Jan 13, 2013

CONNECTIONISM




Ass, jika ingin membaca tentang Connectionism, bisa konek berikut:


Wss

41 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Berdasarkan salah satu sumber di atas, koneksionisme adalah sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, yang dikenal sebagai jaringan koneksionis atau jaringan saraf tiruan atau seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Prinsip koneksionis utamanya adalah bahwa fenomena mental dapat dijelaskan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan sering seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model. Dalam kebanyakan model koneksionis, jaringan berubah dari waktu ke waktu. Aspek terkait erat dan sangat umum model koneksionis adalah aktivasi. Setiap saat, sebuah unit dalam jaringan memiliki aktivasi, yang merupakan nilai numerik dimaksudkan untuk mewakili beberapa aspek dari unit.
    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Berdasarkan bahan bacaan diatas dapat saya rangkum bahwa Connectionism adalah salah satu bagian dari teori-teori pengkondisian (conditioning Teories). Menurut Edward L. Thorndike (1874-1949) adalah seorang psikolog Amerika terkemuka yang teori belajar-koneksionisme-dominan di AS selama paruh waktu pertama di abad 20-an (Mayer: 2003). Tidak seperti psikolog yang terdahulu, dia lebih tertarik dalam pendidikan dan terutama pada belajar, transfer, perbedaan individu, dan kecerdasan. Dia menerapkan pendekatan eksperimental dengan mengukur hasil pencapaian siswa sekolah. Thorndike beberapa kali menerima penghargaan karena dampak yang ia berikan untuk kemajuan pendidikan, penghargaan tertingginya diberikan oleh Divisi Pendidikan psikologis dari American Psychological Association untuk kontribusinya di dunia psikologi pendidikan.

    ReplyDelete
  3. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Koneksionisme adalah sebuah pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, dan filsafat pikiran. Koneksionisme menyatakan bahwa model fenomena mental atau perilaku muncul sebagai proses dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Dalam teori ini berpendapat bahwa proses belajar itu merupakan “stamping in” (diingat), forming, hubungan antara Stimulus dan Respons. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah adanya Trial dan Error Learning. Terdapat tiga hukum utama dalam baelajar yaitu efek, latihan dan kesiapan. Teori ini membahas mengenai belajar. Karena pada hakikatnya belajar adalah suatu proses untuk mengembangkan pengetahuan dimana dipengaruhi oleh beberapa aspek.

    ReplyDelete
  4. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Koneksionisme adalah sebuah pendekatan untuk mempelajari kognisi manusia yang memanfaatkan model matematika, dikenal sebagai jaringan koneksionis yaitu rincian spesifik dari fungsi saraf yang berfokus pada proses kognitif (http://www.iep.utm.edu/connect/). Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Thorndike yang menyatakan bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Maka pada pembelajaran matematika diperlukan tahap apersepsi, dimana pada tahap ini guru memberikan stimulus dan mencoba untuk menghubungkan terlebih dahulu dengan materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa berupa pengetahuan yang telah diketahui dari pelajaran yang lalu atau dari pengalaman mereka sehingga dapat meningkatkan respon dan tingkat kefokusan siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  5. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Teori belajar koneksionisme adalah teori bahwa belajar adalah suatu proses “stamping in” (diingat), forming, hubungan antara Stimulus dan Respons.Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.Teori koneksionisme adalah teori belajar yang menekankan stimulus dan respon. Pada teori ini proses perkembangan perilaku dapat diukur, di amati oleh respon pelajaran terhadap rangsangan. Kemudian terdapat kritik terhadap teori koneksionisme yakni teori koneksionisme cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linear, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.

    ReplyDelete
  6. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Koneksionisme merupakan pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. Pendekatan ini memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan emergen. Dalam teori belajar, koneksionisme menekankan pada tingkah laku manusia. Teori ini memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Koneksionisme mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, pembentukan reaksi atau respon, latihan, dan mekanisme hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh menurut teori ini adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori ini tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran, penguatan, dan pengulangan dari lingkungan.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Koneksionisme adalah paham mengenai perilaku yaitu merupakan kumpulan dari satuan-satuan yang saling berkoneksi. Dalam pandangan filsafat, memang apa yang terjadi saat ini adalah akibat atau lanjutan dari apa yang terjadi sebelumnya. Seperti diketahui bahwa segala apa yang ada di dunia ini sifatnya berubah-ubah, selisih satu detik pun pasti akan berubah, seperti detik ini saya menarik nafas, detik berikutnya saya menghembuskan nafas. Semua itu saling berhubungan, berturutan, atau berhubungan sebab-akibat.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Connectionism atau koneksionisme, istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Donald Hebb pada tahun 1940. Koneksionisme merupakan suatu pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat dari pikiran.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Connectionism adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku hanya terbentuk jika stimulus (S) dan respon (R) terhubung dengan motif internal individu. Sebagai contoh, stimulus berupa sebuah buku, tidak akan menimbulkan respon yang diharapkan dari individu yang merasa lapar. Individu yang lapar akan merespon jika stimulus yang hadir berupa makanan. Individu yang dalam kondisi kelaparan lebih membutuhkan makanan, daripada buku. Prinsip dari teori koneksionisme adalah belajar itu merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak yang dipengaruhi otak individu tersebut.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Connectionism pada dasarnya merupakan teori Thorndike, seorang ilmuwan behviorisme terbesar dalam sejarah. Connectionism adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku terbentuk jika stimulus dan respon terhubung dengan motif internal individu. Prinsip dari teori koneksionisme adalah belajar itu merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak yang dipengaruhi otak individu tersebut.

    Pabila dikaitkan dengan pembelajaran, maka teori connectionism ini dimaksudkan agar pendidik mampu membuat peserta didiknya memahami manfaat atau tujuan pembelajaran yang akan disampaikan. Dengan memahami tujuan, maka akan membangun motivasi sehingga membuat suasana kelas lebih efektif dan siswa lebih mudah memahaminya.

    ReplyDelete
  11. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionis utama adalah bahwa fenomena budi dapat dideskripsikan melalui jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan seringkali seragam. Wujud koneksi dan satuan-satuan antara satu model dan model lain mungkin berbeda. Misalnya, neuron dapat dikatakan sebagai satuan, sementara sinapsis merupakan koneksinya. Sementara itu Teori koneksionisme adalah teori yang ditemukan oleh Edward Lee Thorndike, selain itu teori ini juga dikenal sebagai connectionism, yang mana beliau berpendapat belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.

    ReplyDelete
  12. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Connectionism (Koneksionisme) merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme ini dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Stimulus akan memberi kesan kepada pancaindra, sedangkan respons akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Asosiasi seperti itu disebut Connection.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism.

    ReplyDelete
  13. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan link yang diberikan di atas koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionis sentral adalah bahwa fenomena mental dapat digambarkan oleh jaringan interkoneksi dari unit sederhana dan sering seragam. Bentuk koneksi dan unit dapat bervariasi dari model ke model.

    ReplyDelete
  14. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Teori Thorndike di AS tekenal dengan nama teori belajar Connoctionisme karna belajar merupakan proses pembentukan conneksi antara stimulus dan respons. Teori ini disebut Trial and Error dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. Penellitianya melihat tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing, tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Objek penelitian di hadapkan kepada situasi baru yang belum di kenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pola aktivitas untuk merespon situasui itu. Dalam hal ini objek mencoba berbagai cara reaksi, sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi suatu reaksi dengan stimulasinnya. Ciri-ciri belajar dengan Trial and Error adalah ada motif pendorong aktivitas, ada berbagai respons terhadap situasi, ada eliminasi respons yang gagal/salah, dan ada kemajuan reaksi mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Koneksionisme adalah sebuah gerakan dalam ilmu kognitif yang memberikan penjelasan tentang kemampuan intelektual yang menggunakan jaringan syaraf buatan. Para filsuf tertarik dengan koneksionisme karena dianggap mampu menghadirkan alternatif terhadap teori klasik tentang pikiran: pandangan lebih luas yang mengatakan bahwa pikiran sama seperti komputer digital mengolah sebuah bahasa simbolik.

    ReplyDelete
  16. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Connectionism (koneksionisme) dalam https://en.wikipedia.org/wiki/Connectionism dijelaskan bahwa Koneksionisme adalah pendekatan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. Pendekatan ini memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan emergen. Saya kira koneksionisme dibutuhkan dalam mengupdateatau mendapat informasi tentang perkembangan yang terjadi disekitar kita atau di ruang dan waktu lain dari ruang dan waktu kita.

    ReplyDelete
  17. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terima kasih Bapak Prof. Marsigit telah membagikan link tentang connectionism dalam filsafat. InsyaAllah link tersebut dan isinya akan bermanfaat bagi seluruh pembaca dalam blog ini khususnya saya, mungkin sekarang, besok, atau seterusnya. Semoga postingan kali ini dapat menjadi amal bagi Bapak sekeluarga. Amin.

    ReplyDelete
  18. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pada link tersebut, connectionism atau koneksionisme adalah beberapa pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran.

    ReplyDelete
  19. Naja Nusaibah
    13301241042
    S1 Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan-pentdekatan tersebut memodelkan fenomena mental atau perilaku sebagai proses dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Istilah connectionism diperkenalkan oleh Donald Hebb pada tahun 1940an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum digunakan yaitu model jaringan saraf.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    koneksionisme adalah teori pembelajaran yang dikembangkan oleh Thorndike yang menyatakan bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Maka pada pembelajaran matematika diperlukan tahap apersepsi, dimana pada tahap ini guru memberikan stimulus dan mencoba untuk menghubungkan terlebih dahulu dengan materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa berupa pengetahuan yang telah diketahui dari pelajaran yang lalu atau dari pengalaman mereka sehingga dapat meningkatkan respon dan tingkat kefokusan siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Prinsip koneksionis utama adalah bahwa fenomena budi dapat dideskripsikan melalui jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan seringkali seragam. Wujud koneksi dan satuan-satuan antara satu model dan model lain mungkin berbeda. Prinsip dari teori koneksionisme adalah belajar itu merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak yang dipengaruhi otak individu tersebut.

    ReplyDelete
  22. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    sistem koneksionis umumnya belajar dengan mendeteksi pola statistik yang rumit hadir dalam jumlah besar data. Hal ini sering membutuhkan deteksi isyarat rumit untuk respon yang tepat untuk masukan yang diberikan, arti-penting yang sering berbeda dengan konteks. Hal ini dapat membuat sulit untuk menentukan dengan tepat bagaimana sistem koneksionis diberikan memanfaatkan unit dan koneksi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan untuk itu.

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan. Jaringan yang dimaksud adalah otak, dengan otak ini kita mampu mengkoneksikan semua pemikiran yang ada ke dalam beberapa saraf-saraf bagian tubuh. Model connectionism menyediakan paradigma baru untuk memahami bagaimana informasi dapat terwakili dalam otak. Dalam teori belajar connectionism digunakan untuk dalam belajar untuk proses pembentukan conneksi antara stimulus dan respons.

    ReplyDelete
  24. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    The following is the summary i have made about CONNECTIONISM;Connectionism is an innovative theory about how the mind works, and its based on the way the brain and its neurons work. According to the theory, although each of our individual neurons have very little computational power on their own, they have tremendous computational power when organized in combination with one another. Ken and John are joined by guest, James McClelland to discuss the strengths and weaknesses of the connectionist model.

    Understanding the way we learn is an age old problem in psychology and according to McClelland, questions surrounding learning motivate the connectionist position. The old-fashioned, artificial intelligence (AI) model of learning stated that because our brains structured in a particular way the from the day we are born, our thoughts must be pre-structured in particular kinds of ways too. For example human language, it was argued, is pre-specified in our genes. Unfortunately, McClelland argues, this AI approach does not make contact with the fact that the way we talk and interact is shaped by our experiences and the things we’ve learned. I really agree with this that is why i prefer to make its resume.

    ReplyDelete
  25. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kecerdasan setiap individu pasti berbeda-beda. Kecerdasan siswa di kelas juga bermacam-macam sehingga guru juga harus memperhatikan keragaman itu. Connectivism adalah pendekatan terhadap kecerdasan seperti seseorang guru melakukan pendkatan untuk mengetahui kecerdasan siswanya. Connectionism terdiri dari sekumpulan pendekatan dari psikologi kognitif, kecerdasan, pengetahuan kognitif, neuroscience, psikologi dari pikiran. Proses kemunculannya itu terjadi dikarenakan adanya jaringan yang saling berhubungan dari unit-unit yang sederhana.

    ReplyDelete
  26. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Gerakan dalam ilmu kognitif yang menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan saraf tiruan disebut dengan koneksionisme. Penganut ini memandang luas bahwa pikiran adalah sesuatu mirip dengan komputer digital yang memproses bahasa simbolik.

    ReplyDelete
  27. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Teori thorndike dalam teori belajarnya yang dikenal dengan teori stimulus-respon. Teori ini juga disebut sebagai teori koneksionisme. Artinya ada kedua hal tersebut saling berhubungan, yang kemudian adanya perubahan. Jika dilihat dari belajar yang merupakan proses interaksi antara stimulus (berupa pikiran, perasaan atau gerakan) dan respon (berupa pikiran, perasaan atau gerakan). Keduanya yang berhubungan akan mengalami perubahan tingkah laku yang dapat diamati ataupun tidak bisa diamati, artinya sesuatu itu konkrit atau non-konkrit.

    ReplyDelete
  28. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Connectionism dapat dikatakan sebagai pendekatan pada suatu bidang dari suatu kecerdasan, psikologi kognitif, pengetahuan kognitif, neuroscience, psikologi dari pikiran dan ditunjukkan pada fenomena pengetahuan sosial pada proses kemunculannya. Pengetahuan-pengetahuan itu diperoleh karena komponen-komponen dalam otak kita saling terhubung sehingga menghasilkan pemikiran yang tajam dan ide-ide yang berkualitas.

    ReplyDelete
  29. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Koneksionisme erat kaitannya dengan keterhubungan dimana terdiri dari unsure unsur atau unit unit yang berhubungan satu sama lain. Kalau di filsafat, kita juga melakukan koneksi pada peristiwa yang terjadi, bahwa setiap kejadian adalah akibat atau lanjutan dari apa yang terjadi sebelumnya. Dalam dunia ini hukum sebab akibat berlaku sampai kapanpun.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  30. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Koneksionisme diperkenalkan oleh Donald Hebb pada tahun 1940. Koneksionisme dapat ditelusuri ke ide-ide lama lebih dari satu abad, yang sedikit lebih dari spekulasi sampai abad ke-20 pertengahan ke-akhir. Melalui karyanya pada struktur sistem saraf yang ia memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 1906, yang Spanyol Santiago Ramón y Cajal membentuk dasar untuk studi dari jaringan saraf, tetapi tidak sampai tahun 1980-an yang koneksionisme menjadi perspektif populer di kalangan ilmuwan.

    ReplyDelete
  31. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Connectionism merupakan gerakan dalam ilmu kognitif untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana.

    ReplyDelete
  32. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Teori belajar koneksionisme adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874/ 1949) perubahan tingkah laku akibat adanya suatu stimulus dari kegiatan belajar yang dapat berwujud kongkrit yaitu yang dapat diamati.
    Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat diterapkan melalui alat indera. Sedangkan responnya itu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atau gerakan/tindakan. Stimulus dan respon merupakan upaya secara metodologi untuk mengaktifkan siswa secara utuh dan menyeluruh baik pikiran, perasaan dan perilaku (perbuatan). Salah satu indikasi keberhasilan belajar terletak pada kualitas respon yang dilakukan siswa terhadap stimulus yang diterima dari guru.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  33. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Koneksionisme mempunyai konsep-konsep yang bersifat meningkatkan pandangan dari behaviorisme, karena dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membentuk tata jawaban (pattern of respons) dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara (conecctions between) stimulus dan respons. Sehingga terjadi gabungan-gabungan hubungan stimulus dan respon yang akhirnya menunjukkan kualitas tinggi-rendah atau kuat-lemah.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  34. Koneksionisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Ciri dan teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  35. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Koneksionisme adalah himunan pendekatan pada lapangan kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neurscience, dan fislafat pikiran, yang memodelkan mental atau penomena kebiasaan sebagai proses yang nampakdari jaringan yang saling terhubung dari satuan yang sedrhna.

    ReplyDelete
  36. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Koneksionisme adalah pendekatan yang digunakan dalam berbagai macam disiplin ilmu lain. Pendekatan ini memodelkan fenomena budi atau perilaku sebagai jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi. Terdapat berbagai jenis koneksionisme, namun yang paling umum adalah yang menggunakan model jaringan saraf. Prinsip koneksionis utama adalah bahwa fenomena budi dapat dideskripsikan melalui jaringan satuan-satuan sederhana yang terinterkoneksi dan seringkali seragam. Wujud koneksi dan satuan-satuan antara satu model dan model lain mungkin berbeda. Misalnya, neuron dapat dikatakan sebagai satuan, sementara sinapsis merupakan koneksinya.

    ReplyDelete
  37. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Berdasarkan salah satu link di atas menjelaskan bahwa koneksionisme adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul dari jaringan interkoneksi dari unit sederhana.

    ReplyDelete
  38. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Koneksionisme adalah satu pendekatan di bidang kecerdasan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, Ilmu Syaraf, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses kemunculan dari jaringan saling berhubungan dari satuan sederhana. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan saraf tiruan. Jaringan saraf tiruan adalah model sederhana dari otak yang terdiri dari sejumlah besar unit (yang analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. Bobot ini memodelkan efek dari sinapsis yang menghubungkan satu neuron ke yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk belajar keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana

    ReplyDelete
  39. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    CONNECTIONIS adalah seperangkat pendekatan di bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, ilmu kognitif, neuroscience, dan filsafat pikiran, bahwa model fenomena mental atau perilaku sebagai proses muncul jaringan interkoneksi dari unit sederhana. Istilah ini diperkenalkan oleh Donald Hebb di tahun 1940-an. Ada banyak bentuk koneksionisme, namun bentuk yang paling umum menggunakan model jaringan syaraf.
    Dalam matematika juga menggunakan CONNECTIONISM untuk mengembangkan keterampilan koneksi matematika. Diamna antara faktual-faktual, konsep-konsep saling berhubungan. Keterampilan ini diperlukan untuk pelaksanakan prosedural matematika.

    ReplyDelete
  40. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Koneksionisme adalah gerakan dalam ilmu kognitif untuk menjelaskan kemampuan intelektual menggunakan jaringan saraf. Filusuf telah menjadi tertarik pada koneksionisme karena menjanjikan untuk memberikan alternatif teori klasik dari pikiran: pandangan luas bahwa pikiran adalah sesuatu yang mirip dengan komputer digital memproses bahasa simbolik. Berkaitan dengan koneksionisme, Thorndike mengemukakan sebuah teori belajar, dimana teori ini menunjukkan bahwa transfer belajar tergantung pada kehadiran elemen identik dalam situasi belajar asli dan baru; yaitu, transfer selalu spesifik, tidak pernah umum.

    ReplyDelete
  41. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    connectionism merupakan model dari sebuah fenomena yang menyatakan mental atau perilaku yang muncul sebagai proses dari jaringan atau interkoneksi dari unit yang sederhana. Pendekatan teori belajar connectionism dilakukan dalam bidang kecerdasan buatan, psikologi kognitif, sains kognitif, neurosains, dan filsafat budi. salah satu pakar yang paling berpengaruh dalam teori pembelajaran ini adalah Edward L. Thorndike (1874 -1949)

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id