Mar 8, 2011

Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wahai semua anggota Panitia Seminar Sehari ....setelah menerima saran-saran dari anakku perihal mendidik generasi lebah yang lebih terbuka dan demokratis...maka saya bermaksud menetapkan tema seminarnya adalah Menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saya akan mengundang dua nara sumber. Pertama, temanku sendiri si Lebah Statusquo. Kedua, adalah si gurunya anak saya yang bernama Bagawat. Saya sendiri yang akan menjadi moderator. Undang semua guru lebah.

Panitia Seminar Lebah:
Wahai sang Raja Lebah...kami siap melaksanakan semua perintahmu. Semua seksi sudah dibentuk, konsumsi, peralatan, penerima tamu, bendahara, ....semuanya telah siap melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun kami masih memohon nasehat bagaimana menyukseskan seminar ini?

Raja Lebah:
Bagussss...ketahuilah bahwa seminar ini justru akan saya gunakan untuk menyebarluaskan ajaranku. Tak pedulilah siapa itu Bagawat. Oleh karena itu saya mengundang Lebah Statusquo agar dia menjadi nara sumber supportingku. Kesempatan pertama di pagi hari adalah presentasi dari Lebah Statusquo dan presentasi kedua di siang hari adalah Bagawat. Saya harap agar Bagawat bisa mendengarkan paparan Lebah Statusquo supaya bisa mengerti bagaimana kita bisa menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional.

Raja Lebah:
Wahai hadirin semua...berbahagia saya menyaksikan semua 600 Guru Lebah telah hadir pada seminar ini. Sebelum dimulai acara marilah kita bersama nyayikan yel-yel Raja Lebah Yang Bijak.

Peserta Seminar Labah:
Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak.. Raja Lebah Yang Bijak.... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak...

Raja Lebah:
Cukup...cukup...wah hebat sekali. Ternyata yang namanya bersatu padu itu hebat sekali. Satu dalam suara, satu dalam pikiran, satu dalam tindakan, satu dalam pakaian, satu dalam perasaan, satu dalam makanan, satu dalam perjuangan, satu dalam visi dan misi, satu dalam langkah, satu dalam cita, saru dalam rasa, satu dalam pangkat...oh nanti dulu yang ini saya ralat, satu dalam jabatan...oh nanti dulu yang ini juga saya ralat, satu dalam nasib...oh nanti dulu yang ini saya agak bingung, satu dalam menyerang musuh, satu dalam mempertahankan negara, satu dalam duka, satu dalam suka...oh nanti dulu yang ini aku juga agak bingung. Serba satu, kompak, menurut semua perintahku itulah yang selalu aku idam-idamkan. Maka inilah satu-satunya cara agar engkau mampu menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Jaganlah banyak bertanya...kalau perlu tidak perlu bertanya. Jika terpaksa bertanya maka pertanyaanmu itu harus the best atau tanyakan yang baik-baik. Pikirkan dan anggaplah bahwa metodeku itu adalah metode yang terbaik. Marilah kita bersama menyanyikan Himne Resep Raja Lebah.

Peserta Seminar Lebah:
Resep..resep...resep...si Raja Lebah. Jangan lupakan resep..resep.... Hapalkan diluar kepala resep...resep...si Raja Lebah....hafal...hafal...hafalkan...hafalkan. Si Raja Lebah...satu-satunya resep yang paling baik di dunia.

Raja Lebah:
Good...good...wah terasa intuisiku telah tertarik keluar melihat dan mendengar semuanya itu percaya seribu persen kapada resepku. Aku berpesan tak perlu hiraukan omongan para nara sumber. Wong dia saya undang hanya sebagai formalitas saja. Walaupun saya undang ...nara sumber itu hanya akansaya beri waktu sedikit saja...barang dua sampai tiga menit....agar tidak terlalu banyak ngomong. Kamu boleh mendengarkan presentasi dari Lehab Statusquo...karena dia itu pro denganku. Sedangkan untuk Bagawat...janganlah dengarkan dia itu. Makanya dalam seminar ini lebih banyak waktu akan saya gunakan sendiri sebagai moderator untuk mendidikmu. Jawab yel ku Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Peserta Seminar:
Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Raja Lebah:

Hahhhh...hehhh....dengan demikian aku tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan danaku untuk memberi transport dan akomodasi kepadamu semua. Marilah kita nyanyikan Mars Raja Lebah: Dengarkan...Camkan...Laksanakan...Laporkan. Sepuluh kali.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...waktunya tinggal lima menit...padahal Lebah Statusquo belum bicara.

Raja Lebah:
Oh..hah...hah...wahai Lebah Statusquo...engkau sudah duduk di sampingku sejak tadi ta? Silahkan bicara tetapi waktunya tinggal dua menit.

Lebah Status Quo:
Hadirin semua...karena waktunya tinggal dua menit maka intisari bicara saya adalah setuju dengan semua yang disampaikan moderator yaitu si Raja Lebah. Demikianlah semoga tercapai cita-cita anda semua. Amiin.

Raja Lebah:
Kita beri applause kepada Lebah Statusquo yang telah memberikan presentasinya dengan sangat bijaksana dan luar biasa. Bersiaplah semua juru kamera untuk mengabadikan gambar dimana saya akan memberikan piagam penghargaan kepada Lebah Statusquo. Lha di mana Bagawat? Hai panitia...dimanakah Bagawat.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...hingga saat ini sang Bagawat belum tampak hadir. Tetapi sekarang waktunya sudah istirahat.

Raja Lebah:
Wah rugi saya...maksudku...bicaraku panjang lebar itu juga agar bisa didengarkan oleh Bagawat. Sialan belu datang dia.

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin sekarang saatnya kita ISOMA.

Raja Lebah:
Peserta seminar yang berbahagia...setelah cukup ISOMA...marilah kita mulai lagi dengan sesion ke dua di siang hari. Sebelumnya saya ingin menyampaikan teori umumku untuk sukses menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saking pentingnya teoriku itu maka anda semua tidak boleh lupa. Hapalkan dan ingatlah selalu serta amalkan setiap saat. Boleh juga teoriku itu engkau anggap Ajimat dalam hidupmu. Sekali lagi teoriku adalah: Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Raja Lebah:
Whussszzz...semprul ki...Dua kalimat yang terakhir jangan di ucapkan!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Sekali lagi!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Good...good...wahai peserta seminar yang berbahagia dengarlah teoriku bagaimana engkau semua bisa menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional, berikut ini bersifatlah tertutup, bersikaplah angkuh terhadap ide-ide lain, jangan terlalu percaya kepada pembaharuan, anggaplah seolah-olah hanya diri kita sendiri yang ada, kalau perlu lawanlah perubahan, patenkan eksploitasi, dominasilah keadaan, lawanlah arogansi dengan arogansi, andalkan kekuatanmu, lakukan komunikasi searah, hargailah tamu-tamu yang bermanfaat saja, waspadai ide yang lain, kalau perlu curilah kebaikan orang lain, penjilat itu juga ada gunanya, menekan bawahan itu juga ada manfaatnya, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan juga ada manfaatnya, menutup telinga dari bisikan baik juga ada perlunya, bersifat eksklusif juga ada perlunya, protektif juga ada perlunya...dst. Wahai peserta seminar....ternyata aku capai juga membawakan presentasiku. Saya minta anda tetap duduk dengan seksama di kursi anda masing-masing dan saya akan Mengantuk barang 2 atau 3 menit. Janganlah menjadi peserta seminar yang tidak kreatif. Walaupun saya tertidur dii hadapanmu semua, maka ambil pula hikmah-hikmahnya. Perhatikan, catat dan tanyakan perihal bagaimana saya mengantuk, gaya mengantuk saya, berapa kali saya mendengkur ketika saya tertidur di depan sisni. Nggger...nggerrrrr....nggerrrrrrr.

Panitia Seminar:
Maaf...sang Raja Lebah...waktunya tinggal empat puluh lima menit. Sebetulnya sekarang itu jatahnya sang Bagawat untuk bicara. Bagawat sudah duduk di sampingmu sejak tadi.

Raja Lebah:
Ohhh..oh..silahkan Bagawat bicara.

Bagawat:
Peserta seminar yang berbahagia, pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk bertemu di sini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Raja Lebah atas undangannya kepada saya untuk presentasi makalah saya. Hadirin semua menurut saya kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki, ...dst. Kedua, yaitu kita perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Jika anda semua menghendaki ingin menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional maka anda perlu mengembangkan sikap bagaimana agar anda mampu meraih atau memperoleh sifat-sifat sebagai seekor Guru Lebah Bertaraf Internasional. Ketiga, kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Jadi kita juga harus mengetahui apa sifat-sifat Guru Lebah Bertaraf nternasional itu. Untuk itu maka baca dan bacalah, belajar dan belajarlah, tanya dan bertanyalah, tulis dan menulislah, diskusi dan diskusikanlah, terbuka dan terbukalah, janganlah bersifat tertutup, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, hargailah tamu-tamu anda, dengarkan kebaikan walau dari seorang lebah anak-anak sekalipun, promosikan inovasi, janganlah bersikap proteksi, lawanlah statusquo, kembangkan kerjasama dengan yang lain, tidaklah bisa kita hidupsendiri, bersikaplah kritis terhadapsemua teori bahkan jika teori itu berasal dari atasanmu, bahkan kritislah terhadap pikiranmu sendiri, berpikirlah merdeka, janganlah bersikap sobong dan arogan, bersikaplah bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu. Kembangkan keterampilanmu disertai doa dan ikhtiar. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya engkau itu berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun. Berikutnya adalah mencari pengalaman. Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Maka dimensimu akan meningkat jika ilmumu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Maka tidaklah cukup jika engkau hanya mencari ilmu di dalam atau disekita Sarang mu itu. Engkau harus terbag jauh dari sarangmu agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Tidak hanya itu kalau perlu engkau juga mengembangkan jejaring kerjasama atau networking pengembangan ilmu untuk menjawab bagaimana menjadi Guru Lebah bertaraf Internasional. Demikianlah sepintas presentasi saya...apakah ada pertanyaan?

Semua Peserta Seminar Lebah bertanya:
Alhamdullilah...wahai sang Bagawat...itulah yang selama ini aku cari dan aku rindukan. Kami semua masih mengharapkan pembicaraanmu walau sampai malampun.

Bagawat:
Ooh..tidak saya di sini adalah tamu. Baiklah karena waktunya sudah habis...maka saya kembalikan kepada moderator...lho...mana moderatornya?

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin yang saya hormati...saya informasikan bahwa dikarenakan masuk angin maka moderator seminar ini Sang Raja Lebah telah meninggalkan acara ini. Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sang Bagawat. Dengan ini saya mewakili moderator, marilah seminar ini kita tutup dengan berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Amiiin.

25 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Maksud dari elegi ini adalah pada dasarnya ilmu pengetahuan itu tidak terbatas, dan bebas untuk kita cari. Siapa pun bebas untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Pengetahuan diperoleh bisa dari mana saja, melalui belajar formal di sekolah bahkan melalui pengalaman. Semakin banyak pengalaman, maka ilmu pengetahuan yang di dapatkan juga semakin besar. Maka jangan mudah puas dalam mencari ilmu pengetahuan, karena pengetahuan itu tidak terbatas. Kita menuntut ilmu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Jika hanya memahami secara mendalam saja tidaklah cukup, harus di kembangkan juga seluas-luasnya, agar pengetahuan-pengetahuan yang sudah kita peroleh bisa saling terkait membentuk skema untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari sehingga akan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

    ReplyDelete
  2. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia ketika akan mencapai tujuannya hendaknya memahami semua aspek kebaikan yang dapat mendukung tujuan tersebut. Seperti yang dikatakan oleh begawat pada elegi di atas. Setelah mengetahui semua aspek kebaikan penunjang pencapaian tujuan dan iktikad baik maka laksanakanlah dengan seikhlas mungkin. Elegi ini menyampaikan pesan bahwa sebagai orang yang berada di bawah kekuasaan, kita harus sadar dan kritis terhadap pemimpin yang bermaksud buruk dan mementingkan dirinya sendiri seperti sifat sang raja lebah pada elegi ini.

    ReplyDelete
  3. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Lebah adalah binatang sosial yang hidup berkelompok dalam sarang dan menghasilkan madu yang bermanfaat. Elegi seminar sehari di sarang lebah menceritakan sebuah seminar yang diadakan oleh Raja Lebah untuk menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Guru bertaraf internasional bukanlah sebatas mengajar dalam bahasa inggris saja, melainkan juga harus memiliki sifat-sifat guru bertaraf internasional. Seperti yang dikatakan begawat, untuk mencapai sifat-sifat guru bertaraf internasional yang harus dilakukan adalah terus belajar, membaca, membuka pikiran dan pergaulan guna mendapat wawasan internasional.

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk maju dan bisa sejajar dengan bangsa lainnya yang maju kita harus siap menghadapi perubahan dengan membuka mata, pikiran dan hati kita. kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Mengembangkan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang baik, berdoa dan berikhtiar, merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengapai manusia yang berilmu dan bernurani.

    ReplyDelete
  5. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Berdasarkan artikel di atas dapat kita lihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan sang Raja Lebah terhadap rakyatnya. Sesungguhnya seorang raja yang bijak adalah raja yang mau mendengarkan rakyatnya bukan malah raja yang arogan yang menganggap semua perintahnya adalah benar dan harus dilaksanakan oleh rakyatnya. Untuk itu perlu adanya pembaharuan dalam menyikapi hal tersebut, itulah yang disampaikan oleh Begawat dalam seminar pada elegi di atas. Jadi dapat kita ambil kesimpulan bahwa sifat terbuka itu sangatlah penting untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  6. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seorang guru harus terus belajar dan belajar mengikuti perkembangan zaman agar dapat menjadi guru bertaraf internasional. Untuk menjadi guru bertaraf internasional, seorang guru haruslah bersikap kritis. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah membangun jaringan dengan yang lainnya, dengan guru- guru lain untuk saling berdiskusi, saling berbagi kebermanfaatan. Upaya membangun jaringan dengan yang lainnya dapat dilakukan dengan mengadakan leeson study, mengikuti seminar-seminar dan lokakarya, maupun melalui berbagai kegiatan MGMP.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hikmah yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa prestasi atau cita-cita apapun yang ingin kita raih hendaknya dilandasi dengan iman dan taqwa. Iman dan taqwa inilah yang menjadi benteng ampuh agar kita tidak mudah terbuai oleh kenyamanan sesaat. Ujian hidup tidak selalu berbentuk hal-hal yang menyusahkan saja, tetapi bisa berwujud apapun, termasuk salah satunya kesuksesan kita meraih cita-cita. Setiap hal yang kita raih atau miliki itu pasti mempunyai dua potensi, negatif atau positif, tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Selain itu, hikmah lain yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa hendaknya kita berusaha menjadi pribadi yang terbuka, menjalin komunikasi yang baik dengan sekitar, berpikir positif, mau mendengar masukan orang lain, dsb. Dengan sikap yang terbuka inilah pengetahuan kita akan berkembang, pengalaman kita akan bertambah, dan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Amal perbuatan itu tergantung dari niat. Jika niat kita baik dan tulus, maka kita akan terhindar dari perasaan sombong. Dalam berbuat, landaskanlah dengan niat yang baik agar jalannya pun dimudahkan oleh Tuhan. Selain itu, niat yang tulus akan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun dengan orang lain

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Raja lebah memiliki kesombongan, ia merasa harus mengikuti arus internasioanlisasi, merasa harus menjadi yang terbaik dan memang ia merasa menjadi yang terbaik. Segala sesutau itu bergantung niat dan tujuannya, jika ia niatnya baik maka kahirnya akan baik juga. Dan segala yang dilakukan itu butuh proses, perlahan dan pasti nantinya akan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk menjadi guru baik nasional maupun bertaraf internasional, yang paling utama dan jangan sampai ditinggalkan yaitu niat yang ikhlas yang berlandaskan iman dan taqwa. Jadikan apasaja yang dikerjakan oleh guru dalam rangka beribadah, sehingga selain bermanfaat bagi orang lain maka akan mendapat pahala pula. Menghadapi era persaingan global, maka guru bertaraf internasional juga harus bersifat global, seperti kritis, terbuka, dll.

    ReplyDelete
  11. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Dunia ini senantiasa berubah, setidaknya berubah terhadap pada ruang dan waktu. Perubahan yang begitu dinamis ini harus diimbangi dengan perubahan yang lain, maka kita perlu bersifat dinamis, inovatif, tidak statis, terbuka. Janganlah kita menjadi pribadi yang tertutup, pribadi yang kaku, pribadi yang statis, pribadi yang tidak mau mendengarkan orang lain, tidak mau mlihat keadaan sekitar, tidak mau menerima perubahan. Bila perubahan-perubahan itu tidak kita imbangi dengan perubahan, maka kita akan digilas oleh ruang dan waktu. Kita akan ketinggalan zaman, ditinggalkan, tidak dipakai dan dilupakan.

    ReplyDelete
  12. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Segala aktivitas apapun yang kita lakukan, jika dilandasi dengan iman dan takwa serta dihiasi hiasan yang selalu menempel padanya, yaitu niat yang baik, tulus, dan ikhlas, maka sesulit dan seberat apapun akan lebih terasa mudah dan ringan untuk dikerjakan. Dengan demikian, apapun tujuan hidup kita, harus kita upayakan dengan sebaik mungkin dengan menyelaraskan aktivitas yang kita lakukan dengan tujuan yang ingin kita capai. Dalam mencapai tujuan, saat menemui tantangan, ingat kembali niat keikhlasan kita, maka tantangan ataupun ujian itu akan dapat kita lalui dengan mudah.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  13. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kesepakatan merupakan salah satu titik terang ketika perbedaan muncul. Perbedaan merupakan hal yang wajar, karena setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda. Sifat manusia yang dikisahkan oleh Raja Lebah, Statusquo, dan begawat. Kesombongan raja lebah yang nyata di kehidupan, bahkan calon guru yang diharapkan bertaraf internasional kadang seperti raja lebah dan terkadang seperti statusquo juga. Ikut-ikutan bukanlah hal yang keliru, selama dalam ikut-ikutan kita punya dasar dan alasan yang masuk akal. Jangan sampai terprovokasi karena hanya iseng ikut-ikutan seperti begawat. Gunakanlah pemikiran yang kritis, kreatif, inovatif dan terbuka terhadap perkembangan zaman dengan bekal spiritual.

    ReplyDelete
  14. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sekeras apapun kita belajar dan bekerja hendaknya berlandaskan dengan iman dan taqwa. Niatkan dalam hati kita dengan baik, tulus, serta ikhlas. Dengan niat yang baik, ikhlas, dan tulus kita akan terhindar dari rasa sombong dan dengki. Kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Oleh karena, itu perbanyaklah membaca, belajar, bertanya, menulis, berdiskusi, komunikasi, berpikir positif, menghargai orang lain, dan lain sebagainya sehingga kita memperoleh banyak ilmu. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ddari elegi tersebut dapat diambil suatu pelajaran bahwa setiap manusia memiliki kemampuan, komepetensi yang beragam. Kompetensi setiap manusia akan menjadi berarti jika dalam pemnafaatannya dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas dan berlandaskan pada keyakinan kepada Allah Swt. Dengan meniatkan selalu kepada Allah, maka apapun kemampuan dan kompetensinya akan berkah.

    ReplyDelete

  16. Motivasii adalah dorongan dalam diri, yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar diri. Maka sebenar-benar motivasi adalah belajar dan berikhtiar dengan landasan iman dan keyakinan kepada-Nya. Adanya landasan tersebut memberikan manfaat bahwa jika motivasi berhasil diraih, kemudian tergapailah kesuksesan, seseorang tidak akan berlaku sombong dan keluh kesah.

    ReplyDelete
  17. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bukan hanya peserta didik yang harus mempunya pikiran kritis, tetapi guru pun sama. Dengan belajar dengan guru yang tarafnya berada diatasnya membaut kita dapat bisa berkembang. Terus menerus berdiskusi, membaca, bertanya, dan menerima masukan dari lingkungan sekitar juga menajdi salah satu untuk mengembangkan cara berpikir kritis seorang guru. Ini juga akna mnejadi proses mengambngkan kompetensi yang ada diri si guru tersebut. Karena, meskipun seorang guru, tetaplah jangan sombong. Karena percayalah bahwa ilmu yang dimiliki masih sedikit dan masih perlu untuk terus menerus diupgrade.

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengambarkan bahwa dalam mencari ilmu sepatutnya kita tidak bertumpu pada satu sumber saja. banyak sumber ilmu yang lain yang mungkin lebih banyak mencakup dari ilmu yang kita pelajari. jadi kita perlu memperluas wawasan kita. jangan berada di zona nyaman dalam menuntut ilmu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menjadi seseorang yang memiliki nilai diri yang tinggi maka kita harus mampu mengembangkan sikap supaya mampu meraih sifat dari nilai yang tinggi tersebut. Jangan pernah berhenti untuk belajar dan terbuka terhadap pendapat dan masukan dari orang lain. Carilah keterampilan, karena sesungguhnya keterampilanlah yang mampu mengembangkan setiap potensi yang dimilki. Dan jangan lupakan satu hal yang memegang peranan sangat penting, sertai setiap usaha dengan doa yang ikhlas.

    ReplyDelete
  20. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Bagaimana kita haruslah menghindarkan diri dari sifat merasa sempurna yang justru memaksakan orang lain untuk mengagung-agungkannya. Namun tanpa menyadari bahwa diri sendiri belum kompeten dalam memimpin dan kurang cakap dalam melaksanakan kewajiban. Jadilah pribadiyang terus berkembang, tidak berpuas diri dalam menuntut ilmu, dan terus melakukan inovasi karena tugas sebagai guru membutuhkan tanggung jawab yang tinggi.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sesuatu yang baik memang akan dijaga dengan ketat oleh mereka yang menganggap kebaikan itu penting bagi diri mereka maupun lingkungan mereka. Sesuatu yang dijaga dengan baik akan memperoleh hasil yang baik juga. Begitujuga dengan sifat kita. Jika sifat kita itu dijaga dengan baik kepada sesama, maka akan memberikan dampak yang baik pula pada kehiudupan kita di masa sekarang maupun di masa depan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Elegi yang sangat menarik, terima kasih Pak sebelumnya.
    Satu pelajaran yang saya ambil dari Begawat bahwa setiap kompetensi yang dicapai oleh siapapun itu harus didasarkan pada niat baik, tulus, rela, terbuka dan berdasarkan iman dan takwa. Motivasi yang tinggi dan niat baik untuk bekerja atau belajar didasarkan pada iman dan takwa. Dengan demikian, kita akan terbebas dari perasaan bangga, iri hati, cemburu, dll .. Selain itu, kita perlu menyelaraskan tindakan kita dengan sikap dan niat atau cita-cita kita. Maka, kita harus memiliki pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, dan tentang sifat tujuan kita. Itulah beberapa hal yang harus kita siapkan untuk menjadi seorang guru yang kompeten.

    ReplyDelete
  23. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Rasa bangga atas pencapaian kita menurut saya boleh-boleh saja, namun kita harus bisa mengontrolnya jangan sampai berlebihan hingga menjadi kesombongan. untuk dapat mengontrol rasa sombong hendak dalam setiap apa yang kita lakukan diawali dengan niat yang ikhlas, bukan untuk riya' (dipuji orang), sehingga ketika kita berhasil atau sukses mencapai target atau memenangkan kompetisi yang ada adalah rasa syukur bukan rasa sombong.

    ReplyDelete
  24. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Menuntut ilmu harusnya dilandasi oleh kebutuhan kita sendiri atas ilmu tersebut. dengan menanamkan bahwa menuntut ilmu adalah kebutuhan niscaya kita akan senantiasa ikhlas dan tawadhu dalam menuntut ilmu. Tidak boleh ada motif lain, misalnya ingin dimuliakan atau dianggap paling hebat oleh orang lain.

    ReplyDelete
  25. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui persentasinya sang begawat mengatakan bahwa menjadi guru lebah bertaraf internasional adalah guru yang tidak berhenti belajar, berpikir kritis dan kreatif mengembangkan sikap dan kompetensinya, serta membangun hubungan baik/kerja sama. Sifat-sifat yang dimiliki oleh guru lebah bertaraf internasional itu pula lah yang seharusnya berada dalam diri kita. Ilmu di dunia tidak terhinga banyak nya dan perkembangan zaman pun semakin maju maka kita pun harus terus belajar.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete