Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar




Oleh Marsigit

Guru:
Wahai murid1, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid1:
Aku menginginkan pelajaranmu itu menyenangkan. Aku juga menginginkan agar pelajaranmu itu dapat memberi semangat kepadaku. Aku juga ingin teman-temanku semua menyenangi pelajaran mu itu. Aku juga ingin pelajaranmu itu bermanfaat bagiku. Aku juga ingin bahwa pelajaranmu itu ada yang mudah, ada yang sedang dan kalau bisa jangan terlalu sukar. Dalam mengikuti pelajaranmu, aku harap engkau juga menghargai pengetahuan lamaku. Aku ingin juga bahwa pelajaranmu juga mempunyai nilai-nilai etik, estetika dan nilai religius. Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaranmu dimulai. Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar. Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang. Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri. Oleh karena itu maka janganlah selalu engkau merasa dapat memberikan rasa senang atau motivasi kepadaku. Tetapi aku harap agar pelajaranmu itu engkau persiapakn sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas. Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Menurutku, belajar itu adalah hak dari setiap murid-muridmu ini. Maka janganlah engkau hanya berbicara kepada seseorang saja, tetapi juga berbicara dengan yang lainnya. Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis. Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan mengguruiku atau teman-temanku ini. Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung. Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi. Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku. Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku. Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu. Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku. Aku juga mohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar. Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Aku juga menginginkan agar engkau dapat menasehatiku bagaiman bersikap dan berperilaku sebagai siswamu agar aku dapat meraih cita-citaku. Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar yang baik. Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modulmodul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran untukku. Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilanku. Aku ingin agar ilmuku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain. Syukur-syukur jika engkau dapat membimbingku agar aku memperoleh prestasi secara nasional atau internasional. Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi dengan mu di luar jam pelajaran.


Guru:
Wahai murid2, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid2:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku itu adalah diriku. Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaranmu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku. Tetapi aku juga mengetahui bahwa diriku yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain. Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu. Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional. Ketahuilah wahai guruku, menurut bacaanku metode tradisional adalah metode ceramah. Di dalam metode tradisional, biasanya guru setelah menerangkan, guru kemudian membuat contoh, setelah itu kemudian guru memberi tugas, setelah itu kemudian guru memberi PR. Hal demikian diulang-ulang sepanjang mengajarnya. Menurut bacaanku, maka untuk dapat melayani diriku yuang beraneka ragam ini, engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus percaya bahwa aku mampu belajar. Mungkin engkau perlu membuat bermacam-macam LKS sesuai dengan banyaknya persoalan atau banyaknya kelompok belajar. Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami. Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang disebut sebagai student center. Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Guru:
Wahai murid3, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid3:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah bahwa disamping sebagai makhluk individu saya juga sebagai makhluk sosial. Aku tidak dapat hidup menyendiri. Aku belajar dari teman-temanku. Aka sangat menikmati pergaulanku. Aku bahkan dapat belajar lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku. Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaranmu nanti berikan kami kesempatan untk belajar bersama-sama. Terserahlah engkau, apakah aku akan belajar berpasang-pasangan berdua-berdua, atau akan belajar dalam kelompok belajar. Terserang engkau pula bagaimana dan dengan siapa aku bekerja dan diskusi dalam kelompok. Oleh karena itu aku memohon agar metode mengajarmu dapat memberikan aku dapat belajar dalam kelompok. Aku juga mohon agar engkau membuat LKS. Menurut bacaanku ternyata belajar kelompok itu sangat banyak variasinya. Ada jigsaw, ada STAD. Maka aku selalau bersemangat jika guruku menggunakan metode kooperatif learning. Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri. Ketahuilah wahai guruku, bahwa temuanku itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu. Oleh karena itu aku selalu bersemangat jika engkau menggunakan pendekatan konstructivis.

Guru:
Wahai murid4, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid4:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2 dan murid3. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku. Aku adalah muridmu yang hidup di masyarakat. Aku berasal dari keluargaku. Aku mempunyai pengalaman dengan lingkunganku. Aku mempunyai pengalaman pergi jauh. Sebenar-benar ilmu bagiku adalah jika hal tersebut sesuai dengan pengalamanku. Aku juga menyadari bahwa teman-temanku yang lain juga mempunyai latar belakang dan pengalamannya masing-masing. Kita bahkan menggunakan bahasa daerah kita masing-masing. Maka aku memohon kepadamu wahai guruku, janganlah aku engkau berikan ilmu yang sangat asing bagi kami. Aku mohon engkau menggunakan langkah-langkah secara bertahap sesuai dengan pengalaman hidup kita masing-masing. Syukur kalau aku dapat mempelajari ilmumu menggunakan pengalamanku. Oleh karena itu aku sangat gembira jikalau engkau dapat menggunakan pendekatan contekstual dalam mengajarnya. Aku akan menggunakan pengalaman belanja di Mall, bepergian dengan Kereta API, Naik Pesawat, naik Kapal laut dsb. Temanku yang berasal dari desa juga ingin menggunakan pengalamannya bercocok tanam untuk bisa mempelajari ilmu-ilmumu.

Guru:
Wahai murid-muridku. Aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu. Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi merasa ingin bertanya kembali kepada dosenku.

Guru:
Wahai dosen1, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu?

Dosen1:
Sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh murid-muridmu adalah obyek dan metodenya. Obyek ilmunya adalah pengertian, kesepakatan, lambang-lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat-sifat, ruang lingkup, kasus-kasus, contoh-contoh dan penerapannya. Sedangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis.

Guru:
Wahai dosen2, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu

Dosen2:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan. Maka kembangkanlah kemampuan memecahkan masalah sehari-hari bagi murid-muridmu itu. Agar memahami bagaimana dapat memecahkan masalah maka berilah kesempatan mereka mengenali dan mempelajari sifat-sifat ilmu-ilmu dan obyek-obyek. Kenalkanlah beberapa prosedur pemacahan masalah. Berikan contoh. Kembangkan contoh. Beri kesempatan menemukan masalah. Beri kesempatan membuat model pemecahan masalah.

Guru:
Wahai dosen3, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen3:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1dan dosen2. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah menuju kegiatan penelitian. Maka tiadalah ada gunanya jika mereka tidak diberi kesempatan untuk mengadakan penelitian. Hendaknya engkau memahami bahwa penelitian yang dimaksud adalah dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Esensi kegiatan penelitian adalah rasa ingin tahu atau curiosity. Maka dalam pelajaranmu itu berikan kesempatan pada murid-muridmu agar mereka selalu mempunyai rasa ingin tahu, kenalkan berbagai macam metode menyelidiki sesuatu, hingga ke kegiatan penelitian sederhana.

Guru:
Wahai dosen4, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 dan dosen3. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah komunikasi. Tiadalah suatu ilmu yang tidak dapat dikomunikasikan. Ilmu adalah komunikasi. Oleh karena itu dalam pelajaranmu, berikenlah kesempatan siswa-siswamu untki berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi juga dapat dilakukan antar guru dan siswa, siswa dan siswa, dan siswa dan guru. Berikan pula agar mereka mampu mengkomunikasikan temuan-temuan belajarnya. Berilah pula pengalaman untuk membuat arsip-arsip agar lebih mampu melakukan komunikasi.


Guru:
Wahai dosen5, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.


Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya.

Guru:
Terimakasih murid-muridku. Terimakasih dosen-dosenku. Doakanlah sebentar lagi aku akan mempunyai tugas mengajar di kelas. Semoga sukses. Amien.

47 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi ini, terlihat harapan berbagai murid kepada guru yag akan mengajarnya di kelas. Banyak hal yang mereka harapkan, dan bahkan dalam banyak pendapat yang dikemukakan oleh para pendidik guru tentang apa saja yang guru butuhkan dalam kelas. Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh seorang guru. Setelah membaca elegi ini, saya mengerti, akan tugas berat menjadi seorang guru yang akan mendidik para siswanya, bahkan dalam harapan mereka sosok guru ini diharapkan menjadi sosok yang sempurna tanpa cacat sedikit pun. Namun guru sendiri pun hanyalah manusia, manusia yang memiliki berbagai macam kesalahan dalam prosesnya menjadi seorang guru.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Tidak ada cara Belajar dan mengajar yang paling baik dan sempurna. Tetapi sebagai seorang guru, kita harus berusaha untuk mencari cara belajar dan mengajar yang paling tepat, yang sesuai dengan karakter siswa tentunya. Guru hendaknya mengajar dengan menggunakan metode yang bervariasi dan harus memberi kebebasan pada siswa untuk mengkontruksi atau membangun pengetahuannya sendiri. Guru bukan satu-satunya sumber belajar, guru hanya sebagai fasilitator dan siswa dapat mencari referensi dimana saja. Jadi siswa juga harus berusaha untuk mendapatkan cara belajar yang paling tepat dan sesuai dengan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Guru harus bersikap adil, guru tidak hanya memberikan ilmu disekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter terhadap siswanya. Sebagai calon pendidik nantinya elegi ini sangat bermanfaat untuk saya, sebagai bahan masukan bagaimana untuk menjadi pendidik yang baik,berkualitas dan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tanggung jawab saya sebagai pendidik nantinya. Kita harus melihat kondisi dan materi apa yang akan diberikan kemudian kita menyesuaikan dengan metode ataupun bahan ajar (alat peraga) yang akan digunakan agar siswa dapat Lebih memahami konsep yang diberikan. Jangan pernah Lelah untuk memberikan yang terbaik para peserta didik.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika yang merupakan aktivitas antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Maka peran keduanya dalam melaksanakan aktivitas tersebut sangatlah penting. Guru diharapkan dapat mengajar dengan baik sehingg siswa dapat belajar dengan baik. Karena guru merupakan fasilitator siswa dalam belajar maka sebagaimana fasilitas tentu harus dapat memudahkan bagi orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Artinya, guru harus memudahkan dan membuat siswa menyenangi aktifitas belajarnya. sehingga siswa dapat merasakan manfaat dari kegiatan belajaranya serta dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mungkin ada satu permintaan seorang guru yang sulit diungkapkan kepada gurunya yaitu murid meminta guru untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan. Karena berawal dari rasa senang maka siswa akan mudah untuk memahami. Setidaknya jika ia masih mengalami kesulitan maka ia akan tetap senang belajar matematika. Rasa senang yang sederhana inilah yang kadang diabaikan oleh guru. Padahal dengan rasa senang ini akan memotivasi siswa untuk terus belajar. Guru yang baik adalah guru yang bisa memahami kebutuhan siswanya.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini mengatakan bahwa “Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi”.
    Sehingga jangan sampai membuat siswa kehilangan keempat elegi tersebut. Dengan doa semua yang berjalan akan memperoleh barokah, dengan niat yang baiik mereka akan memiliki pahala serta semangat dan motivasi.
    Selanjutnya jika murid sudah memiliki keempat komponen tersebut maka kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan semestesinya.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada hakikatnya, belajar dan mengajar memiliki hubungan satu sama lain. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku sedangkan mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa (Sanjaya, 2011). Kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk mengeksplorasi, mengembangkan mengoptimalkan potensi siswa.

    ReplyDelete
  8. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru memanglah harus mengerti mkebutuhan subjek didiknya. Sehingga guru harus pula terus belajar agar lebih baik lagi. Memanglah guru sebagai fasilitator, dan siswa dapat belajar dengan mencari referensi dari berbagai media. Namun guru janganlah terlalu malas, bersikaplah mendidik dengan cara mengarahkan mereka namun jangan sebagai diktaktor namun sebagai guru yang baik mengarahkan kea rah yang benar.

    ReplyDelete
  9. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam proses belajar mengajar di sekolah dengan jjumlah siswa yang heterogen, kadang untuk mencapai tujuan yang begitu banyak bukanlah suatu tugas yang mudah untuk dilaksanakan, namun, kita dapat meminimalisir kekurangan tersebut dengan terus berinovasi dalam mengembangkan metode-metode dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam mengajar berarti guru menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Pernyataan di atas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan. Dalam mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik. Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya”. Dalam elelgi ini yang dimaksudkan mereka adalah murid yang ada, murid yang lagi berjuang untuk mencapai ilmu yang ada.
    Sebenar-benar ilmu ketika mereka dalam bersikap, berbuat memiliki etika dan estetika yang sesuai dengan ajaran agama yang ada, kebudayaan baik yang ada.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi di atas menggambarkan bagaimana sejarah matematika namun dikemas dalam sebuah dialog menarik yang membawa pembacanya untuk dapat membayangkan dan menghayatinya. Matematika dengan beragam sifatnya telah mampu membangun memecahkan berbagai permasalahan manusia, namun dia tetap dianggap sebagai ratu ilmu dan kedudukan-kedudukannya yang lain.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi di atas juga menggambarkan dosen yang memberi pengarahan kepada kita. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa untuk berkembang kita tidak dapat berjalan sendiri, batuan dari sesama aktivis pendidikan dan kerjasama yang kuat menjadi salah satu faktor penting untuk menyukseskan pembelajaran yang dilaksanakan.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Setiap murid tentu menginginkan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan menyenagkan, menginginkan dirinya dihargai, dihargai hasil belajarnya, dihargai prosesnya. Siswa juga ingin bersosialisasi, berdiskusi, menyatakan pendapatnya, siswa ingin pelajaran yang memiliki manfaat nyata di kehidupan luar sekolahnya. Sebaiknya guru senantiasa memfasilitasi kebutuhan dan keinginan siswa tersebut dengan senantiasa belajar, dan melakukan penelitia agar dapat meningkatkan ilmunya dan lebih memahmi siswanya.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Siswa menginginkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, adil, memberikan kesempatan kepada siswa, memahami siswa sebagai individu yang berbeda-beda, siswa adalah makhluk sosial sehingga pembelajarannya butuh untuk berkelompok, dan pembelajaran yang kontekstual. Oleh karena itu, guru dalam mengajar harus memperhatikan obyek dan metodenya, melaksanakan kegiatan pemecahan masalah, memberi kesempatan untuk mempunyasi rasa ingin tahu, serta komunikasi yang baik.

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Proses Pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas.
    Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena kita sadar bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri. Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut, kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap Rencana Pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    guru dan siswa dalam proses belajar mengajar adalah satu kesatuan, disini peran guru sangatlah penting yaitu mentransfer ilmunya kepada siswa-siswanya. namun, peran siswa disini harus bersungguh dalam belajar, karena ilmu itu tidak akan tersampaikan jika siswanya hanya bermalas-malasan. dan di zaman sekarang, dimana sudah modern. guru dituntut untuk lebih kreatif dalam pebelajaran untuk menghadapi siswa yang demikian, misalnya dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan , memberikan motivasi, menggunakan sarana-prasarana dengan baik.

    ReplyDelete
  18. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kehidupan kita sebenarnya tidak pernah terlepas dari belajar dan mengajar apapun posisi kita, namun sering kali kita tidak mengetahuinya akan hal itu. Sehingga dalam kehidupan kita mengganggap remeh akan hal tersebut. Sebagai contoh, seorang guru dalam mengajar pada hakikatnya dia juga belajar, yakni belajar bagaimana ilmu yang disampaikannyan itu bisa bermanfaat, belajar bagaimana sabar, dan bagaimana bertoleransi. Sudah seyogyanya dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa dengan menyenangkan dan bermanfaat, karena dalam belajar kita sebagai guru tidak bisa memaksakan siswa untuk paham apa yang kita sampaikan. Seharusnya kita juga harus paham bahwa ketika kita dulu sekolah, kitapun akan berprilaku sama dengan siswa kita, yakni berharap guru yang memberikan materi dengan menyenangkan.

    ReplyDelete
  19. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sejatinya pembelajaran sehebat dan secanggih apa pun jika dilakukan berulang kali akan menyebabkan ketidakefektifan. Mengapa? Karena siswa telah mengetahui alur pembelajaran tersebut dan dilakukan secara berulang – ulang akan menyebabkan kebosanan pada siswa. Solusi terbaik yang dapat saya berikan adalah pembelajaran di kelas menggunakan inovasi dari guru yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda – beda di tiap pertemuannya diikuti dengan penyesuai materi yang diajarkan dengan strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kegiatan belajar dan mengajar di kelas ialah kegiatan yang melibatkan kedua belah pihak, baik dari pihak guru dan dari pihak siswa. Ada interaksi dari keduanya, bahkan juga ada interaksi antar siswa (berdiskusi).

    Guru perlu memahami dan mengenal dengan baik keadaan yang dialami oleh seluruh siswa, dengan begitu guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mampu merangkul seluruh kemampuan siswa, tidak “berat” di beberapa siswa, dan inovatif. Dengan inovatifnya pembelajaran, tentu siswa lebih tertarik dan semangat dalam belajar.

    Selain itu juga guru tidak mendominasi di kelas. Ini diperlukan agar dapat memberikan siswa kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka, baik di ruang diskusi kelompok atau di depan kelas, terkait kompetensi yang tengah dibahas di kelas. Akibatnya, pengetahuan yang dipelajari akan lebih membekas. Selain itu, guru juga tidak lupa untuk mengajak siswa untuk belajar dengan diniatkan untuk beribadah.

    ReplyDelete
  21. Seperti yang sudah disampaikan dalam elegi sebelumnya, ilmu itu berbeda bagi setiap orang sesuai dengan cara berpikirnya dalam ruang dan waktunya berada. Sebagai seorang guru yang merupakan fasilitator penting untuk terus mengingat itu dan terus belajar untuk memahami siswanya. Begitupun sebagai seorang murid, tidak hanya diam saja saat diberi kesempatan tetapi mau melangkah untuk memperoleh ilmu yang dibutuhkan bagi masa depannya nanti.

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya, elegi ini memberikan pesan bahwa seorang guru harus kreatif dalam pembelaaran di kelas. Guru harus mampu memunculkan ide untuk mengembangkan pendidikan, misalnya dengan cara mencari sumber – sumber belajar, menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan materi yang disampaikan, menggunakan variasi penilaian, dan juga bisa menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar misalnya dengan belajar di luar kelas. Selain di dalam kelas juga diharapkan agar guru masih tetap membimbing siswa ketika di luar kelas, misalnya ada siswa yang datang ke rumahnya untuk meminta bimbingan dalam belajar maka guru hendaknya mau mendampingi siswa. Dengan demikian diharapkan pengetahuan siswa akan bertambah dan siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  23. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam proses belajar di kelas sesungguhnya janganlah sekali kali guru bersikap memaksa siswa untuk paham. kasihan siswa itu yang terpaksa untuk memahami materi atau konsep tersebut padahal dia belum paham. seharusnya guru bersikap lebih menghargai siswa yaitu dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menemukan konsep secara mandiri dan guru hanya bersikap sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  24. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pembelajaran guru sebaiknya mempersiapkan sebuah pembelajaran tersebut secara matang agar siswa dapat memahaminya kelak dan siswa tidak measa kecewa atau bahkan takut akan suatu pelajaran. apalagi kita ketahui bahwa banyak siswa yang takut akan pelajaran matematika. entah menurut mereka mungkin sulit. maka dari itu sebisa mungkin guru mempersiapkan yang terbaik pelajaran yang dilaksanakan agar siswa dapat paham akan suatu materi dan siswa tidak merasa takut.

    ReplyDelete
  25. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang mampu memenuhi setiap kebutuhan siswanya. Setiap siswa memliki kebutuhan yang berbeda-beda, namun secara garis besar siswa membutuhkan ruang dan waktu untuk mengekspresikan kemampuannya. Disini, guru memiliki peran penitng dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif yang mampu melibatkan seluruh siswa, sehingga siswa akan terlatih untuk kreatif dan inovatif, serta mampu mengemukakan pendapat dengan percaya diri.

    ReplyDelete
  26. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi di atas menggambarkan bahwa guru hendaknya mengubah cara mengajarnya dari yang semula pembelajaran secara tradisional menjadi pembelajaran inovatif. Pembelajaran yang tradisional itu cenderung hanya membuat siswa pasif dan yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah dari guru ke siswa. Potensi-potensi yang ada dalam diri siswa menjadi tidak muncul dan berkembang. Berikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk menemukan pengetahuannya. 
    Sebagai seorang guru, hendaknya sebelum mengajar melihat kondisi dan materi apa yang akan diberikan kemudian kita menyesuaikan dengan metode ataupun bahan ajar (alat peraga) yang akan digunakan agar siswa dapat lebih memahami konsep yang diberikan sehingga hakekat dari belajar dan mengajar tercapai secara optimal.

    ReplyDelete
  27. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam uraian di atas dijelaskan beberpa hal yang harus diperhatika guru dalam menyamapaikan pembeljaran di kelas. Yang pertama adalah mengenai kondisi psikologi siswa. Bahwa diharapakn dalam proses pembelajaran siswa merasa senag dengan apa yang ia pelajari. Hal itu bisa didapatkan jika guru bisa memberikan pembeljaran yang menyennagkan, memberi motivasi kepada siswa sehingga siswa bersemangat dalam belajar. Selain itu juga berikan kesempatan keada siswa untuk membangun pengetahuannya melalui konsep dan pengalaman yang ia dapatkan. Karena dengan hal itu dapat memunculkan semangat siswa untuk dapat memahami materi yang diberikan.

    ReplyDelete
  28. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sedangkan hal kedua yang harus diperhatikan adalah karakteristik siswa. Ketika guru mengajar 40 siswa maka terdapat 40 karakteristik siswa yang harus dikenali dan dipahami oleh guru . Sehingga guru bisa memerhatika kondisi dan keadaan siswa yang akan ia didik. Karena tingkat pemahaman suatu materi setiap siswa berbeda – beda. Ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih metode pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal ketiga yang harus diperhatikan guru adalah pembelajaran selain mengajarkan aspek kognitif tetapi juga afektif. Salah satuny adaalah kemampuan bekerja sama. Dalm proses pembelajaran guru bsa memilih saalah satu dari banyak metode kooperatif learning, cantohnya jigsaw dan STAD seperti yang telah disebutkan dalam elegi di atas.

    ReplyDelete
  30. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Guru harus mengenal karakteristik masing-masing siswa dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan seorang guru harus mampu menyikapinya. Itulah ilustrasi pembelajaran ideal yang harus dipenuhi oleh guru sebagai pendidik. Pembelajaran tradisional yang umumnya terjadi saat sekarang ini, cenderung hanya membuat siswa pasif dan yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah dari guru ke siswa. Keadaan ini seolah-olah menggambarkan bahwa siswa hanyalah seperti tong kosong yang perlu diisi. Ini dapat berakibat mematikan intuisi siswa. Potensi-potensi yang ada dalam diri siswa menjadi tidak muncul dan berkembang. Pembelajaran sekarang ini seharusnya merupakan pembelajaran yang inovatif di mana guru tidak hanya bertindak sebagai pendidik juga bertindak sebagai fasilitator, sedangkan siswa menjadi subjek dalam pembelajaran. Di mana siswa akan membangun dan menemukan pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  31. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas sangat menarik, yaitu berisi tentang gambaran belajar mengajar yang akan berguna kelak jika kita menjadi seorang guru. Menjadi guru favorit dan guru yang baik tidaklah mudah. Banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Karena belajar itu adalah hak dari setiap peserta didik, maka menjadi seorang guru harus adil dan tidak pilih kasih.

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, pembelajaran yang bermakna itu adalah pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita termotivasi untuk belajar serta seorang guru harus memberi kesempatan kepada peserta didik agar selalu mempunyai rasa ingin tahu.Oleh karena itu sebenar-benarnya ilmu bagi siswa kita adalah doa, niat, semangat, motivasi, sikapnya, perilakunya, perbuatannya, etikanya, estetikanya, pengetahuannya, bacaannya, referensinya, keterampilannya, kemampuan menerapkannya serta pengalamannya.

    ReplyDelete
  33. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya, salah satunya dengan menggunakan inovasi pembelajaran. Disini kita perlu memahami bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi tersebut, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelola pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti, mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Inovasi pembelajaran ini dapat berupa LKS berbasis budaya, metode pembelajaran yang bervariasi, kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan siswa selama pembelajaran seperti menemukan masalah, membuat model pemecahan masalah, memfasilitasi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, komunikasi, … dsb.

    ReplyDelete
  34. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai calon pendidik, elegi ini sangat bermanfaat untuk saya, sebagai bahan masukan agra dapat meraih pretasi sebagai pendidik yang tidak biasa-biasa saja, berkualitas, profesional dan memiliki dedikasi yang tinggi. Kita harus melihat kondisi dan materi apa yang akan diberikan kemudian kita menyesuaikan dengan metode ataupun bahan ajar yang akan digunakan agar siswa dapat Lebih memahami konsep yang diberikan.

    ReplyDelete
  35. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dan yang salah satu yang terpenting adalah sebisa mungkin mengajarkan siswa dengan dikaitkan dengan kehidupan sehari – hari siswa, sehingga siswa akan lebih mudah memahami materi yang diberikan, serta dengan mudah pula siswa dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari ke dalam dunia nyata. Dengan itu siswa proses pembelajaran yang ia lakukan menjadi lebih bermakana.

    ReplyDelete
  36. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebenar – benar ilmu yang diperlukan siswa dapat dibagi menjadi berbagai macam, antara lain ilmu itu pengalaman siswa, ilmu itu rasa ingin tahu siswa, ilmu itu objek dan metodenya, ilmu itu pemecahan masalah dan ilmu itu pengetahuan atau referensinya.

    ReplyDelete
  37. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang mengedepankan kebutuhan siswa. Namun banyak diantara kalangan guru yang malah peduli dengan siswa yang sudah menguasai pembelajaran. Dalam hal ini, terkadang jika guru sudah merasa jengkel dengan siswa, guru akan membiarkan dia dengan kebingungannya. Ini yang harus dikoreksi kembali, bahwasannya guru harus memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pengetahuan secara merata.

    ReplyDelete
  38. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam proses pembelajaran kelas guru seharusnya bisa mengerti keadaan siswa. Guru harus mampu memenuhi akan kebutuhan siswa dalam mengkonstruk konsep-konsep yang dipelajari. Untuk itu guru seharusnya memberikan lks dimana lks tersebut membantu siswa dalam membangun konsep sendiri. Akan lebih bermakna jika siswa dapat mengkonstruksi konsep-konsep yang ada secara sendiri.

    ReplyDelete
  39. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru sebagai fasilitator bagi siswa dalam pembelajaran. Hal ini dapat kita simpulkan dari percakapan guru dengan para murid. Guru perlu merancang pembelajaran dengan variasi metode dan media yang dipilih. Dalam kegiatan pendahuluan, apersepsi sangat penting karena merupakan awal bagi siswa mulai menerima pembelajaran. Saat apersepsi yang dilakukan guru menarik dan melibatkan siswa, maka pada kegiatan selanjutnya siswa akan dengan semangat mengikuti pembelajaran. Apersepsi juga diberikan aktivitas yang memanggil prior knowledge siswa.

    ReplyDelete
  40. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Aktivitas yang disusun guru juga hendaknya berpusat pada siswa. Tidak hanya guru yang memberikan materinya, karena tidak semua siswa mampu menerima materi yang hanya disampaikan guru melalui metode ceramah. Guru hendaknya mengelola kelas dengan menerapkan pembelajaran kooperatif, sehingga siswa dapat saling bekerjasama dan berdiskusi. Dalam kegiatan itulah muncul komunikasi, dimana komunikasi merupakan keterampilan yang penting bagi pembelajaran

    ReplyDelete
  41. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kegiatan yang dilakukan siswa disusun layaknya kegiatan penelitian. Mereka mencari permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari (kontekstual), lalu diidentifikasi kemudian dicari ide teoritis yang mendasari jawaban atau solusi yang didapatkan. Dengan itu, siswa dilatih kemampuan menganalisis dan berfikir ilmiah

    ReplyDelete
  42. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru memikul beban yang tidak ringan. Guru memiliki pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Menjadi guru yang ideal tidaklah segampag apa teorinya. Perlu kemampuan dalam memposisikan diri dan perlu pikiran serta hati yang terbuka agar dapat berproses menjadi lebih baik. Menambah pengetahuan dan terus membaca, membaca, membaca, entah membaca buku ataupun situasi. Terlebih bagi 'calon guru' perlu mempelajari banyak hal dan mengamati banyak situasi di kelas agar nantinya dapat benar-benar berguna.

    ReplyDelete
  43. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar dan mengajar memiliki hubungan satu sama lain. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku sedangkan mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa (Sanjaya, 2011). Kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi siswa. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, dibutuhkan peran aktif dari seluruh pihak yang berhubungan dengan pembelajaran tersebut, yaitu guru dan siswa. Tidak ada guru yang sempurna, namun guru diharapkan dapat mengajar dengan baik sehingga siswa dapat belajar dengan baik. Sehingga siswa dapat mendapat manfaat dari kegiatan belajarnya serta dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.

    ReplyDelete
  44. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Guru memang harus memiliki kompetensi mengenai subjek pembelajarannya, sehingga guru harus tetap belajar agar menjadi lebih baik dan tidak berkurang ilmunya. Guru sebagai fasilitator, tetapi tidak boleh malas, selalu bersikap mendidik mengarahkan siswa menuju tujuan pembelajaran matematika, tetapi tidak terlalu mengarahkan yang mengakibatkan siswa tidak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  45. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Guru sebagai fasilitator harus memfasilitasi anak didik dengan baik. Memiliki metode yang tepat untuk proses pembelajaran, sehingga anak didik merasa termotivasi,nyaman dan menyenangkan pada saat melaksanakan proses pembelajaran dengan sang guru. Maka dari itu guru harus memiliki trik-trik yang jitu untuk mengatasi berbagai macam situasi pada saat proses pembelajaran. Karena hanya sangat sedikit anak didik menyampaikan keinginan bagaimana proses pembelajaranya kepada sang guru.

    ReplyDelete
  46. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setelah membaca elegi di atas, ternyata tugas guru itu tidak mudah. Bukan hanya memberikan materi, latihan, PR, ujian, kemudian nilai. Tidak sesederhana itu. Menjadi seorang guru itu adalah tugas yang mulia maka seharusnyalah dilakukan dengan cara yang bijaksana. Sebagai guru kita harus memperhatikan objek dan metodenya; memecahkan persoalan-persoalan; menuju kegiatan penelitian; komunikasi; serta doa, niat, semangat dan motivasi.

    ReplyDelete
  47. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini dapat kita terapkan ketika kita mengajar di dalam kelas. Tidak hanya murid yang belajar tetapi seorang guru juga harus sellau belajar, belajar dari berbagai sumber yang ada, belajar memahami karaketristik siswa, belajar dari pembelajaran yang telah dilakukannya. Seorang guru wajib melakukan refleksi ketika pembelajaran telah selesai hal ini dikarenakan untuk menambah kualitas guru dalam pembelajaran. Guru yang mengetahui semua yang diinginkan muridnya maka tujuan pembelajarannya akan tercapai. Atau dalam elegi bapak sebelumnya disampaikan bahwa jika murid dapat menentukan sendiri kurikulumnya. Dengan demikian perlu adanya inovasi yang terus menerus dilakukan oleh guru dalam mengajar.

    ReplyDelete