Mar 7, 2011

Elegi Wawancara Imaginer Dengan Direktur Pabrik Manusia Inhuman




Oleh Marsigit

Wartawan Lepas:
Selamat siang Bapak. Perkenankanlah saya wartawan lepas, mohon perkenan Bapak apakah saya boleh melakukan wawancara. Apa sebetulnya pekerjaan pokok Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Hemm..inilah memang sudah ditakdirkan. Aku ditakdirkan untuk mengelola pabrikku untuk memproduksi manusia inhuman.

Wartawan Lepas:

Sejak kapan Bapak mengelola Pabrik Manusia Inhuman ?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Sejak jaman awal hingga akhir jaman.

Wartawan Lepas:
Seberapa besar pabrik itu dan dia berlokasi di mana saja?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik itu ada yang besar ada pula yang kecil. Adapun lokasinya ada di mana-mana?

Wartawan Lepas:
Saya kurang begitu paham? Bolehkan Bapak menjelaskan lebih lanjut?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik Manusia Inhuman itu ada yang kongkrit, ada yang abstrak, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang di luar, ada yang di dalam, ada yang mandiri, dan ada yang sistemik, ada yang berada di dalam hati, dan ada pula yang berada di dalam pikiran.

Wartawan Lepas:
Supaya saya bisa mengenali pabrik itu labih lanjut, apakah kira-kira ciri-ciri umumnya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Ciri-ciri umum Pabrik Manusia Inhuman adalah memproduksi manusia inhuman. Tetapi dia juga bisa berupa manusia inhuman itu sendiri.

Wartawan Lepas:
Apakah sebenarnya yang disebut manusia inhuman?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:

Manusia inhuman adalah manusia yang akan menuju, atau sedang dalam proses awal, atau sedang dalam proses tengah, atau sedang dalam proses akhir , atau sudah jelas pasti kehilangan nuraninya.

Wartawan Lepas:
Bagaimana anda mendefinisikan “kehilangan nuraninya” dan apa ciri-cirinya.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Kehilangan nurani bisa terjadi pada seseorang, bisa terjadi pada keluarga, bisa terjadi di kantor, bisa terjadi pada kelompok orang, bisa terjadi pada bangsa-bangsa, bisa terjadi pada waktu lampau, bisa terjadi pada waktu sekarang, bisa terjadi pada waktu yang akan datang, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh manusia pada jamannya. Kehilangan hati nurani bisa bersifat implisit bisa bersifat eksplisit, bisa bersifat langsung bisa bersifat tak langsung. Kehilangan hati nurani bisa disadari, bisa tidak disadari, bisa simtomatik, bisa hanya gejala, bisa tidak teratur, bisa teratur, bisa sementara, bisa permanen, bisa ketagihan, bisa tidak berdampak, bisa hanya berdampak pribadi, bisa berdampak kepada orang lain, bisa berdampak secara sistemik, bisa berdampak hanya urusan dunia, tetapi bisa berdampak sampai urusan akhirat.

Wartawan Lepas:
Kenapa anda musti harus membuat pabrik?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman itu bisa diproduksi oleh diri sendiri atau dari faktor internal, tetapi yang lebih banyak lagi adalah mereka diproduksi oleh unsur-unsur dari luar. Maka semuanya itulah bangunan pabrikku.

Wartawan Lepas:
Bilamana manusia inhuman diprodusksi oleh diri sendiri dan bilamana diproduksi dari unsur luar?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman diproduksi oleh diri sendiri jika subyek diri sekaligus menjadi obyek diri. Maksudnya adalah bahwa seseorang bisa menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannya, hatinya, keinginnannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Manusia yang demikian aku sebut sebagai Manusia Inhuman Primer. Manusia inhuman diproduksi oleh unsur luar jika subyek atau obyek luar berpengaruh terhadap subyek atau obyek individu sehingga terciptalah Manusia Inhuman Primer. Maka manusia inhuman yang diproduksi oleh unsur luar saya sebut sebagai Manusia Inhuman Sekunder.

Wartawan Lepas:
Apakah ciri-ciri manusia yang telah kehilangan nuraninya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia yang telah kehilangan hati nuraninya adalah manusia yang mengalami disorientasi atau disharmoni nurani. Istilah lain dari disorientasi nurani adalah kacaunya hati, kacaunya pikiran, kacaunya badan, kacaunya subyek, kacaunya obyek, kacaunya kegiatan, kacaunya konsep, kacaunya istilah, kacaunya jargon, kacaunya petunjuk, kacaunya perintah, kacaunya harapan, kacaunya cita-cita, kacaunya ibadah, kacaunya doa, kacaunya laporan, kacaunya jadwal, kacaunya hubungan, kacaunya komunikasi, kacaunya tanda, kacaunya etika, kacaunya estetika, kacaunya logika, kacaunya organisasi, kacaunya peraturan, kacaunya undang-undang, kacaunya struktur, kacaunya tata-tertib, kacaunya kata-kata, kacaunya bahasa, kacaunya tata-krama, kacaunya penglihatan, kacaunya identitas, kacaunya cerita, kacaunya pola, kacaunya landasan, kacaunya sifat-sifat, kacaunya subyak, kacaunya obyek, kacaunya predikat, kacaunya tujuan, kacaunya ketentuan, kacaunya kriteria, kacaunya keadilan, kacaunya sejahtera, kacaunya pendengaran, kacaunya lembaga, kacaunya institusi, kacaunya pemerintahan, kacaunya kabinet, kacaunya bangsa, kacaunya negara, kacaunya generasi, kacaunya jaman, kacaunya ruang dan kacaunya wakt, kacaunya diri, kacaunya material, kacaunya formal, kacaunya spiritual dan kacaunya nurani.

Wartawan Lepas:
Bolehkan saya mewancarai anggota-anggota Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Boleh. Wahai para Pabrik Manusia Inhuman dan Para Manusia Inhuman, khususnya yang besar-besar kesinilah. Kepada wartawan ini, jelaskan identitasmu dan uraikan apa tugas dan fungsimu.

Syaetan:
Kenalkanlah aku adalah syaetan. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk menghasilkan manusia-manusia durhaka. Tujuanku adalah untuk membalas sakit hatiku kepada Adam dan keturunannya, karena gara-gara dia aku menjadi terkutuk selamanya. Maka fungsi dari pabrikku adalah menggoda anak cucu Adam agar ingkar kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa diantara yang besar-besar maka pabrikku itulah yang paling besar.

Wartawan Lepas:
Wahai syaetan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus pemroduksi Pabrik Manusia Inhuman.

Qabil:
Aku sangatlah marah karena Allah SWT hanya menerima kurban dari saudaraku Habil. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk membunuh Habil. Tujuan dari pabrikku adalah untuk membalas demdam terhadap saudaraku dan membunuhnya. Maka fungsi dari pabrikku adalah untuk menampung orang-orang sesudahku yang menginginkan menirukan jejakku

Wartawan Lepas:
Wahai Qabil, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Nuh A.S. Ingkar:
Kenalkan aku adalah para umatnya Nabi Nuh A.S. Aku telah mengajak umat Nabi Nuh A.S agar mengingkari perintah dan petunjuknya. Sloganku berbunyi “ Hai Nuh! Sesungguhnya engkau telah mengajak berdebat dengan kami. Banyak benar debatanmu itu. Cobalah engkau datangkan kepada kami siksaan yang engkau janjikan pada kami itu, jika sekiranya engkau orang yang benar”.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Nuh A.S. yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Nuh yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Hud Ingkar:
Hai Hud! Tiada engkau mendatangkan kepada kami suatu keterangan, sebab itu kami tidak suka meninggalkan tuhan kami dengan semata-mata perkataan engkau itu saja, dan tiadalah kami percaya kepada engkau.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Hud yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Hud yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Luth Ingkar:
Aku adalah kaum homo, maka tantanganku kepada Nabi Luth “Datangkanlah siksaan Allah itu hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar”. Maka telah aku bangun pabrik untuk menampung pengikutku.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Luth yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Luth yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Abu Lahab:

Apakah ini gunanya engkau himpunkan kemi kesini? Celaka engkau Muhammad, jahat sungguh perbuatan dan perkataanmu itu.

Wartawan Lepas:
Wahai Abu Lahab, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Zpinoza-Syeikh Siti Jenar:
Jika rajamu ingin memanggil aku, minta ijin dulu kepada tuhan, karena aku adalah tuhanmu. Jika engkau ingin minta ijin kepada tuhan, permisilah dahulu kepadaku, kerena tuhanmu adalah aku.

Wartawan Lepas:
Wahai Zpinoza-Syeikh Siti Jenar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Neo Pragmatis dan Neo Kapitalis:
Aku tak peduli apa itu nurani. Yang aku peduli adalah yang nyata , yang tampak, yang bermanfaat, yang praktis, yang produktif, yang ekonomis, yang efektif , yang efisien, yang kontemporer , yang kekinian serta yang untuk keperluan mendatang.

Wartawan Lepas:
Wahai Neo Pragmatis dan Neo kapitalis, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Dajal:
Wahai ciptaan tuhan semuanya tanpa aku pilih-pilih. Engkau sadar atau tidak sadar tidaklah penting bagi diriku. Bagi diriku maka yang penting adalah kenyang perutku. Setiap saat aku harus mampu memangsa sebanyak-banyaknya dirimu. Diriku adalah seekor dajal. Definisiku adalah makhluk yang penting berbeda dengan dirimu. Aku harus beda dengan dirimu agar aku tetap menjadi dajal. Tetapi anehnya aku harus memaksamu supaya sama dengan diriku agar aku bisa memangsa dan menelanmu. Maka jika engkau telah sama dengan diriku maka hanya dirikulah yang berhak ada, sedangkan dirimu tidak aku perbolehkan untuk ada. Setelah itu maka hanya dirikulah yang ada di dunia ini. Tetapi anehnya aku harus memerlukan yang berbeda dengan diriku agar aku bisa tetap makan. Maka sebenar-benar diriku adalah jelmaan syaetan yang telah mampu menciptakan kemunafikan dalam hati dan menciptakan sistem yang harus memangsa sistem-sistem yang lain.

Wartawan Lepas:
Wahai Dajal, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pabrik Manusia Inhuman Kecil dan Para Inhuman Kecil Protes:
Wahai Bapak Direktur janganlah engkau bertindak aniaya terhadap kami. Walaupun kami relatif kecil, tetapi kami juga bisa mempunyai dampak yang besar. Maka saya ingin agar engkau memberi waktu pula kepada kami untuk mengenalkan diri kami dan menyampaikan keadaan kami.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh silahkan.

Pemerintah Kehilangan Jati Diri:

Aku memang agak sulit menemukan pola kehidupan masyarakat bangsaku dan masyarakat dunia. Fenomena begitu cepatnya datang dan pergi silih berganti. Kehidupan masyarakat menjadi semakin rumit saja, sementara berbagai macam tuntutan begitu banyak menggunung. Dari pada pusing-pusing memikirkan ideal lebih baik menangani dan mengembangkan program-program yang praktis. Kalau perlu buat saja program populis yang bisa menghibur rakyat sementara. Sementara diriku didera persoalan-persoalan politik dan isu-isu yang menggoyang. Maka apapun yang terjadi, prioritas diriku adalah menyelamatkan pemerintahanku. Aku mengakui bahwa memang ada korupsi, kolusi dan nepotisme. Tetapi itu semua sulit diberantas karena sifat dari jamannya. Tentang pergaulan dengan negara-negara lain aku memilih “tidak bebas dan tidak aktif” agar selamat.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemerintah yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pemerintah yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pemimpin Kehilangan Jati Diri:
Wahai aku adalah pemimpin. Terserahlah anda sebut aku sebagai pemimpin lembaga, institusi, sekolah, universitas, pabrik atau apalah. Tetapi kedudukanku sebagai pemimpin itulah yang menyebabkan aku sering disebut sebagai pabrik manusia. Aku menginginkan lembaga atau institusiku berjalan sempurna dan selalu memperoleh prestasi gemilang. Saking gemilangnya pencapaian sehingga kepemimpinanku seakan telah merasuk ke lubuk semua unsur yang aku pimpin. Dikarenakan tuntutan dan kompetisi yang semakain ketat maka aku menerapkan standard kinerja yang terbaik dan yang the best lah yang ada. Kalau perlu semua unsur-unsurku harus menyurahkan kepada lembagaku yang aku pimpin dengan segenap tenaga dan pikirannya setinggi-tingginya, sebesar-besarnya, semaksimumnya, sedalam-dalamnya, sehebat-hebatnya, tidak aku batasi. Aku tidaklah terlalu peduli dengan keluarga para pegawaiku. Kalau perlu semua mereka juga mengerahkan segenap daya dan tenaganya untuk kejayaan lembaga yang aku pimpin. Oh lembagaku..lembagaku..engkau telah menjadi miliku.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemimpin yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pendidikan Kehilangan Orientasi:
Wahai aku adalah pendidikan kehilangan orientasi. Sebagai sistem pendidikan aku berusaha realistis terhadap keadaan dan berpikir praktis, langsung, cepat kalu perlu instant. Sloganku adalah laskar, maka dengan slogan laskar pendidikan tanpa batas aku berusaha mengerahkan segenap unsur-unsur semua tanpa kecuali harus berpikiran yang sama dengan diriku untuk menyambut kedatangan para neokapitalisme, neopragmatisme, neomaterialisme dan neohedenisme. Karena aku berpikir praktis maka aku menyadari tidaklah kita mampu membendung atau melawan neo-neo itu. Oleh karena itu dari pada kita mati terlindas lebih baik kita kompromi saja. Kalau perlu apa salahnya kita membuka cabang atau bahkan menjadi seperti mereka. Jika kita juga bisa menjadi neokapital, neopragmatis dan neohedonism di negara sendiri, maka keuntungan sudah di depan mata. Maka semua pendidikan harus memikirkan kompetisi global, harus link-and–match dengan pabrik tanpa kecuali. Maka semua sekolah, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, akan saya transformasikan menjadi SMK. Semua nilai lokal harus berstandar internasional. Semua aspek seni budaya jangan sok nyeni dan mbudaya, kemaslah dirimu semua dalam wadah neokapitalisme. Tiadalah artinya seni dan budaya itu kalau tidak laku jual. Gunakan jargon-jargon yang menarik pasar global. Gunakan istilah "teknik" didepan apapun, teknik menyani, teknik menari, teknik memasak, teknik seni, teknik rupa, teknik lahir, teknik mati, tekni..apapun. Semua orang, semua warga, baik yang hidup, mati, bernyawa, atau bahkan para arwah harus waspada terhadap persaingan global. Yang belum lahir pun perlu diwarning. Kita akan siapkan Un bagi para bayi yang baru lahir, agar dapat mengetahui kriteria bayi bertaraf internasional. Kalau perlu anak yang masih dalam kandunganpun aku suruh untuk melatihnya dan di drill agar kelak kalau lahir mampu mengerjakan UN.

Wartawan Lepas:
Wahai pendidikan yang kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pendidikan yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Guru Kehilangan Orientasi:
Aku adalah guru kehilangan orientasi. Bagiku ngajar itu gampang sekali kok. Aku telah mengajar puluhan tahun, maka aku sudah apal, tak perlu catatan, tak perlu rpp, tak perlu alat bantu tak perlu yang macam-macam. Tetapi aku harus menyesuaikan dengan pemerintah yang kehilangan orientasi. Aku harus mempersiapkan siswa-siswaku menempuh UN. Maka sejak kelas satu, dua, dan tiga setiap hari aku hanya latihan UN saja, kalau perlu aku menyewa tentor bimbel. Ngapain muluk-muluk mengembangkan metode pbm dan inovasi pbm, ah itu hanya omong kosong, malah menghabis-habiskan energi, pemborosan dan bertele-tele. Malah aku sekarang sedang berpikir sengan segala cara bagaimana ya agar semua siswa-siswaku dapat lulus semua. Itulah setinggi-tinggi dharma bhaktiku kepada Sekolah, masyarakat dan negara yaitu menghantarkan semua siswaku lulus UN. Perkara caranya siap tahu?

Wartawan Lepas:
Wahai guru kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pekerja:
Aku adalah seorang pekerja. Gajiku tidaklah begitu besar. Maka agar ekonomi keluargaku dapat dipenuhi, saya selalu kerja lembur, kalau perlu kerja jauh sampai berhari-hari. Kadang-kadang aku sampai melupakan keluargaku. jangankan keluargaku, sedang diriku sendiri saja kadang-kadang sampai jatuh sakit. Tetapi aku tidak mempunyai pilihan. Maka semua itu aku lakukan demi penghasilan keluargaku.

Wartawan Lepas:
Wahai pekerja, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pengangguran:
Aku adalah seorang pengangguran. Aku tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tetapi bahwa setiap hari aku harus makan itu pasti. Maka kadang-kadang aku harus melakukan pekerjaan yang haram, bahkan kadang-kadang juga kriminal. Tetapi aku tidak mempunai alternatif lain. Aku harus melakukannya.

Wartawan Lepas:
Wahai pengangguran, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Semuanya:
Wahai wartawan, sekarang aku juga ingin bertanya siapa sebenarnya dirimu itu.

Wartawan Lepas:
Aku adalah wartawan lepas. Pekerjaanku memburu berita. Jika ada berita baik dan laku dijual, kemanapun aku kejar. Aku tidak menghitung waktu dan biaya. Yang penting aku mendapat berita besar. Kalau perlu aku juga harus melupakan keluargaku.

Semuanya:
Wahai wartawan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Wartawan Lepas:
Oh..oh ba..Bapak Direktur..mengapa aku ternyata juga telah menjadi manusia inhuman.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh.hoh.hoh...wartawan..wartawan...maka janganlah sok suci engkau itu. Gayamu sok meneliti dan mewawancarai. Padahal dirimu juga ternyata terbukti adalah manusia inhuman. Maka sebanyak-banyak bahkan jika semua wargaku engkau wawancarai maka kesimpulannya mereka semua adalah manusia inhuman. Itulah manusia pada jaman sekarang dimana aku tengarai mereka semua telah pasti menuju menjadi manusia inhuman. Oleh karena itu maka tepatlah kiranya langkahku ini untuk mengantisipasi apa kiranya yang terjadi. Sebelum orang lain menyadarinya, maka aku telah mengangkat diriku sendiri sebagai Direktur Pabrik Manusia Inhuman. Itulah sebenar-benar diriku, tidak perlu engkau wawancara, aku sudah jelas-jelas direkturnya para Pabrik Manusia Inhuman dan para Manusia Inhuman. Dan tentulah maka aku dengan sendirinya haruslah Inhuman. Baru tahu elo...inilah perjuangan panjangku menipu dan memperdaya anak cucu Adam..ihih..hih...hampir berhasil aku...

3 comments:

  1. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Manusia yang kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan juga hati nuraninya. Sebagai contoh manusia inhuman yaitu guru kehilangan orientasi, guru-guru jaman sekarang kebanyakan hanya mementingkan nilai UN. Mereka tidak mementingkan RPP, Tidak mementingkan bahan ajar, metode belajar, dan juga media belajar. Guru yang seperti ini sebenarnya akibat dari pemerintah kehilangan orientasi pula. Sekolah dengan rata-rata nilai UN tinggi dianggap sebagai sekolah yang maju yang memiliki pendidikan bagus, padahal hal itu semata-mata karena nilai UNnya saja. Mak guru tidak pantas untuk disalahkan sepenuhnya atas fenomena ini. Melainkan system pendidikan di Indonesia beserta system pemerintahannya yang harus diperbaiki.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia inhuman yaitu orang- orang sedang menuju, dalam proses awal atau sedang dalam proses tengah atau sedang dalam proses akhir atau sudah jelas kehilangn hati nuraninya. Manusia inhuman disebabkan karena ada syaitan pada dirinya sehingga ia kehilangan hati nuraninya. Dimana saat ini banyak kita saksikan manusia inhuman dimana-mana. Bahkan seorang guru bisa menjadi menusia inhuman ketika ia kehilangan orientasi. Yaitu ketika seorang guru lebih memilih hanya mendrill siswanya dengan soal-soal semata-mata agar lulus UN dibanding mengembangkan inovasi dalam pembelajaran agar siswa dapat membangun pengetahuan sendiri. Maka semoga kita dijauhkan dari menjadi manusia inhuman. Karena itulah agar tidak menjadi manusia inhuman kita harus senantiasa membersihkan hati kita dari penyakit- penyakit hati dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Manusia hidup dikaruniai akal, nafsu, dan hati nurani oleh Allah SWT. Bahkan derajat manusia ditinggikan melebihi makhluk ciptaan Allah lainnya. Banyak orang yang mengatakan bila pembunuh, kuroptor, dan maling itu tidak mempunyai hati nurani. Perbuatan para penjahat tersebut hanya didasari oleh nafsu duniawi tanpa diimbangi hati nurani. Seperti yang prof tuliskan dalam elegi di atas, manusia yang hati nuraninya sudah tidak berfungsi atau tidak digunakan merupakan manusia inhuman. Manusia inhuman ada karena dirinya sendiri. Ia yang menciptakan dan membentuk dirinya yang seperti itu. Hati nurani erat kaitannya dengan kesadaran diri. Seseorang yang mempunya hati nurani berarti ia memiliki kesadaran untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah. Hati nurani juga merupakan cerminan diri seseorang. Oleh karena itu, perlu kita jaga hati nurani kita dengan memperbanyak berdzikir, mengingat Allah SWT, membaca Al-Quran, meningkatkan iman, dan memperbaiki akhlak kita agar tidak tergoda untuk melakukan hal yang buruk.

    ReplyDelete