Mar 8, 2011

Elegi Pemberontakan Para Bagawat Mitos Teori Kemampuan Otak




Oleh Marsigit

Bagawat Para Mitos:

Wahai sang Transenden...dengan ini aku menyatakan memberontak kepada dirimu dan semua Bagawat yang mengaku logos.

Transenden:

Perihal apa engkau memberontak itu?

Bagawat Para Mitos:
Saya tidak terima telah dipermalukan oleh salah seorang Bagawat yang mengaku logos dari dunia selatan. Dia telah memporakporandakan Teori Kemampuan Otak yang selama ini aku bangun dan aku promosikan dan merupakan sumber kehidupanku.

Transenden:
Bagaimana kejadiannya..sehingga engkau merasa dipermalukan?

Bagawat Para Mitos:
Ah..enggan aku mengatakannya..karena tak seimbang dengan pikiran dan kemampuanku. Tetapi baiklah begini ceritanya. Ketika aku mengenalkan perihal Kemampuan Otak Kiri atau Otak Kanan mulanya tidak ada masalah. Tetapi begitu aku mencoba mengenalkan Kemampuan Otak Tengah...kelihatannya sang Bagawat Selatan mulai tersinggung dan marah.

Transenden:
Lho..kalau cuma tersinggung dan marah...apa masalahnya...tinggal pergi saja kanberes?

Bagawat Para Mitos:
Tidak hanya di situ persoalannya. Sang Bagawat Selatan kemudian membuat teori tandingan yang disebut sebagai TIKO, yaitu Teori Imaginer Kemampuan Otak.

Transenden:
Apakah TIKO itu?

Bagawat Para Mitos:
Menurutku TIKO itu teori gila, ngawur, tidak ilmiah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Transenden:
Lho ..mengapa seperti itu?

Bagawat Para Mitos:
Bayangkan saja ...untuk menyelidiki Kemampuan Otak Kiri, Kanan dan Tengah ...itu diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang tidak sedikit. Lha Bagawat Selatan hanya dalam waktu sekejap mampu menciptakan TIKO untuk menandingi teoriku itu?

Transenden:
Lho...apa hebatnya TIKO itu? Kalau dia memang tidak hebat, mengapa engkau kebakaran jenggot?

Bagawat Para Mitos:
Emmm....menurutku sih ...sebetulnya...TIKO itu cukup hebat. Dia mampu merangkum semua teoriku. Jika aku hanya berteori tantang Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah. Gila...itu si Bagawat Selatan. Dia dengan TIKO nya malah mampu menciptakan Teori Kemampuan Otak tidak hanya Kiri, Kanan, dan Tengah...tetapi Depan, Agak Depan, Agak Belakang, Belakang, Agak Kiri, Agak Kanan, Atas, Agak Atas, Bawah, Agak Bawah...dst...malah jika diekstensikan dia konon mampu mengidentifikasikan setiap lokasi kemampuan otak. ...gila nggak?

Transenden:
Lho..kalau hebat ...mengapa engkau enggan mengakuinya? Apa dasarnya dia membuat teori TIKO itu?

Bagawat Para Mitos:
Menurutnya...TIKO itu dibuat atas dasar pengalaman, sosiologi, psikologi, antropologi, teori pendidikan, pengamalan agama, spiritual, kontekstual, local genious, filsafat dan ilmu humaniora.

Transenden:
Perasaanku bisa menangkap sedikit pesan yang telah dibuat Bagawat Selatan itu. Tetapi kalau itu memang sebuah ide original...mengapa tidak digunaan saja sebagai inspirasimu untuk melakukan penelitian lanjutan. Siapa tahu memang TIKO itu juga ada benarnya? Jikalau toh TIKO itu tidak mengandung kebenaran, paling tidak sang Bagawat Selatan telah menunjukan daya kritisnya terhadap pikiran-pikiranmu. Atau dengan perkataan lain sang Bagawat Selatan itu telah memproduksi anti-tesis dari tesismu. Jadi apa salahnya jika kita selidiki saja TIKO itu?

Bagawat Para Mitos:
Ini berkaitan dengan masalah harga diri, ...tidak hanya harga diri...tetapi kepentingan strategik....tidak hanya strategik....tetapi geostrategi dan geopolitik...

Transenden:
Ooo.ooo Bagawat Para Mitos...kalimatmu yang terakhir itulah yang menunjukkan bahwa engkau betul-betul Mitos. Engkau sudah berlaku prejudice dan tidak adil terhadap Bagawat Selatan. Bagaimanapun...Bagawat selatan itu mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat. Adapun berlakunya sebuah teori itu bersifat ontologis. Jika Teorimu secara ontologis yang benar maka dengan sendirinya teorimu itu pulalah yang akan bertahan.

Bagawat Para Mitos:
Aku datang ke sini itu untuk minta dukunganmu, tetapi kenapa kelihatannya engkau itu juga terpengaruh dengan teori TIKO.

Transenden:

O...ooo baiklah...nantikan jawaban dan solusiku itu pada kesempatan lain. Saya rasa saya perlu menyelenggarakan Konferensi Internasional Imaginer Tentang Kemampuan Otak. Datanglah.

67 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas_D 2016

    Elegi diatas menggambarkan bagaimana manusia yang egois yang tidak mau mengakui akan kelebihan orang lain, dia merasa bahwa dialah yang paling pintar sehingga tak satupun manusia yang melebihinya. Sehingga ketika ada orang yang melebihinya maka dia akan menantangnya dan menolaknya dengan berbagai macam alasan. Orang yang seperti inilah yang dinamakan orang yang sombong, egois. Dan pada saat ini manusia yang seperti banyak kita temukan di Indonesia tercinta ini, tidak mau mengakui akan kelebihan orang lain.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Otak merupakan pusat koordinasi bagi tubuh manusia. Otak manusia tidak sama dengan hewan. Hal ini lah yang membuat manusia yang menjadi khalifah di bumi ini. Melalui kemampuan otak kita dapat berfikir dengan menggunakan akal. Sehingga manusia dpat menciptakan berbagai macam teori. Baik itu teori yang berkaitan dengan keseharian, tentang sosial, filsafat, agama, etnis dan lain sebagainya. Sudah kewajiban kita sebagai manusia adalah bersyukur karena telah dianugrahkan sebagai khalifah oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pengetahuan setiap detiknya terus berkembang. Karena setiap manusia terus berpikir kritis menggapai logos. Akan ada suatu saatnya pengetahuan atau teori-teori akan tergerus dengan teori baru yang benar terbukti kebenarannya. Para manusaia kritispun tetap mencari logos darim pemikiran para mitos. Karena sebijak-bijaknya mitos, jika tidak dibnuktikan benar maka tetap mitos. Namun dari mitos-mitos pun dapat membuat pemikiran baru dari para manusia berpemikiran kritis.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu sikap yang harus kita tanam dan selalu terapkan adalah sikap terbuka dalam kehidupan bermasayarakat. Janganlah merasa apa kita sampaikan adalah yang paling benar. Kita harus siap menerima kritik dan saran dari orang lain. Kalau pun seseorang memberikan kritik atau menyempurnakan ide atau pendapat yang kita sampaikan, responlah dengan bersikap terbuka. Memang terkadang sulit untuk menerima kritikan, karena menurut beberapa orang, itu berhubungan dengan harga diri. Belajar menerima kritikan memang tidak mudah. Tapi ingatlah bahwa kalau kita tidak bisa dan tidak mau menerima kritik dari orang lain, maka sama saja dengan kita menghambat diri kita untuk berubah menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kemampuan otak manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda – beda, maka bakat, kemampuan, atau keahlian setiap orang juga berbeda – beda. Setiap orang juga mempunyai pemikiran – pemikiran sendiri mengenai suatu hal. Maka tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain dan memaklumi bahwa kemampuan setiap orang berbeda – beda. Dan dengan kemampuan yang dimilki, sebaiknya jangan sombong dan tetap ingat kepada Sang Pemberi Kehidupan.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Kemampuan manusia berbeda beda. banyak yang bilang jika menusia yang sudah ditakdirkan memiliki otak cerdas maka dia akan cepat memahami sesuatu. itu akan sangat enak sekali. tetapi jika yang hanya memiliki kemampuan terbatas maka dia harus berusaha belajar dengan rajin dan tekun. tetapi sesungguhya barang siapa yang bersungguh sungguh maka dapatlah dia.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Otak berfungsi sebagai pusat koordinasi dan tentunya digunakan untuk berpikir. Setiap manusia memiliki kemampuan otak yang berbeda. Maka kemampuan setiap individu pun pasti berbeda-beda. Jikalau mempunyai kemampuan yang rendah jangan berkecil hati teruslah di gali, jikalau mempunyai kemampuan yang lebih maka manfaatkan sebaik mungkin dan jangan sampai membuat diri menjadi takabur (sombong). Karena seperti pepatah mengatakan di atas langit masih ada langit maka setinggi-tinggi ilmu atau teori yang kita ciptakan pastilah ada yang melebihinya. Hendaklah kita seperti padi yang kian berisi kian merunduk. Semakin tinggi ilmu kita hendaklah kita semakin rendah diri.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam perbedaan pendapat sering kali kita memandang rendah dan tidak menghargai pendapat orang. Hal ini tentunya akan membuat orang lain menjadi tidak nyaman karena ini adalah salah satu bentuk kesombongan kita. Sudah kita ketahui bahwa kesombongan salah satu sifat yang tidak disukai Allah SWT, karena pada dasarnya kesombongan itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kesombongan akan menutup mata, pikiran, dan hati kita, karena sudah tertutup semua pintu untuk menggapai ilmu maka ilmu baik apa pun yang datang untuk kebaikan kita kita hanya akan menganggap bahwa ilmu kita itulah yang paling baik walaupun sebenarnya ilmu kita sudah jauh tertinggal. kesombongan akan menjadikan kita seorang berilmu tetapi tidak bernurani. Kesombongan bagian dari anti perubahan padahal dalam dunia ini perubahan selalu datang dan kita seharusnya siap dengan perubahan apa pun itu karena tidak ada yang bersifat tetap di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.

    ReplyDelete
  9. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas saya belajar bahwa kita harus terbuka dengan pendapat orang lain, menghargai dengan hasil pemikiran orang lain. Karena dengan mendengaran kritik dan saran orang lain dapat membuat kita refleksi diri dan memperbaik diri menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  10. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam matematika juga banyak terdapat berbagai macam teori. Untuk menjadikan itu suatu teori tentu setiap matematikawan mempunyai perjalanan yang panjang. Kadang teori tersebut tidak diterima karena kekuranglengkapan dari teori tersebut, kemudian ada matematikawan yang menggunkan teori awal untuk menemukan teori baru yang lebih tepat. Sehingga hal tersut adalah wajar. Maka keterbukaan terhadap pendapat orang lain itu sangat perlu.

    ReplyDelete
  11. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Manusia memiliki kemampuan berfikir yang terbatas, kinerja pada orak pun terbagi antara otak kanan dan otak kiri. Otak berfungsi sebagai koordinasi pada tubuh manusia. Jangan pernah berlaku sombong atas pengetahuan yang dimiliki karena diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  12. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Inilah yang sering terjadi ditengah masyarakat. Tidak peduli hal yang berseberangan dengan pendapatnya itu benar, yang penting dia “menang”. Menjaga harga diri yang salah adalah seperti yang dilakukan oleh bagawat mitos pada elegi di atas. Mengakui pendapat/teori orang lain yang berseberangan dengan kita tidaklah mengurangi harga diri kita, karena kita telah berusaha dengan semampu kita untuk berpikir kritis. Bahkan dengan megakui teori orang lain, dia akan mendapatkan nilai plus yaitu lapang dada. Sehingga selayaknya, ketika dalam berdiskusi, tujuan dari diskusi tersebut adalah mencari kebenaran bukan pembenaran.

    ReplyDelete
  13. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menceritakan tentang apa yang dikatakan oleh begawat para mitos tentang otak kanan dan kiri yang telah ia bangun dan promosikan selama ini, namun kemudian dengan memperkenalkan kemampuan otak tengah maka banyak pro dan kontra yang muncul. Menurut TIKO Kemampuan otak itu adalah kemampuan berpikir. Berpikir itu sangat kompleks, bahkan keadaan jiwa dan pengalaman social juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keadaan sakit atau cacat juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Keyakinan juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir seseorang. Setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, social, filsafat, agama, etnik.

    ReplyDelete
  14. NDAH PURNAMA SARI
    17701251035
    PEP B angktan 2017

    inilah yang dimaksud dalam peribahasa arab "lihatlah apa yang dikatakan, namun jangan lihat siapa yang mengatakan". Sang bagawat para mitos merasa dia yang lebih hebat dan enggan mengakui teori orang lain disebabkan dia duluanlah yang membuat teori tentang otak kanan dan otak kiri. Ketika si Bagawat Selatan mengemukakan teori nya yang "menandingi"nya. si Bagawat Para Mitos merasa ia tertandingi sehingga enggan mengakuinya, padahal secara tersirat ia sudah mengakui bahwa teori dari si Bagawat Selatan sebenarnya malu. GENGSI yang menjadi masalah utama disini.
    Kejadian ini banyak sekali terjadi di dunia pendidikan. ketika ada siswa yang membetulkan kesalahan kecil yang dilakukan guru. Guru tersebut malah merasa terhina dan tidak terima dinasehati oleh anak yang umurnya lebih muda dari dia. padahal seharusnya yang ia lakukan adalah melakukannya jika itu memang suruhan yang benar. karna sejatinya manusia itu tempat berbuat kesalahan. Baik yang muda maupun yang tua.
    Mudah-mudahan nanti kita menjadi seorang pendidik yang bisa menerapkan pepatah arab tersebut.

    ReplyDelete
  15. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Otak merupakan salah satu organ yang membuktikan sebuah kebesaran Allah SWT. Otak merupakan organ yang paling penting dan kompleks dalam tubuh manusia. Allah SWT menciptakan otak dengan fungsi dan cara kerja yang luar biasa. Sebab otak menjadi pusat pengendali segala aktivitas yang dilakukan oleh setiap organ dalam tubuh manusia, juga mengendalikan sistem saraf pusat agar bisa bekerja secara normal. Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan berpikir yang berbeda – beda. Tidak sepantasnya kita untuk bersikap skeptis terhadap pemikiran orang lain. Seharusnya dapat menerima bahkan memperbaiki diri dan pemikiran kita ketika orang lain membenarkan apa yang salah dari diri kita.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pendapat saya: betapa ilmu tidak pernah ada titik finishnya. Kita sebagai si fakir ilmu sudah sewajarnya berlaku rendah hati. Lah wong ilmunya aja nggak finish-finish kok kita udah bisa pamer kejuaraan. Yang pemer juara inilah berarti dia merasa telah sampai ujung, udah berhenti dong ya, lantas apakah yang seperti ini boleh dikatakan tidak hidup?

    Okay, TIKO. Otak ya. (pendapat saya lagi) melalui elegi ini saya dikasih tunjuk dua hal, 1) pengetahuan tentang otak; 2) cara-cara merefleksi diri tanpa bimbingan. Yang nomor dua inilah saya dapatkan dari membaca elegi ini. Bahwasannya kita tidak boleh menutup diri, tidak boleh merasa benar-benar "benar".

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari ‘Elegi Pemberontakan Para Bagawat Mitos Teori Kemampuan Otak’, saya mendapat pelajaran bahwa terkadang di dunia masih ada orang yang tidak mau mengakui kelebihan orang lain. Mereka masih memikirkan harga diri, bahwa harga dirinya lebih tinggi. Sifat seperti akan menimbulkan ketidakharmonisan, menganggap rendah dan meremehkan orang lain.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Ilmu pengetahuan akan semakin berkembang. Kita sebagai orang yang terpelajar hendaknya mampu mengkritisi ilmu-ilmu yang sudah ada. Akan lebih baik lagi apabila kita mampu membuat anti tesis dan sintesisnya berdasarkan pengalaman dan penelitian dengan bukti yang empiris. Apabila kita sebenarnya mampu membuat anti tesis dan mensintesiskan tetapi kita tidak mau melakukannya, itu berarti kita terjebak dalam mitos. Selain itu, kita juga harus lebih terbuka terhadap ilmu-ilmu baru atau inovasi yang telah dikembangkan oleh orang lain. Apabila kita enggan untuk menerima pembaharuan dan merasa bahwa apa yang telah kita temukan merupakan sesuatu yang sudah puncak dan tidak dapat dibantah lagi maka dapat dikatakan bahwa kita telah terjebak oleh mitos.

    ReplyDelete
  19. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Mitos..mitos..mitos..dan lagi-lagi mitos..
    Kadang-kadang mitos ingin memakan segalanya, tidak ingin mendengarkan pendapat lain dan menganggap dirinya paling benar. Banyak orang yang memang termakan oleh mitos sehingga tidak ada perkembangan dan inovasi yang tercipta. Oleh karena itu janganlah kita merasa paling sempurna dengan tidak mau menerima pendapat orang lain yang memang lebih baik. Mengenai teori kemampuan otak, TIKO memang lebih relevan dan lebih bisa diterima untuk menjelaskan teori tersebut.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, elegi ini menggambarkan bahwa dalam ruang dan waktu tertentu masih banyak orang yang tidak ingin tersaingi baik dalam hal ilmu, harta, dan tahta. Contohnya Bagawat Para Mitos pada elegi di atas. Ia merasa risau karena teori otak kanan dan otak kirinya sepertinya akan tersaingi dengan teori TIKO (Teori Imaginer Kemampuan Otak)yang dibuat oleh Bagawat Selatan atas dasar pengalaman, sosiologi, psikologi, antropologi, teori pendidikan, pengamalan agama, spiritual, kontekstual, local genious, filsafat dan ilmu humaniora. Seharusnya, kita tidak perlu merasa risau jika ada ilmu baru yang berkembang, dengan ilmu-ilmu baru yang bermumnculan, maka akan semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan sehingga dengan pengetahuan tersebut dapat meningkatkan dimensi kita baik itu di hadapan manusia maupun di hadapan-Nya.

    ReplyDelete
  21. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Setiap manusia memiliki otak yang berisi milyaran sel saraf yang berguna untuk berpikir. Otak kanan untuk anggota tubuh yag kiri dan otak kiri untuk anggota tubuh yang kanan. Manusia perlu bersyukur dianugrahi otak yang dapat menyimpan memori sekian banyaknya.
    Setiap bagian otak memiliki kemampuan masing-masing. Bukan hanya otak kanan dan kiri saja. Hal itu sesuai dengan teori kemampuan otak dimana setiap bagian keil otak memiliki koridor dan tugas masing2 untuk mengatur kerja tubuh dan berpikir. Sungguh, Maha Besar Allah yang menciptakan begitu menakjubkan otak.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berpikir kritis merupakan hal penting yang harus kita lakukan dimanapun dan kapanpun. Bahkan ketika kita mendengar teori hebat dari para ahli yang telah melakukan penelitian bertahun- tahun kita tetap harus berpikir kritis, tidak menerimanya begitu saja. Seperti yang dilakukan oleh begawat selatan ketika mendengarkan teori tentang otak dari begawat para mitos. Begawat selatan bahkan mampu membuat teori baru. Dan seharusnya begawat para mitos tidak marah akan teori yang dibuat begawat selatan tetapi bersikap kritis untuk meneliti lebih jauh lagi, tetapi begitulah para mitos. Oleh karena itu kita harus berhati- hati dengan para mitos, jangan sampai kita terjebak oleh para mitos dan berhenti berpikir kritis.

    ReplyDelete
  23. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Salah satu kebaikan adalah menuntut ilmu. Ilmu pengetahuan akan selalu berkembang seiring perkembangan pemikiran manusia. Teori yang baru selalu berpotensi lahir melengkapi teori sebelumnya. Pendapat satu orang dapat melengkapi pendapat yang lainnya. Maka hendaklah kita menerima dengan lapang dada apabila kemampuan orang lain menghasilkan sesuatu yang lebih dari hasil pemikiran kita. Seseorang yang bijak mampu mengakui kelebihan orang lain serta menerima kebenaran yang dia sampaikan.

    ReplyDelete
  24. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Tiap orang memiliki pendapat dan teori yang berbeda-beda. Ketika pendapat atau teori yang diajukan seseorang berbeda dengan kita, hendaknya kita menghargai dan dapat menerimanya jika memang yang orang lain utarakan itu lebih baik. Jangan seperti bagawat para mitos yang ada pada elegi di atas. Ia tidak mau menerima pendapat orang lain hanya karena gengsi dan tidak sesuai dengan geostrategi dan geopolitiknya. Hal ini akan menutup mata, pikiran, dan hati kita, karena sudah tertutup semua pintu maka apapun kebaikan yang datang akan kita akan anggap sebagai keburukan karena tidak sesuai dengan pendapat kita. Hendaklah kita seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk.

    ReplyDelete
  25. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi di atas, menceritakan bahwa adanya ciptaan baru yang namanya TIKO, yang mengalahkan kemampuan kerja otak kiri dan otak kanan. Seharusnya otak kiri dan otak kanan mampu kita pergunakan sebaik mungkin. Manusia perlu bersyukur dianugrahi otak yang dapat menyimpan memori sekian banyaknya.

    ReplyDelete
  26. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi di atas, Teori Imaginer Kemampuan Otak (TIKO) merupakan teori yang mengcompare antara otak kiri dan otak kanan. Setiap manusia pada dasarnya memiliki kemampuannya masing-masing, seperti lebih dominan dengan kemampuan otak kirinya atau kemampuan otak kanannya. Begitupun dengan siswa, ada siswa yang lebih mahir dalam berhitung atau matemaika maka kemampuan otak kirinyalebih dominan atau siswa yang memiliki kemampuan dalam bidang seni, berarti kemampuan otak kanannya lah yang lebih dominan. Hal ini tidak bisa disalahkan, karena pada dasarnya kemampuan intelegensi manusia berbeda-beda.

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ulasan di atas. Saya belajar terkait dengan saat menggapai ilmu pengetahuan tidaklah dapat dikaitkan dengan harga diri. Tiadalah berarti ilmu tersebut saat hanya tertuju pada gengsi semata. Sejatinya, saya sendiri juga berusaha untuk menanamkan pada diri sendiri bahwa di atas langit masih ada langit. Berharap selalu dibimbing oleh Allah menuju sikap yang rendah hati.

    ReplyDelete
  28. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Otak belahan kanan dan belahan kiri memiliki fungsi masing-masing.Terdapat anak yang dapat belajar dan menyukai mengenai suatu materi menggunakan otak kanan, otak kiri, maupun gabungan dari otak kanan dan otak kiri. Oleh karena itu sebagai guru matematika hendaknya kita menjadi fasilitator bagi siswa maksudnya memfasilitasi seluruh gaya belajar siswa dengan berbagai strategi, pendekatan, dan model yang dapat dirasakan oleh semua siswa. Sehingga dengan memaksimalkan otak tersebut dapat menjadi sarana siswa dalam memaksimalkan belajarnya.

    ReplyDelete
  29. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi di atas menunjukkan bagaimana teori itu ada. Teori kemampuan otak yang umum kita ketahui yaitu berkaitan dengan otak kiri dan kanan. Namun demikian ada teori yang baru yang dirancang yaitu TIKO kepanjangannya yaitu Teori Imaginer Kemampuan Otak. Dimana teorinya meliputi semua letak otak. Sehingga hikmah yang didapat yaitu bahwa untuk membuat suatu teori itu sesungguhnya tidak mudah, bahkan sangat sulit. Karena membutuhkan tenaga, uang, pikiran dll. Hikmah yang lain yaitu berkaitan dengan otak yang memiliki fungsi koordinasi dan berpikir. Inilah anugrah dari Allah yang harus senantiasa disyukuri. Makhluk yang diberi akal, sehingga bersyukur dengan cara memanfaatkan dan memaksimalkan pikiran adalah baik. Semoga kita menjadi orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat diberikannya otak ini.

    ReplyDelete
  30. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Teori itu terus berkembang seiring berkembangnya zaman. Berkembangnya teori baru kadang menimbulkan pro dan kontra. Hal yang perlu diyakini adalah bagaimana terbentuknya teori baru itu akan mempengaruhi kepercayaan terhadap teori tersebut.

    ReplyDelete
  31. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas Elegi tersebut memperlihatkan bagaimana suatu teori itu ada, keberadaan teori pasti mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Namun, bersikap terbuka menjadi kunci keberhasilan kita dalam berilmu. Lihat saja sang Bagawat Para Mitos pada elegi di atas. Ia merasa risau karena teori otak kanan dan otak kirinya sepertinya akan tersaingi dengan teori TIKO (Teori Imaginer Kemampuan Otak. Artinya ia menutup diri atas perkembangan yang ada, dan merasa menang karena telah memiliki dan menemukan teori sendiri. Hikmah lain yang dapat kita ambil adalah hikmah untuk membuat suatu teori itu sesungguhnya tidak mudah, bahkan sangat sulit. Karena membutuhkan tenaga, uang, pikiran, dan masih banyak lagi yang harus dikorbankan. Hikmah yang lain yaitu berkaitan dengan otak yang memiliki fungsi koordinasi dan berpikir. Inilah anugrah terindah dari Allah yang menjadikan kita sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk-makhlukNya yang lain. Maka, bersyukur dan bersabarlah kita atas segala yang diberikanNya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  32. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Percakapan asyik diatas memberikan pesan bagi kita bahwa dalam perkara ilmu kita tidak boleh puas dengan apa yang kita miliki, puas berarti berhenti berfikir padahal di luar sama banyak orang yang sedang mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Jika kita merasa puas maka akibatnya akan seperti begawat mitos yang kaget ketika adanya TIKO (Teori Imaginer Kemampuan Otak) dan begawat mitos merasa tidak terima. Oleh karenanya dalam perkara ilmu marilah kita bersikap terbuka dan saling belajar meskipun itu dengan orang yang lebih muda dengan kita. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  33. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Teori yang dulu nampak luar biasa pun ternyata bisa terpatahkan. Di atas langit masih ada langit. Teori kemampuan otak, dan tentu saja teori-teori lain pun tentu berkembang sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Belajar filsafat membuat saya menyadari berbagai hal yang mesti ditempatkan sesuai ruang dan waktu, selalu dinamis dan melihat apa yang tidak terlihat.
    Elegi ini memberi pesan untuk selalu waspada akan perkembangan ilmu, senantiasa belajar, belajar, dan terus belajar.

    ReplyDelete
  34. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam elegi kali ini mencritakan tenang begawat yang terkena mitos. Di ceritakan bahwa begawat adalah orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang tinggi. Tetapi setinggi-tingginya ilmu sesorang apabila hatinya tidak bersih maka sebenarnya dia akan masuk keranah mitos. sebagaimana bagawat dalam elegi tersebut memiliki rasa iri, maka rasa iri tersebut yang membuatnya terjebak dalam mitos.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  35. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Secara harfiah, apa yang membedakan manusia dengan makhluk lain yaitu manusia memiliki otak yang digunakan untuk berfikir. Binatang juga memiliki otak tetapi tidak untuk berfikir. Bagaimana membangun negeri yang cerdas dalam berfikir? Satu diantaranya berada di dalam aspek pendidikan. Pembelajaran di sekolah sekarang diharapkan mampu melatih anak untuk memulai atau mengarah kepada berfikir kritis dan kreatif. Mungkin bisa dimulai dengan menganalisis hal-hal sederhana hingga berlanjut ke hal yang paling rumit. Hal ini penting, agar siswa terbiasa berfikir kritis dan kreatif untuk mengahadapi perubahan zaman yang makin kompleks.

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini, seiring perkembangan jaman, ilmu pengetahuan selalu berkembang. Semakin majunya jaman membuat semakin banyak pengembangan dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan yang sudah ada kemudian di sintesis dan dikaitkan dengan skema pengetahuan yang lainnya sehingga membentuk pengetahuan baru yang lebih kompleks. Pada elegi ini TIKO (Teori Imajiner Kemampuan Otak) adalah sangat luar biasa. Kemampuan otak untuk berpikir yang sangat komplek. Karena pada dasarnya setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, sosial, filsafat, agama, budaya, dan lain-lain. Oleh karena itu kita sebaiknya selalu berpikir dan dapat memanfaatkan fungsi otak kita dengan maksimal.

    ReplyDelete
  38. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Inilah salah satu sifat negatif begawat (manusia). Sifat tersebut adalah tidak fleksibel terhadap bantahan teori atau temuan yang ditemukannya. Hal ini karena merasa jika mengakui hal tersebut maka harga dirinya menjadi rendah, dia tidak dianggap lagi oleh dunia yang selama ini mengagungkannya karena teori tersebut. Sebaik-baik manusia dalam penemuannya adalah bersikap positif dengan tetap terbuka dengan hasil temuan orang lain karena temuan baru akan menginspirasi untuk menemukan temuan baru atau akan menunjang temuan yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  39. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setelah saya membaca artikel di atas saya tahu bahwa Bagawat Mitos benar-benar menunjukkan bahwa dia adalah Mitos, karena dia telah melakukan prasangka dan tidak adil terhadap Bagawat Selatan. Ia tidak menerima gagasan yang diungkapkan oleh Bagawat Selatan tentang Teori Kemampuan Otak Imajiner yang disebut TIKO. TIKO telah mampu meringkas semua teori kemampuan otak Bagawat Mitos. Menurut Bagawat Selatan TIKO dibuat atas dasar pengalaman, sosiologi, psikologi, antropologi, teori pendidikan, praktik agama, spiritual, kontekstual, filem lokal, filsafat dan humaniora.

    ReplyDelete
  40. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Kita jangan berpikir kalau pendapat kita adalah yang paling benar karena kita juga perlu mengakui bila pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat kita. Dengan perbedaan pendapat dapat memperluas pikiran kita yang sebelumnya belum kita ketahui. Untuk itu dalam setiap kesempatan kita harus tetap menghargai pendapat orang lain baik itu benar maupun salah.

    ReplyDelete
  41. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ketika mendengar atau membaca suatu ilmu baru kita harus tetap berpikir kritis. Karena berpikir kritis merupakan hal penting yang harus kita lakukan dimanapun dan kapanpun. Maka kita harus berpikir kritis kapanpun dan dimanapun. Seperti yang dilakukan oleh begawat selatan ketika mendengarkan teori tentang otak dari begawat para mitos. Begawat selatan bahkan mampu membuat teori baru. Kita tidak boleh bersikap seperti begawat para mitos yang justru marah ketika orang lain menyampaikan pendapatnya. Karena itulah kita harus senantiasa berpikir kritis agar tidak terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  42. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Otak merupakan bagian tubuh manusia yang memerankan begitu banyak peran penting. Bahkan hampir segala aktivitas manusia dikendalikan oleh otak. Ketika otak manusia itu sehat, maka ia dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif. Namun begitu pula sebaliknya ketika otak manusia itu sakit, maka yang ia lakukan hanyalah tindakan-tindakan negatif dan menyimpang.

    ReplyDelete
  43. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Manusia adalah makhluk yang istimewa. Ia diciptakan oleh Allah dan dianugrahi akal pikiran. Pusat dari pikiran manusia adalah otak. Kemampuan otak dari setiap manusia pada dasarnya sama, namun dalam kenyataannya kita menjumpai bahwa kemampuan otak dari setiap manusia berbeda-beda. Hal ini karena setiap manusia berbeda-beda dalam mengasah otaknya. Jadi kita harus mengasah otak kita dengan belajar, berpikir kritis, membaca, berlatih untuk memecahkan masalah-masalah, dsb. Sehingga kemampuan otak kita dapat meningkat.

    ReplyDelete
  44. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. pengetahuan akan terus berkembang, jika dulu hanya dikenal kemampuan otak kanan dan kiri sekarang ditemukan kemampuan otak tenggah. Untuk menerima sesutau yang baru memang sulit, perlu diberikan bukti-bukti yang akurat agar suatu yang baru itu dapat diterima. Maka jangan sombong atas ilmu yang diketahui, karena akan selalu ada ilmu baru yang perlu dipelajari.

    ReplyDelete
  45. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Manusia adalah makhluk yang penuh dengan kontradiksi. Suatu ketika seseorang tahu bahwa sesuatu itu benar namun tidak melakukannya, pun sebaliknya. Suatu ketika, seseorang tahu bahwa ia salah namun tidak mau mengakuinya. Harga diri yang terlalu tinggi dan gila kehormatan membuat manusia menjadi munafik. Padahal, apa salahnya mengakui kehebatan orang lain jikalau itu memanglah hal yang benar menurutmu meskipun itu mungkin berdampak kurang baik bagimu.

    ReplyDelete
  46. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Saya menangkap satu sifat Begawat para mitos yang lebih mementingkan ego dirinya sendiri. Ibarat dalam suatu musyawarah, kita saling mengungkapkan pendapat satu sama lain, dan kita mencari pendapat yang paling tepat dan benar dari kesekian pendapat lain sehingga menghasilkan keputusan yang lebih baik. Sikap yang baik sebagai anggota musyawarah yang baik adalah jika ia menemukan pendapat orang lain itu lebih tepat dan benar maka, ia akan menerima dengan senang hati karena memang tujuan utamanya dalam musyawarah itu adalah mencari pendapat yang terbaik. Namun ada juga anggota yang tidak mau menerima pendapat orang lain walaupun lebih baik karena kepentingan dirinya sendiri, entah karena harga diri, kesombongan, ingin dianggap menjadi yang paling benar, dan semacamnya. Dan orang-orang seperti ini jelas tidak akan mendapatkan manfaat dari musyawarah tersebut. Karena pendengarannya dan pikirannya tertutup. Musyawarah disini dapat diibaratkan juga sebagai kegiatan menggapai ilmu yang benar.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Teori bertahan lama jika memang teori itu banyak yang menganggapnya benar, namun juga bisa karena ada yang mensponsori, bisa juga karena ada kepentingan-kepentingan lembaga atau negara yang menguntungkan mereka. Supaya tidak terjebak mitos, maka manusia harus menerima kebenaran walaupun itu harus menggugurkan kebenaran terdahulu. Agak berat memang jika dikaitkan dengan pekerjaan atau uang. Maka seseorang kadang menutup diri dari kebenaran yang lebih baik.

    ReplyDelete
  48. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Alasan mempertahankan harga diri, kepentingan pribadi dan lain sebagainya inilah yang membuat kita tidak bisa berpikir dan berlaku adil. Sehingga kita menjadi pribadi yang tidak objektif, hanya mau mendengarkan apa yang kita suka meskipun kontennya salah. Sebaliknya kita tidak mau mendengarkan apa yang tidak kita suka meskipun konten yang disampaikan adalah salah. Maka pentinglah bagi kita agar senantiasa berlaku adil dan objektif dimana saja dan dalam hal apa saja, bahkan sejak dalam niat, pikiran, perkataan maupun tindakan.

    ReplyDelete
  49. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam elegi ini saya mendapatkan ilmu baru yaitu TIKO (Teori Imaginer Kemampuan Otak). Kemampuan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari tetapi masih asing didengar di telinga kita. Pada dasarnya setiap letak otak yang kita miliki mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, sosial, filsafat, agama, budaya, dan lain-lain. Oleh karena itu kita sebaiknya selalu berpikir dan dapat memanfaatkan fungsi otak kita dengan maksimal.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  50. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kesombongan adalah salah satu sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT, karena pada dasarnya kesombongan itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kesombongan akan menutup mata, pikiran, dan hati kita, karena sudah tertutup semua pintu untuk menggapai ilmu maka ilmu baik apa pun yang datang untuk kebaikan, kita hanya akan menganggap bahwa ilmu kita itulah yang paling baik walaupun sebenarnya ilmu kita sudah jauh tertinggal. Kesombongan akan menjadikan kita seorang berilmu tetapi tidak bernurani. Kesombongan bagian dari anti perubahan padahal dalam dunia ini perubahan selalu datang dan kita seharusnya siap dengan perubahan apa pun itu karena tidak ada yang bersifat tetap di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri

    ReplyDelete
  51. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan komentar saya di atas, Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Kita jangan berpikir kalau pendapat kita adalah yang paling benar karena kita juga perlu mengakui bila pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat kita. Dengan perbedaan pendapat dapat memperluas pikiran kita yang sebelumnya belum kita ketahui. Untuk itu dalam setiap kesempatan kita harus tetap menghargai pendapat orang lain baik itu benar maupun salah

    ReplyDelete
  52. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pembagian kemampuan otak menjadi otak kanan, kiri, tengah adalah sebuah hasil perenungan dan penelitian, olah piker yang mendalam. Tentu teori ini sebagai logos sekaligus sebagai mitos, karena kemampuan berpikir otak hanya dibatasi oleh sekat-sekat otak. Contohnya jika pinter matematika, maka otak kanan dominan, jika pinter olahraga, otak kanan dominan, dsb. Hal ini mtosnya adalah membatasi kemampuan otak yang luar biasa yang telah diberikan Allah kepada kita.

    ReplyDelete

  53. Kemampuan otak hakekatnya melebihi pembagaian itu, otak dapat berpikir dan memikirkan hal hal imajiner yang tak terlihat dalam ruang dan waktu. Otak mampu mewujudkan hal imajiner tersebut kedalamwujud nyata yang berbatas ruang dan waktu. Sebagai contoh, bilangan negative, ini tidak ada dalam kenyataan sebellumnya, tetapi kemudian otak berpikir bilangan ini dan mewujudkannya dalam kenyataan, seperti suhu di bawah nol derajat, dsb.

    ReplyDelete
  54. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    kita manusia diciptakan untuk berpikir, seiring dengan berjalannya waktu ilmu yang dipelajari manusia pun akan turut berkembang. penting bagi kita untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu dan kita perlu memilah ilmu yang baik dan yang buruk sehingga kedepan tercipta keadaan yang baik bagi manusia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  55. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia diciptakan dengan memiliki hati nurani dan pikiran. Salah satu yang sulit dilakukan adalah mengakui bahwa yang dilakukan oleh orang lain ternyata lebih hebat dari apa yang kita lakukan. Ketika terjadi pertentangan antara hati dan pikiran, yang berlaku tidak mengakui, tidak jujur adalah ucapan, karena hati nurani tidak akan pernah berdusta.

    ReplyDelete
  56. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam mencari ilmu ataupun dalam menemukan suatu ilmu baru, diperlukan sikap terbuka terhadap apa yang menjadi buah pikiran orang lain, bukan sikap keras kepala yang mengakui bahwa teori yang kita anut adalah yang terbaik. Orang yang berilmu tidak akan pernah mengatakan dirinya berilmu, karena apabila ada yang mengatakan bahwa dirinya berilmu, hal tersebut hanya akan menunjukan bahwa ternyata dirinya kurang berilmu.

    ReplyDelete
  57. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Otak merupakan salah satu bagian tubuh yang terpenting yang memiliki tugas dan peran yang sangat penting pula. Otak memiliki beberapa bagian yang bertugas beraneka macam. Teori mengenai otak yang selama ini kita dapatkan ketika mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan adanya teori tandingan akan dapat memperjelas suatu teori bahkan dapat menggantikan teori yang sudah ada. Karena otak itu memikirkan segala hal baik abstrak maupun imajiner.

    ReplyDelete
  58. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Teori otak yang mengalami perkembangan. Otak yang menjadi pengatur dalam diri manusia bagaimana harus bertindak akan sesuatu, memikirkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan. Otak memiliki kapasitas masing-masing untuk mengatur hal-hal yang berbeda-beda setiap kategorinya.

    ReplyDelete
  59. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kemampuan otak dalam mengolah informasi menurut ranah psikologi akan memberikan dampak pada pemahaman siswa. Kita mnegenal adanya struktur koginitif dimana terdapat Short Term Memory, Working Memory, dan juga Long Term Memory. Masing-masing dari ketiga struktur tersebut memberikan pengaruh terhadap pemahaman hakiki yang diterima oleh peserta didik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  60. Percakapan yang menarik dalam elegi di atas. Pada elegi di atas tengah dibahas mengenai teori. Bisa jadi setiap teori bisa berbeda dengan praktek karena setiap orang memiliki gagasan atau ide yang berbeda dalam pelaksanaannya. Sikap kita adalah menghargai dan menghormati setiap gagasan dari orang lain. Dengan menghormati gagasan orang lain pun kita juga belajar untuk dihargai pendapat kita oleh orang lain. Sehingga akan muncul sikap saling menghargai satu sama lain.

    ReplyDelete
  61. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Mitos terjadi ketika kita berhenti mencari tahu, berhenti merefleksikan, berhenti menggali ilmu. Jika ada perkembangan ilmu pengetahuan yang baru, yang harus kita lakukan bukanlah bur-buru men-judge bahwa ilmu itu tidak benar melainkan kita kaji dan cari tahu leb dalam terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  62. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Setiap manusia memiliki kemampuan berpikir dan pengalaman berbeda, dengan demikian berdasarkan kemampuan dan pengalamannya itu maka manusia pun akan memiliki pendapat yang berbeda-beda terhadap sesuatu tergantung dari bagaimana cara pandangnya. Akan tetapi sebagai manusia yang berilmu dan berhati nurani maka seharusnya perbedaan tersebut ditanggapi dengan bijak, bukan dengan tidak adil, mengganggap bahwa pendapat yang berbeda dengannya adalah salah. Jika kita melakukan hal itu maka itu berarti kita telah terjebak dalam kesombongan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  63. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari alegi diatas, menjelaskan mengenai perkembangan teori kemampuan otak, yang awalnya hanya membahas mengenai otak kanan dan otak kiri, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan para ahli sekarang sudah berkembang menjadi Teori Imajiner Kemampuan Otak atau disingkat dengan TIKO. TIKO merupakan teori kemampuan otak yang mampu mengidentifikasi setiap lokasi kemampuan otak, jadi tidak hanya otak kiri dan otak kanan saja, akan tetapi juga otak tengah, depan, agak depan, belakang, agak belakang, agak kiri, agak kanan, atas, dst. TIKO ini didasarkan atas pengalaman, sosiologi, psikologi, antropologi, teori pendidikan, pengalaman, agama, spiritual, kontekstual, local genious, filsafat dan ilmu humaniora.
    Di dalam alegi ini juga memberikan pesan bahwa kita tidak boleh mudah berburuk sangka terhadap sesuatu, kita harus bersikap adil terhadap siapapun untuk menyampaikan pendapat ataupun argumen orang lain. Di contohkan di elegi ini adalah perkembangan teori kemampuan otak. Teori itu brsifat ontologi, dimana yang ontologinya benar, entah itu teori yang lama ataupun yang baru berkembang, dengan sendirinya teori itu sendirilah yang akan bertahan dalam artian yang akan tetap digunakan sebagai sumber pembelajaran.

    ReplyDelete
  64. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Pentingnya menghargai pendapat orang lain, begitu sekiranya hikmah dari elegi diatas. Janganlah merasa diri ini paling hebat diantara yang lain, hingga tidak mau dengar pendapat dari orang lain. Seperti pada elegi diatas, jika suatu ilmu pengetahuan terbukti benar dan masih relevan teori tersebut di zamannya, maka pengetahuan/teori tersebutlah yang akan digunakan.

    ReplyDelete
  65. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hakekatnya ilmu pengetahuan adalah selalu berkembang, karena manusia memiliki rasa ingin tahu. Dalam hal ini perlu kita pahami bahwa teori-teori terdahulu pun banyak yang dipatahkan oleh teori baru yang sudah dapat dibuktikan, dan itu bukan berarti penenmu yang terdahulu salah, namun memang pada hakekatnya ilmu itu terus berkembang. Selain itu, point penting dalam elegi ini yaitu jangan merasa paling pintar, karena diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete