Feb 25, 2011

Elegi Tarian Lenggang




Oleh Marsigit

Benar:

Wahai salah, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja melakukan kesalahan. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Salah:
Biar anjing menggonggong kafilah berlalu. Bukankah itu kata-kata mutiara yang sangat bagus. Peduli amat aku memperhatikan dirimu. Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Benar salah itu kan relatif.

Baik:

Wahai buruk, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja melakukan hal-hal yang buruk. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Buruk:
Peduli amat aku memperhatikan dirimu. Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Baik buruk itu kan relatif.

Mengerti:

Wahai tak mengerti, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali dijelaskan tetap saja tidak mau mengerti. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Tak Mengerti:

Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Mengerti atau tak mengerti itu kan urusanku.

Jujur:
Wahai koruptor, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja melakukan kesalahan. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Koruptor:
Biar anjing menggonggong kafilah berlalu. Bukankah itu kata-kata mutiara yang sangat bagus. Peduli amat aku memperhatikan dirimu. Daripada hidup sekali tidak berkepribadian hanya dikarenakan memperhatikan omonganmu, lebih baik don’t care sajalah tetapi diriku tetap berkepribadian. Mana buktinya aku seorang koruptor?

Peduli:
Wahai tak peduli, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diperingatkan tetap saja tak peduli. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Tak Peduli:
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan atau bacaan. Sehingga dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh nasehat-nasehatmu.

Ikhlas:
Wahai sombong, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali diajak berdialog dengan ikhlas, tetap saja engkau beraku sombong. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Sombong:
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu berdialog secara ikhlas. Sehingga dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Memangnya aku tak mengerti semua celotehmu. DenganTarian Lenggangku aku bisa cukup hanya mengintip saja semua saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Gangsi rasanya menaggapi semua ucapan dan tulisanmu.

Moral:
Wahai para hati yang masih membeku. Kunjungilah orang-orang yang tak mau mengunjungimu. Bersilaturakhimlah kepada orang-orang yang tak mau bersilaturakhim kepadamu. Berbicaralah kepada orang-orang yang tak mau berbicara kepadamu. Maafkanlah orang-orang yang tak mau memaafkan dirimu.

Hati Beku:
Wahai moral, janganlah engkau hanya bisa menggurui diriku. Dengan Tarian Lenggangku maka aku bisa melihat bahwa dirimu juga tidak mampu melaksanakan semua ucapanmu itu.

Inovasi:
Wahai para tradisional, keterlaluan benar engkau itu. Sudah berkali-kali dikirim penataran tetap saja tidak mau melakukan inovasi. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa engkau berlaku demikian?

Tradisional:
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu berdialog secara ikhlas. Sehingga dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Memangnya aku tak mengerti semua celotehmu. DenganTarian Lenggangku aku bisa cukup hanya mengintip saja semua saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Dengan Tarian Lenggang aku tidak melihat manfaat inovasi itu. Tidaklah ada hubungan antara pelatihan dengan inovasi bagi diriku. Itulah Tarian Lenggang ku.

55 comments:

  1. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Segala hal didunia ini diciptakan ada pasangannya yang merupakan kebalikannya atau kontrakdiksinya. Didalam elegi ini dikisahkan tarian lenggang yang mana tidak perduli dengan saran yang disampaikan, dia tetap konsisten dengan pendiriannya untuk mempertahankan apa yang dia yakini agar tidak tercampur dengan sifat-sifat lain.

    ReplyDelete
  2. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel ini dapat dipelajari bahwa segala sesuatu didunia ini memiliki kontradiksinya, jika ada sifat baik maka ada pula sifat buruk. Sebagai makhluk yang beriman, tentunya kita akan selalu menjalankan kebaikan-kebaikan didunia dan menjauhi keburukan-keburukan yang ada.

    ReplyDelete
  3. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tarian lenggang yang dimaksud dalam elegi ini menurut saya adalah penyakit hati atau korongan yang membuat seseorang melalaikan apa yang baik. Sehingga yang buruk dianggap baik, dan yang baik dinggap tidak ada manfaatnya. Itulah yang sebaiknya selalu kita perhatikan, pandai – pandailah membedakan mana yang baik da buruk dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam kehidupan Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani dan orang lain yang mengimentari. jadi jangan terlalu memusingkan apa yang menjadi komentar orang. karena mendengarkan apa komentar kita akan membuat kita mungkin down dan menjadi salah fokus akan tujuan kita. memang banyak rintangan dan tantangan yang menghadang atau bahkan sedang dilalui. jadi hidup harus tetap semangat.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sifat positif pada elegi di atas antara lain peduli, jujur, ikhlas, moral, inovasi, dan sebagainya. Sedangkan sifat negatif antara lain korupsi, hati beku, sombong, dan sebagainya. Tarian lenggang adalah bentuk ketidak pedulian seseorang kepada orang lain yang dia pikirkan hanyalah bagaimana dirinya saja dan tak peduli apakah yang dilakukan adalah suatu hal yang salah, buruk, sombong, tidak mengerti. Menurut orang yang bertarian lenggang bahwa apa yang dia lakukan itulah yang benar karena sesuai dengan karakternya sendiri. Jika manusia memelihara tarian lenggangnya di muka bumi ini maka yang akan datang adalah sebuah malapetaka untuk dirinya sendiri dan juga orang lain karena ia yang tidak mau berlaku benar, tidak mencoba untuk mengerti, dan tidak mempengaruhi keilmuannya akan terlintas oleh zaman dan akan merusak kehidupan orang lain untuk keuntungannya sendiri, dan tentunya manusia yang mempertahankan kesalahan, keburukan, ketidak mengertianya akan menjadi orang yang sangat menjengkelkan

    ReplyDelete
  6. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Tarian lenggang menggambarkan suatu kegiatan acuh tak acuh/”masa bodoh” terhadap keadaan di sekitarnya. Dengan tari lenggang tersebut ia bisa menjadikan kepribadiannya. Tak peduli apakah itu saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakan berdialog secara ikhlas. Namun ketidakpeduliannya itu menjadikannya terus dalam keadaan disharmoni.

    ReplyDelete
  7. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia pasti tak luput dari adanya kesalahan, karena setiap manusia memiliki kekurangan dan keterbatasan. Kesalahan tersebut kadang terjadi walaupun ian tahu apa hal yang dilakukan itu salah. Adanya peringatan dan nasehat kadang diabaikan sehingga kesalahanpun terjadi. Banyak manusia yang menganggap bahwa ukuran benar dan salah ialah relatif. Sebagai orang timur yang beragama, seharusnya kita mempunyai rasa malu kepada Allah karena melakukan banyak sekali perbuatan dosa.

    ReplyDelete
  8. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, pernah melakukan hal buruk, akan tetapi jika kesalahan yang sama diulangi secara terus menerus, itu artinya manusia tersebut sudah tersesat dan terlanjur salah. Seseorang yang sudah berada dijalan yang salah biasanya membenarkan apa yang salah, mengatakan hal baik kepada sesuatu hal yang buruk, membenarkan korupsi dan sebagainya. Elegi tarian lenggang menjelaskan tentang sikap ketidakpedulian kepada nasihat, saran, kritik yang membangun dan juga peringatan-peringatan lain yang bertujuan untuk memperbaiki sikap dan perbuatan seseorang.

    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Elegi Tarian Lenggang ini menjelaskan berbagai macam sifat dari manusia. Baik dan buruk, benar dan salah, jujur, dan sebagainya. Seseorang tidak akan terlepas dari sifat tersebut. Sepertilah hidup. Hidup adalah pilihan. Diri kita sendiri yang akan menentukan bagaimana hidup ini. Jika kita berbuat salah, maka akui lah. Jangan merubah kesalahan tersebut menjadi suatu kebenaran yang membohongi orang lain. Jangan pula seperti penciptaan tarian Lenggeng yang tidak mau memperdulikan nasehat, saran, maupun ajakan untuk berbuat lebih baik. Ketika sudah terjerumus, maka akan lebih terjerumus lagi kita dalam keburukan ketika tidak mendengarkan orang lain untuk menuju kebaikan.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Tarian lenggang tidak lain dan tidak bukan adalah kesombongan dan kerasnya hati hingga menutup diri dari berbagai nasihat dan masukan yang diberikan. Maka dari itu sebagai seorang manusia kita harus berusaha menghapus kesombongan, kita harus berusaha melunakkan hati kita agar mau mendengarkan nasihat yang diberikan orang lain. Maka upaya yang dapat kita lakukan agar terhindar dari tarian lenggang adalah dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Semoga kita senantiasa dilembutkan hatinya dan dijauhkan dari kesombongan agar terhindar dari tarian lenggang dan mau mendengarkan segala nasihat yang membangun diri kita. Amin.

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pendapat saya, "tarian lenggang" pada elegi ini saya lihat sebagai sifat yang sesungguhnya dibuat-buat oleh si pemiliknya, yaitu manusia. Bisa saja dikatakan sebagai sifat yang munafik. Lantas apa alasannya? karena sesungguhnya beberapa aspek yang dimunculkan dalam elegi ini mencerminkan keadaan sesungguhnya dalam kehidupan kita, di mana sebenarnya kita mengetahui kesalahan yang kita perbuat, tapi dengan sengaja kita tetap bertahan pada kesalahan tersebut.

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Bismillah
    Berdasarkan 'Elegi Tarian Lenggang' bahwa kita harus melakukan inovasi dan jangan cepat merasa puas, selain itu kita harus sadar diri terhadap peranan ini. Jika kita seorang pelajar, maka kewajiban kita ya belajar. Jangan hanya belajar jika ada yang menyuruh atau hanya saat akan ulangan. Kita harus bisa memenejemen dan membagi waktu dengan baik sehingga apa yang kita lakukan akan bermanfaat. Gunakan waktu lenggangmu sebelum datang masa sibukmu. Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Teman yang baik adalah teman yang mau mengigatkan kesalahan temannya. Orang yang belum mampu mengaplikasikan suatu ilmu secara maksimal pada dirinya bukan berarti ia tidak boleh menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Dan apa yang disampaikan orang lain baik itu ilmu maupun penilaian harusnya tidak ditutupi dengan tarian lenggang. Tarian lenggang malah membuat seseorang bersikap acuh terhadap kesalahan sendiri. Semoga kita dijauhkan dari pemikiran untuk menciptakan tarian lenggang dan mari kita menerima kritik dengan terbuka sebagai sarana membangun diri lebih baik ke depannya.

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Elegi tarian lenggang ini menggambarkan seseorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Yang dipikirkan hanyalah aku aku dan aku. Ia menutup mata pada kenyataan yang telah dia perbuat dan menutup telinga terhadap nasehat-nasehat yang diberikan oleh orang lain untuk dirinya. Ia tidak peduli akan nasehat, saran dan kritik yang diberikan orang lain. Terkadang kita perlu untuk mendengarkan nasehat, saran dan kritikan dari orang lain karena sebagai manusia, kita pasti pernah melakukan kesalahan. Dengan mendengarkan orang lain, kita dapat mengintrospeksi diri agar menjadi manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  15. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Setiap orang memiliki pribadi yang berbeda, karena pada hakikatnya manusia memang beragam. Refleksi dari elegi ini adalah apabila seseorang tidak berpikir fleksibel atau dia tidak menyukai adanya peubahan walaupun perubahan itu berarti positif dia tidak akan mau untuk menerapkan atau membuat inovasi baru walaupun telah diberikan nasihat, saran, tulisan, pelatihan, penataran.Hal tersebut dikarenakan dia telah mengunci dan telah membuat kenyamanan pada diri sendiri sehingga dapat dikatakan orang tersebut egois dan tidak mau susah sendiri. Dalam pembelajaran hal tersebut nampak pada guru yang telah nyaman pada pembelajaran yang mengharuskan pada student center, tetapi guru tersebut telah terbiasa pada teacher center. Menurut guru tersebut teacher center merupakan yang paling baik dengan berbagai alasannya seperti waktu lebih efisien, akan adanya pengetahuan satu arah, dan keadaan kelas lebih terkondisi. Tetapi apabila guru tersebut tidak telena dengan kenyamanan tari lenggangnya, guru tersebut akan mengetahu bahwa student center lebih efekti dan akan menghasilkan pembelajaran yang bermkna

    ReplyDelete
  16. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, pesan tersirat dari elegi di atas ialah tentang prinsip hidup yang dipegang kuat. Menjadi seseorang yang memliki prinsip hidup yang dipegang kuat adalah hal yang baik, karena itu menunjukan bahwa seseorang tersebut mempunyai pendirian yang teguh. Akan tetapi, akan menjadi tidak baik jika prinsip hidup yang dipegang teguh tersebut ialah prinsip hidup yang kontradiksi dengan norma yang ada di kehidupan. Sehingga, seseorang yang mempunyai prinsip hidup yang dipegang teguh, dan prinsip hidup tersebut tidak sesuai dengan norma yang ada dimasyarakat, hendaknya seseorang tersebut bisa menerima dengan lapang dada masukan atau nasihat dari orang lain untuk mengubah prinsip hidup tersebut. Dalam hidup, kita boleh-boleh saja mempunyai tekad untuk tidak memperdulikan perkataan orang lain terhadap kita, seperti istilah pada postingan di atas "biar anjing menggonggong kafilah berlalu". Hal itu berlaku jika perkataan orang-orang tersebut tidak membawa dampak baik bagi diri kita. Tetapi jika perkataan orang tersebut berupa nasihat karena prinsip hidup kita yang salah sehingga menyebabkan kita menjadi sombong, korupsi, tidak peduli, dan sikap-sikap buruk yang lainnya, maka hendaknya kita menerima dan mendengarkan, serta menjadikan hal itu sebagai pijakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  17. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Tarian lenggang dianalogikan sebagai wujud ketidakpedulian manusia. Seseorang yang tidak peduli terhadap kritik, saran, dan nasihat dari orang lain. Menurut orang yang bertarian lenggang, apa yang dia lakukan itulah yang benar karena sesuai dengan karakternya sendiri. Seseorang seringkali mengerti tentang kesalahan dan keburukannya, tetapi cenderung enggan meninggalkannya, terlebih untuk memperbaikinya. Padahal apa yang ia pertahankan itu bisa saja menjadi sebuah malapetaka untuk dirinya sendiri dan juga orang lain. Kritik, saran, dan nasihat dari orang lain memang dapat bermacam-macam. Pada dasarnya kritik dan saran bertujuan untuk membawa kebaikan, semua itu tergantung pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Tarian Lenggang, elegi ini secara garis besar menjelaskan mengenai salah satu sifat manusia yang menutup diri dari pengaruh dunia luar (diluar dirinya), walaupun pengaruh dunia luar dapat membangun kepribadiannya sehingga menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, dari cerita ini saya belajar bahwa manusia itu tempatnya sifat salah, benar, sombong, ikhlas, baik, buruk dan lainya. Untuk itu kita harus membuka diri untuk menerima kritik dan saran dari luar dengan selektif, sehingga kita dapat membangun kepribadiaan yang lebih baih. Terima kasih.

    ReplyDelete
  19. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap orang memiliki padangan yang berbeda, dan terkadang pandangan tersebut dijadikan patokan kebenaran untuk menilai orang lain. Standar kebenaran itulah yang terkadang membuat tembok pemisah tercipta untuk memisahkan diri dari lingkungan yang diaggapnya tak sejalan. Orang yang mengganggap dirinya benar mempunyai kecenderungan untuk memberitahu orang yang ia anggap salah mengenai kesalahannya. Orang yang mengganggap dirinya salah mempunyai kecenderungan untuk menutup diri dari pembenaran orang-orang yang menganggap dirinya benar karena cara penyampaian mereka yang dianggap kurang menyenangkan.
    Pada akhirnya, benar dan salah, baik dan buruk memang hanya masalah perspektif.

    ReplyDelete
  20. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi ini menceritakan bahwa bwnar salah, baik buruk itu relatif. Tergantung sudut pandang olah fikir manusai, dan tergantung dengan ruang dan waktu. Namun jika diberi masukan atau masehat hendakny kita mendengarkan dahulu, lalu mencerna apa yang dinasehati itu. Jika nasehat itu baik dan demi kebaikan maka janganlah kita acuh seperti yang di lambangkan dengan tarian lenggang. Tarian ini melambangkan bahwa seseorang yang acuh, tidak perduli atas masukan orang lain. KIta memang bagus jika punya prinsip yang kuat, tapi bukan berarti kita tidak menerima masukan dari orang lain. Masukan itu perlu, demi membangun dan demi kemajuan diri kita sendiri. Jadi jika ada masukan dari orang lain, hendaknya dipikirkan dulu nasehatnya, ambil hal baiknya untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setelah mencoba memahami elegi ini, mohon ijin untuk menyampaikan pendapat menurut sudut pandang saya. Namun, sebelumnya mohon maaf jika penafsiran saya terhadap tari lenggang belum tepat nantinya. Menurut sepemahaman saya setelah membaca elegi ini, tari lenggang menggambarkan wujud kesombongan yang mengacuhkan dan tidak mempedulikan nasihat, saran, tulisan, dan omongan orang lain. Tarian lenggang juga merupakan wujud kesombongan yang menganggap dirinyalah yang paling benar, dan tanpa bantuan orang lain pun ia merasa bahwa dirinya sudah mampu melakukan apa yang ia mau. Tarian lenggang ini merupakan gambaran pandangan tradisional yang tidak mau menerima adanya inovasi yang sebenarnya memiliki nilai kebaikan didalamnya. Sikap seperti ini tentu tidak boleh kita lakukan, terlebih dalam kaitannya dengan menuntut ilmu. Pasalnya, dalam proses menuntut ilmu sebaiknya kita memposisikan diri layaknya gelas kosong, sehingga apa yang kita pelajari dapat masuk dalam pikiran. Selain itu agar menjadi sesuatu yang berkah, sudah seharusnya kita menuntut ilmu dengan berlandaskan keikhlasan hati dan pikiran, serta menjauhi sifat somboong.

    ReplyDelete
  22. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Elegi Tarian Lenggang ini menurut pendapat saya memiliki beberapa pesan tersirat diantaranya yaitu tentang keteguhan prinsip, kesombongan, dan kepedulian. Orang-orang yang memiliki prinsip yang teguh itu baik. Dia bisa mempertahan dirinya dari kegiatan-kegiatan diluar prinsipnya sehingga dia bisa menjalani hidupnya sesuai dengan tujuannya. Namun, dengan prinsip yang teguh bukan berarti bahwa pendapatnya itu yang benar dan pendapat orang lain kurang benar, hingga akhirnya sifat sombong dan merasa paling benar memenuhi dirinya. Semoga kita bukan golongan orang-orang seperti itu. Kemudian pesan yang lainnya yaitu kepedulian, Saya tidak tahu dengan pasti definisi peduli itu seperti apa. Namun menurut saya peduli itu adalah perasaan yang tidak menginginkan orang yang dekat dengan kita sedih, terluka, ataupun rugi dan merasa kesulitan dalam menjalani hidup. Peduli bisa diperlihatkan dengan tingkah laku atau ucapan seseorang.

    ReplyDelete
  23. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi tarian lenggang ini elegi yang sangat menarik. Ia akan melenggangkan apa saja, meski perbuatan itu buruk dan merugikan sekitarnya. Seseorang dengan tarian lenggangnya seolah ‘menutup kuping’ akan nasihat-nasihat, teguran, pesan, dari orang-orang disekitarnya. Koruptor akan terus menjadi koruptor, walau sudah diperingatkan berkali-kali. Bandar narkoba, masih saja melakukan transaksi narkoba walau sudah di penjara. Mereka tetap melenggangkan segalanya, seolah dunia ini surga, tiada penghalang, dan rintangannya.

    ReplyDelete
  24. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi tarian lenggang ini menunjukkan seseorang yang tidak perduli dengan orang lain, seolah dia hanya ingin hidup sesuai dengan keinginannya sendiri. Padahal sebagai manusia, kita ditakdirkan menjadi makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Oleh karena itu, kita diharapkan tidak semena-mena ataupun tidak perduli terhadap orang lain. Mungkin kita bisa mengguanakan cara yang lebih baik agar kita tidak memutus silaturahmi.

    ReplyDelete
  25. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Tarian lenggang yang dimaksud dalam bacaan tersebut menurut saya adalah menutup diri atau membatasi saran, masukan, ajakan yang berasal dari luar demi mempertahankan apa yang telah dilakukannya dan dianggapnya benar atau bahkan dianggap sebagai jati dirinya. Sehingga dengan tarian lenggang seseorang menganggap bahwa saran, ajakan yang berasal dari luar adalah tidak baik bagi dirinya. Salah satu contoh, seorang guru yang mengajar tradisional kemudian diberikan pelatihan dan seminar tentang pembelajaran inovatif, guru tersebut hanya sekedar mengiyakan saja tentang belajar inovatif tetapi enggan menerima dan menerapkan pembelajaran inovatif karena menurutnya pembelajaran yang digunakan selama ini sudah cukup.

    ReplyDelete
  26. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Dari elegi tarian lenggang ini seperti seolah-olah menggambarkan seseorang yang mencoba membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar. maka dengan itu kita juga seharusnya bisa menjadi seperti itu, menghindarkan diri dari hal-hal yang bersifat kemunafikan ,kesombongan, ketidak pedulian, dan hal-hal lainnya yang bisa merusak hati dan menghancurkan kepribadian kita.

    ReplyDelete
  27. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Dengan membaca tulisan di atas , teringah sebuat kata-kata jawa bahwa “uripli sawang sinawang”. Para subyek yang melakukan percakapan diatas membawa karakternya masing-masing, hal ini sama seperti manusia yakni lahir dengan sifat dan karakter masing-masing yang unik dan lingkunganlah yang memberikan pengauh sehingga bisa daja karakter orang berubah sejalan bertambahnya usia. Membaca tulisan diatas pula memberikan pelajaran bahwa hiduplah dengan cara dan gaya mu sendiri dengan tidak mengenyampingkan aturan-aturan Allah dan hiraukan omongan-omongan yang dapat menjatuhkan mental karena hal itu tidak membangun. Terim kasih

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof atas ilmu yang telah diberikan. Ini sangat inspiratif dan menggugah hati. Menurut saya, orang lain juga berperan dalam segala hal dalam hidup kita. Hal-hal yang baik dari orang lain dapat dijadikan sebagai pacuan dalam melakukan kebaikan dan dijadikan sebagai motivasi. Namun, hal-hal yang buruk dapat pula dihiraukan. Menerima kritikan yang membangun sangatlah baik. Jika mendapatkan kritikan yang menurut kita tidak begitu memiliki manfaat dapat diabaikan. Sebaliknya, orang-orang yang setia untuk mengingatkan kita pada arah kebaikan adalah orang-orang yang sebaiknya didekati. Mereka pula yang akan mengajak kita menuju jalan kebaikan yang diniatkan karena Allah semata. Penting juga untuk menguatkan hati dan keyakinan pada Allah.

    ReplyDelete
  29. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    awal membaca judul saya bertanya apa itu tarian langgan karena dari elegi di atas dapat disimpulkan mengenai sesuatu yang berkebalikan saja. Dari elegi tersebut Benar salah, baik buruk, mengerti tidak mengerti, jujur tidak jujur, peduli tidak peduli adalah hal yang berlawanan yang memang saling bersandingan. Mereka berdua ada di dunia sebagai pelengkap dan ujiannya di dunia. Yang satu baik ada yang satu buruk ini ada agar tau yang mana yang baik dan mana yang buruk agar dapat memilih mana yang baik mana yang buruk. Dikatakan dunia ini serba ada namun tergantung bagaimana kita memilih. Tentunya kita memilih yang terbaik untuk hidup kita, maka meminta petunjuk dari Yang Maha Esa adalah menjadi penting.

    ReplyDelete
  30. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan yang menarik diatas. Saya menjadi tahu bahwa tarian lenggang diciptakan dengan niat dan misi seperti yang disebutkan diatas. Ketika hati nurani berkata baik dan ingin melakukan segala sesuatu nya dengan baik maka akan ada antek-antek syetan yang selalu membersamainya, sehingga potensi keburukan dan kebathilan itu akan selalu ada. Ketika hati telah dikuasai dengan segala yang buruk, maka tarian lenggang mengibaratkan bahwa dirinya itu konsisten, tidak peduli dengan hinaan, celotehan, nasehat, kritik, dan juga saran dari orang lain, dari pihak lain, dari pengaruh lain. Itulah perangai buruk yang harus kita hindarkan, prinsip tarian lenggang ini kita patut dicontoh karena segala masukan yang ada tidak ia hiraukan, hanya menar saja terus menerus seakan-akan membuat orang lain disekitarnya akan merasa kesal dan sebal saat memberi masukan dan nasehat kepadanya. Tentunya kita kita boleh seperti itu, haruslah kita mampu membedakan mana yang baik dan buruk serta selalu minta diiringi doa dan meminta petunjuk kepada Allah swt, amin. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  31. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Tarian lenggang ini mengajarkan kita untuk salin bersosialisasi dan saling berinteraksi dengan orang lain. kita sebagai manusi sosial pastinya tidak dapat hidup sendiri. jika kita tak bisa bersosialisasi dengan orang lain maka kita akan di kucilkan dalam masyarakat dan akan terbelenggu dalam dunia kita sendiri.

    ReplyDelete
  32. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Manusia itu sangat terbatas kemampuannya, banyak sekali ranah yang tidak dapat manusia jangkau. Sesungguhnya manusia tidak dapat menjangkau hati, karena hati adalah ranah bagi tuhan. Tiada seorangpun yang mampu menggoyahkan hati manusia. Pada praktiknya dalam dunia pendidikan banyak guru yang tidak dapat mengubah anak muridnya kearah yang baik. Ini bukan lah semata-mata kesalahan metode atau kesalahan guru, karena memang itu semua di luar kemampuan seorang manusia. yang dapat manusia lakukan hanyalah memberi tahu, menasehati, dan berdoa agar orang lain dapat berubah. Karena itu semua di wilayah tuhan maka, sebagai manusia kita harus selalu berdoa, mengingat tiadalah daya dan upaya kita jika tuhan melarang. Marilah kita selalu berdoa agar tuhan selalu menolong kita. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  33. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Anjing menggonggong kafilah berlalu yang berarti membiarkan orang lain berbicara menggunjingkan apa yang kita lakukan dan tidak kita hiraukan. Jika menggunakan peribahasa tersebut tepat pada ruang dan waktunya, tentunya maksud peribahasa tersebut jika kita berbuat suatu kebenaran, dan perbuatan benar kita dicemooh atau di perbicarakan buruk oleh orang lain, barulah hal tersebut tidak usah kita hiarukan. Tetapi, jika hal yang kita lakukan adalah hal yang buruk, bahkan sampai merugikan banyak orang ( korupsi, sombong, tidak ikhlas,hati yang beku, dll), dan kita diingatkan oleh orang lain, kita tidak bisa lenggang kangkung (bahasa jawa cirebon) saja dengan nasehat atau saran yang disampaikan orang tersebut, karena saran dan nasehat itulah yang akan membantu kita membentuk kepribadian yang baik.

    ReplyDelete
  34. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Elegi di atas menggambarkan tentang prinsip hidup dan kemantapan hati seseorang . Dalam melakuan sesuatu, bingung di dalam pikiran adalah hal yang biasa, tetapi jangan sekali muncul rasa keraguan dalam hati. Karena ketika kita ragu-ragu dalam hati berarti itu adalah godaan setan. Pada elegi ini, maksud dari keluwesan adalah hati yang ikhlas. Keteguhan hati itu didapatkan dari hati yang ikhlas. Oleh karena itu dalam melakukan segala sesuatu sebaiknya dengan keteguhan hati dan ikhlas dalam hati agar dapat bermanfaat bagi diri kita bahkan bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  35. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb tulisan di atas mensimbolisasikan tarian lenggang sebagai simbol tradisionil dan konservatif, yang seolah-olah mengabaikan segala jenis masukan sehingga menghambat inovasi-inovasi dalam kebudayaan. inovasi menempatkan dirinya sebagai simbol modernitas. benturan antara modernitas dan tradisionil adalah benturan yang terjadi dalam setiap fase sejarah. namun, baik tradisionil maupun modern memiliki nilai-nilai nya masing-masing. tugas kita sebagai kaum terpelajar adalah untuk menerima segala hal positif dari dunia modern dan mempertahankan warisan-warisan pistotif dari masa lampau. sedangkan hal-hal negatif dari kedua aspek tersebut wajib kita buang ke dalam tong sampah sejarah. dalam hal ini kita harus menjadi generasi yang think globally act locally.

    ReplyDelete
  36. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi tarian lengang ini menceritakan bagaimana setiap sosok angkuh yang tidak mau untuk berbenah diri. Selalu mengunggulkan hal negative yang cenderung untuk menrutup diri dan menolak perubahan kearah positif. Maka tidak seharusnya manusia melenggang menghiraukan perubahan yang positif, manusia harus selalu belajar untuk tidak membekukan hatinya, belajar tentang baik buruk, mengerti satu sama lain, jujur dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  37. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Tarian lenggang disini diciptakan oleh para mitos untuk melenggak-lenggok agar bisa menghindari nasehat, masukan, tulisan, saran atau bacaan yang ditujukan untuk merubah kondisi. Dengan tarian ini mereka bisa pura-pura tidak mendengar atau menghiraukan nasehat-nasehat yang ada. malah asyik dengan dunianya sendiri.

    ReplyDelete
  38. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi di atas, tarian lenggang diibaratkan sebagai sifat angkunhnya seseorang untuk tidak menerima inovasi. Kepribadian seseorang jika seperti demikian akan menyesal apabila ia tidak mencapai sesuatu yang diinginkannya. Jika seseorang masih berpegang pada tarian lenggangnya maka orang tersebut akan sulit menerima kritik, saran dan masukan dari orang lain untuk dirinya. Padahal manusia hidup dengan segala keterbatasannya, maka sudah sepatutnya berlapang dada menerima sesuatu hal yang membangun dirinya.

    ReplyDelete
  39. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Tarian lenggang merupakan suatu hakikat yang mencerminkan bahwa manusia dapat memahami dirinya sendiri dengan cara mengerti apa yang seharusnya dan tidak seharusnya ia lakukan. Dengan begitu kita mam[u menguasai dunia ini, bukan sebaliknya dunia yang mengusai diri kita.

    ReplyDelete
  40. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Banyak pilihan dalam kehidupan ini. Ada banyak jalan lurus dan berliku. Apa yang dilakukan manusia dalam memilih jalan berasal dari sifat dan sikap manusia. Dengan ilmu manusia menggunakan akalnya dan hatinya dalam memilih jalan yang terbaik dari yang baik untuk kehidupannya. jalan yang terbaik menurut manusia belum tentu jalan yang terbaik bagi manusia menurut Allah SWT. Manusia hanya bisa berusaha untuk memilih jalan yang terbaik untuknya tetapi tetap Allah lah yang akan menentukan mana jalan yang akan kita ambil.

    ReplyDelete
  41. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Di Indonesia terdapat banyak adat budaya contohnya tarian tradisional. Tarian tradisional adalah hasil dari cipta karsa dan karya yang menggabungkan semua gerakan dan mengandung makna tertentu. Karakter tari lenggang lebih banyak menggunakan bentuk-bentuk gerak yang lincah. Terkadang, seperti yang tidak bisa mengambil keputusan, gerakan tari ini menunjukan bagaimana ia bergerak pada satu sisi ke sisi lain.

    ReplyDelete
  42. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Sikap tidak peduli, mementingkan diri sendiri, menghindari nasihat diungkapkan dalam tari lenggang. Menusia itu punya pilihan, dan bergantung pada hati dan pikirannya apa pilihan hidup yang diambil. Tari lenggang mengungkapaka opsi yang dipilih dari hidup yaitu ketidakpedualian.

    ReplyDelete
  43. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Tarian lenggang mengibaratkan suatu cara yang dilakukan seseorang dimana untuk menjaga pribadinya yang selalu menganggap bahwa dirinya selalu benar, selalu bisa melakukan sesuatu, tidak ingin seseorang melebihinya, selalu mengerti, tidak mau mendengarkan orang lain meskipun ia tau bahwa dirinya salah. Padahal hal-hal tersebut sarat akan kesombongan, dan kesombongan akan membawa manusia pada hal-hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  44. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam elegi tarian lenggang ini memiliki makna agar manusia itu tidak boleh memiliki sifat sombong, angkuh, tidak mau menerima saran dan kritik dari orang lain,serta menganggap bahwa dirinya paling benar. Padahal bisa jadi kritik dan saran itu dapat membantu kita menjadi manusia yang lebih baik. Manusia diciptakan tidak lepas dari namanya kekurangan, keterbatasan, maupun ketidaksempurnaan. Oleh karenanya manusia hanya bisa sabar, tawakal, dan ikhlas dalam menghadapi segala cobaan, karena sejatinya janji Allah swt itu pasti. Semua makhluk termasuk manusia akan menerima ganjaran sesuai apa yang telah diperbuatnya. Maka tidak pantas jika manusia berlaku sombong.

    ReplyDelete
  45. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Langgeng memiliki arti awet. Jadi tarian langgeng ini dimaksudkan agar ciri khas atau kepribadian tetap terus terjaga dan terusik oleh perkembangan zaman. Tarian lenggang ini sebagai simbol tradisionil dan konservatif, yang mengabaikan segala jenis masukan, saran, atau nasehat sehingga menghambat inovasi-inovasi dalam kebudayaan. Semua itu hanya dijadikan bahan yang cukup diketahui saja tanpa menindaklanjutinya. Sehingga tidak terkontaminasi dengan dunia luar.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  46. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tarian lenggang menjadi gap yang terjadi antara kondisi satu dengan kondisi lawannya. Misalnya antara kondisi inovasi dan kondisi tradisional, diantara dua kondisi ini lenggang beridri disitu sehingga menyebabkan hilangnya titik temu.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tarian lenggang berarti kondisi mlipir dari saran, kritik, nasihat dari orang lain. Artinya dalam melakukan segala hal seseorang tidak mau menerima masukan dengan dalih apa yang dilakukannya itu baik padahal menurut orang lain buruk. Orang itu seolah tutup mata dan menggunakan berbagai macam pembenaran supaya perbuatannya dianggap benar. Jika ada yang menyalahkan, maka akan berdalih bahwa kesalahan itu relatif.

    ReplyDelete
  48. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menurut saya, tarian Lenggang diartikan sebagai ungkapan yang tidak peduli dengan saran, nasehat, tulisan, bacaan, perubahan, sehingga tarian Lenggang mengungkap kesempurnaan yang tidak peduli dengan apa yang ada disekitarnya. Hanya orang sombong yang berpikir bahwa dia sempurna tanpa kekurangan.

    ReplyDelete
  49. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Saat ini banyak yang memiliki hati yang keras. Mereka tidak pernah mau mendengarkan nasehat, masukan, kritikan, dan saran dari orang lain. Mereka adalah manusia yang menganggap apa yang mereka ketahui dan lakukan adalah yang paling benar dan tidak memerlukan masukan dari orang lain. Manusia yang sombong akan apa yang dimilkinya merupakan manusia yang paling merugi.

    ReplyDelete
  50. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tarian lenggang menggambarkan ketidakpedulian seseorang kepada sesamanya. yang dia pikirkan hanya dirinya sendiri dan mementingkan ego nya sendiri. Hal tersebut sangatlah berbahaya, karena apa yang kita lakukan akan berbalik kepada kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  51. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    jangan menjadi seseorang yang ingin benarnya sendiri atau mau menang sendiri karena itu dapat merusak hubungan dan kehidupan orang lain. Pada akhirnya bagaimana kita memperlakukan orang lain, begitu jugalah orang lain akan memperlakukan kita. Maka perlakukan orang lain sebaik mungkin.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  52. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi ini menggambarkan bagaimana sifat angkuh manusia. Angkuh adalah ketika manusia tidak menghiraukan pendapat orang lain, yang dipedulikannya hanya dirinya sendiri, Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  53. Adanya tarian lenggang akan menutup semua pintu inovasi atau pembaruan atau perbaikan, karena ia sudah tidak mau terima dengan saran, masukan, pendapat, bentuk komunikasi orang lain. Sehingga akhirnya pun ia hanya akan terjebak di dalam ke tradisional. Karena tarian lenggang lah yang membuat pbm mtk masih berisifat tradisional.

    ReplyDelete
  54. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tarian lenggang diumpamakan sebagai jaminan kepribadian sebagai saran untuk menutupi hal-hal ramai dari luar diri pribadi seperti saran, nasihat, tulisan, bacaan atau ajakan. Tarian lenggang ini seolah-olah mengabaikan segala jenis masukan sehingga menghambat inovasi.

    ReplyDelete
  55. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi diatas mensimboliskan tarian lenggang, yang diciptakan untuk seolah-olah mengabaikan segala jenis masukan seperti saran, nasehat, tulisan, bacaan, atau ajakan untuk berdialog dengan ikhlas. Sehingga seakan-akan angkuh terhadap inovasi yang ada serta menganggap dirinya sendiri yang paling benar, sehingga akan terdapat penyesal-penyasalan kelak serta akan mebawa kedalam kesengsaraan hidup.

    ReplyDelete