Mar 7, 2011

Elegi Menangkap Pedagang Bangsa




Elegi Menangkap Pedagang Bangsa
Oleh Marsigit


Pedagang Plecit:
Wahai tuan, aku punya barang made in bangsaku Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang tertarik dengan label made in bangsaku silahkan anda ganti dengan label made in Japan, China atau sembaranglah. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Bumi:
Wahai tuan, aku punya banyak hasil bumi dari Negeriku. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang bergengsi beli dari Indonesia silahkan anda beli barangku ini dari calo di Singapore. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Laut:
Wahai tuan, aku punya banyak tangkapan ikan laut. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli ikanku ini. Ikanku ini baik-baik tuan. Jika anda kurang bergengsi beli dari negaraku silahkan anda beli ikanku ini yang aku titipkan pada kapal-kapal nelayan dari Jepang. Jika engkau merasa belum mendapatkan untung yang banyak, maka anda bisa mengambil tenaga kerja dari negaraku. Jika engkau khawatir karena harus membayar murah tenaga bangsaku, katakan saja mereka sedang mengikuti pelatihan bagi programmu, sehingga layak dibayar seperempatnya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Mobil dan Barang-barang Elektronik:
Wahai tuan, aku punya banyak konsumen mobil di negeriku. Apakah tuan dari Jepang? Silahkan anda berjualan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Anda tak perlu membangun pabrik mobil di sisni. Yang penting aku dapat proyek pengadaan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Dan bagi anda yang penting kan mobil dan barang-barang elektronik anda laku keras di sini. Lagi pula kelihatannya petinggi-petinggi bangsaku itu juga gemar mobil-mobil mewah. Tak perlu alih teknologi tethek bengek. Anda untung tetapi yang penting aku juga untung. Jika pabrik anda beresiko di sini ya boleh pindah saja ke Malaysia atau Thailand. Mengenai tenaga kerja, gampang saja. Nanti akan aku kirim tenaga kerja yang banyak. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Aset:
Wahai tuan, aku punya banyak aset di sini. Apakah tuan dari luar negeri? Mumpung aku jadi pejabat penentu kebijakan, dari pada susah-susah merawat aset, lebih baik aku jual saja kapadamu. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Tenaga Kerja:
Wahai tuan, aku punya banyak tenaga kerja. Apakah anda dari luar negeri? Anda mau tenaga kerja berapa? Jangan terlalu pusing memikir hak-hak tenaga kerja atau hak azasi manusia. Buat saja tenaga kerja itu tidak mengerti akan haknya, beres. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Pendidikan:
Wahai tuan, aku punya banyak proyek di sini. Apakah anda dari luar negeri? Prinsip apa yang tuan kehendaki dan bisa dijadikan proyek di sini? Bangsaku mempunyai banyak sekali kelemahan. Kelemahan bangsaku itu tergantung apa maumu. Maka tunjukkan kegiatan mana yang bisa diproyekkan di sini, maka akan aku perjuangkan mati-matian, tak peduli bagaimana jadinya bangsaku itu. Mumpung bangsaku belum banyak mengerti, bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Mumpung aku menduduki jabatan penting, maka ide atau usul-usulmu akan aku perjuangkan menjadi legal formal di dalam bangsaku. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Moral:

Wahai tuan, aku punya banyak sekali nasabah yang akan pergi jiarah ke tempat anda? Apakah anda dari luar negeri? Berikan aku rekomendasi agar aku bisa mengurus proyek besar ini, maka akan aku perjuangkan mati-matian kepentinganmu itu. Selama ini kan aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk berdoa, maka tiba saatnyalah aku harus memperoleh keuntungan yang banyak. Mana tahan, orang di suruh berdoa terus. Melihat gemerlapannya harta benda, aku ingin juga memilikinya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Hiburan:
Wahai tuan, aku tertarik dengan hiburanmu. Apakah tuan dari luar negeri? Tetapi maaf, aku tertarik bukan karena hiburanmu yang lucu, indah atau mendidik. Menurut penelitianku, aku harus tertarik dengan hiburanmu dikarenakan hiburanmu itu laku keras di negaraku. Masih menurut penelitianku, bangsaku sekarang tergila-gila dengan hiburanmu dikarenakan bangsaku sekarang sudah mempunyai sifat-sifat mirip dengan dirimu. Masih menurut penelitianku, bangsaku itu sekarang mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan dirimu dikarenakan engkau adalah produsen sedangkan bangsaku adalah konsumen. Masih menurut penelitianku, bangsaku yang konsumen sangat dekat dengan dirimu yang produsen dikarenakan faktor perkembangan teknologi dan ICT serta keberhasilanmu mempromosikan hidup instant. Maka berapapun harga hiburanmu itu, maka akan aku bayar, karena aku tentu akan menghasilkan berapapun yang aku suka dari bangsaku menikmati hiburanmu itu. Yang penting aku untung.

Pedagang Standard:
Wahai tuan, aku tertarik dengan standard mu. Apakah engkau dari luar negeri? Jika demikian, berdasarkan pengamatanku, maka bagi bangsaku, engkaulah manusia paling tampan dan cerdas di dunia. Tidaklah harus dirimu, maka asal engkau katakan bahwa dirimu itu berasal dari luar negeri, maka serta merta rakyat bangsaku menganggap dirimu manusia paling tampan dan paling cerdas. Aku melihat potensi keuntungan besar jika engkau mau bekerjasama dengan diriku. Lihatlah dimana-mana sedang digalakkan sekolah standar internasional. Sekolah-sekolah dipelosokpun berlomba-lomba membeli ISO berapapun harganya. Tunjuk saja aku sebagai agen dan distributor standard-standardmu, maka tentulah aku dapat menjual sangat mahal bagi bangsaku. Tidak hanya itu, engkau dan aku bahkan bisa membuat gurita transinternasional untuk menghisap potensi bangsaku melalui slogan standarmu. Mumpung bagsaku sedang mabuk dan gandrung standard, maka bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Jika engkau tidak mau bekerjasama dengan diriku dikarenakan engkau melihat diriku yang kurang berpotensi, maka silahkan aku engkau jadikan apapun aku bersedia. Engkau langsung hisap dari kantormu di negerimu, aku menjadi tukang pencatat juga bersedia. Yang penting aku memperoleh untung.

Pedagang Ide:
Wahai bangsaku, aku tahu maumu. Seleramu adalah segala ide dari luar negeri. Sebaik apapun kalau itu masih dari dalam negeri maka tetap sajalah kurang baik. Sejelek apapun kalau itu dari luar negeri maka cukup bergengsi. Maka ketahuilah bahwa aku itu adalah lulusan luar negeri. Maka aku itu cukup bergengsi bukan? Inilah ideku A, B, C, D..., Z. Ayo komentari, kok diam saja. Ya tentu komentari baik. Komentar baik saja dululah, nanti kalau sudah terbiasa kan lama-lama menjadi baik semuanya. Maka sebesar-besar keuntunganku adalah menjual ideku itu. Mengenai dampak dari ide-ideku itu? Tak pedulilah, yang penting kan aku memperoleh untung.

27 comments:

  1. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi menangkap pedagang bangsa diatas sangat mencerminakan bangsa Indonesia sekarang ini. Para petinggi di negeri ini sudah berlaku seenaknya saja dalam menjalankan roda kehidupan bangsa ini. Mereka memanfaatkan kekayaan yang dimiliki Indonesia kemudian meraka pun mendapat untung. Namun demikian, mereka lupa akan nasib bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Ada yang menarik dengan warga kita ini, bahwa mereka akan sangat menyukai dan bangga bila dapat menggunakan produk-produk dari luar negeri. Hal tersebut mungkin karena pengaruh fashion dan lainnya yang menyebabkan warga kita mengikuti tren luar negeri.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tapi bila kita lihat lagi, sesungguhnya produk lokal tak kalah bila dibandingkan dengan produk luar. Seharusnya kita bangga akan produk negara kita. Semoga kelak, warna kita akan semakin lebih mencintai produk dalam negeri, dan mulai mengurangi pembelian produk luar.

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Di Indonesia apabila menggunaka produk luar negeri itu terkesa elegan dan mewah karena harganya yang cenderung lebig tinggi dan kualitas yang dijanjikan telah bagus dan menyebar keseluruh duia. Sehingga para pengusaha dan pemilik ide juga akhirnya menyerahkan seluruh usaha dan idenya untuk dimiliki oleh pihak luar negeri. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian dan penghargaan oleh pemerintah Indonesia. Indonesia memerlukan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usaha produk lokalnya agar bisa menarik minat masyarakat da kesadara cinta tanah air. Hasil atau produk Indonesia pun sebenarnya kaya dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Tentu yang seharusnya produk Indonesia itu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Namun banyaknya monopoli dunia, produk luar negeri lebih memegang peranan pasar sehingga menjadi minat masyarakat cenderung ke produk luar negeri.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai sebuah bangsa yang merdeka, masyarakat Indonesia perlu belajar untuk mencintai bangsanya sendiri. Penting untuk masyarakat Indonesia menghargai kekayaan negerinya sendiri. Penting untuk masyarakat Indonesia bangga akan apa yang telah dimiliki dan berisaha untuk memaksimalkan potensi yang ada. Masyarakat Indonesia harus belajar untuk memahami potensi bangsanya sendiri, “melek” akan masalah yang menimpa bangsanya, dan peduli untuk ikut mengembangkan potensi dan ikut andil memberikan solusi bagi kemajuan Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah belajar untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Dengan menggunakan produk dalam negeri dapat membantu pengembangan potensi yanga ada di Indonesia agar lebih maju dan dikenal oleh masyarakat luar.

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Potensi Negara kita dalam bidang hasil bumi dan hasil laut sebenarnya sangatlah melimpah, bahkan mobil dan barang elktronikpun dapat kita produksi dengan baik. Namun pertanyaannya, mengapa Indonesia masih mengimpor barang dari luar negeri? Indonesia adalah negara matritim, lalu mengapa Indonesia masih mengimpor garam? Hal ini masih terjadi karena Indonesia belum dapat mengelolanya sendiri, maka indonesia mengekspornya keluar negri kemudian setelah dikelola oleh luar negri, Indonesia lalu mengimpornya lagi dengan harga yang tinggi. Menurut hemat saya, secara sudut pandang positif, alasan mengapa Indonesia masih melakukan impor barang yaitu ada barang yang belum mampu dibuat di dalam negeri, ada barang yang sudah dibuat di dalam negeri, akan tetapi jumlahnya tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat, serta biaya yang dikeluarkan untuk impor lebih murah daripada membuat sendiri. Sudah menjadi PR kita bersama sebagai generai penerus bangsa untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya dengan maksimal sehingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Hal yang saya dapatkan dari “Elegi Menangkap Pedagang Bangsa” bahwa kurangnya kecintaan terhadap tanah air. Di zaman sekarang ini, jika mempunyai sesuatu dari luar negeri tampaknya lebih bergengsi, lebih waah dipandang orang. Padahal barang dari dalam negeri tak kalah saing dengan luar negeri, malah ada barang yang kualitasnya lebih bagus.
    Bangsa Indonesia mempunyai SDM dan SDA yang melimpah, sayangnya pengelolaan sumber daya ini masih kurang. Banyak Negara yang mengambil keuntungan yang besar dari Negara kita. Oleh karena itu, tuntutlah ilmu setinggi mungkin agar Negara kita dapat mengelola sumber daya dengan baik dan dapat bersaing dengan luar negeri, hapus pembodohan. Kita bangga dengan untung yang sedikit, padahal luar negeri bisa mendapatkan untung lebih banyak dari sumber daya yang kita tawarkan.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ironi kehidupan. Miris dan prihatin, bukan? Oh bukan, toh kita menikmati
    Banyak dari kita yang buta dengan label. Banyak dari kita yang buta dengan predikat. Banyak. Banyak
    Indonesia, sungguh ku mencintaimu sangat. Sangat sadar, saya sangat sadar bahwa hasil bumimu begitu melimpah, bahwa sumber daya manusiamu sesungguhnya berkualitas. Tapi mengapa banyak di antara kita, bahkan aku masih terlalu mudah terpikat dengan predikat mancanegara. Mari sama-sama kita percaya, kita kembangkan rasa saling percaya.

    ReplyDelete
  9. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada jaman sekarang pengaruh-pengaruh dari negara-negara barat sudah merajalela. Banyak orang yang mulai beralih dari adat menuju ke dunia barat. Dari gaya bicara, pakaian, teknologi, dan sebagainya. Jika memakai produk luar negeri dikatakan keren. Tidak singkron antara perkataan dan perbuatan, katanya cinta indonesia, tetapi pakaiannya semua import, makan-makanan tradisional sudah tidak mau lagi. Memang mindset kebanyakan warga negara indonesia sekarang sudah mulai berubah, berbeda dengan bangsa jepang dengan kemajuan teknologinya menjadi salah satu bangsa maju di dunia, di sisi lain tetap menjaga budayanya.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Elegi ini mengungkapkan kejadian yang telah lama terjadi di negeri kita ini. Pedagang bangsa ialah orang-orang yang menjual aset, sumber daya alam maupun sumber daya manusia demi keuntungan pribadinya. Pedagang bangsa juga dapat diartika sebagai masyarakat yang beranggapan bahwa barang-barang yang berasal dari luar negeri seolah memiliki nilai lebih dibanding produk-produk dalam negeri. Kebanyakan masyarakat lebih bangga menggunakan barang dari luar negeri meski kualitasnya tidak lebih baik dari produksi negeri sendiri, terlebih lagi mungkin saja produk tersebut justru sebenarnya hasil produksi Indonesia yang kemudian diberi merk oleh pihak asing dan dijual kembali ke Indonesia.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Namun tidak jarang kita menyaksikan potensi sda dan sdm negeri kita malah mengharumkan bangsa lain. Hal ini tak lain dan tak bukan disebabkan karena ketidakbijaksanaan bangsa sendiri. Tak sedikit ilmuwan negeri kita terabaikan dan akhirnya malah ditarik dan diunggulkan oleh bangsa lain. Tak sedikit pula pengusaha Indonesia lebih memilih memasarkan barangnya di luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Hal ini adalah akibat sikap masyarakat Indonesia yang umumnya merasa bangga bila membeli barang dengan label luar negeri. Untuk itu perlu adanya penguatan nasionalisme. Masyarakat Indonesia harus bangga dengan produk dalam negeri dan pemimpin bangsa harus memperhatikan dan membuka tangan seluas-luasnya terhadap para generasi bangsa.

    ReplyDelete
  12. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Dari elegi ini, saya akan sedikit membahas mengenai pedagang ide. Ide merupakan hal yang sangat mahal dan sulit dicari. Semakin baik ide seseorang semakin mahal harganya. Contohnya saja, seorang arsitek yang memiliki ide model bangunan yang menakjubkan pasti dihargai mahal atas idenya. Ide itu dihasilkan dari pengalaman dan kepekaan seseorang, Intinya semakin ia banyak belajar semakin banyak ide yang ia hasilkan.
    Saat ini, ide sangat dibutuhkan untuk mengubah dunia. Ide adpa mengantarkan seseorang menjad sukses. Ide adalah kesempatan. Manfaatkan kesempatan itu selagi bisa. Jika kita tidak bisa merealisasikan, maka belajarlah atau setidaknya meminta bantuan orang lain untuk merealisasikan. Dengan begitu, ide kita dapat bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Memang ironi melihat bagaimana keadaan bangsa kita sekarang. Apapun yang berasal dari luar negeri entah itu orangnya, teknologinya, produk-produknya, maupun wisatanya, semuanya pasti dianggap lebih baik dan lebih bergengsi dibandingkan dengan apa yang berasal dari lokal. Faktanya belum tentu semua hal yang berasal dari luar negeri tersebut lebih baik dari apa yang bangsa kita punya. Padahal sesungguhnya, jika kita menghargai dan mencintai produk lokal kita, maka itu akan sangat membantu perekonomian bangsa kita yang fluktuatif keadaannya. Oleh karena itu, marilah pemangku kebijakan untuk terus melindungi dan mempromosikan produk lokal negara kita serta untuk rakyat Indonesia marilah kita cintai dan hargai apa yang berasal dari Tanah Air tercinta ini.

    ReplyDelete
  14. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    PEP S2 B

    Tak salah mencari keuntungan, tetapi haruskah mengorbankan kualitas? Demi jualan laku rela melakukan apa saja termasuk memproduksi dengan asal-asalan, menjual apa saja yang bisa dijual, mengeksploitasi hasil bumi sampai habis tak bersisa. Tak salah mencari keuntungan, tetapi haruskah mengorbankan kepentingan orang lain? Demi ada kerjasama bernilai jutaan rela menghalalkan segala cara. Menjual murah tenaga kerja, tak memperdulikan peanggaran HAM bahkan membuat iklan dengan bujuk rayu gombal selangit demi mendapat pelanggan komsumtif.
    Tak salah mencari keuntungan, tetapi haruskah mengorbankan moral? Demi ikut tren dan dibilang kekinian menjual konten yang tak pantas. Apapun dari luar negeri diadaptasi tanpa melihat perbedaan adat dan moral yang ada.
    Apa salah menjadi pedagang? Tidak. Yang salah adalah menjadi pedagang yang hanya fokus pada keuntungannya. Sadarlah, untung rugi sudah ada yang mengatur. Kita hanya perlu bersyukur dengan apapun yang telah kita dapat, walau tak banyak.

    ReplyDelete
  15. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Kecenderungan masyarakat Indonesia untuk membeli produk-produk luar negeri dikarenakan masih kurangnya kesadaran pemakaian produk lokal untuk kemajuan ekonomi bangsa dan juga dikarenakan tingkat gengsi yang tinggi, karena ketika memakai produk luar negeri seperti pakaian, tas-tas atau sepatu branded mereka akan merasa lebih "hits". Hal-hal seperti ini akan menimbulkan sifat konsumtif yang sangat tinggi, terlebih lagi pasar ekonomi yang dituju bukanlah pasar lokal, melainkan pasar luar negeri. Para pedagang lokalpun tidak menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Negara kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, hanya saja industri negara kita belum mampu memaksimalkan sepenuhnya potensi sumber daya alam. Seringkali kita memproduksi barang-barang mentah untuk diekspor dan kemudian ketika sudah menjadi barang siap pakai, kita impor lagi barang-barang tadi dengan harga yang jauh lebih tinggi. Ini merupakan kerugian yang sangat besar dan sebenarnya bisa diatasi apabila perindustrian di negara kita bisa mengolahnya sendiri. Begitu pula dengan industri kreatif, kita harus menimbulkan perasaan cinta produk dalam negeri dan pemerintah diharapkan dapat membantu mempromosikan dan mengangkat produk-produk dalam negeri dengan program-program kerja yang sesuai.

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari elegi yang bapak posting, disini menceritakan kehidupan dalam bangsa kita, dimana masyarakat masih banyak yang menggunakan produk luar negeri. Padahal faktanya masih banyak aset, produk dalam negeri yang patut dibanggakan, dan diapresiasi. Ini menjadi sindiran kepada kita yang masing sering menggunakan produk luar negeri. Mari kita cintai produk Indonesia, beri apresiasi terhadap produk Indonesia dengan menggunakan produk-produk Indonesia.

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Menangkap pedagang bangsa, elegi ini memingatkan saya untuk lebih mencintai bangsa Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, pengaruh budaya asing semakin mudah dan cepat masuk Indonesia. Tanpa disadari kebanyakan orang lebih “mencintai” produk asing dari pada produk bangsa sendiri. Mereka beranggapan bahwa produk dari luar negeri itu lebih “keren”, “gaul”, dan lebih segalagalanya dibanding produk dalam negeri. Padahal banyak produk luar negeri yang “made in singapur”, “made in Malaysia” “Made in ....” sebenarnya diproduksi oleh orang pribumi dan di ekspor ke negara tetangga, lalu negara tetangga menjualnya dan dibeli oleh orang pribumi. Orang pribumi dengan bangga berkoar-koar bahwa barang miliknya “made ini ....”. Sehingga trend saat ini membangga-bagakan negeri tetangga dan menganggap remeh negeri sendiri. Sebenarnya membanggakan negeri lain bukanlah hal yang salah, namun kita jangan hanya membanggakannya saja namun kita harus mencontoh gagasan merekan “bagaiman sih kok mereka bisa jadi keren begitu?”. Nah gagasan tersebut yang dapat kita adaptasi untuk mengembangkan potensi yang kita miliki, agar negeri lain juga bangga terhadap Indonesia. Oleh karena itu, agar kita tidak semakin terjerumus dalam jajahan bangsa asing maka sudah sepantasnya kita mencintai dan memaksimalkan potensi yang dimiliki negeri kita sendiri. Terimakasih.

    ReplyDelete
  18. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Berorientasi terhadap kemajuan jaman mungkin kita akan selalu menbandingkan negara kita dengan luar negri. Namun orientasi terhadap apa dan seperti apa kita juga harus bisa memilah-milah. Tidak semua yang berasal dari luar negeri itu bisa diterapkan di negara kita. Karena setiap negara pasti punya adat dan budaya yang berbeda.

    ReplyDelete
  19. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Pengaruh budaya luar negeri bagi Masyarakat indonesia saat ini sangat berdampak besar bagi bergesernya pola budaya masyarakat indonesia khususnya anak muda. Pengaruh masuknya budaya luar negeri yang tidak terbendung juga didasari dari Era Globalisasi yang sudah maju sedemikian pesat. Hal-hal diatas memang sediti banyak mempengaruhi budaya asli dari Indonesia . Namun, hal itu merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari kecuali dari diri kita sendiri. Tapi menurut saya itu merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dihindari dari pesatnya pengaruh Globalisasi saat ini .

    ReplyDelete
  20. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Tujuan dari setiap pedagang adalah memperoleh keuntungan. Strategi yang dibuat terus menerus ditingkatkan agar memperoleh keuntungan yang banyak. Menggunakan cap dari luar negeri merupakan hal yang dicari dari segala aspek kehidupan saat ini. Dengan demikian banyak pihak-pihak yang berusaha untuk mencari cap dari luar negeri karena akan menjadikan lebih bangga. Namun, hendaknya lebih berhati-hati, jangan sampai semua itu mengurungkan niat para warga negara untuk berkarya karena semua barang bisa dibeli dari luar negeri sehingga tidak perlu berusaha untuk mencoba memproduksi. Hal tersebut berbahaya. Hal lain yang membahayakan adalah dapat menyebabkan bangsa tidak bangga denga apa yang dimiliki.

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sangat bermanfaat. Kondisi yang terus hanyut dalam kebanggaan pada hasil karya dari luar negeri. Sangat disayangkan sumber daya yang ada di negeri sendiri tidak dapat dihargai dengan baik oleh warganya. Semua diperdagangkan dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri. Mengesampingkan hak orang lain demi kepentingan diri sendiri. Sungguh memilukan melihat kondisi yang seperti ini. Terbesit tanya dalam benak saya, bagaimana mengembalikan rasa percaya diri terhadap bangsa sendiri? Saya merasa tersadarkan akan hiruk pikuk yang ada di negeri ini.

    ReplyDelete
  22. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Mayoritas masyarakat kita menganggap “semua produk buatan luar negeri dianggap lebih unggul dari pada buatan dalam negeri sendiri.” Lihat saja di televisi, banyak artis dengan bangganya menunjukkan barang-barang branded buatan luar negeri. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, smartphone, semuanya dianggap berkelas jika “made in” luar negeri. Padahal jika kita tahu, kualitas produk-produk dalam negeri terutama produk handmade tidak kalah, bahkan lebih bagus dibanding Negara-negara lain.

    Tidak itu saja, “lulusan luar negeri juga dianggap lebih berkualitas dari pada lulusan dalam negeri.” Tidak itu saja, “jalan-jalan dan berwisata ke luar negeri dianggap lebih prestisius dari pada berwisata seacara lokal di dalam negeri.” Maka dari itu jangan heran, kalau TKI atau TKW menjadi job yang sangat didam-idamkan. Apa saja rela dilakukan demi bisa kerja keluar negeri, dengan harapan bisa pergi jalan-jalan ke luar negeri, mendapat gaji yang banyak, namun melupakan keahlian yang dimiliki, latar belakang pendidikan, atau pengalaman yang dipunyai. Maka jangan heran, kalau banyak tenaga kerja yang disiksa atau mendapat perlakuan kasar dari atasannya, karena memang mereka tidak terampil dalam bekerja. Jangan heran, kalau banyak tenaga kerja yang tersandung kasus karena kurangnya ilmu dan pengalaman.

    ReplyDelete
  23. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi di atas menggambarkan kondisi marketing pedagangan sekarang, banyak produk yang berlebel internasional padahal prosuk tersebut di buat di lokal. Contohnya Tas, oleh-oleh haji dll. Hal ini mengindikasikan bahwa merek memberikan efek yang tinggi dalam penjualan suatu barang. Namun, jika di biarkan terus menerus hal ini dapat mematikan lebel ataupun produk local. Oleh karenanya mari kita majukan produk dalam negeri. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  24. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Setelah membaca elegi in rasanya sangat ironi sekali. Dimana sejatinya bangsa dan negri ini sangat kaya raya sekali, mulai dari hasil alam serta karya-karya yang kreatif dan inovatif dari anak negeri. Namun ironinya dijual hak patennya hak ciptanya ke negara lain, karena memang tidak diapresiasi maksimal di negeri sendiri. padahal seharusnya hasil inovasi tersebut jika diatas namakan negara dengan dijual ke luar negeri maka akan meningkatkan penghasilan tanpa kehilangan hak ciptanya.
    Tidak hanya berupa barang inovatif, jasa juga demikian sangan dijual murah. Apalagi dengan adanya MEA, segala profesi dapat dari luar negeri sehingga ini seharusnya dapat menjasi motivasi dan kesempatan bagi kita agar bersaing di kancah Internasional.

    ReplyDelete
  25. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Dari elegi di atas, saya langsung membayangkan keadaan negeri kita saat ini. Sungguh miris, begitu banyak kekayaan alam yang kita miliki namun para penguasa di atas menjualnya ke negara lain dengan berbagai alasan yang mungkin bisa diterima rakyat. Selain itu, warga negara kita juga mulai hanyut dalam kebanggaan pada hasil karya dari luar negeri. Sangat disayangkan sumber daya yang ada di negeri sendiri tidak dapat dihargai dengan baik oleh warganya. Semua diperdagangkan dengan tujuan untuk keuntungan dan kepentingan pribadi. Bagaiaman bisa berkembang kalau kita masih berpikir dan bertindak sedemikian rupa? Ini lah kerugian yang sangat besar dan sebenarnya bisa diatasi apabila perindustrian di negara kita bisa mengolah segala sesuatunya sendiri. Kita harus terus berusaha menimbulkan perasaan cinta terhadap produk dalam negeri dan pemerintah diharapkan dapat membantu mempromosikan dan mengangkat produk-produk dalam negeri dengan program-program kerja yang sesuai agar perekonomian negara bisa stabil dan kita bisa mewujudkan citacita negara menjadi negara yang maju dan terus berkembang. amin. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sangat miris sekali membaca elegi pedagang bangsa ini. Segala potensi yang ada di Indonesia baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia begitu melimpah dan hasilnya sangat baik. Namun masyarakat Indonesia belum mampu untuk mengolah sumber daya tersebut secara maksimal, sehingga masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menjualnya secara mentah dan terburu-buru kepada negara lain. Padahal jika masyarakat Indonesia lebih sabar dan mau berusaha untuk mentelateni itu semua, Indonesia bisa menjadi negara maju dengan segala kekayaan yang ada dan diolah secara baik, juga dipasarkan sendiri oleh bangsa Indonesia. Yang menjadi ironisnya, sumber daya yang sudah dijual ke negara lain tersebut, akan kembali ke negara Indonesia dengan barang yang sudah siap pakai dan bernilai tinggi. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang bangga bisa memiliki dan menggunakan barang dari luar negeri, padahal bisa jadi barang tersebut di buat di Indonesia, hanya saja diberi label negara lain.

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Kegiatan berdagang merupakan salah satu pekerjaan yang dianjurkan. Kegiatan berdagang mengajarkan kita untuk mandiri membuat usaha dan bekerja sama dengan beberapa pihak. Selain itu juga mengatur strategi agar dagangannya laris. Menurut saya kegiatan berdagang untuk hal apapun diperbolehkan seperti hasil laut, hasil bumi, barang-barang elektronik, dll. Asalkan kegiatan berdagang tersebut lebih mengutamakan kesejahteraan bangsa. Karena dalam pasa 33 UUD 1945 disebutkan bahwa asas perekonomian negara Indonesia adalah asas kekeluargaan sehingga segala investor yang ingin bekerja sama dan berdagang dengan bangsa Indonesia menurut saya sah asalkan semuanya tetap dalam kendali bangsa Indonesia dan menguntungkan Indonesia.

    ReplyDelete