Mar 7, 2011

Elegi Menangkap Pedagang Bangsa




Elegi Menangkap Pedagang Bangsa
Oleh Marsigit


Pedagang Plecit:
Wahai tuan, aku punya barang made in bangsaku Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang tertarik dengan label made in bangsaku silahkan anda ganti dengan label made in Japan, China atau sembaranglah. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Bumi:
Wahai tuan, aku punya banyak hasil bumi dari Negeriku. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang bergengsi beli dari Indonesia silahkan anda beli barangku ini dari calo di Singapore. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Laut:
Wahai tuan, aku punya banyak tangkapan ikan laut. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli ikanku ini. Ikanku ini baik-baik tuan. Jika anda kurang bergengsi beli dari negaraku silahkan anda beli ikanku ini yang aku titipkan pada kapal-kapal nelayan dari Jepang. Jika engkau merasa belum mendapatkan untung yang banyak, maka anda bisa mengambil tenaga kerja dari negaraku. Jika engkau khawatir karena harus membayar murah tenaga bangsaku, katakan saja mereka sedang mengikuti pelatihan bagi programmu, sehingga layak dibayar seperempatnya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Mobil dan Barang-barang Elektronik:
Wahai tuan, aku punya banyak konsumen mobil di negeriku. Apakah tuan dari Jepang? Silahkan anda berjualan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Anda tak perlu membangun pabrik mobil di sisni. Yang penting aku dapat proyek pengadaan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Dan bagi anda yang penting kan mobil dan barang-barang elektronik anda laku keras di sini. Lagi pula kelihatannya petinggi-petinggi bangsaku itu juga gemar mobil-mobil mewah. Tak perlu alih teknologi tethek bengek. Anda untung tetapi yang penting aku juga untung. Jika pabrik anda beresiko di sini ya boleh pindah saja ke Malaysia atau Thailand. Mengenai tenaga kerja, gampang saja. Nanti akan aku kirim tenaga kerja yang banyak. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Aset:
Wahai tuan, aku punya banyak aset di sini. Apakah tuan dari luar negeri? Mumpung aku jadi pejabat penentu kebijakan, dari pada susah-susah merawat aset, lebih baik aku jual saja kapadamu. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Tenaga Kerja:
Wahai tuan, aku punya banyak tenaga kerja. Apakah anda dari luar negeri? Anda mau tenaga kerja berapa? Jangan terlalu pusing memikir hak-hak tenaga kerja atau hak azasi manusia. Buat saja tenaga kerja itu tidak mengerti akan haknya, beres. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Pendidikan:
Wahai tuan, aku punya banyak proyek di sini. Apakah anda dari luar negeri? Prinsip apa yang tuan kehendaki dan bisa dijadikan proyek di sini? Bangsaku mempunyai banyak sekali kelemahan. Kelemahan bangsaku itu tergantung apa maumu. Maka tunjukkan kegiatan mana yang bisa diproyekkan di sini, maka akan aku perjuangkan mati-matian, tak peduli bagaimana jadinya bangsaku itu. Mumpung bangsaku belum banyak mengerti, bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Mumpung aku menduduki jabatan penting, maka ide atau usul-usulmu akan aku perjuangkan menjadi legal formal di dalam bangsaku. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Moral:

Wahai tuan, aku punya banyak sekali nasabah yang akan pergi jiarah ke tempat anda? Apakah anda dari luar negeri? Berikan aku rekomendasi agar aku bisa mengurus proyek besar ini, maka akan aku perjuangkan mati-matian kepentinganmu itu. Selama ini kan aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk berdoa, maka tiba saatnyalah aku harus memperoleh keuntungan yang banyak. Mana tahan, orang di suruh berdoa terus. Melihat gemerlapannya harta benda, aku ingin juga memilikinya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Hiburan:
Wahai tuan, aku tertarik dengan hiburanmu. Apakah tuan dari luar negeri? Tetapi maaf, aku tertarik bukan karena hiburanmu yang lucu, indah atau mendidik. Menurut penelitianku, aku harus tertarik dengan hiburanmu dikarenakan hiburanmu itu laku keras di negaraku. Masih menurut penelitianku, bangsaku sekarang tergila-gila dengan hiburanmu dikarenakan bangsaku sekarang sudah mempunyai sifat-sifat mirip dengan dirimu. Masih menurut penelitianku, bangsaku itu sekarang mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan dirimu dikarenakan engkau adalah produsen sedangkan bangsaku adalah konsumen. Masih menurut penelitianku, bangsaku yang konsumen sangat dekat dengan dirimu yang produsen dikarenakan faktor perkembangan teknologi dan ICT serta keberhasilanmu mempromosikan hidup instant. Maka berapapun harga hiburanmu itu, maka akan aku bayar, karena aku tentu akan menghasilkan berapapun yang aku suka dari bangsaku menikmati hiburanmu itu. Yang penting aku untung.

Pedagang Standard:
Wahai tuan, aku tertarik dengan standard mu. Apakah engkau dari luar negeri? Jika demikian, berdasarkan pengamatanku, maka bagi bangsaku, engkaulah manusia paling tampan dan cerdas di dunia. Tidaklah harus dirimu, maka asal engkau katakan bahwa dirimu itu berasal dari luar negeri, maka serta merta rakyat bangsaku menganggap dirimu manusia paling tampan dan paling cerdas. Aku melihat potensi keuntungan besar jika engkau mau bekerjasama dengan diriku. Lihatlah dimana-mana sedang digalakkan sekolah standar internasional. Sekolah-sekolah dipelosokpun berlomba-lomba membeli ISO berapapun harganya. Tunjuk saja aku sebagai agen dan distributor standard-standardmu, maka tentulah aku dapat menjual sangat mahal bagi bangsaku. Tidak hanya itu, engkau dan aku bahkan bisa membuat gurita transinternasional untuk menghisap potensi bangsaku melalui slogan standarmu. Mumpung bagsaku sedang mabuk dan gandrung standard, maka bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Jika engkau tidak mau bekerjasama dengan diriku dikarenakan engkau melihat diriku yang kurang berpotensi, maka silahkan aku engkau jadikan apapun aku bersedia. Engkau langsung hisap dari kantormu di negerimu, aku menjadi tukang pencatat juga bersedia. Yang penting aku memperoleh untung.

Pedagang Ide:
Wahai bangsaku, aku tahu maumu. Seleramu adalah segala ide dari luar negeri. Sebaik apapun kalau itu masih dari dalam negeri maka tetap sajalah kurang baik. Sejelek apapun kalau itu dari luar negeri maka cukup bergengsi. Maka ketahuilah bahwa aku itu adalah lulusan luar negeri. Maka aku itu cukup bergengsi bukan? Inilah ideku A, B, C, D..., Z. Ayo komentari, kok diam saja. Ya tentu komentari baik. Komentar baik saja dululah, nanti kalau sudah terbiasa kan lama-lama menjadi baik semuanya. Maka sebesar-besar keuntunganku adalah menjual ideku itu. Mengenai dampak dari ide-ideku itu? Tak pedulilah, yang penting kan aku memperoleh untung.

35 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Mungkin bisa dapat saya katakan cintgailah produk-produk indonesia (ini bukan iklan loh). Negeri kita sangat akan kaya dengan sumber daya alam dan manusianya. kita benar-benar dapat mengolah hasil dari sumber daya kita maka kita tidak akan ketinggalan dengan negara yang maju-maju. Tapi dengan bukti nya sekarang banyak anak negeri yang berprestasi dan membanggakan indonesia menjadi salah satu contoh untukm meningkatkan kualitas indonesia dimata dunia.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kepercayaan diri bangsa Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan bangsa lain di dunia. Meskipun sebenarnya warga negara Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah dengan warga negara asing. Namun, sebagian besar orang Indonesia masih beranggapan bahwa apapun yang berasal dari luar negeri itu lebih bagus dan lebih bergengsi. Inilah yang membuat bangsa kita belum dapat terbebas dari belenggu penjajahan bangsa lain secara tidak langsung.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Indonesia kaya akan potensi, namun jika tidak digunakan dengan baik apalah artinya.
    Indonesia kaya akan potensi, namun jika disalahgunakan, apalah arti dari kekayaan itu. Tuhan sudah bermurah hari memberikan beranekaragam kenikmatan bagi bangsa, cara kita untuk bersyukur adalah salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Tidak perlulah kita saling mencari kesalahan dari orang lain, mulailah dari diri kita sendiri, saat ini dan mulai dari hal – hal yang kecil.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Krisis bangsa Indonesia saat ini, adalah rakyatnya mengalami kehilangan jati diri dan kehormatan bangsanya sendiri. Banyak diantara warga Indonesia yang kurang mencintai identitas, produk, maupun segala hal yang berasal dari negaranya sendiri. Sekarang apabila kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali anak-anak muda yang lebih memilih dan menyukai budaya-budaya luar daripada budayanya sendiri. Mereka seakan gengsi dengan budaya daerahnya ataupun produk-produk yang dihasilkan daerahnya. Oleh karena itu, banyak produk-produk luar negeri yang lebih mudah ditemukan di negara Indonesia dari pada produk-produk dalam negeri. Dampaknya, banyak orang-orang memanfaatkan kesempatan dari krisis bangsa ini untuk memperoleh keuntungan dengan menjual produk-produk dalam negeri untuk diubah menjadi label dan merek luar negeri. Segala sesuatu yang berasal dari dalam negeri seolah menjadi hal yang kuno dan tidak modern. Apa-apa tolak ukurnya adalah budaya luar. Orang yang berasal dari luar dianggap lebih tinggi derajatnya dari pada orang-orang-orang dalam negeri, pendidikan dari luar negeri dianggap lebih berkualitas dari pada pendidikan dalam negeri. Orang yang pandai berbahasa inggris dianggap lebih berguna daripada orang yang pandai bahasa daerah dan sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi menangkap pedagang ini bukan hanya mencerminkan pedagang Indonesia yang suka menjual produk luar negri tetapi juga konsumen penduduk Indonesia yang besar kiranya lebih menyukai produk luar negri. Alesan beberapa orang memilih produk luar karena brand dan karena kualitas. Cintailah produk dalam negri kenalkan produk dalam negri, jika bisa tingkatkan kualitas produk dalam negri jangan hanya bisa membandingkan prodk dalam dan luar jika kamu masih ada di negeri ini.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala hal yang berasal dari luar negeri menjadi lebih eyecatching dan bergengsi, sehingga strategi pemasaran suatu produk lokal pun lebih memilih diperkenalkan ke luar negeri terlebih dahulu ketimbang di negeri sendiri. Hal itu disebabkan pandangan masyarakat yang menganggap produk luar negeri jauh lebih bagus dan ketika menggunakannya timbul rasa gengsi. Miris rasanya karena masih banyak dari kita yang belum mencintai produk lokal padahal banyak produk lokal yang juga tidak kalah unggul kualitasnya dengan produk impor.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Persaingan ide antar dunia sangatlah beragam. Seringkali kita menganggap segala ide yang baik muncul dari luar negeri.
    Sehingga seringkali terjadi pengadopsian ide dari luar negeri yang digunakan di dalam negeri yang selanjutnya disesuaikan dengan budaya yang ada.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kaum pribumi lebih bangga akan produk luar negeri. Hal tersebut dikarenakan kualitas yang lebih menjamin dibandingkan produk anak negeri. Selain itu dengan anggapan bergengsi yang ditemukan dalam pergaulan. Namun lain halnya dengan ide – ide atau ilmu yang didapat dari negeri orang yang lebih maju dimana dapat membangun tanah air menjadi lebih berkembang. Hal tersebut bukan hanya membuat laba yang tinggi, namun juga dapat mengembangkan sumber daya negara sendiri dan dapat berbangga hati karena dapat mendapatkan ilmu dari negara maju dan membangun bangsa sendiri.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Segala sesuatu yang berbau internasional selalu dianggap lebih mutakhir dan masa kini. Banyak yang memanfaatkan keadaan itu untuk membodohi bangsa sendiri. kekayaan alam dan budaya bangsa dijual atas nama kebaikan dengan bersembunyi dalam kata modernisasi, padahal tujuan utama adalah memperkaya diri. Semoga kita tidak termasuk dalam orang yang menjual bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Beginilah fenomena yang terjadi pada bangsa ini. Sebetulnya kita adalah negeri yang kaya yang mampu menjadi pemimpin dan mancan asia. Namun, keegoisan penghuni-penghuninya membuat negara ini semakin tertinggal dan dijajah secara tidak langsung oleh negara-negara lain. Hanya demi keuntungan semata tanpa memperhatikan dampaknya bagi negara kita

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Indonesia yang merupakan negara kepulauan kaya akan sumber daya alam. Hanya saja, kebanyakan penduduk Indonesia memiliki pola pikir yang salah bahwa produk luar negeri lebih baik dari produk dalam negeri. Hal ini membuat adanya perilaku konsumtif yang sangat merugikan. Banyak orang tidak memperhatikan dan mengembangkan potensi yang ada tetapi hanya mengambil dan mengkonsumsi yang diberikan oleh orang lain. Hal ini mematikan kreatifitas yang ada pada orang-orang.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Dari elegi ini juga terlihat betapa rusaknya moral bangsa yang mengedepankan produk luar negeri saja. Karena perilaku yang konsumtif dan hanya ingin mengambil barang dari luar negeri saja akhirnya para pedagang berlomba-lomba mencari untung. Terkadang orang-orang tidak memperhatikan barang dari luar negeri bisa saja sumbernya dari dalam negeri yang diolah dan diijual kembali dengan lebih mahal. Ini hanya akan merusak negeri.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Akibat dari anggapan ide yanhg baik muncul dari luar negeri mengakibatkan anggapan sebaik apapun ide kalau dalam negeri maka tetap sajalah kurang baik. Sejelek apapun kalau itu dari luar negeri maka cukup bergengsi.
    Sehingga disini bukan lagi melihat kebaikan suatu ide melainkan hanya mengedepankan gengsi.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Indonesia adalah negeri yang penuh dengan kekayaan tanah airnya. Potensi alam dan budaya yang beragam inilah yang menjadi nilai jual Indonesia di mata dunia. Potensi kekayaan ini yang menjadikan ribuan investor berbondong-bondong untuk menggalinya. Potensi yang diharapkan menjadi berkah untuk kesejahteraan bersama. Masyarakat selalu mendewakan potensi sebuah wilayah atau sumber daya tanpa mengambil peran untuk membuat potensi tersebut termanfaatkan. Cukup banyak potensi itu hanya terbengkalai begitu saja tanpa ada yang urus, baru ramai ketika ada negara lain mengklaim.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Tak sedikit cerita bahwa potensi - potensi Indonesia ternyata tidak membawa nilai tambah berarti bagi orang-orang di sekitarnya. Hingga sering sekali kita dengar bahwa potensi itu tidak dihargai di negeri kita, dijual murah ke negeri orang, dibeli kembali dengan harga mahal, diberi label asing dan kebanggan luar biasa kita ketika memakainya. Jika melihat fenomena tersebut, satu hal yang patut disalahkan yakni kita sendiri. Kita si tuan tanah yang kaya raya dengan bodohnya menjual semua "potensi" dengan harga receh dan membelinya dengan cara menjual potensi-potensi yang lain hingga habislah semua kekayaan yang dimiliki karena kesalahan di mindset.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi diatas persis terjadi di negera yang kita cintai ini, kita selalu berbangga dengan apapun yang ada diluar negeri, kita sangat jarang berbangga dengan bangsa kita sendiri. Semuanya digadaikan untuk mendapatkan kesenangan pribadi ataupun golongan. Mental seperti ini yang tidak menghargai, tidak percaya dengan bangsa sendiri adalah mental yang munafik yang mesti disingkarkan dari dunia ini. Banyak orang-orang pintar di negeri ini namundia tidak bangga dengan bangsanya sendiri, namun hal ini tidak bisa disalahkan karena banyak orang-orang pintar namun tidak dihargai di negeri sendiri, malahan pemerintahnya ingin menghancurkan idenya akhirnya idenya itu disebarkan di luar negeri. maka dari itu mari kita saling menghargai karya anak negeri terutama pemerintah.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Peningkatan mutu dan kulitas hasil produksi yang harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan pasar luar negeri. Dengan mutu dan kualitas yang baik dari hasil produksi tidak ada alasan bagi konsumen dalam negeri untuk berbelanja produk impor. Jadilah smart buyer bagi bangsa ini, jika terdapat produk dengan kualitas yang setara dengan brand dan kualitas barang impor, alangkah baiknya konsumen membeli produk dalam negeri, bahkan lebih hebat jika dapat dipasarkan ke luar negeri untuk meningkatkan pendapat negara.

    ReplyDelete
  18. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Rasa percaya diri bangsa Indonesia jika dibandingkan dengan bangsa lain memang masih sangat rendah. Kita, bangsa Indonesia lebih bangga menggunakan barang-barang dari bangsa lain. Padahal, bangsa Indonesia memiliki potensi yang sangat dan tidak akan kalah jika disandingkan dengan bangsa lain. Namun, anggapan orang Indonesia tentang produk luar negeri yng lebih bagus dan lebih bergengsi memang susah untuk dirubah. Ini yang membuat bangsa Indonesia belum bisa terbebas dari pengaruh bangsa lain, walaupun tidak secara langsung.

    ReplyDelete
  19. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Negeri yang mempunya berratus-ratus juta penduduk, artinya segitu pula banyak karakter di Indonesia. Sebagian besar bangsa ini lebih menyukai hal-hal yang barbau-bau dari luat Bangsa ini. Sehingga penghargaan atas ciptaan dari anak bangsa ini kurang diminati. Akhirnya hal-hal yang diciptakan oleh bangsa ini lebih diminati oleh bangsa lain. Yang akhirnya, jika hal itu terjadi barulah bangsa ini meklaim bahwa kenapa hal itu terjadi, mereka menyebut orang-orang tersebut penghianat bangsa. Karena menjualnya ke Bangsa lain. Itulah Indonesia, selamat datang di bangsa ini.

    ReplyDelete
  20. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Memang kehidupan dunia bisa merubah seseorang. Begitu banyak orang saat ini yang berkhianat pada bangsanya sendiri, mereka menjual hasil bumi dan apapun yang dihasilkan dari bangsanya tetapi menjual kepada orang luar dan justru mengganti nama atau mengganti asal pembuat barang tersebut. Mereka lebih bangga dengan produk import daripada produk lokal dan di sini jelas terlihat bahwa orang yang demikian tidak bangga dengan bangsanya sendiri. Maka, mari kita berbenah untuk menjaga dan mencintai apa yang dimiliki bangsa kita.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Indonesia memiliki berbagai potensi. Potensi-potensi yang ada di Indonesia meliputi SDA dan SDM. SDA di Indonesia sangatlah kaya, hanya saja rakyat Indonesia belum mampu untuk mengolah sumber daya tersebut secara maksimal sehingga lebih memilih untuk menjualnya secara mentah kepada luar negeri. Ironisnya, apa yang kita jual tersebut nantinya kembali lagi ke negara kita dengan sudah berwujud barang jadi dan dengan harga yang sudah jauh lebih mahal.
    Selain itu, SDM di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Jangan samapai potensi-potensi manusia di Indonesia hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu guna mendapatkan keuntungan. Beginilah fenomena yang terjadi pada bangsa ini. Sebetulnya kita adalah negeri yang kaya yang mampu menjadi pemimpin dan macan asia. Namun, keegoisan penghuni-penghuninya membuat negara ini semakin tertinggal dan dijajah secara tidak langsung oleh negara - negara lain. Hanya demi keuntungan semata tanpa memperhatikan dampaknya bagi negara kita.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Negara Indonesia memiliki banyak kekayaan dan banyak potensi yang dimiliki. Hargailah hasil karya anak Indonesia, dengan mencintai produk dalam negeri adalah menjadi salah satu cara mencintai produk dalam negeri. Dengan mencintai produk dalam negeri secara tidak langsung telah membantu melestarikan potensi negeri ini.

    ReplyDelete
  23. Pedagang dapat dipandang dari dualisme. Menurut moralnya ada pedagang baik dan pedagang buruk. Menurut formalnya ada pedagang materi dan jasa. Menurut sipritnya ada yang berlandaskan agama dan diluar agama. Sebelum masa penjajahan dan pada masa penjajahan, yang menjadi alasan datangnya bangsa asing adalah perdagangan. Mula-mula mereka ingin berdagang. Yang kemudian karena nafsunya kemudian ingin menguasai yang pada akhirnya menjajah. Pada zaman sekarangpun mungkin masih demikian bahwa yang menjadi tujuan asing untuk datang ke Indonesia adalah perdagangan. Penduduk Indonesia yang banyak merupakan pasar yang sangat menguntungkan. Pun yang diperdagangkan tidak hanya barang-barang yang bersifat fisik tetapi barang yang besifat formal seperti peraturan, undang-undang, sistem pemerintahan, tata kelola masyarakat. Agar negara asing dapat dengan mudah meminggirkan penduduk atau masyarakat maka dibuat peraturan atau hukum yang telah dipesan orang asing dalam hal ini hukum telah diperdagangkan. Apakah asing tidak boleh datang ke Indonesia? Jawabnya tentu boleh dengan kesepakatan saling menguntungkan. Menguntungkan bagi Indonesia. Bukan semata menguntugkan sekelompok orang apalai individu. Peraturan, hukum, sistem jangan diperdagangkan.

    ReplyDelete
  24. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Orang-orang kaya yang memiliki kekuasaan dan konsumen dalam negeri bahkan ada kecenderungan malu untuk memakai produk dalam negeri dan lebih bangga memakai produk luar negeri. Tentunya hal ini membuat pedagang lebih suka memberikan label made in Negara lain daripada made in Indonesia terlihat kurang percaya diri. Beberapa kali pemerintah menyerukan untuk selalu mencintai produk dalam negeri. Tapi sayangnya kita masih banyak juga yang menggunakan produk dari luar negeri. Terutama yang berkaitan dengan masalah fashion. bila kita mencintai barang dalam negeri maka banyak manfaat yang akan dihasilkan misalnya saja, Produksi dalam negeri meningkat, menambah besar skala usaha dalam negeri, menambah jumlah investasi di Indonesia, Meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas, menambah jumlah pendapatan nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bila konsumen Indonesia lebih senang membeli barang-barang impor, yang akan memetik manfaat terbesar adalah produsen barang di luar negeri.

    ReplyDelete
  25. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Anggapan sebagian bahkan hampir seluruh orang Indonesia tentang apa yang dimiliki Indonesia tak seindah negala tetangga. Beranggapan bahwa apapun yang berasal dari luar negeri adalah lebih bagus, lebih elegan, bernilai tinggi dan sangat bergengsi. Berdasarkan elegi ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri bangsa Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan bangsa lain di dunia. Hanya untuk membeli produk sebagai kebutuhan individu saya menunjukkan sikap indonesia yang tidak percaya diri. Sebenarnya warga negara Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah dengan warga negara asing dalam banyak hal. Akan tetapi faktor pemikiran yang masih cetek inilah yang menjadikan bangsa indonesia krisis akan kepercayadirian yang mengakibatkan bangsa ini seakan-akan belum terbebas dari belenggu penjajahan.

    ReplyDelete
  26. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dilematis. Iya, itulah yang dialami saya pribadi. Kita sebaiknya menggunakan produk lokal untuk memperdayakan ekonomi masyarakat. Namun disisi lain, kalau dilihat dari segi kualitas memang buatan luar negri itu “biasanya” memang lebih baik dari pada produk lokal. Inilah menjadi PR kita bersama, marilah kita tingkatkan kualitas produksi kita sehingga ekonomi masyarakat pun meningkat. Jika ada produk saingan dari luar, jika dilihat dari segi kualitas sudah baik maka sebaiknya kita beli produk lokal saja. Karena dari pada kita memperkayakan orang barat lebih baik kita membantu “tetangga sebelah”.

    ReplyDelete
  27. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sering kali saya menjumpai teman – teman yang senang menggunakan produk – produk yang dibeli dari luar negeri. Mereka merasa bangga jika bisa mengenakan produk buatan luar negeri. Bahkan jika saya mempunyai uang pun tentunya melakukan hal yang sama. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa produk buatan luar negeri memang terasa lebih menarik dari pada produk dalam negeri. Tetapi sekarang sudah banyak produk dalam negeri yang mampu bersaing dengan produk luar negeri dan kualitasnya bagus. Maka sebaiknya pola pikir dengan rasa bangga terhadap produk luar negeri dapat dirubah menjadi bangga menggunakan produk dalam negeri.

    ReplyDelete
  28. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indonedia adalah negeri yang sangat kaya, sangat subur selain itu juga kaya akan penduduknya. Penduduk di Indonesia terlalu dimanjakan oleh alam sehingga malas untuk meningkatkan adanya inovasi. Sehingga masyarakatpun lebih suka membeli produk-produk dari luar negeri yang lebih inovatif. Meskipun banyak produk dalam negeri yang sudah setara kualitasnya dengan produk luar negeri namun entah kenapa masyarakat lebih bangga menggunakan produk asal luar negeri. Inilah yang harusnya bisa dirumbah agar masyarakat lebih cinta akan produk dalam negeri.

    ReplyDelete
  29. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bangsa Indonesia memiliki SDM dan SDA yang melimpah namun masih kurang dalam pengelolaan sumber daya tersebut. Banyak negara lain yang mengambil keuntungan besar dari negara kita dengan mengelola sumber daya tersebut. Oleh karena itu, kita harus menuntut ilmu setinggi mungkin agar nantinya negara kita dapat mengelola sumber daya tersebut dengan baik sehingga dapat bersaing dengan luar negeri.

    ReplyDelete
  30. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dapat saya memetik ilmu dari elegi di atas. Khususnya dalam cuplikan pedagang hiburan. Ketika kita karater kita terkikis oleh pengaruh luar, maka sikap dan karakter kita pun kan membuntutinya. Yang kita dapatkan ialah segala sesuatu yang inginnya instan, tanpa perjuangan. Bahkan tak hanya dalam dunia hiburan dan ICT, dalam belajar pun skrg banyak yang inginnya instan tanpa pengorbanan dalam belajar itu sendiri. Perlu menyaring pengaruh luar, mulai dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  31. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pedagang bangsa yang dituliskan dalam elegi di atas menurut saya menggambarkan keadaan bangsa Indonesia yang rasa nasionalismenya mulai luntur. Dengan arus globalisasi yang sangat pesat membuat budaya Indonesia semakin tidak terlihat. Masyarakat indonesia menganggap banhwa apa saja yang berada di luar negeri itu lebih baik daripada negeri sendiri. Oleh karenan itu melalui pendidikan diharapkan dapat ditanamkan nilai – nilai cinta bangsa Indonesia agar negeri ini tidak berada di bawa kendali bangsa lain.

    ReplyDelete
  32. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Persaingan ekonomi dunia menjadi salah satu faktor penunjang ekonomi negara kita, sebab negara kita dikaruniai hasil alam yang melimpah serta terciptanya produk-produk yang berkualitas dari negara kita ini. Namun kesadaran warga negara kita tentang produk berkualitas hasil anak bangsa masih kurang, ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya kurangnya pemahaman bahwa produk Indonesia tidak kalah dengan produk asing, belum lagi promosi produk Indonesia yang dinilai masih kurang serta kalah pamor oleh produk dan brand asing. Maka perlu kesadaran kita sebagai warga negara indonesia bahwa produk indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk asing.

    ReplyDelete
  33. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi menangkap pedagang bangsa diatas sangat mencerminakan bangsa Indonesia sekarang ini. Para petinggi di negeri ini sudah berlaku seenaknya saja dalam menjalankan roda kehidupan bangsa ini. Mereka memanfaatkan kekayaan yang dimiliki Indonesia kemudian meraka pun mendapat untung. Namun demikian, mereka lupa akan nasib bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Ada yang menarik dengan warga kita ini, bahwa mereka akan sangat menyukai dan bangga bila dapat menggunakan produk-produk dari luar negeri. Hal tersebut mungkin karena pengaruh fashion dan lainnya yang menyebabkan warga kita mengikuti tren luar negeri.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tapi bila kita lihat lagi, sesungguhnya produk lokal tak kalah bila dibandingkan dengan produk luar. Seharusnya kita bangga akan produk negara kita. Semoga kelak, warna kita akan semakin lebih mencintai produk dalam negeri, dan mulai mengurangi pembelian produk luar.

    ReplyDelete