Mar 7, 2011

Elegi Wawancara Imaginer Dengan Direktur Pabrik Manusia Inhuman




Oleh Marsigit

Wartawan Lepas:
Selamat siang Bapak. Perkenankanlah saya wartawan lepas, mohon perkenan Bapak apakah saya boleh melakukan wawancara. Apa sebetulnya pekerjaan pokok Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Hemm..inilah memang sudah ditakdirkan. Aku ditakdirkan untuk mengelola pabrikku untuk memproduksi manusia inhuman.

Wartawan Lepas:

Sejak kapan Bapak mengelola Pabrik Manusia Inhuman ?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Sejak jaman awal hingga akhir jaman.

Wartawan Lepas:
Seberapa besar pabrik itu dan dia berlokasi di mana saja?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik itu ada yang besar ada pula yang kecil. Adapun lokasinya ada di mana-mana?

Wartawan Lepas:
Saya kurang begitu paham? Bolehkan Bapak menjelaskan lebih lanjut?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik Manusia Inhuman itu ada yang kongkrit, ada yang abstrak, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang di luar, ada yang di dalam, ada yang mandiri, dan ada yang sistemik, ada yang berada di dalam hati, dan ada pula yang berada di dalam pikiran.

Wartawan Lepas:
Supaya saya bisa mengenali pabrik itu labih lanjut, apakah kira-kira ciri-ciri umumnya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Ciri-ciri umum Pabrik Manusia Inhuman adalah memproduksi manusia inhuman. Tetapi dia juga bisa berupa manusia inhuman itu sendiri.

Wartawan Lepas:
Apakah sebenarnya yang disebut manusia inhuman?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:

Manusia inhuman adalah manusia yang akan menuju, atau sedang dalam proses awal, atau sedang dalam proses tengah, atau sedang dalam proses akhir , atau sudah jelas pasti kehilangan nuraninya.

Wartawan Lepas:
Bagaimana anda mendefinisikan “kehilangan nuraninya” dan apa ciri-cirinya.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Kehilangan nurani bisa terjadi pada seseorang, bisa terjadi pada keluarga, bisa terjadi di kantor, bisa terjadi pada kelompok orang, bisa terjadi pada bangsa-bangsa, bisa terjadi pada waktu lampau, bisa terjadi pada waktu sekarang, bisa terjadi pada waktu yang akan datang, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh manusia pada jamannya. Kehilangan hati nurani bisa bersifat implisit bisa bersifat eksplisit, bisa bersifat langsung bisa bersifat tak langsung. Kehilangan hati nurani bisa disadari, bisa tidak disadari, bisa simtomatik, bisa hanya gejala, bisa tidak teratur, bisa teratur, bisa sementara, bisa permanen, bisa ketagihan, bisa tidak berdampak, bisa hanya berdampak pribadi, bisa berdampak kepada orang lain, bisa berdampak secara sistemik, bisa berdampak hanya urusan dunia, tetapi bisa berdampak sampai urusan akhirat.

Wartawan Lepas:
Kenapa anda musti harus membuat pabrik?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman itu bisa diproduksi oleh diri sendiri atau dari faktor internal, tetapi yang lebih banyak lagi adalah mereka diproduksi oleh unsur-unsur dari luar. Maka semuanya itulah bangunan pabrikku.

Wartawan Lepas:
Bilamana manusia inhuman diprodusksi oleh diri sendiri dan bilamana diproduksi dari unsur luar?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman diproduksi oleh diri sendiri jika subyek diri sekaligus menjadi obyek diri. Maksudnya adalah bahwa seseorang bisa menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannya, hatinya, keinginnannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Manusia yang demikian aku sebut sebagai Manusia Inhuman Primer. Manusia inhuman diproduksi oleh unsur luar jika subyek atau obyek luar berpengaruh terhadap subyek atau obyek individu sehingga terciptalah Manusia Inhuman Primer. Maka manusia inhuman yang diproduksi oleh unsur luar saya sebut sebagai Manusia Inhuman Sekunder.

Wartawan Lepas:
Apakah ciri-ciri manusia yang telah kehilangan nuraninya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia yang telah kehilangan hati nuraninya adalah manusia yang mengalami disorientasi atau disharmoni nurani. Istilah lain dari disorientasi nurani adalah kacaunya hati, kacaunya pikiran, kacaunya badan, kacaunya subyek, kacaunya obyek, kacaunya kegiatan, kacaunya konsep, kacaunya istilah, kacaunya jargon, kacaunya petunjuk, kacaunya perintah, kacaunya harapan, kacaunya cita-cita, kacaunya ibadah, kacaunya doa, kacaunya laporan, kacaunya jadwal, kacaunya hubungan, kacaunya komunikasi, kacaunya tanda, kacaunya etika, kacaunya estetika, kacaunya logika, kacaunya organisasi, kacaunya peraturan, kacaunya undang-undang, kacaunya struktur, kacaunya tata-tertib, kacaunya kata-kata, kacaunya bahasa, kacaunya tata-krama, kacaunya penglihatan, kacaunya identitas, kacaunya cerita, kacaunya pola, kacaunya landasan, kacaunya sifat-sifat, kacaunya subyak, kacaunya obyek, kacaunya predikat, kacaunya tujuan, kacaunya ketentuan, kacaunya kriteria, kacaunya keadilan, kacaunya sejahtera, kacaunya pendengaran, kacaunya lembaga, kacaunya institusi, kacaunya pemerintahan, kacaunya kabinet, kacaunya bangsa, kacaunya negara, kacaunya generasi, kacaunya jaman, kacaunya ruang dan kacaunya wakt, kacaunya diri, kacaunya material, kacaunya formal, kacaunya spiritual dan kacaunya nurani.

Wartawan Lepas:
Bolehkan saya mewancarai anggota-anggota Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Boleh. Wahai para Pabrik Manusia Inhuman dan Para Manusia Inhuman, khususnya yang besar-besar kesinilah. Kepada wartawan ini, jelaskan identitasmu dan uraikan apa tugas dan fungsimu.

Syaetan:
Kenalkanlah aku adalah syaetan. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk menghasilkan manusia-manusia durhaka. Tujuanku adalah untuk membalas sakit hatiku kepada Adam dan keturunannya, karena gara-gara dia aku menjadi terkutuk selamanya. Maka fungsi dari pabrikku adalah menggoda anak cucu Adam agar ingkar kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa diantara yang besar-besar maka pabrikku itulah yang paling besar.

Wartawan Lepas:
Wahai syaetan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus pemroduksi Pabrik Manusia Inhuman.

Qabil:
Aku sangatlah marah karena Allah SWT hanya menerima kurban dari saudaraku Habil. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk membunuh Habil. Tujuan dari pabrikku adalah untuk membalas demdam terhadap saudaraku dan membunuhnya. Maka fungsi dari pabrikku adalah untuk menampung orang-orang sesudahku yang menginginkan menirukan jejakku

Wartawan Lepas:
Wahai Qabil, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Nuh A.S. Ingkar:
Kenalkan aku adalah para umatnya Nabi Nuh A.S. Aku telah mengajak umat Nabi Nuh A.S agar mengingkari perintah dan petunjuknya. Sloganku berbunyi “ Hai Nuh! Sesungguhnya engkau telah mengajak berdebat dengan kami. Banyak benar debatanmu itu. Cobalah engkau datangkan kepada kami siksaan yang engkau janjikan pada kami itu, jika sekiranya engkau orang yang benar”.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Nuh A.S. yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Nuh yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Hud Ingkar:
Hai Hud! Tiada engkau mendatangkan kepada kami suatu keterangan, sebab itu kami tidak suka meninggalkan tuhan kami dengan semata-mata perkataan engkau itu saja, dan tiadalah kami percaya kepada engkau.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Hud yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Hud yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Luth Ingkar:
Aku adalah kaum homo, maka tantanganku kepada Nabi Luth “Datangkanlah siksaan Allah itu hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar”. Maka telah aku bangun pabrik untuk menampung pengikutku.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Luth yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Luth yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Abu Lahab:

Apakah ini gunanya engkau himpunkan kemi kesini? Celaka engkau Muhammad, jahat sungguh perbuatan dan perkataanmu itu.

Wartawan Lepas:
Wahai Abu Lahab, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Zpinoza-Syeikh Siti Jenar:
Jika rajamu ingin memanggil aku, minta ijin dulu kepada tuhan, karena aku adalah tuhanmu. Jika engkau ingin minta ijin kepada tuhan, permisilah dahulu kepadaku, kerena tuhanmu adalah aku.

Wartawan Lepas:
Wahai Zpinoza-Syeikh Siti Jenar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Neo Pragmatis dan Neo Kapitalis:
Aku tak peduli apa itu nurani. Yang aku peduli adalah yang nyata , yang tampak, yang bermanfaat, yang praktis, yang produktif, yang ekonomis, yang efektif , yang efisien, yang kontemporer , yang kekinian serta yang untuk keperluan mendatang.

Wartawan Lepas:
Wahai Neo Pragmatis dan Neo kapitalis, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Dajal:
Wahai ciptaan tuhan semuanya tanpa aku pilih-pilih. Engkau sadar atau tidak sadar tidaklah penting bagi diriku. Bagi diriku maka yang penting adalah kenyang perutku. Setiap saat aku harus mampu memangsa sebanyak-banyaknya dirimu. Diriku adalah seekor dajal. Definisiku adalah makhluk yang penting berbeda dengan dirimu. Aku harus beda dengan dirimu agar aku tetap menjadi dajal. Tetapi anehnya aku harus memaksamu supaya sama dengan diriku agar aku bisa memangsa dan menelanmu. Maka jika engkau telah sama dengan diriku maka hanya dirikulah yang berhak ada, sedangkan dirimu tidak aku perbolehkan untuk ada. Setelah itu maka hanya dirikulah yang ada di dunia ini. Tetapi anehnya aku harus memerlukan yang berbeda dengan diriku agar aku bisa tetap makan. Maka sebenar-benar diriku adalah jelmaan syaetan yang telah mampu menciptakan kemunafikan dalam hati dan menciptakan sistem yang harus memangsa sistem-sistem yang lain.

Wartawan Lepas:
Wahai Dajal, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pabrik Manusia Inhuman Kecil dan Para Inhuman Kecil Protes:
Wahai Bapak Direktur janganlah engkau bertindak aniaya terhadap kami. Walaupun kami relatif kecil, tetapi kami juga bisa mempunyai dampak yang besar. Maka saya ingin agar engkau memberi waktu pula kepada kami untuk mengenalkan diri kami dan menyampaikan keadaan kami.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh silahkan.

Pemerintah Kehilangan Jati Diri:

Aku memang agak sulit menemukan pola kehidupan masyarakat bangsaku dan masyarakat dunia. Fenomena begitu cepatnya datang dan pergi silih berganti. Kehidupan masyarakat menjadi semakin rumit saja, sementara berbagai macam tuntutan begitu banyak menggunung. Dari pada pusing-pusing memikirkan ideal lebih baik menangani dan mengembangkan program-program yang praktis. Kalau perlu buat saja program populis yang bisa menghibur rakyat sementara. Sementara diriku didera persoalan-persoalan politik dan isu-isu yang menggoyang. Maka apapun yang terjadi, prioritas diriku adalah menyelamatkan pemerintahanku. Aku mengakui bahwa memang ada korupsi, kolusi dan nepotisme. Tetapi itu semua sulit diberantas karena sifat dari jamannya. Tentang pergaulan dengan negara-negara lain aku memilih “tidak bebas dan tidak aktif” agar selamat.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemerintah yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pemerintah yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pemimpin Kehilangan Jati Diri:
Wahai aku adalah pemimpin. Terserahlah anda sebut aku sebagai pemimpin lembaga, institusi, sekolah, universitas, pabrik atau apalah. Tetapi kedudukanku sebagai pemimpin itulah yang menyebabkan aku sering disebut sebagai pabrik manusia. Aku menginginkan lembaga atau institusiku berjalan sempurna dan selalu memperoleh prestasi gemilang. Saking gemilangnya pencapaian sehingga kepemimpinanku seakan telah merasuk ke lubuk semua unsur yang aku pimpin. Dikarenakan tuntutan dan kompetisi yang semakain ketat maka aku menerapkan standard kinerja yang terbaik dan yang the best lah yang ada. Kalau perlu semua unsur-unsurku harus menyurahkan kepada lembagaku yang aku pimpin dengan segenap tenaga dan pikirannya setinggi-tingginya, sebesar-besarnya, semaksimumnya, sedalam-dalamnya, sehebat-hebatnya, tidak aku batasi. Aku tidaklah terlalu peduli dengan keluarga para pegawaiku. Kalau perlu semua mereka juga mengerahkan segenap daya dan tenaganya untuk kejayaan lembaga yang aku pimpin. Oh lembagaku..lembagaku..engkau telah menjadi miliku.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemimpin yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pendidikan Kehilangan Orientasi:
Wahai aku adalah pendidikan kehilangan orientasi. Sebagai sistem pendidikan aku berusaha realistis terhadap keadaan dan berpikir praktis, langsung, cepat kalu perlu instant. Sloganku adalah laskar, maka dengan slogan laskar pendidikan tanpa batas aku berusaha mengerahkan segenap unsur-unsur semua tanpa kecuali harus berpikiran yang sama dengan diriku untuk menyambut kedatangan para neokapitalisme, neopragmatisme, neomaterialisme dan neohedenisme. Karena aku berpikir praktis maka aku menyadari tidaklah kita mampu membendung atau melawan neo-neo itu. Oleh karena itu dari pada kita mati terlindas lebih baik kita kompromi saja. Kalau perlu apa salahnya kita membuka cabang atau bahkan menjadi seperti mereka. Jika kita juga bisa menjadi neokapital, neopragmatis dan neohedonism di negara sendiri, maka keuntungan sudah di depan mata. Maka semua pendidikan harus memikirkan kompetisi global, harus link-and–match dengan pabrik tanpa kecuali. Maka semua sekolah, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, akan saya transformasikan menjadi SMK. Semua nilai lokal harus berstandar internasional. Semua aspek seni budaya jangan sok nyeni dan mbudaya, kemaslah dirimu semua dalam wadah neokapitalisme. Tiadalah artinya seni dan budaya itu kalau tidak laku jual. Gunakan jargon-jargon yang menarik pasar global. Gunakan istilah "teknik" didepan apapun, teknik menyani, teknik menari, teknik memasak, teknik seni, teknik rupa, teknik lahir, teknik mati, tekni..apapun. Semua orang, semua warga, baik yang hidup, mati, bernyawa, atau bahkan para arwah harus waspada terhadap persaingan global. Yang belum lahir pun perlu diwarning. Kita akan siapkan Un bagi para bayi yang baru lahir, agar dapat mengetahui kriteria bayi bertaraf internasional. Kalau perlu anak yang masih dalam kandunganpun aku suruh untuk melatihnya dan di drill agar kelak kalau lahir mampu mengerjakan UN.

Wartawan Lepas:
Wahai pendidikan yang kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pendidikan yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Guru Kehilangan Orientasi:
Aku adalah guru kehilangan orientasi. Bagiku ngajar itu gampang sekali kok. Aku telah mengajar puluhan tahun, maka aku sudah apal, tak perlu catatan, tak perlu rpp, tak perlu alat bantu tak perlu yang macam-macam. Tetapi aku harus menyesuaikan dengan pemerintah yang kehilangan orientasi. Aku harus mempersiapkan siswa-siswaku menempuh UN. Maka sejak kelas satu, dua, dan tiga setiap hari aku hanya latihan UN saja, kalau perlu aku menyewa tentor bimbel. Ngapain muluk-muluk mengembangkan metode pbm dan inovasi pbm, ah itu hanya omong kosong, malah menghabis-habiskan energi, pemborosan dan bertele-tele. Malah aku sekarang sedang berpikir sengan segala cara bagaimana ya agar semua siswa-siswaku dapat lulus semua. Itulah setinggi-tinggi dharma bhaktiku kepada Sekolah, masyarakat dan negara yaitu menghantarkan semua siswaku lulus UN. Perkara caranya siap tahu?

Wartawan Lepas:
Wahai guru kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pekerja:
Aku adalah seorang pekerja. Gajiku tidaklah begitu besar. Maka agar ekonomi keluargaku dapat dipenuhi, saya selalu kerja lembur, kalau perlu kerja jauh sampai berhari-hari. Kadang-kadang aku sampai melupakan keluargaku. jangankan keluargaku, sedang diriku sendiri saja kadang-kadang sampai jatuh sakit. Tetapi aku tidak mempunyai pilihan. Maka semua itu aku lakukan demi penghasilan keluargaku.

Wartawan Lepas:
Wahai pekerja, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pengangguran:
Aku adalah seorang pengangguran. Aku tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tetapi bahwa setiap hari aku harus makan itu pasti. Maka kadang-kadang aku harus melakukan pekerjaan yang haram, bahkan kadang-kadang juga kriminal. Tetapi aku tidak mempunai alternatif lain. Aku harus melakukannya.

Wartawan Lepas:
Wahai pengangguran, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Semuanya:
Wahai wartawan, sekarang aku juga ingin bertanya siapa sebenarnya dirimu itu.

Wartawan Lepas:
Aku adalah wartawan lepas. Pekerjaanku memburu berita. Jika ada berita baik dan laku dijual, kemanapun aku kejar. Aku tidak menghitung waktu dan biaya. Yang penting aku mendapat berita besar. Kalau perlu aku juga harus melupakan keluargaku.

Semuanya:
Wahai wartawan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Wartawan Lepas:
Oh..oh ba..Bapak Direktur..mengapa aku ternyata juga telah menjadi manusia inhuman.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh.hoh.hoh...wartawan..wartawan...maka janganlah sok suci engkau itu. Gayamu sok meneliti dan mewawancarai. Padahal dirimu juga ternyata terbukti adalah manusia inhuman. Maka sebanyak-banyak bahkan jika semua wargaku engkau wawancarai maka kesimpulannya mereka semua adalah manusia inhuman. Itulah manusia pada jaman sekarang dimana aku tengarai mereka semua telah pasti menuju menjadi manusia inhuman. Oleh karena itu maka tepatlah kiranya langkahku ini untuk mengantisipasi apa kiranya yang terjadi. Sebelum orang lain menyadarinya, maka aku telah mengangkat diriku sendiri sebagai Direktur Pabrik Manusia Inhuman. Itulah sebenar-benar diriku, tidak perlu engkau wawancara, aku sudah jelas-jelas direkturnya para Pabrik Manusia Inhuman dan para Manusia Inhuman. Dan tentulah maka aku dengan sendirinya haruslah Inhuman. Baru tahu elo...inilah perjuangan panjangku menipu dan memperdaya anak cucu Adam..ihih..hih...hampir berhasil aku...

13 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Manusia inhuman pada zaman seakrang bisa diibaratkan dengan pergaulan remaja yang sudah terlalu berlebih, banyak pergaulan yang mudhoratnya, diman melampui sifat kemanusia ,manusia yang sangat kejam dan sangat biadab, kejahatan ada dimana saja. Mereka melakukan segala cara untuk memuaskan hasrat keinginannya. Semoga kita terhindar dari sifat-sifat seperti itu.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam elegi ini, manusia yang sudah kehilangan hati nuraninya disebut dengan manusia inhumam. Manusia inhuman ini dapat dibentuk dari dalam maupun dari luar. Bahwa seseorang dapat bisa menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannnya, hatinya, keinginannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Jika kita tidak ingin menjadi manusia inhumam, maka hendaknya selalu memperkuat iman dan taqwa, serta membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sungguh mengerikan sekali dengan keberadaan manusia Inhuman. Ya Rabbi semoga aku tidak termasuk dalam golongan manusia itu, manusia yang telah kehilangan hati nuraninya. Jika memang ada manusia seperti itu, betapa bahayanya dunia ini. Apalagi jika manusia inhuman itu mempunyai kekuasaan. Tentu akan banyak orang yang menderita karena kebijakan yang mengesampingkan hati nurani.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia inhuman yang dipaparkan melalui elegi ini, merupakan manusia yang kehilangan nuraninya. Manusia-manusia seperti ini sudah tidak lagi mempedulikan ajaran-ajaran maupun pedoman-pedoman yang berusaha untuk menuntunnya kepada jalan kebaikan dan kebenaran. Sifat-sifat yang jauh dari kebajikan karena hanya mengikuti hawa nafsunya menjadikannya sebagai manusia inhuman dan akan terus memproduksi manusia inhuman lainnya. Karena keburukan dan kemungkaran akan cepat merembet dan melahap kebaikan-kebaikan yang ada dalam nurani manusia. Rasulullah pernah bersabda “Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering)” (HR. Bukhari Muslim)

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia inhuman digambarkan sebagai manusia yang kehilangan hati nuraninya atau yang mengalami disorientasi. Manusia-manusia inhuman tidak memedulikan lingkungan sekitarnya, mempunyai ego yang tinggi, terbawa arus kapitalisme, pragmatisme, materialisme dan hedonisme. Mereka sudah kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

    ReplyDelete
  6. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia Inhuman disini adalah manusia yang kehilangan hati nuraninya mengutamakan egonya. Dia tak lagi peduli pada ajaran-ajaran pada kebaikan. Inhuman sudah tak lagi punya jati diri. Sangat berbahaya jika manusia seperti ini memiliki kekuasaan.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia sejatinya adalah manusia. Manusia sebagai human bukan yang lainnya. Akan tetapi yang sering terjadi sekarang manusia sudah tak lagi berperilaku layaknya manusia.
    Misalkan manusia sudah berperilaku layaknya manusia, dan mahluk lainnya seyogyanya status mereka maka tak akan ada masalah yang begitu kompleks yang muncul di dunia ini.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D
    Semua manusia tidak luput dari yang namanya kehilangan hati nurani. Yang kecil maupun besar tidak luput dari godaan-godaan kekacauan tersebut. Saat manusia tersebut tidak mengakui adanya Tuhan dalam hidupnya, maka hatinya sudah rusak. Oleh karena itu, sebagai manusia hendaklah kita selalu berserah pada Tuhan sehingga dapat terhindar dari keadaan inhuman.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Perkembangan jaman menyebabkan hidup manusia dipenuhi banyak tuntutan. Pikiran dan mental diasah agar dapat memenuhi semua tuntutan itu. Tapi hati kurang diasah sehingga manusia lebih mengedepankan egonya ketimbang karakter dan kata hatinya. Pendidikan seharusnya senantiasa mengajarkan pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai humanis serta agama agar diperoleh kualitas manusia yang lebih manusia.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Secara kasat mata se,mua manusai adalah manusia, manusia sebagai human.
    Akan tetapi jika semua manusia diwawancarai maka kesimpulannya mereka semua adalah manusia inhuman. Manusia yang bukan manusia.
    Artinya manusia yang sudah bukan lagi ,jatidiri mereka sebagai manusia melainkan lainnya.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Manusia cenderung dihinggapi oleh emosi-emosi negative. Setiap kali emosi negative menghinggapi manusia, sebenarnya muncul kotoran-kotoran yang mengotori hatinya. Kotoran yang muncul karena emosi negative ini, tidak langsung hilang setelah emosi negatifnya lenyap. Manusia sendiri jarang membersihkan hatinya. Sehingga, semakin lama semakin banyak kotoran yang menumpuk. Lama kelamaan, kotoran ini menutupi hati sehingga bagian hati yang terbuka sangat kecil dan manusia menjadi inhuman Dengan demikian, tentu saja hati nurani juga tidak dapat menjadi aktif karena terkurung di dalam hati yang tertutup ini. Sebelum hati nurani dapat diaktifkan, terlebih dahulu hati harus dibuka.

    ReplyDelete
  12. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Manusia sejak awal diciptkan telah mempunyai bakat, baik itu bakat yang baik maupun bakat yang buruk. Seluruh manusia mempunyai potensi untuk jadi malaikat dan mempunyai potensi untuk menjadi syetan. Nah, dengan adanya bakat baik dan bakat buruk dalam diri manusia itu maka dibuthkanlah bimbingan. Diataranya adalah dengan adanya pendidikan. Sehingga dengan adanya bimbingan pendidikan diharapkan bakat baik dalam diri manusia itu akan mendominasi dan meminimalisir bakat buruknya, walaupun pada intinya tidak akan bisa dihapus sampai habis. Maka dalam Islam kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang yang baik, lingkungan yang baik. kalau bergaul dengan orang-orang yang buruk tingkahnya, lingkungan yang buruk maka bakat buruk yang ada dalam diri kita akan mendominasi, yang berakibat menurutkan hawa nafsu, egois, sombong dan sifat-sifat buruk yang lainnya.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Manusia inhuman dapat dibentuk dari dalam maupun dari luar. Pembentukan tersebut disebabkan karena potensinya, kesadarannya, pikirannya, hatinya, keinginnannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Maka ia dapat dikatakn sebagai manusia inhuman primer.

    ReplyDelete