Mar 8, 2011

Elegi Seorang Guru Menggapai Batas




Oleh: Marsigit

Mulialah hati, pikiran dan tindakan pedagogik guru, karena tiadalah seorang guru bermaksud memberikan keburukan bagi siswanya. Totalitasnya dia mengidamkan kebaikan dan keberhasilan bahkan keberhasilan tertinggi jika memang mungkin bagi siswanya. Maka hati, pikiran dan jiwanya menyatu menjadi motivasi yang kuat bahkan mungkin SANGAT KUAT untuk mewujudkan tindakan pedagogik : MEMBIMBING, MENGAWASI, MEMBEKALI, MENASEHATI, MEWAJIBKAN dan kalau perlu MENGHUKUM siswanya DEMI KEPENTINGAN SISWA.

Ketika rakhmat Nya menghampiri guru sedemikian hingga guru dengan sengaja atau tak sengaja menembus BATAS jiwanya sehingga memperoleh kesempatan MELIHAT DIRINYA dari tempat nun jauh secara mandiri maupun berbantuan orang atau guru atau nara sumber, maka adalah suatu tempat dimana BATAS ITU akan digapainya. Dalam batas itulah guru menemukan FATAMORGANA.
Atas fatamorgana itu maka terdengarlah nyanyian AKAR dan RUMPUT yang sayup-sayup sampai kira-kira bait-baitnya begini:

-Jangan jangan motivasimu yang sangat KUAT telah MELEMAHKAN INISIATIF nya, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEMBIMBING telah menjadikannya TERGANTUNG DAN TAK BERDAYA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENGAWASI telah menjadikannya mereka merasa menjadi makhluk yang memang selalu perlu diawasi dan dengan demikian identik dengan KEBURUKAN, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEMBEKALI telah menjadikanmu SOMBONG DAN TAKABUR serta menjadikannya RENDAH DIRI DAN TAK BERDAYA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENASEHATI adalah AMBISI DAN EGOMU yang menyebabkan mereka hidup TIDAK BERGAIRAH, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEWAJIBKAN adalah pertanda HILANGNYA NURANIMU sekaligus HILANGNYA NURANI MEREKA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENGHUKUM adalah SEMPITNYA HIDUPMU dan juga SEMPITNYA HIDUP MEREKA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu DEMI KEPENTINGAN SISWA adalah keadaan HAMPA TAK BERMAKNA atau bahkan MENYESATKAN, apakah itu batas yang kau cari?

Orang tua berambut putih datang dan berkata:

"ITULAH SEBENAR-BENAR BATAS YANG KAU CARI, DAN BATASMU TIDAK LAIN TIDAK BUKAN ADALAH BATAS MEREKA. ANTARA DIRIMU DAN MEREKA ITULAH SEBENAR-BENAR ILMUMU TENTANG DIRIMU DAN TENTANG DIRI MEREKA.
JIKA KAMU BELUM MENGETAHUI BATASMU JANGAN HARAP RAHMAT ITU DATANG MENGHAMPIRIMU KEMBALI, TETAPI JIKA TOH KAMU TELAH MENGETAHUI BATASMU MAKA ADALAH KODRAT NYA BAHWA KAMU MASIH HARUS BERJUANG MENGGAPAI RAHMATNYA.
NAMUN MAAF SAYA TELAH SALAH UCAP, KARENA SEBENAR-BENARNYA YANG ADA, ADALAH TIADALAH ORANG PERNAH DAN DAPAT MENGGAPAI BATASNYA. UNTUK ITU MARILAH KITA TAWADU' DENGAN KODRAT DAN IRADATNYA. TETAPI JANGAN SALAH PAHAM BAHWA IKHTIARMU MENGGAPAI BATASMU ADALAH JUGA KODRATNYA.AMIN YA ROBBIL ALAMIN"

Orang Tua berambut putih Beranjak Pergi Tetapi Guru Berusaha Menggapainya:

Guru menggapai batas:
Aduhai orang tua berambut putih yang telah bertitah dihadapanku..
Siapakah sebenarnya dirimu itu? Tunjukkanlah padaku wajah yang sebenar-benar wajahmu.
Aku sangat terharu mendengarkan titahmu. Masih bolehkah aku memohon titah-titahmu yang lain?
Orang tua berambut putih:
Tenang dan sabarlah. Ciri-ciri orang cerdas adalah jika secara proporsional mampu mengendalikan perasaanya. Dan aku melihat kamu bisa. Maka aku melihat bahwa kamu ternyata cerdas pula. Jika kamu merasa terharu maka sebetulnya aku merasa lebih terharu lagi. Jangankan mendengar teriakan dan tangismu, mendengar satu pertanyaanmu saja aku merasa tergetar dan terharu. Mengapa? Karena itu pertanda bahwa kamu sedang memulai ilmumu. Bukankah bertanya adalah juga karunia Tuhan? Maka ketika kamu mendengar pertanyaan murid-muridmu itu pertanda bahwa kamu sedang menjemput rakhmat Nya. Padahal aku mengerti bahwa kamu mempunyai tugas yang sangat mulia. Apa itu? Yaitu membuat para siswa-siswa mu kelak mampu bertanya pula. Bukankah jika siswamu mampu bertanya itu juga pertanda bahwa mereka telah merasa menemukan batasnya dan menggapai nuraninya kembali yang telah hilang terenggut. Jadi sebetulnya, sebenar-benar hidup adalah jikalau kamu masih mampu bertanya.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu sekarang aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu. Bolehkan aku selalu mengikutimu?
Orang tua berambut putih:
Pertanyaan yang hebat, tetapi saya mengkhawatirkan pertanyaanmu, karena pertanyaanmu terlalu mekanistis dan kekanak-kanakan. Perasaan harumu telah betul, artinya kamu sedang dalam proses melakukan komunikasi transenden? Apakah kamu tahu apa itu komunikasi transenden? Komunikasi transenden adalah komunikasi setelah pikiranmu. Apakah kamu tahu komunikasi setelah pikiranmu? Tidak lain tidak bukan adalah perasaanmu. Apakah perasaanmu itu? Itu bukan nafsumu, itu bukan egomu, itu bukan sifat negatifmu. Tetapi itu adalah naluri dan intuisimu. Maka ikutilah naluri dan intuisimu. Tetapi bukan sembarang naluri dan bukan pula sembarang intuisi. Naluri dan intuisimu sebagai seorang yang telah merasa menemukan batasmu sebagai hasil pengalamanmu, yang didukung oleh pengetahuanmu serta oleh doa-doamu.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu aku semakin mantap akan ikut denganmu.
Orang tua berambut putih:
Semakin mantap kamu ingin mengikutiku maka semakin mantap pula aku menolaknya. Karena jika kamu selalu mengikutiku maka kamu akan selalu tertutup oleh bayang-bayangku. Dan dengan demikian tiadalah sebetulnya hakekat dirimu itu. Jika kamu terlalu mengagung-agungkan bayanganku maka kamu akan menghadapi bahaya besar yaitu terperosok ke dalam ruang gelap di mana ilmu mu telah berubah menjadi mitosmu. Mitosmu adalah mitos tentang diriku. Ketahuilah bahwa musuhmu paling besar bagimu di dunia ini adalah mitos-mitosmu. Maka sungguhlah merugi bagi seorang guru yang mengajarnya hanya berdasarkan mitos-mitos. Bukankah sekedar hapal rumus tetapi tidak tahu maknanya itu juga merupakan mitos. Sekedar kagum tetapi tidak mampu berpikir kritis itu juga mitosmu. Maka kenalilah baik-baik musuhmu itu. Sedangkan bahaya paling besar di muka bumi ini adalah jika seseorang sangat menikmati kegiatannya menutupi jati diri orang lain dengan bayangannya. Apakah kamu juga menginginkan agar murid-muridmu selalu mengejar dan berlindung di bawah bayang-bayangmu. Bukankah hal yang demikian sebetulnya menghilangkan jati diri mereka dan dengan demikian kamu telah berbuat dholim kepadanya. Ingatlah bahwa tiadalah orang selalu dapat bersama dengan semua sifat-sifat dan miliknya. Hanya sifat dan milik tertentu saja yang Tuhan perkenankan untuk selalu mendampingimu kelak sampai ke akhir jaman. Kata orang bijak itulah amal dan perbuatanmu. Jadi keunikanmu itu adalah hargamu. Hanya dirimu sendirilah yang mempertanggungjawabkan perbuatanmua.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu siapakah sebenarnya kau dan dimanakah kau itu?
Orang tua berambut putih:
Aku sendiri sulit mendefinisikan diriku sendiri. Kadang-kadang aku adalah bacaanmu, kadang-kadang aku adalah referensimu, kadang-kadang aku adalah gurumu, kadang-kadang aku adalah pertanyaamu, kadang-kadang aku adalah pikiranmu, kadang kadang aku adalah pikiran gurumu dan kadang-kadang aku adalah gurumu. Tetapi aku bisa menjelma menjadi paradigma, menjadi teori, menjadi filsafat da menjadi cita-citamu. Maka untuk memahamiku tidaklah cukupkamu hanya menggunakan satu metode saja. Terlibatlah secara sinergis tali temali dengan ku dan juga dengan murid-muridmu. Berlandaskan keteguhan hati dan iman dan taqwa kepada Alloh ya Robbi.
Guru menggapai batas:
Aku bingung. Siapakah kau dan dimanakah kamu berada?
Orang tua berambut putih:
Kadang-kadang aku adalah kau juga. Kadang-kadang aku menyerupai dosenmu. Tetapi jika kamu ingin melihat wajahku yang sebenarnya maka tengoklah pada akal dan pikiranmu. Tempat tinggalku adalah di batas pikiranmu. Usahamu menggapai batas pikiranmu itulah sebenarnya aku. Padahal kita tahu bahwa batas pikiranmu itulah sebenar-banarnya ilmumu. Jadi aku tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah ilmumu. Aku dan kau adalah sama juga yaitu menterjemahkan dan diterjemahkah. Itulah sebenar-benar hidup di dunia. Maka agar kau sukses dalam mendidik siswa-siswamu, sinergis tali-temalikanlah dirimu dengan mereka untuk bersama sama saling menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dimensi ruang dan waktu. Bagaikan bola dunia yang berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari. Gerakanmu dan gerakan mereka yang kokoh, kuat dan stabil seakan tenang sunyi dan hening, padahal sangat ramai di dalamnya. Itulah sifat black-hole yang mempunyai energi yang sangat besar dan mampu menarik segalanya yang ada disampingnya, yang ada dalam penglihatannya, yang ada dalam pergaulannya, yang ada dalam doa-doanya. Di situlah kamu sudah dapat dikatakan berada dalam kedudukan sistemik melakukan hijrah inovasi pendidikan. Inovasi pendidikan jika didukung oleh semua orang yang sadar dengannya maka dia ibarat black-hole tersebut. Maka jadikanlah bahwa dirimu tidak lain tidak bukan adalah inovasi itu sendiri. Katakan bahwa aku adalah inovasi. Maka sebenar-benar diriku, Orang Tua Berambut Putih, tidak lain tidak bukan adalah inovasi. Ketahuilah bahwa bumi tidak hanya berputar pada porosnya, tetapi bergerak mengelilingi matahari. Itulah kodrat Nya. Jadi untuk mengetahuiku kamu harus berikhtiar. Apakah ikhtiar itu? Tidak lain tidak bukan adalah hijrah. Maka sebetul betulnya hidup adalah hijrah, disadari maupun tidak engkau sadari. Bukankah para Nabi telah mengajarkanmu apa itu dan bagaimana hijrah. Hijrahlah dalam doa, karena kita dapat juga katakan bahwa sebenar-benar hidupmu adalah doamu. Itulah sebetulbetulnya tujuan bagi semua manusia di dunia yaitu kebahagiaanmu didunia dan akhirat, jikalau dia telah mentransformir dirinya menjadi doa kepada Mu Ya Alloh Ya Robbi. Amien.
Guru menggapai batas:
Aku ingin menangis.
Orang tua berambut putih:
Boleh. Karena tangisanmu adalah tulisanmu, referensimu, bukumu dan juga ilmumu. Namun janganlah kamu terbuai dengan tangisanmu, karena tangisanmu hanyalah sebagian dari hidupmu. Lebih banyak lagi hal-hal yang perlu kamu pikirkan. Sebagai orang cerdas maka kamu ku tantang dapatkah menangis sambil memikirkan hal-hal yang lain? Bukankah kita maklum bahwa setinggi-tinggi ilmu adalah ikhlas dan mengingat Tuhan. Maka setinggi-tinggi amal perbuatanmu adalah selalu ikhlas dan dalam keadaan mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun, dalam keadaan bercakap, dalam keadaan duduk, bahkan dalam keadaan menangis atau tidur sekalipun.
Guru menggapai batas:
Saya telah memperoleh terang yang luar biasa guruku. Dan sekarang saya iklhas berpisah dengan mu. Dan saya akah kembali pulang bertemu dengan keluarga untuk berjuang meningkatkan pendidikan matematika lebih bernurani.
Orang tua berambut putih:
Jika kau sebut aku sebagai gurumu maka itu adalah diriku yang lain. Sekali lagi aku khawatir tentang klaimmu bahwa kau telah memperoleh terang yang luar biasa. Jangan-jangan itu kesombonganmu. Karena klaim sekecil apapun tidak luput dari kesalahan. Mengapa? Itulah sifat terbatas manusia, dan sifat tak terbatas hanyalah milik Tuhan. Padahal kesombongan adalah dosa pertama dan dosa paling besar. Tetapi tidak. Saya melihat bahwa kamu tadi adalah spontan dan murni. Spontan, murni, orisinalitas dan tak berprasangka buruk adalah modal utama memperoleh ilmu. Tetapi maaf karena kalimatku yang terakhir itu juga adalah klaim ku. Jadi aku juga terancam kesombongan. Maka ighstifar adalah satu-satunya solusi. Alhamdullilah. Mudah-mudahan kita semuanya ikhlas. Jika terpaksa aku mengucapkan good bye, maka itu juga diriku yang lain. Jika aku teruskan ucapanku aku khawatir dituduh tidak sadar ruang dan waktu. Tiadalah ada sebenar-benarnya perpisahan itu bagi orang-orang beriman. Beterbaranlah dimuka bumi ini dan menjadilah pahlawan pendidikan. Tetapi ingatlah bahwa pahlawan bukannya seorang jendral yang memenangkan perang dimedan laga. Tetapi seorang hamba yang berilmu. Namun janganlah pernah mengklaim diri sebagai pahlawan, biarkan akar rumput yang menyanyikannya. Maka aku juga kurang begitu nyaman jika ada guru menyanyikan dirinya sebagai pahlawan. Selamat berjuang. Maafkan segala kekhilafanku. Semoga berhasil. Amien

Guru Menggapai Batas Ternyata Masih Mengejarnya:

Tunggu dulu guru, masih ada satu lagi pertanyaanku. Temanku mengatakan bahwa untuk menjadi guru yang baik, tentunya membutuhkan proses dan bimbingan. Dia mengatakan bahwa sesuai ungkapan " Man ta'allama bila syaikhin, fa syaikhuhu syaitoon " Orang yang belajar tanpa pembimbing maka pembimbingnya adalah setan. Maka jika guru meninggalkan ku aku khawatir muncul sifat - sifat setan yang mengajak pada perilaku yang tidak diridloi oleh Allah SWT.

Orang Tua Berambut Putih Bersedia Menghantar Sampai Batas:

Jangan salah paham, sudah saya katakan bahwa yang mengucapkan good-bye adalah diriku yang lain. Sedangkan diriku yang lain lagi senyata-nyatanya selalu bersamamu kamanapun kamu pergi. Panggilah aku dengan pertanyaanmu, karena aku tidak lain tidak bukan adalah pertanyaanmu. Dan pertanyaanmu adalah pengetahuanmu. Tetapi hendaklah kamu belajar agar mengerti batas-batas sampai di mana aku bisa bersamamu. Aku selalu bersamamu sampai kamu tidak bisa lagi “bertanya”. Karena sesungguh-sungguhnya segala macam pertanyaanmu itu tidak bisa berada diluar pikiranmu. Padahal aku mengerti bahwa pikiranmu bersifat terbatas, dan batasnya tidak lain tidak bukan adalah diriku. Sekali lagi aku ingatkan bahwa disinilah kamu mulai masuk alam transenden, dimana segenap jiwa ragamu termasuk pikiranmu beserta diriku menjelma kedalam hatimu. Maka disini, sebenar-benar ilmumu adalah hatimu. Sebenar-benar hidupmu adalah juga hatimu. Dan juga tidak ada lagi diriku. Yang ada adalah ikhlas, iman dan taqwa mu. Maka untuk bertemu Tuhan mu tidaklah cukup hanya dengan pikiranmu dan tidaklah cukup juga mengandalkan diriku, tetapi hatimu yang ikhlas itulah yang akan menuntunmu. Ketika kamu semakin dekat dengan Tuhan mu, maka tidaklah kamu memerlukan "pertanyaan". Keikhlasan yang dibimbing Tuhan mu itulah yang akan mampu mengusir setan dan Jin bertanduk tujuh. Itulah setinggi-tinggi tujuan hidup, yaitu dihampiri rakhmat Nya. Jikalau Tuhan telah berkenan menghampirimu, maka kemanapun kamu memandang, adalah rakhmat dan karunia Nya yang ada di situ. Itulah sebenar-benar makna pendidikan kualitas kedua, ketiga, dst. Baiklah kalau begitu marilah kau kuhantarkan sampai tempat di mana kamu tidak bisa lagi “bertanya”. Amien ya robbal alamin.

72 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kalau menurut saya ketika kita jadi seorang guru, maka yang sebernar-benarnya ilmu kita itu bisa kita lihat dari siswa kita sendiri. Ketika siswa kita bisa mencerna apa yang kita sampaikan maka sepereti itulah ilmu kita, dan sebaliknya ketika siswa kita tidak bisa mencerna ilmu kita, maka itu jugalah ilmu kita. Maka berhasil tidaknya seorang guru itu adalah tergantung kepada bagaimana keberhasilan siswa. Seorang guru adalah fasilitator, maka seorang fasilitator harus tahu apa yang dibutuhkan oleh siswa untuk memperlancar proses mendapatkan ilmu.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Guru merupakan salah profesi yang menggunakan hati nurani dalam pekerjaan. Jika mendapati siswa berbuat suatu kekeliruan guru tidak akan bisa menutup mata pada siswa tersebut. Pasti tergelitik di hati memberikan nasehat atau arahan agar siswa tersebut kembali pada jalan yang benar agar tidak terjadi kekeliruan berikutnya. Guru tentulah memiliki kelemahan dalam mengajar maupun mendidik. Pada saat mengajar pasti terdapat kekeliruan, baik itu pada saat mengajar, membimbing, mengevaluasi, dan lain sebagainya. Pada saat mendidik bisa saja guru menanamkan hal yang belum dapat diterima oleh siswa padahal maksud dan tujuandari guru tersebut adalah baik.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    guru salah satu yang melaksanakan pendidikan, tanpa guru maka pendidikan tidak akan berjalan. dengan adanya guru, maka ada ilmu pengetahuan yang tersampaikan, karna sejatinya manusia perlu di bimbing begitu juga siswa yang perlu bimbingan seorang guru. namun, guru sama halnya dengan kita semua yaitu manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. guru yang kita pandang segalanya tidak terlepas dari keterbatasan, namun pandai-pandainya guru menutupi itu semua agar yg baik di contoh siswanya dan yang tidak baik ia pendam sendiri untuk diperbaiki kedepannya.

    ReplyDelete
  4. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai pendidik, tugas guru ada berat. Karena bukan jamannya sekarang guru mempraktekan satu metode saja dalam sekali pembelajaran. NBamun pelulah variasi-variasi dalam mengembangkan program-program pembelajaran di kelas. Sehingga, guru janganlah menjadi mitos-mitos belaka, namun juga harus berlogos dalam berpikir untuk menciptakan pembelajaran yang mampu memfasilitasi subjek pendidikan yang sangat unik ini.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjadi guru bukanlah hal mudah. Tugas – tugas guru juga bukan merupakan hal yang mudah. Guru bersifat memberikan ilmu dan memfasilitasi siswa agar siswa mampu menemukan pengetahuannya sendiri. Reward dan punishment yang diberikan guru hendaknya juga bersifat membangun agar siswa tidak merasa takut dan bosan dalam belajar. Dengan demikian siswa dapat mengembangkan ide – idenya dan dapat belajar dengan baik. Dalam menjalani hidup dengan berbagai profesi hendaknya selalu bersikap rendah hati dan menjauhi sikap sombong. Sebagai seorang guru nantinya, jika sombong maka tidak akan disukai siswa dan sombong merupakan perbuatan yang dekat dengan kejahatan.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dari Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi seorang guru yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan tercapai apabila guru juga berkualitas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan ini. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan tujuan pembelajaran diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajaran dan mendidik siswa-siswanya dalam proses pembelajaran. Siswa dibiarkan untuk menemukan pengetahuan mereka sendiri, ini berarti guru harus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa untuk bertanya, melakukan kegiatan, dan untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka. Dengan cara ini, siswa akan dapat mengembangkan intuisi yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  7. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menjadi seorang guru janganlah bersikap sombong yaitu merasa dapat membuat siswanya pandai, merasa telah memberikan semua ilmunya kepada siswa, merasa memiliki banyak kemampuan sehingga bersikap angkuh terhadap siswa. menjadi seorang guru sebaiknya menghargai siswa dan memberikan siswa kesempatan untuk dapat menemukan konsepnya sendiri dan tugas guru adalah sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  8. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dulu ketika saya masih duduk dibangku sekolah, saya selalu berpikiran bahwa tugas guru hanyalah menyampaikan ilmu pengetahuan saja. Namun ternyata tugas seorang guru sangatlah berat, tugas seorang guru sangatlah banyak. Selain mengajar, guru harus mampu membimbing, mendidik, mengawasi, menasehati, dan bahkan menghukum siswa. Peran guru untuk memfasilitasi siswa sesuai dengan porsinya sangat penting.

    ReplyDelete
  9. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Seorang guru berkewajiban untuk memberikan ilmu dengan memperhatikan kemampuan dan kebutuhan siswa agar potensi dalam diri siswa dapat berkembang secara optimal.GDalam upaya mengembangkan potensi siwa guru harus mengerti batas-batas seorang guru agar tindakannya tidak berlebihan dan tujuannya dapat tercapai. Menyeimbangkan antara kebutuhan siswa dan kemampuan guru adalah tindakan paling tepat.

    ReplyDelete
  10. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam mengemban tugasnya ini, guru hendaknya tidak hanya bertindak sebagai pendidik juga bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Siswa dibiarkan untuk menemukan dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan tujuan pembelajaran diantaranya membimbing, mendidik, mengawasi, menasihati, membekali, mewajibkan, dan bahkan menghukum demi kepentingan siswa itu sendiri. Semua itu dilakukan untuk menjadikan siswa agar jauh lebih baik. Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran di mana guru merupakan agen perubahan untuk dapat mengubah pendidikan yang ada di negara ini agar menjadi lebih baik lagi. Baik atau tidaknya proses pembelajaran akan begitu menentukan nasib siswa pada khususnya dan untuk bangsa pada umumnya. Oleh karenanya, sebagai calon guru atau pun yang telah menjadi seorang guru perlulah mereka untuk senantiasa belajar dan mengevaluasi diri.

    ReplyDelete
  11. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tugas menjadi seorang guru memang tidak hanya mengajar atau memberikan rumus-rumus. Tetapi menjadi seorang guru juga harus mampu mendidik siswa, membimbing, mengawasi, menasihati. Ini menjadi catatan penting bagi saya sebagai calon pendidik. Membuat saya menjadi lebih serius lagi bahwa mejadi guru itu tidaklah mudah seperti yang difkirkan seorang siswa saat diajar oleh guru.

    ReplyDelete
  12. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada bagian nyanyian akar dan rumpt di dalam elegi di atas menjelaskan tentang bagaimana seorang gur yang seharusnya dilakukan. Guru memang membimbing siswa agar menjadi pandai, tetapi jangan samai siswa tergantung terhadap gurunya, siswa sebaiknya bisa mengembangkan apa yang ia miliki. Selain itu juga guru memang membekali siswa dengan ilmu – ilmu dan pengetahuan, tapi janganlah menganggap dengan ilmu dan pegetahuan yang engkau miliki menjadikanmu sombong dan takabur, merasa lebih dari siswamu. Begitu dengan kalimat dalam nyanyian tersebut.

    ReplyDelete
  13. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tiadalah guru yang bisa menggapai batsanya, menurut saya maksudnya adalah tidak ada guru yang sempurna. Sebaik – baik guru mampu mengajar dengan baik, tetap saja selalu ada kelemahan. Karena manusia itu penuh dengan keterbatasan. Namun janganlah berkecil hati, lebih baik tawadu’ dengan kodrat dan iradat-Nya dengan cara sellau berikhtiar untuk menggapai batas.

    ReplyDelete
  14. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam percakapan yang terjadi antara orang tua berambut putih dan guru menggapai batas, terdapat hal tersirat yang mengajarkan saya bahwa dalan menggapai ilmu jangan berlebihan, lakukan sesuai batas yang kamu miliki karena itu dapat menjadikan dirimu sombong dengan ilmu yang kamu miliki.

    ReplyDelete
  15. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Yang dapat saya ambil dari elegi di atas, kita harus menemukan batas-batas diri kita berdasarkan pengalaman dan berdoa kepada Allah agar kita dapat mengikuti naluri dan intuisi kita. Jika naluri dan intuisi yang tidak berdasarkan pengalaman dan doa yang khusyuk maka kemungkinan besar naluri dan intuisi kita malah menjadikan diri kita semakin jatuh kedalam jurang mitos-mitos.

    ReplyDelete
  16. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sesungguh-sungguhnya batas seorang guru adalah ketulusan dan keikhlasan. Ketulusan untuk senantiasa menemani perkembangan peserta didiknya, keikhlasan dalam melawan segala aral yang menghadap untuk menggapai tujuan mulianya.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Guru merupakan tugas yang mulia, tidak hanya dokter yang mampu menyelamatkan nyawa seseorang, guru juga mampu menyelamatkan masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik. Banyak guru yang mampu menginspirasi murid-muridnya untuk mengharumkan negara ini melalui beberapa bidang seperti bidang akadmeik dan olahraga. Guru yang berkualitas mempunyai batasan-batasan dalam mengajarnya. Batasan bukan berarti mengekang inovasi yang dibuatnya melainkan batasan inilah yang akan membawa guru lebih disiplin dalam mendidik putra putrinya untuk mampu bersaing dengan negara lain.Ilmu diperoleh guru berdasrkan keteguhan hati dan iman serta taqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Guru adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan membantu untuk menransfer pengetahuan itu. Hanya saja bentuk formal dari guru adalah guru yang berada di kelas. Profesi guru itu tidaklah mudah, karena selain harus mempunyai ilmu pengetahuan, guru harus bisa menransfernya pada siswa. Biasanya permasalahan yang sering muncul adalah proses transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Karena memang karakter guru dengan siswa itu berbeda, siswa dengan siswa pun berbeda, maka akan muncul banyak pandangan. Tetapi di sisi lain, guru merupakan tugas mulia, karena dia mendapatkan ilmu pengetahuan, kemudian menyampaikannya kepada orang lain. Ketika orang lain itu juga menyampaikan ke orang lain dan seterusnya, maka guru turut berjasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan dari sisi pahala, itu adalah pahala yang tidak pernah putus, karena akan selalu digunakan dan disampaikan ke orang lain.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi seorang guru menggapai batas menjelaskan tentang bagaimana seorang guru itu sendiri. Menjadi guru tidaklah mudah. Profesi guru sangat banyak diminati karena jam kerjanya yang tidak memberatkan dan honornya yang menggiurkan apabila sudah professional. Akan tetapi menjadi guru sangatlah berat, karena guru memiliki tanggung jawab yang begitu besar, yaitu mencerdaskan siswa-siswanya, membimbing dan membangun karakter siswa sehingga menjadi siswa yang bertaqwa dan berguna bagi Bangsa dan Agama.

    ReplyDelete
  20. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tugas seorang guru bukan hanya menjadi seorang pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, fasilitator, sekaligus motivator siswa. Sehingga, guru tidak hanya memberikan atau mentransfer ilmu saja melainkan juga memberikan dukungan, penguatan, nasehat dll. Setiap guru memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga sangat beragam dan berbeda pembelajaran yang digunakan oleh masing-masing guru karena disesuaikan juga dengan kompetensi, keadaan kelas, dan keadaan siswa yang dihadapi. Tetapi kita juga haruslah ingat bahwa guru hanyalah manusia yang tentunya tak luput dari salah dan keterbatasan, maka seorang guru pun pasti ada keterbatasan dalam mengelola kelas ketika pembelajaran berlangsung, sehingga ada potensi bahwa guru tersebut akan melakukan sebuah kesalahan, namun guru yang bijak pasti akan terus belajar dari kesalahan atau kekurangannya untuk lebih baik lagi, sehingga wawasan dan pandangan guru akan semakin luas dan terbuka mengenai pendidikan.

    ReplyDelete
  21. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Guru dalam bahasa jawa sering kita mendengar bahwa, “guru : di gugu lan ditiru” yang dalam bahas Indonesia artinya adalah dipercaya dan di contoh. Guru merupakan seseorang yang mengajarkan suatu ilmu. Selain siswa, faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru. Guru sangat berperan penting dalam menciptakan kelas yang komunikatif. Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Meskipun tidak ada sesuatu yang sempurna, dan pasti memilki keterbatasan seperti yang dilas dalam Elegi di atas, akan tetapi seorang guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bekal pengetahuan bagi anak didiknya agar mampu melangkah ke depan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  22. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kali ini guru. Oh bukan, maksut saya, guru lagi. Guru, betapa mulianya keberadaan mereka. Guru, betapa kuatnya pengakuan alam atas kehidupannya. Guru, betapa hebatnya caramu bertahan hidup dan memberikan hidup. Wahai guru, pak, bu.

    Dari elegi ini, pikiran saya teraduk-aduk, makin berkecamuk. Ini tentang guru. Secara formal profesi, saya bukan guru. Tapi tunggu, elegi ini bukan hanya tentang guru, tapi kehidupan. Begitu ku menerjemahkannya.

    Aku tertunduk, malu, betapa aku belum fasih memahami betapa hidup adalah terjemah dan menterjemahkan. Inginku menangis, betapa ketidakpahamanku betapa hidup itu bertalian erat dengan konsep ruang dan waktu. Aku menangis, betapa ku sadar, ternyata.... ternyata ketika ku berusaha menggapai kesempatan, aku pernah menutup kesempatan seorang atau bahkan ber-orang lainnya. Mohon ampun Ya Tuhan.

    "Aku dan kau adalah sama juga yaitu menterjemahkan dan diterjemahkah. Itulah sebenar-benar hidup di dunia. Maka agar kau sukses dalam mendidik siswa-siswamu, sinergis tali-temalikanlah dirimu dengan mereka untuk bersama sama saling menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dimensi ruang dan waktu"

    ReplyDelete
  23. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca elegi tersebut, bahwa tiadalah seorang guru bermaksud memberikan keburukan bagi siswanya. Namun seorang guru harus tahu dengan batas-batasnya, bagaimana caranya agar peserta didik menjadi pusat pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi berarti karena mereka mendapat pengalaman belajar.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Guru harus berusaha menggapai batas pikirannya dengan terus menerus belajar hingga tidak dapat lagi mempertanyakan ilmunya. Guru perlu memahami batas membimbing siswa, batas menjadi fasilitator siswa, batas memotivasi siswa, dan lain sebagainya. Siswa tetap harus mendapatkan kesempatan yang luas dalam membangun pengetahuannya. Namun, sesungguhnya tiadalah manusia yang mampu menggapai batas, yang ada ialah bahwa kodrat manusia adalah berusaha untuk menggapai batas.

    ReplyDelete
  25. Gina Sasmita Pratama
    S2 P.Mat A 2017

    Guru adalah dewa bagi anak muridnya. Benarlah kalimat di atas yang mengatakan bahwa agar sukses dalam mendidik siswa, tali-temalikanlah dirimu dengan mereka untuk bersama sama saling menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dimensi ruang dan waktu. Tetapi yang harus diperhatikan oleh seorang guru ialah guru harus mengetahui batas-batas dalam memotivasi, membimbing, mengawasi, membekali, menasehati, menghukum, dan mewajibkan siswa-siswanya. Jangan sampai sikap-sikap pedagogik guru yang melampaui batas malah akan menjadi bumerang bagi siswa, yakni siswa akan bersikap kontradiktif dari yang diharapkan. Misalkan niat awal ingin memotivasi malah menjadikan siswa lemah inisiatifnya, niat hati ingin membimbing telah menjadikannya tergantung dan tak berdaya, dan sifat-sifat kontradiktif yang lain. Karena sesungguhnya, sebenar-benarnya kita sedang berada dalam perbatasan.

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Segala sesuatu tentu ada batasnya. Begitu pula segala usaha yang dilakukan seorang pendidik selalu dengan niat untuk meningkatkan kemampuan dan karakteristik murid-muridnya. Namun bagaimana respon murid terhadap usaha tersebut adalah di luar batas pendidik. Hal yang bisa diupayakan pendidik adalah terus meningkatkan pengetahuan dan berserah diri kepada sang mahakuasa. Dengan terus belajar dan mendekatkan diri kepada Tuhan, pendidik mendapatkan rahmat dan petunjuk dalam mengerti batas-batas kemampuannya dan kemampuan murid-muridnya.

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Seorang guru diharuskan untuk mewujudkan tindakan pedagogik yaitu membimbing, mengawasi, membekali, menasehati mewajibkan, dan menghukum siswa untuk kepentingan siswanya. Oleh karena itu sebagai seorang guru janganlah menjadi guru yang mengajarnya hanya berdasarkan mitos yaitu guru yang mengajarkan untuk menghafalkan rumus saja tetapi tidak tahu makna dan cara memperoleh rumus tersebut, karena hal tersebut dapat menghilangkan jati diri siswa. Selain itu apabila pengetahuan hanya satu arah berdasarkan pengetahuan guru saja maka pengetahuan tersebut akan terbatas dan akan menjadi transenden yaitu segala jiwa, raga dan pikiran orang lain menjelma pada hati seseorang. Sehingga dibutuhkan keikhlasan untuk mengusir segala bentuk gangguan yang nantinya akan menghasilka pendidikan berkualitas.

    ReplyDelete
  28. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sebagai seorang guru harus mengerti batas-batas yang bisa kita lewati dan lalui dalam membelajarkan materi kepada siswa. Jangan sampai hakikat kita sebagai guru melanggar batas siswa dengan hakikatnya. Ketika itu terjadi maka yang ada siswa akan ketergantungan dan akan selalu berada di dalam bayang-bayang guru, itu merupakan suatu hal dimana guru akan menutupi hakikat siswa. Guru harus mendesain pembelajaran dimana siswa bisa berkreasi dengan naluri dan hakikatnya masing-masing sehingga bisa memiliki semangat untuk belajar.

    ReplyDelete
  29. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Terima kasih pak untuk tulisannya dalam elegi seorang guru menggapai batas. Elegi ini sangat bermanfaat bagi para calon pendidik seperti saya. Sebagai guru, memang sulit untuk menjadi guru yang baik bagi semua siswa-siswinya, akan tetapi hal itu bukanlah menjadi alasan seorang guru untuk terus berusaha menjadi guru yang baik. Setiap siswa-siswi memiliki karakteristik dan pendapat yang berbeda-beda, dan sebagai guru, kita harus dapat menghargai segala perbedaan itu dan berusaha untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Seorang guru hendaknya merefleksi diri, banyak belajar dari orang lain, dan sekitarnya agar mendapat banyak petunjuk dalam bertindak dan mengambil keputusan. Jangan pernah sekali-kali bersikap sombong dan merasa paling benar, karena kebenaran yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari postingan ini yang saya dapatkan yaitu bahwa setiap manusia itu punya batasnya, selain itu seorang guru juga harus mengetahui batasnya. Jika kita tidak mengetahui batas kita maka jangan harap bahwa Rahmat itu akan menghampiri kita. Maka, ketahuilah batasmu.

    ReplyDelete
  31. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Sungguh, aku sendiri juga belum tahu sejauh mana batas dalam diri ini. Ulasan di penghujung kalimat membuat diri ini semakin bertanya-tanya, tempat apakah yang membuat seseorang tidak dapat lagi bertanya. Berharap tulisan ini memiliki kelanjutannya.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Inilah yang mengungkapkan guru sebagai sebuah profesi dan guru yang menjadi passion sejati. Jadi guru itu gampang,jadi guru itu sulit, semua hanya tergantung persepsi masing-masing. Hanya ikhlas yang membuat seorang guru dapat menggapai batas itu.

    ReplyDelete
  33. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Guru sebagai pendidik tidak salah jika suatu saat mencapai batasnya. Namun yang harus dicermati bersama bahwa bagaimana menyikapi jika mencapai batas yang dimaksud. Karena seorang guru yang sudah mencapai batasnya cenderung akan mengalami penurunan performanya. Untuk itu batas yang dimaksud adalah pribadi sendirilah yang membuatnya. Oleh karena itu buatlah batas yang tidak terbatas, dan kembalikan lagi ke niat awal bahwa akan selalu istiqamah dalam mengajar dan mendidika siswa-siswa sehingga batas tersebut akan tersamar dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Keinginan seorang guru untuk mencerdaskan, memotivasi, membekali, mensehati semata-mata hanya untuk kebaikan siswanya. Namun ternyata segala kegiatan yang diniatkan untuk kebaikan siswa belum tentu berdampak baik untuk siswa dan bahayanya justru malah berdampak buruk. Setelah membaca elegi seorang guru menggapai batas, semua itu terjadi karena ternyata ada batasnya. Agar niat guru untuk memberikan yang terbaik bagi siswanya itu berdampak baik pula maka guru harus menggapai batas karena sebenar-benar ilmu adalah berada di batas. Untuk menggapai batas dengan selalu berikhtiar dan berdoa memohon kemudahan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Guru setelah menjadi guru sejatinya masih perlu untuk berguru. Untuk menggapaibatas yang dimaksud dalam elegi ini, memerlukan banyak usaha. Tak laintidak bukan adalah melalui tulisan, referensi, buku, dan juga ilmu guru tersebut. Jangan sampai ilmu yang diperoleh berakhir menjadi mitos. Usaha yang tidak membuahkan hasil. Namun usaha untuk mencapai batas pikiran itulah yang merupakan ilmu yang dimiliki. Sehingga kita harus berusaha untuk mencapai perbatasan tersebut.

    ReplyDelete
  36. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Guru adalah seorang yang dengan ikhlas mendidik, membimbing, mengarahkan dan memotifasi siswanya. Tidak hanya itu tugas guru yang lain berkaitan dengan sifat dan sikapnyapun adalah banyak sekali. Seperti yang kita tahu aspek yang harus dimiliki oleh guru yaitu profesionalitas, pedagogis, dan sikap yang secara bersinergi dalam diri seorang guru. Dan ketika berbicara tentang guru maka kata mulia patut disandangkan, namun dengan maksud guru yang benar-benar berdedikasi apa-apanya untuk siswanya. Karena ketika tidak maka kita akan bertemu dengan batas-batas yang membelenggu. Sehingga yang utama yaitu bagaimana untuk ikhlas dan ikhtiar. Dan dalam menggapai batas kebaikan yaitu dengan ikhtiar dan juga doa.

    ReplyDelete
  37. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih banyak prof. Marsigit atas ulasan di atas. Seperti sindiran tajam bagi kami para guru bahwa batas kita akan menjadi bayang-bayang batasan bagi siswa kita. Sungguh benar bahwa jangan sampai kita membeali mereka ilmu namun kita sombong dan tinggi hati serta menjadikan siswa kita lemah dan kita menganggapnya tidak bisa apapun. Jangan sampai kita bermaksud menasehati dan menggurui namun itu hanyalah sebenar-benar ambisi yang menyebabkan mereka hidup tidak bergairah, tidak bebas bergerak, bertindak, berpikir, berbicara, dan lain sebagainya. Sungguh apa yang menjadi batas kita bukanlah batas untuk siswa kita. Menggapai batas bagi kita bukanlah batas untuk siswa kita. Namun kita hanya diminta untuk fasilitator yang tidak otoriter terhadap murid kita, menjadikan mereka menggapai batas mereka masing-masing, dibalik niatan kita menjadikan mereka manusia yang lebih berkualitas dengan memberikan yang terbaik untuk kepentingan dan masa depan mereka, baik di dunia maupun akhirat. Maka iringilah setiap ikhtiar kita dengan berdoa dan memohon ampun kepada Allah swt, wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  38. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Menjadi guru bukanlah sebuah perkara yang mudah. menjadi guru tidak hanya sekedar mentransfer ilmu saja dan terkadanag guru yang hanya menggunakan metode ceramah atau istilahnya hanya mentransfer ilmu, mereka tidak meninjau lagi apakah ilmu yang ditransfer diserap kedalam pikiran siswa atau tidak. Guru yang baik adalah guru yang menempatkan dirinya sebagai fasilitator, karena dengan guru sebgai fasilitator, siswa dapat lebih aktif berpikir dan ilmu yang didapat lebih cepat diterima oleh siswa karena siswa itu sendiri yang lebih aktif menggunakan pikirannya. Memang bukan perkara yang mudah untuk menempatkan diri sebagai fasilitator, karena guru juga butuh persiapan yang matang. Butuh proses dan pemahaman yang baik mengenai bagaimana sebenar-benarnya menjadi seorang guru yang tidak membatasi pikiran mereka hanya karena pola pengajaran guru yang salah.

    ReplyDelete
  39. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Terkadang ketika menjadi guru, kita berusaha membimbing sebaik-baiknya dan sejelas-jelasnya agar siswa memahami apa yang kita sampaikan. Kitapun selalu berusaha membantu siswa jika mereka mempunyai banyak masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Tetapi terkadang kita tidak menyangka, terdapat suatu titik, yang mana usaha kita membimbing para siswa justru membuat siswa tergantung dan tidak berdaya. Itulah titik yang selanjutnya disebut titik batas. Kita harus menyadari sebatas apa kita membimbing siswa agar siswa tidak sampai terlalu bergantung dengan kita. Adakalanya kita melepaskan siswa dalam artian membiarkan siswa mencari jawaban sendiri, inquiry, atau diskusi mandiri, untuk melatih kemandirian mereka.

    ReplyDelete
  40. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Elegi ini sangat menginspirasi kami dengan tesis dan anti tesisnya. Dari elegi ini kami menyadari bahwa sesungguhnya apa yang menurut kami (sebagai seorang guru) merupakan pembelajaran yang terbaik ternyata belum tentu merupakan hal yang terbaik bagi siswa kami. Kami menyadari bahwa kami sering merasa memberikan banyak PR dan Tugas kepada siswa kami dengan alasan semata-mata demi kepentingan siswa sendiri, akan tetapi ternyata tugas dan PR yang kami berikan ternyata terlalu banyak, tanpa menyadari bahwa pada mata pelajaran yang lain mungkin terjadi hal yang sama. Karena beban tugas dan PR yang terlalu banyak tersebut akhirnya siswa “dibantu” oleh guru privatnya di rumah, dibantu disini maksudnya sebagian besar pemikiran dan pekerjaan adalah oleh guru privat tersebut sehingga siswa sendiri kurang paham atas materi pelajaran yang dijadikan PR tersebut. Sungguh kami merasa telah melakukan suatu kesalahan.

    ReplyDelete
  41. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. saya percaya bahwa, meskipun hati dan pikiran manusia itu dinamis, namun setiap manusia memiliki batasnya masing-masing. menjadi seorang guru adalah suatu pilihan yang hakiki. tugas menjadi seorang guru adalah tugas kemanusiaan. tanpa guru maka pendidikan tidak akan berjalan. tanpa pendidikan manusia tidak akan menjadi manusia dan tidak akan menunjukan sisi kemanusiannya. namun, ketika guru telah merasa lelah akibat kerja pikiran yang meguras energi, di situlah guru menggapai batasnya. namun yang harus dipahami adalah, batas-batas tersebut adalah manifestasi dari penyerahan diri kepada ilahi. di antara batas-batas tersebut ada rasa syukur kepada allah swt.

    ReplyDelete
  42. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Guru mengemban semua hal yang berhubungan dengan profesinya dan berinteraksi dengan siswa maupun teman sejawat. Tentu dalam menjalankan peran, khususnya dalam berinteraksi dengan siswa, mereka membutuhkan batasan-batasan tertentu. Secara garis besar dari elegi ini, semua tindakan yang dilakukan guru bersangkutan hendaknya mereflektif diri terlebih dahulu. Refleksi untuk memahami apakah siswa akan semakin baik atau semakin buruk dengan perlakuan yang diberikan oleh guru. Hal penting untuk diperhatikan adalh menciptakan kemandirian siswa, siswa harus dilepas sesuai minat, cara belajar, imajinasi masing-masing namun tetap dalam pantauan guru agar siswa tetap pada jalur yang benar.

    ReplyDelete
  43. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menjadi seorang guru yang baik memang bukan pekerjaan yang mudah tetapi berusaha untuk menjadi lebih baik adalah kewajiban, dan pada dasarnya mengajarkan kebaikan adalah kewajiban bagi setiap insan di dunia. Untuk mencapai titik tertinggi tidaklah mungkin, karena tidak ada batasan pada potensi manusia walaupun manusia makhluk yang serba terbatas dan yang tertinggi adalah milik Tuhan. Seorang guru hendaknya banyak belajar pada dirinya sendiri, oranag lain, lingkungan sekitar, alam semsesta dan isinya karena dari semua itu terdapat pelajaran dan banyak petunjuk.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Untuk dapat menggapai batas maka orang harus cerdas. Dan ciri-ciri orang cerdas adalah jika dia mampu mengendalikan dirinya secara proporsional. Ciri orang yang mampu menggapai batas dirinya adalah ketika seseorang dapat menyadari kalau dirinya banyak kekurangan dan kelemahan. Ketika orang bertanya tentang sesuatu yang dia tidak tahu, maka itulah batas dirinya. Dimana kita tahu bahwa kita ini adalah sangat terbatas, tidak semua hal kita mengetahui, tapi jika seseorang merasa dirinya serba tahu tentang apapun atau merasa dirinya tidak punya kekurangan maka dia tidak dapat menggapai batasnya.Sebagai contoh batas antara mampu dan tidak mampu adalah keraguan, jika kita menyadari akan keraguan dan kemudian kita bertanya maka kita telah berusaha untuk dapat menggapai batas diri.

    ReplyDelete
  45. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika

    Seorang manusia bersifat terbatas, termasuk seorang guru. Dengan sifat keterbatasannya tersebut, guru seringkali melakukan penyederhadaan terhadap kemampuan siswanya. Hal ini dapat dilihat melalui sistem penilain dimana nilai yang dikeluarkan hanya berupa angka-angka. Karena itulah dengan keterbatasan yang dimiliki guru ia harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak mendhalimi siswanya. Salah satunya dalam penilaian, guru dapat menggunakan portofolio dimana tidak hanya menilai hasil akhir tetapi juga menilai proses yang dilakukan siswa.

    ReplyDelete
  46. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sebagai seorang yang telah mempelajari matematika kita tidak boleh berbangga hati denga mengatakan bahwa kita hebat telah mampu memecahkan soal-soal matematika. Di balik itu semua tidaklah berarti ketika kita tidak mampu mengembangkan kemampuan matematika kita ke dalam suatu karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  47. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Guru adalah seorang manusia juga yang mempunyai sifat batasan karena ketidaksempurnaan. Tetapi guru selalu mencoba dan berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik agar muridnya bisa mendapatkan ilmu yang ia berikan walau ilmu yang ia miliki mungkin tak sebanyak dari yang siswa dapatkan. Seorang guru yang dikatakan berhasil adalah guru yang mampu mengubah siswa menjadi berguna bagi dirinya dan orang lain dalam kata lain mengubah siswa menjadi lebih baik. Guru mempunyai batasan dengan tidak semua hal yang ada itu dia tahu, sehingga guru bisa merefleksikan diri dan mengetahui letak batasannya itu.

    ReplyDelete
  48. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Guru itu ibarat orang tua siswa ketika di sekolah. Seorang guru pasti ingin yang terbaik untuk siswanya. Segala upaya pasti akan dilakukan guru agar siswa bisa sukses, tapi tetap selalu ada batas untuk segala hal, termasuk memberi bantuan kepada siswa apapun itu bentuknya. Jangan biarkan siswa bergantung, karena pda akhirnya siswa harus mandiri ketika beranjak dewasa.

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Batas antara guru dan siswa tidak lain dan tidak bukan adalah ilmunya. Namun, Jangan sampai niat baik yang hendak dilakukan ternyata menjadi salah karena tidak tahu batasan-batasannya. Guru berniat memberi motivasi yang malah melemahkan inisiatif siswa, berniat membimbing yang menjadikan ketergantungan, berniat menasehati dan mewajibkan yang menjadikan hilangnya gairah dan hati nurani. Guru tidak boleh memberikan atau melakukan sesuatu secara berlebihan melainkan harus mengetahui batasannya. Guru menutupi sifat-sifat siswa-siswanya

    ReplyDelete
  50. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Guru harus memahami psikologi belajar siswa sehingga tahu batas-batas siswa dalam belajar. Menurut vygotsky siswa jangan diberikan soal yang terlalu sulit sehingga tidak mampu mengerjakan, siswa juga jangan diberi soal terlalu mudah sehingga membuat mereka bosan. Tapi soal susah, sedang, dan mudahlah yang cocok diberikan kepada siswa. Disini guru harus memahami batas-batas kemampuan belajar matematika siswa.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Guru memang selalu mengharapkan yang terbaik bagi siswa-siswanya. Semua yang ia lakukan atas dasar keinginan menjadikan murid-muridnya agar mendapatkan atau menjadi yang terbaik. Namun niat baik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan cara yang baik. Banyak guru yang berniat baik namun caranya tidak baik pada akhirnya berujung tidak baik. Guru berniat membantu, membimbing siswa namun jika caranya salah justru berakibat pada siswa yang tidak mandiri.

    ReplyDelete
  52. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sebenar-benar ilmu adalah bertanya. Tanpa pertanyaan, ilmu tidak akan pernah ada. Salah satu ciri-ciri orang cerdas adalah orang yang selalu memiliki pertanyaan untuk memperoleh pengetahuan baru dan mampu mengendalikan dirinya secara proporsional. Ciri orang yang mampu menggapai batas dirinya adalah ketika seseorang dapat menyadari bahwa dirinya banyak memiliki kekurangan dan kelemahan. Sehingga tak sepantasnya kita sombong dengan apa yang sudah kita miliki karena sebenarnya kita juga memiliki kekurangan. Kekurangan itulah yang seharusnya dapat menjadikan kita menjadi manusia yang rendah hati.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  53. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa mengemban amanah sebagai guru itu merupakan amanah yang sangat mulia. Tidaklah ada seorang guru mempunyai tujuan yang buruk untuk siswanya. Kebaikan, kebaikan, dan kebaikan yang senantiasa diharapkan oleh guru kepada siswa-siswanya. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan semua itu diantaranya membimbing, mendidik, mengawasi, menasihati, membekali, mewajibkan, dan bahkan menghukum demi kepentingan siswanya. Semua itu dilakukan untuk menjadikan siswanya agar jauh lebih baik. Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran yang mana guru merupakan agen perubahan untuk dapat mengubah pendidikan yang ada di Negara ini agar menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kepuasan tertinggi seorang guru adalah ketika melihat murid-muridnya menjadi orang yang berhasil. Tetapi bukanlah guru yang baik apabila perbuatannya hanya semata-mata untuk mencari kepuasan. Karena hal yang demikian akan membuat guru menghalalkan segala cara untuk keberhasilan muridnya. Untuk mencapai titik tertinggi tidaklah mungkin, karena tidak ada batasan pada potensi manusia walaupun manusia makhluk yang serba terbatas dan yang tertinggi adalah milik Tuhan. Seorang guru hendaknya banyak belajar pada dirinya sendiri, orang lain, lingkungan sekitar, alam semesta dan isinya karena dari semua itu terdapat pelajaran dan banyak petunjuk. Jangan pernah sekali-kali kita merasa paling benar walaupun kita telah berbuat sesuatu yang terbaik, karena kebenaran bukan didatangkan dari diri kita, tapi milik Allah SWT

      Delete
  54. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ilmu pengetahuan berawal dari sebuah pertanyaan, tanpa pertanyaan maka tidak ada pengetahuan. Tingkat pengetahuan seseorang akan terefleksi dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Artinya jika sampai tidak memiliki pertanyaan, maka bisa jadi pengetahuan yang dimiliki tidak dicapai dengan doa dan ikhlas. Maka orang yang berpengetahuan apaun pertanyaannya akan menuju kebaikan.

    ReplyDelete

  55. Dari elegi ini juga dapat diambil pelajaran, bahwa sebenar-benar ilmu adalah isi hati manusia. Isi hati terwujudkan dalam tindakan dan perkataan. Isi hati tidak akan pernah dapat berbohonh, bahkan kepada dirinya sendiri. Seberapa hebat indra menilai suatu ilmu, maka tidak akan pernah menyentuh batasnya, karena hanya diri sendiri yang mampu menilai ilmunya.

    ReplyDelete
  56. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Guru merupaka profesi yang mulia. Memiliki tantang yang berat karena memiliki tujuan yang sangatlah besar. Guru harus sering mengevaluasi diri untuk terus dapar memperbaiki kinerjanya sendiri. Mulai dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran penunjang, proses penilaian, dan lain sebagainya. Karena setiap guru menginginkan semua siswanya dapat mencapai tujuan hdiup yang diinginkan. Maka sulit tantangan menjadi guru tanpa ada keterbukaan untuk terus menerus mencari ilmu dengan membaca maupun bertanya.

    ReplyDelete
  57. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Elegi diatas menggambarkan bahwa tugas seorang guru adalah sebagai jembatan bagi para siswa untuk mendapat ilmu. selanjutnya tergantung siswa itu sendiri apakah ia ingin melanjutkan ilmu yang diajarkan oleh gurunya atau tidak. inilah tugas seorang guru yaitu mengajarkan siswanya untuk terus berkembang dalam belajar dan memperoleh ilmu karena ilmu itu berkembang seiring berjalannya waktu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  58. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Guru sebagai pendidik tentunya memiliki banyak tugas dan tanggung jawab, karena tugas dan tanggung jawab itu dapat berupa menjadi fasilitator, sebagai pembimbing yang membantu siswa dalam menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuannya. Dalam mendidim siswa tentu saja guru memilki batasan-batasan karena manusia memang terbatas, namun batasan-batasan ini dapat bersifat relatif sesuai dengan pengetahuan dari manusia tersebut, sehingga diperlukannya pengembadangn diri dari guru agar batasan-batasan guru bisa lebih luas.

    ReplyDelete
  59. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tugas seorang guru adalah mengawasi muridnya tanpa murid itu sendiri merasa di awasi, membimbing tanpa muridnya merasa dibimbing. Sangat sulit menjadi seorang guru yang bisa mengajarkan anak didiknya mampu berpikir kritis dan memiliki spiritual yang kuat. Seorang guru adalah seseorang yang mau terus belajar dan memperbaiki kualitas dirinya.

    ReplyDelete
  60. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Selain itu, seorang guru dalam mengajar siswanya haruslah memiliki rasa ikhlas. Dulu saat saya menjadi seorang siswa sangat merasakan perbedaan antara guru yang mengajar saya dengan rasa ikhlas dengan guru yang mengajar saya hanya sebagai formalitas belaka untuk mendapatkan gaji. Guru yang mengajar dengan ikhlas, sang guru betul-betul membimbing kami para siswa agar kami memahami materi yang sedang kami pelajari. Oleh karena itu, benar yang dikatakan di atas bahwa dalam mengajar sangat dibutuhkan rasa ikhlas karena dengan rasa ikhlas itu segala macam halangan yang menghalangi ilmu dapat sampai ke siswa maka akan dapat terlewati.

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang itu hidup di dunia ini untuk mencari ilmu. Salah satu cara mencari ilmu selain membaca adalah mendengarkan dan juga bertanya. Pertanyaan seseorang itu akan mencerminkan tingkat kritis dari dirinya yang sesungguhnya. Karena jika seseorang yang memiliki ilmu maka akan memberikan pertanyaan yang berbobot. Namun sebaliknya jika orang yang tidak berlandaskan akan ilmu dalam bertanya, maka pertanyaan yang diajukan tersebut merupakan pertanyaan yang memang tidak perlu ditanyakan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Elegi di atas membuat saya menyadari bahwa seorang guru harus menjadi fasilitator bagi siswa mereka. Setiap siswa memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda, untuk itu sebagai seorang guru kita tidak boleh sombong sehingga guru bisa menangani semua perbedaan individu siswa. Kita juga harus menjadi guru yang cerdas yang mampu mengendalikan perasaan kita ketika mendidik siswa. Dan juga sebagai seorang guru, kita juga membutuhkan mentor yang berfungsi sebagai pembimbing kita karena ada ungkapan ungkapan " Man ta'allama bila syaikhin, fa syaikhuhu syaitoon " Orang yang belajar tanpa pembimbing maka pembimbingnya adalah setan. Untuk itu kita membutuhkannya agar tidak tersesat. Untuk itulah, kita juga harus menghargai mentor atau pembimbing kita.

    ReplyDelete
  63. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dari artikel tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa guru tidak dapat memaksa siswa mereka untuk melakukan sesuatu. Paradigmanya adalah bahwa guru harus memfasilitasi siswa dalam perjalanan untuk mengembangkan pengetahuan mereka. Jadi, pasti ada kepercayaan antara guru dan siswa. Guru yang baik adalah guru yang mampu memfasilitasi siswa mereka dengan baik. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan semua teknologi seperti TI seperti blog web sehingga kita bisa dengan mudah membuatnya di internet. Hal ini penting dilakukan karena siswa memiliki karakter yang berbeda dalam cara mendapatkan pengetahuan. Di SMP atau SMA itu penting untuk menggunakan lembar kerja siswa. Jika kita suka seperti itu, siswa dapat dengan bebas mengekspresikan pendapat mereka tanpa batasan kita. Kemudian siswa bisa belajar dengan bahagia.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Menjadi seorang guru adalah posisi yang mulia, jika dilakukan dengan ikhlas dan profesional, dalam istilah Prof. Marsigit, harus ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikir. jika dilakukan dengan tidak ikhlas, maka kemuliaan itu hanya pada profesinya bukan pada orang yang mengemban profesi tersebut. suatu posisi yang "mulia" mengemban tugas tanggung jawab yang berat, begitulah profesi seorang guru, memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup berat. kecuali bagi orang-orang yang ikhlas dan profesional.

    ReplyDelete
  65. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia serta tidak mudah dan tidak semua orang mampu melaksanakannya. Tidak ada guru yang menginginkan keburukan bagi siswanya sehingga guru akan melakukan usaha yang dianggap dapat memfasilitasi proses belajar siswanya. Namun perlu diingat bahwa niat baik tersebut jangan sampai berubah menjadi otoritas sehingga membunuh kreativitas dan intuisi siswa.

    ReplyDelete
  66. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017


    Assalamualaikum, wr.wb.
    Guru merupakan perkerjaan yang mulia. Akan tetapi menjadikannya benar-benar pekerjaan yang mulia bukanlah hal yang mudah. Banyak tuntutan dan tugas berat yang ada di pundak oleh seorang guru. Maka agar mampu menjadi guru yang mulia maka dalam melakukan tugas-tugasnya, seorang guru harus melaksanakannya dengan diawali dengan hati yang ikhlas, bertindak sesuai dengan hati dan nuraninya, tidak berdasarkan ego/keinginannya masing-masing.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  67. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ciri-ciri orang cerdas adalah jika secara proporsional mampu mengendalikan perasaanya. Perasaan adalah naluri dan intuisi, bukan nafsu, bukan ego ataupun sifat negatif. Dimana naluri dan intuisi sebagai seseorang yang telah merasa menemukan batasmu sebagai hasil pengalamanmu, yang didukung oleh pengetahuanmu serta doa-doamu. Dalam elegi ini memberikan arahan kepada seorang guru, ketika ingin mengetahui sesuatu dalam artian menggapai batas maka seorang guru haruslah berikhtiar yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah hijrah. Dimana segenap jiwa raga termasuk pikiran beserta diri menjelma menjadi hati. Maka disini, sebenar-benarnya ilmu adalah hati, sebenar-benarnya hidup juga hati. Tidak ada lagi diri, melainkan ikhlas, iman dan taqwa.

    ReplyDelete
  68. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel berjudul Elegi Seorang Guru Menggapai Batas yang telah Bapak share kepada kami. Menjadi seorang guru memang diwajibkan untuk menguasai materi, menguasai kelas, menguasai siswa. menguasai disini artinya guru dapat mengkondisikan siswa agar dapat mendengarkan dan memperhatikan guru ketika guru menjelaskan di depan kelas, menguasai mater artinya guru saat mengajar suatu materi harus mengetahui betul materi yang diajarkan agar tidak menimbulkan keraguan saat mengajar. Guru juga harus mempunyai kompetensi yang telah ditentukan, yaitu kompetensi pedagogik, profesionalisme, mempunyai kepribadian yang baik dan lainnya. Menjadi seorang guru adalah posisi yang mulia, jika dilakukan dengan ikhlas dan profesional, dalam istilah Prof. Marsigit, harus ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikir. jika dilakukan dengan tidak ikhlas, maka kemuliaan itu hanya pada profesinya bukan pada orang yang mengemban profesi tersebut. suatu posisi yang "mulia" mengemban tugas tanggung jawab yang berat, begitulah profesi seorang guru, memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup berat. kecuali bagi orang-orang yang ikhlas dan profesional.

    ReplyDelete
  69. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika

    Ciri-ciri orang cerdas adalah jika secara proporsional mampu mengendalikan perasaanya. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan pertanda bahwa ia sedang memulai ilmunya. Siswa bertanya berarti siswa sedang memulai ilmunya, menunjukkan siswa mau mebangun pengetahuannya. Jadilah guru yang profesional yang mampu menjadi fasilitator bagi siswa untuk membangun pegetahunannya, jawablah pertanyaan-pertanyaan siswa sehingga ia boleh memulai ilmunya. Sebenar-benarnya hidup adalah jika kamu masih mampu bertanya.

    ReplyDelete
  70. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Guru memiliki batas-batas ketika mengajar, maka janganlah berlebihan dalam membimbing siswa di dalam kelas. Jika guru melebihi batas yang seharusnya maka yang akan terlihat adalah sisi negatifnya. Seperti yang telah dijelaskan dalam elegi di atas yaitu ketika guru membimbing jangan-jangan malah membuat siswa tergantung dan tak berdaya, ketika guru mewajibkan suatu hal, jangan-jangan hal tersebut malah dirasa sebagai pemaksaan sehingga menyebabkan hilangnya nurani. Oleh karena itu, kontrol guru sangatlah penting agar tidak terjadi hal-hal yang negatif.

    ReplyDelete
  71. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Student center, itulah yang harus kita pegang saat ini. Kita sebagai seorang guru merupakan fasilitator bagi siswa-siswa kita untuk mendapatkan ilmu. Tugas sebagai guru pun tidak hanya sekedar transfer knowledge tapi juga membimbing, mengawasi, membekali, menasehati, mewajibkan dan kalau perlu menghukum demi kepentingan siswa. Sebagaimana kita tau, segala hal yang berlebihan tidak baik, oleh karena itu dalam menjalankan tugas-tugas tersebut seorang guru juga harus mengetahui batasannya agar tidak terlewat batas. pada intinya seorang guru harus memperhatikan kepentingan siswanya.

    ReplyDelete