Mar 8, 2011

Elegi Seminar Sehari Di Sarang Lebah




Oleh Marsigit

Raja Lebah:
Wahai semua anggota Panitia Seminar Sehari ....setelah menerima saran-saran dari anakku perihal mendidik generasi lebah yang lebih terbuka dan demokratis...maka saya bermaksud menetapkan tema seminarnya adalah Menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saya akan mengundang dua nara sumber. Pertama, temanku sendiri si Lebah Statusquo. Kedua, adalah si gurunya anak saya yang bernama Bagawat. Saya sendiri yang akan menjadi moderator. Undang semua guru lebah.

Panitia Seminar Lebah:
Wahai sang Raja Lebah...kami siap melaksanakan semua perintahmu. Semua seksi sudah dibentuk, konsumsi, peralatan, penerima tamu, bendahara, ....semuanya telah siap melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun kami masih memohon nasehat bagaimana menyukseskan seminar ini?

Raja Lebah:
Bagussss...ketahuilah bahwa seminar ini justru akan saya gunakan untuk menyebarluaskan ajaranku. Tak pedulilah siapa itu Bagawat. Oleh karena itu saya mengundang Lebah Statusquo agar dia menjadi nara sumber supportingku. Kesempatan pertama di pagi hari adalah presentasi dari Lebah Statusquo dan presentasi kedua di siang hari adalah Bagawat. Saya harap agar Bagawat bisa mendengarkan paparan Lebah Statusquo supaya bisa mengerti bagaimana kita bisa menyiapkan Guru Lebah Bertaraf Internasional.

Raja Lebah:
Wahai hadirin semua...berbahagia saya menyaksikan semua 600 Guru Lebah telah hadir pada seminar ini. Sebelum dimulai acara marilah kita bersama nyayikan yel-yel Raja Lebah Yang Bijak.

Peserta Seminar Labah:
Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak.. Raja Lebah Yang Bijak.... Raja Lebah Yang Bijak... Raja Lebah Yang Bijak...

Raja Lebah:
Cukup...cukup...wah hebat sekali. Ternyata yang namanya bersatu padu itu hebat sekali. Satu dalam suara, satu dalam pikiran, satu dalam tindakan, satu dalam pakaian, satu dalam perasaan, satu dalam makanan, satu dalam perjuangan, satu dalam visi dan misi, satu dalam langkah, satu dalam cita, saru dalam rasa, satu dalam pangkat...oh nanti dulu yang ini saya ralat, satu dalam jabatan...oh nanti dulu yang ini juga saya ralat, satu dalam nasib...oh nanti dulu yang ini saya agak bingung, satu dalam menyerang musuh, satu dalam mempertahankan negara, satu dalam duka, satu dalam suka...oh nanti dulu yang ini aku juga agak bingung. Serba satu, kompak, menurut semua perintahku itulah yang selalu aku idam-idamkan. Maka inilah satu-satunya cara agar engkau mampu menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Jaganlah banyak bertanya...kalau perlu tidak perlu bertanya. Jika terpaksa bertanya maka pertanyaanmu itu harus the best atau tanyakan yang baik-baik. Pikirkan dan anggaplah bahwa metodeku itu adalah metode yang terbaik. Marilah kita bersama menyanyikan Himne Resep Raja Lebah.

Peserta Seminar Lebah:
Resep..resep...resep...si Raja Lebah. Jangan lupakan resep..resep.... Hapalkan diluar kepala resep...resep...si Raja Lebah....hafal...hafal...hafalkan...hafalkan. Si Raja Lebah...satu-satunya resep yang paling baik di dunia.

Raja Lebah:
Good...good...wah terasa intuisiku telah tertarik keluar melihat dan mendengar semuanya itu percaya seribu persen kapada resepku. Aku berpesan tak perlu hiraukan omongan para nara sumber. Wong dia saya undang hanya sebagai formalitas saja. Walaupun saya undang ...nara sumber itu hanya akansaya beri waktu sedikit saja...barang dua sampai tiga menit....agar tidak terlalu banyak ngomong. Kamu boleh mendengarkan presentasi dari Lehab Statusquo...karena dia itu pro denganku. Sedangkan untuk Bagawat...janganlah dengarkan dia itu. Makanya dalam seminar ini lebih banyak waktu akan saya gunakan sendiri sebagai moderator untuk mendidikmu. Jawab yel ku Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Peserta Seminar:
Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah! Hidup Raja Lebah!

Raja Lebah:

Hahhhh...hehhh....dengan demikian aku tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan danaku untuk memberi transport dan akomodasi kepadamu semua. Marilah kita nyanyikan Mars Raja Lebah: Dengarkan...Camkan...Laksanakan...Laporkan. Sepuluh kali.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...waktunya tinggal lima menit...padahal Lebah Statusquo belum bicara.

Raja Lebah:
Oh..hah...hah...wahai Lebah Statusquo...engkau sudah duduk di sampingku sejak tadi ta? Silahkan bicara tetapi waktunya tinggal dua menit.

Lebah Status Quo:
Hadirin semua...karena waktunya tinggal dua menit maka intisari bicara saya adalah setuju dengan semua yang disampaikan moderator yaitu si Raja Lebah. Demikianlah semoga tercapai cita-cita anda semua. Amiin.

Raja Lebah:
Kita beri applause kepada Lebah Statusquo yang telah memberikan presentasinya dengan sangat bijaksana dan luar biasa. Bersiaplah semua juru kamera untuk mengabadikan gambar dimana saya akan memberikan piagam penghargaan kepada Lebah Statusquo. Lha di mana Bagawat? Hai panitia...dimanakah Bagawat.

Panitia Seminar Lebah:
Maaf sang Raja Lebah...hingga saat ini sang Bagawat belum tampak hadir. Tetapi sekarang waktunya sudah istirahat.

Raja Lebah:
Wah rugi saya...maksudku...bicaraku panjang lebar itu juga agar bisa didengarkan oleh Bagawat. Sialan belu datang dia.

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin sekarang saatnya kita ISOMA.

Raja Lebah:
Peserta seminar yang berbahagia...setelah cukup ISOMA...marilah kita mulai lagi dengan sesion ke dua di siang hari. Sebelumnya saya ingin menyampaikan teori umumku untuk sukses menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional. Saking pentingnya teoriku itu maka anda semua tidak boleh lupa. Hapalkan dan ingatlah selalu serta amalkan setiap saat. Boleh juga teoriku itu engkau anggap Ajimat dalam hidupmu. Sekali lagi teoriku adalah: Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah. Bagaimana? Ayo yel-yelkan bersama!

Raja Lebah:
Whussszzz...semprul ki...Dua kalimat yang terakhir jangan di ucapkan!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Sekali lagi!

Peserta Seminar:
Dengarkan Titah Sang Raja Lebah, Camkan Titah Sang Raja Lebah, dan Laksanakan Titah Sang Raja Lebah.

Raja Lebah:
Good...good...wahai peserta seminar yang berbahagia dengarlah teoriku bagaimana engkau semua bisa menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional, berikut ini bersifatlah tertutup, bersikaplah angkuh terhadap ide-ide lain, jangan terlalu percaya kepada pembaharuan, anggaplah seolah-olah hanya diri kita sendiri yang ada, kalau perlu lawanlah perubahan, patenkan eksploitasi, dominasilah keadaan, lawanlah arogansi dengan arogansi, andalkan kekuatanmu, lakukan komunikasi searah, hargailah tamu-tamu yang bermanfaat saja, waspadai ide yang lain, kalau perlu curilah kebaikan orang lain, penjilat itu juga ada gunanya, menekan bawahan itu juga ada manfaatnya, bekerjasama dengan Neopragma Dunia Selatan juga ada manfaatnya, menutup telinga dari bisikan baik juga ada perlunya, bersifat eksklusif juga ada perlunya, protektif juga ada perlunya...dst. Wahai peserta seminar....ternyata aku capai juga membawakan presentasiku. Saya minta anda tetap duduk dengan seksama di kursi anda masing-masing dan saya akan Mengantuk barang 2 atau 3 menit. Janganlah menjadi peserta seminar yang tidak kreatif. Walaupun saya tertidur dii hadapanmu semua, maka ambil pula hikmah-hikmahnya. Perhatikan, catat dan tanyakan perihal bagaimana saya mengantuk, gaya mengantuk saya, berapa kali saya mendengkur ketika saya tertidur di depan sisni. Nggger...nggerrrrr....nggerrrrrrr.

Panitia Seminar:
Maaf...sang Raja Lebah...waktunya tinggal empat puluh lima menit. Sebetulnya sekarang itu jatahnya sang Bagawat untuk bicara. Bagawat sudah duduk di sampingmu sejak tadi.

Raja Lebah:
Ohhh..oh..silahkan Bagawat bicara.

Bagawat:
Peserta seminar yang berbahagia, pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk bertemu di sini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Raja Lebah atas undangannya kepada saya untuk presentasi makalah saya. Hadirin semua menurut saya kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Setinggi-tinggi motivasi dan kehendak baik adalah bekerja atau belajar itu berlandaskan iman dan taqwa. Dengan demikian kita akan terbebas dari perasaan sombong, iri, dengki, ...dst. Kedua, yaitu kita perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Jika anda semua menghendaki ingin menjadi Guru Lebah Bertaraf Internasional maka anda perlu mengembangkan sikap bagaimana agar anda mampu meraih atau memperoleh sifat-sifat sebagai seekor Guru Lebah Bertaraf Internasional. Ketiga, kita harus mempunyai pengetahuan tentang diri kita sendiri, masyarakat kita, serta tentang sifat tujuan kita. Jadi kita juga harus mengetahui apa sifat-sifat Guru Lebah Bertaraf nternasional itu. Untuk itu maka baca dan bacalah, belajar dan belajarlah, tanya dan bertanyalah, tulis dan menulislah, diskusi dan diskusikanlah, terbuka dan terbukalah, janganlah bersifat tertutup, kembangkan komunikasi, berpikirlah positif, hargailah tamu-tamu anda, dengarkan kebaikan walau dari seorang lebah anak-anak sekalipun, promosikan inovasi, janganlah bersikap proteksi, lawanlah statusquo, kembangkan kerjasama dengan yang lain, tidaklah bisa kita hidupsendiri, bersikaplah kritis terhadapsemua teori bahkan jika teori itu berasal dari atasanmu, bahkan kritislah terhadap pikiranmu sendiri, berpikirlah merdeka, janganlah bersikap sobong dan arogan, bersikaplah bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu. Kembangkan keterampilanmu disertai doa dan ikhtiar. Sesungguhnya berdoa dan belajar itu bersifat kontinu, artinya engkau itu berdoa dan belajar setiap saat dan dimanapun. Berikutnya adalah mencari pengalaman. Ketahuilah bahwa serendah-rendah orang mencari ilmu itu adalah jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Maka dimensimu akan meningkat jika ilmumu juga bermanfaat bagi lainnya. Setinggi-tinggi lebah atau orang mencari ilmu adalah jika dia bisa mengembangkan ilmunya secara sistemik. Maka tidaklah cukup jika engkau hanya mencari ilmu di dalam atau disekita Sarang mu itu. Engkau harus terbag jauh dari sarangmu agar engkau memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Tidak hanya itu kalau perlu engkau juga mengembangkan jejaring kerjasama atau networking pengembangan ilmu untuk menjawab bagaimana menjadi Guru Lebah bertaraf Internasional. Demikianlah sepintas presentasi saya...apakah ada pertanyaan?

Semua Peserta Seminar Lebah bertanya:
Alhamdullilah...wahai sang Bagawat...itulah yang selama ini aku cari dan aku rindukan. Kami semua masih mengharapkan pembicaraanmu walau sampai malampun.

Bagawat:
Ooh..tidak saya di sini adalah tamu. Baiklah karena waktunya sudah habis...maka saya kembalikan kepada moderator...lho...mana moderatornya?

Panitia Seminar Lebah:
Hadirin yang saya hormati...saya informasikan bahwa dikarenakan masuk angin maka moderator seminar ini Sang Raja Lebah telah meninggalkan acara ini. Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sang Bagawat. Dengan ini saya mewakili moderator, marilah seminar ini kita tutup dengan berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Amiiin.

30 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Tidak perlu menjadi guru yang bertaraf internasional untuk menjadi guru yang baik. Sebenar-benarnya guru adalah guru yang ikhlas dalam mengajarkan siswa-siswanya, ikhlas memberikan ilmu kepada siswa-siswanya, guru yang memberikan kesempatan bagi siswanya untuk berkembang, guru yang mengerti sifat-sifat siswanya, dan guru yang dapat memberikan motivasi kepada siswanya untuk belajar.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Perbedaan pendapat di dunia adalah hal yang wajar karena sifat manusia yang berbeda-beda. Kesombongan yang ditunjukkan oleh Raja lebah sering terjadi dalam kehidupan. Menganggap diri paling benar dan menginginkan semua orang sependapat serta mengikutinya. Jika teori atau pendapatnya memiliki dasar, wajar dan tidak bertentangan dengan nalar kita serta norma dan nilai hang ada dalam masyarakat, maka tidak ada masalah untuk mengikutinya. Tapi ikut-ikutan tanpa dasar dan alasan berarti kita telah diprovokasi. Seperti begawat, kita harus belajar untuk bersikap kritis, positif, kreatif, inovatif, dan terbuka untuk menggapai kompetensi dan ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan niat baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan pada iman dan taqwa. Selain itu, komptensi dan ilmu itu haruslah kita kembangkan secara sistemik dan amalkan agar dapat bermanfaat bagi orang lain.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Perbedaan pendapat di dunia adalah hal yang wajar karena sifat manusia yang berbeda-beda. Kesombongan yang ditunjukkan oleh Raja lebah sering terjadi dalam kehidupan. Menganggap diri paling benar dan menginginkan semua orang sependapat serta mengikutinya. Jika teori atau pendapatnya memiliki dasar, wajar dan tidak bertentangan dengan nalar kita serta norma dan nilai hang ada dalam masyarakat, maka tidak ada masalah untuk mengikutinya. Tapi ikut-ikutan tanpa dasar dan alasan berarti kita telah diprovokasi. Seperti begawat, kita harus belajar untuk bersikap kritis, positif, kreatif, inovatif, dan terbuka untuk menggapai kompetensi dan ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan niat baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan pada iman dan taqwa. Selain itu, komptensi dan ilmu itu haruslah kita kembangkan secara sistemik dan amalkan agar dapat bermanfaat bagi orang lain.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Guru yang baik dapat membagikan ilmu yang dimiliki dan dapat memberikan teladan yang baik bagi peserta didik. Sehingga tidak hanya mengajarkan tentang ilmu yang dimiliki akan tetapi juga mendidik karakter peserta didik. Calon generasi penerus bangsa yang baik akan seimbang antara ilmu dan sikap yang yang dimiliki. Apa guannya menjadi pintar jika sikapnya buruk begitu pula sebaliknya. Sehingga diharapkan dengan berkesinambungannya ilmu dengan karakter baik yang dimiliki dapat memberikan kontribusi yang baik untuk perkembangan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sebagai sorang guru hendaknya mempunyai sifat yang terbuka, bisa menerima kritik dan saran yang diberikan oleh orang lain, serta bisa mengikuti pembaharuan yang ada. Selain itu diperlukan banyak membaca, belajar, bertanya, menulis, berdiskusi, komunikas, berpikir positif sehingga kita kelak akan menjadi guru yang semakin baik dalam mengajar siswa dan semakin memajukan dunia pendidikan.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Menjadi guru yang baik, jujur serta dapat mengajar dengan profesional itu sudah snagat membantu siswa dalam memahami materi. Terlebih jika ingin menjadi guru yang bertaraf internasioanl, banyak yang harus dipenuhi di dalamnya. Misalnya dengan banyak membaca, banyak belajar, banyak menulis, banyak diskusi, bersifat terbuka, mengembangkan komunikasi diskusi, berpikirlah positif, kembangkan kerjasama dengan yang lain, bersikap kritis terhadap pikiran sendiri,, janganlah bersikap sombong dan arogan, bersikap bijaksana terhadap arogansi yang menimpa dirimu, bersikaplah positif terhadap suatu ide, dan janganlah bersikap eksklusif. Tetapi sebenarnya menjadi guru biasa-biasa itu sudah cukup dan yang terpenting berguna mencerdaskan generasi penerus bagi bangsa dan negara ini.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah terus belajar, belajar, dan belajar. Belajar dimanapun dan kapanpun, belajar dari siapapun. Bahkan dari anak- anak sekalipun. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah bersikap kritis, tidak hanya mengikuti perintah atasan. Untuk menjadi guru bertaraf internasional haruslah membangun jaringan dengan yang lainnya, dengan guru- guru lain untuk saling berdiskusi, saling berbagi kebermanfaatan. Karena dimensi kita kan meningkat jika ilmu yang kita miliki juga bermanfaat bagi lainnya.

    ReplyDelete
  8. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Bukan seperti sang raja lebah yang tertutup dan sombong akan pengetahuan yang dimilikinya, padahal pengetahuannya itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan pengetahuan yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Apa yang bisa disombongkan dari makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, maka seharusnya kita tidak boleh sombong. Kunci menjadi guru internasional adalah belajar dan belajarlah, belajar melalui membaca, bertanya, menulis dan masih banyak lagi sarana untuk belajar.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Prof, saya sangat tertarik, mengapa Prof Marsigit memilih kata "Guru Lebah Bertaraf Internasional" ?? Hehee, elegi ini sangat menyegarkan pikiran saya. Perbedaan pendapat itu sangat wajar. Setiap pribadi memiliki pendapat, teori, persepsi sendiri mengenai suatu hal. Selagi masih diberikan umur dan waktu untuk hidup, di sanalah kita diberikan kesempatan untuk belajar, belajar dan terus belajar. Begitupun juga guru, walaupun guru memiliki pengetahuan yang lebih luas dari siswa, namun harus selalu menghargai pengetahuan siswa. Tidak boleh sombong dan harus terus belajar dan belajar.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Seorang guru yang baik adalah bukan hanya mampu mengajar dengan baik tapi juga harus mampu menjadi teladan yang baik bagi siswa-siswanya. Sebagai guru harusnya juga mempunyai sifat terbuka karena sebenar-benarnya seorang guru adalah manusia yang tidak sempurna karena itu sangat mungkin bagi seorang guru suatu saat melakukuan kesalahan. Ketika suatu saat guru dikritik atau berbuat salah maka terimalah itu dan segera memperbaiki diri agar dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas diri.

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Para peserta seminar pada elegi di atas menggambarkan bagaimana kondisi pendidik di negeri dimana, mengahapal dan melaksanakan sesuai dengan kehendak otoriter, dan kekuasaan menggambarkan bagaimana dia membatasi sang bgawat untuk menyampaiakan makna sebagai guru yang sebenarnya. Maka sebenar-benarnya guru adalah yang sesuai dengan yang disampaiakn begawat.

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    FIlosofi jawa mengatakan bahwa guru itu "digugu lan ditiru". Setiap tingkah yang diperlihatkan oleh guru akan diikuti oleh siswa. Dan apa yang disampaikan oleh guru akan dipraktekan dikehidupannya siswa. Jika guru itu baik maka generasi penerus yang dicetak pun juga baik.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Keangkuhan dan kesombongan dalam raja lebah memang nyata di kehidupan, bahkan para calon-calon guru yang diharapkan bertaraf internasional ini pun kadang seperti Raja Lebah dan kadang juga bisa seperti Statusquo yang hanya ikut-ikutan Statusquo. Ikut-ikutan bukan hal yang salah, selama itu punya dasar dan alasan yang cukup masuk akal tidak ada masalah. Hendaknya kita bisa belajar bersifat kritis, kreatif, inovatif, dan terbuka terhadap dunia. Kita juga harus tetap memperkuat iman agar terhindar dari godaan duniawi.

    ReplyDelete
  14. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Untuk menjadi guru bertaraf Internasional memang tidaklah mudah. Berdasarkan elegi di atas guru harus meningkatkan kompetensi yang ada di dalam dirinya dengan niat yang baik tulus ikhlas, tidak didasari rasa sombong. Untuk menjadi guru bertaraf Internasional hal utama yang harus dilakukan pastinya adalah belajar, belajar, belajar. Mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, senantiasa berpikir kritis dan positif terhadap situasi yang dihadapi. Dengan begitu semoga guru-guru di Indonesi semakin meningkat kualitasnya, aminn.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Saya sangat terkesan dengan elegi ini. Elegi ini menceritakan bagaimana cara menjadi guru yang baik. Kita tidak boleh sombong, harus mau menerima nasihat dari orang lain. Ilmu yang kita dapatkan jangan hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi berbagilah kepada yang lain agar bermanfaat bagi orang lain dan sekitar kita.

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Ilmu pengetahuan itu luasnya bagai samudera, bagai buih dalam lautan. Saat ini kita dunia semakin terbuka. Dunia seakan tanpa batas dan sekat-sekat lagi. Itulah globalisasi. Namun sekali lagi bahwa pengetahuan itu luas dan tidak hanya ada pada satu tempat. Memberikan ilmu dengan ilmu yang diperoleh di satu tempat sama saja dengan mengajarkan ilmu itu di tempat itu saja.

    ReplyDelete
  17. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Istilah populernya adalah katak dalam tempurung. Bahwa katak itu hanya tau kondisi yang ada dalam tempurung sempit itu. Sifatnya untuk melompat tetap tidak dapat lagi dilakakukan sang katak karena terkurung dalam tempat sempit nan gelap. Bukalah tempurung itu agar katak itu mampu melompat sesuai kodratnya. Dan yang mampu membuka tempurung itu tudak lain dan tidak bukan adalah makhluk-mkhluk yang ada dalam dimensi yang lebih besar dari sang katak.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Menjadi guru yang baik tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dilalui. Menjadi guru terbaik harus dapat menerima saran dan terbuka dalam menghadapi pembaharuan. Seperti yang diungkapkan bagawat dalam elegi ini bahwa dalam mencari ilmu ataupun dalam mengembangkan potensi sebagai guru harus dilandasi dengan niat niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Guru juga harus menyelaraskan sikap dan perbuatan dengan niat atau cita-cita. Guru perlu memperluas pengetahuan dengan banyak membaca, belajar, bertanya, berdiskusi, terbuka, berpikir positif, melakukan inovasi, mengembangkan pengalaman, keterampilan, dan lain sebagainya. Selain itu juga sangat penting bagi guru untuk dapat mengembangkan kerja sama internasional. Dengan demikian, Insya Allah ilmu dan kemampuan yang kita miliki akan membawa manfaat bagi dunia maupun akhirat. Aamiin.

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Menjadi guru bertaraf internasional harus menjadi visi seorang guru mengingat guru tidak hanya mengajarkan muridnya berlari sendiri untuk menggapai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi dirinya sendiri lupa kalau seharusnya larinya guru harus lebih cepat daripada muridnya dalam menggapai perubahan perkembangan zaman. Maka Slogan sebuah iklan “Inovasi Tiada Henti” harusnya tetap terpatri pada jiwa guru untuk menjadi guru yang profesional dan modern agar guru bisa menjadi guru yang bertaraf internasional .

    ReplyDelete
  20. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kompetensi apapun yang diraih oleh siapapun itu harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka serta berlandaskan kepada iman dan taqwa. Hal itupun harus dimiliki oleh seorang guru yaitu dengan iman dan taqwa. Dengan iman dan taqwa maka guru akan senantiasa melakuan inovasi-inovasi dalam pembelajaran, terbuka dalam menerima kritik dan saran, selalu mengembangkan kemampuannya dengan mencari informasi dan pengalaman-pengalaman yang baru, bekerja sama, sering berdiskusi, bersikap kritis terhadap semua teori dan pikiran yang ada dari luar maupun dari dalam pikiran sendiri dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Adalah pentng menjadi guru yang professional agar mampu mendidik dan mengajar peserta didik menuju konteks yang tidak hanya bernilai sebagai manusia biasa. Melalui profesionalitas itu tentulah guru akan menjadi suri tauladan yang baik bagi para peserta didik. Peserta didik akan selalu menantikan pengajaran yang diberikan oleh guru tersebut karena apapun yang diberikannya selalu memberikan motivasi dan nilai-nilai berharga dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk mendapatkan wawasan yang luas tentulah kita jangan hanya belajar didaerah kita sendiri. Terkadang kita harus keluar untuk belajar, keluar dari daerah dimana daerah tersebut mempunyai keanekaragaman. Apa gunanya wawasan yang luas. Wawasan yang luas berguna untuk memahami orang lain. Seseorang itu bersikap radikal karena dia hanya mempelajari satu buku saja yang jadi pegangannya, ketika ada buku yang lain yang memberikan pendapat yang berbeda maka ia akan menentangnya habis-habisan. Oleh karena itu sebaiknya jika mau menambah wawasan maka harus belajar keluar, keluarlah kita dari tempurung daerah kita, sehingga sekembalinya nanti kita akan menjadi lebih bijak dalam memahami pendapat seseorang.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Pada elegi di atas menggambarkan bahwa janganlah cepat merasa puas dengan ilmu pengetahuan yang telah kita pelajari karena belajar itu tidak akan pernah ada ujungnya/tidak akan pernah berakhir. Jangan pernah takut untuk mencari ilmu di mana pun kita berada karena pada era sekarang ini di mana pengaruh globalisasi membuat kita bisa bebas dan tak terbatas untuk bisa melakukan apa pun itu. Namun itu semua kita hendaknya dalam belajar untuk selalu niatkan dalam hati yang baik, ikhlas serta tulus. untuk mendapatkan wawasan yang luas tentulah diperlukan berbagai macam pengalaman, maka dari itu hijrahlah dari tempatmu, lalu temukan ilmu di dalam rantauanmu. Ilmu bukan hanya dapat diperoleh dari bangku sekolah namun ilmu pula dapat diperoleh dari pengalaman, dengan berhijrah kita akan bertemu dengan berbagai teman serta berbagai macam karakter, budaya dan sebagainya maka kita akan menjadi orang yang bijaksana dalam bertindak, berpikir serta mengambil keputusan.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  24. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam setiap tindakan kita di kehidupan dunia ini seyogyanya harus dilandasi dengan niatan hati yang tulus dan ikhlas sehingga implementasi tindakan akan berada pada koridor yang benar dan akan bermanfaat bagi kemaslahatan bersama. Kemudian, setelah memperbaiki niat agar tetap terjaga kesucian tindakan maka kita harus mampu mengenal diri sendiri dan lingkungan di sekitar diri. Hal ini dapat kita peroleh dari usaha belajar yang berkelanjutan dan terus-menerus, membaca, menulis, dan mencari ilmu pengetahuan di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Oleh karena itu perbanyak membaca, belajar, bertanya, menulis, berdiskusi, komunikasi, berpikir positif, menghargai orang lain, dan lain sebagainya sehingga kita memperoleh banyak ilmu.

    ReplyDelete
  25. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Untuk menjadi guru bertaraf internasional kita harus siap menyongsong perubahan, jangan ada lagi sikap menganggap dirinya yang paling benar, menutup telinga, menutup mata akan dunia luar sehingga menjadi sombong dan angkuh. Yang perlu dimiliki adalah sikap positif, kritis, tulus, ikhlas, dan terbuka.

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sudah kodrat manusia. Sudah kodrat ingin menguasai dunia. Sudah kodrat silau akan kepalsuan dan kegemerlapan dunia. Sudah kodrat manusia mengikuti hal-hal yang enak-enak saja. Sudah kodrat manusia merasa paling dan paling. Namun untungnya kita masih punya sisi hati baik. Karena hati ada dua sisi. Yaitu sisi baik dan buruk. Agar selalu kuat, hati perlu ditanami kebaikan-kebaikan dan selalu bermunajat, menangis, dan uzlah sejenak menghadap kepada Allah.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Banyak upaya yang terus dilakukan untuk mengupayakan perbaikan Pendidikan di Indonesia. Banyak cerdik cendikia yang sengaja dihadirkan untuk menyampaikan materi yang sangat luar biasa. Tetapi pada akhirnya semua itu menjadi makna ketika semua hanya berhenti pada tataran wacana tanpa ada eksekusinya. Sebenar-benar guru yang baik adalah yang mau berubah ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Menjadi seorang guru sangat tidak mudah. Seorang guru harus terbuka, dan ikhlas menerima kritikan untuk kebaikan diri dan muridnya. Selain itu menjadi seorang guru bukan hanya urusan profesi, tapi guru adalah masalah tentang pengabdian. Sebagai bentuk pengabdian, guru harus ikhlas menjalani pengabdian tersebut. Banyak guru yang hidupnya serba tidak berkecukupan tapi mereka tetap bertahan dengan profesinya sebagai guru, karena tugas guru dianggap sebagai tugas mulia yang tidak bisa diukur dengan uang. Guru banyak disegani murid dan masyarakat karena pengabdiannya, kesederhanaannya, dan pantang menyerah di tengah terbatasnya fasilitas dan kurang perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap profesi guru. Maka sbaik-baiknya Hidup adalah untuk memberi,bukan untuk menerima.

    ReplyDelete
  29. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Hidup ini penuh dengan pelajaran, untuk bertahan hidup manusia butuh belajar. Belajar tidak memandang usia, karena saat ini jamannya long live education. "...Berikutnya adalah carilah kesempatan untuk memperoleh ketrampilan. Sebenar-benar terampil adalah jika engkau mampu menggunakan segenap kebaikanmu, menggunakan segenap akalmu dan menggunakan segenap sikap positipmu... " Kita harus selalu berusaha mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan kita. Kita harus selalu belajar. Sebagai guru kita harus selalu berusaha untuk berkembang. Misalnya melalui diklat, workshop dan seminar-seminar. Sebagai mahasiswa kita harus selalu membaca, mencari referensi, jangan langsung puas dengan ilmu yang kita peroleh di kelas.

    ReplyDelete
  30. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hal yang saya dapatkan dari membaca elegy di atas yaitu melakukan apapun dengan kompetensi yang dimiliki seperti bekerja dan belajar, harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus, ikhlas, terbuka yang disertai iman dan taqwa. Itulah cara agar diri ini tidak sombong, iri, dengki, dan penyakit hati lainnya. Hal yang lain yaitu perlu menyelaraskan sikap dan perbuatan kita dengan niat atau cita-cita kita. Hendak berpikir kritis, berpikir merdeka, tidak bersikap sombong dan arogan, bersikap bijaksana terhadap arogansi yang menimpa diri, bersikap positif dan menghargai atau bahkan menerima terhadap suatu ide, dan jangan bersikap eksklusif. Berikutnya adalah mencari kesempatan untuk memperoleh ketrampilan, menggunakan kebaikan diri, menggunakan akal dan bersikap positif. Mengembangkan keterampilan disertai doa dan ikhtiar. Dan tak henti – hentinya mencari pengalaman. Semoga kita dapat melakukan hal seperti itu. Amin.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id