Mar 8, 2011

Elegi MengungkapTempurung Pendidikan




Oleh Marsigit

Tempurung Pendidikan Archaic:
Wahai para siswa, selama engkau belum mau bicara maka tongkatku ini tidak akan saya ambil dari kepalamu. Selama engkau belum benar menggambarnya, maka engkau tidak terbebas dari pukulanku. Camkan itu. Sebagai uji coba maka terimalah pukulanku untuk mengetahui seberapa efektif pukulanku bisa mendidikmu.

Tempurung Pendidikan Tribal:
Wahai muridku, untuk setiap pengetahuan yang engkau dapat dari diriku, maka tebusannya adalah pilih, boleh satu pukulanku, boleh satu tendanganku atau kalau nggak mau pilih maka tunggu siksaanku. Untuk setiap kelalaianmu maka terimalah sepuluh hukumanmu.

Tempurung Pendidikan Anarkhis:

Wahai muridku, untuk setiap satu kebaikan yang engkau raih dariku, maka tebusannya adalah kuasaku. Jika engkau bisa mengukur-ukur kekusaanku maka ambillah satu kebaikkan dariku. Jika engkau tidak mau dengan kesepakatan ini, maka nantikanlah siksaanku. Sungguh aku lebih kuasa menyiksamu dari pada membiarkanmu.

Tempurung Pendidikan Kanibal:
Wahai muridku, untuk setiap derajat kekuasaanmu yang engkau raih dariku maka tebusannya adalah persembahanmu, terserah engkau akan mempersembahkan apa dari diriku. Tetapi jika terpaksa engkau tidak dapat melakukan persembahan sedikitpun kepada diriku, maka tebusannya adalah dirimu sendiri. Sebagi uji coba terimalah gigitanku ini, sekaligus supaya engkau mengerti betapa pedih gigitanku itu.

Tempurung Pendidikan Pedalaman:
Heemm apapun yang terjadi aku tidak mungkin tidak meluluskan walaupun satu saja dari muridku. Jelas di depan mataku, di sebalik semak-semak, orang tua siswa selalu siap membawa pedang dan siap menghunjamkannya kepada diriku manakala mendengar putranya tidak akan lulus. Heem ingat semua muridku silahkan engkau menghendaki apa dariku, pasti saya kabulkan.

Tempurung Pendidikan Laskar:
Heem ingat semua muridku, slogan pendidikanku adalah laskar tanpa batas. Paradigmanya adalah menghancurkan musuh. Berlatihlah sampai berdarah-darah. Lebih baik berdara-darah dalam latihan dari pada berdarah-darah dala pertempuran. Sebesar-besar pengorbananku adalah untuk diriku. Siapkan jiwa ragamu. Jika terpaksa engkau telah gugur di sini maka itu bersifat off the record dan hanya untuk konsumsi kalangan sendiri. Ingat motoku, jadikanlah dirimu mesin-mesin pembunuh musuhmu.

Tempurung Pendidikan Terpencil:
Hemm tak ada pilihan lain, aku tidak tahu mengapa saya tahu-tahu telah bergaul dengan murid-muridku yang jumlahnya sedikit, kadang datang, kadang silih berganti. Sudah cukup bagus bagi diriku mengajar empat hari dalam satu minggu, karena jika hujan maka aku terpaksa hanya dua kali mengajar. Tetapi jika sampai banjir, maka dua minggu aku libur.

Tempurung Pendidikan Prematur:

Wahai para murid-murid baru, aku dipercaya sebagai sub cabang pendidikan buat dirimu. Walaupun aku tidak mempunyai sertifikat untuk mendidikmu, walaupun aku hanya berbeda satu tahun lebih tua darimu, tetapi akau telah memaksa untuk mendapatkan mandat bisa mendidikmu. Aku tak peduli apakan namanya plonco atau ospek. Pimpinanku memberikan mandat kepadaku itu dikarenakan dia terpaksa dan juga karena dia tidak mengerti. Maka untuk setiap kebaikan yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah keburukanmu. Untuk setiap ilmu yang engkau peroleh dariku tebusannya adalah penderitaanmu. Semau tebusanmu itu telah menjadikan seakan libidoku telah berhasil menguasaimu semua. Itulah jati diriku yang selama ini aku dambakan. Sebagai perkenalan maka terimalah pukulanku ini. Itulah uji coba kekuatan libidoku.

Tempurung Pendidikan Lokal:

Hemm sayangnya saya hanya bisa mendengar informasi saja. Dari koran bungkus roti, aku kok pernah mendengar ada guru dikirim TOT, apa itu TOT? Aka juga pernah membaca Lesson Study tetapi hanya judulnya saja. Apa itu Lesson Study. Dunia kok semakin rumit, mbok sudah nggak usah repot-repot. Akupun tak akan pernah datang jika diuandang MGMP, karena hanya membahas rencana-rencana yang pada akhirnya mungkin ujung-ujungnya iuran. Tetapi ada satu berita dikoran di mana saya sangat ngiler, konon apa iya guru akan digaji dua kali lipat? Untuk yang terakhir ini, wah apapun akan saya lakukan jika saya bisa mendapatkan kesempatan.

Tempurung Pendidikan Ilalang:
Wahai muridku, ketahuilah bahwa aku menjadi gurumu itu karena takdir saja. Aku sebenarnya tidak suka menjadi gurumu, dan tidak suka mempunyai murid dirimu. Aku juga tidak mampu mendidikmu dan juda tidak mampu menghidupimu. Jangankan menghidupimu, untuk hidupku sendiri saja aku kesulitan. Maka jika engkau mampu bertahan, bertahanlah di situ. Jika tidak maka pergilah. Berikan khabar pada diriku jika engkau sudah mampu memberikan sesuatu kepada diriku.

Tempurung Pendidikan Munafik:
Hai murid-muridku. Dikarenakan tugas sajalah aku terpaksa menjadi gurumu. Tetapi aku ingin sampaikan ambilah kebaikan dari keburukanku. Ambilah kecerdasan dari kebodohanku. Ambilah kelebihan dari kekuranganku. Ambilah teladan dari bukan teladanku. Pahami dan laksanakan pikiranku, walaupun aku juga sulit melaksanakannya. Jangan lakukan keburukan walaupunaku sulit mencegah diriku melakukannya. Segala yang baik datangnya dari diriku, dan segala yang buruk datangnya dari dirimu.

Tempurung Pendidikan Jalanan:
Ikut aku. Duduk dan berdiri disini. Kamu harus bisa tampil supaya dikasihani banyak orang. Jangan bicara capai. Tunggu kode-kodeku dari seberang jalan. Setiap putaran lampu merah, bawalah kesini uangnya. Awas jika tidak menurut perintahku, akan aku pukul engkau.

Tempurung Pendidikan Feudal:
Ning nong ning gung...wahai punggawa buwatlah wargaku agar selalu mengerti tentang Rajanya, siapa dia, bagaimana sifatnya, bagaimana perasaannya, bagaimana pikirannya, bagaimana harapannya, bagaimana tuntutannya, bagaimana peraturannya, bagaimana sedekahnya, bagaimana ...dst. Maka didiklah wargaku itu untuk mengerti sopan santun. Sadarkan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari atas. Ilmu, rejeki, kebenaran, etika, estetika, aturan, tata cara, adat istiadat, ...itu semua datangnya dari atas. Sadarkan dulu tentang kewajiban-kewajiban sebagai warga. Kalau usul harus pakai aturan..misal pepe di alun-alun. Berpikir juga dari atas ke bawah, maka ajarkan pada mereka untuk selalu memikirkan yang ada dibawahnya, dan jangan sekali-kali memikirkan yang ada di atasnya, karena yang demikian akan melanggar kodrat. Buatlah banyak-banyak mitos tetapi jangan disebut sebagai mitos, sebutlah mereka itu warisan nenek moyang yang adiluhung yang datangnya dari atas pula. Maka didiklah mereka agar jangan terbiasa memikirkan mitos, karena sebenar-benar mitos itu adalah metodeku. Maka sadarkan pula bahwa metode itupun datang nya dari atas. Jika terpaksa aku harus menjelaskan mengapa segala sesuatu itu datangnya dari atas, itu karena aku adalah wakil dari yang Maha Kuasa.


Tempurung Pendidikan Tradisional:

Wahai muridku, duduklah yang manis, tangane sideku, tidak boleh nakal, tidak boleh bergerak, tidak boleh bicara, tidak boleh ngantuk, tidak boleh menulis, tidak boleh batuk, tidak boleh melakukan kegiatan sebelum saya suruh. Tidak boleh bernapas..ooh nanti dulu..kalau yang ini boleh nggak ya..ooh silahkan anak-anak..silahkan bernapas sedalam-dalamnya. Duduknya yang tegap, pandanglah selalu wajah saya, dengarkan baik-baik petunjukku. Tidak boleh usul, karena usul itu tidak sopan.

Tempurung Pendidikan Sentral:
Ahh tak beres itu otda. Kalau mereka minta ciri khas, ya ini solusinya ktsp. Mereka tahu apa tentang ktsp. Bikin saja sampulnya tingkat satuan pendidikan, wah ternyata sangat manjur. Mereka ternyata cukup puas dan terbuai dengan sanjunganku itu. Hah hah dasar daerah, maunya juga sok kuasa di daerah, kalau dituruti ya minta semuanya. Ktsp..ktsp..inilah sebenar-benar payungku untuk melenggangkan kuasa pendidikan pusatku terhadap pendidikanmu daerah. Untung pulpennya sang juragan sudah berhasil aku belokkan untuk syahkan ini permen-permen. Permen-permen itulah monumen keberhasilan pendidikan sentralku. Oh permen-permen hanya jika bumi ini terbalik sajalah orang bisa merubah atau mencabutmu. Akan aku buat semua aspek pendidikan bisa dipermenkan. Kalau perlu siswa ijin kencing kekamar mandi juga perlu dijamin dengan permen. Pas dengan pikiran juraganku, bahwa keberhasilan pendidikan di negeri ini dapat diukur dari banyaknya permen.

Tempurung Pendidikan Proyek:

Berapa yang diundang? Oh kurang banyak, kalau sedikit nanti sulit masuk berita. Saya usul jumlah pesertanya 400. Jangan bicara efektif dan kualitas. Nara sumber? Ambil saja dari daerah-daerah terdekat. Pilih hotel yang kompromis. Pilih nara sumber yang kompromis. Ah guru daerah sudah terbiasa dengan porsi yang kecil. Buat pembukaan yang meriah. Undang wartawan. Bukankah berita di koran itu sudah sebagaian dari laporan. Walaupun satu putaran saja, tapi namakan saja tot. Bukankah dengan tot itu akan memberi harapan bagi peserta? Perkara putaran kedua, ketiga ..ah masa bodoh.

Tempurung Pendidikan Kapital/Powernow:
Jangan berlaku bodoh partnerku. Pertama, kembangkan penelitian, teori, dan beri contoh penerapan biar para tradisional, para tribal dan para arhaic terdecak kagum melihat sepak terjang kita. Kedua, kondisikan hidup dengan standar kapital/powernow. Ketiga, ciptakan slogan dan jargon. Keempat, selidiki, cermati seberapa efektif slogan dan jargon yang kita buat berdampak bagi mereka. Ingat sasaran kita adalah sumber daya dan sumber alamnya. Kelima, ajak kerjasama dengan porsi terbatas dan syarat-syarat ketat, walaupun sebetulnya aku tahu bahwa aku dan mereka tidak setara untuk bekerja sama, tetapi sementara biarlah mereke mengenal istilah itu. Keenam, buktikan bahwa mereka ternyata tak mampu bekerja sama dengan kita. Ketujuh, buat mereka tergantung kepada kita, tetapi ingat kalau bisa ketergantungan mereka itu bersifat ikhlas yaitu dengan mengakui dan mengagumi keunggulan kita. Kedelapan,kalau mereka sudah tergantung dengan kita, ciptakan mesin penyedot untuk menyedot sumber alam dan sumber dayanya. Hias mesin penyedotku dengan tradisi dan budayanya,sehingga mereka cukup puas dan bangga menjadikan mesin penyedotku itu sebagai monumen kebanggaan mereka. Bagi mereka yang sudah mulai curiga, libatkan secukupnya kalau perlu diberi kompensasi. Hindarilah bekerjasama dengan mereka yang kritis, karena mereka yang kritis akan mengetahui motif kita. Cari mereka yang berpengetahuan pas-pasan saja, tetapi berambisi, patuh,hormat dan kalau perlu takut dengan kita. Begitulah cara menguasai duniake tiga.

27 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pendidikan sudah banyak mengalami perubahan. Mulai dari perubahan metode pembelajaran sampai pada kurikulum, yang dulunya masih menggunakan metode konvensional sampai saat ini banyak metode-metode pembelajaran yang berkembang. Pendidikan pada zaman dulu berbeda dengan pendidikan zaman sekarang. Dalam perkembangan teknologi saat ini, guru tidak hanya mengajar dengan papan tulis dan kapur atau spidol melainkan memanfaatkan teknologi seperti laptop dan LCD. Sumber-sumber pengetahuan tidak hanya dari buku tetapi bisa didapatkan melalui internet. Inilah salah satu dampak powernow.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Elegi diatas mengungkapkan mengenai praktik pembelajaran yang terjadi di lapangan. Dari berbagai gambaran di atas, terlihat bahwa pembelajaran yang terjadi masih bersifat tradisional. Pada dasarnya, pendidikan di Indonesia masih tradisional, dan tidak bisa dihilangkan karena sudah turun-temurun sejak zaman dahulu. Seperti siswa yang hanya diminta untuk duduk diam dan mendengarkan seluruh penjelasan dari guru. Untuk itu, kita sebagai calon guru harus mampu menciptakan metode pembelajaran yang inovatif. Tentu saja memilih profesi sebagai guru harus tulus ikhlas untuk mendidik tanpa embel-embel apapun.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Macam-macam pendiidkan yang ada di Indonesia sebagian besar masih di dominasi oleh model pendidikan tribal dan archaic. Akan tetapi terdapat pula praktek pendidikan yang masih anarkhis. Disinalah yang harus kita benahi agar kita akeluar dari tempurung pendidkan seperti itu. Pembaharuan sesuai dengan perkembangan jaman sangat diperlukan agar kita tidak terjebak dalam temputung pendidikan yang salah.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Elegi mengungkap tempurung pendidikan ini dapat disimpulkan sebagai pengungkapan atau menunjukkan proses pembelajaran dan praktik pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Terdapat berbagai metode mengajar yang dilakukan oleh guru, dimana dalam proses pengajaran tersebut terdapat banyak tantangan, hambatan serta permasalahan yang harus dihadapi oleh para guru. Sehingga diperlukan pemikiran yang kritis untuk dapat menyelesaikan hal-hal tersebut serta merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam memajukan dunia pendidikan bangsa ini.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pendidikan adalah sebuah hal yang sangat penting bagi setiap bangsa.Dan setiap bangsa memeiliki pengelolaannya masing-masing. Pendidikan negara kita memang masih membingungkan, karena pengeloalannya dan sistemnya yang berubah-ubah. Mulai dari kuruikulum, persyaratan guru, masalah buku, perbedaan anatara sekolah yang di desa dan di kota. Pendidikan didaerah terasa berbeda dengan yang pendidikan di kota, terjadi kesenjangan yang banyak dari kualitas guru hingga sarana dan prasaran. pemerintah harus segera mengatasi permasalahan ini. Pengelolaan dan sistem yang baik akan merubah pendidikan menjadi lebih baik dan perlunya semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam mendukung hal ini.

    ReplyDelete
  6. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tempurung pendidikan ini merupakan gambaran pendidikan serta cara mendidik yang telah terjadi dan yang sedang terjadi di indonesia. Meskipun tempurung pendidikan yang ada seperti perkembangan pendidikan yang ada tetapi sesungguhnya beberapa tempurung pendidikan ini masih dijalani atau terjadi di Indonesia ini. Elegi mengungkap tempurung pendidikan ini seharusnya menjadi pelajaran dan berfungsi sebagai alat instrospeksi bagi diri kita sebagai calon pendidik nantinya.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Penyelenggaraan pendidikan terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu siswa sudah biasa dipukul dan dihukum maka jika saat ini guru takut untuk menghukum apalagi memukul siswa. Jika dulu pendidikan penuh dengan keterbatasan tanpa buku- buku maka saat ini setiap tahun buku terus berganti, bahkan tak terhitung jumlah buku yang ada diinternet. Sayangnya yang berubah hanyalah bentuknya, tetapi tidak kunjung menemukan pola pendidikan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Kita terlalu silau melihat istilah- istilah asing, kurikulum- kurikulum yang berlandaskan ilmu barat sampai menutup mata bahwa teori- teori dari barat belum tentu cocok diterapkan dengan kondisi di Indonesia.

    ReplyDelete
  8. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Pada saat ini, banyak sekali orang yang masuk ke dalam perangkap power now dengan banyaknya orang yang melakukan korupsi atau perbuatan yang tidak halal. Melalui dunia pendidikan, Indonesia mengencar-gencarkan pendidikan karakter untuk merubah pribadi di Indonesia supaya lebih bermartabat. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting untuk mencetak karakter generasi Indonesia sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  9. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan suatu negara. Tapi bagaimana pendidikan akan maju jika praktek-praktek pendidikan yang anarkhis, bahkan model pendidikan yang diterangkan tempurung pendidikan tribal dan arkhaic, masih diterapkan hingga saat ini. Meskipun pendidikan dari masa ke masa selalu berubah dan berkembang. Tugas kita adalah memastikan bahwa perkembangan pendidikan ini menuju ke arah yang lebih baik. Semoga perubahan pendidikan yang kita harapkan untuk bangsa ini dapat segera terwujud.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Elegi mengungkap tempurung pendidikan mencerminkan pendidikan yang terjadi di Indonesia dimana sistem pendidikan terkekang dan terkurung dalam tempurung pendidikan sehingga pembelajaran di Indonesia sebagian besar masih bersifat tradisional. Penyebabnya adalah karena dari pendidik dan pembuat kebijakan sudah merasa nyaman dengan kondisi sekarang dimana mereka mendapat keuntungan yang besar tanpa harus memeras otak secara berlebih sehingga motif mengajar dan mendidik bukan berasal dari ketulusan hati untuk menyalurkan ilmu yang akibatnya akan berdampak pada kualitas dari peserta didik. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dari setiap elemen yang terlibat dalam bidang pendidikan untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa agar sumber daya manusia kita mampu bersaing secara internasional

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi di atas adalah penggambaran tentang beberapa kondisi pendidikan di negara kita ini. Maih banyak yang telihat merugikan murid, baik secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran yang inovatif dan mampu menhidupkan siswa sehingga siswa tidak selalu hidup dalam tempurung.

    ReplyDelete
  12. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya tertarik untuk membahas Tempurung Pendidikan Munafik. Saat ini, pendidikan dapat dikomersialkan. BAnyak guru yang kurang memiliki sanse of teaching. Mereka hanya mengajar tanpa mendidik. BAnyak orang yang berbondong-bondong inginjadi PNS (guru) hanya untuk memperoleh gaji yang lumayang besar tanpa memikirkan bahwa pendidikan bukan untuk disepelekan. Pendidikan itu hal yang penting bagi anak-anak.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Tak dapat dipungkiri, pendidikan yang dikomersialkan hanya dimanfaatkan oelh pihak-pihak tertentu. setiap orang berhak untuk mengenyam pendidikan. Bahkan seharusnya setiap orang berhak sekolah dengan gratis dari sekolah dasar sampai sekolah menengah.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Tidak hanya sampai disitu, banyak orang yang ingin menjadi guru dan kepala sekolah PNS karena tergiur gajinya. Padahal guru itu panutan dan mengajarnya harus ikhlas agar ilmunya sampai pada siswa. Bukan malah lihat gaji yang tinggi. Oleh sebab itu, banyak guru yang mengajar tidak sepenuh hati yang akibatnya penidikan di Indonesia semakin ‘bobrok’.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tempurung pendidikan sentral sekarang adalah kurikulum 2013. Semua mata pelajaran berbasis pada pendekatan saintifik. Saintifik sendiri sebenarnya berasal dari dunia barat. Pemerintah mungkin berharap dengan menerapkan pendekatan ini kita dapat menyamai pendidikan di luar. Namun apakah pendidikan berbasis saintifik sendiri cocok diterapkan di Indonesia. K13 sendiri saat ini terus mengalami revisi tiap tahunnya. Semoga pendidikan Indonesia semakin maju, Amin.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Dari elegi di atas, jika dilihat dari beberapa segi, pendidikan di Indonesia masih terpuruk. Masih terdapat kekerasan guru terhadap murid, murid tidak boleh bertindak sebelum diperintah oleh guru, peraturan dari pejabat pendidikan yang mungkin kurang sesuai,dll. Semoga elegi di atas menyadarkan kita bahwa masih diperlukan adanya perbaikan dan inovasi untuk membuka tempurung pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini mengungkapkan kondisi yang sering terjadi di dunia pendidikan kita. Para pendidik banyak yang bersembunyi dibalik tujuan pendidikan yang digaungkan untuk mencerdaskan bangsa, tetapi di dalam proses praktik pembelajarannya justru berlawanan dengan itu. Praktik pembelajaran di negara kita masih seperti archaic, tribal, anarkis, kanibal, pedalaman, lascar, terpencil, premature, local, ilalang, munafik, jalanan, feudal, tradisional, sentral, dan proyek seperti yang diungkapkan dalam elegi ini. Sementara kita masih merasa nyaman dengan pendidikan yang seperti itu, power now telah menciptakan segala macam rencana untuk memanfaatkan keadaan kita yang sedang tidak tersadar. Power now memiliki cara-cara yang halus untuk menggeser jati diri bangsa kita.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Karena tidak semua bentuk kesewang-wenanangan yang diciptakan oleh powernow tidak bisa kita hindari. Kita dapat emmahami bahwa bhakan pendidikan pun ia terobos untuk memanipulasi kita. Kebiadaban powernow bisa saja kita hindari bbahkan kita lawan. Powernow atau kapitalisme hanyalah topeng untuk menutupi arogansinya. Kita masih bisa melawan powernow itu sehebat apapun dia. Karena tidak selamanya powernow juga itu bisa sukses menjadi neo-kolonialisme.
    They talk about the failure of socialism but where is the success of capitalism in Africa, Asia and Latin America? ~ Fidel Castro

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Elegi diatas mengungkapkan kepada kita bahwa pendidikan dibangsa kita masih mengalami kecacatan yang sangat memperihatikan yang dialami oleh siswa maupun guru mulai dari kecacatan pendidikan di struktur archaic sampai dengan kontemporer. Baik siswa maupun guru sama-sama tidak mendapatkan keadilan sama-sama menjadi korban dari kegaganasan segelintir orang yang mempunyai kewengan namun keputusanya hanya diberlakukan semata-mata demi kepentingan pribadi. Akhirnya siswa yang selalu menjadi korban pelampiasan dari ketidakberdayaan guru mengahadapi tekanan kebijakan dari para stakehoder tak bertanggung jawab. Semoga mutu pendidikan bangsa kedepan semakin baik Amin

    ReplyDelete
  20. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Tempurung Pendidikan Terpencil berkaitan dengan pendidikan yang ada diIndonesia. Khususnya sekolah-sekolah yang jauh dari kota. Berada ditempat-tempat terpencil dibagian pelosok Indonesia. Tempurung menandakan tentang sedikitnya, kekurangan dan terkurungnya pendidikan itu. Kekurangannya berkaitan sarana dan prasarana sekolah serta kemampuan ekonomi masyarakatnya. Sekolah-sekolah terpencil yang kekurangan guru, kekurangan siswa karena siswanya diwajibkan membantu orang tuanya mencari nafkah, akses jalan dan yang tidak memadai dan kadang siswanya harus bertaruh nyawa untuk pergi kesekolah karena menyebrangi sungai dan lautan.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi mengungkap tempurung pendidikan diatas memperlihatkan bahwa praktek pembelajaran di negara kita masih seperti archaic, tribal, anarkis, kanibal, pedalaman, lascar, terpencil, premature, local, ilalang, munafik, jalanan, feudal, tradisional, sentral, dan proyek seperti yang telah diungkapkan dalam elegi ini. Fenomena power now pun kini telah mempengaruhi kondisi pendidikan Indonesia saat ini sehingga membuat Indonesia seperti bergantung pada permodelan pendidikan asing.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Kekuatan Power Now untuk menguasai dunia yakni dengan menyebarkan paham-pahamnya . bagaimanakah caranya yakni mereka membuat suatu badan assesor international kemudian menempatkan universitas di negerinya masuk dalam ranking terbaik dunia. Setelah itu mereka membuka pendaftaran beasiswa di dunia selatan untuk dapat belajar di negeri power now. Setelah itu mereka dicekoki suatu pelajaran yang kelihatannya tinggi namun pada hakekatnya pelajaran itu akan menjadikan penerima beasiswa itu sebagai antek power now sekembalinya mereka ke negara mereka masing-masing.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Contohnya saja di Indonesia krisis yang terjadi karena kebijakan mafia Berkeley yang dulunya menempuh pendidikan kapitalis di negeri Power Now tersebut.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Elegi ini menggambarkan bagaimana gambaran pendidikan di Indonesia dari zaman dahulu hingga hari ini. Tempurung pendidikan mencoba mencari solusi agar permasalahan dalam dunia pendidikan dapat dipecahkan, yaitu dengan berubah-rubahnya kurikulum dan mencari metode, pendekatan dan model pembelajaran yang cocok dikemas dalam pembelajaran di kelas. Masyarakat Indonesia itu multikultural dengan daerah yang berbeda-beda, tentunya menerapkan suatu kurikulum itu sangat banyak pertimbangan, jangan hanya melihat siswa-siswa yang sekolah di kota, tetapi carilah solusi agar siswa-siswa di pelosok pun bisa mendapatkan hak-haknya.

    ReplyDelete
  25. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Tempurung adalah sebuah pembatas atau perangkap. Seperti ungkapan ‘katak dalam tempurung’ yang berarti orang yang tidak tahu apa-apa atau bodoh karena seperti katak terjebak dalam tempurung tidak bisa melakukan apapun. Tempurung pendidikan tradisional masih banyak terjadi di daerah-daerah pedalaman. Keterbatasan pengetahuan guru dan keterbatasan kemampuan siswa sama-sama menjadi penyebab tumbuh suburnya tempurung pendidikan tradisional. Untuk dapat mengatasinya maka perlu mengubah mindset guru. Hal ini dapat dilakukan dengan cara -cara memberikan pendidikan dan pelatihan guru.

    ReplyDelete
  26. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Elegi di atas mengungkap tempurung pendidikan di atas sungguh menarik yang sesuai dengan judulnya, yaitu mengungkap mengenai praktik pembelajaran di lapangan. Hingga saat ini masih banyak guru yang menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada guru atau masih bersifat tradisional. Padahal jika dilihat, model pembelajaran yang berpusat pada guru dengan sentuhan kekerasan sudah tidak relevan lagi dengan siswa-siswa zaman sekarang. Sekarang bukan masanya lagi memberikan pelajaran kepada siswa dengan kekerasan dan kekangan. Karena jika diperlakukan dengan kekerasan, siswa justru brutal atau akan menempuh jalur pintas dengan melaporkan guru yang melakukan kekerasan ke pihak berwajib. Metode pendidikan yang sesuai dengan era saat sekarang ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan menghilangkan unsur kekerasan, justru memberikan perhatian penuh kepada siswa, namun kita tetap menjadi pendidik dan pembimbing bagi mereka.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Guru dari hati. Guru bukan mempersempit dunia siswa. Tapi guru memperluas ditambah memperdalam apa yang dimiliki siswa. Guru mempunyai 'gaman', jangan sampai digunakan untuk menyengsarakan murid kita. Kita sebagai posisi orang yang tahu, sedangkan murid kita lemah karena belum tahu apa-apa. Atau mungkin tahu namun hanya sedikit. Perluaslah dimensi siswa. Nanti Allah akan memperluas dimensimu juga. Yang mengenal dan mendoakanmu menjadi lebih banyak.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id