Mar 8, 2011

Elegi Konferensi Internasional Imajiner

Oleh: Marsigit

Orang tua berambut putih ingin menyelenggarakan konferensi internasional imajiner. Semua orang penting diundang. Temanya adalah mengungkap hakekat ilmu. Moderatornya Socrates. Berikut jalannya sidang:

Socrates:
Wahai Permenides, Heraclitos, Pythagoras, ....Apakah ilmu menurut dirimu?



Thales:
Menurutku ilmu itu terkandung dalam air. Barang siapa mampu mengungkap misteri air, maka dialah yang akan mempunyai ilmu itu. Maka tiadalah sesuatu itu tercipta, kecuali dari air.

Anaximenes:
Menurutku ilmu itu terkandung dalam udara. Barang siapa mampu mengungkap misteri udara, maka dialah yang akan mempunyai ilmu itu. Maka tiadalah sesuatu itu tercipta, kecuali dari udara.

Pythagoras:
Menurutku ilmu itu suci. Maka hanya orang-orang sucilah yang berhak mempunyai ilmu.

Permenides:
Menurutku, ilmu itu bersifat tetap. Tiadalah sesuatu yang berubah dalam ilmu itu. Itulah sebabnya maka sesuatu yang berubah bukanlah suatu ilmu. Maka sebenar-benar ilmu adalah tetap. Hanyalah yang tetap yang aku sebut sebagai ilmu. Maka sebenar-benar segala sesuatu itu pada hakekatnya adalah tetap.

Heraclitos:
Menurutku, ilmu itu bersifat berubah. Tiadalah sesuatu yang tetap dalam ilmu itu. Itulah sebabnya maka sesuatu yang tetap bukanlah suatu ilmu. Maka sebenar-benar ilmu adalah berubah. Hanyalah yang berubah yang aku sebut sebagai ilmu.

Demokritos:
Menurutku, ilmu ada yang benar dan ada yang tidak benar. Ilmu yang benar adalah yang berada dalam pikiran. Sedangkan ilmu yang tidak benar yang diperoleh dengan melihat.

Plato:
Menurutku manusia mempunyai dua dunia, yaitu dunia pengalaman dan dunia ide. Sedankan ilmuharus bersifat tetap, dan yang tetap itu adalah ide. Jadi menurutku ilmu adalah ide itu sendiri.

Aristoteles:
Menurutku ilmu adalah pengalaman. Tiadalah ilmu tanpa pengalaman. Jadi pengalaman itulah sebenar-benar ilmu.

Euclides:
Menurutku ilmu adalah deduksi. Maka tiadalah ilmu kecuali ditemukan dengan metode deduksi.

Plotinos:
Menurutku ilmu adalah pancaran dari Tuhan. Maka tiadalah ilmu jika hal demikian tidak dipancarkan oleh Tuhan.

Rene Descartes:
Menurutku ilmu itu identik dengan keraguan. Maka tiadalah ilmu tanpa keraguan. Keraguanku itulah ilmuku.

Bacon:
Menurutku ilmu itu kalau terbebas dari idol. Idol adalah berhala pengganggu manusia dalam memperoleh ilmunya. Jadi sebenar-benar ilmu menurutku adalah terbebas dari idol.

Berkely:
Menurutku, ilmu adalah tipuan belaka. Sesungguhnya dunia itu tipuan. Maka tiadalah aku mempunyai ilmu kecuali tipuan belaka.

Hume:
Menurutku ilmu adalah totalitas dari pengalaman kita. Ilmu itu berada di atas pengalaman kita. Jadi tiadalah ilmu jika tidak berada di atas pengalaman.

Kant:
Menurutku ilmu adalah keputusan. Keputusanku itulah ilmuku. Maka janganlah berharap mempunyai ilmu jika tidak dapat mengambil keputusan.

Fichte:
Menurutku ilmu adalah diriku yang otonom. Diriku yang otonom itulah ilmuku. Itu sama artinya bahwa ilmuku adalah idealismeku.

Hegel:
Menurutku ilmu adalah sejarah. Dunia itu mensejarah. Maka sebenar-benar ilmu adalah sejarahnya dunia dengan segenap isinya.

Comte:
Menurutku ilmu adalah positive. Ilmu itu tentang hal yang sungguh-sungguh terjadi dan real. Itulah sebenar-benar ilmu yaitu positive.

Darwin:
Menurutku ilmu adalah perkembangan. Suatu perkembangan betul-betul disebut ilmu jika sesuai dengan hukum-hukum mekanik.

Husserl:
Menurutku ilmu adalah mengabaikan yang tidak diselidiki, dan memperhatikan yang diselidiki. Itulah fenomenologi. Maka sebenar-benar ilmu adalah fenomenologi.

Hartman:
Menurutku ilmu adalah nilai. Tiadalah ilmu jika tidak mempunyai nilai.

Satre:
Menurutku ilmu adalah merdeka. Merdeka dari segala macam aturan itulah ilmu. Itulah sebenar-benar nihilisme.

Freud:
Menurutku ilmu adalah asmara. Maka sebetulbetul dunia adalah asmara. Ilmuku itulah asmaraku.

Enstein:
Menurutku, ilmu adalah relatif. Semuanya adalah relatif. Duania itu adalah relativitas. Itu juga ilmuku.

Piaget:
Menurutku ilmu adalah membangun. Tiadalah orang dapat dikatakan berilmu jika tidak mampu membangun. Itulah sebenar-benar konstructivist.

Wittgenstain:
Menurutku ilmu adalah bahasa. Maka bahasaku itulah rumah sekaligus ilmuku.

Brouwer:
Menurutku, ilmu adalah intuisi. Maka intuisiku adalah ilmuku. Itulah sebenar-benar intuisionisme.

Russell:
Menurutku, ilmu adalah logika. Tiadalah suatu dikatakan sebagai ilmu jika dia tidak logis.

Lakatos:
Menurutku ilmu adalah kesalahan. Maka tiadalah sesuatu disebut ilmu jika tidak ada kesalahan. Itulah sebenar-benar fallibisme.

Stuart Mill:
Menurutku ilmu adalah manfaat. Maka tiadalah sesuatu disebut sebagi ilmu jika tidak membawa manfaat.

Ernest:
Menurutku, ilmu adalah pergaulan. Maka tiadalah seseorang dapat memperoleh ilmu tanpa interaksi dengan sesama untuk membangun ilmunya. Itulahh sebenar-benar socio-constructivist.

Materialist:
menurutku, ilmu adalah materi. Tiadalah sesuatu hakekat apapun kecuali materi. Itulah sebenar-bear materialis.

Hedonist:
Menurutku ilmu adalah kenikmatan. Maka tiadalah ilmu kecuali aku mendapat kenikmatan. Kenikmatan dunia itulah sebenar-benar ilmuku.

Fatalist:
Menurutku, ilmu adalah takdir. Maka suratan takdir itulah ilmuku. Tiada daya upaya manusia kecuali sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Itulah sebenar-benar ilmu, yaitu seratus persen berserah diri.

Humanis:
Menurutku, ilmu itulah diri manusia. Maka tiadalah ilmu berada diluar diri manusia. Itulah sebenar-benar humanisme.

Kapitalist:
Menurutku, ilmu adalah kapital. Maka tiadalah sebenar-benar ilmu tanpa kapital. Itulah sebenar-benar kapitalisme.

Liberalist:
Menurutku, ilmu adalah bebas mutlak. Itulah hak-hak ku. Itu pula sebenar-benar liberalisme.

Pancasilaist:
Menurutku, ilmu adalah mono-dualis. Dua yang satu, satu yang dua. Habluminallah dan habluminanash itulah hakekat ilmuku.

Religist:
Menurutku, ilmu adalah ibadah. Maka tiadalah sesuatu itu dikatakan ilmu jika tidak untuk ibadah.

Semua pembicara bertanya kepada Moderator:
Wahai Socrates, kalau menurutmu sendiri apakah ilmu itu.

Socrates:
Menurutku, ilmu adalah pertanyaan. Maka sebenar-benar ilmuku adalah pertanyaanku. Janganlah engkau berharap memperoleh ilmu jika engkau tidak mampu bertanya. Itulah mengapa pada konferensi ini aku banyak bertanya.

57 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiadalah orang berilmu tanpa bertanya. Akan bertambah ilmumu jika mempertanyakan apa yang tidak kamu ketahui. Bahwasanya ketidaktahuanmu tersirat keingintahuan untuk menjadi tahu dengan pembekalan pengetahuan yang telah ada. Maka orang yang mengajukan pertanyaan tidak sepenuhnya ia tidak mengetahui, namun menunjukkan bahwa sedang berpikir dan berusaha untuk membuat skema baru di dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  2. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap objek didunia dapat menjadi sebuah ilmu dari ilmu tentang alam samapai ilmu tentang social. Khususnya dalam matematika, objek di dunia dijadikan sebagai objek nyata dari objek-objek matematika yang telah diabstraksi dan diidealisasi.

    ReplyDelete
  3. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dalam artikel tersebut yang menyatakan bahwa ilmu itu relatif. Segala hal yang ada di dunia ini juga relatif. Bagaimana cara memandang sesuatu hal juga merupakan suatu hal yang relatif. Maka perlu usaha dalam mencari ilmu supaya dapat digunakan dalam kehidupan dan tidak hanya ditampung saja. Bertanyalah untuk mendapatkan ilmu, menurut saya memang benar, karena dengan bertanya kemudian kita akan mencari jawaban atas pertanyaan dan belajar.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Para tokoh mendefinisikan ilmu dengan pengertiannya masing-masing bahkan ada yang bertentangan dari definisi-definisi tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa definisi ilmu adalah relatif. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar karena definisi-definisi tersebut adalah relatif terhadap ruang dan waktu sesuai dari sudut pandang yang digunakan oleh tokoh. Namun dari definisi-definisi tersebut saya justru menyimpulkan bahwa ilmu adalah luas karena ilmu bisa mencakup bahasa, logika, nilai, pergaulan, dan sebagainya. Keluasan ilmu itu sendiri tergantung dari ruang dan waktu mana kita memandangnya.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pengalaman adalah guru terbaik. Dengan berbagai pengalaman yang kita dapatkan, itu semua dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dengan kita telah mendapatkan pengalaman tersebut. tetapi pengalaman juga tidak harus dari kita tetapi dapat berasal dari orang lain juga. sehingga pengalaman begitu berharga.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Ilmu adalah sesuatu yang harus kita miliki untuk dapat hidup di dunia ini, orang-orang yang tidak berpengetahuan, dia tidak akan bisa hidup, karena orang ini tidak punya modal. Ilmu yang dibutuhkan oleh siapa saja, bagi siapa saja, kapan saja dan dalam waktu. Ilmu pengetahuan juga dapat diperoleh dari siapa saja dan kapan saja. Apa pun pemaknaan dari ilmu tergantung pada pengharapan manusia terhadap ilmu itu dengan ilmu manusia dapat berbuat banyak hal,dengan ilmu manusia dapat berbuat baik pada diri sendiri maupun di luar dirinya namun dengan ilmu itu pula ia dapat berbuat jahat bagi dirinya dan orang lain. Sebuah ilmu dapat menjadi alat untuk mendapatkan ilmu yang lainnya, dengan ilmu manusia menyadari siapa dirinya, dengan ilmu pula manusia dapat menjadi kuat di hadapan manusia yang lain namun dia bukanlah apa-apa di hadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari berbagai tokoh yang mendefinisikan tentang ilmu, dapat saya simpulkan ilmu adalah relatif, dan luas. Apa yang ada di benak setiap orang, mampu melahirkan definisi sehingga antar pemikiran akan berbeda cara pandangnya tentang ilmu. seperti halnya, makna ilmu bagi seorang pedagang akan berbeda dengan makna ilmu dari sudut pandang pengusaha gedung tinggi. Secara umum, keluasan dan kerelatifan ilmu tergantung dari ruang dan waktu yang mana kita dalam memandangnya.

    ReplyDelete
  8. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu untuk setiap orang dapat dimaknai berbeda-beda. Seperti halnya apa yang dimaknai sebagai ilmu oleh kalangan tokoh cendekia. Pendapat mereka pun tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Karena hal tersebut juga merupakan sudut pandang masing-masing orang dalam melihat apa itu ilmu.

    ReplyDelete
  9. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematka A 2014

    Penjelasan ilmu dipaparkan para filsuf dalam elegi ini, dibagi menjadi banyak sekali pemaknaanya. Tapi ilmu memiliki satu tujuan dengan keanekaragamaan pemaknaan di dalamnya. Menurut Stuart Mill: Menurutku ilmu adalah manfaat. Maka tiadalah sesuatu disebut sebagi ilmu jika tidak membawa manfaat. Maka carilah ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  10. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Ilmu dimiliki oleh siapapun yang ada dan yang mungkin ada. Dari elegi di atas dapat dilihat bahwa pengertian ilmu itu bermacam-macam sesui dengan teori mereka sesuai dengan “ciri khas” mereka masing-masing. Batu, rerumputan, air, dan lain-lain memiliki imunya masing-masing sesuai dengan ruang dan waktunya. Dan setinggi-tingginya ilmu adalah dimiliki oleh Dzat Yang Maha Mengetahui, Allah subhanahu wa Ta’ala mengetahui segala sesuatu di alam semesta ini.

    ReplyDelete
  11. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Elegi ini menjelaskan bahwa para filusuf mengungkapkan berbagai macam pengertian ilmu. Ilmu sangat luas dan bagus kita pelajari. Mengapa ada ilmu, karena ilmu ada untuk dipelajari dan dilestarikan kebermanfaatanya. Dunia ini bukanlah apa-apa jika tidak ada ilmu.

    ReplyDelete
  12. Ferry IrwansyahJune 18, 2017 at 4:48 AM

    Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bila tidak ada ilmu maka akan kacau dan tidak selaras. Maka kita sekarang ini bertugas untuk mempelajari dan mengkaji berbagai macam ilmu yang telah ada dan menyebarluaskannya serta memanfaatkannya demi kemaslahatan umat manusia.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 Kelas B

    "Elegi Konferensi Internasional Imajiner". Saya membaca terdapat beberapa definisi ilmu dari beberapa sudut pandang. Ada yang berbicara bahwa ilmu itu adalah tetap, ada yang menimpali bahwa ilmu itu adalah segala sesuatu yang berubaha. Lantas, apakah hakikat imajiner selalu berjubungan dengan sesuatu yang kontradiktif?
    Terlepas dari hal yang saya tanyakan, melalui postingan ini saya jadi tahu beberapa hakikat ilmu dari berbagai pandangan. Bagaimana hedonist berbicara tentang ilmu, tentu tentang kenikmatan, dan yang lainnya. Bahkan pada postingan ini saya melihat bahwa "socrates" yang diposisikan sebagai moderator juga memiliki idealisme terkait hakikat ilmu yang ia yakini.

    ReplyDelete
  14. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap orang tentu memiliki definisi yang berbeda tentang ilmu sesuai dengan kapasitas dan disiplin ilmu masing-masing. Maka janganlah menyalahkan definisi ilmu orang lain yang mungkin berbeda dengan definisi ilmu menurut kita. Karena yang terpenting adalah bagaimana kemauan seeorang untuk mencaro ilmu. Dan sebenar- benar orang yang mencari ilmu adalah orang yang bertanya. Karena bagaimana kita akan memperoleh ilmu jika kita tidak bertanya. Sesuatu yang tidak kita tanyakan dan hanya kita yakini bukanlah suatu ilmu melainkan mitos. Oleh karena itu sebagai pencari ilmu hendaklah kita berusaha selalu berpikir. Dari berpikir itulah akan muncul pertanyaan- pertanyaan karena semakin kita memeplajari sesuatu kita akan semakin merasa belum memahami apa- apa.

    ReplyDelete
  15. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menceritakan mengenai berbagai macam arti ilmu menurut pandangan para filsuf. Sesungguhnya ilmu itu adalah yang ada dan yang mungkin ada, dan dari yang ada yaitu memiliki sifat tetap dan berada dalam pikiran. Sehingga ilmu itu berada dalam pikiran manusia, dan manusia mendefinisikan apa itu ilmu relatif terhadap ruang dan waktunya dan hal inilah yang mengakibatkan banyaknya definisi tentang ilmu. Masing-masing filsuf memiliki alas an tersendiri dalam mendefinisikan apa itu ilmu.

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pendefisian ilmu dapat ditinjau dari banyak sudut pandang. Para filsuf mendefinisikan ilmu berdasarkan argumen mereka sendiri. Ilmu dapat bersifat tetap maupun berubah. Tidaklah benar ketika ilmu hanya apa yang dapat dilihat, namun ilmu juga harus berada dalam pikiran. Banyaknya definisi ilmu yang Bapak ulas dalam Elegi ini memberikan pengetahuan baru tentang apa itu ilmu. Apa yang sedang kita lakukan sekarang juga merupakan salah satu bagian dalam mempelajari suatu ilmu. Saya sependapat dengan Einstein yang mengatakan bahwa ilmu itu relatif, tidak mutlak dan bisa saja berubah seiring dengan perkembangan ilmu itu sendiri. Yang terpenting adalah tujuan dari ilmu yaitu untuk mendapatkan kebenaran. Salah satu upaya dapat kita pelajari melalui ilmu agama.

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca ‘Elegi Konferensi Internasional Imajiner’ diperoleh beberapa hakikat ilmu. Banyak sekali pendapat tentang apa itu ilmu. Hal tersebut tergantung ruang, waktu, serta sebanyak orang yang memikirkannya. Menurut saya, ilmu adalah segala sesuatu yang didapat seseorang setelah melakukan kegiatan yang nantinya akan berguna.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sifat setiap orang itu memang beda-beda, banyak pandangan-pandangan, karena memang karakternya saja juga berbeda. Perbedaan itu meliputi, bahasa, kemampuan berpikir, pengalaman, kekuasaan, dll. Dalam berpendapat itu tidak ada yang salah, karena berpendapat adalah hak dari setiap manusia. Maka, tidak ada yang salah, hanya saja harus disesuaikan dengan ruang dan waktu, nanti yang akan menentukan pas atau tidaknya. Sehingga pendapat itu harus disesuaikan dengan ilmu pengetahuan yang berkembang di lingkungan masyarakat/lingkungan, agar pendapat kita itu dapat diterima oleh orang lain.

    ReplyDelete
  19. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Setiap filsuf dan setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing tentang ilmu. Setiap pengertian bisa saling melengkapi atau bahkan saling bertentangan. Seperti yang kita tahu bahwa semua yang ada di dunia ini bersifat relatif. Maka dalam mengartikan suatu ilmu pun relatif terhadap ruang dan waktunya. Misalnya dipengaruhi oleh konteks kehidupannya, pengalaman, persepsi, lingkungan, keyakinan, dan lain sebagainya. Definisi ilmu tersebut akan terus-menerus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Jika merujuk pada pendapat Socrates, ilmu merupakan pertanyaan. Menurutnya, tidak ada ilmu tanpa ada pertanyaan.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dalam hal apapun, perbedaan pendapat selau saja kita temukan. Salah satu contohnya ialah pada tulisan di atas, yakni perbedaan pendapat mengenai definisi ilmu. Setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya mengenai definisi tertentu, meskipun definisi yang disebutkan belum diketahu benar atau salah, karena sesungguhnya sebuah pendapat itu relatif, bisa benar, salah, atau bahkan tidak benar dan tidak salah. Ilmu itu datangnya dari Tuhan YME, tidak akan seseorang mendapatkan sebuah ilmu jika tanpa seizin-Nya. Ilmu dapat ditemukan dimana saja dan kapan saja, tidak terikat dengan ruang dan waktu. Ilmu yang benar akan mengantarkan kita dari kegelapan menuju cahaya. Dengan ilmu pula lah maka dimensi manusia naik setingkat baik di hadapan sesama manusia maupun di hadapan Tuhan YME.

    ReplyDelete
  21. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Karena ilmu itu sangat luas, kita hendaknya memiliki usaha yang sungguh-sungguh untuk mempelajari banyak ilmu. Karena ilmu apapun pasti akan berguna bagi kehidupan kita. Ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit. Jangan mudah untuk puas dengan ilmu yang telah didapatkan saat ini.
    Selain itu, kita sebaiknya selalu memiliki semangat dalam menuntut ilmu. Ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Apalagi jika ilmu itu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Akan ada nilai ibadah didalamnya.

    ReplyDelete
  22. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda meskipun tentang hal yang sama. Orang yang benar-benar berilmu lahir dari orang-orang yang rajin bertanya karena sebenar-benar ilmu adalah pertanyaan yang dia ditanyakan. Maka supaya menjadi orang yang berilmu kita harus memegang satu pepatah yaitu ‘malu bertanya sesa dijalan’. Tidak alasan bagi kita untuk terpuruk dalam kebingungan. Selagi kita mampu bertanya maka ilmu itu akan datang dan berkembang.

    ReplyDelete
  23. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Definisi ilmu bagi setiap individu dapat berbeda-beda. Ada yang sama, serupa dan bahkan bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Maka ilmu itu relatif tergantung sudut pandang tiap individu. Ilmu itu sangat luas, mencakup segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Ilmu muncul ketika seseorang memikirkannya, seperti yang dikatakan Socrates bahwa ilmu itu adalah pertanyaan, maka sebenar-benar ilmuku adalah pertanyaanku. Namun jangan sekali-kali kita bertindak sombong dalam menggapai ilmu, karena sebenar-benarnya ilmu adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Konferensi Internasional Imajiner, elegi ini membahas mengenai berbagai definisi ilmu. Membaca elegi ini, membuat saya menyadari bahwa definisi ilmu itu sangat peragam. Pendefinisian ilmu yang beragam itu tergantung sudut pandang orang yang mendefinisikan. Semua definisi mengenai ilmu tidak ada yang salah, selama pembuat definisi mampu mempertahankan argumenya. Dari, sekian banyak definisi ilmu yang diungkapkan saya tertarik dengan definisi ilmu menurut Socraters bahwasanya ilmu adalah pertanyaan. Menurut saya, hal itu benar adanya karena jika kita sebagai pembelajar malu untuk bertanya maka ilmu kita akan terbatas dan bahkan ilmu kita akan menyesatkan diri kita sendiri bahkan oranglain. Terimakasih.

    ReplyDelete
  25. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi Konferensi Internasional Imajiner. Mendefinisikan ilmu dari berbagai sudut pandang dan olah pikir orang yang mendefiniskan. Ini hal yang wajar, karena manusia diciptakan dengan olah fikir yang berbeda-beda. Maka akan banyak definisi yang diutarakan mengenai ilmu.
    Dari beberapa pendapat mengenai ilmu, saya lebih tertarik dengan ungkapan dari Socrates, yang mengatakan bahwa "ilmu adalah pertanyaan. Maka sebenar-benar ilmuku adalah pertanyaanku. Janganlah engkau berharap memperoleh ilmu jika engkau tidak mampu bertanya. Itulah mengapa pada konferensi ini aku banyak bertanya".
    Saya sependapat dengan Socrates, karena ilmu sendiri berasal dari pertanyaan. Dengan kita menanya, maka akan ada informasi yang kita terima, informasi inilah yang dapat kita sebut ilmu baru yang kita peroleh. Maka dari itu, sebenar-benarnya ilmu berasal dari pertanyaan.

    ReplyDelete
  26. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Elegi ini membuat saya semakin memahami pernyataan "sebenar-benar filsafat dalah dirimu sendiri". Ilmu dipahami berbeda-beda oleh setiap orang. Karena di dunia memang selalu ada perbedaan dan persamaan yang hidup berdampingan. Adalah tugas kita untuk menerimanya dan merenungkannya..

    ReplyDelete
  27. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas kita mengetahui bahwa hakikat ilmu itu memiliki dunianya. Meliputi semua contoh dan sifat-sifat ilmu itu sendiri. sebagai contoh para ahli menyebutkan apa itu ilmu menurut mereka maka belum selesai ilmu itu di definisikan. Karena ilmu itu meliputi apa yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga kita mampu berpikir luas akan ilmu itu sendiri. jika boleh ber sintesis maka menurut saya ilmu lebih kepada milik Tuhan, dan yang perlu kita ketahui seberapapun kita memiliki ilmu, itu bukan seberapa karena Allah Maha memiliki.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof atas ilmu yang sudah diberikan. Banyak sekali yang saya peroleh dari berbagai sudut pandang para tokoh terkait dengan ilmu. Saya dapat mengacu pandangan para tokoh tersebut sesuai dengan konteksnya. Namun, bisa saja seiring perjalanan saya mencari ilmu, saya dapat menemukan dan membuat makna ilmu dari sudut pandang diri saya sendiri.

    ReplyDelete
  29. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih Prof. karena melalui elegi di atas kami dapat mengetahu bahwa bermacam makna ilmu dari berbagai sudut pandang para filusuf. Bermacam makna ini tidak melahirkan definisi yang salah ataupun yang paling benar. Ilmu adalah sebuah pengetahuan. Pengetahuan yang kita peroleh dari Tuhan melalui banyak hal bisa diperoleh dari pengalaman ataupun dengan belajar dan definisi ilmu menurut pytagoras mengingtkan kami maqolah arab bahwa “ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diperuntukkan untuk orang-orang yang bermaksiat”. Terima Kasih

    ReplyDelete
  30. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Saya makin sadar bahwa "sebenar-benar filsafat dalah dirimu sendiri". Setiap filsuf memiliki sudut pandang filsafat yang berbeda-beda dan kita tidak mampu menyatakan dan menilai itu benar atau salah. Itu berarti juga bahwa dari bermacam sudut pandang dan ilmu yang dimiliki manusia, kita tidak mampu menilai itu benar atau salah. Dan selagi saya masih dapat berpikir, alangkah baiknya saya tetap mengambil makna dan pelajaran serta mengaplikannya ke dunia nyata. Tentunya selalu dengan diriringi Doa dan mohon perlindungan Allah swt, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  31. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ilmu memiliki definisinya masing-masing mneurut pahamnya masing-masing. Itulah indahnya hidup, memiliki keanekaragaman segala hal, tak terkecuaali hakekat ilmu. Semua yang ada dan yang mungkin ada itu adalah ilmu. Untuk ibadah ada ilmunya, maka itulah ilmu ibadah. Untuk bertanya ada ilmunya, maka itulah ilmu bertanya, untuk intuisi ada ilmunya, maka itulah ilmu intuisi, dan lain sebagaianya. Dengan begitu, sebenar-benar ilmu adalah diriku sendiri, apa yang diriku gapai itulah ilmu ku.

    ReplyDelete
  32. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Ilmu merupakan salah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Hakikatnya mencari ilmu merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap insan di bumi. Seseorang dapat terlihat ingin mendapatkan ilmu ketika seorang tersebut mau mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya. Oleh karena itu ketika siswa bertanya guru tidak boleh merasa terbebani justru guru harus merasa bangga siswanya dapat bertanya dan ingin mencari ilmu.

    ReplyDelete
  33. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ilmu itu berbeda-beda menurut para ahli, ilmu itu subjektivitas sekaligus objektivitas, karena ilmu itu berbeda-beda menurut berbagai sudut pandang setiap orang, namun ilmu tersebut dapat dibuktikan dengan tidak adanya kesalahan didalamnya. Ilmu adalah semua yang ada dan mungkin ada, masih banyak sekali ilmu yang masih menjadi misteri. Bahwa sesungguhnya ilmu yang diperoleh oleh manusia tidaklah lebih besar dari pada pasir dilautan ilmu. Bahwa ada ilmu yang mungkin dan tidak munkin untuk kita ungkap. Maka sudah seharusna kita selalu bertaubat kepada yang memiliki seluruh ilmu yaitu Allah SWT. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  34. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Ternyata begitu banyak pengertian ilmu dari para tokoh filsuf di dunia yang belum saya ketahui. Jika saya diizinkan hadir di konferensi internasional imajiner, maka saya ingin mendefinisikan bahwa ilmu itu luas, ilmu tak hanya sebaris buku, ilmu tak hanya sebatas ruang kelas, setiap detik yang kita jalani adalah ilmu, jika kita menyadari.

    ReplyDelete
  35. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa ilmu itu ada karena manusia memikirkanya, dan karena keingintahuan manusia sehingga manusia selalu berusaha memikirkan apa yang ingin diketahuinya. Dan ilmu itu berawal dari pertanyaan, dan ciri-ciri jika kita berfikir yaitu kita mampu bertanya tentang apapun yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Tetapi jangan melupakan bahwa kita tidak boleh sombong jika kita telah mendapatkan ilmu yang kita harapkan karena jika kita menyombongkan diri maka kita akan terancam oleh mitos-mitos kita.

    ReplyDelete
  36. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Elegi ini mengisyaratkan bahwa ilmu kita berbeda-beda. Dan masing-masing dari kita punya ilmu. Inilah sehingga kita harus saling belajar dan meningkatkan dimensi keilmuan kita. Dalam elegi ini ada rumput yang ilmunya adalah kesaksiannya serta akar yang ilmunya adalah melayani rumput agar tetap hidup.
    Ilmu ada di mana-mana, entah sesama manusia, di batu, di rumput, di pohon. Namun semua terletak pada bagaimana usaha kita untuk mendapatkan ilmu yang ada di mana-mana itu. Usaha-usaha, ikhtiar dan doa adalah bagian bagaimana kita memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Membaca elegi ini saya jadi mendapat pengetahuan tentang bagaimana para tokoh mendefinisikan ilmu. Definisi yang sangat beragam. Tidak ada yang salah dan yang paling benar. Semuanya benar sesuai cara pandang masing-masing. Kita juga dapat mendefinisikan ilmu sesuai cara pandang kita, bagaimana kita memaknai kehidupan. Yang terpenting adalah alasan mengapa kita mendefinisikan ilmu sebagai yang demikian itu (sesuai pendapat kita).

    ReplyDelete
  38. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi di atas, ilmu diartikan dari berbagai sudut pandang. Ilmu tidak dapat didefenisikan hanya dari satu aspek saja. ilmu tidak terbatas dan sebenar benar ilmu adalah berkembang. Ilmu tersebut ada karena dipikirkan. Semakin banyak tuntutan, semakin maju pemikiran manusia sehingga semakin berkembanglah ilmu dan menghasilkan teknologi yang canggih. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan menandakan bahwa manusia berpikir dan salah satu cara mengembangkan kemampuan berpikirnya adalah dengan menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  39. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Ada berbagai pendapat ilmuan tentang ilmu, mungkin masih banyak lagi ilmu jika dilihat dari berbagai macam sudut pandang orang lain. Sebagai manusia adalah suatu hal yang wajar jika kita setuju pada satu dua hal dan kurang setuju dengan yang lain. Begitu pun saya dalam memaknai ilmu dalam elegi ini, setuju dengan beberapa pendapat dan tidak setuju dengan beberapa yang lain, karena pemaknaannya pun ada yang saling bertentangan. Saya setuju dengan pendapat ilmu dari segi religist, ilmu adalah ibadah, karena tujuan hidup kita adalah beribadah, maka akan digunakan ilmu agar kita bisa beribadah. Kemudian Ilmu adalah yang bermanfaat, jika tidak bermanfaat maka itu bukanlah suatu ilmu.

    ReplyDelete
  40. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pertanyaan adalah ilmu, pertanyaan bisa identik dengan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu bisa menuntun kita untuk mendapatkan ilmu. Disebut ilmuwan karena mereka mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Semakin seseorang tahu maka semakin tidak tahu orang itu. Karena setelah tahu maka akan muncul rasa ingin tahu, sehingga sama saja seperti tidak tahu apa yang akan diketahuinya.

    ReplyDelete
  41. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Begitu banyak definisi mengenai ilmu. Sehingga tidak ada definisi tunggal mengenai ilmu. Definisi ilmu membentang dari yang ada maupun yang mungkin ada. Tiap orang berhak memiliki makna tentang ilmu yang berbeda-beda, karena tidak bisa dipungkiri bahwa pemaknaan mengenai ilmu tetap tergantung dari latar belakang dan factor-faktor lain dari sang pendefinisi.

    ReplyDelete
  42. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Lagi-lagi elegi ini menegaskan kembali bahwa ilmu itu dimulai dengan pertanyaan. Banyak sekali para ahli atau ilmuan mendefinisikan kata ilmu. Bahkan elegi ini masih sangat sedikit menjabarkan ilmuan-ilmuan yang mendefinisikan ilmu. Mereka mendefinisikan ilmu sesuai dengan aliran kepemahamannya masing-masing. Karena definisi tersebut adalah pendapat, maka semuanya benar, tidak ada yang salah asal masih bisa dipertanggungjawabkan. Namun yang paling utama adalah kembali lagi bahwa sebenar-benar ilmu adalah bertanya. Tanpa adanya pertanyaan maka tidak akan ada ilmu.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  43. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Ilmu adalah sesuatu yang harus kita miliki untuk dapat hidup di dunia ini. Orang-orang yang tidak berpengetahuan, dia tidak akan bisa hidup, karena orang ini tidak punya modal. Ilmu dibutuhkan oleh siapa saja, bagi siapa saja, dan kapan saja. Ilmu pengetahuan juga dapat diperoleh dari siapa saja dan kapan saja. Sebagaimana dalam elegi di atas, ilmu menurut rumput adalah kesaksian atas segala macam ucapan dan perbuatan sedangkan menurut akar rumput, ilmu itu adalah kewajiban melayani rumput agar tetap hidup. Itu baru dua pendapat saja, dan tentunya berbeda lagi menurut pendapat lainnya. Itulah mengapa hakekat ilmu berbeda-beda

    ReplyDelete
  44. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan dari komentar saya di atas,Dari elegi ini terlihat bahwa setiap orang memiliki definisi yang berbeda tentang ilmu. Hal ini memperlihatkan bahwa definisi ilmu adalah relatif terhadap ruang dan waktu, sehingga sangat sulit mendefinisikan ilmu secara luas yang mencakup keseluruhan pengertian yang disampaikan oleh para filsuf dalam elegi ini. Tetapi menurut saya, ilmu dapat berarti memahami sesuatu dengan cara yang benar. Apapun pemaknaan dari ilmu tergantung pada pengharapan manusia terhadap ilmu itu dengan ilmu manusia dapat berbuat banyak hal, dengan ilmu manusia dapat berbuat baik pada diri sendiri maupun diluar dirinya, namun dengan ilmu itu pula ia dapat berbuat jahat bagi dirinya dan orang lain. Sebuah ilmu dapat menjadi alat untuk mendapatkan ilmu yang lainnya, dengan ilmu manusia menyadari siapa dirinya, dengan ilmu pula manusia dapat menjadi kuat dihadapan makhluk, namun dia bukanlah apa-apa dihadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Banyak pandangan terkait apa itu ilmu. Ilmu dapat diartikan menjadi berbagai arti tergantung dari sudut pandang mana kita mengartikannya. Menurut saya ilmu adalah hal apa saja yang dapat kita ambil hikmahnya. Entah itu berasal dari bertanya, menemukan sendiri, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  46. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi konferensi internasional imajiner diatas, menurut saya ilmu itu sesuatu hal yang tiada batasannya dimana yang dapat kita temui itu merupakan suatu ilmu, namun sejatinya makna ilmu itu sendiri tergantung ruang dan waktu sesuai dengan pemberi makna ilmu itu sendiri.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  47. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebuah interaksi antar manusia, bahkan interksi dalam pikirannya pun akan membentuk suatu ilmu baru. Artinya ilmu sangat luas, meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Ilmu bermula dari suatu pertanyaan, dan pertanyaan juga muncul karena sebuah ilmu. Dengan begitu, manusia harus sering bertanya untuk meningkatkan keluasan ilmunya.

    ReplyDelete

  48. Para filsuf juga sering mempertanyakan keadaan, kondisi, ataupun bentuk suatu hal, dengan begitu mereka mampu membentuk, bahkan meluaskan dan menjabarkan suatu hal tersbut menjadi berbagai macam ilmu. Sehigga jangan terlalu berharap memperoleh ilmu jika engkau tidak mampu, dan tidak mau bertanya.

    ReplyDelete
  49. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap orang akan mempunyai pandangan yang berbeda tentang sesuatu termasuk memiliki perbedaan pendapat tentang definisi ilmu. Hal tersebut terjadi karena ilmu sangatlah luas, bisa dilihat dari berbagai sisi. Ilmu bisa didapatkan dimanapun dan kapanpun kita berada, dan ilmu juga bisa diperoleh dari siapapun. Hal terpenting dari ilmu adalah manfaat dari ilmu itu sendiri, terlepas dari apapun setiap orang mendefinisikannya.

    ReplyDelete
  50. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseungguhnya di dunia ini, ilmu itu sangatlah banyak. Dari ilmu yang nampak dan ilmu yang tak nampak. Semisal seseorang memiliki sebuah pertanyaan tentang sesuatu, maka pertanyaan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah ilmu. Ketika ada pertanyaa, pasti ada jawaban. Jawaban yang diberikan dari sebuah pertanyaan juga merupakan ilmu. Sehingga dari situ kita dapat mengambil keputusanbahwa sebenar-benarnya ilmu adalah pertanyaan dan jawaban yang diberikan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  51. Ternyata definisi ilmu itu banyak dan luas sekali. Karena memang ilmu itu luas. Dari semua itu, saya tertarik dengan definisi dari Stuart Mill dan Pancasilaist. Stuart Mill berpendapat bahwa ilmu adalah manfaat. Maka tiada sesuatu disebut sebagi ilmu jika tidak membawa manfaat. Kemudian menurut Pancasilaist, ilmu adalah mono-dualis. Dua yang satu, satu yang dua. Habluminallah dan habluminanash itulah hakekat ilmu. Dari dua hal di atas, saya menyimpulkan bahwa ilmu itu membawa manfaat bagi pemiliknya dan orang yang berilmu akan semakin menyadari akan Habluminallah dan Habluminannas sehingga ia akan menjaga hubungan baik dengan Tuhan dan orang-orang di sekelilingnya.

    ReplyDelete
  52. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ilmu memiliki arti yang berbeda beda tergantung pada sudut pandang yang digunakan. Ilmu itu cakupannya luas dan tak terhingga. Ilmu ada ketika manusia itu mencari dan menemukannya. Semakin dipikirkan, ilmu itu akan muncul dengan sendirinya. Seperti halnya sebuah misteri. Yang jika dipecahkan (dipikirkan), maka akan mendapatnya solusi atau kesimpulan akhir dar kasus tersebut.

    ReplyDelete
  53. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Ilmu dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Dalam berbagai sudut pandang tersebut, adalah hal yang wajar jika setuju terhadap suatu sudut pandang dan tidak setuju terhadap sudut pandang lainnya.

    ReplyDelete
  54. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu dapat menjadi apa saja dan dapat didefinisikan beragam tergantung pada tokohnya dan pemikirannya. Akan tetapi sebnar-benarnya ilmu ada karena manusia berpikir dan definisi-definisi ilmu seperti yang ditanyangkan dalam elegi ini pun hadir sebagai hasil pemikiran para tokohnya. Sehingga ilmu tidak akan diperoleh jika manusia itu sendiri tidak memulainya dengan berpikir.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  55. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    pendapat socrates tentang ilmu merupakan pertanyaan, kita tidak akan mendapatkan ilmu tanpa bertanya sangat bagus dan jelas dapat dimengerti. Namun saya juga tertarik dengan pendapat Rene Descartes:"Menurutku ilmu itu identik dengan keraguan. Maka tiadalah ilmu tanpa keraguan. Keraguanku itulah ilmuku. " Menurut saya dari keraguan rene tersebut, memperliatkan hakekat sifat manusia yaitu ingin tahu. Dengan adanya keraguan maka akan timbul rasa ingin tahu mengenai kebenarannya, dan dari situlah kita akan mendapatkan ilmu.

    ReplyDelete
  56. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Masing-masing tokoh yang disebutkan dalam elegi konferensi interansional imajiner memiliki pendapatnya masing-masing mengenai definisi ilmu. Dari beberapa definisi di atas, saya menyimpulkan bahwa ilmu adalah ide yang dibangun dan dikembangkan melalui pengalaman sehingga sifatnya dinamis sesuai keadaan. Melihat banyaknya tokoh yang mengungkapkan gagasannya mengenai ilmu, bagi saya hal ini berarti bahwa ilmu itu luas seluas-luasnya dan dalam sedalam-dalamnya. Maka layaklah manusia untuk senantiasa memperdalam dan memperluas ilmunya.

    ReplyDelete
  57. Aji Pangestu
    15301241009
    Pendidikan Matematika I 2015
    Ilmu bersifat relatif, karena ilmu dapat didefinisikan sesuai dengan pemikiran masing masing. Ilmu juga akan selalu berkembang tanpa henti.

    ReplyDelete