Mar 7, 2011

Elegi Konferensi Internasional I Para Transenden




Oleh Marsigit

Transenden Ketua:

Wahai para Transenden dari seluruh dunia. Di dalam forum agung ini tidaklah semestinya kita berpikir parsial. Kita harus mampu menghasilkan pemikiran yang bersifat universal, intensif dan ekstensif. Ketahuilah bahwa semua pembicaraan dan produk kita itu menjadi sorotan semua orang di seluruh dunia. Tidak hanya itu mereka juga mengharapkan hasil-hasil yang kongkrit yang bisa diterapkan secara adil bagi seluruh dunia. Di sini sengaja saya akan memberikan warning kepada Para Bagawat Transinternasional dan Para Bagawat Neolisme untuk berkata jujur dan adil. Untuk itu saya mengharapkan agar para Transenden Negeri Barat mampu berkomunikasi secara konstruktif dengan para Transenden Negeri Timur. Juga semuanya termasuk para Transenden Negeri Utara dan para Transenden Negeri Selatan. Seperti lazimnya, setelah pidato pembukaan ini, silahkan para Transenden mempresentasikan masalahnya masing-masing, kemudian kita mencari solusinya secara bersama-sama. Silahkan.

Transenden Dunia Timur:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Timur. Sebagai Transenden Timur, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang timur, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Timur lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia timur. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia timur itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia timur. Metode kami meliputi biasanya kualitatif itu lebih utama dari pada kuantitatif, hati lebih utama daripada pikir, bersama lebih utama dari pada sendiri, seluruh lebih utama dari pada parsial, memberi lebih utama daripada mencari, diam konstruktif lebih utama daripada bicara tak efektif, seimbang lebih utama daripada tak imbang, penjelasan lebih utama daripada angka-angka, tenang lebih utama daripada ramai, kompromi lebih utama daripada bertengkar, praktik lebih utama daripada teori, contoh lebih utama daripada teori, panutan lebih utama daripada bersifat liar, lingkungan hidup lebih utama daripada kepentingan manusia, kosong lebih utama daripada bernafsu. Spiritual adalah segala-galanya dan ditempatkan dipuncak dunia timur. Maka bagi kami, semua unsur itu adalah sakral sifatnya. Etnik dan suku itulah pilar-pilar kehidupan dunia timur. Lebih baik terbatas pengetahuanku daripada mengembarakan pikiranku tetapi akan membakar hatiku. Ritual dan tradisi adalah wajahku. Nilai kebijakan tertinggiku adalah mampu memberi sesuatu kepada sesama. Penghuniku meliputi pusat-pusat penyebar nilai-nilai etik, budaya, nilai-nilai moral dan ajaran spiritual. Aku kurang begitu paham mengapa musti ada dunia timur dan dunia barat?. Yang menjadi persoalan pokok kami adalah bagaimana kami tetap mempertahankan sifat dan karakteristik dunia kami tanpa gangguan dari dunia di luar diri kami?

Transenden Dunia Barat:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Barat. Sebagai Transenden Barat, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang barat, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Barat lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia barat. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia barat itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia barat. Metode kami meliputi biasanya kuantitatif itu lebih utama dari pada kuanlitatif, rasio lebih utama daripada terjebak perasaan, sistem lebih utama dari pada komponen, mencari lebih utama daripada memberi, logos lebih utama daripada mitos, dunia yang realistis lebih utama daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, tidak kosong itu lebih utama dari pada kosong hanya melamun, eksploitasi lebih utama daripada diam tak termanfaatkan. Penjelajahan dunia tak terbatas adalah lebih utama untuk kepentingan generasiku. Nilai tertinggi kebijakanku adalah mencari dan mencari. Barang siapa mampu terus mencari maka itulah sebenar-benar orang bijaksana di dunia barat. Penghuniku terdiri dari pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni. Penjelajahanku telah menemukan bahwa di sana ada dunia timur. Maka aku memahami mengapa ada dunia barat dan dunia timur, itu semata-mata disebabkan karena faktor geografis belaka. Yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana kami mampu mengembangkan teknologi dan metodologi untuk menyempurnakan penjelajahan kami mengarungi unlimited seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada.

Transenden Dunia Utara:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Dunia Utara. Sebagai Transenden Dunia Utara, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang utara, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Utara lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia utara. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia utarat itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia utara. Metode kami meliputi biasanya kuantitatif itu lebih utama dari pada kuanlitatif, rasio lebih utama daripada terjebak perasaan, sistem lebih utama dari pada komponen, mencari lebih utama daripada memberi, logos lebih utama daripada mitos, dunia yang realistis lebih utama daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, tidak kosong itu lebih utama dari pada kosong hanya melamun, eksploitasi lebih utama daripada diam tak termanfaatkan. Penjelajahan dunia tak terbatas adalah lebih utama untuk kepentingan generasiku. Nilai tertinggi kebijakanku tidaklah hanya mencari dan mencari, tetapi hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk menghidupi dunia utara. Barang siapa mampu terus mencari dan menghasilkan produk baru sebanyak-banyaknya maka itulah sebenar-benar orang bijaksana di dunia utara. Penghuniku tidak hanya pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni, tetapi Dunia Barat telah menyatakan diri bergabung dengan Dunia utara. Penjelajahanku telah menemukan bahwa di sana ada dunia selatan. Maka aku memahami mengapa ada dunia barat, dunia timur, dan dunia selatan itu semata-mata disebabkan karena faktor geografis belaka. Tetapi ketahuilah bahwa sebenar-benar Dunia Selatan itu adalah ciptaanku. Aku telah mentransformir Dunia Timur menjadi Dunia Selatan agar aku lebih leluasa dan tidak semata-mata kelihatan mengeksploitasi mereka. Maka kekacauan di Dunia Timur itu bukanlah tanpa disengaja. Tentu aku yang merencanakan, sedangkan sifat mereka hanyalah tidak mengetahuinya saja. Yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana kami mampu mengembangkan teknologi dan metodologi untuk menyempurnakan penjelajahan kami mengarungi unlimited seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada serta seoptimal mengekploitasi dunia selain diriku. Aku sedang mengembangkan metode agar Dunia Selatan secara iklhas menjadi partner terekploitasi oleh kebutuhan dan kepentinganku.


Transenden Dunia Selatan:

Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Selatan. Sebagai Transenden Selatan, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang selatan, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Selatan lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia selatan. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia timur itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia selatan. Kami ingin menyampaikan bahwa keadaan kami sekarang sedang mengalami perubahan besar-besaran. Mengapa? Karena kami di dunia selatan itu sedang menjadi tempat pertempuran antara Dunia Barat dan Dunia Timur. Ditambah lagi konon Dunia Utara juga ikut nimbrung memanfaatkan suasana. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa tiadalah metode yang jelas yang dapat kami kembangkan. Kami mengalami kebimbangan dan kebingungan bagaimana menerapkan metode kualitatif atau metode kuantitatif. Kami bingung apakah pikiran dulu atau hati dulu. Kami bingung apakah keseluruhan dulu atau parsial dulu. Kami bingung apakah mencari dulu atau memberi dulu. Kami bingung apakah teori dulu atau praktek dulu. Kami bingung apakah berdamai atau bertengkar. Kami bingung apakah kosong atau isi. Kami bingung apakah sistem atau komponen. Kami bingung apakah logos atau mitos. Kami bingung apakah teknologi atau doa. Kami bingung apakah sendiri atau sistemik. Kami bingung apakah materi atau spiritual. Kami bingung apakah yang bisa kami utamakan. Kami bingung mengidentifikasi siapa penghuni kami. Kami bingung apakah nilai keutamaan dan kebijakan kami. Dikarenakan itu semua maka kami juga sedang mengalami krisis multidimensi. Dari pemimpin hingga rakyat sampai para Bagawat, dari materi hingga spiritual semuanya mengalami krisis. Bahkan iman dan taqwa kami juga mengalami tekanan berat oleh produk-produk mutakhir dari Dunia Barat dan Dunia Utara.

Transenden Ketua:
Oo..oo..itulah ternyata bahwa harus ada bermacam-macam dunia. Itulah kodratnya bahwa beraneka ragam itu pasti harus ada. Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan mempunyai sifat dan keadaannya serta persoalannya masing-masing. Aku iba dengan Dunia Selatan, kelihatannya dia sendirilah yang menjadi korban dari karakteristik yang ada. Hei-hei Dunia Timur...mau kemana? Jangan pergi dulu..kelihatannya engkau juga tidak begitu happy dengan keadaan yang ada? Baik akan saya selenggarakan konferensi ke dua bagaimana mencari solusi dari persoalan-persoalan mereka itu.

No comments:

Post a Comment


Note: Only a member of this blog may post a comment.