Mar 8, 2011

Elegi Seorang Guru Menggapai Batas




Oleh: Marsigit

Mulialah hati, pikiran dan tindakan pedagogik guru, karena tiadalah seorang guru bermaksud memberikan keburukan bagi siswanya. Totalitasnya dia mengidamkan kebaikan dan keberhasilan bahkan keberhasilan tertinggi jika memang mungkin bagi siswanya. Maka hati, pikiran dan jiwanya menyatu menjadi motivasi yang kuat bahkan mungkin SANGAT KUAT untuk mewujudkan tindakan pedagogik : MEMBIMBING, MENGAWASI, MEMBEKALI, MENASEHATI, MEWAJIBKAN dan kalau perlu MENGHUKUM siswanya DEMI KEPENTINGAN SISWA.

Ketika rakhmat Nya menghampiri guru sedemikian hingga guru dengan sengaja atau tak sengaja menembus BATAS jiwanya sehingga memperoleh kesempatan MELIHAT DIRINYA dari tempat nun jauh secara mandiri maupun berbantuan orang atau guru atau nara sumber, maka adalah suatu tempat dimana BATAS ITU akan digapainya. Dalam batas itulah guru menemukan FATAMORGANA.
Atas fatamorgana itu maka terdengarlah nyanyian AKAR dan RUMPUT yang sayup-sayup sampai kira-kira bait-baitnya begini:

-Jangan jangan motivasimu yang sangat KUAT telah MELEMAHKAN INISIATIF nya, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEMBIMBING telah menjadikannya TERGANTUNG DAN TAK BERDAYA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENGAWASI telah menjadikannya mereka merasa menjadi makhluk yang memang selalu perlu diawasi dan dengan demikian identik dengan KEBURUKAN, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEMBEKALI telah menjadikanmu SOMBONG DAN TAKABUR serta menjadikannya RENDAH DIRI DAN TAK BERDAYA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENASEHATI adalah AMBISI DAN EGOMU yang menyebabkan mereka hidup TIDAK BERGAIRAH, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEWAJIBKAN adalah pertanda HILANGNYA NURANIMU sekaligus HILANGNYA NURANI MEREKA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENGHUKUM adalah SEMPITNYA HIDUPMU dan juga SEMPITNYA HIDUP MEREKA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu DEMI KEPENTINGAN SISWA adalah keadaan HAMPA TAK BERMAKNA atau bahkan MENYESATKAN, apakah itu batas yang kau cari?

Orang tua berambut putih datang dan berkata:

"ITULAH SEBENAR-BENAR BATAS YANG KAU CARI, DAN BATASMU TIDAK LAIN TIDAK BUKAN ADALAH BATAS MEREKA. ANTARA DIRIMU DAN MEREKA ITULAH SEBENAR-BENAR ILMUMU TENTANG DIRIMU DAN TENTANG DIRI MEREKA.
JIKA KAMU BELUM MENGETAHUI BATASMU JANGAN HARAP RAHMAT ITU DATANG MENGHAMPIRIMU KEMBALI, TETAPI JIKA TOH KAMU TELAH MENGETAHUI BATASMU MAKA ADALAH KODRAT NYA BAHWA KAMU MASIH HARUS BERJUANG MENGGAPAI RAHMATNYA.
NAMUN MAAF SAYA TELAH SALAH UCAP, KARENA SEBENAR-BENARNYA YANG ADA, ADALAH TIADALAH ORANG PERNAH DAN DAPAT MENGGAPAI BATASNYA. UNTUK ITU MARILAH KITA TAWADU' DENGAN KODRAT DAN IRADATNYA. TETAPI JANGAN SALAH PAHAM BAHWA IKHTIARMU MENGGAPAI BATASMU ADALAH JUGA KODRATNYA.AMIN YA ROBBIL ALAMIN"

Orang Tua berambut putih Beranjak Pergi Tetapi Guru Berusaha Menggapainya:

Guru menggapai batas:
Aduhai orang tua berambut putih yang telah bertitah dihadapanku..
Siapakah sebenarnya dirimu itu? Tunjukkanlah padaku wajah yang sebenar-benar wajahmu.
Aku sangat terharu mendengarkan titahmu. Masih bolehkah aku memohon titah-titahmu yang lain?
Orang tua berambut putih:
Tenang dan sabarlah. Ciri-ciri orang cerdas adalah jika secara proporsional mampu mengendalikan perasaanya. Dan aku melihat kamu bisa. Maka aku melihat bahwa kamu ternyata cerdas pula. Jika kamu merasa terharu maka sebetulnya aku merasa lebih terharu lagi. Jangankan mendengar teriakan dan tangismu, mendengar satu pertanyaanmu saja aku merasa tergetar dan terharu. Mengapa? Karena itu pertanda bahwa kamu sedang memulai ilmumu. Bukankah bertanya adalah juga karunia Tuhan? Maka ketika kamu mendengar pertanyaan murid-muridmu itu pertanda bahwa kamu sedang menjemput rakhmat Nya. Padahal aku mengerti bahwa kamu mempunyai tugas yang sangat mulia. Apa itu? Yaitu membuat para siswa-siswa mu kelak mampu bertanya pula. Bukankah jika siswamu mampu bertanya itu juga pertanda bahwa mereka telah merasa menemukan batasnya dan menggapai nuraninya kembali yang telah hilang terenggut. Jadi sebetulnya, sebenar-benar hidup adalah jikalau kamu masih mampu bertanya.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu sekarang aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu. Bolehkan aku selalu mengikutimu?
Orang tua berambut putih:
Pertanyaan yang hebat, tetapi saya mengkhawatirkan pertanyaanmu, karena pertanyaanmu terlalu mekanistis dan kekanak-kanakan. Perasaan harumu telah betul, artinya kamu sedang dalam proses melakukan komunikasi transenden? Apakah kamu tahu apa itu komunikasi transenden? Komunikasi transenden adalah komunikasi setelah pikiranmu. Apakah kamu tahu komunikasi setelah pikiranmu? Tidak lain tidak bukan adalah perasaanmu. Apakah perasaanmu itu? Itu bukan nafsumu, itu bukan egomu, itu bukan sifat negatifmu. Tetapi itu adalah naluri dan intuisimu. Maka ikutilah naluri dan intuisimu. Tetapi bukan sembarang naluri dan bukan pula sembarang intuisi. Naluri dan intuisimu sebagai seorang yang telah merasa menemukan batasmu sebagai hasil pengalamanmu, yang didukung oleh pengetahuanmu serta oleh doa-doamu.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu aku semakin mantap akan ikut denganmu.
Orang tua berambut putih:
Semakin mantap kamu ingin mengikutiku maka semakin mantap pula aku menolaknya. Karena jika kamu selalu mengikutiku maka kamu akan selalu tertutup oleh bayang-bayangku. Dan dengan demikian tiadalah sebetulnya hakekat dirimu itu. Jika kamu terlalu mengagung-agungkan bayanganku maka kamu akan menghadapi bahaya besar yaitu terperosok ke dalam ruang gelap di mana ilmu mu telah berubah menjadi mitosmu. Mitosmu adalah mitos tentang diriku. Ketahuilah bahwa musuhmu paling besar bagimu di dunia ini adalah mitos-mitosmu. Maka sungguhlah merugi bagi seorang guru yang mengajarnya hanya berdasarkan mitos-mitos. Bukankah sekedar hapal rumus tetapi tidak tahu maknanya itu juga merupakan mitos. Sekedar kagum tetapi tidak mampu berpikir kritis itu juga mitosmu. Maka kenalilah baik-baik musuhmu itu. Sedangkan bahaya paling besar di muka bumi ini adalah jika seseorang sangat menikmati kegiatannya menutupi jati diri orang lain dengan bayangannya. Apakah kamu juga menginginkan agar murid-muridmu selalu mengejar dan berlindung di bawah bayang-bayangmu. Bukankah hal yang demikian sebetulnya menghilangkan jati diri mereka dan dengan demikian kamu telah berbuat dholim kepadanya. Ingatlah bahwa tiadalah orang selalu dapat bersama dengan semua sifat-sifat dan miliknya. Hanya sifat dan milik tertentu saja yang Tuhan perkenankan untuk selalu mendampingimu kelak sampai ke akhir jaman. Kata orang bijak itulah amal dan perbuatanmu. Jadi keunikanmu itu adalah hargamu. Hanya dirimu sendirilah yang mempertanggungjawabkan perbuatanmua.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu siapakah sebenarnya kau dan dimanakah kau itu?
Orang tua berambut putih:
Aku sendiri sulit mendefinisikan diriku sendiri. Kadang-kadang aku adalah bacaanmu, kadang-kadang aku adalah referensimu, kadang-kadang aku adalah gurumu, kadang-kadang aku adalah pertanyaamu, kadang-kadang aku adalah pikiranmu, kadang kadang aku adalah pikiran gurumu dan kadang-kadang aku adalah gurumu. Tetapi aku bisa menjelma menjadi paradigma, menjadi teori, menjadi filsafat da menjadi cita-citamu. Maka untuk memahamiku tidaklah cukupkamu hanya menggunakan satu metode saja. Terlibatlah secara sinergis tali temali dengan ku dan juga dengan murid-muridmu. Berlandaskan keteguhan hati dan iman dan taqwa kepada Alloh ya Robbi.
Guru menggapai batas:
Aku bingung. Siapakah kau dan dimanakah kamu berada?
Orang tua berambut putih:
Kadang-kadang aku adalah kau juga. Kadang-kadang aku menyerupai dosenmu. Tetapi jika kamu ingin melihat wajahku yang sebenarnya maka tengoklah pada akal dan pikiranmu. Tempat tinggalku adalah di batas pikiranmu. Usahamu menggapai batas pikiranmu itulah sebenarnya aku. Padahal kita tahu bahwa batas pikiranmu itulah sebenar-banarnya ilmumu. Jadi aku tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah ilmumu. Aku dan kau adalah sama juga yaitu menterjemahkan dan diterjemahkah. Itulah sebenar-benar hidup di dunia. Maka agar kau sukses dalam mendidik siswa-siswamu, sinergis tali-temalikanlah dirimu dengan mereka untuk bersama sama saling menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dimensi ruang dan waktu. Bagaikan bola dunia yang berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari. Gerakanmu dan gerakan mereka yang kokoh, kuat dan stabil seakan tenang sunyi dan hening, padahal sangat ramai di dalamnya. Itulah sifat black-hole yang mempunyai energi yang sangat besar dan mampu menarik segalanya yang ada disampingnya, yang ada dalam penglihatannya, yang ada dalam pergaulannya, yang ada dalam doa-doanya. Di situlah kamu sudah dapat dikatakan berada dalam kedudukan sistemik melakukan hijrah inovasi pendidikan. Inovasi pendidikan jika didukung oleh semua orang yang sadar dengannya maka dia ibarat black-hole tersebut. Maka jadikanlah bahwa dirimu tidak lain tidak bukan adalah inovasi itu sendiri. Katakan bahwa aku adalah inovasi. Maka sebenar-benar diriku, Orang Tua Berambut Putih, tidak lain tidak bukan adalah inovasi. Ketahuilah bahwa bumi tidak hanya berputar pada porosnya, tetapi bergerak mengelilingi matahari. Itulah kodrat Nya. Jadi untuk mengetahuiku kamu harus berikhtiar. Apakah ikhtiar itu? Tidak lain tidak bukan adalah hijrah. Maka sebetul betulnya hidup adalah hijrah, disadari maupun tidak engkau sadari. Bukankah para Nabi telah mengajarkanmu apa itu dan bagaimana hijrah. Hijrahlah dalam doa, karena kita dapat juga katakan bahwa sebenar-benar hidupmu adalah doamu. Itulah sebetulbetulnya tujuan bagi semua manusia di dunia yaitu kebahagiaanmu didunia dan akhirat, jikalau dia telah mentransformir dirinya menjadi doa kepada Mu Ya Alloh Ya Robbi. Amien.
Guru menggapai batas:
Aku ingin menangis.
Orang tua berambut putih:
Boleh. Karena tangisanmu adalah tulisanmu, referensimu, bukumu dan juga ilmumu. Namun janganlah kamu terbuai dengan tangisanmu, karena tangisanmu hanyalah sebagian dari hidupmu. Lebih banyak lagi hal-hal yang perlu kamu pikirkan. Sebagai orang cerdas maka kamu ku tantang dapatkah menangis sambil memikirkan hal-hal yang lain? Bukankah kita maklum bahwa setinggi-tinggi ilmu adalah ikhlas dan mengingat Tuhan. Maka setinggi-tinggi amal perbuatanmu adalah selalu ikhlas dan dalam keadaan mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun, dalam keadaan bercakap, dalam keadaan duduk, bahkan dalam keadaan menangis atau tidur sekalipun.
Guru menggapai batas:
Saya telah memperoleh terang yang luar biasa guruku. Dan sekarang saya iklhas berpisah dengan mu. Dan saya akah kembali pulang bertemu dengan keluarga untuk berjuang meningkatkan pendidikan matematika lebih bernurani.
Orang tua berambut putih:
Jika kau sebut aku sebagai gurumu maka itu adalah diriku yang lain. Sekali lagi aku khawatir tentang klaimmu bahwa kau telah memperoleh terang yang luar biasa. Jangan-jangan itu kesombonganmu. Karena klaim sekecil apapun tidak luput dari kesalahan. Mengapa? Itulah sifat terbatas manusia, dan sifat tak terbatas hanyalah milik Tuhan. Padahal kesombongan adalah dosa pertama dan dosa paling besar. Tetapi tidak. Saya melihat bahwa kamu tadi adalah spontan dan murni. Spontan, murni, orisinalitas dan tak berprasangka buruk adalah modal utama memperoleh ilmu. Tetapi maaf karena kalimatku yang terakhir itu juga adalah klaim ku. Jadi aku juga terancam kesombongan. Maka ighstifar adalah satu-satunya solusi. Alhamdullilah. Mudah-mudahan kita semuanya ikhlas. Jika terpaksa aku mengucapkan good bye, maka itu juga diriku yang lain. Jika aku teruskan ucapanku aku khawatir dituduh tidak sadar ruang dan waktu. Tiadalah ada sebenar-benarnya perpisahan itu bagi orang-orang beriman. Beterbaranlah dimuka bumi ini dan menjadilah pahlawan pendidikan. Tetapi ingatlah bahwa pahlawan bukannya seorang jendral yang memenangkan perang dimedan laga. Tetapi seorang hamba yang berilmu. Namun janganlah pernah mengklaim diri sebagai pahlawan, biarkan akar rumput yang menyanyikannya. Maka aku juga kurang begitu nyaman jika ada guru menyanyikan dirinya sebagai pahlawan. Selamat berjuang. Maafkan segala kekhilafanku. Semoga berhasil. Amien

Guru Menggapai Batas Ternyata Masih Mengejarnya:

Tunggu dulu guru, masih ada satu lagi pertanyaanku. Temanku mengatakan bahwa untuk menjadi guru yang baik, tentunya membutuhkan proses dan bimbingan. Dia mengatakan bahwa sesuai ungkapan " Man ta'allama bila syaikhin, fa syaikhuhu syaitoon " Orang yang belajar tanpa pembimbing maka pembimbingnya adalah setan. Maka jika guru meninggalkan ku aku khawatir muncul sifat - sifat setan yang mengajak pada perilaku yang tidak diridloi oleh Allah SWT.

Orang Tua Berambut Putih Bersedia Menghantar Sampai Batas:

Jangan salah paham, sudah saya katakan bahwa yang mengucapkan good-bye adalah diriku yang lain. Sedangkan diriku yang lain lagi senyata-nyatanya selalu bersamamu kamanapun kamu pergi. Panggilah aku dengan pertanyaanmu, karena aku tidak lain tidak bukan adalah pertanyaanmu. Dan pertanyaanmu adalah pengetahuanmu. Tetapi hendaklah kamu belajar agar mengerti batas-batas sampai di mana aku bisa bersamamu. Aku selalu bersamamu sampai kamu tidak bisa lagi “bertanya”. Karena sesungguh-sungguhnya segala macam pertanyaanmu itu tidak bisa berada diluar pikiranmu. Padahal aku mengerti bahwa pikiranmu bersifat terbatas, dan batasnya tidak lain tidak bukan adalah diriku. Sekali lagi aku ingatkan bahwa disinilah kamu mulai masuk alam transenden, dimana segenap jiwa ragamu termasuk pikiranmu beserta diriku menjelma kedalam hatimu. Maka disini, sebenar-benar ilmumu adalah hatimu. Sebenar-benar hidupmu adalah juga hatimu. Dan juga tidak ada lagi diriku. Yang ada adalah ikhlas, iman dan taqwa mu. Maka untuk bertemu Tuhan mu tidaklah cukup hanya dengan pikiranmu dan tidaklah cukup juga mengandalkan diriku, tetapi hatimu yang ikhlas itulah yang akan menuntunmu. Ketika kamu semakin dekat dengan Tuhan mu, maka tidaklah kamu memerlukan "pertanyaan". Keikhlasan yang dibimbing Tuhan mu itulah yang akan mampu mengusir setan dan Jin bertanduk tujuh. Itulah setinggi-tinggi tujuan hidup, yaitu dihampiri rakhmat Nya. Jikalau Tuhan telah berkenan menghampirimu, maka kemanapun kamu memandang, adalah rakhmat dan karunia Nya yang ada di situ. Itulah sebenar-benar makna pendidikan kualitas kedua, ketiga, dst. Baiklah kalau begitu marilah kau kuhantarkan sampai tempat di mana kamu tidak bisa lagi “bertanya”. Amien ya robbal alamin.

26 comments:

  1. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Guru mengemban semua hal yang berhubungan dengan profesinya dan berinteraksi dengan siswa maupun teman sejawat. Tentu dalam menjalankan peran, khususnya dalam berinteraksi dengan siswa, mereka membutuhkan batasan-batasan tertentu. Secara garis besar dari elegi ini, semua tindakan yang dilakukan guru bersangkutan hendaknya mereflektif diri terlebih dahulu. Refleksi untuk memahami apakah siswa akan semakin baik atau semakin buruk dengan perlakuan yang diberikan oleh guru. Hal penting untuk diperhatikan adalh menciptakan kemandirian siswa, siswa harus dilepas sesuai minat, cara belajar, imajinasi masing-masing namun tetap dalam pantauan guru agar siswa tetap pada jalur yang benar.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menjadi seorang guru yang baik memang bukan pekerjaan yang mudah tetapi berusaha untuk menjadi lebih baik adalah kewajiban, dan pada dasarnya mengajarkan kebaikan adalah kewajiban bagi setiap insan di dunia. Untuk mencapai titik tertinggi tidaklah mungkin, karena tidak ada batasan pada potensi manusia walaupun manusia makhluk yang serba terbatas dan yang tertinggi adalah milik Tuhan. Seorang guru hendaknya banyak belajar pada dirinya sendiri, oranag lain, lingkungan sekitar, alam semsesta dan isinya karena dari semua itu terdapat pelajaran dan banyak petunjuk.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Untuk dapat menggapai batas maka orang harus cerdas. Dan ciri-ciri orang cerdas adalah jika dia mampu mengendalikan dirinya secara proporsional. Ciri orang yang mampu menggapai batas dirinya adalah ketika seseorang dapat menyadari kalau dirinya banyak kekurangan dan kelemahan. Ketika orang bertanya tentang sesuatu yang dia tidak tahu, maka itulah batas dirinya. Dimana kita tahu bahwa kita ini adalah sangat terbatas, tidak semua hal kita mengetahui, tapi jika seseorang merasa dirinya serba tahu tentang apapun atau merasa dirinya tidak punya kekurangan maka dia tidak dapat menggapai batasnya.Sebagai contoh batas antara mampu dan tidak mampu adalah keraguan, jika kita menyadari akan keraguan dan kemudian kita bertanya maka kita telah berusaha untuk dapat menggapai batas diri.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika

    Seorang manusia bersifat terbatas, termasuk seorang guru. Dengan sifat keterbatasannya tersebut, guru seringkali melakukan penyederhadaan terhadap kemampuan siswanya. Hal ini dapat dilihat melalui sistem penilain dimana nilai yang dikeluarkan hanya berupa angka-angka. Karena itulah dengan keterbatasan yang dimiliki guru ia harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak mendhalimi siswanya. Salah satunya dalam penilaian, guru dapat menggunakan portofolio dimana tidak hanya menilai hasil akhir tetapi juga menilai proses yang dilakukan siswa.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sebagai seorang yang telah mempelajari matematika kita tidak boleh berbangga hati denga mengatakan bahwa kita hebat telah mampu memecahkan soal-soal matematika. Di balik itu semua tidaklah berarti ketika kita tidak mampu mengembangkan kemampuan matematika kita ke dalam suatu karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  6. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Guru adalah seorang manusia juga yang mempunyai sifat batasan karena ketidaksempurnaan. Tetapi guru selalu mencoba dan berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik agar muridnya bisa mendapatkan ilmu yang ia berikan walau ilmu yang ia miliki mungkin tak sebanyak dari yang siswa dapatkan. Seorang guru yang dikatakan berhasil adalah guru yang mampu mengubah siswa menjadi berguna bagi dirinya dan orang lain dalam kata lain mengubah siswa menjadi lebih baik. Guru mempunyai batasan dengan tidak semua hal yang ada itu dia tahu, sehingga guru bisa merefleksikan diri dan mengetahui letak batasannya itu.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Guru itu ibarat orang tua siswa ketika di sekolah. Seorang guru pasti ingin yang terbaik untuk siswanya. Segala upaya pasti akan dilakukan guru agar siswa bisa sukses, tapi tetap selalu ada batas untuk segala hal, termasuk memberi bantuan kepada siswa apapun itu bentuknya. Jangan biarkan siswa bergantung, karena pda akhirnya siswa harus mandiri ketika beranjak dewasa.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Batas antara guru dan siswa tidak lain dan tidak bukan adalah ilmunya. Namun, Jangan sampai niat baik yang hendak dilakukan ternyata menjadi salah karena tidak tahu batasan-batasannya. Guru berniat memberi motivasi yang malah melemahkan inisiatif siswa, berniat membimbing yang menjadikan ketergantungan, berniat menasehati dan mewajibkan yang menjadikan hilangnya gairah dan hati nurani. Guru tidak boleh memberikan atau melakukan sesuatu secara berlebihan melainkan harus mengetahui batasannya. Guru menutupi sifat-sifat siswa-siswanya

    ReplyDelete
  9. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Guru harus memahami psikologi belajar siswa sehingga tahu batas-batas siswa dalam belajar. Menurut vygotsky siswa jangan diberikan soal yang terlalu sulit sehingga tidak mampu mengerjakan, siswa juga jangan diberi soal terlalu mudah sehingga membuat mereka bosan. Tapi soal susah, sedang, dan mudahlah yang cocok diberikan kepada siswa. Disini guru harus memahami batas-batas kemampuan belajar matematika siswa.

    ReplyDelete
  10. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Guru memang selalu mengharapkan yang terbaik bagi siswa-siswanya. Semua yang ia lakukan atas dasar keinginan menjadikan murid-muridnya agar mendapatkan atau menjadi yang terbaik. Namun niat baik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan cara yang baik. Banyak guru yang berniat baik namun caranya tidak baik pada akhirnya berujung tidak baik. Guru berniat membantu, membimbing siswa namun jika caranya salah justru berakibat pada siswa yang tidak mandiri.

    ReplyDelete
  11. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sebenar-benar ilmu adalah bertanya. Tanpa pertanyaan, ilmu tidak akan pernah ada. Salah satu ciri-ciri orang cerdas adalah orang yang selalu memiliki pertanyaan untuk memperoleh pengetahuan baru dan mampu mengendalikan dirinya secara proporsional. Ciri orang yang mampu menggapai batas dirinya adalah ketika seseorang dapat menyadari bahwa dirinya banyak memiliki kekurangan dan kelemahan. Sehingga tak sepantasnya kita sombong dengan apa yang sudah kita miliki karena sebenarnya kita juga memiliki kekurangan. Kekurangan itulah yang seharusnya dapat menjadikan kita menjadi manusia yang rendah hati.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa mengemban amanah sebagai guru itu merupakan amanah yang sangat mulia. Tidaklah ada seorang guru mempunyai tujuan yang buruk untuk siswanya. Kebaikan, kebaikan, dan kebaikan yang senantiasa diharapkan oleh guru kepada siswa-siswanya. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan semua itu diantaranya membimbing, mendidik, mengawasi, menasihati, membekali, mewajibkan, dan bahkan menghukum demi kepentingan siswanya. Semua itu dilakukan untuk menjadikan siswanya agar jauh lebih baik. Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran yang mana guru merupakan agen perubahan untuk dapat mengubah pendidikan yang ada di Negara ini agar menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kepuasan tertinggi seorang guru adalah ketika melihat murid-muridnya menjadi orang yang berhasil. Tetapi bukanlah guru yang baik apabila perbuatannya hanya semata-mata untuk mencari kepuasan. Karena hal yang demikian akan membuat guru menghalalkan segala cara untuk keberhasilan muridnya. Untuk mencapai titik tertinggi tidaklah mungkin, karena tidak ada batasan pada potensi manusia walaupun manusia makhluk yang serba terbatas dan yang tertinggi adalah milik Tuhan. Seorang guru hendaknya banyak belajar pada dirinya sendiri, orang lain, lingkungan sekitar, alam semesta dan isinya karena dari semua itu terdapat pelajaran dan banyak petunjuk. Jangan pernah sekali-kali kita merasa paling benar walaupun kita telah berbuat sesuatu yang terbaik, karena kebenaran bukan didatangkan dari diri kita, tapi milik Allah SWT

      Delete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ilmu pengetahuan berawal dari sebuah pertanyaan, tanpa pertanyaan maka tidak ada pengetahuan. Tingkat pengetahuan seseorang akan terefleksi dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Artinya jika sampai tidak memiliki pertanyaan, maka bisa jadi pengetahuan yang dimiliki tidak dicapai dengan doa dan ikhlas. Maka orang yang berpengetahuan apaun pertanyaannya akan menuju kebaikan.

    ReplyDelete

  14. Dari elegi ini juga dapat diambil pelajaran, bahwa sebenar-benar ilmu adalah isi hati manusia. Isi hati terwujudkan dalam tindakan dan perkataan. Isi hati tidak akan pernah dapat berbohonh, bahkan kepada dirinya sendiri. Seberapa hebat indra menilai suatu ilmu, maka tidak akan pernah menyentuh batasnya, karena hanya diri sendiri yang mampu menilai ilmunya.

    ReplyDelete
  15. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Guru merupaka profesi yang mulia. Memiliki tantang yang berat karena memiliki tujuan yang sangatlah besar. Guru harus sering mengevaluasi diri untuk terus dapar memperbaiki kinerjanya sendiri. Mulai dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran penunjang, proses penilaian, dan lain sebagainya. Karena setiap guru menginginkan semua siswanya dapat mencapai tujuan hdiup yang diinginkan. Maka sulit tantangan menjadi guru tanpa ada keterbukaan untuk terus menerus mencari ilmu dengan membaca maupun bertanya.

    ReplyDelete
  16. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Elegi diatas menggambarkan bahwa tugas seorang guru adalah sebagai jembatan bagi para siswa untuk mendapat ilmu. selanjutnya tergantung siswa itu sendiri apakah ia ingin melanjutkan ilmu yang diajarkan oleh gurunya atau tidak. inilah tugas seorang guru yaitu mengajarkan siswanya untuk terus berkembang dalam belajar dan memperoleh ilmu karena ilmu itu berkembang seiring berjalannya waktu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  17. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Guru sebagai pendidik tentunya memiliki banyak tugas dan tanggung jawab, karena tugas dan tanggung jawab itu dapat berupa menjadi fasilitator, sebagai pembimbing yang membantu siswa dalam menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuannya. Dalam mendidim siswa tentu saja guru memilki batasan-batasan karena manusia memang terbatas, namun batasan-batasan ini dapat bersifat relatif sesuai dengan pengetahuan dari manusia tersebut, sehingga diperlukannya pengembadangn diri dari guru agar batasan-batasan guru bisa lebih luas.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tugas seorang guru adalah mengawasi muridnya tanpa murid itu sendiri merasa di awasi, membimbing tanpa muridnya merasa dibimbing. Sangat sulit menjadi seorang guru yang bisa mengajarkan anak didiknya mampu berpikir kritis dan memiliki spiritual yang kuat. Seorang guru adalah seseorang yang mau terus belajar dan memperbaiki kualitas dirinya.

    ReplyDelete
  19. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Selain itu, seorang guru dalam mengajar siswanya haruslah memiliki rasa ikhlas. Dulu saat saya menjadi seorang siswa sangat merasakan perbedaan antara guru yang mengajar saya dengan rasa ikhlas dengan guru yang mengajar saya hanya sebagai formalitas belaka untuk mendapatkan gaji. Guru yang mengajar dengan ikhlas, sang guru betul-betul membimbing kami para siswa agar kami memahami materi yang sedang kami pelajari. Oleh karena itu, benar yang dikatakan di atas bahwa dalam mengajar sangat dibutuhkan rasa ikhlas karena dengan rasa ikhlas itu segala macam halangan yang menghalangi ilmu dapat sampai ke siswa maka akan dapat terlewati.

    ReplyDelete
  20. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang itu hidup di dunia ini untuk mencari ilmu. Salah satu cara mencari ilmu selain membaca adalah mendengarkan dan juga bertanya. Pertanyaan seseorang itu akan mencerminkan tingkat kritis dari dirinya yang sesungguhnya. Karena jika seseorang yang memiliki ilmu maka akan memberikan pertanyaan yang berbobot. Namun sebaliknya jika orang yang tidak berlandaskan akan ilmu dalam bertanya, maka pertanyaan yang diajukan tersebut merupakan pertanyaan yang memang tidak perlu ditanyakan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  21. Elegi di atas membuat saya menyadari bahwa seorang guru harus menjadi fasilitator bagi siswa mereka. Setiap siswa memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda, untuk itu sebagai seorang guru kita tidak boleh sombong sehingga guru bisa menangani semua perbedaan individu siswa. Kita juga harus menjadi guru yang cerdas yang mampu mengendalikan perasaan kita ketika mendidik siswa. Dan juga sebagai seorang guru, kita juga membutuhkan mentor yang berfungsi sebagai pembimbing kita karena ada ungkapan ungkapan " Man ta'allama bila syaikhin, fa syaikhuhu syaitoon " Orang yang belajar tanpa pembimbing maka pembimbingnya adalah setan. Untuk itu kita membutuhkannya agar tidak tersesat. Untuk itulah, kita juga harus menghargai mentor atau pembimbing kita.

    ReplyDelete
  22. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dari artikel tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa guru tidak dapat memaksa siswa mereka untuk melakukan sesuatu. Paradigmanya adalah bahwa guru harus memfasilitasi siswa dalam perjalanan untuk mengembangkan pengetahuan mereka. Jadi, pasti ada kepercayaan antara guru dan siswa. Guru yang baik adalah guru yang mampu memfasilitasi siswa mereka dengan baik. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan semua teknologi seperti TI seperti blog web sehingga kita bisa dengan mudah membuatnya di internet. Hal ini penting dilakukan karena siswa memiliki karakter yang berbeda dalam cara mendapatkan pengetahuan. Di SMP atau SMA itu penting untuk menggunakan lembar kerja siswa. Jika kita suka seperti itu, siswa dapat dengan bebas mengekspresikan pendapat mereka tanpa batasan kita. Kemudian siswa bisa belajar dengan bahagia.

    ReplyDelete
  23. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Menjadi seorang guru adalah posisi yang mulia, jika dilakukan dengan ikhlas dan profesional, dalam istilah Prof. Marsigit, harus ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikir. jika dilakukan dengan tidak ikhlas, maka kemuliaan itu hanya pada profesinya bukan pada orang yang mengemban profesi tersebut. suatu posisi yang "mulia" mengemban tugas tanggung jawab yang berat, begitulah profesi seorang guru, memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup berat. kecuali bagi orang-orang yang ikhlas dan profesional.

    ReplyDelete
  24. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia serta tidak mudah dan tidak semua orang mampu melaksanakannya. Tidak ada guru yang menginginkan keburukan bagi siswanya sehingga guru akan melakukan usaha yang dianggap dapat memfasilitasi proses belajar siswanya. Namun perlu diingat bahwa niat baik tersebut jangan sampai berubah menjadi otoritas sehingga membunuh kreativitas dan intuisi siswa.

    ReplyDelete
  25. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017


    Assalamualaikum, wr.wb.
    Guru merupakan perkerjaan yang mulia. Akan tetapi menjadikannya benar-benar pekerjaan yang mulia bukanlah hal yang mudah. Banyak tuntutan dan tugas berat yang ada di pundak oleh seorang guru. Maka agar mampu menjadi guru yang mulia maka dalam melakukan tugas-tugasnya, seorang guru harus melaksanakannya dengan diawali dengan hati yang ikhlas, bertindak sesuai dengan hati dan nuraninya, tidak berdasarkan ego/keinginannya masing-masing.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete