Jan 13, 2013

CONSEQUENTIALISM




Ass, jika ingin membaca tentang Consequentialism, bisa konek berikut:


Wss

43 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Konsekuensialisme berasal dari kata konsekuensi yang dapat diartikan sebagai akibat dari tindakan atau pemikiran yang telah diambil atau dilaksanakan. Berdasarkan salah satu sumber di atas, konsekuensialisme adalah paham atau teori tentang etika normatif dengan pandangan bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Artinya setiap perilaku dari seseorang akan mendapat balasan atau konsekuensinya. Jika seseorang berperilaku baik di lingkungannya maka tentu juga akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu pun sebaliknya.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Istilah konsekuensialisme digunakan sebagai bentuk kemiripan atas utilitarianisme. Paham ini melihat segala sesuatunya berdasarkan konsekuensi. Pada paham konsekuensialisme kriteria yang digunakan adalah kebenaran moral. Suatu perbuatan harus diambil berdasarkan kebenaran yang sesuai dengan nilai-nilai moral. Menurut konsekuensialisme, kriteria kebenaran moral ditentukan berdasarkan perhitungan konsekuensi-konsekuensi dari tindakan. Maksudnya, orang harus atau tidak harus melakukan suatu tindakan bergantung pada konsekuensinya. Kehidupan kita sendiri juga tidak lepas dari konsekuensi. Setiap pilihan dan tindakan kita pasti ada konsekuensinya, baik yang baik maupun yang buruk.

    ReplyDelete
  3. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku tersebut. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar (atau kelalaian dari akting) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah bahasa Inggris, "tujuan menghalalkan cara", yang berarti bahwa jika tujuan cukup moral penting, metode apapun untuk mencapai itu diterima. Konsekuensialisme biasanya dibedakan dari etika deontologis dan etika moralitas.

    ReplyDelete
  4. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Konsekuensialisme merupakan teori etika normatif yang mengajarkan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama dalam setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku tersebut. Teori ini menjawab apa yang harus dilakukan baik tingkah laku, tulisan, dan ucapan dengan memandang konsekuensi dari berbagai jawaban. Paham ini berpegang pada prinsip bahwa suatu tindakan itu benar secara moral jika konsekuensinya membawa lebih keuntungan daripada kerugian, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar. Teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh.

    ReplyDelete
  5. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Konsekuensialisme berasal dari kata dasar konsekuensi, konsekuensi pada paham ini memiliki peranan besar, yaitu sebagai tolok ukur dalam menilai kebenaran. Tindakan yang baik pasti akan menghasilkan yang baik pula, karena itu merupakan sebuah konsekuensi. Begitu pula tindakan atau moral yang buruk, konsekuensinya adalah akan menghasilkan keburukan pula. Jadi pokoknya adalah dari tindakannya, bukan hanya sekedar sifatnya. Orang yang bersifat buruk jika bertindak benar pasti hasilnya juga akan benar.

    ReplyDelete
  6. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Consequentialism atau konsekuensialisme berfokus pada suatu konsekuensi yang didapatkan dari hasil tindakan tertentu. Aliran filsafat ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan juga memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Salah satu kelemahan pandangan konsekuensialisme adalah bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya. Salah satu tokoh GEM Anscombe menulis asrtikel tentang Penolakan dari setiap perbedaan antara konsekuensi diramalkan dan dimaksudkan, sejauh adanya tanggung jawab dari yang bersangkutan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. Tanggal posting :

    MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Konsekuensialisme adalah pandangan bahwa moralitas adalah semua tentang memproduksi hak jenis konsekuensi keseluruhan.Bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Prinsip consequentialism menilai suatu perbuatan berdasarkan konsekuensi dari perbuatan tersebut. Oleh sebab itu, paham ini menilai segala sesuatu dari konsekuensi yang ditimbulkannya. Maka penilaian akhir dikatakan lebih penting daripada proses.
    Ini cukup berbahaya karena proses sangatlah penting.

    Contoh sederhana dalam dunia pendidikan adalah seorang anak yang mencontek dan mendapat nilai 100. Apabila hanya nilai atau proses akhir yang diperhatikan, maka apa jadinya? Hasilnya memang baik, tapi jika prosesnya salah? Maka penting untuk menilai sesuatu dari prosesnya juga.

    ReplyDelete
  10. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Semenjak Anscombe menuliskan Modern Moral Philosophy, ia mengatakan bahwa kebaikan normatif tergantung pada konsekuensinya. Setiap tindakan menjadi benar bukan karena proses atau motif tetapi karena tujuan akhirnya (konsekuensi). Moral dari aliran konsekuensialisme adalah bahwa setiap perbuatan sebenarnya memiliki konsekeunsi kebaikkan dan konsekuensi baik ini yang menjadi fokus dari ajarannya. Sebelumnya Karl Marx. Stuart Mill dan Milton Friedman lebih sepakat jika alasan tindakkan adalah konsekuensi yang bersifat manfaat (utile) secara material yang menegaskan aliran utilitarianism dan liberalisme mekanika pasar. Sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan atau mendatangkan manfaat adalah tidak berguna.

    ReplyDelete
  11. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. konsekuensialisme meruapakan Studi etika moral, tugas dan hak-hak dengan pendekatan yang berfokus konsekuensi dari suatu tindakan tertentu, dimana menuntut kita untuk memperhitungkan dengan cermat sebuah konsekuensi baik dan buruk dari sebuah perilaku yang dilakukan oleh kita. (Etika) Keyakinan bahwa konsekuensi menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral valid tentang tindakan. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  12. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Consequentialism atau konsekuensialisme ini menjawab “apa yang harus kita lakukan”, dengan memandang konsekuensi dari bebagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis/benar adalah konsekuensi yang membawa banyak hal yang menguntungkan, dibanding hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat paling besar dari teori ini adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Kelemahan dari teori ini bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya.

    ReplyDelete
  13. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah bahasa Inggris, "tujuan menghalalkan cara", yang berarti bahwa jika tujuan adalah cukup moral penting, setiap metode untuk mencapai itu diterima.

    ReplyDelete
  14. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Konsekuensialisme biasanya dikontraskan dengan etika deontologis (atau deontologi), di deontologi itu, di mana aturan dan kewajiban moral adalah pusat, berasal kebenaran atau kesalahan perilaku seseorang dari karakter perilaku itu sendiri daripada hasil dari tindakan tersebut. Hal ini juga kontras dengan etika moralitas, yang berfokus pada karakter agen bukan pada sifat atau konsekuensi dari tindakan (atau kelalaian) itu sendiri, dan etika pragmatis yang memperlakukan moralitas seperti sains: memajukan sosial selama banyak kehidupan, sehingga setiap kriteria moral yang dapat berubah. teori konsekuensialis berbeda dalam bagaimana mereka mendefinisikan barang moral.

    ReplyDelete
  15. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Consequensialism atau konsekuentialisme adalah sebuah teori yang meyatakan bahwa tindakan manusia berasal nilai moral dan memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku itu. Seseorang melakukan suatu tindakan bergantung pada konsekuensinya. Setiap apapun yang menjadi pilihan dan tindakan seseorang pasti ada konsekuensinya. Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya, baik yang baik maupun yang buruk.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Konsekuensialisme, seperti namanya, adalah pandangan bahwa sifat normatif hanya tergantung pada konsekuensi. Pendekatan umum ini dapat diterapkan pada tingkat yang berbeda dengan sifat normatif yang berbeda dari berbagai macam hal, namun contoh yang paling menonjol adalah konsekuensialisme tentang kebenaran moral tindakan, yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang secara moral benar hanya bergantung pada konsekuensi dari tindakan yang atau sesuatu yang berhubungan dengan tindakan itu, seperti motif di balik tindakan atau aturan umum yang membutuhkan tindakan dari jenis yang sama.

    ReplyDelete
  17. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Tindakan, dalam utilitarianisme, dianggap benar jika tindakan itu menghasilkan semakin besar kuantitas kesenangan, serta semakin banyak orang mampu menikmati kesenangan tersebut. Jadi dalam paham ini bentuk tindakan, norma dan produk hukum, apabila konsekuensinya memenuhi kaidah tersebut, akan dinilai benar, dan dinilai buruk jika tidak memenuhi kaidah tersebut. Hal inilah yang menurut Kymlicka ajaran konsekuensialisme dalam utilitarianisme menjadi penting dan menjadi daya tarik kedua dari dua macam daya tarik ajaran utilitarianisme.

    ReplyDelete
  18. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Consequentialism is the class of normative ethical theories holding that the consequences of one's conduct are the ultimate basis for any judgment about the rightness or wrongness of that conduct (https://en.wikipedia.org/wiki/Consequentialism). Artinya Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif yang berpegang pada pandangan bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Sebagaimana dijelaskan link tersebut bahwa ada pepatah inggris “tujuan menghalalkan cara” yang berarti bahwa setiap metode bisa diterima jika tujuan moralnya cukup penting. Saya kira pandangan ini amat berbahaya mengingat terbuka lebarnya pintu untuk prilaku imoral sendiri dengan berdalih untuk tujuan yang bermoral. cara atau metode yang digunakan harus dibatasi dan berpedoman, baik pada tataran formal, normative terlebih tataran spiritual.

    ReplyDelete
  19. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terima kasih Bapak Prof. Marsigit telah membagikan link tentang consequentialism dalam filsafat. InsyaAllah link tersebut dan isinya akan bermanfaat bagi seluruh pembaca dalam blog ini khususnya saya, mungkin sekarang, besok, atau seterusnya. Semoga postingan kali ini dapat menjadi amal bagi Bapak sekeluarga. Amin.

    ReplyDelete
  20. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari link tersebut, consequentialism atau konsekuensialisme adalah tingkatan dalam teori etika normatif yang menyatakan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan benar secara moral adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  21. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam bentuk ekstrem, gagasan konsekuensialisme umumnya dikemas dalam pepatah bahasa Inggris, "tujuan dengan menghalalkan segala cara", yang berarti bahwa jika sebuah tujuan dengan moral yang cukup penting, metode apapun dapat diterima untuk mencapai tujuan tersebut.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Konsekuensialisme berasal dari kata konsekuensi yang dapat diartikan sebagai akibat dari tindakan atau pemikiran yang telah diambil atau dilaksanakan. Aliran filsafat ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan juga memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Salah satu kelemahan pandangan konsekuensialisme adalah bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menurut konsekuensialisme, kriteria kebenaran moral ditentukan berdasarkan perhitungan konsekuensi-konsekuensi dari tindakan. Maksudnya, orang harus atau tidak harus melakukan suatu tindakan bergantung pada konsekuensinya. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar atau kelalaian adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Semenjak Anscombe menuliskan Modern Moral Philosophy, ia mengatakan bahwa kebaikan normatif tergantung pada konsekuensinya. Setiap tindakan menjadi benar bukan karena proses atau motif tetapi karena tujuan akhirnya konsekuensi. Moral dari aliran konsekuensialisme adalah bahwa setiap perbuatan sebenarnya memiliki konsekeunsi kebaikkan dan konsekuensi baik ini yang menjadi fokus dari ajarannya.

    ReplyDelete
  24. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Pandangan bahwa sifat normatif hanya tergantung pada konsekuensi diistilahkan dengan konsekuensialisme. Contoh konsekuensialisme yang paling menonjol adalah konsekuensialisme tentang kebenaran moral tindakan, yang menyatakan bahwa apakah suatu tindakan yang secara moral benar hanya bergantung pada konsekuensi dari tindakan yang atau sesuatu yang berhubungan dengan tindakan itu, seperti motif di balik tindakan atau aturan umum yang membutuhkan tindakan dari jenis yang sama.

    ReplyDelete
  25. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Dalam penggunaan yang sebenarnya, istilah 'konsekuensialisme' tampaknya digunakan sebagai istilah kemiripan untuk mengacu pada setiap keturunan utilitarianisme klasik yang tetap cukup dekat untuk leluhur dalam hal penting. Tentu saja, filsuf yang berbeda melihat hal yang berbeda dengan yang penting. Oleh karena itu, tidak ada kesepakatan yang teori dihitung sebagai konsekuensialis bawah definisi ini. filsuf lain lebih memilih definisi yang lebih luas yang tidak memerlukan teori moral untuk menjadi agen-netral agar konsekuensialis (Bennett 1989; Broome 1991, 5-6, dan Skorupski 1995). Kritik agen-netralitas kemudian dapat dipahami sebagai diarahkan terhadap salah satu bagian dari utilitarianisme klasik yang tidak perlu diadopsi oleh setiap teori moral yang konsekuensialis.

    ReplyDelete
  26. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    konsekuensialisme dapat dikatakan sebagai salah satu teori etika yang bercorak teleologis. Artinya, teori tersebut menaruh perhatian pada kesesuaian dari perbuatan-perbuatan dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai pelaku dan dengan nilai-nilai yang diinginkannya. Orang harus atau tidak harus melakukan suatu tindakan bergantung pada konsekuensi-konsekuensi tindakan tersebut. Jika konsekuensi tindakan itu baik maka boleh dilakukan, tetapi jika konsekuensi itu buruk maka jangan dilakukan. Oleh karena itu kita perlu memperhitungan konsekuensi suatu tindakan sangat menentukan dalam penilaian moral.

    ReplyDelete
  27. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Consequentialism is linked to ethics whereby it is an approach to Ethics that argues that the morality of an action is contingent on the action's outcome or consequence. Thus, a morally right action is one that produces a good outcome or result, and the consequences of an action or rule generally outweigh all other considerations (i.e. the ends justify the means).

    ReplyDelete
  28. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Setiap tingkah laku pasti memiliki aturan dan pandangan baik maupun pandangan buruk oleh orang lain di sekitar kita. Consequentialsm adalah norma etika tentang konsekuensi yang bersifat menghakimi baik tentang kebenaran maupun kesalahan. Contohnya: norma ketika murid harus menghormati gurunya. Apabila terjadi pelanggaran norma, akan ada sanksi secara sosial dari lingungan sekitar.

    ReplyDelete
  29. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Konsekuensialisme memandang bahwa etika dari apa yang sudah kita lakukan adanya konsekuensi. Sehingga menuntut untuk memperhitungkan dengan cermat sebuah kinsekuensi baik dan buruk dari sebuah perilaku yang dilakukan oleh kita. dampak yang sebenar-benarnya terjadi sangat diperhatikan karena apa yang sudah kita lakukan. Keyakinannya terhadap konsekuensi yang menjadi dasar untuk setiap pertimbangan moral tentang tindakan.

    ReplyDelete
  30. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Hidup ini tidak lepas dari konsekuensi dari segala tindakan yang kita ambil. Ada konsekuensi baik maupun buruk. Semua ada balasannya. Paha mini memandang bahwa Jika seseorang berperilaku baik di lingkungannya maka tentu juga akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu pun sebaliknya.


    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  31. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Teori ini menjawab “apa yang harus kita lakukan”, dengan memandang konsekuensi dari bebagai jawaban. Ini berarti bahwa yang harus dianggap etis adalah konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan, melebihi segala hal merugikan, atau yang mengakibatkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbesar. Manfaat paling besar dari teori ini adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh.

    ReplyDelete
  32. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Consequentialism memandang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu.Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan moral benar (atau kelalaian) adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Konsekuensialisme biasanya dibedakan dari etika deontologis (atau etika), dalam deontologi yang berasal kebenaran atau kesalahan perilaku seseorang dari karakter perilaku itu sendiri daripada hasil perilaku. Hal ini juga dibedakan dari etika moralitas, yang berfokus pada karakter agen bukan pada sifat atau konsekuensi dari tindakan (atau kelalaian) itu sendiri, dan etika pragmatis yang memperlakukan moralitas seperti sains: maju sosial selama banyak kehidupan, sehingga atas dasar moral yang dapat berubah.

    ReplyDelete
  33. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Konsekuensialisme merupakan suatu paham yang mempelajari mengenai etika moral, pembagian kewajiban, dan hak-hak yang berfokus kepada konsekuensi dalam melakukan suatu tindakan tertentu. Dari sudut pandang ini, maka moral yang benar jika dapat menghasilkan yang baik.

    Dari etika moral ini, kita mengetahui bagaimana sesuatu dianggap baik atau sebaliknya menurut ‘kacamata’ manusia. Terkadang, ketika etika moral ini diserahkan kepada penilaian manusia maka ia bersifat relatif, di satu sisi ia merupakan hal yang baik, namun di sisi yang lain sebaliknya. Agar etika moral memerlukan standar yang jelas dan absolut, maka perlu perlu penilaian yang standar pula. Adapun, penilaian standar ini hanyalah berasal dari syariat (aturan) Allah semata.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  34. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Konsekuensialisme menjawab “apa yang harus kita lakukan”, dengan memandang konsekuensi dari bebagai jawaban. Manfaat paling besar dari teori ini adalah bahwa teori ini sangat memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan tertentu dan memperhatikan bagaimana orang terpengaruh. Kelemahan dari teori ini bahwa lingkungan tidak menyediakan standar untuk mengukur hasilnya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  35. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Consequentialisme adalah keals dari teori etik normativ yang memegang bahwa konsekuensi dari perilaku sesorang adaalah basis utama untuk peentuan tenatng kebenaran dankesalahan dari perilaku tersebut.


    ReplyDelete
  36. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Consequentialism adalah teori tentang etika yang berisikan tentang konsekuensi yang berisfat menghakimi tentang kebenaran dan kesalahan. Kebenaran dan kesalahan pasti selalu terjadi did lam kehidupan kita. Kebenaran dan kesalahan diatur dengan norma-norma dan etika , baik tertulis maupun tidak tertulis. Apabila kita melanggar suatu norma atau etika tersebut, tentulah akan timbul konsekuensi yang akan kita dapatkan.

    ReplyDelete
  37. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran dari perilaku itu. Berdasarkan pengertian di atas, saya beranggapan bahwa segala macam perilaku dan tingkah laku yang dilakukan oleh manusia akan mendapatkan konsekuensi. Baik perilaku baik dan perilaku buruk akan mendapatkan konsekuensinya sendiri.

    ReplyDelete
  38. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Berdasarkan salah satu link di atas menjelaskan bahwa konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif memegang bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi.

    ReplyDelete
  39. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif yang berpandangan bahwa konsekuensi perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan secara moral benar adalah salah satu yang akan menghasilkan hasil yang baik, atau konsekuensi. Dalam kehidupan realita, maka setiap apa yang diperbuat oleh setiap individu bahkan hanya hadir dalam pikiran individu tersebut, selalu ada tanggapan dari semua itu yang dimana kejadian ini adalah bagian dari konsekuensitalism, peristiwa yang terjadi atas peristiwa sebelumnya.

    ReplyDelete
  40. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016


    CONSEQUENTIALISM adalah aliran yang mengajarkan kepada kita untuk melakukan tindaka napa pun yang mempunyai konsekuensi atau dampak terbaik. Ada kalanya seorang consequentialism dapat melakukan kebohongan jika lebih dapatmendatangkan kebaikan. Aliran yang terkenal dari consequentialism adalah utilitarism, yang menyatakan bahwa kita harus melakukan sesuatu yang bias memberikan dampak lebih baik dan menyingkirkan dampak yang tidak baik bagi tindakan kita.

    ReplyDelete
  41. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016
    Konsekuensialisme adalah kelas teori etika normatif yang berarti bahwa konsekuensi dari perilaku seseorang merupakan dasar utama untuk setiap penilaian tentang kebenaran atau kesalahan dari perilaku itu. Dengan demikian, dari sudut pandang konsekuensialis, tindakan yang secara moral benar adalah salah satu hal yang akan menghasilkan hasil yang baik.
    Pada dasarnya, segala sesuatu dalam hidup ini pasti memiliki konsekuensi di baliknya. Yang membedakan kualitas kita sebagai manusia adalah, bagamana kita mengahadapi konsekuensi itu dan bangaimana kita bersikap ketika kita diperhadapkan dengan konsekuensi dari setiap tindakan/perbuatan kita.

    ReplyDelete
  42. Consequentialism adalah pandangan bahwa moralitas adalah semua tentang memproduksi jenis tepat keseluruhan konsekuensi. Konsekuensi keseluruhan tindakan berarti segala tindakan yang membawa sekitar, termasuk tindakan itu sendiri. Misalnya, jika kita berpikir bahwa inti dari moralitas (a) untuk spread kebahagiaan dan meringankan penderitaan, atau (b) untuk menciptakan kebebasan sebanyak mungkin di dunia, atau (c) untuk kelangsungan hidup spesies kita, maka kita menerima consequentialism. Meskipun pandangan mereka tiga tidak setuju tentang yang macam akibat masalah, mereka setuju bahwa konsekuensi yang penting. Jadi, mereka setuju bahwa consequentialism benar.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  43. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    consequentialism merupakan suatu paham yang melihat dari sebab akibat atau dapat dikatakan konsekuensi dari apa yang telah dilakukan. Dalam artiannya bahwa paham ini melihat pembelajaran yang ada menjadi suatu pengetahuan yang dapat di ambil oleh siswa dan berhasil diterima oleh siswa apabila dari hasil pembelajaran tersebut membawa dampak positif yang baik bagi dirinya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id