Mar 7, 2011

Elegi Konferensi Internasional I Para Transenden




Oleh Marsigit

Transenden Ketua:

Wahai para Transenden dari seluruh dunia. Di dalam forum agung ini tidaklah semestinya kita berpikir parsial. Kita harus mampu menghasilkan pemikiran yang bersifat universal, intensif dan ekstensif. Ketahuilah bahwa semua pembicaraan dan produk kita itu menjadi sorotan semua orang di seluruh dunia. Tidak hanya itu mereka juga mengharapkan hasil-hasil yang kongkrit yang bisa diterapkan secara adil bagi seluruh dunia. Di sini sengaja saya akan memberikan warning kepada Para Bagawat Transinternasional dan Para Bagawat Neolisme untuk berkata jujur dan adil. Untuk itu saya mengharapkan agar para Transenden Negeri Barat mampu berkomunikasi secara konstruktif dengan para Transenden Negeri Timur. Juga semuanya termasuk para Transenden Negeri Utara dan para Transenden Negeri Selatan. Seperti lazimnya, setelah pidato pembukaan ini, silahkan para Transenden mempresentasikan masalahnya masing-masing, kemudian kita mencari solusinya secara bersama-sama. Silahkan.

Transenden Dunia Timur:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Timur. Sebagai Transenden Timur, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang timur, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Timur lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia timur. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia timur itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia timur. Metode kami meliputi biasanya kualitatif itu lebih utama dari pada kuantitatif, hati lebih utama daripada pikir, bersama lebih utama dari pada sendiri, seluruh lebih utama dari pada parsial, memberi lebih utama daripada mencari, diam konstruktif lebih utama daripada bicara tak efektif, seimbang lebih utama daripada tak imbang, penjelasan lebih utama daripada angka-angka, tenang lebih utama daripada ramai, kompromi lebih utama daripada bertengkar, praktik lebih utama daripada teori, contoh lebih utama daripada teori, panutan lebih utama daripada bersifat liar, lingkungan hidup lebih utama daripada kepentingan manusia, kosong lebih utama daripada bernafsu. Spiritual adalah segala-galanya dan ditempatkan dipuncak dunia timur. Maka bagi kami, semua unsur itu adalah sakral sifatnya. Etnik dan suku itulah pilar-pilar kehidupan dunia timur. Lebih baik terbatas pengetahuanku daripada mengembarakan pikiranku tetapi akan membakar hatiku. Ritual dan tradisi adalah wajahku. Nilai kebijakan tertinggiku adalah mampu memberi sesuatu kepada sesama. Penghuniku meliputi pusat-pusat penyebar nilai-nilai etik, budaya, nilai-nilai moral dan ajaran spiritual. Aku kurang begitu paham mengapa musti ada dunia timur dan dunia barat?. Yang menjadi persoalan pokok kami adalah bagaimana kami tetap mempertahankan sifat dan karakteristik dunia kami tanpa gangguan dari dunia di luar diri kami?

Transenden Dunia Barat:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Barat. Sebagai Transenden Barat, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang barat, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Barat lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia barat. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia barat itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia barat. Metode kami meliputi biasanya kuantitatif itu lebih utama dari pada kuanlitatif, rasio lebih utama daripada terjebak perasaan, sistem lebih utama dari pada komponen, mencari lebih utama daripada memberi, logos lebih utama daripada mitos, dunia yang realistis lebih utama daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, tidak kosong itu lebih utama dari pada kosong hanya melamun, eksploitasi lebih utama daripada diam tak termanfaatkan. Penjelajahan dunia tak terbatas adalah lebih utama untuk kepentingan generasiku. Nilai tertinggi kebijakanku adalah mencari dan mencari. Barang siapa mampu terus mencari maka itulah sebenar-benar orang bijaksana di dunia barat. Penghuniku terdiri dari pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni. Penjelajahanku telah menemukan bahwa di sana ada dunia timur. Maka aku memahami mengapa ada dunia barat dan dunia timur, itu semata-mata disebabkan karena faktor geografis belaka. Yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana kami mampu mengembangkan teknologi dan metodologi untuk menyempurnakan penjelajahan kami mengarungi unlimited seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada.

Transenden Dunia Utara:
Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Dunia Utara. Sebagai Transenden Dunia Utara, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang utara, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Utara lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia utara. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia utarat itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia utara. Metode kami meliputi biasanya kuantitatif itu lebih utama dari pada kuanlitatif, rasio lebih utama daripada terjebak perasaan, sistem lebih utama dari pada komponen, mencari lebih utama daripada memberi, logos lebih utama daripada mitos, dunia yang realistis lebih utama daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri, mencari dan menggali lebih utama daripada diam tetapi mati, tidak kosong itu lebih utama dari pada kosong hanya melamun, eksploitasi lebih utama daripada diam tak termanfaatkan. Penjelajahan dunia tak terbatas adalah lebih utama untuk kepentingan generasiku. Nilai tertinggi kebijakanku tidaklah hanya mencari dan mencari, tetapi hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk menghidupi dunia utara. Barang siapa mampu terus mencari dan menghasilkan produk baru sebanyak-banyaknya maka itulah sebenar-benar orang bijaksana di dunia utara. Penghuniku tidak hanya pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni, tetapi Dunia Barat telah menyatakan diri bergabung dengan Dunia utara. Penjelajahanku telah menemukan bahwa di sana ada dunia selatan. Maka aku memahami mengapa ada dunia barat, dunia timur, dan dunia selatan itu semata-mata disebabkan karena faktor geografis belaka. Tetapi ketahuilah bahwa sebenar-benar Dunia Selatan itu adalah ciptaanku. Aku telah mentransformir Dunia Timur menjadi Dunia Selatan agar aku lebih leluasa dan tidak semata-mata kelihatan mengeksploitasi mereka. Maka kekacauan di Dunia Timur itu bukanlah tanpa disengaja. Tentu aku yang merencanakan, sedangkan sifat mereka hanyalah tidak mengetahuinya saja. Yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana kami mampu mengembangkan teknologi dan metodologi untuk menyempurnakan penjelajahan kami mengarungi unlimited seluruh dunia dan ruang angkasa yang ada serta seoptimal mengekploitasi dunia selain diriku. Aku sedang mengembangkan metode agar Dunia Selatan secara iklhas menjadi partner terekploitasi oleh kebutuhan dan kepentinganku.


Transenden Dunia Selatan:

Hadirin semua. Kenalkan saya adalah Transenden Selatan. Sebagai Transenden Selatan, maka saya tidak hanya merefleksikan hidup orang-orang selatan, tetapi saya juga menjadi jiwa dan panutan mereka. Tiadalah hal kecil seberapapun dari Dunia Selatan lepas dari pantauanku. Maka sifat-sifatku itu adalah hermenitika kehidupan mensejarah masyarakat dunia selatan. Sekecil apapun yang namanya dunia, maka dia telah merangkum semua unsur-unsurnya. Unsur-unsur dunia timur itu juga lengkap selengkap unsur dunia di tempat lainnya. Kita mempunyai unsur fisik, unsur materi, unsur formal, unsur normatif, unsur transenden dan unsur spiritual. Walaupun dengan penekanan berbeda, kami juga mempunyai semua unsur metode dunia selatan. Kami ingin menyampaikan bahwa keadaan kami sekarang sedang mengalami perubahan besar-besaran. Mengapa? Karena kami di dunia selatan itu sedang menjadi tempat pertempuran antara Dunia Barat dan Dunia Timur. Ditambah lagi konon Dunia Utara juga ikut nimbrung memanfaatkan suasana. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa tiadalah metode yang jelas yang dapat kami kembangkan. Kami mengalami kebimbangan dan kebingungan bagaimana menerapkan metode kualitatif atau metode kuantitatif. Kami bingung apakah pikiran dulu atau hati dulu. Kami bingung apakah keseluruhan dulu atau parsial dulu. Kami bingung apakah mencari dulu atau memberi dulu. Kami bingung apakah teori dulu atau praktek dulu. Kami bingung apakah berdamai atau bertengkar. Kami bingung apakah kosong atau isi. Kami bingung apakah sistem atau komponen. Kami bingung apakah logos atau mitos. Kami bingung apakah teknologi atau doa. Kami bingung apakah sendiri atau sistemik. Kami bingung apakah materi atau spiritual. Kami bingung apakah yang bisa kami utamakan. Kami bingung mengidentifikasi siapa penghuni kami. Kami bingung apakah nilai keutamaan dan kebijakan kami. Dikarenakan itu semua maka kami juga sedang mengalami krisis multidimensi. Dari pemimpin hingga rakyat sampai para Bagawat, dari materi hingga spiritual semuanya mengalami krisis. Bahkan iman dan taqwa kami juga mengalami tekanan berat oleh produk-produk mutakhir dari Dunia Barat dan Dunia Utara.

Transenden Ketua:
Oo..oo..itulah ternyata bahwa harus ada bermacam-macam dunia. Itulah kodratnya bahwa beraneka ragam itu pasti harus ada. Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan mempunyai sifat dan keadaannya serta persoalannya masing-masing. Aku iba dengan Dunia Selatan, kelihatannya dia sendirilah yang menjadi korban dari karakteristik yang ada. Hei-hei Dunia Timur...mau kemana? Jangan pergi dulu..kelihatannya engkau juga tidak begitu happy dengan keadaan yang ada? Baik akan saya selenggarakan konferensi ke dua bagaimana mencari solusi dari persoalan-persoalan mereka itu.

29 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi ini menggambarkan betapa indahnya perbedaan, antara dunia timur, barat, utara dan selatan dimana dunia timur itu memiliki penyebar suku, etnik,budaya dan spritual sedangkan dunia barat sibuk dengan pusat-pusat penjelajah dunia, korporasi dan kampeni, dan dunai utara juga selatan semua nya memiliki kehidupan yang berbeda. Itulah yng dinamakan berbeda itu indah.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dunia ini bisa digolongkan menjadi 4 bagian, yaitu dunia timur, dunia barat, dunia selatan, dan dunia utara. Persoalan pokok ari setiap belahan dunia tersebut adalah bagaimana suatu bangsa dapat mempertahankan sifat dan karakteristik dunianya tanpa gangguan dari dunia di luar. Namun yang terlihat sangat bertolak belakang adalah dunia timur dan dunia barat. Bagi dunia timur, nilai spiritual adalah segala-galanya serta agama adalah petunjuk dalam menjalani kehidupan. Sedangkan dunia barat lebih mengutamakan realistis daripada dunia yang irasional, teknologi lebih utama daripada berserah diri.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Transenden yang dipaparkan melalui elegi ini ada 4 yaitu transenden dunia timur, dunia barat, dunia utara, dan dunia selatan. Pandangan-pandangan yang dimiliki oleh ke 4 transenden inipun berbeda-beda. Transenden dunia timur lebih bersifat kualitatif dengan mengutamakan hati dan perasaan daripada pemikirannya, mengutamakan memberi daripada mencari, spiritual memiliki derajat yang paling tinggi. Transenden dunia timur dan utara lebih bersifat kuantitatif, keduanya sama-sama mengutamakan rasio dan logika daripada perasaan, lebih utama mencari daripada memberi, hanya saja perbedaannya dari dunia barat dan dunia utara terletak pada kebermanfaatan hasil pencariannya atau penemuannya. Dalam dunia barat nilai kebijakan tertinggi adalah mencari dan terus mencari, sedangkan dalam dunia utara nilai kebijakan tertinggi tidak hanya mencari tetapi juga hasilnya juga dapat bermanfaat bagi kehidupan. Transenden dunia selatan merupakan akibat dari sifat-sifat yang ditunjukkan oleh transenden-transenden yang ada yaitu dunia timur, barat, dan utara. Transenden dunia selatan merupakan kebingungan dan keraguan dari sifat-sifat transenden yang ada yang saling bertentangan. Kebingungan-kebingungan yang terjadi seperti mempersoalkan apakah hati dulu atau pikiran dulu, mencari dulu atau memberi dulu, teori dulu atau praktek dulu dan sebagainya.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2017

    Pada elegi ini diutarakan berbagai macam transendern. Dunia transenden satu dengan yang lain berbeda keadaanya disini memperlihatkan bahwa karakteristik itu mempengaruhi perlakuan yang diterima. Cenderung menunjukkan segala kelebihan dan karakteristrik mereka, hanya dunia selatan yang masi terdzalini. Kisah dunia transenden selatan ini mirip dengan keadaan yang ada di negeri ini yang dijajah secara perlahan oleh dunia lain.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Transenden adalah cara berpikir mengenai hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan alam semesta. Ada empat transenden yang disebutkan dalam elegi ini yaitu Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan. Keempat transenden tersebut memiliki persepsi dan pemikiran masing-masing dalam mereflesikan kehidupan baik mengenai pedoman hidup, tujuan hidup, maupun prioritas.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Setiap manusia berbeda dan mempunyai karakteristik sesuai dengan pribadi masing-masing. Begitu juga dengan dunia ini. Dunia bagian utara, bagian selatan, bagian timur, bagian barat, tentu semua tak sama. Semua berbeda mempunyai karakteristik masing-masing. Semua mempunyai budaya sendiri-sendiri. Perbedaan-perbedaan ini harusnya saling melengkapi dan sebaiknya kita mampu bertenggang rasa terhadap karakteristik negara lain. Sebagai generasi muda hendaknya kita juga harus menjaga karakteristik negara kita tercinta, agar tidak terongrong oleh budaya atau karakteristik negara lain yang tidak sesuai dengan pancasila.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Keberaneragaman di dunia ini membuat hidup lebih bermakna dan lebih indah. Bisa dibayangkan jika dalam dunia ini hanya ada ada satu yang mendominasi hingga tak ada keragaman lainnya.
    Sudah dipastikan dunia akan terasa monoton dan membosankan. Tak ada perbedaan-berbedaan yang membuat lebih berwarna layaknya pelangi. Sehigga keraneka ragam itu pasti harus ada.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Perbedaan itu suatu hal yang tak terhindarkan, tapi perbedaan tersebut belum tentu menghasilkan hal yang buruk. Degan diskusi makan perbedaan-berbedaan dapat dibicarakan dengan baik. Semua sisi dunia memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri, dan perbedaan karakteristik itu bukan penghalang menuju persatuan jika dibicarakan dengan baik.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dari elegi di atas diketahui bahwa masing-masing belahan dunia memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Penyelsaiannya pun tentu tidak akan sama antar satu dengan yang lainnya. Seoerti individu-individu di bumi ini, mereka memiliki karakter dan masalahnya masing-masing dan tidak dapat digeneralisasikan menjadi sesuatu yang sama.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Elegi ini menggambarkan Indonesia sebagai dunia selatan yang menjadi korban dari karakteristik yang ada. Dunia barat identic dengan rasionalitasnya, dunia timur dengan spiritualitasnya, dunia utara dengan teknologinya.namun dunia selatan belum dapat menentukan sikap karena terombang ambing dan bingung dengan semua karakteristik yang ada. Pancasila kehilangan nilainya, pengaruh dari dunia yang lain membuat dunia selatan menjadi korban karena kehilangan jati dirinya. Elegi ini memberi pesan pada kita agar tidak kehilangan jati diri kita. Saat menggapai ilmu ada banya hal yang dapat merubah pola pikir kita. Namun, jika kita tetap berpegang pada prinsip-prinsip kita, maka kita tidak akan mudah terseret perkembangan yang ada dan tidak menjadi korban.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia ini terbagi atas beberapa bagian, yakni Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan. Setiap bagian mempunyai sifat dan keadaannya serta persoalannya masing-masing.
    Hal ini disesuaikan dengan letak bagian dan kebudayaan yang berkembang di bagian dunia masing-masing. Seringkali muncul perbedaan antara yang satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, manusia memiliki kecenderungan untuk melihat suatu masalah menurut caranya masing-masing.Setiap individu melihat atau merasakan persepsi dari individu itu sendiri mengenai sesuatu yang berada di hadapannya. Seorang individu memiliki persepsi masing-masing terhadap objek yang ada di hadapannya. Persepsi dapat mempengaruhi individu dalam tindakan yang ada dalam benak individu. Dengan mengetahui dan memahami konsep pembentukan persepsi dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan individu.

    ReplyDelete
  13. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi diatas memaparkan bagaimana dunia utara, dunia barat, dunia timur dan dunia selatan memahami tentang kehidupan. Alangkah indahnya kalau masing-masing belahan menunjukkan karakteristiknya dan menghargai karakteristik belahan yang lain, sehingga kedamaian dimuka bumi akan tercapai. Namun yang paling mencolok adalah antara belahan barat dan timur. Pada belahan bumi timur sangat mementingkan nilai-nilai spiritul, spiritual adalah yang utama, sementara belahan dunia barat lebih mementingkan rasional sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka tergambar bagaimana materi itu dituhankan.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Perbedaan akan menciptakan kelengkapan jika disatukan. Perbedaan akan menjadikan bervariasi. Perbedaan akan memunculkan inovasi. Karena di dalam perbedaan muncul permasalahan yang berbeda – beda pula. Oleh karena itu dalam perbedaan ini setidaknya saling menggenggam tangan satu sama lain untuk menciptakan suatu persatuan bukanlah sebuah peperangan yang hanya dapat memecahkan di anatara banyak perbedaan.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia memiliki keuniknya masing-masing. Sehingga manusia pun memilik sudut pandang yang berbeda-beda. Dalam elegi ini, memaknainya bahwa setiap sudut pandang memiliki keunggulannya dan kelemahannya masing-masing. Setiap masalah pun dapat diatasi dengan berbagai sudut pandang. Namun dengan adanya beragam sudut pandang tidaklah baik untuk saling menyalakan, harus rukun dan menghargai pandangan yang berbeda.

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pikirkanlah yang ada dan yang mungkin ada (Descartes), itulah persoalan yang terjadi antara dunia Timur, Barat, Utara, dan Selatan yang lengkap dengan unsur-unsurnya. Berbagai unsur itulah multidimensi maka itulah kesamaannya, dan multidimensi yang mencerminkan karakteristik masing-masing itulah perbedaannya. Maka sebaik-baik memikirkan persoalan adalah mengambil langkah dari pada berdiam diri memikirkan persoalan Dunia Timur, Barat, Utara dan Selatan. Sebaik-baik langkah itu adalah dengan melakukan eksperimen dengan metode kauntitatif dan kualitatif.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi ini memaparkan gambaran dunia timur, barat, utara dan selatan. Namun demikian, titik tekan yang mudah dipahami adalah antara dunia timur dan dunia barat. Seperti diketahui, dunia timur dan dunia barat sering digambarkan sebagai dunia yang berbeda. Masing-masing belahan dunia memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Penyelesaiannya pun tentu tidak akan sama antar satu dengan yang lainnya. Penggolongan itu merupakan bukti keragaman manusia, semua memiliki kelebihan masing-masing, dan dapat belajar untuk saling mengisi tanpa harus menyakiti dan semua diciptakan untuk saling melengkapi,  dan bekerjasama. Seperti individu-individu di bumi ini, mereka memiliki karakter dan masalahnya masing-masing dan tidak dapat digeneralisasikan menjadi sesuatu yang sama. Namun secara kefilsafatan, jika ingin mendapatkan hasil yang berupa asimilasi, satu-satunya cara adalah membuat sintesa dari kedua kutub itu. Demikian pula dengan apa yang terjadi dengan dunia utara maupun dunia selatan.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Di dunia ini memang beragam. penuh dengan karakteristik yang bermacam macam. setiap individu memiliki karakteristiknya masing-masing. setiap individu memiliki sifat spesial dan unik. masing-masing karakteristik tersebut tidak dapat disamakan, semua mempunyai keunikan masing masing.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Di empat belahan dunia terdapat perbedaan prinsip dalam memaknai hidup. Dari ke 4 nya pula memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dunia timur memiliki prinsip dalam hidup yaitu memberi, mempunyai rasa solidaritas yang tinggi, penuh dengan kebersamaan atau gotong royong, hati lebih utama dibanding pikiran, tetapi dunia timur gampang terpengaruh oleh dunia lain contoh sekarang secara bertahap dunia timur sedang mengikuti gaya hidup dunia barat, penuh dengan teknologi (teknologi memiliki kekurangan dan kelebihan tergantung bagaimana memaknai), gaya berpakaian, gaya bicara atau sopan santun sehingga kemungkinan bisa jadi karakter dunia timur akan menghilang sedikit demi sedikit. Ini disebabkan karena mitos lebih dominan dibanding logos. Peran serta semua lapisan masyarakat untuk menjaga kebudayaan leluhur, tatacara kehidupan, menjaga niai-nilai keimanan dan ketaqwaan, menelaah bagaimana kehidupan barat bisa seperti itu apakah mereka melandaskan hati dalam pelaksanaan kehidupan. Seyogyanya kita meniru kehidupan barat yang positif, misal kita meniru keilmuannya, bagaimana mereka mampu membuat roket yang hebat, bagaimana mereka melakukan sistem pertanian dengan baik

    ReplyDelete
  20. Dunia sudah dibagi dalam berbagai dunia kekuasaan, yaitu barat, timur, utara dan selatan. Dunia barat mengunggul-unggulkan teknologi dan mengesampingkan sisi spiritualitas atau dengan kata lain mereka lebih mengandalkan kekuatan dirinya dan teknologi yang dihasilkan. Dunia timur menekankan sisi spiritual. Dunia utara menekankan pada pengeksploitasian dunia. Dunia selatan mengalami krisis mulitidimensi yang disebabkan oleh tekanan-tekanan dunia barat dan utara. Yang paling tidak beruntung memang dunia selatan. Dunia seletan seperti tidak mempunyai jadi diri, bertempur antara condong ke timur atau mengikuti barat. Harus ada keingginan yang kuat untuk menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Agar dunia selatan tidak hanya dijadikan pasar bagi dunia barat.

    ReplyDelete
  21. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Persoalan memang tak akan pernah habis namun kita tau bahwa persoalan mampu untuk berakhir. Persoalan-persoalan yang dihadapi para penghuni dunia saat ini sangat kompleks karena hampir mencakup semua aspek kehidupan. Tentang elegi ini, muncul beberapa pertanyaan kaitannya dengan persoalan internasional, diantaranya adalah bagiamana mengikuti perkembangan dunia jika kita masih menundukkan kepala dan menutup mata untuk melihat dunia yang semakin hingarbingar, bagaimana mengembangkan teknologi sehingga dapat mengurangi peluang untuk diajajah dan dapat mengeksplorasi dunia dengan optimal, dan pertanyaan yang lainnya. Pada Intinya, tetap Bhineka tanpa buta dunia.

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Orang membagi dunia ini ke dalam 4 bagian. Bagian – bagian itu masing – masing mempunyai kebudayaan dan cara hidupnya masing – masing. Terlepas dari itu semua, perbedaan yang dimiliki masing – masing justru akan membuat dunia semakin berwarna dengan keanekaragaman tersebut. Bagaimana karakteristik dari setiap bagian dunia yang mempengaruhi pikiran – pikiran manusia tentunya dapat memberikan banyak pelajaran hidup.

    ReplyDelete
  23. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Setiap transenden memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setiap karakteristik tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka sepantasnyalah kita mengambil apa yang bermanfaat dan sesuai dengan tempat tinggal kita agar terjadi jaringan sistemik di lingkungan kita. Namun kita harus tetap manjaga karakteristik budaya kita dimanapun kita berada. Sayangnya saat sekarang ini, semakin derasnya efek globalisasi maenjadikan bangsa ini kehilangan jati diri mereka.

    ReplyDelete
  24. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah bahwa menjadi seorang pemimpin atau menjadi orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi haruslah menjaga perilaku moral seperti jujur dan adil karena menjadi seorang pemimpin akan menjadi sorotan public dan panutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

    ReplyDelete
  25. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi di atas memperlihatkan bahwa Dunia Barat, Dunia Timur, Dunia Utara dan Dunia Selatan memiliki karakteristik yang berbeda beda. Dunia Selatan diibaratkan dengan Indonesia yang diserbu oleh berbagai macam arus globalisasi yang dating dari barat maupun timur. Bangsa Indonesia terlihat kewalahan untuk menghadapi arus tersebut. Sehingga bangsa Indonesia perlu meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT

    ReplyDelete
  26. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi diatas menggambarkan bahwa dunia ini terbagi menjadi 4. Dunia timur, Dunia barat, Dunia utara dan Dunia selatan. Dengan masing masing karateristik serta permasalahan yang ada di dalamnya. Namun keberagaman kebudayaan sudah sepatutnya dipertahankan oleh bangsanya sendiri sebagai simbol karaketeristik suatu bangsa dimata dunia.

    ReplyDelete
  27. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setiap transenden memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setiap karakteristik tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka sepantasnyalah kita mengambil apa yang bermanfaat dan sesuai dengan tempat tinggal kita agar terjadi jaringan sistemik di lingkungan kita. Namun kita harus tetap manjaga karakteristik budaya kita dimanapun kita berada. Sayangnya saat sekarang ini, semakin derasnya efek globalisasi maenjadikan bangsa ini kehilangan jati diri mereka.

    ReplyDelete
  28. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat berbagai macam kekuasaan di dunia. Antara lain biasa disebut dunia timur, dunia barat, dunia utara, dunia selatan. Masing-masing bagian dunia memiliki ciri khas dan karakter masing-masing yang tentunya terdapat berbagai perbedaan. Sehingga tiap-tiap bagian tersebut pasti terdapat berbagai macam persoalan.

    ReplyDelete
  29. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terkadang mucul pula persoalan-persoalan antar bagian dunia tersebut. Nampaknya, dari semua bagian dunia tersebut, dunia baratlah yang paling berambisi untuk dapat menguasai seluruh dunia. Baik dengan kekuatan maupun pengaruhnya.

    ReplyDelete