Mar 7, 2011

Elegi Memahami Jejaring Sistemik




Oleh Marsigit

Transenden Spiritual:
Mohon ampun Tuhanku...aku melihat muridku Transenden Dunia Selatan datang menghampiriku. Wahai Transenden Dunia Selatan, tiadalah engkau seperti biasanya? Kenapa engkau datang kepadaku tidak bersama-sama Transenden Logikamu? Sedang Transenden Hatimu kelihatan kacau balau? Engkau dari mana saja? Engkau kelihatan sangat capai bahkan sepertinya sedang sakit? Bukankah engkau itu mempunyai tanggungjawab yang sangat berat, sangat besar, sangat mulia, dan menguasai seperempat dunia? Engkau itu isi sekaligus wadahnya Dunia Selatan. Engkau itu hampir awal dan hampir akhirnya Dunia Selatan. Engkau itu adalah Transenden dari setiap wargamu. Kemanapun wargamu palingkan wajahnya maka mereka hampir selalu melihat dirimu. Engkau tidak hanya cair tetapi udara bagi setiap wargamu. Engkau itu dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Hanyalah diriku yang mampu mengenal setiap sisi-sisimu. Maka...katakanlah apa yang telah terjadi!

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun Transenden Spiritual...itulah yang terjadi. Yaitu jika aku terpaksa atau tidak terpaksa menghadapmu maka dengan serta merta aku tinggalkan Transenden Logikaku. Sungguh tiadalah ada kemampuan Transenden Logikaku untuk menggapai tempatmu yang mulia ini. Hanyalah Transenden Hatiku yang mampu menghantarkan diriku hingga kehadapanmu. Terimalah salam hormat saya keharibaanmu beserta permohonan maaf saya jika kedatanganku tidak santun terhadap ruang dan waktumu. Namun itulah sebenar-benar kontradiksi yang menimpa diriku yaitu bahwa tiadalah aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu tanpa bantuan Transenden Logikaku. Padahal selama aku masih menggunakan logikaku maka tiadalah aku sebenar-benar mampu menghampiri dirimu. Maka aku telah menemukan bahwa selama aku masih mampu menjawab pertanyanmu dengan kata-kataku, itu pertanda bahwa aku masih berjarak terhadap dirimu. Itulah kesimpulanku bahwa hatiku mengatakan bahwa dirimu itu sebenarnya telah mengetahui apa yang terjadi pada diriku walaupun aku tidak mengatakannya sekalipun.

Transenden Spiritual:
O..ooo..aku panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT bahwasanya engkau masih mampu memegang adab-adabmu ketika menghadap diriku. Engkau harus tinggalkan logikamu ketika menghadapku. Hanya hati dan amal perbuatanmu saja yang menemanimu. Jika kemudian telah memenuhi syarat dan rukunnya, maka kemudian berlakulah hukumnya bahwa kemampuanku itu mengalirlah kedalam jiwa ragamu. Seperti halnya diriku maka sebetulnya engkau itu mampu memahami semua aspek kehidupan dalam duniamu yaitu Dunia Selatan. Jika engkau intensif dan ekstensifkan maka lebih dari itu. Itulah sebetulnya dirimu bertugas untuk mengawal dunia seluruhnya. Jika kemampuanmu telah optimal maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa engkau itu harus meliputi seluruhh dunia: Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur, Dunia Barat Utara Timur, dan Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun guruku... tiadalah keraguan sedikitpun di dalam hatiku perihal titah-titahmu itu. Hanya saja, godaan logikaku begitu besarnya sehingga terkadang mampu mengalahkan hatiku. Namun bukan pula semata-mata kesalahan logikaku. Karena logikaku juga mendapat godaan yang luar biasa dari hukum-hukum alam beserta fakta-faktanya. Ohh...guru...apakah masih ada ampunan bagi diriku yang dianggap telah melakukan bunuh diri. Aku telah diangap melakukan bunuh diri oleh para Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Spiritual:
O..ooo..rupanya engkau telah bertempur habis-habisan menggunakan logikamu, menggunakan sumber dayamu, dan memanfaatkan semua wargamu untuk melawan para Transenden selain dirimu? Hemmm...walaupun aku mulai menggunakan logikaku, aku tetap pertahankan spiritualku. Maka aku juga amanatkan dirimu, walaupun engkau mulai menggunakan logikamu kembali maka tetapkan spiritualmu sebagai komandanmu. Mudah-mudahan dialog logika kita akan tetapterjaga oleh spiritual kita.

Transenden Logika Dunia Selatan:
Perkenankanlah aku mewakili Transenden Dunia Selatan ingin mengajukan pertanyaan kepada dirimu. Cukup panggil aku sebagai Logika Dunia. Mengapa Dunia Selatan tidak berdaya menghadapi Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Bahkan Dunia Selatan telah menyatakan menyerah tanpa syarat kepada mereka semua?

Transenden Logika Spiritual:
Perkenankan juga aku mewakili Transenden Spiritual untuk menjawab pertanyan-pertanyanmu itu. Cukup panggil saja aku sebagai Logika Spiritual. Perihal pertanyaanmu itu maka jawabannya adalah perihal rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir.

Logika Dunia:
Apa yang engkau maksud dengan rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir. Serta apa hubungannya dengan kemenangan Dunia barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat dan Utara?

Logika Spiritual:
Allah tidaklah menghendaki berIangsungnya segala sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya. Maka hukum sebab-akibat itu berlaku adanya bagi manusia dan dunianya. Ketahuilah bahwa berbagai dunia Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur dan Dunia Selatan itu mempunyai ruang yang berbeda. Jikalaupun mereka dalam waktu yang sama, maka tentulah mereka pada ruang yang berbeda. Dunia Timur dan Dunia Selatan itu berada di Ruang Tengah, sedang Dunia barat dan Dunia Utara itu berada di Ruang Utara dan Ruang Selatan. Letak geografis inilah sebagai sebab dari segala akibat dinamika hidup didunianya masing-masing. Tuhan telah berkenan memberikan rakhmat dan hidayah bagi umat pada dunianya masing-masing. Alam dengan empat musim dan sumber daya yang terbatas, telah mendorong manusia di Dunia Barat dan Dunia Utara untuk hidup dinamis dengan mengandalkan ikhtiarnya untuk menggapai takdirnya. Alam dengan dua musim dengan sumber alamnya yang melimpah telah menyebabkan hidup enak dan manja bagi manusia yang berada di Dunia Timur dan Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Apa hubungannya dengan kemenangan dunia?

Logika Spiritual:
Kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja.

Logika Dunia:
Sebentar...kurang apa etos kerja dan kinerja para Pakar dan para Bagawat dari Dunia Selatan? Bukankah mereka cukup hebat dan pantas dibanggakan?

Logika Spiritual:
Yang kurang adalah Jejaring Sistemik nya.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Serendah-rendah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani, jika mereka hanya bekerja dan mencari ilmu untuk dirinya sendiri. Padahal demikianlah yang dilakukan oleh semua Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Lho...adakah tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Tingkatan yang lebih tinggi adalah jika etos kerja dan kinerja memperoleh pengetahuan juga digunakan dan bermanfaat bagi orang lain.

Logika Dunia:
Lhoo...apakah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan tidak demikian? Bukankah mereka juga memberikan pengetahuan bagi sesamanya?

Logika Spiritual:
Mulanya memang demikian. Tetapi kemudian tergoda untuk memperkaya dan memperpandai diri sendiri.

Logika Dunia:
Apa ada tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Itulah yang tidak dan belum dipunyai Dunia Selatan. Jejaring Sistemik adalah saling terkait. Jejaring Sistemik adalah saling terhubung. Jejaring Sistemik adalah saling tergantung. Jejaring Sistemik adalah sistem. Jejaring Sistemik bersifat universal. Jejaring Sistemik menjangkau semua aspek. Jejaring Sistemik adalah dunia. Jejaring Sistemik adalah hidup. Jejaring Sistemik itu berstrata atau berlapis. Jejaring Sistemik adalah organisasi. Jejaring Sistemik adalah pembagian tugas. Jejaring Sistemik adalah manajemen. Jejaring Sistemik adalah konstruksi atau bangunan. Jejaring Sistemik itu berpondasi. Jejaring Sistemik adalah Jejaring Sistemik itu bertujuan. Jejaring Sistemik adalah input, proses dan output. Jejaring Sistemik adalah ontologis dan epistemologis. Jejaring Sistemik ada di mana-mana. Jejaring Sistemik adalah isi dan wadah. Jejaring Sistemik adalah kendaraan. Jejaring Sistemik adalah multifacet. Jejaring Sistemik adalah aksiologi. Jejaring Sistemik adalah hermenitika. Jejaring Sistemik adalah phenomenologi. Jejaring Sistemik adalah transenden. Jejaring Sistemik adalah powernow.

Logika Dunia:
O..ooo..lha kalau begitu...kurang apa Dunia Selatan itu. Bukankah Dunia Selatan telah mempunyai Jejaring Sistemik itu semua.

Logika Spiritual:
Jejaring Sistemik di Dunia Selatan itu bersifat: kurang lengkap, kurang berisi, kurang dalam, kurang luas, kurang tebal, kurang berat, kurang lama, kurang panjang, kurang sering, kurang padat, kurang teruji, kurang pengalaman, kurang sistemik, kurang konsisten, kurang fleksibel, kurang innovatif, kurang kesadaran, kurang komprehensif, kurang universal, kurang intensif, kurang ekstensif, kurang dukungan politis, kurang sabar, kurang logis, kurang ilmiah, kurang up to dated, kurang spesifik, kurang sophisticated, kurang profesional, kurang terukur, kurang variatif, kurang homogen, kurang ontologis, kurang epistemologis, dan kurang aksiologis. Karena banyak kurangnya maka katakan saja Dunia Selatan itu belum mempunyai Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa bedanya bekerja dengan atau tanpa Jejaring Sistemik. Bisakah diberikan contohnya.

Logika Spiritual:
Berbeda sekali proses dan hasilnya. Ambil contoh pendidikan. Sistem Pendidikan di Dunia Selatan itu tidak bersifat Jejaring Sistemik. Kenapa? Karena ternyata kebijakan pendidikan yang ada bersifat parsial dan berorientasi jangka pendek. Bahkan kebijakan pendidikan yang satu bertentangan dengan kebijakan yang lain. Kebijakan pendidikan yang diambil belum berdasarkan refleksi hasil survey atau penelitian secara ilmiah. Malah keputusan kebijhakan pendidikanyang paling penting seperti UN itu diputuskan secara voting atau melalui pengadilan. Maka sistem pendidikan di Dunia Selatan itu adalah sistem pendidikan kompromistis irasional. Dengan sistem pendidikan yang demikian maka jangan harap bisa bertanding dengan Sistem Pendidikan dari Dunia Barat dan Dunia Utara yang ber Jejaring Sistemik secara konsisten dan solid.

Logika Dunia:
Apa ada contoh yang lain?

Logika Spiritual:
Contoh yang lain adalah kasus Ilmuwan Plagiat. Kenapa sampai terjadi ada seorang Ilmuwan dari Dunia Selatan melakukan plagiat? Itu disebabkan karena para Ilmuwan di Dunia Selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik?

Logika Dunia:
Lho..memangnya kenapa?

Logika Spiritual:
Wahai Logika Dunia... Ilmuwan itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Ilmuwan itu. Ilmuwan itu adalah perjuangan panjang. Ilmuwan itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Ilmuwan adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Ilmuwan adalah tanggung jawab dan previlage. Ilmuwan adalah nilai moral. Ilmuwan adalah hak prerogatif. Ilmuwan adalah ikhtiar prima dan ultima. Ilmuwan adalah ketentuan dan takdir. Ilmuwan adalah penentu nasib. Ilmuwan adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Ilmuwan adalah etik dan estetika. Ilmuwan adalah konsistensi dan komitmen. Ilmuwan adalah panutan dan pembimbing. Ilmuwan itu formal yang normatif. Ilmuwan itu normatif yang formal. Ilmuwan itu doa dan harapan. Ilmuwan itu mandiri dan sistemik. Ilmuwan itu hidup dan menghidupkan. Ilmuwan itu metafisik. Ilmuwan itu filsafat. Ilmuwan itu mengatasi Ilmu Bidang. Ilmuwan itu Orang Tua Berambut Putih. Ilmuwan itu logos. Ilmuwan itu phenomenologi. Ilmuwan itu hermenitika. Ilmuwan itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Ilmuwan itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Ilmuwan itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Ilmuwan tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Ilmuwan tidak hanya sintetik tetapi analitik. Ilmuwan tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Ilmuwan tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Ilmuwan tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Ilmuwan itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Ilmuwan tidak hanya local genious tetapi means of global. Ilmuwan tidak hanya diam tetapi action. Ilmuwan tidak hanya action tetapi diam. Ilmuwan tidak hanya mencari tetapi memberi. Ilmuwan tidak hanya praktek tetapi berterori. Ilmuwan tidak hanya berteori tetapi praktek. Ilmuwan tidak hanya internal tetapi eksternal. Ilmuwan tidak hanya potensi tetapi faktual. Ilmuwan tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Ilmuwan tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Ilmuwan tidak hanya yang terbatas tetapi yang tak terbatas.

Logika Dunia:
Hemm...lalu apa hubungannya kerja Ilmuwan itu dengan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Dengan sifat dan karakteristik Ilmuwan yang saya sebutkan itu, jelas bahwa untuk dapat melakukan kegiatan, kinerja dan produksinya...mereka sangat memerlukan Jejaring Sistemik. Lebih dari itu, akan lebih baik jika dia mempunyai dan mampu membangun jejaring Sistemik. Padahal tidaklah demikian Ilmuwan pada Dunia Selatan. Sebagian besar Ilmuwan di Dunia selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik. Sebagian besar dari mereka bekerja di dalam kediriannya masing-masing. Itulah bedanya dengan Ilmuwan di Dunia Barat dan Dunia Utara. Sebagian Ilmuwan di Dunia barat dan Dunia Utara bekerja di dalam Jejaring Sistemik. Bahkan di Dunia Barat dan Dunia Utara, aku dapat mendifinisikan Ilmuwan itu sebagai Jejaring Sistemik itu sendiri.

Logika Dunia:
Lho..apa pedulinya?

Logika Spiritual:
Kinerja seorang Ilmuwan Terisolasi Sendiri dengan Ilmuwan Jejaring Sistemik itu sangat nyata bedanya. Ilmuwan Plagiat adalah Ilmuwan Terisolasi Sendiri yang ingin menampilkan kinerjanya seakan-akan seperti seorang Ilmuwan Jejaring Sistemik. Ketika godaan untuk menulis karya ilmiah bertaraf internasional itu muncul, maka seorang Ilmuwan Terisolasi Sendiri itu membutuhkan Data Bertaraf Internasional. Padahal data bertaraf internasional itu hanya terdapat di dalam Jejaring Sistemik Internasional. Ketika godaan semakin memuncak karena berkaitan dengan aktualisasi diri, maka terjadilah perbuatan tak terpuji dengan cara mencoba berspekulasi mengambil tanpa ijin Data Jejaring Sistemik dari Ilmuwan Dunia Barat atau Dunia Utara. Dan...datanglah AIB itu.

Logika Dunia:
Lho..apa bedanya dengan karya ilmiah Ilmuwan Jejaring Sistemik dari Dunia barat dan Dunia Utara?

Logika Spiritual:
Sangat berbeda. Sebuah karya ilmiah bertaraf internasional apapun, betapapun, bagaimanapun, dimanapun, kapanpun, tentang apapun...itu merupakan CERMIN atau bayangan dari diri sang Ilmuwan Jejaring Sistemik. Artinya aku dapat mendefinisikan bahwa Ilmuwan jejaring Sistemik itu tidak lain tidak bukan adalah si Karya Ilmiah Bertaraf Internasional itu sendiri.

Logika Dunia:
O..ooo aku mengerti sekarang pokok persoalannya. Tetapi mengapa Ilmuwan-ilmuwan pada Dunia Selatan tidak mau mengembangkan, tidak mampu atau tidak mau menjadi Ilmuwan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Bukannya tidak mau, tetapi sesuai dengan sifat-sifat Jejaring Sistemik yang saya sebutkan tadi, maka dalam banyak hal Jejaring Sistemik itu berada di luar diri kemampuan dan kewenangan para Ilmuwan Dunia Selatan. Itulah yang pernah saya katakan sebagai tanggung jawab pemimpin Bangsa, tanggung jawab Menteri Bangsa, tanggung jawab pemimpin lembaga yang telah mengabaikan dan menyia-nyiakan kesempatan dalam perjalanan ruang dan waktu. Itulah kesadaran atau political will yang tidak pernah muncul dikarenakan belum sampainya dimensi dari para pemimpin negara Dunia Selatan. Dan itulah sumber dari segala krisis yang ada. Itulah yang pernah aku sebutkan bahwa untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat Bangsa ini 200 tahun ke depan.

Logika Dunia:
O..ooo.oh...ampunilah para Ilmuwanku. Hiduplah Ilmuwanku. Aku merasa iba kepada Ilmuwanku. Lho kok aneh ...siapakah diriku itu? Ternyata aku juga masih terkena anomali. Begitulah dirimu dan juga diri yang lainnya di Dunia Selatan. Sekarang aku telah mengerti mengapa negeriku mengalami krisis multi dimensi? Sekarang aku mengerti mengapa Transenden negeriku TELAH MENYATAKAN MENYERAH TANPA SYARAT kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara? Sekarang aku juga mengerti mengapa terjadi sampai ada Ilmuwan Plagiat? Sekarang aku mengerti mengapa gencar dilakukan program recharging? Sekarang aku juga mengerti mengapa para guru memalsukan PAK? Sekarang aku juga mengerti mengapa UN dipertahankan mati-matian. Oh..ternyata para Dajal dari Dunia barat dan Dunia Utara telah merajalela menguasai negeriku. Cukup..cukup.... Dengan dua contoh saja cukup bagiku untuk memahami mengapa bangsaku terkena anomali, yaitu keadaan kacau balaunya aturan, prinsip dan hukum-hukum unsur-unsur bangsaku. Ini memang keadaan yang dikehendaki oleh para Dajal itu. Oh Tuhan ampunilah daku, ampunilah segala dosa Pemimpinku, semoga engkau tetapi berikan bimbinganmu sehingga Bangsaku itu terbebas dari segala macam goda dan rencana sang Dajal Jejaring Sistemik Transinternasional. Amiin.

Transenden Spiritual:
Wahai Transenden Dunia Selatan...saatnya kita tanggalkan logika kita. Marilah kita gunakan hati kita untuk memanjatkan doa. Akun yang melantunkan doa, sementara engkau mengamininya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amiiin..amiiin..amiiin.

25 comments:

  1. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jejaring sistemik yang disebutkan di dalam elegi tersebut merupakan istilah dari sebuah hubungan antar sesama manusia. Dan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Hal tersebut agar manusia tidak kehilangan jejaring sistemik yang telah ada pada dirinya

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sebenar-benarnya sistem yang salah adalah dunia barat dan dunia utara. Hal tersebut karena mereka mampu mengendalikan negara-negara lain, salah satunya ialah negara kita. Hal ini yang kemudian menjadikan negara ini mengalami krisis multidimensi. Kita semua menghadapi anomali dan sulit untuk keluar dari lingkaran setan tersebut. Hal tersebut kemudian menyebabkan adanya segala macam penyimpangan di negara kita.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Di negara kita terdapat banyak korupsi, dan yang peling menghebohkan justru departemen agamalah yang justru melakukan korupsi paling besar. Semoga Allah senantiasa membimbing bangsa kita agar terbebas dari belenggu sang dajal jejaring sistemik transinternasional.

    ReplyDelete
  4. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Ketika saya membaca ulasan ini saya menganggap bahwa pentingnya rasa syukur atas apa yang sudah kita miliki. Jika hanya membanding-bandingkan dengan apa yang orang lain miliki, sesungguhnya akan muncul rasa iri terhadap pencapaian orang lain. Setiap manusia memiliki kapasitas untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada dan ahli dalam bidangnya masing-masing. Ketika terjadi kesenjangan antara jiwa dan fisik maka aspek spiritual memegang peranan yang sangat penting. Hal ini untuk mengembalikan jiwa individu yang sehat. Maka dari itu, untuk mengendalikan perasaan negatif dalam diri maka senjata yang dapat diandalkan adalah berdoa seraya memohon ampun kepada-Nya. Semua yang ada di dunia kendatinya milik dan dari Tuhan serta akan kembali kepada Tuhan. Tuhan jugalah yang memelihara keseimbangan kehidupan baik itu di dunia maupun di akhirat. Manusia memiliki kapasitas yang terbatas dalam menghandle setiap situasi yang telah terjadi dan mengantisipasi yang akan muncul di kemudian hari.

    ReplyDelete
  5. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jaringan sistemik adalah suatu system yaitu kumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk tujuan tertentu. Kondisi pendidikan saat ini adalah karena pengaruh power now, akhirnya pendidikan hanya dijadikan sebagai lahan untuk mencari keuntungan pribadi dan golongan. Terjadinya krisis multi dimensi, ilmuwan plagiat, pemalsu PAK oleh guru, dan bagaimana UN dipertahankan mati-matian itu semata mata karena pengaruh dunia barat dan utara yang berusaha menguasai negeri Indonesia.

    ReplyDelete
  6. Nur dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dalam mencari ilmu juga harus diiringin dengan mengamalkan ilmu yang kita miliki. Karena setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam jejaring sistemik. Maka jika kita hanya mencari ilmu untuk diri sendiri itulah serendah- rendahnya derajat orang mencari ilmu. Oleh karena itu setelah mencari ilmu kita harus mengamalkannya, agar ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat dan justru menjadi ladang pahala bagi kita. Meskipun mengamalkan ilmu dalam jaringan sistemik tidaklah mudah karena harus terhubung, terkait dengan berbagai hal, berbagai objek. Seorang guru dalam mengamalkan ilmunya harus terhubung dengan siswa, dengan sekolah, dengan guru- guru lainnya, dengan orang tua murid, dalam sistem pendidikan formal. Meskipun begitu seorang yang berilmu harus senantiasa berusaha untuk mengamalkan ilmunya dalam jejaring sistemik.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Jejaring sitemik merupakan keterkaitan antara hal satu dengan yang lainnya. Jejaring sitemik jika diimplementasikan dalam kehidupan akan memberikan manfaat bagi umat manusia. Hal ini sejalan dengan tulisan bapak dalam elegi menggapai jejaring sistemik, dimana kita dapat membangun relasi atau hubungan secara lebih luas. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan informasi lebih banyak. Proses ini juga bisa dianalogikan ketika kita mempelajari suatu ilmu. Jika ilmu yang kita inginkan tidak bisa kita peroleh dari satu orang, makan kita bisa mendapatkan ilmu itu dari orang yang berbeda. Setelah ilmu kita peroleh, maka tidak salah jika kita membagikan ilmu tersebut kepada orang lain pula. Karena sejatinya ilmu hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari ‘Elegi Memahami Jejaring Sistemik’ bahwa tidak seharusnya kita bekerja dan mencari ilmu hanya untuk diri kita sendiri. Jadilah seseorang yang bermanfaat untuk orang lain. Dan untuk negeri ini diperlukan pemimpin yang adil, jujur, bijaksana, dan bisa menegakkan hukum yang tegas.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Berbeda sekali proses dan hasilnya. Ambil contoh pendidikan. Sistem Pendidikan di Dunia Selatan itu tidak bersifat Jejaring Sistemik. Kenapa? Karena ternyata kebijakan pendidikan yang ada bersifat parsial dan berorientasi jangka pendek. Bahkan kebijakan pendidikan yang satu bertentangan dengan kebijakan yang lain. Kebijakan pendidikan yang diambil belum berdasarkan refleksi hasil survey atau penelitian secara ilmiah. Malah keputusan kebijhakan pendidikanyang paling penting seperti UN itu diputuskan secara voting atau melalui pengadilan. Maka sistem pendidikan di Dunia Selatan itu adalah sistem pendidikan kompromistis irasional"

    Ternyata carut marut keadaan pendidikan (salah satunya) adalah indikasi bahwa sistem pendidikan di Indonesia tidak berjejaring sistemik. Semuanya berjalan menuju arah masing-masing, idealisme masing-masing. Jangankan berjalan bersama dengan tujuan yang sama, untuk bertegur sapa pun malas. Hanya kiasan ya, maksut saya, emmm... memang benar dengan postingan ini, kebijakan berjalan sendiri-sendiri. Kebijakan muncul sekonyong-konyong tanpa penelitian ilmiah yang jelas.

    ReplyDelete
  10. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Orang yang mengamalkan ilmu kepada oranglain adalah orang yang paling tinggi derajatnya. Ilmu itulah yang kemudian berkembang dan dikembangkan menjadi sistem yang lebih besar lagi. mengamalkan ilmu itu dalam kehidupannya salah satunya. Orang yang paling rendah derajatnya dalam menuntut ilmu adalah jika menuntut ilmu hanya untuk dirinya sendiri, dan tidak mengamalkannya atau memberi manfaat pada oranglain. sehingga ilmu yang ia miliki tidak berkembang, dan orang-orang disekitarnya juga tidak berkembang, maka sistemnya juga tidak akan berkembang.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Jejaring sistemik merupakan kumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk tujuan tertentu. Jejaring ini dapat diartikan sebagai hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada. Dalam melakukan segala kegiatan, kinerja, dan produksi sangat diperlukan jejaring sistemik, bahkan akan lebih baik lagi bila mampu membangun jejaring sistemik. Sesuai dengan yang diungkapkan dalam elegi ini, setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika mencari ilmu dan mengamalkan ilmu dalam jejaring sistemik. Namun, kenyataannya, dalam kehidupan kita kebayakan orang mencari ilmu hanya untuk kepentingan pribadi sehingga lebih sering menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan seharusnya.

    ReplyDelete
  12. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengandung beberapa amanat. Pertama, kita harus memahami bahwa godaan logika berpotensi mampu mengalahkan hati maka hendaklah untuk urusan spiritual kita menggunaka hati dan meninggalkan logika. Dan saat kita mulai menggunakan logika kembali maka jadikanlah spiritual sebagai pegangan sehingga dialog logika kita akan tetap terjaga oleh spiritual kita. Kedua, kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh cara dia menghadapi kesulitan. Manusia akan memiliki etos kerja dan kinerja yang berkualitas apabila dia terbiasa menggunakan akal, pikiran, dan tenaga dalam memecahkan masalah. Ketiga, setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam jejaring sistemik. Dan sebenar-benarnya pemimpin adalah pemimpin yang menggunakan jejaring sistematik dalam melakukan kegiatan, kinerja, dan produksi. Jejaring sistematik akan menuntun lahirnya sebuah kebijakan yang universal dengan mempertimbangkan kehidupan ke depan. Semoga kita memahami jejaring sistematik sehingga kita kita mampu menggapai ketiga pesan ini.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terungkap sudah di elegi ini mengapa dunia selatan mengalami kebingungan dalam kehidupannya seperti yang telah di deskripsikan pada postingan yang berjudul "Elegi Konferensi Internasional I Para Transenden", penyebabnya adalah tidak diterapkannya jaringan sistematik. Jaringan sistematik artinya saling terhubung. Contoh kasusnya seperti yang telah dijelaskan pada tulisan di atas, seorang ilmuan tidak akan melakukan tindakan plagiat jika ia menerapkan jaringan sistematik. Jaringan sistematik akan membawa ilmuan untuk melihat karya-karya yang sudah ada dan masalah-masalah lain yang harus diselesaikan, sehingga dengan begitu tidak akan terjadi plagiat. Oleh karena itu, terapkanlah jaringan sistematik ini dalam kehidupan kita dan jadilah sebaik-baik manusia yang menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu.

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Saya sangat setuju dengan tulisan bapak bahwa "untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat bangsa ini 200 tahun ke depan". Sebagai negara berkembang, kita memerlukan pemimpin-pemimpin visioner, pemimpin-pemimpin yang kreatif, yang masih memiliki hati nurani dan pemimpin-pemimpin yang takut pada Tuhan. Saat ini banyak pemimpin-pemimpin dan pejabat-pejabat pemerintah yang terjerat kasus korupsi. Ini menunjukkan bahwa masih banyak pemimpin yang belum mampu melihat bangsa ini 200 tahun ke depan. Mereka hanya mampu melihat bangsa ini sejauh kesenangan dan kepuasan dirinya saja. Inilah sebabnya diperlukan penataan ulang jejaring sistematik di negeri ini karena korupsi sudah merasuki segala bidang dan sudah berada dalam kategori "red". Hendaknya kita tidak memilih pemimpin yang hanya sekedar media play melainkan melihat track record, integritas dan etos kerjanya. Dan sebagai calon pendidik, hendaknya kita mengajarkan generasi muda untuk tetap berlaku jujur dan selalu menanamkan sikap takut terhadap Tuhan agar segala sesuatu yang diperbuat selalu berpegang pada perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

    ReplyDelete
  15. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Setiap manusia wajib untuk menuntut ilmu. Tidak membedakan laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, muda atau tua. Semua wajib menuntut ilmu sebagai kebutuhan hidup di dunia. Manusia perlu bersungguh2 dalam menuntut ilmu baik dalam niat, usaha, dan doa.
    Setelah mempelajari ilmu, hendaknya kita mengamalkan ilmu yang kita peroleh dan menggunakannya dalam kehidupan sehari2. Sehingga ilmu itu akan bermanfaat untuk kehidupan kita. Lebih-lebih jika diajarkan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Jejaring Sistemik adalah jaringan yang saling terikat, terhubung, tergantung dengan sistem yang bersifat universa, sehingga menjangkau semua aspek. Hubungan yang ada tentunya disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual. Setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka hati tetap yang menjadi pemimpin disetiap langkah kita. Karena setinggi-tingginya ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Dan setinggi-tingginya ilmu jika ilmu itu didapat dalam jaringan yang sistemik dan mengamalkan dalam jaringan sistemik.

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi memahami jejaring sistemik, elegi ini memberikan pelajaran bahwasanya setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik. Oleh karena itu, kita sebagai orang yang mencari ilmu, sudah selayaknya mengamalkan ilmu yang kita dapat untuk kepentingan umat. Janganlah kita memonopoli ilmu yang kita miliki untuk kepentingan pribadi. Hal i itu karena, ilmu yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah dan semua ilmu yang kita miliki akan kembali ke Allah. Maka, sudah selayaknya ilmu yang kita miliki dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Terimakasih.

    ReplyDelete
  18. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ada 5 tahapan dalam pembelajaran.
    Yang pertama, yang merupakan dasar untuk mencapai ilmu yaitu minat dan kemauan untuk menjangkau ilmu(niat yang benar) atau kemauan yang benar. kemudian setelah itu akan tercermin dalam perilaku seseorang tersebut(attitude),sebagai contoh yaitu tata bahasa dan sopan santun. kemudian menjadi master ilmu , dan memiliki keterampilan dan yang terakhir adalah pencapaian pengalaman. Pencapaian sistem pendidikan yang kemudian berdasarkan filosofi,visi,teori pendidikan,kurikulum dan silabus. didukung oleh fasilitas dan referensi. dan meningkatkan kualitas kemampuan siswa dan mata pelajaran lainnya.

    ReplyDelete
  19. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Jejaring sistemik yang ada dalam ilmu pengetahuan memang mengisyaratkan kepada kita dalam kehidupan. Kita sebagai manusia pasti meerlukan adanya orang lain. Begitu pula ilmu pengetahuan. Dalamnya terkandung ilmu-ilmu yang membangun pengetahuan tersebut. adanya jaringan yang kuat, sistem yang mampu menopang ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  20. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Melihat kenyataan tentang dunia Selatan dan Barat yang memiliki perbedaan jauh terkadang sering berpikir sebenarnya titik pokok yang menyebabkan perbedaan terletak dimana. Setelah saya membaca ternyata tentang jejaring sistemik, itu yang membedakan kualitas ilmuwan selatan dengan ilmuwan Barat dan Utara. Suatu tatanan masyarakat terikat oleh sistem dan aturan yang ada, begitu pula yang mengatur tentang ilmuwan,ketika ilmuwan tidak memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring sistemik itu juga akan menjadi hambatan utama dalam memahami jejaring sistemik. Semoga bangsa kita diberikan jalan untuk memahami dan memperluas jejaring sistemik sehingga dapat meningkatkan kualitas ilmuwan bangsa ini agar dapat bersaing di kancah Internasional.

    ReplyDelete
  21. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sesungguhnya jejaring sistemik yang belum dimiliki oleh dunia selatan sangat mirip dengan yang terjadi dengan negara kita sebelumnya, seperti contoh yang telah di sebutkan di atas, tentang Ujian Nasional yang menjadi satu-satunya penentu kelulusan anak. tetapi beruntunglah karena sekarang kelulusan juga ditentukan oleh nilai rapor. karena itu yang lebih masuk akal dalam menjadi penentu kelulusan anak.

    ReplyDelete
  22. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Dengan membaca dan memahami elegi di atas, kami belajar bahwa jejaring sistematik merupakan satu kesatuan komponen (transenden spiritual, logika dunia, logika spiritual dkk) untuk menyeimbangkan kehidupan. Penting sekali memahami elegi diatas, mengingat adanya manusia yang hanya mengedepankan logika, pikiran ataupun hanya spiritual belaka. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  23. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Dari elegi di atas, saya baru tahu bahwa sebenarnya jejaring sistematik adalah satu kesatuan komponen-komponen dan unsur agar seimbang dalam berkehidupan. Karena masih banyak sekali manusia yang hanya mengedepankan logika atau spiritual saja. Saya pun selalu berusaha bersyukur atas apa yang sudah saya miliki. artinya logika dan spiritual selalu berusaha diseimbangkan tanpa mengurangi dan menyalahgunakannya satu sama lain. Semoga bangsa Indonesia selalu diberikan jalan untuk memahami dan memperluas jejaring sistemik sehingga dapat meningkatkan kualitas ilmuwan bangsa ini agar dapat bersaing di kancah Internasional dengan landasan spiritual yang baik agar dapat mewujudkan cita-citanya penuh dengan ridho dan berkah dari Allah swt, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Hakekat dari jejaring sistemik merupakan suatu sistem kumpulan komponen yang saling berinteraksi dengan tujuan tertentu. Metode jejaring sistem ini saling terkait satu dengan yang lainnya. Sehingga dapat dikatakan, jejaring sistemik merupakan hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dengan mencakup tiga pilarnya yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Jejaring sistemik juga dapat dikatakan sebagai hubungan kerja sama yang memiliki tujuan untuk membangun dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan bekerja sama, maka akan terjadi tukar pikiran antar individu, sehingga dapat meningkatkan interaksi sosial dan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Kalimat pada elegi ini yang “...godaan logikaku begitu besarnya sehingga terkadang mampu mengalahkan hatiku”. Kalimat ini sering saya rasakan. Sebagai manusia saya serig mengabaikan hati dan lebih mementingkan logika saja sehingga terkadang keputusan yang saya ambil terdapat rasa menyesal dan akan ada kecenderungan mendekati rasa tidak bersyukur. Hal ini bukanlah perbuatan yang baik, dengan elegi ini saya mendapatkan pelajaran bahwa ketika akan bertindak seperti mengambil keputusan hendaknya menggabungkan logika dan hati, bukan logika saja atau hati saja. Namun menyeimbangkan antara keduanya. Hal yang tidak boleh dilupakan lainnya adalah sebelumnya didahului dengan berdoa dan diakhiri dengan berdoa pula untuk ditunjukkan segala perbuatan berada di jalan lurus.

    ReplyDelete