Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar




Oleh Marsigit

Guru:
Wahai murid1, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid1:
Aku menginginkan pelajaranmu itu menyenangkan. Aku juga menginginkan agar pelajaranmu itu dapat memberi semangat kepadaku. Aku juga ingin teman-temanku semua menyenangi pelajaran mu itu. Aku juga ingin pelajaranmu itu bermanfaat bagiku. Aku juga ingin bahwa pelajaranmu itu ada yang mudah, ada yang sedang dan kalau bisa jangan terlalu sukar. Dalam mengikuti pelajaranmu, aku harap engkau juga menghargai pengetahuan lamaku. Aku ingin juga bahwa pelajaranmu juga mempunyai nilai-nilai etik, estetika dan nilai religius. Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaranmu dimulai. Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar. Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang. Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri. Oleh karena itu maka janganlah selalu engkau merasa dapat memberikan rasa senang atau motivasi kepadaku. Tetapi aku harap agar pelajaranmu itu engkau persiapakn sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas. Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Menurutku, belajar itu adalah hak dari setiap murid-muridmu ini. Maka janganlah engkau hanya berbicara kepada seseorang saja, tetapi juga berbicara dengan yang lainnya. Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis. Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan mengguruiku atau teman-temanku ini. Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung. Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi. Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku. Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku. Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu. Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku. Aku juga mohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar. Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Aku juga menginginkan agar engkau dapat menasehatiku bagaiman bersikap dan berperilaku sebagai siswamu agar aku dapat meraih cita-citaku. Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar yang baik. Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modulmodul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran untukku. Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilanku. Aku ingin agar ilmuku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain. Syukur-syukur jika engkau dapat membimbingku agar aku memperoleh prestasi secara nasional atau internasional. Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi dengan mu di luar jam pelajaran.


Guru:
Wahai murid2, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid2:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku itu adalah diriku. Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaranmu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku. Tetapi aku juga mengetahui bahwa diriku yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain. Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu. Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional. Ketahuilah wahai guruku, menurut bacaanku metode tradisional adalah metode ceramah. Di dalam metode tradisional, biasanya guru setelah menerangkan, guru kemudian membuat contoh, setelah itu kemudian guru memberi tugas, setelah itu kemudian guru memberi PR. Hal demikian diulang-ulang sepanjang mengajarnya. Menurut bacaanku, maka untuk dapat melayani diriku yuang beraneka ragam ini, engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus percaya bahwa aku mampu belajar. Mungkin engkau perlu membuat bermacam-macam LKS sesuai dengan banyaknya persoalan atau banyaknya kelompok belajar. Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami. Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang disebut sebagai student center. Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Guru:
Wahai murid3, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid3:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah bahwa disamping sebagai makhluk individu saya juga sebagai makhluk sosial. Aku tidak dapat hidup menyendiri. Aku belajar dari teman-temanku. Aka sangat menikmati pergaulanku. Aku bahkan dapat belajar lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku. Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaranmu nanti berikan kami kesempatan untk belajar bersama-sama. Terserahlah engkau, apakah aku akan belajar berpasang-pasangan berdua-berdua, atau akan belajar dalam kelompok belajar. Terserang engkau pula bagaimana dan dengan siapa aku bekerja dan diskusi dalam kelompok. Oleh karena itu aku memohon agar metode mengajarmu dapat memberikan aku dapat belajar dalam kelompok. Aku juga mohon agar engkau membuat LKS. Menurut bacaanku ternyata belajar kelompok itu sangat banyak variasinya. Ada jigsaw, ada STAD. Maka aku selalau bersemangat jika guruku menggunakan metode kooperatif learning. Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri. Ketahuilah wahai guruku, bahwa temuanku itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu. Oleh karena itu aku selalu bersemangat jika engkau menggunakan pendekatan konstructivis.

Guru:
Wahai murid4, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid4:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2 dan murid3. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku. Aku adalah muridmu yang hidup di masyarakat. Aku berasal dari keluargaku. Aku mempunyai pengalaman dengan lingkunganku. Aku mempunyai pengalaman pergi jauh. Sebenar-benar ilmu bagiku adalah jika hal tersebut sesuai dengan pengalamanku. Aku juga menyadari bahwa teman-temanku yang lain juga mempunyai latar belakang dan pengalamannya masing-masing. Kita bahkan menggunakan bahasa daerah kita masing-masing. Maka aku memohon kepadamu wahai guruku, janganlah aku engkau berikan ilmu yang sangat asing bagi kami. Aku mohon engkau menggunakan langkah-langkah secara bertahap sesuai dengan pengalaman hidup kita masing-masing. Syukur kalau aku dapat mempelajari ilmumu menggunakan pengalamanku. Oleh karena itu aku sangat gembira jikalau engkau dapat menggunakan pendekatan contekstual dalam mengajarnya. Aku akan menggunakan pengalaman belanja di Mall, bepergian dengan Kereta API, Naik Pesawat, naik Kapal laut dsb. Temanku yang berasal dari desa juga ingin menggunakan pengalamannya bercocok tanam untuk bisa mempelajari ilmu-ilmumu.

Guru:
Wahai murid-muridku. Aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu. Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi merasa ingin bertanya kembali kepada dosenku.

Guru:
Wahai dosen1, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu?

Dosen1:
Sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh murid-muridmu adalah obyek dan metodenya. Obyek ilmunya adalah pengertian, kesepakatan, lambang-lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat-sifat, ruang lingkup, kasus-kasus, contoh-contoh dan penerapannya. Sedangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis.

Guru:
Wahai dosen2, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu

Dosen2:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan. Maka kembangkanlah kemampuan memecahkan masalah sehari-hari bagi murid-muridmu itu. Agar memahami bagaimana dapat memecahkan masalah maka berilah kesempatan mereka mengenali dan mempelajari sifat-sifat ilmu-ilmu dan obyek-obyek. Kenalkanlah beberapa prosedur pemacahan masalah. Berikan contoh. Kembangkan contoh. Beri kesempatan menemukan masalah. Beri kesempatan membuat model pemecahan masalah.

Guru:
Wahai dosen3, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen3:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1dan dosen2. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah menuju kegiatan penelitian. Maka tiadalah ada gunanya jika mereka tidak diberi kesempatan untuk mengadakan penelitian. Hendaknya engkau memahami bahwa penelitian yang dimaksud adalah dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Esensi kegiatan penelitian adalah rasa ingin tahu atau curiosity. Maka dalam pelajaranmu itu berikan kesempatan pada murid-muridmu agar mereka selalu mempunyai rasa ingin tahu, kenalkan berbagai macam metode menyelidiki sesuatu, hingga ke kegiatan penelitian sederhana.

Guru:
Wahai dosen4, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 dan dosen3. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah komunikasi. Tiadalah suatu ilmu yang tidak dapat dikomunikasikan. Ilmu adalah komunikasi. Oleh karena itu dalam pelajaranmu, berikenlah kesempatan siswa-siswamu untki berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi juga dapat dilakukan antar guru dan siswa, siswa dan siswa, dan siswa dan guru. Berikan pula agar mereka mampu mengkomunikasikan temuan-temuan belajarnya. Berilah pula pengalaman untuk membuat arsip-arsip agar lebih mampu melakukan komunikasi.


Guru:
Wahai dosen5, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.


Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya.

Guru:
Terimakasih murid-muridku. Terimakasih dosen-dosenku. Doakanlah sebentar lagi aku akan mempunyai tugas mengajar di kelas. Semoga sukses. Amien.

84 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    guru dan siswa dalam proses belajar mengajar adalah satu kesatuan, disini peran guru sangatlah penting yaitu mentransfer ilmunya kepada siswa-siswanya. namun, peran siswa disini harus bersungguh dalam belajar, karena ilmu itu tidak akan tersampaikan jika siswanya hanya bermalas-malasan. dan di zaman sekarang, dimana sudah modern. guru dituntut untuk lebih kreatif dalam pebelajaran untuk menghadapi siswa yang demikian, misalnya dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan , memberikan motivasi, menggunakan sarana-prasarana dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kehidupan kita sebenarnya tidak pernah terlepas dari belajar dan mengajar apapun posisi kita, namun sering kali kita tidak mengetahuinya akan hal itu. Sehingga dalam kehidupan kita mengganggap remeh akan hal tersebut. Sebagai contoh, seorang guru dalam mengajar pada hakikatnya dia juga belajar, yakni belajar bagaimana ilmu yang disampaikannyan itu bisa bermanfaat, belajar bagaimana sabar, dan bagaimana bertoleransi. Sudah seyogyanya dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa dengan menyenangkan dan bermanfaat, karena dalam belajar kita sebagai guru tidak bisa memaksakan siswa untuk paham apa yang kita sampaikan. Seharusnya kita juga harus paham bahwa ketika kita dulu sekolah, kitapun akan berprilaku sama dengan siswa kita, yakni berharap guru yang memberikan materi dengan menyenangkan.

    ReplyDelete
  3. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sejatinya pembelajaran sehebat dan secanggih apa pun jika dilakukan berulang kali akan menyebabkan ketidakefektifan. Mengapa? Karena siswa telah mengetahui alur pembelajaran tersebut dan dilakukan secara berulang – ulang akan menyebabkan kebosanan pada siswa. Solusi terbaik yang dapat saya berikan adalah pembelajaran di kelas menggunakan inovasi dari guru yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda – beda di tiap pertemuannya diikuti dengan penyesuai materi yang diajarkan dengan strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kegiatan belajar dan mengajar di kelas ialah kegiatan yang melibatkan kedua belah pihak, baik dari pihak guru dan dari pihak siswa. Ada interaksi dari keduanya, bahkan juga ada interaksi antar siswa (berdiskusi).

    Guru perlu memahami dan mengenal dengan baik keadaan yang dialami oleh seluruh siswa, dengan begitu guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mampu merangkul seluruh kemampuan siswa, tidak “berat” di beberapa siswa, dan inovatif. Dengan inovatifnya pembelajaran, tentu siswa lebih tertarik dan semangat dalam belajar.

    Selain itu juga guru tidak mendominasi di kelas. Ini diperlukan agar dapat memberikan siswa kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka, baik di ruang diskusi kelompok atau di depan kelas, terkait kompetensi yang tengah dibahas di kelas. Akibatnya, pengetahuan yang dipelajari akan lebih membekas. Selain itu, guru juga tidak lupa untuk mengajak siswa untuk belajar dengan diniatkan untuk beribadah.

    ReplyDelete
  5. Seperti yang sudah disampaikan dalam elegi sebelumnya, ilmu itu berbeda bagi setiap orang sesuai dengan cara berpikirnya dalam ruang dan waktunya berada. Sebagai seorang guru yang merupakan fasilitator penting untuk terus mengingat itu dan terus belajar untuk memahami siswanya. Begitupun sebagai seorang murid, tidak hanya diam saja saat diberi kesempatan tetapi mau melangkah untuk memperoleh ilmu yang dibutuhkan bagi masa depannya nanti.

    ReplyDelete
  6. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya, elegi ini memberikan pesan bahwa seorang guru harus kreatif dalam pembelaaran di kelas. Guru harus mampu memunculkan ide untuk mengembangkan pendidikan, misalnya dengan cara mencari sumber – sumber belajar, menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan materi yang disampaikan, menggunakan variasi penilaian, dan juga bisa menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar misalnya dengan belajar di luar kelas. Selain di dalam kelas juga diharapkan agar guru masih tetap membimbing siswa ketika di luar kelas, misalnya ada siswa yang datang ke rumahnya untuk meminta bimbingan dalam belajar maka guru hendaknya mau mendampingi siswa. Dengan demikian diharapkan pengetahuan siswa akan bertambah dan siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  7. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam proses belajar di kelas sesungguhnya janganlah sekali kali guru bersikap memaksa siswa untuk paham. kasihan siswa itu yang terpaksa untuk memahami materi atau konsep tersebut padahal dia belum paham. seharusnya guru bersikap lebih menghargai siswa yaitu dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menemukan konsep secara mandiri dan guru hanya bersikap sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pembelajaran guru sebaiknya mempersiapkan sebuah pembelajaran tersebut secara matang agar siswa dapat memahaminya kelak dan siswa tidak measa kecewa atau bahkan takut akan suatu pelajaran. apalagi kita ketahui bahwa banyak siswa yang takut akan pelajaran matematika. entah menurut mereka mungkin sulit. maka dari itu sebisa mungkin guru mempersiapkan yang terbaik pelajaran yang dilaksanakan agar siswa dapat paham akan suatu materi dan siswa tidak merasa takut.

    ReplyDelete
  9. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang mampu memenuhi setiap kebutuhan siswanya. Setiap siswa memliki kebutuhan yang berbeda-beda, namun secara garis besar siswa membutuhkan ruang dan waktu untuk mengekspresikan kemampuannya. Disini, guru memiliki peran penitng dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif yang mampu melibatkan seluruh siswa, sehingga siswa akan terlatih untuk kreatif dan inovatif, serta mampu mengemukakan pendapat dengan percaya diri.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi di atas menggambarkan bahwa guru hendaknya mengubah cara mengajarnya dari yang semula pembelajaran secara tradisional menjadi pembelajaran inovatif. Pembelajaran yang tradisional itu cenderung hanya membuat siswa pasif dan yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah dari guru ke siswa. Potensi-potensi yang ada dalam diri siswa menjadi tidak muncul dan berkembang. Berikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk menemukan pengetahuannya. 
    Sebagai seorang guru, hendaknya sebelum mengajar melihat kondisi dan materi apa yang akan diberikan kemudian kita menyesuaikan dengan metode ataupun bahan ajar (alat peraga) yang akan digunakan agar siswa dapat lebih memahami konsep yang diberikan sehingga hakekat dari belajar dan mengajar tercapai secara optimal.

    ReplyDelete
  11. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam uraian di atas dijelaskan beberpa hal yang harus diperhatika guru dalam menyamapaikan pembeljaran di kelas. Yang pertama adalah mengenai kondisi psikologi siswa. Bahwa diharapakn dalam proses pembelajaran siswa merasa senag dengan apa yang ia pelajari. Hal itu bisa didapatkan jika guru bisa memberikan pembeljaran yang menyennagkan, memberi motivasi kepada siswa sehingga siswa bersemangat dalam belajar. Selain itu juga berikan kesempatan keada siswa untuk membangun pengetahuannya melalui konsep dan pengalaman yang ia dapatkan. Karena dengan hal itu dapat memunculkan semangat siswa untuk dapat memahami materi yang diberikan.

    ReplyDelete
  12. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sedangkan hal kedua yang harus diperhatikan adalah karakteristik siswa. Ketika guru mengajar 40 siswa maka terdapat 40 karakteristik siswa yang harus dikenali dan dipahami oleh guru . Sehingga guru bisa memerhatika kondisi dan keadaan siswa yang akan ia didik. Karena tingkat pemahaman suatu materi setiap siswa berbeda – beda. Ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih metode pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal ketiga yang harus diperhatikan guru adalah pembelajaran selain mengajarkan aspek kognitif tetapi juga afektif. Salah satuny adaalah kemampuan bekerja sama. Dalm proses pembelajaran guru bsa memilih saalah satu dari banyak metode kooperatif learning, cantohnya jigsaw dan STAD seperti yang telah disebutkan dalam elegi di atas.

    ReplyDelete
  14. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Guru harus mengenal karakteristik masing-masing siswa dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan seorang guru harus mampu menyikapinya. Itulah ilustrasi pembelajaran ideal yang harus dipenuhi oleh guru sebagai pendidik. Pembelajaran tradisional yang umumnya terjadi saat sekarang ini, cenderung hanya membuat siswa pasif dan yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah dari guru ke siswa. Keadaan ini seolah-olah menggambarkan bahwa siswa hanyalah seperti tong kosong yang perlu diisi. Ini dapat berakibat mematikan intuisi siswa. Potensi-potensi yang ada dalam diri siswa menjadi tidak muncul dan berkembang. Pembelajaran sekarang ini seharusnya merupakan pembelajaran yang inovatif di mana guru tidak hanya bertindak sebagai pendidik juga bertindak sebagai fasilitator, sedangkan siswa menjadi subjek dalam pembelajaran. Di mana siswa akan membangun dan menemukan pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas sangat menarik, yaitu berisi tentang gambaran belajar mengajar yang akan berguna kelak jika kita menjadi seorang guru. Menjadi guru favorit dan guru yang baik tidaklah mudah. Banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Karena belajar itu adalah hak dari setiap peserta didik, maka menjadi seorang guru harus adil dan tidak pilih kasih.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, pembelajaran yang bermakna itu adalah pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita termotivasi untuk belajar serta seorang guru harus memberi kesempatan kepada peserta didik agar selalu mempunyai rasa ingin tahu.Oleh karena itu sebenar-benarnya ilmu bagi siswa kita adalah doa, niat, semangat, motivasi, sikapnya, perilakunya, perbuatannya, etikanya, estetikanya, pengetahuannya, bacaannya, referensinya, keterampilannya, kemampuan menerapkannya serta pengalamannya.

    ReplyDelete
  17. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya, salah satunya dengan menggunakan inovasi pembelajaran. Disini kita perlu memahami bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi tersebut, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelola pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti, mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Inovasi pembelajaran ini dapat berupa LKS berbasis budaya, metode pembelajaran yang bervariasi, kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan siswa selama pembelajaran seperti menemukan masalah, membuat model pemecahan masalah, memfasilitasi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, komunikasi, … dsb.

    ReplyDelete
  18. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setelah membaca elegi di atas, ternyata tugas guru itu tidak mudah. Bukan hanya memberikan materi, latihan, PR, ujian, kemudian nilai. Tidak sesederhana itu. Menjadi seorang guru itu adalah tugas yang mulia maka seharusnyalah dilakukan dengan cara yang bijaksana. Sebagai guru kita harus memperhatikan objek dan metodenya; memecahkan persoalan-persoalan; menuju kegiatan penelitian; komunikasi; serta doa, niat, semangat dan motivasi.

    ReplyDelete
  19. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini dapat kita terapkan ketika kita mengajar di dalam kelas. Tidak hanya murid yang belajar tetapi seorang guru juga harus sellau belajar, belajar dari berbagai sumber yang ada, belajar memahami karaketristik siswa, belajar dari pembelajaran yang telah dilakukannya. Seorang guru wajib melakukan refleksi ketika pembelajaran telah selesai hal ini dikarenakan untuk menambah kualitas guru dalam pembelajaran. Guru yang mengetahui semua yang diinginkan muridnya maka tujuan pembelajarannya akan tercapai. Atau dalam elegi bapak sebelumnya disampaikan bahwa jika murid dapat menentukan sendiri kurikulumnya. Dengan demikian perlu adanya inovasi yang terus menerus dilakukan oleh guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  20. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Seorang guru yang berusaha memberikan pembelajaran terbaik kepada siswanya harus selalu menggali kebutuhan siswanya. Karena sang guru yang akan menentukan proses pembelajarannya, mengorganisasikan pengalaman belajar siswa sehingga mereka dapat mengubah penampilan mereka secara bermakna atau tidak. Cara sang guru ketika membantu siswanya belajar akan menentukan keberhasilan siswanya. Oleh sebab itu, guru merupakan kata kunci bagi para siswanya. Oleh karena itu selain mengajar siswanya, guru tidak boleh berhenti belajar merefleksi diri agar mengetahui apa kekurangan yang ada dan menggali potensi diri untuk mengembangkan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sifat dan karakter pada siswa tidak ada yang sama. Ada anak-anak yang mudah atau menyenangkan, anak yang biasa-biasa saja, serta anak yang sulit dalam menyesuaikan diri, dan lain-lain. Maka dari itu dengan guru mengenal karakter yang dimiliki siswa, dapat memudahkan guru dalam menghadapi siswa, baik dalam kegiatan pembelajaran ataupun dalam menerapkan dalam lingkungan sekolah. Maka kita sebagai guru jangan hanya menggunakan metode pembelajaranyang monoton dan itu-itu saja. Kita harus menciptakan inovasi dalam pembelajaran. Kita bisa memfasilitasi siswa yang berbeda-beda karakternya tersebut supaya mereka dapat belajar dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan di atas sungguh memberikan pesan-pesan yang baik untuk kami sebagai orang-orang yang bergerak di bidang pendidikan matematika, entah itu sebagai guru matematika ataupun peneliti di bidang pendidikan matematika. Esensi dari proses belajar menurut saya ialah siswa memperoleh pengetahuan yang baru dan pengetahuan itu benar-benar dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka, sehingga dengan begitu siswa merasa butuh untuk belajar. Dari postingan di atas, sebenarnya saya masih belum tahu bagaimana cara atau metode mengajar yang baik dalam menghadapi siswa yang memiliki sifat dan latar belakang yang berbeda agar mereka merasa diperhatikan dan dirangkul tanpa pengecualian sama sekali?

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai belajar dan mengajar telah memberikan ispirasi kepada guru-guru yang telah membaca. Selain inspirasi juga membuat guru introspeksi, apakah sebagai guru kita telah mampu memahami setiap karakter siswa? Apakah metode yang digunakan tepat? Apakah kita telah membuat siswa lebih mandiri?. Dalam pembelajaran, dengan didampingi guru siswa diharapkan mampu belajar secara mandiri. Belajar yang diharapkan oleh siswa adalah belajar tanpa adanya tekanan, mereka ingin diberi kebebasan dalam berpikir dan juga berekspresi. Ini juga merupakan tugas guru untuk bisa mengajar dengan keadaan santai tapi juga serius dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  24. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap maupun pengalamannya. Mengajar merupakan suatu aktivitas untuk membimbing seseorang untuk mendapatkan atau mengubah keterampilan, sikap dan pengetahuannya . Mengajar bukan hanya proses penyampaian bahan ajar melainkan sebuah interaksi yang dibangun antara guru dengan siswa sehingga terjadi stimulus dan respons. Seorang guru yang mengajar dapat dikatakan bahwa ia sedang menransfer ilmu pengetahuan tersebut kepada peserta didiknya. Proses penyampaian tersebut tentu harus memperhatikan karakteristik dari peserta didiknya. Selain itu, guru juga bisa mengatur kelas dengan menggunakan metode tertentu yang mendukung peserta didik memahami materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  25. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca elegi di atas, elegi tersebut sangat menarik berisi tentang gambaran belajar mengajar dan akan berguna kelak kita menjadi seorang guru. Menjadi guru favorit dan guru yang baik tidaklah mudah. Banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Karena belajar itu adalah hak dari setiap peserta didik, maka menjadi seorang guru harus adil dan tidak pilih kasih. Menurut pengalaman saya, pembelajaran yang bermakna itu pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita termotivasi untuk belajar serta seorang guru harus memberi kesempatan kepada peserta didik agar selalu mempunyai rasa ingin tahu.
    Oleh karena itu Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat, motivasi, sikapnya, perilakunya, perbuatannya, etikanya, estetikanya,
    pengetahuannya, bacaannya, referensinya, keterampilannya, kemampuan menerapkannya serta pengalamannya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  26. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
    Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
    Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
    Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
    Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya"

    Aku pun setuju, saya pun setuju. Benar juga. Benar juga. Betul juga.
    Waw betapa guru saat ini harus bekerja keras, menata hati, pikiran, dan egoisentrisnya. Betapa guru saat ini harus berhenti menutup kesadarannya dengan keadaan saat ini. Sebenarnya (menurut saya) guru sudah tahu dan paham bahwa metode mengajar tradisional tidaklah dapat membelajarkan siswa secara optimal. Sebenarnya guru sadar bahwa murid bukan lagi sebagai gelas kosong, bukan? Permasalahannya adalah kemauan dan keterbukaan sang guru. Ayolah sama-sama kita belajar, pak, bu. RPP? Oiya ayo bikin RPP yang fleksibel. Oh yaya jangan lupa LKS nya, pak, bu. Mungkin murid bapak dan ibu 30 lebih atau bahkan lebih lebih. Meskipun agak mustahil ya pak, buk untuk memfasilitasi semua keunikan murid-murid bapak ibu. Tapi alangkah lebih indah jika dicoba dulu, pak bu. Dicoba memakai metode mengajar yang heterogen. Ayo pak, buk kita sama-sama.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu siswa sebagai subjek belajar. Siswa diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh guru. Sehingga pengetahuan itu akan lebih lama ada di benak siswa karena siswa beraktivitas, bukan hanya mendengarkan.
    Selain itu, jika guru masih menggunakan metode ceramah layaknya mengisi wadah yang kosong berarti guru membatasi kreativitas siswa. Siswa berhak untuk belajar mandiri sehingga terbentuk karakter2 yang baik seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, saling menghargai pendapat teman saat diskusi dan lain-lain.

    ReplyDelete
  28. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini sangat bermanfaat baik bagi pendidik maupun calon pendidik karena elegi ini memaparkan harapan-harapan siswa dalam pembelajaran mulai dari bagaimana sikap/respon pendidik terhadap siswa, pemahaman pendidik terhadap perbedaan karakteristik, bagaimana persiapan dan pelaksanaan proses belajar dan mengajar berlangsung hingga hal lainnya. Untuk saya pribadi elegi ini menjadi catatan khusus dan modal dalam memudahkan menjadi begawat menggapai kesempatan. Namun satu hal yang perlu kita ingat bahwa tidak mudah bagi seorang pendidik untuk mengabulkan permintaan siswa yang jumlahnya tak terhingga. Seiring dengan bertambahnya pengalaman akan menambah pula pemahaman guru terkait bagaimana menggapai belajar dan mengajar yang sesungguhnya. Sebenar-benarnya pendidik adalah pendidik yang memahami bahwa sebenar-benar ilmu bagi siswa-siswanya adalah niat, motivasi, etika dan estetikanya, pengetahuannya dan referensinya, keterampilannya, serta pengalaman-pengalamannya. Semoga kita mampu menjadi pendidik yang mampu mengembangkan ilmu siswa yang sebenarnya. Amin.

    ReplyDelete
  29. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Hal penting yang harus diketahui guru sebelum melaksanakan proses belajar dan mengajar adalah mengetahui hakekat belajar dan mengajar. Diantaranya ialah seperti yang telah diungkapkan di dalam elegi ini. Salah satu hakekat yang penting adalah dalam belajar dan mengajar, subyek yang belajar ialah siswa sehingga guru bukan mentransfer ilmu pengetahuan pada siswa, tetapi guru menjadi fasilitator bagi siswa dalam membangun pengetahuannya. Dengan demikian, guru harus kreatif dan mau mencari cara belajar dan mengajar yang sesuai dengan karakteristik siswa di kelas. Tidak ada satu cara belajar mengajar yang paling baik, yang paling baik ialah yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Maka penting pula bagi guru untuk selalu melakukan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tantangan perubahan zaman dan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  30. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Ilmu yang dipelajari oleh siswa adalah objek dan metodenya. Objek ilmu adalah pengertian, kesepakatan, lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat, ruang lingkup, kasus,dan contoh penerapannya. Sesangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis. Selain objek dan metode juga dibutuhkan kemampuan memecahkan masalah dengan tujuan untuk memecahakan kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat mengetahui kebermanfaatan dari matematika. Selanjutnya komunikasi juga dubutuhkan oleh sisa karena ilmu adalah komunikasi yang dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi siswanya. Hal lain juga mengenai ilmu adalah melalui pengetahun, keterampilan, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  31. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya membaca elegi ini dari dua sudut pandang. Yaitu sebagai murid dan sebagai guru. Pertama sudut pandang sebagai murid. Jika seorang murid ditanya oleh seorang guru tentang permintaan-permintaannya kepada sang guru, maka pastilah ia akan mengungkapkan seluruh isi hatinya. Saya yakin setiap murid pasti memiliki permintaan atau unek-unek di pikirannya mengenai pelaksanaan pembelajaran yang ia alami di sekolah. Betapa senangnya jka seorang murid diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hatinya di depan gurunya. Namun jika tidak ditanya oleh guru maka hampir mustahil murid mau mencurahkan isi hatinya pada guru. Pasti ada rasa ragu atau takut dimarahi oleh guru. Sebaliknya, siswa akan dengan senang hati menyampaikan perasaannya jika ia merasa nyaman dengan gurunya. Karena harapan terbesar setiap siswa adalah agar keinginan mereka dapat dipahami oleh guru mereka. Dan belajar yang efektif menurut siswa adalah jika mereka dapat leluasa mengembagkan pola pikir mereka dan berdiskusi dengan teman.
    Sudut pandang yang kedua adalah sebagai seorang guru. Guru yang seperti elegi di atas menurut saya adalah guru yang sangat baik karena mau mendengarkan bahkan memikirkan dan berusaha mengabulkan permintaan-permintaan dari si murid. Karena sangat jarang ada guru yang repot-repot memikirkan keinginan siswa. Sebagian besar guru sibuk mengejar target materi mengajar, sehingga mengajar dengan otoriter dan tergesa-gesa. Tentu saja pencapaian tersebut penting, tetapi sebagai guru juga harus ingat bahwa siswa juga memiliki hak untuk mengembangkan pola pikirnya. Bukan hanya disuapi materi sebanyak-banyaknya. Guru harus memperhatikan proses dalam belajar dan tidak hanya terpaut pada hasil. Guru yang bijak adalah guru yang mau membuka diri kepada muridnya sehingga murid merasa nyaman dengan gurunya. Jangan sampai membuat murid tidak menyukai pelajaran matematika hanya karena gurunya yang dianggap galak atau membosankan. Mari kita menjadi guru yang inovatif dan kreatif.

    ReplyDelete
  32. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar, dari elegi ini dapat diambil kesimpulan bahwasanya sebaik-baiknya seorang guru adalah guru yang berusaha memenuhi “kebutuhan” siswa-siswanya dan guru yang mau terus belajar meningkatkan kompetensinya agar dapat maksimal dalam membersamai siswa selama proses belajar mengajar. Sehingga tugas guru, tidak hanya selalu mengajar siswa-siswanya. Namun guru juga harus belajar untuk meningkatkan kompetensinya, agar mampu menjadi fasilitator dan motivator yang handal untuk siswa-siswanya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  33. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Terima kasih pak untuk tulisannya yang sangat menginspirasi bagi para calon pendidik agar dapat menjadi seorang pendidik yang baik, berkualitas, berintegritas, berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab. Sebagai pendidik, tugas kita bukan hanya sekedar menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik, kita juga harus memahami apa yang diperlukan oleh siswa dan menjadi fasilitator agar mereka dapat mengkonstruk pengetahuannya dengan menerapkan proses pembelajaran inovatif, kreatif, kontekstual, kooperatif, serta pembelajaran harus memberi kebebasan pada siswa untuk mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Dan yang terakhir, kita harus menjalankan segala tugas tersebut dengan tulus dan ikhlas agar selalu bisa memberikan yang terbaik bagi para peserta didik.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih Prof atas fasilitas yang diberikan kepada kami berupa blog dan juga terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengungkapkan gagasan kami masing-masing di blog ini sebagai sarana kami belajar.
    Selanjutnya saya akan mencoba berpendapat tentang elegi menggapai belajar dan mengajar. Di dalam kegiatan belajar dan mengajar selalu melibatkan guru dan siswa. Untuk menggapai belajar mengajar perlu adanya usaha-usaha dari guru agar dapat memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhannya. Agar guru dapat mengetahui apa yang diperlukan oleh siswa maka guru hendaknya mencari tahu tentang karateristik siswa masing-masing untuk dijadikan dasar dalam pembuatan instrumen dan segala sesuatu yang dibutuhkan pada kegiatan belajar dan mengajar. Selain itu, setelah saya membaca saya memperoleh berbagai informasi tentang cara memfasilitasi siswa dalam belajar dengan baik, yang dapat kami jadikan sebagai acuan dan kontrol ketika mengajar.

    ReplyDelete
  35. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi menggapai belajar mengajar. Pada elegi ini, memberi pelajaran untuk saya sebagai calon guru nantinya (Insya Allah), bahwa dalam proses belajar mengajar haruslah ada yang namanya saling mengerti. Saya sebagai calon seorang guru khususnya, alangkah lebih baik jika nantinya saya mengetahui apa yang diinginkan oleh murid saya, apa yang mereka harapkan dari proses pembelajaran, apa yang mereka inginkan dari cara mengajar saya. Ketika saya telah mengetahui apa yang diharapkan murid murid saya, maka saya sebagai guru harus mencoba menuruti yang murid inginkan dalam konteks baik, agar mereka dengan mudah memahami pembelajaran. Selain itu, dengan kita berbuat dengan apa yang diinginkan siswa maka siswa akan menjadi senang dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan menyenangkan.
    Selain itu, sesekali boleh kita berpikir memposisikan jika kita berada di posisi siswa ketika menghadapi pembelajaran dengan seorang guru yang seperti kita tentunya. Agar kita lebih memahami apa yang diinginkan siswa. Semoga nantinya saya dan teman teman sekalian mampu menjadi guru yang profesional dan berkualitas baik.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Elegi menggapai belajar dan mengajar. Seorang guru yang mengajar dengan baik akan selalu memperbaiki dan memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya dengan cara belajar dan terus belajar. Walaupun seorang guru sudah mengajar, tetap masih membutuhkan belajar, karena sejatinya belajar/mencari ilmu itu tidak akan pernah berhenti sampai kita meninggal. Menjadi seorang guru juga harus berpikir terbuka dan mau menerima permintaan dari muridnya, permintaan dalam artian untuk perbaikan sang guru menuju lebih baik. Dan yang jangan sampai ditinggalkan yaitu minta doa restu dari para dosen atau guru, orang tua, murid dll, untuk tugas yang akan kita kerjakan.

    ReplyDelete
  37. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya menjadi semangat saat membaca ulasan ini. Tersirat dalam ulasan ini untuk dapat menghargai setiap pendapat orang lain dan penting untuk mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah memberikan ilmu kepada kita. Saat ini, saya tidak hanya ingin mengasah kemampuan saja namun ingin mengasah sikap, perilaku dan tata krama. Hal ini nantinya akan membawa pada jalan kesuksesan yang akan dicapai pada masa mendatang. Aamiin.

    ReplyDelete
  38. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Menjadi seorang guru bukan berarti kita harus berhenti belajar. Guru adalah pribadi yang harus terus belajar untuk memfasilitasi pembelajaran siswanya. Siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda,hal ini membuat guru harus selalu mencari cara-cara baru untuk dapat memfasilitasi tiap siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  39. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah

    Dalam elegi ini saya mengetahui bahwa pentingnya pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Kita tidak bisa memaksa namun rasa senang itu harus ditumbuhkan dari dalam diri siswa itu sendiri. Sebagai guru tugasnya memantik anak didiknya agar menyenangi pelajaran sehingga dalam pembelajarannya juga akan menimbulkan perasaan yang senang tanpa paksaan.

    ReplyDelete
  40. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini tidak hanya dalam juga dikatakan bahwa memecahkan persoalan adalah ilmu yang sebenarnya untuk murid. Hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan pemecahan masalah sehari-hari siswa. Melalui persoalan sehari0hari siswa dan dihubungkan pengalaman pribadi siswa maka akan tercipta pembelajaran yang bermakna bagi siswa karena siswa dapat menghubungkan prior knowledgenya dengan pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  41. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas membelajarkan kepada kita berkaitan dengan hakikat belajar dan mengajar. Sehingga digambarkan para pelakunya atau subjek-subjek pendidikan yaitu guru, murit, dan dosen. Ketika melihat subyek-subyek ini kita juga belajar tentang dimensi. Bahwa siswa sejatinya belajar, guru juga belajar dari dosen. Sehingga hikmah disini yaitu pertama berkaitan dengan hak siswa yang harus di lakukan oleh guru berkaitan dengan memfasilitasi siswa yang beragam dan unik yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang inovatisf yang meningkatkan rasa ingin tahu siswa, kemampuan pemecahan masalah dst. Sehingga disini guru aktif memfasilitasi serta siswa juga aktif mencari dan berkegiatan. Kemudian, guru juga tidak mandek sampai disitu, guru juga harus senantiasa meningkatkan kopetensinya belajar lagi kepda orang lebih paham, di elegi dicontohkan dengan berguru pada Dosen. Sehingga hikmah yang lain yaitu bahwa guru adalah siapa saja, belajar bisa kapan saja dan dimana saja.

    ReplyDelete
  42. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Belajar dan mengajar merupakan proses yang saling berkesinambungkan dan berharmoni secara terus menerus. Apa yang diminta oleh para murid begitu luar biasa karena dengan adanya permintaannya lah guru menjadi tahu apa kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Sehingga guru akan berusaha melaksanakan pembelajaran seperti yang diminta oleh para murid, tentunya dengan proses belajar juga dari para dosennya. Jangan mengira bahwa guru telah menguasai segala dan selukbeluk ilmu yang dibutuhkan murid, karena sebelum mengajar tentu harus belajar terlebih dahulu. Saya sangat mengapresiasi pada para guru yang tak henti-hentinya belajar dan membelajarkan, meminta di ajarkan dan juga mengajarkan. Itulah bentuk pengabdian mereka terhadap bangsa, tidak ada istilah mantan guru, karena sampai kapanpun beliau tetap berjasa memberi dan menyalurkan berbagai ilmu untuk kita.
    Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  43. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Belajar dan mengajar adakah kebutuhan dan tugas manusia. Jika zaman dahulu pembelajaran satu arah diman guru sebagai sumber belajar merupakan cara yang dinggap efektif, Namun di zama yang terus berkembang ini dan kehidupan dan tatanan sosial yang bersifat dinamis berubah pula cara pandang dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan elegi menggapai belajar dan mengajar bahwa memandang lebih luas tentang hakikat belajar dan mengajar guru sebagi fasilitator belajar bukan sebagai sumber belajar yang utama, Namun guru sebgai petunjuk bahwa segala yang ada dilingkungan merupakan sumber belajar yakni buku, pengalaman, lingkungan sekitar dan maish banyak lagi. Siswa dipandang sebagai subyek belajatr sehingga mereka harus aktif dan guru membantu dalam menggali potensi-potensi yang mereka miliki sehingga belajar dapat menjadi sebuat kegiatan yang menyenangkan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  44. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Mengajar adalah proses transfer of knowledge. Tentunya dalam proses ini, dibutuhkan metode-metode atau bermacam-macam strategi agar knowledge dapat tersampaikan dengan baik. Guru bukan lagi sebagai penceramah atau pembicara utama di depan kelas. Guru tidak lagi bersikap otoriter dan menentukan segalanya sendiri. Pembelajaran dengan kooperatif learning, diskusi, jigsaw, TGT, STAD, dan lain-lain sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran. Selain itu pendekatan kontekstual juga sangat cocok untuk diterapkan karena keterkaitannya antara materi dan kehidupan sehari-hari. Contohnya dalam pembelajaran matematika, matematika yang awalnya abstrak dibawa kedalam kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Konsep debit jika di bawa dalam kehidupan sehari-hari, siswa bisa menerapkan pada air keran yang mengalirkan air ke dalam suatu bak, dan kemudian siswa menghitung waktu sampai bak itu terpenuhi air. Selain itu konsep kecepatan, siswa dapat diajak membaca speedometer pada sepeda motor. Dan masih banyak lagi penerapan pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain itu, guru juga harus dapat melakukan penelitian. Penelitian yang ia lakukan tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, melainkan untuk guru-guru yang lain juga. Mereka dapat menerapkan metode-metode pembelajaran terbaru dan mengetahui seberapa efektifnya dalam pembelajaran di kelas. Untuk itu guru juga perlu memahami prosedur atau langkah-langkah penelitian. Guru juga dapat menjalin kerjasama dengan para dosen untuk melakukan penelitian tersebut.

    ReplyDelete
  45. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    kegiatan belajar mengajar yang menyanangkan serta efektif adalah kegiatan yang sangat diimpikan oleh semua guru dan siswa. Namun pembelajaran yang seperti itu sangatlah sulit dalam praktiknya. Pembelajaran yang menyanangkan serta efektif tidak bisa dilaksanakan oleh seorang guru sendirian. Seorang guru butuh dukungan dari berbagai pihak, karena tanpa dukungan, tugas guru menjadi semakin sulit. Guru dihadapkan pada permasalahan pendidikan yang amat rumit, dan tuntutan dari berbagai piahak. Marilah kita saling bahu-membahu membangun pendidikan yang menyenangkan dan efektif, kita dukung guru kita sebagai siswa, kita dukung guru kita sebagai orang tua, kita dukung guru kita sebagai pemerintah, kita dukung guru kita sebagai apapun diri kita. Kita juga dukung siswa sebagai seorang guru, kita dukung siswa sebagai orang tua, kita dukung siswa sebagai pemerintah, kita dukung siswa sebagai apapun diri kita. Semoga tuhan memberkati pendidikan di Indonesia menuju pendidikan yang maju. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  46. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami menyadari bahwa guru tugasnya tidak hanya sekedar mengajar saja. Selain mengajar guru juga harus menyiapkan administrasi, menyiapkan soal ulangan, mengkoreksi tugas belajar siswa, hasil ujian siswa serta tugas kedinasan lain seperti pelatihan, dll. Di sekolah guru berperan sebagai pembimbing serta orang tua. Sering kali siswa menceritakan masalah yang ia hadapi kepada guru, dan guru pun berperan mencari penyelesaian masalah siswa juga. Sehingga untuk berprofesi sebagai guru harus lah memiliki kemampuan yang lebih. Seorang guru juga dituntut untuk harus selalu inovatif dalam pembelajaran, sehingga dapat memberikan fasilitas-fasilitas kepada siswa agar siswa mampu melaksanankan kegiatan pembelajaran secara optimal. Semoga kami, yang berprofesi sebagai pendidik dan calon pendidik mampu untuk memenuhi tuntutan ini semua. Amin.

    ReplyDelete
  47. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. belajar dan mengajar bagi saya adalah suatu kesatuan yang saling memengaruhi. bahkan mengajar di satu sisi adalah belajar (belajar memahami karakter-karater peserta didik dan objek-objek pengetahuan). menggapai belajar dan mengajar hanya bisa terjadi ketika pendidikan berdiri di atas prinsip emansipatoris yaitu proses belajar mengajar yang dilandasi oleh toleransi (tujuan pendidikan adalah toleransi). guru mengajar dengan toleransi dan bijaksana dengan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengemukakan idenya, sehingga peserta didik akan merasa dihargai dan bersemangat dalam belajar.

    ReplyDelete
  48. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Guru merupakan sebuah profesi yang dituntut untuk memiliki empat kemampuan, yaitu kemampuan pedagogi, kemampuan sosial, kemampuan profesional dan kemampuan kepribadian. Melalui keempat kemampuan ini yang saling terkait dan disinergikan, guru diharapkan dapat mengadakan proses mengajar yang baik, yakni memanajemen kelas, memanajemen siswa, memanajemen sumber belajar, memanajemen metode, pendekatan dan model pembelajaran. Selain itu, siswa dalam proses belajar berorientasi pada kemampuan yang harus dimiliki untuk membekali siswa saat berada di bidang profesi yang akan digeluti, saat berada di masyarakat, saat berada di sekolah, saat berinteraksi dengan teman, dan kemampuan spiritual sebagai bekal kehidupan akhirat. Oleh sebab itu, siswa membutuhkan belajar yang tekun, rajin, aktif, kolaboratif dan lain-lain. Jika guru dan siswa telah mampu memiliki dan mengasah kemampuan masing-masing maka kegiatan belajar mengajar akan terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  49. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi ini menjadi bahan masukan bagi saya mengenai bagaimana menjadi pendidik yang professional, berkualitas, dan berdedikasi tinggi. Untuk dapat menjadi tenaga pendidik yang demikian itu kami harus melihat kondisi dan apa materi akan diberikan kemudian harus kita menggunakan metode atau bahan ajar atau media yang tepat agar siswa dapat lebih memahami konsep-konsep yang. Dan hal yang paling penting adalah untuk tidak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik kepada siswa.

    ReplyDelete
  50. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Elegi ini menjadi bahan masukan saya mengenai bagaimana menjadi pendidik yang professional, berkualitas, dan dedikasi yang tinggi terhadap amanah yang akan saya pertanggungjawabkan nanti di akhirat. Dalam mendidik, kita harus melihat berbagai macam hal yang berkaitan langsung dengan pendidikan, seperti materi yang akan diberikan, metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan keadaan peserta didik, dll. Dengan begitu diharapkan peserta didik bisa lebih memahami konsep yang diberikan. Never give up to give the best for your students.

    ReplyDelete
  51. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada elegi diatas, pembelajaran kontekstual dianjurkan untuk diterapkan pada saat pembelajaran. Dengan demikian maka siswa akan belajar dari pengalaman terdekat yang mereka alami ataupun lingkungan sekitar. Siswa akan menjadi lebih tertarik dalam belajar karena ada hubungan pelajaran dengan aktivitas mereka sehari-hari.

    ReplyDelete
  52. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pembelajaran di kelas akan terasa menyenangkan ketika guru memahami apa yang diinginkan siswa, bagaimana kegiatan pembelajaran yang diinginkan siswa, sehingga siswa benar-benar merasa bahwa pembelajaran adalah karena kebutuhannya. Karena itulah sebenar-benar guru harus berusaha menciptakan suasanya pembelajaran yang menyenangkan, memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuannya, memfasilitasi siswa agar dapat belajar kapanpun dan dimanapun, serta menggunakan ilmunya dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya.

    ReplyDelete
  53. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Menjadi guru tidaklah mudah. Menghadapi perbedaan karakter masing-masing yang tentunya saling berbeda merupakan tantangan bagi guru. Guru harus bisa adil kepada semua siswa. Guru harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum mengajar. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi guru juga harus berperan sebagai fasilitator bagi siswa-siswa. Sebagai guru harus selalu kurang akan ilmu, harus selalu belajar untuk menambah ilmu.

    ReplyDelete
  54. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi tersebut sangat menarik berisi tentang gambaran belajar mengajar dan akan berguna kelak kita menjadi seorang guru. Menjadi guru favorit dan guru yang baik tidaklah mudah. Banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Karena belajar itu adalah hak dari setiap peserta didik, maka menjadi seorang guru harus adil dan tidak pilih kasih. Menurut pengalaman saya, pembelajaran yang bermakna itu pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita termotivasi untuk belajar serta seorang guru harus memberi kesempatan kepada peserta didik agar selalu mempunyai rasa ingin tahu. Oleh karena itu, sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat, motivasi, sikapnya, perilakunya, perbuatannya, etikanya, estetikanya,
    pengetahuannya, bacaannya, referensinya, keterampilannya, kemampuan menerapkannya serta pengalamannya.

    ReplyDelete
  55. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Elegi ini menjadi bahan masukan yang sangat bagi saya seorang guru, yang akan selalu mengajar dan belajar untuk menjadi guru yang baik untuk siswa-siswa saya nantinya. Berbagai macam metode mengajar yang ada dan yang mungkin ada harus bisa di pelajari oleh guru dan diterapkan ketika mengajar di dalam kelas. Metode yang dipilih haruslah sesuai dengan karakter siswa dan materi yang diajarkan. Tujuannya adalah supaya siswa paham dan mengingat konsep yang diberikan dengan ingatan yang akan bertahan. Matematika memang pelajaran yang bersifat abstrak, tapi seorang guru janganlah mudah menyerah untuk mencoba membuat agar konsep matematika tersebut bisa dipelajari dengan baik oleh siswa

    ReplyDelete
  56. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Setiap murid tentu menginginkan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan menyenagkan, menginginkan dirinya dihargai, dihargai hasil belajarnya, dihargai prosesnya. Siswa juga ingin bersosialisasi, berdiskusi, menyatakan pendapatnya, siswa ingin pelajaran yang memiliki manfaat nyata di kehidupan luar sekolahnya. Sebaiknya guru senantiasa memfasilitasi kebutuhan dan keinginan siswa tersebut dengan senantiasa belajar, dan melakukan penelitia agar dapat meningkatkan ilmunya dan lebih memahmi siswanya.

    ReplyDelete
  57. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Siswa menginginkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, adil, memberikan kesempatan kepada siswa, memahami siswa sebagai individu yang berbeda-beda, siswa adalah makhluk sosial sehingga pembelajarannya butuh untuk berkelompok, dan pembelajaran yang kontekstual. Oleh karena itu, guru dalam mengajar harus memperhatikan obyek dan metodenya, melaksanakan kegiatan pemecahan masalah, memberi kesempatan untuk mempunyasi rasa ingin tahu, serta komunikasi yang baik.

    ReplyDelete
  58. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Setelah membaca elegi ini, semakin yakinlah saya untuk menjadi seorang pendidik, namun semakin ragulah saya apakah nanti di kemudian hari saya mampu untuk memenuhi hak-hak murid-murid saya, namun dengan keraguan itu malah memberikan semangat agar benar-benar dengan sungguh-sungguh dan maksimal menjalani proses belajar untuk menjadi pendidik. Sungguh menjadi pendidik bukanlah hal yang main-main, segala yang kita lakukan di kelas pada siswa akan dimintai pertanggungjawaban nantinya.
    Maka dari itu ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan sebagai seorang guru, sebagaimana poin-poin yang disampaikan di atas, yaitu menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan demokratis. Kemudian yang kedua memahami bahwa hakikat setiap siswa itu adalah unik, yang tidak sama satu dengan yang lainnya, maka kita mendidik mereka dalam kelompok, namun memahami mereka secara individu. Yang ketiga menciptakan pembelajaran yang juga dapat mengembangkan ketrampilan sosial siswa, dan yang keempat melibatkan pengalaman siswa dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  59. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Apa yang dicontohkan oleh si guru dalam elegi ini begitu menarik. Sehingga harus kita contoh dalam kehidupan kita. dimana guru ini memerankan peran sebagai seorang yang mengajar, namun tetap tidak meninggalkan perannya sebagai pebelajar atau tidak meninggalkan aktivitasnya dalam belajar. Sehingga ia menjadi orang yang mengajar dan orang yang belajar di saat yang bersamaan. Ketika ia mengajar, ia membuka kesempatan pada murid-muridnya untuk memberikan saran kepadanya. Dan saran-saran ini benar-benar ia tindak lanjuti, ia pikirkan, ia pelajari agar pembelajaran yang ia lakukan menjadi semakin baik.

    ReplyDelete
  60. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Ilmu memiliki definisi yang bermacam-macam. Bahkan ada ilmu yang baik dan ada ilmu yang buruk. Keduanya terkadang mengalami persinggungan. Misalnya ketika ingin mencuri karena ingin membelikan obat untuk ibunya yang sedang sakit. Perbuatan tersebut diawali dengan doa bismillah. Perbuatan baik atau perbuatan buruk kah itu? Bismillah adalah doa yang baik dan niat untuk membelikan obat untuk ibu yang sedang sakit juga baik, tetapi mencuri adalah perbuatan yang buruk. Maka sebenar-benar hidup adalah melakukan yang terbaik dan benar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  61. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Selama ini dalam proses pembelajaran, guru masih menggunakan metode tradisional. Guru menganggap siswa hanya sebagai objek belajar, tidak menganggap siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. Guru hanya memberikan ceramah kepada siswa, menyuruh siswa untuk mendengarkan guru berbicara, menyuruh siswa menuruti apa yang diperintahkan oleh guru tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk aktif terlibat sebagai subjek pembelajaran dan tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menggali ide-ide dan potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri. Hal tersebut membuat siswa tidak nyaman, merasa tidak senang dalam pembelajaran sehingga siswa menganggap pembelajaran tersebut sulit, bahkan siswa merasa terbebani dan tersiksa sewaktu pembelajaran berlangsung

    ReplyDelete
  62. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan komentar saya di atas, Kenyataan seperti itu perlu segera diubah dengan menerapkan metode mengajar yang inovatif, karena metode tradisional atau ceramah sudah tidak cocok dan sudah tidak efektif diterapkan untuk melayani kebutuhan siswa dalam belajar di zaman sekarang ini. Seharusnya, pembelajaran berorientasi kepada siswa, tidak berpusat kepada guru. Siswa hendaknya diposisikan sebagai subjek dalam pembelajaran, dilibatkan secara langsung, diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, menggali potensinya, menemukan sendiri apa yang akan mereka pelajari beserta cara pemecahannya sehingga lebih mudah menguasai, menangkap, mempelajari, mengingat, dan mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan. Dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi-potensinya, sehingga lebih berkembang, mandiri, dan kreatif. Namun disisi lain peran guru tetap terlibat dalam mengarahkan siswa ketika pembelajaran. Guru berperan memfasilitasi siswa dalam belajar, mendorong siswa atau memotivasi siswa untuk aktif dan giat belajar. Semoga metode mengajar yang tradisional selama ini dapat segera berganti dengan metode mengajar yang inovatif

    ReplyDelete
  63. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini menyiratkan bahwa doa, ikhtiar, keikhlasan adalah sebenar-benar murid kita. Jangan sampai kita memisahkan murid kita dengan doa, ikhtiar, dan ikhlas. Sesungguhnya dengan hal tersebutlah murid-muridmu akan mampu menggapai belajar yang barokah. Niat yang baik,motivasi, keikhlasan akan memberikan jalan yang lapang dan hati yang tenang dalam belajar.

    ReplyDelete
  64. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ungkapan “sebenarbenar ilmu bagi mereka adalah sikap, perilaku, etika, dan estetikanya “ merupakan sebuah cita-cita murid setelah belajar. Cita-cita tertinggi dalam belajar dari yang ada dan yang mungkin ada. Artinya perilaku dan sikap mereka setelah belajar menunjukkan tentang apa yang mereka pelajari. Jika banyak pelajar tawuran,maka ada yang salah dalam mereka belajar.

    ReplyDelete
  65. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Belajar dan mEngajar adalah 2 kegiatan yang sangat mulia. Kita sebagai umat muslim diwajibkan menuntut ilmu. Setelah kita memiliki ilmu tentunya kita mampu mengajarkan atau berbagi kepada orag lain. Semakin anyak ilmu yang diberikan maj=ka semakin banyak pula ilmu yang kita dapatkan.

    ReplyDelete
  66. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pembelajaran dengan tujuan untuk mencapai tujuan belajar sehingga terwujudnya tujuan pendidikan nasional merupakan hasil kerja sama atau timbal balik antara pendidik dengan yang di didik. Guru hanya sebagai fasilitator saja pada saat proses pembelajaran. Sejatinya, pembelajaran ditujukkan kepada siswa yang akan dididik. Maka refleksi proses pembelajaran di setiap akhir pembelajaran sangatlah penting sebagai bahan evaluasi diri bagi pendidik.

    ReplyDelete
  67. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    elegi diatas mengajarkan bagi kita para penndidik bahwa kita harus mengikuti murid-murid dalam kita melakukan praktek belajar mengajar. murid ingin pembelajaran yang menyenangkan sehingga mereka bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman. dengan kondisi seperti ini akan lebih mudah bagi murid untuk memahami pelajaran. kreatifitas murid juga akan berkembang.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  68. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  69. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi diatas saya mendapatkan ilmu bagaimana belajar dan mengajar. Dalam mengajar kita tidak dianjurkan untuk memaksakan kemampuan murid, karena mereka semua berbeda-beda, semestinya sebagai guru kita memfasilitasi siswa sesuai kemampuan dan potensi dan memaksimalkan potensi mereka yang ada. Kemudian kita haruslah menyadari bahwa pendidikan sepanjang hayat, sebagai gurupun kita masih harus belajar lebih, agar ilmu yang kita miliki lebih banyak dan dapat mengajar dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  70. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pembelajaran bukan hanya proses menyampaikan informasi dari guru kepada siswa. Pada kenyataannya sangatlah tidak mudah menghadapi berpuluh-puluh siswa dengan berbagai karakter, latar belakang dan jenis kelamin yang berbeda. Atas dasar perbedaan-perbedaan tersebut, maka saat ini banyak ditawarkan berbagai macam metode pembelajaran yang berusaha untuk dapat memfasilitasi siswa dalam mendapatkan pengetahuannya secara mendalam. Sebagai seorang guru, sudah selayaknya untuk terus berusaha menyajikan situasi pembelajaran yang menyenangkan namun bermakna. Oleh karena itu, sudah selayaknya lah profesi guru, dosen, dan pengajar kita hormati, mengingat betapa keras perjuangannya demi melahirkan generasi-generasi bangsa yang cerdas.

    ReplyDelete
  71. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sebagai guru, seharunya memberikan banyak motivasi kepada peserta didik. Karena hal ini akan memberikan dampak yang baik pada ilmu yang diperoleh oleh peserta didik. Tanpa adanya motivasi dalam belajar, dan mengajar, maka ilmu tidak akan tersampaikan maupun diterima dengan baik bagi kedua pihak. Selain motivasi, doa dan niat juga menjadi hal yang penting dalam belajar dan mengajar di dunia pendidikan. karena pada dasarnya kedua hal inilah yang menjadi pondasi diperolehnya ilmu bagi masing-masing pihak yang berhubungan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  72. Sebagai calon guru, saya bisa memperoleh pengetahuan baru melalui elegi di atas. Kami telah mendengarkan siswa kami, para siswa meminta agar proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan kreatif dan inovatif. Sebagai seorang pendidik, sifat kreatif itu juga wajib kita miliki agar kelak dalam mengelola kelas dapat kita sesuaikan dengan kelas yang kita ampu. Selain itu, kami juga harus mendengarkan pendidik kami, dosen dan profesor kami karena mereka memiliki banyak pengalaman dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kita dapat bertukar informasi dalam mengelola proses pembelajaran di kelas. Mudah-mudahan kita bisa menjadi seorang pendidik yang inspiratif.

    ReplyDelete
  73. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Guru sebagai fasilitator bagi siswa harus benar-benar dimaksimalkan dala pembelajaran, sehingga pesrta didik bisa mengembangkan sendiri kemampuannya dan dengan sendirinya pembelajaran akan mengarah pada pembelajran kontekstual karena peserta didik pasti akan berkembang sesuai dengan lingkungan mereka yaitu dengan mencari tahu lebih dalam tentang apa yang mereke temukan di linkungan mereka sehingga akan lebih bermakna. namun terkadang masalah muncul bukan hanya dari guru tetapi juga dari siswa yang sering kali pasif dalam pembelajaran meskipun telah diberikan kesempatan penuh untuk mengembangkan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  74. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari elegi di atas dapat disimpulkn bahwa siswa dalam belajar baiknya mendapatkan pengetahuan, memperbanyak bacaan dan referensi. Selain itu siswa dibekali dengan keterampilan serta kemampuan untuk menerapkan keterampilan tersebut. Selain du siswa juga membutuhkan pengalaman yang dapat membuat ilmunya semakin matang.

    ReplyDelete
  75. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan saat ini seharusnya adalah ada dan terjadi karena kebutuhan siswa. Siswa merupakan subjek pendidikan maka pendidikan/proses belajar mengajar pun disesuaikan oleh siswa. Siswa memiliki kemampuan dan potensinya masing-masingnya maka pbm yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru harus mampu memfasilitasi semua siswa tersebut agar mampu belajar sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing agar tidak menganggu proses belajar siswa yang lain.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  76. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu akan lebih bermakna, lebih bermanfaat jika dibangun oleh siswa itu sendiri, melalui aktivitas/pengalaman belajarnya. Sehingga pbm yang dilakukan oleh guru adalah pbm yang mampu membuat siswanya mampu membangun bangunan pengetahuannya. Guru hanya lah sebagai fasilitator, yang menyediakan segala macam peralatan/kebutuhan yang siswa perlukan untuk menunjang kegiatan belajarnya, sedangkan siswa adalah actor belajarnya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  77. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1

    Saya setuju dengan elegi belajar dan mengajar seperti yang telah diuraikan di atas.
    Seorang guru bertanya apa saja yang diinginkan oleh muridnya. Ternyata murid menginginkan pembelajaran yang menyenangkan, murid juga menginginkan pembelajaran dengan metode yang tidak monoton, belajar secara kolaboratif dengan teman, belajar sesuai dengan konteks dalam kehidupan sehari-hari. Murid juga menginginkan untuk diberi kesempatan mengkontruksi pengetahuannya sendiri.
    Untuk mewujudkan pembelajaran yang diinginkan oleh murid tersebut, guru harus memahami materi yang dipelajari dan mengajarkan dengan metode-metode yang sesuai. Guru juga perlu memberi kesempatan pada murid untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dengan cara memberi mereka persoalan-persoalan yang relevan. Guru hendaknya juga memberi kesempatan kepada murid untuk melakukan sebuah eksperimen untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Guru sebaiknya juga memberi kesempatan murid untuk menyampaikan pendapat dan bertanya serta berdiskusi dengan teman. Dengan adanya kesempatan tersebut, murid bisa menjalin komunikasi yang baik dengan guru maupun dengan siswa yang lain.

    ReplyDelete
  78. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sebagai fasilitator yang baik dalam pembelajaran, guru harus mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang menarik untuk memfasilitasi subjek belajarnya. Tidak lupa juga untuk menggunakan metode-metode pembelajaran yang sangat bervariasi agar subjek belajar tidak jenuh dan agar guru memahami karakteristik dari masing-masing subjek belajar yang ada di dalam kelas. Guru harus mampu dan percaya bahwa subjek belajar mampu menerima apa yang dibelajarkan di dalam kelas sehingga ilmu dapat tercover dan tersampaikan dengan baik. Seperti yang dikatakan oleh dosen1-dosen4 mengenai sebenar-benarnya ilmu yang harus dipelajari oleh subjek belajar yaitu doa, niat, semangat dan motivasi, dan sebenar-benarnya ilmu bagi mereka adalah sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetika. Sebnar-benarnya ilmu bagi mereka juga pengetahuan, bacaannya dan referensinya, keterampilan dan kemampuan menerapkannya serta pengalaman-pengalamannya.

    ReplyDelete
  79. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel berjudul Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar yang telah Bapak share kepada kami. Artikel ini sangatlah menambah pengetahuan saya tentang apa itu belajar dan apa itu mengajar, serta bagaimana kita dapat meraih keduanya. Dari yang saya baca, terdapat percakapan yang melibatkan guru, murid dan dosen. Guru dan dosen sebagai pengajar yang mengajarkan murid di kelas, sedangkan murid adalah sebagai penerima pengajaran oleh guru yang disebut dengan kegiatan belajar. Guru merupakan sebuah profesi yang dituntut untuk memiliki empat kemampuan, yaitu kemampuan pedagogi, kemampuan sosial, kemampuan profesional dan kemampuan kepribadian. Melalui keempat kemampuan ini yang saling terkait dan disinergikan, guru diharapkan dapat mengadakan proses mengajar yang baik, yakni memanajemen kelas, memanajemen siswa, memanajemen sumber belajar, memanajemen metode, pendekatan dan model pembelajaran. Selain itu, siswa dalam proses belajar berorientasi pada kemampuan yang harus dimiliki untuk membekali siswa saat berada di bidang profesi yang akan digeluti, saat berada di masyarakat, saat berada di sekolah, saat berinteraksi dengan teman, dan kemampuan spiritual sebagai bekal kehidupan akhirat. Oleh sebab itu, siswa membutuhkan belajar yang tekun, rajin, aktif, kolaboratif dan lain-lain. Jika guru dan siswa telah mampu memiliki dan mengasah kemampuan masing-masing maka kegiatan belajar mengajar akan terlaksana dengan baik. Baik guru, doen maupun murid harus bisa menggapai belahar dan mengajar. belajar untuk lebih baik, belajar untuk memperoleh ilmu baru. Sedangkan baik guru, dosen maupun murid juga harus dapat mengajarkan baik ke sesama guru, sesama dosen, maupun sesama murid dari hasil belajarnya itu. Sehingga baik guru, dosen dan murid dapat menggapai belajar dan mengajar.

    ReplyDelete
  80. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi menggapi belajar dan mengajar ini mengajarkan bahwa dalam pebelajarn perlu dipersiapkan dengan matang, dalam pembelajaran guru hars bisa menjadi fasilitator siswa dan memenuhi kebutuhan belajar siswa, mengembangkan pembelajaran yang inovatif sehingga siswa tidak bosan dengan pembelajaran, siswa senang mengikuti pembelajaran, pembelajaran sebaiknya dimulai dengan matematika konkrit sesuai pengalaman siswa sehingga siswa mudah untuk mengerti pembelajaran, terdapat berbagai variasi media, metode dan interaksi, dan juga pembelajaran secara berkelompok sehingga siswa dapat saling bertukar pikiran dan pengetahuan mereka.

    ReplyDelete
  81. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    belajar merupakan proses yang dilalui seseorang untuk memiliki pengetahuan baru. Setelah dia memiliki pengetahuan lebih maka untuk mengamalkannya dapat dilakukan dengan cara mengajarkannya kepada yang lain, edua hal ini berkaitan erat. Belajar meliputi banyak hal, baik aspek kognitif maupun afektif. Guru dapat menanamkan karakter yang baik kepada siswanya, jadi tidak hanya transfer ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  82. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi diatas kita tahu bagaiaman belajar mengajar yang dibutuhkan oleh siswa. Sebagai guru kita harus paham bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda, maka kita harus membangun fun learning yang tentunya juga bermakna. Meskipun setiap siswa merupakan individu yang berbeda dan memiliki prior knowledge masing-masing yang tentunya berbeda, mereka tetap makhluk sosial yang perlu dibiasakan berdiskusi dan bekerja sama dengan teman-temannya. Selain itu, sebagai guru kita tidak boleh mengambil hak-hak siswa seperti dalam hal membuat kesimpulan. Pada intinya, guru tidak hanya bertugas dalam hal transfer knowledge tapi juga penanaman karakter dan nilai moral.

    ReplyDelete
  83. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam elegi di atas, dijelaskan betapa pentingnya penggunaan pendekatan student-centered dalam pembelajaran. Melalui permintaan dari murid-murid pula nampak bahwa setiap perbedaan individu tidak boleh dilupakan seorang pengajar ketika mengajar di dalam kelas. Juga karena tiap murid memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, sebaiknya digunakan metode belajar yang beragam, agar porsi murid yang memahami pembelajaran dapat bertambah. Dari uraian para dosen nampak bahwa banyak sekali hal yang harus seorang pengajar ajarkan pada muridnya. Selain kemampuan kognitif, seorang pengajar juga harus memfasilitasi muridnya agar berkembang di bidang afektif, sosial, dan religiusitasnya. Hal ini menandakan bahwa belajar dan mengajar merupakan proses yang kompleks. Butuh jam terbang yang tinggi untuk mampu menjadi seorang guru yang baik.

    ReplyDelete
  84. Aji Pangestu
    15301241009
    S1 Pendidikan Matematika I 2015
    Dalam mengajar, alangkah baiknya guru menggunakan pendekatan student centered. hal ini dikarenakan bahwa guru itu bukan diktator, melainkan fasilitator bagi siswa yang mau belajar.

    ReplyDelete