Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Hakekat Matematika Kesatu




Oleh: Marsigit

Matematika bermonolog imaginer:
Awalnya aku hanyalah gelaja. Sebetulnya gejalaku ada di mana-mana. Tetapi jelas tidaknya gejalaku tergantung dari tempat tinggalku.Gejalaku sangat jelas ketika aku berada di pegunungan, di lautan dan di hutan rimba. Tetapi sayangnya pada tempat-tempat itu tiadalah orang menyaksikanku, sehingga gejalaku tidak dapat bicara. Pada saat itulah aku menyadari bahwa aku perlu bekerjasama dengan manusia agar gejalaku dapat bicara. Itulah mengapa pidato pertamaku aku sampaikan pada orang-orang di tepian sungai nil. Mula-mula pidatoku aku sampaikan dengan bahasa yang sangat sederhana. Aku hanya menggunakan dua kata saja pada waktu itu yaitu naik dan turun. Ketika aku naik, maka mereka berlarian menyelamatkan diri. Ketika aku turun maka mereka berdatangan berduyun-duyun. Mereka tidak menyadari bahwa aku telah mengangkat mereka menjadi murid-muridku. Sesungguh-sungguhnya itulah pekerjaan rumah (PR) pertama yang dikerjakan manusia atas gurunya aku. Ketika aku naik, maka aku sembunyikan batas-batas mereka. Ketika aku turun maka batas batas itu sebagian aku munculkan sebagian lagi aku masih sembunyikan. Di situlah aku melihat anarkisme pertama dari manusia-manusia. Mereka saling berebut. Mereka saling berdusta. Mereka saling bertengkar. Bahkan mereka saling membunuh dalam rangka memperebutkan batas-batas yang aku sembunyikan.


Mereka tak sengaja menemukan persembunyianku:
Itulah sebenar-benar manusia. Mereka ternyata mempunyai daya ingat. Ingatan mereka ternyata dapat menemukan batas-batas yang aku sembunyikan. Padahal sebetul-betulnya batas adalah diriku sendiri. Tetapi mereka belum menyadari tentang diriku. Namun beberapa dari mereka telah sepakat menggunakan ingatan bersama tentang batas-batas yang aku sembunyikan. Itulah pertama-tama mereka menamaiku sebagai garis. Aku disebutnya sebagai garis batas. Kemudian aku disebut pula sebagai garis batas wilayah. Ternyata itulah kehebatan manusia. Mereka tidak hanya menemukan aku yang satu, tetapi aku yang lain juga mulai mereka temukan. Mereka menemukan aku sebanyak empat, kemudian mereka sepakat untuk menamaiku sebagai segi empat. Aku sengaja berpenampilan rupa ragam, ternyata mereka juga menemukanku sebanyak empat dimana aku duduk bersejajar dua-dua, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi panjang. Masih aku sembunyikan lagi sebagian diriku. Ternyata mereka juga menemukan diriku yang empat duduk sejajar-sejajar sama panjang, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi. Hebat benar manusia-manusia itu. Sampai disini aku bertanya apakah aku mulai dipertemukan dengan manusia. Kemudian mereka sebenarnya siapa. Dan aku sebenarnya siapa juga?

Orang tua berambut putih datang:
Wahai matematika, saatnya sudah engkau turun dari singgasanamu. Tidaklah selalu engkau harus dalam posisi seperti itu. Walaupun engkau ratu sekalipun, tetapi ada kalanya engkau harus mengabdikan diri kepada manusia sebagai pelayan. Maka pergilah dan bantulah manusia-manusia itu untuk membangun peradabannya.

Matematika:
Wahai orang tua berabut putih. Aku sanggup melaksanakan perintahmu tetapi dengan syarat. Sedangkan syarat-syaratku itu adalah: pertama aku harus bersama-sama bisa menjadi ratu sekaligus pelayan; kedua, aku harus selalu mengikutimu; ketiga, aku netral dan tidak memihak siapapun; keempat, aku harus tetap abstrak tetapi bisa berujud kongkrit jika aku mau; kelima, aku harus tetap bersifat abadi dan keabadianku mendahului manusia dan mengakhiri manusia; keenam, aku tidak memerlukan pujian dan sanjungan serta tidak memerlukan predikat apapun.

Kerumunan orang-orang:
Wahai makhluk aneh. Siapakah dirimu dan dimanakah engkau tinggal? Kenapa selama ini engkau sembunyikan batas-batasku? Bersediakah engkau membantuku untuk membangun peradabanku?

Matematika:
Ketahuilah, namaku adalah matematika. Sebagian dari engkau telah mengenalku tetapi sebagian banyak yang belum mengenalku. Sebagian dari diriku juga telah engkau kenal. Garis-garis batas itulah contohku. Tidak hanya itu contoh-contoh ku masih banyak lagi. Yang akan ku sebut berikut itu semua adalah diriku. Persegi adalah aku. Persegi panjang adalah aku. Garis lurus adalah aku. Keliling sawah-sawahmu adalah adalah aku. Luas sawah-sawahmu adalah aku. Namun dari sedikit yang aku sebut, belumlah seberapa dari banyaknya diriku yang lain. Semakin engkau benyak mengetahuiku, semakin banyak pula yang belum engkau ketahui. Itulah sebanar-benar PR ku buatmu. Maka sebenar-benar aku adalah PR buatmu.
Maka namaku pun bermacam-macam. Geometri adalah aku. Aritmetika adalah aku. Aljabar adalah aku. Kalkulus adalah aku. Bilangan adalah aku. Pengukuran aadalah aku. Rumus-rumus adalah aku. Pola-pola adalah aku. Pemecahan masalah adalah aku. Penyelidikan adalah aku. Rasa ingin tahu adalah aku. Bahkan komunikasimu adalah aku. Jikalau engkau telah menemukanku lebih banyak lagi maka aku bersedia membantumu untuk membangun peradabanmu. Lebih dari itu, jika engkau mampu menggunakan akal pikiranku untuk menemukanku, maka akupun rela menjadi pelayanmu. Itulah sebenar-benar diriku, adalah alat buat kehidupanmu. Maka perkenalan pertamamu terhadap diriku adalah mengenalku sebagai peralatan bagimu. Dan itu baik-baik saja. Sesuatu yang baik bolehlah engkau ejar-ajarkan kepada cucu-cucu maupun keturunanmu.

Kerumunan orang-orang:
Wahai matematika bagaimanakah caranya aku bisa menumpaiku.

Matematika:
Ada syarat-syarat engkau bisa menemuiku. Jika syarat-syarat itu terpenuhi, maka engkau tidak hanya bisa menemuiku, tetapi engkau bisa memilikiku. Tidak hanya itu jika engkau betul-betul telah memilikkiku maka engkau dapat menjelma menjadi engkau, dan engkau bisa menjelma menjadi aku. Maka sebenar-benar aku adalah engkau pula pada akhirnya.

Kerumunan orang-orang:
Lalu, apakah syaratnya agar aku bisa menemuimu?

Matematika:
Pertama-tama, engkau harus mempunyai niat dan usaha untuk menemuiku. Niatmu harus tulus disertai rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa sudah saatnya lah engkau akan bertemu denganku. Kedua, engkau harus menyesuaikan sikap, perkataan dan perbuatanmu. Sikap, perkataan dan perbuatanmu itu harus berakhir pada pikiran kritismu. Karena, hakekat diriku tidak lain-tidak bukan adalah pikiran kritismu itu. Ketiga, engkau harus selalu mencari diriku yang lain, kapanpun dan dimanapun. Keempat, engkau harus selalu menjalin silaturahim dengan semua diriku. Sebenar-benar silaturahimmu kepadaku adalah usahamu menggunakan diriku untuk keperluanmu. Semain banyak engkau menggunakanku, maka semakin pula engkau mengenal diriku. Dan yang kelima adalah selalu beritahukan tentang diriku kepada orang lain, serta gunakan pula diriku ketika engkau ingin membantu orang lain.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih atas penjelasannmu. Bolehkah aku bertanya? Aku mempunyai sawah berbentuk persegi panjang. Panjangnya 5 sedangkan lebarnya 4. Berapakah luas sawahku itu?

Matematika:
Gunakan luas satuan. Kemudian tutupilah sawahmu itu dengan bangun-bangun satuan, maka engkau temukan bahwa banyaknya luas satuan adalah 4 kali 5 sama dengan 20. Jadi luas sawahmu adalah 20.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih, sekarang aku sudah mempercayaiku. Maka bersiaplah wahai matematika engkau menjadi pelayanku. Maka selalu siaplah engkau aku panggil setiap saat dan akan aku gunakan untuk bermacam-macam keperluan.

27 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Matematika adalah ilmu yang mendasari semua ilmu. Matematika memiliki manfaat bagi kehidupan kita karena kehidupan tidak terlepas dari matematika. Untuk dapat mengenal matematika, kita harus mengetahui cabang ilmu matematika yang lain, tidak hanya satu atau dua tapi banyak. Dalam mempelajari ilmu matematika kita harus bisa berpikir kritis agar dapat lebih mengenal matematika sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,
    Hidup kita adalah matematika, artinya hidup ini tidak akan pernah terpisahkan dari matematika. Seperti ungkapan Paul Dirac "God use beautiful mathematics in creating the world". Setiap aspek kehidupan memiliki matematika di dalamnya. Matematika sangatlah luas sehingga matematika dijuluki "Queen of Sciences". Meski pun matematika sudah terkait dalam kehidupan kita, kita harus tetap mempelajarinya. Dalam mempelajari suatu ilmu, terlebih dahulu kita harus mengetahui hakekat ilmu itu. Apa ilmu itu dan untuk apa ilmu itu. Karena orang yang ingin mendapatkan ilmu haruslah sadar akan apa yang dicarinya. Jadi kesadaran adalah hal utama dalam menuntut ilmu. Belajar matematikapun perlu landasan, yaitu niat, syukur dan ikhlas agar ilmu yang diperoleh semakin bermanfaat.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Matematika memiliki kontribusi dalam segala aspek kehidupan, inilah yang dinamakan matemtaika kesatu. Akan tetapi banyak orang menganngap matematika susah dan sulit untuk dipahami, anggapan ini tentunya salah, karean secara tidak sadar matematika sangatlah dibutuhkan dalam sendi-sendi kehidupan. Begitu pla kaitannya dengan ilmu yang lain, matemtaika memberikan peran dalam berbgai ilmu yang lain, seperti contohnya hubungan erat fisika dengan matematika.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Dari elegi diatas dapat dilihat bahwa matematika itu bisa menjadi ratu dan bisa juga menjadi pelayan. Matematika dikatakan menjadi ratu ketika matematika itu diaplikasikan pada setiap bidang ilmu. Sedangkan matematika sebagai pelayan jika matematika itu digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mempelajari matematika diperlukan pikiran yang kritis dan kreatif. Serta yang terpenting adalah mempunyai niat yang ikhlas untuk mempelajari matematika.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Berbicara tentang matematika tak akan pernah terlepas dari kehidupan. Karena hampir dalam setiap aktivitas sehari-hari disadari atau tidak kita pasti menggunakan Matematika. Banyak sekali manfaat dari aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Ada pepatah mengatakan “siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Ikhlas dan niat di dalam hati maka kita betul-betul mendapat hakikat dari matematika sesungguhnya.

    ReplyDelete
  6. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Matematika adalah ilmu. Karena itulah untuk mempelajari matematika kita harus memiliki niat dan usaha. Karena itulah untuk mempelajari matematika harus disertai ketulusan dan rasa syukur kepada Tuhan. Matematika adalah ilmu. Karena itulah kita harus bersikap kritis dalam mempelajarinya. Matematika adalah ilmu. Karena itulah matematika harus dimanfaatkan dalam kehidupan sehari- hari karena sebenar- benar ilmu adalah bermanfaat. Matematika itu adalah ilmu. Oleh karena itulah kita harus mengajarkan matematika kepada orang lain serta menggunakan matematika untuk membantu orang lain.

    ReplyDelete
  7. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Syarat pertama untuk menemui matematika adalah harus mempunyai niat dan usaha untuk menemui matematika itu sendiri. Niat yang tulus disertai rasa syukur kepada Allah SWT akan memudahkan kita dalam menemui matematika. Menemui matematika ini maksudnya adalah memahami matematika itu sendiri serta memhaminya seperti dalam belajar dengan niat yang tulus untuk mempelajari mengenai penjumlahan atau menghitung luas daerah kita akan lebih mudah memahaminya jika dibandingkan dengan orang yang tidak tulus dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  8. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Matematika merupakan disiplin ilmu yang yang membantu kehidupan kita sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, matematika menjadi momok yang menyeramkan bagi sebagian siswa. Siswa merasa malas dan tidak tertarik dengan pelajaran matematika. Apakah yang salah dengan pelajaran matematika? Apakah dari faktor guru, pembelajaran, ataukah dari siswa itu sendiri? Saya setuju, untuk dapat menguasai suatu pembelajaran, pertama kita harus memiliki niat yang tulus untuk memulai memahami sesuatu. Insyaallah dengan niat dan usaha yang tulus, akan membuahkan hasil yang memuaskan.

    ReplyDelete
  9. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Elegi di atas menggambarkan bagaimana sejarah matematika namun dikemas dalam sebuah dialog menarik yang membawa pembacanya untuk dapat membayangkan dan menghayatinya. Matematika dengan beragam sifatnya telah mampu membangun memecahkan berbagai permasalahan manusia, namun dia tetap dianggap sebagai ratu ilmu dan kedudukan-kedudukannya yang lain.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Belajar matematika tidak hanya di kelas. Kapanpun dan dimanapun kita bisa menggunakan pikiran kritis kita untuk belajar matematika. Belajar matematika berarti juga harus mengaplikasikannya di kehidupan kita. Belajar matematikapun perlu landasan, yaitu niat dan ikhlas agar ilmu yang diperoleh semakin bermanfaat.

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Hidup kita tidak akan bisa lepas dari matematika, bermatematika adalah berpikir secara logis dengan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati. Matematika akan selalu ada dan dekat dalam kehidupan kita meskipun seringkali kita tidak menyadarinya secara langsung karena sesungguhnya setiap aspek kehidupan kita selalu berhubungan dan berkaitan dengan matematika. Namun menjadi persoalan adalah bagaimana membelajarkan atau mengenalkan matematika kepada siswa agar mereka menyadarii bahwa sebenar-benarnya matematika adalah dekat dengan kehidupan mereka. Karena itu perlunnya mengajarkan matematika kepada sisiwa secara bermakna dengan memberikan contoh pengaplikasian matematika dalam kehidupan nyata agar matematika dapat dijangkau oleh dunia siswa

    ReplyDelete
  12. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dari elegi tersebut, matematika merupakan ilmu yang diperlukan untuk ilmu-ilmu lain. MAtematika merupakan ilmu yang penting dipelajari. DAlam mempelajari matematika, perlu niat yang kuat, pikiran yang bersih dan hati yang ikhlas sehingga pembelajaran matematika berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Matematika itu uas. Matematika memiliki peran penting dalam kehidupan ini. Matematika dapt diterapkan untuk ilmu-ilmu pengetahuan lain. Dalam mempelajari matematika diperlukan aktivitas agar tidak memboankan. Bukan hanya ceramah dan menghafalkan rumus.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, dala mempelajari matematika juga diperlukan niat yang tulus, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa yang khusyuk. Semua itu membutuhkan hati dan ikiran yang ikhlas dan jernih sehingga ilmu yang dipelajari dapat masuk dan dipahami dengan baik.

    ReplyDelete
  15. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    First, thank you for this elegy. This elegy is wonderful. In my opinion, from this elegy, I know that mathematics has many part in its self. Well, mathematics is queen of science. At least, all of science subject have mathematics on them. Not just science subject, but all that are in this life have mathematics on them. Mathematics always become complicated subject with its own speciality. Mathematics and science always help each other to solve their problem. So, mathematics is really wonderful subject, isn't it? I think that is enough. Thank you.

    ReplyDelete
  16. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Matematika dijuluki sebagai queen of science, ratu dari ilmu pengetahuan. Karena hampir semua ilmu saat ini merupakan cabang atau aplikasi dari matematika. Matematika merupakan ilmu yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sangat membantu dalam memajukan peradaban. Dari zaman sebelum masehi matematika sudah sangat bermanfaat, dalam hal geometri misalnya, bahkan dalam hal astronomi.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  17. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Matematika terdapat dimana-mana. Semakin banyak kita mempelajari matematika, maka sebenarnya masih lebih banyak lagi yang belum kita ketahui. Matematika dapat berwujud apa saja. Dan sangat berguna dalam berbagai hal.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Matematika adalah The Queen of Science, Ratunya para Ilmu Pengetahuan. Matematika agung bukan karena tahtanya sebagai ratu, melainkan ratu adalah pelayan bagi rakyatnya yaitu Ilmu Pengetahuan. Namun buan pulalah ia sebagai pelayan yang hanya menghamba dan membantu Ilmu Pengetahuan lain dalam meneyelesaikan masalahnya, Matematikapun turut bertitah dengan kepastian-kepastiannya agar rakyatnya yaitu Ilmu Pengetahun tidak mengalami kesesatan-kesesatan yang mengarahkan pada mitos. Karena sang ratu itu sangatlah terbebas dari mitos-mitos yang kotor.

    ReplyDelete
  19. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Melalui elegi ini, tampak bahwa matematika sangatlah dekat dengan kehidupan kita, bahkan awal mula muncul matematika ialah karena kebutuhan hidup kita. Seperti yang diungkapkan dalam elegi ini bahwa pada zaman dahulu orang-orang memperebutkan wilayah di sekitar sungai nil. Air yang pasang dan surut menyebabkan batas wilayahnya menghilang. Namun, dari kebutuhan tersebut justru ditemukan ilmu matematika, mulai dari pengetahuan garis, bangun-bangun geometri hingga sampai pada aritmatika, aljabar dan lain-lain. Lebih dari itu, matematika juga membangun kemampuan kita dalam komunikasi, pemecahan masalah, dan kemampuan penting lainnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika kita mau terus menerus mengembangkannya, akan lebih banyak lagi ilmu matematika yang dapat kita gunakan. Dengan kesadaran bahwa melalui matematika kita dapat membangun peradaban, tentu kita akan menjadi lebih giat dalam menggali pengetahuan matematika lainnya yang masih mungkin dapat dikembangkan.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Matematika merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam membentuk peradaban manusia. Matematikan sebagai Induk dari semua disiplin ilmu tidak ada sedikitpun dari segala apa yang kita kerjakan setiap hari dalam kehidupan ini yang lepas dari ilmu matematika. Orang sholatpun pada kenyataannya agar sholatnya itu bisa diterima haruslah bisa mengaplikasikan ilmu matematika seperti jumlah rakaat sholat minsalnya maka matematikan dalam beribadahpun bisa dikatakan sebagai syarat vital bagi seorang.

    ReplyDelete
  22. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Matematika adalah ilmu. Oleh karena itu hendaknya ilmu itu dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tiadalah ilmu tanpa mengambil manfaatnya. Maka matematika adalah ilmu yang dapat digunakan dan diambil manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari manusia. Seperti geometri yaitu cabang matematika yang menerangkan sifat-sifat garis, sudut, bidang, dan ruang. Artimatika social berkaitan dengan perhitungan yang berkatian dengan social manusia dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  23. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi menggapai hakekat matematika kesatu ini mengajarkan bahwa dalam mempelajari matematika haruslah disertai niat yang tulus serta memiliki rasa syukur kepada Tuhan YME. Selanjutnya harus ada penyesuaian sikap, perkataan dan perbuatan yang berakhir pada pikiran kritis. Kemudian juga semakin sering berlatih dalam mempelajari matematika. Dan yang terpenting gunakan ilmu yang telah dimiliki agar bermanfaat pula untuk orang lain dengan cara berbagi an mengajarkan pada sesame ilmu-ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Matematika dapat juga disebut sebagai ratunya ilmu pengetahuan. Segala macam kegiatan manusia bisa disangkut pautkan kepada matematika. Mulai dari masalah yang sederhana hingga permasalahan yang bersifat komplex tentunya membutuhkan sumbangsih matematika untuk dapat memecahkannya. Bahkan ketika sebelum masuk sekolah pun ibu kita sudah mulai mengajari kita matematika, mulai dari mengahafal angka-angka hingga perkalian sudah diajarkan semenjak kita belum memasuki bangku sekolah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Banyak orang yang tidak menyukai matematika namun seberapa pun mereka bencinya terhadap matematika, tentunya mereka pasti tetap akan bertemu dengan pelajaran matematika. Karena suka tidak maupun tidak suka kita akan bertemu dengan matematika, maka sebagai bekal hidup kita tetap harus mempelajari matematika agat tidak mudah dibodoh-bodohi orang.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Matematika sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan manusia. Matematika merupakan ilmu yang dapat dipelajari dan berguna untuk kehidupan manusia. Matematika memiliki peran yang penting dalam kehidupan ini. Ilmu ini dianggap sebagai ratu dan pelayan bagi ilmu lainnya. Namun seringkali masalahnya adalah bagaimana memperkenalkan matematika kepada siswa agar dapat dipahami oleh siswa. Belajar matematika tidak hanya di dalam kelas. Kapan pun dan di mana pun kita, karena salah satu tujuan dari pembelajaran matematika agar siswa dapat berpikir kritis dan terstruktur dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu. Pembelajaran Matematika juga perlu dasar yang diperlukan, niat dan ketulusan sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin berguna

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sampai akhir zaman nanti, yang namanya luas persegi adalah sisi kali sisi. Simbol integral juga seperti itu adanya. Logaritma jiga seperti itu adanya. Kita menemukan bahea matematika itu saklek, mamun saklek yang menyenangkan.
    Memasuki dunia matematika itu seperti memasuki suatu negeri yang kompleks dan sangat teratur. Menyenangkan tapi juga penuh misteri. Menakjubkan lah salah satu ciptaan Tuhan ini.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id