Mar 7, 2011

Elegi Menangkap Pedagang Bangsa




Elegi Menangkap Pedagang Bangsa
Oleh Marsigit


Pedagang Plecit:
Wahai tuan, aku punya barang made in bangsaku Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang tertarik dengan label made in bangsaku silahkan anda ganti dengan label made in Japan, China atau sembaranglah. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Bumi:
Wahai tuan, aku punya banyak hasil bumi dari Negeriku. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang bergengsi beli dari Indonesia silahkan anda beli barangku ini dari calo di Singapore. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Laut:
Wahai tuan, aku punya banyak tangkapan ikan laut. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli ikanku ini. Ikanku ini baik-baik tuan. Jika anda kurang bergengsi beli dari negaraku silahkan anda beli ikanku ini yang aku titipkan pada kapal-kapal nelayan dari Jepang. Jika engkau merasa belum mendapatkan untung yang banyak, maka anda bisa mengambil tenaga kerja dari negaraku. Jika engkau khawatir karena harus membayar murah tenaga bangsaku, katakan saja mereka sedang mengikuti pelatihan bagi programmu, sehingga layak dibayar seperempatnya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Mobil dan Barang-barang Elektronik:
Wahai tuan, aku punya banyak konsumen mobil di negeriku. Apakah tuan dari Jepang? Silahkan anda berjualan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Anda tak perlu membangun pabrik mobil di sisni. Yang penting aku dapat proyek pengadaan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Dan bagi anda yang penting kan mobil dan barang-barang elektronik anda laku keras di sini. Lagi pula kelihatannya petinggi-petinggi bangsaku itu juga gemar mobil-mobil mewah. Tak perlu alih teknologi tethek bengek. Anda untung tetapi yang penting aku juga untung. Jika pabrik anda beresiko di sini ya boleh pindah saja ke Malaysia atau Thailand. Mengenai tenaga kerja, gampang saja. Nanti akan aku kirim tenaga kerja yang banyak. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Aset:
Wahai tuan, aku punya banyak aset di sini. Apakah tuan dari luar negeri? Mumpung aku jadi pejabat penentu kebijakan, dari pada susah-susah merawat aset, lebih baik aku jual saja kapadamu. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Tenaga Kerja:
Wahai tuan, aku punya banyak tenaga kerja. Apakah anda dari luar negeri? Anda mau tenaga kerja berapa? Jangan terlalu pusing memikir hak-hak tenaga kerja atau hak azasi manusia. Buat saja tenaga kerja itu tidak mengerti akan haknya, beres. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Pendidikan:
Wahai tuan, aku punya banyak proyek di sini. Apakah anda dari luar negeri? Prinsip apa yang tuan kehendaki dan bisa dijadikan proyek di sini? Bangsaku mempunyai banyak sekali kelemahan. Kelemahan bangsaku itu tergantung apa maumu. Maka tunjukkan kegiatan mana yang bisa diproyekkan di sini, maka akan aku perjuangkan mati-matian, tak peduli bagaimana jadinya bangsaku itu. Mumpung bangsaku belum banyak mengerti, bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Mumpung aku menduduki jabatan penting, maka ide atau usul-usulmu akan aku perjuangkan menjadi legal formal di dalam bangsaku. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Moral:

Wahai tuan, aku punya banyak sekali nasabah yang akan pergi jiarah ke tempat anda? Apakah anda dari luar negeri? Berikan aku rekomendasi agar aku bisa mengurus proyek besar ini, maka akan aku perjuangkan mati-matian kepentinganmu itu. Selama ini kan aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk berdoa, maka tiba saatnyalah aku harus memperoleh keuntungan yang banyak. Mana tahan, orang di suruh berdoa terus. Melihat gemerlapannya harta benda, aku ingin juga memilikinya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Hiburan:
Wahai tuan, aku tertarik dengan hiburanmu. Apakah tuan dari luar negeri? Tetapi maaf, aku tertarik bukan karena hiburanmu yang lucu, indah atau mendidik. Menurut penelitianku, aku harus tertarik dengan hiburanmu dikarenakan hiburanmu itu laku keras di negaraku. Masih menurut penelitianku, bangsaku sekarang tergila-gila dengan hiburanmu dikarenakan bangsaku sekarang sudah mempunyai sifat-sifat mirip dengan dirimu. Masih menurut penelitianku, bangsaku itu sekarang mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan dirimu dikarenakan engkau adalah produsen sedangkan bangsaku adalah konsumen. Masih menurut penelitianku, bangsaku yang konsumen sangat dekat dengan dirimu yang produsen dikarenakan faktor perkembangan teknologi dan ICT serta keberhasilanmu mempromosikan hidup instant. Maka berapapun harga hiburanmu itu, maka akan aku bayar, karena aku tentu akan menghasilkan berapapun yang aku suka dari bangsaku menikmati hiburanmu itu. Yang penting aku untung.

Pedagang Standard:
Wahai tuan, aku tertarik dengan standard mu. Apakah engkau dari luar negeri? Jika demikian, berdasarkan pengamatanku, maka bagi bangsaku, engkaulah manusia paling tampan dan cerdas di dunia. Tidaklah harus dirimu, maka asal engkau katakan bahwa dirimu itu berasal dari luar negeri, maka serta merta rakyat bangsaku menganggap dirimu manusia paling tampan dan paling cerdas. Aku melihat potensi keuntungan besar jika engkau mau bekerjasama dengan diriku. Lihatlah dimana-mana sedang digalakkan sekolah standar internasional. Sekolah-sekolah dipelosokpun berlomba-lomba membeli ISO berapapun harganya. Tunjuk saja aku sebagai agen dan distributor standard-standardmu, maka tentulah aku dapat menjual sangat mahal bagi bangsaku. Tidak hanya itu, engkau dan aku bahkan bisa membuat gurita transinternasional untuk menghisap potensi bangsaku melalui slogan standarmu. Mumpung bagsaku sedang mabuk dan gandrung standard, maka bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Jika engkau tidak mau bekerjasama dengan diriku dikarenakan engkau melihat diriku yang kurang berpotensi, maka silahkan aku engkau jadikan apapun aku bersedia. Engkau langsung hisap dari kantormu di negerimu, aku menjadi tukang pencatat juga bersedia. Yang penting aku memperoleh untung.

Pedagang Ide:
Wahai bangsaku, aku tahu maumu. Seleramu adalah segala ide dari luar negeri. Sebaik apapun kalau itu masih dari dalam negeri maka tetap sajalah kurang baik. Sejelek apapun kalau itu dari luar negeri maka cukup bergengsi. Maka ketahuilah bahwa aku itu adalah lulusan luar negeri. Maka aku itu cukup bergengsi bukan? Inilah ideku A, B, C, D..., Z. Ayo komentari, kok diam saja. Ya tentu komentari baik. Komentar baik saja dululah, nanti kalau sudah terbiasa kan lama-lama menjadi baik semuanya. Maka sebesar-besar keuntunganku adalah menjual ideku itu. Mengenai dampak dari ide-ideku itu? Tak pedulilah, yang penting kan aku memperoleh untung.

8 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Mungkin bisa dapat saya katakan cintgailah produk-produk indonesia (ini bukan iklan loh). Negeri kita sangat akan kaya dengan sumber daya alam dan manusianya. kita benar-benar dapat mengolah hasil dari sumber daya kita maka kita tidak akan ketinggalan dengan negara yang maju-maju. Tapi dengan bukti nya sekarang banyak anak negeri yang berprestasi dan membanggakan indonesia menjadi salah satu contoh untukm meningkatkan kualitas indonesia dimata dunia.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kepercayaan diri bangsa Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan bangsa lain di dunia. Meskipun sebenarnya warga negara Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah dengan warga negara asing. Namun, sebagian besar orang Indonesia masih beranggapan bahwa apapun yang berasal dari luar negeri itu lebih bagus dan lebih bergengsi. Inilah yang membuat bangsa kita belum dapat terbebas dari belenggu penjajahan bangsa lain secara tidak langsung.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Indonesia kaya akan potensi, namun jika tidak digunakan dengan baik apalah artinya.
    Indonesia kaya akan potensi, namun jika disalahgunakan, apalah arti dari kekayaan itu. Tuhan sudah bermurah hari memberikan beranekaragam kenikmatan bagi bangsa, cara kita untuk bersyukur adalah salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Tidak perlulah kita saling mencari kesalahan dari orang lain, mulailah dari diri kita sendiri, saat ini dan mulai dari hal – hal yang kecil.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Krisis bangsa Indonesia saat ini, adalah rakyatnya mengalami kehilangan jati diri dan kehormatan bangsanya sendiri. Banyak diantara warga Indonesia yang kurang mencintai identitas, produk, maupun segala hal yang berasal dari negaranya sendiri. Sekarang apabila kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali anak-anak muda yang lebih memilih dan menyukai budaya-budaya luar daripada budayanya sendiri. Mereka seakan gengsi dengan budaya daerahnya ataupun produk-produk yang dihasilkan daerahnya. Oleh karena itu, banyak produk-produk luar negeri yang lebih mudah ditemukan di negara Indonesia dari pada produk-produk dalam negeri. Dampaknya, banyak orang-orang memanfaatkan kesempatan dari krisis bangsa ini untuk memperoleh keuntungan dengan menjual produk-produk dalam negeri untuk diubah menjadi label dan merek luar negeri. Segala sesuatu yang berasal dari dalam negeri seolah menjadi hal yang kuno dan tidak modern. Apa-apa tolak ukurnya adalah budaya luar. Orang yang berasal dari luar dianggap lebih tinggi derajatnya dari pada orang-orang-orang dalam negeri, pendidikan dari luar negeri dianggap lebih berkualitas dari pada pendidikan dalam negeri. Orang yang pandai berbahasa inggris dianggap lebih berguna daripada orang yang pandai bahasa daerah dan sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi menangkap pedagang ini bukan hanya mencerminkan pedagang Indonesia yang suka menjual produk luar negri tetapi juga konsumen penduduk Indonesia yang besar kiranya lebih menyukai produk luar negri. Alesan beberapa orang memilih produk luar karena brand dan karena kualitas. Cintailah produk dalam negri kenalkan produk dalam negri, jika bisa tingkatkan kualitas produk dalam negri jangan hanya bisa membandingkan prodk dalam dan luar jika kamu masih ada di negeri ini.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala hal yang berasal dari luar negeri menjadi lebih eyecatching dan bergengsi, sehingga strategi pemasaran suatu produk lokal pun lebih memilih diperkenalkan ke luar negeri terlebih dahulu ketimbang di negeri sendiri. Hal itu disebabkan pandangan masyarakat yang menganggap produk luar negeri jauh lebih bagus dan ketika menggunakannya timbul rasa gengsi. Miris rasanya karena masih banyak dari kita yang belum mencintai produk lokal padahal banyak produk lokal yang juga tidak kalah unggul kualitasnya dengan produk impor.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Persaingan ide antar dunia sangatlah beragam. Seringkali kita menganggap segala ide yang baik muncul dari luar negeri.
    Sehingga seringkali terjadi pengadopsian ide dari luar negeri yang digunakan di dalam negeri yang selanjutnya disesuaikan dengan budaya yang ada.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kaum pribumi lebih bangga akan produk luar negeri. Hal tersebut dikarenakan kualitas yang lebih menjamin dibandingkan produk anak negeri. Selain itu dengan anggapan bergengsi yang ditemukan dalam pergaulan. Namun lain halnya dengan ide – ide atau ilmu yang didapat dari negeri orang yang lebih maju dimana dapat membangun tanah air menjadi lebih berkembang. Hal tersebut bukan hanya membuat laba yang tinggi, namun juga dapat mengembangkan sumber daya negara sendiri dan dapat berbangga hati karena dapat mendapatkan ilmu dari negara maju dan membangun bangsa sendiri.

    ReplyDelete