Jan 17, 2013

Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu




Puncak pencapaian belajar Filsafat adalah diperolehnya kesadaran akan Ruang dan Waktunya yang ada dan yang mungkin ada. Betapa tidak mudah seseorang menggapai kesadaran Ruang dan waktu. Sekali lagi, untuk mengimbangi pengembaraan pikiran kita yang jauh menembus melampaui Ruang dan Waktu, maka Elegi berikut saya tarik ke depan untuk bisa dibaca bagi yang mungkin belum membacanya. Elegi ini termasuk ranah Aksiologi/Etik/Estetika. Selamat membaca.

 Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu
Oleh: Marsigit

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:

Hah... tiadalah satupun di depanku bisa lepas dari kendaliku.


Selama ini aku merasa punya kelebihan. Aku merasa tiada satu halpun di dunia ini lepas dari kesadaranku. Aku merasa lebih dari orang-orang disekitarku. Aku bahkan merasa kemampuanku bisa mengendalikan apapun yang aku inginkan. Hah.. orang-orang itu. Di hadapanku, mereka itu tidaklah lebih dari hanya kecoa-kecoa. Jika aku mau maka aku bisa tentukan semua nasib-nasibnya. Yah dasar aku. Aku memang sudah kondhang, dan ketenaranku itu akan aku pertahankan hingga titik darah penghabisan. Tetapi siapalah berani menghalangi setiap langkahku. Kiranya tak ada orang sebanding dengan diriku. Oleh karena itu mengapa aku harus risau. Ah risau tidak ada gunanya. Aku pun tidak memerlukan jasa baiknya. Aku paling banter hanya perlu mereka sebagai bahan bakarku. Yah jika mereka berbaik-baik dan membawa manfaat padaku maka barulah aku singkap ujung mataku. Tiadalah catatan dan kamusnya bahwa diriku tidak dapat menggapai tujuan-tujuan dan keinginanku. Mereka baru bangun aku sudah berpikir. Mereka baru mulai berpikir, aku sudah bertindak. Mereka baru mulai bertindak, aku sudah selesai. Lalu apalah daya mereka.

Makhluk Pemangsa Ruang dan Waktu
Maka tiadakah daya dan pikiran mereka mampu menghalangiku. Oleh karena kedudukanku yang istimewa maka tentulah aku harus dan harus mempunyai hak istimewa bagi mereka. Aku adalah previligeku. Maka kareka kuasaku yang berlebih bagi mereka maka aku tentulah punya hak atas mereka. Aku umumkan sepihak dan hanya perlu sepihak saja. Aku tidak memerlukan persetujuannya. Kalau perlu aku paksakan saja. Karena mareka sesungguhnya tiadalah arti bagiku. Aku adalah keinginanku. Aku adalah ambisiku. Yah, jika mereka ramai menamaiku bahwa aku adalah nafsuku, peduli amat. Biarkan mereka berkata semaunya. Bahkan jika mereka katakan bahwa aku adalah syaitannya, aku juga tidak perduli. Peduli amat, syaitan dan bukan kan tergantung kacamatanya. Jika kacamataku adalah sensualku maka syaitan itu bisa saja bidadariku. Demikainlah gumamku. Siapakah ingin menguji diriku? Siapakah ingin menjadi kompetitorku. Mari kita bertarung di sembarang ruang dan waktu pun aku okey-okey saja. Ha..ha..ha..sebenar-benar diriku adalah pemangsa ruang dan waktu.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu memberi perintah kepada wakilnya:

Wahai wakilku tahukah engkau apa tugas-tugasmu? Aku mengangkatmu bukanlah sekedar kebetulan. Aku sengaja mengangkatmu untuk menyubur-suburkan aku. Aku kuutus engkau pergi kemanapun untuk mencari bahan bakar penyuburku. Maka, patuh adalah absolut untuk mu. Kamu hanya boleh melaporkan yang baik-baik saja kepadaku. Yakinkan bahwa di dunia ini tidak ada yang melebihiku. Jika kau temukan ada orang yang melebihiku, maka segera musnahkanlah. Jika engkau tidak mampu maka laporkanlah kepadaku. Jika engkau tidak lapor kepadaku maka engkau pulalah yang akan aku musnahkan.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu mencari tempat berteduh:
Aduhai tidak kusangka aku menemukan tempat begitu teduhnya bagiku. Ah ada makanan juga di sini. Tetapi mengapa aku musti perlu tempat berlindung. Ah keparat. Bukankah seyogyanya aku itu yang menjadi pelindung bagi mereka. Mengapa mesti aku menemukan istilah bahwa aku mesti berlindung. Walaupun tempat berlindungku sekedar tempat. Andaikata ini bukan tempat. Andaikata ini sesama manusia pasti sudah aku hancurkan.

Tempat berteduh ternyata bisa berkata:
Wahai seseorang yang tidak tahu diri. Mengapa engkau datang bertamu tidak meminta ijin terlebih dulu. Lebih dari itu, disamping tidak sopan engkau juga telah memakan makanan yang ada di sini tanpa ijin juga. Lebih dari itu, engkau juga telah bergumam ingin menghancurkanku. Sungguh angkau adalah orang yang tidak tahu balas berbudi. Engkau lahap dan telan apapun yang ada di depanmu. Engkau rampas setiap hak-hak orang lain. Engkau rampas setiap kesempatan yang ada. Engkau tulisi kertas putihku. Engkau koreksi pekerjaanku tanpa legalitas. Bahkan engkau butakan penglihatanmu. Engkau tidak dapat membedakan batas-batas wilayahku. Engkau tidak mau membaca tanda-tanda. Engkau telah berlaku begitu sombongnya. Engkau telah berlaku sebagai hakim bagi semua manusia. Engkau ambil aku setiap saat, tetapi engkau campakkan pula aku setiap saat. Pantaslah kemudian jika orang-orang menyebutmu sebagai pemangsa ruang dan waktu. Sebenar-benar pemangsa ruang dan waktu adalah jika seseorang tidak kenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena engkau tidak mau tahu kepada siapa engkau bicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa engkau menuntut hak. Tidak kenal waktu karena engkau tidak peduli kapan engkau bicara, kapan engkau bertindak dan bagaimana engkau bertindak. Sungguh luar biasakah engkau itu. Perilakumu tidak hanya merugikan mereka, tetapi telah mengeliminasi mereka. Tahukah engkau dosa-dosa yang engkau tanggung? Mengeliminasi sifat-sifat sesama tidak lian tidak bukan adalah membunuh sebagian karakter mereka. Maka terkutuklah engkau, wahai pemakan ruang dan waktu. Tetapi ingatlah bahwa aku tidaklah dalam posisi membetul-betulkan perilakumu. Bahkan sebaliknya, jika engkau masih mau, maka aku masih akan menawarkan perlindunganku kepadamu dari teriknya matahari. Itulah semata-mata fungsi dan tugasku, yaitu menolong sesama.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:

Ha..ha..dari banyak kalimatmu yang tidak enak, maka kalimat terakhirmu itulah yang masih bagus. Jika memang engkau mempunyai tugas menolong sesama, maka sekarang akan engkau uji dirimu itu. Tolong pinjamkan pada diriku anak panah dan pedangmu itu kepadaku, karena aku memerlukannya untuk berperang.

Tempat berteduh:
Tengoklah pada lengan dan leherku. Jikalau engkau cermat maka apakah warna darahku itu. Warna darahku adalah putih, itu artinya aku memang ditakhdirkan untuk selalu ikhlas membantu orang lain. Maka apapun permintaanmu kepadaku, begitu memang telah engkau lantunkan, aku kabulkan. Maka ambillah anak panah dan pedangku itu.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Terimakasih. Ha..ha.. dasar bodoh. Ketahuilah wahai tempat berlindung, karena dungumu, maka engkau tidak mengetahui bahayamu. Ketahuilah, orang pertama yang akan kubunuh dengan pedangmu ini tidak lain tidak bukan adalah dirimu itu.
Maka terimalah tebasan padangku ini. (Dalam cerita, matilah tempat berteduh tersebut).

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wahai semuanya, dimanakah engkau semua. Inilah diriku. Jika tiadalah yang menemuiku maka aku akan protes dan menggugat siapakah penyebab adaku ini.
Mengapa aku harus diciptakan di dunia ini? Kalaupun pertanyaanku tiadalah yang menjawab, maka akan aku bunuh pula sang penciptaku.

Hamba penjaga ruang dan waktu datang:
Astaghfirullah aladzhim, ya Allah ampunilah segala dosa dan kekhilafanku. Ampunilah dosa-dosa leluhurku. Ampunilah dosa-dosa para pemimpinku. Ampunilah dosa-dosa orang-orang yang telah berbuat aniaya dan berbuat kerusakan di atas bumi ini. Ya Allah ya Robbi, turunkan dan berikan rakhmat danhidayah Mu kepada orang-orang yang sabar dan tawakal. Tiadalah daya dan upayaku kecuali atas ridhlo dan kehendakmu ya Allah.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu berjumpa hamba penjaga ruang dan waktu

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wahai orang asing yang berperilaku aneh. Aku perhatikan engkau komat-kamit sendiri. Sedang bicara apakah engkau. Orang seburuk engkau kenapa engkau duduk di situ. Bukankah tempatmu itu hanya pantas bagi tempat duduk orang-orang seperti ku. Kenapa juga engkau mempunyai banyak harta dan peralatan di situ? Bukankah harta dan peralatan itu hanyalah orang-orang sepertiku yang pantas memilikinya. Aneh juga, mengapa engkau mempunyai banyak rencana-rencana? Bukankah rencana-rencana itu sesungguhnya akulah yang paling pantas memilikinya? Aneh pula mengapa engkau punya banyak program-program, bukankah program-program itu, akulah yang paling pantas mengembangkannya. Aneh pula mengapa engkau punya banyak teman-teman, bukankah teman-temanmu itu sesungguhnya paling pantas adalah temanku. Coba lihat rencanamu, oh kaya beginikah rencanamu itu? Mengapa rencanamu tidak sesuai dengan pikiranku. Kenapa engkau sempat pula berpikir, bukankah hanya dirikulah orang yang paling berhak berpikir? Kenapa engkau sempat menulis, bukankah itu sebenar-benar adalah hak istimewaku? Kenapa engkau sempat bicara lantang, bukankah itu juga hak istimewaku? Maka tidak terimalah diriku ini atas keadaan ini. Tetapi kenapakah engkau tidak duduk di antara ruang-ruang, karena ketika engkau duduk disitulah aku akan mudah memangsamu. Dan kenapa pula engkau tidak duduk di antara waktu-waktu, karena ketika engkau duduk di situlah aku akan lebih mudah memangsamu. Aku tidak peduli engkau kena kutukan atau bukan. Tetapi aku juga tidak peduli titah nenek moyangmu bahwa janganlah berkeliaran di waktu maghrib. Aku tidak pedula nenek moyangmu mengutukku sebagai candik ala.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Alhamdullilah, bahwa Tuhan telah memberi aku kesempatan bersilaturakhim kepadamu. Semoga keselamatan ada pada diri anda dan tentunya diriku juga. Amien.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Hah, jangan sok pura-pura alim. Pakai doa-doa segala. Ini, ni ini, engkau tidak becus. Kamu punya banyak hal tetapi semuanya tidak ada yang tepat. Ketahuilah bahwa tepat tidaknya sesuatu milikmu itu jika sesuai dengan pikiranku. Maka tiadalah sebenar-benar kebenaran, jika dia berada di luar diriku. Maka semestinyalah bahwa engkau seharusnya selalu minta ijin kepadaku sebelum engkau melakukan berbagai hal. Tetapi yang sebenar-benar terjadi adalah aku tidak akan pernah ridhlo kepadamu walaupun engkau sudah minta restu kepadaku sekalipun. Satu-satunya ikhlasku adalah jikalau engkau enyah dari depanku. Maka terimalah pukulan dan tebasan padangku ini.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu tersungkur terkena pedangnya sendiri

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wadala .. oh kenapa Tuhan tidak adil? Kenapa musti aku bisa dikalahkan oleh seseorang buruk rupa. Wahai orang buruk rupa, apa pula yang engkau lakukan kepadaku sehingga aku tersungkur, terkena pedangku sendiri.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah aku tidak berbuat apa-apa terhadapmu. Tetapi ulah perbuatan dirimu sendirilah yang telah menyebabkan engkau jatuh tersungkur.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Tidak mungkin. Aku tahu persis bahwa engkaulah yang memukulku.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Terserah dirimulah. Tetapi perlu engkau ketahui bahwa yang sebenar-benar terjadi adalah kamu telah diperingatkan oleh Tuhan atas perilakumu yang merusak di atas bumi ini.

Makhluk pemangsa ruang dan waktu:
Wah semakin sombong saja engkau ini. Coba kalau aku mampu berdiri, pasti engkau sudah ku bunuh.

Hamba penjaga ruang dan waktu:

Ketahuilah, inilah sebenar-benar yang akan terjadi. Umurmu tidak akan lama lagi. Adalah kodrat Nya bahwa engkau segera akan mati dan akan menghuni neraka jahanam. Inilah sebenar-benar peringatan agar manusia ingat dan paham akan ruang dan waktu. Sebenar-benar malapetaka di dunia adalah jika orang-orang sudah tidak sadar akan ruang dan waktu. Maka sebenar-benar dirimu adalah godfathernya orang-orang yang tidak kenal dan tidak mau tahu ruang dan waktu. Bukankah mengurusi hal yang bukan haknya itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah pekerjaan yang melampaui batas itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menggunakan peralatan tidak sesuai dengan peruntukannya, itu pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah memaksakan kehendak itu pertanda bahwa engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan wewenang itu juga pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah usul yang tidak proporsional itu juga pertanda bahwa engkau tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah terlambat kerja itu pertanda bahwa engkau tidak paham ruang dan waktu? Bukankah terlambat shalat itu pertanda engkau tidak paham ruang dan waktu? Bukankah promosi diri berlebihan itu juga pertanda engkau tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah berpakaian yang tidak pantas itu juga pertanda tidak kenal ruang dan waktu? Bukankah berbicara yang tidak sopan itu juga tidak kenak ruang dan waktu? Dan inapropriate behaviour itu juga tidak kenal ruang dan waktu. Bukankah menyalahi prosedur itu juga tidak kenal ruang waktu. Bukankah orang jawa mengatakan bahwa orang-orang demikian sering disebut pula “nggege mangsa”. Jikalaulah tidak demikian maka ada orang menyebutnya sebagai meritokrasi, yaitu ikhtiar, yaitu kerja keras, yaitu perjuangan, yaitu mengisi kemerdekaan. Bukankah Wal a’sri artinya adalah demi masa.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Bukankah sadar ruang dan waktu itu sebenar-benarnya adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Itulah sebenar-benar hermeneutika. Maka agar engkau sadar ruang dan waktu, maka pandai-pandailah menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan. Bukankah kita belajar sejak nenek moyang bahwa sebenar-benar rakhmat adalah bagi orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Itulah sebenar-benar orang Jawa mengatakan sebagai “ruwatan” adalah cara agar orang menjadi sadar ruang dan waktu. Maka perlulah diruwat bagi orang-orang yang tidak sadar ruang dan waktu agar dunia menjadi tenteram dan damai. Maka yang sebenar-benar terjadi pada dirimu inilah sebuah ruwatan dimana engkau sebagai Bathara Kala, yaitu orang yang tidak paham ruang dan waktu, diruwat tertembus oleh senjata Cakra nya Bathara Khrisna, yaitu perlambang orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Kematianmu adalah kematian Bathara Kala, yaitu kematiannya orang-orang yang tidak sadar ruang dan waktu. Kemenanganku adalah kemenangannya Batara Khrisna, yaitu kemenangan bagi orang-orang yang sadar akan ruang dan waktu. Maka ingat dan waspadalah wahai orang-orang untuk selalu ingat ruang dan waktu. Maka waktu atau mandala itu memang senjatanya sang raja dewa. Orang Jawa menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan tema Ruwatan, yaitu matinya Sang Batara Kala, si pemangsa ruang dan waktu, agar masyarakat mampu belajar dan menghargai ruang dan waktu.

Datanglah seorang hamba menggapai ruang dan waktu

Hamba menggapai ruang dan waktu:
Terimakasih hamba penjaga ruang dan waktu. Sebenar-benar yang terjadi adalah aku telah menyaksikan semuanya yang terjadi. Lebih dari itu, aku bahkan mendengar semua yang engkau katakan. Maka terimakasihlah aku kepadamu yang telah menolongmu dari kekejaman Makhluk pemangsa ruang dan waktu.

Hamba penjaga ruang dan waktu:
Bukankah engkau telah mati karena dibunuh Makhluk pemangsa ruang dan waktu?

Hamba menggapai ruang dan waktu:
Wahai hamba penjaga ruang dan waktu. Sesungguhnya atas jasa dan keikhlasan para saudara-saudara dan akar-rumput disekitarku itulah aku dapat bangkit kembali. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa tiadalah kata kematian itu ada pada diriki. Karena sebenar-benar diriku adalah tempat berteduh bagi mereka. Aku adalah kendarannya mereka. Aku adalah sistemnya mereka. Aku adalah fasilitas bagi mereka. Aku yang satu adalah mereka yang banyak. Aku yang banyak bisa juga dia yang satu. Aku boleh koperasi. Aku boleh organisasi. Aku boleh fakultas. Aku boleh jurusan. Aku boleh bis kota. Aku boleh pegadaian. Aku boleh komputer. Aku boleh sekolahan. Aku boleh laboratorium. Aku boleh sepatu. Aku boleh baju. Aku boleh kacamata. Dan aku boleh apa saja selama engkau dan mereka bermaksud menggunakanku. Sehingga aku pun bisa sebagai badanmu, jikalau engkau telah mengaku sebagai rohmu. Maka sebenar-benar diriku adalah hamba menggapai ruang dan waktu.

50 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi seorang hamba menggapai ruang dan waktu adalah bagaimana seorang manusia mampu memanfaatkan ruang dan waktunya dalam hidup di dunia ini. Seorang manusia hendaknya bisa menyesuaikan ruang dalam segala keadaan dan sadar akan waktu, bahwa manusia hidup di dunia hanyalah sementara. Sehingga jika manusia sudah paham dan mengerti akan ruang dan waktu, niscaya akan selamat di dunia dan akhirat.melakukan segala sesuatu yang menempati ruang dan waktu dengan sesuai ketentuan yang ada, dan mudah mudahan kita menjadi orang yang tidak menyalahi ruang dan waktu kita.

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari elegi tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa setiap aktivitas manusia selalu terikat dengan ruang dan aktu. Hal ini mengharuskan manusia dalam segala kondisi agar sesuai dengan ruang dan waktu baik itu dalam aktivitas menyangkut dengan diri sendiri, dengan orang lain, maupun dengan sang Khalik.

    Menurut saya, yang dimaksud dengan ruang dan waktu adalah sesuai dengan syariat (aturan) Allah. Sehingga, ia merasa akan hubungannya dengan Allah dalam segala aktivitasnya. Dengan hal tersebut, manusia akan berusaha untuk menyesuaikan aktivitasnya agar sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. 16709251041
    PPs PMat B 2016

    Elegi ini mengingatkan saya ada pepatah jawa “ojo dumeh” yang artinya adalah jangan sombong. Banyak sekali kata ini digunakan, darinama toko, angkringan, warung bakso, dll. Bukan karena keren, tetapi memang memiliki arti yang mendalam.elegi mengingatkan kita untuk jangan sombong atas aa yang kita miliki, karena sehebat apapun kita, masih ada yang lebih hebat. Yang boleh sombong hanyalah Tuhan semata karena Dialah maha segalanya. Dan karena kesombongan itulah seseorang akan terjatuh.

    ReplyDelete
  5. Calva Ananta Dominikus Matutina
    13301241061
    Pendidikan Matematika I 2013

    Melalui elegi di atas, saya menyadari bahwa seringkali sikap jumawa menjadi tembok penghalang bagi manusia untuk menyadari ruang dan waktu. Sikap jumawa ini menutupi mata hati kita dalam menyadari kondisi sekitar, yang ada hanya aku dan harus aku. Ego ini yang menurut saya menjadi faktor pelepas kesadaran manusia dengan ruang dan waktu yang menjadi wadak eksistensi manusia itu sendiri. Dengan begitu, manusia yang jumawa pun dapat dikatakan tersesat karena tidak mengenal ruang dan waktu. sehingga perlu ada sikap rendah hati untuk menilik kondisi sekitar, sehingga kita dapat hidup sesuai kodratNya, sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Makhluk pemangsa ruang dan waktu adalah manusia yang merasa bahwa dirinya memiliki apapun dan memiliki segalanya, dia adalah orang yang merasa dirinya paling berkuasa. Pemangsa ruang dan waktu di penuhi oleh segala nafsu kekuasaanynya, kesombongan dan keangkuhannya sehingga dia merasa siang, malam, pagi, sore, dan segala di dunia ini dapat dia kuasai. Sebenar-benar pemangsa ruang dan waktu adalah jika seseorang tidak kenal ruang dan waktu, tidak mengenal rasa syukur, tidak mengenal terimakasih, tidak mengenal kebaikan, bahkan sikapnya seperti sedah dipenuhi oleh syaitan. Dia tidak menyadari adanya kekuatan yang lebih besar diantara segala – galanya yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai seorang manusia kita harus sadar akan ruang dan waktu kita,dimana kesadaran itu yang akan menjadikan kita untuk tahu apa yang dapat kita lakukan dan apa yang tidak. Segala sesuatu didunia ini mempunyai peraturan pada ruang dan waktunya, sehingga kita tidak dapat memiliki kesemuanya karena sebagai manusia bukanlah kita sebagai pemilik itu semua. ketika pikiran dan hati kita ingin memilikinya maka sesungguhnya kita telah dipengaruhi akan kesombongan yang ada dalam diri kita, sedangkan kesombongan itu sendiri ibarat pedang bermata dua yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan sang pemiliknya.

    ReplyDelete
  8. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Ruang dan waktu yang mana yang tepat untuk dilakukan saat ini adalah sebenarnya telah ditetapkan. Jikalau manusia sembarangan berada pada ruang yang tidak tepat atau waktu yang tidak tepat, sesungguhnya ia telah tidak tahu diri dan tidak menyadari akan kesalahannya kecuali jika ia dengan sengaja melakukannya. Sebagai manusia kita harus berusaha ruang dan waktu yang tepat bagi kita untuk saat ini, besok, kelak, jam berikutnya, atau bahkan menit berikutnya.Orang yang dapat menempatkan diri sesuai ruang dan waktunya dengan penuh kesadara, tentulah tiada merugi. Alangkah lebih indah jika manusia bisa memahami maksud dan tujuan sebenarnya manusia diciptakan di muka bumi ini. Keserakahan bukanlah sesuatu yang harus dikejar, namun merupakan sesuatu yang harus di buang jauh-jauh. Kita harus menyadari bahwa kita hidup di dunia berdampinngan dengan mahluk-mahluk ciptaan Tuhan yang lain, Kita saling membutuhkan, ada porsi hak yang harus dituntut dan tidak boleh direbut orang lain.

    ReplyDelete
  9. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Hidup ini tak lepas dari ruang dan waktu. Kita sebagai manusia hendaknya dapat menggunakan waktu sebik mungkin agar kita tidak merasa rugi dengan waktu yang kita gunakan selama ini. Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan dibatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan semua makhluk di dunia ini begitu adanya diciptakan oleh Yang Menguasai Ruang dan Waktu, yaitu Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita hendaknya dapat memposisikan diri dengan orang lain, baik ketika berbicara, bertindak ataupun hal lainnya. Kita harus melihat dengan siapakah kita berbicara dan kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Kehidupan manusia itu tidaklah lama, oleh karena itu kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Sangatlah sombong manusia-manusia yang lupa akan ruang dan waktu, yaitu manusia-manusia yang tidak bisa menempatkan dirinya kapan harus bersikap, berucap dan berbuat Puncak pencapaian belajar adalah kesadaran akan ruang dan waktu. Namun dalam pencapaian belajar yang diinginkan akan banyak penghalang yang menghalangi kita dalam mencapainya. Kita hendaknya dapat memposisikan diri dengan orang lain, baik ketika berbicara, bertindak ataupun hal lainnya. Kita harus melihat dengan siapakah kita berbicara dan kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Kehidupan manusia itu tidaklah lama, oleh karena itu kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  10. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi diatas yang bisa saya pahami bahwa keselamatan hidup di dunia dan akhirat itu berbanding lurus dengan ketepatan menempatkan sesuatu dari apa yang kita lakukan sesuai dengan ruang waku, dari elegi diatas menurut saya menggambarkan bagaiman dimensi material yang ada pada diri manusia memakan dimensi yang lainnya seperti dimensi formatif, normatif dan spiritual sehingga menimbulkan anomali pada diri seseorang tersebut.

    ReplyDelete
  11. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam menjalani kehidupan, maka tidak akan terlepas dari ruang dan waktu. Setiap individu dalam menjalani kehidupannya haruslah mengenal ruang dan waktu. Kapanpun dan dimanapun berada, harus dapat menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi. Sebaiknya setiap individu dapat menyesuaikan diri dengan orang lain, misalnya ketika berbicara, bertindak ataupun hal lainnya. Kita harus melihat dengan siapakah kita berbicara dan kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Kehidupan manusia itu tidaklah lama, oleh karena itu kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Jangan gunakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak penting apalagi untuk hal-hal yang bersifat maksiat, karena akan sangat merugikan. Sebagaimana dalam isi kandungan Qur’an Surat Al – ashr.

    ReplyDelete
  12. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Puncak pencapaian belajar Filsafat adalah diperolehnya kesadaran akan Ruang dan Waktunya yang ada dan yang mungkin ada. Betapa tidak mudah seseorang menggapai kesadaran Ruang dan waktu.
    Berdasarkan yang saya pahami dari elegi ini bahwa menggapai ruan dan waktu membutuhkan keikhlasan. Segala aktivitas kita yang selalu terkait ruang dan waktu berbeda, mnamun ada satu pedoman yang tidak boleh lepas dari perjalanan hidup kita yakni pedoman dari Al-Qur’an dan Hadist sebagai penuntut kehidupan kita.
    Semoga setiap ruang dan waktu yang kita lewati selalu dalam keridhaan dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.

    ReplyDelete
  13. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Salah satu manfaat kita mempelajarai filsafat untuk menyadari ruang dan waktu. Sebagai manusia kita harus menyadari bahwa kita hidup di dalam ruang dan waktu yang terbatas. Jangan sampai kita menyia-nyiakan ruang dan waktu yang ada. Bagaimana kita bertindak di dalam ruang dan waktu itulah yang akan menentukan kemana akhir kita kelak. Manusia hanya hidup sementara di dalam ruang yang terbatas. Jadi berbuat sebaik-baiknya dalam waktu dan kesempatan yang masih kita miliki.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Kita hidup tak pernah lepas dari ruang dan waktu. Dan belajar filsafat membuat kita berusaha untuk memahami ruang dan waktu. Dimana kita berada, dengan siapa kita berbicara, bagaimana kita bersikap, dan kapan waktu yang tepat itu semua haruslah mampu kita sesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  15. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Sadar akan ruang dan waktu adalah satu-stunya cara agar tidak termangsa oleh ruang dan waktu itu sendiri. guru merasa diri sudah cukup pengetahuan, tidak perlu lagi belajar, tertutup untuk masukan-masukan yang membangun, tidak mau merubah paradigm, tidak ada niatan untuk memperbaiki dan mengembangkan metode mengajar, dan lain semacamnya maka guru tersebut telah termangsa ruang dan waktu. pada ruang dan waktu sekarang guru hendaknya beranjak kepada pembelajaran inovatif dari pembelajaran tradisional konvensional agar tidak menjadi mangsa ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  16. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas B PPs UNy 2016

    Membaca elegi ini, saya berusaha untuk memahami istilah-istilah yang digunakan dan berusaha untuk memaknai elegi ini. Makhluk pemangsa ruang dan waktu selalu ada disekitar kita, saat makhluk itu merasuk dalam pikiran dan hati setiap manusia. Saat kesombongan dan keangkuhan ntuk tidak bergerak menghampiri seseorang maka saat itulah makhluk pemangsa ruang dan waktu sedang merasuki diri kita. Oleh karena itu dalam mata kuliah Filsafat, Prof.Marsigit selalu menyampaikan kepada mahasiswa untuk tidak menjadi batu. Batu tidak akan bergerak kecuali digerakkan, analog dengan pikiran kita, jika pikiran kita berhenti pada satu titik tanpa mau melihat titik tersebut dari sudut lain, maka saat itulah mitos mengikuti kita. Saat kita mau berpikir maka logoslah yang sedang menemani langkah kita. Semoga kita selalu diberikan kesempatan dan kekuatan untuk selalu membangun logos kita melalui ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  17. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Selama hidup di dunia maka seseorang tersebut bedara dalam ruang dan waktu. Seseorang dikatakan dapat menggapai ruang dan waktu adalah seseorang yang dapat menempatkan dirinya sesuai dengan keadaan atau lingkungan sekitarnya. Menempatkan diri di sini bukan berarti sama atau terbawa arus secara keseluruhan terhadap perubahan ruang dan waktu, melainkan tidak kaku (fleksibel) yang disertai prinsip dan kemampuan meliputi intelegensi, moral, dan spiritual.

    ReplyDelete
  18. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Alkisah, sebelum manusia pertama diciptakan, tinggal lah Syaitan dan Malaikat di surga. Keduanya merupakan makhluk Allah yang begitu taat. Melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Namun, ketika Adam, manusia pertama diciptkan dan Allah memrintahkan Syaitan dan Malaikat untuk bersujud kepada Adam, sebagai wujud penghormatan, Syaitan ingkar atas perintah tersebut. Dengan alasan ia lebih baik dari pada Adam karena tercipta dari api. Kesombongan tersebut menyebabkan Syaitan dilaknat oleh Allah. Dari situ kita belajar agar tidak menjadi pribadi yang sombong. Pribadi yang angkuh. Pribadi yang selalu menganggap bahwa diri kita lebih terhormat dari orang lain.

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    ReplyDelete
  19. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Sesungguhnya, seluruh manusia diciptakan di muka bumi ini, semata-mata hanyalah untuk beribadah kepada sang pencipta. Maka janganlah kita dalam hidup ini menjadi seorang pemangsa ruang dan waktu. Yang senantiasa merasa lebih dari orang lain. Merasa kemampuan yang dimiliki bisa mengandilakan apapun yang diinginkan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  20. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari deskripsi pemangsa ruang dan waktu, saya mencoba menguraikannya kembali dimana yang disebut pemangsa ruang dan waktu adalah golongan oranv-orang yang tidak sopan terhadap ruang dan waktunya. Dan sebenar-benar orang yang berilmu dialah orang yang paham akan kedudukan ruang dan waktunya. Tidak merasa bahwa dirinya yang terhebat karena sesungguhnya kehebatan kita dibatasi oleh ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  21. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Di jaman power now ini, mulai bermunculan golongan orang pemangsa ruang dan waktu seperti yang di uraikan pada elegi tersebut yaitu orang yang memakai sesuatu yang bukan haknya, melakukan pekerjaan yang melampaui batasannya serta tidak melakukan ibadah sholat tepat pada waktunya. Semoga di jaman ini, kita tidak menjadi pemangsa waktu yang baru dan bisa menjaga diri dengan mendekatkan diri pada Illahi dengan menjaga ketakwaan kita.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Seorang manusia hendaknya bisa menyesuaikan ruang dalam segala keadaan dan sadar akan waktu, bahwa manusia hidup di dunia hanyalah sementara. Sehingga jika manusia sudah paham dan mengerti akan ruang dan waktu, niscaya akan selamat di dunia dan akhirat.Kita hidup tak pernah lepas dari ruang dan waktu. Dan belajar filsafat membuat kita berusaha untuk memahami ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Di dalam perkuliahan Prof selalu menyampaikan kepada mahasiswa untuk tidak menjadi batu. Batu tidak akan bergerak kecuali digerakkan, analog dengan pikiran kita, jika pikiran kita berhenti pada satu titik tanpa mau melihat titik tersebut dari sudut lain, maka saat itulah mitos mengikuti kita. Saat kita mau berpikir maka logoslah yang sedang menemani langkah kita. Semoga kita selalu diberikan kesempatan dan kekuatan untuk selalu membangun logos kita melalui ruang dan waktu yang tepat. Dan belajar filsafat membuat kita berusaha untuk memahami ruang dan waktu. Dimana kita berada, dengan siapa kita berbicara, bagaimana kita bersikap, dan kapan waktu yang tepat itu semua haruslah mampu kita sesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum wr. wb.

    Memaknai elegi ini bagaikan suara qalbu manusia yang seharusnya mengajak kita kepada jalan kebaikan, namun tak bisa dipungkiri manusia hidup dihadapkan dalam pilihan berbuat baik atau salah. selayaknya kita terus istiqomah mendengarkan qalbu kita yang menuju siratal mustaqim seperti pinta kita dalam sholat-sholat yang kita jalani. Semoga dengan menjaga sholat kita dapat terhindar dari keangkaramurkaan jiwa.
    walahualam bissowab

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 KELAS a

    ReplyDelete
  25. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Seseorang pasti akan terikat pada ruang dan waktu. Ketika seseorang bisa menyesuaikan dirinya sesuai dengan ruang dan waktu yang ada saat ini maka pastilah dia akan pastilah kita akan bisa bersikap bijaksana. Ketika terjebak pada ruang dan waktu itu akan berakibat rugi pada dirinya sendiri. Ketika kita terbuka ruang dan waktu maka kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa berkembang pada arah yang positif.

    ReplyDelete
  26. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pemangsa ruang dan waktu dalam elegi ini adalah seseorang yang tidak memiliki kesadaran ruang dan waktu. Sadar ruang dan waktu itu sebenar-benarnya adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Itulah sebenar-benar hermeneutika. Maka agar kita memiliki kesadaran ruang dan waktu, maka pandai-pandailah menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  27. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    The philosophy of time and space is one of its complicated subjects.The subject focuses on a number of basic issues, including whether or not time and space exist independently of the mind, whether they exist independently of one another, what accounts for time's apparently unidirectional flow, whether times other than the present moment exist, and questions about the nature of identity (particularly the nature of identity over time).

    ReplyDelete
  28. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Dan adalah bahwa aku sebenar-benarnya bukan merupakan siap-siapa. Apalah diriku ini yang hanya bersikap apa adanya. Aku hanyalah manusia yang hanya ingin belajar. Setiap hala yang ada di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan oleh-Nya. Jahannam dan Firdaus, haq dan yang bathil, apatah lagi ruang dan waktu. Hanya yang menciptakannya sajalah yang yang Tunggal dan dan tak membutuhkan pasangan. Aku hanyalah manusia yang tak tau diri yang melupakan apa yang telah diberikan padaku, maka hendaknyalah aku bersikap Apatheia, sesuai dengan ajaran Stoicism yang telah "engkau" ajarkan.

    ReplyDelete
  29. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sebaik-baiknya orang adalah yang sadar akan ruang dan waktunya, yaitu bagaimana bertindak dan bagaimana berbicara sesuatu pada ruang dan waktu yang tepat. Tidaklah kita menjadi pemangsa ruang dan waktu, yaitu ketika kita melakukan sesuatu pada ruang dan waktu tidak tepat, misalnya melakukan sesuatu yang berlebihan atau mengurusi sesuatu yang bukan urusannya, karena sesungguhnya itu adalah perbuatan syaitan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  30. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Dalam kehidupan sehari-hari dalam hal apapun njika kita ingi sukses hendaklah menerapkan kriteri filsafat yaitu sopan dan santun terhadap ruang dan waktu. Sesungguhnya yang menjadi masalah adalah bagaimana dalam hidup ini mempunyai keterampilan menggapai ruang dan waktu. Dalam upaya menggapai ruang dan waktu maka memerlukan perbendaharaan kata karena sebenar-benar dunia itu adalah bahasa. Maka dalam filsafat bahasa (analitik) menerangkan bahwa duniaku itu adalah kata-kataku. Maka sesungguhnya sebenar-benar kata-katamu menunjukkan duniamu. Maka berhati-hatilah dalam berkata. Karena dunia ke atas menjadi spiritual, maka kata-katamu itu adalah doa (dilihat dari sisi spiritulitasnya). Maka perjuangan hidup yang benar adalah menggapai ruang dan waktu yang bijaksana. Dalam filsafat kita dapat membangun dunia dari yang ada dan mungkin ada. Lalu agar kita dapat membangun dunia maka diperlukan keterampilan menembus ruang dan waktu. Kemudian agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar dan baik sesuai tujuan maka diperlukan perbendaharaan kata. Dengan perbendaharaan kata yang kaa kita bisa memilih dengan bahasa yang seperti apa kita harusnya berbicara tergantung rang dan waktu. Itulah yang disebut dengan sopan santun terhaddap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  31. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Sungguh mengerikan jika seseorang tidak sadar akan ruang dan waktu. Karena ia akan melakukan segala sesuatu dengan semaunya sendiri. Elegi ini menyadarkan kita agar tidak terlena oleh ruang dan waktu. Kita harus tetap rendah hati dan memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  32. 16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    manusia telah diperingatkan oleh Allah SWT untuk menghargai ruang dan waktu yang telah diberikan. Di dalam Surah Al-Ashri, pada ayat pertama berbunyi “Wal Ashri” demi masa, “Innal insana lafi khusr” sesungguhnya manusia berada di dalam suatu kerugian. Jadi disini kita diperintahkan untuk menghargai waktu dengan melakukan aktivitas yang bersifat positif, sehingga apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, sehingg mari kita mulai dari sekarang menanam hal yang baik, karena itulah yang akan kita tuai nantinya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  33. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Seseorang disebut pemangsa ruang dan waktu adalah jika seseorang tidak kenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena seseorang tidak mau tahu kepada siapa dia bicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa dia menuntut hak. Tidak kenal waktu karena dia tidak peduli kapan dia bicara, kapan dia bertindak dan bagaimana dia bertindak. Selain itu, pemangsa ruang dan waktu tidak tahu balas berbudi, merampas setiap hak-hak orang lain, tidak dapat membedakan batas-batas wilayah dan berlaku begitu sombongnya. Sehingga jangan sampai menjadi pemangsa ruang dan waktu, karena hal itu sebagai manusia selalu berusaha tidak menjadi pemangsa ruang dan waktu dengan selalu berpikir positif dan selalu rendah hati.

    ReplyDelete
  34. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    kesombongan seorang manusia yang merasa memiliki segalanya dan menguasai segala yang ada didunia ini merupakan suatu tindakan yang dapat menjerumuskan dirinya sendiri kedalam kegelapan yang segelap-gelapnya, sehingga manusia itu melupakan ruang dan waktu yang ada. kesombongan itu pula akan dapat menghancurkan segala yang ada, karena dari kesombongan itu akan menjadikan dia sebagai makhluk yang kufur akan nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH SWT, sang pemilik dari alam semesta ini.

    ReplyDelete
  35. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Kehidupan manusia di dunia tidaklah kekal, di suatu keadaan kita akan berhenti hidup dan akan kembali menghadap pada sang Pencipta. Karena itu selama kita masih ada dan hidup di dunia ini manfaatkanlah ruang dan waktu yang kita miliki untuk dapat berbuat baik sebagai bekal dalam kehidupan di dunia akhirat. Selalulah berusaha berbuat kebaikan dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja niscaya kita akan mendapatkan tempat yang terbaik di dalam kehidupan setelah kematian.

    ReplyDelete
  36. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Segala yang bersinggungan dengan ruang dan waktu selalu berubah. Maka hidup yang sehat adalah hidup yang sesuai dengan ruang dan waktu. Tentu dibutuhkan keikhlasan dalam belajar dan berproses dalam mendalami setiap peristiwa yang selalu bersinggungan ruang dan waktu.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  37. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Setiap orang mempunyai potensi menjadi pribadi pemangsa ruang dan waktu. Hal ini mungkin terjadi ketika dia tidak menyadari dan tidak mengenal ruang dan waktu. Tidak kenal ruang karena seseorang tidak mau tahu kepada siapa dia bicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa dia menuntut hak. Tidak kenal waktu karena dia tidak peduli kapan dia bicara, kapan dia bertindak dan bagaimana dia bertindak. Selain itu, pemangsa ruang dan waktu tidak tahu balas berbudi, merampas setiap hak-hak orang lain, tidak dapat membedakan batas-batas wilayah dan berlaku begitu sombongnya. Sehingga jangan sampai menjadi pemangsa ruang dan waktu, karena hal itu sebagai manusia selalu berusaha tidak menjadi pemangsa ruang dan waktu dengan selalu berpikir positif dan selalu rendah hati.

    ReplyDelete
  38. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak pernah lepas dari kuasa Allah SWT. Tidak ada kekuasaan absolut selain kekuasaan Allah, dan tiada yang tidak berbanding kecuali Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Kesombongan yang dimiliki seseorang perlahan namun pasti akan menghancurkan dirinya sendiri suatu saat nanti, karena segala sesuatu di dalam dunia ini mempunyai batas ruang dan waktu. Maka bertindaklah sesuai batas ruang dan waktu yang kita miliki, jangan melampui batas, sebab barang siapa telah melampui batas berarti dia telah aniaya. Berdoalah kepada Allah dan memohon pertolongannya agar kita tidak menjadi manusia yang melewati batas ruang dan waktu yang kita miliki.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  39. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B S2 2016

    Manusia perlu menembus ruang dan waktu, artinya menyesuaikan diri dari struktur yang ada. Manusia juga perlu hidup sehat sesuai dengan ruang dan waktu. Untuk bisa menggapai runag dan waktu manusia harus selalu mengingat Tuhannya, selain itu juga agar tidak tersesat. Karena manusia dari lahir hingga mati tetap adalah ciptaan Tuhan, yang berubah-ubah adalah kemampuannya dan pengalamannya.

    ReplyDelete
  40. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Karena dunia ini adalah fana, dan dunia ini terikat dengan ruang dan waktu. kita tak akan pernah berada ditempat yang berbeda dengan penglihatan, pendengaran, penciuman dan lainnya yang terbatas. Kalaupun iya, kita tidak akan pernah sanggup dengan segala hal itu. Sadar akan terikatnya ruang dan waktu, manusia haruslah pintar dan bijaksana dalam menggunakannya. Bisa memposisikan diri dengan orang lainnya dalam hal bertindak maupun bicara. Karena bisa saja itu menjadi dosa-dosa kecil yang tidak disadari karena kesombongan atas ruang waktunya. Karena manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan, maka sebaiknya kita sadar siapa kita, untuk apa kita diciptakan, setelah dunia akan kemana, maka kita akan selalu memanfaatkan ruang dan waktu sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  41. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Walaupun kita telah memiliki segalanya, kita tidak boleh berlaku sombong di dunia ini. Karena hanya Tuhan yang mempunyai ruang dan waktu, dan dapat mengendalikannya. Kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput kita, dan kita tidak dapat menghindarinya. yang dapat kita lakukan adalah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan selalu berbuat baik, dan selalu menaati perintahNya.

    ReplyDelete
  42. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Puncak pencapaian belajar Filsafat adalah diperolehnya kesadaran akan Ruang dan Waktunya yang ada dan yang mungkin ada. Betapa tidak mudah seseorang menggapai kesadaran Ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  43. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kesadaran terhadap ruang dan waktu merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dimiliki. Kesadaran terhadap ruang dan waktu tersebut dapat diartikan seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Dengan kesadaran terhadap ruang dan waktu, segala tindakan, perbuatan, ucapan, dan seluruh kegaiatannya akan sesuai dengan peruntukannya, sesuai tempatnya, sesuai waktunya, sesuai konteksnya, sesuai batasnya, dan lain sebagainya. Bahkan berbuat baik pun harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Tidak sembarang berbuat kebaikan dapat menjadi baik apabila tidak sesuai dengan ruang dan waktunya, bahkan hanya akan mendatangkan kerugian.

    ReplyDelete
  44. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 penddidikan matematika c 2013

    dari elegu di atas, menujukkan bahwa dengan berperilakaku sopan santun denagn ruang dan waktu akan bisa selamat dari para pemangsa ruang dan waktu, apalagi mereka yang sangat baik menjadikan dirinya bukan dirinya tetapi sebagai fasilitas, sebagaio pelindung, sebagai baju, sebagai rumah, sebagai pemebri makan, maka akan banayk yang enolong dalam ruang dana waktu karena kabaiakn yang dimilikinya

    ReplyDelete
  45. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Ketika manusia berdiri pada sebuah titik kehidupan dengan roh dan jiwanya maka manusia itu sebenar benarnya adalah para pemangsa ruang dan waktu. Meskipoun hanya berdiri pada satu titik dimana ia berdiri, kondisi tersebut sesungguhnya menembus ruang dan waktu yang begitu luas dan jauh. Ruang dan waktu sendir tak terhingga dan tak pernah terlepas atas kehidupan. Waktu subyektif dan waktu obyektif berjalan dengan logika yang berbeda.Di dalam filsafatnya, Kant sudah menegaskan, bahwa waktu selalu terkait dengan ruang. Keduanya adalah bagian dari pikiran manusia. Pandangan ini dikembangkan selanjutnya oleh Albert Einstein. Ia melihat, bahwa waktu tidak pernah bisa dipisahkan dari ruang.

    ReplyDelete
  46. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Kehidupan ini adalah tekait dengan ruang dan waktu. Untuk menggapai ruang dan waktu memang tidak mudah. Manusia memiliki pemikiran yang bersifat relatif yang akan berbeda dengan orang lain. Apa yang harus kita pikirkan dan lakukan saat ini dan nanti tentunya berbeda. Kita harus bisa menyesuaikan diri dimanapun kita berada. Penyesuaian itu membutuhkan pondasi yang kuat yang dilandaskan pada spiritual untuk mengantisipasi perubahan zaman.

    ReplyDelete
  47. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Seseungguhnya segala makhluk di bumi ini terikat oleh riang dan waktu. Hanya saja mereka tak menyadarinya. Mereka dengan kesombonganya tidak mengenali diamana mereke, siapa mereka. Selain itu mereka juga tidak menghargai waktu. Yaitu dengan menyia-nyiakan segala kesmpatan waktu yang ada. Dengan prinsip masih ada hari esok. Sesungguhnya waktu itu berharga, terdapat pepatah “time is money” karena berharga. Bahan dalam Quran pun Allah bersumpah atas nama waktu yaitu Al-Ashr (Demi masa)

    ReplyDelete
  48. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Ruang dan waktu adalah dua hal yang selalu ada yang belum dapat terpikirkan ketidak adaanya. Pikiranku tidak dapat menggapai ruang tanpa ada waktu didalamnya dan sebaliknya pikiranku belum mampu menggapai waktu tanpa ada ruang didalamnya. Kehidupan yang nyata atau relita dan pikiran yang bersifat imajiner selalu terpaut oleh ruang dan waktu. Ketika kita menyadari akan ruang dan waktu kita maka tentulah kita akan selalu bersyukur kepada Allah SWT. menyadari akan terus berjalannya waktu, menyadari keterbatasan kita dalam berjalan diatas ruang dan waktu. Hanya satu kata yaitu kematian yang kita ingat sebagai batas ruang dan waktu kita didunia ini akan mengantarkan kita untuk sopan santun terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  49. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Sebagai manusia kita harus sadar akan ruang dan waktu dengan pandai menterjemahkan dan ikhlas untuk diterjemahkan. Dengan begitu kita menjadi tau akan situasi, bisa beradaptasi, bisa menerima kenyataan. Kita hidup sesuai ruang dan waktu berarti kita memiliki peran, berperan untuk suatu sistem demi ketentraman hidup.

    ReplyDelete
  50. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ruang dan waktu memang bisa membunuh, seperti yang dikatatakn oleh salah satu percakapan pada hamba penjaga ruang dan waktu. disisni yang dimaksud dapat membunuh karakter dan kepercayaan diri seseorang. Ada istilah yang bisa kita dengar dengan jebakan ruang dan waktu, jika seseorang tidak dapat mengontrol hati dan pikirannya, maka dirinya akan terjebak antra ruang dan waktunya sendiri, membuat dirinya seperti kehilangan arah. Seperti tidak tahu apa yang harus dilakukannya bila ia mendapatkan suatu bentuk permasalahan. Kunci lain untuk menggapai ruang dan waktu itu adalah dengan keyakinan ikhlas. Ikhlas akan membuka semua jalan yang terbaik bagi subjeknya. sesuatu yang dilakukan dengan niat yang baik, tulus, pastinya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id