Mar 8, 2011

Elegi Seorang Guru Menggapai Batas




Oleh: Marsigit

Mulialah hati, pikiran dan tindakan pedagogik guru, karena tiadalah seorang guru bermaksud memberikan keburukan bagi siswanya. Totalitasnya dia mengidamkan kebaikan dan keberhasilan bahkan keberhasilan tertinggi jika memang mungkin bagi siswanya. Maka hati, pikiran dan jiwanya menyatu menjadi motivasi yang kuat bahkan mungkin SANGAT KUAT untuk mewujudkan tindakan pedagogik : MEMBIMBING, MENGAWASI, MEMBEKALI, MENASEHATI, MEWAJIBKAN dan kalau perlu MENGHUKUM siswanya DEMI KEPENTINGAN SISWA.

Ketika rakhmat Nya menghampiri guru sedemikian hingga guru dengan sengaja atau tak sengaja menembus BATAS jiwanya sehingga memperoleh kesempatan MELIHAT DIRINYA dari tempat nun jauh secara mandiri maupun berbantuan orang atau guru atau nara sumber, maka adalah suatu tempat dimana BATAS ITU akan digapainya. Dalam batas itulah guru menemukan FATAMORGANA.
Atas fatamorgana itu maka terdengarlah nyanyian AKAR dan RUMPUT yang sayup-sayup sampai kira-kira bait-baitnya begini:

-Jangan jangan motivasimu yang sangat KUAT telah MELEMAHKAN INISIATIF nya, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEMBIMBING telah menjadikannya TERGANTUNG DAN TAK BERDAYA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENGAWASI telah menjadikannya mereka merasa menjadi makhluk yang memang selalu perlu diawasi dan dengan demikian identik dengan KEBURUKAN, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEMBEKALI telah menjadikanmu SOMBONG DAN TAKABUR serta menjadikannya RENDAH DIRI DAN TAK BERDAYA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENASEHATI adalah AMBISI DAN EGOMU yang menyebabkan mereka hidup TIDAK BERGAIRAH, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MEWAJIBKAN adalah pertanda HILANGNYA NURANIMU sekaligus HILANGNYA NURANI MEREKA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu MENGHUKUM adalah SEMPITNYA HIDUPMU dan juga SEMPITNYA HIDUP MEREKA, apakah itu batas yang kau cari?
-Jangan-jangan maksudmu DEMI KEPENTINGAN SISWA adalah keadaan HAMPA TAK BERMAKNA atau bahkan MENYESATKAN, apakah itu batas yang kau cari?

Orang tua berambut putih datang dan berkata:

"ITULAH SEBENAR-BENAR BATAS YANG KAU CARI, DAN BATASMU TIDAK LAIN TIDAK BUKAN ADALAH BATAS MEREKA. ANTARA DIRIMU DAN MEREKA ITULAH SEBENAR-BENAR ILMUMU TENTANG DIRIMU DAN TENTANG DIRI MEREKA.
JIKA KAMU BELUM MENGETAHUI BATASMU JANGAN HARAP RAHMAT ITU DATANG MENGHAMPIRIMU KEMBALI, TETAPI JIKA TOH KAMU TELAH MENGETAHUI BATASMU MAKA ADALAH KODRAT NYA BAHWA KAMU MASIH HARUS BERJUANG MENGGAPAI RAHMATNYA.
NAMUN MAAF SAYA TELAH SALAH UCAP, KARENA SEBENAR-BENARNYA YANG ADA, ADALAH TIADALAH ORANG PERNAH DAN DAPAT MENGGAPAI BATASNYA. UNTUK ITU MARILAH KITA TAWADU' DENGAN KODRAT DAN IRADATNYA. TETAPI JANGAN SALAH PAHAM BAHWA IKHTIARMU MENGGAPAI BATASMU ADALAH JUGA KODRATNYA.AMIN YA ROBBIL ALAMIN"

Orang Tua berambut putih Beranjak Pergi Tetapi Guru Berusaha Menggapainya:

Guru menggapai batas:
Aduhai orang tua berambut putih yang telah bertitah dihadapanku..
Siapakah sebenarnya dirimu itu? Tunjukkanlah padaku wajah yang sebenar-benar wajahmu.
Aku sangat terharu mendengarkan titahmu. Masih bolehkah aku memohon titah-titahmu yang lain?
Orang tua berambut putih:
Tenang dan sabarlah. Ciri-ciri orang cerdas adalah jika secara proporsional mampu mengendalikan perasaanya. Dan aku melihat kamu bisa. Maka aku melihat bahwa kamu ternyata cerdas pula. Jika kamu merasa terharu maka sebetulnya aku merasa lebih terharu lagi. Jangankan mendengar teriakan dan tangismu, mendengar satu pertanyaanmu saja aku merasa tergetar dan terharu. Mengapa? Karena itu pertanda bahwa kamu sedang memulai ilmumu. Bukankah bertanya adalah juga karunia Tuhan? Maka ketika kamu mendengar pertanyaan murid-muridmu itu pertanda bahwa kamu sedang menjemput rakhmat Nya. Padahal aku mengerti bahwa kamu mempunyai tugas yang sangat mulia. Apa itu? Yaitu membuat para siswa-siswa mu kelak mampu bertanya pula. Bukankah jika siswamu mampu bertanya itu juga pertanda bahwa mereka telah merasa menemukan batasnya dan menggapai nuraninya kembali yang telah hilang terenggut. Jadi sebetulnya, sebenar-benar hidup adalah jikalau kamu masih mampu bertanya.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu sekarang aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu. Bolehkan aku selalu mengikutimu?
Orang tua berambut putih:
Pertanyaan yang hebat, tetapi saya mengkhawatirkan pertanyaanmu, karena pertanyaanmu terlalu mekanistis dan kekanak-kanakan. Perasaan harumu telah betul, artinya kamu sedang dalam proses melakukan komunikasi transenden? Apakah kamu tahu apa itu komunikasi transenden? Komunikasi transenden adalah komunikasi setelah pikiranmu. Apakah kamu tahu komunikasi setelah pikiranmu? Tidak lain tidak bukan adalah perasaanmu. Apakah perasaanmu itu? Itu bukan nafsumu, itu bukan egomu, itu bukan sifat negatifmu. Tetapi itu adalah naluri dan intuisimu. Maka ikutilah naluri dan intuisimu. Tetapi bukan sembarang naluri dan bukan pula sembarang intuisi. Naluri dan intuisimu sebagai seorang yang telah merasa menemukan batasmu sebagai hasil pengalamanmu, yang didukung oleh pengetahuanmu serta oleh doa-doamu.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu aku semakin mantap akan ikut denganmu.
Orang tua berambut putih:
Semakin mantap kamu ingin mengikutiku maka semakin mantap pula aku menolaknya. Karena jika kamu selalu mengikutiku maka kamu akan selalu tertutup oleh bayang-bayangku. Dan dengan demikian tiadalah sebetulnya hakekat dirimu itu. Jika kamu terlalu mengagung-agungkan bayanganku maka kamu akan menghadapi bahaya besar yaitu terperosok ke dalam ruang gelap di mana ilmu mu telah berubah menjadi mitosmu. Mitosmu adalah mitos tentang diriku. Ketahuilah bahwa musuhmu paling besar bagimu di dunia ini adalah mitos-mitosmu. Maka sungguhlah merugi bagi seorang guru yang mengajarnya hanya berdasarkan mitos-mitos. Bukankah sekedar hapal rumus tetapi tidak tahu maknanya itu juga merupakan mitos. Sekedar kagum tetapi tidak mampu berpikir kritis itu juga mitosmu. Maka kenalilah baik-baik musuhmu itu. Sedangkan bahaya paling besar di muka bumi ini adalah jika seseorang sangat menikmati kegiatannya menutupi jati diri orang lain dengan bayangannya. Apakah kamu juga menginginkan agar murid-muridmu selalu mengejar dan berlindung di bawah bayang-bayangmu. Bukankah hal yang demikian sebetulnya menghilangkan jati diri mereka dan dengan demikian kamu telah berbuat dholim kepadanya. Ingatlah bahwa tiadalah orang selalu dapat bersama dengan semua sifat-sifat dan miliknya. Hanya sifat dan milik tertentu saja yang Tuhan perkenankan untuk selalu mendampingimu kelak sampai ke akhir jaman. Kata orang bijak itulah amal dan perbuatanmu. Jadi keunikanmu itu adalah hargamu. Hanya dirimu sendirilah yang mempertanggungjawabkan perbuatanmua.
Guru menggapai batas:
Kalau begitu siapakah sebenarnya kau dan dimanakah kau itu?
Orang tua berambut putih:
Aku sendiri sulit mendefinisikan diriku sendiri. Kadang-kadang aku adalah bacaanmu, kadang-kadang aku adalah referensimu, kadang-kadang aku adalah gurumu, kadang-kadang aku adalah pertanyaamu, kadang-kadang aku adalah pikiranmu, kadang kadang aku adalah pikiran gurumu dan kadang-kadang aku adalah gurumu. Tetapi aku bisa menjelma menjadi paradigma, menjadi teori, menjadi filsafat da menjadi cita-citamu. Maka untuk memahamiku tidaklah cukupkamu hanya menggunakan satu metode saja. Terlibatlah secara sinergis tali temali dengan ku dan juga dengan murid-muridmu. Berlandaskan keteguhan hati dan iman dan taqwa kepada Alloh ya Robbi.
Guru menggapai batas:
Aku bingung. Siapakah kau dan dimanakah kamu berada?
Orang tua berambut putih:
Kadang-kadang aku adalah kau juga. Kadang-kadang aku menyerupai dosenmu. Tetapi jika kamu ingin melihat wajahku yang sebenarnya maka tengoklah pada akal dan pikiranmu. Tempat tinggalku adalah di batas pikiranmu. Usahamu menggapai batas pikiranmu itulah sebenarnya aku. Padahal kita tahu bahwa batas pikiranmu itulah sebenar-banarnya ilmumu. Jadi aku tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah ilmumu. Aku dan kau adalah sama juga yaitu menterjemahkan dan diterjemahkah. Itulah sebenar-benar hidup di dunia. Maka agar kau sukses dalam mendidik siswa-siswamu, sinergis tali-temalikanlah dirimu dengan mereka untuk bersama sama saling menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dimensi ruang dan waktu. Bagaikan bola dunia yang berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari. Gerakanmu dan gerakan mereka yang kokoh, kuat dan stabil seakan tenang sunyi dan hening, padahal sangat ramai di dalamnya. Itulah sifat black-hole yang mempunyai energi yang sangat besar dan mampu menarik segalanya yang ada disampingnya, yang ada dalam penglihatannya, yang ada dalam pergaulannya, yang ada dalam doa-doanya. Di situlah kamu sudah dapat dikatakan berada dalam kedudukan sistemik melakukan hijrah inovasi pendidikan. Inovasi pendidikan jika didukung oleh semua orang yang sadar dengannya maka dia ibarat black-hole tersebut. Maka jadikanlah bahwa dirimu tidak lain tidak bukan adalah inovasi itu sendiri. Katakan bahwa aku adalah inovasi. Maka sebenar-benar diriku, Orang Tua Berambut Putih, tidak lain tidak bukan adalah inovasi. Ketahuilah bahwa bumi tidak hanya berputar pada porosnya, tetapi bergerak mengelilingi matahari. Itulah kodrat Nya. Jadi untuk mengetahuiku kamu harus berikhtiar. Apakah ikhtiar itu? Tidak lain tidak bukan adalah hijrah. Maka sebetul betulnya hidup adalah hijrah, disadari maupun tidak engkau sadari. Bukankah para Nabi telah mengajarkanmu apa itu dan bagaimana hijrah. Hijrahlah dalam doa, karena kita dapat juga katakan bahwa sebenar-benar hidupmu adalah doamu. Itulah sebetulbetulnya tujuan bagi semua manusia di dunia yaitu kebahagiaanmu didunia dan akhirat, jikalau dia telah mentransformir dirinya menjadi doa kepada Mu Ya Alloh Ya Robbi. Amien.
Guru menggapai batas:
Aku ingin menangis.
Orang tua berambut putih:
Boleh. Karena tangisanmu adalah tulisanmu, referensimu, bukumu dan juga ilmumu. Namun janganlah kamu terbuai dengan tangisanmu, karena tangisanmu hanyalah sebagian dari hidupmu. Lebih banyak lagi hal-hal yang perlu kamu pikirkan. Sebagai orang cerdas maka kamu ku tantang dapatkah menangis sambil memikirkan hal-hal yang lain? Bukankah kita maklum bahwa setinggi-tinggi ilmu adalah ikhlas dan mengingat Tuhan. Maka setinggi-tinggi amal perbuatanmu adalah selalu ikhlas dan dalam keadaan mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun, dalam keadaan bercakap, dalam keadaan duduk, bahkan dalam keadaan menangis atau tidur sekalipun.
Guru menggapai batas:
Saya telah memperoleh terang yang luar biasa guruku. Dan sekarang saya iklhas berpisah dengan mu. Dan saya akah kembali pulang bertemu dengan keluarga untuk berjuang meningkatkan pendidikan matematika lebih bernurani.
Orang tua berambut putih:
Jika kau sebut aku sebagai gurumu maka itu adalah diriku yang lain. Sekali lagi aku khawatir tentang klaimmu bahwa kau telah memperoleh terang yang luar biasa. Jangan-jangan itu kesombonganmu. Karena klaim sekecil apapun tidak luput dari kesalahan. Mengapa? Itulah sifat terbatas manusia, dan sifat tak terbatas hanyalah milik Tuhan. Padahal kesombongan adalah dosa pertama dan dosa paling besar. Tetapi tidak. Saya melihat bahwa kamu tadi adalah spontan dan murni. Spontan, murni, orisinalitas dan tak berprasangka buruk adalah modal utama memperoleh ilmu. Tetapi maaf karena kalimatku yang terakhir itu juga adalah klaim ku. Jadi aku juga terancam kesombongan. Maka ighstifar adalah satu-satunya solusi. Alhamdullilah. Mudah-mudahan kita semuanya ikhlas. Jika terpaksa aku mengucapkan good bye, maka itu juga diriku yang lain. Jika aku teruskan ucapanku aku khawatir dituduh tidak sadar ruang dan waktu. Tiadalah ada sebenar-benarnya perpisahan itu bagi orang-orang beriman. Beterbaranlah dimuka bumi ini dan menjadilah pahlawan pendidikan. Tetapi ingatlah bahwa pahlawan bukannya seorang jendral yang memenangkan perang dimedan laga. Tetapi seorang hamba yang berilmu. Namun janganlah pernah mengklaim diri sebagai pahlawan, biarkan akar rumput yang menyanyikannya. Maka aku juga kurang begitu nyaman jika ada guru menyanyikan dirinya sebagai pahlawan. Selamat berjuang. Maafkan segala kekhilafanku. Semoga berhasil. Amien

Guru Menggapai Batas Ternyata Masih Mengejarnya:

Tunggu dulu guru, masih ada satu lagi pertanyaanku. Temanku mengatakan bahwa untuk menjadi guru yang baik, tentunya membutuhkan proses dan bimbingan. Dia mengatakan bahwa sesuai ungkapan " Man ta'allama bila syaikhin, fa syaikhuhu syaitoon " Orang yang belajar tanpa pembimbing maka pembimbingnya adalah setan. Maka jika guru meninggalkan ku aku khawatir muncul sifat - sifat setan yang mengajak pada perilaku yang tidak diridloi oleh Allah SWT.

Orang Tua Berambut Putih Bersedia Menghantar Sampai Batas:

Jangan salah paham, sudah saya katakan bahwa yang mengucapkan good-bye adalah diriku yang lain. Sedangkan diriku yang lain lagi senyata-nyatanya selalu bersamamu kamanapun kamu pergi. Panggilah aku dengan pertanyaanmu, karena aku tidak lain tidak bukan adalah pertanyaanmu. Dan pertanyaanmu adalah pengetahuanmu. Tetapi hendaklah kamu belajar agar mengerti batas-batas sampai di mana aku bisa bersamamu. Aku selalu bersamamu sampai kamu tidak bisa lagi “bertanya”. Karena sesungguh-sungguhnya segala macam pertanyaanmu itu tidak bisa berada diluar pikiranmu. Padahal aku mengerti bahwa pikiranmu bersifat terbatas, dan batasnya tidak lain tidak bukan adalah diriku. Sekali lagi aku ingatkan bahwa disinilah kamu mulai masuk alam transenden, dimana segenap jiwa ragamu termasuk pikiranmu beserta diriku menjelma kedalam hatimu. Maka disini, sebenar-benar ilmumu adalah hatimu. Sebenar-benar hidupmu adalah juga hatimu. Dan juga tidak ada lagi diriku. Yang ada adalah ikhlas, iman dan taqwa mu. Maka untuk bertemu Tuhan mu tidaklah cukup hanya dengan pikiranmu dan tidaklah cukup juga mengandalkan diriku, tetapi hatimu yang ikhlas itulah yang akan menuntunmu. Ketika kamu semakin dekat dengan Tuhan mu, maka tidaklah kamu memerlukan "pertanyaan". Keikhlasan yang dibimbing Tuhan mu itulah yang akan mampu mengusir setan dan Jin bertanduk tujuh. Itulah setinggi-tinggi tujuan hidup, yaitu dihampiri rakhmat Nya. Jikalau Tuhan telah berkenan menghampirimu, maka kemanapun kamu memandang, adalah rakhmat dan karunia Nya yang ada di situ. Itulah sebenar-benar makna pendidikan kualitas kedua, ketiga, dst. Baiklah kalau begitu marilah kau kuhantarkan sampai tempat di mana kamu tidak bisa lagi “bertanya”. Amien ya robbal alamin.

42 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Batas dalam elegi ini ternyata bisa dipandang dari dua sisi pemikiran, namun seorang guru, pekerjaan yang sangatlah baik, dan akan lebih baik jika kita memmiliki tujuan dalam diri yang baik pula. Jangan memandang negatif batas yang kami para guru miliki, semua yang diharapkan itu agar semua murid dapat menjadi lebih baik. Ikhlas dalam semua yang wajib kita lakukan dan selalu berdoa dalam Tuhan, Tuhan yang menjadi guru dan pedoman kita para guru

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sungguh berat tugas seorang guru, tapi masih saja dianggap kurang sempurna. Tetapi jangan putus asa. Guru bukanlah sesuatu yang tidak tak terbatas. Guru hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan tujuan pembelajaran iantaranya membimbing, mendidik, mengawasi, menasihati, membekali, mewajibkan, dan bahkan menghukum demi kepentingan siswanya. Semua itu dilakukan untuk menjadikan siswanya agar jauh lebih baik.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Peran guru dalam mendidik siswanya tentu tidak akan luput dari kegiatan-kegiatan seperti membimbing, mengawasi, membekali, menghukum, menasehati, mewajibkan dan sebagainya. tetapi yang penting harus disadari guru, bahwa segala kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mendidik siswanya tentunya harus sesuai proporsi yang dibutuhkan siswanya, jangan terlalu berlebihan dan jangan terlalu kekurangan. Oleh karena itu, guru haruslah senantiasa mengetahui batas-batasnya dalam mendidik siswa agar nantinya guru dapat memberikan pendidikan terbaik bagi siswa. sehingga hal-hal yang diawali dengan maksud yang baik tidak akan menimbulkan efek yang negatif bagi siswa, karena mungkin perlakuan yang diberikan guru terlalu intens/berlebihan atau malah jarang/kurang. Inilah pentingnya bagi guru untuk lebih memahami karakter dan potensi siswa dalam belajar sehingga guru dapat menentukan batas-batasnya agar potensi siswa dapat berkembang secara lebih baik. sadar akan batasan, bukan berarti mengekang guru untuk berinovasi, justru dengan batas-batas yang telah diketahui dapat menjadi dasar bagi guru untuk berinovasi dalam dimensi ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  4. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tugas seorang pendidik memang berat, antara lain membimbing, mengawasi, membekali, menasehati, mewajibkan dan menghukum demi kepentingan siswanya . Pantas saja guru disebut pahawan pendidikan. Jika guru mengeklaim dirinya sebagai pahlawan, maka ighstifarlah. Ketidak ikhlasan tidak akan membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Untuk itu jika seseorang ingin menjadi seorang guru hendaklah dari awal memiliki rasa niat, tulus, dan ikhlas. Guru juga manusia yang memiliki batasan untuk melakukan semua yang diwajibkan, adakalanya hilang kontrol dalam melaksanakan tugasnya. Memahami diri sendiri merupakan salah satu cara mengetahui batasan-batasan yang dimiliknya.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Guru adalah suatu pekerjaan yang mulia, membagi ilmunya kepada murid dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Semua yang guru lakukan untuk kebaikan muridnya. Namun terlepas dari tugas seorang guru ia tetap memiliki batasan dalam membimbing muridnya. Guru melepaskan muridnya yang masih belum bisa berlari, guru mengajarkan murd=idjany berjalan dahulu hingga muridnya berlari. Walau dalam proses selalu tidak berjalan lancar dan murid bisa terjatuh namun guru dengan sabar menolong dan membantu siswa bangkit kembali untuk berjalan terus belari menuju cita-citanya.

    ReplyDelete
  6. 16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam elegi ini menyatakan bahwa “pertanyaanmu adalah pengetahuanmu.” Hal ini menyiratkan bahwa sejauh mana pengetahuan yang dimiliki seseorang akan terlihat dari pertanyaan- pertanyaan yang muncul darinya.
    Dalam konteks murni pertanyaan, bukan pertanyaan yang direka sedemikian hingga. Maka orang yang berpengetahuan baik pertanyaan yang munculpun akan baik.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kalau sudah mengenal diri sendiri dengan baik berarti mengerti batas-batas diri. Batas-batas diri, sejauh mana diri bisa melakukan sesuatu secara maksimal. Guru yang merupakan bagian dari komponen sistem pendidikan dituntut untuk senantiasa memperbaharui diri dengan senantiasa belajar dan belajar, berdoa dan berikhtiar untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Berbagai upaya yang dilakukan guru hingga semaksimal mungkin supaya guru menggapai batas.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dalam memahami elegi ini membuat saya berpikir dan mengkaji tentang makna apa yang telah saya laksanakan sebagai pendidik. saya berpikir agar lebih berhati-hati lagi dalam bertindak melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik. banyak pertanyaan yang memaksa kita untuk merenungkan tugas profesi kita sebagai pendidik, diantaranya apa selama ini kita mengajar sudah sesuai dengan batas dan aturan kita dalam membelajarkan peserta didik, apa yang kita ajarkan sudah bermakna atau sebaliknya?atau menyesatkan mereka ? Mudah-mudahan dari petanyaan ini kami semua dapat terus berinovasi, sesuai profesi kami dengan menghargai peserta didik kami. Amiin..

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dengan suasana yang baik, pengajar akan merasa senang dan akan berusaha menyajikan pelajaran sebaik - baiknya. Di lain pihak murid pun akan merasa puas dan mempunyai motivasi untuk menghayati serta memikirkan secara kritis hal yang diuraikan oleh pengajar. Tetapi jika suasana belajar tidak baik, maka proses belajar mengajar pun tidak akan memperoleh hasil yang terbaik. Jangan pernah percaya bahwa mengajar itu adalah seni yang tidak dapat dipelajari. Siapa saja yang berminat akan dapat untuk mempelajarinya.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Sebenar-benar ilmumu adalah hatimu.” Sebenar-benar ilmu adalah isi hati manusia.
    Harena hati tak pernah berbhong dan yang mengerti adalah pemilik hati itu sendiri.
    Sehingga sejauh indra menilai pengetahuan atau ilmu yang dimiliki seseorang maka dapat kita tahu yang memiliki dan mengetahui ilmu yang dimiliki adalah orang yang memiliki ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi diatas mengabarkan bahwa seorang guru tentunya ada yang terlalu sayang kepada murid-muridnya dan ingin selalu memberikan yang terbaik. Namun ternyata yang terbaik itu bukanlah yang diberikan dengan terlalu banyak atau berlebihan, tetapi yang tepat sesuai porsinya, sehingga guru dapat benar-benar menjadi fasilitator dengan mengetahui batas dirinya terhadap muridnya.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Dalam pembelajaran guru bertindak sebagai fasilitator. Salah satu hal yang harus dikuasai oleh fasilitator adalah mengetahui apa yang diperlukakn oleh muridnya sehingga saat menghubungkannya murid memperoleh apa yang tepat dibutuhkannya. Masalah komunikasi, perangkat pembelajaran, semua itu harus dikembangkan dengan baik agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dirinya juga dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Batas antara guru dan siswa tidak lain dan tidak bukan adalah ilmunya. Namun, Jangan sampai niat baik yang hendak dilakukan ternyata menjadi salah karena tidak tahu batasan-batasannya. Guru berniat memberi motivasi yang malah melemahkan inisiatif siswa, berniat membimbing yang menjadikan ketergantungan, berniat menasehati dan mewajibkan yang menjadikan hilangnya gairah dan hati nurani. Guru tidak boleh memberikan atau melakukan sesuatu secara berlebihan melainkan harus mengetahui batasannya. Guru menutupi sifat-sifat siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Guru itu ibarat orang tua siswa ketika di sekolah. Seorang guru pasti ingin yang terbaik untuk siswanya. Segala upaya pasti akan dilakukan guru agar siswa bisa sukses, tapi tetap selalu ada batas untuk segala hal, termasuk memberi bantuan kepada siswa apapun itu bentuknya. Jangan biarkan siswa bergantung, karena pda akhirnya siswa harus mandiri ketika beranjak dewasa.

    ReplyDelete
  15. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Peran guru sangat vital bagi pembentukan kepribadian, cita-cita dan visi misi yang dimiliki siswa. Kesuksesan seorang siswa pastilah selalu ada guru yang memberikan inspirasi dan motivasi besar pada dirinya sebagi sumber stamina dan energy untuk selalu belajar dan bergerak mengejar ketertinggalan, menggapai kemajuan, menorehkan prestasi spektakuler dan prestisius dalam panggung sejarah kehidupan manusia. Maka dari itu guru untuk menggapai batas seorang guru haruslah paham mengenai batas dirinya yaitu ketika seseorang dapat menyadari kalau dirinya banyak kekurangan dan kelemahan. Ketika orang bertanya tentang sesuatu yang dia tidak tahu, maka itulah batas dirinya kemudian mencari lagi akan ketidaktahuannya itu.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kalau menurut saya ketika kita jadi seorang guru, maka yang sebernar-benarnya ilmu kita itu bisa kita lihat dari siswa kita sendiri. Ketika siswa kita bisa mencerna apa yang kita sampaikan maka sepereti itulah ilmu kita, dan sebaliknya ketika siswa kita tidak bisa mencerna ilmu kita, maka itu jugalah ilmu kita. Maka berhasil tidaknya seorang guru itu adalah tergantung kepada bagaimana keberhasilan siswa. Seorang guru adalah fasilitator, maka seorang fasilitator harus tahu apa yang dibutuhkan oleh siswa untuk memperlancar proses mendapatkan ilmu.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Guru merupakan salah profesi yang menggunakan hati nurani dalam pekerjaan. Jika mendapati siswa berbuat suatu kekeliruan guru tidak akan bisa menutup mata pada siswa tersebut. Pasti tergelitik di hati memberikan nasehat atau arahan agar siswa tersebut kembali pada jalan yang benar agar tidak terjadi kekeliruan berikutnya. Guru tentulah memiliki kelemahan dalam mengajar maupun mendidik. Pada saat mengajar pasti terdapat kekeliruan, baik itu pada saat mengajar, membimbing, mengevaluasi, dan lain sebagainya. Pada saat mendidik bisa saja guru menanamkan hal yang belum dapat diterima oleh siswa padahal maksud dan tujuandari guru tersebut adalah baik.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    guru salah satu yang melaksanakan pendidikan, tanpa guru maka pendidikan tidak akan berjalan. dengan adanya guru, maka ada ilmu pengetahuan yang tersampaikan, karna sejatinya manusia perlu di bimbing begitu juga siswa yang perlu bimbingan seorang guru. namun, guru sama halnya dengan kita semua yaitu manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. guru yang kita pandang segalanya tidak terlepas dari keterbatasan, namun pandai-pandainya guru menutupi itu semua agar yg baik di contoh siswanya dan yang tidak baik ia pendam sendiri untuk diperbaiki kedepannya.

    ReplyDelete
  19. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai pendidik, tugas guru ada berat. Karena bukan jamannya sekarang guru mempraktekan satu metode saja dalam sekali pembelajaran. NBamun pelulah variasi-variasi dalam mengembangkan program-program pembelajaran di kelas. Sehingga, guru janganlah menjadi mitos-mitos belaka, namun juga harus berlogos dalam berpikir untuk menciptakan pembelajaran yang mampu memfasilitasi subjek pendidikan yang sangat unik ini.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjadi guru bukanlah hal mudah. Tugas – tugas guru juga bukan merupakan hal yang mudah. Guru bersifat memberikan ilmu dan memfasilitasi siswa agar siswa mampu menemukan pengetahuannya sendiri. Reward dan punishment yang diberikan guru hendaknya juga bersifat membangun agar siswa tidak merasa takut dan bosan dalam belajar. Dengan demikian siswa dapat mengembangkan ide – idenya dan dapat belajar dengan baik. Dalam menjalani hidup dengan berbagai profesi hendaknya selalu bersikap rendah hati dan menjauhi sikap sombong. Sebagai seorang guru nantinya, jika sombong maka tidak akan disukai siswa dan sombong merupakan perbuatan yang dekat dengan kejahatan.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dari Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa di atas dapat menjadikan semangat kita untuk senantiasa menjadi seorang guru yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan tercapai apabila guru juga berkualitas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan ini. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan tujuan pembelajaran diantaranya adalah menjadi fasilitator dalam pembelajaran dan mendidik siswa-siswanya dalam proses pembelajaran. Siswa dibiarkan untuk menemukan pengetahuan mereka sendiri, ini berarti guru harus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa untuk bertanya, melakukan kegiatan, dan untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka. Dengan cara ini, siswa akan dapat mengembangkan intuisi yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menjadi seorang guru janganlah bersikap sombong yaitu merasa dapat membuat siswanya pandai, merasa telah memberikan semua ilmunya kepada siswa, merasa memiliki banyak kemampuan sehingga bersikap angkuh terhadap siswa. menjadi seorang guru sebaiknya menghargai siswa dan memberikan siswa kesempatan untuk dapat menemukan konsepnya sendiri dan tugas guru adalah sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  23. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dulu ketika saya masih duduk dibangku sekolah, saya selalu berpikiran bahwa tugas guru hanyalah menyampaikan ilmu pengetahuan saja. Namun ternyata tugas seorang guru sangatlah berat, tugas seorang guru sangatlah banyak. Selain mengajar, guru harus mampu membimbing, mendidik, mengawasi, menasehati, dan bahkan menghukum siswa. Peran guru untuk memfasilitasi siswa sesuai dengan porsinya sangat penting.

    ReplyDelete
  24. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Seorang guru berkewajiban untuk memberikan ilmu dengan memperhatikan kemampuan dan kebutuhan siswa agar potensi dalam diri siswa dapat berkembang secara optimal.GDalam upaya mengembangkan potensi siwa guru harus mengerti batas-batas seorang guru agar tindakannya tidak berlebihan dan tujuannya dapat tercapai. Menyeimbangkan antara kebutuhan siswa dan kemampuan guru adalah tindakan paling tepat.

    ReplyDelete
  25. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam mengemban tugasnya ini, guru hendaknya tidak hanya bertindak sebagai pendidik juga bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Siswa dibiarkan untuk menemukan dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Berbagai upaya yang dilakukan guru untuk mewujudkan tujuan pembelajaran diantaranya membimbing, mendidik, mengawasi, menasihati, membekali, mewajibkan, dan bahkan menghukum demi kepentingan siswa itu sendiri. Semua itu dilakukan untuk menjadikan siswa agar jauh lebih baik. Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran di mana guru merupakan agen perubahan untuk dapat mengubah pendidikan yang ada di negara ini agar menjadi lebih baik lagi. Baik atau tidaknya proses pembelajaran akan begitu menentukan nasib siswa pada khususnya dan untuk bangsa pada umumnya. Oleh karenanya, sebagai calon guru atau pun yang telah menjadi seorang guru perlulah mereka untuk senantiasa belajar dan mengevaluasi diri.

    ReplyDelete
  26. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tugas menjadi seorang guru memang tidak hanya mengajar atau memberikan rumus-rumus. Tetapi menjadi seorang guru juga harus mampu mendidik siswa, membimbing, mengawasi, menasihati. Ini menjadi catatan penting bagi saya sebagai calon pendidik. Membuat saya menjadi lebih serius lagi bahwa mejadi guru itu tidaklah mudah seperti yang difkirkan seorang siswa saat diajar oleh guru.

    ReplyDelete
  27. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada bagian nyanyian akar dan rumpt di dalam elegi di atas menjelaskan tentang bagaimana seorang gur yang seharusnya dilakukan. Guru memang membimbing siswa agar menjadi pandai, tetapi jangan samai siswa tergantung terhadap gurunya, siswa sebaiknya bisa mengembangkan apa yang ia miliki. Selain itu juga guru memang membekali siswa dengan ilmu – ilmu dan pengetahuan, tapi janganlah menganggap dengan ilmu dan pegetahuan yang engkau miliki menjadikanmu sombong dan takabur, merasa lebih dari siswamu. Begitu dengan kalimat dalam nyanyian tersebut.

    ReplyDelete
  28. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tiadalah guru yang bisa menggapai batsanya, menurut saya maksudnya adalah tidak ada guru yang sempurna. Sebaik – baik guru mampu mengajar dengan baik, tetap saja selalu ada kelemahan. Karena manusia itu penuh dengan keterbatasan. Namun janganlah berkecil hati, lebih baik tawadu’ dengan kodrat dan iradat-Nya dengan cara sellau berikhtiar untuk menggapai batas.

    ReplyDelete
  29. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam percakapan yang terjadi antara orang tua berambut putih dan guru menggapai batas, terdapat hal tersirat yang mengajarkan saya bahwa dalan menggapai ilmu jangan berlebihan, lakukan sesuai batas yang kamu miliki karena itu dapat menjadikan dirimu sombong dengan ilmu yang kamu miliki.

    ReplyDelete
  30. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini menggambarkan pertentangan antara pandangan filsafat positif yang melihat individu dari kacamata harapan dan ukuran individu lain, yakni guru. Serta mengabaikan keberadaan siswa yang menjadi subjek pendidikan. Berbeda dengan pandangan filsafat progresivisme yang menganggap pendidikan adalah kebutuhan individu peserta didik, sehingga pandangan tentang harapan, dan ukurannya menurut individu peserta didik itu sendiri bukan dari guru. Menurut saya, filsafat progresivisme lebih baik dari pandangan filsafat yang satunya karena siswa akan aktif dan merekonstruksi sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  31. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sungguh berat tugas seorang guru, tapi masih saja dianggap kurang sempurna oleh beberapa oknum yang tidak mengetahui hakekat tugas seorang guru. Tetapi, hal ini alangkah lebih baik dijadikan kritikan yang membangun agar tidak mudah putus asa. Guru bukanlah sesuatu yang tidak tak terbatas. Guru hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Akan tetapi, batas dari guru tersebut bukan lah hal yang mudah untuk di gapai bahkan mungkin tidak mungkin untuk di gapai. Akan tetapi, batas tersebut sebaiknya menjadi alasan untuk diusahakan agar tergapai. Walaupun semakin kita gapai maka semakin jauh batas itu dari kita. Tapi jika kita tidak berusaha menggapai batas kita maka kita tidak akan semakin dewasa.

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi tersebut, saya mendapatkan pelajaran bahwa tidak ada seorang pun guru yang bermaksud memberikan keburukan bagi siswanya. Namun seorang guru harus tahu dengan batas-batasnya, bagaimana caranya agar peserta didik menjadi pusat pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi berarti karena mereka mendapat pengalaman belajar.

    ReplyDelete
  33. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tugas seorang guru tidaklah mudah. Guru harus memfasilitasi, menasihati, memberikan dorongan, sampai membentuk pribadi siswa layaknya anaknya sendiri. Inilah tugas mulia yang selalu membuat guru menjadi sosok yang mulia.

    ReplyDelete
  34. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru adalah salah satu profesi mulia. Seorang guru memberikan seluruh pengetahuan kepada siswanya tanpa membeda-bedakan dari mana siswa itu berasal. Gurulah yang selalu dijumpai oleh siswa ketika berada di sekolah. Dengan niat yang lurus, inshaallah guru menjadi profesi yang dimuliakan oleh Allah pula.

    ReplyDelete
  35. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap manusia memiliki batas pikiran sedangkan yang tidak memiliki batas pikiran hanyalah Allah. Hal ini juga dimiliki oleh seorang guru. Janganlah merasa sombong karena telah bisa memberikan ilmunya kepada siswa dan menjadikan siswa lebih pandai, merasa lebbih pintar dari siswa dan lain sebagainya. Seharusnya seorang guru mampu mengetahui kemampuan siswa dan juga bisa menjadi fasilitator bagi siswa. Satu hal yang menjadi kunci utama seorang guru yaitu ikhlas.

    ReplyDelete
  36. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru adalah salah satu komponen pendidikan yang sangat berperan dalam kelangsungan pembelajaran di kelas. Guru juga salah satu penentu pelaksanaan pembelajaran, apakah akan berjalan baik, lancar, atau sebaliknya. Disini, guru harus berperan untuk membimbing, mengawasi, membekali, menasehati, mewajibkan, dan memberikan reward bagi siswa, asal dengan batas-batas tertentu yang sudah dipastikan

    ReplyDelete
  37. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru berperan penting dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Tugas guru tidak hanya mencerdaskan siswanya saja melainkan tugas yang begitu kompleks yaitu membimbing, menasehati, dan yang terutama adalah membentuk karakter pada diri siswa. Untuk itu guru harus bersikap yang dapat digugu dan ditiru.

    ReplyDelete
  38. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi diatas yang berjudul seorang guru mencapai batas, menjadikan sebuah motivasi atau dorongan bagi kita sebagai calon guru maupun guru untuk terus belajar dan belajar yang berkaitan dengan pembelajaran matematika. Menjadi guru tidak sepatutnya memiliki rasa cepat puas. Oleh karena itu seorang sebaiknya terus belajar dan belajar.

    ReplyDelete
  39. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Peran guru yang sangat penting bagi siswa didiknya, menjadi panutan siswa didiknya dalam pembentukan karakter, visi misi, serta masa depan anak didiknya. Maka dari itu sebagai guru tidak luput dari proses belajar dan selalu belajar, sehingga saat proses pembelajaran yang diberikan pada anak didik akan sesuai porsinya.

    ReplyDelete
  40. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Yang dapat saya ambil dari elegi di atas, kita harus menemukan batas-batas diri kita berdasarkan pengalaman dan berdoa kepada Allah agar kita dapat mengikuti naluri dan intuisi kita. Jika naluri dan intuisi yang tidak berdasarkan pengalaman dan doa yang khusyuk maka kemungkinan besar naluri dan intuisi kita malah menjadikan diri kita semakin jatuh kedalam jurang mitos-mitos.

    ReplyDelete
  41. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sesungguh-sungguhnya batas seorang guru adalah ketulusan dan keikhlasan. Ketulusan untuk senantiasa menemani perkembangan peserta didiknya, keikhlasan dalam melawan segala aral yang menghadap untuk menggapai tujuan mulianya.

    ReplyDelete
  42. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Guru merupakan tugas yang mulia, tidak hanya dokter yang mampu menyelamatkan nyawa seseorang, guru juga mampu menyelamatkan masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik. Banyak guru yang mampu menginspirasi murid-muridnya untuk mengharumkan negara ini melalui beberapa bidang seperti bidang akadmeik dan olahraga. Guru yang berkualitas mempunyai batasan-batasan dalam mengajarnya. Batasan bukan berarti mengekang inovasi yang dibuatnya melainkan batasan inilah yang akan membawa guru lebih disiplin dalam mendidik putra putrinya untuk mampu bersaing dengan negara lain.Ilmu diperoleh guru berdasrkan keteguhan hati dan iman serta taqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete