Mar 7, 2011

Elegi Menggapai Pergaulan Dunia




Oleh Marsigit

Pengada Maya:

Wahai Panglima Mengada, silahkan..silahkan. Aku sama sekali tidak bermaksud mengusikmu. Aku hanya berusaha memenuhi kodratku, bahwa tetap bicara itu emang salah satu kodratku, demikian juga tentunya berlaku pada dirimu. Tetapi bahwa berdiam diri itu juga sifatku dan juga sifatmu. Aku memaklumi semua yang telah terjadi. Aku juga berusaha memahami keadaanmu. Maka terserah pula kepada dirimu. Tetapi jika engkau membutuhkan diriku, paling tidak untuk sekedar menjatuhkan atau menimpakan sedikit atau satu saja sifatku, maka sebagai Sang Pengada Maya, aku akan selalu iklhas untuk itu.

Panglima Mengada Formal:
Heer...her...her...

Pengada Maya:
O.ooo..ternyata engkau Panglima Mengada sedang tidur. Wah terlihat sangat pulas tidurmu. Semoga dengan istirahatmu itu nantinya engkau akan memperoleh tenagamu kembali dan mampu melanjutkan perjuanganmu. Amin.

Mengada Mandireng:
Wahai Pengada Maya. Aku lihat engkau komat-kamit sendirian. Sedang bicara apa dan berbicara dengan siapa engkau?

Pengada Maya:
Oh Mengada Mandireng, rupanya engkau sudah mempunyai waktu untuk bicara denganku. Alhamdulillah bahwa keadaanku baik-baik saja. Bagaimana keadaanmu?

Mengada Mandireng:
Keadaanku baik-baik saja. Satu hal yang agak kurang baik.

Pengada Maya:
Apa yang kurang baik, bolehkah aku mengetahuinya?

Mengada Mandireng:
Ah..bukankah engkau itu mempunyai kemampuan mengetahui hal-hal di sebalik hal-hal, hal-hal sebelum hal-hal, dan hal-hal sesudah hal-hal?

Pengada Maya:
Segala sesuatu, walaupun sekecil apapun selalu mengikuti hukum-hukumnya. Manusia memang diwajibkan selalu berikhtiar. Maka nilai diri manusia itu bukanlah semata-mata berada di mana, tetapi juga bagaimana mengadanya dan apa saja pengada-pengadanya. Padahal engkau tahu bahwa yang demikian itu tidaklah bersifat tetap berada pada suatu ruang dan waktu tertentu. Suatu kodrat yang sekaligus rakhmat bagimu bahwa ruang dan waktu itu selalu mengikuti dan menuntun dirimu, walaupun kesadaranmu tidak berhenti di ruang dan waktu. Maka tentulah bahwa dikarenakan sifat kesadaranku yang tidak terikat oleh ruang dan waktu itulah maka aku harus bertanya kepada dirimu.

Mengada Mandireng:
Baiklah Pengada Maya. Begini saja. Bolehkah aku mengajukan pertanyaanmu. Aku perlu bertanya kepada dirimu untuk menguji keadaanku. Menurutmu, apakah yang salah dari keadaanku sekarang ini?

Pengada Maya:
Oo..bagus..bagus.. Walaupun kelihatannya engkau sekedar membalik saja pertanyaanku itu, tetapi hal demikian telah memenuhi syaratku dan syaratmu untuk melakukan sintesis. Ketahuilah bahwa jika dirimu itu adalah tesis maka bukan dirimu bisa engkau pikirkan sebagai anti-tesis. Jika diriku itu tesis, maka bukan diriku juga dapat aku pikirkan sebagai anti-tesis. Jadi engkau atau diriku bisa saling menjadi tesis atau anti-tesis satu dengan yang lainnya. Adalah keadaan yang baik yang sedang menimpa dirimu karena dirimu sedang berkenan melakukan komunikasi dengan saya, dan dengan demikian itu berarti engkau sedang menginginkan berusaha melihat dirimu sendiri. Sebagai seorang Mengada Mandireng tentu engkau telah memahami itu semua. Tetapi ternyata engkau telah iklhas menunjukkan bahwa setinggi-tinggi derajat dan dimensimu engkau masih saja dihadapkan dengan berbagai masalah hidup. Aku juga sedang menyaksikan bahwa permasalahnmu itu bukanlah sekedar masalah pribadimu. Engkau sang Mengada Mandireng mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat mulia. Segala perasaan dan pikiranmu sekecil apapun dapat menentukan nasib dari berjuta-juta manusia. Itulah memang bahwa dirimu telah terpilih untuk mengemban tugas dan amanah yang maha berat itu. Di samping sebagai anugerah maka hal yang demikian juga sebagai ujian bagi dirimu. Maka selalu bertanya kepada diriku itu adalah salah satu sifatmu yang selalu mengikutimu.

Mengada Mandireng:
Aku terkadang lupa dengan keadaan diriku sendiri. Maka kehadiranmu itu ternyata telah mengingatkan sifat-sifatku dan tugas-tugasku. Terimakasih wahai Pengada Maya, bahwa engkau masih berkenan menghampiri diriku. Setidaknya kehadiranmu itu telah membantuku melakukan kegiatan menterjemahkan dan diterjemahkan.

Pengada Maya:
Bagus..bagus..aku menyadari dan sangat memaklumi keadaanmu. Namun begini. Perihal pertanyaanmu tentang apa yang salah pada dirimu, aku akan memulainya dengan mengetengahkan sifat-sifat berpikir koherensi. Ketahuilah bahwa seperti halnya diriku, maka dirimu dan diriku mempunyai sifat merentang pada struktur dimensi yang lengkap. Adapun struktur dimensi itu tersusun oleh banyak aspek-aspeknya meliputi merentang antara phenomena dan noumena, merentang antara material, formal, normatif dan spiritual, merentang antara pengalaman dan pemahaman, merentang antara sensai dan logika, merentang antara ruang dan waktu, merentang antara intuisi dan pengertian, merentang antara sintetik dan analitik, merentang antara a posteriori dan a priori, merentang antara prinsip dan aksioma, merentang antara kesadaran dan keputusan, merentang antara kejamakan dan ketunggalan, merentang antara subyek dan obyek, merentang antara subyek dan predikat, merentang antara kontingensi dan transendensi, merentang antara kosong dan isi, merentang antara parsial dan holistik, merentang antara spesifik dan universal, merentang antara subyektif dan obyektif, merentang antara dunia dan akhirat, merentang antara negasi dan afirmasi, merentang dalam derajat persepsi, merentang dalam representasi, merentang dalam kuantitas, merentang dalam kualitas, merentang dalam kategori, merentang dalam relasi, merentang dalam pilihan, merentang dalam prinsip, merentang dalam imaginasi, merentang dalam makna, merentang dalam keputusan, merentang dalam kognisi, merentang dalam etik dan estetika, merentang dalam kebenaran, merentang dalam koherensi, merentang dalam korespondensi, merentang dalam metafisik, merentang dalam transendensi, tetapi anehnya aku dan engkau juga merentang dalam kesalahan, merentang dalam ambivalensi, merentang dalam paradoks, merentang dalam anekdot, merentang dalam antinomi, merentang dalam paralogicisma, dan anehnya lagi aku dan engkau itu ternyata juga merentang dalam pertentangan.

Mengada Mandireng:
Indah dan nikmat mendengar uraianmu. Seakan aku tidak mau engkau berhenti menguraikannya.

Pengada Maya:

Masih ada lagi..ternyata aku dan engkau juga merentang antara Mandireng dan Maya. Juga merentang antara Pengada Maya dan Mengada Mandireng. Itulah aku ingin menyadarkan kembali pemahamanmu bahwa terdapat jarak antara dirimu dan diriku. Dikarenakan antara diriku dan dirimu terdapat jarak maka itu membuktikan bahwa diriku itu bukanlah dirimu dan dirimu bukanlah diriku. Dalam filsafat itulah rentangan kontradiktif antara dirimu dan diriku. Bahwa dirimu bukan diriku itu adalah hukum kontradiktif adanya dalam filsafat. Dan diriku yang bukan juga dirimu itulah hukum kontradiktif juga. Maka sebenar-benar hidupmu dan hidupku adalah dikarenakan kita mempunyai sifat kontradiktif.

Mengada Mandireng:
Wah..yang ini aku masih agak bingung?

Pengada Maya:
Bukankah engkau semula telah mengajukan pertanyaan tentang apa yang salah pada dirimu? Engkau bisa bertanya itu karena diriku itu bukan dirimu. Mengingat sifat-sifatmu, kedudukanmu dan juga tugas-tugas serta dimensimu, maka jawaban dari pertanyaanmu itu ada dalam rentangan yang telah aku jelaskan di atas.

Mengada Mandireng:
Belehkah aku mengetahui esensi dari persoalan yang sedang aku hadapi?

Pengada Maya:
Esensi yang sedang engkau hadapi salah satunya terletak di antara rentangan parsial dan holistik. Adalah wajar jika engkau mempunyai persoalan demikian, karena aku masih bisa menunjuk dirimu. Artinya selama aku masih bisa menunjuk dirimu maka engkau terkena sifat-sifatnya dirimu yang individu, dirimu yang parsial dan dirimu yang sebagian. Dengan demikian maka holostik itu berada di luar dirimu. Karena holistik atau komprehensif berada di luar dirimu, maka sebagaimana lazimnya sifat manusia, engkau mempunyai keterbatasan untuk memahami semua holistik. Padahal engkat mengetahui bahwa holistik itu tidak berada di mana-mana. Semua yang ada dan yang mungkin ada, mereka itu mempunyai sifat-sifatnya yang holistik baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Itulah salah satu dari sekian pokok persoalan yang sedang engkau hadapi.

Mengada Mandireng:

Aku kok agak kurang jelas?

Pengada Maya:
Wahai Mengada Mandireng, aku memahami betul visi, misi dan tujuan dari program-programmu itu. Semuanya baik tanpa kecuali. Tetapi persoalanyang lebih mendasar adalah bahwa ternyata persoalan dirimu, institusimu, lembagamu, departemenmu bahkan negaramu itu ternyata merentang antara ruang dan waktu. Setelah saya teliti ternyata juga bahwa persoalan mendasar tersebut juga merentang dalam ruang dan merentang dalam waktu.

Mengada Mandireng:
Wahaha..ternyata hanya seperti itu pokok persoalannya. Bukankah itu hanya masalah sepele saja. Itu kan hanya masalah ruang dan waktu?

Pengada Maya:
Begitu engkau selesai bicara, maka aku menemukan bahwa persoalanmu sekarang ternyata telah bertambah.

Mengada Mandireng:

Lho bertambah bagaimana? Bukankah aku sejak tadi ingin berkonsultasi denganmu itu untuk mengurangi permasalahan diriku?

Pengada Maya:
Persoalanmu bertambah dikarenakan engkau juga ternyata telah menganggap remeh masalah ruang dan waktu. Jadi aku telah menemukan bahwa dirimu, anggotamu, lembagamu, institusimu, rakyatmu, bangsamu ternyata sedang di landa keadaan tidak atau kurang menyadari ruang dan waktu.

Mengada Mandireng:
Apa ruginya?

Pengada Maya:

Ruginya fatal. Baik dunia maupun akhiratnya fatal.

Mengada Mandireng:

Lho engkau malah menyumpah. Bukannya memberi solusi malah menyumpah. Apanya yang fatal kalau hanya tidak sadar ruang dan waktu?

Pengada Maya:
Wahai Mandireng. Ini adalah tanggung jawabmu. Bukankah engkau mengetahui bahwa Sang Normatif Agung telah melarang aktivitasmu menyelenggarakan Ujian Nasional Pendidikan? Camkan itu?

Mengada Mandireng:

Oh..ampunilah Pengada Maya. Teruskan uraianmu itu?

Pengada Maya:
Ketahuilah Mengada Mandireng, sejak jaman dulu kala nenek moyangmu itu telah sangat peduli terhadap kesadaran akan ruang dan waktu. Berbagai cara ditempuh untuk menggapai kesadaran ruang dan waktu. Jikalau engkau belah bumi ini menjadi dua, maka engkau dapat menemukan bahwa yang separoh adalah sadar ruang dan waktu dan yang separoh lagi adalah tidak sadar ruang dan waktu. Contohnya, ruwatan adalah acara ritual tradisional jawa untuk menyembuhkan orang-orang agar menyadari ruang dan waktu. Jika engkau belum juga menyadari ruang dan waktu maka ditengarai engkau masih dalam kekuasaan ruang dan waktu jahat yaitu anak cucu dan pengikut Bathara Kala, demikianlah ceritanya dalam perwayangan.

Mengada Mandireng:
Apa relevansinya kesadaran ruang dan waktu dengan Ujian Nasional?

Pengada Maya:
Ruangnya Ujian Nasional adalah seluruh tumpah darah Indonesia. Tumpah darah yang satu itulah Indonesia. Satu dalam banyak dan banyak dalam satu. Jika engkau tidak menyadari itu maka engkau belum menyadari ruangnya Ujian Nasional. Banyak dalam ruang mempunyai arti Aceh, Bangka, Serang, Jateng, Sultra, Maluku, Irjabar, ...dst tak boleh terlewatkan satupun. Tetapi yang baru aku sebut adalah hanya sebagian dari ruangnya. Sedangkan ruang yang lainnya adalah Deli, Padang, Jambi, Jakarta, Yogyakarta, Kediri, Bali, Lombok, Kendari, Ambon, Manokwari...dst, tak boleh terlewatkan satupun. Tetapi yang baru aku sebut adalah hanya sebagian dari ruangnya. Sedangkan ruang yang lain adalah SMP 17 N Jakarta, SMP N5 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah, SMP Kanisius, ...dst tak boleh terlewatkan satupun. Tetapi yang baru aku sebut adalah hanya sebagian dari ruangnya. Sedangkan ruang yang lainnya adalah Tono, Tini, Tanu, Tantri, Tintri, Tentrem, Taruna...dst tak boleh terlewatkan satupun di Indonesia sebagai siswa SD, SMP atau SMA.

Mengada Mandireng:
Tidak usah engkau uraikan au telah menyadarinya itu.

Pengada Maya:
Lalu apa masalahmu, sehingga engkau bertanya kepadaku perihal persoalanmu?

Mengada Mandireng:
Kenapa sampai bisa Normatif Agung melarangku menyelenggarakan Ujian Nasional Pendidikan? Itu saja pokok persoalannya.

Pengada Maya:
Sebetulnya engkau telah mengetahui jawabanmu sendiri. Silahkan baca Elegi Pemberontakan Para Normatif.

Mengada Mandireng:
Aku ingin mengajukan PK.

Pengada Maya:
Sah..sah saja. Tetapi terlepas dari engkau akan mengajukan PK atu tidak, bukankah engkau dapat mengambil ruang dan waktunya untuk melihat kembali apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang seharusnya terjadi?

Mengada Mandireng:

Begini Pengada Maya. Bukankah engkau mengetahui bahwa salah satu tujuan UN adalah agar Bangsa Indonesia itu mampu bergaul dengan masyarakat internasional. Ketahuilah bahwa pergaulan dunia itu sangat ketat, sangat kompetitif dan menggunakan teknologi tinggi. Barang siapa tidak menguasai teknologi maka mereka akan tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. Kita tidak ingin hanya sebagai obyak dari bangsa lain. Kita harus juga menjadi subyek. Maka satu-satunya cara adalah kita harus memenuhi syarat-syarat pergaulan dunia. Ketahuilah bahwa salah satu syarat itu adalah adanya standar internasional. Maka jika kita belum bisa mencapai standar internasional, maka kita tidak akan bisa bergaul dengan mereka. Bahkan sekarang saya telah mendorong agar sekolah-sekolah dan juga perguruan tinggi berlomba-lomba mampu meraih standar internasional dan rangking dunia. Aku telah menyediakan dana cukup banyak untuk itu. Maka sungguh ironis apa yang telah dilakukan oleh Normatif Agung. Aku tidak habis mengerti mengapa Normatif Agung sampai bisa bertindak yang begitu bodhohnya. Bukahkan dia menyadari akibat-akibatnya. Ini program yang sudah dirancang berpuluh-puluh tahun. Semuanya mempunyai landasan hukumnya. Bahkan aspek implementasi peningkatan standar pendidikan juga sudah berdasar undang-undang dan sudah menjadi permendiknas. Maka larangan yang dibuat oleh Normatif Agung itu sungguh tidak dapat diterima. Maka saya tetap akan mengajukan PK.

Pengada Maya:
Wahai Mengada Mandireng. Apakah yang engkau pikirkan atau yang engkau maksud dengan Sekolah Internasional, SBI, RSBI, WCU ..dsb?

Mengada Mandireng:
Segala macam SBI, RSBI dan WCU adalah kegiatan internasionalisasi tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Panglima Mengada Formal:
Wahai Pengada Maya dan Mengada Mandireng, bolehkah aku ikut berdiskusi denganmu?

Pengada Maya dan Mengada Mandireng:
Oh..rupanya engkau sudah terbangun dari tidurmu. Silahkan

Panglima Mengada Formal:
Sebetulnya aku tadi hanya setengah tidur saja. Aku mendengar semua pembicaraanmu. Tetapi aku tidak tahan untuk tidak bangun begitu Pengada Maya bertanya perihal SBI dan WCU. Menurutku WCU adalah ranking dunia. Sebuah universitas disebut sebagai bertaraf internasional jika telah memperoleh rangking dunia. Jika belum maka nonsense lah dia. Menurutku tiadalah WCU itu jikalau tidak ada rangking dunia. Ketahuilah bahwa di Indonesia ini hanya baru 4 (empat) universitas yang memperoleh rangking dunia, yaitu Agemo, Utibe, Apabe dan Uinge. Maka jika engkau semua ingin bicara tentang WCU maka bicaralah dengan mereka. Mereka itulah referensinya WCU di Indonesia. Jikalau engkau tidak mengacu kepada mereka maka sia-sialah usahamu itu. Maka aku mengajukan permohonan kepada Mengada Mandireng agar dalam mengembangkan seluruh sistem pendidikan yang ada dan WCU harus mengacu kepada ke 4 universitas tersebut.

Pengada Maya:
Wahai Panglima Mengada, aku akan menguji tesis-tesismu itu. Bagaimana dengan universitas yang kecil yang bahkan rangking 10.000 dunia saja tidak tercatat. Bagaimana dengan berbagai karakter universitas yang berbeda. Bagaimana dengan local genious yang ada. Bagaimana dengan potensi yang ada. Bagaimana dengan potensi lokal apakah bisa dipromosikan menjadi bertaraf internasional. Apakah internasional standar itu untuk keseluruhan aspek universitas atau untuk sebagian saja.

Panglima Mengada Formal:
Mereka semuanya harus mengadakan benchmarking kepada ke empat universitas yang telah memperoleh ranking dunia.

Mengada Mandireng:
Aku telah menggariskan bahwa kegiatan internasionalisasi itu harus tidak boleh meninggalkan budaya lokal.

Perwira Mengada Normatif:
Maaf tuan-tuan perkenankanlah aku bicara. Aku terlahir dari genus lokal. Aku tidak terlalu peduli dengan gelar dan julukanku. Jika engkau memanggilku sebagai Perwira Mengada Normatif, maka aku hanya mengamini saja. Tetapi banyak orang yang menyebut tugas dan fungsiku cukup bisa mewakili normatif lokal. Sebetulnya aku sangat risau dengan klaim sepihak tentang WCU. Jika WCU didefinisikan sebagai rangking dunia maka habislah sudah riwayat dan komunitas saya. Potensi dan lokal genius kami tidaklah mungkin dibandingkan dengan empat perguruan tinggi yang lain. Diberi tambahan waktu 50 tahun atau bahkan 100 tahun saja, belum tentu lokal genius bisa mencapai rangking dunia. Malah pikiranku berkata bahwa jika cara berpikirnya seperti yang telah diuraikan oleh Panglima Mengada maka sampai akhir jamanpun lokal geniousku tidak akan memperoleh rangking dunia. Tetapi dikarenakan kecenderungan atau arus deras yang telah engkau ciptakan dalam kebijakan-kebijakanmu maka tiadalah diantara lokal geniousmu itu tidak terpengaruh untuk ikut memimpikan mendapatkan rangking dunia. Semua diantara sekolah dan lembaga lokal genious ikut berlomba-loma untuk memperoleh rangking dunia. Ada yang secara mandiri, ada yang berkelompok ada juga yang dikoordinasikan oleh lembaga-lembaga di bawah kuasamu. Tetapi ketahuilah bahwa di sana-sini telah mulai banyak berjatuhan korban. Beberapa diantara mereka, karena sangat bernafsunya, make mereka tidak segan-segan menghabiskan dana dan dayanya. Maka yang terjadi adalah keadaan kotraproduktif di mana ibarat wadah dan isinya, ketika wadah mulai bergoyang maka isinya mulai jumpalitan. Padahal aku melihat semakain hari hal demikian semakin banyak terjadi. Lebih dari itu aku mulai melihat adanya aliran dana dan daya yang luar biasa menuju pusat gurita rangking internasional yang berpusat di London, Tokyo , Singapura dll. Maka dengan ini perkenankanlah aku memohon kepada Mengada Mandireng, atas kuasamu semoga engkau berlaku bijak dan mampu melihat ini semuanya.

Mengada Mandireng:
Lalu bagaimana sikapmu dan apa programmu.

Perwira Mengada Normatif:
Aku berusaha mengingat-ingat titahmu, bahwa setiap kegiatan internasionalisasi itu janganlah sampai kehilangan jati dirinya. Jika hal demikian dilanggar maka taruhannya adalah “leher”. Aku sangat setuju. Tetapi persetujuanku itu bukan setuju buta. Sebelum engkau menyampaikan hal yang demikian, aku sudah juga mempunyai sikap. Maka seperti juga pesan leluhurku bahwa aku dan anak buahku perlu bersikap realistis. Artinya, aku tidak menutup buta tentang apa yang menjadi kecenderungan umum. Tetapi aku masih harus tetap berpegang pada hati nurani kami. Artinya, akupun berusaha memikirkan dan mengembangkan program WCU tetapi dengan tetap mengedepankan nilai-nilai dan budaya serta potensi loka. Artinya, sebetulnya aku kurang sreg dengan istilah “internasionalisasi”. Bagi diriku istilah itu seakan segalanya tanpa ada yang tersisa menjadi internasional. Maka kami mengembangkan konsep dan program jangka panjang bahwa untuk meraih rangking internasional itu kita harus memulainya sebagai suatu rintisan. Maka kami lebih sreg dengan istilah menuju internasional standar. Contoh dari apa yang digagas oleh anggota kami adalah bahwa program kami itu bersifat “on the move toward wolrd class university”.

Mengada Mandireng:
Aku setuju sekali dengan apa yang engkau pikirkan dan kembangkan. Bahkan aku ingin menggarisbawahi bahwa dirimu semua hendaknya selalu meningkatkan diri agar dirimu dapat menuju taraf internasional tanpa kehilangan jati dirimu. Taraf atau standar internasional hendaknya diartikan jangan semata-mata rangking tetapi sebagai suatu usaha agar mampu berkomunikasi pada taraf internasional. Taraf internasional Tarian tradisional Jawa itu bukan terletak bagaimana mengubah gerakan tangan seperti standar internasional, tetapi kerangka atau wadahnya sehingga Tarian Tradisional Jawa itu mampu dinikmati oleh segenap bangsa di dunia. Itulah potensimu. Maka untuk menuju kelas internasional atau WCU, kembangkanlah skema atau kerangka sehingga komunitas internasional mampu juga menghargai budaya lokal, sebaliknya juga engkau mampu mengambil yang positif dari kehidupan global. Bahasa Inggris tentu penting, tetapi Bahasa Jawa adalah nilai lokal yang harus dilestarikan. Maka anda dapat menggunakan Bahasa Inggrismu untuk bergaul dengan pakar internasional dalam rangka melestarikan dan mempromosikan Bahasa Jawa. Sehingga aku memikirkan bahwa sebenar-benar kelas internasional itu adalah sikap dan kerangka berpikirmu. Jika engkau mulai mengembangkan sikap profesionalisme dan mengimplementasikannya dalam aktivitasmu sehari-hari sebagaimana juga dilakukan oleh komunitas internasional maka rangking internasional akan datang dengan sendirinya.

Pengada Maya:
Wahai Mengada Mandireng, Panglima Mengada Formal, dan Perwira Mengada Normatif betapapun berat tugas dantanggung jawabmu, jika engkau masih mampu berkomunikasi maka Tuhan YME tidak akan tertidur mencatat segala amal perbuatanmu. Itulah fakta dan pikiran-pikiranmu. Ketahuilah bahwa sebagian dari hal tersebut semua adalah ketetapan-ketetapan Tuhan sedangkan sebagaian yang lain adalah ikhtiarmu. Tiadalah Tuhan mengubah segala nasibmu jika engkau sendiri tidak berusaha mengubahnya. Maka aku menyaksikan sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan sedang mengujimu. Setiap orang akan diuji sesuai dengan dimensinya masing-masing. Amiin.

31 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Pendidikan di Indonesia dapat mempunyai keinginan untuk betaraf internasional, tetapi perlu diingat bahwa bertaraf internasional pun harus tetap menerapkan nilai-nilai budaya, moral, dann spiritual bangsa. Bukan budaya, moral dan spiritual yang beradaptasi dengan internasionalisasi, tetapi sebaliknya. Bangsa Indonesia tidak bisa mengembangkan ke atas secara intensif saja tentang strandarisasi sekolah, tetapi juga secara ekstensif. Bahwa pemerataan kesejahteraan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia bahkan hingga pelosok pun harus meningkat. Jangan berfokus pada pusat saja, tetapi menyeluruh dan merata. Karena kemajuan bangsa bukan dilihat dari kesejahteraan satu daerah saja tetapi seluruh daerah.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Kita hendaknya selalu meningkatkan diri agar dapat menuju taraf internasional dan diterima dalam pergaulan dunia. Namun jangan sampai kita kehilangan jati diri. Mengembangkan sikap profesionalisme dan kerangka berpikirlah yang utama, sehingga dengan sendirinya rangking internasional akan mendatangi kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Bergaul memang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. bergaul dapat diartikan kita menjalin komunikasi dengan orang lain. Karean sejatiinya dalam kehidupan bermasyarakat kita selayaknya menjalin hubungan baik dengan orang sekitar, melaui komunikasi lah pergaulan dapat dibangun, dimulai dari lingkup kecil, keluarga, tetangga, masyarakt satu kampong atau satu kompleks. Karena dengan begitu tali silaturahmi akan terjalin, dan sebaik-baiknya orang adalah yang dapat menyambung tali slilaturahmi.dengan bergaul bertambah lah wawasan kita dan dapat membuka jalan untuk meraih cita-cita.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sangatlah penting untuk bisa bergaul secara internasional. Akan tetapi dalam bergaul secara internasional hendaknya kita selalu menjaga jati diri kita sehingga kita tetap mempunyai cirri khas diantara bangsa-bangsa lain. Dengan bergaul secara internasional diharapkan dapat membawa manfaat tentang bagaimana cara Negara lain bisa maju, apa yang perlu dilakukan, apa yang perlu dikembangkan untuk bisa lebih maju dan bersaing dengan Negara lain.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki falsafah hidup yaitu Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Falsafah itu hendaknya senantiasa digunakan untuk menjajahi jalan menuju negara maju. Jangan sampai kita terbawa dengan budaya negara lain yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Bergaul dengan dunia internasional yaitu dengan maksud untuk bisa dapat berkembang secara baik sehingga dapat meningkatkan kemampuan. Mengolah pola pikir lebih kritis dan secara mendalam. Dengan bergaul secara internasional kita bisa banyak belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru, dengan begitu bisa membantu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Indonesia untuk bisa lebih maju. Tetapi perlu kehati-hatian dalam bergaul, bisa saja kita terjebak di dalamnya sehingga kita malah rugi.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tugas manusia ialah berikhtiar dan berdoa. Maka tugas manusia dalam menggapai pergaulan dunia adalah terus meningkatkan diri agar diri dapat menuju taraf internasional tanpa kehilangan jati diri. Bergaul dengan dunia internasional layaknya pisau bermata dua. Kita bisa mengambil manfaat atau justru terjerumus. Oleh karenanyalah kita harus terus berusaha membentengi diri kita, memfilter apa yang ada dalam dunia internasional. Bergaul dengan dunia internasional bukan berarti terus mengikuti dan meniru budaya internasional tetapi mampu memperkenalkan jati diri bangsa ini di dunia internasional agar apa yang kita miliki bisa menjadi bagian dari dunia internasional serta mengambil sisi positif tentang apa yang ada di dunia internasional.

    ReplyDelete
  8. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Standar internasional adalah kesepakatan yang menjadi dasar dalam pergaulan dunia. Bangsa-bangsa di dunia termasuk bangsa Indonesia mempunyai kewajiban untuk memenuhi standar internasional tersebut agar bisa ikut serta dalam pergaulan dunia dan tidak terisolasi dari bangsa-bangsa lain. Namun perlu diingat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, jangan sampai karena mengejar pergaulan internasional sampai membuat kita mengorbankan budaya dan tradisi-tradisi kitadi Indonesia. Sebaiknya sebagai bangsa yang besar kita perlu mawas diri ketika terlibat dalam pergaulan internasional dengan memilah-milih mana hal-hal yang bisa diterapkan di bangsa kita dan mana yang tidak bisa diterapkan, agar tidak mencederai karakter bangsa kita

    ReplyDelete
  9. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Internasionalisasi adalah suatu proses menuju internasional namun yang perlu diingat adalah tanpa menghilangkan jati diri. Standar internasional adalah kesepakatan yang menjadi dasar dalam pergaulan dunia. Realitas yang terjadi di Indonesia saat ini adalah standar internasional yang seharusnya menjadi patokan untuk memajukan bangsa ke arah yang lebih baik justru hanya dijadikan wacana yang tidak dipahami dan benar-benar diaplikasikan. Sehingga bisa saja kita terjebak di dalamnya dan mengalami kerugian. Maka perlu kehati-hatian dalam bergaul.

    ReplyDelete
  10. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dari elegi ini saya dapat memetik hal baik yaitu dalam memperoleh sesuatu baik yang kecil maupun yang besar diperlukan suatu usaha yang sungguh-sungguh (ikhtiyar), niat yang baik, dan doa yang tulus dan khusyu'.
    Selain itu, dalam kepentingan apapun, hendaknya kita tetap melestarikan budaya kita yang baik. Jangan mudah untuk terpengaruh dengan budaya luar yang justru dapat memperburuk moral kita.

    ReplyDelete
  11. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Pergaulan yang baik akan membuat kita menjadi baik. Sebaliknya, pergaulan yang buruk akan membuat kita semakin buruk jga. Pergaulan memiliki peran penting dalam membenuk sikap seseorang. Seperti contoh: orang yang bergaul dengan penjual minyak wangi, maka dia akan ‘ketularan’ wangi.

    ReplyDelete
  12. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Kita juga perlu untuk mengingat dan menerapkan budaya kita, yaitu budaya ketmuran walaupun di kancah internasional. Kita tetaplah bangsa yang menjunjung tinggi moral, karakter, dan norma2 masyarakat. Jangan sampai kita lupa bahwa kita dilahirkan di negara yang memegang ajaran kesopanan, tenggang rasa, dan sikap baik lainnya.

    ReplyDelete
  13. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setiap manusia hendaknya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan bangsa kita pakah sekarang telah menjadi lebih baik. Salah satu hal yang dianggap sebagai kemajuan bangsa adalah masuk dalam ‘pergaulan dunia’. Bagaimana Indonesia dapat dikenal dalam dunia Internasional. Bagaimana budaya kita dapat dinikmati oleh seluruh dunia. Untuk menggapai hal tersebut, terlebih dahulu perbaiki dan kembangkan diri, sebagai generasi penerus bangsa menjadi pribadi yang berkarakter dan profesional di bidangnya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Untuk menjadi berkualitas secara internasional memang sangat penting, kita harus berjuang untuk hal tersebut, namun upaya kita harus disesuai kan dengan ruang dan waktu. Berstandar internasional bukan berarti kita mesti mengadopsi segala hal dari negara lain. Kita harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa kita agar kita tidak kehilangan jati diri.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dapatlah kita pahami bersama bahwa perkembangan itu bersifat mutlak adanya. Dan bahwa setiap negara ingin bergerak maju. Dengan sistem pendidikan saat ini, maka tetaplah kita harus mengejar ketertinggalan kita dengan bergaul atau berusaha menyentuh negara-negara yang telah maju pendidikannya sembari tetap membangun sistem yang baik, yaitu jejaring sistem. Dengan bergaul dan berusaha menyentuh negara maju maka perlahan-lahan manusia-manusia di negara ini akan sedikit demi sedikit memahami arti penting tentang jejaring sistematik.

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Adapun ketika manusia-manusia di negeri ini telah bergaul dengan dunia, maka janganlah sampai jati diri bangsa ini termakan oleh jati diri bangsa lain. Dunia kita masih kaya akan kearifan lokalnya, namun kekayaan itu akan tergerus sedikit demi sedikit jika manusia-manusia di negeri ini membiarkan dirinya termakan oleh jati diri bangsa lain. itu semua karena niatan sok yang ingin membuat dirinya kelihatan seperti negara maju padahal itu hanya topeng atau dandanan saja. Dan sekali-kali ingat bahwa kearifan lokal kita adalah jati diri bangsa kita itu sendiri, dan itu tidak dimiliki oleh bangsa lain. Jadi bolehlah kita ber-"think globally, act locally".

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Salah satu penyebab krisis multidimensi yang melanda bangsa kita ialah kurangnya kesadaran bangsa terhadap ruang dan waktu. Dalam bergaul dengan dunia, tanpa kesadaran ruang dan waktu, kita justru akan kehilangan jati diri. Seharusnya kita selalu berpegang teguh pada hati nurani untuk meningkatkan kualitas kita agar dapat menuju standar internasional tanpa kehilangan jati diri tersebut. Seperti halnya yang diungkapkan dalam elegi ini, menuju standar internasional bukan semata perilah rangking, tetapi lebih dari itu, yaitu suatu usaha agar mampu berkomunikasi pada taraf internasional serta mengkomunikasikan potensi yang kita miliki.

    ReplyDelete
  18. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Manusia adalah makhluk social. Tidak ada manusia yang tidak bisa hidup sendiri. Era globalisasi memudahkan jaringan sistemik antar manusia dari negara satu kenegara lain dari belahan bumi utara keselatan, timur, barat dan lain sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan Bahasa sebagai alat komunikasi antar bangsa Bahasa yang digunakan biasanya Bahasa inggris, mandarin dan lain sebagainya. Maka berlomba-lomba para masyarakat untuk belajar Bahasa internasional agar dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Permasalahannya adalah Bahasa luar dan budaya luar lebih dimengerti daripada Bahasa dan budaya local, misalnya Bahasa jawa. Anak-anak sudah banyak tidak mengetahui Bahasa jawa, kadang Bahasa yang halus ketika berbicara kepada orang tua pun banyak yang tidak mengetahuinya. Oleh karena itu melestarikan budaya dan Bahasa local merupakan hal yang penting pergaulan dunia dan belajar Bahasa dunia dimanfaatkan untuk mengenalkan Bahasa local dan budaya local kedalam kancah dunia. Agar belahan dunia lain dapat mengenal dan mempelajari budaya dan Bahasa local kita.

    ReplyDelete
  19. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Ujian Nasional atau yang biasa disebut oleh masyarakat dengan sebutan UN memang selalu penuh dengan kontroversi. Banyak pendapat mengenai UN, ada yang mendukung dan ada juga yang menolak diadakannya UN. Pemerintah membaut kebijakan UN dengan tujuan membawa Indonesia menuju ke standar pendidikan yang lebih tinggi bahkan setara dengan standar Internasioanal.

    ReplyDelete
  20. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Diberlakukannya UN agar siswa dapat memenuhi standar pendidikan nasioanal yang ditetapkan oleh pemerintah. Standar pendidikan setiap tahun ditingkatkan oleh pemerintah dengan tujuan yang baik yaitu agar murid-murid di Indonesia dapat mencapai standar pendidikan Internasional. Hal ini dilakukan agar bangsa-bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Akan tetapi tidak semua masyarakat Indonesia menerima UN karena dianggap membuat siswa dan sekolah ketakutan. Ketakutan ini dikarenakan kesiapan yang belum matang untuk menghadapi UN.

    ReplyDelete
  21. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Tidak meratanya pendidikan di Indonesia juga merupakan salah satu faktor ditolaknya UN. Maksut dan tujuan pemerintah sangat lah baik melalui UN ini, alangkah baiknya kita menyikapi dengan baik seperti mempersiapkan murid-murid denga materi yang cukup.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk menggapai pergaulan dunia bisa melalui budaya. Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan di salah satu stasiun televisi swasta bahwa ternyata wayang kulit itu di pelajari oleh para mahasiswa yang berada di Universitas California USA. Bahkan dosen mereka mampu menjadi dalang dan mahasiswa yang lain pandai memainkan gamelan. Ini sangat ironis terjadi, bahwa di tanah jawa sendiri malah semakin sedikit orang yang mempelajari kebudayaan wayang tersebut. Jangan sampai suatu hari nanti kita belajar wayang malah kepada orang amerika karena mereka lebih tekun dalam mempelajari wayang itu sendiri dibandingkan bangsa kita .


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Memperluas wawasan dengan membuka diri untuk bergaul dengan dunia internasional adalah salah satu cara positif untuk memajukan pemikiran dan visi misi bangsa ini. Demikian pula halnya dengan upaya pendidikan bertaraf internasional, tentulah hal ini akan semakin menjadikan pendidikan lebih terdepan dan semakin diakui di mata dunian. Namun kembali, bagaimanapun pengaruh dunia internasional, bangsa ini harus tetap memiliki jati diri dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya bangsa.

    ReplyDelete
  24. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Internasionalisasi adalah proses menuju internasional, tetapi hal yang perlu diingat adalah tanpa kehilangan identitasnya. Standar internasional adalah perjanjian di mana dunia sosial. Negara-negara di dunia termasuk negara Indonesia memiliki kewajiban untuk memenuhi standar internasional untuk berpartisipasi dalam dunia sosial, tapi tanpa kehilangan identitas dan budaya bangsa. Perlu diingat bahwa standar internasional yang mencakup semua bidang seperti pendidikan dan teknologi. Untuk diterima "dipergaulan dunia" kita tidak harus mengikuti apapun kata kata mereka. kita masih punya ciri khas, yang harus dipertahankan sebagai jati diri bangsa.banyak yang berlomba-lomba ingin RSBI,RSI,tapi jangan lupakan dari mana kita, kita jangan sampai kehilangan ciri khas sebagai bangsa indonesia.yang terpenting adalah jaga dan dan lestarikan budaya kita agar dapat bersanding dengan budaya-budaya lain di dunia.

    ReplyDelete
  25. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dalam mengikuti pergaulan dunia, jangan mengubah tatanan yang ada. Cukuplah jadi diri sendiri dan cukup bagi kita adalah Allah sebagai pelindung.
    Hiduo ini kontradiksi. Di matematika, sudah jelas bahwa a=a namun di filsafat tidak sama. Semata-mata hidup ini penuh kontradiksi dan fatamorgana, jangan terlalu cepatlah menyimpulkan sesuatu. Menghapus sesuatu. Pikirkan dulu matang-matang dan lakukan yang bisa dilakukan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  26. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Kemajuan teknologi dan informasi semakin hari semakin berkembang oleh karena itu kita juga berusaha untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut. Namun tidak semua kemajuan dan perkembangan tersebut kita ikuti, semua harus didasarkan pada spiritual agar nantinya membawa manfaat bagi kita maupun orang lain. Banyak sekali hal-hal yang ada di dunia yang bersifat kontradiktif. Dengan adanya kontradiktif inilah yang terkadang membuat semuanya menjadi tidak beres dan kacau. Oleh karena itu kita harus selalu berhati-hati dalam menentukan pilihan dan harus bertindak sesuai dengan ruang dan waktu agar kita dapat melawan kontradiktif tersebut dan menjadikan sesuatu yang bermanfaat. Sehubungan dengan perkembangan teknologi jangan sampai budaya yang ada di Indonesia tergerus oleh budaya tersebut. Budaya Indonesia yang sangat beragam haruslah dipertahankan kelestariannya karena ini merupakan aset penting bagi suatu bangsa. Jika kita amati di luar sana khususnya negara barat yang merupakan negara teknologi sangat minim kekayaan budayanya jika dibandingkan dengan Indonesia, kita perhatikan saja di sekitar dimana dalam suatu kabupaten pun bisa terbagi dan berbeda budayanya baik itu dari segi adat-istiadat maupun bahasa dan sebagainya. Indonesia yang juga memiliki keberagaman bahasa bahkan walaupun sesuku tetaplah dalam setiap daerah punya dialegnya masing-masing. Oleh karena itu marilah kita pertahankan serta lestarikan budaya bangsa sebagai ciri khas serta kekayaan bangsa kita Indonesia tercinta.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  27. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Dalam menjalani hidup, untuk diterima "dipergaulan dunia" kita tidak harus mengikuti apapun kata kata mereka. Kita masih punya ciri khas, yang harus dipertahankan sebagai jati diri bangsa. Banyak yang berlomba-lomba ingin RSBI,tapi jangan lupakan dari mana kita, kita jangan sampai kehilangan ciri khas sebagai bangsa indonesia. Dalam hal ini yang terpenting adalah jaga dan dan lestarikan budaya kita agar dapat bersanding dengan budaya-budaya lain di dunia. Sehingga kita mempunyai pondasi dan karakteristik yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

    ReplyDelete
  28. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Sejalan dengan perkembangan zaman maka komunikasi antar manusia semakin mudah. Hal ini mempermudah komunikasi antar negara. Setiap negara memiliki standar yang berbeda. Namun, dalam masa sekarang ini, yang berkuasa adalah negara yang bisa menciptakan pengaruh yang besar misalnya dengan hasil penelitian dan teknologi yang dihasilkan. Ini menyebabkan negara lain meniru atau bahkan dikuasai oleh standar itu. Padahal setiap negara memiliki kondisi yang berbeda. Namun, tidaklah semua itu buruk. Jika kita selektif maka ada manfaat yang bisa diambil. Seseorang yang mampu meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan tujuan agar dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat kepada dunia kemudian hal itu direalisasikan maka seseorang itu dikatakan telah menggapai pergaulan dunia. Orientasi kita menuju internasional maka sebaiknya kita memperkuat diri dulu dengan segala yang kita miliki. Pancasila dan spiritualitas. Inilah bekal utama sebelum keluar ke dunia internasional. Kita memiliki ciri khas yang harus kita pertahankan agar tidak mudah dikuasi oleh bangsa lain.

    ReplyDelete
  29. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Pergaulan merupakan hal penting untuk menjamin eksistensi diri seseorang. Apalagi dalam konteks pergaulan internasional, adalah penting menjamin eksistensi suatu bangsa dalam dunia internasional. Bergaul memicu kita untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan kita banyak pelajaran berharga tentang bagaimna bangsa lain membangun dirinya. Akan tetapi dalam pergaulan tersebut kita tidak boleh melupakan jati diri bangsa kita. Yang demikian agar kita tetap dapat menjadi diri kita sendiri, tetapi diri kita yang bernilai dan berharga.

    ReplyDelete
  30. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Pergaulan dengan dunia ada sisi positif dan negatifnya, positifnya adalah kita menjadi tidak ketinggalan jaman, mengikuti perkembangan teknologi, ekonomi, politik dan yang lainnya. Tetapi negatifnya adalah kita dapat terpengaruh pada ideologi, pada pengaruh-pengaruh bangsa lain. Tentu ada yang baik dan ada yang jahat, salah satunya mencari keuntungan lebih dari kerjasama yang dilakukan. Karena perkembangan anak itu paling besar ditentukan oleh faktor eksternal, salah satu yang terbesar adalah lingkungan/pergaulan yang akan membuat anak berkembang menjadi pribadi yang baik atau tidak. Negara pun juga begitu, harus lebih berhati-hati dalam bergaul, karena bergaul itu penting, salah bergaul bisa fatal.

    ReplyDelete
  31. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Untuk diterima di dalam pergaulan dunia, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan sistem yang berlaku di dalam pergaulan dunia tersebut. Ciri khas, yang harus dipertahankan sebagai jati diri bangsa. Sekolah berlomba-lomba menjadi RSBI,RSI. Tapi jangan sampai kehilangan ciri khas sebagai bangsa indonesia. yang terpenting adalah jaga dan dan lestarikan budaya kita agar dapat bersanding dengan budaya-budaya lain di dunia.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id