Mar 7, 2011

Elegi Wawancara Imaginer Dengan Direktur Pabrik Manusia Inhuman




Oleh Marsigit

Wartawan Lepas:
Selamat siang Bapak. Perkenankanlah saya wartawan lepas, mohon perkenan Bapak apakah saya boleh melakukan wawancara. Apa sebetulnya pekerjaan pokok Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Hemm..inilah memang sudah ditakdirkan. Aku ditakdirkan untuk mengelola pabrikku untuk memproduksi manusia inhuman.

Wartawan Lepas:

Sejak kapan Bapak mengelola Pabrik Manusia Inhuman ?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Sejak jaman awal hingga akhir jaman.

Wartawan Lepas:
Seberapa besar pabrik itu dan dia berlokasi di mana saja?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik itu ada yang besar ada pula yang kecil. Adapun lokasinya ada di mana-mana?

Wartawan Lepas:
Saya kurang begitu paham? Bolehkan Bapak menjelaskan lebih lanjut?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik Manusia Inhuman itu ada yang kongkrit, ada yang abstrak, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang di luar, ada yang di dalam, ada yang mandiri, dan ada yang sistemik, ada yang berada di dalam hati, dan ada pula yang berada di dalam pikiran.

Wartawan Lepas:
Supaya saya bisa mengenali pabrik itu labih lanjut, apakah kira-kira ciri-ciri umumnya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Ciri-ciri umum Pabrik Manusia Inhuman adalah memproduksi manusia inhuman. Tetapi dia juga bisa berupa manusia inhuman itu sendiri.

Wartawan Lepas:
Apakah sebenarnya yang disebut manusia inhuman?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:

Manusia inhuman adalah manusia yang akan menuju, atau sedang dalam proses awal, atau sedang dalam proses tengah, atau sedang dalam proses akhir , atau sudah jelas pasti kehilangan nuraninya.

Wartawan Lepas:
Bagaimana anda mendefinisikan “kehilangan nuraninya” dan apa ciri-cirinya.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Kehilangan nurani bisa terjadi pada seseorang, bisa terjadi pada keluarga, bisa terjadi di kantor, bisa terjadi pada kelompok orang, bisa terjadi pada bangsa-bangsa, bisa terjadi pada waktu lampau, bisa terjadi pada waktu sekarang, bisa terjadi pada waktu yang akan datang, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh manusia pada jamannya. Kehilangan hati nurani bisa bersifat implisit bisa bersifat eksplisit, bisa bersifat langsung bisa bersifat tak langsung. Kehilangan hati nurani bisa disadari, bisa tidak disadari, bisa simtomatik, bisa hanya gejala, bisa tidak teratur, bisa teratur, bisa sementara, bisa permanen, bisa ketagihan, bisa tidak berdampak, bisa hanya berdampak pribadi, bisa berdampak kepada orang lain, bisa berdampak secara sistemik, bisa berdampak hanya urusan dunia, tetapi bisa berdampak sampai urusan akhirat.

Wartawan Lepas:
Kenapa anda musti harus membuat pabrik?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman itu bisa diproduksi oleh diri sendiri atau dari faktor internal, tetapi yang lebih banyak lagi adalah mereka diproduksi oleh unsur-unsur dari luar. Maka semuanya itulah bangunan pabrikku.

Wartawan Lepas:
Bilamana manusia inhuman diprodusksi oleh diri sendiri dan bilamana diproduksi dari unsur luar?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman diproduksi oleh diri sendiri jika subyek diri sekaligus menjadi obyek diri. Maksudnya adalah bahwa seseorang bisa menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannya, hatinya, keinginnannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Manusia yang demikian aku sebut sebagai Manusia Inhuman Primer. Manusia inhuman diproduksi oleh unsur luar jika subyek atau obyek luar berpengaruh terhadap subyek atau obyek individu sehingga terciptalah Manusia Inhuman Primer. Maka manusia inhuman yang diproduksi oleh unsur luar saya sebut sebagai Manusia Inhuman Sekunder.

Wartawan Lepas:
Apakah ciri-ciri manusia yang telah kehilangan nuraninya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia yang telah kehilangan hati nuraninya adalah manusia yang mengalami disorientasi atau disharmoni nurani. Istilah lain dari disorientasi nurani adalah kacaunya hati, kacaunya pikiran, kacaunya badan, kacaunya subyek, kacaunya obyek, kacaunya kegiatan, kacaunya konsep, kacaunya istilah, kacaunya jargon, kacaunya petunjuk, kacaunya perintah, kacaunya harapan, kacaunya cita-cita, kacaunya ibadah, kacaunya doa, kacaunya laporan, kacaunya jadwal, kacaunya hubungan, kacaunya komunikasi, kacaunya tanda, kacaunya etika, kacaunya estetika, kacaunya logika, kacaunya organisasi, kacaunya peraturan, kacaunya undang-undang, kacaunya struktur, kacaunya tata-tertib, kacaunya kata-kata, kacaunya bahasa, kacaunya tata-krama, kacaunya penglihatan, kacaunya identitas, kacaunya cerita, kacaunya pola, kacaunya landasan, kacaunya sifat-sifat, kacaunya subyak, kacaunya obyek, kacaunya predikat, kacaunya tujuan, kacaunya ketentuan, kacaunya kriteria, kacaunya keadilan, kacaunya sejahtera, kacaunya pendengaran, kacaunya lembaga, kacaunya institusi, kacaunya pemerintahan, kacaunya kabinet, kacaunya bangsa, kacaunya negara, kacaunya generasi, kacaunya jaman, kacaunya ruang dan kacaunya wakt, kacaunya diri, kacaunya material, kacaunya formal, kacaunya spiritual dan kacaunya nurani.

Wartawan Lepas:
Bolehkan saya mewancarai anggota-anggota Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Boleh. Wahai para Pabrik Manusia Inhuman dan Para Manusia Inhuman, khususnya yang besar-besar kesinilah. Kepada wartawan ini, jelaskan identitasmu dan uraikan apa tugas dan fungsimu.

Syaetan:
Kenalkanlah aku adalah syaetan. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk menghasilkan manusia-manusia durhaka. Tujuanku adalah untuk membalas sakit hatiku kepada Adam dan keturunannya, karena gara-gara dia aku menjadi terkutuk selamanya. Maka fungsi dari pabrikku adalah menggoda anak cucu Adam agar ingkar kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa diantara yang besar-besar maka pabrikku itulah yang paling besar.

Wartawan Lepas:
Wahai syaetan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus pemroduksi Pabrik Manusia Inhuman.

Qabil:
Aku sangatlah marah karena Allah SWT hanya menerima kurban dari saudaraku Habil. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk membunuh Habil. Tujuan dari pabrikku adalah untuk membalas demdam terhadap saudaraku dan membunuhnya. Maka fungsi dari pabrikku adalah untuk menampung orang-orang sesudahku yang menginginkan menirukan jejakku

Wartawan Lepas:
Wahai Qabil, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Nuh A.S. Ingkar:
Kenalkan aku adalah para umatnya Nabi Nuh A.S. Aku telah mengajak umat Nabi Nuh A.S agar mengingkari perintah dan petunjuknya. Sloganku berbunyi “ Hai Nuh! Sesungguhnya engkau telah mengajak berdebat dengan kami. Banyak benar debatanmu itu. Cobalah engkau datangkan kepada kami siksaan yang engkau janjikan pada kami itu, jika sekiranya engkau orang yang benar”.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Nuh A.S. yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Nuh yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Hud Ingkar:
Hai Hud! Tiada engkau mendatangkan kepada kami suatu keterangan, sebab itu kami tidak suka meninggalkan tuhan kami dengan semata-mata perkataan engkau itu saja, dan tiadalah kami percaya kepada engkau.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Hud yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Hud yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Luth Ingkar:
Aku adalah kaum homo, maka tantanganku kepada Nabi Luth “Datangkanlah siksaan Allah itu hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar”. Maka telah aku bangun pabrik untuk menampung pengikutku.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Luth yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Luth yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Abu Lahab:

Apakah ini gunanya engkau himpunkan kemi kesini? Celaka engkau Muhammad, jahat sungguh perbuatan dan perkataanmu itu.

Wartawan Lepas:
Wahai Abu Lahab, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Zpinoza-Syeikh Siti Jenar:
Jika rajamu ingin memanggil aku, minta ijin dulu kepada tuhan, karena aku adalah tuhanmu. Jika engkau ingin minta ijin kepada tuhan, permisilah dahulu kepadaku, kerena tuhanmu adalah aku.

Wartawan Lepas:
Wahai Zpinoza-Syeikh Siti Jenar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Neo Pragmatis dan Neo Kapitalis:
Aku tak peduli apa itu nurani. Yang aku peduli adalah yang nyata , yang tampak, yang bermanfaat, yang praktis, yang produktif, yang ekonomis, yang efektif , yang efisien, yang kontemporer , yang kekinian serta yang untuk keperluan mendatang.

Wartawan Lepas:
Wahai Neo Pragmatis dan Neo kapitalis, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Dajal:
Wahai ciptaan tuhan semuanya tanpa aku pilih-pilih. Engkau sadar atau tidak sadar tidaklah penting bagi diriku. Bagi diriku maka yang penting adalah kenyang perutku. Setiap saat aku harus mampu memangsa sebanyak-banyaknya dirimu. Diriku adalah seekor dajal. Definisiku adalah makhluk yang penting berbeda dengan dirimu. Aku harus beda dengan dirimu agar aku tetap menjadi dajal. Tetapi anehnya aku harus memaksamu supaya sama dengan diriku agar aku bisa memangsa dan menelanmu. Maka jika engkau telah sama dengan diriku maka hanya dirikulah yang berhak ada, sedangkan dirimu tidak aku perbolehkan untuk ada. Setelah itu maka hanya dirikulah yang ada di dunia ini. Tetapi anehnya aku harus memerlukan yang berbeda dengan diriku agar aku bisa tetap makan. Maka sebenar-benar diriku adalah jelmaan syaetan yang telah mampu menciptakan kemunafikan dalam hati dan menciptakan sistem yang harus memangsa sistem-sistem yang lain.

Wartawan Lepas:
Wahai Dajal, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pabrik Manusia Inhuman Kecil dan Para Inhuman Kecil Protes:
Wahai Bapak Direktur janganlah engkau bertindak aniaya terhadap kami. Walaupun kami relatif kecil, tetapi kami juga bisa mempunyai dampak yang besar. Maka saya ingin agar engkau memberi waktu pula kepada kami untuk mengenalkan diri kami dan menyampaikan keadaan kami.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh silahkan.

Pemerintah Kehilangan Jati Diri:

Aku memang agak sulit menemukan pola kehidupan masyarakat bangsaku dan masyarakat dunia. Fenomena begitu cepatnya datang dan pergi silih berganti. Kehidupan masyarakat menjadi semakin rumit saja, sementara berbagai macam tuntutan begitu banyak menggunung. Dari pada pusing-pusing memikirkan ideal lebih baik menangani dan mengembangkan program-program yang praktis. Kalau perlu buat saja program populis yang bisa menghibur rakyat sementara. Sementara diriku didera persoalan-persoalan politik dan isu-isu yang menggoyang. Maka apapun yang terjadi, prioritas diriku adalah menyelamatkan pemerintahanku. Aku mengakui bahwa memang ada korupsi, kolusi dan nepotisme. Tetapi itu semua sulit diberantas karena sifat dari jamannya. Tentang pergaulan dengan negara-negara lain aku memilih “tidak bebas dan tidak aktif” agar selamat.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemerintah yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pemerintah yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pemimpin Kehilangan Jati Diri:
Wahai aku adalah pemimpin. Terserahlah anda sebut aku sebagai pemimpin lembaga, institusi, sekolah, universitas, pabrik atau apalah. Tetapi kedudukanku sebagai pemimpin itulah yang menyebabkan aku sering disebut sebagai pabrik manusia. Aku menginginkan lembaga atau institusiku berjalan sempurna dan selalu memperoleh prestasi gemilang. Saking gemilangnya pencapaian sehingga kepemimpinanku seakan telah merasuk ke lubuk semua unsur yang aku pimpin. Dikarenakan tuntutan dan kompetisi yang semakain ketat maka aku menerapkan standard kinerja yang terbaik dan yang the best lah yang ada. Kalau perlu semua unsur-unsurku harus menyurahkan kepada lembagaku yang aku pimpin dengan segenap tenaga dan pikirannya setinggi-tingginya, sebesar-besarnya, semaksimumnya, sedalam-dalamnya, sehebat-hebatnya, tidak aku batasi. Aku tidaklah terlalu peduli dengan keluarga para pegawaiku. Kalau perlu semua mereka juga mengerahkan segenap daya dan tenaganya untuk kejayaan lembaga yang aku pimpin. Oh lembagaku..lembagaku..engkau telah menjadi miliku.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemimpin yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pendidikan Kehilangan Orientasi:
Wahai aku adalah pendidikan kehilangan orientasi. Sebagai sistem pendidikan aku berusaha realistis terhadap keadaan dan berpikir praktis, langsung, cepat kalu perlu instant. Sloganku adalah laskar, maka dengan slogan laskar pendidikan tanpa batas aku berusaha mengerahkan segenap unsur-unsur semua tanpa kecuali harus berpikiran yang sama dengan diriku untuk menyambut kedatangan para neokapitalisme, neopragmatisme, neomaterialisme dan neohedenisme. Karena aku berpikir praktis maka aku menyadari tidaklah kita mampu membendung atau melawan neo-neo itu. Oleh karena itu dari pada kita mati terlindas lebih baik kita kompromi saja. Kalau perlu apa salahnya kita membuka cabang atau bahkan menjadi seperti mereka. Jika kita juga bisa menjadi neokapital, neopragmatis dan neohedonism di negara sendiri, maka keuntungan sudah di depan mata. Maka semua pendidikan harus memikirkan kompetisi global, harus link-and–match dengan pabrik tanpa kecuali. Maka semua sekolah, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, akan saya transformasikan menjadi SMK. Semua nilai lokal harus berstandar internasional. Semua aspek seni budaya jangan sok nyeni dan mbudaya, kemaslah dirimu semua dalam wadah neokapitalisme. Tiadalah artinya seni dan budaya itu kalau tidak laku jual. Gunakan jargon-jargon yang menarik pasar global. Gunakan istilah "teknik" didepan apapun, teknik menyani, teknik menari, teknik memasak, teknik seni, teknik rupa, teknik lahir, teknik mati, tekni..apapun. Semua orang, semua warga, baik yang hidup, mati, bernyawa, atau bahkan para arwah harus waspada terhadap persaingan global. Yang belum lahir pun perlu diwarning. Kita akan siapkan Un bagi para bayi yang baru lahir, agar dapat mengetahui kriteria bayi bertaraf internasional. Kalau perlu anak yang masih dalam kandunganpun aku suruh untuk melatihnya dan di drill agar kelak kalau lahir mampu mengerjakan UN.

Wartawan Lepas:
Wahai pendidikan yang kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pendidikan yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Guru Kehilangan Orientasi:
Aku adalah guru kehilangan orientasi. Bagiku ngajar itu gampang sekali kok. Aku telah mengajar puluhan tahun, maka aku sudah apal, tak perlu catatan, tak perlu rpp, tak perlu alat bantu tak perlu yang macam-macam. Tetapi aku harus menyesuaikan dengan pemerintah yang kehilangan orientasi. Aku harus mempersiapkan siswa-siswaku menempuh UN. Maka sejak kelas satu, dua, dan tiga setiap hari aku hanya latihan UN saja, kalau perlu aku menyewa tentor bimbel. Ngapain muluk-muluk mengembangkan metode pbm dan inovasi pbm, ah itu hanya omong kosong, malah menghabis-habiskan energi, pemborosan dan bertele-tele. Malah aku sekarang sedang berpikir sengan segala cara bagaimana ya agar semua siswa-siswaku dapat lulus semua. Itulah setinggi-tinggi dharma bhaktiku kepada Sekolah, masyarakat dan negara yaitu menghantarkan semua siswaku lulus UN. Perkara caranya siap tahu?

Wartawan Lepas:
Wahai guru kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pekerja:
Aku adalah seorang pekerja. Gajiku tidaklah begitu besar. Maka agar ekonomi keluargaku dapat dipenuhi, saya selalu kerja lembur, kalau perlu kerja jauh sampai berhari-hari. Kadang-kadang aku sampai melupakan keluargaku. jangankan keluargaku, sedang diriku sendiri saja kadang-kadang sampai jatuh sakit. Tetapi aku tidak mempunyai pilihan. Maka semua itu aku lakukan demi penghasilan keluargaku.

Wartawan Lepas:
Wahai pekerja, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pengangguran:
Aku adalah seorang pengangguran. Aku tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tetapi bahwa setiap hari aku harus makan itu pasti. Maka kadang-kadang aku harus melakukan pekerjaan yang haram, bahkan kadang-kadang juga kriminal. Tetapi aku tidak mempunai alternatif lain. Aku harus melakukannya.

Wartawan Lepas:
Wahai pengangguran, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Semuanya:
Wahai wartawan, sekarang aku juga ingin bertanya siapa sebenarnya dirimu itu.

Wartawan Lepas:
Aku adalah wartawan lepas. Pekerjaanku memburu berita. Jika ada berita baik dan laku dijual, kemanapun aku kejar. Aku tidak menghitung waktu dan biaya. Yang penting aku mendapat berita besar. Kalau perlu aku juga harus melupakan keluargaku.

Semuanya:
Wahai wartawan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Wartawan Lepas:
Oh..oh ba..Bapak Direktur..mengapa aku ternyata juga telah menjadi manusia inhuman.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh.hoh.hoh...wartawan..wartawan...maka janganlah sok suci engkau itu. Gayamu sok meneliti dan mewawancarai. Padahal dirimu juga ternyata terbukti adalah manusia inhuman. Maka sebanyak-banyak bahkan jika semua wargaku engkau wawancarai maka kesimpulannya mereka semua adalah manusia inhuman. Itulah manusia pada jaman sekarang dimana aku tengarai mereka semua telah pasti menuju menjadi manusia inhuman. Oleh karena itu maka tepatlah kiranya langkahku ini untuk mengantisipasi apa kiranya yang terjadi. Sebelum orang lain menyadarinya, maka aku telah mengangkat diriku sendiri sebagai Direktur Pabrik Manusia Inhuman. Itulah sebenar-benar diriku, tidak perlu engkau wawancara, aku sudah jelas-jelas direkturnya para Pabrik Manusia Inhuman dan para Manusia Inhuman. Dan tentulah maka aku dengan sendirinya haruslah Inhuman. Baru tahu elo...inilah perjuangan panjangku menipu dan memperdaya anak cucu Adam..ihih..hih...hampir berhasil aku...

23 comments:

  1. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari elegi wawancara dengan direktur pabrik manusia inhuman ini dikatakan bahwa manusia lah yang menciptakan manusia yang tidak manusia. Manusia yang tidak manusia adalah manusia yang kehilangan nuraninya. Jika kehilangan nurani, akan berdampak kepada banyak hal, yang paling esensial adalah akan berdampak kepada urusan di akhirat kelak. Semoga kita terhindar dari manusia yang memproduksi manusia yang tidak manusiawi.

    ReplyDelete
  2. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Manusia bisa kehilangan nuraninya tanpa ia sadari. Hal itu dikarenakan kebiasaan yang dilakukan nya sehari-hari sehingga kebiasaan tersebut menjadi akhlak. Manusia yang kehilangan nuraninya tidak hanya akan memberikan dampak keburukan pada pribadinya, namun juga akan berdampak pada kehidupan orang lain. Oleh karena itu kita senantiasa berusaha bersikap ikhlas agar tidak mudah kehilangan nuraninya.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Manusia inhuman adalah manusia yang telah kehilangan nuraninya. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hilangnya nurani ini bisa dari dalam manusia itu sendiri ataupun dari luar diri (lingkungan). Potensi, keinginan, tabiat, pekerjaan, pergaulan, jabatan yang dimiliki seseorang dapat menyebankannya menjadi manusia inhuman. Manusia yang memanfaatkan potensinya untuk menindas manusia lain, manusia yang memiliki jabatan tinggi lalu memanfaatkan jabatan tersebut untuk melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, keinginan yang rakus, tabiat suka menggunjing dan memfitnah orang lain, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk produk inhuman. Semua yang mereka lakukan ini semata-mata demi kepentingan diri sendiri. Namun, begitulah manusia, pernah buta dalam penglihatannya, pernah tuli dalam pendengarannya, pernah bisu dalam perkataanya, pernah mati dalam kehidupannya. Yang dimaksud buta, tuli, bisu, hingga mati ini bukan raganya melainkan hati dan jiwanya. Oleh karenanya kita harus berusaha untuk selalu menajamkan hati dengan senantiasa mendekati-Nya, berdoa dan memohon lindungan-Nya agar kita tidak menjadi manusia yang hilang nurani.

    ReplyDelete
  4. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Sungguh mengerikan sekali dengan keberadaan manusia Inhuman. Ya Rabbi semoga aku tidak termasuk dalam golongan manusia itu, manusia yang telah kehilangan hati nuraninya. Jika memang ada manusia seperti itu, betapa bahayanya dunia ini. Apalagi jika manusia inhuman itu mempunyai kekuasaan. Tentu akan banyak orang yang menderita karena kebijakan yang mengesampingkan hati nurani

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Manusia inhuman dapat diartikan sebagai orang- orang yang sedang menuju, dalam proses awal atau sedang dalam proses tengah atau sedang dalam proses akhir atau sudah jelas kehilangn hati nuraninya. Manusia inhuman disebabkan karena ada syaitan pada dirinya sehingga ia kehilangan hati nuraninya. Karena itulah agar tidak menjadi manusia inhuman kita harus senantiasa membersihkan hati kita dari penyakit- penyakit hati dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Semoga kita senantiasa dilindungi agar tidak termasuk manusia inhuman.

    ReplyDelete
  6. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Perkembangan jaman menyebabkan hidup manusia dipenuhi banyak tuntutan. Pikiran dan mental diasah agar dapat memenuhi semua tuntutan itu. Tapi hati kurang diasah sehingga manusia lebih mengedepankan egonya ketimbang karakter dan kata hatinya. Pendidikan seharusnya senantiasa mengajarkan pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai humanis serta agama agar diperoleh kualitas manusia yang lebih manusia.

    ReplyDelete
  7. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    manusia inhuman adalah orang- orang yang sedang menuju, dalam proses awal atau sedang dalam proses tengah atau sedang dalam proses akhir atau sudah jelas kehilangan hati nuraninya. Setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi manusia inhuman. Sehingga kita harus berhati-hati. Menjadi manusia inhuman tidak hanya disebabkan oleh godaan atau serangan dari luar diri kita, namun di dalam diri kita sendiri ada potensi yang membuat diri kita menjadi manusia inhuman. Oleh karenanya, rajin-rajinlah kita berdoa, beribadah, agar Allah menjaga kita, menjaga hati kita, menjaga nurani kita, agar senantiasa hidup, mampu berfungsi dengan baik, sehingga kita bisa bersimpati, berempati, berkasih, merasakan beban orang lain, peka pada keadaan sekitar kita, dan dengan itu mendorong kita untuk berbuat baik.

    ReplyDelete
  8. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagaimana dituliskan dalam elegi ini bahwa manusia inhuman dapat dibentuk dari dalam dan ada yang dibentuk dari luar. Menjadi seorang yang inhuman menurut saya adalah sebuah pilihan, maka dengan memperkuat iman dan taqwa serta mencari ilmu yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia adalah cara yang bisa menjauhkan kita dari inhuman yang terbentuk dari dalam diri dan menjauhi unsur-unsur pembentuk inhuman dari luar dengan menjadi manusia yang berilmu dan bertaqwa maka akan melindungi kita dari hal-hal yang menyebabkan kita menjadi seorang inhuman

    ReplyDelete
  9. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan komentar saya di atas, Hakekat dari Pabrik Manusia Inhuman adalah ada yang kongkrit, ada yang abstrak, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang di luar, ada yang di dalam, ada yang mandiri, ada yang sistemik, ada yang berada di hati, dan ada pula yang berada di pikiran. Manusia inhuman dapat dibentuk dari dalam dan dari luar. Bahwa seseorang dapat menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannnya, hatinya, keinginannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Manusia yang demikian disebut manusia inhuman primer

    ReplyDelete
  10. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pabrik manusia inhuman bisa dalam bentuk apa saja. Pabrik yang bercirikan menghasilkan manusia yang tidak berhati nurani. Pabrik manusia yang humanis bercirikan menghasilkan output yang berhati nurani. Namun terpaksanya jika manusia benar-benar berada di dalam pabrik manusia inhuman, maka harus mempertebal iman dan taqwa supaya outputnya mempunyai hati nurani.

    ReplyDelete
  11. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan elegi yang saya baca di atas, dapat dikatakan bahwa manusia inhuman adalah orang-orang yang sedang menuju atau sudah jelas kehilangn hati nuraninya. Manusia inhuman disebabkan karena ada syaitan pada dirinya sehingga ia kehilangan hati nuraninya. Karena itulah agar tidak menjadi manusia inhuman kita harus senantiasa membersihkan hati kita dari penyakit- penyakit hati dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan cara perbanyak sholat, membaca Al-Qur’an, dan ikhlas bermunajat kepadaNya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dilindungi oleh Allah agar tidak termasuk manusia inhuman.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menurut saya, manusia inhuman adalah manusia yang menuju, sedang atau telah kehilangan jati dir dan nuraninya. Marilah kita bersama sama berlomba dalam kebaikan, memohin perlindungan dari Allah agar terhindar dari syaitan-syaitan yang mengganggu atau mencuri hati nurani kita.

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Realitas dunia tidak semua manusia adalah manusia. Artinya ada orang yang tidak manusiawi atau tidak memiliki sifat manusia dalam arti pikiran, hati, atau tindakan. Perkembangan teknologi semakin meningkat setiap tahunnya membuat orang semakin berpikir seketika, segala sesuatu bergantung pada teknologi. Inilah yang menyebabkan orang tidak memikirkan sifat kemanusiaan. Manusia kehilangan kemanusiaannya sehingga egois dan instan adalah ciri khas manusia kontemporer.

    ReplyDelete
  14. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kehidupan sudah semakin berada dalam kekacauan. Manusia berlomba-lomba menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bahkan menggunakan cara-cara yang tidak baik dan tidak jujur. Manusia yang dikenal sebagai makhluk yang dianugerahi hati nurani oleh Tuhan semakin tidak tampak lagi sisi kemanusiaannya. Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan agar selalu dijaga dari kekacauan dunia dan selalu berada di jalan-Nya.

    ReplyDelete
  15. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Di jaman modern ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Perkembangan teknologi berdampak positif dan negatif bagi orang indonesia. Dampak positifnya yaitu dapat membantu meringankan beban manusia. Dampak negatifnya yaitu membuat kemunduran kualitas dari sumber daya manusia itu sendiri . Karena kualitas sumber daya manusia yang tinggi hanyalah yang membuat teknologi itu, sedangkan kita, orang indonesia hanya tau cara memakainya saja. Sehingga kita menjadi sesorang yang konsumtif, dan membuat kita semakin malas, sehingga kualitas sumber daya manusia di Indonesia sekarang ini menjadi turun.

    ReplyDelete
  16. Elegi diatas menceritakan tentang manusia inhuman. Manusia inhuman adalah manusia yang akan menuju, atau sedang dalam proses awal, atau sedang dalam proses tengah, atau sedang dalam proses akhir, atau sudah jelas pasti kehilangan nuraninya. Kehilangan nurani bisa terjadi pada siapa saja. Dampak dari kehilangan nurani bisa dirasakan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.Oleh karena itu, sebagai seorang manusia yang dikaruniai oleh Allah swt dengan akal dan pikiran sudah seharusnya digunakan dengan bijak agar dalam kehidupan ini kita tidak kehilangan nurani.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya, manusia itu dilahirkan fitrah dari sifat-sifat yang tidak manusiawi. Namun, karena banyak sekali pengalaman dalam menjalani kehidupan di dunia ini, maka sifat inhuman itu masuk kepada diri manusia tanpa diinginkan memasuki diri manusia. Karena manusia itu akan memiliki sifat inhuman jika manusia tersebut hanya memikirkan diri sendiri dan tidak menggunakan atau menyeimbangkan antara hati dan fikiran ketika akan melakukan sesuatu.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas dapat diambil kesimpulan manusia jaman sekarang menuju manusia yang tidak memiliki hati nurani. mereka melakukan segala cara untuk keinginan yang mereka inginkan. hendaknya kita sadar diri ketika kita memiliki keinginan. perbuat lah semua kegiatan menggunakan hati nurani.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui elegi digambarkan bahwa manusia inhuman adalah manusia ketika ia sudah kehilangan hati nuraninya. Manusia jika sudah kehilangan hati nuraninya, yang akan terjadi ia sudah terjebak di dalam perangkap syaitan. Agar tidak kehilang hati nuraninya maka manusia senantiasa harus bertawakal, berdoa,dan beribadah kepadaNya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manusia jika sudah kehilangan nuraninya maka seluruh kehidupannya pun menjadi tidak berkah. Ilmu setinggi apapun yang dia peroleh tidak akan ada gunanya.

      Delete
  20. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pendiidkan yang ideal adalah jika mampu memanusiakan manusia. Sekarang menjadi pertanyaan besar bagi pendidikan, pendidikan menyesuaikan dengan industry, atau industry menyesuaikan dengan pendidikan ? Hal yang pertama, akan menjadikan pendidikan sebagai pencetak manusia-manusia robot, manusia yang disebut sebagai inhuman, bukan manusia lagi.

    ReplyDelete
  21. Elegi ini jika ditarik lebih dalam ke pendidikan, Menjadi PR besar tentunya bagi pendiidkan kita. Siswa adalah manusia, manusia sebagai human. Maka pembelajaran harus memanusiakan siswa, penilaian harus memanusiakan siswa. Apabila ini tdak terjadi, maka siswa menjadi manusia yang inhuman, sudah tidak memiliki jati diri nya sendiri, tetapi jati diri sesuai kemauan orang lain, orangtua, atau guru

    ReplyDelete
  22. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Seiring dengan kemajuan teknologi dan kemajuan jaman, memang manusia semakin kalah dengan teknologi, dengan hal-hal duniawi yang menarik, manusia kalah dengan pekerjaanya, kalah dengan kedudukan, kalah dengan kekayaan.Betapa tidak, semakin memasuki dunia modern, manusia semakin tidak memanusiakan manusia lain, yang terjadi adalah inhuman.Manusia bekerja siang malam mencari uang untuk dapat hidup, hingga kadang melupakan keluarga.Semuanya berusaha menciptakan teknologi baru, menciptakan robot, hingga pelayan restoran ada yang menggunakan robot, sunggung mulai menghilangkan manusia.Secanggih-canggihnya robot, masih kalah dengan manusia, karena manusia punya hari, pikiran, dan perasaan.Maka jangan sampai kita terjebak dalam keadaan inhuman.

    ReplyDelete