Mar 7, 2011

Elegi Menangkap Pedagang Bangsa




Elegi Menangkap Pedagang Bangsa
Oleh Marsigit


Pedagang Plecit:
Wahai tuan, aku punya barang made in bangsaku Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang tertarik dengan label made in bangsaku silahkan anda ganti dengan label made in Japan, China atau sembaranglah. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Bumi:
Wahai tuan, aku punya banyak hasil bumi dari Negeriku. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli barangku ini. Yang penting aku laku jualanku. Jika anda kurang bergengsi beli dari Indonesia silahkan anda beli barangku ini dari calo di Singapore. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting jualanku laku.

Pedagang Hasil Laut:
Wahai tuan, aku punya banyak tangkapan ikan laut. Apakah tuan dari luar negeri? Silahkan beli ikanku ini. Ikanku ini baik-baik tuan. Jika anda kurang bergengsi beli dari negaraku silahkan anda beli ikanku ini yang aku titipkan pada kapal-kapal nelayan dari Jepang. Jika engkau merasa belum mendapatkan untung yang banyak, maka anda bisa mengambil tenaga kerja dari negaraku. Jika engkau khawatir karena harus membayar murah tenaga bangsaku, katakan saja mereka sedang mengikuti pelatihan bagi programmu, sehingga layak dibayar seperempatnya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Mobil dan Barang-barang Elektronik:
Wahai tuan, aku punya banyak konsumen mobil di negeriku. Apakah tuan dari Jepang? Silahkan anda berjualan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Anda tak perlu membangun pabrik mobil di sisni. Yang penting aku dapat proyek pengadaan mobil dan barang-barang elektronik di sini. Dan bagi anda yang penting kan mobil dan barang-barang elektronik anda laku keras di sini. Lagi pula kelihatannya petinggi-petinggi bangsaku itu juga gemar mobil-mobil mewah. Tak perlu alih teknologi tethek bengek. Anda untung tetapi yang penting aku juga untung. Jika pabrik anda beresiko di sini ya boleh pindah saja ke Malaysia atau Thailand. Mengenai tenaga kerja, gampang saja. Nanti akan aku kirim tenaga kerja yang banyak. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Aset:
Wahai tuan, aku punya banyak aset di sini. Apakah tuan dari luar negeri? Mumpung aku jadi pejabat penentu kebijakan, dari pada susah-susah merawat aset, lebih baik aku jual saja kapadamu. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Tenaga Kerja:
Wahai tuan, aku punya banyak tenaga kerja. Apakah anda dari luar negeri? Anda mau tenaga kerja berapa? Jangan terlalu pusing memikir hak-hak tenaga kerja atau hak azasi manusia. Buat saja tenaga kerja itu tidak mengerti akan haknya, beres. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Pendidikan:
Wahai tuan, aku punya banyak proyek di sini. Apakah anda dari luar negeri? Prinsip apa yang tuan kehendaki dan bisa dijadikan proyek di sini? Bangsaku mempunyai banyak sekali kelemahan. Kelemahan bangsaku itu tergantung apa maumu. Maka tunjukkan kegiatan mana yang bisa diproyekkan di sini, maka akan aku perjuangkan mati-matian, tak peduli bagaimana jadinya bangsaku itu. Mumpung bangsaku belum banyak mengerti, bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Mumpung aku menduduki jabatan penting, maka ide atau usul-usulmu akan aku perjuangkan menjadi legal formal di dalam bangsaku. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Jasa Moral:

Wahai tuan, aku punya banyak sekali nasabah yang akan pergi jiarah ke tempat anda? Apakah anda dari luar negeri? Berikan aku rekomendasi agar aku bisa mengurus proyek besar ini, maka akan aku perjuangkan mati-matian kepentinganmu itu. Selama ini kan aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk berdoa, maka tiba saatnyalah aku harus memperoleh keuntungan yang banyak. Mana tahan, orang di suruh berdoa terus. Melihat gemerlapannya harta benda, aku ingin juga memilikinya. Anda bisa melihat kinerjaku, dan akan aku buktikan bahwa aku adalah partner yang paling cocok bagimu. Yang penting kan aku untung.

Pedagang Hiburan:
Wahai tuan, aku tertarik dengan hiburanmu. Apakah tuan dari luar negeri? Tetapi maaf, aku tertarik bukan karena hiburanmu yang lucu, indah atau mendidik. Menurut penelitianku, aku harus tertarik dengan hiburanmu dikarenakan hiburanmu itu laku keras di negaraku. Masih menurut penelitianku, bangsaku sekarang tergila-gila dengan hiburanmu dikarenakan bangsaku sekarang sudah mempunyai sifat-sifat mirip dengan dirimu. Masih menurut penelitianku, bangsaku itu sekarang mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan dirimu dikarenakan engkau adalah produsen sedangkan bangsaku adalah konsumen. Masih menurut penelitianku, bangsaku yang konsumen sangat dekat dengan dirimu yang produsen dikarenakan faktor perkembangan teknologi dan ICT serta keberhasilanmu mempromosikan hidup instant. Maka berapapun harga hiburanmu itu, maka akan aku bayar, karena aku tentu akan menghasilkan berapapun yang aku suka dari bangsaku menikmati hiburanmu itu. Yang penting aku untung.

Pedagang Standard:
Wahai tuan, aku tertarik dengan standard mu. Apakah engkau dari luar negeri? Jika demikian, berdasarkan pengamatanku, maka bagi bangsaku, engkaulah manusia paling tampan dan cerdas di dunia. Tidaklah harus dirimu, maka asal engkau katakan bahwa dirimu itu berasal dari luar negeri, maka serta merta rakyat bangsaku menganggap dirimu manusia paling tampan dan paling cerdas. Aku melihat potensi keuntungan besar jika engkau mau bekerjasama dengan diriku. Lihatlah dimana-mana sedang digalakkan sekolah standar internasional. Sekolah-sekolah dipelosokpun berlomba-lomba membeli ISO berapapun harganya. Tunjuk saja aku sebagai agen dan distributor standard-standardmu, maka tentulah aku dapat menjual sangat mahal bagi bangsaku. Tidak hanya itu, engkau dan aku bahkan bisa membuat gurita transinternasional untuk menghisap potensi bangsaku melalui slogan standarmu. Mumpung bagsaku sedang mabuk dan gandrung standard, maka bergegaslah bekerjasama dengan diriku. Jika engkau tidak mau bekerjasama dengan diriku dikarenakan engkau melihat diriku yang kurang berpotensi, maka silahkan aku engkau jadikan apapun aku bersedia. Engkau langsung hisap dari kantormu di negerimu, aku menjadi tukang pencatat juga bersedia. Yang penting aku memperoleh untung.

Pedagang Ide:
Wahai bangsaku, aku tahu maumu. Seleramu adalah segala ide dari luar negeri. Sebaik apapun kalau itu masih dari dalam negeri maka tetap sajalah kurang baik. Sejelek apapun kalau itu dari luar negeri maka cukup bergengsi. Maka ketahuilah bahwa aku itu adalah lulusan luar negeri. Maka aku itu cukup bergengsi bukan? Inilah ideku A, B, C, D..., Z. Ayo komentari, kok diam saja. Ya tentu komentari baik. Komentar baik saja dululah, nanti kalau sudah terbiasa kan lama-lama menjadi baik semuanya. Maka sebesar-besar keuntunganku adalah menjual ideku itu. Mengenai dampak dari ide-ideku itu? Tak pedulilah, yang penting kan aku memperoleh untung.

29 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Perdagangan ide, produk, dan jasa lintas negara sedang sangatlah mudah. Kebanyakan masyarakat Indonesia membeli produk luar negeri karena bentuk promosi mereka yang menggunakan artis bergengsi luar negeri sangatlah ampuh. Contoh seperti di Korea, hampir di setiap drama korea yang digandrungi di seluruh dunia remaja, pemain-pemainnya selalu menggonakan hp merk samsung asli korea. Bukan iPhone bukan merk lainnya. Inilah salah satu trik promosi hp samsung yang sangat ampuh. Itulah mengapa perlunya bangsa Indonesia mencontoh hal seperti itu terhadap produk keluaran bangsa. Di setiap sinetron atau film Indonesia, aktor dan aktrisnya menggunakan baju rancangan desainer Indonesia, dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  2. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi di atas menceritakan orang-orang yang melakukan apapun demi keuntungan dirinya. Kita dapat menjumpai orang-orang semacam ini di negara kita. Orang-orang seperti merekalah yang menyebabkan Indonesia di pandang sebelah mata oleh beberapa negara lain. Seakan Indonesia tidak memiliki jati diri yang bisa dibanggakan. Salah satu cara untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kuat dengan potensi yang besar, maka kita sebagai rakyat harus mencerminkan bangga menjadi warga Indonesia ketika berperilaku sehingga kita terhindar dari perilaku semena-mena mengeksploitasi Indonesia hanya untuk keuntungan sendiri.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Mindset kebanyakan masyarakat Indonesia bahwa apa pun yang datang dari luar negeri lebih baik dan sangat bergengsi. Melalui elegi ini kita diingatkan bahwa kepercayaan bangsa Indonesia terhadap produk dalam negeri masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Sebenarnya, potensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. Tetapi segelintir orang memanfaatkannya untuk pentingan dan keuntungan pribadi mereka, tidak peduli kalau hal itu dapat merendahkan martabat dan merugikan bangsa. Tentunya ini tidak hanya berdampak pada paradigma orang Indonesia sendiri, tetapi juga berdampak pada paradigma negara lain dalam menilai potensi Indonesia. Oleh karena itu, yg perlu kita lakukan adalah mengubah paradigma kita dan bangga akan hasil produk sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Rasa nasionalitas salah satunya adalah dengan cara mencintai dan membeli produk-produk Indonesia, seperti yang dicanangkan oleh program pemerintah. Akan tetapi ini hanya akan menjadai wacana jika kita sebagai warga negara tidak memulainya, karena pada jaman ini, semakin kita bisa membeli barang branded milik luar negeri dapat memunculkan kebanggan dan menaikkan prestise seseorang. Pola pikir disini yang harus dirubah, karena sebenarnya barang barang serta hasil karya lokal juga memiliki kulaitasa yang tidak kalah dibandingkan dengan barang luar negeri.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Dari elegi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa Indonesia mempunyai kekayaan yang berlimpah. Akan tetapi masyarakat kita masih enggan untuk memakai produk dalam negeri dan masyarakat lebih tertarik untuk membeli atau memakai produk luar negeri. Yang bisa saja produk dari luar negeri tersebut pada awalnya adalah produk dari bangsa kita yang dijual ke luar negeri lalu dibenahi sedikit dan dijual kembali ke kita. Inilah tanda bahwa kita belum bisa memanfaatkan kekayaan bangsa ini dengan baik, sehingga diperlukan kesadaran mendalam bagi seluruh masyarakat bangsa ini.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Elegi ini mengajak semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pengusaha, produsen, konsumen nasional untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk nasional. Banyaknya masyarakat yang lebih memilih produk dan jasa dari luar negeri memang karena kualitas produk dan jasa dari dalam negeri kita yang kalah jauh. Sejatinya, ini relatif dan tergantung pada diri kita masing-masing untuk mau berefleksi, merefleksikan diri menjadi pribadi dan bangsa yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  7. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Orang-orang yang mempunyai daya belanja mewah pasti ingin membeli produk luar negeri, padahal di Indonesia banyak barang yang berkualitas dan tidak kalah dengan barang luar negeri. Banyak alasan untuk mencintai produk dalam negeri, dan sudah merupakan keharusan bagi warga negara agar mencintai produk-produk dalam negeri agar produk dalam negeri sendiri bisa bersaing di kancah internasional. Dengan kita menggunakan produk dalam negeri, akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Penting untuk kita menghargai kekayaan kita sendiri. Penting untuk kita bangga akan apa yang kita miliki. Indonesia punya berbagai produk yang sebenarnya dapat bersaing dengan produk luar. Tetapi seringkali kita termakan oleh gengsi kita sendiri sehingga tidak menyadari hal tersebut. Bahkan dalam hal pendidikan. Kita begitu wow ketika mendengar teori- teori pendidikan dari luar negeri tanpa berpikir panjang apakah teori tersebut cocok dengan kondisi bangsa Indonesia. Karena itulah kita harus mulai untuk melihat diri kita sendiri. Apa yang telah bangsa ini miliki, bagaimana kondisi bangsa ini, apa yang harus kita lakukan untuk memebuhi kebutuhan kita dan sesuai dengan kondisi diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  9. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Inilah kondisi perdagangan para pedagang Indonesia yang selalu minder dengan hasil dari luar negeri, yang menganggap bahwa produk luar negeri lebih baik dari hasil dari negara sendiri, padahal hasil dari dalam negeri belum tentu lebih buruk dibanding hasil dari luar negeri malah bahkan terkadang lebih baik dari luar negeri. Selain perasaan minder ini yang perlu diperbaiki dari produk dalam negeri adalah mutu atau kualitasnya bukan hanya kuantitas, karena produk yang baik adalah yang berkualitas.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam hanya saja rakyat Indonesia belum mampu untuk mengolah SDA tersebut secara maksimal dan mandiri karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai sehingga lebih memilih untuk menjual secara mentah ke luar negeri yang justru di luar negeri barang mentah tersebut diolah sehingga menjadi barang yang lain dengan nilai jual tinggi yang dijual kembali di Indonesia. Akhirnya kita membeli barang yang sebenarnya kita jual dengan harga seadanya yang diolah dan dikemas dalam bentuk lain dengan harga yang sangat mahal.
    Karena itu marilah kita sebagai generasi muda mampu membangun dan mengembangkan potensi kita agar sumber daya alam yang kita miliki suatu saat kelak mampu kita kelola sendiri

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Beginilah fenomena yang terjadi pada bangsa ini. Sebetulnya kita adalah negeri yang kaya yang mampu menjadi pemimpin dan mancan asia. Namun, keegoisan penghuni-penghuninya membuat negara ini semakin tertinggal dan dijajah secara tidak langsung oleh negara - negara lain. Hanya demi keuntungan semata tanpa memperhatikan dampaknya bagi negara kita.

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Sejatinya sebenar-benarnya warga negara adalah yang mencintai negaranya. Salah satu bentuk cinta negara adalah menggunakan produk dalam negeri. MEnggunakan produk saja tidak cukup, seharusnya dipahami lebih dalam mencakup proses pengolahn sumber daya alam, dan sumber daya manusia kemudian penanaman untuk menggunakan produk dalam negeri juga sangat penting.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kepercayaan diri bangsa Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan bangsa lain di dunia. Meskipun sebenarnya warga negara Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah dengan warga negara asing. Namun, sebagian besar orang Indonesia masih beranggapan bahwa apapun yang berasal dari luar negeri itu lebih bagus dan lebih bergengsi. Inilah yang membuat bangsa kita belum dapat terbebas dari belenggu penjajahan bangsa lain secara tidak langsung.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dari elegi ini, saya akan sedikit membahas mengenai pedagang ide. Ide merupakan hal yang sangat mahal dan sulit dicari. Semakin baik ide seseorang semakin mahal harganya. Contohnya saja, seorang arsitek yang memiliki ide model bangunan yang menakjubkan pasti dihargai mahal atas idenya. Ide itu dihasilkan dari pengalaman dan kepekaan seseorang, Intinya semakin ia banyak belajar semakin banyak ide yang ia hasilkan.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Jika ada orang yang menjual ide, pasti akan kaya. Karena ide itu sangat mahal. Ide yang baik hanya akan muncul di pikiran2 orang yang baik dan banyak pengalaman. Ide dapat muncul dengan kepekaan seseorang. Oleh karena itu, jika kita memliki ide, sebaiknya segera untuk ditulis dan direalisasikan.

    ReplyDelete
  16. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saat ini, ide sangat dibutuhkan untuk mengubah dunia. Ide adpa mengantarkan seseorang menjad sukses. Ide adalah kesempatan. Manfaatkan kesempatan itu selagi bisa. Jika kita tidak bisa merealisasikan, maka belajarlah atau setidaknya meminta bantuan orang lain untuk merealisasikan. Dengan begitu, ide kita dapat bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  17. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Elegi di atas menceritakan bahwa bagaimana produk dari bangsa kita dianggap tidak lah sebaik produk dari luar negeri. Masyarakat kita sendiri lebih bangga menggunakan produk luar negeri dibanding produk dalam negeri. Padahal dewasa ini banyak juga produk dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah bagus dengan produk luar negeri. Dengan membeli produk dalam negeri berarti kita turut serta dalam membangun ekonomi bangsa. Selain itu peran kita juga agar produk-produk yang kita hasilkan tidak kalah saing dengan luar negeri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Inilah kondisi bangsa yang sangat carut marut, belum jejaring sistemik dibangun, datang lagi para kacung-kacung penjual bangsa. Betapa tidak berharga bangsa ini sehingga kau menjualnya. Sesungguhnya sesuatu itu berharga jika dijaga dan dirawat. Samalah seperti barang, jika itu tidak berharga lagi bagi kita maka akan diloak di pasar bekas. Ingatlah selalu bahwa bangsa ini mengalami kerugian besar. Ada kebocoran anggaran yang dimainkan oleh para cukong-cukong pedagang bangsa. Maka tertawalah terbahak-bahak melihat komentarku, caplah aku, tapi aku hanya turut mewaspadai, jangan sampai bangsa ini hanyalah sebuah barang bekas yang tidak berharga dan dijual untk memperoleh keuntungan pribadi.

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Inilah wujud asli dari para segelintir orang yang berlaku KAPITALIS di bangsa kita, orang-orang yang ingin menerapkan paham kapitalis demi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tidak menghargai kreativitas dan inovasi dari para SDM kita. Maka dari itu besar harapan kami kepada pemerintah untuk menaggulangi hal ini secara serius karena ekonomi kita terpuruk karena prilaku kapitalis dari segelintir orang, harus ada sistem link and match yang kuat dan serius antara pemerintah dan masyarakat terkait hasil produk anak bangsa. Pemerintah juga harus mulai gencar melakukakan pelatihan terkait cara peningkatan kualitas dan mutu barang produksi kepada masyarakat mulai dari proses pengolahan, kemasan samapi pemasaran agar para produsen tertanam jiwa keprcayaan yang tinggi terkait hasil kreatifitas dan inovasinya. Namun keberhasilan dari langkah/upaya ini juga perlu mendapat apresiaisi dari para konsumen tanah air dengan mau membeli produk-produk dalm negeri. CINTAILAH PRODUK-PRODUK INDONESIA

    ReplyDelete
  20. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini mengungkapkan kejadian yang telah lama terjadi di negeri kita ini. Pedagang bangsa ialah orang-orang yang menjual aset, sumber daya alam maupun sumber daya manusia demi keuntungan pribadinya. Pedagang bangsa juga dapat diartika sebagai masyarakat yang beranggapan bahwa barang-barang yang berasal dari luar negeri seolah memiliki nilai lebih dibanding produk-produk dalam negeri. Kebanyakan masyarakat lebih bangga menggunakan barang dari luar negeri meski kualitasnya tidak lebih baik dari produksi negeri sendiri, terlebih lagi mungkin saja produk tersebut justru sebenarnya hasil produksi Indonesia yang kemudian diberi merk oleh pihak asing dan dijual kembali ke Indonesia. Hal ini perlu segera ditemukan solusinya sehingga bangsa ini dapat benar-benar memanfaatkan potensi yang ada demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Dengan demikian bangsa kita akan bangga dengan produk dalam negeri.

    ReplyDelete
  21. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Elegi ini menggambar fenomena yang ada di negara Indonesia saat ini. Pikiran bangsa kita sudah dipengaruhi oleh budaya dari luar negeri. Hal ini terlihat dari hal yang paling sepele seperti produk makanan, produk makan yang diproduksi di Indonesia tidak laku dipasaran dinegaranya sendiri karena masyarakat yang berfikir bahwa produk luar negeri selalu yang paling baik. Misal buah pepaya yang diinovasikan oleh bangsa sendiri diberi nama pepaya dari negara lain dengan alasan bahwa nama produk dari luar negri akan lebih dipercaya dan laku dipsaran. Hiburan dari luar negegri pun lebih laris dipasaran daripada hiburan dari negara sendiri. Saat ini anak-anak muda Indonesia sangat mengagumi artis-artis dari korea dibandingkan dengan artis dari negeri sendiri, mengagumi budaya-budaya.

    ReplyDelete
  22. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Hal ini karena pola pikir anak-anak muda saat ini sudah terpengaruh oleh budaya dari luar. Masyarakat tidak tahu bahwa banyak produk dari Indonesia yang dijual diluar negeri. Terkadang mereka bangga dengan barang yang dibeli dari luar negeri tanpa disadari barang yang dibeli berasala dari Indonesia. Sebagian besar pengusaha di Indonesia akan menjual produknya dibawah bayang-bayang dari negara lain karena lebih mengutungkan. Banyak juga para seniman dan semua orang yang menghasilkan produk, jasa atau ide yang tidak diterima di Inodnesia akan tetapi laku di luar negeri. Jika sudah seperti itu baru Indonesia menyukai hal tersebut.

    ReplyDelete
  23. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Pola pikir bangsa inilah yang harus dirubah, pola pikir yang tidak bangga dengan hasil karya bangsa sendiri. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai karya dari bangsa mereka sendiri. Jika Indonesia ingin maju maka mereka harus mengahargai karya bangsa mereka sendiri, harus saling bahu membahu untuk mengembangkan produk sendiri. Jika pola pikir yang salah dibiarkan maka bangsa Indonesia akan kehilangan identitas dan jati diri mereka.

    ReplyDelete
  24. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Banyak yang memilih produk luar negeri karena terkenal dengan kualitas yang baik, harga yang terjangkau, lebih bergengsi dan berstandar internasional lain sebagainya dan kurang meminati produk dalam negri. Hal ini mulai dari makanan pokok, komoditas, elektronik, software computer, teknologi, fashion dan lain sebagainya. Hal ini dapat menghilangkan kecintaan pada produk dalam negri, dan apabila produsen dalam negri tidak dapat bersaing dengan produk luar egri maka kemungkinan besar akan berakibat bangkrutnya perusahaan tersebut. Untuk menghindari kebangkrutan dan bersaing dengan produk luar beberaa barang dan jasa menggunakan nama-nama Bahasa asing untuk menarik konsumen. Banyak produk-produk luar negri misalnya elektronik, kendaraan bermotor, smartphone yang dijual di Indonesia adalah dibuatnya adalah di Indonesia. Hal ini menghindari pajak dan ongkos kirim yang tinggi dari negara asal produsen. Maka cintaiah produk-produk dalam negri sebagai kecintaan kepada tanah air.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sungguh artikel yang sangat menarik untuk dibaca. Saya melihat bahwa harga diri bangsa ini semakin rendah saja, semuanya dijual yang penting untung dan laku dijual. Contohnya saja perusahaan-perusahaan negara dijadikan go public dan juga dibuat menjadi perusahaan terbuka, dmana ujung-ujungnya sebagian besar sahamnya dikuasai asing, contohnya saja TELKOMSEL dan INDOSAT, dimana telkomsel dikuasai oleh SingTEL sedangkan indosat dikuasai perusahaan dari Qatar.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Perusahaan besar bangsa ini tidak lagi dikuasai oleh anak negeri, tapi malah dikuasai asing, bahkan basis server Indonesia ada Singapura. Apakah tidak ada lagi orang pintar di negeri ini hingga harus menempatkan server komunikasi negara kita di Singapura. Sungguh malu diriku.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebagai tambahan yang bersifat factual, Pulau hasil REKLAMASI sudah resmi dipasarkan di negara CINA. Wilayah indonesia sudah resmi di pasarkan untuk di jual, setelah sumber daya alam kita di keruk dan dieksploitasi, SDM kita hanya dijadikan buruh, kini lihatlah. Apakah masyarakat kita yang menikmati hasilnya? Tidak. Kemudian apakah berlebihan jika dikatakan bahwa indonesia sedang proses di jual kepada pihak asing? Tidak, buktinya adalah iklan penawaran wilayah reklamasi Jakarta yang sudah di tayangkan LEGAL di tv CHINA.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Misnasanti
    6709251011
    PPs PMAT A 2016

    Negara kita adalah Negara yang kaya, tapi kekayaan itu tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk memajukan Negara kita sendiri, tetapi malah mengorbankan kekayaan Negara ini demi memperoleh keuntungan pribadi, dan tanpa memperhatikan akibat ke depannya. Padahal, tanpa Indonesia, Negara lain pasti akan sangat kesulitan, karena Indonesia lah yang mempunyai segalanya, seharusnya keadaan ini dapat dimanfaatkan oleh Negara kita dengan baik, Dengan mengelola kekayaan yang dimiliki untuk kesejahteraan seluruh masyarakat, dan tentunya Indonesia pun tidak akan mengalami kemiskinan yang semakin miris. Bukan melakukan hal sebaliknya, semua yang Indonesia miliki, malah dijual ke pihak asing. Maka ini menjadi tugas kita sebagai guru untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, percaya diri, bangga dengan produksi dalam negeri, cinta tanah air dan tidak mudah diperbudak oleh uang dan kekuasaan.

    ReplyDelete
  29. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Indonesia mempunyai kekayaan alam dan budaya, dimana negara kita kaya dengan sumber alam, subur dengan berbagai macam tumbuhan yang kadang tidak dimiliki oleh bangsa lain akan tetapi kurang dikelola dengan baik. Orang-orang kaya yang memiliki kekuasaan dan konsumen dalam negeri bahkan ada kecenderungan malu untuk memakai produk dalam negeri dan lebih bangga memakai produk luar negeri. Tentunya hal ini membuat pedagang lebih suka memberikan label made in Negara lain daripada made in Indonesia terlihat kurang percaya diri. Beberapa kali pemerintah menyerukan untuk selalu mencintai produk dalam negeri. Tapi sayangnya kita masih banyak juga yang menggunakan produk dari luar negeri. Terutama yang berkaitan dengan masalah fashion. bila kita mencintai barang dalam negeri maka banyak manfaat yang akan dihasilkan misalnya saja, Produksi dalam negeri meningkat, menambah besar skala usaha dalam negeri, menambah jumlah investasi di Indonesia, Meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas, menambah jumlah pendapatan nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bila konsumen Indonesia lebih senang membeli barang-barang impor, yang akan memetik manfaat terbesar adalah produsen barang di luar negeri.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id