Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar




Oleh Marsigit

Guru:
Wahai murid1, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid1:
Aku menginginkan pelajaranmu itu menyenangkan. Aku juga menginginkan agar pelajaranmu itu dapat memberi semangat kepadaku. Aku juga ingin teman-temanku semua menyenangi pelajaran mu itu. Aku juga ingin pelajaranmu itu bermanfaat bagiku. Aku juga ingin bahwa pelajaranmu itu ada yang mudah, ada yang sedang dan kalau bisa jangan terlalu sukar. Dalam mengikuti pelajaranmu, aku harap engkau juga menghargai pengetahuan lamaku. Aku ingin juga bahwa pelajaranmu juga mempunyai nilai-nilai etik, estetika dan nilai religius. Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaranmu dimulai. Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar. Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang. Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri. Oleh karena itu maka janganlah selalu engkau merasa dapat memberikan rasa senang atau motivasi kepadaku. Tetapi aku harap agar pelajaranmu itu engkau persiapakn sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas. Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Menurutku, belajar itu adalah hak dari setiap murid-muridmu ini. Maka janganlah engkau hanya berbicara kepada seseorang saja, tetapi juga berbicara dengan yang lainnya. Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis. Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan mengguruiku atau teman-temanku ini. Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung. Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi. Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku. Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku. Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu. Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku. Aku juga mohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar. Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Aku juga menginginkan agar engkau dapat menasehatiku bagaiman bersikap dan berperilaku sebagai siswamu agar aku dapat meraih cita-citaku. Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar yang baik. Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modulmodul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran untukku. Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilanku. Aku ingin agar ilmuku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain. Syukur-syukur jika engkau dapat membimbingku agar aku memperoleh prestasi secara nasional atau internasional. Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi dengan mu di luar jam pelajaran.


Guru:
Wahai murid2, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid2:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku itu adalah diriku. Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaranmu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku. Tetapi aku juga mengetahui bahwa diriku yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain. Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu. Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional. Ketahuilah wahai guruku, menurut bacaanku metode tradisional adalah metode ceramah. Di dalam metode tradisional, biasanya guru setelah menerangkan, guru kemudian membuat contoh, setelah itu kemudian guru memberi tugas, setelah itu kemudian guru memberi PR. Hal demikian diulang-ulang sepanjang mengajarnya. Menurut bacaanku, maka untuk dapat melayani diriku yuang beraneka ragam ini, engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus percaya bahwa aku mampu belajar. Mungkin engkau perlu membuat bermacam-macam LKS sesuai dengan banyaknya persoalan atau banyaknya kelompok belajar. Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami. Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang disebut sebagai student center. Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Guru:
Wahai murid3, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid3:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah bahwa disamping sebagai makhluk individu saya juga sebagai makhluk sosial. Aku tidak dapat hidup menyendiri. Aku belajar dari teman-temanku. Aka sangat menikmati pergaulanku. Aku bahkan dapat belajar lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku. Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaranmu nanti berikan kami kesempatan untk belajar bersama-sama. Terserahlah engkau, apakah aku akan belajar berpasang-pasangan berdua-berdua, atau akan belajar dalam kelompok belajar. Terserang engkau pula bagaimana dan dengan siapa aku bekerja dan diskusi dalam kelompok. Oleh karena itu aku memohon agar metode mengajarmu dapat memberikan aku dapat belajar dalam kelompok. Aku juga mohon agar engkau membuat LKS. Menurut bacaanku ternyata belajar kelompok itu sangat banyak variasinya. Ada jigsaw, ada STAD. Maka aku selalau bersemangat jika guruku menggunakan metode kooperatif learning. Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri. Ketahuilah wahai guruku, bahwa temuanku itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu. Oleh karena itu aku selalu bersemangat jika engkau menggunakan pendekatan konstructivis.

Guru:
Wahai murid4, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid4:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2 dan murid3. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku. Aku adalah muridmu yang hidup di masyarakat. Aku berasal dari keluargaku. Aku mempunyai pengalaman dengan lingkunganku. Aku mempunyai pengalaman pergi jauh. Sebenar-benar ilmu bagiku adalah jika hal tersebut sesuai dengan pengalamanku. Aku juga menyadari bahwa teman-temanku yang lain juga mempunyai latar belakang dan pengalamannya masing-masing. Kita bahkan menggunakan bahasa daerah kita masing-masing. Maka aku memohon kepadamu wahai guruku, janganlah aku engkau berikan ilmu yang sangat asing bagi kami. Aku mohon engkau menggunakan langkah-langkah secara bertahap sesuai dengan pengalaman hidup kita masing-masing. Syukur kalau aku dapat mempelajari ilmumu menggunakan pengalamanku. Oleh karena itu aku sangat gembira jikalau engkau dapat menggunakan pendekatan contekstual dalam mengajarnya. Aku akan menggunakan pengalaman belanja di Mall, bepergian dengan Kereta API, Naik Pesawat, naik Kapal laut dsb. Temanku yang berasal dari desa juga ingin menggunakan pengalamannya bercocok tanam untuk bisa mempelajari ilmu-ilmumu.

Guru:
Wahai murid-muridku. Aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu. Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi merasa ingin bertanya kembali kepada dosenku.

Guru:
Wahai dosen1, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu?

Dosen1:
Sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh murid-muridmu adalah obyek dan metodenya. Obyek ilmunya adalah pengertian, kesepakatan, lambang-lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat-sifat, ruang lingkup, kasus-kasus, contoh-contoh dan penerapannya. Sedangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis.

Guru:
Wahai dosen2, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu

Dosen2:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan. Maka kembangkanlah kemampuan memecahkan masalah sehari-hari bagi murid-muridmu itu. Agar memahami bagaimana dapat memecahkan masalah maka berilah kesempatan mereka mengenali dan mempelajari sifat-sifat ilmu-ilmu dan obyek-obyek. Kenalkanlah beberapa prosedur pemacahan masalah. Berikan contoh. Kembangkan contoh. Beri kesempatan menemukan masalah. Beri kesempatan membuat model pemecahan masalah.

Guru:
Wahai dosen3, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen3:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1dan dosen2. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah menuju kegiatan penelitian. Maka tiadalah ada gunanya jika mereka tidak diberi kesempatan untuk mengadakan penelitian. Hendaknya engkau memahami bahwa penelitian yang dimaksud adalah dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Esensi kegiatan penelitian adalah rasa ingin tahu atau curiosity. Maka dalam pelajaranmu itu berikan kesempatan pada murid-muridmu agar mereka selalu mempunyai rasa ingin tahu, kenalkan berbagai macam metode menyelidiki sesuatu, hingga ke kegiatan penelitian sederhana.

Guru:
Wahai dosen4, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 dan dosen3. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah komunikasi. Tiadalah suatu ilmu yang tidak dapat dikomunikasikan. Ilmu adalah komunikasi. Oleh karena itu dalam pelajaranmu, berikenlah kesempatan siswa-siswamu untki berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi juga dapat dilakukan antar guru dan siswa, siswa dan siswa, dan siswa dan guru. Berikan pula agar mereka mampu mengkomunikasikan temuan-temuan belajarnya. Berilah pula pengalaman untuk membuat arsip-arsip agar lebih mampu melakukan komunikasi.


Guru:
Wahai dosen5, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.


Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya.

Guru:
Terimakasih murid-muridku. Terimakasih dosen-dosenku. Doakanlah sebentar lagi aku akan mempunyai tugas mengajar di kelas. Semoga sukses. Amien.

29 comments:

  1. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Guru merupakan sebuah profesi yang dituntut untuk memiliki empat kemampuan, yaitu kemampuan pedagogi, kemampuan sosial, kemampuan profesional dan kemampuan kepribadian. Melalui keempat kemampuan ini yang saling terkait dan disinergikan, guru diharapkan dapat mengadakan proses mengajar yang baik, yakni memanajemen kelas, memanajemen siswa, memanajemen sumber belajar, memanajemen metode, pendekatan dan model pembelajaran. Selain itu, siswa dalam proses belajar berorientasi pada kemampuan yang harus dimiliki untuk membekali siswa saat berada di bidang profesi yang akan digeluti, saat berada di masyarakat, saat berada di sekolah, saat berinteraksi dengan teman, dan kemampuan spiritual sebagai bekal kehidupan akhirat. Oleh sebab itu, siswa membutuhkan belajar yang tekun, rajin, aktif, kolaboratif dan lain-lain. Jika guru dan siswa telah mampu memiliki dan mengasah kemampuan masing-masing maka kegiatan belajar mengajar akan terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi ini menjadi bahan masukan bagi saya mengenai bagaimana menjadi pendidik yang professional, berkualitas, dan berdedikasi tinggi. Untuk dapat menjadi tenaga pendidik yang demikian itu kami harus melihat kondisi dan apa materi akan diberikan kemudian harus kita menggunakan metode atau bahan ajar atau media yang tepat agar siswa dapat lebih memahami konsep-konsep yang. Dan hal yang paling penting adalah untuk tidak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik kepada siswa.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Elegi ini menjadi bahan masukan saya mengenai bagaimana menjadi pendidik yang professional, berkualitas, dan dedikasi yang tinggi terhadap amanah yang akan saya pertanggungjawabkan nanti di akhirat. Dalam mendidik, kita harus melihat berbagai macam hal yang berkaitan langsung dengan pendidikan, seperti materi yang akan diberikan, metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan keadaan peserta didik, dll. Dengan begitu diharapkan peserta didik bisa lebih memahami konsep yang diberikan. Never give up to give the best for your students.

    ReplyDelete
  4. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada elegi diatas, pembelajaran kontekstual dianjurkan untuk diterapkan pada saat pembelajaran. Dengan demikian maka siswa akan belajar dari pengalaman terdekat yang mereka alami ataupun lingkungan sekitar. Siswa akan menjadi lebih tertarik dalam belajar karena ada hubungan pelajaran dengan aktivitas mereka sehari-hari.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pembelajaran di kelas akan terasa menyenangkan ketika guru memahami apa yang diinginkan siswa, bagaimana kegiatan pembelajaran yang diinginkan siswa, sehingga siswa benar-benar merasa bahwa pembelajaran adalah karena kebutuhannya. Karena itulah sebenar-benar guru harus berusaha menciptakan suasanya pembelajaran yang menyenangkan, memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuannya, memfasilitasi siswa agar dapat belajar kapanpun dan dimanapun, serta menggunakan ilmunya dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Menjadi guru tidaklah mudah. Menghadapi perbedaan karakter masing-masing yang tentunya saling berbeda merupakan tantangan bagi guru. Guru harus bisa adil kepada semua siswa. Guru harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum mengajar. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi guru juga harus berperan sebagai fasilitator bagi siswa-siswa. Sebagai guru harus selalu kurang akan ilmu, harus selalu belajar untuk menambah ilmu.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi tersebut sangat menarik berisi tentang gambaran belajar mengajar dan akan berguna kelak kita menjadi seorang guru. Menjadi guru favorit dan guru yang baik tidaklah mudah. Banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Karena belajar itu adalah hak dari setiap peserta didik, maka menjadi seorang guru harus adil dan tidak pilih kasih. Menurut pengalaman saya, pembelajaran yang bermakna itu pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita termotivasi untuk belajar serta seorang guru harus memberi kesempatan kepada peserta didik agar selalu mempunyai rasa ingin tahu. Oleh karena itu, sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat, motivasi, sikapnya, perilakunya, perbuatannya, etikanya, estetikanya,
    pengetahuannya, bacaannya, referensinya, keterampilannya, kemampuan menerapkannya serta pengalamannya.

    ReplyDelete
  8. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Elegi ini menjadi bahan masukan yang sangat bagi saya seorang guru, yang akan selalu mengajar dan belajar untuk menjadi guru yang baik untuk siswa-siswa saya nantinya. Berbagai macam metode mengajar yang ada dan yang mungkin ada harus bisa di pelajari oleh guru dan diterapkan ketika mengajar di dalam kelas. Metode yang dipilih haruslah sesuai dengan karakter siswa dan materi yang diajarkan. Tujuannya adalah supaya siswa paham dan mengingat konsep yang diberikan dengan ingatan yang akan bertahan. Matematika memang pelajaran yang bersifat abstrak, tapi seorang guru janganlah mudah menyerah untuk mencoba membuat agar konsep matematika tersebut bisa dipelajari dengan baik oleh siswa

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Setiap murid tentu menginginkan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan menyenagkan, menginginkan dirinya dihargai, dihargai hasil belajarnya, dihargai prosesnya. Siswa juga ingin bersosialisasi, berdiskusi, menyatakan pendapatnya, siswa ingin pelajaran yang memiliki manfaat nyata di kehidupan luar sekolahnya. Sebaiknya guru senantiasa memfasilitasi kebutuhan dan keinginan siswa tersebut dengan senantiasa belajar, dan melakukan penelitia agar dapat meningkatkan ilmunya dan lebih memahmi siswanya.

    ReplyDelete
  10. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Siswa menginginkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, adil, memberikan kesempatan kepada siswa, memahami siswa sebagai individu yang berbeda-beda, siswa adalah makhluk sosial sehingga pembelajarannya butuh untuk berkelompok, dan pembelajaran yang kontekstual. Oleh karena itu, guru dalam mengajar harus memperhatikan obyek dan metodenya, melaksanakan kegiatan pemecahan masalah, memberi kesempatan untuk mempunyasi rasa ingin tahu, serta komunikasi yang baik.

    ReplyDelete
  11. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Setelah membaca elegi ini, semakin yakinlah saya untuk menjadi seorang pendidik, namun semakin ragulah saya apakah nanti di kemudian hari saya mampu untuk memenuhi hak-hak murid-murid saya, namun dengan keraguan itu malah memberikan semangat agar benar-benar dengan sungguh-sungguh dan maksimal menjalani proses belajar untuk menjadi pendidik. Sungguh menjadi pendidik bukanlah hal yang main-main, segala yang kita lakukan di kelas pada siswa akan dimintai pertanggungjawaban nantinya.
    Maka dari itu ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan sebagai seorang guru, sebagaimana poin-poin yang disampaikan di atas, yaitu menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan demokratis. Kemudian yang kedua memahami bahwa hakikat setiap siswa itu adalah unik, yang tidak sama satu dengan yang lainnya, maka kita mendidik mereka dalam kelompok, namun memahami mereka secara individu. Yang ketiga menciptakan pembelajaran yang juga dapat mengembangkan ketrampilan sosial siswa, dan yang keempat melibatkan pengalaman siswa dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Apa yang dicontohkan oleh si guru dalam elegi ini begitu menarik. Sehingga harus kita contoh dalam kehidupan kita. dimana guru ini memerankan peran sebagai seorang yang mengajar, namun tetap tidak meninggalkan perannya sebagai pebelajar atau tidak meninggalkan aktivitasnya dalam belajar. Sehingga ia menjadi orang yang mengajar dan orang yang belajar di saat yang bersamaan. Ketika ia mengajar, ia membuka kesempatan pada murid-muridnya untuk memberikan saran kepadanya. Dan saran-saran ini benar-benar ia tindak lanjuti, ia pikirkan, ia pelajari agar pembelajaran yang ia lakukan menjadi semakin baik.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Ilmu memiliki definisi yang bermacam-macam. Bahkan ada ilmu yang baik dan ada ilmu yang buruk. Keduanya terkadang mengalami persinggungan. Misalnya ketika ingin mencuri karena ingin membelikan obat untuk ibunya yang sedang sakit. Perbuatan tersebut diawali dengan doa bismillah. Perbuatan baik atau perbuatan buruk kah itu? Bismillah adalah doa yang baik dan niat untuk membelikan obat untuk ibu yang sedang sakit juga baik, tetapi mencuri adalah perbuatan yang buruk. Maka sebenar-benar hidup adalah melakukan yang terbaik dan benar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  14. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Selama ini dalam proses pembelajaran, guru masih menggunakan metode tradisional. Guru menganggap siswa hanya sebagai objek belajar, tidak menganggap siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. Guru hanya memberikan ceramah kepada siswa, menyuruh siswa untuk mendengarkan guru berbicara, menyuruh siswa menuruti apa yang diperintahkan oleh guru tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk aktif terlibat sebagai subjek pembelajaran dan tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menggali ide-ide dan potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri. Hal tersebut membuat siswa tidak nyaman, merasa tidak senang dalam pembelajaran sehingga siswa menganggap pembelajaran tersebut sulit, bahkan siswa merasa terbebani dan tersiksa sewaktu pembelajaran berlangsung

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan komentar saya di atas, Kenyataan seperti itu perlu segera diubah dengan menerapkan metode mengajar yang inovatif, karena metode tradisional atau ceramah sudah tidak cocok dan sudah tidak efektif diterapkan untuk melayani kebutuhan siswa dalam belajar di zaman sekarang ini. Seharusnya, pembelajaran berorientasi kepada siswa, tidak berpusat kepada guru. Siswa hendaknya diposisikan sebagai subjek dalam pembelajaran, dilibatkan secara langsung, diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, menggali potensinya, menemukan sendiri apa yang akan mereka pelajari beserta cara pemecahannya sehingga lebih mudah menguasai, menangkap, mempelajari, mengingat, dan mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan. Dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi-potensinya, sehingga lebih berkembang, mandiri, dan kreatif. Namun disisi lain peran guru tetap terlibat dalam mengarahkan siswa ketika pembelajaran. Guru berperan memfasilitasi siswa dalam belajar, mendorong siswa atau memotivasi siswa untuk aktif dan giat belajar. Semoga metode mengajar yang tradisional selama ini dapat segera berganti dengan metode mengajar yang inovatif

    ReplyDelete
  16. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini menyiratkan bahwa doa, ikhtiar, keikhlasan adalah sebenar-benar murid kita. Jangan sampai kita memisahkan murid kita dengan doa, ikhtiar, dan ikhlas. Sesungguhnya dengan hal tersebutlah murid-muridmu akan mampu menggapai belajar yang barokah. Niat yang baik,motivasi, keikhlasan akan memberikan jalan yang lapang dan hati yang tenang dalam belajar.

    ReplyDelete
  17. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ungkapan “sebenarbenar ilmu bagi mereka adalah sikap, perilaku, etika, dan estetikanya “ merupakan sebuah cita-cita murid setelah belajar. Cita-cita tertinggi dalam belajar dari yang ada dan yang mungkin ada. Artinya perilaku dan sikap mereka setelah belajar menunjukkan tentang apa yang mereka pelajari. Jika banyak pelajar tawuran,maka ada yang salah dalam mereka belajar.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Belajar dan mEngajar adalah 2 kegiatan yang sangat mulia. Kita sebagai umat muslim diwajibkan menuntut ilmu. Setelah kita memiliki ilmu tentunya kita mampu mengajarkan atau berbagi kepada orag lain. Semakin anyak ilmu yang diberikan maj=ka semakin banyak pula ilmu yang kita dapatkan.

    ReplyDelete
  19. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pembelajaran dengan tujuan untuk mencapai tujuan belajar sehingga terwujudnya tujuan pendidikan nasional merupakan hasil kerja sama atau timbal balik antara pendidik dengan yang di didik. Guru hanya sebagai fasilitator saja pada saat proses pembelajaran. Sejatinya, pembelajaran ditujukkan kepada siswa yang akan dididik. Maka refleksi proses pembelajaran di setiap akhir pembelajaran sangatlah penting sebagai bahan evaluasi diri bagi pendidik.

    ReplyDelete
  20. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    elegi diatas mengajarkan bagi kita para penndidik bahwa kita harus mengikuti murid-murid dalam kita melakukan praktek belajar mengajar. murid ingin pembelajaran yang menyenangkan sehingga mereka bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman. dengan kondisi seperti ini akan lebih mudah bagi murid untuk memahami pelajaran. kreatifitas murid juga akan berkembang.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi diatas saya mendapatkan ilmu bagaimana belajar dan mengajar. Dalam mengajar kita tidak dianjurkan untuk memaksakan kemampuan murid, karena mereka semua berbeda-beda, semestinya sebagai guru kita memfasilitasi siswa sesuai kemampuan dan potensi dan memaksimalkan potensi mereka yang ada. Kemudian kita haruslah menyadari bahwa pendidikan sepanjang hayat, sebagai gurupun kita masih harus belajar lebih, agar ilmu yang kita miliki lebih banyak dan dapat mengajar dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pembelajaran bukan hanya proses menyampaikan informasi dari guru kepada siswa. Pada kenyataannya sangatlah tidak mudah menghadapi berpuluh-puluh siswa dengan berbagai karakter, latar belakang dan jenis kelamin yang berbeda. Atas dasar perbedaan-perbedaan tersebut, maka saat ini banyak ditawarkan berbagai macam metode pembelajaran yang berusaha untuk dapat memfasilitasi siswa dalam mendapatkan pengetahuannya secara mendalam. Sebagai seorang guru, sudah selayaknya untuk terus berusaha menyajikan situasi pembelajaran yang menyenangkan namun bermakna. Oleh karena itu, sudah selayaknya lah profesi guru, dosen, dan pengajar kita hormati, mengingat betapa keras perjuangannya demi melahirkan generasi-generasi bangsa yang cerdas.

    ReplyDelete
  24. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sebagai guru, seharunya memberikan banyak motivasi kepada peserta didik. Karena hal ini akan memberikan dampak yang baik pada ilmu yang diperoleh oleh peserta didik. Tanpa adanya motivasi dalam belajar, dan mengajar, maka ilmu tidak akan tersampaikan maupun diterima dengan baik bagi kedua pihak. Selain motivasi, doa dan niat juga menjadi hal yang penting dalam belajar dan mengajar di dunia pendidikan. karena pada dasarnya kedua hal inilah yang menjadi pondasi diperolehnya ilmu bagi masing-masing pihak yang berhubungan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  25. Sebagai calon guru, saya bisa memperoleh pengetahuan baru melalui elegi di atas. Kami telah mendengarkan siswa kami, para siswa meminta agar proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan kreatif dan inovatif. Sebagai seorang pendidik, sifat kreatif itu juga wajib kita miliki agar kelak dalam mengelola kelas dapat kita sesuaikan dengan kelas yang kita ampu. Selain itu, kami juga harus mendengarkan pendidik kami, dosen dan profesor kami karena mereka memiliki banyak pengalaman dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kita dapat bertukar informasi dalam mengelola proses pembelajaran di kelas. Mudah-mudahan kita bisa menjadi seorang pendidik yang inspiratif.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Guru sebagai fasilitator bagi siswa harus benar-benar dimaksimalkan dala pembelajaran, sehingga pesrta didik bisa mengembangkan sendiri kemampuannya dan dengan sendirinya pembelajaran akan mengarah pada pembelajran kontekstual karena peserta didik pasti akan berkembang sesuai dengan lingkungan mereka yaitu dengan mencari tahu lebih dalam tentang apa yang mereke temukan di linkungan mereka sehingga akan lebih bermakna. namun terkadang masalah muncul bukan hanya dari guru tetapi juga dari siswa yang sering kali pasif dalam pembelajaran meskipun telah diberikan kesempatan penuh untuk mengembangkan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  27. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari elegi di atas dapat disimpulkn bahwa siswa dalam belajar baiknya mendapatkan pengetahuan, memperbanyak bacaan dan referensi. Selain itu siswa dibekali dengan keterampilan serta kemampuan untuk menerapkan keterampilan tersebut. Selain du siswa juga membutuhkan pengalaman yang dapat membuat ilmunya semakin matang.

    ReplyDelete
  28. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan saat ini seharusnya adalah ada dan terjadi karena kebutuhan siswa. Siswa merupakan subjek pendidikan maka pendidikan/proses belajar mengajar pun disesuaikan oleh siswa. Siswa memiliki kemampuan dan potensinya masing-masingnya maka pbm yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru harus mampu memfasilitasi semua siswa tersebut agar mampu belajar sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing agar tidak menganggu proses belajar siswa yang lain.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  29. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu akan lebih bermakna, lebih bermanfaat jika dibangun oleh siswa itu sendiri, melalui aktivitas/pengalaman belajarnya. Sehingga pbm yang dilakukan oleh guru adalah pbm yang mampu membuat siswanya mampu membangun bangunan pengetahuannya. Guru hanya lah sebagai fasilitator, yang menyediakan segala macam peralatan/kebutuhan yang siswa perlukan untuk menunjang kegiatan belajarnya, sedangkan siswa adalah actor belajarnya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete