Feb 25, 2011

Elegi Menemukan Diriku Adalah Ketidak Adilan




Oleh Marsigit

Pikiranku:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa memikirkan satu hal saja. Nah ini aku sedang memikirkan Obyek A.

Obyek Bukan A Protes:
Wahai pikiran...kenapa engkau hanya memikirkan Obyek A saja? Padahal Obyek Bukan A itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau pikirkan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Penglihatanku:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa melihat satu hal saja. Nah ini aku sedang melihat Obyek B.

Obyek Bukan B Protes:
Wahai Penglihatan...kenapa engkau hanya melihat obyek B saja? Padahal Obyek Bukan B itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau lihat. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Pendengaranku:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa mendengar satu hal saja. Nah ini aku sedang mendengarkan Obyek C.

Obyek Bukan C Protes:
Wahai Pendengaran...kenapa engkau hanya mendengarkan Obyek C saja? Padahal Obyek Bukan C itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau dengarkan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Perasaan:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa merasakan satu hal saja. Nah ini aku sedang merasakan Obyek D.

Obyek Bukan D Protes:
Wahai Perasaan...kenapa engkau hanya merasakan Obyek D saja? Padahal Obyek Bukan D itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau rasakan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Mengatakan:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa mengatakan satu hal saja. Nah ini aku sedang mengatakan Obyek E.

Obyek Bukan E Protes:
Wahai Mengatakan...kenapa engkau hanya mengatakan Obyek E saja? Padahal Obyek Bukan E itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau katakan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Menulis:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa menulis satu hal saja. Nah ini aku sedang menulis Obyek F.

Obyek Bukan F Protes:
Wahai Menulis...kenapa engkau hanya menulis Obyek F saja? Padahal Obyek Bukan F itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau tulis. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Berdoa:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa berdoa satu hal saja. Nah ini aku sedang berdoa G.

Berdoa Bukan G Protes:
Wahai Berdoa...kenapa engkau hanya berdoa G saja? Padahal Berdoa Bukan G itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau gunakan berdoa. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Memakan:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa memakan satu hal saja. Nah ini aku sedang memakan Makanan H.

Makanan Bukan H Protes:
Wahai Memakan...kenapa engkau hanya memakan H saja? Padahal Makanan Bukan H itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau makan. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Mengarah:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa mengarah pada satu hal saja. Nah ini aku sedang mengarah ke Tujuan I.

Tujuan Bukan I Protes:
Wahai Mengarah...kenapa engkau hanya mengarah ke Tujuan I saja? Padahal Tujuan Bukan I itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama kemana engkau mengarah. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Memegang:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa memegang pada satu hal saja. Nah ini aku sedang memegang Obyek J.

Obyek Bukan J Protes:
Wahai Memegang...kenapa engkau hanya memegang Obyek J saja? Padahal Obyek Bukan J itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau pegang. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Mencintai:
Pada suatu saat dan suatu waktu aku hanya bisa mencintai satu hal saja. nah ini aku sedang mencintai Obyek K.

Obyek Bukan K Protes:
Wahai mencintai...kenapa engkau hanya mencintai Obyek K saja? Padahal Obyek Bukan K itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama untuk engkau cintai. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Berhenti:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa berhenti di suatu tempat saja. Nah ini aku sedang berhenti di Tempat Ini.

Tempat Bukan Ini Protes:
Wahai Berhenti...kenapa engkau hanya berhenti di Tempat Ini saja? Padahal Tempat Bukan Ini itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama sebagai tempat engkau berhenti. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Menjadi Subyek:
Pada suatu saat dan suatu tempat aku hanya bisa menjadi sebagai subyek tertentu saja. Nah ini aku telah menjadi Matematikawan.

Bukan Matematikawan Protes:
Wahai Menjadi Subyek...kenapa engkau hanya menjadi Matematikawan saja? Padahal Bukan Matematikawan itu banyaknya bermilyar-milyar dan mereka mempunyai hak yang sama sebagai subyek menjadimu. Maka aku menemukan bahwa sebenar-benar Dirimu itu adalah Tidak Adil.

Diriku:
Oh...hhh sang Bagawat kenapa setiap hal pada diriku selalu menghasilkan Ketidak Adilan?

Bagawat:
Itulah manusia yang mempunyai sifat serba terbatas. Dan itulah gunanya berpikir dan menyadari. Jikalau engkau telah menyadari betapa .....sangat sangat sangat sangat sangat ....sangat.... terbatas.... kemampuan dirimu itu, apalagi setiap hal pada dirimu selalu menghasilkan ke Tidak Adilan maka apakah lagi yang engkau banggakan dan engkau sombongkan pada dirimu itu. Tiada engkau sadari, maka engkau telah selalu berbuat dosa karenanya. Maka selalu mohon ampunlah kepada Tuhan Mu atas Ketidak Adilan yang setiap saat engkau produksi itu. Tiadalah manusia mampu menghilangkan kesombongan kecuali atas pertolongan Allah SWT. Amiin.

36 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah makhluk yang terbatas dan tak sempurna. Kita hanya bisa memikirkan, melihat, mendengar, merasakan, mengatakan, menulis, berdoa, memakan, dst satu hal saja pada suatu saat dan suatu tempat. Hal itu semua karena keterbatasan manusia dan keterikatan dengan ruang dan waktu. Selain itu, karena keterbatasan tersebut, janganlah menjadi pribadi yang tak mau bersyukur. Janganlah membandingkan diri kita dengan orang lain. Ingatlah bahwa setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Jadilah manusia yang selalu bersyukur dengan segala hal yang engkau punya, lakukan usaha yang konsisten untuk mencapai tujuanmu, jangan takut akan kegagalan, dan pastinya selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Itulah manusia, selalu akan haus akan keserakahan, ketidak adilan sudah menjadi hal yang wajar. Namanya juga manusia , kita hanya manusia biasa yang penuh aka kekurangan dan yang sempurna itu hanya Dzat Yang maha Tinggi Yaitu Allah SWT yang segala MAHA, salah satunya MAHA Adil. Maka dari itu, janganlah kita berlaku sombong terhadap sesama makhluk

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Manusia selalu mempunyai rasa tidak puas. Manusia terkadang selalu melihat ke atas bukan ke bawah. Terkadang manusia juga memikirkan hal-hal yang diluar batasnya. Begitulah manusia, sifatnya terbatas, maka apalah yang dapat kita sombongkan? Maka sering-seringlah kita memohon ampun kepada-Nya.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyak orang sering bertikai, sering protes yang anarkis, dan sering menghujat orang lain karena merasa kalau dirinya itu mengalami ketidak adilan. Tidakkah orang-orang tersebut menyadari bahwa dirinya sebagai seorang manusia juga sebenarnya telah banyak sekali melakukan ketidak adilan. Maka apabila kita mendapat ketidak adilan menurut versinya, maka janganlah kita menyikapinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak semestinya dan merugikan orang lain karena hal tersebut juga dapat dianggap ketidakadilan pula bagi orang lain. Bukan berarti, kita tidak boleh melawan atau memperjuangkan hak kita, hanya saja sebagai seorang manusia yang banyak memiliki keterbatasan dalam menilai dirinya maupun kehidupannya, kita harus sangat berhati-hati dalam merespon segala masalah yang kita hadapi. Serahkan segalanya kepada Allah SWT, karena sesungguhnya hanya Allah lah dzat yang Maha Adil dan Maha bijaksana.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kemudhorataan dan keburukan ditimpakan Tuhan kepada manusia akibat berbuat aniaya terhadap diri sendiri. Segala keburukan sebenarnya bersumber pada keserakahan dan keakuan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, menjadikan manusia membuat ketidakadilan terhadap dirinya sendiri. Maka semestinya kita selalu mohon ampun kepada Tuhan atas ketidakadilan yang kita buat sendiri.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Manusia adalah makhluk yang terbatas, tidak ada yang sempurna. Salah satu keterbatasan manusia adalah seringnya dalam berbuat tidak adil. Memang tidak mudah bagi kita untuk berlaku adil, seringkali kita berlaku subjektif. Hendaknya kita dapat berlaku objektif dalam segala hal. Namun kenyataannya kita seringnya berlaku subjektif, itulah ketidakadilan yang ada pada diri kita.

    ReplyDelete
  7. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah hakekatnya manusia adalah makhluk yang terbatas. Janganlah dirimu kelak sebagai guru,dosen, atau lainnya merasa sombong dan bangga akan apa yang kamu punya. Pahamilah keterbatasanmu, minta ampunlah atas segala apa yang tidak bias kamu perbuat kepada Allah SWT. Lakukan sebaik mungkin apa yang kamu bias perbuat.

    ReplyDelete
  8. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia tempatnya kekurangan dan keterbatasan. Tidak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Hanya Allah SWT lah tempatnya kesempurnaan itu, maka sebagai makhluk ciptaanNya hendaknya kita senantiasa memohon ampun, berdoa, dan bertawakal atas segala perbuatan kita. Manusia juga tempatnya lupa, mungkin secara tidak sadar kita telah berbuat ketidakadilan bagi diri kita dan orang lain. Mungkin secara tidak sadar kita memandang rendah kaum lain, merasa hebat dan bangga dengan kemampuan diri. Padahal kita dan manusia yang lain adalah sama sebagai makhluk ciptaanNya. Kita tidaklah pantas untuk menyombongkan diri atas predikat apa yang kita miliki di dunia ini. Maka tetaplah rendah hati dan selalu mengingat Allah disetiap perbuatan.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia yang merupakan ciptaanNya merupakan makhluk yang paling sempurna jika dibandingkan makhluk Tuhan lainnya.
    Akan tetapi dalam kesempurnaan ini jika dibandingkan kuasaNya maka manusia mempunyai sifat serba terbatas.
    Tidak ada kemampuan manusia yang dapat melebihi kuasaNya.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kemampuan manusia sungguh sangat terbatas. Dari elegi tersebut memberikan pembelajaran agar kita selalu intropeksi dan tidak sombong pada hal-hal yang kita miliki. Karena sejatinya, segala sesuatu hanyalah titipan dan milik Allah swt semata. Tanpa disadari, manusia seringkali menyombongkan hal-hal duniawi, seperti kekayaan, kepandaian, kemewahan, dan lain sebagainya. Padahal semua itu justru menjadi cobaan dunia. Semoga kita senantiasa tergolong makhluk yang selalu bersyukur, rendah hati, dan terlindung dari godaan duniawi. Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D
    Pikiran manusia itu terbatas. Itu sebabnya manusia selalu melakukan metode reduksi untuk memahami sesuatu, yaitu focus hanya pada satu sifat tertentu saja sedangkan sifat yang lain diabaikan. Inilah sumber ketidak adilan manusia, karena pikirannya yang terbatas itu. kalau kita menyadari hal ini, keterbatasan kita, niscaya kita pasti akan terus menerus bersandar kepada Tuhan yang kuasaNya tidak terbatas itu, sehingga kta terhindar dari kesombongan.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. terkadang seseorang merasa bahwa dunia ini tidak adil, ia tak bisa seperti orang lain, menyalahkan semua orang atas ketidakmampuananya, bahkan Tuhannya pun disalahkan. Manusia itu hakikatnya memiliki keterbatasan, walupun ia diciptakan sebagai makhluk sempurna oleh Allah SWT. Manusia itu saling melengkapi satu dengan lainnya dengan masing-masing keterbatasanya. Ketidakadilan itu menimbulkan keadilan.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016.


    Manusia sebagai makhlukNya sudah seharusnya menyadari bahwasannya manusia memiliki sifat serba terbatas.
    Manusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas.
    Sehebat apapun manusia, secerdas apapun manusia masih sangat terbatas kemampuan mereka.
    Sehingga tak seharusnya manusia merasa besar hati akan kemampuannya.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang tidak memiliki kekurangan dan keterbatasan. Jika semua manusia itu merasa hebat, maka yang akan terjadi persaingan dan pertengkaran. Sebaliknya, jika semua manusia itu merasa lemah, mungkin mereka hanya akan saling memandang penuh putus asa. Ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang hebat dan ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada pula yang memiliki kekurangan. Allah menciptakan manusia seperti itu bukan tanpa maksud, Allah sengaja melakukannya agar manusia saling bekerja sama, saling memberi dan saling membantu Kepada yang lemah, Allah mengajari agar mau berusaha keras dan tak pernah malu meminta bantuan kepada yang kuat. Kepada yang kuat Allah mengajari agar ia mau berbagi dan membantu yang lemah.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas saya dapat mengambil pelajaran bahwa hidup kita ini sebenarnya harus seimbang, baik untuk diri kita pribadi maupun untuk orang lain. Karena kita manusia ini adalah mahluk sosial yang satu sama lain saling membutuhkan. Untuk itu janganlah selalu memetingkan diri sendiri, apalgai kita sesama muslim. Sebagaimana yang di sabdakan Nabi Muhammad bahwa umat Islam itu seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit maka semuanya akan merasakan sakit. Jangan menurutkan hawa nafsu yang tidak akan pernah puas, karena kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika kita bisa memberi, namun ingat yang kita berikan itu tentu harus berasal dari hal baik.

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Ketidak adilan manusia adalah keterbatasan yang disombongkan. Manusia memanglah makhluk yang sempurna dari segala makhluk Allah, namun itu tidak semerta-merta membuat manusia lepas dari sikap tidak adil pada dirinya sendiri. Bila adil pada diri sendiri saja sudah tidak bisa dilaksanakan, lalu bagaimana bisa berbuat adil kepada yang lainnya?. Dari itu sebaik-baik manusia adalah yang selalu sadar akan keterbatasannya dan selalu berusahan adil baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    sebagaimana menjadi manusia kita harus selalu belajar. belajar dari setiap kesalahan. dan menjadi manusia harus selalu bersyukur. bersyukur atas segala kenikmatan yang di miliki. setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, maka sanagt sombong sekali manusia jika Ia terlalu bangga dengan kelebihannya, manusia seperti itulah yang buta atas kekurangannya. buta disini adalah buta hati dan pikirannya yang sudah diselimuti oleh kegelapan semata.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rasa tidak pernah puas adalah miliki manusia. Jika rasa itu tidak dikontrol akan muncul keserakahan. Keserakahan hanya akan mendekatkan diri ini pada kemudaratan. Hal ini juga salah satu pemicu dari ketidakadilan. Semoga kita semua dijauhkan dari segala sifat – sifat buruk ini. Amin.

    ReplyDelete
  19. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Aku hanya menyadari bahwa ketidakadilan selalu dilakukan di setiap waktu, setiap tempat tapi kami tidak pernah menyadari tentang hal itu. Dan dari elegi ini kita tahu bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan, membuat ketidakadilan di sisi lain, jadi kita tidak harus sombong.

    ReplyDelete
  20. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia itu bukan makhluk yang paling sempurna, oleh karena itu manusia itu makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan – keterbatasan itu sudah dijelaskan dalam elegi di atas. Sehingga janganlah sombong denganyang dimliki karean semua itu keterbatasanmu. Bersyukur atas apa yang dimiliki. Ingatlah Tuhan YME dan selalu mohon ampun atas apa saja kelemahanmu itu.

    ReplyDelete
  21. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Manusia merupakan tempatnya salah dan lupa. manusia bukan makhluk yang sempurna. manusia tidak bisa secara adil dalam melakukan sesuatu. tetapi manusia dapat mencoba untuk adil. seperti contohnya pada alat indera yang manusiapun tidak dapat melihat terfokus pada beberapa hal, mereka hanya dapat terfokus dalam 1 hal saja. dan jika kita dapat mendengar mata kita berbicara, maka dia akan protes karena ketidakadilannya.

    ReplyDelete
  22. Adil menurut saya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sandal yang harganya mahal tetap dipakainya di kaki dan menjadi alas. Siswa yang tidak mampu mengerjakan matemtika maka akan diberi nilai sesuai dengan jawaban benarnya. Tapi perhatikan dulu apakah guru telah memberikan pembelajaran yang baik bagi dirinya sehingga ia bisa menyerap atau mempunyai pengetahuan tentang matematika. Guru yang tidak memberikan pembelajaran yang berkualitas maka siswa kurang memahami matematika itu sendiri. Atau soal yang diberikan siswanya tidak diberi pengalaman dan pengetahuan untuk menyelesaikan soal tersebut. Berapa banyak siswa yang mendapat nilai yang tidak KKM apakah tetap ditulis apa adanya. Maka guru telah melakukan ketidak adilan. Karena siswa yang nilainya seharusnya rendah tetapi dapat KKM.

    ReplyDelete
  23. Pandanglah siswa sebagai manusia yang sedang berproses, berkembang, mempunyai potensi. Siswa bukan harddisk yang diberi pengetahuan baru kemudian langsung menyimpannya dan ketika digunakan atau dicari maka pengetahuan itu ada. Guru kadang tidak menilai siswa dari pengetahuannya saja tetapi dari sikapnya. Guru agama Islam jika menemukan siswanya rajin ibdaha sholat, baik, sopan, tetapi didapati nilai ulangannya tidak KKM mana yang lebih digunakan untuk menilai, memaksakan untuk menilai dari sisi pengetahuan atau perbuatannya dalam hal ini ama ibadahnya. Itulah keadilan, ketika nilai diambil dari sisi sikap dan pengetahuan tinggal proporsinya. Memang pengetahuan yang tidak diamalkan akan kosong, dan amal tanpa pengetahuan menjadi buta. Tetapi manusia mungkin mempunyai proporsi yang berbeda dari pengetahuan dan amal, ada yang lebih besar amal dan sebaliknya. Kenalilah siswa kita

    ReplyDelete
  24. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Begitulah manusia memiliki sifat yang terbatas. Di dalam pikiran saja hanya mampu memikirkan satu hal dalam satu waktu dan saat ingin memikirkan dua hal dalam waktu bersamaan yang terjadi maka apa yang dipikirkan tidak memperoleh jawaban yang baik tetapi malahan menjadi suatu penyakit, dalam berbuat manusia hanya mampu melakukan 1 hal dalam satu waktu saat ingin melakukan 2 hal dalam satu waktu terkadang hasil yang diperoleh tidak maksimal dan tetap saja itu dianggap tidak adil karena masih banyak hal lain yang dapat dilakukan. Walaupun manusia tahu bahwa dirinya bagian dari ketidakadilan, akan tetapi itu tidaklah berarti bahwa dirinya tidaklah tidak dapat berbuat adil atau berusaha berbuat adil, karena keadilan akan membawa banyak manfaat bagi hidup kita. Kalau menurut saya keadilan itu tidaklah selalu berarti sama rata, terkadang keadilan itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

    ReplyDelete
  25. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keterbatasan adalah sifat yang dimiliki manusia sejak lahir. Disegala lini kehidupan pasti manusia memiliki keterbatas karena manusia hanya bisa melakukan sesuatu didalam batas ruang dan waktu yang saat itu dialaminya. Olah karena itu janganlah membanggakan diri dan juga sombong dengan apa yang dimiliki saat ini. Segala sesuatu yang dimiliki saat ini hanyalah titipan oleh Allah SWT dan juga kelak akan diminta pertaggungjawabanya. Oleh karena itu hilangkan kesombongan yang ada dalam diri kita dan tingkatkanlah rasa syukur atas apa yan telah kita miliki saat ini.

    ReplyDelete
  26. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kehidupan mengajarkan banyak hal dan kehidupan juga menuntut kita untuk menentukan pilihan. Akan selalu ada berbagai pilihan yang kita hadapi disertai dengan konsekuensinya masing-masing, untuk itu kita dituntut untuk bersikap cermat dalam menentukan pilihan serta berpegang teguh pada kebenaran dan nilai-nilai keadilan agar tidak salah menentukan dan menjalankan pilihan. Untuk mencapai hal itu manusia dalam keterbatasannya membutuhkan berpikir dan menyadari. Tanpa pikiran dan kesadaran manusia akan sulit untuk menjalankan pilihan dalam hidupnya dan bahkan sulit untuk memilih diantara pilihan – pilihan dalam hidup.

    ReplyDelete
  27. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    ketika kita mampu menemukan kekurangan dalam diri kita, disitulah kita merasa ketidak adilan. Padahal sesungguhnya dengan kita memahami kekurangan di dalam diri, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik serta dapat menjadikan kekurangan menjadi kelebihan pada diri kita.

    ReplyDelete
  28. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah SWT memberikan sesuatu kepada kita pasti memiliki tujuan. Untuk itu ketika kita mampu menemukan diri kita lebih baik disyukuri apa yang dimilikinya. Hidup akan lebih bahagia ketika kita mampu mensyukuri hal-hal kecil yang diberikan-Nya.

    ReplyDelete
  29. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Manusia memiliki keterbatasan. Manusia dikatakan sempurna jika manusia tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan di dalam dirinya. Jika manusia bisa melakukan segala hal maka sesungguhnya dia bukan manusia. Tidak ada yang bisa disombongkan pada diri ini, banyak sekali yang tidak bisa dilakukan oleh diri ini. Oleh karena itu, bersikap wajarlah dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan ini. Dan mintalah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin.

    ReplyDelete
  30. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi Menemukan Diriku Adalah Ketidak Adilan”, manusia mempunyai sifat serba terbatas. Maka tak pantas jika manusia bersikap menyombongkan diri. Kita harus berdoa serta berusaha agar lebih mendekatkan diri kepada Allah sehingga kita akan selalu bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan.

    ReplyDelete
  31. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tanpa saya sadari, ternyata manusia sungguh tidak adil. Benar-benar saya tidak memikirkan sejauh itu, seperti yang tertulis dalam postingan di atas. Bahkan, ketika kita mengarah pada satu tujuan pun ternyata saat itu kita juga berlaku tidak adil. Betapa terbatasnya kemampuan manusia, yang mampu berlaku seadil-adilnya memang hanyalah Ia sang maha Adil.

    ReplyDelete
  32. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia diciptakan dengan kemampuan yang terbatas. Artinya selalu ada ketidakadilan yang diciptakan manusia saat manusia tersebut mengambil sebuah keputusan. Hal tersebut sangat wajar dikarenakan manusia memiliki keterbatasan. Sudah sewajarnya manusia berperilaku tidak sombong agar tehindar dari perbuatan tercela.

    ReplyDelete
  33. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Manusia memiliki keterbatasan dalam hal apapun, tidak terkecuali pada saat meluapkan pemikiran. Tapi terkadang manusia merasa yang paling sempurna padahal memiliki kekurangan serta keterbatasan. Seringkali manusia tidak sadar bahwa dia sedang berlaku tidak adil. Oleh karenanya manusia harus memiliki sandaran yaitu Allah SWT yang MAHA adil, MAHA benar. Berserah diri dan merendahkan hati dihadapan Allah SWT serta mengharapkan ridhoNya di setiap hebusan nafas kita.

    ReplyDelete
  34. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya merasa tidak adil terhadap diriku sendiri. terkadang aku hanya menggunakan sebagian anggota tubuh dan tidak menggunakan bagian tubuh lain. terkadang porsi kerja masing-masing anggota tubuhku berbeda. ada yang bekerja sangat keras dan ada yang tidak.

    ReplyDelete
  35. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Manusia memiliki keterbatasan. Manusia dikatakan sempurna jika manusia tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan di dalam dirinya. Jika manusia bisa melakukan segala hal maka sesungguhnya dia bukan manusia. Tidak ada yang bisa disombongkan pada diri ini, banyak sekali yang tidak bisa dilakukan oleh diri ini. Oleh karena itu, bersikap wajarlah dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan ini. Dan mintalah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin

    ReplyDelete
  36. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai keterbatasan dalam diri masing-masing. Setiap manusia memiliki keterbatasan masing-masing. Keterbatasan tersebut dapat berupa kemampuan, pemikiran, perasaan dan lainnya. Adanya keterbatasan ini dapat membuat ketidakadilan bagi orang lain dan mungkin juga diri kita sendiri. Selama hidup di dunia, sulit bagi manusia untuk berlaku adil. Sebenar-benarnya diri kita adalah hanya bisa berusaha untuk adil. Keadilan yang sesungguhnya hanyalah milik Allah semata.

    ReplyDelete