Mar 7, 2011

Elegi Konferensi Internasional I Para Transenden




Oleh Marsigit

Transenden Ketua:

Wahai para Transenden dari seluruh dunia. Di dalam forum agung ini tidaklah semestinya kita berpikir parsial. Kita harus mampu menghasilkan pemikiran yang bersifat universal, intensif dan ekstensif. Ketahuilah bahwa semua pembicaraan dan produk kita itu menjadi sorotan semua orang di seluruh dunia. Tidak hanya itu mereka juga mengharapkan hasil-hasil yang kongkrit yang bisa diterapkan secara adil bagi seluruh dunia. Di sini sengaja saya akan memberikan warning kepada Para Bagawat Transinternasional dan Para Bagawat Neolisme untuk berkata jujur dan adil. Untuk itu saya mengharapkan agar para Transenden Negeri Barat mampu berkomunikasi secara konstruktif dengan para Transenden Negeri Timur. Juga semuanya termasuk para Transenden Negeri Utara dan para Transenden Negeri Selatan. Seperti lazimnya, setelah pidato pembukaan ini, silahkan para Transenden mempresentasikan masalahnya masing-masing, kemudian kita mencari solusinya secara bersama-sama. Silahkan.

Transenden Dunia Timur:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Timur. Sebagai Transenden Timur, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang timur, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Timur lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia timur. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia timur itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia timur. Metode kami meliputi biasanya kualitatif itu lebih utama dari pada kuantitatif, hati lebih utama daripada pikir, bersama lebih utama dari pada sendiri, seluruh lebih utama dari pada parsial, memberi lebih utama daripada mencari, diam konstruktif lebih utama daripada bicara tak efektif, seimbang lebih utama daripada tak imbang, penjelasan lebih utama daripada angka-angka, tenang lebih utama daripada ramai, kompromi lebih utama daripada bertengkar, praktik lebih utama daripada teori, contoh lebih utama daripada teori, panutan lebih utama daripada bersifat liar, lingkungan hidup lebih utama daripada kepentingan manusia, kosong lebih utama daripada bernafsu. Spiritual adalah segala-galanya dan ditempatkan dipuncak dunia timur. Maka bagi kami, semua unsur itu adalah sakral sifatnya. Etnik dan suku itulah pilar-pilar kehidupan dunia timur. Lebih baik terbatas pengetahuanku daripada mengembarakan pikiranku tetapi akan membakar hatiku. Ritual dan tradisi adalah wajahku. Nilai kebijakan tertinggiku adalah mampu memberi sesuatu kepada sesama. Penghuniku meliputi pusat-pusat penyebar nilai-nilai etik, budaya, nilai-nilai moral dan ajaran spiritual. Aku kurang begitu paham mengapa musti ada dunia timur dan dunia barat?. Yang menjadi persoalan pokok kami adalah bagaimana kami tetap mempertahankan sifat dan karakteristik dunia kami tanpa gangguan dari dunia di luar diri kami?

Transenden Dunia Barat:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Barat. Sebagai Transenden Barat, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang barat, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Barat lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia barat. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia barat itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia barat. Metode kami meliputi biasanya kuantitatif itu lebih utama dari pada kuanlitatif, rasio lebih utama daripada terjebak perasaan, sistem lebih utama dari pada komponen, mencari lebih utama daripada memberi, logos lebih utama daripada mitos, dunia yang realistis lebih utama daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, tidak kosong itu lebih utama dari pada kosong hanya melamun, eksploitasi lebih utama daripada diam tak termanfaatkan. Penjelajahan dunia tak terbatas adalah lebih utama untuk kepentingan generasiku. Nilai tertinggi kebijakanku adalah mencari dan mencari. Barang siapa mampu terus mencari maka itulah sebenar-benar orang bijaksana di dunia barat. Penghuniku terdiri dari pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni. Penjelajahanku telah menemukan bahwa di sana ada dunia timur. Maka aku memahami mengapa ada dunia barat dan dunia timur, itu semata-mata disebabkan karena faktor geografis belaka. Yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana kami mampu mengembangkan teknologi dan metodologi untuk menyempurnakan penjelajahan kami mengarungi unlimited seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada.

Transenden Dunia Utara:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Dunia Utara. Sebagai Transenden Dunia Utara, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang utara, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Utara lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia utara. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia utarat itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia utara. Metode kami meliputi biasanya kuantitatif itu lebih utama dari pada kuanlitatif, rasio lebih utama daripada terjebak perasaan, sistem lebih utama dari pada komponen, mencari lebih utama daripada memberi, logos lebih utama daripada mitos, dunia yang realistis lebih utama daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, tidak kosong itu lebih utama dari pada kosong hanya melamun, eksploitasi lebih utama daripada diam tak termanfaatkan. Penjelajahan dunia tak terbatas adalah lebih utama untuk kepentingan generasiku. Nilai tertinggi kebijakanku tidaklah hanya mencari dan mencari, tetapi hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk menghidupi dunia utara. Barang siapa mampu terus mencari dan menghasilkan produk baru sebanyak-banyaknya maka itulah sebenar-benar orang bijaksana di dunia utara. Penghuniku tidak hanya pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni, tetapi Dunia Barat telah menyatakan diri bergabung dengan Dunia utara. Penjelajahanku telah menemukan bahwa di sana ada dunia selatan. Maka aku memahami mengapa ada dunia barat, dunia timur, dan dunia selatan itu semata-mata disebabkan karena faktor geografis belaka. Tetapi ketahuilah bahwa sebenar-benar Dunia Selatan itu adalah ciptaanku. Aku telah mentransformir Dunia Timur menjadi Dunia Selatan agar aku lebih leluasa dan tidak semata-mata kelihatan mengeksploitasi mereka. Maka kekacauan di Dunia Timur itu bukanlah tanpa disengaja. Tentu aku yang merencanakan, sedangkan sifat mereka hanyalah tidak mengetahuinya saja. Yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana kami mampu mengembangkan teknologi dan metodologi untuk menyempurnakan penjelajahan kami mengarungi unlimited seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada serta seoptimal mengekploitasi dunia selain diriku. Aku sedang mengembangkan metode agar Dunia Selatan secara iklhas menjadi partner terekploitasi oleh kebutuhan dan kepentinganku.


Transenden Dunia Selatan:

Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Selatan. Sebagai Transenden Selatan, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang selatan, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Selatan lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia selatan. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia timur itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia selatan. Kami ingin menyampaikan bahwa keadaan kami sekarang sedang mengalami perubahan besar-besaran. Mengapa? Karena kami di dunia selatan itu sedang menjadi tempat pertempuran antara Dunia Barat dan Dunia Timur. Ditambah lagi konon Dunia Utara juga ikut nimbrung memanfaatkan suasana. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa tiadalah metode yang jelas yang dapat kami kembangkan. Kami mengalami kebimbangan dan kebingungan bagaimana menerapkan metode kualitatif atau metode kuantitatif. Kami bingung apakah pikiran dulu atau hati dulu. Kami bingung apakah keseluruhan dulu atau parsial dulu. Kami bingung apakah mencari dulu atau memberi dulu. Kami bingung apakah teori dulu atau praktek dulu. Kami bingung apakah berdamai atau bertengkar. Kami bingung apakah kosong atau isi. Kami bingung apakah sistem atau komponen. Kami bingung apakah logos atau mitos. Kami bingung apakah teknologi atau doa. Kami bingung apakah sendiri atau sistemik. Kami bingung apakah materi atau spiritual. Kami bingung apakah yang bisa kami utamakan. Kami bingung mengidentifikasi siapa penghuni kami. Kami bingung apakah nilai keutamaan dan kebijakan kami. Dikarenakan itu semua maka kami juga sedang mengalami krisis multidimensi. Dari pemimpin hingga rakyat sampai para Bagawat, dari materi hingga spiritual semuanya mengalami krisis. Bahkan iman dan taqwa kami juga mengalami tekanan berat oleh produk-produk mutakhir dari Dunia Barat dan Dunia Utara.

Transenden Ketua:
Oo..oo..itulah ternyata bahwa harus ada bermacam-macam dunia. Itulah kodratnya bahwa beraneka ragam itu pasti harus ada. Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan mempunyai sifat dan keadaannya serta persoalannya masing-masing. Aku iba dengan Dunia Selatan, kelihatannya dia sendirilah yang menjadi korban dari karakteristik yang ada. Hei-hei Dunia Timur...mau kemana? Jangan pergi dulu..kelihatannya engkau juga tidak begitu happy dengan keadaan yang ada? Baik akan saya selenggarakan konferensi ke dua bagaimana mencari solusi dari persoalan-persoalan mereka itu.

24 comments:

  1. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi di atas memperlihatkan bahwa Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan memiliki karakteristik yang berbeda beda. Dunia Selatan diibaratkan dengan Indonesia yang diserbu oleh berbagai macam arus globalisasi yang dating dari barat maupun timur. Bangsa Indonesia terlihat kewalahan untuk menghadapi arus tersebut. Sehingga bangsa Indonesia perlu meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT

    ReplyDelete
  2. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi diatas menggambarkan bahwa dunia ini terbagi menjadi 4. Dunia timur, Dunia barat, Dunia utara dan Dunia selatan. Dengan masing masing karateristik serta permasalahan yang ada di dalamnya. Namun keberagaman kebudayaan sudah sepatutnya dipertahankan oleh bangsanya sendiri sebagai simbol karaketeristik suatu bangsa dimata dunia.

    ReplyDelete
  3. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setiap transenden memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setiap karakteristik tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka sepantasnyalah kita mengambil apa yang bermanfaat dan sesuai dengan tempat tinggal kita agar terjadi jaringan sistemik di lingkungan kita. Namun kita harus tetap manjaga karakteristik budaya kita dimanapun kita berada. Sayangnya saat sekarang ini, semakin derasnya efek globalisasi maenjadikan bangsa ini kehilangan jati diri mereka.

    ReplyDelete
  4. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat berbagai macam kekuasaan di dunia. Antara lain biasa disebut dunia timur, dunia barat, dunia utara, dunia selatan. Masing-masing bagian dunia memiliki ciri khas dan karakter masing-masing yang tentunya terdapat berbagai perbedaan. Sehingga tiap-tiap bagian tersebut pasti terdapat berbagai macam persoalan.

    ReplyDelete
  5. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terkadang mucul pula persoalan-persoalan antar bagian dunia tersebut. Nampaknya, dari semua bagian dunia tersebut, dunia baratlah yang paling berambisi untuk dapat menguasai seluruh dunia. Baik dengan kekuatan maupun pengaruhnya.

    ReplyDelete
  6. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dunia barat dan utara yang selalu ingin mencari dan memanfaatkan, dunia timur dengan spiritualnya, dan dunia selatan dengan kebimbangannya. Dunia selatan ini ibarat anak kecil yang masih bimbang menentukan prinsipnya diantara orang- orang dewasa yang berbeda prinsip sehingga ia mudah dimanfaatkan. Karena itu dunia selatan harus segera menentukan prinsipnya dan berani bertindak agar tidak dieksploitasi oleh dunia lainnya. Begitu pula Indonesia sebagai negara berkembang yang seringkali terombang-ambing. Apalagi dengan dunia global dimana setiap informasi dapat masuk dengan mudahnya ke Indonesia. Banyak masyarakat terutama remaja yang tidak mampu menyaring informasi yang masuk. Hal ini menjadikan banyak remaja yang justru mencontoh pergaulan bebas di dunia barat ataupun budaya K-Pop dibanding mencontoh etos kerjanya. Hal ini tentu patut menjadi perhatian kita bersama agar para remaja tidak terjebak dan terombang-ambing dalam derasnya arus informasi tanpa bisa memilahnya.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari ‘Elegi Konferensi Internasional I Para Transenden’ diperoleh pelajaran bahwa menjadi seseorang pemimpin atau menjadi orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi, perilaku moral seperti jujur dan adil perlu dijaga karena menjadi sorotan publik.
    Selain itu, di dunia ini terdapat bermacam-macam kubu seperti Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan yang mempunyai sifat, karakter dan keadaannya serta persoalannya masing-masing. Mereka saling bersaing untuk menguasai seluruh dunia, maka jika kubu itu hanya berdiam diri tidak melakukan suatu usaha-usaha untuk berinovasi maka akan menjadi objek untuk kubu yang lain.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Setuju, setuju bahwa di dunia terdapat keanekaragaman, bermacam-macam, multikultural. Maka yang harus kita miliki adalah keseimbangan, kita harus teguh pada prinsip tapi juga jangan sampai anti dengan hal-hal baru.

    "Tetapi ketahuilah bahwa sebenar-benar Dunia Selatan itu adalah ciptaanku. Aku telah mentransformir Dunia Timur menjadi Dunia Selatan agar aku lebih leluasa dan tidak semata-mata kelihatan mengeksploitasi mereka. Maka kekacauan di Dunia Timur itu bukanlah tanpa disengaja. Tentu aku yang merencanakan, sedangkan sifat mereka hanyalah tidak mengetahuinya saja"

    Tertarik dengan kalimat yang saya kutip di atas. Dikatakan bahwa kekacauan di dunia timur bukan tanpa sengaja. Maka waspadalah, saat ini barat, timur, utara, dan selatan hanya sebatas geografis saja. Namun mental, bisa saja kita terjajah satu sama lain.

    ReplyDelete
  9. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini menggambarkan bagaimana pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada suatu bangsa. Perkembangan iptek suatu wilayah mampu mempengaruhi wilayah disekitarnya bahkan dunia secara mengglobal. Kekuatan dan pertahanan suatu wilayah ditunjukkan dengan keberhasilannya memperbudak teknologi atau kegagalannya yang mengakibatkan diperbudak teknologi. Wilayah yang berhasil memperbudak teknologi akan terus mengupayakan penyempurnaan keberhasilannya dengan ingin mengarungi seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada. Maka dari elegi ini kita diingatkan untuk mempertahankan keutuhan NKRI yaitu dengan mampu menghasilkan pemikiran yang bersifat universal, intensif dan ekstensif agar tidak diperbudak oleh teknologi.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Dunia barat, timur, utara dan selatan ini mengungkapkan keadaan kehidupan kita sekarang ini. Keadaan negara kita digambarkan sebagai dunia timur yang telah menjelma menjadi dunia selatan. Idealnya kita sebagai Dunia Timur lebih mengedepankan nilai spiritual, tetapu karena pengaruh teknologi yang diciptakan oleh dunia barat dan utara menyebabkan kita berubah menjadi dunia selatan, yaitu dunia yang sedang mengalami kebingungan dan krisis multidimensi. Mulai dari pemimpin hingga rakyat kita sedang mengalami krisis. Teknologi canggih yang diciptakan oleh negara-negara lain telah memberikan dampak yang besar bagi kehidupan kita. Terlebih lagi bagi kehidupan spiritualitas kita dan budaya lokal yang seharusnya menjadi acuan hidup justru mengalami kemerosotan karena pengaruh budaya dari Dunia Barat dan Utara.

    ReplyDelete
  11. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Tentu akan muncul banyak perbedaan, baik dunia barat, utara, timur dan selatan, pasti memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Karena setiap daerah memiliki karakter masing-masing. Maka jika menyangkut kepentingan internasional, diperlukan forum diskusi yang bertujuan untuk menyatukan pendapat, dan menghasilkan pemikiran yang bersifat umum dan dapat diterima oleh semua anggota. Sehingga ketika sudah disepakati dapat dijadikan patokan dan untuk diperhatikan dalam kehidupan selanjutnya agar tercipta hubungan yang harmonis

    ReplyDelete
  12. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Dunia terbagi menjadi beberapa bagian; diantaranya dunia timur dan dunia barat. Dunia timur terkenal dengan sikap kesopanan dan lilai-nilai moralnya, sedangkan dunia barat trkenal dengan hedonsme, foya-foya dan konsumtif. Saat ini dunia timur sedang diserang oleh dunia barat melalui teknologi dan informasi. Sebut saja gadget. Gadget telah berhasil mengelabui dunia timur untuk meninggalkan budayanya sendiri, saling menyapa, saling silaturrahmi, bersikap sopan dll.
    Budaya barat telah membawa bangsa Indonesia kehilangan identitasnya. Bangsa Indonesia mulai kehilangan budayanya sendiri, yaitu budaya ketimuran yang menjunjung tinggi norma2 masyarakat. Kemajuan IPTEK telah menghantarkan Indonesia semakin terpuruk, bukannya semakin maju.
    Sebagai generasi muda, hal ini menjadi tanggung jawab yang besar. Jika bukan kita, siapa lagi? Generasi muda sebagai ujung tonggak kemajuan bangsa seharusnya mampu untuk melestarikan budaya timur dan bisa memfilter/memilah budaya barat yang semakin cepat masuk di Indonesia.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, elegi ini sedang menganalogikan bagaimaana keadaan negara-negara di belahan dunia sekarang. Seperti yang dideskripsikan pada elegi di atas, negara bagian timur (dunia timur) identik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualnya, kekayaan suku dan budayanya, keramahan, dan kesopanan. Sedangkan negara bagian barat (dunia barat)dan utara (dunia utara), identik dengan teknologi yang canggih, rasio lebih utama daripada perasaan, dan eksploitasi. Dan dunia selatan, dijelaskan dalam kalimat ini :
    "Tetapi ketahuilah bahwa sebenar-benar Dunia Selatan itu adalah ciptaanku. Aku telah mentransformir Dunia Timur menjadi Dunia Selatan agar aku lebih leluasa dan tidak semata-mata kelihatan mengeksploitasi mereka. Maka kekacauan di Dunia Timur itu bukanlah tanpa disengaja. Tentu aku yang merencanakan, sedangkan sifat mereka hanyalah tidak mengetahuinya saja."
    Saya khawatir bahwa yang dimaksud dunia timur yang telah menjadi dunia selatan itu adalah negara Indonesia. Dunia selatan digambarkan sebagai negara yang sedang dalam kebingungan, bahkan iman dan taqwanya juga mengalami tekanan berat oleh produk-produk mutakhir dari Dunia Barat dan Dunia Utara. Ini persis menggambarkan keadaan negara Indonesia yang sebenarnya mempunyai karakteristik negara timur, tetapi seiring waktu, pengaruh dari negara barat terus masuk ke Indonesia sehingga menggerus nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai generasi bangsa harus aware terhadap situasi ini.

    ReplyDelete
  14. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi konferensi internasional I para transenden menyadarkan kita bahwa adanya keberagaman transenden baik di dunia timur, dunia barat, dunia utara maupun dunia selatan. Antara di setiap sisi dunia berbeda-beda. Jangankan untuk di berbagai penjuru dunia, di indonesia saja setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Indonesia yang masih dalam kegalauannya, dan bimbang akan ancaman yang bisa saja terjadi dari sisi yang tidak diketahui. Maka degan keberagaman itu sudah sepatutnya untuk saling diperkuat dan bersatu dalam mencapai cita-cita bangsa. Untuk itu diperlukan adanya rasa persatuan demi mewujudkannya.

    ReplyDelete
  15. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Setiap bangsa dengan letak geografis dan sejarahnya memiliki karakteristik dan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang menganggap nilai spiritual adalah segala-galanya dan agama adalah petunjuk dalam menjalani kehidupan. Ada yang lebih mengutamakan realistis daripada irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, lebih membanggakan teknologi dan metodologi dan sebagainya. Bangsa-bangsa ini hendaknya tidak saling menghancurkan, melainkan dapat saling belajar dan mengambil sisi positif bangsa lain tanpa harus menghilangkan karakteristik dan acuan yang telah dimiliki oleh bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
  16. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Konferensi Internasional I Para Transenden, elegi ini membahas mengenai keberagaman yang ada di dunia antara dunia timur, barat, utara dan selatan. Digamabarkan dari elegi ini, bahwasanya dunia barat dan utara cenderung untuk terus mengeksploitasi apa yang ada di dunia ini. Dunia timur cenderung pada spiritualisme, sedangkan dunia selatan masih terobang-ambing dalam kebingungan. Menurut saya setelah membaca elegi ini, di dunia ini terdiri dari dunia barat dan dunia timur. Kemudian antara pertentangan keduanya munculah dunia utara yang sebenarnya mengekploitasi dunia timur melalui teknologi yang dikembangkannya yang akhirnya tanpa disadari membuat dunia timur melenceng dari prinsip yang selama ini mereka pegang. Akhirnya terciptalah dunia selatan yang kebingungan menentukan pegangan prinsip mereka. Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia, hendaknya lebih selektif dalam menghadapi perkembangan zaman. Hal itu karena, tanpa kita sadari era globalisasi menjajah moral anak bangsa secara halus yang mengakibatkan hilangnya rasa nasionalisme. Terima kasih.

    ReplyDelete
  17. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Setiap individu pasti mempunyai masalahnya masing-masing, dan dalam pemecahan masalah pasti da beberapa terlintas dalam pikiran kita pendapat yang mingkin berbeda. Terkadang kita harus berdamai dengan diri kita sendiri agar bisa mengambil keputusan dalam setiap permaslahaan tersebut.

    ReplyDelete
  18. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Empat mata angin di dunia. Semua mempunyai ciri khas masing-masing. Ketika salah satu kehilangan cirinya san melebur menjadi yang lain, maka dunia kehilangan salah satu porosnya. Tidakkah lebih baik menjaga apa yang telah ada? Berubah memang baik, tetapi menghilangkan ciri adalah tanda kehilangan hati diri.

    ReplyDelete
  19. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini kita belajar bagaimana kehidupan dari beberapa wilayah memahami dimensi transenden. Terdapat transenden timur atau memiliki arti kehidupan orang-orang bagian timur dalam memahami spiritualitas yaitu ditempatkan tertinggi. Sedangkan, pada dunia barat yang lebih utama adalah teknologi dan pencarian. Kemudian ada dunia utara yang mana mereka sama dengan dunia barat. Sedangkan dunia selatan lebih netral atau dalam hal ini malah bingung. Dari sini kita dapat mengambil hikmah bahwa perbedaan itu memang ada dan sunatullahnya memang begitu. Karena di dalam Al-quran pun telah disebutkan bahwa Allah menciptakan kalian berbangsa-bangs agar saling mengenal. Maka ini termasuk yang harus disyukuri.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Melalui ulasan ini saya diajak untuk melihat perbedaan yang ada pada masing-masing wilayah. Setiap wilayah baik itu Timur, Barat, Utara dan Selatan memiliki kekuatan akan nilai-nilai yang menjadi ciri khas utama pada setiap individu. Berbeda bukan berarti untuk membandingkan mana yang lebih baik atau mana yang lebih buruk. Saat yang beda dapat memberi solusi akan suatu masalah yang ada. Tentunya akan sangat membantu bukan? Saya sangat berterima kasih kepada Bapak yang telah bersedia berbagi ilmu kepada saya dan teman-teman.

    ReplyDelete
  21. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi di atas mengingatkan dan menyadarkan kami akan dunia ini. Transenden dunia timur, utara, selatan, dan barat menyimbolkan bahwa dunia ini memiliki keberagaman dari segi wilayah, kebudayaan, mobilitas dan lainnya. Konferensi yang dilakukan merupakan salah usaha untuk mendisksusikan agar kehidupan di dunia ini dapat berjalan seimbang dengan keberagaman yang ada. Oleh karenanya, keberagaman ini bukan untuk dileburkan menjadi satu kebudayaan yang wajib dimiliki setiap wilayah. Namun, keberagaman ini patut untuk di pertahankan sebagai kekayaan dan wujud syukur kepada Tuhan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  22. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Dari adanya para transenden utara, timur, barat, dan selatan menunjukkan bahwa memang keberaneka ragaman itu pasti ada dan harus ada. Setiap transenden memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setiap karakteristik tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Konferensi yang dilakukan merupakan salah usaha untuk mendisksusikan agar kehidupan di dunia ini dapat berjalan seimbang dan selaras dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut. Yang paling terlihat adalah keadaan negara kita yang digambarkan seperti dunia timur yang telah menjelma menjadi dunia selatan. Sebagai dunia Timur lebih mengedepankan nilai spiritual, namun karena pengaruh teknologi canggih yang diciptakan oleh dunia barat dan utara menyebabkan kita berubah menjadi dunia selatan, yaitu dunia yang sedang mengalami kebingungan dan krisis multidimensi. maka sebagai generasi di jaman kontemporer masa kini, harus lebih peduli dengan nasib dan kemajuan bangsa Indonesia. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  23. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dari elegi konferensi internasioanl I para transenden ini memaparkan bahwa setiap masing-masing dunia memiliki permasalahan tersendiri. Begitupun untuk penyelesaiannya, masing-masing memiliki penyelesaian tersendiri. Pada dunia bagian timur spiritual merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi, sehingga agama adalah petunjuk dalam hidup mereka. Pada dunia bagian barat, yang diutamakan adalah realistis, sehingga mereka lebih baik menggali dan mencari daripada hanya diam dan mati. Pada dunia bagian utara lebih mengembangkan teknologi dan metodologi, sedangkan pada dunia bagian selatan memliki sifat yang berbeda dari dunia bagian utara, barat dan timur, karena mereka sedang mengalamai perubahan besar-besaran. Semuanya ini adalah keberagaman yang dapat dijadikan pembelajaan, bukan menjadi suatu yang dipermasalahkan.

    ReplyDelete
  24. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dari elegi teresebut saya menyimpulkan bahwa saat seseorang memiliki pengaruh dan ilmu maka orang tersebut daat menjadi sumber dari pihak lainnya, bisa menjadi acuan atau sebagai panutan. Hal ini dapat mengajarkan bahwa orang yan berilmu akan lebih dihargai dari pada orang yang tidak berilmu hal ini karena dia dapat menyumbangkan dan memberi inspirasi kepada orang lain bahwa ilmu yan bermanfaat ketika disampaikan kepada orang lain.

    ReplyDelete