Nov 7, 2014

Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam Pikiran kita, ketika kita sedang berpikir?

Ass Wr Wb.



Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C di R 201 A Pasca Lama pk 07.30 sd 09.10, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya akan mengangkat tema tentang Teori Berpikir menurut kacamata filsafat. Untuk itu saya memberi pertanyaan yang sama kepada semua mahasiswa untuk dapat menjawab pertanyaan sesuai pendapat masing-masing secara spontan. Adapun secara spesifik pertanyaannya adalah :"Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir?".

Sebelum saya memberi kesempatan para mahasiswa untuk brainstrorming pendapat mereka, saya akan memberi pengantar terlebih dulu. Seperti yang telah saya sebut, bahwa pertanyaan saya itu termasuk dalam ranah Filsafat Ilmu yaitu tentang Teori Berpikir. Sementara kita juga menyadari bahwa untuk hal tersebut, juga terdapat kajian secara psikologis. Teori Berpikir secara filsafati merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran; sehingga dapat dimengerti bahwa sejak jaman kuno, sudah terdapat beberapa filsuf yang sebetulnya teori-teori yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai Teori Berpikir; beberapa diantara yang penting misalnya Teori Berpikir dari Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Socrates, Immanuel Kant, dst sampai era kontemporer.

Ternyata saya mendapati bahwa Teori Berpikir yang dimaksud di atas, tidak lain tidak bukan adalah metode filsafat untuk mengungkap sumber, pembenaran dan macam-macam ilmu. Dengan demikian saya dapat menyimpulkan bahwa Teori Berpikir yang dimaksud tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah Filsafat Ilmu itu sendiri atau boleh saya sebut sebagai Epistemologi.

Standar atau kriteria kebenaran berpikir filsafat adalah pikiran para filsuf itu sendiri. Sesuai dengan sifat, ketersediaan, jangkauan, kedalaman, dan keluasannya maka saya menemukan bahwa untuk menjawab pertanyaan di atas, kita dapat menggunakan Teori Berpikir dari Immanuel Kant. Untuk dapat melihat Teori Berpikir Immanuel Kant, silahkan akses ke:

http://powermathematics.blogspot.com/2014/11/teori-pengetahuan-menurut-immanuel-kant.html#links

Marilah kita mencoba mengetahui seberapa jauh dan mendalam apa yang dipikirkan oleh para mahasiswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa saya berusaha secara langsung menampung pendapat mereka dengan cara memberi kesempatan untuk menyampaikan secara lisan dari apa yang telah mereka siapkan secara tertulis, kemudian saya berusaha menuliskan kembali di kolom ini.

Para mahasiswa menjawab sebagai berikut:

"Dalam proses berpikir terdapat proses sintesis untuk menemukan jawaban dari yang mungkin ada menjadi ada; dalam proses berpikir terjadi kegiatan mengolah pola pikir; proses berpikir adalah memikirkan sesuatu yang dapat bersifat positif atau negatif; dalam proses berpikir terjadi proses pengolahan secara logis dan kritis yang dapat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan pengetahuan; dalam proses berpikir kita membayangkan objek pikir, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi; proses berpikir kita dipengaruhi oleh lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman; proses berpikir adalah proses mencari tahu hal-hal yang pernah dialami dan yang mungkin dialami; proses berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk menjawab subuah pertanyaan dengan melakukan sisntesis antara yang ada dan yang mungkin ada; proses berpikir adalah penggabungan antara pengetahuan atau pengalaman yang sudah kita peroleh dengan pengetahuan yang baru untuk memeroleh jawaban atau solusi dari suatu permasalahan sehingga diperoleh suatu keputusan; proses berpikir merupakan proses interaksi antara pengetahuan yang ada dengan pengetahuan yang baru atau dengan pengetahuan yang mungkin ada sehingga menghasilkan beberapa kemungkinan kesimpulan; proses berpikir adalah kegiatan mengolah informasi yang diperoleh melalui pancaindera dengan cara menganalisis dan mensintesis di dalam konteks lingkungannya; proses berpikir adalah kegiatan memeroleh kebenaran; proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki; proses berpikir terkait dengan pengalaman-pengalaman sehingga memeroleh intuisi-intuisi untuk dapat memeroleh kebanaran; proses berpikir adalah proses penalaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi; proses berpikir bermanfaat untuk memeroleh logos dan memerangi mitos sesuai ruang dan waktunya "sesampai-sampai akal dan pikiran"

Demikianlah hypothetical analyses dari para mahasiswa S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C. Namun perlu diketahui bahwa hypothetical analyses adalah suatu pendapat awal atau tesis-tesis awal yang kemudian perlu dicarikan anti-tesis anti-tesisnya. Untuk itulah perlunya kita merujuk atau merefer pendapat para filsuf.

Selanjutnya agar diperoleh wawasan pengetahuan yang lebih intensif dan ekstensif, saya persilahkan para pembaca yang budiman juga dapat memberi kontribusinya melalui kolom Comment. 

Demikian selamat berjuang. Semoga diperoleh kecerdasan hati dan pikir. Amin

Wss Wr Wb

Dosen ybs,

Marsigit








62 comments:

  1. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam proses berpikir, kita membangun pengetahuan,pengalaman-pengalaman, maupun permasalahan yang ada dan kita miliki untuk memikirkannya kembali dan mendapatkan jawaban/ solusi atau pengetahuan baru yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  2. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika

    Proses berpikir adalah mengingat apa yang sudah pernah didapatkan dari masa lalu, lalu mengolah dan mengaitkan dengan kejadian sekarang, dan membayangkan tentang yang akan terjadi di wakti yang akan datang sehingga berpikir erat kaitanyya dengan pengalaman dan pengetahuan yang ada dalam diri kita.

    ReplyDelete
  3. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Proses Berpikir adalah jalannya berpikir yang melalui tahapan pembentukan pengertian berupa pengertian logis, pembentukan pendapat berupa tanda khas dari persoalan, pembentukan keputusan berupa pendapat baru yang berasal dari pendapat-pendapat yang diperoleh, dan pembentukan kesimpulan yaitu menarik keputusan.

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Proses berpikir adalah proses dimana antara logos kita dan hati kita menentukan suatu arah dan tujuan, yang di dalamnya terjadi prses tesis antitesis dan sintesis, jadi proses berpikir akan selalu berkaitan dengan pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki, dimana proses berpikir tersebut merupakan aktifitas mengada, dan berusaha membuat sesuatu yang mungkin ada menjadi ada dengan sesuatu yang sudah ada berdasarkan informasi yang kita tangkap dari panca indra kita dan yang berada di alam semesta ini, dan mengolahnya menjadi suatu pemikiran.

    ReplyDelete
  5. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Proses berpikir adalah aktivitas untuk menghasilkan suatu hal yang diikutti dengan pengambilan keputusan.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  6. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Proses berpikir akan menentukan bagaimana konsepsi dan keputusan yang dibuat oleh manusia. Menurut Immanuel Kant, rasionalisme dan empirisme sama-sama berpengaruh. Artinya baik akal maupun pengalaman sama-sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia.

    ReplyDelete
  7. Nuha fazlusslaam
    13301244023
    s1 penndidikan matematika C 2013

    dari postngan diatas saya jadi megetahui secara filsafat apa yang terjadi ketika kita berfikir, yaitu menari sesuatu yang ada menjadi ada, melakukan sintesis, menerjemahkan dan diterjemahkan.
    terimakasih pak

    ReplyDelete
  8. M A Kholiq Arfani
    13301241064
    PMI 2013

    Berpikir merupakan suatu proses. Saat berpikir berarti otak sedang berproses untuk mencari tau apa yang sedang kita pikirkan, sesuai dengan pengalaman yang sudah dilalui sehingga setiap individu akan berbeda saat berpikir karena memiliki pengalaman yang berbeda juga.

    ReplyDelete
  9. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berpikir adalah suatu proses kompleks yang ditujukan seseorang untuk melakukan aktivitasnya. Berpikir adalah proses menghubungkan informasi baru dengan informasi yang sudah tersimpan dalam memori. Berpikir juga proses memanggil kembali informasi yang dimiliki. Berpikir juga melakukan perencanaan apa yangakan dilkukan. Berpikir juga proses menilai apa yang sedang kita lakukan apakah sudah tercapai atau belum. Berpikir juga merupakan tahap refleksi dari apa yang sudah dilakukan.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Teori Berpikir secara filsafati merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran; sehingga dapat dimengerti bahwa sejak jaman kuno, sudah terdapat beberapa filsuf yang sebetulnya teori-teori yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai Teori Berpikir, beberapa diantara yang penting misalnya Teori Berpikir dari Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Socrates, Immanuel Kant, dst sampai era kontemporer.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    proses berpikir adalah kegiatan mengolah informasi yang diperoleh melalui pancaindera dengan cara menganalisis dan mensintesis di dalam konteks lingkungannya, proses berpikir adalah kegiatan memeroleh kebenaran, proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki.

    ReplyDelete
  12. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut philosopher dalam bahasa Arab disebut failasuf. Dari segi praktis filsafat berarti alam pikiran atau alam berfikir. Berfilsafat artinya berpikir. Namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat. Berfilsafat maknanya berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh.Seorang filsuf yakni seseorang yang selalu bersedia untuk menggapai kebenaran melalui berpikir/bermenung secara kritis dan radikal (radix) secara terus-menerus. Yang hendak dikatakan disini adalah hal upaya mencari unsur induk segala sesuatu (arche), itulah momentum awal sejarah yang telah membongkar periode myte (mythos/mitologi) yang mengungkung pemikiran manusia pada masa itu kearah rasionalitas (logos) dengan suatu metode berpikir untuk mencari sebab awal dari segala sesuatu dengan merunut dari hubungan kausalitasnya (sebab-akibat). Jadi unsur penting berpikir ilmiah sudah mulai dipakai, yakni: rasio dan logika (konsekuensi). Meskipun tentu saja ini arché yang dikemukakan para filsuf tadi masih bersifat spekulatif dalam arti masih belum dikembangkan lebih lanjut dengan melakukan pembuktian (verifikasi) melalui observasi maupun eksperimen (metode) dalam kenyataan (empiris), tetapi prosedur berpikir untuk menemukannya melalui suatu bentuk berpikir sebab-akibat secara rasional itulah yang patut dicatat sebagai suatu arah baru dalam sejarah pemikiran manusia. Hubungan sebab-akibat inilah yang dalam ilmu pengetahuan disebut sebagai hukum (ilmiah). Singkatnya, hukum ilmiah atau hubungan sebab-akibat merupakan obyek material utama dari ilmu pengetahuan. Demikian pula kelak dengan tradisi melakukan verifikasi melalui observasi dan eksperimen secara berulangkali dihasilkan teori ilmiah.

    ReplyDelete
  13. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    menurut saya apa yag terjadi dipikiran kita saat kita berpikir yaitu adanya proses mengingat kembali informasi-informasi yang sudah kita punya dan mencoba menerapkannya kedalam permasalahan yang baru. menyesuaikan solusi yang sudah ada dengan permasalahan yang sedang dihadapi apalagi jika yang dihadapi adalah masalah yag baru.mungkin, kita akan mencoba berfikir lebih keras.

    ReplyDelete
  14. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Menurut saya, proses berpikir apabila dikaitkan dengan filsafat itu berhubungan dengan a priori dan a posteriori. A priori adalah ketika seseorang berpikir dan memiliki asumsi tentang segala sesuatu akan tetapi sebelumnya belum memiliki pengalaman dan akhirnya mengambil kesimpulan. Sedangkan a posteriori adalah pengetahuan atau asumsi yang dibangun berdasarkan pengalaman atau bukti empiris. Ketika berpikir maka akan dibedakan apakah itu a priori atau a posteriori.

    ReplyDelete
  15. Dalam proses berpikir, Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pikiran seseorang sangat bergantung dari persepsi yang terdapat dalam pikirannya dan dalam membuat persepsinya sangat dipengaruhi oleh kategori-kategori dalam menilai suatu objek yang dipersepsikan itu.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  16. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sulitnya dan seninya berfilsafat bisa bersembunyi dimanapun dengan bahasa analog, sedangkan tentang pikiran selama orang masih bisa terpikirkan masih hidup itu hanya urusan dunia. Dunia terdiri dari dua hal yaitu hati dan pikiran, kalau dilihat dari ontologisnya yang ada dan mungkin ada, dunia itu berstruktur, semuanya berstruktur, yang paling sederhana pun berstruktur, yang ada itu punya berstruktur wadah dan isinya, bentuk dan sistemnya.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Berfikir secara filsafat dapat diartikan sebagai berfikir yang sangat mendalam sampai hakikat atau berfikir secara global/menyeluruh atau berfikir yang dilihat dari berbagai sudut pandang pemikiran atau sudut pandang ilmu pengetahuan. Berfikiran yang demikian ini sebagai upaya untuk dapat berfikir secara tepat dan benar serta dapat dipertanggngjawabkan dengan syrat: 1) harus sistematis, dimadsukan untuk menyusun suatu pola pengetahuan yang rasional; 2) Harus konsepsional sebagai upaya untuk menyusun suatu bagan yang terkonsepsi (jelas) karena berfikir secara filsafat sebenarnya berfikir tentang hal dan proses; 3) harus koheren/runtut artinya unsur-unsurnya tidak boleh mengandung uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain artinya di dalamnya memuat suatu kebenaran logis; 4) harus rasional artinya pemikiran filsafat harus diuraikan dalam bentuk yang logis memiliki kaidah-kaidah berfikir(logika); 5) Harus sinoptik, harus berfikiran secara menyeluruh.

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Proses berpikir merupakan suatu proses pemindahan (pencerapan) fakta oleh panca indera, kemudian direfleksikan ke otak. Kemudian, terjadi sintesis antara fakta yang dicerap oleh otak dengan informasi sebelumnya (pengalaman.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Berfikir adalah proses menkontruksikan dan menghubungkan pengetahuan yang kita punya dengan apa yang sedang kita pikirkan. Sehingga pemikiran itu akan terurut terbentuk secara runtut n utuh.

    ReplyDelete
  20. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Proses berpikir adalah usaha dalam intuisi kita untuk mengada sesuatu yang belum ada dan yang mungkin ada. Berpikir tentang segala sesuatu yang ada secara kritis, sistematis,tertib,rasional dan komprehensip

    ReplyDelete
  21. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Berpikir adalah aktivitas jiwa (pikiran) untuk menentukan hubungan antara pengetahuan- pengetahuan-pengetahuan atau masalah yang sedang dihadapi.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Hasil Proses Berpikir

    Menurut beberapa ahli psikologi, hasil proses berpikir sebagai berikut :
    a. Pengertian atau Konsep
    Pengertian atau konsep adalah gambaran dan gerakan dari barang yang dapat dilihat oleh akal manusia. Tetapi, ada pula yang memberi batasan tentang pengertian sebagai berikut :
    Pengertian adalah hasil berpikir, yang merupakan rangkuman sifat-sifat pokok dari sesuatu yang dinyatakan dengan perkataan-perkataan dalam akal. Dalam bentuk pengertian ini, kerja akal atau berpikirnya adalah menentukan hubungan sangkut paut antara pengetahuan-pengetahuan tentang sifat-sifat pokok sesuatu.
    b. Pendapat atau Keputusan
    Mempunyai maksud bahwa pengertian tentang sesuatu bila dihubungkan dengan pengertian sesuatu yang lain akan membentuk suatu pendapat atau keputusan.
    c.Kesimpulan atau Pemikiran
    Pemikiran adalah hasil berpikir yang menghubungkan pendapat satu dengan pendapat yang lain untuk mendapatkan pendapat baru.

    ReplyDelete
  23. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Jika secara filsafat proses berpikir itu terjadi proses sintesis untuk menemukan jawaban dari yang mungkin ada menjadi ada. Maka di dalam psikologi, proses berpikir adalah proses kognitif yang terjadi dari masuknya informasi ke pancaindrra kita dan diolah oleh working memory dan disimpan oleh long term memory. Proses ini dapat memikirkan sesuatu yang positif dan negatif, yang belum terjadi dan yang sudah terjadi, dll.

    ReplyDelete
  24. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Saat kita berpikir, apa yang terjadi dalam pikiran kita? Berfikir adalah suatu proses mencari jawaban atas suatu permasalahan. Berfikir adalah proses mencari kebenaran atas fenomena yang ada. Berfikir adalah mengadakan yang mungkin ada. Saat berfikir, pikiran kita sedang mencoba mensintesis tesis dan antitesis. Tesis dan antitesis bisa berasal dari dalam dan dari luar pikiran kita. Keduanya bisa berbentuk pengalaman maupun konsep. pengalaman bisa berasal dari dalam diri, maupun dari luar diri kita, begitu juga konsep.

    ReplyDelete
  25. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Berfikir merupakan memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berfikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berfikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Dalam hal ini, pengetahuan dan pengalaman diorganisasikan menjadi sebuah hasil pikir.

    ReplyDelete
  26. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu. Artinya, penguasaan kita terhadap ilmu sangat diperlukan dalam hidup yang hanya sekali ini. Kebahagiaan dunia diraih dengan ilmu dan kebagahiaan akhirat juga diraih dengan ilmu. Ilmu dan pengetahuan tidak hanya diperoleh dengan belajar di sekolah tetapi juga dapat diperoleh dari pengalaman hidup. Berawal dari hal kecil kita harus berlatih menyelesaikan permasalahan hidup yang kita hadapi. Ketika kita sudah semakin banyak ditempa permasalahan dan bisa kita selesaikan maka insyaallah kita pun dapat menyelesaikan permasalahan yang lebih besar.

    ReplyDelete
  27. Proses berpikir
    ketika orang merasa dirinya berpikir, sebenarnya ia sedang berpikir. Bahwa ketika seseorang memutuskan untuk tidak berpikir, sebenarnya dia juga sedang berpikir untuk tidak memikirkan sesuatu. Dua kalimat ini masih jelas di benak saya Prof.
    Untuk apa kita berpikir, jika pada akhirnya ketika kita memutuskan untuk tidak berpikir trnyata kita sedang berpikir juga? Kadang manusia terlampau klise dalam menjalankan proses berpikrnya, mereka mengganggap bahwa pikrian adalah dewa. Menjawab sebuah pertanyaan juga berpikir sedakan-akan kemampuan berpikirnya tidak berbatas.
    Saya tidak mampu membayangkan, jika manusia diberi oleh Tuhan kemampuan berpikir yang tiada berbatas. Manusia bisa memikirkan setiap aspek duniawi-akhirati yang ada hal gaib di dalamnya. Kemampuan yang terbatas seperti sekarang ini saja, manusia sudah berasa mendewa, apalagi jika tidak berbatas.

    Ananda
    Memet Sudaryanto
    16701261005
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  28. Pada kolom jawaban ini
    "proses berpikir adalah proses mencari tahu hal-hal yang pernah dialami dan yang mungkin dialami; proses berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk menjawab subuah pertanyaan dengan melakukan sisntesis antara yang ada dan yang mungkin ada;"
    Saya memutar ingatan pada beberapa waktu silam mengenai proses tesis, sintesis, hipotesis. Ketiganya tetap adalah tesis, sekarang saya diberikan contoh nyata yang di dalamnya terkandung tiap elemen mengenai sebuah proses tesis.
    Tesis bisa berputar-putar menjadi apapun yang ia mau, bahkan seringkali tesis menguasai benak dan kalbu setiap manusia dalam rangka mengembangkan keego-sentrisannya. Tesis pun membentuk makna dengan setiap aspek yang belum jelas secara tersirat maupun tersurat. Yang pada akhirnya ada proses penelitian dan analisis.
    Mohon koreksi jika saya salah prof., mengenai kebebasan proses berpikir pada tiap manusia. Apakah manusia kadang membentuk pola tanya dan pola tesis pada dirinya untuk keperluan lain di luar keperluan berpikir?
    Apakah manusia kadang berpikir hanya untuk mengembalikan hakikatnya sebagai manusa?

    Ananda
    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  29. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Foundalisism ini menerangkan bahwa sejatinya dasar dari setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia adalah berasal dari keyakinan yang dianggap benar olehnya. Setiap manusia meyakini kebenaran tentang suatu hal berdasarkan keyakinannya masing-masing. Begitu pula dalam umat muslim, bahwa pengetahuan apapun yang ia peroleh seharusnya tidak menyimpang dari keyakinan keIslamannya, karena hal yang bertentangan dengan keyakinan kita, hendaknya dijadikan sebagai suatu khasanah ilmu saja, yang menjadikan kita sebagai orang yang mau belajar dan mengambil hikmah dari hal tersebut,. Setidaknya, kuita menjadi tahu tentang hal yang salah dalam hidup kita. Sehingga kita dapat menghindarinya dan memilih hal yang benar.

    ReplyDelete
  30. Menurut saya yang terjadi ketika kita sedang berfikir adalah sebuah proses dimana kita mengingat, mencari tahu, menemukan sesuatu yang pernah kita ketahui sebelumnya dan mencoba memberikan jawaban atas apa yang kita pikirkan. Sehingga dengan berfikir maka pemikiran dapat menembus ruang dan waktu dengan menemukan yang ada dan mungkin yang ada.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  31. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Menjadi menyenangkan jika berpikir diibaratkan jalan di atas garis lurus. Hanya maju dan mundur. Tapi kadang tak semudah itu. Terkadang dalam pikiran terdapat banyak cabang (pilihan) untuk mendapatkan suatu pemikiran.

    ReplyDelete
  32. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat membawa kita berpikir secara mendalam, maksudnya untuk mencari kebenaran substansial atau kebenaran yang sebenarnya dan mempertimbangkan semua aspek, serta menuntun kita untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap.

    ReplyDelete
  33. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Berpikir filsafat secara radikal yaitu berpikir sampai keakar-akarnya, sampai pada hakekat atau sustansi, esensi yang dipikirkan. Sifat filsafat adalah radikal atau mendasar, bukan sekedar mengetahui mengapa sesuatu menjadi demikian, melainkan apa sebenarnya sesuatu itu, apa maknanya.

    ReplyDelete
  34. Dalam berfikir terjadi proses pengolahan pola pikir, analisa pikiran kemudian hasil pemikiran yang merupakan kesimpulan dari analisa teori tentang yang ada dan mungkin ada yang mengacu pada pembenaran, pengungkapan sumber dan penemuan macam-macam ilmu.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  35. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Proses berpikir adalah proses menganalisis suatu input yang didapatkan dari panca indra untuk nantinya diberikan output. Proses belajar sendiri juga merupakan proses berpikir. Sebagai guru harus memberikan input dan pengarahan agar dapat berpikir dengan tepat dan menghasilkan proses belajar bermakna. Terima kasih

    ReplyDelete
  36. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Proses berpikir merupakan kegiatan dimana kita menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi atau untuk membentuk suatu pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  37. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    saya telah membaca penjelasan dari bapak, saya menangkap proses berpikir adalah memikirkan sesuatu yang dapat bersifat positif atau negatif; dalam proses berpikir terjadi proses pengolahan secara logis dan kritis yang dapat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan pengetahuan

    ReplyDelete
  38. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berfikir (penggunaan kekuatan akal) merupakan salah satu ciri penting yang membedakan manusia dengan hewan. Berfikir adalah perkembangan ide dan konsep.

    ReplyDelete
  39. Bila seseorang mengatakan bahwa dia sedang berfikir tentang sesuatu, ini mungkin berarti bahwa dia sedang membentuk gagasan umum tentang sesuatu, atau sedang menentukan sesuatu, atau sedang mempertimbangkan (mencari argumentasi) berkaitan dengan sesuatu tersebut.

    Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    ReplyDelete
  40. Menurut John Dewey proses berfikir mempuyai urutan-urutan (proses) sebagai berikut :
    1. Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenai sifat, ataupun dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.
    2. Kemudian rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk permasalahan.
    3. Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesa, inferensi atau teori.
    4. Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi dengan jalan mengumpulkan bukti-bukti (data).
    5. Menguatkan pembuktian tentang ide-ide di atas dan menyimpulkannya baik melalui keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.

    ReplyDelete
  41. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Salah satu ranah kajian filsafat ilmu adalah teori berpikir. Teori Berpikir secara filsafati merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran; sehingga dapat dimengerti bahwa sejak jaman kuno, sudah terdapat beberapa filsuf yang sebetulnya teori-teori yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai Teori Berpikir; beberapa diantara yang penting misalnya Teori Berpikir dari Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Socrates, Immanuel Kant, dst sampai era kontemporer. Singkatnya, proses berpikir dimulai dengan proses olah pikir dan berakhir ketika proses berpikir bermanfaat untuk memeroleh logos dan memerangi mitos sesuai ruang dan waktunya, sesampai-sampai akal dan pikiran.

    ReplyDelete
  42. Proses berpikir merupakan proses penyatuan antara pemikiran dan pengalaman. Pemikiran yang bersifat abstrak, dikaitkan dengan pengalaman yang bersifat empiris untuk mempert5oleh suatu jawaban dari sebuah pertanyaan.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A 2016

    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  44. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    berpikir merupakan proses membangun pengetahuan, mengkaitkan pengetahuan yang sudah ada dan yang mungkin ada, mengkaitkan antara pengamalaman dan pengetahuan yang saling berkaitkan dan berhubungan

    ReplyDelete
  45. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Secara filsafat yang terjadi dalam pikiran kita saat sedang berpikir adalah adanya usaha mencari titik celah dari apa yang sedang dipikirkan baik hal positif maupun negatif.

    ReplyDelete
  46. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    berpikir merupakan hakekat yang terjadi dalam diri setiap manusia karena tanpa melalui proses berpikir maka manusia dapat dikatakan mati. Berpikir secara kritis pula dapat menjauhkan kita dari godaan-godaan syaitan, sehingga kita tidak akan terjebak kedalam alam yang gelap.

    ReplyDelete
  47. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    berpikir merupakan hakekat yang terjadi dalam diri setiap manusia karena tanpa melalui proses berpikir maka manusia dapat dikatakan mati. Berpikir secara kritis pula dapat menjauhkan kita dari godaan-godaan syaitan, sehingga kita tidak akan terjebak kedalam alam yang gelap.

    ReplyDelete
  48. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari elegi di atas ditekankan kembali salah satu kajian filsafat ilmu, yakni berpikir. Proses berpikir sebenarnya adalah sebuah kodrat dan anugerah yang diberikan sang pencipta dengan diberikannya akal pada masing-masing kita, kegiatan berpikir sendiri sudah dimulai sejak kita berusaha mengolah pikir kita terkait yang ada dan mungkin ada. Telah dijelaskan berulang-ulang oleh prof. bahwa teori berpikir ini sebenarnya sudah ada sejak jaman kuno yang di kemukakan oleh para filsuf seperti Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Immanuel kant dan lain-lain.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  49. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Berpikir merupakan proses yang unik. Ketika kita berpikir maka neuron-neuron yang ada didalam otak kita ternyata akan menyambung satu sama lain. Sehingga semakin kita berpikir maka semakin banyak sambungan-sambungan neuron didalam otak kita. Semakin banyak banyak sambungan neuron maka kita akan dapat lebih banyak menerima ide bahkan menciptakan ide-ide. Salah satu keajaiban dalam Al-Quran setelah dilakukan penelitian adalah, ketika kita rutin membaca al-quran minimal 4 halaman (2 lembar) dalam sehari, ternyata mampu menjaga sambungan-sambungan otak kita. Sehingga dalam hal ini membaca al-quran minimal 4 halaman sehari sangatlah menjaga kesehatan otak kita. Itulah mukjizat yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, dimana mukjizat itu ternyata tersirat dan mempunyai kekuatan yang sangat besar. Subhanallah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  50. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut Kant, terdapat tiga tingkatan dalam proses pengetahuan manusia. Tingkat pertama dan terendah adalah pencerapan inderawi (sinneswahrnemung). Tingkat berikutnya atau kedua adalah tingkat rasio (verstand). Terakhir atau ketiga adalah tingkat tertinggi dalam proses pengetahuan, yaitu adalah tingkat akal-budi atau intelek (vernunft). Saat kita berpikir, setelah pengamatan inderawi, bekerjalah rasio (verstand) secara spontan. Tugas rasio adalah menyusun dan menghubungkan data-data inderawi, sehingga menghasilkan putusan-putusan. Dalam hal ini, rasio bekerja dengan bantuan daya fantasinya (einbildungskraft). Pengetahuan rasio, menurut Kant, diperoleh ketika terjadi sintesis antara data-data inderawi dengan bentuk-bentuk a priori yang dinamai Kant sebagai “kategori”, yakni ide-ide bawaan -- dalam istilah Kant “konsep-konsep pokok” yang mempunyai fungsi epistemologis dalam diri manusia. Selanjutnya yang dimaksud Kant dengan budi atau intelek (vernunft) adalah daya pencipta pengertian-pengertian murni atau pengertian-pengertian yang mutlak perlu, yang tidak diperoleh dari pengalaman melainkan mengatasi pengalaman itu sendiri. Tugas akal-budi atau intelek adalah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkat di bawahnya, yaitu rasio dan tingkat pencerapan inderawi. Dengan kata lain, intelek dengan idea-idea membuat argumentasi-argumentasi.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  51. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ciri manusia yang masih hidup adalah berfikir. Berfikir dapat didefinisikan dalam banyak versi. Berfikir merupakan proses penggabungan antara pengalaman dan ilmu pengetahuan. Berfikir merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah. Berfikir merupakan proses untuk memecahkan mitos, menggunakan logos. Berfikir ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berfikir positif dan negatif.

    ReplyDelete
  52. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pemikiran seseorang dipengaruhi oleh banyak hal, terutama pengalaman. Orang yang pengalamannya luas tentu berfikirnya pun luas. Selain itu, pengetahuan, kebudayaan, lingkungan, serta iklim mempengaruhi cara orang berfikir pula. Contohnya, orang yang ada di lingkungan miskin, kebanyakan berfikir pendidikan tidaklah penting, yang terpenting adalah bekerja untuk menyambung hidup.

    ReplyDelete
  53. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Proses berpikir adalah penggabungan antara pengetahuan atau pengalaman yang sudah kita peroleh dengan pengetahuan yang baru untuk memperoleh jawaban atau solusi dari suatu permasalahan sehingga diperoleh suatu keputusan. Semakin banyak pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, maka diharapkan akan semakin bijak dalam pengambilan keputusan.

    ReplyDelete
  54. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Berfikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah. Dalam proses berpikir, informasi diolah melalui pancaindera dengn cara menganalisis dan mensintesis didalam konteks lingkungannya dan disinilah akan terjadi proses kontradiksi antara informasi yang baru dan informasi yang sudah ada.

    ReplyDelete
  55. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Proses pemikiran adalah anugerah yang tak terhingga yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dalam proses belajar untuk mengetahui sesuatu berarti kita telah mengubah diri kita dari sebuah batu menjadi beberapa potongan. Semakin banyak kita mengetahui kebenaran akan sesuatu maka akan semakin banyak potongan-potongan yang tercipta hingga dulunya batu akan berubah menjadi pasir atau debu, hingga ketika tersiram air akan menguap

    ReplyDelete
  56. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Untuk mengetahui proses berpikir, kita perlu memperhatikan objeknya. Objek berpikir dalam filsafat disebut dengan sesuatu yang mungkin ada, baik yang terjadi maupun yang belum terjadi. Subjek sebagai individu yang mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan objek adalah benda atau hal-hal yang ingin diketahui. Manusia adalah suatu realitas dan benda-benda merupakan realitas yang lain, hubungan keduanya merupakan proses untuk mengetahui dan bila bersatu jadilah pengetahuan bagi manusia.

    ReplyDelete
  57. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ketika kita sedang berpikir terjadi proses dimana pertanyaan-pertanyaan akan muncul di dipikiran kita. Di dalam pikiran kita, kita berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Proses berpikirnya dimulai dari mengkonstruk pengetahuan sebelumnya dan kemudian mengaitkan dengan pengetahuan yang baru kita miliki. Pada saat berpikir bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada dan bagaiman kita bisa menyampaikan apa yang kita pikirkan kepada orang lain.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  58. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Berdasarkan elegi diatas berpikir secara filsafat merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran atau ilmu pengetahuan. D.Hume mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun diatas pengalaman artinya berpikir menggunakan pengalaman atau pengamatan yang dilakukan. Sedangkan, Rene Descartes menyatakan bahwa berpikir itu menggunakan rasio atau logika sehingga pengalaman tidak begitu mempunyai peranan penting dalam konstruksinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akan tetapi, Immanuel Kant menggabungkan pemikiran david hume dan rene descartes dimana ilmu pengetahuan merupakan hasil Pemikiran menggunakan pengalaman dan rasio.

      Delete
  59. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Pada perkuliahan filsafat pendidikan, dijelaskan bahwa berpikir dalam filsafat berarti kita menggunakan logos dan berusaha untuk meninggalkan mitos. Di dalam pikiran kita, seringkali pertanyaan - pertanyaan muncul, baik itu pertanyaan yang bersifat saintifik atau tidak. Sebenar - benar hidup adalah ketika kita mampu menggunakan pikiran kita untuk bertanya tentang masalah yang ada dan mencari solusinya. Bukan berpikir bagaimana menghindari masalah tersebut.

    ReplyDelete
  60. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Ada sumber lain yang mengatakan bahwa filsafat dipandang sebagai rangkaian aktivitas dari budi manusia yang pada dasarnya adalah pemikiran reflektif. Apa itu pemikiran reflektif atau reflective thinking? Pemikiran reflektif dapat dicirikan sebagai jenis pemikiran yang terdiri atas mempertimbangkan secara cermat suatu pokok masalah dalam pikiran dan memberikannya perhatian yang sungguh-sungguh dan bersifat terus-menerus.

    ReplyDelete
  61. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Berdasarkan hasil jawaban mahasiswa yang diuraikan oleh Prof. Marsigit dapat ditarik kesimpulan bahwa berpikir itu adalah proses sintesis baik melalui rasio atau logika dan pengalaman dengan memperhatikan objek-objek pikiran baik epistemologinya, aksiologinya, hakikat berpikirnya yang bertujuan untuk memperoleh kebenaran dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id