Mar 7, 2011

Elegi Memahami Jejaring Sistemik




Oleh Marsigit

Transenden Spiritual:
Mohon ampun Tuhanku...aku melihat muridku Transenden Dunia Selatan datang menghampiriku. Wahai Transenden Dunia Selatan, tiadalah engkau seperti biasanya? Kenapa engkau datang kepadaku tidak bersama-sama Transenden Logikamu? Sedang Transenden Hatimu kelihatan kacau balau? Engkau dari mana saja? Engkau kelihatan sangat capai bahkan sepertinya sedang sakit? Bukankah engkau itu mempunyai tanggungjawab yang sangat berat, sangat besar, sangat mulia, dan menguasai seperempat dunia? Engkau itu isi sekaligus wadahnya Dunia Selatan. Engkau itu hampir awal dan hampir akhirnya Dunia Selatan. Engkau itu adalah Transenden dari setiap wargamu. Kemanapun wargamu palingkan wajahnya maka mereka hampir selalu melihat dirimu. Engkau tidak hanya cair tetapi udara bagi setiap wargamu. Engkau itu dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Hanyalah diriku yang mampu mengenal setiap sisi-sisimu. Maka...katakanlah apa yang telah terjadi!

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun Transenden Spiritual...itulah yang terjadi. Yaitu jika aku terpaksa atau tidak terpaksa menghadapmu maka dengan serta merta aku tinggalkan Transenden Logikaku. Sungguh tiadalah ada kemampuan Transenden Logikaku untuk menggapai tempatmu yang mulia ini. Hanyalah Transenden Hatiku yang mampu menghantarkan diriku hingga kehadapanmu. Terimalah salam hormat saya keharibaanmu beserta permohonan maaf saya jika kedatanganku tidak santun terhadap ruang dan waktumu. Namun itulah sebenar-benar kontradiksi yang menimpa diriku yaitu bahwa tiadalah aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu tanpa bantuan Transenden Logikaku. Padahal selama aku masih menggunakan logikaku maka tiadalah aku sebenar-benar mampu menghampiri dirimu. Maka aku telah menemukan bahwa selama aku masih mampu menjawab pertanyanmu dengan kata-kataku, itu pertanda bahwa aku masih berjarak terhadap dirimu. Itulah kesimpulanku bahwa hatiku mengatakan bahwa dirimu itu sebenarnya telah mengetahui apa yang terjadi pada diriku walaupun aku tidak mengatakannya sekalipun.

Transenden Spiritual:
O..ooo..aku panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT bahwasanya engkau masih mampu memegang adab-adabmu ketika menghadap diriku. Engkau harus tinggalkan logikamu ketika menghadapku. Hanya hati dan amal perbuatanmu saja yang menemanimu. Jika kemudian telah memenuhi syarat dan rukunnya, maka kemudian berlakulah hukumnya bahwa kemampuanku itu mengalirlah kedalam jiwa ragamu. Seperti halnya diriku maka sebetulnya engkau itu mampu memahami semua aspek kehidupan dalam duniamu yaitu Dunia Selatan. Jika engkau intensif dan ekstensifkan maka lebih dari itu. Itulah sebetulnya dirimu bertugas untuk mengawal dunia seluruhnya. Jika kemampuanmu telah optimal maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa engkau itu harus meliputi seluruhh dunia: Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur, Dunia Barat Utara Timur, dan Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun guruku... tiadalah keraguan sedikitpun di dalam hatiku perihal titah-titahmu itu. Hanya saja, godaan logikaku begitu besarnya sehingga terkadang mampu mengalahkan hatiku. Namun bukan pula semata-mata kesalahan logikaku. Karena logikaku juga mendapat godaan yang luar biasa dari hukum-hukum alam beserta fakta-faktanya. Ohh...guru...apakah masih ada ampunan bagi diriku yang dianggap telah melakukan bunuh diri. Aku telah diangap melakukan bunuh diri oleh para Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Spiritual:
O..ooo..rupanya engkau telah bertempur habis-habisan menggunakan logikamu, menggunakan sumber dayamu, dan memanfaatkan semua wargamu untuk melawan para Transenden selain dirimu? Hemmm...walaupun aku mulai menggunakan logikaku, aku tetap pertahankan spiritualku. Maka aku juga amanatkan dirimu, walaupun engkau mulai menggunakan logikamu kembali maka tetapkan spiritualmu sebagai komandanmu. Mudah-mudahan dialog logika kita akan tetapterjaga oleh spiritual kita.

Transenden Logika Dunia Selatan:
Perkenankanlah aku mewakili Transenden Dunia Selatan ingin mengajukan pertanyaan kepada dirimu. Cukup panggil aku sebagai Logika Dunia. Mengapa Dunia Selatan tidak berdaya menghadapi Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Bahkan Dunia Selatan telah menyatakan menyerah tanpa syarat kepada mereka semua?

Transenden Logika Spiritual:
Perkenankan juga aku mewakili Transenden Spiritual untuk menjawab pertanyan-pertanyanmu itu. Cukup panggil saja aku sebagai Logika Spiritual. Perihal pertanyaanmu itu maka jawabannya adalah perihal rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir.

Logika Dunia:
Apa yang engkau maksud dengan rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir. Serta apa hubungannya dengan kemenangan Dunia barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat dan Utara?

Logika Spiritual:
Allah tidaklah menghendaki berIangsungnya segala sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya. Maka hukum sebab-akibat itu berlaku adanya bagi manusia dan dunianya. Ketahuilah bahwa berbagai dunia Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur dan Dunia Selatan itu mempunyai ruang yang berbeda. Jikalaupun mereka dalam waktu yang sama, maka tentulah mereka pada ruang yang berbeda. Dunia Timur dan Dunia Selatan itu berada di Ruang Tengah, sedang Dunia barat dan Dunia Utara itu berada di Ruang Utara dan Ruang Selatan. Letak geografis inilah sebagai sebab dari segala akibat dinamika hidup didunianya masing-masing. Tuhan telah berkenan memberikan rakhmat dan hidayah bagi umat pada dunianya masing-masing. Alam dengan empat musim dan sumber daya yang terbatas, telah mendorong manusia di Dunia Barat dan Dunia Utara untuk hidup dinamis dengan mengandalkan ikhtiarnya untuk menggapai takdirnya. Alam dengan dua musim dengan sumber alamnya yang melimpah telah menyebabkan hidup enak dan manja bagi manusia yang berada di Dunia Timur dan Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Apa hubungannya dengan kemenangan dunia?

Logika Spiritual:
Kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja.

Logika Dunia:
Sebentar...kurang apa etos kerja dan kinerja para Pakar dan para Bagawat dari Dunia Selatan? Bukankah mereka cukup hebat dan pantas dibanggakan?

Logika Spiritual:
Yang kurang adalah Jejaring Sistemik nya.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Serendah-rendah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani, jika mereka hanya bekerja dan mencari ilmu untuk dirinya sendiri. Padahal demikianlah yang dilakukan oleh semua Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Lho...adakah tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Tingkatan yang lebih tinggi adalah jika etos kerja dan kinerja memperoleh pengetahuan juga digunakan dan bermanfaat bagi orang lain.

Logika Dunia:
Lhoo...apakah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan tidak demikian? Bukankah mereka juga memberikan pengetahuan bagi sesamanya?

Logika Spiritual:
Mulanya memang demikian. Tetapi kemudian tergoda untuk memperkaya dan memperpandai diri sendiri.

Logika Dunia:
Apa ada tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Itulah yang tidak dan belum dipunyai Dunia Selatan. Jejaring Sistemik adalah saling terkait. Jejaring Sistemik adalah saling terhubung. Jejaring Sistemik adalah saling tergantung. Jejaring Sistemik adalah sistem. Jejaring Sistemik bersifat universal. Jejaring Sistemik menjangkau semua aspek. Jejaring Sistemik adalah dunia. Jejaring Sistemik adalah hidup. Jejaring Sistemik itu berstrata atau berlapis. Jejaring Sistemik adalah organisasi. Jejaring Sistemik adalah pembagian tugas. Jejaring Sistemik adalah manajemen. Jejaring Sistemik adalah konstruksi atau bangunan. Jejaring Sistemik itu berpondasi. Jejaring Sistemik adalah Jejaring Sistemik itu bertujuan. Jejaring Sistemik adalah input, proses dan output. Jejaring Sistemik adalah ontologis dan epistemologis. Jejaring Sistemik ada di mana-mana. Jejaring Sistemik adalah isi dan wadah. Jejaring Sistemik adalah kendaraan. Jejaring Sistemik adalah multifacet. Jejaring Sistemik adalah aksiologi. Jejaring Sistemik adalah hermenitika. Jejaring Sistemik adalah phenomenologi. Jejaring Sistemik adalah transenden. Jejaring Sistemik adalah powernow.

Logika Dunia:
O..ooo..lha kalau begitu...kurang apa Dunia Selatan itu. Bukankah Dunia Selatan telah mempunyai Jejaring Sistemik itu semua.

Logika Spiritual:
Jejaring Sistemik di Dunia Selatan itu bersifat: kurang lengkap, kurang berisi, kurang dalam, kurang luas, kurang tebal, kurang berat, kurang lama, kurang panjang, kurang sering, kurang padat, kurang teruji, kurang pengalaman, kurang sistemik, kurang konsisten, kurang fleksibel, kurang innovatif, kurang kesadaran, kurang komprehensif, kurang universal, kurang intensif, kurang ekstensif, kurang dukungan politis, kurang sabar, kurang logis, kurang ilmiah, kurang up to dated, kurang spesifik, kurang sophisticated, kurang profesional, kurang terukur, kurang variatif, kurang homogen, kurang ontologis, kurang epistemologis, dan kurang aksiologis. Karena banyak kurangnya maka katakan saja Dunia Selatan itu belum mempunyai Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa bedanya bekerja dengan atau tanpa Jejaring Sistemik. Bisakah diberikan contohnya.

Logika Spiritual:
Berbeda sekali proses dan hasilnya. Ambil contoh pendidikan. Sistem Pendidikan di Dunia Selatan itu tidak bersifat Jejaring Sistemik. Kenapa? Karena ternyata kebijakan pendidikan yang ada bersifat parsial dan berorientasi jangka pendek. Bahkan kebijakan pendidikan yang satu bertentangan dengan kebijakan yang lain. Kebijakan pendidikan yang diambil belum berdasarkan refleksi hasil survey atau penelitian secara ilmiah. Malah keputusan kebijhakan pendidikanyang paling penting seperti UN itu diputuskan secara voting atau melalui pengadilan. Maka sistem pendidikan di Dunia Selatan itu adalah sistem pendidikan kompromistis irasional. Dengan sistem pendidikan yang demikian maka jangan harap bisa bertanding dengan Sistem Pendidikan dari Dunia Barat dan Dunia Utara yang ber Jejaring Sistemik secara konsisten dan solid.

Logika Dunia:
Apa ada contoh yang lain?

Logika Spiritual:
Contoh yang lain adalah kasus Profesor Plagiat. Kenapa sampai terjadi ada seorang Profesor dari Dunia Selatan melakukan plagiat? Itu disebabkan karena para Profesor di Dunia Selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik?

Logika Dunia:
Lho..memangnya kenapa?

Logika Spiritual:
Wahai Logika Dunia... Profesor itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Profesor itu. Profesor itu adalah perjuangan panjang. Profesor itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Profesor adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Profesor adalah tanggung jawab dan previlage. Profesor adalah nilai moral. Profesor adalah hak prerogatif. Profesor adalah ikhtiar prima dan ultima. Profesor adalah ketentuan dan takdir. Profesor adalah penentu nasib. Profesor adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Profesor adalah etik dan estetika. Profesor adalah konsistensi dan komitmen. Profesor adalah panutan dan pembimbing. Profesor itu formal yang normatif. Profesor itu normatif yang formal. Profesor itu doa dan harapan. Profesor itu mandiri dan sistemik. Profesor itu hidup dan menghidupkan. Profesor itu metafisik. Profesor itu filsafat. Profesor itu mengatasi Ilmu Bidang. Profesor itu Orang Tua Berambut Putih. Profesor itu logos. Profesor itu phenomenologi. Profesor itu hermenitika. Profesor itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Profesor itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Profesor itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Profesor tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Profesor tidak hanya sintetik tetapi analitik. Profesor tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Profesor tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Profesor tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Profesor itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Profesor tidak hanya local genious tetapi means of global. Profesor tidak hanya diam tetapi action. Profesor tidak hanya action tetapi diam. Profesor tidak hanya mencari tetapi memberi. Profesor tidak hanya praktek tetapi berterori. Profesor tidak hanya berteori tetapi praktek. Profesor tidak hanya internal tetapi eksternal. Profesor tidak hanya potensi tetapi faktual. Profesor tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Profesor tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Profesor tidak hanya yang terbatas tetapi yang tak terbatas.

Logika Dunia:
Hemm...lalu apa hubungannya kerja Profesor itu dengan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Dengan sifat dan karakteristik Profesor yang saya sebutkan itu, jelas bahwa untuk dapat melakukan kegiatan, kinerja dan produksinya...mereka sangat memerlukan Jejaring Sistemik. Lebih dari itu, akan lebih baik jika dia mempunyai dan mampu membangun jejaring Sistemik. Padahal tidaklah demikian Profesor pada Dunia Selatan. Sebagian besar Profesor di Dunia selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik. Sebagian besar dari mereka bekerja di dalam kediriannya masing-masing. Itulah bedanya dengan Profesor di Dunia Barat dan Dunia Utara. Sebagian Profesor di Dunia barat dan Dunia Utara bekerja di dalam Jejaring Sistemik. Bahkan di Dunia Barat dan Dunia Utara, aku dapat mendifinisikan Profesor itu sebagai Jejaring Sistemik itu sendiri.

Logika Dunia:
Lho..apa pedulinya?

Logika Spiritual:
Kinerja seorang Profesor Terisolasi Sendiri dengan Profesor Jejaring Sistemik itu sangat nyata bedanya. Profesor Plagiat adalah Profesor Terisolasi Sendiri yang ingin menampilkan kinerjanya seakan-akan seperti seorang Profesor Jejaring Sistemik. Ketika godaan untuk menulis karya ilmiah bertaraf internasional itu muncul, maka seorang Profesor Terisolasi Sendiri itu membutuhkan Data Bertaraf Internasional. Padahal data bertaraf internasional itu hanya terdapat di dalam Jejaring Sistemik Internasional. Ketika godaan semakin memuncak karena berkaitan dengan aktualisasi diri, maka terjadilah perbuatan tak terpuji dengan cara mencoba berspekulasi mengambil tanpa ijin Data Jejaring Sistemik dari Profesor Dunia Barat atau Dunia Utara. Dan...datanglah AIB itu.

Logika Dunia:
Lho..apa bedanya dengan karya ilmiah Profesor Jejaring Sistemik dari Dunia barat dan Dunia Utara?

Logika Spiritual:
Sangat berbeda. Sebuah karya ilmiah bertaraf internasional apapun, betapapun, bagaimanapun, dimanapun, kapanpun, tentang apapun...itu merupakan CERMIN atau bayangan dari diri sang Profesor Jejaring Sistemik. Artinya aku dapat mendefinisikan bahwa Profesor jejaring Sistemik itu tidak lain tidak bukan adalah si Karya Ilmiah Bertaraf Internasional itu sendiri.

Logika Dunia:
O..ooo aku mengerti sekarang pokok persoalannya. Tetapi mengapa Profesor-profesor pada Dunia Selatan tidak mau mengembangkan, tidak mampu atau tidak mau menjadi Profesor Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Bukannya tidak mau, tetapi sesuai dengan sifat-sifat Jejaring Sistemik yang saya sebutkan tadi, maka dalam banyak hal Jejaring Sistemik itu berada di luar diri kemampuan dan kewenangan para Profesor Dunia Selatan. Itulah yang pernah saya katakan sebagai tanggung jawab pemimpin Bangsa, tanggung jawab Menteri Bangsa, tanggung jawab pemimpin lembaga yang telah mengabaikan dan menyia-nyiakan kesempatan dalam perjalanan ruang dan waktu. Itulah kesadaran atau political will yang tidak pernah muncul dikarenakan belum sampainya dimensi dari para pemimpin negara Dunia Selatan. Dan itulah sumber dari segala krisis yang ada. Itulah yang pernah aku sebutkan bahwa untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat Bangsa ini 200 tahun ke depan.

Logika Dunia:
O..ooo.oh...ampunilah para Profesorku. Hiduplah Profesorku. Aku merasa iba kepada Profesorku. Lho kok aneh ...siapakah diriku itu? Ternyata aku juga masih terkena anomali. Begitulah dirimu dan juga diri yang lainnya di Dunia Selatan. Sekarang aku telah mengerti mengapa negeriku mengalami krisis multi dimensi? Sekarang aku mengerti mengapa Transenden negeriku TELAH MENYATAKAN MENYERAH TANPA SYARAT kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara? Sekarang aku juga mengerti mengapa terjadi sampai ada Profesor Plagiat? Sekarang aku mengerti mengapa gencar dilakukan program recharging? Sekarang aku juga mengerti mengapa para guru memalsukan PAK? Sekarang aku juga mengerti mengapa UN dipertahankan mati-matian. Oh..ternyata para Dajal dari Dunia barat dan Dunia Utara telah merajalela menguasai negeriku. Cukup..cukup.... Dengan dua contoh saja cukup bagiku untuk memahami mengapa bangsaku terkena anomali, yaitu keadaan kacau balaunya aturan, prinsip dan hukum-hukum unsur-unsur bangsaku. Ini memang keadaan yang dikehendaki oleh para Dajal itu. Oh Tuhan ampunilah daku, ampunilah segala dosa Pemimpinku, semoga engkau tetapi berikan bimbinganmu sehingga Bangsaku itu terbebas dari segala macam goda dan rencana sang Dajal Jejaring Sistemik Transinternasional. Amiin.

Transenden Spiritual:
Wahai Transenden Dunia Selatan...saatnya kita tanggalkan logika kita. Marilah kita gunakan hati kita untuk memanjatkan doa. Akun yang melantunkan doa, sementara engkau mengamininya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amiiin..amiiin..amiiin.

23 comments:

  1. Muh Wildanul Firdaus
    17709251057
    Pendidikan Matematika S2 Kelas C

    Jejaring sistemik yang dapat saya maknai adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup, dari yang menyangkut ontology sampai yang menyangkut aksiologi termasuk didalamnya adalah epistemologinya. Hubungan yang ada tentunya disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual. Setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka hati tetap sebagai pemimpin dari perjalanan kita didunia. Karena setinggi-tingginya ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Setinggi tingginya seseorang dalam mencari ilmu adalah seseorang tersebut dapat berkiprah di dalam jejaring sistemik.

    ReplyDelete
  2. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dikutip dari artikel diatas, Transenden spiritual mengatakan bahwa kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja. Etos kerja semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok, sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sesuatu tidak akan memberi manfaat jika tidak memberi manfaat bagi orang lain. Maka setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik. Oleh karena itu setelah mencari ilmu kita harus mengamalkannya, agar ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat dan justru menjadi ladang pahala bagi kita. Meskipun mengamalkan ilmu dalam jaringan sistemik tidaklah mudah karena harus terhubung, terkait dengan berbagai hal, berbagai objek.

    ReplyDelete
  4. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dengan orang lain. Satu sama lain saling membutuhkan dan saling berhubungan membentuk jejaring sistemik. Ilmu yang kita punyai hendaknya kita bagikan kepada orang lain karena orang lain juga membutuhkan ilmu. Sebenar-benarnya ilmu adalah yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah sombong dan jangang pernah egois, karena kita hidup tak sendiri, kita hidup dengan orang lain yang akan membentuk jejaring sistemik.

    ReplyDelete
  5. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa jejaring sistemik merupakan jaringan yang saling menghubungkan semua aspek di dunia. Jejaring sistemik dapat memudahkan pertukaran informasi, tapi ia juga dapat merugukan karena suatu hal buruk dapat tersebar dengan cepat.

    ReplyDelete
  6. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam elegi tersebut menurut saya berbicara tentang kebermanfaatan segala sesuatu termasuk ilmu di dalamnya. Kebermanfaatan ini dimaksudkan bahwa ilmu itu harus dapt bermanfaat bagi diri sendiri maupun memberikan manfaat kepada orang lain. Sehingga dapat diartikan bahwa apa yang kita miliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain begitu pula sebaliknya. Dengan demikian dapat menciptakan suatu keharmonisan.

    ReplyDelete
  7. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Bagian awal pada elegi ini sungguh menarik. Dimana hanya hatilah yang mampu menghantarkan transeden dunia selatan untuk bertemu dengan transeden spiritual. Sedangkan logika atau pikiran tidaklah mampu untuk menghantarkan transeden dunia untuk bertemu transeden spiritual. Artinya, dalam hal spiritual, tidak perlulah kita menunggu bukti, logika agar kita percaya pada spiritual. Tapi cukup yakini dan kerjakan saja, maka keimanan atau keyakinan kita akan semakin kuat

    ReplyDelete
  8. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Hakekat jejaring sistemik adalah suatu sistem yaitu kumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk tujuan tertentu. Metode jejaring sistemik adalah saling terkait, saling mempengaruhi, saling terhubung, saling tergantung. Dengan jejaring sistemik, manusia dapat bekerja, dan mengkoordinasi kegiatannya

    ReplyDelete
  9. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk menghindari plagiat, terutama jika hendak menjadi profesor, maka harus belajar menulis karya ilmiah sejak dini. Bisa dimulai ketika s1 maupun s2 dengan rajin mengikuti seminar nasional maupun seminar internasional sebagai pemakalah. Kemudian juga bisa berlatih menulis di jurnal nasional baik yang bereputasi ataupun yang sudah bereputasi.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Selain pengelolaan dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak yang terkait dengan sekolah, namun yang perlu kita ingat adalah kata internasional bukan berarti mengadopsi semua hal dari luar tanpa terkecuali, internasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai karakter bangsa akan mencerminkan diri kita yang sesungguh. Berkualitas internasional, berlandaskan iman dan takwa, dan berkarakter bangsa adalah sebuah harapan yang ingin kita wujudkan.

    ReplyDelete
  12. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Untuk menjadi sekolah yang bertaraf internasional diperlukan pengelolaan dari berbagai aspek yang berstandar internasional, aspek yang saya maksudkan dilihat dari proses belajar, kondisi sekolah, kondisi guru, fasilitas yang mendukung, dan semua yang berhubungan dengan sekolah. Jika standar tersebut dapat dijalankan dengan baik maka kata internasional akan dengan mudah didapatkan.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam dunianya atau Jejaring Sistemiknya. Dalam islam, ada tiga perkara atau amalan yang dapat menolong manusia ketika sudah tak bernyawa. Pertama adalah shadaqah jariyah, kedua adalah doa anak yang sholeh, dan yang ketiga adalah ilmu yang bermanfaat. Maka sebaik-baik ilmu adalah yang bermanfaat. Ilmu yang telah kita bagikan di dunia, kemudian orang yang mendapat ilmu dari kita tetap menggunakan ilmu tersebut maka ketika kita sudah meninggal kita tetap akan mendapatkan aliran pahala yang dapat menolong kita di akhirat kelak. Wallahualam.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Jejaring sistemik penting untuk landasan dalambekerja. Saling bekerja sama satu sama lain, saling berikatan berpengaruh satu sama lain hingga menumbuhkan keharmonisan. Seperti halnya belajar bersama sehingga kita dapat bertukar ilmu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam penerapannya, logika haruslah diimbangi dengan hati yang ikhlas. Setinggi-tingginya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat. Dan dalam usaha menggapai ilmu yang bermanfaat, kita membutuhkan logika dan hati, pikiran dan perasaan supaya keikhlasan selalu bersama dengan perjalanan kita.

    ReplyDelete
  16. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melanjutkan, kekurangan yang ada di negara kita adalah pemerintahan yang kurang mendukung para ilmuwan atau para ahli lainnya dalam membuat suatu jejaring. Para pengambil kebijakan negeri ini memutuskan suatu kebijakan tidak dengan musyawarah yang bertujuan untuk mendapatkan keputusan yang bermanfaat tetapi mereka hanyalah mementingkan individu serta golongannya sendiri. Sehingga banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk memenuhi dampak keputusan yang diambil para pembuat kebijakan.

    ReplyDelete
  17. Setelah membaca elegi di atas, memang benar, kita seharusnya tidak bekerja dan mencari ilmu untuk diri kita sendiri. Namun, yang jauh lebih penting adalah kebermanfaatan ilmu tersebut untuk orang lain. Itulah tingkatan yang lebih tinggi. Dan setinggi-tinggi orang yang mencari ilmu adalah yang berada pada Jejaring Sistemik. Jejaring Sistemik itu sendiri adalah saling bergantung. Harapannya semoga kita yang berada pada jejaring sistemik ini senantiasa menggunakannya pada hal yang positif.

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas menyatakan bahwa teknologi barat memiliki kecanggihan yang luar biasa. dalam semua aspek mereka jauh lebih memimpin dari negara kita. mereka mempengaruhi segala aspek dan mampu mengendalikan dunia selatan dengan kemampuan mereka. kita patut belajar dengan kemajuan dunia barat sehingga kita juga bisa membenahi aspek-aspek yang kurang dalam negara kita.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi memahami jejaring sistemik diatas yang dapat saya tangkap yaitu, yang namanya jaringan pasti ada sedikit kesalahan begitupula dalam kehidupan manusia yang namanya manusia adalah gudangnya dosa, karena itulah sebagai manusia hendaklah kita selalu mengucap syukur dan memohon ampun atas segala tindakan yang kita lakukan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala objek yang ada dan mungkin ada memiliki tujuan atau manfaatnya masing-masing. Akan tetapi dunia ini adalah sebuah kesatuan maka semua objek tersebut pasti memiliki hubungan, baik itu hubungan sebab-akibat, saling tergantung satu sama lain atau saling mempengaruhi.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Manusia dibekali akal pikiran, logika untuk mengatur, mengolah, dan menjalankan kehidupannya di dunia. Artinya segala hal yang dilakukan harus dipertimbangkan dilakukan dengan pikiran yang matang, dengan akal sehat. Namun terkadang adakalanya, tidak semua hal harus dilakukan dengan pertimbangan akal, tetapi terkadang melibatkan pertimabngan hati.

    ReplyDelete
  22. Akal pikiran manusia memang menjadi pembeda diantara makhluk lainnya di dunia ini. Tidak ada yang menandingi kemampuan otak, akal, logika, dan pikiran manusia. Namun tidak semuanya harus selalu melalui pemikiran, karena sehebat apapunn pikiran kita dalam melakukan logika, masih ada kehebatan lain yang lebih tinggi, yaitu Allah Swt. Oleh karena itu, perlu kita gunakan hati dan doa untuk meminta bimbinan dan petunjuk-Nya dalam menggunakan logika pikiran.

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Salah satu pesan yang dapat di ambil dari elegi ini adalah bahwa jika mengenai agama dan spiritual, kita tidak membutuhkan logika dan rasional. sebagaimana transenden dunia selatan yang meninggalkan transenden logikanya dan hanya menggunakan transenden hatinya untuk menghadap transenden spiritualnya.

    ReplyDelete