Feb 26, 2011

Elegi Menggapai Ontologi dan Epistemologi Jawa: Mengerti Hidup?




Oleh Marsigit


Ada paling tidak 3 (tiga) kekuatan/manfaat filsafat yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan dimensi hidup manusia Jawa/Indonesia/Timur.

Pertama, kesadaran akan RUANG dan WAKTU.

Banyak permasalahan hidup terjadi dikarenakan manusia kurang atau tidak memahami masalah dimensi ruang dan waktu. Banyak cara ditempuh agar kita memahami ruang dan waktu; tiap bangsa, tiap suku dan tiap Agama mempunyai caranya masing-masing. Orang yang tidak menyadari akan ruang dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Kala, yaitu sifat-sifat buruknya sang Batara Kala. Sedangkan orang yang telah mempunyai kesadaran tentang ruang dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Cakra, yaitu waktunya Sang Khrisna. Orang Jawa yang belum menyadari akan ruang dan waktu maka dia perlu diruwat, dengan cara menggelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Puncak acaranya adalah pertempuran antara Batara Kala dengan Sri Batara Khrisna, yang kemudian dimenangkan oleh Batara Khrisna dengan senjata Cakra nya, artinya Buruk Waktu dikalahkan oleh Baik Waktu. Itulah betapa orang Jawa/Indonesia/bangsa Timur menganggap pentingnya kesadaran tentang RUANG dan WAKTU. Sebetulnya, ruang dan waktu adalah hidup itu sendiri, dengan menyadarinya maka dia akan menyadari hidupnya. Jadi dapat dikatakan bahwa mempelajari filsafat adalah meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu.

Kedua, analisis yang bersifat INTENSIF dan EKSTENSIF.

Berpikir intensif yaitu berpikir secara dalam sedalam-dalamnya; dan berpikir ekstensif adalah berpikir luas seluas-luasnya. Kedua kegiatan berpikir itu akan mampu memberi jawaban ontologis persoalan hidup manusia. Berpikir intensif akan menyoroti hakekat sesuatu dengan sinar terang 1000 watt; sehingga tidak ada satupun yang mampu bersembunyi karenanya. Semua tanpa kecuali akan terungkap tidak ada yang tersisa. Dengan berpikir ekstensif, manusia akan terhindar dari berpikir parsial, sehingga akan memperoleh keseluruhan dalam kesatuan dan kesatuan dalam keseluruhan. Dalam perwayangan, berpikir intensif dan ekstensif ini digambarkan sebagai Senjata Kaca Paesan dari Sang Bathara Krisna. Maka Batara Khrisna dapat mengetahui rencana-rencana buruk dan jahat dari para Kurawa, mengetahui siluman dan mengetahui para bajulbarat, tek-tekan prajuritnya Batara Kala. Kaca Paesan itu pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh orang-orang ikhlas Pandawa Lima. Demikianlah, maka pemikiran yang mendalam dan luas dapat memberi rasa keikhlasan bagi para subyek pikirnya. Maka mempelajari filsafat dapat dikatakan usaha manusia untuk menuntut ilmu.

Ketiga, selalu berusaha menggapai LOGOS dan menggapai BUKAN MITOS.

Maka musuh sebenarnya bagi orang berfilsafat adalah berhentinya pikiran kritis atau keadaan mitos. Mitos tidak berada dimana-mana kecuali siap bercokol dalam diri kita sendiri. Jika kita sudang merasa mencapai jelas atau terang kemudian kita enggan untuk memeikirkannya kembali, maka mitos siap menerkam kita. Dalam perwayangan, ini digambarkan sebagai Senjata Kembang Cangkok Wijaya Kusuma dari Sri Khrisna, yaitu dapat menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Orang yang enggan berpikir digambarkan orang sakit yang perlu dinaungi Kembang Cangkok Wijaya Kusuma, demikian pula orang yang tidak mau berpikir digambarkan sebagai orang yang mati. Maka mempelajari filsafat dapat dikatakan usaha manusia agar tetap hidup dan lebih hidup.


Itulah makna kiasan dari ajaran-ajaran Jawa/Indonesia/Timur yang penuh dengan metapora yaitu ajaran-ajaran tersembunyi, agar memang manusia itu perlu memikirkannya.

Demikian semoga bermanfaat. Amiiin.

57 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi menggapai ontologi dan epistemologi jawa: mengerti hidup ini mengajarkan bahwa paling tidak terdapat 3 hal yang dapat menjadi kekuatan filsafat untuk meningkatkan dimensi hidup manusia Jawa/Indonesia/Timur yaitu kesadaran akan ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif dan selalu berusaha menggapai logos bukan mitos. Ketiga hal ini hendaknya dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan berbangsa kea rah yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kekuatan filsafat yang dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan dimensi manusia yaitu kesadaran ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, berusaha menggapai logos (bukan mitos).
    Kesadaran ruang dan waktu dapat menentukan salah atau benarnya diri ini. Kemudian analisis dengan berpikir secara sedalam – dalamnya dan seluas. Dan yang terakhir teruslah berubah untuk mencapai logos.

    ReplyDelete
  3. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegy ini dengan membangun filsafat yang baik akan mampu menyadari ruang dan waktu, berpikir intensif dan ekstensif, dan menggapai logos merupakan suatu cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan keseimbangan hidup.
    .Orang yang sadar akan ruang dan waktu  akan  mampu memikirkan dan memutuskan perkara – perkara yang prioritas dalam hidupnya, mana yang seharusnya disegerakan, mana yang bisa ditunda dahulu, dan mana yang tidak perlu dilaksanakan. Sehingga kesempatan – kesempatan yang baik tidak terlewatkan dengan sia – sia,hanya karena ketidakmampuan menganalisa mana yang priorotas. Orang yang sadar akan ruang waktu juga akan mampu manyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan akhiratnya.

    ReplyDelete
  4. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dalam pewayangan juga mengandung nilai-nilai kehidupan, bahkan menggambarkan kehidupan kita yang terkadang kita sendiri tidak menyadarinya. Dengan berpikir secara intensif dan ekstensif maka kita akan menemukan makna yang tersirat dari alur cerita yang ada pada pertunjukan wayang tersebut. Kebudayaan dan kesenian yang ada di Indonesia didalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan. Tinggal bagaimana kita memaknai yang tersirat dibalik kesenian tradisional itu.

    ReplyDelete
  5. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar itu bisa melalui berbagai macam media, slaah satu yang dijelaskan dalam elegi di atas adalah belajar filsafat melaui medi kebudayaan Jawa yaitu wayang. Memahami ruang dan waktu dalam kehidupan nyata diibaratkan ke dalam tokoh – tokoh wayang, cara berpikir manusia juga diibaratkan dalam cara berpikir tokoh dalam perwayangan dalam memahami kejadian yang dialaminya.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Banyak manusia yang memang kurang memahami dimensi ruang dan waktu. oleh karenanya manusia tersebut menjadi manusia yang tidak menyadari akan hidupnya. jika dia tidak paham sendiri hidupnya mau bagaimana, lalu bagaimana dia harus menjalani kehidupan ini.
    saya juga baru mengetahui jika menggadakan pagearan wayang juga berfungsi sebagai sarana meruwat.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hidup di dunia tentunya mempunyai tugas dan kewajiban sebagai hamba Allah. Tugas dan kewajiban manusia adalah sadar bagaimana memanfaatkan ruang dan waktu yang diciptakan Allah untuk digunakan sebaik mungkin untuk memenuhi tugas dan tanggup jawab sebagai makhluk Tuhan. Untuk menempatkan diri kita pada ruang dan waktu yang baik maka kita harus menjadi logos dan mencari logos dengan intensif dan ekstensif. Mencari ilmu seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya agar mitos tidak merenggut pikiran dan hati kita. Kita untuk menuntut ilmu yang setinggi-tingginya agar kita dapat mengerti dan menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya dengan sebaik-baiknya. Sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara ruang dan waktu, logos dan bukan mitos serta intensif dan ekstensifnya suatu logos. Maka dalam menjalani kehidupan yang sifatnya sementara ini kita harus senantiasa berikhtiar dan berdoa dan tetap belajar sampai akhir hayat.

    ReplyDelete
  8. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahwa dalam hidup yang sebenar-benarnya adalah mampu menerapkan ketiga hal yang sudah disebutkan dalam elegi diatas yaitu kesadaran akan ruang dan waktu, analisis bersifat intensif dan ekstensif, dan yang terakhir yaitu berusaha menggapai logos dan bukan menggapai mitos

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Landasan ontologis pengembangan ilmu, artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. Landasan ontologis berusaha untuk menjawab apa yang oleh Aristoteles menyebutnya The First Philosophy dan merupakan ilmu mengenai esensi benda.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Berbudaya bernegar adalah hal yang fitrah dalam diri setiap manusia, Orang timur telah dahulu terdepan dalam mengedepankan keluhuran. Yang mulanya ketimuran dipandang sebagai mitos namun di sisi lain terdapat ketajaman pikir yang di gambarkan kedalam suatu lambang. Namun seiring berjalannya waktu generasi penerima lambang hanya tahu lambang itu adalah budaya yang harus di uri-uri. Tak mengerti pesan dan makna dari lambang tersebut akan ketajamannya. begitu pula penyimpangan yang terjadi dari umat Nabi terdahulu, awalnya hanya patung kenangan orang shalih pada generasi setelahnya menjadi sesembahan. Itulah mengapa Rasulullah mengcut habis-habis peluang perbuatan tersebut muncul.

    ReplyDelete
  11. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    dalam ajaran-ajaran jawa sesungguhnya terdapat makna kiasan yang penuh dengan metafora untuk dipikirkan oleh manusia. Bagaimana manusia dapat memikirkan dan menyadari hal tersebut dapat melalui belajar filsafat.

    ReplyDelete
  12. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat setidaknya 3 manfaat dari ajaran-ajaran tersebut untuk meningkatkan dimensi hidup manusia jawa atau Indonesia, yaitu memiliki kesadaran akan ruang dan waktu, melakukan analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, serta selalu berusaha untuk menggapai logos, bukan mitos.

    ReplyDelete
  13. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Melalui tulisan Bapak, saya dapat belajar ilmu filsafat dari konteks budaya. Saya juga menganggap unik saat belajar filsafat melalui pewayangan dan itu membuat suasana belajar menjadi lebih menghibur dan tidak membosankan. Nilai-nilai yang ada di dalamnya juga mengarah kepada budaya dan dapat menambah semangat kehidupan. Kisah dari pewayangan tersebut juga lebih menekankan individu untuk tetap berpikir dan sadar akan ruang dan waktu yang tersedia. Hal tersebut bertujuan untuk mendatangkan ilmu pengetahuan yang lebih luas bagi individu itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Belajar filsafat meberikan kita kesadaran akan ruang dan waktu. Memiliki kesadaran ruang dan waktu membuat kita tahu bahwa tidak semua hal yang tepat dilakukan dulu akan tepat dilakukan sekarang karena ruang dan waktu telah berubah. Selain itu kesadaran ruang dan waktu menjadikan kita sadar bahwa apa yang telah berlalu tidak akan terulang kembali sehingga kita harus memanfaatkan segala sesuatu yanga ada didean kita, melakukannya dengans sungguh-sungguh sehingga tidak menyesal nantinya. Dengan memiliki kesadaran ruang dan waktu kita akan menyadari bahwa dunia ini hanyalah sementara, tidak akan selamanya. Maka dalam hidup ini kita harus menyiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya, untuk ruang dan waktu selanjutnya.

    ReplyDelete
  15. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Berdasarkan Elegi Menggapai Ontologi dan Epistemologi Jawa : Mengerti Hidup? Dapat saya ambil pelajaran bahwa mengerti hidup artinya memahami ruang dan waktu. Memahami ruang dan waktu dapat dilakukan dengan berpikir intensif dan berpikir ekstensif. Berpikir yang dimaksudkan adalah berpikir secara dalam sedalam-dalamnya dan berpikir luas seluas-luasnya. Dengan begitu, dapatlah kita mempelajari ontologis persoalan hidup manusia. Mempelajarai suatu ilmu juga tidak terlepas dari memikirkan ilmu tersebut. Oleh karena itu, benar memang ketika sesorang tidak mau berpikir, maka sebagai analogi ia adalah orang mati. Sama halnya dengan mempelajari filsafat yang merupakan salah satu usaha manusia agar tetap hidup dan lebih hidup. Terimakasih atas elegi yang Bapak tuliskan, sehingga menambah pengetahuan serta memotivasi saya untuk terus "berpikir" agar hidup menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mengerti hidup. Pada elegi-elegi sebelumnya sudah disinggung betapa hidup adalah memahami ruang dan waktu, hidup adalah berpikir dalam sedalam-dalamnya, hidup adalah berpikir luas seluas-luasny, hidup adalah upaya kita mencapai logos. Tapi baru kusadari bahwa semua itu ternyata sudah terpahat rapi pada tradisi dan kebudayaan warisan leluhur yang sudah menjadi tempatku lahir dan tumbuh dewasa saat ini.

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, setelah membaca beberapa elegi dari bapak bahwa mata kuliah filsafat memberikan manfaat bagi saya yaitu mengetahui keterkaitan ruang dan waktu, lebih berpikir kritis dan bersifat intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya) dengan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, serta berusaha untuk menggapai logos.
    Selain itu, lebih bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat sampai sekarang ini.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Acara-acara seperti perwayangan tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan namun terkandung makna tersembunyi. Perwayangan memberikan ajaran agar kita mengerti hidup. Hal ini sejalan dengan manfaat yang kita peroleh dengan mempelajari filsafat yaitu kita dapat meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu, sebagai usaha manusia untuk menuntut ilmu sehingga memahami hakikat sesuatu (ontologi) dan mengapa suatu fenomena terjadi (epistemologi), serta sebagai usaha manusia agar tetap hidup dan lebih hidup.

    ReplyDelete
  19. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Terima kasih pak atas elegi yang telah bapak tuliskan karean telah menambah wawasan saya. Orang yang sadar akan ruang dan waktu akan mampu memikirkan dan memutuskan mana yang merupakan prioritas dalam hidupnya sehingga ia akan terus berusaha melakukan yang terbaik dan tidak menyia-nyiakan hidupnya. Dengan berpikir intensif yaitu berpikir secara dalam sedalam-dalamnya dan berpikir ekstensif yaitu berpikir luas seluas-luasnya, kita dilatih untuk dapat berpikir kritis sehingga kita terus berusaha untuk menggapai logos.

    ReplyDelete
  20. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Jawa memang sangat kental dengan budayanya. Banyak sekala budaya Jawa yang mengajarkan tentang hidup. Jika kita mau menggalinya lebih dalam dan mau memikirkan dan merefleksikannya,kita akan menemukan lebih banyak lagi pelajaran hidup yang bermanfaat dari budaya jawa. Hanya saja, perlajaran-pelajaran hidup tersebut tidak disampaikan secara langsung atau secara eksplisit, melainkan disampaikan secara tidak langsung atau tersembunyi. Bisa dengan menggunakan tokoh perwayangan, dongeng, kalimat-kalimat, lagu, dan lain-lain. Contohnya, berdasarkan elegi ini, kita dapat merefleksikan salah satu cerita pewayangan dalam budaya jawa yang dapat ditarik 3 makna penting, yaitu mengenai kesadaran akan ruang dan waktu, memikirkan secara luas dan mendalam, dan selalu berusaha menggapai logos (tidak berhenti mencari ilmu). Ini baru salah satu dari sekian banyak budaya Jawa yang bisa kita ambil pelajarannya, kita bisa menemukan lebih banyak lagi jika kita mau berpikir.

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Menggapai Ontologi dan Epistemologi Jawa : Mengerti Hidup? Dari elegi ini yang saya dapatkan mengenai hakikat hidup adalah memahami ruang dan waktu. Untuk dapat memahami ruang dan waktu kita harus berpikir dengan cara sedalam-dalamnya dan seluas luasnya. Dengan berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya kita dapat mehamahi hakikat sesuatu (ontologi) dan memahami bagaimana sesuatu itu terjadi (epistemologi). Oleh karena itu dari elegi ini, saya belajar bahwa sesunggunya hakikat hidup ini adalah selalu berpikir untuk menggapai makna kehidupan, karena ketika kita berhenti berpikir kita diibaratkan sebagai orang mati. Terima kasih.

    ReplyDelete
  22. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya mulai menyadari pentingnya filsafat. Ketika belajar filsafat saya harus mampu merefleksikan kehidupan saya dan menyadari keberadaan saya dalam ruang dan waktu yang tepat. Saya juga harus mampu melakukan usaha mendalam untuk memperoleh pengetahuan. Tak hanya memandang sesuatu secara universal tetapi juga mendalam. Filsafat mengajak untuk menggali lebih dalam pemahaman kita tentag suatu pengetahuan tetapi juga melihatnya secara luas. Proses belajar tak berhenti setelah memperoleh pengetahuan,tetapi bagaimana kita terus memikirkannya dan memaknainya dalam proses kehidupan.

    ReplyDelete
  23. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Membaca postingan bapak mengenai elegi Menggapai Ontologi dan Epistemologi Jawa: Mengerti Hidup?. Disini dijelaskan bahwa hidup itu berdasarkan ruang dan waktu. Lalu dianalisis sesuai intensif dan ekstensif. Hidup itu menggapai logos bukan mitos. Maka menjauh lah dari segala mitos yang ada. Gapai logos, sesuai ruang dan waktu secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  24. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dari postingan ini kita diberi tahu bahwa dengan mempelajari Filsafat kita akan menyadari bahwa kehidupan merupakan penerapan dari ruang dan waktu yang tepat. dengan belajar filsafat kita memandang hidup atau sesuatu itu tidak dengan pandangan yang sempit namun kita dapat memandang sesuatu itu secara luas dan mendalam, sehingga kita dapat menggapai logos dan mengusir mitos dari hidup kita.

    ReplyDelete
  25. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Di dalam sastra jawa bisebut saja parikan merupakan salah satu sastra jawa yang bagus dan apabila diartikan dalam bahasa indonesia berisi tentang moral yang baik,yang apabila kita pahami satu per satu kata memiliki arti yang bisa menjadi tuntutan dalam hidup kita mengenai moral. di dalam kehidupan jawa kita harus menghormati bapa dan ibu kita .itu sebagai contohnya .kita harus menggunakan bahasa krama halus ketika berbicara dengan mereka . itu bentuk penggunaan bahasa jawa dan bentuk menghormati orang lain.

    ReplyDelete
  26. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas postingan Bapak saya belajar tentang tiga hal yang sangat bermakna dalam hidup ini. Dari postingan Bapak dalam menjalani hidup ini hendaknya kita sadar akan ruang dan waktu, harus berusaha untuk bertindak sesuai dengan ruang dan waktu, selain itu harus berpikir seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Belajar filsafat hendaknya berusaha untuk berpikir tentang suatu hal dari segala macam sudut pandang dan memikirkannya sampai dalam. Dan yang terakhir adalah berusaha untuk menggapai logos dan menghindari mitos. Semua itu dapat diusahakan dengan berpikir kritis dan menggunakan hati nurani.

    ReplyDelete
  27. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    menyadari ruang dan waktu tentu akan membantu kita berpikir kritis. sedangkan berpikir secara intensif dan ekstensif akan membantu kita menggapai logos. dengan menggapai logos maka kita akan berusaha untuk tidak menjadi mitos, dengan cara berfikir kritis. maka ketiga poin yang disebutkan dalam elegi di atas sesungguhnya sangat berkaitan.

    ReplyDelete
  28. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Terima Kasih banyak bapak, melalui tulisan diatas, kami belajar bahwa hakikatnya hidup jika di pandang dari segi filsafat bahwa manusia harus mengerti ruang dan waktu yakni dapat menempatkan diri dengan pantes. Selanjutnya manusia dianugrahi akal oleh Tuhan Yang Maha Esa unyuk berfikir sedalam-dalamnya (Intensif) serta berfikir secara luas (ekstensif) tentang Ciptaan Nya, Hal ini mengingatkan kami pada Hadits Nabi yang berarti ““Berpikirlah kalian tentang ciptaan Allah dan jangan sekali-kali berpikir tentang Allah, sebab memikirkan tentang Ar Rabb (Allah) akan menggoreskan keraguan dalam hati“. Yang terakhir tentang Logos dan mitos, yakni keduanya sangat bertentangan oleh karenanya dalam eksistensi hidup manusia perlu untuk terus berfikir-dan berfikir untuk menggapi ilmu dan mengabaikan adanya mitos. Tetapi janagn sekali-kali membawa mitos dalam spiritual. Terima kasih

    ReplyDelete
  29. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh Bapak. Dari elegi di atas dapat diambil hikmah bahwa menjadi manusia dengan dimensi yang tinggi perlu beberapa kesadaran dan hal yang perlu diperhatikan. Seperti yang disampaikan dalam elegi ada 3 yang dapat dilakukan yaitu sadar akan ruang dan waktu, menganalisis dengan cara intensif dan ekstensif. Kemudian yang terakhir yaitu berusaha untuk menggapai Logos dan bukan mitos. 3 hal ini sebenarnya merupakan manfaat dan kekuatan dari filsafat yang bisa bermanfaat untuk hidup kita. Semoga kita dapat menerapkan 3 hal ini. Agar kita menjadi manusia jawa/Indonesia/Timur yang dimensinya meningkat.

    ReplyDelete
  30. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hal pertama yang disampaikan yaitu kesadaran akan RUANG dan WAKTU maksudnya yaitu bahwa kita haruslah bisa menempatkan diri kita pada waktu seperti apa dan ruang seperti apa, tapi bukan berarti menjadi tidak memiliki kepribadian, dalam hal ini yang dimaksudkan adalah menyesuaikan tanpa merubah jati diri.
    Selanjutnya berkaitan dengan, Berpikir intensif yaitu berpikir secara dalam sedalam-dalamnya; dan berpikir ekstensif adalah berpikir luas seluas-luasnya. Maksudnya yaitu ketika melakukan sesuatu maka kita merefleksikannya memaknainya, dalam hal ini Bapak Marsigit sering menyampaikan berkenaan dengan menjalani apa yang dipikirkan, memikirkan apa yang dijalani lalu iringi dengan doa.
    Yang ketiga berkenaan dengan menggapai logos bukan mitos. Artinya yaitu jangan mudah puas akan pencapaian, jangan mudah putus asa. Karena yang terpenting adalah prose menuju kebaikan itu. proses yang kontinu.

    ReplyDelete
  31. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Menggapai hidup yang sesuai dengan ruang dan waktu adalah kalimat yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan bahkan ketika kita berusaha pun belum tentu yang terjadi merupakan cerminan dari hal itu. Konsep dalam hati dan pikiran boleh berencana, namun ketika masalah datang belum tentu perbuatan dan tindakan kita belum sesuai ruang dan waktunya. Berpikir kritis dan terbuka juga menjadi tantangan kita agar mampu memaknai hermenetika hidup. Ketika kita mampu menempatkan diri sesuai ruang dan waktu, berusaha untuk selalu berpikir kritis dan terbuka dengan segala informasi yang ada, maka itulah cerminan dari usaha kita untuk menggapai logos, bukan mitos. Ketika semua nya mampu berjalan bersamaan dan saling berharmoni, maka itu sebenar-benar kekuasaan dan nikmat Allah untuk membuat hidup hambanya menjadi lebih berkualitas dan bermanfaat terhadap sesama. Semoga kita mampu menyelaraskan itu semua sehingga kita mmapu mengerti dan memaknai pentingnya hidup dan memandang segala sesuatunya dengan hal positif dan logis. amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  32. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Budaya jawa terkenal sebagai budaya yang luhur, kental akan seni, dan bernilai filsafat. Dari dahulu kala budaya jawa adalah budaya yang tergolong maju, maka dari itu kita sudah semestinya mempertahankannya dan memperlajari segala kebaikan dibalik budaya tersebut. Salah satu budaya jawa yang sangat terkenal adalah pertunjukkan wayangkulitnya, yang sarat dengan ethic dan estetika. Dipandang sebagai seni yang sangat tinggi, dan secara budaya terdapat keluhuran hidup dan filosofi hidup. Dari elegi di atas kita tahu ada banyak sekali manfaat dari filsafat jawa, diantaranya ada tiga manfaat. Yaitu kesadaran ruang dan waktu, analisis bersifat intensif dan ekstensif, dan selalu berusaha menggapai logos dan bukan mitos. Semoga kita dapat mengambil dan menjaga kebaikan dari filsafat jawa tersebut. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  33. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tak kenal maka tak sayang. Iya begitulah peribahasanya. Dulu, sebelum mengenal filsafat, apa sih manfaatnya belajar filsafat dalam kehidupan sehari-hari kita? Tetapi, sekarang melalui perkuliahan filsafat yang disampaikan oleh Pak Marsigit dan sumber-sumber terkait filsafat ilmu yang diberikan oleh Pak Marsigit, saya baru mengetahui bahwa mempelajari filsafat itu dapat meningkatkan dimensi hidup. Kita dapat dikatakan mengerti hidup jika kita sadar akan ruang dan waktu yang ada dalam hidup kita. Dengan sadar akan ruang dan waktu, kita juga akan sadar dengan hidup yang sedang kita jalani ini. Sadar pikiran artinya kita mampu bepikir secara intensif yaitu berpikir dalam sedalam-dalamnya dan berpikir secara ekstensif yaitu berpikir luas seluas-luasnya. Yang didapat dari berpikir secara ekstensif dan intensif adalah ikhlasnya hati dan pikiran. Dalam meningkatkan dimensi hidup, untuk mengembangkan pikiran kita, kita harus selalu belajar dan terus belajar. Karena dengan belajar, pikiran kita terus dilatih dan diasah untuk bekerja, sedangkan jika otak kita tidak bekerja, dan hanya diam saja maka itulah sebenar-bena mitos akan segera menghampiri pikian.

    ReplyDelete
  34. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Hidup menurut orang jawa memiliki paling 3 falsafah yaitu sadar akan ruang dan waktu; berpikir yang sedalam dalamnya dan seluas luasnya; selalu berpikir kritis. Hal ini merupakan bekal agar dapat menjalani hidup yang bermanfaat. Semua hal tersebut tersembunyi dalam banyak cerita, sehingga manusia perlu memikirkannya.

    ReplyDelete
  35. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Orang yang memahami arti ruang dan waktu berarti dikatakan dapat mengerti hidup. Karena dengan memahami konsep ruang dan waktu tersebut maka akan timbul keserasian, keselarahan dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Dalam budaya jawa, berkembang kepercayaan-kepercayaan yang berkaitan dengan kehidupan ini, dan masih dipercaya sampai saat ini. Oleh karena itu dengan memahami ruang dan waktu, maka kita juga akan mengonversi kepercayaan itu sebagai suatu tatanan, dapat diartikan dari yang mitos menjadi logos sehingga menjadi suatu hal yang positif.

    ReplyDelete
  36. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Dalam adat atau kebudayaan jawa seperti pewayangan terdapat makna-makna yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun tidak banyak yang mengerti tentang makna-makna tersebut. Sehingga Pewayangan hanya dijadikan sebagai simbol, tontonan, atau hiburan semata. Ada 3 hal dalam filsafat yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan dimensi kehidupan manusia; yaitu (1) sadar akan ruang dan waktu, (2) analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, serta (3) Senantiasa berusaha menggapai logos dan menggapai bukan mitos. Tiga hal tersebut ternyata ada dalam adat jawa dan pewayangan.

    ReplyDelete
  37. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi di atas, manfaat filsafat dalam memandang hidup dapat dikaitkan dengan perwayangan. Wayang dijadikan sebagai tontotan masyarakat yang terkandung nilai-nilai leluhur yang sangat kental di dalamnya. Dengan demikian, pagelaran wayang secara realitas dan simbolik tampil sebagai sebuah tontonan, tuntunan, dan tatanan yang dapat menghibur serta menyampaikan ajaran sebagai referensi kehidupan pribadi, maupun dalam bermasyarakat dan bernegara. Dengan melihat nilai-nilai yang terkandng di dalamnya, ubahlah mitos yang ada untuk dapat menjadi logos agar kita dapat mengerti hidup ini dengan keterbatasan manusia akan ruang dan waktu kita.

    ReplyDelete
  38. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Manfaat untuk meningkatkan dimensi hidup manusia Jawa/Indonesia/Timur sangat tepat, pertama ruang dan waktu mengajarkan akan pentingnya dimana keberadaan kita dan waktu yang kita jalani tidak boleh disia-siakan, kedua analisis yang bersifat ekstensif dan intensif, segala sesuatu yang kita jalani harus benar-benar dipikirkan jangka pendek dan panjangnya dan harus dipikirkan baik buruknya dalam menjalankan kehidupan, ketiga berusaha menggapai logos bukan mitos, dalam hidup kita berusaha mencari ilmu buka mencari sesuatu yang tidak pernah ada tapi tetap diyakinkan. 3 dimensi hidup tersebut dapat kita pakai dalam kehidupan agar kita dapat benar-benar mengerti hidup.

    ReplyDelete
  39. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Salah satu manfaat mempelajari filsafat adalah memiliki kesadaran ruag dan waktu. Tidak ada suatu ilmu yang tanpa ada manfaat, termasuk filsafat. Dengan memiliki kesadaran ruang dan waktu kita tahu bahwa tidak semua hal yang tepat dilakukan dulu akan tepat dilakukan sekarang karena ruang dan waktu telah berubah. Dengan kesadaran ruang dan waktu kita sadar bahwa apa yang telah berlalu tidak akan terulang kembali. Maka dengan kesadaran akan ruang dan waktu kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kita miliki di dunia ini.

    ReplyDelete
  40. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Indonesia memiliki beragam suku dan budaya, masing-masing memiliki nilai luhur dan pesan moral kehidupan tersendiri. Salah satunya suku jawa. Budaya jawa kaya akan pesan-pesan ehidupan dan penuh dengan filsafat. Pewayangan, gamelan, parikan, tarian, dan lain sebagainya dalam budaya jawa memiliki filsafatnya sendiri, mengandung pesan-pesan yang penuh makna. Hendaknya budaya jawa tersebut harus dilestarikan agar tidak punah.

    ReplyDelete
  41. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia memerlukan kesadaran ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, selalu berusaha menggapai logos dan bukan menggapai mitos. Hal ini penting untuk direfleksikan dalam kehidupan sehingga dimensi kehidupan manusia dapat meningkat.

    ReplyDelete
  42. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Jika dilihat dari segi orang jawa filsafat merupakan ruwatan bagi kita. Ternyata terdapat cerita seperti yang dipaparkan di atas. Sungguh mengesankan sekali. Berpikir intensif dan ekstensif serta logos dan mitos juga ternyata terdapat dalam pewayangan. Sungguh ternyata pewayangan yang merupakan budaya masyarakat jawa merupakan kebudayaan yang memiliki banyak nilai sehingga patut kita banggakan dan kita jaga kelestariannya

    ReplyDelete
  43. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu dari tiga kekuatan/manfaat filsafat yang dijadikan sarana untuk meningkatkan dimensi hidup manusia di jawa/indonesia/timur adalah kesadaran akan ruang dan waktu. Mempelajari filsafat adalah meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu. Karena segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini menempati ruang dan waktunya masing-masing sehingga setiap unsur di dunia ini telah diciptakan secara seimbang.

    ReplyDelete
  44. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Berfilsafat adalah berpikir, berpikir untuk terus berproses menjadi lebih baik. Kita berada dalam ruang dan waktu yang terus berjalan. Dengan mempelajari filsafat, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat. Dalam elegi ini disebutkan ada 3 manfaat untuk meningkatkan dimensi hidup ini apabila kita dapat menerapkannya, yaitu: 1) kesadaran akan ruang dan waktu; 2) analisis (berpikir) yang bersifat intensif dan ekstensif; 3) selalu berusaha menggapai logos dan bukan mitos.

    ReplyDelete
  45. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pewayangan merupakan salah satu adat atau kebudayaan Jawa yang memiliki makna-makna yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun tidak banyak yang mengerti tentang makna-makna tersebut. Sehingga Pewayangan hanya dijadikan sebagai simbol, tontonan, atau hiburan semata. Apabila kita lihat dari sudut pandang orang Jawa, filsafat merupakan ruwatan bagi kita. Pewayangan memiliki banyak nilai sehingga patut kita banggakan dan kita jaga kelestariannya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  46. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Ajaran timur seperti budaya jawa memang berisi ajaran-ajaran yang bersifat implisit atau tersembunyi. Berbeda dengan budaya orang barat yang lebih cenderung eksplisit atau to the point. Keduanya memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
    Dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang jawa, kita perlu memikirkan secara mendalam setiap tutur kata dari lawan bicara kita tersebut. karena kadang ada maksud tersembunyi yang coba ia sampaikan dibalik apa yang ia katakana

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Ada 3 makna utama dalam kiasan jawa menurut sudut pandang filsafat. Yaitu kita sebagai manusia harus sadar akan hakikat ruag dan waktu, bagaimana kita bertutur kata dan bertindak harus disesuaikan ruang dan waktunya agar tercapai hidup yang harmonis. Kemudian kita harus berpikir secara menyeluruh sebelum memutuskan suatu perkara, sehingga kita bisa tepat menemukan solusinya. Terakhir adalah jangan sampai kita terjebak mitos. Supaya tidak terjebak mitos maka kita tidak boleh berhenti bertanya, berpikir, mencari tahu, dsb.

    ReplyDelete
  48. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegy ini dengan membangun filsafat yang baik akan mampu menyadari ruang dan waktu yang Allah swt berikan karena orang yang sadar akan ruang dan waktu akan mampu memikirkan dan memutuskan masalahyang prioritas dalam hidupnya, yang tidak perlu dilaksanakan. Sehingga kesempatan - kesempatan yang baik tidak terlewatkan dengan sia-sia.

    ReplyDelete
  49. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dengan belajar berfilsafat, kita diajarkan supaya lebih bisa memaknai kehidupan, menjadikan hidup lebih hidup. Menggapai keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan hubungan antara manusia dengan alam sekitar. Cara untuk memperoleh dan menjaga keseimbanganlah yang diajarkan dalam berfilsafat, yaitu belajar bagaimana kita mampu memiliki kesadaran akan ruang dan waktu, selalu menganalisis sesuatunya secara intensif dan ekstensif, dan selalu berusaha menggapai logos.

    ReplyDelete
  50. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pikiran seorang manusia itu sebenarnya sangat membahayakan diri manusia. Karena jika pikiran yang dimiliki oleh manusia itu tidak menerima apa yang ada dan yang mungkin ada, maka pikiran tersebut sebenarnya sedang dalam kondisi yang memerlukan arahan. Disinilah hati berperan untuk mengarahkan kepada hal yang positif. Karena jika manusia hanya menggunakan akalnya saja, maka akal ataupikiran masnusia meruupakan musuh terbesar dari diri manusia itu sendiri.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  51. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    dari elegi diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu, segala hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari memiliki arti atau filosofi tersendiri (dalam budaya jawa). Makna tersebut selalu ada di dalam kehidupan kita, tetapi jarang ada yang dapat memahaminya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  52. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    manusia menyadari hidup melalui ruang dan waktu sehingga dengan mempelajari filsafat berarti manusia meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu dan dengan mempelajari filsafat manusia lebih memahami makna hidup yang sebenarnya. Dengan begitu manusia akan lebih menghargai dan menggunakan hidupnya dengan lebih bermakna.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  53. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Hidup manusia di dunia adalah terikat ruang dan waktu maka untuk meningkatkan kehidupannya maka manusia harus menyadari ruang dan waktu tersebut, agar ia tidak terjebak di dalamnya dan membuat kehidupannya menjadi tidak berarti.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  54. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi diatas dijelaskan bahwa ada 3 kekuatan yang dapat dijadikan dara untuk meningkatkan dimensi hidup manusia. Yang pertama yaitu kesadaran akan ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, dan selalu berusaha menggapai logos dan menggapai bukan mitos. Saya hendak menanggapi mengenai kesadaran ruang dan waktu, memang benar adanya jika permasalahan dalam hidup ini terjadi karena kita kurang memahami masalah ruang dan waktu. Terkadang kita gegabah untuk mengambil suatu keputusan hanya karena masalah sepele, dan ternyata itu memberikan sebuah permasalahan. Dalam dunia pewayangn digambarkan dengan waktu sang khrisna, sesorang yang belum menyadari ruang dan waktu perlu diruwat dengan cara menggelar pentas wayang semalam suntuk yang diakhiri dengan peperanagn batara kala dengan sri batara khrisna. Peprangan ini dimenangkan oleh batara khrisna hal ini menunjukkan bahwa buruk waktu dimenangkan oleh baik waktu.

    ReplyDelete
  55. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Meskipun saya belum pernah mengambil kuliah filsafat, dari elegi ini saya memperoleh pengetahuan mengenai betapa pentingnya berfilsafat atau berefleksi diri. Selama ini saya sudah melakukan refleksi diri, tetapi belum begitu sering karena sempat terpikir bagi saya bahwa refleksi diri hanya menambah beban pikiran saja. Akan tetapi, setelah mengetahui manfaat refleksi diri melalui elegi ini, yaitu agar menyadari ruang dan waktu, sebagai bagian dari proses menuntut ilmu, serta sebagai bagian dari usaha manusia agar tetap dan lebih hidup, saya menjadi termotivasi untuk selalu berfilsafat atau berefleksi diri. Ternyata berfilsafat sungguh bermanfaat bagi hidup.

    ReplyDelete
  56. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Kesadaran akan ruang dan waktu menjadikan manusia dapat menempatkan diri dengan baik. Memiliki pengetahuan yang intensif dan ekstensif dapat menjadikan manusia berpikir secara mendalam dan menyeluruh sehingga tak ada yang tertinggal dan terlewatkan. Disamping itu memiliki pemikiran yang logis menjadikan manusia berpikir kritis. Adanya pemikiran ini dapat membentengi manusia dari pemikiran negatif dan terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  57. Aji Pangestu
    15301241009
    S1 Pendidikan Matematika I 2015
    Belajar dapat melalui berbagai macam media, slaah satunya adalah belajar filsafat melalui media kebudayaan Jawa yaitu wayang. Memahami ruang dan waktu dalam kehidupan nyata diibaratkan ke dalam tokoh – tokoh wayang, cara berpikir manusia juga diibaratkan dalam cara berpikir tokoh dalam perwayangan dalam memahami kejadian yang dialaminya.

    ReplyDelete