Mar 8, 2011

Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wahai semua anggota Panitia Seminar Sehari ....setelah menerima saran-saran dari anakku perihal mendidik generasi lebah yang lebih terbuka dan demokratis...maka saya bermaksud menetapkan tema seminarnya adalah Menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saya akan mengundang dua nara sumber. Pertama, temanku sendiri si Lebah Statusquo. Kedua, adalah si gurunya anak saya yang bernama Bagawat. Saya sendiri yang akan menjadi moderator. Undang semua guru lebah.

Panitia Seminar Lebah:
Wahai sang Raja Lebah...kami siap melaksanakan semua perintahmu. Semua seksi sudah dibentuk, konsumsi, peralatan, penerima tamu, bendahara, ....semuanya telah siap melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun kami masih memohon nasehat bagaimana menyukseskan seminar ini?

Raja Lebah:
Bagussss...ketahuilah bahwa seminar ini justru akan saya gunakan untuk menyebarluaskan ajaranku. Tak pedulilah siapa itu Bagawat. Oleh karena itu saya mengundang Lebah Statusquo agar dia menjadi nara sumber supportingku. Kesempatan pertama di pagi hari adalah presentasi dari Lebah Statusquo dan presentasi kedua di siang hari adalah Bagawat. Saya harap agar Bagawat bisa mendengarkan paparan Lebah Statusquo supaya bisa mengerti bagaimana kita bisa menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional.

Raja Lebah:
Wahai hadirin semua...berbahagia saya menyaksikan semua 600 Guru Lebah telah hadir pada seminar ini. Sebelum dimulai acara marilah kita bersama nyayikan yel-yel Raja Lebah Yang Bijak.

Peserta Seminar Labah:
Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak.. Raja Lebah Yang Bijak.... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak...

Raja Lebah:
Cukup...cukup...wah hebat sekali. Ternyata yang namanya bersatu padu itu hebat sekali. Satu dalam suara, satu dalam pikiran, satu dalam tindakan, satu dalam pakaian, satu dalam perasaan, satu dalam makanan, satu dalam perjuangan, satu dalam visi dan misi, satu dalam langkah, satu dalam cita, saru dalam rasa, satu dalam pangkat...oh nanti dulu yang ini saya ralat, satu dalam jabatan...oh nanti dulu yang ini juga saya ralat, satu dalam nasib...oh nanti dulu yang ini saya agak bingung, satu dalam menyerang musuh, satu dalam mempertahankan negara, satu dalam duka, satu dalam suka...oh nanti dulu yang ini aku juga agak bingung. Serba satu, kompak, menurut semua perintahku itulah yang selalu aku idam-idamkan. Maka inilah satu-satunya cara agar engkau mampu menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Jaganlah banyak bertanya...kalau perlu tidak perlu bertanya. Jika terpaksa bertanya maka pertanyaanmu itu harus the best atau tanyakan yang baik-baik. Pikirkan dan anggaplah bahwa metodeku itu adalah metode yang terbaik. Marilah kita bersama menyanyikan Himne Resep Raja Lebah.

Peserta Seminar Lebah:
Resep..resep...resep...si Raja Lebah. Jangan lupakan resep..resep.... Hapalkan diluar kepala resep...resep...si Raja Lebah....hafal...hafal...hafalkan...hafalkan. Si Raja Lebah...satu-satunya resep yang paling baik di dunia.

Raja Lebah:
Good...good...wah terasa intuisiku telah tertarik keluar melihat dan mendengar semuanya itu percaya seribu persen kapada resepku. Aku berpesan tak perlu hiraukan omongan para nara sumber. Wong dia saya undang hanya sebagai formalitas saja. Walaupun saya undang ...nara sumber itu hanya akansaya beri waktu sedikit saja...barang dua sampai tiga menit....agar tidak terlalu banyak ngomong. Kamu boleh mendengarkan presentasi dari Lehab Statusquo...karena dia itu pro denganku. Sedangkan untuk Bagawat...janganlah dengarkan dia itu. Makanya dalam seminar ini lebih banyak waktu akan saya gunakan sendiri sebagai moderator untuk mendidikmu. Jawab yel ku Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Peserta Seminar:
Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Raja Lebah:

Hahhhh...hehhh....dengan demikian aku tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan danaku untuk memberi transport dan akomodasi kepadamu semua. Marilah kita nyanyikan Mars Raja Lebah: Dengarkan...Camkan...Laksanakan...Laporkan. Sepuluh kali.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...waktunya tinggal lima menit...padahal Lebah Statusquo belum bicara.

Raja Lebah:
Oh..hah...hah...wahai Lebah Statusquo...engkau sudah duduk di sampingku sejak tadi ta? Silahkan bicara tetapi waktunya tinggal dua menit.

Lebah Status Quo:
Hadirin semua...karena waktunya tinggal dua menit maka intisari bicara saya adalah setuju dengan semua yang disampaikan moderator yaitu si Raja Lebah. Demikianlah semoga tercapai cita-cita anda semua. Amiin.

Raja Lebah:
Kita beri applause kepada Lebah Statusquo yang telah memberikan presentasinya dengan sangat bijaksana dan luar biasa. Bersiaplah semua juru kamera untuk mengabadikan gambar dimana saya akan memberikan piagam penghargaan kepada Lebah Statusquo. Lha di mana Bagawat? Hai panitia...dimanakah Bagawat.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...hingga saat ini sang Bagawat belum tampak hadir. Tetapi sekarang waktunya sudah istirahat.

Raja Lebah:
Wah rugi saya...maksudku...bicaraku panjang lebar itu juga agar bisa didengarkan oleh Bagawat. Sialan belu datang dia.

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin sekarang saatnya kita ISOMA.

Raja Lebah:
Peserta seminar yang berbahagia...setelah cukup ISOMA...marilah kita mulai lagi dengan sesion ke dua di siang hari. Sebelumnya saya ingin menyampaikan teori umumku untuk sukses menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saking pentingnya teoriku itu maka anda semua tidak boleh lupa. Hapalkan dan ingatlah selalu serta amalkan setiap saat. Boleh juga teoriku itu engkau anggap Ajimat dalam hidupmu. Sekali lagi teoriku adalah: Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Raja Lebah:
Whussszzz...semprul ki...Dua kalimat yang terakhir jangan di ucapkan!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Sekali lagi!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Good...good...wahai peserta seminar yang berbahagia dengarlah teoriku bagaimana engkau semua bisa menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional, berikut ini bersifatlah tertutup, bersikaplah angkuh terhadap ide-ide lain, jangan terlalu percaya kepada pembaharuan, anggaplah seolah-olah hanya diri kita sendiri yang ada, kalau perlu lawanlah perubahan, patenkan eksploitasi, dominasilah keadaan, lawanlah arogansi dengan arogansi, andalkan kekuatanmu, lakukan komunikasi searah, hargailah tamu-tamu yang bermanfaat saja, waspadai ide yang lain, kalau perlu curilah kebaikan orang lain, penjilat itu juga ada gunanya, menekan bawahan itu juga ada manfaatnya, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan juga ada manfaatnya, menutup telinga dari bisikan baik juga ada perlunya, bersifat eksklusif juga ada perlunya, protektif juga ada perlunya...dst. Wahai peserta seminar....ternyata aku capai juga membawakan presentasiku. Saya minta anda tetap duduk dengan seksama di kursi anda masing-masing dan saya akan Mengantuk barang 2 atau 3 menit. Janganlah menjadi peserta seminar yang tidak kreatif. Walaupun saya tertidur dii hadapanmu semua, maka ambil pula hikmah-hikmahnya. Perhatikan, catat dan tanyakan perihal bagaimana saya mengantuk, gaya mengantuk saya, berapa kali saya mendengkur ketika saya tertidur di depan sisni. Nggger...nggerrrrr....nggerrrrrrr.

Panitia Seminar:
Maaf...sang Raja Lebah...waktunya tinggal empat puluh lima menit. Sebetulnya sekarang itu jatahnya sang Bagawat untuk bicara. Bagawat sudah duduk di sampingmu sejak tadi.

Raja Lebah:
Ohhh..oh..silahkan Bagawat bicara.

Bagawat:
Peserta seminar yang berbahagia, pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk bertemu di sini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Raja Lebah atas undangannya kepada saya untuk presentasi makalah saya. Hadirin semua menurut saya kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki, ...dst. Kedua, yaitu kita perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Jika anda semua menghendaki ingin menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional maka anda perlu mengembangkan sikap bagaimana agar anda mampu meraih atau memperoleh sifat-sifat sebagai seekor Guru Lebah Bertaraf Internasional. Ketiga, kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Jadi kita juga harus mengetahui apa sifat-sifat Guru Lebah Bertaraf nternasional itu. Untuk itu maka baca dan bacalah, belajar dan belajarlah, tanya dan bertanyalah, tulis dan menulislah, diskusi dan diskusikanlah, terbuka dan terbukalah, janganlah bersifat tertutup, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, hargailah tamu-tamu anda, dengarkan kebaikan walau dari seorang lebah anak-anak sekalipun, promosikan inovasi, janganlah bersikap proteksi, lawanlah statusquo, kembangkan kerjasama dengan yang lain, tidaklah bisa kita hidupsendiri, bersikaplah kritis terhadapsemua teori bahkan jika teori itu berasal dari atasanmu, bahkan kritislah terhadap pikiranmu sendiri, berpikirlah merdeka, janganlah bersikap sobong dan arogan, bersikaplah bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu. Kembangkan keterampilanmu disertai doa dan ikhtiar. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya engkau itu berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun. Berikutnya adalah mencari pengalaman. Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Maka dimensimu akan meningkat jika ilmumu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Maka tidaklah cukup jika engkau hanya mencari ilmu di dalam atau disekita Sarang mu itu. Engkau harus terbag jauh dari sarangmu agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Tidak hanya itu kalau perlu engkau juga mengembangkan jejaring kerjasama atau networking pengembangan ilmu untuk menjawab bagaimana menjadi Guru Lebah bertaraf Internasional. Demikianlah sepintas presentasi saya...apakah ada pertanyaan?

Semua Peserta Seminar Lebah bertanya:
Alhamdullilah...wahai sang Bagawat...itulah yang selama ini aku cari dan aku rindukan. Kami semua masih mengharapkan pembicaraanmu walau sampai malampun.

Bagawat:
Ooh..tidak saya di sini adalah tamu. Baiklah karena waktunya sudah habis...maka saya kembalikan kepada moderator...lho...mana moderatornya?

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin yang saya hormati...saya informasikan bahwa dikarenakan masuk angin maka moderator seminar ini Sang Raja Lebah telah meninggalkan acara ini. Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sang Bagawat. Dengan ini saya mewakili moderator, marilah seminar ini kita tutup dengan berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Amiiin.

71 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas_D 2016

    Elegi diatas menunjukkan kelemahan kita selaku manusia yang selalu bekumpul dengan orang-orang tertentu saja. Contohnya guru hanya berkumpul dengan guru, politikus hanya berkumpul dengan politikus. Kalaulah hal ini yang kita lakukan maka ilmu kita tidak akan bertambah, kalau diibaratkan kita layaknya seperti katak dalam tempurung, merasa dirinya paling hebat, namun ketika keluar baru terasa akan kebodohan dirinya. Maka alangkah baiknya kalau kita berkumpul dengan siapapun sehingga ilmu yang kita meiliki akan semakin luas dan kita juga bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan membuat kita tidak semena-mena terhadap orang lain siapapun dia.

    ReplyDelete
  2. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Untuk bisa maju dan sejajar dengan bangsa lain, maka kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, pikiran dan hati kita. Apapun yang ingin kita raih haruslah dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas dan. Menganggap diri paling benar akan menyebabkan kita selalu menutup mata, hati dan pikiran, seperti yang dilakukan raja lebah pada elegi di atas. Mengembangkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik, berdoa dan berikhtiar merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menggapai manusia yang berilmu dan bernurani.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi yang merupakan sekuel dari elegi begawat menggoda sarang lebah. Demi menjadi sarang yang lebih terbuka, maka secara keselurahan indikator didalamnya juga harus memerdekaan dirinya. Namun sang raja merupakan diktaktor yang sombong menyombongkan dirinya, namun ketoka mendengar kritik jatuhlah dia. Jadi untuk mencadi sosokyang lebih baik makan perlulah rasa siap menerima segala kritikan sehingga dari kritikan tersebut menjadikan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Calo guru yang bertaraf internasional hendaknya tidak angkuh. Keangkuhan membawa kepada sifat yang tidak disukai orang lain. Maka tidak akan bisa menjadi seorang guru yang bertaraf internasional karena angkuh dan tidak dapat dukungan dari orang karena tidak disukai orang. Maka menjadi guru harus menghindari sikap sombong. Menjadi guru profesional tidak mudah, perlu usaha dan kerja keras, maka baik jika selalu rendah hati dan tentunya tetap semangat dalam mencari ilmu, dan tidak hanya ikut – ikutan hal yang belum tentu baik dan belum tentu bermanfaat.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Berdasarkan artikel di atas dapat kita lihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan sang Raja Lebah terhadap rakyatnya. Menganggap diri benar dan menutup mata, hati dan pikiran sendiri menjadikan seseorang menganggap dirinya yang paling benar seperti yang dilakukan raja lebah. Padahal untuk maju kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, pikiran dan hati kita. Untuk itu perlu adanya pembaharuan dalam menyikapi hal tersebut. Jadi sifat terbuka itu sangatlah penting untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Perbanyak membaca, belajar, bertanya, menulis, berdiskusi, komunikasi, berpikir positif, menghargai orang lain, dan lain sebagainya sehingga kita memperoleh banyak ilmu.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sepaham saya elegi seminar sehari di sarang lebah berisi mengenai pembelajaran yang kurang baik yaitu dimana siswa hanya menghafal apa yang diberikan guru, hal tersebut tentunya tidak baik dan sangat buruk bagi siswa. karena siswa hanya menghafal saja tanpa memahami. Peran guru disini harusnya juga bersikap demokratis yaitu mempersilahkan siswa berperan langsung dalam pembelajaran. bukannya guru yang mendominasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jangan pernah takut untuk mencari ilmu di mana pun kita berada karena pada era sekarang ini di mana pengaruh globalisasi membuat kita bisa bebas dan tak terbatas untuk bisa melakukan apa pun itu. Namun itu semua kita hendaknya dalam belajar untuk selalu niatkan dalam hati yang baik, ikhlas serta tulus. untuk mendapatkan wawasan yang luas tentulah diperlukan berbagai macam pengalaman, maka dari itu hijrahlah dari tempatmu, lalu temukan ilmu di dalam rantauanmu. Ilmu bukan hanya dapat diperoleh dari bangku sekolah namun ilmu pula dapat diperoleh dari pengalaman, dengan berhijrah kita akan bertemu dengan berbagai teman serta berbagai macam karakter, budaya dan sebagainya maka kita akan menjadi orang yang bijaksana dalam bertindak, berpikir serta mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  8. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tentang Raja Lebah di atas mengilustrasikan tentang pemimpin yang berkuasa di suatu negara, seolah pemimpin itu memiliki rasa sombong dan ego yang sangat tinggi. Raja yang hanya memikirkan dirnya sendiri dan keuntungan dirinya sendiri. Sehingga ketika sang raja akan memebrikan ilmu kepada rakyatknya dia memilih narasumber yang mendukung programnya. Apabila hal semacam itu terjadi di suatu negara maka susahlah negara itu untuk berkembang karena terkekang oleh pemimpin yang egois.

    ReplyDelete
  9. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Perubahan menuju tingkat pendidikan yang lebih baik memang bukan jalan yang mudah. Bukan jalan yang singkat untuk mencapainya. Namun perjalanan yang panjang dan penuh rintangan akan dihadapi oleh orang-orang yang ingin menempuhnya. Tapi ingatlah, di ujung jalan tersebut ada oase yang indah menanti kita. Tetaplah semangat dalam memuntut ilmu dan lawanlah statusquo yang selama ini mengekang pergerakan kita. Laksanakanlah pesan dari begawat, agar cita-cita tersebut dapat kita capai.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seminar di sarang lebah yang artinya seminar itu dilaksanakan dirumahnya sendiri. Karena lebah tidak akan ketempat manapun selain di rumah lebah. Elegi di atas menggambarkan bahwa guru lebah memiliki pendirian yang kuat yang mengajarkan kepada siswa-siswanya dengan metode tradisional yang tidak menginginkan siswanya untuk berkembang. Pembelajaran yang terjadi hanya searah dan tidak memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswanya.

    ReplyDelete
  11. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam elegi ini menceritakan bagaimana menjadi seorang guru yang bisa go internasional. Salah satu langkah yang bisa kita tempuh adalah menguasai bahasa internasional yaitu bahasa inggris, selain itu hendaknya kita memperbanyak bacaan sehingga menambah pengetahuan yang ada. Dan jangan hanya puas dengan ilmu yang kita peroleh di Negara sendiri karena itu belumlah seberapa, hendaknya kita banyak belajar dari Negara-negara lain, melakukan study ke Negara-negara lain.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Internasional" terdengar keren, bukan? Tidak jarang kata tersebut dijadikan anomali. Internasional dengan tidak internasional. Loh apa hubungannya?
    Pendapat saya, go internasional yang sesungguhnya adalah jika kita benar-benar mampu melewati batas mampu kita. Tentu harus dengan usaha bukan? Tapi apa kenyataannya? "internasional" hanya status yang dijadikan persembunyian mereka-mereka yang anti inovasi, mereka-mereka yang takut perkembangan. Tradisi emang sudah sepatutnya diuri-uri, tapi loh ya ingat jangan sampai anti inovasi. Ingat juga ta, inovasi ki pembaharuan, datang disambut layaknya tamu membanggakan, tapi yo jangan sampai kita kebablasan. Hidup itu terjemah dan menerjemahkan, bukan?

    ReplyDelete
  13. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah”, hikmah yang didapat yaitu
    • segala sesuatu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa.
    • menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita
    • mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita.
    • Dengarkan pendapat orang lain
    • Lakukan inovasi
    • Bersikap kritis
    • Positive thinking
    • Berdoa’a dan berikhtiar
    • Mencari pengalaman
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  14. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Niat yang salah dari raja lebah yang sombong dan hati yang kotor. Pada elegi ini saya mendapatkan pelajaran dari sikap yang ditonjilkan dari sang raja lebah dengan segala sifatnya yang sombong dan angkuh. Sebagai manusia yang selalu belajar dan tak pernah berhenti belajar, kita tidak boleh menutup telinga dan hati kita untuk mendengar dan menerima ilmu yang disampaikan oleh orang lain, bisa jadi ilmu yang disampaikan oleh orang tersebut sangat bermanfaat bagi diri kita disuatu saat nanti, meskipun kita tidak sehati dengan orang tersebut. Ingat salah satu hadits yang berbunyi “lihat apa yang dibicarakan, dan jangan lihat siapa yang berbicara”. Sebagai makhluk sosial kita harus bisa menerima orang lain jika kita sendiri ingin diterima oleh orang lain, kita juga harus bisa menerima kritik orang lain jangan hanya bisa mengkritik saja.

    ReplyDelete
  15. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Menjadi guru terbaik harus dapat menerima saran dan terbuka dalam menghadapi pembaharuan. Seperti yang diungkapkan bagawat dalam elegi ini bahwa dalam mencari ilmu ataupun dalam mengembangkan potensi sebagai guru harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Guru juga harus menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita. Guru perlu memperluas pengetahuan dengan banyak membaca, belajar, bertanya, berdiskusi, terbuka, berpikir positif, melakukan inovasi, mengembangkan pengalaman, keterampilan, dan lain sebagainya. Selain itu juga sangat penting bagi guru untuk dapat mengembangkan kerja sama internasional.

    ReplyDelete
  16. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi seminar sehari di sarang lebah ini menurut saya mengisahkan tentang sifat yang tidak baik yang dimiliki oleh raja lebah. Raja lebah memiliki sifat tertutup, angkuh terhadap ide-ide lain, tidak percaya kepada pembaharuan, tidak peduli kepada orang lain, tidak menginginkan perubahan, hanya ingin melakukan komunikasi satu arah, memilih tamu-tamu yang bermanfaat saja, dan takut dengan ide-ide yang lain. Berbeda dengan begawat yang menyeru kepada sifat keterbukaan, melandasi semuanya dengan niat yang baik, tulus dan ikhlas, menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita, mempunyai pengetahuan tentang diri, masyarakat, dan tujuan yang ingin dicapai. Pemikiran begawat inilah yang patut dicontoh untuk menjalani kehidupan ini, terutama oleh seorang guru. Guru yang bersifat terbuka, menyukai pembaharuan, menghargai ide-ide yang ada, serta memiliki niat yang tulus dan ikhlas akan lebih mudah mengantar peserta didiknya agar menjadi pribadi yang sukses.

    ReplyDelete
  17. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Raja lebah dalam elegi ini menggambarkan seorang pemimpin yang zalim. Dia membuat kebijakan untuk membangun kesan positif terhadap dirinya serta menghalangi kebenaran atas alasan kepentingan pribadi. Ini secara tidak langsung adalah pesan untuk pemimpin di negeri kita. Selain itu elegi ini memberikan pesan yang dalam untuk kita pendidik dan calon pendidik. Perkembangan ilmu dan teknologi menuntut lahirnya pendidik bak guru lebah bertaraf internasional. Untuk menjadi guru lebah bertaraf internasional hendaklah kita mengembangkan kompetensi. Pengembangan kompensi haruslah dilandasi dengan niat yang ikhlas dan berlandaskan iman dan taqwa serta tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, adalah pepatah yang harus dijadikan pegangan dalam mengejar pengetahuan dan pengalaman. Kita sebagai pendidik harus terus belajar dan belajar, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, serta mencari kesempatan untuk memperoleh keterampilan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  18. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Terampil adalah jika mampu menggunakan segenap kebaikan, menggunakan segenap akal dan menggunakan segenap sikap positip. Mengembangkan keterampilan disertai doa dan ikhtiar, serta berdoa dan belajar itu harus bersifat kontinu, selain ituberdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun, mencari ilmu adalah jika digunakan untuk dirinya sendiri, tetapi dimensi ilmu akan meningkat jika ilmu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Refleksi dari elegi ini adalah bahwa tidak cukup jika hanya mencari ilmu saja, akan tetapi ilmu harus disebarluaskan agar lebih bermanfaat bagi orang lain. Karena apabila ilmu disebarluaskan dan bermanfat bagi orang lain ilmu kita tidak akan berkurang tetapi akan semakin bertambah dan apabila suatu saatkita membutuhkan bantuan dari orang lain maka orang tersebut dapat menjadi penolong kita.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai seorang guru hendaknya kita harus senantiasa meningkatkan dimensi kita. Apalagi di abad 21 ini dimana arus globalisasi terus meningkat, guru juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi guru bertaraf internasional. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah terus belajar, belajar, dan belajar. Belajar dimanapun dan kapanpun, belajar dari siapapun. Bahkan dari anak- anak sekalipun. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah bersikap kritis, tidak hanya mengikuti perintah atasan. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah membangun jaringan dengan yang lainnya, dengan guru- guru lain untuk saling berdiskusi, saling berbagi kebermanfaatan. Karena dimensi kita akan meningkat jika ilmu yang kita miliki juga bermanfaat bagi lainnya.

    ReplyDelete
  20. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah, dari elegi ini saya mendapatkan pelajaran bahwa untuk menjadi guru yang bertaraf Internasional haruslah mencontoh sang begawat jangan seperti Raja Lebah. Sehingga untuk dapat menjadi guru yang bertaraf internasional guru harus selalu meningkatkan kompetensinya. Hal itu dilakukan dengan belajar dan trus belajar, terbuka menerima perubahan positif dari lingkingan, bertanya dan selalu berinovassi melakukan pembaharuan. Janganlah seperti pendapat raja lebah yang menutup diri dari perubahan dan pembaharuan serta mengabaikan kritikan orang. Hal itu hanya akan membuat kita selalu diposisi yang sama, bahkan kita akan mengalami kemunduruan. Terimaksih.

    ReplyDelete
  21. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Raja lebah dalam elegi seminar sehari di sarang lebah digambarkan sebagai orang yang selalu menganggap dirinya benar dan sombong. Pemimpin atau orang-orang seperti ini tidak patut untuk dicontoh atau diikuti. Ia menutup mata, hati dan pikirannya dari semua pendapat orang lain. Padahal untuk dapat maju dan berkembang, kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, hati dan pikiran kita. Kompetensi untuk dapat mengembangkan potensi seseorang harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Mengembangkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik, berdoa dan berikhtiar, merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengapai manusia yang berilmu dan bernurani.

    ReplyDelete
  22. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi seminar sehari di sarang lebah, mengajarkan kita bahwa pada kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki. Inilah yang harus kita miliki. Untuk menjadi orang sukses itu, niatkan apapun yang kita lakukan hanya untuk Allah, dan dengan Ridho Allah. Rendah hatilah, karena dengan kita sombong maka ilmu yang kita punyapun sebenarnya perlahan menghilang. Terimakasih

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Guru yang bijak adalah mau menerima setiap masukan dan saran terhadap dirinya. Hal tersebut merupakan dalam rangka mwujudkan guru yang professional. Adanya interaksi yang biasa terjadi antara siswa dan guru menambah jam terbang guru itu sendiri. Dengan memanfaatkan metode yang ada untuk dikembangkan atau diperbaharui membuat guru menjadi inovatif dan kreatif

    ReplyDelete
  24. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Pada elegi seminar sehari di sarang lebah ini memberikan pelajaran tentang cara menjadi guru bertaraf internasional. Menjadi guru bertaraf internasional tidaklah mudah. Banyak tantangan dan kerja keras yang harus dilalui. Guru bertaraf internasional dapat diwujudkan ketika mau bersikap terbuka, memperbanyak pengalaman,belajar dan terus belajar,menambah dan terus menambah wawasan, serta dapat memperluas jaringan. Hal-hal yang masih bersifat tertutup dan tidak mau menerima perubahan ke arah yang lebih baik hendaknya dihilangkan.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dalam Elegi ini terlihat bahwa pemikiran si raja lebah sangatlah tidak sesuai dengan syarat menjadi guru yang bertaraf internasional. Ketidaklurusan pendapat raja lebah dibenarkan oleh sang begawat. Sang begawat telah menjelaskan syarat-syarat menjadi guru yang bertaraf internasional, salah satunya adalah Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri.
    Hal ini sesuai dengan perumpamaan “Semakin sering diasah, pisau akan semakin tajam” tetapi sebaliknya apabila pisau tidak pernah diasah lama-lama akan karatan dan tidak tajam lagi. Sebagai seorang guru yang selalu mengaplikasikan ilmu dan mendarma baktikan ilmunya untuk siswa (secara khusus) dan orang banyak secara umum, merupakan tidakan yang sangat benar untuk mencapai guru yang bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  26. Selain itu, Elegi ini menggambarkan pengetahuan yang merupakan kekayaan yang tidak akan pernah habis untuk kita miliki. Banyak pengetahuan yang berguna yang kita miliki selain pengalaman dan relasi dengan orang lain. Pengetahuan selalu akan berkembang seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, oleh karena itu janganlah kita pernah puas dengan pengetahuan yang kita miliki saat ini. Kita harus selalu mengembangkan dan mau menerima perkembangan ilmu pengetahuan yang ada di luar sana. Jangan pernah takut untuk bertanya, jangan pernah takut jika kita memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain, dan jangan pernah cukup hanya dengan mengikuti trend/ gaya hidup saja, seolah – olah kita telah mengikuti perkembangan zaman. Kita juga harus memiliki prinsip supaya tidak mudah terbawa arus yang negatif dan mudah terprovokasi. Oleh karena itu kita diminta untuk kritis, kreatif, inovatif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  27. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi di atas mengajarkan beberapa hikmah kepada kita. Sering kali orang yang memimpin itu memiliki kepentinga-kepentingan. Bisa berupa kepentingan baik ataupun sebaliknya. Yang dicontohkan pada elegi adalah yang sebaliknya yaitu yang memiliki keperluan yang kurang selaras. Namun demikian, sebagai orang yang dipimpin kita seharusnya sadar dan melakukan perubahan dengan ketidak selarasan tadi, tentunya dengan jalan yang baik pula. Dan nalurinya ketika ada kebenarang yang disampaikan, ketika hati itu bersih, maka akan menerima kebenaran itu layaknya seperti yang disampaikan sang begawat. Menjadi guru internasinal bisa dianalogikan dengan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi seseorang tentunya menggunakan prinsip-prinsip yang disampaikan begawat. Prinsip yang penting yaitu bagaimana menyelaraskan dan memaksimalkan ikhtiar dan doa. Kemudian diakhiri dengan tawakal. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang senantiasa menjadi orang yang dapat menyelaraskan ketiga hal tadi.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang membuat guyon diri ini. Betapa lucunya saat yang ahli namun tidak mampu memberikan contoh dan pengalaman hidup yang bermanfaat. Saya menyadari bahwa belajar tidak hanya mencakup pada metode menghafal, menulis atau mengikuti perintah. Saya mendapatkan suatu pembelajaran yang amat berharga dari ulasan ini, pentingnya mendengarkan orang lain berbicara meski telah mencapai puncak ilmu tertinggi. Terima kasih Prof, ulasan yang dapat menjadi pengingat diri saya.

    ReplyDelete
  29. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan menarik di atas. Baru sehari seminar di kerajaan lebah saja kita sudah mengetahui karakter dan sifat asli sang raja lebah. Dia terlalu sombong atas ilmu yang dia miliki, bukanlah patut menjadi guru bertaraf internasional, atau ahli di bidangnya jikalau dia bersikap tertutup dan anti pembaharuan. Ia menganggap dirinya benar dan sombong atas apa yang telah ia punya. Pemimpin atau orang-orang seperti ini tidak patut untuk dicontoh atau diikuti. Ia menutup mata, hati dan pikirannya dari semua pendapat orang lain. Padahal menjadi guru bertaraf internasional atau ahli di bidangnya haruslah mau bersikap terbuka, memperbanyak pengalaman, banyak belajar, terus menambah wawasan, haus akan ilmu serta mampu dan bersedia memperluas jaringan. Yang kemudian tentunya ilmunya bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang disekelilingnya, karena benar bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  30. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sungguh dua narsumber yang berbeda. Yang satu panjang kali lebar kali tinggi tak karuan sangat panjang pembicaraannya tapi tak jelas intinya. Yang satu singkat padat jelas penuh makna bahkan dirindukan kelanjutannya. Kesombongan dan keangkuhan akan tercermin bahkan dari cara kita bicara. Berhati-hati dalam bicara adalah cara terbaik menjaga diri dari kesombongan dan keangkuhan. Seperti peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya", yang tak berisi memang lebih berisik dan ingin didengarkan daripada yang berisi.

    ReplyDelete
  31. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Seminar merupakan salah satu cara untuk menyebarkan paham atau teori. dari elegi diatas terdapat dua teori yabg sangat kontras bedanya yakni antara teori yang dibawakan oleh raja lebah dan teori yang di bawakan oleh begawat. para peserta lebar manut-manut saja dengan raja nya walaupun apa yg di berikan sanag raja bersifat dokma dan memaksa dan menurut kami materi yang dibawalan sang raja sulit memberi perubahan untuk kehidupan lebah. namun, berbeda dengan materi dan teori yang dibawakan oleh begawat, begawat memberikan nuansa baru dan strategi baru yang dibisa di terapkan oleh semua peserta seminar agar kehidupanya lebih baik. Hal yang dapat kita petik dari elegi diatas bahwa kita tidak boleh menutup diri dari segala kemajuan teknologi, sosial dan segala masukan yang dapat membangun. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  32. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Seorang guru sudah selayaknya untuk meninggalkan perasaan sombong, angkuh, arogan, dan semacamnya. Raja lebah adalah contoh karakter dari seorang guru yang tidak baik dan tidak patut dicontoh. Jangan sampai seorang guru, karena merasa pengetahuannya yang lebih dari para siswanya, kemudian ia merasa paling benar di dalam kelas. Jangan sampai pula seorang guru meminta semua siswa untuk memiliki pandangan atau pendapat atau pemikiran yang sama dengannya. Guru harus mengerti dan memahami potensi siswanya. Ia harus mampu mengadopsi berbagai pikiran siswa untuk kemudian merumuskan sampai menyimpulkan suatu permasalahan. Guru tidak boleh bersikap otoriter, melainkan guru sebatas fasilitator bagi siswa-siswanya. Guru juga harus bisa menerima kritik dan masukan dari siswa, orang tua siswa, atau sesama guru sendiri. Kritik dan masukan yang membangun tentu akan menambah motivasi bagi guru untuk selalu memperbaiki diri. Menjadi guru yang terbuka justru akan memeberikan kesempatan bagi guru tersebut untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Selain itu, berfikir terbuka bagi guru diharapkan supaya ia mampu membuat RPP, LKS, Modul, dan perangkat-perangkat mengajar lainnya dengan tidak monoton dan lebih kreatif.

    ReplyDelete
  33. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Elegi diatas adalah sebuah nasehat untuk setiap guru, tetapi elegi tersebut disajikan dalam bentuk cerita yang menaik sehingga tidak membosankan dalam membacanya. Seorang guru bertaraf internasinal hanya bisa diwujudkan dengan pengetahuan guru yang luas. Pengetahuan guru yang luas dapat diperoleh guru dengan membaca. Diera digital sekarang ni semua informasi berjalan dengan sangat cepat, ini menguntungkan untuk guru kita belajar menjadi guru bertaraf internasional dengan cepat. Jadi guru yang sekarang ini harus melek teknologi bukannya buta teknologi atau menjadi guru yang klot.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  34. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    sang raja lebah tertutup dan sombong akan pengetahuan yang dimilikinya, padahal pengetahuannya itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan pengetahuan yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Maka terus tawadu dan belajar sehingga kita semakin bijak menilai sesuatu. janganlah berbangga diri mempunyai ilmu yang hanya sedikit dimata Allah, karena segala sesuatu dialam semstea ini jauh lebih banyak. manusia ibarat setetes air di samudra ilmunya itu, sehingga jangan sekali-kalimenyoambongkan diri dengan ilmu yang abru sedikit dipunyai.

    ReplyDelete
  35. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa merupakan hal yang tidak baik apabila kami merasa bahwa diri kami adalah yang paling benar, merasa eksklusif dan istimewa dibandingkan dengan orang lain karena dengan demikian kami akan kurang memiliki rasa hormat terhadap orang lain. Kami harus menyadari bahwa di luar sana masih banyak orang yang memiliki kemampuan, ilmu yang lebih tinggi dari pada kami. Kami menyadari bahwa kesombongan kami hanya akan membawa keburukan bagi kami sendiri. Kami menyadari bahwa kami harus mampu menggunakan niat yang baik, tulus, ikhlas, serta keimanan dan ketkawaan sebagai landasan dari segala yang kami lakukan dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu dan pengetahuan kami. Dengan demikian kami berharap bahwa kami akan mampu untuk mendapatkan dan mengembangkan serta menerapkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik. Amin.

    ReplyDelete
  36. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Seorang guru bisa dikatakan terampil dalam membawa materi adalah apabila dia mampu menaruh energi atau mentransfer energi positifnya pada siswanya dari awal pembelajaran berlangsung hingga pembelajaran itu berakhir sehingga dalam proses pembelajaran siswanya tidak merasa jenuh. Seringkali murid bersifat subjektif. Menyukai mata pelajaran tersebut, karena gurunya baik, tidak galak dan lucu. Kadang pandangan siswa bisa sesederhana itu. Diluar dari metode dan sumber belajar yang digunakan.

    ReplyDelete
  37. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Maksud subjektif disini adalah menyukai mata pelajaran berdasarkan guru yang disenangi. Meski pelajaran sulit sekali pun, misalnya dulu ketika SD saya tidak menyukai pelajaran IPS karna menurut saya teralu banyak hafalan, tetapi karna guru mata pelajaran tersebut sangat lucu dan membuat suasana kelas yang hidup saya jadi senang setiap pelajaran IPS. Kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diluar kelas, misalnya ke kebun binatang, ke tempat produksi minyak kelapa atau KOPRA. Kami pergi sekelas cukup menggunakan angkot yang di sewa oleh guru kami. Sederhana sekali, tetapi itulah yang akan selalu lekat di hati anak-anak dengan pembelajaran bermakna. Pengetahuan tak hanya sebatas buku dan papan tulis saja, tetapi sumber daya alam di lingkungan sekitar pun bisa menjadi sumber belajar yang mungkin lebih bermakna.

    ReplyDelete
  38. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Seorang guru bisa dikatakan terampil dalam membawa materi adalah apabila dia mampu menaruh energi atau mentransfer energi positifnya pada siswanya dari awal pembelajaran berlangsung hingga pembelajaran itu berakhir sehingga dalam proses pembelajaran siswanya tidak merasa jenuh. Seringkali murid bersifat subjektif. Menyukai mata pelajaran tersebut, karena gurunya baik, tidak galak dan lucu. Kadang pandangan siswa bisa sesederhana itu. Diluar dari metode dan sumber belajar yang digunakan.

    ReplyDelete
  39. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Maksud subjektif disini adalah menyukai mata pelajaran berdasarkan guru yang disenangi. Meski pelajaran sulit sekali pun, misalnya dulu ketika SD saya tidak menyukai pelajaran IPS karna menurut saya teralu banyak hafalan, tetapi karna guru mata pelajaran tersebut sangat lucu dan membuat suasana kelas yang hidup saya jadi senang setiap pelajaran IPS. Kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diluar kelas, misalnya ke kebun binatang, ke tempat produksi minyak kelapa atau KOPRA. Kami pergi sekelas cukup menggunakan angkot yang di sewa oleh guru kami. Sederhana sekali, tetapi itulah yang akan selalu lekat di hati anak-anak dengan pembelajaran bermakna. Pengetahuan tak hanya sebatas buku dan papan tulis saja, tetapi sumber daya alam di lingkungan sekitar pun bisa menjadi sumber belajar yang mungkin lebih bermakna.

    ReplyDelete
  40. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Maksud dari elegi ini adalah pada dasarnya ilmu pengetahuan itu tidak terbatas, dan bebas untuk kita cari. Siapa pun bebas untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Pengetahuan diperoleh bisa dari mana saja, melalui belajar formal di sekolah bahkan melalui pengalaman. Semakin banyak pengalaman, maka ilmu pengetahuan yang di dapatkan juga semakin besar. Maka jangan mudah puas dalam mencari ilmu pengetahuan, karena pengetahuan itu tidak terbatas. Kita menuntut ilmu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Jika hanya memahami secara mendalam saja tidaklah cukup, harus di kembangkan juga seluas-luasnya, agar pengetahuan-pengetahuan yang sudah kita peroleh bisa saling terkait membentuk skema untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari sehingga akan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

    ReplyDelete
  41. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia ketika akan mencapai tujuannya hendaknya memahami semua aspek kebaikan yang dapat mendukung tujuan tersebut. Seperti yang dikatakan oleh begawat pada elegi di atas. Setelah mengetahui semua aspek kebaikan penunjang pencapaian tujuan dan iktikad baik maka laksanakanlah dengan seikhlas mungkin. Elegi ini menyampaikan pesan bahwa sebagai orang yang berada di bawah kekuasaan, kita harus sadar dan kritis terhadap pemimpin yang bermaksud buruk dan mementingkan dirinya sendiri seperti sifat sang raja lebah pada elegi ini.

    ReplyDelete
  42. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Lebah adalah binatang sosial yang hidup berkelompok dalam sarang dan menghasilkan madu yang bermanfaat. Elegi seminar sehari di sarang lebah menceritakan sebuah seminar yang diadakan oleh Raja Lebah untuk menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Guru bertaraf internasional bukanlah sebatas mengajar dalam bahasa inggris saja, melainkan juga harus memiliki sifat-sifat guru bertaraf internasional. Seperti yang dikatakan begawat, untuk mencapai sifat-sifat guru bertaraf internasional yang harus dilakukan adalah terus belajar, membaca, membuka pikiran dan pergaulan guna mendapat wawasan internasional.

    ReplyDelete
  43. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk maju dan bisa sejajar dengan bangsa lainnya yang maju kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, pikiran dan hati kita. kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Mengembangkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik, berdoa dan berikhtiar, merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengapai manusia yang berilmu dan bernurani.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Berdasarkan artikel di atas dapat kita lihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan sang Raja Lebah terhadap rakyatnya. Sesungguhnya seorang raja yang bijak adalah raja yang mau mendengarkan rakyatnya bukan malah raja yang arogan yang menganggap semua perintahnya adalah benar dan harus dilaksanakan oleh rakyatnya. Untuk itu perlu adanya pembaharuan dalam menyikapi hal tersebut, itulah yang disampaikan oleh Begawat dalam seminar pada elegi di atas. Jadi dapat kita ambil kesimpulan bahwa sifat terbuka itu sangatlah penting untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  45. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seorang guru harus terus belajar dan belajar mengikuti perkembangan zaman agar dapat menjadi guru bertaraf internasional. Untuk menjadi guru bertaraf internasional, seorang guru haruslah bersikap kritis. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah membangun jaringan dengan yang lainnya, dengan guru- guru lain untuk saling berdiskusi, saling berbagi kebermanfaatan. Upaya membangun jaringan dengan yang lainnya dapat dilakukan dengan mengadakan leeson study, mengikuti seminar-seminar dan lokakarya, maupun melalui berbagai kegiatan MGMP.

    ReplyDelete
  46. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hikmah yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa prestasi atau cita-cita apapun yang ingin kita raih hendaknya dilandasi dengan iman dan taqwa. Iman dan taqwa inilah yang menjadi benteng ampuh agar kita tidak mudah terbuai oleh kenyamanan sesaat. Ujian hidup tidak selalu berbentuk hal-hal yang menyusahkan saja, tetapi bisa berwujud apapun, termasuk salah satunya kesuksesan kita meraih cita-cita. Setiap hal yang kita raih atau miliki itu pasti mempunyai dua potensi, negatif atau positif, tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Selain itu, hikmah lain yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa hendaknya kita berusaha menjadi pribadi yang terbuka, menjalin komunikasi yang baik dengan sekitar, berpikir positif, mau mendengar masukan orang lain, dsb. Dengan sikap yang terbuka inilah pengetahuan kita akan berkembang, pengalaman kita akan bertambah, dan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

    ReplyDelete
  47. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Amal perbuatan itu tergantung dari niat. Jika niat kita baik dan tulus, maka kita akan terhindar dari perasaan sombong. Dalam berbuat, landaskanlah dengan niat yang baik agar jalannya pun dimudahkan oleh Tuhan. Selain itu, niat yang tulus akan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun dengan orang lain

    ReplyDelete
  48. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Raja lebah memiliki kesombongan, ia merasa harus mengikuti arus internasioanlisasi, merasa harus menjadi yang terbaik dan memang ia merasa menjadi yang terbaik. Segala sesutau itu bergantung niat dan tujuannya, jika ia niatnya baik maka kahirnya akan baik juga. Dan segala yang dilakukan itu butuh proses, perlahan dan pasti nantinya akan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  49. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk menjadi guru baik nasional maupun bertaraf internasional, yang paling utama dan jangan sampai ditinggalkan yaitu niat yang ikhlas yang berlandaskan iman dan taqwa. Jadikan apasaja yang dikerjakan oleh guru dalam rangka beribadah, sehingga selain bermanfaat bagi orang lain maka akan mendapat pahala pula. Menghadapi era persaingan global, maka guru bertaraf internasional juga harus bersifat global, seperti kritis, terbuka, dll.

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Dunia ini senantiasa berubah, setidaknya berubah terhadap pada ruang dan waktu. Perubahan yang begitu dinamis ini harus diimbangi dengan perubahan yang lain, maka kita perlu bersifat dinamis, inovatif, tidak statis, terbuka. Janganlah kita menjadi pribadi yang tertutup, pribadi yang kaku, pribadi yang statis, pribadi yang tidak mau mendengarkan orang lain, tidak mau mlihat keadaan sekitar, tidak mau menerima perubahan. Bila perubahan-perubahan itu tidak kita imbangi dengan perubahan, maka kita akan digilas oleh ruang dan waktu. Kita akan ketinggalan zaman, ditinggalkan, tidak dipakai dan dilupakan.

    ReplyDelete
  51. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Segala aktivitas apapun yang kita lakukan, jika dilandasi dengan iman dan takwa serta dihiasi hiasan yang selalu menempel padanya, yaitu niat yang baik, tulus, dan ikhlas, maka sesulit dan seberat apapun akan lebih terasa mudah dan ringan untuk dikerjakan. Dengan demikian, apapun tujuan hidup kita, harus kita upayakan dengan sebaik mungkin dengan menyelaraskan aktivitas yang kita lakukan dengan tujuan yang ingin kita capai. Dalam mencapai tujuan, saat menemui tantangan, ingat kembali niat keikhlasan kita, maka tantangan ataupun ujian itu akan dapat kita lalui dengan mudah.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  52. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kesepakatan merupakan salah satu titik terang ketika perbedaan muncul. Perbedaan merupakan hal yang wajar, karena setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda. Sifat manusia yang dikisahkan oleh Raja Lebah, Statusquo, dan begawat. Kesombongan raja lebah yang nyata di kehidupan, bahkan calon guru yang diharapkan bertaraf internasional kadang seperti raja lebah dan terkadang seperti statusquo juga. Ikut-ikutan bukanlah hal yang keliru, selama dalam ikut-ikutan kita punya dasar dan alasan yang masuk akal. Jangan sampai terprovokasi karena hanya iseng ikut-ikutan seperti begawat. Gunakanlah pemikiran yang kritis, kreatif, inovatif dan terbuka terhadap perkembangan zaman dengan bekal spiritual.

    ReplyDelete
  53. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sekeras apapun kita belajar dan bekerja hendaknya berlandaskan dengan iman dan taqwa. Niatkan dalam hati kita dengan baik, tulus, serta ikhlas. Dengan niat yang baik, ikhlas, dan tulus kita akan terhindar dari rasa sombong dan dengki. Kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Oleh karena, itu perbanyaklah membaca, belajar, bertanya, menulis, berdiskusi, komunikasi, berpikir positif, menghargai orang lain, dan lain sebagainya sehingga kita memperoleh banyak ilmu. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun

    ReplyDelete
  54. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ddari elegi tersebut dapat diambil suatu pelajaran bahwa setiap manusia memiliki kemampuan, komepetensi yang beragam. Kompetensi setiap manusia akan menjadi berarti jika dalam pemnafaatannya dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas dan berlandaskan pada keyakinan kepada Allah Swt. Dengan meniatkan selalu kepada Allah, maka apapun kemampuan dan kompetensinya akan berkah.

    ReplyDelete

  55. Motivasii adalah dorongan dalam diri, yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar diri. Maka sebenar-benar motivasi adalah belajar dan berikhtiar dengan landasan iman dan keyakinan kepada-Nya. Adanya landasan tersebut memberikan manfaat bahwa jika motivasi berhasil diraih, kemudian tergapailah kesuksesan, seseorang tidak akan berlaku sombong dan keluh kesah.

    ReplyDelete
  56. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bukan hanya peserta didik yang harus mempunya pikiran kritis, tetapi guru pun sama. Dengan belajar dengan guru yang tarafnya berada diatasnya membaut kita dapat bisa berkembang. Terus menerus berdiskusi, membaca, bertanya, dan menerima masukan dari lingkungan sekitar juga menajdi salah satu untuk mengembangkan cara berpikir kritis seorang guru. Ini juga akna mnejadi proses mengambngkan kompetensi yang ada diri si guru tersebut. Karena, meskipun seorang guru, tetaplah jangan sombong. Karena percayalah bahwa ilmu yang dimiliki masih sedikit dan masih perlu untuk terus menerus diupgrade.

    ReplyDelete
  57. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengambarkan bahwa dalam mencari ilmu sepatutnya kita tidak bertumpu pada satu sumber saja. banyak sumber ilmu yang lain yang mungkin lebih banyak mencakup dari ilmu yang kita pelajari. jadi kita perlu memperluas wawasan kita. jangan berada di zona nyaman dalam menuntut ilmu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  58. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menjadi seseorang yang memiliki nilai diri yang tinggi maka kita harus mampu mengembangkan sikap supaya mampu meraih sifat dari nilai yang tinggi tersebut. Jangan pernah berhenti untuk belajar dan terbuka terhadap pendapat dan masukan dari orang lain. Carilah keterampilan, karena sesungguhnya keterampilanlah yang mampu mengembangkan setiap potensi yang dimilki. Dan jangan lupakan satu hal yang memegang peranan sangat penting, sertai setiap usaha dengan doa yang ikhlas.

    ReplyDelete
  59. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Bagaimana kita haruslah menghindarkan diri dari sifat merasa sempurna yang justru memaksakan orang lain untuk mengagung-agungkannya. Namun tanpa menyadari bahwa diri sendiri belum kompeten dalam memimpin dan kurang cakap dalam melaksanakan kewajiban. Jadilah pribadiyang terus berkembang, tidak berpuas diri dalam menuntut ilmu, dan terus melakukan inovasi karena tugas sebagai guru membutuhkan tanggung jawab yang tinggi.

    ReplyDelete
  60. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sesuatu yang baik memang akan dijaga dengan ketat oleh mereka yang menganggap kebaikan itu penting bagi diri mereka maupun lingkungan mereka. Sesuatu yang dijaga dengan baik akan memperoleh hasil yang baik juga. Begitujuga dengan sifat kita. Jika sifat kita itu dijaga dengan baik kepada sesama, maka akan memberikan dampak yang baik pula pada kehiudupan kita di masa sekarang maupun di masa depan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  61. Elegi yang sangat menarik, terima kasih Pak sebelumnya.
    Satu pelajaran yang saya ambil dari Begawat bahwa setiap kompetensi yang dicapai oleh siapapun itu harus didasarkan pada niat baik, tulus, rela, terbuka dan berdasarkan iman dan takwa. Motivasi yang tinggi dan niat baik untuk bekerja atau belajar didasarkan pada iman dan takwa. Dengan demikian, kita akan terbebas dari perasaan bangga, iri hati, cemburu, dll .. Selain itu, kita perlu menyelaraskan tindakan kita dengan sikap dan niat atau cita-cita kita. Maka, kita harus memiliki pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, dan tentang sifat tujuan kita. Itulah beberapa hal yang harus kita siapkan untuk menjadi seorang guru yang kompeten.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Rasa bangga atas pencapaian kita menurut saya boleh-boleh saja, namun kita harus bisa mengontrolnya jangan sampai berlebihan hingga menjadi kesombongan. untuk dapat mengontrol rasa sombong hendak dalam setiap apa yang kita lakukan diawali dengan niat yang ikhlas, bukan untuk riya' (dipuji orang), sehingga ketika kita berhasil atau sukses mencapai target atau memenangkan kompetisi yang ada adalah rasa syukur bukan rasa sombong.

    ReplyDelete
  63. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Menuntut ilmu harusnya dilandasi oleh kebutuhan kita sendiri atas ilmu tersebut. dengan menanamkan bahwa menuntut ilmu adalah kebutuhan niscaya kita akan senantiasa ikhlas dan tawadhu dalam menuntut ilmu. Tidak boleh ada motif lain, misalnya ingin dimuliakan atau dianggap paling hebat oleh orang lain.

    ReplyDelete
  64. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui persentasinya sang begawat mengatakan bahwa menjadi guru lebah bertaraf internasional adalah guru yang tidak berhenti belajar, berpikir kritis dan kreatif mengembangkan sikap dan kompetensinya, serta membangun hubungan baik/kerja sama. Sifat-sifat yang dimiliki oleh guru lebah bertaraf internasional itu pula lah yang seharusnya berada dalam diri kita. Ilmu di dunia tidak terhinga banyak nya dan perkembangan zaman pun semakin maju maka kita pun harus terus belajar.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  65. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menanggapi kalimat “Engkau harus terbang jauh agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak.” Dari kalimat tersebut menjelaskan bahwa dalam kita menuntut ilmu, jangan hanya terpaku di lingkup daerahmu saja, melainkan kita harus mampu membuka pola pikir agar pengetahuan kita bertambah, kita harus mampu keluar dari zona nyaman kita, kita juga harus mampu mengembangkan relasi dengan orang lain sebagai salah satu penunjang untuk menjadi guru yang bertaraf internasional. Baru ketika kita berhasil dalam artian telah selesai menuntut ilmu, kembalilah, bangun dan kembangkan daerah kita dengan ilmu dan pengalaman-pengalaman yang sudah kita peroleh ketika menuntut ilmu di tempat lain atau bahkan di negara lain.

    ReplyDelete
  66. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Elegi di atas mengajarkan kita agar melandasi setiap perbuatan yang kita lakukan dengan niat yang ikhlas dan dilandasi oleh iman dan taqwa. Dengan demikian akan terhindar dari sikap dan sifat sombong, iri, dengki, dan berbagai sikap tidak terpuji lainnya. Selain itu, antara pikiran dan perbuatan yang dilakukan juga harus selaras agar tujuan yang dicita-citakan dapat tercapai. Disamping itu, untuk menambah keterampilan maka carilah kesempatan tersebut. Dan yang terkahir mulailah segala sesuatu dengan berdoa sebelum melakukannya.

    ReplyDelete
  67. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  68. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam elegi diatas, sikap yang seharusnya tidak dilakukan seorang guru yaitu menuntut siswanya untuk sekedar mengikuti apa yang kita ucapkan atau lakukan sesuai dengan kita tanpa boleh ada perubahan. Sebagai seorang guru yang baik kita seharusnya memiliki sifat seperti yang dipaparkan oleh bagawat yaitu guru yang tidak berhenti belajar, berpikir kritis dan kreatif mengembangkan sikap dan kompetensinya, serta membangun hubungan baik/kerja sama.

    ReplyDelete
  69. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Menjadi pengajar bukanlah berarti menjadi seorang diktator. Jawaban-jawaban yang diharapkan dari siswa sebaiknya bukan jawaban yang dapat diucapkan seperti ketika peserta seminar lebah menyanyikan himne-himne yang diperintahkan oleh Raja Lebah. Jawaban yang diharapkan muncul dari siswa adalah hasil dari pemikiran kritis terhadap suatu hal. Ilmu bukanlah sekedar hafalan, tetapi ilmu adalah pengetahuan yang bermakna, karenanya muncul istilah “meaningful learning” sehingga proses belajar yang dialami siswa itu memiliki makna bagi pemikirannya. Elegi ini menjadi pengingat bagi para pengajar dan calon pengajar, apakah selama ini ia merupakan sang Raja Lebah itu atau sebaliknya.

    ReplyDelete
  70. Aji Pangestu
    15301241009
    Pendidikan Matematika I 2015
    Guru yang bijak adalah mau menerima setiap masukan dan saran terhadap dirinya. Hal tersebut merupakan dalam rangka mwujudkan guru yang professional. Jangan lah menjadi sombong dengan apa yang telah kita miliki.

    ReplyDelete