Mar 8, 2011

Elegi Konferensi Pertama Para Bagawat




Oleh: Marsigit

Transenden:
Hemm...gerah rasanya mengikuti perkembangan keadaan yang ada. Ternyata yang namanya krisis itu telah melanda semua aspek kehidupan. Tidak ketinggalan aku sedang menyaksikan banyak para Bagawat dari berbagai ruang dan waktu juga mengalami krisis. Ada diantara mereka mengalami kebigungan, ada yang kesurupan, ada yang melakukan plagiat, ada yang menari-nari tak peduli lingkungan, ada yang euphoria menemukan kedudukan baru, ada yang sibuk bersembunyi dari segala kritik, ada yang terkejut dengan suasana baru kemudian stress, ada yang sibuk menggali parit untuk mengalirkan udara, ada yang sibuk mempertahankan kedudukan dengan berbagai cara, ada yang sibuk main paksa, ada yang sangat sibuk dan over loaded aktivitasnya, ada yang terbatuk karena terlalu lama menahan diri, ada juga meledak-ledak memprotes suasana yang dihadapinya. Ada Bagawat yang sedang terlena tetapi tidak merugikan orang lain, ada Bagawat yang sedang terlena dan dimanfaatkan orang lain, tetapi ada Bagawat yang terlena tetapi merugikan orang lain. Ternyata aku menemukan paling banyak para Bagawat sedang mengalami kebimbangan dan memilih lebih baik diam dari pada bicara atau bertindak. Jika keadaan ini diterus-teruskan, wah..keadaannya bisa semakin runyam. Bagawat ...itulah setinggi-tinggi pengemban ilmu atau logos. Jika para Bagawat mengalami krisis, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib para Cantraka, para Rakata, dan para Cemani. Wahai para Bagawat, mengingat semakin lama semakin banyak dan semakin dalam engkau para Bagawat mengalami krisis, maka saya bermaksud mengundang engkau semua dalam Konferensi Para Bagawat. Silahkan kenalkan dirimu, bicaralah dan sampaikan persoalan-persoalanmu.

Bagawat Archaic:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Archaic. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Archaic. Sebagai Bagawatnya kaum Archaic maka aku mempunyai sifat tunggal, artinya tiadalah boleh ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka aku akan terapkan hukuman terberat kepadanya. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Archaic. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Tiadalah hidup dan mati kaumku itu tidak seijin denganku.

Bagawat Tribal:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Tribal. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Tribal. Sebagai Bagawatnya kaum Tribal maka aku mempunyai sifat tunggal, artinya tiadalah boleh ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka aku akan terapkan hukuman terberat kepadanya. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Archaic. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Tiadalah hidup dan mati kaumku itu tidak seijin denganku.

Bagawat Feudal:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Feudal. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Feudal. Sebagai Bagawatnya kaum Feudal maka aku mempunyai sifat tunggal, artinya tiadalah boleh ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka aku akan terapkan hukuman terberat kepadanya. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Feudal. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Tiadalah hidup dan mati kaumku itu tidak seijin denganku. Namun ada satu hal yang membedakan antara aku dengan Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal, yaitu bahwa akulah yang menguasai mereka semua itu. Dalam rangka menguasai mereka beserta semua pengikutnya maka aku telah mengembangkan dan menciptakan persekongkolan bangsa. Tetapi persekongkolan-persekongkolan itu semua harus tunduk kepadaku. Maka aku adalah nilai kebenaran dan kebijaksanaan dari persekongkolan-persekongkolanku beserta pengikut-pengikutku. Ketahuilah bahwa persekongkolan utamaku adalah semua prajurit yang siap untuk menggilas dan menerjang semua kaum Archaic dan kaum Tribal.

Bagawat Tradisional:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Tradisional. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Tradisional. Sebagai Bagawatnya kaum Tradisional maka aku mempunyai sifat Tunggal Relatif, artinya aku berusaha sekuat tenaga agar jangan sampai ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka, walaupun aku tidak kuasa untuk memaksakan kehendakku, aku berusaha sekuat tenaga dan kalau perlu dengan berbagai manipulasiku agar para Bagawat-Bagawat selain diriku selalu berada pada level di bawahku. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Tunggal Relatifnya kaum Tradisional. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Sayangnya aku tidak dapat menentukan hidup dan matinya kaumku. Jika Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal hanya bersifat tunggal dan dapat mempertahanan kedudukannya dengan semua cara termasuk ilmu, pikiran, hati dan fisiknya, maka aku hanya dapat mempertahankan kedudukan Tunggal relatifku dengan hanya ilmuku saja. Jika Bagawat Feudal mempertahankan kekuasaannya dengan membentuk persekongkolan-persekongkolan, maka aku hanya bisa mempertahankan diriku dengan Citra Baikku walaupun tidak peduli bagaimana aku dapat memperoleh Citra Baikku itu.

Bagawat Modern:

Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Modern. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum masyarakat Modern. Sebagai Bagawatnya masyarakat Modern maka aku mempunyai sifat Jamak, artinya aku menyadari bahwa selain diriku masih terdapat banyak tak terhingga para Bagawat Modern. Maka aku berusaha sekuat tenaga memperoleh kedudukanku melalui berbagai seleksi dan persaingan ketat antara Calon Bagawat Modern. Tiadalah ada kuasa diriku baik pikiranku, hatiku apalagi fisikku untuk mencegah para Bagawat Modern selain diriku untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi dari diriku. Maka aku dan mereka hanya bisa saling berlomba merebut pengakuan dari Sang Penguasa masyarakat Modern serta berebut pengaruh kapada masyarakatku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka, walaupun aku tidak kuasa untuk memaksakan kehendakku, aku berusaha sekuat tenaga dan kalau perlu dengan berbagai manipulasiku agar para Bagawat-Bagawat selain diriku selalu berada pada level di bawahku. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya masyarakat Modern. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya masyarakatku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Sayangnya aku tidak dapat menentukan hidup dan matinya kaumku. Jika Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal hanya bersifat tunggal dan dapat mempertahanan kedudukannya dengan semua cara termasuk ilmu, pikiran, hati dan fisiknya, maka aku hanya dapat mempertahankan kedudukan Jamakku dengan hanya ilmuku saja. Jika Bagawat Feudal mempertahankan kekuasaannya dengan membentuk persekongkolan-persekongkolan, maka aku hanya bisa mempertahankan diriku dengan Citra Baikku walaupun tidak peduli bagaimana aku dapat memperoleh Citra Baikku itu. Jika Bagawat Tradisional berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana dia dapat memperoleh Citra Baiknya itu, maka akupun demikian. Tetapi yang membedakan aku dengan mereka semua adalah bahwa aku telah membekali diriku dengan segenap teknologi dan kemajuan masyarakatku. Aku gunakan komputer, internet, telphon, HP dst untuk mempertahankan kekuasaanku. Jika aku telah mendapat pengakuan oleh masyarakat dan bangsaku bahwa aku adalah Bagawat Utama maka datang dan mengalirlah hak istimewa itu kepadaku antara lain gaji yang tinggi. Nilai-nilai kebajikanku adalah bagaimana sebesar-besar diriku mampu memberikan yang terbaik dari segenap jiwa ragaku dan pikiranku untuk masyarakatku walaupun kadang-kadang harus aku lakukan dengan berbagai macam cara, ee..maaf maksudku menghalalkan segala macam cara. Tetapi gaji yang tinggi bukan satu-satunya yang membahagiakan diriku. Pengakuan masyarakat akan kebijaksanaanku itulah yang paling penting buat diriku, walaupun aku harus berusaha sendirian dan terkadang aku juga tergoda untuk melakukan berbagai manipulasi. Tetapi itulah dilema yang terjadi bahwa aku selalu dituntut menghasilkan kebijaksanaanku yang terbaik oleh Penguasaku tetapi tidak disertai dengan fasilitas dan jejaring yang memadai.

Bagawat Powernow:

Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Powernow. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum masyarakat Powernow. Sebagai Bagawatnya masyarakat Powernow maka aku mempunyai sifat Jamak, artinya aku menyadari bahwa selain diriku masih terdapat banyak tak terhingga para Bagawat Powernow. Maka aku berusaha sekuat tenaga memperoleh kedudukanku melalui berbagai seleksi dan persaingan ketat antara Calon Bagawat Powernow. Tiadalah ada kuasa diriku baik pikiranku, hatiku apalagi fisikku untuk mencegah para Bagawat Powernow selain diriku untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi dari diriku. Maka aku dan mereka hanya bisa saling berlomba merebut pengakuan dari Sang Penguasa masyarakat Powernow serta berebut pengaruh kapada masyarakatku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka, walaupun aku tidak kuasa untuk memaksakan kehendakku, aku berusaha sekuat tenaga dan kalau perlu dengan berbagai manipulasiku agar para Bagawat-Bagawat selain diriku selalu berada pada level di bawahku. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya masyarakat Powernow. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya masyarakatku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Sayangnya aku tidak dapat menentukan hidup dan matinya kaumku. Jika Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal hanya bersifat tunggal dan dapat mempertahanan kedudukannya dengan semua cara termasuk ilmu, pikiran, hati dan fisiknya, maka aku hanya dapat mempertahankan kedudukan Jamakku dengan hanya ilmuku saja. Jika Bagawat Feudal mempertahankan kekuasaannya dengan membentuk persekongkolan-persekongkolan, maka aku hanya bisa mempertahankan diriku dengan Citra Baikku walaupun tidak peduli bagaimana aku dapat memperoleh Citra Baikku itu. Jika Bagawat Tradisional berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana dia dapat memperoleh Citra Baiknya itu, maka akupun demikian. Jika Bagawat Modern berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana dia dapat memperoleh Citra Baiknya itu, maka akupun demikian. Tetapi yang membedakan aku dengan mereka semua adalah bahwa aku telah membekali diriku dengan segenap teknologi canggih dan kemajuan masyarakatku. Aku gunakan komputer, internet, telphon, HP dst untuk mempertahankan kekuasaanku. Jika aku telah mendapat pengakuan oleh masyarakat dan bangsaku bahwa aku adalah Bagawat Powernow Utama maka datang dan mengalirlah hak istimewa itu kepadaku antara lain gaji yang tinggi. Tetapi gaji yang tinggi bukan satu-satunya yang membahagiakan diriku. Pengakuan masyarakat akan kebijaksanaanku itulah yang paling penting buat diriku. Jika Bagawat Modern berusaha meraih sendirian dan terkadang tergoda untuk melakukan berbagai manipulasi, maka aku berusaha mengembangkan dan menciptakan Jejaring Transinternasional. Tetapi itulah kebagahiaanku bahwa yang terjadi adalah Penguasaku selalu memberikan semua fasilitas dan kebutuhan yang aku perlukan agar aku menghasilkan kebijaksanaan yang terbaik. Maka sebetul-betul kebijaksanaan terbaikku adalah kebijakkan sistem networkingku. Itulah ultima pencapaian peradaban manusia yaitu sekaligus sebagai perangkap bagi semua Bagawat dan pengikutnya yang berada di bawah levelku. Itulah sebenar-benar kemenanganku yaitu kekuatan Jejaring Transinternasionalku. Maka sebenar-benar penguasaanku atas dunia ini adalah Sistem Jejaring Transinternasionalku. Siapa yang berani menandingiku maka dia akan berhadapan dengan semua prajurit unjung-ujung syaraf Jejaring Internasionalku yang terdiri dari Neokapital, Neopragmatis, Neomaterialis, dan semua neo yang terangkum dalam Dajalku Blackhole-Diraja.

No comments:

Post a Comment


Note: Only a member of this blog may post a comment.