Mar 8, 2011

Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wahai semua anggota Panitia Seminar Sehari ....setelah menerima saran-saran dari anakku perihal mendidik generasi lebah yang lebih terbuka dan demokratis...maka saya bermaksud menetapkan tema seminarnya adalah Menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saya akan mengundang dua nara sumber. Pertama, temanku sendiri si Lebah Statusquo. Kedua, adalah si gurunya anak saya yang bernama Bagawat. Saya sendiri yang akan menjadi moderator. Undang semua guru lebah.

Panitia Seminar Lebah:
Wahai sang Raja Lebah...kami siap melaksanakan semua perintahmu. Semua seksi sudah dibentuk, konsumsi, peralatan, penerima tamu, bendahara, ....semuanya telah siap melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun kami masih memohon nasehat bagaimana menyukseskan seminar ini?

Raja Lebah:
Bagussss...ketahuilah bahwa seminar ini justru akan saya gunakan untuk menyebarluaskan ajaranku. Tak pedulilah siapa itu Bagawat. Oleh karena itu saya mengundang Lebah Statusquo agar dia menjadi nara sumber supportingku. Kesempatan pertama di pagi hari adalah presentasi dari Lebah Statusquo dan presentasi kedua di siang hari adalah Bagawat. Saya harap agar Bagawat bisa mendengarkan paparan Lebah Statusquo supaya bisa mengerti bagaimana kita bisa menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional.

Raja Lebah:
Wahai hadirin semua...berbahagia saya menyaksikan semua 600 Guru Lebah telah hadir pada seminar ini. Sebelum dimulai acara marilah kita bersama nyayikan yel-yel Raja Lebah Yang Bijak.

Peserta Seminar Labah:
Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak.. Raja Lebah Yang Bijak.... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak...

Raja Lebah:
Cukup...cukup...wah hebat sekali. Ternyata yang namanya bersatu padu itu hebat sekali. Satu dalam suara, satu dalam pikiran, satu dalam tindakan, satu dalam pakaian, satu dalam perasaan, satu dalam makanan, satu dalam perjuangan, satu dalam visi dan misi, satu dalam langkah, satu dalam cita, saru dalam rasa, satu dalam pangkat...oh nanti dulu yang ini saya ralat, satu dalam jabatan...oh nanti dulu yang ini juga saya ralat, satu dalam nasib...oh nanti dulu yang ini saya agak bingung, satu dalam menyerang musuh, satu dalam mempertahankan negara, satu dalam duka, satu dalam suka...oh nanti dulu yang ini aku juga agak bingung. Serba satu, kompak, menurut semua perintahku itulah yang selalu aku idam-idamkan. Maka inilah satu-satunya cara agar engkau mampu menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Jaganlah banyak bertanya...kalau perlu tidak perlu bertanya. Jika terpaksa bertanya maka pertanyaanmu itu harus the best atau tanyakan yang baik-baik. Pikirkan dan anggaplah bahwa metodeku itu adalah metode yang terbaik. Marilah kita bersama menyanyikan Himne Resep Raja Lebah.

Peserta Seminar Lebah:
Resep..resep...resep...si Raja Lebah. Jangan lupakan resep..resep.... Hapalkan diluar kepala resep...resep...si Raja Lebah....hafal...hafal...hafalkan...hafalkan. Si Raja Lebah...satu-satunya resep yang paling baik di dunia.

Raja Lebah:
Good...good...wah terasa intuisiku telah tertarik keluar melihat dan mendengar semuanya itu percaya seribu persen kapada resepku. Aku berpesan tak perlu hiraukan omongan para nara sumber. Wong dia saya undang hanya sebagai formalitas saja. Walaupun saya undang ...nara sumber itu hanya akansaya beri waktu sedikit saja...barang dua sampai tiga menit....agar tidak terlalu banyak ngomong. Kamu boleh mendengarkan presentasi dari Lehab Statusquo...karena dia itu pro denganku. Sedangkan untuk Bagawat...janganlah dengarkan dia itu. Makanya dalam seminar ini lebih banyak waktu akan saya gunakan sendiri sebagai moderator untuk mendidikmu. Jawab yel ku Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Peserta Seminar:
Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Raja Lebah:

Hahhhh...hehhh....dengan demikian aku tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan danaku untuk memberi transport dan akomodasi kepadamu semua. Marilah kita nyanyikan Mars Raja Lebah: Dengarkan...Camkan...Laksanakan...Laporkan. Sepuluh kali.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...waktunya tinggal lima menit...padahal Lebah Statusquo belum bicara.

Raja Lebah:
Oh..hah...hah...wahai Lebah Statusquo...engkau sudah duduk di sampingku sejak tadi ta? Silahkan bicara tetapi waktunya tinggal dua menit.

Lebah Status Quo:
Hadirin semua...karena waktunya tinggal dua menit maka intisari bicara saya adalah setuju dengan semua yang disampaikan moderator yaitu si Raja Lebah. Demikianlah semoga tercapai cita-cita anda semua. Amiin.

Raja Lebah:
Kita beri applause kepada Lebah Statusquo yang telah memberikan presentasinya dengan sangat bijaksana dan luar biasa. Bersiaplah semua juru kamera untuk mengabadikan gambar dimana saya akan memberikan piagam penghargaan kepada Lebah Statusquo. Lha di mana Bagawat? Hai panitia...dimanakah Bagawat.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...hingga saat ini sang Bagawat belum tampak hadir. Tetapi sekarang waktunya sudah istirahat.

Raja Lebah:
Wah rugi saya...maksudku...bicaraku panjang lebar itu juga agar bisa didengarkan oleh Bagawat. Sialan belu datang dia.

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin sekarang saatnya kita ISOMA.

Raja Lebah:
Peserta seminar yang berbahagia...setelah cukup ISOMA...marilah kita mulai lagi dengan sesion ke dua di siang hari. Sebelumnya saya ingin menyampaikan teori umumku untuk sukses menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saking pentingnya teoriku itu maka anda semua tidak boleh lupa. Hapalkan dan ingatlah selalu serta amalkan setiap saat. Boleh juga teoriku itu engkau anggap Ajimat dalam hidupmu. Sekali lagi teoriku adalah: Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Raja Lebah:
Whussszzz...semprul ki...Dua kalimat yang terakhir jangan di ucapkan!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Sekali lagi!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Good...good...wahai peserta seminar yang berbahagia dengarlah teoriku bagaimana engkau semua bisa menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional, berikut ini bersifatlah tertutup, bersikaplah angkuh terhadap ide-ide lain, jangan terlalu percaya kepada pembaharuan, anggaplah seolah-olah hanya diri kita sendiri yang ada, kalau perlu lawanlah perubahan, patenkan eksploitasi, dominasilah keadaan, lawanlah arogansi dengan arogansi, andalkan kekuatanmu, lakukan komunikasi searah, hargailah tamu-tamu yang bermanfaat saja, waspadai ide yang lain, kalau perlu curilah kebaikan orang lain, penjilat itu juga ada gunanya, menekan bawahan itu juga ada manfaatnya, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan juga ada manfaatnya, menutup telinga dari bisikan baik juga ada perlunya, bersifat eksklusif juga ada perlunya, protektif juga ada perlunya...dst. Wahai peserta seminar....ternyata aku capai juga membawakan presentasiku. Saya minta anda tetap duduk dengan seksama di kursi anda masing-masing dan saya akan Mengantuk barang 2 atau 3 menit. Janganlah menjadi peserta seminar yang tidak kreatif. Walaupun saya tertidur dii hadapanmu semua, maka ambil pula hikmah-hikmahnya. Perhatikan, catat dan tanyakan perihal bagaimana saya mengantuk, gaya mengantuk saya, berapa kali saya mendengkur ketika saya tertidur di depan sisni. Nggger...nggerrrrr....nggerrrrrrr.

Panitia Seminar:
Maaf...sang Raja Lebah...waktunya tinggal empat puluh lima menit. Sebetulnya sekarang itu jatahnya sang Bagawat untuk bicara. Bagawat sudah duduk di sampingmu sejak tadi.

Raja Lebah:
Ohhh..oh..silahkan Bagawat bicara.

Bagawat:
Peserta seminar yang berbahagia, pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk bertemu di sini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Raja Lebah atas undangannya kepada saya untuk presentasi makalah saya. Hadirin semua menurut saya kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki, ...dst. Kedua, yaitu kita perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Jika anda semua menghendaki ingin menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional maka anda perlu mengembangkan sikap bagaimana agar anda mampu meraih atau memperoleh sifat-sifat sebagai seekor Guru Lebah Bertaraf Internasional. Ketiga, kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Jadi kita juga harus mengetahui apa sifat-sifat Guru Lebah Bertaraf nternasional itu. Untuk itu maka baca dan bacalah, belajar dan belajarlah, tanya dan bertanyalah, tulis dan menulislah, diskusi dan diskusikanlah, terbuka dan terbukalah, janganlah bersifat tertutup, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, hargailah tamu-tamu anda, dengarkan kebaikan walau dari seorang lebah anak-anak sekalipun, promosikan inovasi, janganlah bersikap proteksi, lawanlah statusquo, kembangkan kerjasama dengan yang lain, tidaklah bisa kita hidupsendiri, bersikaplah kritis terhadapsemua teori bahkan jika teori itu berasal dari atasanmu, bahkan kritislah terhadap pikiranmu sendiri, berpikirlah merdeka, janganlah bersikap sobong dan arogan, bersikaplah bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu. Kembangkan keterampilanmu disertai doa dan ikhtiar. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya engkau itu berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun. Berikutnya adalah mencari pengalaman. Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Maka dimensimu akan meningkat jika ilmumu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Maka tidaklah cukup jika engkau hanya mencari ilmu di dalam atau disekita Sarang mu itu. Engkau harus terbag jauh dari sarangmu agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Tidak hanya itu kalau perlu engkau juga mengembangkan jejaring kerjasama atau networking pengembangan ilmu untuk menjawab bagaimana menjadi Guru Lebah bertaraf Internasional. Demikianlah sepintas presentasi saya...apakah ada pertanyaan?

Semua Peserta Seminar Lebah bertanya:
Alhamdullilah...wahai sang Bagawat...itulah yang selama ini aku cari dan aku rindukan. Kami semua masih mengharapkan pembicaraanmu walau sampai malampun.

Bagawat:
Ooh..tidak saya di sini adalah tamu. Baiklah karena waktunya sudah habis...maka saya kembalikan kepada moderator...lho...mana moderatornya?

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin yang saya hormati...saya informasikan bahwa dikarenakan masuk angin maka moderator seminar ini Sang Raja Lebah telah meninggalkan acara ini. Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sang Bagawat. Dengan ini saya mewakili moderator, marilah seminar ini kita tutup dengan berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Amiiin.

3 comments:

  1. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam elegi ini menceritakan bagaimana menjadi seorang guru yang bisa go internasional. Salah satu langkah yang bisa kita tempuh adalah menguasai bahasa internasional yaitu bahasa inggris, selain itu hendaknya kita memperbanyak bacaan sehingga menambah pengetahuan yang ada. Dan jangan hanya puas dengan ilmu yang kita peroleh di Negara sendiri karena itu belumlah seberapa, hendaknya kita banyak belajar dari Negara-negara lain, melakukan study ke Negara-negara lain.

    ReplyDelete
  2. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Internasional" terdengar keren, bukan? Tidak jarang kata tersebut dijadikan anomali. Internasional dengan tidak internasional. Loh apa hubungannya?
    Pendapat saya, go internasional yang sesungguhnya adalah jika kita benar-benar mampu melewati batas mampu kita. Tentu harus dengan usaha bukan? Tapi apa kenyataannya? "internasional" hanya status yang dijadikan persembunyian mereka-mereka yang anti inovasi, mereka-mereka yang takut perkembangan. Tradisi emang sudah sepatutnya diuri-uri, tapi loh ya ingat jangan sampai anti inovasi. Ingat juga ta, inovasi ki pembaharuan, datang disambut layaknya tamu membanggakan, tapi yo jangan sampai kita kebablasan. Hidup itu terjemah dan menerjemahkan, bukan?

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah”, hikmah yang didapat yaitu
    • segala sesuatu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa.
    • menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita
    • mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita.
    • Dengarkan pendapat orang lain
    • Lakukan inovasi
    • Bersikap kritis
    • Positive thinking
    • Berdoa’a dan berikhtiar
    • Mencari pengalaman
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete