Jan 13, 2013

CRITICISM




Ass, jika ingin membaca tentang Criticism, bisa konek berikut:


Wss

43 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Kritisisme adalah faham yang mengkritik terhadap faham rasionalisme dan faham empirisme. Yang mana kedua faham tersebut berlawanan. Pelopor kritisisme adalah Immanuel Kant. Immanuel Kant (1724 – 1804) mengkritisi rasionalisme dan empirisme yang hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Menonjolkan satu unsur dengan mengabaikan yang lain hanya akan menghasilkan sesuatu yang berat sebelah. Kant jelas-jelas menolak cara berfikir seperti ini. Karena itu, Kant menawarkan sebuah konsep “Filsafat Kritisisme” yang merupakan sintesis dari rasionalisme dan empirisme. Dengan kritisisme, Imanuel Kant mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Berdasarkan apa yang saya pelajari saya mendapatkan bahwa paham kritisisme memadukan dua pendekatan dalam pencarian keberadaan sesuatu untuk mendapatkan kebenaran yang substansial. Paham yang diprakarsai oleh Immanuel Kant menegaskan bahwa rasio bukalah hal mutlak untuk menemukan kebenaran, demikian juga pengalaman tidak dapat dijadikan patokan. Karena belum tentu semua pengalaman benar-benar nyata. Kritisisme memulai dengan menyelidiki kemampuan kritik atas rasio murni, lalu kritik atas rasio praktis, dan terakhir adalah kritik atas daya pertimbangan.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dulu menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya. Filsafat kritisisme adalah faham yang mengkritik terhadap faham Rasionalisme dan faham Empirisme, yang mana kedua faham tersebut berlawanan.Kant menjelaskan konsep “Filsafat Kritisisme” yang merupakan sintesis dari rasionalisme dan empirisme. Kata kritik secara harfiah berarti “pemisahan”.Filsafat Kant bermaksud membeda-bedakan antara pengenalan yang murni dan yang tidak murni, yang tiada kepastiannya. Ia ingin membersihkan pengenalan dari keterikatannya kepada segala penampakan yang bersifat sementara.

    ReplyDelete
  5. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kritisisme merupakan pandangan filsafat yang menggabungkan antara aliran filsafat sebelumnya yaitu rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta. Sedangkan empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Menurut pandangan kritisisme, rasio tidak mutlak dapat menemukan kebenaran, karena rasio tidak membuktikan. Demikian pula dengan pengalaman, pengalaman tidak dapat dijadikan tolak ukur, karena tidak semua pengalaman benar-benar nyata.

    ReplyDelete
  6. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Criticism berasal dari kata dasar 'critic' atau kritik. Memiliki anggapan bahwa semua orang di dunia memiliki berhak untuk mengedit atau mengkritik. Dalam aplikasinya pada kehidupan saat ini bahwa manusia telah diberi kebebasan dalam berbicara. Dalam kehidupan bernegara, negara yang demokrasi memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk menyampaikan pendapat atau kritik atau masukan terhadap pemerintahan.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Criticism merupakan salah satu aliran kritik. Di negara kita yang menganut sistem demokrasi, kritik dapat dilakukan dengan bebas oleh setiap warga negara. Dalam arti yang negatif, kritik berarti kecaman melalui pendapat sepihak. Namun, kritikm tidaklah selalu negatif. Apabila diimbangi dnegan saran dan cara yang benar, kritik justru dapat mengarah menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

    Setiap orang punya hak mengkritik. Salah satu hal yang saya sesalkan saat ini adalah warga yang dengan “enteng” mengkritik pemimpinnya dengan kata-kata yang kurang pantas. Hormati pemimpin, karena mereka memimpin untuk sesuatu yang baik, dan tujuan yang baik. Jikalau caranya nampak tidak baik, percayalah bahwa niatnya baik. Salam NKRI yang berbudaya.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Criticism atau kritisisme diperkenalkan oleh Immanuel Kant. Dimana ia mengkritiki paham rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme diperkenalkan oleh Rene Descartes, dimana ia memandang bahwa tiada ilmu jika tiada rasio (bersifat analitik apriori). Sedangkan empirisme diperkenalkan oleh David Hume, dimana ia memandang bahwa tiada ilmu jika tiada pengalaman (bersifat sintetik aposteriori). Immanuel Kant memandang bahwa ilmu bersifat apriori dan sintetik. Yaitu pikiran yang bisa diterapkan dan pengalaman yang bisa diteorikan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Teori kritis merupakan termasuk aliran Neomarxisme yang muncul dari lingkungan Institute Of Social Reserch Universitas Frankfurt. Teori kritik ini dipelopori oleh Felix Weill. Walaupun pada awalnya menjadikan pemikiran Marx sebagai titik tolak pemikiran sosialnya. Akan tetapi, seperti yang pernah ditulis di atas bahwa kritik ini tetap mengambil semangat dan alur pemikiran filosofis idealisme Jerman, yang dimulai dari pemikiran kritisisme ideal Immanuel Kant sampai pada puncak pemikiran kritisisme historis dialektisnya Hegel. tokoh-tokohnya yang berpengaruh adalah Lock, Berkeley, Hume, dan lain-laim, akan tetapi konflik antara rasionalisme dan empirisme tetap berlangsung. Kant adalah filosof kritis, menurut dia, kita tidak boleh memihak salah satu dari metode empiris atau rasionalis, karena dari keduanya ada kelebihan dan kekurangan.

    ReplyDelete
  10. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Filsafat kritisisme adalah faham yang mengkritik terhadap faham Rasionalisme dan faham Empirisme. Yang mana kedua faham tersebut berlawanan. Immanuel Kant. Immanuel Kant (1724 – 1804) mengkritisi Rasionalisme dan Empirisme yang hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Menonjolkan satu unsur dengan mengabaikan yang lain hanya akan menghasilkan sesuatu yang berat sebelah. Kant jelas-jelas menolak cara berfikir seperti ini. Karena itu, Kant menawarkan sebuah konsep “Filsafat Kritisisme” yang merupakan sintesis dari rasionalisme dan empirisme. Kata kritik secara harfiah berarti “pemisahan". Dengan kritisisme, Imanuel Kant mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia.

    ReplyDelete
  11. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dulu menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya. Filsafat kritisisme adalah faham yang mengkritik faham yang saling berlawanan yaitu faham Rasionalisme dan faham Empirisme. Pelopor kritisisme adalah Immanuel Kant. Immanuel Kant mencoba mendamaikan perdebatan yang terjadi antara analitik a priori (pikiran) dan sintetik a posteriori (pengalaman), sehingga menurutnya ilmu itu bersifat sintetik a priori.

    ReplyDelete
  12. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Teori Kritis memiliki sempit dan arti luas dalam filsafat dan dalam sejarah ilmu-ilmu sosial. "Teori Kritis" dalam arti sempit menunjuk beberapa generasi filsuf Jerman dan teori sosial dalam tradisi Marxis Eropa Barat dikenal sebagai Sekolah Frankfurt. Menurut teori ini, sebuah "kritis" teori dapat dibedakan dari teori "tradisional" menurut tujuan praktis tertentu: teori sangat penting untuk sejauh bahwa ia berusaha manusia "emansipasi dari perbudakan", bertindak sebagai "membebaskan ... pengaruh ", dan karya-karya" untuk menciptakan dunia yang memenuhi kebutuhan dan kekuatan "manusia (Horkheimer 1972, 246).

    ReplyDelete
  13. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Karena teori-teori tersebut bertujuan untuk menjelaskan dan mengubah semua keadaan yang memperbudak manusia, banyak "teori kritis" dalam arti yang lebih luas telah dikembangkan. Mereka telah muncul sehubungan dengan banyak gerakan sosial yang mengidentifikasi dimensi bervariasi dari dominasi manusia dalam masyarakat modern. Dalam indera baik luas dan sempit, namun, teori kritis memberikan dasar deskriptif dan normatif untuk penyelidikan sosial yang bertujuan untuk mengurangi dominasi dan meningkatkan kebebasan dalam segala bentuknya. Dalam menghadapi tantangan fakta-fakta sosial baru, Teori Kritis tetap menjadi tradisi filsafat penting dalam disiplin ilmu normatif filsafat sosial dan politik.

    ReplyDelete
  14. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Adanya kekeliruan dan pertentangan–pertentangan mengenai bermacam-macam ajaran, memaksa kita untuk mempertanggung jawabkan pengetahuan kita. System yang mencoba untuk mempertanggung jawabkan pengetahuan kita itu dinamakan dengan kritika atau kritisisme. Kritisisme berasal dari kata kritika yang merupakan kata kerja dari krinein yang atinya memeriksa dengan teliti, menguji, membeda-mbedakan. Adapun pengetian yang lebih lengkap adalah penetahuan yang memeriksa dengan teliti , apakah pengetahuan kita itu sesuai dengan realita dan bagaimanakah kesesuainya dengan kehidupan kita. Selain itu kritisime juga diartikan sebagai pembelajaran yang menyelidiki batasan-batasan kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  15. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Teori kritis berarti pemaknaan kembali ideal-ideal modernitas tentang nalar dan kebebasan, dengan mengungkap deviasi dari ideal-ideal itu dalam bentuk saintisme, kapitalisme, industri kebudayaan dan institusi politik borjuis. Salah satu ciri khas teori kritis adalah pembacaan kritis dari dari berbagai segi dan luas. Teori kritisadalah perangkat nalar yang jika diposisikan dengan tepat dalam sejarah, mampu merubah dunia.Pemikiran ini dapat dilacak dalam tesis Marx terkenal yang menyatakan ”Filosof selalu menafsirkan dunia, tujuannya untuk merubahnya”. Ide ini berasal dari Hegel dalam Phenomenology of Spirit mengembangkan konsep tentang objek bergerak melalui proses refleksi-diri, mengetahui dirinya pada tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  16. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Kritisisme merupakan aliran filsafat dimana kebenaran harus terlebih dulu menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya. Filsafat kritisisme mengkritik faham Rasionalisme dan faham Empirisme. Immanuel Kant (1724 – 1804) sebagai pelopor kritisisme mengkritisi Rasionalisme dan Empirisme yang hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Kant menolak paham yang menonjolkan satu unsur dengan mengabaikan yang. Karena itu, Kant menawarkan sebuah konsep “Filsafat Kritisisme” yang merupakan sintesis dari rasionalisme dan empirisme. Kritisisme atau berpikir kritis sejatinya membawa kita pada titik dimana keyakinan yang memunculkan keteguhan dalam menentukan, melangkah serta mencapai segala sesuatu dengan dalam batas kemampuan kita sebagai mahluk atau manusia.

    ReplyDelete
  17. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Pemikiran Immanuel Kant dan Kritisisme Kantian berusaha menyatukan rasionalisme dan empirisisme dalam semacam fenomenalisme “baru” (fenomenalisme jenis unggul). Bagi Kant, manusialah aktor yang mengkonstruksi dunianya sendiri. Melalui a priori formal, jiwa manusia mengatur data kasar pengalaman (pengindraan) dan kemudian membangun ilmu matematika dan fisika. Melalui kehendak yang otonomlah jiwa membangun moralitas. Dan melalui perasaan (sentiment) manusia menempatkan realitas dalam hubungannya dengan tujuan tertentu yang hendak dicapai (finalitas) serta memahami semuanya secara inheren sebagai sesuatu yang memiliki tendensi kepada kesatuan (unity).

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Jika secara retrospeks, kritisisme Kantian menandai persimpangan jalan dan sublimasi rasionalisme dan empirisme, sebenarnya bisa dikatakan bahwa kritisisme Kantian merupakan benih yang terkandung dalam pemikiran-pemikiran filsafat berikutnya, termasuk filsafat kontemporer. Dua gerakan filosofis utama abad lalu, yakni idealisme dan positivisme, bersumber dari ajaran Kant.

    ReplyDelete
  19. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Kritisisme dicetuskan oleh Immanuel Kant. Imanuel Kant mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan, yaitu kaum Rasionalisme dengan kaum Empirisme. Kant memadukan keduanya dalam suatu bentuk putusan yang bersifat umum-universal, dan pasti di dalamnya, “akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak”

    ReplyDelete
  20. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terima kasih Bapak Prof. Marsigit telah membagikan link tentang criticism dalam filsafat. InsyaAllah link tersebut dan isinya akan bermanfaat bagi seluruh pembaca dalam blog ini khususnya saya, mungkin sekarang, besok, atau seterusnya. Semoga postingan kali ini dapat menjadi amal bagi Bapak sekeluarga. Amin.

    ReplyDelete
  21. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari link tersebut, Teori Kritis memiliki arti sempit dan luas dalam filsafat dan sejarah ilmu-ilmu sosial. Teori Kritis dalam arti sempit terancang dalam beberapa generasi filsuf Jerman dan teori sosial dalam tradisi Marxis Eropa Barat yang dikenal sebagai Frankfurt School. Menurut teori ini, sebuah teori "kritis" dapat dibedakan dengan teori "tradisional" menurut tujuan tertentu.

    ReplyDelete
  22. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Karena teori-teori tersebut memiliki tujuan untuk menjelaskan dan mengubah segala hal yang memperbudak manusia, banyak "teori kritis" dalam arti yang lebih luas telah dikembangkan. Teori-teori tersebut muncul sehubungan dengan banyak gerakan sosial yang mengidentifikasi dimensi yang sangat bervariasi dari dominasi manusia dalam masyarakat modern. Dalam kedua pengertian teori kritis secara luas atau sempit, bagaimanapun teori kritis memberikan dasar deskriptif dan normatif untuk penyelidikan sosial yang bertujuan untuk mengurangi dominasi dan meningkatkan kebebasan dalam segala bentuknya.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Paham yang diprakarsai oleh Immanuel Kant menegaskan bahwa rasio bukalah hal mutlak untuk menemukan kebenaran, demikian juga pengalaman tidak dapat dijadikan patokan. Immanuel Kant mencoba mendamaikan perdebatan yang terjadi antara analitik a priori pikiran dan sintetik a posteriori pengalaman, sehingga menurutnya ilmu itu bersifat sintetik a priori.

    ReplyDelete
  24. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta,tokohnya adalah rene descrates. Sedangkan empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal, tokohnya adalah david hume. Menurut pandangan kritisisme, rasio tidak mutlak dapat menemukan kebenaran, karena rasio tidak membuktikan.

    ReplyDelete
  25. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Kritisme yang dipelopori oleh Immanuel Kant mencoba untuk mengembangkan suatu sintesis antara pertentangan rasionalisme dan empirisme yang sebelumnya hanya salah satu dari keduanya yang mencolok, dengan alasan bahwa pengetahuan kita tentang dunia bisa berasal dari indera, namun dalam akal tetap ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Pada zaman sekarang, kritisme diperlukan untuk membangun dunia menjadi lebih baik dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Namun perlu diperhatikan mengenai cara penyampaiannya agar tetap bersopan santun sehingga tidak ada pihak yang merasa tersinggung.

    ReplyDelete
  26. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Paham criticsm pertama kali dicetuskan oleh Immanuel Kant dalam bukunya yang berjudul “The Critique of Pure Reason”. Di dalam bukunya tersebut Immanuel Kant tidak hanya mengkritik namun ia juga mendamaikan antara pendapat dari Rene Descartes tentang rationalismenya yang bersifat analitik apriori dan D. Hume tentang pentingnya pengalaman yang bersifat sintetik aposteriori, maka Immanuel Kant berpendapat bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah sintetik apriori yaitu pikiran yang bisa diterapkan dan pengalaman yang bisa diteorikan.

    ReplyDelete
  27. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Teori kritis dalam arti sempit telah memiliki banyak aspek yang berbeda dan fase sejarah yang sangat berbeda yang melintasi beberapa generasi, dari awal efektif dari Institut Penelitian Sosial di tahun 1929-1930, yang melihat kedatangan para filsuf Frankfurt Sekolah dan perdana kuliah oleh Horkheimer, hingga saat ini. kekhasannya sebagai pendekatan filosofis yang meluas ke etika, filsafat politik, dan filsafat sejarah yang paling jelas ketika dipertimbangkan dalam terang sejarah filsafat ilmu-ilmu sosial.

    ReplyDelete
  28. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Filasafat yang di kenal dengan kritisisme adalah filsafat yang di munculkan oleh Immanuel Kant. Filsafat ini memulai pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda dengan corak filsafat modern sebelumnya yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak. Kant disebut sebagai filsafat kritis, karena pemikirannya mengkritik pandangan empirisme dan rasionalisme sebagai dua pandangan yang bertentangan dalam filsafat.

    ReplyDelete
  29. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Criticism as an evaluative or corrective exercise can occur in any area of human life. Criticism can therefore take many different forms . How exactly people go about criticizing, can vary a great deal. In specific areas of human endeavour, the form of criticism can be highly specialized and technical; it often requires professional knowledge to understand the criticism. I can conclude that if you want to develop your knowledge, you must welcome criticism.

    ReplyDelete
  30. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Di setiap perjalanan hidup pasti ada yang namanya permasalahan. Nah, tugas kita saat itu adalah mencari sumber permasalahan dan menyelesaikannya. Criticism adalah suatu referensi untuk mencari sumber pada suatu permasalahan atau materi yang sedang dibahas. Sumber referensi dapt dari visual, audio, atau berasal dari media elektrnik. Sumber tersebut dapat memudahkan dalam memecahkan masalah.

    ReplyDelete
  31. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Pelopor kritisisme adalah Immanuel Kant. Immanuel Kant (1724 – 1804) mengkritisi Rasionalisme dan Empirisme yang hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Sehingga atas kritisimenya, berusaha menyatukan rasionalisme dan empirisme dalam semacam fenomenalisme “baru”. Karena hal diatas, Kant memandang bahwa adanya kekeliruan dan pertentangan-pertentangan mengenai bermacam-macam ajaran. Sehingga Kant menjadi kritisisme terhadap beberapa paham. Sehingga kritisisme juga merupakan pembelajaran yang menyelidiki batasan-batasan kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  32. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Paham yang diprakarsai oleh Immanuel Kant menegaskan bahwa rasio bukalah hal mutlak untuk menemukan kebenaran, demikian juga pengalaman tidak dapat dijadikan patokan. Karena belum tentu semua pengalaman benar-benar nyata. Kritisisme memulai dengan menyelidiki kemampuan kritik atas rasio murni, lalu kritik atas rasio praktis, dan terakhir adalah kritik atas daya pertimbangan.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  33. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Critisism adalah suatu sikap kritis yaitu tidak serta merta menerima pengetauan baru, namun juga berusaha untuk mencari akar dan referensi dari pengetahuan tersebut. Seiring dengan majunya teknologi dewasa ini, mencari informasi bukan hal yang sulit lagi karena kita dapat menggunakan internet untuk menemukan sumbernya. Namun kita juga harus berhati-hati karena di internet akan banyak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    ReplyDelete
  34. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Critism merupakan suatu aliran yang berusaha menjawab persoalan pengetahuan. Tokohnya Imanuel Kant yang pemikirannya bertolak pada ruang dan waktu sebagai dua bentuk pengamatan. Akal menerima bahan-bahan pengetahuan dari empiris (indera dan pengalaman) dan mengaturnya dalam bentuk pengamatan yaitui ruang dan waktu. Pengamatan merupakan permulaan pegetahuan, sedangkan pengolahan oleh akal merupakan pembentuknya.

    ReplyDelete
  35. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Kritisisme merupakan sebuah paham yang memulai menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya. Filsafat kritisisme kontradiksi dengan rasionalisme yang menganggap bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan dan analisis yang berdasarkan fakta.

    Secara harfiah, kata kritik berarti pemisahan. Filsafat Kant berusaha membeda-bedakan antara pengenalan yang murni dan yang tidak murni, yang tiada kepastiannya. Ia ingin membersihkan pengenalan dari keterikatan kepada segala penampakan yang bersifat sementara. Jadi, filsafatnya dimaksud sebagai penyadaran atas kemampuan-kemampuan rasio secara obyektif dan menentukan batas-batas kemampuannya untuk memberi tempat iman dan kepercayaan.

    Manusia memiliki kemampuan yang terbatas dalam kemampuan rasionya. Ia terkadang juga memerlukan suatu petunjuk terhadap kebenaran. Adapun keimanan merupakan keyakinan dalam hati yang kemudian di ucapkan debgan lisan dan dilakukan dalam proses perbuatan. Keimanan ini diperoleh berdasarkan naluri dan tafakkur terhadap penciptaan manusia, alam semesta dan kehidupan. Dengan inilah manusia in syaa Allah akan memiki keimanan dengan pondasi kokoh. Wallahu’alam bi shawab.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  36. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Kritisisme memiliki arti sempit dan arti luas dalam filsafat dan dalam sejarah ilmu-ilmu sosial. Kritisisme dalam arti sempit merujuk pada beberapa generasi filsuf Jerman (Immanuel Kant) dan teori sosial dalam tradisi Marxis Eropa Barat dikenal sebagai sekolah frankfurt. Menurut teori ini, sebuah teori 'kritis' dibedakan dari teori 'tradisional' menurut tujuan praktis tertenu: mengkritisi hak-hak manusia seperti "emansipasi perbudakan" yang menuntut pembebasan, persamaan, dsb. (Horkheimer 1972: 246)

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  37. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Criticisme adalah hamoir mirip dengan metode dialektik, yait dilakuakn untuk mencpai tujuannya yaitu kebenaran, sama halnya wikipedia yang bisa di krittik karen abase yang terbuka bagi siapa saja bisa mengedit isinya, jika dla mproses penggantian ini dalam rangkan mencapai kebenraan maka ini adlah kritisisme, prose membangun kebenaran dengan cara meberikan kritik atau masukan, berakitan dengan fakta yang selalu berubah di dunia ini

    ReplyDelete
  38. Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dulu menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya. Filsafat kritisisme adalah faham yang mengkritik terhadap faham Rasionalisme dan faham Empirisme. Yang mana kedua faham tersebut berlawanan. Rasionalisme dan Empirisme hanya mementingkan satu sisi dari dua unsur (akal dan pengalaman) dalam mencapai kebenaran. Menonjolkan satu unsur dengan mengabaikan yang lain hanya akan menghasilkan sesuatu yang berat sebelah. Jadi filsafatnya critism dimaksudkan sebagai penyadaran atas kemampuan-kemampuan rasio secara objektif dan menentukan batas-batas kemampuannya, untuk memberi tempat kepada iman kepercayaan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  39. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Kritisisme adalah sebuah aliran pemikiran yang menekankan penilaian reflektif dan kritik dari masyarakat dan budaya dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Manusia diharapkan memiliki sikap kritisisme dalam menangkap fenomena-fenomena yang terjadi di dunia. Pemikiran yang kritis akan membantu manusia dalam menghadapi masalah-masalah sehingga akan menemukan solusi yang sesuai.

    ReplyDelete
  40. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Menurut Immanuel Kant, kritisme dapat dianggap sebagai suatu usaha untuk mendamaikan rasionalisme dengan empirisme. Rasio mementingkan unsur apriori dalam pengenalan, berarti unsur-unsur yang terlepas dari segala pengalaman.

    ReplyDelete
  41. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pelopor kritisisme adalah Immanuel Kant. Bermula Kant mengkritisi paham rasionalisme dan empirisme dimana paham ini hanya mementikan satu sisi dalam dua unsur yaitu akal pikiran dan pengalaman yang digunakan dalam mencari kebenaran. Kritisisme lahir dari Kant menawarkan Kata kritik secara harfiah berarti “pemisahan”. Filsafat Kant bermaksud membeda-bedakan antara pengenalan yang murni dan yang tidak murni, yang tiada kepastiannya. Ia ingin membersihkan pengenalan dari keterikatannya kepada segala penampakan yang bersifat sementara.

    ReplyDelete
  42. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Wikipedia merupakan karya sastra dari criticsm. Karena yang menuliskan bukan seseorang yang dapat dipertanggung jawabkan karena merupakan website terbuka. Sehingga terkadang tidak jarang dijumpai kebohongan di dalamnya.selai itu berkembanganya teknologi seperti jejaring sosial membuat seseorang bebas berkirtik tentang apa saja.
    jika kebablasan dikhawatirkan dapat menimbulkan kekacauan. sehingga diperlukan kontrol.

    ReplyDelete
  43. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Criticism merupakan paham yang melihat ilmu pengetahuan dari dua pendekatan yaitu kebenaran yang diperoleh bukan semata-mata dilihat dari sudut pandang tertentu semisal dari sudut pandang pemikiran atau dari sudut pandang pengalaman, melainkan kedua hal tersebut separuh benar dan separuh salah. sehingga apabila ingin mendapatkan pengetahuan yang sesungguhnya maka harus terjadi penggabungan dari kedua hal itu. Tokoh yang mengemukakan tentang Criticism adalah Immanuel Kant yang mengatakan bahwa sebenar-benar ilmu adalah Sintetik a Priori.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id