Feb 25, 2011

Elegi Menemukan Diriku Adalah Ketidak Adilan




Oleh Marsigit

Pikiranku:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa memikirkan satu hal saja. Nah ini aku sedang memikirkan Obyek A.

Obyek Bukan A Protes:
Wahai pikiran...kenapa engkau hanya memikirkan Obyek A saja? Padahal Obyek Bukan A itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau pikirkan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Penglihatanku:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa melihat satu hal saja. Nah ini aku sedang melihat Obyek B.

Obyek Bukan B Protes:
Wahai Penglihatan...kenapa engkau hanya melihat obyek B saja? Padahal Obyek Bukan B itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau lihat. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Pendengaranku:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa mendengar satu hal saja. Nah ini aku sedang mendengarkan Obyek C.

Obyek Bukan C Protes:
Wahai Pendengaran...kenapa engkau hanya mendengarkan Obyek C saja? Padahal Obyek Bukan C itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau dengarkan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Perasaan:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa merasakan satu hal saja. Nah ini aku sedang merasakan Obyek D.

Obyek Bukan D Protes:
Wahai Perasaan...kenapa engkau hanya merasakan Obyek D saja? Padahal Obyek Bukan D itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau rasakan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Mengatakan:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa mengatakan satu hal saja. Nah ini aku sedang mengatakan Obyek E.

Obyek Bukan E Protes:
Wahai Mengatakan...kenapa engkau hanya mengatakan Obyek E saja? Padahal Obyek Bukan E itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau katakan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Menulis:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa menulis satu hal saja. Nah ini aku sedang menulis Obyek F.

Obyek Bukan F Protes:
Wahai Menulis...kenapa engkau hanya menulis Obyek F saja? Padahal Obyek Bukan F itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau tulis. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Berdoa:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa berdoa satu hal saja. Nah ini aku sedang berdoa G.

Berdoa Bukan G Protes:
Wahai Berdoa...kenapa engkau hanya berdoa G saja? Padahal Berdoa Bukan G itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau gunakan berdoa. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Memakan:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa memakan satu hal saja. Nah ini aku sedang memakan Makanan H.

Makanan Bukan H Protes:
Wahai Memakan...kenapa engkau hanya memakan H saja? Padahal Makanan Bukan H itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau makan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Mengarah:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa mengarah pada satu hal saja. Nah ini aku sedang mengarah ke Tujuan I.

Tujuan Bukan I Protes:
Wahai Mengarah...kenapa engkau hanya mengarah ke Tujuan I saja? Padahal Tujuan Bukan I itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama kemana engkau mengarah. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Memegang:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa memegang pada satu hal saja. Nah ini aku sedang memegang Obyek J.

Obyek Bukan J Protes:
Wahai Memegang...kenapa engkau hanya memegang Obyek J saja? Padahal Obyek Bukan J itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau pegang. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Mencintai:
Pada suatu saat dan suatu waktu aku hanya bisa mencintai satu hal saja. nah ini aku sedang mencintai Obyek K.

Obyek Bukan K Protes:
Wahai mencintai...kenapa engkau hanya mencintai Obyek K saja? Padahal Obyek Bukan K itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau cintai. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Berhenti:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa berhenti di suatu tempat saja. Nah ini aku sedang berhenti di Tempat Ini.

Tempat Bukan Ini Protes:
Wahai Berhenti...kenapa engkau hanya berhenti di Tempat Ini saja? Padahal Tempat Bukan Ini itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama sebagai tempat engkau berhenti. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Menjadi Subyek:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa menjadi sebagai subyek tertentu saja. Nah ini aku telah menjadi Matematikawan.

Bukan Matematikawan Protes:
Wahai Menjadi Subyek...kenapa engkau hanya menjadi Matematikawan saja? Padahal Bukan Matematikawan itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama sebagai subyek menjadimu. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Diriku:
Oh...hhh sang Bagawat kenapa setiap hal pada diriku selalu menghasilkan Ketidak Adilan?

Bagawat:
Itulah manusia yang mempunyai sifat serba terbatas. Dan itulah gunanya berpikir dan menyadari. Jikalau engkau telah menyadari betapa .....sangat sangat sangat sangat sangat ....sangat.... terbatas.... kemampuan dirimu itu, apalagi setiap hal pada dirimu selalu menghasilkan ke Tidak Adilan maka apakah lagi yang engkau banggakan dan engkau sombongkan pada dirimu itu. Tiada engkau sadari, maka engkau telah selalu berbuat dosa karenanya. Maka selalu mohon ampunlah kepada Tuhan Mu atas Ketidak Adilan yang setiap saat engkau produksi itu. Tiadalah manusia mampu menghilangkan kesombongan kecuali atas pertolongan Allah SWT. Amiin.

69 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    sebagaimana menjadi manusia kita harus selalu belajar. belajar dari setiap kesalahan. dan menjadi manusia harus selalu bersyukur. bersyukur atas segala kenikmatan yang di miliki. setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, maka sanagt sombong sekali manusia jika Ia terlalu bangga dengan kelebihannya, manusia seperti itulah yang buta atas kekurangannya. buta disini adalah buta hati dan pikirannya yang sudah diselimuti oleh kegelapan semata.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rasa tidak pernah puas adalah miliki manusia. Jika rasa itu tidak dikontrol akan muncul keserakahan. Keserakahan hanya akan mendekatkan diri ini pada kemudaratan. Hal ini juga salah satu pemicu dari ketidakadilan. Semoga kita semua dijauhkan dari segala sifat – sifat buruk ini. Amin.

    ReplyDelete
  3. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Aku hanya menyadari bahwa ketidakadilan selalu dilakukan di setiap waktu, setiap tempat tapi kami tidak pernah menyadari tentang hal itu. Dan dari elegi ini kita tahu bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan, membuat ketidakadilan di sisi lain, jadi kita tidak harus sombong.

    ReplyDelete
  4. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia itu bukan makhluk yang paling sempurna, oleh karena itu manusia itu makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan – keterbatasan itu sudah dijelaskan dalam elegi di atas. Sehingga janganlah sombong denganyang dimliki karean semua itu keterbatasanmu. Bersyukur atas apa yang dimiliki. Ingatlah Tuhan YME dan selalu mohon ampun atas apa saja kelemahanmu itu.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Manusia merupakan tempatnya salah dan lupa. manusia bukan makhluk yang sempurna. manusia tidak bisa secara adil dalam melakukan sesuatu. tetapi manusia dapat mencoba untuk adil. seperti contohnya pada alat indera yang manusiapun tidak dapat melihat terfokus pada beberapa hal, mereka hanya dapat terfokus dalam 1 hal saja. dan jika kita dapat mendengar mata kita berbicara, maka dia akan protes karena ketidakadilannya.

    ReplyDelete
  6. Adil menurut saya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sandal yang harganya mahal tetap dipakainya di kaki dan menjadi alas. Siswa yang tidak mampu mengerjakan matemtika maka akan diberi nilai sesuai dengan jawaban benarnya. Tapi perhatikan dulu apakah guru telah memberikan pembelajaran yang baik bagi dirinya sehingga ia bisa menyerap atau mempunyai pengetahuan tentang matematika. Guru yang tidak memberikan pembelajaran yang berkualitas maka siswa kurang memahami matematika itu sendiri. Atau soal yang diberikan siswanya tidak diberi pengalaman dan pengetahuan untuk menyelesaikan soal tersebut. Berapa banyak siswa yang mendapat nilai yang tidak KKM apakah tetap ditulis apa adanya. Maka guru telah melakukan ketidak adilan. Karena siswa yang nilainya seharusnya rendah tetapi dapat KKM.

    ReplyDelete
  7. Pandanglah siswa sebagai manusia yang sedang berproses, berkembang, mempunyai potensi. Siswa bukan harddisk yang diberi pengetahuan baru kemudian langsung menyimpannya dan ketika digunakan atau dicari maka pengetahuan itu ada. Guru kadang tidak menilai siswa dari pengetahuannya saja tetapi dari sikapnya. Guru agama Islam jika menemukan siswanya rajin ibdaha sholat, baik, sopan, tetapi didapati nilai ulangannya tidak KKM mana yang lebih digunakan untuk menilai, memaksakan untuk menilai dari sisi pengetahuan atau perbuatannya dalam hal ini ama ibadahnya. Itulah keadilan, ketika nilai diambil dari sisi sikap dan pengetahuan tinggal proporsinya. Memang pengetahuan yang tidak diamalkan akan kosong, dan amal tanpa pengetahuan menjadi buta. Tetapi manusia mungkin mempunyai proporsi yang berbeda dari pengetahuan dan amal, ada yang lebih besar amal dan sebaliknya. Kenalilah siswa kita

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Begitulah manusia memiliki sifat yang terbatas. Di dalam pikiran saja hanya mampu memikirkan satu hal dalam satu waktu dan saat ingin memikirkan dua hal dalam waktu bersamaan yang terjadi maka apa yang dipikirkan tidak memperoleh jawaban yang baik tetapi malahan menjadi suatu penyakit, dalam berbuat manusia hanya mampu melakukan 1 hal dalam satu waktu saat ingin melakukan 2 hal dalam satu waktu terkadang hasil yang diperoleh tidak maksimal dan tetap saja itu dianggap tidak adil karena masih banyak hal lain yang dapat dilakukan. Walaupun manusia tahu bahwa dirinya bagian dari ketidakadilan, akan tetapi itu tidaklah berarti bahwa dirinya tidaklah tidak dapat berbuat adil atau berusaha berbuat adil, karena keadilan akan membawa banyak manfaat bagi hidup kita. Kalau menurut saya keadilan itu tidaklah selalu berarti sama rata, terkadang keadilan itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

    ReplyDelete
  9. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keterbatasan adalah sifat yang dimiliki manusia sejak lahir. Disegala lini kehidupan pasti manusia memiliki keterbatas karena manusia hanya bisa melakukan sesuatu didalam batas ruang dan waktu yang saat itu dialaminya. Olah karena itu janganlah membanggakan diri dan juga sombong dengan apa yang dimiliki saat ini. Segala sesuatu yang dimiliki saat ini hanyalah titipan oleh Allah SWT dan juga kelak akan diminta pertaggungjawabanya. Oleh karena itu hilangkan kesombongan yang ada dalam diri kita dan tingkatkanlah rasa syukur atas apa yan telah kita miliki saat ini.

    ReplyDelete
  10. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya merasa tidak adil terhadap diriku sendiri. terkadang aku hanya menggunakan sebagian anggota tubuh dan tidak menggunakan bagian tubuh lain. terkadang porsi kerja masing-masing anggota tubuhku berbeda. ada yang bekerja sangat keras dan ada yang tidak.

    ReplyDelete
  11. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Manusia memiliki keterbatasan. Manusia dikatakan sempurna jika manusia tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan di dalam dirinya. Jika manusia bisa melakukan segala hal maka sesungguhnya dia bukan manusia. Tidak ada yang bisa disombongkan pada diri ini, banyak sekali yang tidak bisa dilakukan oleh diri ini. Oleh karena itu, bersikap wajarlah dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan ini. Dan mintalah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai keterbatasan dalam diri masing-masing. Setiap manusia memiliki keterbatasan masing-masing. Keterbatasan tersebut dapat berupa kemampuan, pemikiran, perasaan dan lainnya. Adanya keterbatasan ini dapat membuat ketidakadilan bagi orang lain dan mungkin juga diri kita sendiri. Selama hidup di dunia, sulit bagi manusia untuk berlaku adil. Sebenar-benarnya diri kita adalah hanya bisa berusaha untuk adil. Keadilan yang sesungguhnya hanyalah milik Allah semata.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi menemukan diriku adalah ketidak adilan ini sungguh benar adanya di kehidupan nyata. Elegi ini sungguh menyadarkan bahwa kita sebagai manusia sangatlah terbatas dalam segala hal. Kita tidak bisa memikirkan semuanya dalam suatu waktu, kita tidak dapat mengerjakan suatu pekerjaan yang besar jika hanya sendiri, kita butuh bantuan orang lain di saat kita kesusahan, kita butuh teman untuk menemi hidup kita. Tetapi sebenarnya itulah hakikat kita sebagai hamba-Nya. Terbatas, lemah, tidak berdaya jika tanpa pertolongan-Nya. Oleh karena itu, janganlah kita berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat disombongkan walau hanya sedikit saja.

    ReplyDelete
  14. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik agama, negara, maupun sosial. Dari elegi ini kita mengetahui ketidak adilan yang dimaksud tergantung dari sudut pandang atau saat situasi dan kondisi seperti apa dan bagaimana, karena adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Manusia memiliki sifat serba terbatas. Sungguh manusia apabila ia tidak bisa menempatkan sesuatu sesuai kadarnya maka akan ada ketidak adilan dalam dirinya. Maka sudah sepatutnya kita selalu rendah hati dan kembali kepada Sang Pemilik Keadilan itu, Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Sifat manusia memang terbatas. Adil adalah salah satu perilaku manusia yang terkadang mudah diucapkan namun susah untuk dilakukan. Seperti firman Allah dalam Q.S. Al Hujurat : 9 yang artinya “ dan berlaku adilah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” Jika dikaitkan dengan posisi kita sebagai pendidik, terkadang untuk berlaku adil kepada peserta didik kita sulit dilakukan. Misalnya ketika kita memberikan perlakuan kepada mereka. Ada siswa A yang sangat kita sukai karena suatu hal, sedangkan siswa B sedikit membuat kita kecewa. Secara tidak langsung sikap kita tentu akan berbeda terhadap kedua siswa tersebut. Hal ini merupakan contoh kecil yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Dari elegi ini, dapat saya ambil pelajaran bahwa meskipun berlaku adil itu tidak mudah karena keterbatasan kita sebagai manusia, tetapi berusaha adil setidaknya bisa kita lakukan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Adil berarti tidak berat sebelah, tidak memihak, tidak berpihak, berpihak kepada yang benar, berpegang kepada kebenaran dan sepatutnya. Dengan demikian seseorang disebut berlaku adil apabila dia tidak berat sebelah dalam menilai sesuatu, tidak berpihak kepada salah satu. Namun kita sebagai manusia yang tak sempurna sering kali berbuat ketidak adilan, mungkin menurut kita sudah adil, akan tetapi sebenarnya adil itu adalah relatif. Adil menurut kita belum tentu adil menurut orang lain. Sebesar apapun usaha kita dalam keadilan, maka hanya Tuhan yang paling adil atas segalanya.

    ReplyDelete
  17. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia itu bersifat terbatas sehingga cenderung tidak adil. Bagaimanalah seorang manusia akan melihat seluruh objek yang ada didunia ini dari berbagai sisi jikalau ia hanya memiliki dua mata? Bagaimanalah seorang manusia akan mendengar seluruh suara dari berbagai frekuensi jikalau ia hanya memiliki dua telinga? Bagaimanalah manusia mampu melangkah diluasnya bumi ini jikalau hanya memiliki dua kaki? Maka sebenar-benar manusia adalah terbatas, sehingga senantiasa membutuhkan pertolongan dari Allah SWT. Maka apalah lagi yang mampu kita sombongkan sebagai manusia dengan segala keterbatasan dan ketidak adilan yang kita miliki dan perbuat? Semoga kita senantiasa terhindar dari kesombongan. Amin.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Itulah manusia yang mempunyai sifat serba terbatas. Dan itulah gunanya berpikir dan menyadari. Jikalau engkau telah menyadari betapa .....sangat sangat sangat sangat sangat ....sangat.... terbatas.... kemampuan dirimu itu, apalagi setiap hal pada dirimu selalu menghasilkan ke Tidak Adilan maka apakah lagi yang engkau banggakan dan engkau sombongkan pada dirimu itu. Tiada engkau sadari, maka engkau telah selalu berbuat dosa karenanya. Maka selalu mohon ampunlah kepada Tuhan Mu atas Ketidak Adilan yang setiap saat engkau produksi itu. Tiadalah manusia mampu menghilangkan kesombongan kecuali atas pertolongan Allah SWT. Amiin"

    Penutup yang sangat langsung meluncur pada poin utamanya. Manusia adalah makhluk yang serba terbatas, tapi lucunya masih banyak yang menyombongkan aspek yang dipikirnya unggul, padahal itu akan membuat dirinya semakin terlihat terbatas, bukan? Karena apa? Ya karena hidup ini terdapat banyak aspek, sedang engkau hanya tahu satu aspek, sungguh terlalu dini untuk menjadi sombong. Maka sekali lagi, elegi ini mengingatkan saya pada momen perkuliah pertama bersama Bapak Marsigit. Momen apa? ya semuanya. Terlebih ketika Pak Marsigit menyampaikan betapa doa sebelum beraktifitas itu penting. Momen di mana Pak Marsigit bersama-sama dengan mahasiswa melantunkan doa bersama di awal perkuliahan. Betapa doa itu penting. Betapa "hati" tiada boleh dibikin kacau.

    ReplyDelete
  19. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan 'Elegi Menemukan Diriku Adalah Ketidak Adilan' bahwa manusia mempunyai sifat serba terbatas. Maka tak pantas jika kita bersikap menyombongkan diri, berdoalah serta berusahalah agar lebih mendekatkan diri kepada Allah sehingga kita akan selalu bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan. Manusia diciptakan sempurna dalam ketidaksempurnaan, ya karena sifat terbatas yang dimiliki manusia.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya namun segala yang ada dan yang mungkin ada pada manusia adalah berada pada keterbatasan oleh karena itu manusia selalu menerapkan ilmu reduksi. Sesuatu yang benar datangnya dari TuhanYang Maha Esa dan sesuatu kesalahan datangnya dari manusia. Sebenar-benarnya penilaian manusia belum tentu benar dimata sang mahakuasa, dan seadil-adil menurut manusia belum tentu adil menurut sang mahakuasa. Karena manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari khilaf dan salah, maka sebenar-benar manusia yang berilmu adalah yang mau mengintropeksi diri, menyadari segala kelemahan dan kekurangannya serta selalu memohon ampun dan petunjuk dari Nya.

    ReplyDelete
  21. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Manusia dianugerahi akal pikiran. Seseorang dapat memikirkan suatu hal pada suatu waktu, seseorang dapat melakukan satu hal dalam satu waktu. Terkadang apabila kita melakukan dua hal dalam satu waktu atau lebih dari itu, hasil yang diperoleh tidak maksimal. Manusia yang diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan memang memiliki kemampuan yang terbatas. Namun keterbatasan itu bukanlah menjadi alasan untuk berhenti berusaha bersikap adil. Adil itu harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan tiap-tiap orang. Berdoalah kepada Allah SWT agar kita dapat diberi petunjuk untuk dapat bersikap adil.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)



    Pada hakikatnya manusia memiliki sifat yang terbatas, dalam ketrebatasan tersebut bisa saja manusia melakukan ketidakadilan yang akan berdampak buruk bagi orang lain. Manusia bisa saja tidakk menyadari bahwa dirinya sedang melakukan ketidakadilan kepada orang lain, hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan manusia tersebut. Oleh karena untuk mengurangi ketidakadilan tersebut sebagai manusia harus selalu berusaha berbuat baik kepada semua orang dan tidak melakukan kesombongan, karena apabila manusia sudah memiliki sifat sombong akan semakin kuat bahwa dia akan melakukan ketidakadilan kepada orang lain. Hanya kepada Allah SWT kita memohon untuk ditunjukkkan dan diarahkan pada jalan lurus, jalan yang jauh dari kesombongan yang dapat menyebabkan ketidakadilan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Elegi ini menyadarkan kita bahwa kita hanyalah makhluk yang sangat terbatas. Segala kemampuan dan setiap yang kita lakukan selalu meliputi keterbatasan. Maka tidaklah pantas bagi kita untuk sedikitpun berlaku sombong. Karena keterbatasan itu, sebagai manusia kita tidak akan pernah bisa berlaku adil, bahkan terhadap diri kita sendiri. Di samping itu, tanpa kita sadari kita telah sering melakukan banyak dosa karena ketidakadilan yang telah kita perbuat sehingga hendaknya kita senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.

    ReplyDelete
  24. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia itu diciptakan dalam bentuk yang sempurna, tetapi tidak sempurna. Sempurna karena diberi anugerah berupa hati dan pikiran. Tidak sempurna karena salah satunya adalah tidak bisa adil dalam segala hal, contohnya adalah tidak bisa adil dengan pandangan belakang kita. Bisa dikatakan manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaan. Manusia itu sifat, banyak kekurangannya, sehingga tidak boleh sombong dengan apa yang dimilikinya. Karena kesombongan hanya akan membuat hati menjadi kacau, karena masih ada yang lebih tinggi dari kita, yaitu Tuhan yang Maha segalanya.

    ReplyDelete
  25. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi menemukan diriku adalah ketidakadilan, dari elegi ini saya belajar bahwa manusia itu dipenuhi oleh keterbatasan. Kita ini mahluk terbatas, terbatas dalam berpikir, terbatas dalam, melihat, terbatas dalam mendengar dan terbatas dalam segala hal. Keterbatasan yang ada dalam diri kita, akan selalu menciptakan ketidakadilan, Oleh karena itu kita sebagai manusia tidaklah pantas untuk menyombongkan diri karena kita adalah mahluk yang terbatas. Namun keterbatasan itulah hakikat kita sebagai mahluk Allah, sehingaa sebagai manusia yang kita harus selalu meminta petunjuk dan pertolongan dari Allah untuk menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  26. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi mencerminkan bahwa dalam hidup penuh dengan ketidak adilan. Itulah manusia yang mempunyai sifat serba terbatas. Kita harus sadari bahwa kemampuan didiri kira terbatas, apalagi setiap hal pada menghasilkan ke tidak adilan. Karena terbatasnya kemampuan didiri kita maka janganlah kita sombong, karena apa yang harus disombongkan dengan keterbatasan yang ada.

    ReplyDelete
  27. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dibanding dengan makhluk lainnya, mungkin manusia bisa dikatakan yang paling sempurna. Namun dalam kesempurnaan yang terbatas, karena sebenar-benarnya sempurna hanya milik Tuhan. Dari elegi menemukan diriku adalah ketidakadilan ini kita dapat memahami betapa terbatasnya manusia. Manusia memiliki kemampuan berpikir yang terbatas sehingga tidak semua yang ada dan mungkin ada dapat mereka pikirkan. Manusia juga memiliki penglihatan terbatas, sehingga tidak sanggup melihat setiap hal yang ada dan mungkin ada. Manusia memiliki pendengaran yang terbatas pula, sehingga hanya mampu mendengar sebagian dari yang keseluruhan ada dan mungkin ada. dsb. Apa yang manusia pikirkan, lihat, dengar, dsb, hanyalah terbatas pada satu atau beberapa hal saja. Inilah bukti bahwa manusia sangat - sangat terbatas dalam setiap apa yang mereka miliki. Dengan keterbatasan ini hendaklah manusia sadar diri dan tidak berlaku sombong atas apa yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  28. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Manusia memiliki keinginan untuk dapat melakukan apapun dengan sempurna. Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin yang terbaik setelah diberikan sesuatu yang terbaik. Karena memang manusia memiliki keistimewaan yaitu memiliki akal pikiran, memiliki perasaan, yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya yang lain. Karena itulah tidak sedikit manusia yang merasa dirinya telah mampu dan telah sempurna dalam segala hal. Manusia tidak jarang bersikap sombong. Padahal jika ingin direnungkan secara mendalam seperti pada Elegi Menemukan Diriku adalah Ketidak Adilan ini manusia itu penuh dengan ketidak sempurnaan. Manusia itu penuh dengan ketidak adilan, baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karena manusia itu makhluk yang terbatas sama dengan makhluk-Nya yang lain maka sebaiknya sifat sombong harus dijauhkan dari diri. Karena apa yang mesti disombongkan dan dibanggakan dari ketidak sempurnaan. Semoga Allah SWT mengampuni setiap kesalahan dan dosa-dosa yang sengaja atau tidak sengaja, dosa yang telah dilakukan atau yang masih dipikirkan. Aamiin

    ReplyDelete
  29. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Mesti sadar dan paham bahwa manusia hidup dalam kesempurnaan yang terbatas, namun seringkali kita tergoda oleh setan dan terjerumus dalam kesombongan. Jikalau kita telah tanpa sadar berbuat kesombongan atas apa yang kita miliki dan kita lakukan, satu - satunya cara terbaik untuk membebaskan diri dari dosa dan kesalahan tersebut adalah dengan bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Setelah itu, hendaklah berdoa dan meminta petunjuk serta perlindungan Allah agar senantiasa ditunjukkan jalan kebenaran dan di jauhkan dari sifat sombong yang meupakan salah satu penyakit hati yang paling berbahaya. Sebagaimana nasihat begawat dalam elegi ini, bahwa tiada seorangpun yang dapat menghilangkan kesombongan, kecuali atas pertolongan Allah SWT. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat sombong yang terhina. Aamiin.

    ReplyDelete
  30. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi Menemukan Diriku Adalah Ketidak Adilan menurut pendapat saya adalah hakekat dari ketidakadilan itu sendiri yang dimiliki oleh manusia. Manusia merupakan makhluk yang memiliki sifat terbatas, dari segi pemikiran, penglihatan, pendengaran, perasaan, dan perkataan. Terkadang manusia tidak menyadari semua ini dan berlaku sombong, padahal hidup dan kehidupan manusia dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga sebenarnya tidak ada hal yang perlu disombongkan.

    ReplyDelete
  31. Sepintar apapun diri kita, namun kita hanya menguasai satu bidang saja, padahal ada banyak sekali bidang-bidang yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggi hati. Seperti kata pepatah diatas langit masih ada langit, begitu pula dengan manusia.
    Ketika kita sombong, disaat itulah ketidak adilan muncul. Kita tidak boleh merendahkan orang lain, semua manusia itu sama. Hanya Tuhan YME yang mempunyai keadilan yang absolut.

    ReplyDelete
  32. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Manusi memang di harapkan dapat berlaku adil.namun pernah dalam diri kita merasakan suatu ketidak adilan ..contohnya kita merasa hidup kita tidak adik dengan apa yang di takdirkan tuhan .namun menurut Tuhan itu adalah adil . jika kita hanya menggangap suatu perkara dari 1sudut pandang diri kita mungkin itu dianggap tidak adil.jadi cobalah memandangnya dari sudut pandang yang lain agar mendapatkan keadilan itu.

    ReplyDelete
  33. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi menemukan diriku adalah ketidak adilan, dari elegi diatas menunjukkan bahwa, kita manusia mempunyai banyak keterbatasan, tidak bisa memaksakan sempurna seperti apa yang ada dalam benak kita. dalam elegi ini, kita diminta untuk lebih memahami karakter diri kita, adil seperti apa yang kita inginkan. Bukankan hanya Dia yang Maha Adil...

    ReplyDelete
  34. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Bermilyar-milyar hal di dunia ini,tetapi yang dapat dipikirkan manusia hanya sekelebatan. Betapa terbatasnya pikiran manusia, bahkan dirinya sendiri tak bisa seutuhnya dipikirkan. Karena seadil-adilnya manusia,hanya Tuhan yang mampu berlaku adil.

    ReplyDelete
  35. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya semakin menyadari bahwa diri saya selalu diselimuti dosa akan ketidakadilan. Ketidakadilan saya untuk memperlakukan diri sendiri juga saat ini masih sulit untuk dikondisikan. Memforsir diri pada kegiatan-kegiatan sehari-hari. Bahkan terkadang menahan rasa lapar sejenak dan telat makan. Sungguh, ini dosa yang saya terkadang juga tidak sadari. Ampuni diri ini ya Robb. Terimakasih Prof atas ulasan ini.

    ReplyDelete
  36. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak, membaca elegi menemukan diriku adalah ketidak adilan ini saya merasa sadar bahwa kemampuan saya sangatlah terbatas. Semua itu terjadi karena keterbatasan. Ketidak adilan itu terjadi sekali lagi karena keterbatasan. Oleh karena itu keterbatasan ini hendanya menjadi pengingat agar manusia dapat selalu ingat kepada Kuasa Allah. Manusia selalu ingat akan kodratnya. Sehingga dapat selalu memohon ampun kepada Allah atas segala kelancangan dalam berbuat.

    ReplyDelete
  37. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    setelah membaca elegi di atas, saya kembali diingatkan betapa kita sebagai manusia mempunyai sifat yang sanga terbatas. untuk itu dalah setiap hal, setiap objek yang ada dan yang mungkin ada, kita membutuhkan keputusan untuk memilih, walaupun itu akan memunculkan ketidakadilan, tetapi itu adalah hal yang mutlak harus kita lakukan dikarenakan keterbatasan yang kita miliki

    ReplyDelete
  38. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Ketidakadilan muncul ketika pikiran manusia yang serba terbatas dalam hal berfikir. Dia memikirkan onyek A, belum tentu onbyek B dapat dipikirkan sekaligus. Oleh karenanya manusia dilarang untuk bersifat sombong karena sungguh sombong itu hanya milik Allah SWT. Manusia yang merupakan makhluk ciptaan Nya yang tidak lepas dari salah dan lupa. Terima Kasih

    ReplyDelete
  39. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan semuanya serba terbatas. Manusia tidak bisa memikirkan semua hal, manusia tidak bisa pandai dalam segala hal, manusia tidak bisa melihat semua hal, manusia tidak mampu mendengar semua hal. Tetapi kita diberi kemampuan untuk dapat memilah mana yang baik dan pantas: mana hal yang pantas untuk dilihat, mana sesuatu yang pantas untuk didengar, mana sesuatu yang layak untuk dipikirkan. Kemampuan memilah tersebut, erat kaitannya dengan reduksi dari segala hal untuk mendapatkan kefokusan (apa yang menjadi perhatian dan sesuai kebutuhan).

    ReplyDelete
  40. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan.
    Dari elegi ini kita disadarkan bahwa sejatinya diri kita ini ternyata orang yang tidak adil. Maka dikatakan bahwa manusia ini memang tidak sempurna, oleh karena itu yang bisa dilakukan oleh manusia yaitu hanya ikhtiar. Sebagai contoh yang menunjukkan kita tak bisa adil yaitu dari sikap kita ketika melakukan berpikir, melihat, mendengar, merasa, mengatakan, menulis, berdoa, memakan, mengarah, memegang, mencintai hanya bisa 1 aktivitas saja tak bisa lebih. Ini menunjukkan juga bahwa kemampuan manusia ini terbatas. Maka manusia dilarang sombong.

    ReplyDelete
  41. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017

    Bagi manusia sebuah kalimat pun dapat membuat persepsi yang berbeda- beda bagi manusia lain. maka dari itu ketika kita merasa tidak ada keadilan pada diri kita maka cobalah mencari keadilan itu .jangan biarkan persepsi ketidak adilan itu membunuh pendapat kita sendiri.

    ReplyDelete
  42. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ilmu yang diberikan di atas. Itulah manusia, pasti mempunyai sifat serba terbatas. Dan itulah gunanya berpikir dan menyadari. Jika kita telah menyadari bahwa kita terbatas terhadap kemampuan yang kita miliki,itulah sebaik-baik manusia yang rendah hati. Namun bukan rendah hati yang menyelimuti, rendah diri juga sering dan ada dalam menghambat setiap langkah kita. Merasa ketidak adilan selalu ada pada diri kita padahal itu merupakan bentuk pemberian dan karuniaNya merupakan salah satu perbuatan keji dan membuat kita semakin terbelakang. Menghambat motivasi dan niat kita untuk membangun dan memperbaiki kualitas diri sehingga kita akan terkekang dengan rasa ketidak adilan itu sendiri. Sehingga jangan sampai kita memperbesar rasa rendah diri kita dan kita merasa hidup dalam penuh ketidak adilan yang menyebabkan kita semakin minder dan tidak berdaya guna. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  43. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Keterbatasan dan ketidak sempurnaan manusia salah satunya adalah ketidak adilan dalam dirinya. Karena yang mampu sebenar-benar adil hanyalah Tuhan Yang Maha Esa. Manusia tidak bisa berbuat adil dengan seadil-adilnya untuk semua orang yang ada disekitarnya disebabkan karena manusia memikirkan banyak hal dalam satu waktu, dan manusia memiliki pertimbangan yang sekiranya keputusannya dapat memberikan keadilan, padahal adil setiap orang berbeda atau bisa dikatakan relatif nagi setiap orang. Maka dari itu, sangat sulit keadilan manusia untuk diberikan kepada banyak orang. Salah satu contohnya saja pada satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak. Padahal, di sini hanya dua orang anak, tetapi keadilan orang tua untuk keduanya sangatlah susah sekali. Meskipun begitu, manusia tetap berusaha sebaik mungkin untuk berbuat adil, dengan susahnya berbuat adil tidak lantas begitu saja untuk tidak berusaha adil.

    ReplyDelete
  44. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari elegi diatas akau menemukan bahawa diriku adalah suatu ketidak adilan. Ketidak adilanku itu berasal dari keterbatasan maupun ketidak mampuanku. Aku menemukan diriku yang terbatas, bahwa banyak sekali ketidak adilan yang aku lakukan. Maka dari itu aku sadar bahwa satu-satunya yang adil dan sempurna adalah Allah SWT, jadi seharusnya aku selalu memohon ampun dan terus bersyukur akan semua berkah, karunia, keadilan, ilmu, dan semua yang ada pada diriku, karena aku sadar, aku bukanlah apa-apa tanpa tuhan. Semoga kita selalu dapat berpikir jernih dan selalu mengagungkan Allah SWT. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  45. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. elegi di atas mengajarkan kita bahwa manusia adalah makhluk yang terbatas. manusia memerlukan fokus dan tidak mungkin mampu melakukan lebih dari dua pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. kalaupun itu bisa, itu akan menghabiskan banyak tenaga baik fisik maupun fikiran yang justru merugikan kesehatan fisik maupun mental kita. memaksakan diri untuk melakukan hal-hal di luar dari batas kemampuan kita adalah bentuk dari ketidakadilan terhadap tubuh kita. itulah sebabnya allah menyarankan kita untuk selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup yang sehat. rajin beribadah untuk menjaga keseimbangan mental. adil terhadap diri sendiri adalah ketika menyadari bahwa setiap manusia memiliki batas kemampuan.

    ReplyDelete
  46. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia memiliki sifat keterbatasan yang melekat pada dirinya. Pada elegi kali ini membahas tentang keterbatasan manusia untuk bersikap adil. Membaca elegi ini membuat saya menyadari betapa tidak adilnya saya. Berlaku tidak adil sama dengan dzolim atau aniaya, maka dari itu terhitung sebagai salah dan dosa. Betapa banyaknya dosa yang telah saya perbuat karena ketidakadilan saya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua dan menjaga kita agar selalu berada di jalanNya yang lurus.

    ReplyDelete
  47. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Ketidakadilan yang dimaksud di sini adalah ketika seseorang sedang berinteraksi dengan suatu hal pasti ada hal lain yang terabaikan. Hal ini jelas pasti akan selalu terjadi. Karena manusia memiliki keterbatasan. Tidak bisa dalam satu waktu mencakup semua hal. Selalu ada yang terabaikan. Sebesar-besar usaha manusia untuk berlaku adil pastilah ada yang merasa tidak diperlakukan secara adil. Yang sebenar-benar mampu berlaku adil ialah Yang Maha Adil yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi ini mengajak kita untuk senantiasa menyadari diri sendiri yang serba terbatas. Itulah mengapa kita perlu berpikir. Namun, berpikir saja tidak cukup, kita juga harus menyadari, kemudian berikhtiar dan berdoa. Jika kita telah menyadari betapa kemampuan kita sangat terbatas dan bahkan sering menghasilkan ketidakadilan, maka apalah yang mesti kita sombongkan. Pantaskan kita menyombongkan diri padahal sebenarnya kita tidaklah memiliki kemampuan selain kemampuan yang terbatas itu. Tidak ada manusia yang mampu menghilangkan kesombongan itu kecuali atas pertolongan Allah SWT, yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu memohon ampun dan berdoa kepada-Nya.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ketidakadilan adalah kebalikan dari adil menurut etika bisnis ketidakadilan adalah dimana seseorang maupun kelompok merasa dirugikan salah satu atau keduanya. Ketidakadilan merupakan menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Diriku adalah ketidakadilan, karena seringkali tidak merasa bersyukur atas apa yang sudah diberikan Allah, padahal karuniaNya sangat banyak dan melimpah serta tak bisa dihitung jumlahnya.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Manusia adalah makhluk yang terbatas, tidak ada yang sempurna. Salah satu keterbatasan manusia adalah seringnya dalam berbuat tidak adil. Memang tidak mudah bagi kita untuk berlaku adil, seringkali kita berlaku subjektif. Hendaknya kita dapat berlaku objektif dalam segala hal. Namun kenyataannya kita seringnya berlaku subjektif, itulah ketidakadilan yang ada pada diri kita.

    ReplyDelete
  51. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Di elegi ini kita dapatkan penjelasan bahwa manusia mempunyai sifat yang terbatas karena manusia adalah makhluk ciptaan Sang Maha Kuasa. Karena manusia mempunyai sifat yang terbatas, sudah sepantas nya manusia tidak akan pernah berlaku adil. Sebenar-benarnya adil di mata filsafat manusia adalah sesuai dengan ruang dan waktu. Adil pun berlaku sifat subjektif, tergantung dari yang melihat dan merasakan keuntungan dari keadilan tersebut. Untuk diri sendiri saja manusia tidak berlaku adil, misalkan sajaseperti manusia yang bekerja dalam sehari bisa melebihi dari jam istirahat atau lebih dikenal kerja lembur. Apalagi dalam waktu ketika beribadat dan berkumpul dengan keluarga, bisa sangat sedikit waktu yang tersisa.

    ReplyDelete
  52. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. terkadang seseorang merasa bahwa dunia ini tidak adil, ia tak bisa seperti orang lain, menyalahkan semua orang atas ketidakmampuananya, bahkan Tuhannya pun disalahkan. Manusia itu hakikatnya memiliki keterbatasan, walupun ia diciptakan sebagai makhluk sempurna oleh Allah SWT. Manusia itu saling melengkapi satu dengan lainnya dengan masing-masing keterbatasanya. Ketidakadilan itu menimbulkan keadilan.

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan, tapi itu semua adalah kekuatan Allah . Kita sebagai manusia pasti tidak dapat melakukan semua itu oleh diri kita sendiri tanpa kekuatan Allah. Manusia memang sering merasa bahwa dirinya adalah bagian dari ketidakadilan, namun manusia bukan berarti tidak dapat berbuat adil.

    ReplyDelete
  54. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Kekurangan, ketidaksempurnaan, dan keterbatasan adalah milik manusia. Sedangkan kelebihan, kesempurnaan, dan ketidakterbatasan adalah milik Allah swt. Oleh karenanya manusia hanya bisa sabar, tawakal, dan ikhlas dalam menghadapi segala cobaan, karena sejatinya janji Allah swt itu pasti dan hanya Allah swt Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta. Maka tidak pantas jika manusia berlaku sombong.

    ReplyDelete
  55. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Tulisan elegi yang Prof. bagikan ini mengajak kita untuk senantiasa menyadari diri sendiri yang serba terbatas. Tidak sepantasnya kita menyombongkan diri padahal sebenarnya kita tidaklah memiliki kemampuan selain kemampuan yang terbatas itu. Tidak ada manusia yang mampu menghilangkan kesombongan itu kecuali atas pertolongan Allah SWT, yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu memohon ampun dan berdoa kepada-Nya karena manusia tak akan pernah lepas dengan salah dan dosa bahkan berbuat tida adil.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  56. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Manusia meskipun merupakan makhluk yang sempurna tetaplah memiliki keterbatasan. Ia tidak bisa memikirkan, melakukan, membicarakan, mendengarkan dst banyak hal di saat yang bersamaan. Oleh karena itu lah, kita patut merenung, siapalah kita dan apalah yang kita punya yang membuat diri kita menjadi sombong. Enggan berdoa dan meminta pertolongan pada Allah

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Ketidakadilan adalah kebalikan dari adil. Menurut etika, ketidakadilan adalah dimana seseorang maupun kelompok merasa dirugikan salah satu atau keduanya. Ketidakadilan merupakan menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Diriku adalah ketidakadilan, karena seringkali tidak merasa bersyukur atas apa yang sudah diberikan Allah, padahal karuniaNya sangat banyak dan melimpah serta tak bisa dihitung jumlahnya.

    ReplyDelete
  58. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Keterbatasan manusia sebenarnya merupakan anugerah dari Allah SWT. Jika manusia mempunyai kemampuan tidak terbatas, maka dunia ini akan menjadi kacau. Dengan terbatasnya pikiran manusia maka manusia bisa fokus dalam berfikir. Dengan terbatasnya pikiran manusia, maka manusia dihadapkan pada prioritas berpikir dimana manusia harus pintar-pintar dalam memprioritaskan mana yang harus dipikirkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  59. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari artikel di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa adalah penting jika kita menyadari sikap arogan kita, kita harus menyadari bahwa kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Tak seorang pun di dunia ini sempurna. Manusia memiliki sifat yang sangat terbatas. Pikiran, penglihatan, pendengaran, perasaan, kata, doa manusia tidak mampu mencapai keseluruhan yang ada. Dengan demikian, hal itu seharusnya membuat kita berpikir dan menyadari bahwa tidak ada yang harus kita banggakan di dalam diri kita, karena apapun yang kita lakukan selalu menghasilkan ketidakadilan. Hanya untuk rahmat dan perlindungan Tuhan yang bisa kita lakukan maka kita tidak menjadi manusia yang sombong.

    ReplyDelete
  60. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan. Terlalu banyak keterbatasan yang dimiliki oleh manusia. Satu-satunya yang tidak memiliki keterbatasan hanyalah Allah. Kesempurnaan hanya milik-Nya. Meskipun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, tapi itu semua adalah kekuatan Allah. Kita sebagai manusia tidak dapat melakukan semua tanpa kekuatan Allah.
    Jadi, apa yang bisa kita banggakan? Allah yang memiliki hak untuk sombong saja memilih untuk tidak menggunakannya, jadi mengapa kita yang hanya makhluk-Nya malah bersikap sombong?. Bukankah segala di dunia ini adalah milih Allah?. Jadi mari memohon kepada Allah SWT untuk selalu memberikan pengampunan-Nya.

    ReplyDelete
  61. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia memiliki begitu banyak keterbatasan. Janganlah menjadi manusia yang sombong karena manusia hidup dengan berbagai macam kekurangan dan keterbatasannya. Namun jangan pula berburuk sangka kepada Allah karena memberikan kita berbagai macam keterbatasan, karena semua keterbatasan yang manusia miliki itulah yang menjadikan manusia bermakna.

    ReplyDelete
  62. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Diantara semua makhluk yang ada di dunia ini, manusia merupakan makhluk yang paling istimewa karena diberikan akal dan hati untuk melakukukan sesuatu. Oleh karenanya keistimewaan yang diberikan ini sebagai pengingat kita sebagai manusia untuk selalu bersyukur karena telah terpilih menjadi makhluk yang istimewa dan diberikan kepercayaan untuk menjaga dunia ini agar seimbang.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  63. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    tidak ada yang sempurna, manusia diciptakan dengan keterbatasan. tidak semua hal dapat dilakukan manusia dalam sekejap. keadilan pun begitu, tidak ada manusia yang adil secara sempurna karena keadilan yang sempurna hanya milik Tuhan. manusia harusnya tidak boleh sombong dengan segala yang dimiliki nya sekarang.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  64. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk terbatas dan tidak sempurna. Sehingga ketidakadilan akan selalu menghampiri manusia. Ketika manusia merasa sifat itu maka kita harus berhati-hati karena barangkali sifat itu muncul akibat kesombongan kita karena merasa sempurna di dunianya yang serba terbatas itu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  65. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A
    Allah SWT menciptakan manusia dengan segala kelebihan yang dimilikinya jika dibandingkan dengan makhluk lainnya​. Namuan dengan begitu banyaknya kelebihan yang dimilikinya, tidak ada satupun manusia yang tidak memiliki kekurangan. Mungkin kita akan dikenala orang dengan kelebihan yg kita miliki atau orang mengenal kita dengan kekurangan yg kita miliki. Setiap orang akan memiliki penilaian yg berbeda terhadap kita, bisa baik bisa juga buruk. Akan ada banyak orang yang menyukai kita, namun tidak sedikit pula orang yg membeci kita. Untuk itu tidak ada yang perlu kita sombongkan. Karena kesembongan itu sesungguhnya hanya pantas dimilikinya oleh Allah SWT, yang telah menciptakan​ makhluknya dengan begitu indah.

    ReplyDelete
  66. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi diatas mengajak kita untuk menyadari seberapa terbatasnya kita. Keterbatasan itulah gunanya untuk berpikir dan menyadari, bahwa setiap haldalam diri kita selalu menghasilkan ketidakadilan. Contohnya saja ketika kita berada di dalam kelas, tentu saja secara bersama-sama kita tidak dapat memperhatikan banyak orang secara bersama-sama, dan ini akan menimbulkan ketidakadilan bagi objek yang lain. Maka apalagi yang dapat kita banggakan dan kita sombongkan dari diri kita sendiri? Tidak ada bukan?

    ReplyDelete
  67. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi ini, pikiran saya lebih terbuka akan betapa tidak adilnya saya selama ini. Akan tetapi, di sisi lain saya menyadari ketidakadilan inilah yang menunjukkan bahwa saya benar-benar manusia, yang sangat sangat sangat sangat terbatas kemampuannya. Saya tidak bisa memikirkan banyak obyek dalam satu waktu. Apabila dikatakan bisa pun, banyak obyek yang saya pikir itu memiiki detik pemikiran yang berbeda, sama saja saya tidak bisa memikirkan banyak obyek sekaligus. Namun sekali lagi itulah keterbatasan saya sebagai manusia. Menyadari hal ini, saya menjadi semakin lebih yakin jika tidak ada yang bisa disombongkan dari diri saya. Masih terlalu banyak ketidakadilan dan keterbatasan lain yang saya miliki, bahkan mungkin tanpa saya sadari. Sudah tahu begitu, apa lagi yang bisa disombongkan.

    ReplyDelete
  68. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Pemikiran manusia memanglah terbatas. Yang dapat dipikirkan hanyalah yang konkret, berada disekitar kehidupan, dan beberapa hal asbtrak yang hanya bisa dilogika. Tak semua hal dapat diraih dengan logika manusia. Oleh karenanya, seharusnya manusia menyadari hal ini dan kemudian ia tak bersikap sombong atas dirinya.

    ReplyDelete
  69. Aji Pangestu
    15301241009
    Pend. Matematika I 2015
    Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun, pemikiran manusia masihlah terbatas. Tidak semua hal dapat masuk dalam logika manusia.

    ReplyDelete