Mar 8, 2011

Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wahai semua anggota Panitia Seminar Sehari ....setelah menerima saran-saran dari anakku perihal mendidik generasi lebah yang lebih terbuka dan demokratis...maka saya bermaksud menetapkan tema seminarnya adalah Menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saya akan mengundang dua nara sumber. Pertama, temanku sendiri si Lebah Statusquo. Kedua, adalah si gurunya anak saya yang bernama Bagawat. Saya sendiri yang akan menjadi moderator. Undang semua guru lebah.

Panitia Seminar Lebah:
Wahai sang Raja Lebah...kami siap melaksanakan semua perintahmu. Semua seksi sudah dibentuk, konsumsi, peralatan, penerima tamu, bendahara, ....semuanya telah siap melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun kami masih memohon nasehat bagaimana menyukseskan seminar ini?

Raja Lebah:
Bagussss...ketahuilah bahwa seminar ini justru akan saya gunakan untuk menyebarluaskan ajaranku. Tak pedulilah siapa itu Bagawat. Oleh karena itu saya mengundang Lebah Statusquo agar dia menjadi nara sumber supportingku. Kesempatan pertama di pagi hari adalah presentasi dari Lebah Statusquo dan presentasi kedua di siang hari adalah Bagawat. Saya harap agar Bagawat bisa mendengarkan paparan Lebah Statusquo supaya bisa mengerti bagaimana kita bisa menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional.

Raja Lebah:
Wahai hadirin semua...berbahagia saya menyaksikan semua 600 Guru Lebah telah hadir pada seminar ini. Sebelum dimulai acara marilah kita bersama nyayikan yel-yel Raja Lebah Yang Bijak.

Peserta Seminar Labah:
Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak.. Raja Lebah Yang Bijak.... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak...

Raja Lebah:
Cukup...cukup...wah hebat sekali. Ternyata yang namanya bersatu padu itu hebat sekali. Satu dalam suara, satu dalam pikiran, satu dalam tindakan, satu dalam pakaian, satu dalam perasaan, satu dalam makanan, satu dalam perjuangan, satu dalam visi dan misi, satu dalam langkah, satu dalam cita, saru dalam rasa, satu dalam pangkat...oh nanti dulu yang ini saya ralat, satu dalam jabatan...oh nanti dulu yang ini juga saya ralat, satu dalam nasib...oh nanti dulu yang ini saya agak bingung, satu dalam menyerang musuh, satu dalam mempertahankan negara, satu dalam duka, satu dalam suka...oh nanti dulu yang ini aku juga agak bingung. Serba satu, kompak, menurut semua perintahku itulah yang selalu aku idam-idamkan. Maka inilah satu-satunya cara agar engkau mampu menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Jaganlah banyak bertanya...kalau perlu tidak perlu bertanya. Jika terpaksa bertanya maka pertanyaanmu itu harus the best atau tanyakan yang baik-baik. Pikirkan dan anggaplah bahwa metodeku itu adalah metode yang terbaik. Marilah kita bersama menyanyikan Himne Resep Raja Lebah.

Peserta Seminar Lebah:
Resep..resep...resep...si Raja Lebah. Jangan lupakan resep..resep.... Hapalkan diluar kepala resep...resep...si Raja Lebah....hafal...hafal...hafalkan...hafalkan. Si Raja Lebah...satu-satunya resep yang paling baik di dunia.

Raja Lebah:
Good...good...wah terasa intuisiku telah tertarik keluar melihat dan mendengar semuanya itu percaya seribu persen kapada resepku. Aku berpesan tak perlu hiraukan omongan para nara sumber. Wong dia saya undang hanya sebagai formalitas saja. Walaupun saya undang ...nara sumber itu hanya akansaya beri waktu sedikit saja...barang dua sampai tiga menit....agar tidak terlalu banyak ngomong. Kamu boleh mendengarkan presentasi dari Lehab Statusquo...karena dia itu pro denganku. Sedangkan untuk Bagawat...janganlah dengarkan dia itu. Makanya dalam seminar ini lebih banyak waktu akan saya gunakan sendiri sebagai moderator untuk mendidikmu. Jawab yel ku Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Peserta Seminar:
Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Raja Lebah:

Hahhhh...hehhh....dengan demikian aku tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan danaku untuk memberi transport dan akomodasi kepadamu semua. Marilah kita nyanyikan Mars Raja Lebah: Dengarkan...Camkan...Laksanakan...Laporkan. Sepuluh kali.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...waktunya tinggal lima menit...padahal Lebah Statusquo belum bicara.

Raja Lebah:
Oh..hah...hah...wahai Lebah Statusquo...engkau sudah duduk di sampingku sejak tadi ta? Silahkan bicara tetapi waktunya tinggal dua menit.

Lebah Status Quo:
Hadirin semua...karena waktunya tinggal dua menit maka intisari bicara saya adalah setuju dengan semua yang disampaikan moderator yaitu si Raja Lebah. Demikianlah semoga tercapai cita-cita anda semua. Amiin.

Raja Lebah:
Kita beri applause kepada Lebah Statusquo yang telah memberikan presentasinya dengan sangat bijaksana dan luar biasa. Bersiaplah semua juru kamera untuk mengabadikan gambar dimana saya akan memberikan piagam penghargaan kepada Lebah Statusquo. Lha di mana Bagawat? Hai panitia...dimanakah Bagawat.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...hingga saat ini sang Bagawat belum tampak hadir. Tetapi sekarang waktunya sudah istirahat.

Raja Lebah:
Wah rugi saya...maksudku...bicaraku panjang lebar itu juga agar bisa didengarkan oleh Bagawat. Sialan belu datang dia.

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin sekarang saatnya kita ISOMA.

Raja Lebah:
Peserta seminar yang berbahagia...setelah cukup ISOMA...marilah kita mulai lagi dengan sesion ke dua di siang hari. Sebelumnya saya ingin menyampaikan teori umumku untuk sukses menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saking pentingnya teoriku itu maka anda semua tidak boleh lupa. Hapalkan dan ingatlah selalu serta amalkan setiap saat. Boleh juga teoriku itu engkau anggap Ajimat dalam hidupmu. Sekali lagi teoriku adalah: Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Raja Lebah:
Whussszzz...semprul ki...Dua kalimat yang terakhir jangan di ucapkan!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Sekali lagi!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Good...good...wahai peserta seminar yang berbahagia dengarlah teoriku bagaimana engkau semua bisa menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional, berikut ini bersifatlah tertutup, bersikaplah angkuh terhadap ide-ide lain, jangan terlalu percaya kepada pembaharuan, anggaplah seolah-olah hanya diri kita sendiri yang ada, kalau perlu lawanlah perubahan, patenkan eksploitasi, dominasilah keadaan, lawanlah arogansi dengan arogansi, andalkan kekuatanmu, lakukan komunikasi searah, hargailah tamu-tamu yang bermanfaat saja, waspadai ide yang lain, kalau perlu curilah kebaikan orang lain, penjilat itu juga ada gunanya, menekan bawahan itu juga ada manfaatnya, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan juga ada manfaatnya, menutup telinga dari bisikan baik juga ada perlunya, bersifat eksklusif juga ada perlunya, protektif juga ada perlunya...dst. Wahai peserta seminar....ternyata aku capai juga membawakan presentasiku. Saya minta anda tetap duduk dengan seksama di kursi anda masing-masing dan saya akan Mengantuk barang 2 atau 3 menit. Janganlah menjadi peserta seminar yang tidak kreatif. Walaupun saya tertidur dii hadapanmu semua, maka ambil pula hikmah-hikmahnya. Perhatikan, catat dan tanyakan perihal bagaimana saya mengantuk, gaya mengantuk saya, berapa kali saya mendengkur ketika saya tertidur di depan sisni. Nggger...nggerrrrr....nggerrrrrrr.

Panitia Seminar:
Maaf...sang Raja Lebah...waktunya tinggal empat puluh lima menit. Sebetulnya sekarang itu jatahnya sang Bagawat untuk bicara. Bagawat sudah duduk di sampingmu sejak tadi.

Raja Lebah:
Ohhh..oh..silahkan Bagawat bicara.

Bagawat:
Peserta seminar yang berbahagia, pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk bertemu di sini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Raja Lebah atas undangannya kepada saya untuk presentasi makalah saya. Hadirin semua menurut saya kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki, ...dst. Kedua, yaitu kita perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Jika anda semua menghendaki ingin menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional maka anda perlu mengembangkan sikap bagaimana agar anda mampu meraih atau memperoleh sifat-sifat sebagai seekor Guru Lebah Bertaraf Internasional. Ketiga, kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Jadi kita juga harus mengetahui apa sifat-sifat Guru Lebah Bertaraf nternasional itu. Untuk itu maka baca dan bacalah, belajar dan belajarlah, tanya dan bertanyalah, tulis dan menulislah, diskusi dan diskusikanlah, terbuka dan terbukalah, janganlah bersifat tertutup, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, hargailah tamu-tamu anda, dengarkan kebaikan walau dari seorang lebah anak-anak sekalipun, promosikan inovasi, janganlah bersikap proteksi, lawanlah statusquo, kembangkan kerjasama dengan yang lain, tidaklah bisa kita hidupsendiri, bersikaplah kritis terhadapsemua teori bahkan jika teori itu berasal dari atasanmu, bahkan kritislah terhadap pikiranmu sendiri, berpikirlah merdeka, janganlah bersikap sobong dan arogan, bersikaplah bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu. Kembangkan keterampilanmu disertai doa dan ikhtiar. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya engkau itu berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun. Berikutnya adalah mencari pengalaman. Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Maka dimensimu akan meningkat jika ilmumu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Maka tidaklah cukup jika engkau hanya mencari ilmu di dalam atau disekita Sarang mu itu. Engkau harus terbag jauh dari sarangmu agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Tidak hanya itu kalau perlu engkau juga mengembangkan jejaring kerjasama atau networking pengembangan ilmu untuk menjawab bagaimana menjadi Guru Lebah bertaraf Internasional. Demikianlah sepintas presentasi saya...apakah ada pertanyaan?

Semua Peserta Seminar Lebah bertanya:
Alhamdullilah...wahai sang Bagawat...itulah yang selama ini aku cari dan aku rindukan. Kami semua masih mengharapkan pembicaraanmu walau sampai malampun.

Bagawat:
Ooh..tidak saya di sini adalah tamu. Baiklah karena waktunya sudah habis...maka saya kembalikan kepada moderator...lho...mana moderatornya?

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin yang saya hormati...saya informasikan bahwa dikarenakan masuk angin maka moderator seminar ini Sang Raja Lebah telah meninggalkan acara ini. Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sang Bagawat. Dengan ini saya mewakili moderator, marilah seminar ini kita tutup dengan berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Amiiin.

33 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Keangkuhan dan kesombongan dalam raja lebah memang nyata di kehidupan, bahkan para calon-calon guru yang diharapkan bertaraf internasional ini pun kadang seperti Raja Lebah dan kadang juga bisa seperti Statusquo yang hanya ikut-ikutan Statusquo. Ikut-ikutan bukan hal yang salah, selama itu punya dasar dan alasan yang cukup masuk akal tidak ada masalah. Hendaknya kita bisa belajar bersifat kritis, kreatif, inovatif, dan terbuka terhadap dunia. Kita juga harus tetap memperkuat iman agar terhindar dari godaan duniawi.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Amal perbuatan itu tergantung dari niat. Jika niat kita baik dan tulus, maka kita akan terhindar dari perasaan sombong. Dalam berbuat, landaskanlah dengan niat yang baik agar jalannya pun dimudahkan oleh Tuhan. Selain itu, niat yang tulus akan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun dengan orang lain.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sarang lebah merupakan tempat satu-satunya berkumpul para lebah, mereka tidak akan berkumpul ditempat manapun selain sarang lebahnya. Apabila kita diibaratkan sebagai guru lebah maka kita akan menjadi guru yang tertutup tidak menerima ide-ide baru dari yang lain dan menganggap bahwa idenya adalah yang paling baik, dalam hal ini guru tidak melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajarannya, mereka menganggap bahwa pembelajaran yang diterapkannya adalah pembelajaran yang terbaik bagi siswanya. Merekapun menghendaki komunikasi searah dimana guru yang berbicara dan siswa hanya mendengarkan. Siswa hanya dapat melakukan kegiatan yang diperintahkan guru, mereka tidak diberikan kesempatan untuk beraktivitas atas kemauannya sendiri

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk menjadi guru yang baik bukanlah perkara yang mudah. Dibalik tuntutan yang begitu banyak, guru yang baik seharusnya tidak cepat puas atas prestasi yang dia dapat. Guru yang baik adalah guru yan masi mau belajar. Guru belajar disini bukan hanya guru yang melanjutkan jenjang pendidikannya namun guru yang mau belajar dari siapapun termasuk dari siswanya sendiri, belajar memahami siswa menjadi hal utama yang harus dilakukan oleh guru.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kompetensi apapun yang ingin diraih harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Bekerja berlandaskan iman dan taqwa. Belajar juga berlandaskan iman dan taqwa. Meningkatkan kompetensi maupun mengembangkan keterampilan harus disertai doa dan ikhtiar. Mempelajari ilmu dans mengamalkannya agar kompetensi maupun keterampilan kita dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain yang juga sebagai jalan untuk meningkatkan dimensi kita.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap manusia memiliki kompetensi yang sangat beragam. Kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa.
    Hal ini bertujuan agar kompetensi yang dimiliki dapat bermanfaat dan barokah.

    ReplyDelete
  7. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Guru yang baik juga harus memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak. Selain itu, cara untuk menjadi seorang guru yang baik juga tidak boleh bersikap sombong. Di dalam kelas, guru tidak patut menyombongkan diri di hadapan murid dan jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Motivasi dalam setiap individu sangatlah penting. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa.
    Karena dengan iman dan taqwa yang diimplementasikan akan membuat manusaia terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki. Hal ini merupakan penyakit hati manusia yang harus dihilangkan.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Para peserta seminar pada elegi di atas menggambarkan bagaimana kondisi pendidik di negeri dimana, mengahapal dan melaksanakan sesuai dengan kehendak otoriter, dan kekuasaan menggambarkan bagaimana dia membatasi sang bgawat untuk menyampaiakan makna sebagai guru yang sebenarnya. Maka sebenar-benarnya guru adalah yang sesuai dengan yang disampaiakn begawat

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Ketika kita ingin meraih sesuatu apapun itu, hendaknya dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, dan dilandasi dengan iman dan takwa, sehingga kitapun terhindar dari sifat sombong. Kita harus ingat bahwa dengan kesombongan, tentunya apa yang kita raih tidak akan ada manfaatnya. Tentunya kita harus memiliki pengetahuan, kita harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Janganlah kita puas dengan pengetahuan yang kita miliki saat ini. Untuk itu perbanyaklah membaca, belajar, bertanya, diskusi dengan teman, dan mencari kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang baru adalah cara untuk bisa meraih apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Raja lebah memiliki kesombongan, ia merasa harus mengikuti arus internasioanlisasi, merasa harus menjadi yang terbaik dan memang ia merasa menjadi yang terbaik. Segala sesutau itu bergantung niat dan tujuannya, jika ia niatnya baik maka kahirnya akan baik juga. Dan segala yang dilakukan itu butuh proses, perlahan dan pasti nantinya akan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas_D 2016

    Elegi diatas menunjukkan kelemahan kita selaku manusia yang selalu bekumpul dengan orang-orang tertentu saja. Contohnya guru hanya berkumpul dengan guru, politikus hanya berkumpul dengan politikus. Kalaulah hal ini yang kita lakukan maka ilmu kita tidak akan bertambah, kalau diibaratkan kita layaknya seperti katak dalam tempurung, merasa dirinya paling hebat, namun ketika keluar baru terasa akan kebodohan dirinya. Maka alangkah baiknya kalau kita berkumpul dengan siapapun sehingga ilmu yang kita meiliki akan semakin luas dan kita juga bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan membuat kita tidak semena-mena terhadap orang lain siapapun dia.

    ReplyDelete
  14. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Untuk bisa maju dan sejajar dengan bangsa lain, maka kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, pikiran dan hati kita. Apapun yang ingin kita raih haruslah dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas dan. Menganggap diri paling benar akan menyebabkan kita selalu menutup mata, hati dan pikiran, seperti yang dilakukan raja lebah pada elegi di atas. Mengembangkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik, berdoa dan berikhtiar merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menggapai manusia yang berilmu dan bernurani.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi yang merupakan sekuel dari elegi begawat menggoda sarang lebah. Demi menjadi sarang yang lebih terbuka, maka secara keselurahan indikator didalamnya juga harus memerdekaan dirinya. Namun sang raja merupakan diktaktor yang sombong menyombongkan dirinya, namun ketoka mendengar kritik jatuhlah dia. Jadi untuk mencadi sosokyang lebih baik makan perlulah rasa siap menerima segala kritikan sehingga dari kritikan tersebut menjadikan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Calo guru yang bertaraf internasional hendaknya tidak angkuh. Keangkuhan membawa kepada sifat yang tidak disukai orang lain. Maka tidak akan bisa menjadi seorang guru yang bertaraf internasional karena angkuh dan tidak dapat dukungan dari orang karena tidak disukai orang. Maka menjadi guru harus menghindari sikap sombong. Menjadi guru profesional tidak mudah, perlu usaha dan kerja keras, maka baik jika selalu rendah hati dan tentunya tetap semangat dalam mencari ilmu, dan tidak hanya ikut – ikutan hal yang belum tentu baik dan belum tentu bermanfaat.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Berdasarkan artikel di atas dapat kita lihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan sang Raja Lebah terhadap rakyatnya. Menganggap diri benar dan menutup mata, hati dan pikiran sendiri menjadikan seseorang menganggap dirinya yang paling benar seperti yang dilakukan raja lebah. Padahal untuk maju kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, pikiran dan hati kita. Untuk itu perlu adanya pembaharuan dalam menyikapi hal tersebut. Jadi sifat terbuka itu sangatlah penting untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Perbanyak membaca, belajar, bertanya, menulis, berdiskusi, komunikasi, berpikir positif, menghargai orang lain, dan lain sebagainya sehingga kita memperoleh banyak ilmu.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sepaham saya elegi seminar sehari di sarang lebah berisi mengenai pembelajaran yang kurang baik yaitu dimana siswa hanya menghafal apa yang diberikan guru, hal tersebut tentunya tidak baik dan sangat buruk bagi siswa. karena siswa hanya menghafal saja tanpa memahami. Peran guru disini harusnya juga bersikap demokratis yaitu mempersilahkan siswa berperan langsung dalam pembelajaran. bukannya guru yang mendominasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jangan pernah takut untuk mencari ilmu di mana pun kita berada karena pada era sekarang ini di mana pengaruh globalisasi membuat kita bisa bebas dan tak terbatas untuk bisa melakukan apa pun itu. Namun itu semua kita hendaknya dalam belajar untuk selalu niatkan dalam hati yang baik, ikhlas serta tulus. untuk mendapatkan wawasan yang luas tentulah diperlukan berbagai macam pengalaman, maka dari itu hijrahlah dari tempatmu, lalu temukan ilmu di dalam rantauanmu. Ilmu bukan hanya dapat diperoleh dari bangku sekolah namun ilmu pula dapat diperoleh dari pengalaman, dengan berhijrah kita akan bertemu dengan berbagai teman serta berbagai macam karakter, budaya dan sebagainya maka kita akan menjadi orang yang bijaksana dalam bertindak, berpikir serta mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  20. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tentang Raja Lebah di atas mengilustrasikan tentang pemimpin yang berkuasa di suatu negara, seolah pemimpin itu memiliki rasa sombong dan ego yang sangat tinggi. Raja yang hanya memikirkan dirnya sendiri dan keuntungan dirinya sendiri. Sehingga ketika sang raja akan memebrikan ilmu kepada rakyatknya dia memilih narasumber yang mendukung programnya. Apabila hal semacam itu terjadi di suatu negara maka susahlah negara itu untuk berkembang karena terkekang oleh pemimpin yang egois.

    ReplyDelete
  21. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi yang diceritakan oleh Raja Lebah, Statusquo, dan Bagawat, mengisahkan tentang perbedaan. Perbedaan yang etrjadi di dunia ini adalah sesuatu hal yang wajar terjadi. diceritakan dalam elegi tersebut, jadilah seorang guru seperti begawat yang belajar bersifat kritis, kreatif, inovatif, dan terbuka terhadap dunia. Hindarilah sifat yang dimiliki Raja lebah dengan Keangkuhan dan kesombongannya dan juga janganlah calon para pendidik seperti Statusquo yang hanya ikut-ikutan. akan tetapi, ikut-ikutan bukanlah hal yang salah, selama itu punya dasar dan alasan yang logis dan akuntabel. Adapun dasar dan pegangan yang kuat yang tak lain adalah spiritualmu.

    ReplyDelete
  22. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam penjelasan sang begawat terdapat nasihat – nasihat bagi seorang guru jika ingin menjadi lebih baik. Diawali dengan niat, meiliki pengetahun tentang dirinya sendiri sehingga mengethaui seberapa kemampuan yang ia miliki, terbuka atas kritik dan saran, serta masih banyak yang lain.

    ReplyDelete
  23. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi diatas mengajarkan kita bahwasannya kita tidak harus selalu berteman dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki profesi yang sama, misal guru dengan guru, dokter dengan dokter dan lain sebagainya. Namun jika kita mau membaur, berkumpul dengan lainnya, kita akan memperoleh pengetahuan lain, inspirasi lain yang mungkin bisa kita kembangkan dalam pembelajaran di sekolah

    ReplyDelete
  24. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada pesan menarik dari elegi di atas, bahwa seorang guru yang bertaraf internasional hendaknya menjauhi rasa angkuhnya. Guru yang bertaraf internasional hendaknya membagikan ilmunya kepada guru-guru lain agar mereka juga dapat merasakan pengetahuan-pengetahuan yang berstandar internasioanal dan mampu memberikan inspirasi untuk pembelajaran-pembelajaran di kelasnya.

    ReplyDelete
  25. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam kehidupan janganlah kita berbaur dengan orang-orang yang memiliki pikiran sama dengan kita namun hendaklah kita membuka pikiran agar pengetahuan yang kita miliki terus meningkat dan penetahuannya bersifat homongen karena sumber pengetahuan dari berbagai macam sumber yang berbeda.
    Didalam memulai segala hal hendaknya dimulai dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa.

    ReplyDelete
  26. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seminar hendaknya digunakan untuk menyatukan ide, saling bertukar pendapat tentang metode pembelajan maupun pemilihan media yang tepat, dari berbagai guru-guru maupun peserta seminar yang lain. Untuk mencapai hal tersebut, setiap peserta seminar harus memiliki sifat terbuka dan semangat dalam meningkatkan kompetensi nya. Guru juga perlu menerima perubahan yang terjadi di luar, menerima ide baru yang ternyata bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi profesionalitas guru

    ReplyDelete
  27. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Perubahan menuju tingkat pendidikan yang lebih baik memang bukan jalan yang mudah. Bukan jalan yang singkat untuk mencapainya. Namun perjalanan yang panjang dan penuh rintangan akan dihadapi oleh orang-orang yang ingin menempuhnya. Tapi ingatlah, di ujung jalan tersebut ada oase yang indah menanti kita. Tetaplah semangat dalam memuntut ilmu dan lawanlah statusquo yang selama ini mengekang pergerakan kita. Laksanakanlah pesan dari begawat, agar cita-cita tersebut dapat kita capai.

    ReplyDelete
  28. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi Seminar Sehari di Sarang Lebah”, hikmah yang saya peroleh adalah bahwa (1) segala sesuatu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa; (2) menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita; (3) mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita; (4) mendengarkan pendapat orang lain; (5) melakukan inovasi; (6) bersikap kritis; (7) positive thinking; (8) berdoa dan berikhtiar; serta (9) mencari pengalaman.

    ReplyDelete
  29. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terdapat beberpa pelajaran yang dapat saya petik. Pertama, belajar memang akan menjadi berkah jika dilandasi iman dan taqwa, karena dengan begitu kita akan merasa kecil di hadapan-Nya sehingga akan ters berikhtiar di jalan-Nya. Kedua, jika kita ingin menjadi sesuatu, maka kita juga hendak memantaskan diri agar mampu meraih posisi tersebut. Kita juga harus memiliki strategi dalam mencapainya, menganalisis apa yang dibutuhkan. Selanjutnya, kita perlu berpikir terbuka terhadap perubahan,telur belajar dan membaca.

    ReplyDelete
  30. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi diatas mengajarkan kita untuk terus dapat membaur dalam semua kalangan, agar kita dapat saling mengetahui dan mengerti satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  31. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014



    Pada elegi diatas bahwasanya jika sebagai guru haruslah bisa menempatkan diri pada lingkungan,situasi serta kondisi. Kita hanyalah manusia tidak patut ada yang disombongkan, membuka diri untuk menerima masukan,kritik dan saran. Bisa membuka diri untuk bertukar fikiran dan ide-ide dari orang lain, terus belajar karena walaupun telah menjadi guru ilmu itu tidak ada habisnya.

    ReplyDelete
  32. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Perubahan menuju tingkat pendidikan yang lebih baik memang bukan jalan yang mudah. Bukan jalan yang singkat untuk mencapainya. Namun perjalanan yang panjang dan penuh rintangan akan dihadapi oleh orang-orang yang ingin menempuhnya. Tapi ingatlah, di ujung jalan tersebut ada oase yang indah menanti kita. Tetaplah semangat dalam memuntut ilmu dan lawanlah statusquo yang selama ini mengekang pergerakan kita. Laksanakanlah pesan dari begawat, agar cita-cita tersebut dapat kita capai.

    ReplyDelete
  33. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seminar di sarang lebah yang artinya seminar itu dilaksanakan dirumahnya sendiri. Karena lebah tidak akan ketempat manapun selain di rumah lebah. Elegi di atas menggambarkan bahwa guru lebah memiliki pendirian yang kuat yang mengajarkan kepada siswa-siswanya dengan metode tradisional yang tidak menginginkan siswanya untuk berkembang. Pembelajaran yang terjadi hanya searah dan tidak memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswanya.

    ReplyDelete