Mar 8, 2011

Elegi Seorang Guru Menggapai Terang




Oleh: Marsigit

Guru menggapai terang mulai kelelahan:

Aku mulai lelah dan kelihatannya mulai mengalami krisis. Karena selama ini waktuku kuhabiskan hanya untuk berdiskusi. Aku mulai merasakan adanya jarak antara hatiku dan pikiranku. Apakah terlalu banyak berpikir itu baik jadinya? Apakah terlalu banyak bertanya baik pula jadinya? Apakah terlalu banyak berkata juga baik jadinya? Apa terlalau banyak membaca baik jadinya? Yang jelas aku mulai merasakan kelelahan dalam diriku.

Apalagi setelah membaca Elegi-elegi nya Pak Marsigit. Sungguh itu semua melelahkan pikiranku. Mengapa musti aku punya kesempatan harus membaca elegi-elegi itu. Bukankah tidak membacanya sebetulnya mungkin tidak apa-apa? Tetapi apakah saya harus menyesali semua kejadian yang pernah aku alami. Bukankah segala apa yang telah terjadi pada diriku itulah takdir Nya. Dan itu aku harus berima kepada Nya. Tetapi aku merasakan bahwa segala macam kelelahanku berpikir, mengapa selalu saja berakhir pada keraguan. Dan keraguanku semuanya selalu berakhir pada pertanyaan. Jangankan sydah bertanya. Baru berniat bertanya saja maka bayangan si Orang Tua Berambut Putih itu datang kembali. Sungguh membosankan. Tetapi bukankah hakekat orang tua berambut putih itu adalah ilmuku? Kalau begitu maka pantaslah jika aku bosan terhadap ilmuku? Aku teringat titah orang tua itu, bahwa ilmuku adalah hidupku. Maka jika aku bosan terhadap ilmuku maka berarti aku bosan terhadap hidupku. Astaghfirullah Al Adzimu, Ya Allah ampunilah segala dosa dan khilafku. Tidaklah aku bermaksud bahwa kelelahan ku berakhir dengan kematianku. Nau dzubillah mindzalik. Tetapi mengapa ya Tuhan, kelelahan badan sembuh oleh tidurku tetapi aku sekarang sedang mengalami kelelahan pikir. Kemudian bagaimanakah solusinya?
Orang tua berambut putih datang:
Aku bersyukur bahwa engkau masih sudi memanggilku.
Guru menggapai terang:
Oh iya, apakah aku tadi telah bertanya? Ya ampun bahkan kalimatku yang terakhir ini pun tanda bahwa aku telah bertanya. Sesuai janjinya, orang tua itu akan selalu datang ketika aku bertanya. Salam guruku. Ketahuilah setelah membaca banyak elegi, bertanya, berpikir maka aku mulai kelelahan dam pikiranku. Bagaimana solusinya wahai guruku.
Orang tua berambut putih:
Salam juga. Satu-satunya solusi bagi kelelahan dalam pikiranmu adalah “hati” mu. Hatimu itulah pembuat sejuk piiranmu. Padahal engkau tahu bahwa hatimu itulah doa mu. Maka selalu sempatkanlah berdoa, mohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaanmu, termasuk jikalau engkau sedang berpikir sekalipun.
Guru menggapai terang:
Aneh kedengarannya guru. Bukankah guru pernah mengatakan bahwa ketika aku tidak mampu lagi bertanya maka hilanglah dirimu itu. Artinya aku tidak bisa lagi berpikir. Jadi, bagaimana pula aku berdoa sambil berpikir.
Orang tua berambut putih:
Jangankan sambil berpikir. Sambil tidur saja sebenar-benar umat haruslah mampu mengingat Tuhan Nya.
Guru menggapai terang:
Aku tidak paham guru. Dan aku merasa tidak mampu untuk itu.
Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar metode. Agar engkau memperoleh terang maka kembangkan dan gunakan metode sesuai dengan peruntukannya. Kelelahan dalam pikiranmu pertanda belum terang dalam hatimu. Dan gelapnya hatimu dapat menyebabkan kacaunya pikiranmu. Kelelahan pikiranmu adalah tanda kacaunya pikiranmu.
Guru menggapai terang:
Terus bagaimana dengan berpikir sambil berdoa guru?
Orang tua berambut putih:
Berdoa dalam berpikir adalah tentu lain dengan berpikir dalam doa. Berdoa dalam berpikir adalah doa itu sebagai landasan pikiranmu. Jadi sejauh-jauh pikiranmu mengembara maka itu harus engkau kendalikan dengan doamu. Sedangkan berpikir dalam doa tidak lain tidak bukan adalah bahwa hatimu itulah sebenar-benar pikiranmu. Jadi berpikir dalam pikiran dan berpikir dalam hati sebenar-benarnya adalah dua hal yang berbeda. Maka itulah sebenar-benar metode.
Guru menggapai terang:
Bagaimanakah metodenya untuk berpikir dalam hati.
Orang tua berambut putih:
Berbagai macam cara dapat engkau gunakan. Itulah sebenar-benar tuntunan. Maka lihat dan bukalah kembali tuntunan yang selama ini kau yakini. Itulah sebenar-benar tuntunan para Nabi dan Rosul.
Guru menggapai terang:
Kemudian, bagaimanakah metode berpikir itu?
Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar semua yang pernah dan sedang kita bicarakan.
Guru menggapai terang:
Apa maksud guru?
Orang tua berambut putih:
Semua elegi yang ditulis oleh Marsigit, itulah sebenar-benar metode berpikir. Maksudku, jika semua elegi kita jadikan satu pun, maka bisa aku beri judul metode berpikir. Itu pulalah yang telah membuatmu merasa lelah.
Guru menggapai terang:
Dengan sekian dialog, dengan sekian pertanyaan, dengan sekian contoh dan elegi, ternyata aku merasa banyak hal belum aku ketahui, wahai guruku. Apakah keadaanku yang demikian dapat dikatakan bahwa aku masih dalam kegelapan.
Orang tua berambut putih:
Baiklah cobalah ambil contoh manakah hal-hal yang engkau rasakan belum paham.
Guru menggapai terang:
Apakah yang dimaksud dengan bilangan, guru?
Orang tua berambut putih:
Saya waspada dan tidak begitu yakin dengan pertanyaan mu. Mengapa orang dewasa seperti engkau masih bertanya arti bilangan. Bukankah semua murid-murid SD sudah bisa memahaminya apa itu bilangan.
Guru menggapai terang:
Maksud saya apakah hakekat bilangan, guru?
Orang tua berambut putih:
Oh itulah pertanyaanmu. Itu memang pertanyaan seorang dewasa. Itu bagus, karena sebagai seorang guru semestinya engkau sudah bisa berpikir dewasa. Sebelum aku menjelaskan apa hakekat bilangan, maka aku akan mengajukan pertanyaan terlebih dulu kepadamu. Menurutmu, bilangan ada di mana?
Guru menggapai terang:
Kenapa guru bertanya begitu mudahnya. Bukankah kita tahu bahwa bilangan ada di mana-mana. Di jalan-jalan, di pasar, di toko-toko, itu semua tempatnya bilangan, guru.
Orang tua berambut putih:
Pertanyaanku yang lebih spesifik. Bilangan itu ada di dalam pikiranmu atau di luar pikranmu?
Guru menggapai terang:
Bilangan ada di dalam pikiranku dan juga ada di luar pikiranku, guru.
Orang tua berambut putih:
Sebutlah bilangan “lima”. Bilangan lima yang ada di dalam pikiranmu apakah sama dengan bilangan lima yang ada di luar pikiranmu?
Guru menggapai terang:
Aku ragu-ragu guru.
Orang tua berambut putih:
Baik, lihatlah bilangan lima yang aku tulis di kertas ini. Lihatlah. Setelah itu, kertas ini saya ambil dan saya lempar ke tempat sampah. Masihkah engkau bisa memikirkan bailangan lima tadi?
Guru menggapai terang:
Masih guru. Aku masih ingat betul bilangan lima yang engkau tulis itu.
Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat bilangan. Bilangan yang engkau lihat, dialah bilangan yang ada di luar pikiranmu, sedangkan bilangan yang engkau ingat, itulah sebenar-benar bilangan yang ada dalam pikiranmu. Jadi apakah engkau sudah bisa membedakannya?
Guru menggapai terang:
Baik guru aku sudah bisa membedakannya.
Orang tua berambut putih:
Setelah engkau tahu bedanya, tahap berikutnya adalah mampukah kamu menyebut ciri-cirinya?
Guru menggapai terang:
oh..oh belum bisa guru
Orang tua berambut putih:
Bukankah engkau menyadari bahwa bilangan yang ada dalam pikiranmu itulah sebenar-benar bilangan yang abadi. Lima dalam pikiranmu itulah bersifat tetap. Dia tidak berwarna. Dia tidak berbau. Dia tidak mengalami cacat sedikitpun. Dia itu sempurna, paling tidak sempurna dalam pikiranmu. Sedangkan lima dalam kertas yang telah aku campakkan, dialah berwarna hitam. Dialah bersifat rusak. Dialah berpenampilan tidak baik. Dialah bersifat hilang dari pandanganmu.
Guru menggapai terang:
Oh guru aku mulai mendapat terang darimu. Dapatkan aku menggunakan cara yang sama untuk memikirkan selain bilangan, misalnya kubus, misalnya batu, misalnya uang, misalnya buku, misalnya ...dst benda-benda.
Orang tua berambut putih:
Pertanyaanmu sudah terjawab sebelum engkau selesai bertanya. Namun ketahuilah bahwa aku masih meragukan klaimmu akan perasaan terangmu dalam pikiranmu. Karena yang aku diskusikan denganmu hanyalah satu dari seribu sifat-sifat obyek pikiran.
Guru menggapai terang:
Mohon guru berikan apa pula sifat-sifat obyek yang lain?
Orang tua berambut putih:
Aku bisa bertanya kepadamu. Bilangan lima yang ada dalam pikiranmu itu ada berapa. Satu, dua, tiga atau banyak? Bilangan lima yang berada di luar pikiranmu itu ada berapa, satu, dua, tiga atau banyak? Jika engkau pikir bilangan lima berada dalam pikiranmu, maka bagaimanakah engkau bisa meyakinkan kepada orang lain bahwa dia sedang berada bear-benar di dalam pikiranmu. Tetapi jika engkau berpendapat bahwa bilangan lima berada di luar pikiranmu, maka bagaimana anda bisa percaya kepada sesuatu hal yang mempunyai sifat tidak sempurna?.
Guru menggapai terang:
Kenapa pikiranku menjadi gelap lagi guru?
Orang tua berambut putih:
Apakah engkau sedang bicara tentang sukar dan mudahnya berpikir? Apakah engkau sedang mendifinisikan bahwa sukar adalah gelap dan terang adalah mudah? Lalu bagaimana dengan terangnya hatimu dan gelapnya hatimu?
Guru menggapai terang:
Sekarang aku merasa terang setidaknya untuk melihat yang gelap. Walaupun aku merasakan bahwa terang sedikit yang aku dapatkan ternyata menyebabkan aku bisa melihat gelapku yang lebih banyak lagi dan berlipat-lipat jumlahnya. tetapi yang jelas aku sekarang sudah sembuh dari rasa lelahku. Karena selama aku mendengarkan titahmu aku selalu melantunkan doa-doaku.
Orang tua berambut putih:
Aku terharu mendengar penuturanmu. Mengapa aku terharu, karena selama aku memberikan titah-titahku kepadamu aku juga selalu melantunkan doa-doaku. Aku mendapat titipan dari Pak Marsigit, untuk sementara memberimu kesempatan merenung, memikirkan, serta mengimplementasikan. Di samping itu, tidak lah baik kiranya melebih-lebihkan sesuatu, karena Tuhan tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan. Sampai di sini dulu Elegi Guru. Selamat berjuang semoga berhasil. Amin.

79 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas_D 2016

    Hidup di dunia ini selalu berpasangan, ada siang, ada malam, ada bahagia, ada sengsara, pasti semuanya selalu berpasangan. Ketika kita lelah dalam berpikir, maka yakinlah di balik kelelahan itu pasti ada kebahagian yang menanti kita. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya “ dibalik kesusahan itu ada kemudahan” dan jangan sampai berputus asa dalam dunia ini. Jika kita lelah berpikir, maka istirahatlah, berwuduk dan laksakan shalat sunat niscaya kelelahan kita dalam berpikir akan terobati, karena kelelahan dalam berpikir adanya diotak kita, maka dengan berwuduk kepala kita yang panas akan didinginkan dengan air wuduk, kemudian shalat, ketahuilah bahwa ketika kita sujud maka darah akan mengalir keotak yang membuat otak kita kembali segar. Sesungguhnya kalau kita mengikuti Islan dengan kaffah maka kita akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Seorang guru jika berada di depan kelas adalah pendidik yang fokus untuk membuat siswanya belajar dengan cara mengkonstruk ilmunya sendiri dengan harapan akan mengubah perilaku dan pemikiran siswa menjadi lebih baik. Mau apa pun masalah guru siswa tidak harus tahu itu. Siswa hanya perlu mengetahui guru membawa penerangan bagi mereka. Dengan catatan guru tersebut harus memiliki sifat, pikiran dan hati yang jernih. Semoga kita semua dapat menjadi guru yang dapat menerangi siswa – siswa di masa depan.

    ReplyDelete
  3. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam berpikir, belajar, tentunya semua orang pernah merasakan berada di titik jenuhnya, di titik paling rendahnya. Sehingga perlu bagi kita untuk mensinkronkan hati dan pikiran. Niatkan di dalam hati bahwa belajar ini adalah salah satu wujud ibadah kepada Allah. Karena dengan begitu, rasa lelah yang dirasakan akan dihitung sebagai ibadah. Selain itu pikiran perlu dijernihkan dan difokuskan, agar dapat dengan mudah memperoleh ilmu pengetahuan baru, dan juga dapat melihat hal baru lagi melalui sudut pandang yang baru pula.

    ReplyDelete
  4. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sekiranya sebagai manusia mempunyai leleh, begitu pula seorang guru. Namun, tak patalah sebagai manusia untuk lelah dalam berpikir karan akan hanya mitoslah dia. Memang ada saanya kita tidak berpikir yaitu pada saat bertemu sang Illahi. Ada pula kata-kata yang menarik, jika gelap itu sukar, maka terang itu mudah. Itu makna yang sangat dangkal bagi saya. Karena memang tidaklah baik melebihkan sesuatu baik yang sukar maupun yng mudah karena akan membatasimu akan pengetahuan yang akan didapati. Lebih baik Ikhlas dan selalu ikhtiar dan awakal dama menjalani segala aktifitas.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Kelelahan dalam pikiranmu pertanda belum terang dalam hatimu. Dan gelapnya hatimu dapat menyebabkan kacaunya pikiranmu. Kelelahan pikiranmu adalah tanda kacaunya pikiranmu”. Kelelahan dalam pikiran ini merupakan masalah yang sering kita alami. Oleh Karena itu, solusi bagi kelelahan dalam pikiranmu adalah hatimu. Hatimu adalah doamu yang mampu membuat sejuk pikiranmu. Maka selalu sempatkanlah berdoa, memohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaanmu.

    ReplyDelete
  6. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hati merupakan salah satu petunjuk untuk dapat menggapai terang. Selain dengan hati juga dengan pikiran. Maka akan baik jika hati selaras dengan pikiran. Hati menuntun untuk melakukan hal yang akan dilakukan. Maka mohon rahmat dari Tuhan diperlukan untuk menjaga agar hati senantiasa jernih, pikiran bersih, dan akhirnya tingkah laku menjadi baik. Semoga ke depannya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan senantiasa memohon rahmat dari Tuhan dalam menjalani hidup dan dalam mengambil keputusan – keputusan dalam hidup.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Terang adalah tujuan setiap manusia dalam hidup, untuk menggapai terang tidak mudah kita dapatkan karena memerlukan keselarasan antara hati dan pikiran, memrlukan perjuangan untuk menggapai terang maka kita harus menghindari kegelapan dalam hati sementara kegelapan hati menandakan bahwa pikiran kacau. Belajar, berpikir, bertanya, berdoa adalah suatu pelajaran yang akan membuat kita berpikir maju dan berkembang dengan pikiran jernih dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Guru bagaikan penerang bagi siswa-siswanya. Jika siswa berada dalam ekgelapan akan tidak tahunya ilmu maka tugas guru disini adalah memberikan penerangan kepada siswa agar siswa tidak merasa gelap akan ilmu yang sedang mereka pelajari.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    ikhlas merupakan salah satu cara agar kita dapat menjalani kehidupan yang ada. Dalam hidup pastinya ada masa kita mengalami kegelapan, maksudnya kita sudah benar-benar tidak dapat memikirkan sesuatu, sehingga untuk melakukan apa pun terasa berat dan susah. Selanjutnya untuk menunjang profesi guna guna menghasilkan hasil yang baik maka guru juga harus profesional. Untuk menjadi guru yang profesional maka tentulah tidak mudah semudah membalikkan telapak tangan, butuh pembelajaran dan latihan terus menerus, pengalaman yang memadai serta ilmu yang mendalam. Namun, seiring waktu ada kalanya seorang guru sampai pada titik jenuh dalam hidupnya dalam mengajar, hal ini terjadi terkadang karena materi ajar, metode pembelajaran, suasana di kelas dan sebagainya maka dari itu diperlukan kreatifitas dalam setiap pertemuan agar tidak merasa bosan karena jika kita menggunakan metode yang monoton saja di tiap kelas serta di setiap bahan ajar maka yakin dan percaya hal ini akan sangat membosankan.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi elegi yang sekian banyak ada kalanya kita akan merasa lelah pikir, bosan, jenuh. Namun untuk mengatasi lelah pikir kita dapat mendinginkan pikiran kita dengan hati. Hati hakikatnya adalah doa doamu. Doa doa adalah cara kita mengingat Allah. jadi untuk mengatasi lelah pikir banyak banyaklah berdoa dan mengingat Allah. Salah satunya dengan cara berdzikir kepada Allah.

    ReplyDelete
  11. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika pikiran merasa bingung, maka hati adalah solusinya. Ya begitulah kehidupan, apa saja yang terjadi di dunia ini ketika kita merasakan kesulitan, kebingungan, maka salah satu solusinya adalah berpikir dengan hati, berdoa kepada Tuhan YME, meminta petunjuk-Nya serta tak lupa memohon ampun kepada Tuhan YME

    ReplyDelete
  12. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya dapatkan dari elegi di atas adalah jangan melebih – lebihkan sesuatu. Karena semua itu tidak disukai oleh Tuhan YME. Sebagai seorang manusia selau senantiasa mengingat Tuhan YME.

    ReplyDelete
  13. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seorang guru menggapai terang dapat diartikan sebagai guru adalah sosok yang berperan membawa lentera untuk siswa siswa nya. Guru lah yang membawa harapan akan cerah atau tidaknya masa depan mereka. Guru diharapkan tidak hanya menekankan pada satu disiplin ilmu untuk di share kepada muridnya, melainkan bisa dikembangkan akan bekal-bekal yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  14. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Lentera disini bukanlah sebuah lampu yang terbelenggu di dalam seonggok kaca disekelilingnya. Lentera disini merupakan sumber cahaya tak terbatas, tak bersyarat, serta tak terbatas oleh waktu. Keihklasan untuk senantiasa menemani siswa-siswinya melawan kegelapan.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ketika guru mengalami kelelahan maka hanya hati yang dapat menyembuhkannya. Hati yang mampu berkomunikasi dengan Allah SWT untuk meminta ampunan dan mengingat Allah SWT dalam keadaan seperti apapun. Setelah saya banyak membaca elegi yang bapak buat, saya merasa lebih terang karena kita dapat belajar banyak al melalui elegi-elegi mulai dari diri kita, kehidupan kita, pendapat para filsuf dan yang apling penting elegi mengajarkan kita bagaimana mendekatkan hati dan dirikita kepada Allah SWT. Terimakasih bapak atas semuanya.

    ReplyDelete
  16. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B

    "Sekarang aku merasa terang setidaknya untuk melihat yang gelap. Walaupun aku merasakan bahwa terang sedikit yang aku dapatkan ternyata menyebabkan aku bisa melihat gelapku yang lebih banyak lagi dan berlipat-lipat jumlahnya". Jika saya diperkenankan untuk ikut berpikir dan berpendapat, apakah salah jika saya mengartikan kutipan tersebut bahwa mencari ilmu tidak akan ada habisnya. Tidak ada ilmu yang sifatnya final, begitu bukan? Ketika kita merasa terjelaskan oleh satu pokok bahasan, maka keadaan "jelas/paham" dalam diri kita membawa kita untuk memahami bahwa terdapat banyak topik bahasan yang belum kita ketahui. Terlalu tinggi hati rupanya, terlalu sombong diri ini, dengan seenaknya menyimpulkan dan mengartikan. Rupanya masih banyak sisi gelap yang harus ku ubah. Bismillah, dengan doa.

    ReplyDelete
  17. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kelelahan dan kejenuhan akibat aktifitas yang rutin dan monoton adalah hal yang wajar. Rutinitas yang padat serta banyak sekali kegiatan yang berkaitan dengan kerja dan belajar telah menjadikan manusia merasa jenuh dengan kehidupannya. Memang itu salah satu sifat manusia yang sering kali mengeluh, ketika merea menganggur mereka mengeluh, sibuk mengeluh, hingga sampai pada tahap kejenuhan. Jenuh dalam hidup memiliki arti bahwa seseorang tidak nyaman dan selalu merasa gelisah dengan kualitas hidup yang mereka miliki. Untuk mengatasi hal tersebut maka hal yang perlu dilakukan adalah berdoa kepada Allah SWT dan senantiasa introspeksi diri dengan segala kesalahan yang pernah diperbuat. Kemudian cobalah untuk membuka diri, memperbanyak teman dan datanglah ke tempat-tempat yang tenang namun menyenangkan

    ReplyDelete
  18. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Subhanallah, sungguh sangat luar biasa sesuatu yang diawali dengan doa. Setiap saat akan lekat dalam pikiran individu. Saya juga sependapat bahwa hati mampu melihat segala sesuatu. Contohnya, saat seseorang memejamkan mata ia tidak dapat melihat apa yang ada di depannya namun ia dapat melihat dengan hati serta dapat membayangkan apa saja, tidak terlepas hanya pada tempat di mana ia sedang berada. Jika individu tidak tahan dengan lelahnya belajar maka ia akan terperangkap dalam belenggu kebodohan. Satu hal penting yang dapat menjadi pegangan diri saya setelah membaca ulasan ini, yaitu "setiap yang kita sampaikan kepada orang lain maka sedarinya diri kita sendiri yang terlebih dahulu melakukan hal tersebut". Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Marsigit yang selalu memberikan ulasan terkait value yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setelah membaca elegi seorang guru menggapai terang ini saya mendapatkan jawaban yang tak pernah saya ketahui sama sekali jawabannya. Yaitu jawaban atas pertanyaan “kenapa saya lelah dalam berfikir?”. Ternyata jawabanya adalah sebenar-benar metode menggapai terang ialah berdoa dalam berfikir. Hal yang tak pernah ditinggalkan setelah selesai melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu yaitu berdoa, tetapi ketika berfikir terkadang tidak dilandasi dengan doa yang pada akhirnya menyebabkan kegelapan hati dan kacaunya fikiran.
    Astagfirullah, maafkan hamba atas kebosanan dan ketidak bersyukuran hamba atas ilmu yang Engkau berikan kepada hamba selama ini. Semoga Engkau mengampuni dosa-dosa hamba dan menerangkan hati & fikiran hamba, amin ya rabbal alamin.

    ReplyDelete
  20. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca ‘Elegi Seorang Guru Menggapai Terang’ bahwa hati dan pikiran harus selalu dijaga. Maka sempatkanlah berdoa, mohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaanmu.
    Seorang guru harus melakukan inovasi dan pengembangan-pengembangan untuk memperdalam ilmunya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Ada senang dan susahnya menjadi seorang guru. Senang karena dapat berbagi ilmu, dapat bersedekah ilmu, berkenalan dengan orang-orang baru, dan lain sebagainya. Tetapi disisi lain, ada tugas dan tanggung jawab yang besar menjadi seorang guru. Selain guru itu harus mampu menguasai materi, guru harus mengonsep pembelajaran, guru harus memahami karakter siswa yang berbeda-beda agar proses pembelajaran dapat menjadi maksimal. Dan selain itu guru harus melakukan evaluasi serta harus menyiapkan RPP untuk pembelajaran esok hari. Oleh karena itu, akan muncul kelelahan, kebosanan. Tetapi dengan melihat siswa-siswa dapat belajar dengan ceria, bersemangat, senang, akan membuka pintu ruangan yang gelap itu menjadi terang.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Ilmu adalah hati seseorang apabila seseorang berhenti untuk mencari imu, maka orang tersebt dapat dikatakan mati. Oleh karena itu tidak ada kata berhenti untuk mencari ilmu, yang ada adalah kita baru menggapai sedikit ilmu dari sekian triliuanan ilmu di dunia ini. Dalam mencari ilmu seseorang dapat memperolehnya dari mana saja, ada dari buku, guru, teman, bahkan lingkungan. Semangat pendidikan sepanjang hayat mengajarkan kita bahwa dalam mencari ilmu tidak hanya berhentisaat kita telah menyelesaikan pendidikan. Tetapi kewajiban kita dalam mencari ilmu harusnya membuat kita semangat untuk menggapai terang agar tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Meskipun guru harus terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuannya, guru juga harus menggunakan hatinya. Aktivitas berpikir bukan berarti dengan tanpa melibatkan hati. Berpikir hendaknya disertai dengan doa agar pikiran kita tidak terlalu mengembara jauh sampai melupakan spiritual. Keadaan pikiran yang kacau dan hati yang kacau merupakan keadaan gelap. Maka agar pikiran dan hatinya menjadi terang guru harus banyak-banyak berdoa selama berpikir. Namun, disamping itu guru juga harus menyempatkan diri untuk berhenti berpikir, merefleksi, dan merenung. Gunakan hati dengan mengistirahatkan pikiran untuk beribadah dengan khusyuk serta memohon ridho dan ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    "Habis Gelap Terbitlah Terang" adalah salah satu karya fenomenal dari pejuang perempuan Indonesia yakni R.A Kartini. Buku tersebut tentu menggambarkan bagaimana harapan seorang Kartini dan perempuan-perempuan Indonesia khususnya agar keluar dari kegelapan (kebodohan) menuju kepada cahaya (ilmu dan kecerdasan). Karena kegelapan sungguh akan membawa seorang manusia kepada ketidaktahuan akan apapun. Kegelapan akan menjauhkan manusia dari Tuhan-Nya dan manusia lainnya. Oleh karena itu, hendaknya kita sebagai hamba-Nya terus berjalan menuju kepada cahaya. Berupa apakah cahaya itu? berupa ilmu. Ya, gapailah ilmu dimanapun berada. Ilmulah yang akan mengantarkanmu kepada cahaya atau terang. Tetapi dalam menggapai ilmu jangan lupa untuk selalu berdoa kepadaNya-Nya agar ilmu tersebut benar-benar membawamu kepada cahaya.

    ReplyDelete
  25. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Satu kalimat yang paling menarik di sini adalah ‘ilmuku adalah hidupku. Maka jika aku bosan terhadap ilmuku maka berarti aku bosan terhadap hidupku’ Ini adalah pengingat kita untuk tidak mudah bosan dan lelah dalam menuntut ilmu. Ketika berada dalam keadaan bosan artinya hati kita sedang diselimuti oleh kegelapan. Maka hendaklah jikala bosan datang, bersihkan hati dengan bersyukur dan selalu mengingat Tuhan SWT dalam keadaan apapun. Dengan selalu melantunkan doa kepada-Nya kita mampu menggapai terang.

    ReplyDelete
  26. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Manusia adalah makhluk yang dianugrahi akal pikiran oleh Allah. Manusia perlu bersyukur dan menggunakan akal pikiran dengan sebaik-baiknya yaitu untuk menuntut ilmu dan berpikir. Dengan berpikir, kita akan memperoleh banyak pengetahuan baik melalui sumber belajar maupun pengalaman langsung.
    Namun perlu diingat, tidak semua hal itu harus mendahulukan pikiran. Kita memiliki penyeimbang yaitu hati. Hati sebagai penyeimbang pikiran ketika pikiran mulai menuju hal yang tidak baik. Jika manusia memiliki hati dan pikiran yang baik dan jernih maka manusia akan memiliki nilai spiritual yang baik.

    ReplyDelete
  27. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sebagai seorang guru pasti pernah mengalami lelah dan bosan dalam mengajar, lelah dan bosan untuk berinovasi, lelah dan bosan untuk menjadi kreatif, lelah dan bosan untuk memperkaya ilmu, lelah dan bosan untuk meningkatkan kemampuan, lelah dan bosan dengan ilmunya. Tetapi jika seseorang lelah dan bosan dengan ilmunya, maka ia lelah dan bosan pada dirinya sendiri. Karena ilmunya adalah dirinya sendiri. Sesungguhnya kelelahan tersebut berada di dalam pikiran kita. Kelelahan dan kebosanan di dalam pikiran tersebut memiliki solusi yaitu “hati”. Hati kita itulahpembuat sejuk pikiran kita. padahal hati adalah doa. Maka selalu sempatlah kita berdoa, memohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaan kita, termasuk jika kita sedang berpikir.
    Agar kita memperoleh terang maka kita harus selalu mengingat-ingat tuhan kapanpun itu. Dengan menggunakan dan mengembangkan metode sesuai dengan peruntukannya. Kelelahan dalam pikiran kita pertanda belum terang dalam hati kita. dan gelapnya hati kita dapat menyebabkan kacaunya pikiran kita. kelelahan pikiran kita adalah tanda kacaunya pikiran kita. oleh karena itu marilah kita berdoa dalam berpikir. Berdoa dalam berpikir adalah doa itu sebagai landasan pikiran kita. jadi sejauh-jauh pikiran kita mengembara maka itu harus kita kendalikan dnegan doa kita.

    ReplyDelete
  28. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai seorang manusia pastilah pikiran kita adakalanya lelah dengan berbagai tugas, pekerjaan, dan hal-hal lainnya. Maka kita harus menyadari bahwa lelahnya piliran itu karena kacaunya hati. Kacaunya hati karena kurangnya doa kita kepada Allah SWT. Karena itulah dalam setiap detik kita harus selalu mengingatnya. Karena itulah setiap hal yang kita lakukan harus karena Nya, termasuk dalam belajar dan mencari ilmu agar kita selalu mengingat Nya, agar Allah menunjukkan kita mana jalan yang terang dan mana jalan yang gelap.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sesungguhnya gelap dan terang itu relatif. Semua tergantung bagaimana hati dan pikiran kita dalam memaknainya. Sebagai seorang guru, pastilah kita akan banyak menemui persimpangan-persimpangan jalan untuk menuju suatu kegelapan maupun suatu yang terang. Itulah dimana kita dituntut untuk lebih memaknai untuk lebih berpikir kembali dan merefleksikan apa yang telah kita pelajari. Jangan melupakan faktor doa sebagai senjata kita untuk mengadu kepada Allah SWT, mendapatkan cahaya dari Allah karena sebenar-benar Rahmat dan Hidayat hanya atas izin Allah.

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Seorang Guru Menggapai Terang. Setelah membaca elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwasanya kelelahan fisik dapat diobati dengan tidur, sedangkan kelelahan pikir dapat diobati hanya dengan doa berserah diri kepada Allah swt. Sebagai manusia, wajar jika mengalami kejenuhan dan kelelahan dalam hidup. Begitupula seorang guru, wajar jika merasa jenuh dengan aktifitas belajar dan mengajar. Namun jangan sampai kejenuhan terus membelengu dan membuat kita lalai akan tugas yang kita emban. Terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Dalam kehidupan, ada kalanya seseorang merasa kelelahan, baik kelelahan fisik maupun emosional. Ketika kita kelelahan secara fisik, kita dapat menyembuhkannya dengan beristirahat. Namun, ketika kita mengalami kelelahan emosional, istirahat saja tidak cukup, kita perlu menjernihkan pikiran dengan berdoa dan refleksi diri agar hati dan pikiran menjadi bersih dan terang. Saat kita melakukan suatu kegiatan, hendaknya selalu kita iringi dengan doa dalam berpikir, karena doa itu merupakan landasan pikiran kita. Doa merupakan kekuatan fisik dan spiritual kita.

    ReplyDelete
  32. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi seorang guru menggapai terang ini, menjelaskan bahwa hakekatnya kita harus berfikir dalam hati. Bukan berfikir dalam fikir. Ketika kita sebagai seorang guru nanti khususnya ketika kita telah mulai lelah, maka ingatlah dalam doa. Sebenarnya apapun yang kita lakukan haruslah didasarkan atas doa kepada-Nya. Satu-satunya solusi bagi kelelahan dalam pikiran adalah “hati”. Hati itulah pembuat sejuk piiran kita. Padahal kita tahu bahwa hati kita itulah doa mu. Maka selalu sempatkanlah berdoa, mohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaan kita, termasuk jikalau kita sedang berpikir sekalipun. Terimakasih pak postingannya.
    Semoga kita semua dapat mengatasi segala kelelalahan kita nantinya.

    ReplyDelete
  33. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Elegi menggapai terang artinya menggapai hati yang terang. Namun mencapai hal tersebut pasti adanya hambatan, salah satunya adalah kelelahan dalam pikiran. Jika kelelahan dalam pikiran maka berakibat bahwa beleum terangnya hati. Untuk menggapi terang yaitu dengan berdoa. Berdoa kepada Allah SWT semata-mata mengharapkan ridha dari-Nya, serta menjadikan Al-Quran dan sunah Rasulullah sebagai tuntunan dalam hidup. Dalam rangka menggapai terang, maka sudah sepatutnya guru bisa menjelaskan setiap objek pikir yang ada di dalam maupun luar pikiran siswa. Misalnya mata pelajaran matematika, karena matematika yang bersifat abstrak cenderung akan sulit dipahami oleh siswa jika tidak berbentuk kongkret.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ternyata penyembuh lelah pikir adalah hati. Dalam menggapai terang guru hendaknya menggunakan pikiran dan hati. Ilmu harus selalu dicari dan digapai selain itu juga hendaknya diiringi dengan doa. Berdoa di dalam pikiran dan berpikir di dalam doa. Dalam menggapai ilmu hendaknya dilandasi dengan hati, serta berpikir menggunakan hati, keduanya adalah hal yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan ini. Agar dapat menggapai terang.

    ReplyDelete
  35. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya belajar dan mengambil hikmah berkaitan dengan seseorang yang menggapai terang. Artinya atau analoginya seseorang yang senantiasa mencari kebenaran terus menerus. Mencarinya yaitu dengan bertanya, diskusi, membaca, merefleksi dan dengan doa. Beliau Bapak Marsigit selalu mengingatkan akan pentingnya keselarasan pikiran dan hati. Ikhlasnya pikiran dan hati. Kebingungan boleh dalam pikiran tetapi jangan sekali-kali terjadi di hati. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang sennatiasa menggapai terang tersebut. Karena terang atau cahaya atau nur adalah hal yang penting dalam kehidupan yang kita butuhkan. Layaknya nur cahaya Al-quran yang kita butuhkan. Sehingga sunatullah jika kita ingin menggapai terang.

    ReplyDelete
  36. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas ulasan diatas yang membuat kita tersadar akan kekacauan dan kelelahan pikiran kita merupakan sisi gelap yang harus kita lawan. Seolah kita sudah menguasai banyak ilmu dan wawasan, mengetahui banyak informasi dan pengetahuan, mengapa adakalanya titik lelah itu datang dan menguasai nafsu manusia. Padahal ketika aku tidak mampu lagi bertanya maka hilanglah diriku dan aku tidak bisa lagi berpikir. maka ketika itulah egoku menjadi menguasaiku, mitos pun juga ikut-ikutan, kebosanan dan kelelahan pikiranku pertanda belum terang dalam hatiku. Dan gelapnya hatiku dapat menyebabkan datangnya gejala kekacauan bahkan rusaknya pikiranku, astaghfirullahal'adzim. Maka sebenar-benar obat dari penyakit hati dan kacaunya pikiran hanya doa dan memasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Karena hanya Dialah Dzat yang mampu memberi kita pencerahan dan jalan penerang agar kita tetap teguh hati dan pikiran dalam menuntut ilmu dan melakukan segala aktivitas. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  37. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Suatu kelelahan pikiran yang dapat teratasi dengan do'a, yang artinya sesuatu yang bersifat dipikir harus tetap dikembalikan ke hati. Karena apa yang ada dihati adalah apa yang menjadi keprcayaan kita terhadap Allah. Kacau pikiran dapat terobati dengan hati, karena apa yang ada dihati adalah do'a-do'a yang selalu dipanjatkam kepada ALlah agar segala sesuatu yang kacau dalam pikir selalu diberi pertolongan oleh Allah.

    ReplyDelete
  38. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Lelah.. iya itu juga yang saya rasakan. Tapi tak sampai mau bunuh diri sih pak, haha. Elegi-elegi ini seakan menghantui membuat saya terbayang-bayang saat meninggalkan kewajiban saya untuk membacanya.
    Tetapi saya bersyukur, bersyukur masih diberi kesempatan untuk belajar. Bersyukur masih diberi kesempatan untuk melakukan refleksi diri.
    Siapa bilang tak boleh lelah? Lelah itu tanda berusaha. Yang tak boleh hanya menyerah. Doalah yang menguatkan diri untuk tetap berusaha di kala lelah.

    ReplyDelete
  39. menjadi guru bukanlah akhir dari proses belajar, justru guru harus terus belajar, mencati inovasi baru d era pendidikan global ini. Guru menggapai terang berusaha belajar , belajar dan belajar melalui diskusi dengan orang tua berambut putih. Belajar tidak pandnag usia, belajat merupakan proses mencari pengetahuan baru. Guru menggapai terang merupakan salah satu ikhtiar bagi guru untuk meningkatkan kualitas diri.Semoga guru-guru kita selalu di beri kesehatan dan barakah agar dapat senantiasa membimbing kita.amien Terima Kasih

    ReplyDelete
  40. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Untuk menggapai terang, guru tidak hanya mengandalkan area pikiran saja. Guru juga tetap mengandalkan dimensi spiritualitas yaitu doa. Doa itulah yang menghindarkan guru dari rasa lelah, lesu, bosan, dan lainnya. Menjadi guru memang seharusnya merasakan kelelahan. Tetapi banyak juga guru menganggap kelelahan sebagai suatu kenikmatan. “Lelah” dalam proses transfer of knowledge adalah ladang pahala bagi para guru. Untuk itu, semangatlah para guru! Jangan sampai lelahmu menghentikan langkahmu untuk mendidik calon-calon tunas bangsa.

    ReplyDelete
  41. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Terima kasih Pak Marsigit untuk elegi kali ini, karena ini membuka sedikit pengetahuan saya tentang kelelahan dalam berfikir. Saya sering mengalami lelah dalam berfikir, mungkin ini dikarenakan gelapnya hatiku. Saya selalu ingin mencari terang untuk menerangi hatiku, tetapi itu semua masih belum cukup, rasa lelahku seakan tak mau hilang. Seperti dalam elegi di atas, saya akan berusaha untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  42. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami yang dimaksud dengan guru bisa menggapai terang adalah guru yang mampu menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu siswa yang dia hadapi. Tentu saja dimensi, ruang dan waktu pada siswa SD, SMP dan SMA sangat berbeda sehingga proses dalam pembelajarannya akan juga berbeda demikian juga fasilitas dan kegiatannya seharusnya berbeda. Mempelajari matematika sebenarnya mempelajari objek matematika yang bersifat abstrak yang hanya ada pada pikiran saja, dan guru yang menggapai terang adalah guru yang mampu menyediakan dan memfasilitasi siswa dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang bermakna sehingga siswa mampu mempelajarinya dengan optimal.

    ReplyDelete
  43. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Kadang orang tidak pernah tahu dan tidak ingin tahu keluh kesah guru, harapan mereka, apa yang sedang dialami mereka. Orang hanya tahu guru itu mengajar, pun tanpa peduli kalau mereka punya dedikasi tinggi untuk memajukan negeri.

    ReplyDelete
  44. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Guru tetap berdiri di depan kelas , apakah ruang itu ber-AC, sejuk dan nyaman atau di ruang belajar yang atapnya bocor diintip sinar terik matahari di siang bolong atau terpercik air di kala hujan turun, di gedung yang hampir ambruk atau bangunan sekolah yang bertengger di lahan persengketaan. Meski harus berhadapan dengan semua itu, guru tetap mengajar demi menorobos kegelapan. Setidaknya, masih ada satu lilin untuk melawan kegelapan.

    ReplyDelete
  45. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Perjalanan seorang guru kali ini menuju terang dalam jiwa dan raga. Mari kita simak sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” Seperti HR. At Tirmidzi no. 3334. Elegi di atas analog dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Jika jiwa telah merasa gelap maka hatilah yang harus dibersihkan dengan doa dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’allah. Guru pun seperti itu, kecerdasan spiritual guru tentu menjadi hal yang harus dimiliki guru. Seperti pada elegi ini bahwa jika guru telah mulai lelah, capai, sukar bergerak, maka ingatlah semua dilakukan karena Allah untuk mendapatkan keridhoannya.

    ReplyDelete
  46. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Saya teringat dengan nasihat lama yang pernah saya baca bahwa manusia sejatinya lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena makanan dan minumanan hanya diperlukan sekali atau dua kali dalam sehari namun ilmu dibutuhkan manusia setiap saat. Atau dengan kata lain, tidak bisa manusia hidup tanpa ilmu. Ilmu didapat dengan belajar dan berpikir. Sudah menjadi seorang guru pun tetap harus belajar dan berpikir untuk mendapatkan ilmu, ilmu metode dan alat bantu peraga pembelajaran misalnya. Semakin banyak belajar dan berpikir untuk mendapatkan ilmu, semakin kita merasa bahwa sejatinya kita belum tahu apa-apa.

    ReplyDelete
  47. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya sangat tertarik dengan pernyataan “sejauh-jauh pikiranmu mengembara maka itu harus engkau kendalikan dengan doamu”. Hal ini menunjukkan bahwa dimensi spiritualitas menjadi pengendali sesorang ketika berfikir atau berfilsafat. Sehingga doa akan menghindarkan manusia dari pikiran-pikiran yang mengarah pada kesesatan. Disamping itu, dalam uraian ini dijelaskan bahwa guru menggapai terang setelah dijelaskan melalui konsep bilangan. Bilangan 5 yang ada dalam pikiran adalah sebenar-benarnya bilangan yang abadi. Lima dalam pikiran itu bersifat tetap, tidak berbau, dan tidak berwarna. Bilangan 5 menjadi sempurna, paling tidak sempurna dalam pikiranmu. Sedangkan lima dalam kertas (tulisan) telah dicampakkan menjadi 5 yang berwarna hitam, bersifat rusak, berpenampilan tidak baik dan dapat bersifat hilang dari pandangan. Begitulah konsep bilangan 5 di pikiran dan di kenyataan yang membuka pemikiran guru menjadi terang.

    ReplyDelete
  48. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setelah membaca elegi elegi yang sekian banyak ada kalanya kita akan merasa lelah pikir, bosan, jenuh. Gelap dan terang adalah kontradiksi.Terang yang dimaksud dalam elegi ini adalah terangnya hati, dan hati yang terang dapat terjadi ketika pikiran kitapun jernih. Dan kelelahan pikiran menyebabkan hati kita juga gelap dan tidak terang. Namun untuk mengatasi lelah pikir kita dapat mendinginkan pikiran kita dengan hati. Hati hakikatnya adalah doa doamu. Doa doa adalah cara kita mengingat Allah. jadi untuk mengatasi lelah pikir banyak banyaklah berdoa dan mengingat Allah.

    ReplyDelete
  49. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Terang adalah tujuan setiap manusia dalam hidup, untuk menggapai terang tidak mudah kita dapatkan karena memerlukan keselarasan antara hati dan pikiran untuk menggapai terang maka kita harus menghindari kegelapan dalam hati sementara kegelapan hati menandakan bahwa pikiran kacau. Akan tetapi saat kita merasa telah berada dalam terang, terang hanya ada disekitar atau ditempat yang kita inginkan tetapi jauh kedepan akan terlihat bahwa kegelapan akan tetap ada. Semoga Allah SWT akan selalu menuntun kita dalam melaksanakan tugas.

    ReplyDelete
  50. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Menjadi seorang guru memang tidaklah mudah. Ketika menjadi seorang guru, kita pastilah akan dihadapkan dengan berbagai tugas, dituntut untuk terus berinovasi, melakukan penelitian, dan sebagainya. Maka ketika kita lelah kita harus ingat bahwa lelahnya fisik ialah karena kacaunya hati. Kacaunya hati karena kurangnya doa kita kepada Allah SWT. Karena itulah kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itulah setiap hal yang kita lakukan harus karena Nya, termasuk dalam belajar dan mencari ilmu agar kita selalu mengingat Nya, agar Allah menunjukkan kita mana jalan yang terang dan mana jalan yang gelap. Semoga kita senantiasa dibimbing menuju jalan yang terang. Amin.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Secara teori pembelajaran saintifik yang digembor-gemborkan kelebihannya, guru bukanlah orang yang menyampaikan materi, tetapi seharusnya guru bisa memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan aspirasinya serta membangun pengetahuannya sendiri. Tugas guru adalah memfasilitasi, mendampingi, serta mengontrol kegiatan siswa agar siswa selalu pada jalan yang benar. Tetapi itu hanyalah sebuah teori diatas kertas, faktanya tidak semua siswa mampu mengikuti pembelajaran yang dilakukang dengan diskusi kelompok dengan sifat konstruktivisme dan inquiry. Jadi Sesekali guru juga perlu mnyampaikan materi tanpa harus mengajak siswa untuk menarik kesimpulan dari sebuah konsep.

    ReplyDelete
  52. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setiap manusia pasti pernah mengalami kelelahan, baik kelelahan pikiran maupun kelelahan hati. Menjalani rutinitas yang menyita banyak tenaga dan pikiran tentu melelahkan. Bahkan terkadang rasanya kita hanya beraktivitas saja, mengerjakan sesuatu saja, tanpa sadar kehilangan makna. Andai saja kita selalu ingat bersyukur mungkin kelelahan itu tak ada. Lelah fisik bisa diobati dengan tidur yang cukup, tapi lelah pikiran dan hati? Kadang kita bingung bagaimana menghilangkannya. Padahal sebenarnya jika kita luangkan waktu sejenak untuk diri sendiri, untuk introspeksi diri, diiringi dengan lantunan doa-doa kepada-Nya, maka lelah pikir dan lelah hati itu akan hilang, minimal berkurang. Benar bahwa kelelahan dalam pikiranmu pertanda belum terang dalam hatimu. Dan gelapnya hatimu dapat menyebabkan kacaunya pikiranmu. Kelelahan pikiranmu adalah tanda kacaunya pikiranmu. Jadi semua lelah yang kita rasa tersebut sebenarnya karena hati kita yang masih gelap. Belum mampu membaca rahmat-Nya, belum mampu mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, serta belum mampu ikhlas mengerjakan segala sesuatu karena-Nya.

    ReplyDelete
  53. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Guru adalah panutan bagi siswa-siswanya, sehingga guru bukan hanya cerdas atau pintar dalam ilmu dunia saja, akan tetapi harus diimbangi dengan ilmu akhirat. Ilmu yang hanya mementinga dunia saja, tak akan bisa merubah siswa atau diri sendiri menjadi baik dan sopan. Baik dunia dan akhirat, baik dari kecerdasan intelektual maupun spiritual haruslah diimbangi. Sama seperti doa dan usaha, doa adalah mengajarkan kita untuk tunduk dan syukur pada Ilahi, usaha adalah tanda kita percaya akan kekuasaan Ilahi yang mampu mengubah jalan hidup manusia dari gelap menjadi terang.

    ReplyDelete
  54. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Terkadang sebagai guru mengalami masa-masa sulit ketika ia mulai kehilangan arah. Guru harus mendengarkan kata hati dan pikirannya agar selalu pada jalur yang benar untuk memberi fasilitas kepada siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  55. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terang adalah tujuan setiap manusia dalam hidup. Terang akan datang setelah merasakan gelap. Namun ketika kita merasakan terang, serta-merta kita akan melihat gelap yang lebih banyak lagi. Hal ini dikarenakan terang membuat kita tahu betapa terbatas ilmu kita dan betapa banyak sesuatu yang tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  56. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Terang yang dimaksud disini adalah terang hati. Manusia dalam kehidupannya tidak bisa menggunakan pikirannya saja, namun hati juga perlu. Banyak fenomena orang berilmu namun hatinya kosong, atau artis tenar namun hatinya kosong, pejabat hebat namun hatinya kosong, yang akhirnya kebanyakan dari mereka berujung dengan bunuh diri. Untuk menggapai terang hati maka bisa dengan berdoa dan selalu mengingat Allah. Krena dengan selalu mengingat Allah maka hati menjadi tenteram. Jika ada keselarasan antara hati dan pikiran maka diri seseorang akan selalu bersemangat dan tidak merasakan lelah yang berarti.

    ReplyDelete
  57. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sejujurnya saya pernah merasakan rasa capek ketika membaca elegi-elegi yang ada pada blog ini. Karena membaca elegi ini tidak mudah, kadang harus dibaca berulang-ulang agar memahami apa yang menjadi isi dan maksud dari elegi ini. Pun kadang dalam membaca elegi ini menimbulkan tanya, tanya dan tanya yang kadang memaksa diri kita sendiri yang harus menjawabnya. Dan bahkan terkadang pertanyaan itu menggantung, tidak terjawab karena diri ini tidak kuasa untuk memikirkannya apalagi menjawabnya. setelah membaca elegi ini, saya menyadari bahwa selama ini saya tidak banyak memakai hati dalam membaca, memahami elegi ini.

    ReplyDelete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Saya setuju dengan si rambut putih bahwa Allah SWT sangat tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Akan lebih baik jika menjalani hidup dengan kesederhanaan tetapi selalu dihiasi dengan doa-doa, tak terkecuali dengan guru. Guru adalah orang yang memiliki ilmu manfaat yang harus selalu ditransfer kepada anak-anak didiknya. Ada kalanya guru juga meraasakan lelah karena ia hanya manusia biasa, baik lelah hati, pikiran, maupun badan. Maka bermnajat kepada Allah lah jalan yang tepat agar lelah tersebut menjadi cahaya terang.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  60. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Terang adalah tujuan setiap manusia dalam hidup, untuk menggapai terang tidaklah mudah kita dapatkan karena memerlukan keselarasan antara hati dan pikiran untuk menggapai terang maka kita harus menghindari kegelapan dalam hati sementara kegelapan hati menandakan bahwa pikiran kacau. Jadi sebenar-benar terang itu adalah pikiran jernih dan hati yang ikhlas.
    Setelah membaca elegi elegi yang sekian banyak ada kalanya kita akan merasa lelah pikir, bosan, jenuh. Namun untuk mengatasi lelah pikir, kita dapat mendinginkan pikiran kita dengan hati. Hati hakikatnya adalah doa-doamu. Doa-doa adalah cara kita mengingat Allah. Jadi, untuk mengatasi lelah pikir banyak-banyaklah berdoa dan mengingat Allah.

    ReplyDelete
  61. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini didapatkan pelajaran bahwasanya setiap yang terang bukan berarti kemudahan, dan setiap yang gelap berarti kesulitan. Hal-hal yang ada dan yangmungkin ada sangatlah kompleks, sehingga belum tentu setiap objek memilliki identitas seperti yang dipersepsikan. Artinya kita harus melihat keberagaman iu sebagai sebuah potensi, bukan melihat keberagaman sebagai ajang klaim. Sehingga terang arti sbenarnya tercapai

    ReplyDelete

  62. Guru sebagai yang dianggap memiliki ilmu, tidak sepantasnya merasa superior dan mellebihkan diri dihadapan siswanya, bertindak otoriter. Allah Swt tidak akan menyukai orang yang berlebihan dala diri, walaupun itu nayta adanya. Orang lebih dihargai jika menceritakan secara wajar dan tidak di hiperbola secara dramatis

    ReplyDelete
  63. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Perjalanan dalam menuntut ilmu menurut saya, seperti perjalanan untuk mencari cahaya terang. Mendapatkan sedikit ilmu, akan membuka lebih banyak ketidaktahuan yang lainnya. sama halnya yang digambarkan dalam elegi tersebut. Makna yang lainnya adalah, guru bukan berarti sudah cukup mempunya ilmu yang sudah dimilikinya, tetapi terus menerus mencari dan mengembangkan ilmu sehingga selalu upgrade dengan zaman yang terus berkembang.

    ReplyDelete
  64. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas kita belajar bahwa seorang pengajar pun bisa meliliki kelelahan dalam hal mengajar. seorang pengajar harus nya dapat menyelesaikan masalah kejenuhan nya sendiri sehingga jika dalam proses belajar mengajar dia jenuh murid yang diajarkanya pun juga jenuh dengan materi yang diajarkannya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  65. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menjadi guru yang terampil tentulah tidak mudah mudah. Butuh pembelajaran dan latihan terus menerus. Ada kalanya seorang guru sampai pada titik jenuh dalam hidupnya dalam mengejar. Oleh karena itu, agar seorang guru tidak jenuh, maka ada baiknya seorang guru mahir dan terampil dalam menggunakan berbagai macam metode pembelajaran. Sehingga antara guru dan siswa tidak mengalami kejenuhan dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  66. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menggapai terang adalah bagaimana kita dapat melihat suatu hikmah dari pembelajaran-pembelajaran yang terasa berat ketika menjalani hidup. Bagaimana sebagai guru tentu tidak terlepas dari masalah-masalah, baik masalah di kelas, masalah dengan rekan sejawat, bagaimana mengalami kesulitan saat mengajarkan suatu materi pada siswa tertentu yang menimbulkan kelelahan. Ketika kita ikhlas dan dapat mengambil hikmah dari masalah yang kita alami disitulah kita akan merasakan terang.

    ReplyDelete
  67. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kesukaran dari masing-masing iindividu itu berbeda, selain itu juga mudah dari satu dengan yang lainnya juga berbeda. Hal ini akan memberikan arti bahwa memang sukar dan mudah itu tidak bisa di judge sebagai suatu yang gelap bagi sukar dan terang bagi mudah. Karena kesukaran akan dapat memberikan dampak yang baik jika dapat menyelesaikannya dengan baik juga. Namun kemudahan juga akan dapat memberikan dampak yang negatif karena pada dasarnya hal yang mudah tidak akan memberikan perkembangan yang baik pada pengetahuan yang ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  68. Memang benar seperti yang dikatakan oleh elegi di atas, bahwa terkadang kita merasa lelah ketika melakukan sesuatu. Semua kelelahan tersebut sebenarnya berasal dari hati. Sudah seharusnya kita merasa ikhlas dalam melakukan sesuatu. Kita harus melatih ketulusan dalam melakukan sesuatu agar semua yang kita lakukan terasa ringan dan bermakna. Marilah berdoa dan mendekatkan diri dengan Allah swt, supaya Allah swt. memberikan cahaya untuk hati dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Menjadi seorang guru dalam pendidikan formal dijadakan sebagai profesi pekerjaan atau sumber penghasilan, sehingga fokusnya pada bagaimana melengkapi berkas-berkas yang bersifat formalitas agar mendapat tunjangan atau gaji yang lebih banyak. kegiatan mendidik seringkali dinomor duakan, karena profesionalisme seorang guru hanya dilihat dari berkas-berkasnya.

    ReplyDelete
  70. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Seperti yang diuraikan pada elegi di atas bahwa dala menuntut ilmu kita kadang merasa lelah apalagi ketika kita mencapai titik jenuh atau jalan buntu. Semua hal itu adalah wajar. kita sebagai manusia memiliki banyak keterbatasan termasuk keterbatasan waktu, tenaga maupun pikiran. namun setiap hal itu terjadi, ada doa yang tidak terbatas, kita dapat memohon kepada Pencipta kita agar diberikan kekuatan dan kekonsistenan dalam menuntut ilmu. sehingga ketika kita lelah, kita akan beristirahat sejenak kemudian lanjut lagi, dan bukannya berhenti.

    ReplyDelete
  71. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017
    Assalamualaikum, wr.wb.
    Semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia akan memiliki makna yang berbeda jika diawali dengan hati yang ikhlas dan berdoa, dengan yang tidak diawali dengan hati yang ikhlas dan doa. Ketika kita mengawalinya dengan hati ikhlas dan doa maka itu berarti kita sedang memohon restu dariNya untuk melakukan kegiatan yang kita inginkan. Jika Tuhan telah memberikan restuNya maka semua kegiatan/perkara yang kita lakukan pun akan menjadi berkah dan manfaatnya, kita tidak akan mengalami kebimbangan atau kekacauan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  72. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Terang dan gelap merupkan dua hal yang saling berkontradiksi. Akan tetapi adanya terang menunjukkan bahwa masih ada yang gelap. Seterang-terang apapun segala yang berada di dunia ini namun pasti masih memiliki sisi gelapnya. Begitu pula dengan manusia, yang merupakan makhluk yang tidak sempurna, maka seharusnya ketika manusia merasa terang maka seharusnya ia juga menyadari bahwa di dalam dirinya masih ada yang gelap. Sehingga akan membuatnya untuk terus menggunakan hati dan pikirannya untuk menelusuri & mengatasi sisi gelapnya tersebut.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  73. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam penjelasan mengenai hakikat bilangan mengingatkan saya dengan perkataan yang sering diucapkan Prof dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Beliau sering berkata “ketika saya melihat Anda yang berkerudung merah, kemudian mata saya berpindah melihat teman di sebelah Anda yang memakai kerudung berwarna hitam, kemudian mata saya berpindah lagi melihat yang lain, di dalam pikiran saya masih teringat wajah dan krudung warna merah yang di pakai oleh Anda.” Ternyata beliau mengajarkan kita mengenai konsep berpikir yang ada di dalam pikiran kita yang sifatnya tetap, beliau meyakinkan kepada orang lain bahwa wanita berkerudung merah itu sedang berada di dalam pikirannya. Sama halnya dengan konsep bilangan yang di jelaskan sebagai uraian dari guru menggapai terang bahwa bilangan lima yang ada dalam pikiran adalah sebenar-benarnya bilangan yang abadi. Lima dalam pikiran itu bersifat tetap, tidak berbau dan tidak berwarna. Bilangan lima menjadi sempurna dan paling tidak sempurna dalam pikiranmu. Sedangkan tulisan bilangan lima dalam kertas yang di buang ke tempat sampah atau yang telah di campakkan itulah berwarna hitam, bersifat rusak, berpenampilan tidak baik dan bersifat hilang dari pandangan. Demikian lah penjelasan dari orang tua berambut putih yang membuka pemikiran guru menjadi terang.

    ReplyDelete
  74. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hal yang menurut saya menarik dari elegi ini adalah pada bagian mengenai perbedaan berdoa dalam berpikir dengan berpikir dalam doa. Berdoa dalam berpikir adalah doa itu sebagai landasan pikiranmu. Jadi sejauh-jauh pikiranmu mengembara maka itu harus engkau kendalikan dengan doamu. Sedangkan berpikir dalam doa tidak lain tidak bukan adalah bahwa hatimu itulah sebenar-benar pikiranmu. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan dapat menjadi pengendali seseorang ketika berfikir. Sehingga doa dapat menghindarkan manusia dari pikiran yang mengarah pada kemungkaran.

    ReplyDelete
  75. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Jika lelah fisik solusinya dengan istirahat/tidur, maka lelah pikir solusinya dengan hati. Lelahnya pikiran pertanda belum terangnya hati, dan gelapnya hati dapat menyebabkan kacaunya pikiran. Sehingga lelahnya pikiran adalah tanda kacaunya pikiran seseorang. Hati seseorang merupakan doanya, maka jika seseorang menggunakan hatinya ia akan senantiasa berdoa atau mengingat kepada Tuhannya. Oleh karena itu, untuk melakukan sesuatu harus dilandasi oleh doa, begitu pula dengan berpikir.

    ReplyDelete
  76. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ketika sudah membaca sekian banyak elegi (meski belum seberapa) ada kalanya kita merasa bosan, jenuh, pikiran lelah. Tetapi jika sudah menjadi kewajiban kita maka tetap harus kita lalui, hal hal yang timbul seiring berjalannya waktu tersebut memiliki solusi dimana solusi tersebut tidak dimiliki oleh orang lain, akan tetapi dimiliki oleh diri kita sendiri. Solusi tersebut adalah hati kita sendiri. Pada hakikatnya hati adalah doamu, jika hatimu terus melantunkan doadoa maka itulah sebenar-benarnya solusi dimana kita mendapatkan petunjuk paling lurus yaitu pentunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  77. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi ini saya mendapat beberapa poin. Yang pertama adalah kebijaksanaan guru untuk bertanya. Meskipun sudah menjadi guru, Guru menggapai terang tidak segan untuk bertanya ketika ia menghadapi kesulitan. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang perlu dicontoh, yakni bahwa meskipun guru adalah panutan murid, tidak ada salahnya guru bertanya, termasuk pada muridnya. Bisa jadi dari murdinya, guru itu dapat belajar hal yang baru, teknologi misalnya. Yang kedua adalah bahwa segala sesuatu perlu didasarkan pada doa-doa. Setiap orang memiliki kesusahannya masing-masing. Dalam elegi ini dikisahkan bahwa Guru menggapai terang kesulitan memahami elegi-elegi Bapak Marsigit. Akan tetapi, ketika Guru menggapai terang menerima nasehat Orang tua berambut putih untuk selalu berdoa, meskipun Guru menggapai terang belum bebas sepenuhnya dari kesusahannya, ia merasa beban yang ditanggungnya tidak seberat ketika ia tidak berdoa.

    ReplyDelete