Mar 8, 2011

Elegi Seorang Guru Menggapai Terang




Oleh: Marsigit

Guru menggapai terang mulai kelelahan:

Aku mulai lelah dan kelihatannya mulai mengalami krisis. Karena selama ini waktuku kuhabiskan hanya untuk berdiskusi. Aku mulai merasakan adanya jarak antara hatiku dan pikiranku. Apakah terlalu banyak berpikir itu baik jadinya? Apakah terlalu banyak bertanya baik pula jadinya? Apakah terlalu banyak berkata juga baik jadinya? Apa terlalau banyak membaca baik jadinya? Yang jelas aku mulai merasakan kelelahan dalam diriku.

Apalagi setelah membaca Elegi-elegi nya Pak Marsigit. Sungguh itu semua melelahkan pikiranku. Mengapa musti aku punya kesempatan harus membaca elegi-elegi itu. Bukankah tidak membacanya sebetulnya mungkin tidak apa-apa? Tetapi apakah saya harus menyesali semua kejadian yang pernah aku alami. Bukankah segala apa yang telah terjadi pada diriku itulah takdir Nya. Dan itu aku harus berima kepada Nya. Tetapi aku merasakan bahwa segala macam kelelahanku berpikir, mengapa selalu saja berakhir pada keraguan. Dan keraguanku semuanya selalu berakhir pada pertanyaan. Jangankan sydah bertanya. Baru berniat bertanya saja maka bayangan si Orang Tua Berambut Putih itu datang kembali. Sungguh membosankan. Tetapi bukankah hakekat orang tua berambut putih itu adalah ilmuku? Kalau begitu maka pantaslah jika aku bosan terhadap ilmuku? Aku teringat titah orang tua itu, bahwa ilmuku adalah hidupku. Maka jika aku bosan terhadap ilmuku maka berarti aku bosan terhadap hidupku. Astaghfirullah Al Adzimu, Ya Allah ampunilah segala dosa dan khilafku. Tidaklah aku bermaksud bahwa kelelahan ku berakhir dengan kematianku. Nau dzubillah mindzalik. Tetapi mengapa ya Tuhan, kelelahan badan sembuh oleh tidurku tetapi aku sekarang sedang mengalami kelelahan pikir. Kemudian bagaimanakah solusinya?
Orang tua berambut putih datang:
Aku bersyukur bahwa engkau masih sudi memanggilku.
Guru menggapai terang:
Oh iya, apakah aku tadi telah bertanya? Ya ampun bahkan kalimatku yang terakhir ini pun tanda bahwa aku telah bertanya. Sesuai janjinya, orang tua itu akan selalu datang ketika aku bertanya. Salam guruku. Ketahuilah setelah membaca banyak elegi, bertanya, berpikir maka aku mulai kelelahan dam pikiranku. Bagaimana solusinya wahai guruku.
Orang tua berambut putih:
Salam juga. Satu-satunya solusi bagi kelelahan dalam pikiranmu adalah “hati” mu. Hatimu itulah pembuat sejuk piiranmu. Padahal engkau tahu bahwa hatimu itulah doa mu. Maka selalu sempatkanlah berdoa, mohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaanmu, termasuk jikalau engkau sedang berpikir sekalipun.
Guru menggapai terang:
Aneh kedengarannya guru. Bukankah guru pernah mengatakan bahwa ketika aku tidak mampu lagi bertanya maka hilanglah dirimu itu. Artinya aku tidak bisa lagi berpikir. Jadi, bagaimana pula aku berdoa sambil berpikir.
Orang tua berambut putih:
Jangankan sambil berpikir. Sambil tidur saja sebenar-benar umat haruslah mampu mengingat Tuhan Nya.
Guru menggapai terang:
Aku tidak paham guru. Dan aku merasa tidak mampu untuk itu.
Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar metode. Agar engkau memperoleh terang maka kembangkan dan gunakan metode sesuai dengan peruntukannya. Kelelahan dalam pikiranmu pertanda belum terang dalam hatimu. Dan gelapnya hatimu dapat menyebabkan kacaunya pikiranmu. Kelelahan pikiranmu adalah tanda kacaunya pikiranmu.
Guru menggapai terang:
Terus bagaimana dengan berpikir sambil berdoa guru?
Orang tua berambut putih:
Berdoa dalam berpikir adalah tentu lain dengan berpikir dalam doa. Berdoa dalam berpikir adalah doa itu sebagai landasan pikiranmu. Jadi sejauh-jauh pikiranmu mengembara maka itu harus engkau kendalikan dengan doamu. Sedangkan berpikir dalam doa tidak lain tidak bukan adalah bahwa hatimu itulah sebenar-benar pikiranmu. Jadi berpikir dalam pikiran dan berpikir dalam hati sebenar-benarnya adalah dua hal yang berbeda. Maka itulah sebenar-benar metode.
Guru menggapai terang:
Bagaimanakah metodenya untuk berpikir dalam hati.
Orang tua berambut putih:
Berbagai macam cara dapat engkau gunakan. Itulah sebenar-benar tuntunan. Maka lihat dan bukalah kembali tuntunan yang selama ini kau yakini. Itulah sebenar-benar tuntunan para Nabi dan Rosul.
Guru menggapai terang:
Kemudian, bagaimanakah metode berpikir itu?
Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar semua yang pernah dan sedang kita bicarakan.
Guru menggapai terang:
Apa maksud guru?
Orang tua berambut putih:
Semua elegi yang ditulis oleh Marsigit, itulah sebenar-benar metode berpikir. Maksudku, jika semua elegi kita jadikan satu pun, maka bisa aku beri judul metode berpikir. Itu pulalah yang telah membuatmu merasa lelah.
Guru menggapai terang:
Dengan sekian dialog, dengan sekian pertanyaan, dengan sekian contoh dan elegi, ternyata aku merasa banyak hal belum aku ketahui, wahai guruku. Apakah keadaanku yang demikian dapat dikatakan bahwa aku masih dalam kegelapan.
Orang tua berambut putih:
Baiklah cobalah ambil contoh manakah hal-hal yang engkau rasakan belum paham.
Guru menggapai terang:
Apakah yang dimaksud dengan bilangan, guru?
Orang tua berambut putih:
Saya waspada dan tidak begitu yakin dengan pertanyaan mu. Mengapa orang dewasa seperti engkau masih bertanya arti bilangan. Bukankah semua murid-murid SD sudah bisa memahaminya apa itu bilangan.
Guru menggapai terang:
Maksud saya apakah hakekat bilangan, guru?
Orang tua berambut putih:
Oh itulah pertanyaanmu. Itu memang pertanyaan seorang dewasa. Itu bagus, karena sebagai seorang guru semestinya engkau sudah bisa berpikir dewasa. Sebelum aku menjelaskan apa hakekat bilangan, maka aku akan mengajukan pertanyaan terlebih dulu kepadamu. Menurutmu, bilangan ada di mana?
Guru menggapai terang:
Kenapa guru bertanya begitu mudahnya. Bukankah kita tahu bahwa bilangan ada di mana-mana. Di jalan-jalan, di pasar, di toko-toko, itu semua tempatnya bilangan, guru.
Orang tua berambut putih:
Pertanyaanku yang lebih spesifik. Bilangan itu ada di dalam pikiranmu atau di luar pikranmu?
Guru menggapai terang:
Bilangan ada di dalam pikiranku dan juga ada di luar pikiranku, guru.
Orang tua berambut putih:
Sebutlah bilangan “lima”. Bilangan lima yang ada di dalam pikiranmu apakah sama dengan bilangan lima yang ada di luar pikiranmu?
Guru menggapai terang:
Aku ragu-ragu guru.
Orang tua berambut putih:
Baik, lihatlah bilangan lima yang aku tulis di kertas ini. Lihatlah. Setelah itu, kertas ini saya ambil dan saya lempar ke tempat sampah. Masihkah engkau bisa memikirkan bailangan lima tadi?
Guru menggapai terang:
Masih guru. Aku masih ingat betul bilangan lima yang engkau tulis itu.
Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat bilangan. Bilangan yang engkau lihat, dialah bilangan yang ada di luar pikiranmu, sedangkan bilangan yang engkau ingat, itulah sebenar-benar bilangan yang ada dalam pikiranmu. Jadi apakah engkau sudah bisa membedakannya?
Guru menggapai terang:
Baik guru aku sudah bisa membedakannya.
Orang tua berambut putih:
Setelah engkau tahu bedanya, tahap berikutnya adalah mampukah kamu menyebut ciri-cirinya?
Guru menggapai terang:
oh..oh belum bisa guru
Orang tua berambut putih:
Bukankah engkau menyadari bahwa bilangan yang ada dalam pikiranmu itulah sebenar-benar bilangan yang abadi. Lima dalam pikiranmu itulah bersifat tetap. Dia tidak berwarna. Dia tidak berbau. Dia tidak mengalami cacat sedikitpun. Dia itu sempurna, paling tidak sempurna dalam pikiranmu. Sedangkan lima dalam kertas yang telah aku campakkan, dialah berwarna hitam. Dialah bersifat rusak. Dialah berpenampilan tidak baik. Dialah bersifat hilang dari pandanganmu.
Guru menggapai terang:
Oh guru aku mulai mendapat terang darimu. Dapatkan aku menggunakan cara yang sama untuk memikirkan selain bilangan, misalnya kubus, misalnya batu, misalnya uang, misalnya buku, misalnya ...dst benda-benda.
Orang tua berambut putih:
Pertanyaanmu sudah terjawab sebelum engkau selesai bertanya. Namun ketahuilah bahwa aku masih meragukan klaimmu akan perasaan terangmu dalam pikiranmu. Karena yang aku diskusikan denganmu hanyalah satu dari seribu sifat-sifat obyek pikiran.
Guru menggapai terang:
Mohon guru berikan apa pula sifat-sifat obyek yang lain?
Orang tua berambut putih:
Aku bisa bertanya kepadamu. Bilangan lima yang ada dalam pikiranmu itu ada berapa. Satu, dua, tiga atau banyak? Bilangan lima yang berada di luar pikiranmu itu ada berapa, satu, dua, tiga atau banyak? Jika engkau pikir bilangan lima berada dalam pikiranmu, maka bagaimanakah engkau bisa meyakinkan kepada orang lain bahwa dia sedang berada bear-benar di dalam pikiranmu. Tetapi jika engkau berpendapat bahwa bilangan lima berada di luar pikiranmu, maka bagaimana anda bisa percaya kepada sesuatu hal yang mempunyai sifat tidak sempurna?.
Guru menggapai terang:
Kenapa pikiranku menjadi gelap lagi guru?
Orang tua berambut putih:
Apakah engkau sedang bicara tentang sukar dan mudahnya berpikir? Apakah engkau sedang mendifinisikan bahwa sukar adalah gelap dan terang adalah mudah? Lalu bagaimana dengan terangnya hatimu dan gelapnya hatimu?
Guru menggapai terang:
Sekarang aku merasa terang setidaknya untuk melihat yang gelap. Walaupun aku merasakan bahwa terang sedikit yang aku dapatkan ternyata menyebabkan aku bisa melihat gelapku yang lebih banyak lagi dan berlipat-lipat jumlahnya. tetapi yang jelas aku sekarang sudah sembuh dari rasa lelahku. Karena selama aku mendengarkan titahmu aku selalu melantunkan doa-doaku.
Orang tua berambut putih:
Aku terharu mendengar penuturanmu. Mengapa aku terharu, karena selama aku memberikan titah-titahku kepadamu aku juga selalu melantunkan doa-doaku. Aku mendapat titipan dari Pak Marsigit, untuk sementara memberimu kesempatan merenung, memikirkan, serta mengimplementasikan. Di samping itu, tidak lah baik kiranya melebih-lebihkan sesuatu, karena Tuhan tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan. Sampai di sini dulu Elegi Guru. Selamat berjuang semoga berhasil. Amin.

43 comments:

  1. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Terkadang kita mengalami kelelahan dalam mempelajari sesuatu. Mungkin hal itu dikarenakan kita tidak suka dengan hal tersebut atau kurang memaknai apa yang kita pelajari. Misalnya dalam belajar matematika, terkadang kita berpikir, apa itu bilangan? Untuk lebih membangkitkan semangat kita dalam belajar matematika, maka kita perlu memahami hakikat bilangan itu sendiri agar kita memiliki jiwa dalam mempelajarinya.

    ReplyDelete
  2. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sesuatu yang dikerjakan secara berlebihan memang tidak baik. Kerjakanlah sesuatu itu diawali dengan doa, perlahan-lahan dan dengan hati yang ikhlas agar pekerjaan tidak terasa berat dan tidak mudah menimbulkan kelelahan, karena kelelahan merupakan kacaunya pikiran kita. Gunakan metode yang tepat agar kita dapat memfungsikan pikiran kita dengan tepat dan agar sesuatu yang kita pelajari mudah masuk ke dalam pikiran kita dan dapat diingat jangka panjang. Sesuatu yang belum kita pelajari itu masih di luar pikiran kita dan ketika sudah kita pelajari maka sesuatu itu akan ada di dalam pikiran kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menggapai terang tidaklah mudah, karena hati dan pikiran harus bersih. Terang adalah tujuan setiap manusia dalam kehidupan ini. Maka dari itu diperlukan keselarasan antara hati dan pikiran untuk menggapai terang agar kegelapan dalam hati yang menyebabkan kekacauan pikiran yang ditandai dengan kelelahan pikiran bisa dihindari. Satu-satunya solusi bagi kelahan dalam pikiran adalah berdoa dalam berpikir, sehingga sejauh apapun pikiran mengembara dapat dikendalikan dengan doa.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Rutinitas sehari-hari dan berbagai macam aktifitas yang dilakukan terkait tugas sebagai guru, seringkali dilanda rasa bosan dan jenuh. Perkembangan jaman mengaharuskan guru mengupgrad epengetahuan agar dapat mengikuti alur perkembangan jaman. Hal ini yang biasanya dikeluhkan oleh seorang guru. Akan tetapi justru itu yang harus disadari dan dijadikan tantangn untuk dapat lebih baik lagi. Ketika mengingat keikhlasan dan rasa syukur, segala kebosanan dan kejenuhan akan pudar. Sehingga apapun yang kita lakukan senantiasa mengharap ridho Allah, agar dimudahkan dalam segala urusan.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sebagai seorang guru terkadang mengalami kelelahan pikiran. Hal ini dikarenakan banyak persoalan atau masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran. Jika hal ini terjadi kunci utama yang harus dilakukan adalah dengan cara berdo’a. Dengan berdo’a akan membuat hati menjadi jernih dan bisa berpikir kembali.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Untuk menggapai sebuah terang maka itu berawal dari sebuah kegelapan. Guru yang dulunya berusaha untuk mendapatkan ilmu, kemudian bagaiaman mereka mengelola dna mengembangkannya. Kemudian dengan disertai dengan doa dan kerja keras maka menggapai terang sedikit demi sedikit diperoleh. Dan jika sudah sampai terang jangan menyombongkan diri dan marilah selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Seringkali pikiran kita merasa lelah apalagi dengan tugas ini itu, ujian ini itu, dan sebagainya. Maka lelahnya pikiran itu ternyata karena kacaunya hati. Kacaunya hati karena kurangnya doa kita kepada Allah SWT. Karena itulah dalam setiap detik kita harus selalu mengingatnya. Karena itulah setiap hal yang kita lakukan harus karena Nya, termasuk dalam belajar dan mencari ilmu agar kita selalu mengingat Nya, agar Allah menunjukkan kita mana jalan yang terang dan mana jalan yang gelap.

    ReplyDelete
  8. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Satu-satunya solusi bagi kelelahan dalam pikiranmu adalah “hati” mu. Hatimu itulah pembuat sejuk piiranmu. Padahal engkau tahu bahwa hatimu itulah doa mu. Maka selalu sempatkanlah berdoa, mohon ampun dan mengingat Allah SWT dalam segala apapun keadaanmu. Artinya doa itu sebagai landasan dalam berpikir, ketika doa yang ikhlas, tulus, dan dengan sebenar-benarnya maka pikiran kita itu akan tenang dan berpikir dengan jernih, serta atas izin Allah kelelahan pikiran kita itu akan pergi dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Kehidupan itu adalah pikiran kita. Maka, sebenar-benarnya kehidupan adalah berpikir. Elegi ini mengingatkan saya untuk memulai sesuatu dengan berdoa supaya kegiatan yang kita lakukan akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dalam menjalani kehidupan juga jangan berlebihan karena Allah SWT tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Gelap dan terang adalah dua hal yang saling saling bertentangan, terang diartikan sebagai jernihnya antara hati dan pikiran dan gelap berarti kekacauan pikiran atau hati dalam keadaan kotor dan tidak jernih. Tak bisa dipungkiri ketika kita mengerjakan hal-hal berat yang menuntut kemampuan ekstra dari pikiran kita maka akan menyebabkan kelelahan pikiran. Apabila telah lelah dalam berpikir jangan sampai kacau di dalam hati karena kacaunya hati berarti kita hidup dalam gelap. Karena itu apabila berada dalam keadaan dimana pikiran kita seakan tak mampu lagi untuk berpikir, maka beristirahatlah sambil berdoa dan meminta petunjuk Tuhan YME agar kita ditunjukkan jalan yang terbaik

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Keadaan terang berarti keadaan di mana hati dan pikiran harus jernih. Untuk menggapai terang memang tidak mudah karena memerlukan keselarasan antara hati dan pikiran. Maka kita harus menghindari kegelapan dalam hati sementara kegelapan hati menandakan bahwa pikiran kacau. Tuhan Sang Pencipta adalah terang yang sesungguhnya, maka jika kita ingin mencapai terang selalu mintalah petunjuk kepada-Nya.

    ReplyDelete
  12. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013

    Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh seorang guru, diantaranya adalah guru harus senantiasa mengajarkan ilmu kepada muridnya, mendalami ilmu serta senantiasa menggali potensi yang ada pada diri guru itu sendiri. Ketika guru berada di dalam kelas dan keadaan kelas berada dalam titik kejenuahan sehingga dalam pembelajaran di kelas kurang maksimal antara interaksi guru dan siswa, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dalam setiap pembelajaran seperti mencari metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kelas, hal itu dimaksudkan agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih berfariasi dan bermakna.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dalam mencari ilmu, banyak hal yang perlu dilakukan; dengan cara berdiskusi dan saling bertanya. Intinya kita perlu berpikir untuk menambah pengetahuan. Di sisi lain, spiritual juga perlu ditingkatkan sehingga antara pikiran dan spiritual seimbang.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Manusia adalah makhluk yang dianugrahi akal pikiran oleh Allah. Manusia perlu bersyukur dan menggunakan akal pikiran dengan sebaik-baiknya yaitu untuk menuntut ilmu dan berpikir. Dengan berpikir, kita akan memperoleh banyak pengetahuan baik melalui sumber belajar maupun pengalaman langsung.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Namunperlu diingat, tidak semua hal itu harus mendahulukan pikiran. Kita memiliki penyeimbang yaitu hati. Hati sebagai penyeimbang pikiran ketika pikiran mulai menuju hal yang tidak baik. Jika manusia memiliki hati dan pikiran yang baik dan jernih maka manusia akan memiliki nilai spiritual yang baik.

    ReplyDelete

  16. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Ketika lelah dengan segala sesuatu terbebani oleh banyak pikiraj. Lantas tak perlu mengeluhkannya. Kita hanya perlu bersyukur dan berdoa. Kelelahan itu akan terasa berkurang bahkan bisa menjadi hilang ketika melakukan segala sesuatu yang didasari dengan hati. Terkadang manusia jika melakukan sesuatu yang dimulai dengan rasa tidak ikhlas akan terasa melelahkan, akan tetapi jika dilaksanakan dengan ikhlas semua yang dikerjakan akan ada dalam pikiran dan tidak ada kata lelah.

    ReplyDelete
  17. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Ada kalanya pikiran menjadi terang ada kalanya juga pikiran menjadi gelap. Hakekat sesuatu yang ada dalam pikiran dan luar pikiran berbeda. Tergantung sudut pandang yang memikirkannya. Pikiran akan menjadi terang jika apa yang dipikirkan hanya untuk dengan mengharap ridho Allah.

    ReplyDelete
  18. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Menjadi seorang guru tentu bukan hal yang mudah, banyak liku-liku yang harus diatasi dalam rangka untuk menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Guru memiliki tanggung jawab besar untuk membuat murid-muridnya berpengetahuan dan sukses di masa depan. Guru juga hanya manusia penuh kelemahan karena sebagai makhluk Allah yang tidak sempurna. Namun, hambatan atau keterbatasan yang guru harus dihadapi dengan hati dan berdoa untuk mengharap ridho Allah.

    ReplyDelete
  19. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tugas mulia seorang guru. Namun dalam melaksanakan tugasnya mungkin guru mengalami titk jenuh. Untuk mengatasi hal tesebut maka pintar-pintarlah menjaga hati. Selalu memohon ampun dan mengingat Allah dam keadaan apapun, apalagi ketika sedang mengembarakan pikiran. Bukan hanya guru tapi kita juga sebagai mahasiswa haruslah pintar-pintar menjaga hati.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  20. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagai manusia biasa, lelah merupakan hal yang sudah sangat biasa terjadi dalam diri manusia. Begitu pula menjadi seorang guru pasti dalam suatu waktu juga akan merasakan lelah menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Sebenarnya rasa lelah ini dapat dikendalikan dengan rasa syukur kita kepada Allah atas semua yang dianugerahkan di dunia ini. Menjadi guru pun harus dilaksanakan dengan rasa ikhlas dan penuh syukur. Dengan demikian, rasa lelah yang melanda tidak akan terasa karena terkalahkan oleh rasa syukur.

    ReplyDelete
  21. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Rasa lelah yang dialami oleh guru merupakan hal yang wajar. Lelah ini dapat disebabkan oleh banyaknya permasalahan yang dihadapi baik tentang diri pribadinya ataupun permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di sekolah. Apabila lelah ini muncul ada diri seorang guru maka hendaknya guru itu berdo'a dan mengadu pada Allah supaya menemukan titik terangnya.

    ReplyDelete
  22. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Terkadang guru pasti juga merasakan lelah dengan semua tugas yang harus dihadapinya. Menjadi seorang guru harus melalui perjuangan yang tidak biasa-biasa saja. Guru harus memiliki sifat sabar apalagi dalam menghadapi murid yang pasti karakteristiknya berbeda-beda. Rasa lelah ini muncul dari hati yang mungkin sedang galau, tidak konsistennta antara hati nurani dan pikiran sehingga menimbulkan gejolak atau pertentangan yang menyebabkan lelah. Oleh karena itu, guru harus senantiasa berdo'a dan memohon petunjuk pada Allah.

    ReplyDelete
  23. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sebaik-baik manusia adalah manusia yang berakal, yaitu senantiasa menanutkan antara hati dan pikiran. Dengan hati tidaklah orang itu merasa lelah dalam mencari sesuatu yang baik. Dan sekali lagi kututurkan bahwa tidak selamanya apa yang dianggap baik itu sebenarnya baik, dan tidak selamanya apa yang dianggap buruk itu sebenarnya buruk. Dan bahwa apa yang dilakukan dengan berat namun demi tujuan yang baik maka itulah yang terbaik.

    ReplyDelete
  24. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Seseorang disuntik itu sebenarnya baik. Sakit memang namun itu untuk menyembuhkan. Maka terimalah dengan ikhlas. Dunia itu berat, jika mental kita tidak mampu mengatasi beratnya dunia, maka temakanlah kita. Inilah sebenar-benarnya perjuangan mental, perjuangan untuk menemukan jalan dalam menyesuaikan hati dan pikiran. Maka terimalah dengan ikhlas. Inilah pendidikan bangsa timur yang kukenal. Tidaklah sesuatu itu dapat tercapai tanpa perjuangan. Setiap kisah yang berujung manis, selalu saja ditengarai oleh konflik-konflik menyayat hati. Karena "Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian".

    ReplyDelete
  25. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Meskipun guru harus terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuannya, guru juga harus menggunakan hatinya. Aktivitas berpikir bukan berarti dengan tanpa melibatkan hati. Berpikir hendaknya disertai dengan doa agar pikiran kita tidak terlalu mengembara jauh sampai melupakan spiritual. Keadaan pikiran yang kacau dan hati yang kacau merupakan keadaan gelap. Maka agar pikiran dan hatinya menjadi terang guru harus banyak-banyak berdoa selama berpikir. Namun, disamping itu guru juga harus menyempatkan diri untuk berhenti berpikir, merefleksi, dan merenung. Gunakan hati dengan mengistirahatkan pikiran untuk beribadah dengan khusyuk serta memohon ridho dan ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  26. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Sebagai guru itu ada senang dan susahnya, senang karena dapat berbagi ilmu, dapat bersedekah ilmu, berkenalan dengan orang-orang baru, dan lain sebagainya. Tetapi disisi lain, ada ruang yang gelap yang berisi masalah-masalah yang dihadapi. Karena disamping harus mengonsep pembelajaran, guru harus memahami karakter siswa agar dapat mengonsep pembelajaran yang maksimal. Masuk pagi, pulang sore, dirumah selain melakukan evaluasi juga harus menyiapkan RPP untuk pembelajaran esok hari. Oleh karena itu, akan muncul kelelahan, kebosanan, dll. Tetapi untungnya, melihat siswa-siswa dapat belajar dengan ceria, bersemangat, senang, akan membuka pintu ruangan yang gelap itu menjadi terang. Selain itu, insyallah nantinya siswa-siswanya kelak akan membuatkan jalan yang bagus menuju tempat yang benar-benar terang.

    ReplyDelete
  27. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dalam hati manusia, sebelum ia bertindak atau berbuat sesuatu, ia sudah mempunyai suatu kesadaran atau pengetahuan umum bahwa ada yang baik dan ada yang buruk. Pada saat-saat menjelang suatu tindakan etis, pada saat itu kata hati akan mengatakan perbuatan itu balk atau buruk. Jika perbuatan itu baik, kata hati muncul sebagai suara yang menyuruh. Namun, jika perbuatan itu buruk, kata hati akan muncul sebagai suara yang melarang. Jadi dalam berfikir untuk menentukan setiap keputusan seyogyanya selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan kata hati.

    ReplyDelete
  28. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Tentu semua orang punya batas kelelahan. Ketahanan berpikir setiap orang berbeda-beda. Ada yang kuat untuk berpikir dalam dan lama, ada yang tidak dan merasa lebih baik memikirkan hal lain yang lebih riil dan dibutuhkan dalam keseharian. Jadi, tentu bisa lelah dalam berpikir, tapi manusia tidak akan berhenti berpikir. Selama otak masih berfungsi, proses kognisi tidak akan berhenti. Otak kita hebat, kita seharusnya tidak akan lelah untuk berpikir. Jika semua manusia lelah berpikir, maka peradaban akan berhenti berkembang. Langkah yang bisa dilalui ketaka muncul perasaan lelah dalam berfikir adalah berdoa, berdoa, dan berdoa dalam keridhoan Allah SWT

    ReplyDelete
  29. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ada kalanya pikiran melakukan aktivitas berpikir yang terus menerus akan lelah. Sehingga harus diiringi dengan suara hati. Karena saat pikiran lelah maka hatilah yang dapat menenangkan diri sendiri.

    ReplyDelete
  30. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Untuk menggapai dunia maka banyak menemukan titik jenuh, susah berfikir lagi, badan lemah, motivasi menurun, putus asa dan lain sebagainya. Hal ini merupakan hal yang wajar karena manusia memiliki keterbatasan dalam hidupnya, manusia membutuhkan istirahat. Otakkun membutuhkan istirahat. Oleh karena itu hal yang penting dilakukan adalah dengan memaksimalkan potensi diri berusaha untuk mencapai batas diri dengan merenungkan dan mengevaluasi tentang apa yang telah dilakukannya baik dan buruknya sebagai seorang guru. Serta sudah dapatkah memberikan waktu siswa dalam aktivitas belajarnya. Memberikan waktu istirahat guru dan memberikan waktu istirahat juga kepada siswanya.

    ReplyDelete
  31. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam elegi menggapai terang ini terlihat bahwa kelelahan dan kebosanan boleh jadi melanda setiap orang dalam menjalani setiap pekerjaan yang tengah dilakoni. Keikhlasan dalam hati asdalah salah satu kunci agar setiap pekerjaan yang dilakukan agar menjadi sebuah keberkahan dan ladang amal bagi diri pribadi. Begitu halnya seorang guru, begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh seorang guru, dimulai membuat perangkat pembelajaran, mengajar, mengoreksi, mendidik dan masih banyak lagi, adalah wajar jika suatu waktu guru merasa lelah dan bosan. Namun kembali guru harus memiliki semangat dalam hati dan kembali mengingat Allah agar diperoleh kekuatan dan ketenangan dalam mengajar setiap harinya.

    ReplyDelete
  32. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk menjadi guru yang terampil tentulah tidak mudah mudah, butuh pembelajaran dan latihan terus menerus. Ada kalanya seorang guru sampai pada titik jenuh dalam hidupnya dalam mengejar, hal tersebut mungkin saja metode pembelajaran yang dilakukannya selama 10 tahun terakhir sama saja dengan menggunakan ekspositori. Oleh karena itu agar seorang guru tidak jenuh, maka ada baiknya seorang guru mahir dan terampil dalam menggunakan berbagai macam metode pembelajaran. Sehingga antara guru dan siswa tidak mengalami kejenuhan dalam proses belajar mengajar.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  33. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Seorang guru misalnya jika ingin menggapai terang, maka yang harus dilakukan adalah harus ikhlas dalam menjalankan tugas. Dengan ikhlas hati dan pikiran makan apa pun yang akan kita lakukan akan menjadi lebih mudah. Karena ikhlas merupakan salah satu cara agar kita dapat menjalani kehidupan yang ada. Dalam hidup pastinya ada masa kita mengalami kegelapan, maksudnya kita sudah benar-benar tidak dapat memikirkan sesuatu, sehingga untuk melakukan apa pun terasa berat dan susah. Selanjutnya untuk menunjang profesi guna guna menghasilkan hasil yang baik maka guru juga harus profesional. Untuk menjadi guru yang profesional maka tentulah tidak mudah semudah membalikkan telapak tangan, butuh pembelajaran dan latihan terus menerus, pengalaman yang memadai serta ilmu yang mendalam. Namun, seiring waktu ada kalanya seorang guru sampai pada titik jenuh dalam hidupnya dalam mengajar, hal ini terjadi terkadang karena materi ajar, metode pembelajaran, suasana di kelas dan sebagainya maka dari itu diperlukan kreatifitas dalam setiap pertemuan agar tidak merasa bosan karena jika kita menggunakan metode yang monoton saja di tiap kelas serta di setiap bahan ajar maka yakin dan percaya hal ini akan sangat membosankan.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  34. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Belajar merupakan salah satu kewajiban manusia. Tanpa belajar kita tidak akan mudah tertipu. Jika kita semakin merasa tidak tahu maka sebenarnya kita sedang belajar, sebaliknya jika kita merasa tahu semua hal maka sebenarnya ilmunya sedikit. Orang yang belajar adalah orang yang selalu mencari tahu apa yang tidak ia ketahui.

    ReplyDelete
  35. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Ketika kita melihat sedikit cahaya maka kita akan melihat kegelapan yang lain yang berarti apabila kita sudah mengetahui suatu ilmu maka kita akan sadar bahwa ilmunya kita masih sedikit. Dalam proses belajar terkadang kita merasa bosan dan lelah. Kelelahan bisa muncul karena kita tidak lekas bisa dengan apa yang dipelajari.

    ReplyDelete
  36. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Seorang guru hendaknya tidak lelah untuk belajar. Belajar materi yang diajarkan, belajar memahami siswa-siswinya, belajar menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, belajar menjadi fasilitas bagi siswa-siswinya. Jangan pernah merasa kemampuan dan ilmu yang dimiliki sudah cukup untuk menjadi seorang guru. Pemikiran seperti ini akan mengahambat kemajuan dalam menjadi guru yang baik dan berkembang.

    ReplyDelete
  37. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Guru mempunyai metodenya sendiri-sendiri dalam mengajar. Meski apa yang didapat di bangku kuliah adalah sama, implementasinya bisa berbeda. Metode yang paling tepat adalah mengawali semuanya dengan berdoa. Bertemu muridnya dan mengucapkan salam. Menghormati hak-hak siswa dan sebagainya. Insya Allah profesi guru sangat banyak keberkahan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  38. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Kelelahan tidak bisa menghalangi kita untuk terus, terus, dan terus belajar. Apabila kita sudah merasa lelah, itu pertanda bahwa doa kita melemah. Doa adalah kekuatan fisik, spiritual, dan emosional. Untuk itu, kita harus selalu berdoa dalam segala keadaan untuk meng-upgrade semangat kita. Akan tetapi jika kita merasa telah berada dalam terang, terang hanya ada disekitar atau ditempat yang kita inginkan tetapi jauh kedepan akan terlihat bahwa kegelapan akan tetap ada. Semoga Allah SWT akan selalu menuntun kita dalam melaksanakan tugas.

    ReplyDelete
  39. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Sebenar-benar menggapai pengetahuan adalah dengan merenung, memikirkan, serta mengimplementasikan. Berikan waktu pada diri untuk merenungkan. Jangan terlalu dipaksakan, tetapi jangan terlalu terlenakan. Implementasikan setiap pengetahuan sebagai amal kebaikan agar kita memperoleh sebenar-benar keberkahan. Wallahu a’lam...

    ReplyDelete
  40. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Elegi diatas memberikan pelajaran bahwa guru untuk menggapai terang maka dia harus ikhlas dalam menjalani pengabdiannya. Tanggung jawab guru yaitu guru sebagai pengajar, guru sebagai pembimbing, dan guru sebagai administrator. Memiliki tanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapi Menjalinan antara pengajaran dan ketatalaksanaan pada umumnya. Merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.

    ReplyDelete
  41. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Kehidupan ini penuh dengan kontradiksi. Kita merasa kenyang karena kita tahu rasanya lapar, kita mengatakan panas karena tahu rasanya dingin, begitu pula kita mengatakan terang karena kita tahu bagaimana itu gelap. "Sekarang aku merasa terang setidaknya untuk melihat yang gelap. Walaupun aku merasakan bahwa terang sedikit yang aku dapatkan ternyata menyebabkan aku bisa melihat gelapku yang lebih banyak lagi dan berlipat-lipat jumlahnya. tetapi yang jelas aku sekarang sudah sembuh dari rasa lelahku. Karena selama aku mendengarkan titahmu aku selalu melantunkan doa-doaku." Maknanya adalah setelah kita memahami sesuatu, kita akan merasa semakin banyak yang belum kita ketahui. Itulah sebenarnya belajar, kita belajar karena banyak hal yang belum kita ketahui karena keterbatasan kita. Semakin berisi semakin merunduk, semakin berilmu makin kita merasa banyak yang belum diketahui.

    ReplyDelete
  42. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tak ada yang sia – sia di dunia ini, selagi itu merupakan hal yang baik. Banyak hal baik yang dapat kita lakukan di dunia ini, bahkan untuk akhirat sekalipun. Tak ada salahnya untuk melakukan hal baik, misalkan belajar. Banyak cara belajar yang dapat kita lakukan pun tanpa kita sadari, yaitu misalkan dengan bertanya dengan orang lain, membaca, dan lain – lain. Bukankah di dunia ini kita harus menuntut ilmu sebanyak - banyaknya. Selagi itu merasa bermanfaat maka lanjutkan. Hendaknya selalu berpikir positif terhadap apapun. Dan semoga kita selalu bisa mengambil sisi positif dari apa yang terjadi. Amin.

    ReplyDelete
  43. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Ada satu kalimat yang menarik perhatian saya dari elegi diatas. Kalimat tersebut adalah ‘Kelelahan dalam pikiranmu pertanda belum terang dalam hatimu. Dan gelapnya hatimu dapat menyebabkan kacaunya pikiranmu. Kelelahan pikiranmu adalah tanda kacaunya pikiranmu.’ Kalimat tersebut mengajarkan kira bahwa dalam berpikir seharusnya dilandasi dengan hati yang bersih dan ikhlas sehingga tidak menimbulkan kelelahan dalam pikir. Apabila rusak hatinya maka rusak juga pikirannya. Oleh sebab itu hendaknya hati senantiasa berjalan di atas do’a agar kita terhindar dari kelelahan pikir.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id