Mar 8, 2011

Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wahai semua anggota Panitia Seminar Sehari ....setelah menerima saran-saran dari anakku perihal mendidik generasi lebah yang lebih terbuka dan demokratis...maka saya bermaksud menetapkan tema seminarnya adalah Menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saya akan mengundang dua nara sumber. Pertama, temanku sendiri si Lebah Statusquo. Kedua, adalah si gurunya anak saya yang bernama Bagawat. Saya sendiri yang akan menjadi moderator. Undang semua guru lebah.

Panitia Seminar Lebah:
Wahai sang Raja Lebah...kami siap melaksanakan semua perintahmu. Semua seksi sudah dibentuk, konsumsi, peralatan, penerima tamu, bendahara, ....semuanya telah siap melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun kami masih memohon nasehat bagaimana menyukseskan seminar ini?

Raja Lebah:
Bagussss...ketahuilah bahwa seminar ini justru akan saya gunakan untuk menyebarluaskan ajaranku. Tak pedulilah siapa itu Bagawat. Oleh karena itu saya mengundang Lebah Statusquo agar dia menjadi nara sumber supportingku. Kesempatan pertama di pagi hari adalah presentasi dari Lebah Statusquo dan presentasi kedua di siang hari adalah Bagawat. Saya harap agar Bagawat bisa mendengarkan paparan Lebah Statusquo supaya bisa mengerti bagaimana kita bisa menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional.

Raja Lebah:
Wahai hadirin semua...berbahagia saya menyaksikan semua 600 Guru Lebah telah hadir pada seminar ini. Sebelum dimulai acara marilah kita bersama nyayikan yel-yel Raja Lebah Yang Bijak.

Peserta Seminar Labah:
Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak.. Raja Lebah Yang Bijak.... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak...

Raja Lebah:
Cukup...cukup...wah hebat sekali. Ternyata yang namanya bersatu padu itu hebat sekali. Satu dalam suara, satu dalam pikiran, satu dalam tindakan, satu dalam pakaian, satu dalam perasaan, satu dalam makanan, satu dalam perjuangan, satu dalam visi dan misi, satu dalam langkah, satu dalam cita, saru dalam rasa, satu dalam pangkat...oh nanti dulu yang ini saya ralat, satu dalam jabatan...oh nanti dulu yang ini juga saya ralat, satu dalam nasib...oh nanti dulu yang ini saya agak bingung, satu dalam menyerang musuh, satu dalam mempertahankan negara, satu dalam duka, satu dalam suka...oh nanti dulu yang ini aku juga agak bingung. Serba satu, kompak, menurut semua perintahku itulah yang selalu aku idam-idamkan. Maka inilah satu-satunya cara agar engkau mampu menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Jaganlah banyak bertanya...kalau perlu tidak perlu bertanya. Jika terpaksa bertanya maka pertanyaanmu itu harus the best atau tanyakan yang baik-baik. Pikirkan dan anggaplah bahwa metodeku itu adalah metode yang terbaik. Marilah kita bersama menyanyikan Himne Resep Raja Lebah.

Peserta Seminar Lebah:
Resep..resep...resep...si Raja Lebah. Jangan lupakan resep..resep.... Hapalkan diluar kepala resep...resep...si Raja Lebah....hafal...hafal...hafalkan...hafalkan. Si Raja Lebah...satu-satunya resep yang paling baik di dunia.

Raja Lebah:
Good...good...wah terasa intuisiku telah tertarik keluar melihat dan mendengar semuanya itu percaya seribu persen kapada resepku. Aku berpesan tak perlu hiraukan omongan para nara sumber. Wong dia saya undang hanya sebagai formalitas saja. Walaupun saya undang ...nara sumber itu hanya akansaya beri waktu sedikit saja...barang dua sampai tiga menit....agar tidak terlalu banyak ngomong. Kamu boleh mendengarkan presentasi dari Lehab Statusquo...karena dia itu pro denganku. Sedangkan untuk Bagawat...janganlah dengarkan dia itu. Makanya dalam seminar ini lebih banyak waktu akan saya gunakan sendiri sebagai moderator untuk mendidikmu. Jawab yel ku Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Peserta Seminar:
Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Raja Lebah:

Hahhhh...hehhh....dengan demikian aku tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan danaku untuk memberi transport dan akomodasi kepadamu semua. Marilah kita nyanyikan Mars Raja Lebah: Dengarkan...Camkan...Laksanakan...Laporkan. Sepuluh kali.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...waktunya tinggal lima menit...padahal Lebah Statusquo belum bicara.

Raja Lebah:
Oh..hah...hah...wahai Lebah Statusquo...engkau sudah duduk di sampingku sejak tadi ta? Silahkan bicara tetapi waktunya tinggal dua menit.

Lebah Status Quo:
Hadirin semua...karena waktunya tinggal dua menit maka intisari bicara saya adalah setuju dengan semua yang disampaikan moderator yaitu si Raja Lebah. Demikianlah semoga tercapai cita-cita anda semua. Amiin.

Raja Lebah:
Kita beri applause kepada Lebah Statusquo yang telah memberikan presentasinya dengan sangat bijaksana dan luar biasa. Bersiaplah semua juru kamera untuk mengabadikan gambar dimana saya akan memberikan piagam penghargaan kepada Lebah Statusquo. Lha di mana Bagawat? Hai panitia...dimanakah Bagawat.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...hingga saat ini sang Bagawat belum tampak hadir. Tetapi sekarang waktunya sudah istirahat.

Raja Lebah:
Wah rugi saya...maksudku...bicaraku panjang lebar itu juga agar bisa didengarkan oleh Bagawat. Sialan belu datang dia.

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin sekarang saatnya kita ISOMA.

Raja Lebah:
Peserta seminar yang berbahagia...setelah cukup ISOMA...marilah kita mulai lagi dengan sesion ke dua di siang hari. Sebelumnya saya ingin menyampaikan teori umumku untuk sukses menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saking pentingnya teoriku itu maka anda semua tidak boleh lupa. Hapalkan dan ingatlah selalu serta amalkan setiap saat. Boleh juga teoriku itu engkau anggap Ajimat dalam hidupmu. Sekali lagi teoriku adalah: Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Raja Lebah:
Whussszzz...semprul ki...Dua kalimat yang terakhir jangan di ucapkan!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Sekali lagi!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Good...good...wahai peserta seminar yang berbahagia dengarlah teoriku bagaimana engkau semua bisa menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional, berikut ini bersifatlah tertutup, bersikaplah angkuh terhadap ide-ide lain, jangan terlalu percaya kepada pembaharuan, anggaplah seolah-olah hanya diri kita sendiri yang ada, kalau perlu lawanlah perubahan, patenkan eksploitasi, dominasilah keadaan, lawanlah arogansi dengan arogansi, andalkan kekuatanmu, lakukan komunikasi searah, hargailah tamu-tamu yang bermanfaat saja, waspadai ide yang lain, kalau perlu curilah kebaikan orang lain, penjilat itu juga ada gunanya, menekan bawahan itu juga ada manfaatnya, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan juga ada manfaatnya, menutup telinga dari bisikan baik juga ada perlunya, bersifat eksklusif juga ada perlunya, protektif juga ada perlunya...dst. Wahai peserta seminar....ternyata aku capai juga membawakan presentasiku. Saya minta anda tetap duduk dengan seksama di kursi anda masing-masing dan saya akan Mengantuk barang 2 atau 3 menit. Janganlah menjadi peserta seminar yang tidak kreatif. Walaupun saya tertidur dii hadapanmu semua, maka ambil pula hikmah-hikmahnya. Perhatikan, catat dan tanyakan perihal bagaimana saya mengantuk, gaya mengantuk saya, berapa kali saya mendengkur ketika saya tertidur di depan sisni. Nggger...nggerrrrr....nggerrrrrrr.

Panitia Seminar:
Maaf...sang Raja Lebah...waktunya tinggal empat puluh lima menit. Sebetulnya sekarang itu jatahnya sang Bagawat untuk bicara. Bagawat sudah duduk di sampingmu sejak tadi.

Raja Lebah:
Ohhh..oh..silahkan Bagawat bicara.

Bagawat:
Peserta seminar yang berbahagia, pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk bertemu di sini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Raja Lebah atas undangannya kepada saya untuk presentasi makalah saya. Hadirin semua menurut saya kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki, ...dst. Kedua, yaitu kita perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Jika anda semua menghendaki ingin menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional maka anda perlu mengembangkan sikap bagaimana agar anda mampu meraih atau memperoleh sifat-sifat sebagai seekor Guru Lebah Bertaraf Internasional. Ketiga, kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Jadi kita juga harus mengetahui apa sifat-sifat Guru Lebah Bertaraf nternasional itu. Untuk itu maka baca dan bacalah, belajar dan belajarlah, tanya dan bertanyalah, tulis dan menulislah, diskusi dan diskusikanlah, terbuka dan terbukalah, janganlah bersifat tertutup, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, hargailah tamu-tamu anda, dengarkan kebaikan walau dari seorang lebah anak-anak sekalipun, promosikan inovasi, janganlah bersikap proteksi, lawanlah statusquo, kembangkan kerjasama dengan yang lain, tidaklah bisa kita hidupsendiri, bersikaplah kritis terhadapsemua teori bahkan jika teori itu berasal dari atasanmu, bahkan kritislah terhadap pikiranmu sendiri, berpikirlah merdeka, janganlah bersikap sobong dan arogan, bersikaplah bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu. Kembangkan keterampilanmu disertai doa dan ikhtiar. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya engkau itu berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun. Berikutnya adalah mencari pengalaman. Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Maka dimensimu akan meningkat jika ilmumu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Maka tidaklah cukup jika engkau hanya mencari ilmu di dalam atau disekita Sarang mu itu. Engkau harus terbag jauh dari sarangmu agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Tidak hanya itu kalau perlu engkau juga mengembangkan jejaring kerjasama atau networking pengembangan ilmu untuk menjawab bagaimana menjadi Guru Lebah bertaraf Internasional. Demikianlah sepintas presentasi saya...apakah ada pertanyaan?

Semua Peserta Seminar Lebah bertanya:
Alhamdullilah...wahai sang Bagawat...itulah yang selama ini aku cari dan aku rindukan. Kami semua masih mengharapkan pembicaraanmu walau sampai malampun.

Bagawat:
Ooh..tidak saya di sini adalah tamu. Baiklah karena waktunya sudah habis...maka saya kembalikan kepada moderator...lho...mana moderatornya?

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin yang saya hormati...saya informasikan bahwa dikarenakan masuk angin maka moderator seminar ini Sang Raja Lebah telah meninggalkan acara ini. Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sang Bagawat. Dengan ini saya mewakili moderator, marilah seminar ini kita tutup dengan berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Amiiin.

25 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Perubahan menuju tingkat pendidikan yang lebih baik memang bukan jalan yang mudah. Bukan jalan yang singkat untuk mencapainya. Namun perjalanan yang panjang dan penuh rintangan akan dihadapi oleh orang-orang yang ingin menempuhnya. Tapi ingatlah, di ujung jalan tersebut ada oase yang indah menanti kita. Tetaplah semangat dalam memuntut ilmu dan lawanlah statusquo yang selama ini mengekang pergerakan kita. Laksanakanlah pesan dari begawat, agar cita-cita tersebut dapat kita capai.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seminar di sarang lebah yang artinya seminar itu dilaksanakan dirumahnya sendiri. Karena lebah tidak akan ketempat manapun selain di rumah lebah. Elegi di atas menggambarkan bahwa guru lebah memiliki pendirian yang kuat yang mengajarkan kepada siswa-siswanya dengan metode tradisional yang tidak menginginkan siswanya untuk berkembang. Pembelajaran yang terjadi hanya searah dan tidak memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswanya.

    ReplyDelete
  3. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam elegi ini menceritakan bagaimana menjadi seorang guru yang bisa go internasional. Salah satu langkah yang bisa kita tempuh adalah menguasai bahasa internasional yaitu bahasa inggris, selain itu hendaknya kita memperbanyak bacaan sehingga menambah pengetahuan yang ada. Dan jangan hanya puas dengan ilmu yang kita peroleh di Negara sendiri karena itu belumlah seberapa, hendaknya kita banyak belajar dari Negara-negara lain, melakukan study ke Negara-negara lain.

    ReplyDelete
  4. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Internasional" terdengar keren, bukan? Tidak jarang kata tersebut dijadikan anomali. Internasional dengan tidak internasional. Loh apa hubungannya?
    Pendapat saya, go internasional yang sesungguhnya adalah jika kita benar-benar mampu melewati batas mampu kita. Tentu harus dengan usaha bukan? Tapi apa kenyataannya? "internasional" hanya status yang dijadikan persembunyian mereka-mereka yang anti inovasi, mereka-mereka yang takut perkembangan. Tradisi emang sudah sepatutnya diuri-uri, tapi loh ya ingat jangan sampai anti inovasi. Ingat juga ta, inovasi ki pembaharuan, datang disambut layaknya tamu membanggakan, tapi yo jangan sampai kita kebablasan. Hidup itu terjemah dan menerjemahkan, bukan?

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah”, hikmah yang didapat yaitu
    • segala sesuatu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa.
    • menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita
    • mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita.
    • Dengarkan pendapat orang lain
    • Lakukan inovasi
    • Bersikap kritis
    • Positive thinking
    • Berdoa’a dan berikhtiar
    • Mencari pengalaman
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  6. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Niat yang salah dari raja lebah yang sombong dan hati yang kotor. Pada elegi ini saya mendapatkan pelajaran dari sikap yang ditonjilkan dari sang raja lebah dengan segala sifatnya yang sombong dan angkuh. Sebagai manusia yang selalu belajar dan tak pernah berhenti belajar, kita tidak boleh menutup telinga dan hati kita untuk mendengar dan menerima ilmu yang disampaikan oleh orang lain, bisa jadi ilmu yang disampaikan oleh orang tersebut sangat bermanfaat bagi diri kita disuatu saat nanti, meskipun kita tidak sehati dengan orang tersebut. Ingat salah satu hadits yang berbunyi “lihat apa yang dibicarakan, dan jangan lihat siapa yang berbicara”. Sebagai makhluk sosial kita harus bisa menerima orang lain jika kita sendiri ingin diterima oleh orang lain, kita juga harus bisa menerima kritik orang lain jangan hanya bisa mengkritik saja.

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Menjadi guru terbaik harus dapat menerima saran dan terbuka dalam menghadapi pembaharuan. Seperti yang diungkapkan bagawat dalam elegi ini bahwa dalam mencari ilmu ataupun dalam mengembangkan potensi sebagai guru harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Guru juga harus menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita. Guru perlu memperluas pengetahuan dengan banyak membaca, belajar, bertanya, berdiskusi, terbuka, berpikir positif, melakukan inovasi, mengembangkan pengalaman, keterampilan, dan lain sebagainya. Selain itu juga sangat penting bagi guru untuk dapat mengembangkan kerja sama internasional.

    ReplyDelete
  8. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi seminar sehari di sarang lebah ini menurut saya mengisahkan tentang sifat yang tidak baik yang dimiliki oleh raja lebah. Raja lebah memiliki sifat tertutup, angkuh terhadap ide-ide lain, tidak percaya kepada pembaharuan, tidak peduli kepada orang lain, tidak menginginkan perubahan, hanya ingin melakukan komunikasi satu arah, memilih tamu-tamu yang bermanfaat saja, dan takut dengan ide-ide yang lain. Berbeda dengan begawat yang menyeru kepada sifat keterbukaan, melandasi semuanya dengan niat yang baik, tulus dan ikhlas, menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita, mempunyai pengetahuan tentang diri, masyarakat, dan tujuan yang ingin dicapai. Pemikiran begawat inilah yang patut dicontoh untuk menjalani kehidupan ini, terutama oleh seorang guru. Guru yang bersifat terbuka, menyukai pembaharuan, menghargai ide-ide yang ada, serta memiliki niat yang tulus dan ikhlas akan lebih mudah mengantar peserta didiknya agar menjadi pribadi yang sukses.

    ReplyDelete
  9. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Raja lebah dalam elegi ini menggambarkan seorang pemimpin yang zalim. Dia membuat kebijakan untuk membangun kesan positif terhadap dirinya serta menghalangi kebenaran atas alasan kepentingan pribadi. Ini secara tidak langsung adalah pesan untuk pemimpin di negeri kita. Selain itu elegi ini memberikan pesan yang dalam untuk kita pendidik dan calon pendidik. Perkembangan ilmu dan teknologi menuntut lahirnya pendidik bak guru lebah bertaraf internasional. Untuk menjadi guru lebah bertaraf internasional hendaklah kita mengembangkan kompetensi. Pengembangan kompensi haruslah dilandasi dengan niat yang ikhlas dan berlandaskan iman dan taqwa serta tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, adalah pepatah yang harus dijadikan pegangan dalam mengejar pengetahuan dan pengalaman. Kita sebagai pendidik harus terus belajar dan belajar, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, serta mencari kesempatan untuk memperoleh keterampilan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Terampil adalah jika mampu menggunakan segenap kebaikan, menggunakan segenap akal dan menggunakan segenap sikap positip. Mengembangkan keterampilan disertai doa dan ikhtiar, serta berdoa dan belajar itu harus bersifat kontinu, selain ituberdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun, mencari ilmu adalah jika digunakan untuk dirinya sendiri, tetapi dimensi ilmu akan meningkat jika ilmu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Refleksi dari elegi ini adalah bahwa tidak cukup jika hanya mencari ilmu saja, akan tetapi ilmu harus disebarluaskan agar lebih bermanfaat bagi orang lain. Karena apabila ilmu disebarluaskan dan bermanfat bagi orang lain ilmu kita tidak akan berkurang tetapi akan semakin bertambah dan apabila suatu saatkita membutuhkan bantuan dari orang lain maka orang tersebut dapat menjadi penolong kita.

    ReplyDelete
  11. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai seorang guru hendaknya kita harus senantiasa meningkatkan dimensi kita. Apalagi di abad 21 ini dimana arus globalisasi terus meningkat, guru juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi guru bertaraf internasional. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah terus belajar, belajar, dan belajar. Belajar dimanapun dan kapanpun, belajar dari siapapun. Bahkan dari anak- anak sekalipun. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah bersikap kritis, tidak hanya mengikuti perintah atasan. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah membangun jaringan dengan yang lainnya, dengan guru- guru lain untuk saling berdiskusi, saling berbagi kebermanfaatan. Karena dimensi kita akan meningkat jika ilmu yang kita miliki juga bermanfaat bagi lainnya.

    ReplyDelete
  12. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah, dari elegi ini saya mendapatkan pelajaran bahwa untuk menjadi guru yang bertaraf Internasional haruslah mencontoh sang begawat jangan seperti Raja Lebah. Sehingga untuk dapat menjadi guru yang bertaraf internasional guru harus selalu meningkatkan kompetensinya. Hal itu dilakukan dengan belajar dan trus belajar, terbuka menerima perubahan positif dari lingkingan, bertanya dan selalu berinovassi melakukan pembaharuan. Janganlah seperti pendapat raja lebah yang menutup diri dari perubahan dan pembaharuan serta mengabaikan kritikan orang. Hal itu hanya akan membuat kita selalu diposisi yang sama, bahkan kita akan mengalami kemunduruan. Terimaksih.

    ReplyDelete
  13. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Raja lebah dalam elegi seminar sehari di sarang lebah digambarkan sebagai orang yang selalu menganggap dirinya benar dan sombong. Pemimpin atau orang-orang seperti ini tidak patut untuk dicontoh atau diikuti. Ia menutup mata, hati dan pikirannya dari semua pendapat orang lain. Padahal untuk dapat maju dan berkembang, kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, hati dan pikiran kita. Kompetensi untuk dapat mengembangkan potensi seseorang harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Mengembangkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik, berdoa dan berikhtiar, merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengapai manusia yang berilmu dan bernurani.

    ReplyDelete
  14. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi seminar sehari di sarang lebah, mengajarkan kita bahwa pada kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki. Inilah yang harus kita miliki. Untuk menjadi orang sukses itu, niatkan apapun yang kita lakukan hanya untuk Allah, dan dengan Ridho Allah. Rendah hatilah, karena dengan kita sombong maka ilmu yang kita punyapun sebenarnya perlahan menghilang. Terimakasih

    ReplyDelete
  15. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Guru yang bijak adalah mau menerima setiap masukan dan saran terhadap dirinya. Hal tersebut merupakan dalam rangka mwujudkan guru yang professional. Adanya interaksi yang biasa terjadi antara siswa dan guru menambah jam terbang guru itu sendiri. Dengan memanfaatkan metode yang ada untuk dikembangkan atau diperbaharui membuat guru menjadi inovatif dan kreatif

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Pada elegi seminar sehari di sarang lebah ini memberikan pelajaran tentang cara menjadi guru bertaraf internasional. Menjadi guru bertaraf internasional tidaklah mudah. Banyak tantangan dan kerja keras yang harus dilalui. Guru bertaraf internasional dapat diwujudkan ketika mau bersikap terbuka, memperbanyak pengalaman,belajar dan terus belajar,menambah dan terus menambah wawasan, serta dapat memperluas jaringan. Hal-hal yang masih bersifat tertutup dan tidak mau menerima perubahan ke arah yang lebih baik hendaknya dihilangkan.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dalam Elegi ini terlihat bahwa pemikiran si raja lebah sangatlah tidak sesuai dengan syarat menjadi guru yang bertaraf internasional. Ketidaklurusan pendapat raja lebah dibenarkan oleh sang begawat. Sang begawat telah menjelaskan syarat-syarat menjadi guru yang bertaraf internasional, salah satunya adalah Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri.
    Hal ini sesuai dengan perumpamaan “Semakin sering diasah, pisau akan semakin tajam” tetapi sebaliknya apabila pisau tidak pernah diasah lama-lama akan karatan dan tidak tajam lagi. Sebagai seorang guru yang selalu mengaplikasikan ilmu dan mendarma baktikan ilmunya untuk siswa (secara khusus) dan orang banyak secara umum, merupakan tidakan yang sangat benar untuk mencapai guru yang bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  19. Selain itu, Elegi ini menggambarkan pengetahuan yang merupakan kekayaan yang tidak akan pernah habis untuk kita miliki. Banyak pengetahuan yang berguna yang kita miliki selain pengalaman dan relasi dengan orang lain. Pengetahuan selalu akan berkembang seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, oleh karena itu janganlah kita pernah puas dengan pengetahuan yang kita miliki saat ini. Kita harus selalu mengembangkan dan mau menerima perkembangan ilmu pengetahuan yang ada di luar sana. Jangan pernah takut untuk bertanya, jangan pernah takut jika kita memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain, dan jangan pernah cukup hanya dengan mengikuti trend/ gaya hidup saja, seolah – olah kita telah mengikuti perkembangan zaman. Kita juga harus memiliki prinsip supaya tidak mudah terbawa arus yang negatif dan mudah terprovokasi. Oleh karena itu kita diminta untuk kritis, kreatif, inovatif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi di atas mengajarkan beberapa hikmah kepada kita. Sering kali orang yang memimpin itu memiliki kepentinga-kepentingan. Bisa berupa kepentingan baik ataupun sebaliknya. Yang dicontohkan pada elegi adalah yang sebaliknya yaitu yang memiliki keperluan yang kurang selaras. Namun demikian, sebagai orang yang dipimpin kita seharusnya sadar dan melakukan perubahan dengan ketidak selarasan tadi, tentunya dengan jalan yang baik pula. Dan nalurinya ketika ada kebenarang yang disampaikan, ketika hati itu bersih, maka akan menerima kebenaran itu layaknya seperti yang disampaikan sang begawat. Menjadi guru internasinal bisa dianalogikan dengan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi seseorang tentunya menggunakan prinsip-prinsip yang disampaikan begawat. Prinsip yang penting yaitu bagaimana menyelaraskan dan memaksimalkan ikhtiar dan doa. Kemudian diakhiri dengan tawakal. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang senantiasa menjadi orang yang dapat menyelaraskan ketiga hal tadi.

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang membuat guyon diri ini. Betapa lucunya saat yang ahli namun tidak mampu memberikan contoh dan pengalaman hidup yang bermanfaat. Saya menyadari bahwa belajar tidak hanya mencakup pada metode menghafal, menulis atau mengikuti perintah. Saya mendapatkan suatu pembelajaran yang amat berharga dari ulasan ini, pentingnya mendengarkan orang lain berbicara meski telah mencapai puncak ilmu tertinggi. Terima kasih Prof, ulasan yang dapat menjadi pengingat diri saya.

    ReplyDelete
  22. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan menarik di atas. Baru sehari seminar di kerajaan lebah saja kita sudah mengetahui karakter dan sifat asli sang raja lebah. Dia terlalu sombong atas ilmu yang dia miliki, bukanlah patut menjadi guru bertaraf internasional, atau ahli di bidangnya jikalau dia bersikap tertutup dan anti pembaharuan. Ia menganggap dirinya benar dan sombong atas apa yang telah ia punya. Pemimpin atau orang-orang seperti ini tidak patut untuk dicontoh atau diikuti. Ia menutup mata, hati dan pikirannya dari semua pendapat orang lain. Padahal menjadi guru bertaraf internasional atau ahli di bidangnya haruslah mau bersikap terbuka, memperbanyak pengalaman, banyak belajar, terus menambah wawasan, haus akan ilmu serta mampu dan bersedia memperluas jaringan. Yang kemudian tentunya ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang disekelilingnya, karena benar bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  23. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sungguh dua narsumber yang berbeda. Yang satu panjang kali lebar kali tinggi tak karuan sangat panjang pembicaraannya tapi tak jelas intinya. Yang satu singkat padat jelas penuh makna bahkan dirindukan kelanjutannya. Kesombongan dan keangkuhan akan tercermin bahkan dari cara kita bicara. Berhati-hati dalam bicara adalah cara terbaik menjaga diri dari kesombongan dan keangkuhan. Seperti peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya", yang tak berisi memang lebih berisik dan ingin didengarkan daripada yang berisi.

    ReplyDelete
  24. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Seminar merupakan salah satu cara untuk menyebarkan paham atau teori. dari elegi diatas terdapat dua teori yabg sangat kontras bedanya yakni antara teori yang dibawakan oleh raja lebah dan teori yang di bawakan oleh begawat. para peserta lebar manut-manut saja dengan raja nya walaupun apa yg di berikan sanag raja bersifat dokma dan memaksa dan menurut kami materi yang dibawalan sang raja sulit memberi perubahan untuk kehidupan lebah. namun, berbeda dengan materi dan teori yang dibawakan oleh begawat, begawat memberikan nuansa baru dan strategi baru yang dibisa di terapkan oleh semua peserta seminar agar kehidupanya lebih baik. Hal yang dapat kita petik dari elegi diatas bahwa kita tidak boleh menutup diri dari segala kemajuan teknologi, sosial dan segala masukan yang dapat membangun. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  25. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Seorang guru sudah selayaknya untuk meninggalkan perasaan sombong, angkuh, arogan, dan semacamnya. Raja lebah adalah contoh karakter dari seorang guru yang tidak baik dan tidak patut dicontoh. Jangan sampai seorang guru, karena merasa pengetahuannya yang lebih dari para siswanya, kemudian ia merasa paling benar di dalam kelas. Jangan sampai pula seorang guru meminta semua siswa untuk memiliki pandangan atau pendapat atau pemikiran yang sama dengannya. Guru harus mengerti dan memahami potensi siswanya. Ia harus mampu mengadopsi berbagai pikiran siswa untuk kemudian merumuskan sampai menyimpulkan suatu permasalahan. Guru tidak boleh bersikap otoriter, melainkan guru sebatas fasilitator bagi siswa-siswanya. Guru juga harus bisa menerima kritik dan masukan dari siswa, orang tua siswa, atau sesama guru sendiri. Kritik dan masukan yang membangun tentu akan menambah motivasi bagi guru untuk selalu memperbaiki diri. Menjadi guru yang terbuka justru akan memeberikan kesempatan bagi guru tersebut untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Selain itu, berfikir terbuka bagi guru diharapkan supaya ia mampu membuat RPP, LKS, Modul, dan perangkat-perangkat mengajar lainnya dengan tidak monoton dan lebih kreatif.

    ReplyDelete