Mar 7, 2011

Elegi Memahami Jejaring Sistemik




Oleh Marsigit

Transenden Spiritual:
Mohon ampun Tuhanku...aku melihat muridku Transenden Dunia Selatan datang menghampiriku. Wahai Transenden Dunia Selatan, tiadalah engkau seperti biasanya? Kenapa engkau datang kepadaku tidak bersama-sama Transenden Logikamu? Sedang Transenden Hatimu kelihatan kacau balau? Engkau dari mana saja? Engkau kelihatan sangat capai bahkan sepertinya sedang sakit? Bukankah engkau itu mempunyai tanggungjawab yang sangat berat, sangat besar, sangat mulia, dan menguasai seperempat dunia? Engkau itu isi sekaligus wadahnya Dunia Selatan. Engkau itu hampir awal dan hampir akhirnya Dunia Selatan. Engkau itu adalah Transenden dari setiap wargamu. Kemanapun wargamu palingkan wajahnya maka mereka hampir selalu melihat dirimu. Engkau tidak hanya cair tetapi udara bagi setiap wargamu. Engkau itu dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Hanyalah diriku yang mampu mengenal setiap sisi-sisimu. Maka...katakanlah apa yang telah terjadi!

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun Transenden Spiritual...itulah yang terjadi. Yaitu jika aku terpaksa atau tidak terpaksa menghadapmu maka dengan serta merta aku tinggalkan Transenden Logikaku. Sungguh tiadalah ada kemampuan Transenden Logikaku untuk menggapai tempatmu yang mulia ini. Hanyalah Transenden Hatiku yang mampu menghantarkan diriku hingga kehadapanmu. Terimalah salam hormat saya keharibaanmu beserta permohonan maaf saya jika kedatanganku tidak santun terhadap ruang dan waktumu. Namun itulah sebenar-benar kontradiksi yang menimpa diriku yaitu bahwa tiadalah aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu tanpa bantuan Transenden Logikaku. Padahal selama aku masih menggunakan logikaku maka tiadalah aku sebenar-benar mampu menghampiri dirimu. Maka aku telah menemukan bahwa selama aku masih mampu menjawab pertanyanmu dengan kata-kataku, itu pertanda bahwa aku masih berjarak terhadap dirimu. Itulah kesimpulanku bahwa hatiku mengatakan bahwa dirimu itu sebenarnya telah mengetahui apa yang terjadi pada diriku walaupun aku tidak mengatakannya sekalipun.

Transenden Spiritual:
O..ooo..aku panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT bahwasanya engkau masih mampu memegang adab-adabmu ketika menghadap diriku. Engkau harus tinggalkan logikamu ketika menghadapku. Hanya hati dan amal perbuatanmu saja yang menemanimu. Jika kemudian telah memenuhi syarat dan rukunnya, maka kemudian berlakulah hukumnya bahwa kemampuanku itu mengalirlah kedalam jiwa ragamu. Seperti halnya diriku maka sebetulnya engkau itu mampu memahami semua aspek kehidupan dalam duniamu yaitu Dunia Selatan. Jika engkau intensif dan ekstensifkan maka lebih dari itu. Itulah sebetulnya dirimu bertugas untuk mengawal dunia seluruhnya. Jika kemampuanmu telah optimal maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa engkau itu harus meliputi seluruhh dunia: Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur, Dunia Barat Utara Timur, dan Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun guruku... tiadalah keraguan sedikitpun di dalam hatiku perihal titah-titahmu itu. Hanya saja, godaan logikaku begitu besarnya sehingga terkadang mampu mengalahkan hatiku. Namun bukan pula semata-mata kesalahan logikaku. Karena logikaku juga mendapat godaan yang luar biasa dari hukum-hukum alam beserta fakta-faktanya. Ohh...guru...apakah masih ada ampunan bagi diriku yang dianggap telah melakukan bunuh diri. Aku telah diangap melakukan bunuh diri oleh para Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Spiritual:
O..ooo..rupanya engkau telah bertempur habis-habisan menggunakan logikamu, menggunakan sumber dayamu, dan memanfaatkan semua wargamu untuk melawan para Transenden selain dirimu? Hemmm...walaupun aku mulai menggunakan logikaku, aku tetap pertahankan spiritualku. Maka aku juga amanatkan dirimu, walaupun engkau mulai menggunakan logikamu kembali maka tetapkan spiritualmu sebagai komandanmu. Mudah-mudahan dialog logika kita akan tetapterjaga oleh spiritual kita.

Transenden Logika Dunia Selatan:
Perkenankanlah aku mewakili Transenden Dunia Selatan ingin mengajukan pertanyaan kepada dirimu. Cukup panggil aku sebagai Logika Dunia. Mengapa Dunia Selatan tidak berdaya menghadapi Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Bahkan Dunia Selatan telah menyatakan menyerah tanpa syarat kepada mereka semua?

Transenden Logika Spiritual:
Perkenankan juga aku mewakili Transenden Spiritual untuk menjawab pertanyan-pertanyanmu itu. Cukup panggil saja aku sebagai Logika Spiritual. Perihal pertanyaanmu itu maka jawabannya adalah perihal rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir.

Logika Dunia:
Apa yang engkau maksud dengan rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir. Serta apa hubungannya dengan kemenangan Dunia barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat dan Utara?

Logika Spiritual:
Allah tidaklah menghendaki berIangsungnya segala sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya. Maka hukum sebab-akibat itu berlaku adanya bagi manusia dan dunianya. Ketahuilah bahwa berbagai dunia Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur dan Dunia Selatan itu mempunyai ruang yang berbeda. Jikalaupun mereka dalam waktu yang sama, maka tentulah mereka pada ruang yang berbeda. Dunia Timur dan Dunia Selatan itu berada di Ruang Tengah, sedang Dunia barat dan Dunia Utara itu berada di Ruang Utara dan Ruang Selatan. Letak geografis inilah sebagai sebab dari segala akibat dinamika hidup didunianya masing-masing. Tuhan telah berkenan memberikan rakhmat dan hidayah bagi umat pada dunianya masing-masing. Alam dengan empat musim dan sumber daya yang terbatas, telah mendorong manusia di Dunia Barat dan Dunia Utara untuk hidup dinamis dengan mengandalkan ikhtiarnya untuk menggapai takdirnya. Alam dengan dua musim dengan sumber alamnya yang melimpah telah menyebabkan hidup enak dan manja bagi manusia yang berada di Dunia Timur dan Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Apa hubungannya dengan kemenangan dunia?

Logika Spiritual:
Kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja.

Logika Dunia:
Sebentar...kurang apa etos kerja dan kinerja para Pakar dan para Bagawat dari Dunia Selatan? Bukankah mereka cukup hebat dan pantas dibanggakan?

Logika Spiritual:
Yang kurang adalah Jejaring Sistemik nya.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Serendah-rendah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani, jika mereka hanya bekerja dan mencari ilmu untuk dirinya sendiri. Padahal demikianlah yang dilakukan oleh semua Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Lho...adakah tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Tingkatan yang lebih tinggi adalah jika etos kerja dan kinerja memperoleh pengetahuan juga digunakan dan bermanfaat bagi orang lain.

Logika Dunia:
Lhoo...apakah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan tidak demikian? Bukankah mereka juga memberikan pengetahuan bagi sesamanya?

Logika Spiritual:
Mulanya memang demikian. Tetapi kemudian tergoda untuk memperkaya dan memperpandai diri sendiri.

Logika Dunia:
Apa ada tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Itulah yang tidak dan belum dipunyai Dunia Selatan. Jejaring Sistemik adalah saling terkait. Jejaring Sistemik adalah saling terhubung. Jejaring Sistemik adalah saling tergantung. Jejaring Sistemik adalah sistem. Jejaring Sistemik bersifat universal. Jejaring Sistemik menjangkau semua aspek. Jejaring Sistemik adalah dunia. Jejaring Sistemik adalah hidup. Jejaring Sistemik itu berstrata atau berlapis. Jejaring Sistemik adalah organisasi. Jejaring Sistemik adalah pembagian tugas. Jejaring Sistemik adalah manajemen. Jejaring Sistemik adalah konstruksi atau bangunan. Jejaring Sistemik itu berpondasi. Jejaring Sistemik adalah Jejaring Sistemik itu bertujuan. Jejaring Sistemik adalah input, proses dan output. Jejaring Sistemik adalah ontologis dan epistemologis. Jejaring Sistemik ada di mana-mana. Jejaring Sistemik adalah isi dan wadah. Jejaring Sistemik adalah kendaraan. Jejaring Sistemik adalah multifacet. Jejaring Sistemik adalah aksiologi. Jejaring Sistemik adalah hermenitika. Jejaring Sistemik adalah phenomenologi. Jejaring Sistemik adalah transenden. Jejaring Sistemik adalah powernow.

Logika Dunia:
O..ooo..lha kalau begitu...kurang apa Dunia Selatan itu. Bukankah Dunia Selatan telah mempunyai Jejaring Sistemik itu semua.

Logika Spiritual:
Jejaring Sistemik di Dunia Selatan itu bersifat: kurang lengkap, kurang berisi, kurang dalam, kurang luas, kurang tebal, kurang berat, kurang lama, kurang panjang, kurang sering, kurang padat, kurang teruji, kurang pengalaman, kurang sistemik, kurang konsisten, kurang fleksibel, kurang innovatif, kurang kesadaran, kurang komprehensif, kurang universal, kurang intensif, kurang ekstensif, kurang dukungan politis, kurang sabar, kurang logis, kurang ilmiah, kurang up to dated, kurang spesifik, kurang sophisticated, kurang profesional, kurang terukur, kurang variatif, kurang homogen, kurang ontologis, kurang epistemologis, dan kurang aksiologis. Karena banyak kurangnya maka katakan saja Dunia Selatan itu belum mempunyai Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa bedanya bekerja dengan atau tanpa Jejaring Sistemik. Bisakah diberikan contohnya.

Logika Spiritual:
Berbeda sekali proses dan hasilnya. Ambil contoh pendidikan. Sistem Pendidikan di Dunia Selatan itu tidak bersifat Jejaring Sistemik. Kenapa? Karena ternyata kebijakan pendidikan yang ada bersifat parsial dan berorientasi jangka pendek. Bahkan kebijakan pendidikan yang satu bertentangan dengan kebijakan yang lain. Kebijakan pendidikan yang diambil belum berdasarkan refleksi hasil survey atau penelitian secara ilmiah. Malah keputusan kebijhakan pendidikanyang paling penting seperti UN itu diputuskan secara voting atau melalui pengadilan. Maka sistem pendidikan di Dunia Selatan itu adalah sistem pendidikan kompromistis irasional. Dengan sistem pendidikan yang demikian maka jangan harap bisa bertanding dengan Sistem Pendidikan dari Dunia Barat dan Dunia Utara yang ber Jejaring Sistemik secara konsisten dan solid.

Logika Dunia:
Apa ada contoh yang lain?

Logika Spiritual:
Contoh yang lain adalah kasus Profesor Plagiat. Kenapa sampai terjadi ada seorang Profesor dari Dunia Selatan melakukan plagiat? Itu disebabkan karena para Profesor di Dunia Selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik?

Logika Dunia:
Lho..memangnya kenapa?

Logika Spiritual:
Wahai Logika Dunia... Profesor itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Profesor itu. Profesor itu adalah perjuangan panjang. Profesor itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Profesor adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Profesor adalah tanggung jawab dan previlage. Profesor adalah nilai moral. Profesor adalah hak prerogatif. Profesor adalah ikhtiar prima dan ultima. Profesor adalah ketentuan dan takdir. Profesor adalah penentu nasib. Profesor adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Profesor adalah etik dan estetika. Profesor adalah konsistensi dan komitmen. Profesor adalah panutan dan pembimbing. Profesor itu formal yang normatif. Profesor itu normatif yang formal. Profesor itu doa dan harapan. Profesor itu mandiri dan sistemik. Profesor itu hidup dan menghidupkan. Profesor itu metafisik. Profesor itu filsafat. Profesor itu mengatasi Ilmu Bidang. Profesor itu Orang Tua Berambut Putih. Profesor itu logos. Profesor itu phenomenologi. Profesor itu hermenitika. Profesor itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Profesor itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Profesor itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Profesor tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Profesor tidak hanya sintetik tetapi analitik. Profesor tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Profesor tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Profesor tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Profesor itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Profesor tidak hanya local genious tetapi means of global. Profesor tidak hanya diam tetapi action. Profesor tidak hanya action tetapi diam. Profesor tidak hanya mencari tetapi memberi. Profesor tidak hanya praktek tetapi berterori. Profesor tidak hanya berteori tetapi praktek. Profesor tidak hanya internal tetapi eksternal. Profesor tidak hanya potensi tetapi faktual. Profesor tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Profesor tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Profesor tidak hanya yang terbatas tetapi yang tak terbatas.

Logika Dunia:
Hemm...lalu apa hubungannya kerja Profesor itu dengan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Dengan sifat dan karakteristik Profesor yang saya sebutkan itu, jelas bahwa untuk dapat melakukan kegiatan, kinerja dan produksinya...mereka sangat memerlukan Jejaring Sistemik. Lebih dari itu, akan lebih baik jika dia mempunyai dan mampu membangun jejaring Sistemik. Padahal tidaklah demikian Profesor pada Dunia Selatan. Sebagian besar Profesor di Dunia selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik. Sebagian besar dari mereka bekerja di dalam kediriannya masing-masing. Itulah bedanya dengan Profesor di Dunia Barat dan Dunia Utara. Sebagian Profesor di Dunia barat dan Dunia Utara bekerja di dalam Jejaring Sistemik. Bahkan di Dunia Barat dan Dunia Utara, aku dapat mendifinisikan Profesor itu sebagai Jejaring Sistemik itu sendiri.

Logika Dunia:
Lho..apa pedulinya?

Logika Spiritual:
Kinerja seorang Profesor Terisolasi Sendiri dengan Profesor Jejaring Sistemik itu sangat nyata bedanya. Profesor Plagiat adalah Profesor Terisolasi Sendiri yang ingin menampilkan kinerjanya seakan-akan seperti seorang Profesor Jejaring Sistemik. Ketika godaan untuk menulis karya ilmiah bertaraf internasional itu muncul, maka seorang Profesor Terisolasi Sendiri itu membutuhkan Data Bertaraf Internasional. Padahal data bertaraf internasional itu hanya terdapat di dalam Jejaring Sistemik Internasional. Ketika godaan semakin memuncak karena berkaitan dengan aktualisasi diri, maka terjadilah perbuatan tak terpuji dengan cara mencoba berspekulasi mengambil tanpa ijin Data Jejaring Sistemik dari Profesor Dunia Barat atau Dunia Utara. Dan...datanglah AIB itu.

Logika Dunia:
Lho..apa bedanya dengan karya ilmiah Profesor Jejaring Sistemik dari Dunia barat dan Dunia Utara?

Logika Spiritual:
Sangat berbeda. Sebuah karya ilmiah bertaraf internasional apapun, betapapun, bagaimanapun, dimanapun, kapanpun, tentang apapun...itu merupakan CERMIN atau bayangan dari diri sang Profesor Jejaring Sistemik. Artinya aku dapat mendefinisikan bahwa Profesor jejaring Sistemik itu tidak lain tidak bukan adalah si Karya Ilmiah Bertaraf Internasional itu sendiri.

Logika Dunia:
O..ooo aku mengerti sekarang pokok persoalannya. Tetapi mengapa Profesor-profesor pada Dunia Selatan tidak mau mengembangkan, tidak mampu atau tidak mau menjadi Profesor Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Bukannya tidak mau, tetapi sesuai dengan sifat-sifat Jejaring Sistemik yang saya sebutkan tadi, maka dalam banyak hal Jejaring Sistemik itu berada di luar diri kemampuan dan kewenangan para Profesor Dunia Selatan. Itulah yang pernah saya katakan sebagai tanggung jawab pemimpin Bangsa, tanggung jawab Menteri Bangsa, tanggung jawab pemimpin lembaga yang telah mengabaikan dan menyia-nyiakan kesempatan dalam perjalanan ruang dan waktu. Itulah kesadaran atau political will yang tidak pernah muncul dikarenakan belum sampainya dimensi dari para pemimpin negara Dunia Selatan. Dan itulah sumber dari segala krisis yang ada. Itulah yang pernah aku sebutkan bahwa untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat Bangsa ini 200 tahun ke depan.

Logika Dunia:
O..ooo.oh...ampunilah para Profesorku. Hiduplah Profesorku. Aku merasa iba kepada Profesorku. Lho kok aneh ...siapakah diriku itu? Ternyata aku juga masih terkena anomali. Begitulah dirimu dan juga diri yang lainnya di Dunia Selatan. Sekarang aku telah mengerti mengapa negeriku mengalami krisis multi dimensi? Sekarang aku mengerti mengapa Transenden negeriku TELAH MENYATAKAN MENYERAH TANPA SYARAT kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara? Sekarang aku juga mengerti mengapa terjadi sampai ada Profesor Plagiat? Sekarang aku mengerti mengapa gencar dilakukan program recharging? Sekarang aku juga mengerti mengapa para guru memalsukan PAK? Sekarang aku juga mengerti mengapa UN dipertahankan mati-matian. Oh..ternyata para Dajal dari Dunia barat dan Dunia Utara telah merajalela menguasai negeriku. Cukup..cukup.... Dengan dua contoh saja cukup bagiku untuk memahami mengapa bangsaku terkena anomali, yaitu keadaan kacau balaunya aturan, prinsip dan hukum-hukum unsur-unsur bangsaku. Ini memang keadaan yang dikehendaki oleh para Dajal itu. Oh Tuhan ampunilah daku, ampunilah segala dosa Pemimpinku, semoga engkau tetapi berikan bimbinganmu sehingga Bangsaku itu terbebas dari segala macam goda dan rencana sang Dajal Jejaring Sistemik Transinternasional. Amiin.

Transenden Spiritual:
Wahai Transenden Dunia Selatan...saatnya kita tanggalkan logika kita. Marilah kita gunakan hati kita untuk memanjatkan doa. Akun yang melantunkan doa, sementara engkau mengamininya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amiiin..amiiin..amiiin.

15 comments:

  1. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi memahami jejaring sistemik tersebut menunjukkan bahwa di dunia ini khususnya manusia saling terhubung satu sama lain. Hal ini sesuai dengan hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Alangkah baiknya kita sebagai manusia melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16
    Yang dapat saya petik dalam elegi di atas adalahkemenangan dunia didapat oleh kemenangan sumber daya manusia. Dengan adanya kesulitan-kesulitan, manusia berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Dengan keadaan seperti itu maka manusia tersebut dapat survive dan “tahan banting” di segala kondisi. Sehingga sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk menjadi jejaring sistemik. Berbeda dengan dunia selatan, sumber daya manusia yang rendah menjadikan dunia selatan menyatakan menyerah tanpa syarat dikarenakan begitu kompleksnya permasalahan yang dihadapi dunia selatan.

    ReplyDelete
  3. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Jejaring sistemik merupakan kumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk tujuan tertentu. Jejaring ini dapat diartikan sebagai hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada. Dalam melakukan segala kegiatan, kinerja, dan produksi sangat diperlukan jejaring sistemik, bahkan akan lebih baik lagi bila mampu membangun jejaring sistemik. Sesuai dengan yang diungkapkan dalam elegi ini, setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika mencari ilmu dan mengamalkan ilmu dalam jejaring sistemik. Namun, kenyataannya, dalam kehidupan kita kebayakan orang mencari ilmu hanya untuk kepentingan pribadi sehingga lebih sering menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan seharusnya.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Jejaring sistemik merupakan sesuatu yang diharapkan melekat pada diri setiap insan. Setiap kita adalah pemimpin bagi diri sendiri maka hendaklah menggunakan akal, pikiran, dan tenaga dalam memecahkan masalah serta mencari dan mengamalkan ilmu dalam jejaring sistemik. Jejaring sistemik mempengaruhi keputusan yang kita buat karena ia mempertimbangkan ruang dan waktu sehingga hati kita terarah kepada kebaikan. Apabila jejaring sistemik diadopsi pemimpin Indonesia maka kebijakan yang lahir adalah kebijakan yang bersifat universal dan terarah sehingga Indonesia mampu berdiri sebagai negeri yang kuat dan damai.

    ReplyDelete
  5. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Saya sangat setuju dengan tulisan bapak bahwa "untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat bangsa ini 200 tahun ke depan". Sebagai negara berkembang, kita memerlukan pemimpin-pemimpin visioner, pemimpin-pemimpin yang kreatif, yang masih memiliki hati nurani dan pemimpin-pemimpin yang takut pada Tuhan. Saat ini banyak pemimpin-pemimpin dan pejabat-pejabat pemerintah yang terjerat kasus korupsi. Ini menunjukkan bahwa masih banyak pemimpin yang belum mampu melihat bangsa ini 200 tahun ke depan. Mereka hanya mampu melihat bangsa ini sejauh kesenangan dan kepuasan dirinya saja. Inilah sebabnya diperlukan penataan ulang jejaring sistematik di negeri ini karena korupsi sudah merasuki segala bidang dan sudah berada dalam kategori "red". Hendaknya kita tidak memilih pemimpin yang hanya sekedar media play melainkan melihat track record, integritas dan etos kerjanya. Dan sebagai calon pendidik, hendaknya kita mengajarkan generasi muda untuk tetap berlaku jujur dan selalu menanamkan sikap takut terhadap Tuhan agar segala sesuatu yang diperbuat selalu berpegang pada perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

    ReplyDelete
  6. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Menurut elegi di atas, setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka hati tetap yang menjadi pemimpin disetiap langkah kita. Karena setinggi-tingginya ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Dan setinggi-tingginya ilmu jika ilmu itu didapat dalam jaringan yang sistemik dan mengamalkan dalam jaringan sistemik. Karena jaringan sistemik menghubungkan, mengeratkan, mengikat. Jadi, setiap manusia pasti pasti saling membutuhkan, saling terikat, dan saling berhubungan

    ReplyDelete
  7. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Dalam elegi jejaring sistemik ini mengisahkan betapa ilmu pengetahuan sangat berkembang di penjuru dunia. Kita tidak bisa berfokus hanya kepada salah satu sudut pandang saja. Kita harus bisa membuka cakrawala untuk lebih memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  8. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan ini tersirat satu pesan yang positif, yakni saat mencari ilmu bukanlah hanya berfokus pada diri sendiri namun juga mampu mempertimbangkan apakah ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat untuk orang lain. Pencarian ilmu alangkah indah saat telah terkait dengan aspek spiritual. Sebenar-benar ilmu yang diperoleh hakekatnya adalah pemberian dan kekuasaan dari Tuhan kepada manusia itu sendiri. Oleh karena itu, semua yang telah diperoleh sejatinya dikembalikan lagi kepada Sang Pemberi segala nikmat yang dibutuhkan dalam hidup.

    ReplyDelete
  9. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik"
    Mencari ilmu untuk diri sendiri adalah kesombongan. Membagikannya untuk orang lain adalah keharusan. Sebagai mahasiswa saya menyadari terkadang saya masih sombong dan mencari ilmu hanya untuk saya sendiri dan masih sungkan membaginya kepada orang lain. Dari elegi ini saya berefleksi untuk kembali meninjau apa tujuan saya mencari ilmu. Apakah sekedar kesombongan diri, ataukah untuk mengabdikan diri dan berguna bagi orang lain. Terimakasih atas kesempatan refleksi mendalam ini.

    ReplyDelete
  10. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan "aamiin" atas doa-doa yang dipanjatkan di atas.
    dari membaca elegi di atas, jelaslah bahwa menjadi pemimpin itu merupakan hal yang sangat berat, pertanggungjawabannya sangat berat di akhirat nanti. maka dari itulah kita mendoakan para pemimpin kita agar bisa menjadi pemimpin yang amanah, bahkan diri kita sendiri adalah seorang pemimpin.

    ReplyDelete
  11. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Jejaring sistematik berkaitan dengan segala komponen dalam hidup manusia yang terarah kepada tujuan tertentu , yakni tujuan menuju Tuhan Yang Maha Esa. Menggapai Tuhan tidak cukup dengan logika, karena logika bersifat terbatas. Oleh karenanya diperluakan keteguhan spiritual dan hati dalam segala usaha yang dilakukan.” Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbii 'Alaa Diinika” .Amien. Terima Kasih

    ReplyDelete
  12. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Hakekat dari jejaring sistemik merupakan suatu sistem kumpulan komponen yang saling berinteraksi dengan tujuan tertentu. Metode jejaring sistem ini saling terkait satu dengan yang lainnya. Sehingga dapat dikatakan, jejaring sistemik merupakan hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dengan mencakup tiga pilarnya yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Jejaring sistemik juga dapat dikatakan sebagai hubungan kerja sama yang memiliki tujuan untuk membangun dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan bekerja sama, maka akan terjadi tukar pikiran antar individu, sehingga dapat meningkatkan interaksi sosial dan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

    ReplyDelete
  13. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Dari elegi diatas kita menyadari bahwa serendah-rendah orang bekerja dan mencari ilmu adalah untuk dirinya sendiri dan kepentingan hidupnya sendiri. Tidak memiliki dan memperluas jaringan keilmuannya dengan orang lain dan hanya untuk memperpandai diri sendiri. Ketika jejaring sistemiknya tidak ia bangun, maka segala yang yang ada dan yang mungkin ada tidak akan berjalan mulus apalagi untuk mencapai tujuan hidupnya. Padahal dengan bekerja sama dapat lebih mudah mancapai tujuan yang sama dengan sesama. Bersikap terbuka, kritis, menerima masukan, kreatif dapat menghantarkan dia menjadi pemecah masalah yang baik dan efektif, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Kemajuan era power now saat ini apabila tidak diiringi dengan spiritual yang semakin maju maka akan terjebak dalam kenikmatan dunia yang sesaat. Semua keadaan sekarang terasa mudah semuanya tinggal menggunakan teknologi yang sudah canggih. Sehingga memungkinkan kita untuk memiliki sifat ketergantungan atau menggampangkan. Apabila semakin terjebak menempatkan diri kita sebagai pengguna maka kita akan semakin terlena apabila ada penemuan-penemuan lainnya. Sehingga menurut saya sebaiknya ada kurikulum tentang pengembangan teknologi agar siswa mengetahui bagaimana cara pembuatan dan diharapkan dapat mengembangkan teknologi lainnya.

    ReplyDelete
  15. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Seperti yang diuraikan di atas bahwa jejaring sistemik adalah saling terkait, saling terhubung, dan salin tergantung. Begitu pula di sekolah saat proses pembelajaran. Guru harus dapat membuat jejaring sistemik yang baik, baik dengan siswa, sesama guru, karyawan, dan atasan (kepala sekolah). Antara guru dan siswa, bersifat saling tergantung. Siswa tergantung pada guru kaitannya dengan proses transfer of knowledge. Guru tergantung pada siswa kaitannya dengan penciptaan suasana kelas yang kondusif. Di rumah tempat tinggalnya, guru juga harus dapat membangun jejaring sistemik yang baik dengan anggota keluarga, saudara, dan tetangga. Guru juga harus terlibat aktif dalam kegiatan di kampungnya, agar jejaring sistemik yang baik tidak hanya berkembang di sekolah saja.

    ReplyDelete