Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Pendidikan Bukan Laskar




Oleh Marsigit, Yogyakarta

Pendidikan bukanlah laskar melainkan kebutuhan. Tetapi jangan salah paham. Pendidikan bukanlah kebutuhan para juragan, tetapi kebutuhan para subyek didik. Yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana juragan dan godfather laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik? Tentu tidaklah semudah yang dipikirkan.

Ontologi laskar pendidikan dan jelmaan-jelmaannya

Kita mempunyai referensi banyak perihal terminologi “laskar”, ada laskar Pajang, laskar Pajajaran, laskar Mataram, dan laskar-laskar yang lain. Apapun tentang laskar, maka ada makna-makna pokoknya di sana.

Makna pokok dalam terminilogi “laskar” kemudian menjadi karakteristik ontologi laskar pendidikan.

Karakteristik ontologi laskar pendidikan kemudian dapat dideskripsikan sebagai berikut: terdapat pengerahan secara besar-besaran, diarahkan ke suatu tujuan tertentu, ada pengendali laskar, tujuan laskar bersifat tunggal, terdapat pergerakan masive secara linear ke depan, sangat fokus kepada hal-hal yang di depan, mengeksploitasi segenap sumber daya, arah komunikasi bersifat tunggal kedepan, kompetisi ketat, yang kalah yang tertinggal, yang kalah menjadi pecundang, yang menang yang berjaya, melindas dan melibas apa saja yang dilewati, sangat patuh (patuh buta) terhadap komando, tidak mampu melihat dan tidak perlu melihat persimpangan jalan, keberhasilan adalah keseluruhan, tidak perlu tanya jawab ketika sudah berangkat, bersifat kompetitif dari pada kooperatif, tidak kompromi terhadap laskar yang lain, lebih baik menggunakan cara dari pada mengerti cara, mementingkan hasil, paradigma menghancurkan musuh, tidak sempat melakukan refleksi, meninggalkan residu-residu laskar, memerlukan keseragaman gerak dan langkah, mempunyai pembagian tugas yang ketat, mempunyai kontrol yang kuat, tidak ada skema untuk kembali, ukuran bersifat lebih kuantitatif, seleksi sangat ketat, bersifat eksklusif, paradigma mengontrol dan menguasai dunia, bersifat real dan kongkret, bersifat mekanistis, terstruktur kuat, didominasi komunikasi kekuasaan,selaras dengan filsafat diterminism, selaras dengan filsafat vitalism, merupakan paradigma salah benar, anti fallibism, makna di luar pikiran, selaras dengan paradigma behaviorism, selaras dengan psikologi stimulus response, bercirikan external evaluation, bersifat monoculture, bersifat rigid, bersifat absolut, selaras dengan filsafat realism, didukung empiricism, merupakan tulang punggung utilitarian dan pragmatism, selaras dengan jargon investasi, menghasilkan hedonism, bersifat materialism, kebenaran diukur dari manfaat, kebenaran diukur dari kekuasaan, didukung metode trial and error, didukung metode logico empirical hypotetiko dan logico deductico hypotetico, lebih bersifat kuantitatif dari pada kualitatif, jati diri atau identitas diri tertutup oleh jati kelompok, anti relativism, bersifat arogan terhadap alam karena merasa bisa memanipulasikannya, laskar utilitarian, laskar pragmatism, laskar hedonism, laskar teknologi, laskar naturalis, masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu, neo empiricism, neo pragmatism, dikendalikan oleh para juragan dan pemodal, selaras dengan filsafat dan psichologi reductionism dan penyederhanaan, selaras dengan jargon karakter bangsa atau nation building, bersifat eksternal, wadah atau lambang terlebih dulu baru kemudian isinya jika memang terjangkau, social capital dan economy menjadi ukuran yang paling tinggi, kontrol ekonomi dari atas dan fakta ekonomi dari bawah, selaras dengan filsafat strukturalism, bermasyarakat struktur kekuasaan-struktur ekonomi–struktur eksploitasi, struktur masyarakat kedudukan-kepemilikan-kekuasaan-pemilik modal-pekerja dan buruh, berhukum sebab-akibat, selaras dengan feudalism dan masyarakat burgois, kerusakan tidak bisa diperbaharui, anti filsafat, berhadap-hadapan dengan humaniora, yang benar yang nyata dan yang terukur, spiritual merupakan tahapan primitif sedangkan teknologi merupakan tahapan maju, temuan baru adalah segala-galanya dibanding dengan akibatnya, pengetahuannya bersifat a posteriori, ilmunya bersifat naturewissenschaften, bersifat anti geisteswissenschaften, berlogika sistem input-proses-output, terinspirasi oleh Machiavelianism, bersumber pada filsafat positivism dari Auguste Comte dan St.-Simon, bersinergi dengan John Adam Smith, bersinergi dengan Karl Mark, dipengaruhi oleh Will to Power nya Nietze, disindir oleh Will dan Ideas nya Schopenhauer, didukung oleh William James, Ranke, Croce, Max Weber, and Meinecke, diprotes oleh Nihilismenya Paul Nietze dan Satre, diprotes oleh spiritualism, diprotes oleh idealism, diprotes oleh socio-constructivist, didukung oleh jargon atasan, diprotes oleh jargon bawahan, berorientasi hasil dan standard, ditentang oleh proses dan portfolio, bersinergi dengan penyeragaman, tidak berselera akan keanekaragaman, ontologi laskar pendidikan diberangkatkan dari negara-negara Industri, sasaran ontologi laskar pendidikan adalah negara-negara berkembang sampai ke ujung dunia beserta sumber dayanya, ontologi laskar pendidikan telah berangkat sejak jaman modern, di jaman sekarang ontologi laskar pendidikan semakin berjaya dan dominan.

Kesimpulan

Tidaklah mungkin juragan dan godfather ontologi laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik. Mereka lebih enjoy bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajib subyek didik. Jika tampaknya ikhlas maka itu hanyalah sementara dan tidaklah konsisten, demi menjaga situasi kondusif untuk lajunya ontologi laskar pendidikan.

37 comments:

  1. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pendidikan bukanlah laskar melainkan kebutuhan. Kata laskar biasanya digunakan dalam militer pada jaman perang seperti yang disebutkan diatas. Pendidikan adalah suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita membutuhkan pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ketika kita membutuhkan pendidikan, maka kita akan mengikuti proses pendidikan yang ada langsung dan hasil yang dicapai akan lebih maksimal. Jika setiap individu telah menanamkan dalam dirinya kebutuhan dan membutuhkan pendidikan, kondisi pendidikan yang ada bisa lebih maju lagi.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kebijakan pemerintah mewajibkan kita untuk memperoleh pendidikan, pendidikan itu dipandang sebagai kewajiban daripada kebutuhan. Padahal, pendidikan diharapkan dipandang sebagai kebutuhan bukannya kewajiban. Sekarang bagaimana kita bisa mengubah pendidikan dari kewajiban menjadi kebutuhan. Oleh karena itu perlu adanya dorongan dari semua bangsa agar dapat melakukan perubahan dari kewajiban menjadi kebutuhan. Ketika seseorang ingin memahami sesuatu maka belajar akan sangat dibutuhkan, disinilah pendidikan akan menjadi suatu kewajiban. Pendidikan itu wajib dimiliki oleh siapapun karena masa depan seseorang dipengaruhi oleh adanya pendidikan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pendidikan hakekatnya bukanlah kewajiban subjek didik, namun lebih kepada kebutuhan subyek didik. Subyek didik membutuhkan pendidikan untuk dapat meraih cita-citanya dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Pendidikan yang baik lebih meneankan pada proses dan bagaimana subyek didik memahami secara mendalam ilmu yang dipelajari, tidak melulu hanya terfokus pada hasil tanpa mngedepankan proses.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Pendidikan merupakan hal yang penting dan yang harus didapatkan oleh para anak-anak. Pendidikan yang baik akan berpengaruh pada kemajuan bangsa dan Negara ini. Para peserta didik hendaknya selalu ikhlas dalam mengikuti pendidikan sehingga hasil yang dicapai akan lebih maksimal. Serta sebagai pendidik hendaknya juga ikhlas bahwa pendidikan adalah kebutuhan dari peserta didik, janganlah merasa bahwa pendidikan adalah kewajiban-kewajiban dari peserta didik.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pendidikan merupakan kebutuhan. Ini sangat penting sehingga semua manusia bisa merasakan kebutuhannya yaitu mendapatkan pendidikan.Dengan pendidikan ini akan membuat semua pihak baik pengajar maupun peserta didik akan melakukan kegiatan belajar mengajar dengan motivasi bahwa pendidikan penting untuk pemenuhan kebutuhan akan ilmu, dan pentingnya ilmu tersebut buat manusia. Guru sebagai faktor dalam pendidikan juga menganggap bahwa mengajar adalah kewajiban, maka menurut hemat saya memang perlu adanya penyadaran dan perubahan pandangan bahwa pendidikan itu adalah merupakan kebutuhan bukan kewajiban, tetapi kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan bagi siswa. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa harus bisa menjadikan proses belajar maupun mengajar menjadi sebuah kebutuhan.

    ReplyDelete
  6. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Pendidikan adalah salah satu janji kemerdekaan yang tertuang dalam konstitusi. namun jika kemudian pendidikan justru mengabaikan kemerdekaan subjek atau malah justru merenggut kemerdekaan itu, maka kita patut berpikir bahwa telah terjadi penjajahan ulang yang lebih sistematis yang dilakukan oleh bangsa sendiri, di titik ini revolusi adalah sebuah keharusan, revolusi dalam pendidikn, revolusi paradigma, dan revolusi mental.

    ReplyDelete
  7. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan adalah kebutuhan bagi para subyek didik, karena pendidikan sesungguhnya adalah selalu belajar meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk memahami, selalu belajar meskipun sulit untuk dipahami, selalu belajar meskipun memiliki keterbatasan, bukan seperti ontologi laskar pendidikan yang kompetisinya ketat, yang kalah yang tertinggal, yang kalah menjadi pecundang, yang menang yang berjaya, melindas dan melibas apa saja yang dilewati.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    1330241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan seharusnya merupakan kebutuhan bagi para sebjek didik. Jika pendidikan merupakan kebutuhan subjek didik maka para subjek didik tentu akan dengan senang hati belajar, mereka tentu akan belajar dengan suka cita karena memang merupakan kebutuhan. Tetapi sayangnya tidaklah mungkin para juragan dan godfather ontologi laskar pendidikan ikhlas menerima bahwa pendidikan adalah kebutuhan subyek didik. Hal ini menjadikan pendidikan merupakan hal yang dibenci oleh subjek didik. Hal ini menjadikan kelulusan merupakan hal yang dituju oleh para subjek didik karena dengannya mereka akan terbebas dari pendidikan. Hal ini lah yang harus dirubah dari sistem pendidikan di negeri ini. Bagaimana pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi kebutuhan bagi peserta didik bukan menjadi kewajiban yang membebani mereka.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Pendidikan adalah kebutuhan primer bagi manusia. Sesuai dengan jargon UNY yang mengatakan bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. Namun, pada kenyataannya sekarang sudah banyak sarjana bahkan magister yang hanya pengangguran. Mungkin karena kesalahpahaman antara kebutuhan juragan atau kebutuhan subjek didik. Kembali kita harus meluruskan konsep dan filosofi dari pendidikan untuk benar-benar dapat digunakan sebagai investasi masa depan.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita butuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ketika kita yang butuh akan pendidikan, maka kita akan mengikuti proses pendidikan yang ada secara ikhlas dan hasil yang dicapai pun akan lebih maksimal. Namun, kadang kita sering melihat bahwa justru sang pendidik yang berusaha mencari anak didik. Padahal sebenarnya anak didiklah yang harus berkewajiban untuk menuntut ilmu. Hal ini menandakan bahwa masih ada saja yang menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting untuk kehidupannya.

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sebagian besar orang beranggapan bahwa pendidikan sebagai sebuah kewajiban, seperti program yang berlaku di Indonesia yakni wajib belajar 9 tahun sehingga pendidikan dianggap sebagai sesuatu yang wajib harus diikuti akibatnya seringkali siswa merasa terkekang dan merasa bersekolah sebagai suatu ritual rutin yang membosankan dan tidak menyenangkan. Karena itu kita perlu menyadari tentang pentingnya menjadi orang yang berpendidikan karena pendidikan adalah kebutuhan hidup yang dapat mejadi jaminan kualitas kehidupan kita

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sistem pendidikan yang sedang berjalan pada negara kita saat ini merupakan salah satu sisi yang digambarkan pada pembahasan elegi diatas. Pendidikan diberikan standar sehingga dengan tujuan yang sama untuk para subyek pembelajar. Padahal sesungguhnya pendidikan itu adalah proses memanusiakan manusia yang kebutuhan masing-masing individunya adalah berbeda, sehingga pendidikan itu adalah sesuai kebuthan subyeknya.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Jika banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan, saya lebih sepakat bahwa pendidikan adalah suatu kewajiban. Bagaimana tidak? Sebuah hadist mengatakan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi muslim/ah. Terlalu 'keras' mungkin, namun jika ditelisik lebih dalam, jika pendidikan adalah suatu kewajiban maka seseorang mau tidak mau harus mengenyam pendidikan.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Setiap orng berhak mengenyam pendidikan. Setiap orang wajib untuk menuntut ilmu. Ketua pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa menuntut ilmu itu penting dan wajib bagi siapapun, tidak memandang orang kaya atau miskin, terpandang atau tidak, tampan atau jelek. Semuanya wajib menuntut ilmu untuk kelangsungan dan kebutuhan hidup di dunia dengan baik dan tentram.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya juga pernah membacar sebuah kalimat yang pernah dilontarkan oleh Sayyidina Ali bahwa Sesungguhnya Allah itu tidak mewajibkan orang bodoh untuk menuntut ilmu kecuali mewajibkan terlebih dahulu orang berilmu untuk mengajar. Kesimpulannya, orang yang berilmu hendaknya mengamalkan dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain yang sedang menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  16. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Pendidikan yang diibaratkan seperti laskar merupakan pendidikan yang terpusat (sentralisasi), dimana segala kebijakan ditentukan oleh pusat, dan pusat melakukan pengerahan secara massal segala sumber daya pendidikan untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Indonesia, dahulu menganut sistem pendidikan yang seperti ini, dimana segalakebijakan dientukan oleh pusat dan mengabaikan sifat unik siswa dan daerah. Namun kemudian, setelah dikeluarkannya UU otonomi daerah, daerah diberikan kewenangan untuk mengelola pendidikan didaerahnya sendiri. Lalu apakah pendidikan kita sudah bukan laskar lagi?

    ReplyDelete
  17. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan otonomi pendidikan masih setengah hati, beberapa kebijakan pendidikan masih dilakukan oleh pusat, misalnya ujian nasional, kurikulum, dsb. penerapan kebijakan-kebijakan tersebut menjadikan pendidikan ibarat laskar. semua itu sebenarnya bermuara pada paradigma pendidikan yang masih jauh dari pendidikan demokrasi dan humanisme,yaitu pendidikan yang menghargai sifat unik manusia danmemberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya.

    ReplyDelete
  18. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Mindset masyarakat kita adalah memandang pendidikan itu “wajib”. Oleh karena itu, banyak anak yang pergi ke sekolah atas dasar keterpaksaan. Padahal yang perlu ditanamkan pada diri kita dalam memandang pendidikan yaitu pendidikan adalah suatu kebutuhan. Jika seperti itu, pendidikan akan dipandang lebih sekedar kewajiban. Pendidikan adalah prioritas. Jika anak-anak meyakini bahwa pendidikan adalah kebutuhan, maka ia akan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Ia akan memiliki cita-cita yang akan digapainya dengan semangat belajar.

    ReplyDelete
  19. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Pendidikan adalah sebuah kebutuhan dari setiap manusia. Karena memang bagitu pentingnya bagi seseorang. Pengetahuan tidak hanya didapatkan dari sekolah saja, tetapi dari semua lingkup kehidupan. Jadi, kebutuhan itu merupakan suatu kebutuhan karena memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ketika kita dapat membuat pemikiran siswa berubah dari kewajiban dalam belajar menjadi kebutuhan, maka akan pembelajaran yang akan terjadi menjadi lebih maksimal.

    ReplyDelete
  20. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang lebih mengutamakan prose dibandingkan hasilnya dan juga selalu melakukan refleksi untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Tapi apakah pendidikan di Indonesia sendiri telah seperi itu. Apakah guru ketika membelajarkan di kelas telah menekankan pada prosesnya dibandingkan hasilnya. Hasil yang baik memang penting namun proses yang dialami lebihlah penting. Karena proses yang baik pasti akan menghasilkan output yang baik pula.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  21. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    “Allah akan mengangkat derajat menjadi lebih tinggi bagi orang-orang yang beriman dan berilmu”. Sesungguhnya tujuan utama pendidikan adalah agar kita memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir batin di dunia dan di akirat. Sehingga begitu pentingnya pendidikan tersebut untuk hidup kita, bahkan Allah pun mewajibkan kita mencari ilmu. Rasulullah juga bersabda, “carilah ilmu walau sampai ke negeri China”. Jadi jelas nampak mencari ilmu adalah hal yang penting. Namun untuk apa kita mencari ilmu jika tak disertai keikhlasan? Apa yang ingin kita raih jika tanpa adanya keikhlasan? Sungguh takkan memberikan manfaat apapun untuk hidup kita, kecuali kebahagiaan sesaat, bukan kebahagiaan lahir batin di dunia hingga akhirat. Wallahu a’lam..

    ReplyDelete
  22. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwa pendidikan merupakan hak bagi setiap indvidu. Pendidikan bukan untuk dinikmati oleh segelintir orang. Pendidikan bukan pula untuk disekat-sekatkan dan dikelompok-kelompokkan dan dinikmati oleh kelompok-kelompok itu. Pendidikan itu untuk satu, dua, tiga, atau bahkan sampai n. Intinya setiap insan berhak mendapatkan pendidikan.

    ReplyDelete
  23. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Pendidikan adalah proses pewarisan nilai dan pengalaman dalam artian positif untuk mengembangkan peserta didik agar memiliki bekal dalam hidupnya baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya. Pendidikan, baik formal maupun nonformal, adalah sarana untuk pewarisan kebudayaan. Setiap masyarakat mewariskan kebudayaannya kepada generasi yang lebih kemudian agar tradisi kebudayaannya tetap hidup dan berkembang, melalui pendidikan. Dari sini maka seyogyanya pendidikan itu lebih tepatnya harus dipahami sebagai sebuah kebutuhan subyektif didik

    ReplyDelete
  24. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Pendidikan laskar adalah pendidikan yang mewajibkan sesuatu, diarahkan kepada sesuatu, dilakukan secara besar-besaram ada komandonya, tujuannya bersifat tunggal dan lain sebagainya. Sehingga para pemberi komando dan penentu kebijakan menentukan para pembelajar untuk mengikuti aturan, arahan, dengan tujuan nya yang satu dengan kata lain pendidikan ingin menjadikan sebuah robot yang dapat diarahkan kemana-mana sesuai perintah pengendalinya. Namun alangkah lebih baiknya jika pembelajaran diarahkan untuk memanusiakan manusia yaitu dengan memberi kebebasan kepada individu sehingga individu merasa membutuhan belajar untuk membangun pengetahuannya sendiri dan tugas praktisi pendirikannya adalah dengan memfasilitasi kebutuhan belajar inividu tersebut.

    ReplyDelete
  25. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016


    Menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan bagi para peserta didik adalah salah satu tugas utama seorang guru. Dengan membuat siswa merasa bahwa belajar adalah kebutuhan akan menjadikan siswa akan memahami pelajaran dengan penuh keikhlasan. Lain halnya ketika siswa merasa pendidikan sebagai kewajiban, akan tumbuh keterpaksaan dalam diri siswa selama proses belajar mengajar dan sepanjang siswa menimba ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Setiap laskar tentunya mempunyai suatu tujuan. Seperti halnya laskar pendidikan, pendidikan di Indonesia akhirnya juga bertujuan menjadi suatu ladang bisnis, misalnya saja undang-undang Badan Hukum Pendidikan. Pendidikan berubah menjadi kapitalisme. Banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena mahalnya biaya pendidikan. Seakan-akan melalui undang-undang badan hukum pendidikan pemerintah ingin lepasn tangan dari pembiayaan perguruan tinggi, pendidikan perguruan tinggi menjadi semakin mahal dan tidak terjangkau lagi bagi masyarakat bawah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Education for all, pendidikan adalah hak setiap manusia, normal maupun yang memilik keterbatasan, pendidikan untuk semua usia entah itu dewasa, orang tua maupun anak-anak yang bertujuan agar lebih mengerti tentang sesuatu. Seperti yang dikemukakan Paulo Freire bahwa pendidikan tidak boleh dibatasi hanya untuk golongan elite dengan mengesampingkan golongan menengah ke bawah sebagai kaum tertindas. Usaha pendidikan menurut Freire, harus melepaskan diri dari kecenderungan hegemoni dan dominasi. Karena pendidikan yang memiliki karakteristik hegemonik dan dominatif tidak akan pernah mampu membawa rakyat pada pemahaman diri dan realitasnya secara utuh. Semua orang yang hidup berhak memperoleh pendidikan

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Mestinya pendidikan merupakan kebutuhan subyek didik, bukan justru menjadi sebuah proyek yang memiliki satu tujuan tertentu. Karena pendidikan merupakan kebutuhan siswa, pendidikan semestinya dapat dibangun tanpa ada keterpaksaan dari siswa dan dalam suasana yang menyenangkan. Pendidikan harus bisa memenuhi kebutuhan siswa untuk belajar dengan melibatkan siswa secara aktif di dalam pembelajaran. Namun, yang sekarang ini terjadi dalam praktek pendidikan di Indonesia ialah pendidikan laskar. Pendidikan bukan merupakan kebutuhan siswa tetapi merupakan kewajiban siswa. Pendidikan justru menjadi alat untuk menguntungkan kepentingan penguasa. Keadaan ini akan sulit untuk diubah karena hal ini telah menjadi proyek dari negara-negara industri yang membuat kita tidak menyadarinya.

    ReplyDelete
  29. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pendidikan merupakan kebutuhan semua manusia, namun kita seringkali melupakan atau bahkan tidak memahami esensi dari pendidikan itu sendiri. Kebutuhan-kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam pendidikan adalah yang mencakup berbagai aspek pembangunan pendidikan. Pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan secara seimbang unsur pribadi manusia berikut, yaitu jasmani, rohani, intelektual, estetika dan sosial yang diarahkan pada satu tujuan utama yaitu untuk memanusiakan manusia.

    ReplyDelete
  30. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Pendidikan merupakan kebutuhan siswa yang akan membantunya dalam memecahkan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Jika pendidikan sudah dianggap sebagai kebutuhan hidup. Maka orang akan berusaha sekuat tenaga bagaimana ia bisa mendapatkan pendidikan terbaik. Walaupun nantinya terdapat hambatan dan tantangan dalam belajar akan diusahakan untuk menjalaninya dengan gigih dan tabah. Begitu pula seorang siswa dalam menjalani proses belajar dan mengajar di sekolah.

    ReplyDelete
  31. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Dalam menghadapi kehidupan abad ke 21 ini pendidikan bukan lagi sekedar kewajiban tetapi lebih dari itu pendidikan sudah menjadi suatu kebutuhan. Sesungguhnya tujuan utama pendidikan adalah agar kita memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir batin di dunia dan di akirat. Sehingga begitu pentingnya pendidikan tersebut untuk hidup kita, bahkan Allah pun mewajibkan kita mencari ilmu, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Rasulullah juga bersabda, “carilah ilmu sekalipun ke negeri Cina”. Jadi jelas nampak mencari ilmu adalah hal yang amat penting sekalipun harus menempuh jalan yang jauh. Namun untuk apa kita mencari ilmu jika tak disertai keikhlasan? Apa yang ingin kita raih jika tanpa adanya keikhlasan? Sungguh takkan memberikan manfaat apapun untuk hidup kita, kecuali kebahagiaan sesaat, bukan kebahagiaan lahir batin di dunia hingga akhirat. Kita berusaha agar selalu mendatangkan ikhlas di dalam hati, tak lupa berdoa kepada-Nya agar pendidikan yang kita jalani bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain, sehingga mampu mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  32. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pendidikan adalah sesuatu kebutuhan. Semua orang jika ingin menuju masa depan haruslah menanam pohon pengetahuan yang tinggi. Juga agar kita bisa menemukan kayu untuk berpegangan untuk menuju puncak gunung es. Pendidikan bukanlah suatu hal yang harus ditakuti sehingga kita harus kehilangan arah tujuan pendidikan itu sendiri. Jangan membuat paradigma yang aneh-aneh kepada subyek pendidikan. Baiknya kita samakan dimensi antara pelaku pendidikan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  33. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Elegi menggambarkan suasana pendidikan di sekitar kita, meskipun tidak sepenuhnya begitu. Kadang-kadang kita sering melihat bahwa itu adalah pendidik yang berusaha untuk menemukan siswa untuk siswa, tetapi siswa tidak selalu secara sukarela bagi siswa. Padahal sebenarnya anak harus diminta untuk mendidik permintaan pendidikan pendidik dan bukan sebaliknya, mari kita berharap mereka bekerja keluar meskipun sedikit demi sedikit. pendidikan adalah suatu keharusan, tapi mungkin tidak untuk orang lain. Pendidikan adalah suatu keharusan karena pada dasarnya kita membutuhkan pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ketika kita membutuhkan pendidikan, maka kita akan mengikuti proses pendidikan yang ada langsung dan hasil yang dicapai akan lebih maksimal. Jika setiap individu telah menanamkan dalam dirinya kebutuhan dan membutuhkan pendidikan, kondisi pendidikan yang ada bisa lebih maju lagi.

    ReplyDelete
  34. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang, menurut Ki Hajar Dewantara menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif)). Singkatnya, “educate the head, the heart, and the hand”. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang.

    ReplyDelete
  35. Bayu Adhiwibowo
    S2 Pend. Matematika 16709251014
    Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan dasar dari seorang manusia. Dan pemerintah wajib untuk memfasilitasi hal tersebut. Dari pendidikan itu kita bisa mendapatkan banyak sekali ilmu. Dari ilmu-ilmu itu bisa kita manfaatkan untuk kepentingan banyak orang. Saat ini kita berusaha untuk menjadi pendidik, dalam usahanya juga harus belajar dengan baik sehingga nantinya bisa mendidik siswa kita menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  36. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh subjek didik untuk memperoleh sekumpulan keterampilan yang dibutuhkan dirinya untuk menghadapi kehidupannya mendatang. Oleh sebab itu pendidikan seharusnya berdasar pada kebutuhan subjek didik, bukan malah sebaliknya pendidikan mengandung kewajiban-kewajiban yang mengikat subjek didik. Menjadikan subjek didik sebagai laskar yang berjalan di bawah perintah. Subjek didik harus difasilitasi agar dapat melakukan proses pendidikan, mengembangkan dirinya secara utuh dan memenuhi kebutuhannya akan pendidikan.

    ReplyDelete
  37. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh¬
    Pendidikan itu sangat penting. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita butuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik.Namun kenyataannya makin banyak lulusan PT menganggur seakan kontras dengan apa yang dijelaskan oleh sebuah universitas. Dunia kerja tidak sesuai dengan dunia pendidikan.


    Wallahualambishowab
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id