Mar 8, 2011

Elegi Konferensi Internasional Imajiner

Oleh: Marsigit

Orang tua berambut putih ingin menyelenggarakan konferensi internasional imajiner. Semua orang penting diundang. Temanya adalah mengungkap hakekat ilmu. Moderatornya Socrates. Berikut jalannya sidang:

Socrates:
Wahai Permenides, Heraclitos, Pythagoras, ....Apakah ilmu menurut dirimu?



Thales:
Menurutku ilmu itu terkandung dalam air. Barang siapa mampu mengungkap misteri air, maka dialah yang akan mempunyai ilmu itu. Maka tiadalah sesuatu itu tercipta, kecuali dari air.

Anaximenes:
Menurutku ilmu itu terkandung dalam udara. Barang siapa mampu mengungkap misteri udara, maka dialah yang akan mempunyai ilmu itu. Maka tiadalah sesuatu itu tercipta, kecuali dari udara.

Pythagoras:
Menurutku ilmu itu suci. Maka hanya orang-orang sucilah yang berhak mempunyai ilmu.

Permenides:
Menurutku, ilmu itu bersifat tetap. Tiadalah sesuatu yang berubah dalam ilmu itu. Itulah sebabnya maka sesuatu yang berubah bukanlah suatu ilmu. Maka sebenar-benar ilmu adalah tetap. Hanyalah yang tetap yang aku sebut sebagai ilmu. Maka sebenar-benar segala sesuatu itu pada hakekatnya adalah tetap.

Heraclitos:
Menurutku, ilmu itu bersifat berubah. Tiadalah sesuatu yang tetap dalam ilmu itu. Itulah sebabnya maka sesuatu yang tetap bukanlah suatu ilmu. Maka sebenar-benar ilmu adalah berubah. Hanyalah yang berubah yang aku sebut sebagai ilmu.

Demokritos:
Menurutku, ilmu ada yang benar dan ada yang tidak benar. Ilmu yang benar adalah yang berada dalam pikiran. Sedangkan ilmu yang tidak benar yang diperoleh dengan melihat.

Plato:
Menurutku manusia mempunyai dua dunia, yaitu dunia pengalaman dan dunia ide. Sedankan ilmuharus bersifat tetap, dan yang tetap itu adalah ide. Jadi menurutku ilmu adalah ide itu sendiri.

Aristoteles:
Menurutku ilmu adalah pengalaman. Tiadalah ilmu tanpa pengalaman. Jadi pengalaman itulah sebenar-benar ilmu.

Euclides:
Menurutku ilmu adalah deduksi. Maka tiadalah ilmu kecuali ditemukan dengan metode deduksi.

Plotinos:
Menurutku ilmu adalah pancaran dari Tuhan. Maka tiadalah ilmu jika hal demikian tidak dipancarkan oleh Tuhan.

Rene Descartes:
Menurutku ilmu itu identik dengan keraguan. Maka tiadalah ilmu tanpa keraguan. Keraguanku itulah ilmuku.

Bacon:
Menurutku ilmu itu kalau terbebas dari idol. Idol adalah berhala pengganggu manusia dalam memperoleh ilmunya. Jadi sebenar-benar ilmu menurutku adalah terbebas dari idol.

Berkely:
Menurutku, ilmu adalah tipuan belaka. Sesungguhnya dunia itu tipuan. Maka tiadalah aku mempunyai ilmu kecuali tipuan belaka.

Hume:
Menurutku ilmu adalah totalitas dari pengalaman kita. Ilmu itu berada di atas pengalaman kita. Jadi tiadalah ilmu jika tidak berada di atas pengalaman.

Kant:
Menurutku ilmu adalah keputusan. Keputusanku itulah ilmuku. Maka janganlah berharap mempunyai ilmu jika tidak dapat mengambil keputusan.

Fichte:
Menurutku ilmu adalah diriku yang otonom. Diriku yang otonom itulah ilmuku. Itu sama artinya bahwa ilmuku adalah idealismeku.

Hegel:
Menurutku ilmu adalah sejarah. Dunia itu mensejarah. Maka sebenar-benar ilmu adalah sejarahnya dunia dengan segenap isinya.

Comte:
Menurutku ilmu adalah positive. Ilmu itu tentang hal yang sungguh-sungguh terjadi dan real. Itulah sebenar-benar ilmu yaitu positive.

Darwin:
Menurutku ilmu adalah perkembangan. Suatu perkembangan betul-betul disebut ilmu jika sesuai dengan hukum-hukum mekanik.

Husserl:
Menurutku ilmu adalah mengabaikan yang tidak diselidiki, dan memperhatikan yang diselidiki. Itulah fenomenologi. Maka sebenar-benar ilmu adalah fenomenologi.

Hartman:
Menurutku ilmu adalah nilai. Tiadalah ilmu jika tidak mempunyai nilai.

Satre:
Menurutku ilmu adalah merdeka. Merdeka dari segala macam aturan itulah ilmu. Itulah sebenar-benar nihilisme.

Freud:
Menurutku ilmu adalah asmara. Maka sebetulbetul dunia adalah asmara. Ilmuku itulah asmaraku.

Enstein:
Menurutku, ilmu adalah relatif. Semuanya adalah relatif. Duania itu adalah relativitas. Itu juga ilmuku.

Piaget:
Menurutku ilmu adalah membangun. Tiadalah orang dapat dikatakan berilmu jika tidak mampu membangun. Itulah sebenar-benar konstructivist.

Wittgenstain:
Menurutku ilmu adalah bahasa. Maka bahasaku itulah rumah sekaligus ilmuku.

Brouwer:
Menurutku, ilmu adalah intuisi. Maka intuisiku adalah ilmuku. Itulah sebenar-benar intuisionisme.

Russell:
Menurutku, ilmu adalah logika. Tiadalah suatu dikatakan sebagai ilmu jika dia tidak logis.

Lakatos:
Menurutku ilmu adalah kesalahan. Maka tiadalah sesuatu disebut ilmu jika tidak ada kesalahan. Itulah sebenar-benar fallibisme.

Stuart Mill:
Menurutku ilmu adalah manfaat. Maka tiadalah sesuatu disebut sebagi ilmu jika tidak membawa manfaat.

Ernest:
Menurutku, ilmu adalah pergaulan. Maka tiadalah seseorang dapat memperoleh ilmu tanpa interaksi dengan sesama untuk membangun ilmunya. Itulahh sebenar-benar socio-constructivist.

Materialist:
menurutku, ilmu adalah materi. Tiadalah sesuatu hakekat apapun kecuali materi. Itulah sebenar-bear materialis.

Hedonist:
Menurutku ilmu adalah kenikmatan. Maka tiadalah ilmu kecuali aku mendapat kenikmatan. Kenikmatan dunia itulah sebenar-benar ilmuku.

Fatalist:
Menurutku, ilmu adalah takdir. Maka suratan takdir itulah ilmuku. Tiada daya upaya manusia kecuali sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Itulah sebenar-benar ilmu, yaitu seratus persen berserah diri.

Humanis:
Menurutku, ilmu itulah diri manusia. Maka tiadalah ilmu berada diluar diri manusia. Itulah sebenar-benar humanisme.

Kapitalist:
Menurutku, ilmu adalah kapital. Maka tiadalah sebenar-benar ilmu tanpa kapital. Itulah sebenar-benar kapitalisme.

Liberalist:
Menurutku, ilmu adalah bebas mutlak. Itulah hak-hak ku. Itu pula sebenar-benar liberalisme.

Pancasilaist:
Menurutku, ilmu adalah mono-dualis. Dua yang satu, satu yang dua. Habluminallah dan habluminanash itulah hakekat ilmuku.

Religist:
Menurutku, ilmu adalah ibadah. Maka tiadalah sesuatu itu dikatakan ilmu jika tidak untuk ibadah.

Semua pembicara bertanya kepada Moderator:
Wahai Socrates, kalau menurutmu sendiri apakah ilmu itu.

Socrates:
Menurutku, ilmu adalah pertanyaan. Maka sebenar-benar ilmuku adalah pertanyaanku. Janganlah engkau berharap memperoleh ilmu jika engkau tidak mampu bertanya. Itulah mengapa pada konferensi ini aku banyak bertanya.

26 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan eliga tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa definisi suatu ilmu itu tergantung pada pandangan masing-masing. Dari kesemua pendapat yang ada dapat disimpulkan bahwa Ilmu itu ada jika kita pikirkan dan dalam dimensi ruang dan waktu tertentu

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Ilmu itu ada karena manusia memikirkanya, dan karena keingintahuan manusia sehingga manusia selalu berusaha memikirkan apa yang ingin diketahuinya. Ilmu itu luas karena ilmu bisa mencakup bahasa, logika, nilai, pergaulan, dan sebagainya. Keluasan ilmu itu sendiri tergantung dari ruang dan waktu mana kita memandangnya.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ini membahas mengenai hakikat ilmu. Bahasan mengenai hakikat ilmu ini memiliki beragam pandangan yang telah dicetuskan oleh para filsuf-filsuf zaman dulu. Dengan adanya pandangan-pandangan yang berbeda mengenai hakikat ilmu maka sebenarnya ilmu itu sangatlah luas dan banyak sekali cakupannya. Oleh karena itu, Socrates menganggap ilmu itu adalah pertanyaan-pertanyaan, kamu akan mendapatkan ilmu apabila kamu bertanya, dan sebenar-benarnya ilmu adalah pertanyaan-pertanyaanmu.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari elegi ini banyak dipaparkan berbagai pengertian ilmu dari paara filsuf. Dari banyak pengertian ilmu yang berbeda-beda tidak serta merta mengklasifikasika ilmu. Nyatanya ilmu itu satu, tujuannya sati dan makanany juga satu. Keragaman inilah yang menjadikan satu dengan yang lain saling menghargai dan melengkapi, semua akan jadi satu. Ilmu berbeda karena setiap pemikiran orang tentang ilmu juga berbeda.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hakikat ilmu yang dipaparkan oleh para filsuf mempunyai penjelasan yang berbeda-beda. Penjelasan tersebut pada dasarnya bisa dianalisis kefalsafahannya bahwa untuk mengenal ilmu itu sendiri dapat ditinjau dari tiga landasan yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sebenar-benarnya ilmu adalah tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ilmu yang ada di duni ini sangatlah banyak. Ilmu yang ada dan yang mungkin ada sangatlah kompleks.
    Coba saja kita ajukan pertanyaan. Jawaban dari setiap pertanyaan merupakan ilmu yang ada, dan pertanyaan sendiri merupakan ilmu.
    Sehingga pertanyaan dan jawaban merupakan ilmu.

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Ilmu memiliki berbagai definisi. Ilmu berubah sesuai dengan siapa yang memikirkan ilmu itu. Ilmu itu bergantung pengalaman oarang yang memikirkannnya. Ilmu itu bergantung padang ruang dan waktu serta dimensi oarng yang memikirkannya.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Ilmu ada karena seseorang berpikir. Saat melakukan proses berpikir maka seseorang akan bertanya, mengumpulkan informasi, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kemudian menyimpulkan semuanya itu. karena ilmu diawali oleh proses berpikir seseorang, ilmu itu berbeda-beda tergantung ruang dan waktu seseorang berpikir. Saat sebelumnya pengetahuan itu baru, sekarang pengetahuan itu menjadi sesuatu yang lama dan harus diperbaharui lagi.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Menurut Rene Descartes ilmu adalah keraguan. Jika tidak ada keraguan, orang tidak akan bertanya kebenaran dari hal yang disampaikan. Jika seseorang tidak bertanya, maka tidak ada keingintahuan tentang sesuatu. Saat keingintahuan itu hilang, tidak ada usaha untuk memperoleh hakekat segala sesuatu. Maka, tidak ada usaha untuk menggapai ilmu. Hal ini sejalan dengan pemikiran Socrates, ilmu adalah pertanyaan.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Janganlah engkau berharap memperoleh ilmu jika engkau tidak mampu bertanya.” Elegi mengartikan bahwasannya untuk memperoleh ilmu kita harus bertanya.
    Bagaimana mungkin kita bisa memperoleh ilmu jika tidak bertanya. Jikalau dengan mengamati kita dapat memperoleh ilmu. Tak lain karena di dalam pengamatan kita muncul banyak pertanyaan.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Ilmu berorientasi pada dunia empiris, sehingga ilmu membatasi diri hanya kepada kejadian empiris saja. Objek penelaahan ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang dapat ditinjau oleh panca indera manusia.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu itu tak terhingga definisinya tergantung pada orang yang memikirkannya. Dan semua definisi itu benar, ilmu tidak bisa dipahami hanya dari satu sudut pandang saja namun bisa dari berpagai aspek, seperti aspek ontologi yaitu hakekat ilmu itu; aspek epistemologi yaitu bagaimana mendpatkan ilmu itu; dan axiologi yaitu apa kegunaan ilmu itu. Jadi kita tidak bisa terpaku hanya pada satu definisi atau pengertian saja karena semua paham atau sudut pandang tersebut mengandung irisan dari paham sebelumnya.

    ReplyDelete
  13. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ilmu itu tergantung kepada pelakunya, semakin tinggi wawasan dan keilmuan seseorang itu maka dia akan mendefenisikan ilmu itu dengan keluasan ilmunya, dan ketika rendah wawasan dan keilmuan seseorang itu maka dia akan mendefenisikan ilmu itu menurut ilmunya. Sehingga muncullah berbagai macam pengertian dari ilmu itu. Disitulah letak keluasan cabang ilmu itu, sehingga tak ada satupun yang bisa mendefenisikan dengan pasti tentang ilmu.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiadalah orang berilmu tanpa bertanya. Akan bertambah ilmumu jika mempertanyakan apa yang tidak kamu ketahui. Bahwasanya ketidaktahuanmu tersirat keingintahuan untuk menjadi tahu dengan pembekalan pengetahuan yang telah ada. Maka orang yang mengajukan pertanyaan tidak sepenuhnya ia tidak mengetahui, namun menunjukkan bahwa sedang berpikir dan berusaha untuk membuat skema baru di dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap objek didunia dapat menjadi sebuah ilmu dari ilmu tentang alam samapai ilmu tentang social. Khususnya dalam matematika, objek di dunia dijadikan sebagai objek nyata dari objek-objek matematika yang telah diabstraksi dan diidealisasi.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dalam artikel tersebut yang menyatakan bahwa ilmu itu relatif. Segala hal yang ada di dunia ini juga relatif. Bagaimana cara memandang sesuatu hal juga merupakan suatu hal yang relatif. Maka perlu usaha dalam mencari ilmu supaya dapat digunakan dalam kehidupan dan tidak hanya ditampung saja. Bertanyalah untuk mendapatkan ilmu, menurut saya memang benar, karena dengan bertanya kemudian kita akan mencari jawaban atas pertanyaan dan belajar.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Para tokoh mendefinisikan ilmu dengan pengertiannya masing-masing bahkan ada yang bertentangan dari definisi-definisi tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa definisi ilmu adalah relatif. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar karena definisi-definisi tersebut adalah relatif terhadap ruang dan waktu sesuai dari sudut pandang yang digunakan oleh tokoh. Namun dari definisi-definisi tersebut saya justru menyimpulkan bahwa ilmu adalah luas karena ilmu bisa mencakup bahasa, logika, nilai, pergaulan, dan sebagainya. Keluasan ilmu itu sendiri tergantung dari ruang dan waktu mana kita memandangnya.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pengalaman adalah guru terbaik. Dengan berbagai pengalaman yang kita dapatkan, itu semua dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dengan kita telah mendapatkan pengalaman tersebut. tetapi pengalaman juga tidak harus dari kita tetapi dapat berasal dari orang lain juga. sehingga pengalaman begitu berharga.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Ilmu adalah sesuatu yang harus kita miliki untuk dapat hidup di dunia ini, orang-orang yang tidak berpengetahuan, dia tidak akan bisa hidup, karena orang ini tidak punya modal. Ilmu yang dibutuhkan oleh siapa saja, bagi siapa saja, kapan saja dan dalam waktu. Ilmu pengetahuan juga dapat diperoleh dari siapa saja dan kapan saja. Apa pun pemaknaan dari ilmu tergantung pada pengharapan manusia terhadap ilmu itu dengan ilmu manusia dapat berbuat banyak hal,dengan ilmu manusia dapat berbuat baik pada diri sendiri maupun di luar dirinya namun dengan ilmu itu pula ia dapat berbuat jahat bagi dirinya dan orang lain. Sebuah ilmu dapat menjadi alat untuk mendapatkan ilmu yang lainnya, dengan ilmu manusia menyadari siapa dirinya, dengan ilmu pula manusia dapat menjadi kuat di hadapan manusia yang lain namun dia bukanlah apa-apa di hadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari berbagai tokoh yang mendefinisikan tentang ilmu, dapat saya simpulkan ilmu adalah relatif, dan luas. Apa yang ada di benak setiap orang, mampu melahirkan definisi sehingga antar pemikiran akan berbeda cara pandangnya tentang ilmu. seperti halnya, makna ilmu bagi seorang pedagang akan berbeda dengan makna ilmu dari sudut pandang pengusaha gedung tinggi. Secara umum, keluasan dan kerelatifan ilmu tergantung dari ruang dan waktu yang mana kita dalam memandangnya.

    ReplyDelete
  21. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu adalah pertanyaan. Bermula dari pertanyaan yang identik dengan rasa ingin tau, akan muncul keinginan untuk mengetahui lebih tentang sesuatu.

    ReplyDelete
  22. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu untuk setiap orang dapat dimaknai berbeda-beda. Seperti halnya apa yang dimaknai sebagai ilmu oleh kalangan tokoh cendekia. Pendapat mereka pun tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Karena hal tersebut juga merupakan sudut pandang masing-masing orang dalam melihat apa itu ilmu.

    ReplyDelete
  23. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematka A 2014

    Penjelasan ilmu dipaparkan para filsuf dalam elegi ini, dibagi menjadi banyak sekali pemaknaanya. Tapi ilmu memiliki satu tujuan dengan keanekaragamaan pemaknaan di dalamnya. Menurut Stuart Mill: Menurutku ilmu adalah manfaat. Maka tiadalah sesuatu disebut sebagi ilmu jika tidak membawa manfaat. Maka carilah ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Ilmu dimiliki oleh siapapun yang ada dan yang mungkin ada. Dari elegi di atas dapat dilihat bahwa pengertian ilmu itu bermacam-macam sesui dengan teori mereka sesuai dengan “ciri khas” mereka masing-masing. Batu, rerumputan, air, dan lain-lain memiliki imunya masing-masing sesuai dengan ruang dan waktunya. Dan setinggi-tingginya ilmu adalah dimiliki oleh Dzat Yang Maha Mengetahui, Allah subhanahu wa Ta’ala mengetahui segala sesuatu di alam semesta ini.

    ReplyDelete
  25. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Elegi ini menjelaskan bahwa para filusuf mengungkapkan berbagai macam pengertian ilmu. Ilmu sangat luas dan bagus kita pelajari. Mengapa ada ilmu, karena ilmu ada untuk dipelajari dan dilestarikan kebermanfaatanya. Dunia ini bukanlah apa-apa jika tidak ada ilmu.

    ReplyDelete
  26. Ferry IrwansyahJune 18, 2017 at 4:48 AM

    Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bila tidak ada ilmu maka akan kacau dan tidak selaras. Maka kita sekarang ini bertugas untuk mempelajari dan mengkaji berbagai macam ilmu yang telah ada dan menyebarluaskannya serta memanfaatkannya demi kemaslahatan umat manusia.

    ReplyDelete