Mar 8, 2011

Elegi Mengapa Pendidik Malas Meneliti?

Oleh Marsigit

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, tetapi aku bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Konseptual:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang hakekat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu hakekat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan konseptual. Ketahuilah bahwa sebenar-benar hakekat meneliti itu adalah rasa ingin tahu. Apakah engkau sudah mempunyai rasa ingin tahu tentang pekerjaanmu itu?



PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Manfaat:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai pemahaman tentang manfaat penelitian. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak tahu manfaat meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak kepura-puraan hakekat manfaat. Ketahuilah bahwa sebenar-benar manfaat meneliti itu adalah untuk meningkatkan dimensimu pikiranmu, dimensi keterampilanmu, dimensi pengalamanmu serta dimensi hidupmu. Apakah engkau sudah mengetahui manfaat penelitian bagi pekerjaanmu itu?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Pengalaman meneliti:

Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak ingin mempunyai pengalaman meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak berkehendak mencari pengalaman meneliti, maka engkau itu sebenarnya berpura-pura meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat pengalaman palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar pengalaman meneliti itu adalah dimulai dari yang sederhana. Pengalaman meneliti itu tidak harus diakhiri dengan membuat laporan. Engkau dapat melakukan penelitian mandiri untuk kepentinganmu sendiri. Jikalau engkau berkehendak memperbaiki praktek pembelajaranmu berdasar pengalamanmu maka itulah sudah dapat disebut sebagai penelitian sederhana. Apakah engkau sudah berkeinginan untuk memperoleh pengalaman penelitian?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Faktor penunjang:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau tidak mempunyai faktor penunjang dalam meneliti. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau tidak mempunyai faktor penunjang maka, maka engkau itu sebenarnya memaksakan diri meneliti. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat efisiensi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar faktor penunjang dalam penelitianmu adalah keadaan sekolahmu, keadaan kelasmu, keadaan keluargamu, kepala sekolahmu, MGMP mu, baik mikro maupun makro, adanya bantuan dana, adanya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedianya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian. Apakah engkau sudah menemukan faktor-faktor pendudkung untuk penelitianmu?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Inovasi:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai inovasi pembelajaran, maka engkau sebenar-benarnya sia-sia melakukan penelitian. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat inovasi palsu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar inovasi pembelajaran adalah mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai siswa, mengetahui bagaimana siswa dapat memperoleh kompetensi demikian, mengetahui bagaimana pendidik mampu melayani kebutuhan belajar siswa, mengetahui bagaimana mempersiapkan pembelajaran dan mengelolan kelas pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran juga mengandung arti pendidik mengerti mengapa siswa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana. Apakah engkau sudah memahami inovasi pembelajaran?

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung apa, mengapa, bagaimana, untuk apa meneliti buatku?

Kemampuan pendidik:
Wahai pendidik, sebenar-benar dirimu itu tidak perlu meneliti jika engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan. Jika engkau paksakan meneliti, padahal engkau belum paham mengenai apa saja kemampuan pendidik yang harus dikembangkan, maka engkau sebenar-benar kehilangan orientasi dalam penelitianmu. Maka ancaman bagi dirimu adalah terjebak hakekat disorientasi. Ketahuilah bahwa sebenar-benar kemampuan pendidik itu meliputi tiga hal, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan keterampilan sosial. Kemampuan merencanakan pembelajaran meliputi merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, merencanakan penggunaan media dan sumbar ajar, serta merencanakan penilaian. Sedangkan untuk melaksanakan pembelajaran engkau perlu menguasai prosedur mengajar, menguasai materi, menguasai dan mengembangkan berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, menguasai dan penggunaan media, menguasai dan menggunakan alat peraga, mengembangkan pola interaksi, mengaktifkan siswa, alokasi waktu, mengembangkan penggunaan alat bantu pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Apakah engkau sudah mengerti tentang kemampuan pendidik yang harus dikembangkan?

PENDIDIK:
Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, tetapi aku masih bingung bagaimana mengembangkan keterampilan sosial?

Kemampuan sosial:
Wahai pendidik, aku adalah sikap dan berpikir positif. Sikap dan berpikir positif adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sikap dan berpikir positif. Wahai pendidik, akau adalah percaya dirimu. Percaya diri adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kepercayaan diri. Wahai pendidik, aku adalah kemandirianmu. Kemandirianmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai kemandirian.

Kemampuan sosio-emosional:
Wahai pendidik, aku adalah sosio-emosionalmu. Sosio-emosionalmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai sosio-emosional yang baik.

Keterbukaan:

Wahai pendidik, aku adalah keterbukaan. Keterbukaan adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterbukaan.

Fleksibel:
Wahai pendidik, aku adalah fleksibel. Fleksibilitas adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai fleksibilitas.

Motivasi:

Wahai pendidik, aku adalah motivasi. Motivasimu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai motivasi.

Semangat:
Wahai pendidik, aku adalah semangat. Semangatmu adalah salah satu keterampilan sosialmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai semangat.

Melayani:

Wahai pendidik, aku adalah melayani. Melayani kebutuhan belajar siswamu adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensimu, engkau harus mempunyai keterampilan melayani. Sedangkan penelitian itu akantumbuh subur dalam konteks pelayananmu kepada siswamu.

Mengembangkan Konsep:

Wahai pendidik, aku adalah mengembangkan konsep. Kemampuan mengembangkan konsep adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi penelitian, engkau harus mempunyai kemampuan megembangkan konsep bagi siswa-siswamu, karena sebenar-benar penelitianmu akan tumbuh subur dalam konteks mengembangkan konsep yang dilakukan oleh siswa-siswamu sendiri.

Keputusan Pedagogik:
Wahai pendidik, aku adalah keputusan pedagogik. Keputusan pedagogik adalah salah satu keterampilan mendidikmu. Maka agar engkau dapat mengembangkan kompetensi menelitimu, engkau harus dapat mengambil keputusan pedagogik yang sesuai dengan hakekat subyek didik.

Hidup:

Wahai pendidik, aku adalah hidup. Ketahuilah bahwa sebenar-benar penelitian itu adalah hidup dan perlu dihidupkan. Maka agar engkau mampu melakukan penelitian pendidikan engkau harus memahami diriku yang hidup dan perlu dihidupkan.

Laboratorium:
Wahai pendidik, aku adalah laboratorium. Ketahuilah bahwa sebenar-benar terjadi bahwa kelas pembelajaran yang engkau selenggarakan itu adalah laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Sekolah itu adalah juga laboratorium bagi bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Lingkungan hidup itu juga laboratorium bagi pengembangan diri siswa dan dirimu. Maka sebenar-benar penelitian pendidikan akan tumbuh dan berkembang jika dia dalam konteks laboratorium pengembangan sumber daya manusia.

Instant:

Wahai pendidik, aku adalah hidup serba instant. Itulah sebenar-benar godaanmu untuk dapat melakukan penelitian pendidikan. Aku bahkan lebih dari itu, aku dapat menjebak dirimu menjadi aib dan petaka bagi dirimu jika engkau tergoda oleh diriku.

Malas:

Wahai pendidik aku adalah malas di hati dan malas dipikiranmu. Jika engkau telah menyadari butir-butir tersebut semua di atas maka aku akan ucapkan selamat tinggal kepadamu.

PENDIDIK:

Aku ingin meneliti, saya merasa sudah mempunyai rasa ingin tahu, saya juga merasa sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaanku, saya juga sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, saya juga sudah menemukan faktor-faktor pendukung, dan saya juga sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, saya sedikit mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial? Wah tak terasa aku telah diliputi semangat untuk meneliti. Ya Tuhan berilah petunjuk kepadaku agar aku dapat meningkatkan kompetensiku sebagai pendidik melalui kegiatan penelitian. Amien.

48 comments:

  1. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Rasa malas tak jarang menghampiri para pendidik yang memiliki kewajiban untuk meneliti. Supaya rasa malas tidak muncul ketika seorang pendidik akan melakukan penelitian maka ia harus mengetahui hakekat dari penelitian yaitu rasa ingin tahunya, manfaat yang diperoleh, dan pengalaman yang diperoleh. faktor penunjang juga mendukung keterlaksanaan penelitian. Penelitian perlu dilakukan untuk menemukan inovasi pembelajaran, mengembangkan kemampuan pendidik, keterampilan sosial (keterbukaan, interaksi, motivasi, semangat), dan keterampilan sosio-emosional. Jika semua hal yang sudah diuraikan di atas dipahami oleh pendidik, rasa malas tidak akan muncul ketika ia harus melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  2. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Meneliti itu dimulai ketika kita memiliki rasa ingin tahu terhadap seseuatu. Sebenar-benarnya pendidik yang meneliti itu mengetahui manfaat dari penelitiannya, memiliki keingininan untuk memperoleh pengalaman meneliti, memiliki faktor-faktor pendukung dalam kelancaran penelitiannya, dan dapat membuat inovasi pembelajaran. Selain itu, pendidik juga harus memiliki keterampilan sosial, misalnya motivasi dan semangat. Pendidik harus memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk melakukan penelitian, jangan hanya berdiam diri dan tidak membuat inovasi dalam pembelajaran, karena pendidik harus dapat melayani kebutuhan siswa dalam belajar.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Rasa malas seringkali menghampiri setiap orang. Bahkan ilmuwan atau pendidik memiliki rasa malas. Membiarkan rasa malas menguasai kita hanya akan berakibat buruk pada pekerjaan dan kewajiban kita. Sebagai seorang pendidik penting untuk melakukan penelitian yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan. Tapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan penelitian terkait dengan konsep, manfaat, pengalaman, faktor penunjang, inovasi, kemampuan pendidik dan kemampuan sosial. Peneliti harus benar-benar memahami hal-hal tersebut dan menghindari jebakan hal yang instant agar penelitiannya hidup. Karena apa yang kita lakukan dari hati tanpa merasa malas dan tulus ikhlas akan memberikan hasil yang lebih baik dan memuaskan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hakikatnya pendidik adalah seorang pengada, bila pengada malas untuk meneliti, maka seorang pendidik belumlah dikatan mengada, jika belum mengada berate keberadaannya dianggap tidak ada. Sehingga kemauan yang harus dibangun daari awal dan melawan rasa malas, karena sejatinya seorang pendidik setidaknya telah meliki kemmapuan. Sehingga perpaduan antara kemmapuan dan kemauan dangatlah diperlukan agar terwujud sebuah penelitian yang dapat dijalankan dan menghasilkan profesionalitas dalam bekerja.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sebenar-benar hakekat penelitian adalah rasa ingin tahu. Selain itu didalam meneliti seorang guru haruslah mengetahui manfaat penelitian, ingin mempunyai pengalaman dalam penelitian, adanya factor penunjang seperti keadaan sekolah, kondisi siswa, dll. Sehingga dengan mengetahui hal-hal tersebut maka guru dapat meningkatkan potensinya melalui penelitian.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Jika ingin mengetahui sesuatu maka harus meneliti sesuai dengan hakekatnya. Pentingnya seorang guru untuk melakukan penelitian untuk mengetahui perkembangan pembelajaran yang telah dilaksanakannya. Sehingga selama pembelajaran ada yang salah maka bisa diperbaiki baik itu dari model, sistem, dan instrumennya. Dengan banyak meneliti maka banyak juga ilmu yang diperoleh dan mengetahui yang belum kita ketahui. Bagi para pendidik maupun instansi di sekolah untuk melakukan banyak penelitian agar dapat mengembangkan pembelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Malas. Satu kata yang seringkali menghambat seseorang untuk berkembang. Meskipun kita menyadari manfaatnya, kita tahu bagaimana caranya, kita tahu mengapa kita melakukannya, kita tahu bahwa kita memiliki faktor- faktor pendukung untuk melakukannya tetapi jika ada malas untuk melakukannya maka kita akan mencari alasan untuk tidak melakukannya. Oleh karena itu kita harus menghilangkan rasa malas. Seorang guru cukup menghilangkan rasa malas untuk meneliti karena berbagai hal lainnya dapat dipelajari asalkan sudah memiliki semangat dan tidak ada rasa malas.

    ReplyDelete
  8. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Penelitian merupakan hal penting bagi pedidikan karena memberikan saran dan evaluasi bagi kemajuan pendidikan. Sebagai seorang guru, penelitian dapat menjadi bahan refleksi terhadap pembelajaran yang dipimpin olehnya. Melalui penelitian, guru dapat memperbaiki proses pembelajaran untuk membenahi strategi, metode, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, guru perlu perlu melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  9. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Penelitian bagi seorang pendidik atau seorang guru sangatlah penting, terkadang sebagian dari penelitian itu tidak sadar dilakukannya, misal siswa diajar dengan metode ini, eh ternyata tidak cocok, kemudian di coba lagi dengan metode itu eh ternyata cocok. Kemudian guru ingin siswanya lebih efektif lagi dicoba dengan metode baru, eh ternyata malah tidak efektif kemudian kembali lagi dengan metode itu. Penelitian bagi seorang pendidik atau guru adalah agar siswanya belajar dengan baik, nyaman, dan efektif.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Hakekat dari meneliti adalah rasa ingin tahu, sebenar-benarnya penelitan adalah ketika penelitian itu mampu bermanfaat bagi kehidupan dan mampu meningkatkan dimensi berpikir dan pengalaman kita. Meskipun memang pada kenyataannya sekarang sangat sulkar mendapati penelitian yang benar-benar berkualitas karena untuk mencapai penelitian yang berkualitas harus memenuhi banyak faktor akibatnya para pendidik menjadi malas dalam meneliti dan terkesan penelitian yang dilakukan bersifat seadanya. Untuk itu perlunya kesadaran bagi para pendidik tentang betapa pentingnya melakukan penelitian yang sebenar-benarnya sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan bangsa kita

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Penelitian oleh pendidikan adalah salah satu saran bagi pendidik untuk meningkatkan kualitasnya dalam pembelajaran. Namun tentu saja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Elegi di atas berisi hal - hal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik untuk melakukan aktivitas penelitian sesungguhnya. Karean melakukana sesuatu tanpa mengetahui hakekatnya sesungguhnya sama saja menjebakkan diri pada mitos

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Penelitian sejatinya telah kita lakukan sehari-hari. Proses belajar adalah salah satu bentuk penelitian. Rasa ingin tahu itu pastinya sudah secara otomatis kita miliki ketika proses belajar berlangsung.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Tugas utama guru yaitu mengajar, maka bukan hal aneh jika mereka tidak mau disibukkan dengan yang namanya penelitian. Padahal kita tahu bahwa dalam mengajar kita harus mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Kita harus bisa berinovasi dalam mengajar, namun untuk menerapkannya perlu adanya penelitian terlebih dahulu. Untuk itu perlu kesadaran para guru betapa pentingnya melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya sangat tertarik dengan elegi mengapa pendidik malas untuk meneliti. Elegi ini seperti mengungkapkan hal yang saat ini sedang terjadi. Banyak guru yang malas untuk melakukan penelitian mengenai proses pendidikan atau apapun yang berhubungan dengan pendidikan. Mungkin alasan mereka bermacam-macam seperti sibuk, malas menulis, tidak mengetahui cara/prosedur menelitu adan lain-lain. Padahal untuk menjadi guru yang profesional perlu untuk meneliti agar hasil karyanya dapat digunakan oleh banyak orang atau minimal sebagai bahan bacaan bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Penelitian memang sangat penting bagi guru untuk meningkatkan kualitas dri seorang guru tersebut dan sebagai bukti karya seorang guru. Hasil peneitian guru diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi orang lain.

    ReplyDelete
  16. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh guru juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan dilakukannya penelitian, akan banyak perkembangan metode dan model pembelajaran di kelas sehingga dapat diterapkan oleh guru lain dan dapat menjadi bahan referensi serta evaluasi bagi pihak-pihak pendidikan.

    ReplyDelete
  17. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menjadi pendidik bukanlah perkara mudah. Selain harus menguasai substansi bidang studi yang diajarkan, seorang pendidik juga harus terampil dalam mengajar. Bagaimana ia terampil dalam mengajar, ia harus memiliki banyak pengalaman serta terus berinovasi dalam mengajar. Karena bisa saja suatu model/metode yang dianggap terbaik, lama kelamaan akan tidak cocok untuk diterapkan. Hal demikian dikarenakan dunia ini berkembang, ilmu berkembang, perilaku siswa juga berubah. Untuk itu, seorang guru harus kreatif dalam mendesain pembelajaran yang inovatif. Inovasi tersebut diperoleh dari penelitian. Untuk itu guru harus rajin melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  18. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Sebagai pendidik sudah menjadi kewajibannya untuk dapat membimbing siswa dalam belajar, dapat memperoleh pengetahuan. Namun dalam kenyataannya tidak semudah membalik telapak tangan, banyak rintangan dan faktor – faktor yang menghambat proses pembelajaran. Maka demi lancarnya proses pembelajaran, diperlukan penelitian untuk dapat menangani masalah-masalah tersebut. Penelitian tidak harus dengan pendahuluan, kajian masalah, dll, tetapi dimulai dari guru memikirkan bagaimana mengatasi masalah tersebut saja itu sudah masuk dalam penelitian. Hanya saja jika ingin menjadi formal dan diakui oleh banyak orang maka perlu diwujudkan dalam tulisan. Sehingga kelak dapat dibaca dan bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  19. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Seorang pendidik yang profesional harus peka terhadap permasalahan yang terjadi di dalam kelas. Tidak mungkin dalam pembelajaran di dalam kelas tidak terjadi permasalahan. Setelah menemukan permasalahan, pendidik sepatutnya unutuk mencari solusi yang tepat dalam memecahkan masalah tersebut. Yaitu dengan cara melakukan penelitian. Banyak sekali manfaat dari penelitian, selain bermanfaat untuk pembelajaran di kelas juga bermanfaat untuk para pendidik lain dan pihak sekolah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  20. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Sebenarnya, banyak sekali hal yang dapat diteliti oleh seorang guru. Guru sudah mempunyai rasa ingin tahu, sudah mengetahui manfaat meneliti bagi pekerjaaannya, sudah mempunyai keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, sudah menemukan faktor-faktor pendukung, sudah merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, dan mengetahui bagaimana mengembangkan keterampilan sosial. Namun hal yang seringkali menghambat adalah rasa malas dan tergoda oleh cara-cara instant.

    ReplyDelete
  21. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sebagai seorang pendidik di era saat ini, inovasi adalah baik adanya. Bagaimana pendidik mampu membuat inovasi jika ia sendiri malas meneliti. Padahal sebenar-benar pendidik adalah ia yang mampu memahami kebutuhan tiap siswanya sehingga siswanya bisa berpacu mengahadapi perkembangan zaman. Hal itu tidaklah mungkin jika pendidik merasa tidak peduli dengan perkembangan zaman dan perkembangan siswanya dalam menghadapi perkembangan dunia. Maka terbukalah wahai pendidik, seperti Kiai Dahlan yang rela disebut kiai kafir karena ia meneliti apa yang sebenar-benarnya dibutuhkan oleh agama, umat, dan bangsanya.

    ReplyDelete
  22. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Seorang pendidik tidak hanya berkewajiban untuk sekedar mendidik dan memfasilitasi siswa dalam belajar di dalam kelas. Pendidik perlu meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalismenya agar benar-benar mampu membelajarkan siswa. Agar pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya dalam mendidik dapat berkembang, pendidik perlu melakukan penelitian. Berdasarkan elegi ini, pendidik malas meneliti karena tidak adanya rasa ingin tahu, kurangnya pemahaman tentang manfaat penelitian, kurangnya pengalaman, tidak adanya faktor penunjang, kurangnya pemahaman inovasi dan kemampuan pendidik. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pendidik tentang pentingnya penelitian. Dengan demikian, guru akan menjadi lebih peka dalam menemui segala permasalahan dalam pembelajaran, kemudian muncul keinginan untuk mencari solusi dan mengembangkannya. Penelitian yang dilakukan tidak harus penelitian dalam bentuk formal, penelitian dapat dilakukan secara sederhana seperti melakukan refleksi dan evaluasi dalam setiap pembelajaran agar pembelajaran selalu lebih baik.

    ReplyDelete
  23. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Jika mengacu pada hakikat belajar menurut wiliam james maka sebenar-benar seorng pendidik didalam kelas adalah melakukan observasi terhadap tingkah laku seorang siswa didalam kelas. Hal ini yang sering kurang dicermati oleh para pendidik bahwa sebenarnya ketika dia sedang mengajar sejatinya sedang melakukakn penelitian terhadap siswanya dimana kelas adalah laboratoriumnya dan siswa adalah objek penelitiannya.

    ReplyDelete
  24. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kurang pekanya seorang pendidik dalam memahami prinsip dari william james menyebabkan pendidik malas alias tidak mau tahu padahal jika paham dari wiliam james ini dipahami oleh seorang pendidik tentu dapat meningkatkan mutu pendidikan siswanya karena setiap hari dia akan terus berfikir untuk mencari tahu solusi dari permasalahn yang ada didlam kelas mengingat adanya keberanekaragaman karakter dari setiap siswa

    ReplyDelete
  25. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Penelitian adalah inovasi. Semakin banyak meneliti maka akan semakin banyak juga dalam berinovasi. Hal yang harus diperhatikan dalam meneliti adalah manfaat baik manfaat untuk diri sendiri maupn manfaat untuk orang lain. Manfaat untuk orang lain adalah berapa pentingnya hasil penelitian kita dapa tdigunakan oleh orang lain. Jika tidak mengetahui cara meneliti, konsep, pedoman, kemapuan social dan lain sebagainya adalah dengan bertanya kepada orang yang berilmu. Rasa malas adalah godaan syetan maka berdoalah kepada Allah agar telindung dari rasa malah dan rasa jenuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Watak bangsa Indonesia itu kebanyakan orangnya tidak mau melakukan sesuatu bila tidak ada yang menyuruh. Jadi menurut yang saya ketahui dalam hal ini guru-guru yang berada di sekolah tersebut tidak meneliti karena memang tidak ada perintah khusus dari pemerintah agar setiap guru melakukan suatu penelitian. Barulah akhir-akhir ini guru banyak yang melakukan penelitian karena syarat untuk mendapatkan sertifikasi guru adalah melakukan penelitian, dan kebanyakan mengambil penelitian tindakan kelas. Dalam hal ini saya melihat bahwa, jika ingin melihat pendidik (guru) meneliti, maka pemerintah buatlah aturannya, buatlah deadlinenya dalam setahun, bila tidak melakukan penelitian maka sertifikasinya dicabut. Maka saya yakin 100 persen tiap guru pasti akan melakukan penelitian, kerana sudah menyangkut dana sertifikasi yang akan dicabut bila tidak meneliti.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Benar bahwa malas merupakan salah satu penyakit mengapa kurang penelitian yang bersumber dari guru, padahal setiap hari guru menghadapi banyak masalah, dan seakan-akan masalah itu tidak ada putus-putusnya. Jika ada yang mengaku tidak dapat menemukan masalah, merenunglah barang sejenak, berfikirlah kembali, evaluasi dan refleksikanlah, atau bahkan jika perlu mengobrollah dengan teman sejawat, kenapa nilai mata pelajaran siswanya tidak meningkat, bahkan mungkin menurun dari sebelumnya, baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Penelitian sangat penting untuk dilakukan oleh guru. Dengan melakukan beberapa penelitian, guru dapat dapat mengevaluasi apakah metode mereka adalah tepat untuk mengajar murid-murid mereka. Jika mereka sudah tahu plus dan minus dari metode mereka mengajar, mereka akan dapat meningkatkan kualitas metode mereka mengajar. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal. Sebagai seorang pendidik memang penting melakukan penelitian terlebih diharapkan penelitian itu bermanfaat untuk masa depan. Dan melatih untuk mengembangkan kemampuan menulis sehingga seorang pendidik harus dapat membuktikan kalau dirinya memang ada sebagai pendidik dan sekaligus bisa jadi mengada dan pengada.

    ReplyDelete
  29. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Meneliti dalam dunia pendidikan pada dasarnya bukan hanya tugas dosen, atau pun tugas mahasiswa dalam rangka menyelesaikan tugas akhir. Tetapi menjadi tugas juga bagi guru untuk melakukan penelitian. Penelitian ini berguna bagi guru untuk sebagai bahan evaluasi dalam proses pembelajaran atau pun untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang di alami oleh siswa selama proses pembelajaran. Namun pertanyaannya adalah mengapa sebagian besar guru malas untuk melakukan penelitian? Banyak faktor yang mendasari sehingga guru terkesan malas dalam melakukan penelitian antara lain karena ada sebagian pendidik yang kurang mengetahui manfaat dari meneliti itu, namanya juga pendidik, mungkin mereka beranggapan bahwa tugas mereka hanya sebagai pendidik saja, buat apa kita melakukan atau meneliti. Mending fokus saja dengan tugas kita yaitu mendidik siswa. Sebagai pendidik juga hendaknya melakukan penelitian untuk mendapatkan terobosan baru dalam dunia pendidik khususnya dalam dunia pendidikan. Faktor lain yang menyebabkan malasnya seorang pendidik untuk meneliti yaitu, mereka kurang tahu atas dasar apa mereka meneliti, untuk apa mereka meneliti, apa yang harus saya lakukan dalam meneliti. mungkin masih banyak lagi faktor lain yang menyebabkan pendidik bisa malas dalam melakukan penelitian.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  30. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Penelitian tanpa dilandasi keikhlasan hanya akan menjadi penelitian tanpa makna. Kita terjebak pada hakekat penelitian itu sendiri. Seperti spionase. Ingin memasuki kawasan tertentu namun tidak memiliki izin. Seperti mau melangkah tetapi tidak tahu arah.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  31. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Penelitian menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui penelitian dapat mengevaluasi, mengembangkan, dan menemukan banyak hal untuk perbaikan pendidikan. Semoga kita dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang semangat untuk terus bergerak ke arah kebaikan.

    ReplyDelete
  32. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Meneliti adalah suatu kegiatan investigasi yang dilakukan secara sistematis dan aktif guna menemukan.menyelidiki maupun merevisi adanya kebenaran dan suatu fakta. Seorang pendidik yaitu guru ataupun dosen sudah selayaknya meneliti untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya, mengupgrade pengetahuannya dan mengikuti perkembangan pengetahuan dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  33. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Dengan meneliti, seorang pendidik akan meningkatkan pengetahuannya, ketrampilannya dan pengalamannya serta pemahaman dari sebuah informasi atau fakta yang terjadi. Saya setuju dengan dengan pendapat “sang pengalaman meneliti” bahwa untuk mendapat pengalaman meneliti, mulailah dari yang sederhana dan dapat melakukan penelitian mandiri untuk diri sendiri.

    ReplyDelete
  34. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Sebuah penelitian dimulai dari rasa ingin tahu, yang dilanjutkan dengan harapan manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian untuk membantu pekerjaannya. Namun mengapa masih banyak guru ataupun dosen yang malas melakukan penelitian ? menurut saya banyak factor yang menyebabkan guru dan dosen malas untuk meneliti. Selain masih rendahnya kesadaran untuk meneliti, guru dan dosen juga terlalu banyak dibebani dengan tugas mengajar dan urusan administrasi, serta penghargaan terhadap peneliti yang masih kurang. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang tinggi dalam

    ReplyDelete
  35. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Sejatinya penelitian yang kita lakukan dapat memberi faedah bagi orang lain, dan dapat menambah khasanah pengetahuan. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan atau digunakan dalam mengambil keputusan atau kebijakkan. Dan penelitian yang dilakukan secara berkelompok tentu saja akan mempererat kerjasama antar sesama anggota team. Hasil penelitian pun harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga perlu kerja keras agar hasil penelitian sesuai dengan yang diharapkan

    ReplyDelete
  36. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Guru seharusnya tidak perlu bingung untuk menulis PTK. Semua obyek penelitian ada di sekitar guru tersebut. Jika guru menyadari, maka sesungguhnya obyek penelitian adalah dekat dengan kita, tinggal bagaimana kita melihatnya dan mencoba mengkaji sifat-sifatnya. Jenis penelitian PTK yang dilatihkan untuk guru sebenarnya sudah dimudahkan sistemnya. Sesungguhnya Penelitian Tindakan Kelas merupakan jenis penelitian kualitatif, namun pemerintah sudah memudahkan sistem untuk guru, PTK menjadi mix method hanya supaya guru mau melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  37. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  38. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Guru harus pandai mengatur rutinitas kerjanya. Jangan sampai guru terjebak sendiri dengan rutinitasnya yang justru tidak menghantarkan dia menjadi guru yang dapat diteladani peserta didiknya. Guru harus pandai mensiasati pembagian waktu kerjanya. Bila guru malas membaca, maka akan malas pula untuk menulis. Menulis dan membaca seperti kepingan uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Guru yang rajin membaca, maka ia akan terbiasa menulis. Dari membaca itulah guru mampu membuat kesimpulan dari apa yang dibacanya, lalu menuliskannya kembali dalam gaya bahasanya sendiri.



    ReplyDelete
  39. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pentingnya meneliti bagi pendidik yaitu selain untuk mengetahui bagaimana cara berpikir siswa, pendidik dapat menentukan bagaimana agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan materi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh siswa. Untuk meneliti, pendidik harus memiliki rasa ingin tahu, berdasarkan pengetahuan dan mengerti serta akan mewujudkan tujuan yang hendak dicapai, mengetahui manfaat yang akan diperoleh jika melakukan penelitian. Mendapatkan pengalaman, sedangkan pengalaman meneliti tidak selalu dengan membuat laporan, karena dapat melakuakn penelitian mandiri dengan tujuan tertentu, yaitu misalkan untuk memperbaiki cara mengajar, penggunaan metode yang cocok untuk siswa, dan lain – lain. Melakukan penelitian diperlukan faktor penunjang, yaitu seperti keadaan sekolah, keadaan kelas, keadaan keluarga, kepala sekolah, MGMP, ada tidaknya bantuan dana, ada tidaknya pengertian dan pemahaman dari sekolah dan dinas, tersedia tidaknya referensi atau bacaan, dan follow up hasil penelitian.

    ReplyDelete
  40. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dengan melakukan inovasi pembelajaran, maka diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi, sedangkan pendidik dapat melakukan cara agar kompetensi tersebut dapat tercapai dengan baik, mengetahui cara bagaimana memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam, melakukan persiapan yang lebih baik lagi, seperti membuat perangkat pembelajaran. Dengan demikian, inovasi pembelajaran dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan pendidik. Inovasi pembelajaran berupa perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Tanpa memiliki sikap dan pikiran yang positif, maka sesuatu tidak bisa dikatakan baik. Maka, melakukan penelitian juga harus bersikap dan berpikir positif, percaya diri, mandiri, terbuka, fleksibel, memiliki motivasi, semangat yang tinggi, dapat menghidupkan yang hidup, menghindari sifat malas, dan masih banyak lagi. Karena hasil tak akan membohongi proses.

    ReplyDelete
  41. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Sebenar-benar penelitian yang baik dimana seorang peneliti memiliki rasa ingin tahu dengan peneltian yang akan dilakukannya, dapat mengetahui manfaat dari penelitian yang dimiliki, memiliki keinginan untuk memperoleh pengalaman meneliti, dapat menemukan faktor-faktor pendukung, dan merasa mengetahui apa itu inovasi pembelajaran, serta mengetahui bagaimana keterampilan sosial itu didapatkan. Kenyataaan yang terjadi di dunia pendidikan, terkadang seseorang melakukan penelitian hanya untuk formalitas saja. Formalitas dalam artian hanya ingin memperoleh gelar, memperoleh ijazah untuk syarat melamar pekerjaan atau untuk hal-hal lain yang dapat mendukung kepentingan pribadi. Masih sedikit ditemukan orang-orang yang sadar akan kegunaan, fungsi, tujuan dan peranan penelitian. Sudah saatnya sebagai calon generasi bangsa kita harus menyadari akan pentingnya penelitian bagi kita khususnya dan umumnya bagi dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  42. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam melakukan penelitian. Yang pertama adalah tujuan. Sebuah penelitian yang dilakukan tentu saja harus memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk menemukan pemecahan dari suatu permasalahan atau fakta-fakta. Meskipun tidak dapat memberikan jawaban secara lansung dari permasalahan atau fakta yang di investigasi, namun hasil dari sebuah penelitian nantinya harus dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah atau fakta tersebut. Tujuan dari sebuah penelitian harus lebih dari sekedar menunjukkan perbedaan yang ada diantara subjek yang menjadi contoh atau sample penelitian.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  43. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Dalam melakukan sebuah penelitian, maka harus dilakukan dengan hati-hati, serius, pasti, dan penuh ketelitian. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya teori dasar serta rancangan penelitian agar faktor keseriusan dalam sebuah penelitian juga dapat dikembangkan. Selain itu, perlu adanya jumlah sampel yang cukup, metode yang benar, serta daftar pertanyaan yang tersusun secara sitematis. Juga harus dilakukan suatu pengujian. Dengan adanya pengujian dari hasil hipotesis yang dilakukan oleh lembaga yang telah berpengalaman berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya maka akan dapat ditentukan apakah hasil penelitian tersebut bisa diterima ataukah ditolak.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  44. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Uji hipotesis mencerminkan hasil dari sebuah penelitian. Apabila penelitian dari suatu kejadian telah dilakukan secara berulang-ulang sebelumnya dalam kondisi yang sama, maka uji hipotesis penelitian tersebut juga harus didukung oleh kejadian yang sama. Dengan demikian hasil penelitian tersebut dapat diterima bukan karena alasan kebetulan semata. Selain itu, Presisi dari sebuah penelitian harus dapat menunjukkan kedekatan penemuan dengan realita yang ada, yaitu sesuai dengan sample yang telah diambil. Sedangkan keyakinan harus dapat menunjukkan kemungkinan kebenaran estimasi yang telah dilakukan. Yang harus dilakukan dalam sebuah penelitian adalah merancang penelitian tersebut sedemikian rupa sehingga hasilnya dapat mendekati kebenaran dan dapat diyakini.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  45. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Suatu penelitian juga harus memperhatikan unsur objektifitas. Di mana kesimpulan yang diambil dari sebuah penelitian harus didasarkan pada fakta-fakta yang berasal dari data aktual yang diambil. Sehingga kesimpulan tersebut dapat dikatana objektif, karena tidak hanya berdasarkan pada penilaian atau emosianal semata. Pada saat area penerapan dari hasil penelitian semakin luas, hal tersebut dapat menandakan bahwa penelitian yang dilakukan membawa manfaat bagi siapa saja yang menggunakannya. Dengan kata lain semakin banyak hasil penelitian tersebut digunakan, maka akan semakin berguna hasil dari penelitian tersebut

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  46. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Efisiensi sebuah penelitian dapat dicapai apabila kerangka dari penelitian yang telah dibangun mampu memberikan penjelasan dari suatu kejadian meskipun hanya menggunakan sedikit variabel. Dengan kata lain, meskipun penjelasan atas gejala-gejala maupun tindakan pemecahan masalah dilakukan secara sederhana namun hal tersebut akan lebih disukai daripada adanya kerangka penelitian yang lebih kompleks dengan sejumlah variabel yang ternyata sulit untuk dikelola.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  47. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Dari elegi tersebut, saya menyimpulkan bahwa penelitian adalah sesuatu yang sangat pentng untuk dilakukan oleh pendidik. Dengan melakukan penelitian, guru dapat melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas mengajarnya. Selain itu, guru juga dapat membantu guru lain dengan mempublikasikan hasil penelitiannya.

    ReplyDelete
  48. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Meneliti adalah pekerjaan yang tidak setiap orang melakukannya. Ada beberapa hal yang patut dipikirkan ketika kita hendak memulai meneliti. Proses berpikir itu tidak jarang menimbulkan rasa malas pada diri kita, begitupun pada guru. Maka dari itu, kompetensi untuk meneliti perlu untuk dibangun perlahan-lahan. Guru harus memahami konseptual, manfaat, pengalaman meneliti, faktor penunjang, inovasi pendidikan dan kompetensi dirinya baik itu konpetensi sosial. Dengan memiliki kompetensi itu, secara tidak langsung guru akan mulai peka terhadap hal-hal yang harus diteliti dengan tujuan membangun dirinya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id