Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar




Oleh Marsigit

Guru:
Wahai murid1, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid1:
Aku menginginkan pelajaranmu itu menyenangkan. Aku juga menginginkan agar pelajaranmu itu dapat memberi semangat kepadaku. Aku juga ingin teman-temanku semua menyenangi pelajaran mu itu. Aku juga ingin pelajaranmu itu bermanfaat bagiku. Aku juga ingin bahwa pelajaranmu itu ada yang mudah, ada yang sedang dan kalau bisa jangan terlalu sukar. Dalam mengikuti pelajaranmu, aku harap engkau juga menghargai pengetahuan lamaku. Aku ingin juga bahwa pelajaranmu juga mempunyai nilai-nilai etik, estetika dan nilai religius. Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaranmu dimulai. Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar. Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang. Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri. Oleh karena itu maka janganlah selalu engkau merasa dapat memberikan rasa senang atau motivasi kepadaku. Tetapi aku harap agar pelajaranmu itu engkau persiapakn sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas. Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Menurutku, belajar itu adalah hak dari setiap murid-muridmu ini. Maka janganlah engkau hanya berbicara kepada seseorang saja, tetapi juga berbicara dengan yang lainnya. Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis. Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan mengguruiku atau teman-temanku ini. Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung. Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi. Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku. Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku. Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu. Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku. Aku juga mohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar. Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Aku juga menginginkan agar engkau dapat menasehatiku bagaiman bersikap dan berperilaku sebagai siswamu agar aku dapat meraih cita-citaku. Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar yang baik. Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modulmodul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran untukku. Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilanku. Aku ingin agar ilmuku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain. Syukur-syukur jika engkau dapat membimbingku agar aku memperoleh prestasi secara nasional atau internasional. Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi dengan mu di luar jam pelajaran.


Guru:
Wahai murid2, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid2:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku itu adalah diriku. Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaranmu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku. Tetapi aku juga mengetahui bahwa diriku yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain. Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu. Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional. Ketahuilah wahai guruku, menurut bacaanku metode tradisional adalah metode ceramah. Di dalam metode tradisional, biasanya guru setelah menerangkan, guru kemudian membuat contoh, setelah itu kemudian guru memberi tugas, setelah itu kemudian guru memberi PR. Hal demikian diulang-ulang sepanjang mengajarnya. Menurut bacaanku, maka untuk dapat melayani diriku yuang beraneka ragam ini, engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus percaya bahwa aku mampu belajar. Mungkin engkau perlu membuat bermacam-macam LKS sesuai dengan banyaknya persoalan atau banyaknya kelompok belajar. Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami. Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang disebut sebagai student center. Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Guru:
Wahai murid3, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid3:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah bahwa disamping sebagai makhluk individu saya juga sebagai makhluk sosial. Aku tidak dapat hidup menyendiri. Aku belajar dari teman-temanku. Aka sangat menikmati pergaulanku. Aku bahkan dapat belajar lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku. Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaranmu nanti berikan kami kesempatan untk belajar bersama-sama. Terserahlah engkau, apakah aku akan belajar berpasang-pasangan berdua-berdua, atau akan belajar dalam kelompok belajar. Terserang engkau pula bagaimana dan dengan siapa aku bekerja dan diskusi dalam kelompok. Oleh karena itu aku memohon agar metode mengajarmu dapat memberikan aku dapat belajar dalam kelompok. Aku juga mohon agar engkau membuat LKS. Menurut bacaanku ternyata belajar kelompok itu sangat banyak variasinya. Ada jigsaw, ada STAD. Maka aku selalau bersemangat jika guruku menggunakan metode kooperatif learning. Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri. Ketahuilah wahai guruku, bahwa temuanku itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu. Oleh karena itu aku selalu bersemangat jika engkau menggunakan pendekatan konstructivis.

Guru:
Wahai murid4, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid4:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2 dan murid3. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku. Aku adalah muridmu yang hidup di masyarakat. Aku berasal dari keluargaku. Aku mempunyai pengalaman dengan lingkunganku. Aku mempunyai pengalaman pergi jauh. Sebenar-benar ilmu bagiku adalah jika hal tersebut sesuai dengan pengalamanku. Aku juga menyadari bahwa teman-temanku yang lain juga mempunyai latar belakang dan pengalamannya masing-masing. Kita bahkan menggunakan bahasa daerah kita masing-masing. Maka aku memohon kepadamu wahai guruku, janganlah aku engkau berikan ilmu yang sangat asing bagi kami. Aku mohon engkau menggunakan langkah-langkah secara bertahap sesuai dengan pengalaman hidup kita masing-masing. Syukur kalau aku dapat mempelajari ilmumu menggunakan pengalamanku. Oleh karena itu aku sangat gembira jikalau engkau dapat menggunakan pendekatan contekstual dalam mengajarnya. Aku akan menggunakan pengalaman belanja di Mall, bepergian dengan Kereta API, Naik Pesawat, naik Kapal laut dsb. Temanku yang berasal dari desa juga ingin menggunakan pengalamannya bercocok tanam untuk bisa mempelajari ilmu-ilmumu.

Guru:
Wahai murid-muridku. Aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu. Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi merasa ingin bertanya kembali kepada dosenku.

Guru:
Wahai dosen1, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu?

Dosen1:
Sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh murid-muridmu adalah obyek dan metodenya. Obyek ilmunya adalah pengertian, kesepakatan, lambang-lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat-sifat, ruang lingkup, kasus-kasus, contoh-contoh dan penerapannya. Sedangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis.

Guru:
Wahai dosen2, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu

Dosen2:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan. Maka kembangkanlah kemampuan memecahkan masalah sehari-hari bagi murid-muridmu itu. Agar memahami bagaimana dapat memecahkan masalah maka berilah kesempatan mereka mengenali dan mempelajari sifat-sifat ilmu-ilmu dan obyek-obyek. Kenalkanlah beberapa prosedur pemacahan masalah. Berikan contoh. Kembangkan contoh. Beri kesempatan menemukan masalah. Beri kesempatan membuat model pemecahan masalah.

Guru:
Wahai dosen3, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen3:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1dan dosen2. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah menuju kegiatan penelitian. Maka tiadalah ada gunanya jika mereka tidak diberi kesempatan untuk mengadakan penelitian. Hendaknya engkau memahami bahwa penelitian yang dimaksud adalah dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Esensi kegiatan penelitian adalah rasa ingin tahu atau curiosity. Maka dalam pelajaranmu itu berikan kesempatan pada murid-muridmu agar mereka selalu mempunyai rasa ingin tahu, kenalkan berbagai macam metode menyelidiki sesuatu, hingga ke kegiatan penelitian sederhana.

Guru:
Wahai dosen4, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 dan dosen3. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah komunikasi. Tiadalah suatu ilmu yang tidak dapat dikomunikasikan. Ilmu adalah komunikasi. Oleh karena itu dalam pelajaranmu, berikenlah kesempatan siswa-siswamu untki berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi juga dapat dilakukan antar guru dan siswa, siswa dan siswa, dan siswa dan guru. Berikan pula agar mereka mampu mengkomunikasikan temuan-temuan belajarnya. Berilah pula pengalaman untuk membuat arsip-arsip agar lebih mampu melakukan komunikasi.


Guru:
Wahai dosen5, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.


Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya.

Guru:
Terimakasih murid-muridku. Terimakasih dosen-dosenku. Doakanlah sebentar lagi aku akan mempunyai tugas mengajar di kelas. Semoga sukses. Amien.

27 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setelah membaca elegi di atas, ternyata tugas guru itu tidak mudah. Bukan hanya memberikan materi, latihan, PR, ujian, kemudian nilai. Tidak sesederhana itu. Menjadi seorang guru itu adalah tugas yang mulia maka seharusnyalah dilakukan dengan cara yang bijaksana. Sebagai guru kita harus memperhatikan objek dan metodenya; memecahkan persoalan-persoalan; menuju kegiatan penelitian; komunikasi; serta doa, niat, semangat dan motivasi.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini dapat kita terapkan ketika kita mengajar di dalam kelas. Tidak hanya murid yang belajar tetapi seorang guru juga harus sellau belajar, belajar dari berbagai sumber yang ada, belajar memahami karaketristik siswa, belajar dari pembelajaran yang telah dilakukannya. Seorang guru wajib melakukan refleksi ketika pembelajaran telah selesai hal ini dikarenakan untuk menambah kualitas guru dalam pembelajaran. Guru yang mengetahui semua yang diinginkan muridnya maka tujuan pembelajarannya akan tercapai. Atau dalam elegi bapak sebelumnya disampaikan bahwa jika murid dapat menentukan sendiri kurikulumnya. Dengan demikian perlu adanya inovasi yang terus menerus dilakukan oleh guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  3. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Seorang guru yang berusaha memberikan pembelajaran terbaik kepada siswanya harus selalu menggali kebutuhan siswanya. Karena sang guru yang akan menentukan proses pembelajarannya, mengorganisasikan pengalaman belajar siswa sehingga mereka dapat mengubah penampilan mereka secara bermakna atau tidak. Cara sang guru ketika membantu siswanya belajar akan menentukan keberhasilan siswanya. Oleh sebab itu, guru merupakan kata kunci bagi para siswanya. Oleh karena itu selain mengajar siswanya, guru tidak boleh berhenti belajar merefleksi diri agar mengetahui apa kekurangan yang ada dan menggali potensi diri untuk mengembangkan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sifat dan karakter pada siswa tidak ada yang sama. Ada anak-anak yang mudah atau menyenangkan, anak yang biasa-biasa saja, serta anak yang sulit dalam menyesuaikan diri, dan lain-lain. Maka dari itu dengan guru mengenal karakter yang dimiliki siswa, dapat memudahkan guru dalam menghadapi siswa, baik dalam kegiatan pembelajaran ataupun dalam menerapkan dalam lingkungan sekolah. Maka kita sebagai guru jangan hanya menggunakan metode pembelajaranyang monoton dan itu-itu saja. Kita harus menciptakan inovasi dalam pembelajaran. Kita bisa memfasilitasi siswa yang berbeda-beda karakternya tersebut supaya mereka dapat belajar dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan di atas sungguh memberikan pesan-pesan yang baik untuk kami sebagai orang-orang yang bergerak di bidang pendidikan matematika, entah itu sebagai guru matematika ataupun peneliti di bidang pendidikan matematika. Esensi dari proses belajar menurut saya ialah siswa memperoleh pengetahuan yang baru dan pengetahuan itu benar-benar dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka, sehingga dengan begitu siswa merasa butuh untuk belajar. Dari postingan di atas, sebenarnya saya masih belum tahu bagaimana cara atau metode mengajar yang baik dalam menghadapi siswa yang memiliki sifat dan latar belakang yang berbeda agar mereka merasa diperhatikan dan dirangkul tanpa pengecualian sama sekali?

    ReplyDelete
  6. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai belajar dan mengajar telah memberikan ispirasi kepada guru-guru yang telah membaca. Selain inspirasi juga membuat guru introspeksi, apakah sebagai guru kita telah mampu memahami setiap karakter siswa? Apakah metode yang digunakan tepat? Apakah kita telah membuat siswa lebih mandiri?. Dalam pembelajaran, dengan didampingi guru siswa diharapkan mampu belajar secara mandiri. Belajar yang diharapkan oleh siswa adalah belajar tanpa adanya tekanan, mereka ingin diberi kebebasan dalam berpikir dan juga berekspresi. Ini juga merupakan tugas guru untuk bisa mengajar dengan keadaan santai tapi juga serius dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap maupun pengalamannya. Mengajar merupakan suatu aktivitas untuk membimbing seseorang untuk mendapatkan atau mengubah keterampilan, sikap dan pengetahuannya . Mengajar bukan hanya proses penyampaian bahan ajar melainkan sebuah interaksi yang dibangun antara guru dengan siswa sehingga terjadi stimulus dan respons. Seorang guru yang mengajar dapat dikatakan bahwa ia sedang menransfer ilmu pengetahuan tersebut kepada peserta didiknya. Proses penyampaian tersebut tentu harus memperhatikan karakteristik dari peserta didiknya. Selain itu, guru juga bisa mengatur kelas dengan menggunakan metode tertentu yang mendukung peserta didik memahami materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca elegi di atas, elegi tersebut sangat menarik berisi tentang gambaran belajar mengajar dan akan berguna kelak kita menjadi seorang guru. Menjadi guru favorit dan guru yang baik tidaklah mudah. Banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Karena belajar itu adalah hak dari setiap peserta didik, maka menjadi seorang guru harus adil dan tidak pilih kasih. Menurut pengalaman saya, pembelajaran yang bermakna itu pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita termotivasi untuk belajar serta seorang guru harus memberi kesempatan kepada peserta didik agar selalu mempunyai rasa ingin tahu.
    Oleh karena itu Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat, motivasi, sikapnya, perilakunya, perbuatannya, etikanya, estetikanya,
    pengetahuannya, bacaannya, referensinya, keterampilannya, kemampuan menerapkannya serta pengalamannya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
    Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
    Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
    Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
    Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya"

    Aku pun setuju, saya pun setuju. Benar juga. Benar juga. Betul juga.
    Waw betapa guru saat ini harus bekerja keras, menata hati, pikiran, dan egoisentrisnya. Betapa guru saat ini harus berhenti menutup kesadarannya dengan keadaan saat ini. Sebenarnya (menurut saya) guru sudah tahu dan paham bahwa metode mengajar tradisional tidaklah dapat membelajarkan siswa secara optimal. Sebenarnya guru sadar bahwa murid bukan lagi sebagai gelas kosong, bukan? Permasalahannya adalah kemauan dan keterbukaan sang guru. Ayolah sama-sama kita belajar, pak, bu. RPP? Oiya ayo bikin RPP yang fleksibel. Oh yaya jangan lupa LKS nya, pak, bu. Mungkin murid bapak dan ibu 30 lebih atau bahkan lebih lebih. Meskipun agak mustahil ya pak, buk untuk memfasilitasi semua keunikan murid-murid bapak ibu. Tapi alangkah lebih indah jika dicoba dulu, pak bu. Dicoba memakai metode mengajar yang heterogen. Ayo pak, buk kita sama-sama.

    ReplyDelete
  10. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu siswa sebagai subjek belajar. Siswa diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh guru. Sehingga pengetahuan itu akan lebih lama ada di benak siswa karena siswa beraktivitas, bukan hanya mendengarkan.
    Selain itu, jika guru masih menggunakan metode ceramah layaknya mengisi wadah yang kosong berarti guru membatasi kreativitas siswa. Siswa berhak untuk belajar mandiri sehingga terbentuk karakter2 yang baik seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, saling menghargai pendapat teman saat diskusi dan lain-lain.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini sangat bermanfaat baik bagi pendidik maupun calon pendidik karena elegi ini memaparkan harapan-harapan siswa dalam pembelajaran mulai dari bagaimana sikap/respon pendidik terhadap siswa, pemahaman pendidik terhadap perbedaan karakteristik, bagaimana persiapan dan pelaksanaan proses belajar dan mengajar berlangsung hingga hal lainnya. Untuk saya pribadi elegi ini menjadi catatan khusus dan modal dalam memudahkan menjadi begawat menggapai kesempatan. Namun satu hal yang perlu kita ingat bahwa tidak mudah bagi seorang pendidik untuk mengabulkan permintaan siswa yang jumlahnya tak terhingga. Seiring dengan bertambahnya pengalaman akan menambah pula pemahaman guru terkait bagaimana menggapai belajar dan mengajar yang sesungguhnya. Sebenar-benarnya pendidik adalah pendidik yang memahami bahwa sebenar-benar ilmu bagi siswa-siswanya adalah niat, motivasi, etika dan estetikanya, pengetahuannya dan referensinya, keterampilannya, serta pengalaman-pengalamannya. Semoga kita mampu menjadi pendidik yang mampu mengembangkan ilmu siswa yang sebenarnya. Amin.

    ReplyDelete
  12. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Hal penting yang harus diketahui guru sebelum melaksanakan proses belajar dan mengajar adalah mengetahui hakekat belajar dan mengajar. Diantaranya ialah seperti yang telah diungkapkan di dalam elegi ini. Salah satu hakekat yang penting adalah dalam belajar dan mengajar, subyek yang belajar ialah siswa sehingga guru bukan mentransfer ilmu pengetahuan pada siswa, tetapi guru menjadi fasilitator bagi siswa dalam membangun pengetahuannya. Dengan demikian, guru harus kreatif dan mau mencari cara belajar dan mengajar yang sesuai dengan karakteristik siswa di kelas. Tidak ada satu cara belajar mengajar yang paling baik, yang paling baik ialah yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Maka penting pula bagi guru untuk selalu melakukan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tantangan perubahan zaman dan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  13. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Ilmu yang dipelajari oleh siswa adalah objek dan metodenya. Objek ilmu adalah pengertian, kesepakatan, lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat, ruang lingkup, kasus,dan contoh penerapannya. Sesangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis. Selain objek dan metode juga dibutuhkan kemampuan memecahkan masalah dengan tujuan untuk memecahakan kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat mengetahui kebermanfaatan dari matematika. Selanjutnya komunikasi juga dubutuhkan oleh sisa karena ilmu adalah komunikasi yang dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi siswanya. Hal lain juga mengenai ilmu adalah melalui pengetahun, keterampilan, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya membaca elegi ini dari dua sudut pandang. Yaitu sebagai murid dan sebagai guru. Pertama sudut pandang sebagai murid. Jika seorang murid ditanya oleh seorang guru tentang permintaan-permintaannya kepada sang guru, maka pastilah ia akan mengungkapkan seluruh isi hatinya. Saya yakin setiap murid pasti memiliki permintaan atau unek-unek di pikirannya mengenai pelaksanaan pembelajaran yang ia alami di sekolah. Betapa senangnya jka seorang murid diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hatinya di depan gurunya. Namun jika tidak ditanya oleh guru maka hampir mustahil murid mau mencurahkan isi hatinya pada guru. Pasti ada rasa ragu atau takut dimarahi oleh guru. Sebaliknya, siswa akan dengan senang hati menyampaikan perasaannya jika ia merasa nyaman dengan gurunya. Karena harapan terbesar setiap siswa adalah agar keinginan mereka dapat dipahami oleh guru mereka. Dan belajar yang efektif menurut siswa adalah jika mereka dapat leluasa mengembagkan pola pikir mereka dan berdiskusi dengan teman.
    Sudut pandang yang kedua adalah sebagai seorang guru. Guru yang seperti elegi di atas menurut saya adalah guru yang sangat baik karena mau mendengarkan bahkan memikirkan dan berusaha mengabulkan permintaan-permintaan dari si murid. Karena sangat jarang ada guru yang repot-repot memikirkan keinginan siswa. Sebagian besar guru sibuk mengejar target materi mengajar, sehingga mengajar dengan otoriter dan tergesa-gesa. Tentu saja pencapaian tersebut penting, tetapi sebagai guru juga harus ingat bahwa siswa juga memiliki hak untuk mengembangkan pola pikirnya. Bukan hanya disuapi materi sebanyak-banyaknya. Guru harus memperhatikan proses dalam belajar dan tidak hanya terpaut pada hasil. Guru yang bijak adalah guru yang mau membuka diri kepada muridnya sehingga murid merasa nyaman dengan gurunya. Jangan sampai membuat murid tidak menyukai pelajaran matematika hanya karena gurunya yang dianggap galak atau membosankan. Mari kita menjadi guru yang inovatif dan kreatif.

    ReplyDelete
  15. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar, dari elegi ini dapat diambil kesimpulan bahwasanya sebaik-baiknya seorang guru adalah guru yang berusaha memenuhi “kebutuhan” siswa-siswanya dan guru yang mau terus belajar meningkatkan kompetensinya agar dapat maksimal dalam membersamai siswa selama proses belajar mengajar. Sehingga tugas guru, tidak hanya selalu mengajar siswa-siswanya. Namun guru juga harus belajar untuk meningkatkan kompetensinya, agar mampu menjadi fasilitator dan motivator yang handal untuk siswa-siswanya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  16. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Terima kasih pak untuk tulisannya yang sangat menginspirasi bagi para calon pendidik agar dapat menjadi seorang pendidik yang baik, berkualitas, berintegritas, berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab. Sebagai pendidik, tugas kita bukan hanya sekedar menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik, kita juga harus memahami apa yang diperlukan oleh siswa dan menjadi fasilitator agar mereka dapat mengkonstruk pengetahuannya dengan menerapkan proses pembelajaran inovatif, kreatif, kontekstual, kooperatif, serta pembelajaran harus memberi kebebasan pada siswa untuk mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Dan yang terakhir, kita harus menjalankan segala tugas tersebut dengan tulus dan ikhlas agar selalu bisa memberikan yang terbaik bagi para peserta didik.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih Prof atas fasilitas yang diberikan kepada kami berupa blog dan juga terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengungkapkan gagasan kami masing-masing di blog ini sebagai sarana kami belajar.
    Selanjutnya saya akan mencoba berpendapat tentang elegi menggapai belajar dan mengajar. Di dalam kegiatan belajar dan mengajar selalu melibatkan guru dan siswa. Untuk menggapai belajar mengajar perlu adanya usaha-usaha dari guru agar dapat memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhannya. Agar guru dapat mengetahui apa yang diperlukan oleh siswa maka guru hendaknya mencari tahu tentang karateristik siswa masing-masing untuk dijadikan dasar dalam pembuatan instrumen dan segala sesuatu yang dibutuhkan pada kegiatan belajar dan mengajar. Selain itu, setelah saya membaca saya memperoleh berbagai informasi tentang cara memfasilitasi siswa dalam belajar dengan baik, yang dapat kami jadikan sebagai acuan dan kontrol ketika mengajar.

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi menggapai belajar mengajar. Pada elegi ini, memberi pelajaran untuk saya sebagai calon guru nantinya (Insya Allah), bahwa dalam proses belajar mengajar haruslah ada yang namanya saling mengerti. Saya sebagai calon seorang guru khususnya, alangkah lebih baik jika nantinya saya mengetahui apa yang diinginkan oleh murid saya, apa yang mereka harapkan dari proses pembelajaran, apa yang mereka inginkan dari cara mengajar saya. Ketika saya telah mengetahui apa yang diharapkan murid murid saya, maka saya sebagai guru harus mencoba menuruti yang murid inginkan dalam konteks baik, agar mereka dengan mudah memahami pembelajaran. Selain itu, dengan kita berbuat dengan apa yang diinginkan siswa maka siswa akan menjadi senang dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan menyenangkan.
    Selain itu, sesekali boleh kita berpikir memposisikan jika kita berada di posisi siswa ketika menghadapi pembelajaran dengan seorang guru yang seperti kita tentunya. Agar kita lebih memahami apa yang diinginkan siswa. Semoga nantinya saya dan teman teman sekalian mampu menjadi guru yang profesional dan berkualitas baik.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Elegi menggapai belajar dan mengajar. Seorang guru yang mengajar dengan baik akan selalu memperbaiki dan memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya dengan cara belajar dan terus belajar. Walaupun seorang guru sudah mengajar, tetap masih membutuhkan belajar, karena sejatinya belajar/mencari ilmu itu tidak akan pernah berhenti sampai kita meninggal. Menjadi seorang guru juga harus berpikir terbuka dan mau menerima permintaan dari muridnya, permintaan dalam artian untuk perbaikan sang guru menuju lebih baik. Dan yang jangan sampai ditinggalkan yaitu minta doa restu dari para dosen atau guru, orang tua, murid dll, untuk tugas yang akan kita kerjakan.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya menjadi semangat saat membaca ulasan ini. Tersirat dalam ulasan ini untuk dapat menghargai setiap pendapat orang lain dan penting untuk mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah memberikan ilmu kepada kita. Saat ini, saya tidak hanya ingin mengasah kemampuan saja namun ingin mengasah sikap, perilaku dan tata krama. Hal ini nantinya akan membawa pada jalan kesuksesan yang akan dicapai pada masa mendatang. Aamiin.

    ReplyDelete
  21. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Menjadi seorang guru bukan berarti kita harus berhenti belajar. Guru adalah pribadi yang harus terus belajar untuk memfasilitasi pembelajaran siswanya. Siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda,hal ini membuat guru harus selalu mencari cara-cara baru untuk dapat memfasilitasi tiap siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  22. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah

    Dalam elegi ini saya mengetahui bahwa pentingnya pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Kita tidak bisa memaksa namun rasa senang itu harus ditumbuhkan dari dalam diri siswa itu sendiri. Sebagai guru tugasnya memantik anak didiknya agar menyenangi pelajaran sehingga dalam pembelajarannya juga akan menimbulkan perasaan yang senang tanpa paksaan.

    ReplyDelete
  23. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini tidak hanya dalam juga dikatakan bahwa memecahkan persoalan adalah ilmu yang sebenarnya untuk murid. Hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan pemecahan masalah sehari-hari siswa. Melalui persoalan sehari0hari siswa dan dihubungkan pengalaman pribadi siswa maka akan tercipta pembelajaran yang bermakna bagi siswa karena siswa dapat menghubungkan prior knowledgenya dengan pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  24. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas membelajarkan kepada kita berkaitan dengan hakikat belajar dan mengajar. Sehingga digambarkan para pelakunya atau subjek-subjek pendidikan yaitu guru, murit, dan dosen. Ketika melihat subyek-subyek ini kita juga belajar tentang dimensi. Bahwa siswa sejatinya belajar, guru juga belajar dari dosen. Sehingga hikmah disini yaitu pertama berkaitan dengan hak siswa yang harus di lakukan oleh guru berkaitan dengan memfasilitasi siswa yang beragam dan unik yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang inovatisf yang meningkatkan rasa ingin tahu siswa, kemampuan pemecahan masalah dst. Sehingga disini guru aktif memfasilitasi serta siswa juga aktif mencari dan berkegiatan. Kemudian, guru juga tidak mandek sampai disitu, guru juga harus senantiasa meningkatkan kopetensinya belajar lagi kepda orang lebih paham, di elegi dicontohkan dengan berguru pada Dosen. Sehingga hikmah yang lain yaitu bahwa guru adalah siapa saja, belajar bisa kapan saja dan dimana saja.

    ReplyDelete
  25. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Belajar dan mengajar merupakan proses yang saling berkesinambungkan dan berharmoni secara terus menerus. Apa yang diminta oleh para murid begitu luar biasa karena dengan adanya permintaannya lah guru menjadi tahu apa kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Sehingga guru akan berusaha melaksanakan pembelajaran seperti yang diminta oleh para murid, tentunya dengan proses belajar juga dari para dosennya. Jangan mengira bahwa guru telah menguasai segala dan selukbeluk ilmu yang dibutuhkan murid, karena sebelum mengajar tentu harus belajar terlebih dahulu. Saya sangat mengapresiasi pada para guru yang tak henti-hentinya belajar dan membelajarkan, meminta di ajarkan dan juga mengajarkan. Itulah bentuk pengabdian mereka terhadap bangsa, tidak ada istilah mantan guru, karena sampai kapanpun beliau tetap berjasa memberi dan menyalurkan berbagai ilmu untuk kita.
    Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  26. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Belajar dan mengajar adakah kebutuhan dan tugas manusia. Jika zaman dahulu pembelajaran satu arah diman guru sebagai sumber belajar merupakan cara yang dinggap efektif, Namun di zama yang terus berkembang ini dan kehidupan dan tatanan sosial yang bersifat dinamis berubah pula cara pandang dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan elegi menggapai belajar dan mengajar bahwa memandang lebih luas tentang hakikat belajar dan mengajar guru sebagi fasilitator belajar bukan sebagai sumber belajar yang utama, Namun guru sebgai petunjuk bahwa segala yang ada dilingkungan merupakan sumber belajar yakni buku, pengalaman, lingkungan sekitar dan maish banyak lagi. Siswa dipandang sebagai subyek belajatr sehingga mereka harus aktif dan guru membantu dalam menggali potensi-potensi yang mereka miliki sehingga belajar dapat menjadi sebuat kegiatan yang menyenangkan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  27. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Mengajar adalah proses transfer of knowledge. Tentunya dalam proses ini, dibutuhkan metode-metode atau bermacam-macam strategi agar knowledge dapat tersampaikan dengan baik. Guru bukan lagi sebagai penceramah atau pembicara utama di depan kelas. Guru tidak lagi bersikap otoriter dan menentukan segalanya sendiri. Pembelajaran dengan kooperatif learning, diskusi, jigsaw, TGT, STAD, dan lain-lain sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran. Selain itu pendekatan kontekstual juga sangat cocok untuk diterapkan karena keterkaitannya antara materi dan kehidupan sehari-hari. Contohnya dalam pembelajaran matematika, matematika yang awalnya abstrak dibawa kedalam kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Konsep debit jika di bawa dalam kehidupan sehari-hari, siswa bisa menerapkan pada air keran yang mengalirkan air ke dalam suatu bak, dan kemudian siswa menghitung waktu sampai bak itu terpenuhi air. Selain itu konsep kecepatan, siswa dapat diajak membaca speedometer pada sepeda motor. Dan masih banyak lagi penerapan pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain itu, guru juga harus dapat melakukan penelitian. Penelitian yang ia lakukan tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, melainkan untuk guru-guru yang lain juga. Mereka dapat menerapkan metode-metode pembelajaran terbaru dan mengetahui seberapa efektifnya dalam pembelajaran di kelas. Untuk itu guru juga perlu memahami prosedur atau langkah-langkah penelitian. Guru juga dapat menjalin kerjasama dengan para dosen untuk melakukan penelitian tersebut.

    ReplyDelete