Mar 7, 2011

Elegi Memahami Jejaring Sistemik




Oleh Marsigit

Transenden Spiritual:
Mohon ampun Tuhanku...aku melihat muridku Transenden Dunia Selatan datang menghampiriku. Wahai Transenden Dunia Selatan, tiadalah engkau seperti biasanya? Kenapa engkau datang kepadaku tidak bersama-sama Transenden Logikamu? Sedang Transenden Hatimu kelihatan kacau balau? Engkau dari mana saja? Engkau kelihatan sangat capai bahkan sepertinya sedang sakit? Bukankah engkau itu mempunyai tanggungjawab yang sangat berat, sangat besar, sangat mulia, dan menguasai seperempat dunia? Engkau itu isi sekaligus wadahnya Dunia Selatan. Engkau itu hampir awal dan hampir akhirnya Dunia Selatan. Engkau itu adalah Transenden dari setiap wargamu. Kemanapun wargamu palingkan wajahnya maka mereka hampir selalu melihat dirimu. Engkau tidak hanya cair tetapi udara bagi setiap wargamu. Engkau itu dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Hanyalah diriku yang mampu mengenal setiap sisi-sisimu. Maka...katakanlah apa yang telah terjadi!

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun Transenden Spiritual...itulah yang terjadi. Yaitu jika aku terpaksa atau tidak terpaksa menghadapmu maka dengan serta merta aku tinggalkan Transenden Logikaku. Sungguh tiadalah ada kemampuan Transenden Logikaku untuk menggapai tempatmu yang mulia ini. Hanyalah Transenden Hatiku yang mampu menghantarkan diriku hingga kehadapanmu. Terimalah salam hormat saya keharibaanmu beserta permohonan maaf saya jika kedatanganku tidak santun terhadap ruang dan waktumu. Namun itulah sebenar-benar kontradiksi yang menimpa diriku yaitu bahwa tiadalah aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu tanpa bantuan Transenden Logikaku. Padahal selama aku masih menggunakan logikaku maka tiadalah aku sebenar-benar mampu menghampiri dirimu. Maka aku telah menemukan bahwa selama aku masih mampu menjawab pertanyanmu dengan kata-kataku, itu pertanda bahwa aku masih berjarak terhadap dirimu. Itulah kesimpulanku bahwa hatiku mengatakan bahwa dirimu itu sebenarnya telah mengetahui apa yang terjadi pada diriku walaupun aku tidak mengatakannya sekalipun.

Transenden Spiritual:
O..ooo..aku panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT bahwasanya engkau masih mampu memegang adab-adabmu ketika menghadap diriku. Engkau harus tinggalkan logikamu ketika menghadapku. Hanya hati dan amal perbuatanmu saja yang menemanimu. Jika kemudian telah memenuhi syarat dan rukunnya, maka kemudian berlakulah hukumnya bahwa kemampuanku itu mengalirlah kedalam jiwa ragamu. Seperti halnya diriku maka sebetulnya engkau itu mampu memahami semua aspek kehidupan dalam duniamu yaitu Dunia Selatan. Jika engkau intensif dan ekstensifkan maka lebih dari itu. Itulah sebetulnya dirimu bertugas untuk mengawal dunia seluruhnya. Jika kemampuanmu telah optimal maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa engkau itu harus meliputi seluruhh dunia: Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur, Dunia Barat Utara Timur, dan Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun guruku... tiadalah keraguan sedikitpun di dalam hatiku perihal titah-titahmu itu. Hanya saja, godaan logikaku begitu besarnya sehingga terkadang mampu mengalahkan hatiku. Namun bukan pula semata-mata kesalahan logikaku. Karena logikaku juga mendapat godaan yang luar biasa dari hukum-hukum alam beserta fakta-faktanya. Ohh...guru...apakah masih ada ampunan bagi diriku yang dianggap telah melakukan bunuh diri. Aku telah diangap melakukan bunuh diri oleh para Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Spiritual:
O..ooo..rupanya engkau telah bertempur habis-habisan menggunakan logikamu, menggunakan sumber dayamu, dan memanfaatkan semua wargamu untuk melawan para Transenden selain dirimu? Hemmm...walaupun aku mulai menggunakan logikaku, aku tetap pertahankan spiritualku. Maka aku juga amanatkan dirimu, walaupun engkau mulai menggunakan logikamu kembali maka tetapkan spiritualmu sebagai komandanmu. Mudah-mudahan dialog logika kita akan tetapterjaga oleh spiritual kita.

Transenden Logika Dunia Selatan:
Perkenankanlah aku mewakili Transenden Dunia Selatan ingin mengajukan pertanyaan kepada dirimu. Cukup panggil aku sebagai Logika Dunia. Mengapa Dunia Selatan tidak berdaya menghadapi Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Bahkan Dunia Selatan telah menyatakan menyerah tanpa syarat kepada mereka semua?

Transenden Logika Spiritual:
Perkenankan juga aku mewakili Transenden Spiritual untuk menjawab pertanyan-pertanyanmu itu. Cukup panggil saja aku sebagai Logika Spiritual. Perihal pertanyaanmu itu maka jawabannya adalah perihal rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir.

Logika Dunia:
Apa yang engkau maksud dengan rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir. Serta apa hubungannya dengan kemenangan Dunia barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat dan Utara?

Logika Spiritual:
Allah tidaklah menghendaki berIangsungnya segala sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya. Maka hukum sebab-akibat itu berlaku adanya bagi manusia dan dunianya. Ketahuilah bahwa berbagai dunia Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur dan Dunia Selatan itu mempunyai ruang yang berbeda. Jikalaupun mereka dalam waktu yang sama, maka tentulah mereka pada ruang yang berbeda. Dunia Timur dan Dunia Selatan itu berada di Ruang Tengah, sedang Dunia barat dan Dunia Utara itu berada di Ruang Utara dan Ruang Selatan. Letak geografis inilah sebagai sebab dari segala akibat dinamika hidup didunianya masing-masing. Tuhan telah berkenan memberikan rakhmat dan hidayah bagi umat pada dunianya masing-masing. Alam dengan empat musim dan sumber daya yang terbatas, telah mendorong manusia di Dunia Barat dan Dunia Utara untuk hidup dinamis dengan mengandalkan ikhtiarnya untuk menggapai takdirnya. Alam dengan dua musim dengan sumber alamnya yang melimpah telah menyebabkan hidup enak dan manja bagi manusia yang berada di Dunia Timur dan Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Apa hubungannya dengan kemenangan dunia?

Logika Spiritual:
Kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja.

Logika Dunia:
Sebentar...kurang apa etos kerja dan kinerja para Pakar dan para Bagawat dari Dunia Selatan? Bukankah mereka cukup hebat dan pantas dibanggakan?

Logika Spiritual:
Yang kurang adalah Jejaring Sistemik nya.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Serendah-rendah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani, jika mereka hanya bekerja dan mencari ilmu untuk dirinya sendiri. Padahal demikianlah yang dilakukan oleh semua Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Lho...adakah tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Tingkatan yang lebih tinggi adalah jika etos kerja dan kinerja memperoleh pengetahuan juga digunakan dan bermanfaat bagi orang lain.

Logika Dunia:
Lhoo...apakah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan tidak demikian? Bukankah mereka juga memberikan pengetahuan bagi sesamanya?

Logika Spiritual:
Mulanya memang demikian. Tetapi kemudian tergoda untuk memperkaya dan memperpandai diri sendiri.

Logika Dunia:
Apa ada tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Itulah yang tidak dan belum dipunyai Dunia Selatan. Jejaring Sistemik adalah saling terkait. Jejaring Sistemik adalah saling terhubung. Jejaring Sistemik adalah saling tergantung. Jejaring Sistemik adalah sistem. Jejaring Sistemik bersifat universal. Jejaring Sistemik menjangkau semua aspek. Jejaring Sistemik adalah dunia. Jejaring Sistemik adalah hidup. Jejaring Sistemik itu berstrata atau berlapis. Jejaring Sistemik adalah organisasi. Jejaring Sistemik adalah pembagian tugas. Jejaring Sistemik adalah manajemen. Jejaring Sistemik adalah konstruksi atau bangunan. Jejaring Sistemik itu berpondasi. Jejaring Sistemik adalah Jejaring Sistemik itu bertujuan. Jejaring Sistemik adalah input, proses dan output. Jejaring Sistemik adalah ontologis dan epistemologis. Jejaring Sistemik ada di mana-mana. Jejaring Sistemik adalah isi dan wadah. Jejaring Sistemik adalah kendaraan. Jejaring Sistemik adalah multifacet. Jejaring Sistemik adalah aksiologi. Jejaring Sistemik adalah hermenitika. Jejaring Sistemik adalah phenomenologi. Jejaring Sistemik adalah transenden. Jejaring Sistemik adalah powernow.

Logika Dunia:
O..ooo..lha kalau begitu...kurang apa Dunia Selatan itu. Bukankah Dunia Selatan telah mempunyai Jejaring Sistemik itu semua.

Logika Spiritual:
Jejaring Sistemik di Dunia Selatan itu bersifat: kurang lengkap, kurang berisi, kurang dalam, kurang luas, kurang tebal, kurang berat, kurang lama, kurang panjang, kurang sering, kurang padat, kurang teruji, kurang pengalaman, kurang sistemik, kurang konsisten, kurang fleksibel, kurang innovatif, kurang kesadaran, kurang komprehensif, kurang universal, kurang intensif, kurang ekstensif, kurang dukungan politis, kurang sabar, kurang logis, kurang ilmiah, kurang up to dated, kurang spesifik, kurang sophisticated, kurang profesional, kurang terukur, kurang variatif, kurang homogen, kurang ontologis, kurang epistemologis, dan kurang aksiologis. Karena banyak kurangnya maka katakan saja Dunia Selatan itu belum mempunyai Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa bedanya bekerja dengan atau tanpa Jejaring Sistemik. Bisakah diberikan contohnya.

Logika Spiritual:
Berbeda sekali proses dan hasilnya. Ambil contoh pendidikan. Sistem Pendidikan di Dunia Selatan itu tidak bersifat Jejaring Sistemik. Kenapa? Karena ternyata kebijakan pendidikan yang ada bersifat parsial dan berorientasi jangka pendek. Bahkan kebijakan pendidikan yang satu bertentangan dengan kebijakan yang lain. Kebijakan pendidikan yang diambil belum berdasarkan refleksi hasil survey atau penelitian secara ilmiah. Malah keputusan kebijhakan pendidikanyang paling penting seperti UN itu diputuskan secara voting atau melalui pengadilan. Maka sistem pendidikan di Dunia Selatan itu adalah sistem pendidikan kompromistis irasional. Dengan sistem pendidikan yang demikian maka jangan harap bisa bertanding dengan Sistem Pendidikan dari Dunia Barat dan Dunia Utara yang ber Jejaring Sistemik secara konsisten dan solid.

Logika Dunia:
Apa ada contoh yang lain?

Logika Spiritual:
Contoh yang lain adalah kasus Ilmuwan Plagiat. Kenapa sampai terjadi ada seorang Ilmuwan dari Dunia Selatan melakukan plagiat? Itu disebabkan karena para Ilmuwan di Dunia Selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik?

Logika Dunia:
Lho..memangnya kenapa?

Logika Spiritual:
Wahai Logika Dunia... Ilmuwan itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Ilmuwan itu. Ilmuwan itu adalah perjuangan panjang. Ilmuwan itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Ilmuwan adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Ilmuwan adalah tanggung jawab dan previlage. Ilmuwan adalah nilai moral. Ilmuwan adalah hak prerogatif. Ilmuwan adalah ikhtiar prima dan ultima. Ilmuwan adalah ketentuan dan takdir. Ilmuwan adalah penentu nasib. Ilmuwan adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Ilmuwan adalah etik dan estetika. Ilmuwan adalah konsistensi dan komitmen. Ilmuwan adalah panutan dan pembimbing. Ilmuwan itu formal yang normatif. Ilmuwan itu normatif yang formal. Ilmuwan itu doa dan harapan. Ilmuwan itu mandiri dan sistemik. Ilmuwan itu hidup dan menghidupkan. Ilmuwan itu metafisik. Ilmuwan itu filsafat. Ilmuwan itu mengatasi Ilmu Bidang. Ilmuwan itu Orang Tua Berambut Putih. Ilmuwan itu logos. Ilmuwan itu phenomenologi. Ilmuwan itu hermenitika. Ilmuwan itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Ilmuwan itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Ilmuwan itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Ilmuwan tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Ilmuwan tidak hanya sintetik tetapi analitik. Ilmuwan tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Ilmuwan tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Ilmuwan tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Ilmuwan itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Ilmuwan tidak hanya local genious tetapi means of global. Ilmuwan tidak hanya diam tetapi action. Ilmuwan tidak hanya action tetapi diam. Ilmuwan tidak hanya mencari tetapi memberi. Ilmuwan tidak hanya praktek tetapi berterori. Ilmuwan tidak hanya berteori tetapi praktek. Ilmuwan tidak hanya internal tetapi eksternal. Ilmuwan tidak hanya potensi tetapi faktual. Ilmuwan tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Ilmuwan tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Ilmuwan tidak hanya yang terbatas tetapi yang tak terbatas.

Logika Dunia:
Hemm...lalu apa hubungannya kerja Ilmuwan itu dengan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Dengan sifat dan karakteristik Ilmuwan yang saya sebutkan itu, jelas bahwa untuk dapat melakukan kegiatan, kinerja dan produksinya...mereka sangat memerlukan Jejaring Sistemik. Lebih dari itu, akan lebih baik jika dia mempunyai dan mampu membangun jejaring Sistemik. Padahal tidaklah demikian Ilmuwan pada Dunia Selatan. Sebagian besar Ilmuwan di Dunia selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik. Sebagian besar dari mereka bekerja di dalam kediriannya masing-masing. Itulah bedanya dengan Ilmuwan di Dunia Barat dan Dunia Utara. Sebagian Ilmuwan di Dunia barat dan Dunia Utara bekerja di dalam Jejaring Sistemik. Bahkan di Dunia Barat dan Dunia Utara, aku dapat mendifinisikan Ilmuwan itu sebagai Jejaring Sistemik itu sendiri.

Logika Dunia:
Lho..apa pedulinya?

Logika Spiritual:
Kinerja seorang Ilmuwan Terisolasi Sendiri dengan Ilmuwan Jejaring Sistemik itu sangat nyata bedanya. Ilmuwan Plagiat adalah Ilmuwan Terisolasi Sendiri yang ingin menampilkan kinerjanya seakan-akan seperti seorang Ilmuwan Jejaring Sistemik. Ketika godaan untuk menulis karya ilmiah bertaraf internasional itu muncul, maka seorang Ilmuwan Terisolasi Sendiri itu membutuhkan Data Bertaraf Internasional. Padahal data bertaraf internasional itu hanya terdapat di dalam Jejaring Sistemik Internasional. Ketika godaan semakin memuncak karena berkaitan dengan aktualisasi diri, maka terjadilah perbuatan tak terpuji dengan cara mencoba berspekulasi mengambil tanpa ijin Data Jejaring Sistemik dari Ilmuwan Dunia Barat atau Dunia Utara. Dan...datanglah AIB itu.

Logika Dunia:
Lho..apa bedanya dengan karya ilmiah Ilmuwan Jejaring Sistemik dari Dunia barat dan Dunia Utara?

Logika Spiritual:
Sangat berbeda. Sebuah karya ilmiah bertaraf internasional apapun, betapapun, bagaimanapun, dimanapun, kapanpun, tentang apapun...itu merupakan CERMIN atau bayangan dari diri sang Ilmuwan Jejaring Sistemik. Artinya aku dapat mendefinisikan bahwa Ilmuwan jejaring Sistemik itu tidak lain tidak bukan adalah si Karya Ilmiah Bertaraf Internasional itu sendiri.

Logika Dunia:
O..ooo aku mengerti sekarang pokok persoalannya. Tetapi mengapa Ilmuwan-ilmuwan pada Dunia Selatan tidak mau mengembangkan, tidak mampu atau tidak mau menjadi Ilmuwan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Bukannya tidak mau, tetapi sesuai dengan sifat-sifat Jejaring Sistemik yang saya sebutkan tadi, maka dalam banyak hal Jejaring Sistemik itu berada di luar diri kemampuan dan kewenangan para Ilmuwan Dunia Selatan. Itulah yang pernah saya katakan sebagai tanggung jawab pemimpin Bangsa, tanggung jawab Menteri Bangsa, tanggung jawab pemimpin lembaga yang telah mengabaikan dan menyia-nyiakan kesempatan dalam perjalanan ruang dan waktu. Itulah kesadaran atau political will yang tidak pernah muncul dikarenakan belum sampainya dimensi dari para pemimpin negara Dunia Selatan. Dan itulah sumber dari segala krisis yang ada. Itulah yang pernah aku sebutkan bahwa untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat Bangsa ini 200 tahun ke depan.

Logika Dunia:
O..ooo.oh...ampunilah para Ilmuwanku. Hiduplah Ilmuwanku. Aku merasa iba kepada Ilmuwanku. Lho kok aneh ...siapakah diriku itu? Ternyata aku juga masih terkena anomali. Begitulah dirimu dan juga diri yang lainnya di Dunia Selatan. Sekarang aku telah mengerti mengapa negeriku mengalami krisis multi dimensi? Sekarang aku mengerti mengapa Transenden negeriku TELAH MENYATAKAN MENYERAH TANPA SYARAT kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara? Sekarang aku juga mengerti mengapa terjadi sampai ada Ilmuwan Plagiat? Sekarang aku mengerti mengapa gencar dilakukan program recharging? Sekarang aku juga mengerti mengapa para guru memalsukan PAK? Sekarang aku juga mengerti mengapa UN dipertahankan mati-matian. Oh..ternyata para Dajal dari Dunia barat dan Dunia Utara telah merajalela menguasai negeriku. Cukup..cukup.... Dengan dua contoh saja cukup bagiku untuk memahami mengapa bangsaku terkena anomali, yaitu keadaan kacau balaunya aturan, prinsip dan hukum-hukum unsur-unsur bangsaku. Ini memang keadaan yang dikehendaki oleh para Dajal itu. Oh Tuhan ampunilah daku, ampunilah segala dosa Pemimpinku, semoga engkau tetapi berikan bimbinganmu sehingga Bangsaku itu terbebas dari segala macam goda dan rencana sang Dajal Jejaring Sistemik Transinternasional. Amiin.

Transenden Spiritual:
Wahai Transenden Dunia Selatan...saatnya kita tanggalkan logika kita. Marilah kita gunakan hati kita untuk memanjatkan doa. Akun yang melantunkan doa, sementara engkau mengamininya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amiiin..amiiin..amiiin.

30 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Jejaring seismik adalah jejaring yang kita butuhkan pada dunia sekarang, yang mana jejaring ini akan membuat kita siap menghadapi power now. Karena dengan adanya jejaring seismik maka kita menyeimbangkan antara berpikir dan kerja (action).

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Yang namanya jaringan pasti ada sedikit kesalahan begitupula dalam kehidupan manusia yang namanya manusia adalah gudangnya dosa. Karena itulah sebagai manusia hendaklah kita selalu mengucap syukur dan memohon ampun atas segala tindakan yang kita lakukan. Logika dan spiritual memiliki hubungan yaitu Sumber Daya Manusia yang dapat bermanfaat tidak hanya pada dirinya sendiri akan tetapi terhadap orang lain juga. Ilmu yang bermanfaat itulah salah satu contoh dari belajar filsafat menyeimbangkan logika dan spiritual.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Orang yang berpendidikan dan berilmu seharusnya dapat bekerja dalam jejaring sistemik, sehingga dunia pendidikan akan lebih maju dan tidak lagi terjadi kasus-kasus seperti plagiat yang sering dilakukan tidak hanya oleh pelaku pendidikan biasa tetapi juga pakar pendidikan seperti profesor-profesor. Seorang profesor haruslah menghindari yang namanya kegiatan-kegiatan plagiat dalam bentuk apapun, karena profesor sudah dianggap sebagai suatu gelar yang menjadikan dirinya seseorang yang telah mencipta karya yang dapat mempengaruhi sistem-sistem yang ada. Jejaring sistemik dapat memungkinkan kita untuk dapat melakukan hubungan-hubungan dan mengkoordinasi kegiatannya secara sistemik.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika seseorang terikat pada sistem, maka ia akan terpaksa berbuat sesuatu yang kadang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Hal ini disebut perlakuan menyimpang. Penyimangan demi kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan diterima orang lain sudah menjadi hal yang lumrah saat ini, mestinya kita trut prihatin dengan fenomena ini. Fenomena pengikisan mental dan moral untuk berbuat baik. Berbuat baik memanglah tidak mudah, namun tidak sesulit ketika kita menerima dampak dari penyimpangan.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Dalam kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dengan orang lain. Satu sama lain saling membutuhkan dan saling berhubungan membentuk jejaring sistemik. Ilmu yang kita punyai hendaknya kita bagikan kepada orang lain karena orang lain juga membutuhkan ilmu. Sebenar-benarnya ilmu adalah yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah sombong dan jangang pernah egois, karena kita hidup tak sendiri, kita hidup dengan orang lain yang akan membentuk jejaring sistemik.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk menjalankan kehidupan yang ada di dunia ini, baik ketika kita gunakan logika dlaam segala hal. Karena dengan harapan apa yang dilakukan telah dipikirkan dengan akal sehat kita.
    Akan tetapi seringkali kita melupakan ada kalanya hal yang ada di duni aini tidak bisa digunakan dengan logika ada saatnya kita tanggalkan logika kita. Kita gunakan hati kita untuk mengimbanginya.

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. jejaring sistemik memudahkan pertukaran informasi tapi disisi lain ia akan menyebarkan keburukan lebih cepat juga. Jejaring sistemik harus dimanfaatkan scera bijak. Keberadaannya dapat menguntungkan juga dapat merugikan.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sumber daya alam yang melimpah namun dengna sumber daya manusia yang kurang membuat dunia selatan menyerah tanpa syarat. Karena mereka tidak dapat mengolah hasil buminya, sedangkan belahan dunia lain mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengolahnya. Maka terjajahlah dunia selatan tanpa mereka sadari.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi ini diawali dengan menguraikan tentang system yang tercipta pada dunia selatan kita yang penuh dengan sumber daya alam sehingga kita bersifat manja dan malas, sedangkan belahan dunia lain yang tidak seberuntung kita mencoba mengembangkan sumber daya manusianya. Apa daya jika manusianya yang berkembang maka dunianya pun akan berkembang pesat, karena manusia mereka memiliki etos kerja tinggi tidak seperti dunia selatan. Sehingga sumber daya manusia dunia selatan mengalami etos kerja yang lemah sehingga tertinggal di kegiatan internasional.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Jejaring sistemik saling terhubung. Semua yang ada di dunia saling terhubung. Saat manusia tidak memperlengkapi diri dan meningkatkan diri, maka jejaring sistemiknya belum ada, semuanya akan kurang. Dengan demikian, manusia itu harus senantiasa memperlengkapi dirinya dan tetap bersandar pada Tuhan, atau dengan kata lain, tetap mempertahankan spiritual saat menggunakan logika.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tidak semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini harus dirumuskan dengan logika. Logika dalam pikiran kita yang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Akan tetapi sehebat apapun pikiran kita berlogika masih ada kehebatan lainnya yang tiada batas. Yaitu kehebatanNya sehingga kita perlu gunakan hati kita untuk memanjatkan doa kepadaNya untuk meraih hebatNya.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

    ReplyDelete
  13. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa orang lain. Hubungan tersebut dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup, dari yang menyangkut aspek ontologi, epistemologi dan axiologi. Hubungan yang ada tentunya disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual. Setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka hati tetap sebagai pemimpin dari perjalanan kita di dunia. Karena setinggi-tingginya ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Demikianlah setinggi-tingginya ilmu dalam jaringan sistemik dan mengamalkannya dalam jaringan sistemik pula.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Jejaring sistemik pasti selalu ada dalam kehidupan ini. Jejaring sistemik adakalanya membawa dampak yang baik dan adakalanya akan membawa dampak yang buruk, hal ini tidak bisa kita elakkan. Maka dari itu kita harus membentengi diri kita dengan iman yang kuat sehingga tidak terjerumus dalam jejaring sistemik yang buruk. Begitu juga kita selaku pendidik maupun calon pendidik, tugas kita sangat berat, jangan sampai membiarkan peserta didik nantinya masuk kedalam jejaring yang buruk karena kalau sudah masuk untuk mengeluarkannya sangat sulit.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dunia ini sudah berisi pendosa. Karena telah banyak penghuni dunia terpedaya duniawi daripada mengejar spiritualnya. Manusia lebih banyak menggunakan logika jika membicarakan spiritualitas. Tentu ini adalah hal yang salah. Spiritual tidak dapat dilogikakan karena merupakan ketepanNya. Setinggi – tingginya kita menggunakan logika, spiritual tetap menjadi jantung pemimpin kita di dunia. Karena pengetahuan tertinggi yang kita dapatkan adalah pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    jejaring sistemik memiliki dampak negatif dan positif disetiap sisinya. dengan menggunakan pengetahuan yang kita miliki, dan menempatkannya sesuai dengan ruang dan waktunya, maka setiap yang menjadi tujuan kita akan mendapatkan yang terbaik dari setiap kebermanfaatannya.

    ReplyDelete
  17. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jejaring sistemik adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada. Meskipun banyak hal di dunia ini yang terpisah oleh ruang,waktu, jarak elegi di atas menunjukkan bahwa semua itu saling berhubungan. Begitu pula dengan rohani dan jasmani,duniawi dan spiritual sekalipun akan saling berkaitan dan sebagai manusia tugas kita adalah menyeimbangkannya.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jejaring sistemik adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup di dunia ini. Antara apa yang terjadi di dunia ini dapat kita hubungkan membentuk sebuah sistem yang saling terkait secara nilai (baik dan buruk). Itulah yang dinamakan jejaring sistemik.
    Suatu jaringan dapat dikatakan jejaring apabila bersifat sebagai sistem yang universal, saling terkait, saling terhubung satu sama lain. Jejaring sistemik dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan karena dengan jejaring sistematis, manusia dapat bekerja, dan menkoordinasi kegiatannya.
    Seharusnya hubungan yang ada disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual. Setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka hati tetap sebagai pemimpin kita di dunia. Karena setinggi-tingginya ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  19. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jejaring sistemik dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan karena dengan jejaring sistematis, manusia dapat bekerja, dan menkoordinasi kegiatannya.
    Manusia tanpa kesadarannya dapat terjerumus pada suatu keadaan di mana tidak masuk dalam jejaring sistemik. Keadaan seperti itu dapat kita jumpai di negara kita sendiri terutama di bidang pendidikan. Hendaklah kita memiliki hati dan benar-benar memikirkan segala perbuatan kita agar menjadi amal dan tidak merugikan orang lain. Selalu menempatkan spiritualitas di atas segala tindakan adalah kunci dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  20. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jejaring sistemik adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup. setinggi tingginya logika kita tetap menggunakan hati. tetapi jangan terlalu menggunakan hati karena akan menjadi tidak rasional jika berlebihan. Ilmu dapat diperoleh melalui jaringan sistemik.

    ReplyDelete
  21. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Jejaring sistemik merupakan suatu hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam kehidupan di dunia ini yang saling terhubung untuk membentuk sistem nilai yang saling terkait, dari yang menyangkut ontology sampai yang menyangkut aksiologi termasuk didalamnya adalah epistemologinya.Hubungan yang ada harus disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Pada elegi di atas jejaring sistematik yaitu merupakan hubungan kerjasama yang bertujuan untuk membangun dan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang sama. Dalam menjalin hubungan kerja sama akan ada saling bertukar pikiran dan interaksi yang memungkinkan untuk menempuh jalan yang lebih baik. Bertukar pikiran atau diskusi akan mampu meningkatkan interaksi sosial dan kemampuan berkritis mereka dalam hal memecahkan masalah yang mereka hadapi. Jadi dalam hal ini sikap kebersamaan sangat dijunjung tinggi dan jangan mengutamakan sikap keegoisan dalam mencapai ilmu. Jangan mau mengandalkan kesombongan. Saya mampu sendiri tanpa bantuan orang lain. Tidak mungkin kita bisa melakukannya tanpa dengan bantuan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Beberapa pengertian jejaring sistemik dari beberapa aspek, diantaranya adalah sebagai berikut :
    Aspek Epistemologi, Jejaring sistemik adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup di dunia ini. Antara apa yang terjadi di dunia ini dapat kita hubungkan membentuk sebuah sistem yang saling terkait secara nilai (baik dan buruk).
    Aspek Ontologi, jejaring sistemik dapat dikatakan bahwa dunia ini penuh dengan dosa karena manusia di dalamnya lebih mementingkan hal duniawi daripada rohani. Manusia dengan segala kemampuan dan pengetahuannya lebih memilih untuk bertempur dengan menggunakan logika melawan hal-hal yang berhubungan dengan spiritualitas.

    ReplyDelete
  24. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam elegi tersebut menjelaskan bahwa jejaring sistemik merupakan suatu sistem yang saling berkaitan. Sama halnya dengan manusia hidup di dunia ini, saling terkait dan saling membutuhkan. Antara hal – hal yang bersifat dunia dan spiritual keduanya saling berkaitan satu sama lain. Antara logika dan hati juga merupakan suatu sistem. Maka baik jika tetap menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Sang Pencipta agar terjadi suatu jejaring sistemik yang seimbang dan dinamis dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  25. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah bahwa tidak seharusnya kita bekerja dan mencari ilmu hanya untuk diri kita sendiri. Kita harus menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Secuil tulisan berikut sangat membekas dalam pikiran saya "Allah tidaklah menghendaki berIangsungnya segala sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya". Dengan memaknai tulisan tersebut, maka dalam menjalani hidup ini bisa lebih pasrah dan teang. Dan dalam berikhtiar dapat terus berpikir positif.
    Kedua, dalam elegi di atas disebutkan bahwa sumber daya manusia akan berkembang subur ketika mengalami kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya. Iya, saya sepakat. Karena kesulitan, halangan, rintangan, dan hambatan, itu semua membuat kapaitas kita semakin besar, semakin banyak pengalaman yang didapat untuk mendorong berkembangnya potensi diri.
    Ketiga, tentang ilmu. Sebaik baik ilmu jika ilmu tersebut diterakan dalam kenyataannya.
    Keempat, tentang ilmuan. Bahwasaya, teryata makna ilmuan sungguh luas, tak sesempit dalam pikiran saya.

    ReplyDelete
  28. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jejaring sistemik yang disebutkan di dalam elegi tersebut merupakan istilah dari sebuah hubungan antar sesama manusia. Dan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Hal tersebut agar manusia tidak kehilangan jejaring sistemik yang telah ada pada dirinya

    ReplyDelete
  29. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sebenar-benarnya sistem yang salah adalah dunia barat dan dunia utara. Hal tersebut karena mereka mampu mengendalikan negara-negara lain, salah satunya ialah negara kita. Hal ini yang kemudian menjadikan negara ini mengalami krisis multidimensi. Kita semua menghadapi anomali dan sulit untuk keluar dari lingkaran setan tersebut. Hal tersebut kemudian menyebabkan adanya segala macam penyimpangan di negara kita.

    ReplyDelete
  30. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Di negara kita terdapat banyak korupsi, dan yang peling menghebohkan justru departemen agamalah yang justru melakukan korupsi paling besar. Semoga Allah senantiasa membimbing bangsa kita agar terbebas dari belenggu sang dajal jejaring sistemik transinternasional.

    ReplyDelete