Mar 7, 2011

Elegi Menangkap Pedagang Bangsa




Elegi Menangkap Pedagang Bangsa
Oleh Marsigit


Pedagang Plecit:
Wahai tuan, aku punya barang made in bangsaku Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang tertarik dengan label made in bangsaku silahkan anda ganti dengan label made in Japan, China atau sembaranglah. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Bumi:
Wahai tuan, aku punya banyak hasil bumi dari Negeriku. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang bergengsi beli dari Indonesia silahkan anda beli barangku ini dari calo di Singapore. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Laut:
Wahai tuan, aku punya banyak tangkapan ikan laut. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli ikanku ini. Ikanku ini baik-baik tuan. Jika anda kurang bergengsi beli dari negaraku silahkan anda beli ikanku ini yang aku titipkan pada kapal-kapal nelayan dari Jepang. Jika engkau merasa belum mendapatkan untung yang banyak, maka anda bisa mengambil tenaga kerja dari negaraku. Jika engkau khawatir karena harus membayar murah tenaga bangsaku, katakan saja mereka sedang mengikuti pelatihan bagi programmu, sehingga layak dibayar seperempatnya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Mobil dan Barang-barang Elektronik:
Wahai tuan, aku punya banyak konsumen mobil di negeriku. Apakah tuan dari Jepang? Silahkan anda berjualan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Anda tak perlu membangun pabrik mobil di sisni. Yang penting aku dapat proyek pengadaan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Dan bagi anda yang penting kan mobil dan barang-barang elektronik anda laku keras di sini. Lagi pula kelihatannya petinggi-petinggi bangsaku itu juga gemar mobil-mobil mewah. Tak perlu alih teknologi tethek bengek. Anda untung tetapi yang penting aku juga untung. Jika pabrik anda beresiko di sini ya boleh pindah saja ke Malaysia atau Thailand. Mengenai tenaga kerja, gampang saja. Nanti akan aku kirim tenaga kerja yang banyak. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Aset:
Wahai tuan, aku punya banyak aset di sini. Apakah tuan dari luar negeri? Mumpung aku jadi pejabat penentu kebijakan, dari pada susah-susah merawat aset, lebih baik aku jual saja kapadamu. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Tenaga Kerja:
Wahai tuan, aku punya banyak tenaga kerja. Apakah anda dari luar negeri? Anda mau tenaga kerja berapa? Jangan terlalu pusing memikir hak-hak tenaga kerja atau hak azasi manusia. Buat saja tenaga kerja itu tidak mengerti akan haknya, beres. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Pendidikan:
Wahai tuan, aku punya banyak proyek di sini. Apakah anda dari luar negeri? Prinsip apa yang tuan kehendaki dan bisa dijadikan proyek di sini? Bangsaku mempunyai banyak sekali kelemahan. Kelemahan bangsaku itu tergantung apa maumu. Maka tunjukkan kegiatan mana yang bisa diproyekkan di sini, maka akan aku perjuangkan mati-matian, tak peduli bagaimana jadinya bangsaku itu. Mumpung bangsaku belum banyak mengerti, bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Mumpung aku menduduki jabatan penting, maka ide atau usul-usulmu akan aku perjuangkan menjadi legal formal di dalam bangsaku. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Moral:

Wahai tuan, aku punya banyak sekali nasabah yang akan pergi jiarah ke tempat anda? Apakah anda dari luar negeri? Berikan aku rekomendasi agar aku bisa mengurus proyek besar ini, maka akan aku perjuangkan mati-matian kepentinganmu itu. Selama ini kan aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk berdoa, maka tiba saatnyalah aku harus memperoleh keuntungan yang banyak. Mana tahan, orang di suruh berdoa terus. Melihat gemerlapannya harta benda, aku ingin juga memilikinya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Hiburan:
Wahai tuan, aku tertarik dengan hiburanmu. Apakah tuan dari luar negeri? Tetapi maaf, aku tertarik bukan karena hiburanmu yang lucu, indah atau mendidik. Menurut penelitianku, aku harus tertarik dengan hiburanmu dikarenakan hiburanmu itu laku keras di negaraku. Masih menurut penelitianku, bangsaku sekarang tergila-gila dengan hiburanmu dikarenakan bangsaku sekarang sudah mempunyai sifat-sifat mirip dengan dirimu. Masih menurut penelitianku, bangsaku itu sekarang mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan dirimu dikarenakan engkau adalah produsen sedangkan bangsaku adalah konsumen. Masih menurut penelitianku, bangsaku yang konsumen sangat dekat dengan dirimu yang produsen dikarenakan faktor perkembangan teknologi dan ICT serta keberhasilanmu mempromosikan hidup instant. Maka berapapun harga hiburanmu itu, maka akan aku bayar, karena aku tentu akan menghasilkan berapapun yang aku suka dari bangsaku menikmati hiburanmu itu. Yang penting aku untung.

Pedagang Standard:
Wahai tuan, aku tertarik dengan standard mu. Apakah engkau dari luar negeri? Jika demikian, berdasarkan pengamatanku, maka bagi bangsaku, engkaulah manusia paling tampan dan cerdas di dunia. Tidaklah harus dirimu, maka asal engkau katakan bahwa dirimu itu berasal dari luar negeri, maka serta merta rakyat bangsaku menganggap dirimu manusia paling tampan dan paling cerdas. Aku melihat potensi keuntungan besar jika engkau mau bekerjasama dengan diriku. Lihatlah dimana-mana sedang digalakkan sekolah standar internasional. Sekolah-sekolah dipelosokpun berlomba-lomba membeli ISO berapapun harganya. Tunjuk saja aku sebagai agen dan distributor standard-standardmu, maka tentulah aku dapat menjual sangat mahal bagi bangsaku. Tidak hanya itu, engkau dan aku bahkan bisa membuat gurita transinternasional untuk menghisap potensi bangsaku melalui slogan standarmu. Mumpung bagsaku sedang mabuk dan gandrung standard, maka bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Jika engkau tidak mau bekerjasama dengan diriku dikarenakan engkau melihat diriku yang kurang berpotensi, maka silahkan aku engkau jadikan apapun aku bersedia. Engkau langsung hisap dari kantormu di negerimu, aku menjadi tukang pencatat juga bersedia. Yang penting aku memperoleh untung.

Pedagang Ide:
Wahai bangsaku, aku tahu maumu. Seleramu adalah segala ide dari luar negeri. Sebaik apapun kalau itu masih dari dalam negeri maka tetap sajalah kurang baik. Sejelek apapun kalau itu dari luar negeri maka cukup bergengsi. Maka ketahuilah bahwa aku itu adalah lulusan luar negeri. Maka aku itu cukup bergengsi bukan? Inilah ideku A, B, C, D..., Z. Ayo komentari, kok diam saja. Ya tentu komentari baik. Komentar baik saja dululah, nanti kalau sudah terbiasa kan lama-lama menjadi baik semuanya. Maka sebesar-besar keuntunganku adalah menjual ideku itu. Mengenai dampak dari ide-ideku itu? Tak pedulilah, yang penting kan aku memperoleh untung.

23 comments:

  1. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. elegi di atas sebenarnya menceritakan kondisi ekonomi indonesia yang tidak berdiri di atas kakinya sendiri. sebagian besar sumber daya alam indoensia dikelola dan dimiliki oleh pihak asing. komoditi-komoditi yang sebenarnya tersedia banyak di indonesia tapi nyatanya kita masih impor dari negara lain. produk-produk unggulan yang masih sangat jauh di bawah dengan produk-produk asing. semua itu adalah fenomena bahwa kita masih bergantung dan belum dapat mandiri.

    ReplyDelete
  2. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Artikel di atas membahas tentang hidup dan pilihan-pilihannya. Pilihan-pilihan itu ada yang baik dan ada yang buruk. Seringkali pilihan sulit untuk ditentukan, sehingga dapat mengakibatkan dilemma, kontradiksi, munafik, anomali, ambivalen, dan sebagainya. Salah satu yang menarik adalah anomali. Anomali adalah keadaan tidak normal atau menyimpang, yaitu ketika seseorang ingin memperbaiki sesuatu yang tidak benar namun dengan cara yang mungkin akan menambah tidak benar. Sebagai contoh, orang ingin memberantas korupsi dengan cara melakukan korupsi.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi Menangkap Pedagang Bangsa mengungkapkan fenomena yang terjadi di Indonesia, yaitu dimana banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab rela menjual bangsanya demi keuntungan pribadi maupun kelompoknya. Menjual sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Banyak warga negara yang menjadi budak di negere-negara asing. Banyak pemuda-pemudi indonesia yang mengabdi untuk negara lain setelah lulus dari studinya, setelah memperoleh segudang prestasi yang mampu membuatnya memiliki sesuatu yang disebut standar untuk bisa bekerja, menjadi pegawai di suatu perusahaan terkenal di luar negeri. Gaji yang menggiurkan, kehidupan yang menjanjikan, dan segala iming-iming yang ada. Sayangnya, hal tersebut dianggapnya sebagai suatu prestasi yang membanggakan. Padahal mereka sedang diperbudak secara halus. Dijajah lewat pikiran. Perlu adanya kesadaran mendalam bagi segenap warga negara Indonesia akan hal ini.

    ReplyDelete
  4. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Indonesia kaya akan potensi, namun jika tidak digunakan dengan baik apalah artinya.
    Indonesia kaya akan potensi, namun jika disalahgunakan, apalah arti dari kekayaan itu. Tuhan sudah bermurah hari memberikan beranekaragam kenikmatan bagi bangsa, cara kita untuk bersyukur adalah salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Tidak perlulah kita saling mencari kesalahan dari orang lain, mulailah dari diri kita sendiri, saat ini dan mulai dari hal – hal yang kecil.

    ReplyDelete
  5. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Segala sesuatu yang berbau internasional selalu dianggap lebih mutakhir dan masa kini. Banyak yang memanfaatkan keadaan itu untuk membodohi bangsa sendiri. kekayaan alam dan budaya bangsa dijual atas nama kebaikan dengan bersembunyi dalam kata modernisasi, padahal tujuan utama adalah memperkaya diri. Semoga kita tidak termasuk dalam orang yang menjual bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
  6. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Elegi ini menggambarkan potret perekonomian Indonesia dalam perdagangan. Saya setuju dengan ungkapan "Indonesia is rich country but, poorly managed". Ya, kita memiliki kekayaan alam, kekayaan jumlah sumber daya manusia, kekayaan budaya, hanya semua kekayaan tersebut tak dikelola dengan baik. Sehingga kita mempersilahkan orang lain mengelolanya. Maka jawaban atas permasalahan ini adalah, kita harus belajar untuk mengelolanya, sehingga kedepannya kita bisa mengelolanya sendiri. Pendidikan merupakan salah satu jalannya, yaitu dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    ReplyDelete
  7. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Indonesia adalah negara yang kaya, terutama kaya dalam hal sumber daya alamnya. namun kekayaan sumber daya ala mini tidak diimbangi dengan kecakapan dalam mengolahnya. Sehingga seringkali kita menjual hasil alam ke luar negeri dalam bentuk barang mentah, lalu di luar negeri barang tersebut diolah menjadi barang jadi dan kembali dijual ke Indonesia dengan harga yang jauh lebih mahal. Melihat fenomena begini, sungguh sedih sekali rasanya. Kita hanya menjadi konsumen terus menerus. Menjadi tamu di rumah sendiri. Esensi kemerdekaan belum kita dapat, karena kita masih sangat bergantung pada negara lain, belum seutuhnya menjadi negara yang merdeka.

    ReplyDelete
  8. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu cara agar negara maju adalah dengan ekonomi kerakyatan yaitu dengan maraknya ukm-ukm yang dikelola masyarakat dan memasarkan produknya. Artinya mengurangi ketergantungan dari produk luar. Namun muncul fenomena di masyarakat bahwa kalau ada label luar negeri maka barangnya bagus, belum tentu juga, masyarakat hanya kurang wawasan saja.

    ReplyDelete
  9. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Elegi ini menceritakan bagaimana banyak orang saat ini yang berkhianat pada bangsanya sendiri, mereka menjual hasil bumi dan apapun yang dihasilkan dari bangsanya tetapi menjual kepada orang luar dan justru mengganti nama atau mengganti asal pembuat barang tersebut. Dan di sini jelas terlihat bahwa orang yang demikian tidak bangga dengan bangsanya sendiri dan justru menghilangkan produk dari negaranya sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Negara kita kaya dengan sumber alam, subur dengan berbagai macam tumbuhan yang kadang tidak dimiliki oleh bangsa lain akan tetapi kurang dikelola dengan baik. Orang-orang kaya yang memiliki kekuasaan dan konsumen dalam negeri bahkan ada kecenderungan malu untuk memakai produk dalam negeri dan lebih bangga memakai produk luar negeri. Padahal di zaman globalisasi sekarang ini, sebuah negara akan tetap eksis jika mampu bersaing dengan pedagang dari luar negeri dan konsumen dalam negeri bangga dengan produksi dalam negeri. Menjadi tugas kita sebagai guru untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, percaya diri, bangga dengan produksi dalam negeri, cinta tanah air dan tidak mudah diperbudak oleh uang dan kekuasaan.

      Delete
  10. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Kurang menghargai hasil karya bangsa merupakan sebuah kepesimisan dengan kualitas bangsa. Lalu bagaimana bisa maju jika rasa optimis untuk menggapai tujuan dan menghargai hasil karya sudah tidak ada. Kita lebih bangga jika memiliki koleksi baik benda maupun ilmu dari luar negeri, padahal benda maupun ilmu yang ada di dalam negeri memiliki kualitas lebih bagus. Gengsi kita lebih tinggi. Apakah gengsi itu bagus? Tentu saja tidak. Sifat itu perlu dihilangkan agar kita mampu menghargai segala sesuatu yang memang patut kita hargai.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  11. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di negara kita ada kecendrungan malu untuk memakai produk dalam negeri dan lebih bangga memakai produk luar negeri hal ini membuat pedagang lebih suka memberikan label made in Negara lain daripada made in Indonesia terlihat kurang percaya diri tetapi menurut saya hal yang dilakukan oleh pedagang ini dikarenakan tuntutan dari konsumen dalam negeri sendiri. Padahal dijaman globalisasi sekarang ini sebuah Negara akan tetap eksis jika mampu bersaing dengan pedagang dari luar negeri dan konsumen dalam negeri bangga dengan produksi dalam negeri. Menjadi tugas kita sebagai guru untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, percaya diri, bangga dengan produksi dalam negeri, cinta tanah air dan tidak mudah diperbudak oleh uang dan kekuasaan.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017
    Sebaik-baik pekerjaan adalah berdagang.
    Saya sangat setuju dengan pepatah tersebut. Indonesia memiliki banyak Sumberdaya yang dapat dimanfaatkan diolah kemudian diperdagangkan. Indonesia juga memiliki Sumber Daya Manusia yang banyak, yang seharusnya mampu mengolah SDA menjadi pundi-pundi kekayaan Indonesia. Kita sebagai pemuda penerus bangsa, sebaiknya mampu mengembangkan keterampilan kita sehingga kita mampu memanfaatkan potensi sekitar kita untuk dapat dimanfaatkan. Jangan hanya menjadi pemuda yang pasif.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini munculnya sebuah konsep besar, ide, gagasan adalah dari setiap orang yang berpikir, sehingga sangatlah beragam dan banyak sekali. Seorang pedagang ide yang ulung akan memberikan pengaruh idenya kepada berbagai bangsa untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan bangsanya.

    ReplyDelete

  14. Seingkali ide-ide yang berasal dari luar bangsanya, yang berhasil diterapkan dalam berbagai kehidupan dianggap baik dan benar. Artinya anggapan ini seringkali membuat kita serta merta menerapkan ide tersebut dalam kehidupan tanpa melihat kecocokan dan kesesuaian dengan budaya diri, hanyalah mengejar gengsi dan tidak mau dianggap ketinggalan dari bangsa lainnya.

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Masalah yang paling utama dari bangsa ini adalah lemahnya mental yang dimiliki oleh masyarakat, kurangnya kecintaan terhadap tanah air. Jangan pernah meragukan apa yang dimiliki oleh bangsa kita. Tuhan telah menganugerahkan bangsa yang begitu kaya dengan alamnya. Daratan maupun lautan penuh dengan harta yang siap untuk dipergunakan oleh penghuninya. Masalahnya hanyalah satu, warga bangsa ini kurang cukup memiliki kecintaan. Kita lebih rela menggadaikan alam dan seisinya kepada bangsa lain demi keuntungan dan memperkaya diri sendiri maupun golongan. Mudah-mudahan bangsa ini bisa menuju ke perubahan yang lebih baik dalam segala aspek.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Antara susatu golongan dengan golongan lain di dunia ini sanagatlah pantas terdapat perbedaan ide maupun perbedaan pendapat karena memang karakteristik manusia yang berbeda-beda. Perbedaan ini memberikan dampak pada perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin tahun semakin besar juga. Oleh karenanya perkembangan suatu ilmu itu merupakan buah dari perbedaan ide maupun pendapat mengenai suatu ilmu
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  17. Sungguh kasihan nasib bangsa ini, dikuasai oleh orang-orang yang terlalu mementingkan ego diri mereka daripada kebutuhan rakyat. Mereka memanfaatkan kedudukan mereka untuk mengejar keuntungan yang banyak. Padahal apa yang mereka lakukan sangat merugikan bangsa ini. Terutama Pedagang Jasa Pendidikan, apa yang mereka lakukan tidak hanya merugikan bangsa untuk saat ini, tapi juga masa yang akan datang. Karena masa depan bangsa ini akan dipegang oleh anak-anak generasi penerus bangsa. Jika sejak kecil ideologi mereka sudah tercemar, maka kelak bagaimana ketika mereka menjadi pemimpin bangsa ini. Semoga para pejuang pendidikan akan membawa perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi menangkap pedagang bangsa diatas, saya mengerti jika menerapkan dalam kehidupan manusia sejatinnya apaapun itu tetaplah mensyukuri apa yang telah menjadi bagiannya. bukannya tidak mensyukurinya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A
    Bangsa yang besar adalah bangsa dimana rakyatnya mencintai dan menghargai apa yg dimiliki oleh bangsanya. Rakyat yang rela mengorbankan segalanya untuk kepentingan bangsa sekalipun harus mengorbankan nyawa. Indonesia tidak akan bisa menjadi bangsa yang besar selagi masih adanya jiwa individualisme pada rakyatnya. Sebagai rakyat yang menginginkan kemajuan bangsa maka sudah seharusnya kita berbedah dan memuhasabah diri, apa yang telah kita berikan untuk bangsa ini, bukan hanya sibuk memikirkan apa yang telah bangsa ini berikan untuk kita.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    dengan perkembangan zaman yang sangat pesat dan cepat, kemudian diikuti perkembangan tegnologi yang makin canggih kita dituntut untuk cerdas dan berpikir kritis. tanpa kecerdasan dan kemampuan berpikir kritis, kita bisa saja dijual belikan, entah itu ide kita, jasa kita, rumah kita, tanah kita atau bahkan tubuh kita, tanpa kita menyadarinya. dengan kecanggihan tegnologi perdagangan duni menjadi lebih mudah, saya pernah menonton berita tentang perdagan pulau melalui situs jual beli online, dan disana ada beberapa pulau di indonesia yang ditawarkan tanpa adanya izin dari pemerintah.

    ReplyDelete
  21. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Seperti kondisi di Indonesia pada saat ini, banyak oknum yang menyalahgunakna arti kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bukan menggunakan dengan baik dan mengembangkan potensi yang sudah dimiliki, malah kebanyakan merusak kekayaan kita sendiri. Kurang bersyukurnya kita akan rejeki yang sudah diberikan oleh Allah menjadi salah satu faktor terbesar banyaknya oknum oknum tersebut. Harusnya kita bisa berkaca dengan negara lain yang berhasil memanfaatkan potensi di negaranya.

    ReplyDelete
  22. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Dari elegi di atas dapat dilihat keadaan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Keadaan ini adalah ketika konsumen dalam negeri tidak bersedia menggunakan barang produksi dalam negeri. padahal banyak komoditas yang diproduksi dalam negeri yang sama atau bahkan lebih baik dari produk luar negeri.

    ReplyDelete