaan di sekitarnya. Dengan tari lenggang tersebut ia bisa menjadikan kepribadiannya. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakan berdialog secara ikhlas. Namun ketidakpeduliannya itu menjadikannya terus dalam keadaan disharmoni.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia pasti tak luput dari adanya kesalahan, karena setiap manusia memiliki kekurangan dan keterbatasan. Kesalahan tersebut kadang terjadi walaupun ian tahu apa hal yang dilakukan itu salah. Adanya peringatan dan nasehat kadang diabaikan sehingga kesalahanpun terjadi. Banyak manusia yang menganggap bahwa ukuran benar dan salah ialah relatif. Sebagai orang timur yang beragama, seharusnya kita mempunyai rasa malu kepada Allah karena melakukan banyak sekali perbuatan dosa.

    ReplyDelete