Mar 8, 2011

Elegi Pemberontakan Para Bagawat Mitos Teori Kemampuan Otak




Oleh Marsigit

Bagawat Para Mitos:

Wahai sang Transenden...dengan ini aku menyatakan memberontak kepada dirimu dan semua Bagawat yang mengaku logos.

Transenden:

Perihal apa engkau memberontak itu?

Bagawat Para Mitos:
Saya tidak terima telah dipermalukan oleh salah seorang Bagawat yang mengaku logos dari dunia selatan. Dia telah memporakporandakan Teori Kemampuan Otak yang selama ini aku bangun dan aku promosikan dan merupakan sumber kehidupanku.

Transenden:
Bagaimana kejadiannya..sehingga engkau merasa dipermalukan?

Bagawat Para Mitos:
Ah..enggan aku mengatakannya..karena tak seimbang dengan pikiran dan kemampuanku. Tetapi baiklah begini ceritanya. Ketika aku mengenalkan perihal Kemampuan Otak Kiri atau Otak Kanan mulanya tidak ada masalah. Tetapi begitu aku mencoba mengenalkan Kemampuan Otak Tengah...kelihatannya sang Bagawat Selatan mulai tersinggung dan marah.

Transenden:
Lho..kalau cuma tersinggung dan marah...apa masalahnya...tinggal pergi saja kanberes?

Bagawat Para Mitos:
Tidak hanya di situ persoalannya. Sang Bagawat Selatan kemudian membuat teori tandingan yang disebut sebagai TIKO, yaitu Teori Imaginer Kemampuan Otak.

Transenden:
Apakah TIKO itu?

Bagawat Para Mitos:
Menurutku TIKO itu teori gila, ngawur, tidak ilmiah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Transenden:
Lho ..mengapa seperti itu?

Bagawat Para Mitos:
Bayangkan saja ...untuk menyelidiki Kemampuan Otak Kiri, Kanan dan Tengah ...itu diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang tidak sedikit. Lha Bagawat Selatan hanya dalam waktu sekejap mampu menciptakan TIKO untuk menandingi teoriku itu?

Transenden:
Lho...apa hebatnya TIKO itu? Kalau dia memang tidak hebat, mengapa engkau kebakaran jenggot?

Bagawat Para Mitos:
Emmm....menurutku sih ...sebetulnya...TIKO itu cukup hebat. Dia mampu merangkum semua teoriku. Jika aku hanya berteori tantang Otak Kiri, Otak Kanan dan Otak Tengah. Gila...itu si Bagawat Selatan. Dia dengan TIKO nya malah mampu menciptakan Teori Kemampuan Otak tidak hanya Kiri, Kanan, dan Tengah...tetapi Depan, Agak Depan, Agak Belakang, Belakang, Agak Kiri, Agak Kanan, Atas, Agak Atas, Bawah, Agak Bawah...dst...malah jika diekstensikan dia konon mampu mengidentifikasikan setiap lokasi kemampuan otak. ...gila nggak?

Transenden:
Lho..kalau hebat ...mengapa engkau enggan mengakuinya? Apa dasarnya dia membuat teori TIKO itu?

Bagawat Para Mitos:
Menurutnya...TIKO itu dibuat atas dasar pengalaman, sosiologi, psikologi, antropologi, teori pendidikan, pengamalan agama, spiritual, kontekstual, local genious, filsafat dan ilmu humaniora.

Transenden:
Perasaanku bisa menangkap sedikit pesan yang telah dibuat Bagawat Selatan itu. Tetapi kalau itu memang sebuah ide original...mengapa tidak digunaan saja sebagai inspirasimu untuk melakukan penelitian lanjutan. Siapa tahu memang TIKO itu juga ada benarnya? Jikalau toh TIKO itu tidak mengandung kebenaran, paling tidak sang Bagawat Selatan telah menunjukan daya kritisnya terhadap pikiran-pikiranmu. Atau dengan perkataan lain sang Bagawat Selatan itu telah memproduksi anti-tesis dari tesismu. Jadi apa salahnya jika kita selidiki saja TIKO itu?

Bagawat Para Mitos:
Ini berkaitan dengan masalah harga diri, ...tidak hanya harga diri...tetapi kepentingan strategik....tidak hanya strategik....tetapi geostrategi dan geopolitik...

Transenden:
Ooo.ooo Bagawat Para Mitos...kalimatmu yang terakhir itulah yang menunjukkan bahwa engkau betul-betul Mitos. Engkau sudah berlaku prejudice dan tidak adil terhadap Bagawat Selatan. Bagaimanapun...Bagawat selatan itu mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat. Adapun berlakunya sebuah teori itu bersifat ontologis. Jika Teorimu secara ontologis yang benar maka dengan sendirinya teorimu itu pulalah yang akan bertahan.

Bagawat Para Mitos:
Aku datang ke sini itu untuk minta dukunganmu, tetapi kenapa kelihatannya engkau itu juga terpengaruh dengan teori TIKO.

Transenden:

O...ooo baiklah...nantikan jawaban dan solusiku itu pada kesempatan lain. Saya rasa saya perlu menyelenggarakan Konferensi Internasional Imaginer Tentang Kemampuan Otak. Datanglah.

31 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Tidak ada teori yang dapat dijelaskan secara jelas, entah itu teori dari Barat, Timur, Utara maupun Selatan. Sejelas-jelasnya, sebenar-benarnya, dan sebagus-bagusnya teori akan menjadi mitos. Kalau dipaksakan untuk diperjelas, diperbenar, atau diperbagus maka akan terjebak dalam ruang dan waktu yang gelap.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Ketika kita membuat teori pengetahuan yang kita miliki dan ada orang lain yang mencoba untuk mengkritisi, seringkali kita tidak terima. Hal inilah yang terjadi dalam elegi ini. Dimana begawat para mitos merasa terinjak harga dirinya dan dipermalukan karena pendapat begawat selatan. Padahal ia pun mengakui bahwa pendapat begawat selatan cukup hebat. Namun karena kesombongannya ia tidak mau menerimanya. Sehingga ia berubah menjadi mitos. Kesombongan salah satu sifat yang tidak disukai Allah SWT, karena pada dasarnya kesombongan itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kesombongan bagian dari anti perubahan padahal dalam dunia ini perubahan selalu datang dan kita seharusnya siap dengan perubahan apa pun itu karena tidak ada yang bersifat tetap di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Setiap orang terlahir dalam keadaan otak yang berbeda beda. Bukan dalam arti otak cerdas atau bodoh akan tetapi bagaimana cara kita menggunakan otak kita saat baru lahir dengan memahami sesuatu secara mendalam. Bagaiman aperan sebuah ilmu dapat mempenagaruhi kinerja otak. Karean sebuah pola pikir yang baru membuka jalan baru untuk otak berkembang. Sehingga kita harus dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan jaman dengan mencari ilmu seluas-luasnya. Jangan samapai kita terjerumus dalam mitos karena tidak berusaha mencari ilmu.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sikap yang dimiliki oleh bagawat mitos ini menggambarkan sikap manusia yang mempunyai rasa sombong terhadap apa yang telah diperolehnya, selain itu menggambarkan sikap yang tidak mau menghargai penemuan dari orang lain dan hanya mengganggap penemuannya adalah hal yang paling benar.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Dengan berpikir maka ilmu akan didapat , terutama jika kita berpikir kritis. Manusia dikarunia sebuah kepala yang didalamnya terdapat bagian yaitu otak yang merupakan pusat utama dalam pengendalian aktivitas dan berpikir kita. Karena begitu pentinya komponen ini maka dia terlindungi oleh pertahanan yang kokoh di bagian kepala kita. Bagaimana kita berpikir maka menurut teori imajiner kemampuan otak adalah hasil refleksi dari kehidupan kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  6. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Berpikir kritis merupakan hal penting yang harus kita lakukan dimanapun dan kapanpun. Bahkan ketika kita mendengar teori hebat dari para ahli yang telah melakukan penelitian bertahun- tahun kita tetap harus berpikir kritis, tidak menerimanya begitu saja. Seperti yang dilakukan oleh begawat selatan ketika mendengarkan teori tentang otak dari begawat para mitos. Begawat selatan bahkan mampu membuat teori baru. Dan seharusnya begawat para mitos tidak marah akan teori yang dibuat begawat selatan tetapi bersikap kritis untuk meneliti lebih jauh lagi, tetapi begitulah para mitos. Oleh karena itu kita harus berhati- hati dengan para mitos, jangan sampai kita terjebak oleh para mitos dan berhenti berpikir kritis.

    ReplyDelete
  7. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Itulah mitos yang selalu tidak mau mengalah terhadap logos, padahal mengakui bahwa teori begawat selatan itu hebat, tetapi demi harga dirinya serta kepentingannya tidak mau menerima atau bahkan mendukung sesuatu yang lebih baik dari yang ia punya, ia terlalu sombong untuk itu semua, dan kita harus berhati-hati dengan mitos itu.

    ReplyDelete
  8. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Ketika manusia sudah memiliki kedudukan dan kekuasaan, dia pasti memiliki harga diri yang tinggi. Manusia yang memiliki harga diri yang tinggi akan memiliki sikap sombong dan tidak mau menghargai karya orang lain. Semua elegi yang ditulis oleh prof marsigit dalam blog ini terus menerus menyadarkan pembaca untuk selalu memiliki sikap rendah hati dan toleransi.

    ReplyDelete
  9. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Pada hakekatnya manusia adalah berbeda karena itu perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Kita jangan berpikir kalau pendapat kita adalah yang paling benar karena kita juga perlu mengakui bila pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat kita. Dengan perbedaan pendapat dapat memperluas pikiran kita. Untuk itu dalam setiap kesempatan kita harus tetap menghargai pendapat orang lain baik itu benar maupun salah.

    ReplyDelete
  10. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika

    Begawat para mitos menunjukkan betapa beberapa dari kita akan terjebak mitos atau dengan kata lain berhenti karena maeras ailmunya sudah cukup yang menimbulkan kessombongan. Sehingga terlihat begawat mitos si atas tidak mau menerima kenyataan adanya pendapat lain yang mengungkapkan tentang teori otak seperti yang telah dikembangkannya selama ini.

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pentingnya teori TIKO dalah berperilaku di kehidupa masyarakat. Setiap manusia akan menyadari berbagai pengaruh perilaku yang dilakukan oleh otak kanan maupun otak kiri. Artinya manusia harus dapat memahami berbagai karakter masing-masing orang.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Di atas langit masih ada langit, maka setinggi-tinggi ilmu atau teori yang kita ciptakan pastilah ada yang melebihinya. Semakin tinggi ilmu kita, hendaklah kita semakin rendah diri agar ilmu tersebut bermanfaat bagi orang lain. Janganlah kesombongan yang kita utamakan, namun rendah dirilah, karena di setiap kelebihan yang kita miliki pastilah ada kelemahan di dalamnya.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Membahas tentang mitos teori kemampuan otak. Pada umumnya, otak dibagi menjadi 2 bagian; otak kanan untuk mengatur anggota tubuh bagian kiri dan otak kiri untuk mengatur anggota kanan. Namun menciptakan Teori Kemampuan Otak tidak hanya Kiri, Kanan, dan Tengah...tetapi Depan, Agak Depan, Agak Belakang, Belakang, Agak Kiri, Agak Kanan, Atas, Agak Atas, Bawah, Agak Bawah, dst dan jika diekstensikan dia konon mampu mengidentifikasikan setiap lokasi kemampuan otak. Saya berpendapat itu disebabkan otak memiliki milyaran sel yang bekerja dalam koridornya sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Setiap manusia memiliki otak yang berisi milyaran sel saraf yang berguna untuk berpikir. Otak kanan untuk anggota tubuh yag kiri dan otak kiri untuk anggota tubuh yang kanan. Manusia perlu bersyukur dianugrahi otak yang dapat menyimpan memori sekian banyaknya.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Setiap bagian otak memiliki kemampuan masing-masing. Bukan hanya otak kanan dan kiri saja. Hal itu sesuai dengan teori kemampuan otak dimana setiap bagian keil otak memiliki koridor dan tugas masing2 untuk mengatur kerja tubuh dan berpikir. Sungguh, Maha Besar Allah yang menciptakan begitu menakjubkan otak.

    ReplyDelete
  16. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dunia selatan terlebih dahulu menemukan teori kemampuan otak yang tentunya memajukan ilmu pengetahuan. Namun ketika kita diberikan sebuah teori, apakah kita hanya menerimanya begitu saja. Tentunya kita harus mempunya pemikiran yang kritis dalam hal ini. Tetapi kita juga memiliki keterbatasan kemampuan dalam membuktikan hal itu. Setiap teori pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya, dan janganlah kita berlaku seperti bagawat para mitos yang lumat-lumat menolak teori yang ada hanya karena masalah kepentingan, bukan esensi dari ilmu pengetahun itu sendiri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  17. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Otak hanyalah otak sebagai alat untuk berpikir. Bukan hanya berpikir, tetapi otak juga kumpulan syaraf-syaraf yang mampu mengendalikan setiap gerak-gerik makhluk hidup.Bahkan saat kita mati kecil pun otak masih bekerja. Otak adalah misteri yang belum tuntas dijawab. Kemampuan yang diciptakan oleh miliaran sel belum dapat dijelaskan secara sempurna. Samapai detik ini pun pastilah ada yang masih memikirkan tenatng teori tentang otak. Aku hanya memahami otak sebagai organ penting untuk menjalankan tubuh dan berikir bahkan ke wilayah transenden sekalipun.

    ReplyDelete
  18. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Otak adalah komponen tubuh paling kompleks dan berhubungan semua sitem saraf manusia. Meskipun otak bekerja untuk keseluruhan tetapi semua sistem saraf yang ada bisa bekerja seseuai dengan tugasnya masing-masing. Otak adalah sumber dari semua sistem saraf yang dimiliki oleh setiap makhluk. Jadi mengingat begitu dahsyatnya keajaiban otak maka sangat miris sekali jika otak itu dibagi menjadi hanya 3 bagian saja.

    ReplyDelete
  19. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Otak adalah tempat berfikir. Manusia menggunakan semua kemampuan otaknya baik disadari maupun tidak. Tempat berfikir tentang pengalaman, sosiologi, biologi, psikologi, antropologi, teori pendidikan, pengamalan agama, spiritual, kontekstual, local genious, filsafat dan ilmu humaniora. Otak dapat terus berkembang maupun menurun dalam hal kemampuan hal ini didasari oleh seberapa lama dan banyak ia memperoleh sebuah pengalaman yang dipikirkan oleh otaknya dan seberapa lama dan banyak ia berfikir kritis tentang sesuatu maka otakpun akan mengikutinya perkembangan itu.


    ReplyDelete
  20. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi pemberontakan para bagawat mitos teori kemampuan otak diatas memperlihatkan betapa banyak dari kita akan terjebak oleh mitos-mitos karena merasa lebih baik dari yang lain dan merasa ilmu sudah cukup hingga pada akhirnya menimbulkan sifat sombong. Padahal setiap yang ada dan mungkin ada di dunia ini pastilah memiliki kekurangan sehingga tidak ada hal yang perlu disombongkan dalam hidup.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengubah paradigma yang telah disepakati oleh sebagian besar manusia memang tidaklah mudah. Butuh perjuangan ekstra keras dan bukti-bukti empiris bahwa pendapat yang baru tersebut lebih benar dari pendapat sebelumnya. Saya disini mengatakan “lebih benar” karena saya tidak ingin mengatakan bahwa paradigma sebelumnya itu salah. Mengubah paradigma yang telah menjadi kesepakatan sebagian besar manusia sangatlah tidak mudah, bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya, seperti halnya ketika zaman kegelapan dimana bumi berbentuk datar adalah kesepakatan yang selama itu disepakati, sehingga ketika copernicus dan Galileo menyatakan bahwa bumi itu bulat maka ia dihukum habis-habisan, bahkan galileo menghabiskan masa hidupnya didalam penjara. Seungguh keadaan yang sangat memprihatinkan. Namun Ketika christoper Colombus berhasil membawa bukti empiris bahwa bumi itu bulat, maka runtuhlah paradigma zaman kegelapan.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Elegi di atas sekali lagi mengingatkan kita betapa sifat sombong itu sangat dekat dengan kita. Sayangnya kita sering sekali terjebak dengan penyakit hati ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan setiap harinya tidak menjadikan kita merasa lebih dari yang lain tetapi menjadikan kita sadar betapa kecilnya kita di alam semesta ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Ilmu pengetahuan akan semakin berkembang. Kita sebagai orang yang terpelajar hendaknya mampu mengkritisi ilmu-ilmu yang sudah ada. Akan lebih baik lagi apabila kita mampu membuat anti tesis dan sintesisnya berdasarkan pengalaman dan penelitian dengan bukti yang empiris. Apabila kita sebenarnya mampu membuat anti tesis dan mensintesiskan tetapi kita tidak mau melakukannya, itu berarti kita terjebak dalam mitos. Selain itu, kita juga harus lebih terbuka terhadap ilmu-ilmu baru atau inovasi yang telah dikembangkan oleh orang lain. Apabila kita enggan untuk menerima pembaharuan dan merasa bahwa apa yang telah kita temukan merupakan sesuatu yang sudah puncak dan tidak dapat dibantah lagi maka dapat dikatakan bahwa kita telah terjebak oleh mitos.

    ReplyDelete
  24. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, sosial, filsafat, agama, etnik. Sehingga setiap individu memiliki pandangan masing-masing, termasuk dalam hal pendapat. Kita jangan berpikir kalau pendapat kita adalah yang paling benar karena kita juga perlu mengakui bila pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat kita. Dengan perbedaan pendapat dapat memperluas pikiran kita yang sebelumnya belum kita ketahui. Dan mengenai hal yang berkaitan denga ilmu, janganlah bersifat sombong dengan ilmu yang dimiliki, Semakin tinggi ilmu kita semakin rendah hati kita. Jangan sombong karena kelebihan yang kita miliki pasti ada beberapa kelemahan di dalamnya. Mahabesar Allah yang telah menciptakan manusia dengan sempurna diciptakan dengan diberi otak dan pikiran. Semoga kita dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin

    ReplyDelete
  25. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Kita jangan berpikir kalau pendapat kita adalah yang paling benar karena kita juga perlu mengakui bila pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat kita. Namun demikian dalam perbedaan pendapat sering kali kita memandang rendah dan tidak menghargai pendapat orang. Hal ini tentunya akan membuat orang lain menjadi tidak nyaman karena ini adalah salah satu bentuk kesombongan kita. Sudah kita ketahui bahwa kesombongan salah satu sifat yang tidak disukai Allah SWT, karena pada dasarnya kesombongan itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kesombongan akan menutup mata, pikiran, dan hati kita, karena sudah tertutup semua pintu untuk menggapai ilmu maka ilmu baik apa pun yang datang untuk kebaikan kita kita hanya akan menganggap bahwa ilmu kita itulah yang paling baik walaupun sebenarnya ilmu kita sudah jauh tertinggal. kesombongan akan menjadikan kita seorang berilmu tetapi tidak bernurani. Kesombongan bagian dari anti perubahan padahal dalam dunia ini perubahan selalu datang dan kita seharusnya siap dengan perubahan apa pun itu karena tidak ada yang bersifat tetap di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.
    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  26. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Ilmu Pengetahuan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Banyak
    teori yang kadang berbenturan dan bertentangan satu sama lain. Menjadi kedewasaan pikir ketika kita mampu mengkritisi setiap teori yang ada. Lebih bijaksana pula ketika kita mampu menjadi pribadi yang tidak fanatik kepada satu teori tertentu, karena segala sesuatu sangat terikat dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  27. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Elegi di atas menyangkal adanya pembagian otak kanan dan otak kiri. Bahwa otak tidak sesederhana itu. Munculnya Teori Imajiner Kemampuan Otak bertujuan untuk melengkapi apa yang belum dijelaskan dalam otak kanan dan kiri. Kemampuan otak merupakan kerjasama antara otak kanan, kiri, dan tengah. Semua sistem dalam otak bersinergis saling bekerjasama supaya dapat berfungsi dengan baik. Jika ada kerusakan pada salah satu bagian, mereka tidak akan bisa berfungsi dengan baik.

    ReplyDelete
  28. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Salah satu tanda dari adanya Tuhan adalah penciptaan otak manusia. Manusia memiliki organ (otak) yang manusia sendiri tidak memahami secara haikiki apa dan bagaimana otak manusia ini. Otak seperti sedang mempelajari dirinya sendiri. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak. Berbagai misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa.

    ReplyDelete
  29. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Ada dua hal yang menjadi perhatian saya dari elegi ini. Pertama, otak bekerja sebagaimana fungsinya, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Setiap bagian otak sejatinya bekerja dengan perannya masing-masing sesuai dengan perannya. Kedua adalah saya menyoroti tentang bahaimana begawat para mitos berusaha untuk menutupi suatu teori baru karena dia merasa pemikirannya tersaingi. Ini memberikan pelajaran bahwa ketika kita tidak menggunakan logos maka kita akan terkena mitos dan terus berusaha mencari dukungan dari mitos.

    ReplyDelete
  30. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Apa yang ditunjukkan Bagawat Para Mitos dalam elegi di atas sungguh tak patut dijadikan teladan. Ia merasa pendapatnyalah yang paling benar sedangkan pendapat orang lain salah. Di kehidupan saat ini di mana setiap dari kita bebas mengemukakan pendapat, kita perlu mencamkan pesan Prof. Marsigit dalam elegi di atas di mana setiap orang mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat. Adapun berlakunya sebuah teori itu bersifat ontologis. Jika Teorimu secara ontologis yang benar maka dengan sendirinya teorimu itu pulalah yang akan bertahan dan dipakai oleh banyak orang.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  31. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Kita tentu tidak mau kembali ke zaman dahulu di mana mengemukakan pendapat saja adalah hal yang sangat sulit, terlebih ingin membantah keyakinan orang-orang zaman terdahulu yang sebagian besar tidak berdasar fakta rasional. Sebagai contoh teori awal yang menyatakan bahwa bumi itu datar. Sehingga ketika copernicus dan Galileo menyatakan bahwa bumi itu bulat maka ia dihukum habis-habisan, bahkan galileo harus menghabiskan masa hidupnya didalam penjara. Seungguh keadaan yang sangat memprihatinkan. Hingga akhirnya christoper Colombus berhasil membawa bukti empiris bahwa bumi itu bulat, butuh usaha keras hingga pendapat tersebut bisa diterima orang banyak hingga saat ini.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id